Thursday, January 31, 2019

8 Dari 10 Anak Indonesia Kurang DHA

8 Dari 10 Anak Indonesia Kurang DHA

Sumber gambar: Pixabay



8 dari 10 Anak Indonesia kekurangan DHA dan Omega 3. Begitulah berita yang Chi baca di berbagai media online, tepat di Hari Gizi Nasional (25/1).

8 dari 10 anak itu artinya 80%. Gak heran kalau kemudian disebut Darurat Docosahexaenoic acid (DHA). Menyedihkannya lagi, kekurangan ini dialami oleh anak di rentang usia 4-12 tahun. Usia di mana mereka sudah mulai sekolah. Kalau sampai anak-anak ini kekurangan DHA, itu akan mempengaruhi kecerdasan mereka ketika di sekolah.


Darurat DHA dan Pengaruhnya Terhadap Masa Depan Anak Indonesia


Angka 80% tersebut berdasarkan hasil penelitian dan dipublikasikan di British Journal Nutrition dengan judul Intake of Essential Fatty Acids in Indonesia Children: Secondary Analysis of Data From a Nationally Representative Survey

Prof Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, Pakar Gizi sekaligus Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga turut dalam penelitian tersebut mengatakan bahwa masih sedikit anak Indonesia yang cukup asupan lemak essensial / Essential Fatty Acid (EFA) terutama DHA dan Omega 3. Padahal EFA ini penting bagi kesehatan dan kecerdasan manusia sehingga asupannya harus cukup.

Selain mempengaruhi kecerdasan, anak yang kurang asupan DHA juga bisa mudah sakit. Akhirnya aktivitas sehari-hari banyak terganggu termasuk saat di sekolah. Hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Bila semakin banyak yang mengalami masalah seperti ini, tentunya akan mempengaruhi masa depan anak Indonesia.

Back to Content ↑


Ayo Saatnya Melek Literasi Gizi!


Meskipun kekurangan ini terjadi pada anak di usia 4-12 tahun, tetapi untuk asupan gizi seharusnya sudah sejak berada di dalam kandungan. Tentunya kita sering mendengar atau membaca apa itu 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Hasil penelitian di Inggris menunjukkan bahwa meningkatkan konsumsi ikan atau asupan lemak Omega 3 selama kehamilan dapat meningkatkan laju pertumbuhan janin.

Selain ikan laut seperti salmon, susu pertumbuhan juga bagus untuk memenuhi asupan DHA. Susu pertumbuhan sekarang sudah difortifikasi sehingga Omega-3. Kalsium dalam susu pertumbuhan juga mudah diserap untuk pertumbuhan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia dalam per harinya untuk anak berusia 4-9 tahun harus mengkonsumsi Omega 3 sebesar 0,9 gram. Sedangkan mereka yang berusia 10-12 tahun untuk laki-laki sebesar 1,2 gram dan perempuan sebesar 1,0 gram.

Yuk! Kita sama-sama belajar tentang literasi gizi. Bisa berkonsultasi dengan ahli kesehatan di puskesmas atau rumah sakit. Bisa juga googling. Kan, sekarang zaman digital. Informasi tentang gizi akan mudah didapat. Demi anak-anak dan masa depan mereka yang lebih baik tentunya.

Back to Content ↑

Wednesday, January 30, 2019

Jaminan Pendidikan Anak

Jaminan Pendidikan Anak

happyone, asuransi pendidikan
"Jadi udah tau belum nanti kuliah mau ke mana?"

Untuk ke sekian kalinya, Chi bertanya ke Keke. Iya, Keke memang masih kelas 9 alias 3 SMP. Tetapi, pembicaraan seperti ini bukanlah hal aneh di keluarga kami. Gak hanya ke Keke, Chi juga kadang-kadang juga bertanya ke Nai.

Sejak dinyatakan hamil, bahkan sejak memutuskan menikah, pendidikan anak selalu kami pikirkan dengan serius. Dari mulai pendidikan di rumah hingga pendidikan formal di sekolah


Ibu adalah madrasah pertama bagi anak, ayah adalah kepala sekolah

Chi pernah membaca quote itu dan cukup setuju. Mau ibu di rumah atau pekerja kantoran, tentunya menjadi orang tua yang pertama kali mengajarkan berbagai hal kepada anak-anaknya. Sedangkan ayah perannya merancang kurikulum. Ya, kalau dalam keluarga kami, merancang kurikulum dilakukan bersama, tetapi ayah tetap sebagai pemimpinnya.

Berbagai aktivitas untuk menstimulasi motorik kasar dan halus tentunya kami lakukan sejak anak-anak lahir. Kadang-kadang kami membelikan beberapa permainan edukatif seperti puzzle. Ya pokoknya kami berusaha semaksimal mungkin agar Keke dan Nai menjadi anak yang sehat dan cerdas.

[Silakan baca: Buat Apa Sekolah?]


Biaya Pendidikan Anak


Membahas tentang pendidikan, Chi memang suka berpikir jangka panjang. Kalau perlu 3-5 tahun ke depan. Seriusan, deh! Masalah apakah nanti akan terealisasi atau tidak, setidaknya bukan karena keputusan yang asal-asalan.

Waktu Keke masih usia batita, kami pernah memutuskan untuk homeschooling saja. Persiapannya pun gak sekadar pillow talk antara Chi dan K'Aie. Kami banyak mencari tau tentang homeschooling termasuk peraturannya. Tetapi, memang untuk beberapa alasan pribadi, kami memutuskan untuk sekolah formal hingga sekarang.

Keke baru masuk TK, kami udah mikirin SDnya nanti di mana. Keke duduk di kelas 4, Chi udah mulai mencari info beberapa SMP yang sekiranya bagus. Makanya jangan heran kalau Keke sekarang masih di kelas 9, kami udah membahas tentang kuliah hehehe. Meskipun begitu, kami tetap berdiskusi dengan cara yang ringan. Seperti ngobrol biasa aja.

Seberapa besar biaya pendidikan di Indonesia? Sebetulnya memang relatif, ya. Ada yang murah hingga mahal banget. Itupun belum tentu harga yang mahal lebih baik dari yang murah. Tetapi, tetap aja kami merasa harus mempersiapkan dana yang cukup untuk mereka. Tentu saja semampu kami bisa melakunnya. Sebagai salah satu bentuk jaminan pendidikan anak, kami pun mulai memikirkan asuransi pendidikan.

[Silakan baca: Bangga dengan Prestasi Akademis Anak, Yay or Nay?]


asuransi pendidikan, jaminan pendidikan anak
happyone, happyedu

Lalu, bagaimana kalau tertanggung utama mengalami kecelakaan atau wafat. Padahal anak-anak masih butuh banget biaya sekolah? Pastinya gak akan ada yang berharap seperti itu. Chi aja suka merinding kalau kepikiran kayak begini. Tetapi, untuk nyamannya memang kita butuh proteksi.

Di happyOne.id ada asuransi santunan pendidikan yang dinamakan happyEdu. Ada 2 pilihan happyEdu yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Kita bisa menentukan sendiri berapa besar biaya pertanggungan dan preminya. Membuat polisnya juga mudah. Customer servicenya bisa dihubungi 24 jam. Cuzzz lah lihat info lengkapnya di happyOne.id.

[Silakan baca: Pentingnya Asuransi Pendidikan Bagi Anak]

Tuesday, January 29, 2019

Mengenal Wakaf Asuransi Syariah

Mengenal Wakaf Asuransi Syariah

Mengenal Wakaf Asuransi Syariah - Dalam Islam, ada kehidupan yang abadi yaitu hidup setelah mati. Oleh karenanya, menurut bapak AH. Azharuddin Lathif, M.Ag., M.H, Dosen Hukum Bisnis Syariah di Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sarif Hidayatullah Jakarta, terlalu mementingkan dunia itu tidak boleh. Begitupun juga kalau hanya mementingkan urusan akhirat. Urusan akhirat memang harus jadi yang utama, tetapi keduanya harus diperhatikan.

"Dan carilah apa yang telah dianugerahkan Allah kepada mu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah lupakan bagian mu dari dunia." - QS: Al-Qasas 77 -

apa itu wakaf syariah

Kita selalu berdo'a ingin bahagia di dunia maupun akhirat. Kita pun juga sebaiknya berharap kematian adalah saat di mana dosa berhenti mengalir. Yup! Ternyata, tidak hanya pahala saja yang bisa terus mengalir saat kita telah wafat. Dosa bisa terus mengalir, lho.

Salah satu contoh yang sering terjadi saat ini adalah ikut menyebarkan hoax. Kita tidak pernah kapan akan mati. Begitu menyebarkan hoax kemudian kita mati dan banyak yang membaca serta percaya dengan berita tersebut, maka dosa kita akan terus mengalir. Naudzubillahi min dzalik.

Daripada dosa, tentunya jauh lebih baik mendapatkan pahala yang terus mengalir. Setelah wafat seluruh amalan kita terputus kecuali 3 perkara yaitu:


  1. Sedekah Jariyah
  2. Ilmu yang Bermanfaat
  3. Anak yang Sholeh


Keutamaan Wakaf


keutamaan wakaf

Beramal dalam Islam itu banyak pirantinya. Tetapi, ada 4 Pilar Filantropi dalam Islam yaitu

  1. Zakat
  2. Infak 
  3. Sedekah
  4. Wakaf

Tidak semua dari 4 pilar ini pahalanya akan terus mengalir setelah kita wafat. Contohnya bersedekah, pahala yang didapat hanya pada saat melakukannya. Begitupun dengan memberikan zakat.

peruntukan dan pemanfaatan dana wakaf

Berbeda dengan wakaf di mana pahala akan terus mengalir bahkan hingga kiamat selama sesuatu yang disedekahkan masih mendatangkan manfaat. Misalnya kita mewakafkan bangunan. Selama bangunan tersebut dikelola untuk kegiatan yang bermanfaat, maka selama itu pula pahala akan terus mengalir. Wakaf tidak sebatas rumah ibadah, tetapi bisa juga rumah sakit, sekolah, jalan, uang, dan lain sebagainya.

Prinsip dasar wakaf adalah dilepas. Tetapi, ada ulama yang membolehkan wakaf sementara. Misalnya, kita memiliki harta yang ingin diwakafkan dalam jangka waktu 10 tahun. Wakaf seperti ini tidak abadi karena terbatas waktu.


Berikan sesuatu yang terbaik/dicintai, maka Insya Allah akan diberikan ganjaran yang terbaik.

pengelolaan dana wakaf di luar negeri

Wakaf itu bisa luar biasa pengaruhnya bagi spiritual dan juga sosial. Apalagi Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di Indonesia. Sayangnya wakaf di Indonesia memang belum optimal. Bapak AH. Azharuddin Lathif memberikan beberapa contoh dana wakaf di luar negeri yaitu, Zam-Zam Tower, Al-Azhar Mesir, rekening Utsman bin Affan, dan wakaf di Turki.

Di Indonesia juga ada beberapa pengelolaan wakaf, yaitu:


  1. Badan Wakaf Pesantren Ponorogo
  2. Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Semarang
  3. Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar
  4. Yayasan Badan Wakaf UII
  5. Yayasan Dompet Dhuafa
  6. Wakaf berbagai pesantren lain di Indonesia


Berasuransi Sekaligus Berwakaf


asuransi wakaf syariah di indonesia

Apakah di zaman nabi Muhammad SAW sudah ada asuransi? Tentu saja belum ada. Jadi, apakah asuransi dibolehkan dalam islam?

Menurut bapak AH. Azharuddin Lathif, asuransi adalah sebuah ikhtiar untuk melindungi diri sendiri atau keluarga. Asuransi dalam Islam diperbolehkan asalkan sesuai dengan syariat.

Prinsip dalam asuransi syariah adalah akadnya tolong menolong. Semua premi yang dibayar adalah milik peserta. Bila ada nasabah yang melakukan klaim, akan dibayarkan dari premi yang terkumpul. Perusahaan asuransi boleh mengambil sebagian dari premi untuk biaya operasional. Walaupun prinsipnya tolong-menolong, tetap harus ada kejelasan dalam asuransi syariah agar terhindar dari gharar. Semua pihak tidak boleh ada yang dirugikan.


perbedaan asuransi syariah dan konvensional

Tentang polis asuransi ada 2 manfaat yaitu investasi dan asuransi. Keduanya bisa diwakafkan. Tetapi, hanya salah satu saja juga boleh. Manfaat investasi sudah bisa membuat ikrar wakaf sejak membuat polis. Sedangkan manfaat asuransi baru bisa diwakafkan setelah ada klaim. Jadi, ketika membuat polis, manfaat asuransi baru sebatas janji wakaf. Ahli warislah atau penerima manfaat asuransi yang akan membuat ikrar wakaf.

Wakaf manfaat asuransi ada batasannya yaitu tidak boleh 1/3 dari harta. Misalnya kita memiliki harta 10 milyar dan klaim asuransi senilai 2 milyar, berarti total 12 milyar. Nilai klaim sebesar 2 milyar itu kurang dari 1/3 harta yang dimiliki (12 milyar). Itu artinya kita boleh mewakafkan seluruh klaim asuransi yang didapat. Tetapi, bila kurang dari itu, maka hanya 1/3 dari 2 milyar saja yang boleh diwakafkan. Kecuali, kalau ahli waris yang berhak mendapat klaim asuransi sudah hidup berkecukupan dan ikhlas semuanya diwakafkan.

Bila ahli waris lebih 1, maka semuanya harus ikhlas bila ingin mewakafkan seluruh nilai klaim. Tidak boleh ada pemaksaan apapun. Ada 1 orang saja ahli waris yang keberatan, berarti cukup 1/3 nilai klaim yang diwakafkan sesuai dengan ikrar wakaf. Bila yang lain tetap ingin mewakafkan seluruhnya, masa solusinya adalah harta waris yang sudah dibagi bisa dikumpulkan lagi untuk diwakafkan. Tetapi, hanya untuk yang bersedia saja.

Ketika berderma harus memikirkan hidup anak. Jangan karena terlalu semangat beramal, semua harta yang dimiliki diserahkan semuanya. Tetapi, anak sendiri tidak dipikirkan masa depannya. Cukuplah 1/3 harta kita saja yang diamalkan bila keadaannya demikian.

Hal penting yang harus diingat adalah dahulukan membayar utang. Bila harta satu-satunya hanya dari klaim asuransi, tetap bayarkan utang dulu. Setelah itu baru wasiat, termasuk salah satunya tentang wakaf. Terakhir, baru deh tentang warisan.

Seneng banget mendapatkan pencerahan seperti ini. Karena meskipun sudah lama memiliki asuransi, tetapi kadang-kadang Chi suka bertanya-tanya sendiri tentang asuransi dari sudut pandang islam.

Baidewei, Ibu Nini Sumohandoyo - Director Corporate Communication & Sharia Prudential Indonesia, mengatakan bahwa dalam waktu dekat Prudential akan meluncurkan produk wakaf asuransi syariah. Edukasi awal tentang apa itu wakaf sebelum diluncurkan produknya, termasuk salah satu komitmen We Do Good Prudential. Penasaran seperti apa asuransinya? Tunggu aja ya di blog ini untuk ulasannya.

[Silakan baca: #JalaninBareng PRUCritical Benefit 88 untuk Hidup Sehat]
Bisolvon - Batuk Berdahak Menjauhkan yang Dekat

Bisolvon - Batuk Berdahak Menjauhkan yang Dekat

Bisolvon - Batuk Berdahak Menjauhkan yang Dekat - Sore itu, saya membaca satu info terbaru di WhatsApp Group orang tua murid kelas Nai. Satu berita yang membahagiakan sekaligus bikin khawatir.
Selama 3 bulan, sekolah Nai direnovasi. Sehingga Nai dan seluruh siswa di sekolahnya harus nebeng belajar di sekolah lain. Namanya juga numpang belajar, jadinya gak bisa masuk pagi seperti siswa sekolah pada umumnya. Nai mulai masuk sekolah pukul 13.00 wib hingga menjelang maghrib.

Jam pulang sekolahnya itu yang bikin khawatir. Berbarengan dengan jam pulang kantor, biasanya suka sulit pesan ojek online. Mana saat itu Jakarta sudah mulai turun hujan hampir setiap sore. Saya bersyukur karena Keke bisa diandalkan sebagai kakak Nai. Setiap hari, dia menjemput Nai ke sekolah.


bisolvon, batuk berdahak menjauhkan yang dekat

Makanya, ketika dikabarkan kalau sekolahnya sudah bisa ditempati saat hari pertama semester genap, pastinya ini berita gembira. Tetapi, melihat kondisinya yang masih banyak debu dan puing di sana-sini juga bikin cemas. Saya khawatir Nai terkena batuk pilek karena debu. Apalagi dia kan juga ada asma, meskipun udah lama banget gak kambuh.

Segala wejangan diberikan ke Nai. Pesan untuk menjaga kesehatan hingga selalu pakai masker. Tetapi, baru juga sekolah seminggu, sudah mulai terdengar batuk-batuk kecil. Duh! Batuknya semakin berat saat Nai kehujanan ketika pulang sekolah. Suaranya terdengar berat dan serak. Batuknya pun berdahak.


Tips Menjaga Kesehatan di Musim Pancaroba


tips menjaga kesehatan di musim pancaroba

Musim Pancaroba memang bikin galau. Gak hanya galau karena karena cucian jadi menumpuk dan lama keringnya. Tetapi, musim di mana kondisi cuacanya kadang hujan kadang panas ini juga bisa mengundang berbagai penyakit, terutama batuk, untuk datang bila kondisi tubuh gak fit.

Jum'at (25/1), saya hadir di acara Bisolvon dan Fimela di 89 Cafe, Kemang, Jakarta. Acara yang bertemakan "Jangan Batuk Berdahak, Jauhkan yang Dekat" ini sesuai banget dengan yang saya butuhkan.

dr. Riana Nirmala W, Sanofi Medical Expert memberikan tips menjaga kesehatan di musim pancaroba, yaitu:


  1. Jaga kebugaran tubuh. Tetap berolahraga dan minum vitamin agar kondisi tubuh tetap sehat.
  2. Jaga pola makan. Kurangin junk food dan jajanan yang kurang sehat lainnya. Perbanyak konsumsi sayur dan buah.
  3. Minum air putih yang cukup. Minimal 2 liter atau 8 gelas air putih sehari.
  4. Bawa perlengkapan untuk melindungi tubuh bila ke luar rumah seperti payung, jas hujan topi, dan lainnya.
  5. Pakai masker. Tujuannya untuk melindungi diri dari penyebaran virus
  6. Menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan. Di musim pancaroba, tidak hanya batuk pilek saja yang mengancam. DBD pun bisa datang bila kita tidak menjaga kebersihan.

Pakailah masker bila sedang terkena batuk. Menggunakan masker juga sebagai bentuk untuk menghormati dan menjaga orang lain agar tidak ketularan.


Batuk Bisa Menjauhkan Kita dari Orang-Orang Terdekat


Apalagi di musim pancaroba begini, penyakit batuk pilek memang yang paling gampang menyerang. Menurut dr Riana, memang ada hubungannya antara penyakit ISPA dengan musim pancaroba.

  1. Faktor internal - Cuaca yang mudah berubah saat pancaroba membuat tubuh jadi extra keras beradaptasi menyesuaikan dengan suhu lingkungan. Akhirnya, daya tahan tubuh jadi melemah.
  2. Faktor external - Suhu dan kelembapan di musim pancaroba membuat virus jadi mudah berkembang.

Bakteri yang mudah berkembang ditambah lagi dengan kondisi tubuh yang lemah, akhirnya penyakit pun mudah datang. Apalagi bakteri, meskipun tidak terlihat secara kasat mata, memang banyak sekali di udara.

Amallia Sarah, Mom Blogger, mengatakan kalau anaknya sedang batuk selalu berhati-hati saat memberikan obat untuk anak. Efek sampingnya yang selalu dikhawatirkan. Oleh karenanya perlu mencari tahu obat batuk yang memang aman untuk anak dan keluarga.

Sering kan ya kita mendengar atau bahkan mengalami sendiri saat salah satu anggota keluarga sedang terkena batu, gak lama kemudian anggota keluarga lainnya terkena. Batuk memang mudah menular. Seperti yang dikatakan dr. Riana dari ngobrol aja bisa menularkan batuk.

Batuk berdahak memang bisa menjauhkan pasien dari orang-orang terdekat. Karena memang amannya harus menjauh dulu dari pasien supaya gak ketularan. Bikin sedih kan kalau begitu. Apalagi kalau anak yang udah sakit. Pengennya mendekap anak, tetapi juga khawatir ketularan.

Gak hanya dengan keluarga. Kita kan juga harus bersosialisi dan bekerja. Gak nyaman rasanya ketika harus bertemu dengan orang lain saat sedang batuk. Khawatir bisa menularkan ke banyak orang juga. Makanya jadi pengen cepat-cepat sembuh, deh!

Pengobatan batuk jangan ditunda. Menurut dr. Riana, kadang-kadang ada orang yang menunda-nunda pengobatan saat terkena batuk. Biasanya alasannya karena merasa kondisi tubuhnya kuat atau baru terkena batuk 1-2 hari. Padahal seperti itu juga sudah bisa menularkan penyakit ke orang lain, lho. Daya tahan tubuh kita juga bisa menurun di masa pancaroba. Malah kalau terlalu ditunda-tunda efeknya bisa berbahaya bagi tubuh. Bisa menimbulkan demam dan lain sebagainya.


Bisolvon, Mengalahkan Batuk Berdahak dalam Waktu Singkat


bisolvon mengalahkan batuk berdahak

Adisti Nirmala, Head of Marketing Sanofi Consumer Healthcare, mengatakan bahwa Sanofi adalah sebuah perusahan yang bergerak di bidang kesehatan. Sanofi sudah ada di Indonesia sejak tahun 1956 (61 tahun). Selain Bisolvon, masih ada beberapa produk dari Sanofi yaitu Dulcolax, Pharmaton, dan Lactacyd.

"Menurut data Nielsen, 1 dari 3 orang di Indonesia mengalami batuk di 3 bulan terakhir," ujar Mega Valentia, Brand Manager Bisolvon.

Mbak Mega memberikan tips bagaimana memilih obat batuk yang tepat, yaitu

  1. Terdaftar di BPOM. Lihat nomor registrasi yang tertera di kemasan obat.
  2. Pilih obat batuk yang sudah teruji klinis dan direkomendasikan oleh dokter

Tentu saja Bisolvon sudah memenuhi 2 kriteria tersebut. Bisolvon sudah ada di Indonesia dan terbukti mampu mengalahkan batuk berdahak sejak 45 tahun yang lalu. Berarti produk ini memang sudah sejak lama dipercaya masyarakat Indonesia untuk mengatasi batuk berdahak.

  • Bisolvon Extra
    Bisolvon Extra dengan 2 aksi kalahkan batuk dengan Bromhexine yang mengencerkan dahak dan Guafenesin untuk pengeluaran dahak, dapat digunakan sejak 2 tahun dan tidak menyebabkan kantuk. Tersedia dalam kemasan 60 dan 125 ml9.
  • Bisolvon Kids
    Bisolvon Kids merupakan sediaan Bisolvon dengan rasa strawberry cocok untuk anak-anak sejak usia 2 tahun. Tersedia dalam kemasan 60 ml10.
  • Bisolvon Tablet
    Bisolvon Tablet Sediaan praktis Bisolvon untuk batuk berdahak. Cocok untuk yang sibuk beraktivitas secara mobile. Tersedia dalam kemasan 4’s dan 10’s11.
  • Bisolvon Solution
    Sediaan Bisolvon yang bebas gula, cocok untuk pasien Diabetes dan anak-anak. Tersedia dalam kemasan 50 ml12.

    Sumber: Sanofi.co.id

Rangkaian produk Bisolvon memang komplit. Bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dari anak-anak hingga pasien khusus juga ada produknya. Produknya pun mudah didapat dari berbagai apotek, Watson, Guardian, hingga minimarket.

Hati-hati dalam penyimpanan obat. Obat rentan rusak bila sudah terbuka. Saat disimpan di dalam kulkas pun belum tentu terjamin aman. Apalagi kalau diletakkan berdekatan dengan bahan makanan yang mudah terkontaminasi.


Kemasan Bisolvon sebetulnya sudah dirancang dalam ukuran yang pas untuk dikonsumsi. Menurut mbak Mega, bila pasien disiplin meminum Bisolvon, seharusnya tidak perlu lagi disimpan karena sudah habis dan penyakit pun hilang. Batuk bisa dikalahkan dalam waktu 2-3 hari.

Waktu ideal pemberian obat 3x sehari sebetulnya per 8 jam. Tetapi, seringkali disebutkan pagi, siang, dan sore itu karena mengikuti jadwal makan. Bila pasien sulit makan atau tidak teratur saat sakit memang sebaiknya mengikut waktu ideal saja.

Pada saat anak sakit kan suka susah makan. Kadang-kadang menjadi kekhawatiran bagi orang tua bila memberikan obat ke anak sebelum makan. Obat memang ada yang diminum sebelum makan, tetapi ada juga yang setelah. Bisolvon bisa diminum sebelum makan. Biasanya obat yang diminum setelah makan adalah obat yang bisa memicu naiknya asam lambung.

Batuk ada yang berdahak dan tidak. Jangan sampai salah kasih obat, ya! Oleh karena itu kita harus cermat mengetahui apakan batuk yang kita atau anggota keluarga alami itu berdahak atau tidak. Kalau sampai salah kasih obat, misalnya batuk berdahak tetapi dikasih obat untuk batuk kering, justru membuat dahaknya jadi semakin menumpuk.

Nai sekarang mulai terkena pilek. Ternyata menurut dr. Riana memang bisa saja karena salurannya menyambung. Makanya bisa batuk dulu baru pilek atau sebaliknya. Beberapa anak ada yang kesulitan mengeluarkan dahak atau ingusnya dan malah ketelan. Gak masalah, asalkan dahaknya diencerkan dahulu.

Bila ada salah seorang anggota keluarga yang batuk, dr. Riana memberikan beberapa tips untuk memutuskan rantai penularan batuk, yaitu:


  1. Menggunakan masker. Seharusnya pasien yang menggunakan masker. Tetapi, bila anak-anak yang kena, suka gak mau menggunakan masker. Maka, sebaiknya orang tua yang menggunakan agar tidak terkena batuk dari anak.
  2. Mulai mengkonsumsi vitamin. Tidak hanya yang sakit, tetapi juga anggota keluarga lainnya mengkonsumsi vitamin.
  3. Cepat diobati dengan minum obat batuk

Batuk berdahak jangan dianggap remeh karena bisa memicu penyakit komplikasi lain yang lebih mengkhawatirkan seperti bronchitis atau lainnya. Menurut dr. Riana ada beberapa kondisi di mana sebaiknya segera bawa ke dokter pada saat batuk yaitu:

  1. Demam. Bila suhu tubuh sudah di atas 38 derajat celcius sebaiknya segera dibawa ke dokter karena dikhatirkan sudah terjadi infeksi bakteri atau juga bisa kejang demam.
  2. Dahak berwarna kuning kehijauan. Kemungkinan kondisi ini memerlukan resep antibiotik.
  3. Dada sesak dan susah makan

"Batuk berdahak bisa menjauhkan kita dari keluarga terdekat. Oleh karenanya, jangan tunda pengobatan batuk agar tidak semakin banyak momen kebersamaan dengan keluarga yang hilang," ujar mbak Mega Valentia.

bisolvon untuk batuk berdahak

Thursday, January 24, 2019

Memiliki Rumah Impian

Memiliki Rumah Impian


Punya rumah impian? Dulu, Chi suka punya impian ingin punya rumah dengan halaman yang luas dan gak bertingkat. Ngebayangin nanti halamannya bakal ditanamanin berbagai macam pohon buah atau paling enggak bisa piknik kecil-kecilan sama keluarga sendiri di rumah. Gak pengen punya rumah bertingkat karena suka malas turun naik tangga kayak di rumah orang tua Chi. Mendingan rumahnya gedean aja biar gak usah bertingkat hahaha.

Tapi, setiap kali Chi bilang ke K'Aie, dia selalu komen, "Gak capek ngepel apa kalau rumah gede-gede?" Iya, tau maksudnya K'Aie pasti becanda. Tapi, merusak impian aja, sih hehehe.


Perjalanan Panjang Memiliki Rumah



Seperti pasangan muda pada umumnya yang baru menikah, Chi juga pernah punya keinginan ingin langsung memiliki dan tinggal di rumah sendiri. Tetapi, keinginan memang kadang-kadang gak selalu sejalan dengan realita. Berbagai situasi dan kondisi menyebabkan kami gak langsung memiliki rumah.

Beruntung rumah orang tua kami berada di Jakarta dan Bekasi. Kami tinggal memilih mau tinggal bersama orang tua Chi atau K'Aie. Keduanya sama nyamannya. Kami tidak merasa harus bersempit-sempitan meskipun tinggal di satu atap. Orang tua kami berdua juga bukan tipe rese'. Jadi gak ada kisah mertua vs menantu meskipun tinggal bersama.

Sebetulnya memang udah nyaman banget tinggal di rumah orang tua. Etapi, kenyamanannya bukan karena segala masih disuapin ma orang tua, ya. Tetap aja jadi ada 2 dapur karena ada 2 rumah tangga.

Meskipun demikian, Chi dan K'Aie pernah beberapa kali mencoba mencari rumah pribadi. Kalau kontrakan mah gak pernah kepikiran. Pengennya langsung punya rumah sendiri. Hanya saja, emmang benar kata banyak orang, kalau rumah tuh jodoh-jodohan.

Kadang-kadang Chi suka baper melihat teman-teman yang udah punya rumah. Suka jadi baper kalau perasaannya lagi sensitif. Jangan melihat teman atau sodara, melihat tetangga renovasi rumah aja suka sedih kalau memang lagi sensi. Tapi, kalau lagi gak sensi ya cuek aja.

Benar apa yang dikatakan banyak orang kalau rumah ibarat jodoh. Setelah sekian belas tahun menikah, kami pun memiliki rumah dan pindah pada pertengahan tahun 2018. Rumah yang cukup mendekati impian Chi. Rumah cukup besar dengan halaman. Ya halamannya gak seluas yang Chi impikan, tetapi setidaknya masih bisa ditanami beberapa pohon. Alhamdulillah. *Capek ngepel? Itu bisa diatur 😂

[Silakan baca: 5 Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Bagi Pasangan Muda]


Proteksi Rumah



Waktu mamah dan papah baru menikah juga gak langsung punya rumah sendiri. Kami pernah tinggal di rumah kecil di salah satu gang padat di Jakarta. Bukan rumah kontrakan, tetapi rumah milik uwa yang tidak ditempati. Kami baru pindah ke rumah sendiri saat Chi kelas 5 SD.

Waktu masih tinggal di gang, beberapa kali tuh mengalami kejadian kebakaran. Biasanya kejadiannya malam hari. Alhamdulillah, rumah kami gak pernah jadi korban. Tetapi, seperti banyak yang diberitakan oleh berbagai media tentang situasi kebakaran yang begitu, deh.

Kalau ada kebakaran yang korban gak hanya 1 rumah. Belum lagi rasa panik yang timbul. Pernah juga kebakaranya terjadi tepat di belakang rumah. Bersyukur apinya menjalar ke arah lain. Ya bukan bermaksud gak simpati ke korban kebakaran. Tetapi, kami juga bersyukur kalau bukan rumah kami yang jadi korban padahal dekat banget.

Belajar dari pengalaman yang berkali-kali itu, kami terbiasa menyimpan berbagai surat berharga dalam satu tas. Sekarang, setelah saya punya rumah sendiri juga kepikiran untuk memiliki proteksi yang lebih dari itu. Ingin banget melindungi rumah dari terjadinya FLEXAS (Fire, Lightning, Explosion, Impact of Aircraft, Smoke).

[Silakan baca: Tips Meninggalkan Rumah Agar Tetap Aman Selama Liburan]

happyOne.id punya nih asuransi kebakaran yang bernama happyHome. Buat teman-teman, termasuk pasangan baru menikah, yang sudah memiliki rumah jangan lupa memberikan keamanan rumah dengan asuransi ini. Terserah deh mau pilih happyHome FIT atau happyHome PLUS. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan.

Premi happyOne.id yang merupakan salah satu produk Astra ini juga terjangkau, kok. Customer servicenya pun 24 jam. Jadi teman-teman bisa menghubungi CS kapan pun dan di manapun bila ingin mencari info lebih lanjut hingga pengajuan klaim. Biar makin happy di rumah, proteksi pakai asuransi ini, deh.

[Silakan baca: Rumus Kebahagiaan Komplit dari Asuransi Astra happyOne.id]

Sunday, January 20, 2019

Nikmatnya Solo Traveling

Nikmatnya Solo Traveling

solo traveling, happyone
Sumber: Pixabay


Apa sih yang menjadi alasan seseorang solo traveling? Letak kenikmatannya di mana? Sampai ada yang yang berkali-kali melakukan itu udah pasti karena nikmat, kan?

Pasti Chi gak akan bisa menjawab semua pertanyaan itu karena bukan tipe solo traveler. Satu aja sih alasannya yaitu takut nyasar hahaha. Padahal ya Chi kadang-kadang suka penasaran lho sama para solo traveler. Kayaknya seru aja kalau jalan-jalan sendirian gitu.

[Silakan baca: Resolusi 2019? Hmmm ... Apa, Ya?]


Solo Traveling Kelihatannya Seru!


Karena belum pernah melakukannya, Chi coba mencari tau tentang keseruan melakukan perjalanan sendiri. Dari beberapa informasi yang didapat, Chi membuat jadi 3 garis besar aja, ya.


Lebih Bebas Menentukan Itinerary

Selera liburan setiap orang berbeda-beda. Ada yang senang ke pantai, tetapi ada juga yang senang ke gunung. Ada yang maunya naik kendaraan pribadi, ada juga yang lebih suka naik pesawat. Ada yang suka jalan kaki  ke mana-mana kalau sudah di tempat tujuan. Tetapi, ada juga yang lebih suka menyewa mobil.

Semakin banyak orang yang ikut, maka semakin banyak kepala yang harus dipertimbangkan pendapatnya. Jangankan dengan teman, bahkan dengan keluarga dekat aja bisa beda-beda. Makanya, Chi kalau mau jalan-jalan sekeluarga juga banyak diskusi dulu. Biar sama-sama happy saat traveling.


Bisa Mendapatkan Teman Baru

Solo traveler belum tentu seorang penyendiri. Ya, bisa jadi memang alasannya karena kenikmatan melakukan perjalanan sendiri. Tetapi, bisa jadi saat di jalan akan ketemu teman baru. Akhirnya, jadi teman seperjalanan, deh. Tetap harus hati-hati juga bila bertemu dengan orang baru. Tetapi, kalau teman barunya jadi teman perjalanan yang seru kan jadi asik.

Memang gak wajib juga mendapatkan teman baru. Ada juga kan yang memang ingin 'me time' dengan menikmati perjalanan seorang diri.


Butuh Keberanian

Seperti yang Chi tulis di awal kalau gak pernah solo traveling karena takut nyasar. Beneran gak berani deh Chi melakukan perjalanan sendiri. Memang kelihatannya yang pernah solo traveling harus lebih berani. Pastinya juga para solo traveler ini memiliki kepribadian yang mandiri karena segalanya harus dilakukan sendiri.

[Silakan baca: 5 Tips Mempersiapkan Liburan Bersama Keluarga]


Ingat happyTrip Biar Perjalanannya Lebih Nyaman


asuransi perjalanan 
happy trip

Gak ada satupun traveller yang berharap akan terjadi drama yang tidak diinginkan saat melakukan perjalanan. Tetapi, kadang-kadang bisa terjadi baik itu perjalanan domestik maupun internasional. Bagusnya sih juga bikin asuransi perjalanan sebagai proteksi.

Drama-drama perjalanan bisa macam-macam. Siapa yang pernah mengalami kerusakan atau kehilangan bagasi? Ngeselin banget pastinya, ya. Saat perjalanan juga berisiko terjadi kecelakaan. Aduuuhh, gak pengen banget kan sebenernya. Maunya berangkat selamat, pulang pun sama.

Ikutan asuransi happyOne.id, deh. Ini asuransi dari Astra. Udah dikenal dong bagaimana bagusnya produk asuransi Astra. Preminya pun murah sehingga mampu menjangkau berbagai kalangan. Prosesnya juga cepat dari mulai membuat polis hingga klaim. Lagipula dengan adanya asuransi perjalanan, maka perjalanan kita pun akan semakin nyaman.

Saturday, January 19, 2019

Review Film Preman Pensiun

Review Film Preman Pensiun

Review Film Preman Pensiun - 3 tahun lalu, banyak teman yang bilang kalau sinetron Preman Pensiun itu bagus. Tetapi, Chi belum pernah menonton satupun episode yang tayang di RCTI tersebut. Alasannya karena stasiun tv ini memang gak ada channelnya di tv kabel rumah kami.

review film preman pensiun

Singkat cerita, ketika beberapa waktu lalu, saat para blogger diundang ke acara Press Conference film Preman Pensiun membuat Chi jadi tertarik untuk menonton. Apalagi banyak yang bilang fjalan ceritanya lucu. Semakin tertarik, dong. Udah lama juga gak nonton film bioskop yang lucu.


Cerita Singkat Preman Pensiun


Film ini diawali dengan beberapa potongan sinetronnya. Di mana mereka akhirnya memutuskan untuk pensiun sebagai preman dan memulai bisnis bagus yang baik. *Kang Mus (Epy Kusnandar) mengatakan kalau dunia preman adalah bisnis bagus yang tidak baik.

3 tahun setelah pensiun, cerita film ini dimulai. Kang Mus menjadi pengusaha kecimpring yang usahanya sedang mengalami penurunan. Putri semata wayangnya, Eneng (Safira), juga mulai pacaran. Keluar deh tuh sikap protektif Kang Mus sebagai seorang ayah yang tidak ingin melihat anaknya sampai disakiti hatinya.

Kemudian ada kisah Gobang (M. Jamasari) yang datang ke Bandung untuk mencari tau siapa yang sudah membunuh suami adiknya. Gobang mengundang beberapa rekan mantan preman yaitu Ujang (M. Fajar Hidayatullah), Murad (Deny Firdaus Rachmat), Pipit (Icha Naga), Cecep (Abenk Marco), Mang UU (Yusup Herdiana), dan Bohim (Purwo Kristiono) untuk 'reuni kecil-kecilan'. Sebetulnya Dikdik (Andra Manihot) dan Joni (Pangeran Tyson) juga diundang. Tetapi, Dikdik berhalangan hadir karena dilarang istrinya yang cemburuan banget. Sedangkan Joni mendadak membatalkan hadir karena seorang temannya yang ditinggal di jalan Asia Afrika mendadak ketakutan.


Kocaknya Duo Murad Pipit, Pesan Moral, dan Rindu Bandung


Saat menonton film ini tepat di hari pertama tayang (17/1), Chi gak mau berekspektasi apakah filmnya lebih bagus dari sinetronnya atau tidak. Chi juga penasaran seperti apa sebuah film yang diangkat dari sinetron. Apakah Chi akan mengerti jalan ceritanya?

Ternyata, film ini bukanlah remake dari sinetron tersebut melainkan kelanjutannya. Seperti yang Chi tulis di awal, setelah beberapa potongan flash back, cerita film ini diawali dengan kisah 3 tahun setelah mereka pensiun.

Chi sempat sedikit menitikkan air mata saat melihat almarhum Didi Petet. Almarhum salah seorang legenda perfilman Indonesia. Semua karakter yang pernah dimainkannya menancap dengan sangat kuat di ingatan. Masih ingat banget bagaimana almarhum berperan sebagai Emon dan Si Kabayan. Dua karakter yang sangat bertolak belakang, tetapi mampu diperankan dengan sangat baik. Chi memang belum pernah menonton akting Didi Petet sebagai Kang Bahar. Tetapi, yakin banget kalau karakter ini pun sangat kuat diperankan almarhum.

Awalnya, Chi sempat agak bingung mencari inti cerita dari film ini. Sebetulnya ingin menceritakan tentang Kang Mus yang bisnisnya sedang menurun dan anaknya yang mulai pacaran atau tentang kisah reuni kecil-kecilan tersebut? Tapi, mendekati akhir penayangan baru kelihatan benang merahnya. Meskipun endingnya di luar dugaan Chi *Ssst! Nonton ya kalau mau tau endingnya.

Adegan demi adegan di film ini juga unik karena seperti dialog berkelanjutan yang saling nyambung. Padahal di dua cerita yang berbeda. Keunikan seperti ini juga yang memancing gelak tawa penonton.

Ya, film ini menurut Chi masih recommended untuk ditonton. Humor di film ini gak norak. Bisa dikatakan humor di film ini kebanyakan berupa dialog yang cerdas. Bukan humor yang mengarah ke hinaan fisik, pelecehan, atau hal-hal seperti itu.

Polah tingkah duo Murad dan Pipit paling memancing gelak tawa. Badewei, Pipit ini bukan perempuan. Nama aslinya Firman Syahfitra (Pipit). Orang Sunda mah pasti paham ya kenapa F jadi P hahaha! Nah, Kang Mus yang suka gregetan sama nama Pipit. Dia gak suka kenapa panggilannya harus Pipit. 😂

Karakter lain juga ada yang memancing gelang tawa. Misalnya Mang UU yang ngomongnya cuma sedikit, tapi suka sok-sokan pakai bahasa Inggris. Ada juga Ujang yang jadi karyawan Kang Mus dengan karakternya yang polos.

Pesan moralnya? Banyak! Dari mulai pesan Kang Bahar yang disampaikan oleh Kang Mus, pesan Kang Mus agar putrinya tidak disakiti hatinya, hingga pesan Kang Mus yang mengatakan kalau menjadi preman bukan berarti menjadi pembunuh. 

Film ini juga sedikit menjawab kerinduan Chi akan Bandung. Atau malau jadi tambah kangen, ya? 100% adegan di film ini ada di kota Bandung. Rumah keluarga besar Chi di sekitaran sana. Jadinya cukup mengenal lokasi-lokasi tersebut.

Ngakak pas Joni bilang ke temannya kalau di jalan Asia Afrika sekarang ini udah jadi tempat pertemuan para super hero. Tapi, temannya ketakutan karena ternyata banyak ketemu hantu di sana. Jadi, ingat sepupu yang kalau ngajak ke Asia Afrika bilang ke kota hantu. 😂 *Tenaaaang ... bukan lagi ceritain film horror, kok. Lagian mana mau Chi nonton film horror. Anaknya penakut gini hehehe.


Apakah Akan Ada Sekuel Preman Pensiun 2?


Buat Chi yang gak pernah menonton sinetronnya, film ini mudah untuk dipahami. Bukan hanya karena ini film lanjutan dari sinetron. Tetapi, di film ini juga seperti mengenalkan satu per satu karakter dari setiap tokohnya.

Masih ada sedikit pertanyaan dari film Preman Pensiun. Kedatangan Kinanti (Tya Arifin) ke Bandung kan untuk mengadakan 1000 hari wafat almarhum bapaknya (Kang Bahar). Sempat juga ada adegan di mana Kinanti dan kedua kakaknya sowan ke salah seorang sesepuh. Chi lupa siapa namanya dan gak tau apa perannya waktu di sinetron. Di film ini beliau hanya berpesan pada saat 1000 hari nanti jangan ada yang meminta apapun di makam almarhum, selain mendo'akan.

Perannya memang hanya segitu. Juga ada karakter Kang Idris (Fuad Idris) yang sengaja datang ke Bandung setelah membersihkan makam almarhum, sekadar untuk ketemu Kang Mus dan mengingatan kembalai amanat Kang Bahar. Tetapi, Chi juga gak bilang kalau ending dari cerita ini menggantung. Hanya di luar dugaan dan membuat Chi jadi berharap akan ada sekuelnya.

Rupanya, Chi gak sendirian punya harapan begini. Setelah selesai menonton, ada 2 orang yang mengaku dari Fanpage Preman Pensiun meminta testimoni kepada para penonton. Chi mendengar beberapa penonton meminta supaya ada lagi kelanjutan film ini. Yup! Semoga beneran ada, ya!

Friday, January 18, 2019

5 Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Bagi Pasangan Muda

5 Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Bagi Pasangan Muda

5 Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Bagi Pasangan Muda - "Teh, kayaknya aku mau batalin pernikahan aja, deh.""Lho, kenapa?"
"Gaji aku cuma Rpxx juta. Calon suami ku malah di bawah itu. Gajinya cuma Rpxx juta. Mana cukup?"

*Tarik napas yang panjaaaaang ... karena rasanya Chi pengen langsung ngeplak 😂

"Kamu tau gaji suami teteh berapa? Ya, kurang lebih sama dengan gaji kamu."
"Tapi, Teh .... Sekarang kan apa-apa serba mahal."
"Nih ya, gaji kalian berdua tuh hampir sama. Cuma beda dikit doang. Sedangkan Teteh cuma mengandalkan gaji dari suami. Jadi bisa dikatakan penghasilan kalian kalau digabung tuh 2x lipat dari penghasilan keluarga Teteh. Tapi, Teteh udah mau anak 2, nih!"


5 tips mengatur keuangan rumah tangga bagi pasangan muda

Percakapan di atas terjadi sekian belas tahun yang lalu. Saat itu Chi sedang hamil anak kedua. Enggak bermaksud nge-ghibah, lho. Kan, Chi gak menyebutkan nama. Chi hanya ingin mengatakan kalau biaya hidup memang kadang-kadang mahal. Tetapi, lebih mahal lagi biaya gaya hidup. Dan, seseorang yang Chi ceritakan ini memang dia dan pasangannya termasuk yang tinggi banget gaya hidupnya.

Sebagai pasangan muda, bisa jadi cara berpikir tentang keuangan rumah tangga juga masih tentang bersenang-senang. Kami pun pernah seperti itu. Apalagi dulu pemasukan bener-bener hanya dari K'Aie. Chi gak ada pemasukan apapun karena sudah resigndan belum pula jadi blogger. *Tapi, sampai sekarang pun penghasilan dari blogger gak pernah disatukan sama keuangan rumah tangga, ding 😄

Nah, menjelang usia pernikahan ke-16 tahun, Chi mau berbagi tips tentang keuangan berdasarkan pengalaman pribadi, ya.


5 Jurus Mengelola Keuangan Rumah Tangga


1. Membuat Komitmen

"Chi gak mau kalau udah menikah nanti ribut urusan uang, ya!"

Sejak dulu, Chi merasa yang namanya uang bisa gak kenal sodara dan sahabat. Maksudnya, gara-gara uang hubungan kekerabatan aja bisa jadi putus. Makanya, sejak sebelum menikah, Chi udah ngomong gitu ke K'Aie.

Ya tentu aja dalam perjalanannya kami pernah ribut gara-gara uang. Tapi, setidaknya dengan punya komitmen seperti jadi semacam pengingat. Apapun masalah yang berkaitan dengan uang, pada akhirnya masih ada solusinya dan bisa diselesaikan dengan baik.


2. Siapa yang Akan Mengelola?

Istri katanya ibarat menteri keuangan di dalam rumah tangga. Suami yang mencari nafkah, istri yang mengelola.

Di awal pernikahan juga kami seperti itu. Tapi, ternyata gak mudah. Chi malah jadi sering uring-uringan mengatur berbagai pos keuangan. Padahal waktu belum menikah rasanya enjoy aja mengelola uang sendiri. Dari masih sekolah pun Chi lebih suka dikasih uang jajan bulanan daripada harian, supaya bisa dikelola.

Setelah berdiskusi, keuangan rumah tangga dipegang aja sama K'Aie. Chi hanya mendapatkan jatah bulanan untuk belanja makanan harian. Sampai sekarang kami menikmati pengelolaan keuangan seperti ini. K'Aie bukan tipe suami yang pelit. Tetapi, bukan berarti juga Chi bisa seenaknya menghambur-hamburkan uang.


3. Membuat Pos-Pos Keuangan

Waktu Chi masih memegang keuangan rumah tangga, pos-pos keuangan pun dibuat karena pengeluaran gak hanya untuk makan harian. Ada biaya sekolah, zakat, dana darurat, hiburan, dan lain sebagainya. Chi yakin K'Aie pun membuat pos keuangan rumah tangga.


4. Gaya Hidup

Bersenang-senang itu penting! Tetapi, juga harus ingat jangan sampai berlebihan. Misalnya, liburan menghabiskan sampai 1 bulan gaji kan gak tepat, ya. Nanti selama sebulan keluarga mau makan apa. *Ini maksudnya bukan mengambil dari tabungan, tapi beneran abisin sebulan gaji* Jadi, mulai deh diatur biaya gaya hidup. Jangan sampai keuangan rumah tangga kebobolan melulu atau udah susah napas di pertengahan bulan.


5. Siapkan Asuransi

Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Bagi Pasangan Muda

Waktu baru punya anak, K'Aie langsung berpikir untuk membuka asuransi pendidikan. Tau sendiri lah ya berapa besar biaya pendidikan zaman sekarang.

Awalnya, Chi gak kepikiran membuat asuransi karena pernah tertipu. Salah sendiri juga karena langsung tergoda penawaran tanpa dicek dulu. Tapi, karena K'Aie yang berniat duluan Chi nurut aja. Tentunya kami mempertimbangkan banyak hal dulu sebelum akhirnya memutuskan. Memilih asuransi memang gak boleh asal-asalan.

[Silakan baca: happyOne.Id, Asuransi Astra dengan Premi Dimulai Dari Rp399 Ribu]

Kalau sudah mengetahui produk asuransi yang bisa dipercaya, keinginan pun bertambah. Pengennya yang komplit, mudah proses pembuatan polis dan klaim, serta harga preminya murah. Ada nih namanya happyOne.id

[Silakan baca: Rumus Kebahagiaan Komplit dari Astra happyOne.Id]

happyOne.id memiliki 4 produk asuransi yaitu happyMe, happyEdu, happyHome, dan happyTrip. Silakan pilih salah satu atau sekaligus. Semuanya akan dicatat dalam oneID.

Asuransi memang ibarat sedia payung sebelum hujan. Proteksi bagi diri sendiri dan keluarga. Di happyOne tidak hanya asuransi santunan pendidikan, tetapi juga ada asuransi kecelakaan diri, jaminan pendidikan anak, asuransi kebakaran, dan asuransi perjalanan.  Info lebih lengkap, bisa teman-teman lihat di web happyOne.id.