Selasa, 25 September 2018

Diet, Olahraga, dan Pristine8+ Membuat Hidup Jadi Seimbang

Diet, Olahraga, dan Pristine8+ Membuat Hidup Jadi Seimbang

Diet, Olahraga, dan Pristine8+ Membuat Hidup Lebih Seimbang



Sabtu siang (15/9) Chi dan mamah kompak cekikikan ketika ada seorang ibu yang bertanya ke mamah kapan Chi akan menikah di acara pernikahan sepupu. Rupanya ibu tersebut menyangka Chi masih kuliah dan belum menikah. Ketika mamah bilang kalau anak-anak Chi udah mulai pada remaja, ibu tersebut kaget.

Entah si ibu memujinya berlebihan atau memang sepupu Chi yang jago ngedandanin sehingga dianggap masih lajang. Pada hari itu Chi memang lebih memilih didandanin sama sepupu yang jago make up daripada sama tim dari perias pengantin. Bukan hasil dari perias jelek, lho. Tapi, kalau sama sepupu kan udah hapal bagaimana riasan dia.

Perempuan umumnya seneng banget kalau dibilang cantik, kan? Apalagi kalau dibilang makin langsing. Tambah seneng, deh. Dibilang masih kuliah dan lajang padahal anak-anaknya udah mulai gede? Wah, makin melayang rasanya hahaha.

Yup! Berat badan Chi memang sudah berkurang kurang lebih 6 kg dalam setahun terakhir. Tetapi, usaha Chi untuk menguruskan badan bukan sekadar demi mendapatkan pujian. Murni karena alasan kesehatan.

Dulu lutut kanan Chi suka nyeri. Jalan di mall atau duduk agak lama aja udah bikin lutut langsung nyeri. Padahal Chi masih pengen trekking atau mendaki gunung ke mana gitu. Tapi, kalau lututnya begini melulu mah mana nyaman.

[Silakan baca: 4 Tips Mencegah Obesitas pada Anak]

"Bunda kegemukan, coba dikurusin."

Setiap kali Chi mengeluhkan lutut yang sakit, jawaban K'Aie selalu begitu. Alhasil, Chi pun ngambek hahaha. Sebel aja gitu dibilang kegemukan sama suami. Dan kalau lagi lebay atau pms, suka jadinya cemburu gak jelas sama suami gara-gara disuruh kurus hehehe.

Chi pun selalu melakukan pembenaran. Chi selalu bilang kalau berat badan masih normal. Sebetulnya memang benar karena setiap kali cek kesehatan dan mengukur berat badan ideal menggunakan kalkulator BMI, hasilnya masih termasuk normal. Ya memang kalau untuk berat badan hasilnya udah agak mepet ke arah overweight meskipun masih normal. Makanya Chi selalu disarankan untuk mengurangi berat badan sebanyak 2 kg saja.


Diet Apa yang Paling Enak?


Karena lutut terus-menerus sakit malah kadang-kadang disemprot dengan pain killer kalau lagi gak nyaman banget, akhirnya Chi memutuskan untuk menurunkan berat badan. Chi pikir cobain dulu nurunin berat badan, kalau masih bermasalah juga lututnya baru ke dokter. Tapi, bagaimana caranya? Diet apa yang cocok?

Sekarang diet banyak macamnya, tapi buat Chi kayaknya berat semua. Maklum lah tukang makan. Harusnya juga ke konsultasi ke ahli gizi sebelum diet. Tapi, malas aja gitu jalannya. Setelah mempertimbangkan berbagai hal, Chi putuskan untuk diet carbo. Tepatnya mengurangi porsi asupan carbo setiap harinya.

Diet, Olahraga, dan Pristine8+ Membuat Hidup Jadi Seimbang
Sesekali masih suka bandel. Jajan dan dengan porsi yang banyak pula.


Hanya mengurangi karbohidrat jadi sesuatu yang paling mudah dan enak buat Chi. Tinggal mengatur aja agar menunya lebih seimbang. Dulu juga pernah berhasil dengan diet ini. Hanya saja gak konsisten. Makannya kembali kebablasan. Akhirnya berat bada kembali naik dalam waktu singkat.

Secara perlahan, berat badan Chi mulai turun. Termasuk perlahan banget karena Chi masih suka gak disiplin, apalagi awal diet. Selain itu, Chi masih malas berolahraga. Mager banget deh pokoknya.

[Silakan baca: Resolusi Hidup Sehat di Tahun Baru Hijriah]


Berolahraga Itu Asik Kalau Ada Temannya


Diet, Olahraga, dan Pristine8+ Membuat Hidup Jadi Seimbang

Baru 2 bulanan ini aja rutin berolahraga. Setiap Sabtu-Minggu berolahraga bersama K'Aie di lapangan atletik dekat rumah. K'Aie memilih lari dan Chi jalan kaki saat di lapangan. Chi gak sanggup kalau lari.

Diet, Olahraga, dan Pristine8+ Membuat Hidup Jadi Seimbang

Targetnya minimal 6 ribu langkah sekali olahraga. Jadi kalau Sabtu dan Minggu olahraga, minimal Chi dapat 12 ribu ribu langkah. Sehari-hari di rumah, olahraga ringan aja. Cari senam yang gerakannya sederhana di YouTube.

Ternyata berolahraga kalau ada temannya bisa bikin semangat, lho. Makanya sekarang Chi lagi konsisten berolahraga. Semoga bisa terus konsisten kayak begini.


Pristine8+ Membuat Live Balance


Diet, Olahraga, dan Pristine8+ Membuat Hidup Jadi Seimbang

Kalau lagi olahraga, air minum harus dibawa. Jangan sampai pusing karena kurang minum. Apalagi kalau berolahraga kan berkeringat lumayan banyak. Harus diimbangi dengan air minum yang cukup.

Oke, sebelum lanjut bercerita tentang Pristine8+, Chi mau bertanya terlebih dahulu. Kenapa sih pola hidup seimbang itu penting? Jawabannya karena bisa bikin bahagia. Salah satu kuncinya adalah menjaga diri tetap sehat lahir dan batin.

Chi sudah konsisten diet dan olahraga, sekarang tentang asupan minum setiap hari. Gak boleh karena bikin Chi mudah terkena sakit kepala. Kurang cairan juga bisa bikin kita dehidrasi dan bisa berefek ke beberapa penyakit nantinya.

Di rumah seringkali menyediakan Pristine8+. Perkenalan kami dengan minuman ini sekitar 2 tahun yang lalu saat Keke demam akibat telat makan. Kalau udah begitu, suka ada mualnya juga. Ketika kami kasih Pristine8+, ternyata Keke merasa nyaman. Rasa mualnya pun berkurang.

Tidak hanya diminum saat sakit. Pristine8+ juga memiliki pH baik untuk tubuh. Kandungan pH pada minuman berkisar antara 8,3-8,5 sehingga bagus untuk detoksifikasi. Kalau kita sering makan sembarangan, badan jadi gak sehat. Kadar asam dalam tubuh menjadi tinggi. Dengan mengkonsumsi Pristine8+ yang memiliki pH tinggi ini bisa membuat netral kadar asam dalam tubuh. Minuman ini juga bisa membuat awet muda. *Hmmm... Berarti ini juga jawabannya sampai Chi dianggap masih mahasiswa, ya? 😄

Kami sekeluarga suka minum Pristine8+ karena rasanya segar meskipun tidak dalam keadaan dingin (dimasukkan ke kulkas). Itu karena sumber air Pristine8+ berasal dari mata air gunung Gede Pangrango. Dari sumber mata air ini tidak hanya membuat air menjadi segar alami, tetapi  juga bisa diubah menjadi air alkali dengan teknologi Nihon Trim Jepang.

Ada yang mulai membuat hidup seimbang. Yuk, dimulai dari sekarang. Jangan tunggu sakit dahulu.

[Silakan baca: Tips Menjalankan Diet Gak Menyiksa dengan Slim & Fit]

Diet, Olahraga, dan Pristine8+ Membuat Hidup Jadi Seimbang
Kalau 3 orang ini memang masih pada lajang. 2 di antaranya masih kuliah. Tapi, penampilan Chi bisa menyeimbangkan lah, ya hihihi. Pokoknya semangat terus untuk belajar hidup seimbang.

Continue Reading
78 komentar
Share:

Senin, 24 September 2018

Manfaat Dan Cara Memilih Panci Presto yang Benar

Manfaat Dan Cara Memilih Panci Presto yang Benar

Manfaat Dan Cara Memilih Panci Presto yang Benar

Sumber gambar: Pixabay


Sebagai ibu rumah tangga, kegiatan masak-memasak adalah hal yang wajib dilakukan dirumah. Pasti kita juga sering melihat ibu, istri, atau adik perempuan yang lebih sering berada di dapur daripada kaum laki-laki seperti suami atau bapak. Kegiatan memasak ini juga akan lebih menyenangkan jika didukung oleh alat-alat dapur yang canggih seperti panci presto, mixer, blender, penggiling daging, oven dan masih banyak lagi. Alat-alat inilah yang membuat ibu kita menjadi kreatif dalam menyajikan menu masakan setiap hari.


Manfaat Menggunakan Panci Presto


Nah, kali ini Chi akan membahas tentang panci presto. Mungkin bagi teman-teman yang belum tau apa manfaat panci presto akan berpikir kalau panci apapun fungsinya sama aja. Paling buat merebus. Bener, gak? Padahal panci presto juga punya fungsi lain, lho


Hemat Waktu Karena Membuat Masakan Lebih Cepat Matang

Pertama, manfaat utama memasak menggunakan panci presto adalah membuat bahan masakan lebih cepat lunak. Dengan desain yang sedemikian rupa yaitu sistem gasket serta tekanan uap membuat pelepasan ini dapat disalurkan dengan baik. Secara tidak langsung, kitapun menghemat banyak waktu untuk memasak saat menggunakan panci ini.


Membuat Makanan Lebih Sehat dan Bergizi

Manfaat menggunakan panci presto yang kedua adalah menjaga kandungan gizi dan rasa makanan yang original. Seperti yang kita tahu semakin lama makanan yang dimasak maka kandungan vitamin gizi serta zat penting lainnya akan ikut menghilang bersama dengan waktu yang diperlukan saat memasak. Dengan menggunakan panci presto, masakan yang teman-teman buat akan jauh lebih baik. Sekitar 70% waktu yang diperlukan lebih cepat dibandingkan dengan memasak menggunakan cara biasa aehingga masakan jadi cepat matang. Semakin sedikit waktu yang diperlukan, maka semakin baik kandungan gizi didalamnya.


Panci yang Serbaguna

Manfaat lain dari panci ini adalah bisa digunakan selain fungsi utamanya. Selain digunakan untuk merebus, panci presto juga bisa digunakan untuk memanggang ataupun mengukus makanan.


Cara Memilih Panci Presto yang Baik


Setelah tahu beberapa manfaatnya, kini saatnya teman-teman mengetahui cara memilih panci presto yang baik dan benar . Di pasaran, ada banyak sekali merk panci presto yang menawarkan banyak keuntungan kepada konsumennya. Namun, tidak ada salahnya jika teman-teman memilih sendiri panci presto yang baik dan benar. Berusahalah untuk memilih panci ini dari bahan stainless steel. Bahan ini membuat panci tidak mudah rusak, karatan, ataupun luntur saat digunakan. Berbeda dengan panci yang memiliki bahan menggunakan anti lengket, komponen anti lengket ini lama kelamaan akan ikut dalam makanan yang kita masak.

Usahakan pula untuk memilih stainless steel dengan kualitas yang baik. Apakah teman-teman akan mengeluarkan sedikit lebih banyak uang, tapi menjamin kesehatan? Atau membeli panci presto yang lebih murah, tapi akan membuat teman-teman jauh dari hidup sehat? Kira-kira akan pilih yang mana?

Selain bahan, anda juga perlu memilih panci presto dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan. Di Bukalapak, ada banyak sekali pilihan panci presto dengan berbagai macam bahan dan ukuran. Jika teman-teman saat ini sedang membutuhkan panci ini, maka pilihlah yang sesuai dan belilah di Bukalapak.

Continue Reading
6 komentar
Share:

Drama Asisten Rumah Tangga - Si Malas vs Si Rajin

Drama Asisten Rumah Tangga - Si Malas vs Si Rajin

Drama Asisten Rumah Tangga - Si Malas vs Si Rajin

sumber gambar: Pixabay


"Biiii! Ambilin minuuuum!"
"Buku pelajaran udah diberesin, belum?"
"Biii! Makan, doooong!"

Kira-kira siapakah yang seperti itu? Keke atau Nai? Bukan keduanya, tetapi Chi. Yup! Chi pernah seperti itu saat seusia Keke dan Nai. Tetapi, jangan membayangkan kelakuannya kayak di berbagai sinetron yang manggil asisten rumah tangga sambil tolak pinggang, mata melotot, serta jejeritan, ya.

Dulu Chi memang semalas itu. Apa-apa manggil bibi. Untungnya bi Noh, asisten rumah tangga saat itu, sangat sabar sekaligus menjadi asisten terlama di rumah kami. Sejak Chi bayi hingga SMA. Berhentinya karena disuruh menikah sama orang tuanya. Meskipun sekarang sudah tidak lagi menjadi asisten rumah tangga kami, keluarga kami tetap berhubungan baik. Bi Noh dan suaminya masih satu kampung sama papah. Sekarang bi Noh dan suaminya dipercaya mengurus rumah dan kebon papah di kampung.

Sejak itu, kami bergonta-ganti asisten rumah tangga. Tidak ada satupun yang bertahan lama seperti bi Noh yang udah mengasuh Chi sejak kecil. Rata-rata keluar karena mau menikah. Setelah capek bergonta-ganti asisten, mamah pun memutuskan untuk tidak lagi menggunakan.

Chi mulai lepas dari ketergantungan terhadap asisten rumah tangga sejak SMA. Saat itu sekolah di Bandung dan tinggal sama almarhumah nenek yang memang tidak memakai asisten.

Ketika menikah, Chi juga bertekad tidak menggunakan asisten. Sebetulnya keputusan nekat juga karena Chi tidak terbiasa mengurus rumah, masak pun belum bisa. Apalagi mengurus anak. Pastinya belum punya pengalaman sama sekali. Tetapi, kenyataannya lancar aja. Pelan-pelan Chi belajar mengurus rumah dan anak tanpa asisten.

Ketika Nai lahir, Chi sempat memutuskan punya asisten rumah tangga. Chi pikir kalau punya 2 anak mungkin akan lebih repot jadi butuh asisten. Tetapi, kenyataannya malah Chi jadi sering pusing. Asisten Chi sering konflik dengan asisten mamah. Saling iri urusan pekerjaan dan gaji. Padahal ya meskipun Chi masih tinggal sama orang tua, tetapi urusan kerjaan rumah dan gaji ya masing-masing. Jadi mendingan gak punya asisten rumah tangga aja, lah.

[Silakan baca: Agar Tidak Kesepian di Usia Lanjut]


Drama Asisten Rumah Tangga Dimulai Lagi


Setelah bertahun-tahun tidak memiliki asisten rumah tangga, Chi pun mulai pakai lagi. Kami pindah rumah dan sekarang ada papah mertua yang sedang sakit. Sebetulnya masih bisa melakukan sendiri mengurus rumah dan keluarga, tetapi dengan pertimbangan kondisi papah yang sudah di tempat tidur saja membuat kami memutuskan memiliki asisten rumah tangga. Nanti lah kapan-kapan Chi ceritakan lebih detil kenapa butuh asisten lagi.

Zaman sekarang susah banget cari asisten dari kampung. Kondisi ini memaksa kami untuk mencari asisten melalui beberapa penyalur. Ternyata semuanya penuh drama! Hadeuuuhh!

[Silakan baca: Mengurangi Drama Agar Hidup Bisa #AsikTanpaToxic]


Asisten Rumah Tangga yang Malasnya Minta Ampun

Asisten pertama adalah laki-laki. Sengaja pilih laki-laki karena saat itu kami belum pindah rumah. Masih bolak-balik karena Nai masih fokus UNBK. Makanya pilih laki-laki buat sekalian jaga rumah. Tetapi, minta ampun malasnya.

Luar biasa semangat tidurnya! Penyebabnya karena dia selalu begadang buat internetan atau nelpon pacarnya. Jadi pagi hingga sore selalu tidur. Kalau dibangunin susahnya minta ampun. Udah berbagai macam alarm kami kasih, gak mempan. Diteriakin dan digedor pintu kamarnya juga gak bangun. Harus ditepok dulu baru bangun.

Masalah adalah dia kan laki-laki. Gak mungkin lah Chi masuk ke kamarnya buat nepok dia, kan? Harus Keke atau K'Aie. Jadinya kalau Keke atau K'Aie lagi gak ada, Chi gak bangunin dia. Dia kalau pagi dan siang bangun cuma buat makan sama mandi, abis itu tidur lagi. Kayaknya jadi kebalik mana asisten dan mana yang majikan.


Asisten yang Rajin, Tapi...

Chi bertekad untuk memberhentikan dia setelah lebaran. Tetapi, dia yang duluan minta. Syukurlah, Chi jadi gak ribet urusannya.

Setelah itu, kami kembali mencari asisten rumah tangga. Sempat takjub sama asisten yang kedua ini. Dia gak punya handphone sama sekali. Mungkin itulah kenapa dia rajin kerjanya. Rasanya zaman sekarang udah agak jarang asisten rumah tangga kayak gini, ya. Saking senangnya dapat asisten idaman, Chi bahkan belum apa-apa udah mikirin buat naikin gaji setelah dia 3 bulan kerja, lho.

Anaknya lugu banget, tapi agak ngeyel. Kalau lugunya sih Chi gak masalah. Dulu mamah pernah beberapa kali dapat asisten yang lugu. Ya gak apa-apa selama masih mau diajarin. Malah kadang-kadang sikap lugu suka bikin kami jadi ketawa.

Nah kalau sikap ngeyelnya yang agak-agak gimana gitu. Chi sempat mikir ya mungkin karena dia masih remaja. Ada beberapa hal yang Chi bisa maklum. Tapi, ada juga yang bikin kesel. Contohnya kalau dia udah ditelpon sama uwanya (katanya dia udah yatim piatu). Uwanya suka WA Chi minta keponakannya ini telpon. Karena dia gak punya handphone, jadi pinjam hp Chi. Tapi, kok ya suka lama. Kalau Chi minta udahan, dia suka ngeyel katanya sebentar lagi. Tapi, gak selesai-selesai. Mulai deh tuh agak ngeselin.

Gak sreg berikutnya adalah dia senang jajan. Chi sempat bingung kok jajan melulu. Duit darimana? Pernah sih sekali minjem sama Chi. Katanya potong gaji aja. Ya Chi memang akan potong gaji, tapi tetap diingatkan supaya jangan jajan melulu. Belakangan, setelah dia berhenti, Chi baru tau kalau dia suka melebihkan belanjaan. Misalnya kalau disuruh beli beras yang harganya sekian, dia beli yang harga di bawahnya. Chi sempat curiga sebetulnya, tapi gak dilanjutin karena dia ngeyel dan Chi malas mempermasalahkan.

Kejadian berikutnya saat baru dikasih gaji pertama langsung minta pulang dengan alasan kakeknya sakit. Chi dan K'Aie sempat gak mau kasih karena dia kan ngakunya baru pertama kali ke Jakarta. Nanti kalau nyasar di jalan bagaimana? Tapi, dia ngotot bilang berani dan katanya nanti dianterin dengan tukang jahit di pasar.

Duarr! Chi yang tadinya senang ma dia seketika berubah. Gek sreg aja dengan tipe yang terlalu nekat begini. Khawatir terjadi apa-apa nanti kami juga yang kena getahnya.

Dia kembali meyakinkan kami dengan menelpon uwanya dulu untuk minta izin pulang sendiri. Uwanya pun kasih izin. Dia juga meyakinkan kami kalau pulangnya hanya 3 hari. Pasti akan balik, begitu janjinya. Bahkan sebagian bajunya pun ditinggal.

Tetapi, yang terjadi keesokan harinya salah seorang anak uwanya telpon ke saya sambil nangis kalau dia belum sampai. Chi jadi panik, dong. Tapi, gak mau juga disalahkan. Kami kan udah melarang dia untuk pulang.

Yang bikin Chi gak suka lagi, sepupunya ini bilang kalau asisten saya ini memang agak bandel dan ngeyelan. Susah dikasih tau. Belum lama ini dia juga pernah ke Jakarta karena diajakin kerja sama seseorang. Tetapi, ternyata ditipu. Sampai Jakarta, dia ditinggal gitu aja. Untung masih bisa balik ke kampung.

2 hari kemudian, Chi dikabarin kalau dia udah sampai. Alasannya sih ketiduran di bis, kebawa lagi sampe ke Jakarta. Udah gitu uangnya katanya habis untuk bolak-balik dan ketipu. Dia minta Chi kirim uang supaya bisa balik. Enggak, deh! Mendingan gak usah balik lagi kalau kayak gitu. Chi segera mengecek kondisi rumah. Alhamdulillah gak ada yang hilang.

[Silakan baca: Pengalaman Anak yang Diasuh oleh Asisten Rumah Tangga]


Hidup Tenang dan Senang Tanpa Asisten Rumah Tangga


K'Aie sempat menawarkan ke Chi untuk cari pengganti. Tapi, Chi udah gak mau. 2 kali punya asisten rumah tangga dan keduanya sama-sama bikin Chi capek hati banget. Belum lagi kalau ingat biaya yang harus dikeluarkan. Biaya menebus aisten di penyalur tuh lumayan banget.

Dan yang bikin Chi malas mengambil asisten rumah tangga dari penyalur lagi adaah karena gak tau kampungnya. Memang sih kalau ambil dari penyalur dikasih surat perjanjian dan foto copy identitas asisten. Tapi, tetap aja gak nyaman banget buat Chi. berbeda kayak pengalaman mamah di mana selalu dapat asisten rumah tangga dari kampung papah atau adik mamah. Kalau ada apa-apa kan jelas gimana mencarinya.

Sejauh ini sih pengalaman mamah punya asisten nyaris gak ada yang buruk. Kalaupun berhenti bekerja tetap masih berhubungan baik. Mungkin karena rata-rata kenal sama keluarganya juga, ya.

Yup! Sekarang kami memutuskan gak memakai asisten rumah tangga lagi. Capek? Pastinya. Untung aja semua saling membantu. Nanti kapan-kapan Chi akan bercerita manajemen rumah tangga tanpa asisten hehehe. Tapi, yang pasti hati jadi lebih tenang meskipun kadang-kadang capek banget beberes rumah. Masih sempat ngopi cantik, nonton tv serial favorit, dan ngeblog biarpun capek mengurus rumah juga.

Continue Reading
38 komentar
Share:

Minggu, 23 September 2018

Wonderjus! dan Manfat Detox Bagi Tubuh

Wonderjus! dan Manfat Detox Bagi Tubuh

Wonderjus! dan Manfat Detox Bagi Tubuh



Sudah sekitar setahun ini Chi melakukan diet carbo. Dari segala macam diet yang ada, diet carbo buat Chi paling mudah untuk dilakukan. Chi hanya perlu mengurangi porsi nasi dan tidka ada pantangan makan apapun. Paling kalau bisa diusahakan jangan makan malam.

Segitu aja awalnya udah lumayan berat buat Chi yang memang doyang banget. Dan tipe orang Indonesia banget yang katanya belum makan kelau belum ketemu nasi hehehe. Tapi, lama-kelamaan juga udah biasa.

Dulu juga pernah berhasil dengan diet ini, tapi gak konsisten. Mulai kebablasan lagi makannya. Berat badan pun naik lagi lumayan banyak. Kayaknya sekarang paling konsisten karena sudah berjalan setahunan. Lumayan lah udah turun 6 kg.


Mengetahui Manfaat Detox Bagi Tubuh


Wonderjus! dan Manfat Detox Bagi Tubuh

Berat badan sudah lumayan berkurang. Badan pun berasa semakin sehat. Apalagi Chi juga mulai rutin berolahraga. Tetapi, belum lengkap rasanya kalau tidak melakukan detox.

Detoksifikasi adalah proses membuang racun yang ada di dalam tubuh

Meskipun sudah melakukan perombakan pola makan, tetapi tubuh tetap bisa kemasukan racun. Bisa dari obat-obatan yang dikonsumsi atau lingkungan yang kurang sehat. Chi juga masih belum bisa berhenti ngopi dan belum total mengkonsumsi makanan sehat. Kadang-kadang masih suka jajan atau mengkonsumsi makanan olahan.

Apa aja sih manfaat melakukan detox? Yuk, kita simak satu persatu


1. Membuang Racun Dalam Tubuh

Sebetulnya tubuh kita sudah mempunyai sistem detox, tetapi kadang-kadang belum maksimal. Apalagi kalau kita masih suka sembarangan makan. Kita perlu melakukan detox agar organ-organ tubuh semakin bersih dari racun.


2. Sistem Imun dan Energi Semakin Meningkat

Bila organ-organ dalam tubuh sudah bersih dari racun, badan pun berasa semakin sehat. Nutrisi yang masuk ke dalam tubuh lebih mudah diserap dan membuat sistem imun meningkat. Kita juga merasa semakin memiliki energi untuk melakukan berbagai aktivitas


3. Pikiran Lebih Jernih

Kalau bedan sehat, kita jadi lebih bahagia, dong. Pikiran pun menjadi jernih karena detoksifikasi.


4. Menurunkan Berat Badan

Kabar gembira banget nih buat yang lagi diet. Dan kabarnya kalau kita melakukan detox, berat badan yang sudha turun akan lebih sulit naik lagi.


Konsumsi Wonderjus! Setiap Hari


Wonderjus! dan Manfat Detox Bagi Tubuh

Proses detox yang sata ini sedang Chi lakukan adalah dengan mengkonsumsi Wonderjus! setiap hari. Dalam 1 botol Wonderjus! mengandung solo garlic, red ginger, madu manuka, lemon, dan cuka apel. 5 bahan-bahan ini memang baik untuk detoksifikasi dna melancarkan pencernaan.

Chi minum jus ini 2x sehari. Sebelum sarapan pagi dan sebelum makan malam. Masing-masing 2 sendok (10 ml) dan dilanjutkan dengan minum segelas air hangat. Itu karena Chi sedang melakukan diet. Tetapi, bila teman-teman mengkonsumsi Wonderjus! dengan tujuan kesehatan maka minumnya pagi hari sesudah bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.

Wonderjus! dan Manfat Detox Bagi Tubuh

Aroma garlic mendominasi saat Chi membuka botolnya. Begitupun dengan rasanya. Memang ada rasa segar dan kecut dari lemon dan cuka apel, sedikit manis dari madu manuka, serta rasa pedas dan hangat dari jahe merah. Tetapi, yang paling berasa memang bawang putihnya.

Tips dari Chi biar rasa garlic tidak menempel di langit-langit mulut, mendingan langsung ditelan. Memang agak bertahan lumayan lama rasa bawang putihnya di tenggorokan. Biasanya setelah minum air hangat Chi lanjutkan dengan makan.

Chi udah pernah cobain lanjut makan berat (nasi uduk komplit hahaha) dan buah-buahan. Sama-sama bikin rasa garlic di tenggorokan hilang, kok. Tetapi, mendingan pilih buah-buahan, dong! Lebih segar juga di mulut. Paling setelah makan buah jangan langsung dilanjut minum lagi. tunggulah beberapa saat. Kalau langsung minum nanti akan berasa lagi bawang putihnya.

Baru beberapa hari Chi minum ini. Udah mulai berasa juga di tubuh. Jadi lebih nyaman. Kita tunggu ya sampai habis sebotol. Semoga bisa semakin meningkatkan sistem imun. Dan syukur-syukur kalau berat badan Chi bisa lebih turun lagi.

Wonderjus! dan Manfat Detox Bagi Tubuh

Continue Reading
32 komentar
Share:

Sabtu, 15 September 2018

Resolusi Hidup Sehat di Tahun Baru Hijriah

Apa makna Tahun Baru Hijriah bagi teman-teman? Bagi seorang muslim atau muslimah, Tahun Baru Islam pastinya memiliki banyak makna istimewa. Salah satu maknanya bagi Chi adalah berubah kea rah yang semakin baik. 

resolusi hidup sehat, tahun baru hijriah

Resolusi Hidup Sehat di Tahun Baru Hijriah



Secara pribadi, Chi juga merasakan rasa yang istimewa saat datangnya Tahun Baru Hijriah. Chi mulai berhijab saat Tahun Baru Islam. Tepatnya lupa di tahun berapa. Pastinya saat Nai masih usia balita. Mungkin di usia 4-5 tahun.

Nai kecil masih punya kebiasaan mainin dan menghisap-hisap rambut bundanya. Bisa sampai ketiduran kalau udah unyel-unyel rambut. Makanya, Chi masih suka buka-tutup hijab pada saat itu. Ya namanya juga sedang berproses. Meskipun sekarang sudah tidak buka-tutup lagi ketika sedang berada di luar rumah, tetap aja Chi merasa takan terus berproses. Prose menjadi semakin lebih baik.

Tidak disengaja juga mulai berhijab pada saat Tahun Baru Hijriah. Chi hanya ingat pada ucapan almarhumah mamah mertua ketika pertama kali melihat menantunya ini berhijab. “Chi, kamu makin cantik pakai kerudung! Pas pula mulainya di Tahun Baru Hijriah!” Chi hanya senyum menanggapinya dan baru sadar kalau waktunya memang bersamaan hehehehe. Tetapi, sejak itu jadi merasa kalau Tahun Baru Hijriah menjadi semakin istimewa bagi Chi dan awal yang baik untuk berhijrah.


Tahun Baru Hijriah Jadi Momen Saatnya Memulai Hidup Sehat


Cap Kaki Tiga Resolusi Hidup Sehat di Tahun Baru Hijriah

“Chi, kamu harus jaga kondisi badan, ya. Mamah tau kalau kondisi mu tidak sekuat yang kamu bilang. Pokoknya jangan sampai kecapean.”

Sekitar 3 minggu lalu Chi telponan sama mamah. Air mata Chi langsung bercucuran usai nelpon. Antara sedih dan bahagia mamah bilang seperti itu.

Sudah 3 bulan ini Chi pindah rumah. Waktu masih tinggal sama orang tua, mamah tuh jarang banget kasih pesan kayak gitu. Walaupun saat masih tinggal bersama Chi berusaha untuk tidak merepotkan orang tua, tetap aja mamah tau kalau anak sulungnya ini gak boleh kecapean. Padahal Chi jarang kasih lihat kalau sedang sakit. Mungkin itu yang dinamakan naluri seorang ibu, ya.

Sudah lama Chi bertekad untuk mulai bergaya hidup sehat. Tetapi, gak pernah konsisten. Masih tergoda untuk makan dan minum segala macam. Apalagi kalau ditawarin nasi uduk atau nasi padang. Pernah tuh hampir tiap malam Chi mengkonsumsi 2 makanan favorit itu. Akhirnya badan jadi semakin melar. Duh!

Olahraga juga masih tergantung mood. Kalau lagi rajin bisa tiap hari. Tetapi, kalau malas bisa berhenti selama berhari-hari. Mau mulai rajin lagi udah malas duluan.

Istirahat juga masih jadi PR besar buat Chi. Masih suka tidur larut malam banget meskipun sekarang secara perlahan mulai dikurangi. Malam hari memang nikmat untuk me time.

Stress? Berusaha banget dihindari. Sadar diri kalau penyakit juga bisa datang dari stress. Gak hanya karena kecapean, kalau lagi banyak pikiran juga bisa bikin badan Chi jadi mudah nge-drop.

Gak mau terus-terusan seperti itu, Chi mulai bertekad untuk hidup sehat . Mulai bergaya hidup sehat saat Tahun Baru Hijriah? Kenapa enggak? Niatan baik dimulai pada saat yang baik.


Sebetulnya udah hampir setahun ini sudah mulai disiplin. Chi mulai mengatur lagi pola makan. Kurangi jajan, lebh banyak makan yang berserat, nutrisi juga diperhatikan lagi, bahkan Chi melakukan diet cut carbo. 

Konsumsi air putih minimal 8 gelas sehari juga dilakukan. Sampai Chi pasang reminder di hp supaya jangan sampai kurang minum. Mulai berolahraga secara rutin, minimal 12 ribu langkah per minggu. Istirahat harus cukup dan jauhi stress. Alhamdulillah mulai menampakkan hasil yang menggembirakan.


Cuaca Menjadi Salah Satu Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan


Cap Kaki Tiga Resolusi Hidup Sehat di Tahun Baru Hijriah

Berasa banget gak sih kalau beberapa hari ini udara rasanya gerah banget? Padahal Chi lebih sering di rumah. Tetapi, tetap aja berasa gerah. Biasanya kalau cuaca kayak gini panas dalam mulai mengintai. Mulai timbul deh sariawan, bibir pecah-pecah, sakit tenggorokan, hingga sulit BAB. Kesel banget kan jadinya. Chi harus pastikan yang benar cara penyembuhannya.

Yup! Kalau cuaca lagi kayak begini, Chi langung ingat sama Larutan Cap Kaki Tiga, deh. Chi udah mengandalkan produk ini untuk mencegah dan mengobati panas dalam sejak bertahun-tahun lalu. Cap Kaki mengadung mineral alami (gypsum fibrosum dan calcitum) dan merupakan resep turun temurun, lho. Ya gak heran kalau produk yang sudah ada sejak tahun 1937 ini bertahan hingga sekarang. Di Indonesia, sejak tahun 2011, PT. Kino Indonesia Tbk sebagai pemegang resmi lisensi Cap Kaki Tiga.

Kandungan mineral alaminya itu juga bisa menjaga stamina serta suhu tubuh tetap stabil. Chi suka dengan rasanya yang tawar seperti kita meminum air putih aja. Tetapi, ada rasa segarnya juga. Ya, segarnya kayaknya karena kandungannya yang mineral alami itu. Cap Kaki Tiga memang ahlinya panas dalam, deh.

Alasan lainnya kenapa jadi solusi terpercaya, Larutan Cap Kaki Tiga ini juga udah memiliki sertifikat MUI dan terdaftar di BPOM RI. Jadi Chi semakin yakin mengkonsumi ini untuk mencegah dan mengatasi panas dalam, yakan.


Varian Cap Kaki Tiga


Cap Kaki Tiga Resolusi Hidup Sehat di Tahun Baru Hijriah

Larutan Cap Kaki Tiga yang sejak dulu Chi kenal warna dan rasanya mirip seperti air minum sehari-hari. Berwarna bening, tetapi rasanya lebih segar di tenggorokan. Ternyata sekarang udah banyak varian rasanya, lho


Cap Kaki Tiga Reguler

Untuk reguler ada kemasan botol dan kaleng. Rasa dari Cap Kaki Tiga kemasan botol yaitu plain, leci, jeruk, jambu, dan jeruk nipis. Sedangkan untuk kaleng ada rasa leci. stroberi, jambu, jeruk, jeruk nipis, anggur dan melon. Kemasan botol memiliki 3 ukuran yaitu 200 ml, 320 ml, dan 500 ml. Kalau kaleng hanya satu saja yaitu 320 ml


Cap Kaki Tiga Anak

Untuk anak juga ada variannya. Gambar dikemasannya pun lucu. Bergambar Disney yang menjadi favorit banyak anak. Untuk botol ada yang berukuran 200 ml dan 320 ml. Sedangkan yang kaleng berukuran 250 ml. Varian rasa lebih banyak di kemasan botol. Ada rasa blackcurrant, apel, jeruk, leci, stroberi, dan plain. Kemasan kaleng ada 3 rasa yaitu jeruk, leci, dan stroberi.

Asik ya  kalau banyak rasa begini. Tinggal pilih larutan Cap Kali Tiga mana yang disuka. Bisa jadi konsumsi sekeluarga juga.

Continue Reading
55 komentar
Share:

Rabu, 12 September 2018

Urban Sky, Apartemen di Bekasi Berkonsep TOD yang Terintegrasi LRT

Urban Sky, Apartemen di Bekasi Berkonsep TDO yang Terintegrasi LRT

Urban Sky, Apartemen Impian Berkonsep TDO yang Berintegrasi dengan LRT



Bekasi Zaman Dulu vs Sekarang


Chi lahir di Jakarta. Sebagian masa kecil Chi juga dihabiskan di Jakarta. Dulu memang tinggal di salah sau daerah di Jakarta Pusat. Sejak kelas 5 SD, Chi baru pindah ke Bekasi. Tetapi, hingga lulus SMP tetap sekolah di Jakarta Pusat.

"Sepi banget, kayak tempat jin buang anak."

Beberapa orang bilang begitu ketika kami pindah ke Bekasi. Memang dulu sepi banget. Beberapa meter dari rumah juga masih ada sawah. Di teras rumah suka ada aja beberapa ekor kodok. Dan kalau malam hari, kodok-kodok ini pada bersuara.

Transportasi umum? Duh, susah aja, deh! Makanya dulu kami punya supir untuk antar jemput sekolah. Pernah juga naik antar jemput dan selalu diantar paling terakhir. Ketika SMP baru naik kendaraan umum, meskipun harus beberapa kali gonta-ganti bis dan angkot.

Ketika Chi kuliah, kami pindah rumah lagi. Masih tetap di Bekasi, meskipun lokasinya sudah jauh lebih mending karena bebas banjir. Berbeda dengan rumah sebelumnya yang langganan banjir. Lebih dekat ke Jakarta juga karena di perbatasan Jakarta-Bekasi. Tetapi, tetap aja akses transportasi umum agak susah.

Untuk keluar komplek bila tidak menggunakan kendaraan pribadi pilihannya ada 2 yaitu berjalan kaki yang lumayan jauh atau naik ojek. Ngeselinnya ojek pangkalan di sana mahal banget! Saya sampai berpikir kalau ojek pangkalan di sana termasuk yang paling mahal. Untungnya sekarang udah ada ojek online.

Urban Sky, Apartemen di Bekasi Berkonsep TDO yang Terintegrasi LRT
Foto-foto keren ini menggambarkan kehidupan masyarakat urban


Dulu Chi merasakan perkembangan Bekasi ya gitu-gitu aja. Ada 1 mall, abis itu gak nambah-nambah. Kayaknya baru sekitar tahun terakhir ini, perkembangan Bekasi baru menggeliat. Mall semakin menjamur, pembangunan di mana-mana, dan jalanan pun mulai macet.

Pernah ya Chi ke Grand Metropolitan Mall butuh waktu 2 jam! Dulu waktu masih hamil, waktu tempuh rumah dan RSIA Hermina Bekasi masih bisa kurang dari setengah jam. Padahal jarak rumah sakit lebih jauh. Ya begitulah Bekasi saat ini. Daerahnya mulai menggeliat, jalanan pun mulai macet.

Tetapi, dari semua pembangunan itu yang paling bikin Chi semangat adalah LRT. Yup! Chi akan bercerita tentang salah satu hunian yang berintegrasi dengan LRT di postingan ini.


Almazia, Co-Founder Blogger Perempuan Network dan Aktivitasnya


Urban Sky, Apartemen di Bekasi Berkonsep TDO yang Terintegrasi LRT

Minggu (9/9), Chi hadir di acara launching apartemen Urban Sky. Pada acara ini juga ada talkshow yang menghadirkan Almazia, Co-Founder Blogger Perempuan Network.

Sebagai seorang co-founder, Alma sehari-hari berangkat dari Bogor menuju kantor di daerah Kuningan, Jakarta. Alma mengatakan kalau transportasi saat ini sudah semakin baik. Tetapi, tetap saja perjalanan dari rumah menuju stasiun Bogor butuh usaha lebih. Belum lagi kalau mau masuk stasiun Bogor masih agak kurang nyaman. Pilihannya naik jembatan penyebrangan yang ketinggiannya memang agak kurang ramah atau memutar yang lumayan jauh. *Iyeess! Chi pun kalau ke stasiun Bogor suka agak ilfill di bagian ini. Apalagi pernah kecopetan di jembatannya. Jadi agak trauma gimana gitu, deh!

Nah, agak riskan juga kalau harus pulang malam. Apalagi menurut Alma, sepertinya pengguna transportasi umum kebanyakan perempuan. Pengen ada akses menuju transportasi umum yang lebih ramah lagi, terutama bagi perempuan.

Urban Sky, Apartemen di Bekasi Berkonsep TOD yang Terintegrasi LRT
Baru ngebayangin Cikunir - Dukuh Atas bisa ditempuh dalam waktu 38 menit aja udah seneng banget. Termasuk cepat banget lah kalau begini.

Alma juga mengatakan kalau transportasi bisa mempengaruhi mood dan produktivitas kerja. Bayangkan deh kalau baru mau berangkat kerja aja udah ribet duluan sama urusan transportasi. Kemungkinan mood kita bisa jadi jelek. Kalau udah drop moodnya, produktivitas kerja seharian itu juga ikutan turun.


Apartemen Urban Sky Terintegrasi LRT


Urban Sky, Apartemen di Bekasi Berkonsep TDO yang Terintegrasi LRT
Contoh tipe studio


Harapan Alma ingin ada akses yang ramah bagi para penggunga transportasi umum akan segera terwujud. Apartemen Urban Sky yang berlokasi di Cikunir, Bekasi ini memiliki konsep TOD (Transit Oriented Development). Di mana nantinya di apartemen ini akan ada JPO (Jembatan Penyebrangan Orang) yang terhubung dengan stasiun LRT.  Nah, stasiunnya ini juga masih berada di area Urban Sky. Asik banget, ya! Jadinya gak perlu pergi jauh menggunakan kendaraan menuju stasiun. Cukup jalan cantik aja udah sampai.

Pekerja kantoran bahkan anak sekolah Jakarta gak semuanya tinggal di Jakarta. Justru banyak banget yang tinggal di sekitarnya seperti Bekasi. Makanya kalau ada apartemen yang terintergrasi dengan LRT begini juga bisa memangkas biaya transport yang lumayan. Menurut Tri Rachman Batara, Direktur Pengembangan Usaha sekaligus Sekretaris Perusahaan Urban, penghematannya bisa sampai 6 juta rupiah per bulan. 

[Silakan baca: Begini Caranya Naik LRT Jakarta]

"Kami menjual apartemen ini dengan harga Rp 13 juta-an per meter persegi, sehingga dapat dijangkau oleh kalangan menengah yang yang berperilaku dan bergaya hidup modern, sehat, mengutamakan keseimbangan antara kerja dan kehidupan (work-life balance)," ujar Hilman Sani Pradhana, GM Pemasaran Urban

Urban Sky, Apartemen di Bekasi Berkonsep TDO yang Terintegrasi LRT
Urban Sky, Apartemen di Bekasi Berkonsep TDO yang Terintegrasi LRT
Sumber gambar: www.urbansky.co.id


Apartemen 2 tower ini 3 tipe yaitu studio, 2 bedroom, dan 3 bedroom. Saat launching, Chi melihat contoh tipe studio. Kalau buat yang sudah menikah dan memiliki anak memang tipe studio ini kekecilan. Tetapi, di dekat Urban Sky juga sudah ada Universitas Gunadarma. Cocok banget deh tipe studio ini buat anak kuliahan.

Urban Sky, Apartemen di Bekasi Berkonsep TDO yang Terintegrasi LRT
Baru launching yang sold (warna merah) udah sebanyak ini


Lahan seluas 12.650 m2 akan dibangun unit sebanyak 3.300, area komersial dan publik termasuk sarana olahraga seluas 4.600 m2, serta gedung parkir seluas 25.000 m2. Sarana olahraganya lumayan lengkap. Ada kolam renang, jogging track, dan bicycle park. Kalau lihat akses transportasinya yang memang memudahkan banget, sebagai penghuni apartemen kemungkinan besar bisa menikmati semua fasilitas ini. Beda banget kan kalau kita banyak menghabiskan waktu di jalan. Sampai rumah udah capek banget, malas mau ngapa-ngapain. Segala fasilitas yang ada juga jadinya sia-sia.

Pada hari itu secara resmi diluncurkan unit sebanyak 1.700. Peminatnya banyak! Lihat saja kotak-kotak yang berwarna merah yang selalu direfresh setiap saat. Itu menunjukkan banyaknya peminat yang membeli unit apartemen Urban Sky. Padahal baru launching, lho.

Kalau mengingat perkembangan Bekasi saat ini memang bikin Chi senyum sendiri. Meskipun sekarang Chi udah kembali jadi warga Jakarta, tetapi semakin banyak pilihan kalau mau ke Bekasi. Kalau mengunjungi orang tua udah gak harus naik mobil lagi. Naik transportasi umum juga udah semakin banyak pilihan dan semakin cepat waktu tempuhnya. Udah gak ada istilah lagi 'tua di jalan'.

Informasi lebih lanjut, bisa teman-teman lihat di  www.urbansky.co.id

Continue Reading
84 komentar
Share:

Senin, 03 September 2018

3 Tips Bijak Mengelola Keuangan Rumah Tangga

3 Tips Bijak Mengelola Keuangan Rumah Tangga - Kalau bicara keuangan, Chi suka nyengir sendiri. Paling malas membahas keuangan. Bukan berarti Chi seenaknya menghabiskan uang, ya. Alhamdulillah sejak masih jadi anak sekolah hingga sekarang menjadi ibu rumah tangga, tetap ada yang bisa ditabung meskipun mungkin gak seberapa.

3 tips bijak mengelola keuangan rumah tangga

3 Tips Bijak Mengelola Keuangan Rumah Tangga



Kelemahan Chi adalah kalau suasana hati sedang jelek. Pengennya belanja terus. Ini beneran! Sekarang masih mending bisa ngerem. Waktu masih kerja, asalkan lagi bete pasti langsung ngacir ke mall. Beli sepatu bisa lebih dari 1 pasang, beli baju, beli ini-itu, pokoknya segala macam bisa dibeli hanya dalam sekali belanja. Ada rasa puas dan senang saat belanja. Semacam pelampiasan dari rasa kesal. Tetapi, begitu sampai rumah baru sadar dan menyesal. Keselnya malah jadi berlipat-lipat.

Setelah menikah, Chi yang mengelola keuangan rumah tangga. K'Aie setor gaji setiap bulan, kemudian Chi bagi jadi beberapa pos. Lha, ternyata pusing juga. Seringkali bikin Chi pengen tepok jidat sendiri. Pernah kuliah di jurusan Manajemen Keuangan dan Perbankan, tetapi bukannya andal malah malas mengurus keuangan.

Akhirnya urusan keuangan rumah tangga dikelola K'Aie. Chi hanya menerima transferan dengan nominal tertentu untuk uang belanja buat makan sehari-hari dan ongkos sekolah anak-anak. Chi lebih nyaman seperti ini. Diusahakan uang belanja yang dikasih selalu cukup. Tetapi, K'Aie juga bukan tipe suami yang bawel kalau Chi bilang uang belanja kurang. Ya, namanya harga-harga kadang-kadang suka naik, yakan.

[Silakan baca: Pendidikan Literasi Keuangan untuk Anak dengan Kurikulum Cha-Ching]


Laki-Laki Lebih Pintar Mengelola Keuangan Rumah Tangga



Apakah aneh kalau sebagai istri ternyata kurang bisa mengelola keuangan rumah tangga? Padahal di dalam rumah tangga, istri ibarat seorang manajer keuangan. Bahkan Chi pernah mendengar di salah satu televisi, ada seorang publik figur yang bilang kalau istri ibarat seorang menteri keuangan. Artinya di dalam rumah tangga, istrilah yang diharapkan akan mengelola keuangan dengan bijak.

Faktanya, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hanya 25% perempuan yang mampu mengelola keuangan dengan baik. Persentase ini lebih rendah dari laki-laki. 33% laki-laki dianggap mampu mengelola keuangan dengan baik.

Salah satu penyebab rendahnya literasi keuangan adalah kurang disiplin. Apakah kita termasuk yang suka bikin daftar belanjaan, tetapi begitu masuk mall malah yang di luar daftar juga ikut dibeli? Hayo coba dipikir lagi.

Mungkin Chi belum termasuk yang 25% itu, tetapi bukan berarti berhenti atau cuek dengan urusan keuangan. Tetap aja harus memperkaya ilmu literasi keuangan. Gak ingin kan sampai kejadian baru gajian, tetapi gaji sudah habis dan bikin kita manyun? Atau kalau perempuan juga ingin memiliki bisnis sendiri, tentunya harus punya dasar pengetahuan tentang bagaimana mengatur keuangan.

[Silakan baca: 5 Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Bagi Pasangan Muda]


3 Tahap Dasar Mengelola Keuangan yang Ideal Bersama Ibu Berbagi Bijak dan VISA


Kamis (30/8) di RPTRA Ciganjur Berseri diadakan workshop dengan tema "Bijak Mengelola Keuangan, Kunci Keluarga, dan Masa Depan Sejahtera." Kita semua pasti memiliki rencana dalam hidup, misalnya ingin traveling ke negara A, menyekolahkan anak di universitas B, Ingin punya bisnis C, dan lain sebagainya. Nah, semuanya itu tentunya butuh dana. Bagaimana caranya bisa mewujudkan semua rencana itu kalau untuk kebutuhan sehari-hari saja rasanya sudah berat?

"Mengelola Keuangan yang baik pangkal kaya."

Teman-teman pasti pernah mendengar ungkapan hemat pangkal kaya. Menurut mbak Prita Ghozie, Financial Educator, hemat aja belum tentu bisa kaya. Malah kadang-kadang suka bikin pusing kalau mikirin hemat terus. Menurut mbak Prita yang tepat adalah 'Mengelola keuangan yang baik pangkal kaya.'

Agar bijak mengelola keuangan rumah tangga, mbak Prita Ghozie memberikan 3 tahap mengelola keuangan ideal yaitu:


Financial Check Up

Financial check up adalah proses menimbang dan mengukur keuangan kita. Mbak Prita mengibaratkan seperti orang tua yang mempunyai anak, sejak lahir anak akan rutin dibawa ke puskesmas atau dokter untuk dicatat tumbuh kembangnya dan diperiksa kesehatannya. Begitupun dengan kondisi finansial seharus rutin dicatat untuk mengetahui apakah kondisinya sehat atau sakit. Mbak Prita bahkan menyarankan kita semua memiliki buku catatan keuangan seperti buku catatan medis.


Mengelola Keuangan

Orang yang sehat akan berbeda dengan orang yang sakit. Begitupun dengan kondisi keuangan. Itulah kenapa melakukan financial check up sebelum mengelola dianggap sangat penting. Jawabannya adalah karena mengelola keuangan yang sehat berbeda dengan yang sakit.


Rencana Keuangan

Tahap berikutnya adalah melakukan rencana keuangan. Perencanaan ini nantinya akan membuat pos-pos keuangan terhadap pendapatan yang diterima.


Sehatkah Kondisi Keuangan Saya?


Hutang

Apakah kita memiliki hutang? Kalau iya. Apakah hutang tersebut berupa cicilan rumah atau cicilan barang konsumtif seperti pakaian? Tau sendiri kan ya sekarang ibu-ibu kalau bikin acara suka pakai dress code hehehe. Kalau cicilannya untuk rumah, maka keuangan kita bisa dikategorikan agak sehat. Tetapi, hutang tidak boleh di atas 30% dari penghasilan.


Gaya Hidup

Berapa besar gaya hidup dan penghasilan? Mana yang lebih besar? Jangan-jangan seperti peribahasa 'Lebih besar pasak daripada tiang.' Seharusnya biaya hidup itu maksimal 1/2 dari penghasilan.


Dana Darurat atau Dana Tidak Terduga

Apakah memiliki dana darurat? Di masyarakat juga ada salah kaprah tentang dana tidak terduga. contohnya pada saat bulan Ramadan. Banyak ibu yang menganggap pengeluaran ta'jil sebagai biaya tak terduga. Padahal itu sebetulnya biaya yang terduka karena setiap Ramadan biasanya ada konsumsi ta'jil.

Dana darurat atau dana tak terduga misalnya untuk biaya kesehatan. Sakit kadang-kadang datang tanpa diduga. Anggaran untuk biaya tak terduga adalah 3x biaya hidup. Misalnya biaya hidup kita 1 juta per bulan, maka dana darurat atau tak terduga sebesar 3 juta per bulan. Tetapi, memang faktanya memiliki dana darurat sebesar itu memang sulit. Apalagi kalau biaya hidup juga besar.


Tabungan dan Investasi

Apakah kita memiliki tabungan? Fungsi tabungan adalah untuk mewujudkan rencana yang diinginkan. Tabungan berbeda dengan investasi. Rencana untuk mudik saat hari raya bisa diwujudkan dengan cara menabung. Sedangkan investasi sifatnya lebih jangka panjang, misalnya untuk hari tua.


Alokasi Pos-Pos Keuangan


3 Tips Bijak Mengelola Keuangan Rumah Tangga

Bukan tentang seberapa besar penghasilan yang dimiliki, tetapi tentang bagaimana mengelolanya.

Mbak Prita mengatakan bahwa gaji kecil atau besar tidak memberi jaminan cukup untuk hidup. Semua tergantung dari bagaimana kita mengelola. Dikasih penghasilan berapapun kalau selalu merasa kurang, maka tidak akan pernah merasa cukup.

Saran lain dari mbak Prita adalah untuk tidak banyak memegang uang tunai. Bila diberi gaji dalam bentuk tunai, maka segera pergi ke bank untuk disetor. Biasanya berapapun uang yang kita miliki akan segera habis bila dalam bentuk tunai.

Alokasi pengeluaran terhadap penghasilan secara persentase adalah sebagai berikut:

  1. 5% untuk sosial, seperti zakat dan lainnya
  2. 10% untuk dana darurat dan asuransi
  3. 60% untuk biaya hidup dan cicilan
  4. 15% untuk investasi
  5. 10% untuk gaya hidup

Biaya hidup dan cicilan dijadikan 1 posnya. Artinya, semakin kecil cicilan yang dimiliki maka biaya hidup semakin besar. Tetapi, tetap persentase cicilan tidak boleh lebh dari 30%. Dan bila cicilan kita sebesar 30%, maka biaya hidupnya adalah 30%.


Menambah Penghasilan Rumah Tangga dengan Berwirausaha


Bila penghasilan suami setiap bulannya masih dirasa belum cukup, istri bisa melakukan salah satu dari 3 hal ini yaitu

  1. Bekerja secara aktif
  2. Menjadi investor, misalnya membeli saham atau lainnya
  3. Berwirausaha


Tips Menjadi Womenpreuner

Hal pertama yang harus digali adalah tentang yang disukai atau passion. Berwirausaha berdasarkan passion biasanya akan berjalan lebih lama. Tidak suka memasak, sebaiknya tidak membuat usaha di bidang makanan.

Setelah mengetahui usaha apa yang akan dibangun berdasarkan apa yang disuka, langkah selanjutnya adalah mengetahui pasar. Apakah usaha yang kita bangun ini ada pasarnya atau tidak. Contohnya adalah bila mendirikan usaha baju renang di perumahan bisa jadi tidak ada atau minim pembeli. Jualan baju renang akan lebih laku bila dijual di area kolam renang atau pantai.

Berwirausaha bukan berarti waktu kita jadi lebih banyak daripada menjadi karyawan. Usaha yang sesungguhnya justru jauh lebih berat daripada karyawan. Menjadi karyawan jam kerjanya lebih jelas daripada pemilik usaha. Sebagai pemilik usaha juga harus terus berpikir bagaimana bisa menggaji karyawan setiap bulan, memberi THR, dan lain sebagainya.

Sangat penting untuk memisahkan antara keuangan pribadi dan usaha. Catatan arus kas juga harus dimiliki. Modal dalam wirausaha terbagi 2 yaitu biaya dan investasi. Ketika berwirausaha harus memahami dan disiplin dalam pengelolaan uang agar tau apakah usaha yang dijalankan itu untung atau rugi.

Modal usaha sebaiknya tidak berasal dari hutang. Kecuali akan melakukan ekspansi atau pengembangan usaha. Laba bersih yang didapatkan dari usaha bisa ditarik untuk dimasukkan ke dalam penghasilan pribadi.

Membahas tentang womenpreneur, di acara ini juga menghadirkan Gladies Rahman, pengusaha kuliner brownies. Usahanya sudah berjalan sekitar 5 tahun. Passionnya terhadap dunia baking membuat Gladies menjalankan usaha ini.

Awalnya Gladies menjalankan usahanya sendiri. Dari mulai membeli bahan, membuat brownies, hingga memasarkan semua dilakukan sendiri. Di masa-masa awal membuka usaha, Gladies bahkan sampai tidak bisa ke mana-mana selain fokus mengerjakan bisnisnya. Semakin berkembang usahanya, maka Gladies mulai mencari karyawan dan mendapatkan partner. Beberapa tips tentang wirausaha yang dipaparkan mbak Prita juga dilakukan oleh Gladies.

Alasan Gladies mencari partner adalah tidak mungkin dia terus menjalankan usahanya sendiri. Suatu saat dia juga ingin travelling atau mungkin sedang sakit. Harus ada partner yang bisa dipercaya menghandle usahanya, terutama disaat kondisi tertentu.

Tips lain dari Gladies adalah tetap mempertahankan kualitas. Brownies yang dijual Gladies berkualitas premium. Bila harga bahan baku meningkat, Gladies lebih memiliki menaikkan harga jual dan menjelaskan ke pelanggan, daripada harus mengurangi ukuran brownies atau menurunkan kualitas bahan.

3 Tips Bijak Mengelola Keuangan Rumah Tangga

Jadi, bagaimana? Masih pusing mempelajari keuangan? Semoga enggak, ya. Kuncinya memang harus disiplin. Kalaupun tetap diurus oleh suami, setidaknya sebagai istri udah paham kalau mengurus keuangan memang harus disiplin. Jadi gak ada cerita manyun-manyu lagi ya, Buibu! 😂

Mbak Prita juga mengatakan kalau mempelajari literasi keuangan sebaiknya sejak kecil. Dari mulai anak mengenal uang jajan. Tujuannya agak ketika anak mulai berpenghasilan sudah terbiasa mengelola keuangannya dengan bijak.

Bila teman-teman masih ingin terus belajar mengelola keuangan dengan baik, bisa juga melihat Instagram @ibuberbagibijak. Di sana banyak tips sederhana, tetapi bermanfaat. Yuk, kita sama-sama belajar literasi keuangan.

Continue Reading
98 komentar
Share: