Monday, April 30, 2018

Tips Menjalankan Diet Gak Nyiksa Dengan Slim&Fit

Tips Menjalankan Diet Gak Nyiksa Dengan Slim&Fit

Ketika berat badan terus naik, saya mulai melakukan diet carbo dan minum susu Slim&Fit

Tips Menjalankan Diet Gak Nyiksa Dengan Slim&Fit - "Lagi hamil, ya?"

Pernah gak merasa kesal ditanya seperti itu ketika lagi gak hamil? Sering. Dari yang mulai pengen garuk tembok sampai akhirnya udah bodo amat ketika ditanya seperti itu. Saya juga merasa berat badan terus aja bertambah. Rasanya susah banget buat menurunkan berat badan. Huff!


Olahraga Belum Tentu Membuat Tubuh Slim&Fit


Tante saya cukup rajin berolahraga. Tapi, dia sendiri yang cerita yang berat badannya bukannya turun malah naik. Sambil tertawa, tante saya berkata, "Kalau sama ibu-ibu komplek, abis aerobic langsung cari makanan. Beli bakso, mie ayam, dan lain-lain. Pokoknya pasti kulineran. Jadi gimana beratnya mau turun hahaha."

1 porsi nasi rendang itu setara dengan berjalan kaki 8 km/jam. Sama-sama 460 kalori - sumber IG @slimfitid

8 kilometer itu jauh, apalagi ditempuh 'cuma' dalam waktu 1 jam. Capek hehehe. Harusnya kalori yang dikeluarkan lebih besar daripada yang masuk atau paling gak seimbang, lah.  Jadi kebayang, kan, kalau abis olahraga trus makan macam-macam dengan jumlah kalori lebih besar daripada yang dikeluarkan saat berolahraga? Gak heran kalau jadinya berat badan bukannya turun, malah bertambah.

Ketika berat badan terus naik, saya mulai melakukan diet carbo dan minum susu Slim&Fit

Kalau saya, masalahnya bukan makan macam-macam setelah berolahraga. Tapi, masih kurang konsisten. Kalau lagi rajin, bisa rutin setiap hari. Tapi, kalau lagi malas, langsung berhenti selama berminggu-minggu.

Olahraga saya berganti-ganti. Kadang-kadang berenang di kolam renang dekat rumah. Jalan kaki di komplek pada sore hari juga saya lakukan. Seringnya, sih, olahraga di rumah dengan bantuan YouTube, konsol game olahraga, atau instal aplikasi di smartphone.

Nai: "Ke, tadi Ima lihat Bunda install aplikasi olahraga di hp-nya."
Keke: "Ah, paling minggu depan juga di-uninstall. Lihat aja."

Gak sengaja saya menguping obrolan anak-anak dan ngikik sendiri. Bener juga apa yang mereka bilang. PR banget buat saya untuk tetap konsisten.


Diet Seharusnya Gak Menyiksa


Tekad saya untuk diet menurunkan berat badan semakin kuat. Bukan karena gak mau lagi disangka lagi hamil. Tetapi, saya mulai khawatir karena celana panjang dan baju mulai pada sempit. Duh! Masa harus mulai beli baju dan celana baru?

Selain itu, kesehatan saya mulai sering terganggu. Tahun lalu saya sempat merasakan kondisi tubuh yang gak fit dalam jangka waktu yang cukup lama. Makan apapun rasanya gak enak. Bikin mual. Alasan kesehatan ini yang bikin saya semakin bertekad untuk mulai menata lagi pola makan. Melakukan diet yang cocok.

Tetapi, diet apa yang cocok?

Ada berbagai macam diet di masyarakat. Diet mayo, keto, dan lain sebagainya. Saya gak tertarik ikut semua jenis diet itu. Alasan saya hanya 1, yaitu suka makan. Rasanya saya bakal tersiksa kalau harus gak boleh makan ini-itu, termasuk makan nasi. Saya pengen diet dengan hati senang. Alasan saya memang personal banget karena belum tentu semua sependapat dengan saya tentang pemilihan diet. Tapi, jenis diet juga cocok-cocokan, yakan? Satu orang cocok dengan jenis diet A, bukan berarti yang lain juga begitu.


Saya pernah diet tidak makan nasi dan menggantinya dengan kentang. Saat itu saya berhasil menurunkan berat badan, tapi rasanya jadi lemas terus. Teman saya cocok dengan diet ini makanya merekomendasikan ke saya. Yup! Diet memang cocok-cocokan.

Kemudian, saya mengingat lagi kalau dulu juga pernah berhasil dengan salah satu diet lainnya yaitu cut carbo. Diet yang paling saya suka karena gak ada pantangan apapun, hanya mengurangi konsumsi karbohidrat terutama nasi putih. Itupun masih agak berat buat saya yang emang doyan makan. Apalagi kalau udah ada sambal. Heuuu! Mana sanggup makan nasi sedikit, malah nambah melulu.

Diet carbo yang saya lakukan adalah memotong porsi nasi putih menjadi 1/2 porsi dari yang biasa saya konsumsi. Setelah mulai terbiasa, porsi nasinya saya kurangi lagi. Hanya sekitar 3 sendok makan saja untuk sekali makan. Sesekali saya ganti nasi dengan roti gandum atau sumber karbohidrat lain. Tentunya dengan porsi yang tidak banyak. 

Terlepas dari kebiasaan saya yang kadang-kadang masih kurang konsisten ketika menjalaninya, diet carbo gak bikin saya pusing dengan asupan gizi seimbang. Saya tidak perlu mengubah menu makan selama asupan gizi seimbang (karbohidrat, protein, serat, kalsium, vitamin, dan mineral) terpenuhi. Saya hanya perlu mengurangi konsumsi porsi karbohidrat saja.

Saya harus bisa!


Tips: Pikiran memang mempengaruhi. Saya sering merasa lapar, apalagi kalau udah lihat makanan yang disukai. Tetapi, seringkali itu lapar palsu. Supaya lancar menjalani diet ini, biasanya pikiran tentang makanan langsung saya alihkan dengan hal lain. Kalau masih lapar juga, saya minum air putih. Kemudian tunggu sekitar 15-20 menit. Bila masih juga terasa lapar, berarti saya memang beneran harus makan.


Gak Sengaja Berkenalan Dengan Susu Slim&Fit


Ketika berat badan terus naik, saya mulai melakukan diet carbo dan minum susu Slim&Fit
Ketika pertama kali cek kesehatan, umur biologis saya lebih tua 3 tahun dari usia kalender. Setelah mulai minum susu Slim&Fit, di pemeriksaan berikutnya usia biologis semakin mendekati usia kalender. Indeks masa tubuh saya pun semakin mengecil. Yeaaayy! 
Sebetulnya saya dan suami udah beberapa kali cek kesehatan di KALCare, tetapi selalu lupa bawa buku catatannya. Makanya baru tertulis 1x, tetapi tetap ada catatan di file KALCare.


Menahan diri untuk tidak makan malam itu cukup berat buat saya. Setiap sore saya berusaha ngemil dengan tujuan supaya malam gak merasa lapar. Tapi, kayaknya mau ngemil sore atau enggak, saya kerap merasa lapar saat malam.

Dilema banget kalau udah merasa lapar di malam hari. Kalaupun saya berhasil menahan diri untuk tidak makan malam, tentunya dalam kondisi yang merasa lapar. Memilih makan, pasti setelahnya akan ada rasa bersalah. Makanya susu Slim&Fit ini semacam pelengkap yang sempurna. Saya gak lagi merasa tersiksa saat malam hari karena menahan lapar.

Perkenalan saya dengan susu Slim&Fit itu tidak sengaja. Awalnya nemenin suami ke KALCare untuk beli susu buat papah mertua yang terkena diabetes. Ketika belanja di KALCare, kami diajak ngobrol tentang riwayat kesehatan oleh staffnya. Tidak hanya kesehatan papah, tetapi juga kami. Setelah itu ditawarin untuk check up gratis.

Saat itu, saya sudah mulai diet cut carbo. Lumayan hasilnya, udah turun 1 kg dari 58 ke 57 kg. Hasil check upnya pun lumayan bagus, masih dalam batas normal meskipun agak nyaris over. Saya disarankan untuk mengurangi berat badan sekitar 1-2 kg lagi. Kemudian saya ditawarkan mengkonsumsi susu Slim&Fit untuk membantu menurunkan berat badan. Awalnya cobain beli 2 box dulu karena belum tau bakalan cocok atau enggak. Ternyata cocok!


Keberhasilan diet ditentukan oleh pengaturan pola makan yang tepat (80%) dan olahraga atau beraktivitas (20%) - sumber: www.slimfit.co.id

Solusi diet yang paling cocok dan saat ini sedang dilakukan adalah sebagai berikut

  1. Sarapan - 1 gelas Slim&Fit
  2. Makan siang - Bebas, asalkan memenuhi asupan gizi seimbang dan mengurangi porsi karbohidrat
  3. Makan malam - 1 gelas Slim&Fit
  4. Camilan biasanya sore hari itupun gak harus. Pilih camilan yang sehat.
  5. Berolahraga di sore hari
  6. Jangan sampai kurang minum air putih

Ketika berat badan terus naik, saya mulai melakukan diet carbo dan minum susu Slim&Fit
Sumber gambar: www.slimandfit.co.id


Minum susu membuat tubuh menjadi gemuk hanyalah mitos. Sebetulnya susu bisa membuat kenyang lebih lama karena seluruh kandungan nutrisinya dibutuhkan oleh tubuh.

1 gelas susu Slim&Fit memiliki kalori terkontrol 220 kkal/saji. Meminum 1 gelas susu Slim&Fit bisa bikin perut kenyang hingga 5 jam karena kandungannya yang tinggi protein, tinggi serat, dan isomaltulosa. Susu Slim&Fit meskipun rasanya manis, tetapi 50% lebih rendah lemak dan gula dibanding susu diet lain. Makanya gak usah khawatir dengan kandungan lemak dan gulanya. Kalau untuk kalsium, setara dengan susu tinggi kalsium lain.


Berdasarkan beberapa testimoni, meminum susu Slim&Fit secara rutin bisa membuat berat badan turun 1 kg/minggu, bahkan 4-6 kg/bulan. Tidak hanya berat badan yang turun, kandungan protein yang tinggi di dalam Slim&Fit juga bisa untuk mengencangkan otot.

Slim&Fit memiliki 2 varian rasa yaitu coklat dan vanila. Kedua rasanya enak, tetapi saya lebih suka yang coklat. Sesekali aja minum yang vanila biar gak bosan karena minum susu dengan rasa yang sama terus. Praktis pula bikinnya. Susunya udah dikemas per sachet, jadi tinggal tuang ke gelas berisi air hangat kemudian diaduk.

Sejak menjalani diet carbo dan minum susu Slim&Fit sekitar 6 bulan lalu, berat badan saya sekarang sekitar 54 kg. Memang agak lambat karena masih gak konsisten. Tetapi, lumayan banget udah bisa turun sekitar 4 kg. Apalagi sekarang mulai banyak yang bilang kalau saya kurusan. Ihiiiiyy, senangnyaaaa!


Cari Teman Biar Semangat


Yup! Sekali lagi, masalah saya adalah belum konsisten. Kayak sekarang, lagi mulai malas berolahraga. Lagi mager banget. Minum susunya juga sempat berhenti. Diet carbo, sih, tetap jalan. Tetapi, agak khawatir juga karena mulai kebiasaan makan malam lagi meskipun masih dengan porsi yang sedikit. Mulai berasa berat badan agak naik.

Sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan. Biasanya berat badan saya agak naik kalau gak kontrol pola makan. Kalaupun berat badan turun, naiknya nanti saat lebaran. Saya lemah dengan berbagai hidangan lebaran hehehe. Pengennya makan terus. Jadi buat amannya, saya pengen bisa turun lagi berat badannya. Pengennya, sih, bisa sampai diangka 50-52 kg.

Ada teman yang sama-sama sedang diet, tuh, bisa bikin semangat. Saya ditemani sama anak aja, deh. Keke memang saat ini sedang diet. Sebetulnya berat badannya ideal, tetapi pelatihnya bilang kalau dia mau serius di dunia balap harus menurunkan berat badan 10 s/d 15 kg. Dia udah turun 12 kg, lho. Hanya dalam waktu 4 bulanan.


Penurunan berat badan 0,5-1,5 kg/minggu atau 4-6 kg/bulan termasuk wajar. Jangan terlalu drastis turunnya karena akan membuat tubuh menjadi 'kaget' atau dikenal dengan efek yoyo. Bila terjadi efek yoyo, berat badan akan cepat turun, tetapi akan cepat naik.

Tekad dia memang lebih kuat. Minimal 5x dalam seminggu, olahraga lari. Sama-sama diet carbo, tetapi dia ganti ke konsumsi beras merah. Saya masih beras putih. Saya gak mau kalah, ah, sama Keke. Mulai atur lagi pola makan, rutin minum Slim&Fit, dan berolahraga. Pokoknya jangan malas-malasan lagi. Semangat!


Dapatkan Diskon 20% Bila Membeli Slim&Fit di KALBE Store


Biasanya saya beli Slim&Fit di KALCare. Tapi, kadang-kadang suka malas jalannya kalau udah ingat macet. Kali ini cobain beli secara online di www.kalbestore.com. Malah jadi lebih nyaman dan mudah karena tinggal transaksi secara online dari rumah.

Teman-teman bisa mendapatkan diskon 20% bila membeli Slim&Fit di KALBE Store. Caranya gunakan unique code myra20. Diskon spesial ini berlaku untuk pembelian minimal 3 box. Tidak ada batas maksimal penggunaan unique code. Teman-teman bisa menggunakannya berkali-kali.

Proses belanja secara online di KALBE Store, sama aja kayak belanja di toko online pada umumnya. Tapi, kalau mau mendapatkan diskon 20%, jangan lupa masukkan unique code di atas di bagian kolom voucher. Lumayan banget diskonnya.

Ketika berat badan terus naik, saya mulai melakukan diet carbo dan minum susu Slim&Fit
Jangan lupa ketik uniqe code myra20 di kolom kode voucher supaya teman-teman dapat diskon 20%


Memang ada minimum pembelian supaya bisa mendapatkan diskon 20%. 1 box Slim&Fit berisi 6 sachet. Dikali 3 berarti total ada 18 sachet. Kalau sehari minum 2 sachet, maka 3 box untuk kebutuhan 9 hari. Saya butuh lebih dari 3 box untuk konsumsi per bulan. Makanya lumayan banget, kan, saat ada diskon begini.

Karena saya sedang program penurunan berat badan, jadi minum Slim&Fit 2x sehari, yaitu pagi dan malam. Nanti kalau sudah stabil, cukup 1x saja menggantikan sarapan. Komposisi Slim&Fit memang sudah standar pengganti makanan (meal replacement). Selain hangat, Slim&Fit juga bisa dinikmati dalam keadaan dingin

Teman-teman lagi pengen langsing juga? Coba diet dengan Slim&Fit, ya! Kalau untuk saya udah terbukti keberhasilannya.

Ketika berat badan terus naik, saya mulai melakukan diet carbo dan minum susu Slim&Fit
Kalau udah turun berat badannya jadi makin semangat buat foto-foto juga

Wednesday, April 25, 2018

Resep Muesli SKIPPY® Peanut Butter Energy Bars

Resep Muesli SKIPPY® Peanut Butter Energy Bars

Muesli SKIPPY® Peanut Butter Energy Bars adalah salah satu menu yang pas untuk sarapan, khususnya bagi kaum urban

Resep Muesli SKIPPY® Peanut Butter Energy Bars - Bagi saya, waktu teribet dalam satu hari adalah saat pagi hari. Dalam waktu yang cukup singkat, saya harus membuat sarapan dan bekal sekolah untuk Keke dan Naima. Kadang-kadang saya mikir dari 1 hari sebelumnya karena cari idenya aja udah butuh waktu, terutama untuk bekal. Bisa diprotes saya kalau bikin bekal yang sama terus setiap hari.

Menu sarapan juga pilih yang sepraktis mungkin. Ya, bolehlah sesekali bikinin nasi goreng. Tapi, seringnya yang praktis aja seperti cereal dengan susu, roti dengan selai, dan berbagai menu praktis lainnya.


Keterbatasan waktu di pagi hari juga sepertinya banyak dirasakan oleh kaum urban. Harus berangkat sepagi mungkin, tapi tetap jangan melupakan sarapan. Biar setrong kalau kata orang-orang. Bahagia aja butuh energi, yakan? 

Muesli SKIPPY® Peanut Butter Energy Bars adalah salah satu menu yang pas untuk sarapan, khususnya bagi kaum urban
Salah satu camilan favorit  Keke dan Nai


Kali ini saya kepikiran bikin energy bars. Ide awalnya bukan dari berbagai macam energy bars yang saat ini sedang banyak di pasaran. Tetapi, dari kegemaran Nai ngemil granola. Dia sering minta dibeliin granola kalau lagi diajak belanja. Granola memang camilan sehat, tapi kalau keseringan gak ramah juga buat kantong saya hehehehe.


Kemudian saya menemukan sekantong besar muesli di salah satu minimarket. Kalau paket besar gitu, harganya tentu lebih murah jatuhnya. Saya pun langsung beli. Keke dan Nai pun langsung suka. Biasanya semangkok muesli dicampur dengan selai  SKIPPY® atau selai coklat, kemudian dicemilin. Dari kebiasaan itu, saya pun kepikiran untuk bikin energy bars.


Perbedaan Muesli dan Granola


Pada dasarnya, Muesli dan Granola itu sama yaitu terdiri dari campuran rolled oat, biji-bijian, kacang-kacangan, dan berbagai buah kering. Bedanya kalau granola melalui proses pemanggangan dan diberi pemanis. Muesli rasanya lebih hambar dan tidak dipanggang.

Biasanya mnyantap muesli dipanggang dulu biar teksturnya lebih crunchy. Direndam dengan susu seperti menyantap cereal, biar lembut. Ada juga yang diolah menjadi camilan lain seperti kue. Memang banyak cara untuk menikmati muesli. Keke dan Nai cukup menambahkan peanut butter atau selai coklat udah lahap ngemilnya.

Muesli SKIPPY® Peanut Butter Energy Bars adalah salah satu menu yang pas untuk sarapan, khususnya bagi kaum urban
Muesli yang saya gunakan ini terdiri dari gandum, oat, barley, rye, kismis, pisang, biji lin, biji bunga matahari, kurma, apel, aprikot, dan jagung serpihan.


Muesli SKIPPY® Peanut Butter Energy Bars untuk Sarapan


Bahan:

Muesli SKIPPY® Peanut Butter Energy Bars adalah salah satu menu yang pas untuk sarapan, khususnya bagi kaum urban

  • 150 cc madu
  • 3 sdm SKIPPY® Chocolate Stripe Peanut Butter
  • Muesli secukupnya


Cara Membuat:

Muesli SKIPPY® Peanut Butter Energy Bars adalah salah satu menu yang pas untuk sarapan, khususnya bagi kaum urban

  1. Tim madu dan selai SKIPPY® menggunakan api kecil. Aduk terus hingga tercampur rata
  2. Matikan api bila bahan sudah tercampur rata
  3. Masukkan muesli ke dalam campuran madu dan selai selai SKIPPY®. Aduk hingga tercampur rata.
  4. Tambahkan lagi muesli bila adonan masih dirasa terlalu cair
  5. Tuang ke dalam wadah. Tekan hingga padat
  6. Masukkan ke dalam freezer kurang lebih 30 menit
  7. Keluarkan energy bars dari wadah, lalu potong-potong. Sajikan


Catatan:

Muesli SKIPPY® Peanut Butter Energy Bars adalah salah satu menu yang pas untuk sarapan, khususnya bagi kaum urban

  1. Saat menekan adonan bisa menggunakan sendok atau tangan. Kalau saya memilih menekan menggunakan tangan.
  2. Saya bisa menyimpan energy bars yang belum dipotong dalam freezer semalaman. 
  3. Bila energy bars susah dikeluarkan dari cetakan, bisa pindahkan sejenak ke chiller

Saya menggunakan SKIPPY® Chocolate Stripe Peanut Butter karena dalam 1 botol selai SKIPPY® varian ini sudah ada selai coklat dengan komposisi rasa yang seimbang antara coklat dan peanut butter. Sehingga saya tidak perlu menambah selai coklat lagi

    Muesli SKIPPY® Peanut Butter Energy Bars adalah salah satu menu yang pas untuk sarapan, khususnya bagi kaum urban

    Mudah membuatnya, kan? Bahan-bahannya pun gak banyak, hanya 3 macam. Menyantap 2 potong Muesli SKIPPY® Peanut Butter Energy Bars ini saja udah bikin saya kenyang. Bisa juga ditambahkan segelas susu sebagai pelengkap sarapan. Gak kepikiran lagi buat sarapan pakai nasi uduk, deh. Udah kenyang banget hehehe. Kalau mau makan berat, saat makan siang aja dengan menu ayam ungkep bumbu SKIPPY® Peanut Butter.

    Energy bars juga cocok buat menu sarapan kaum urban. Gak harus setiap pagi bikin, kok. Seminggu sekali aja. Setelah itu bisa disimpan di kulkas dalam wadah yang tertutup rapat. Lumayan tahan lama, kok. Saatnya sarapan tinggal ambil beberapa potong. Praktis banget, kan? Selamat mencoba!


    Muesli SKIPPY® Peanut Butter Energy Bars adalah salah satu menu yang pas untuk sarapan, khususnya bagi kaum urban

    Monday, April 23, 2018

    Maksimalkan Stimulasi 5 Potensi Prestasi Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju

    Maksimalkan Stimulasi 5 Potensi Prestasi Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju

     Dukungan SGM Eksplor untuk memaksimalkan Potensi Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju melalui pemenuhan nutrisi dan edukasi.

    Maksimalkan Stimulasi Potensi Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju - Sekelompok anak dari Ayodya Pala membawakan tari bali sebagai pembuka acara Bloggers Gatehring  dengan tema "SGM Eksplor Dukung Potensi Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju Melalui Pemenuhan Nutrisi dan Edukasi" (18/4) di Jakarta. Menurut Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Explor, "Sejalan dengan visi SGM Esplor, kami percaya bahwa setiap anak Indonesia berhak untuk maju memiliki masa depan cerah sehingga dapat meraih cita-citanya. Selama lebih dari 60 tahun SGM Eksplor telah mendukung orang tua Indonesia dengan melengkapi kebutuhan nutrisi si kecil untuk mendukungnya memiliki 5 Potensi Prestasi Anak Generasi Maju."

    Sebagai wujud nyata komitmen SGM Eksplor di bidang pendidikan, pada tahun 2018 SGM Eksplor akan mengajak seluruh orang tua Indonesia untuk merayakan dan mendukung potensi dan prestasi bakat anak-anak Indonesia melalui berbagai rangkaian kegiatan Sahabat Generasi Maju.

    Stimulasi 5 Potensi Prestasi Anak Generasi Maju


    Anna Surti Ariani, S.PSi., M.Si., Psi., atau biasa dipanggil mbak Nina, mengatakan bahwa dasar agak anak bisa menjadi generasi maju adalah nutrisi yang baik. Bagaimana mungkin perkembangan anak bisa maksimal kalau tubuhnya tidak sehat? Bila nutrisi sudah tercukupi dengan baik, barulah dikembangkan lagi dengan melakukan berbagai macam stimulasi untuk mendukung berkembangnya potensi pada anak.

    Anak Generasi maju adalah generasi di mana anak memiliki berbagai potensi. Tidak hanya memiliki tubuh yang sehat, tetapi juga memiliki rasa percaya diri, cerdas dan kreatif, mandiri, serta supel.

    Memiliki tubuh sehat saja memang belum cukup. Itulah sebabnya anak perlu berbagai stimulasi agar menjadi anak Generasi Maju. Ada 5 aspek fundamental dalam tumbuh kembang anak, yaitu

    1. Aspek Fisik - Aspek fisik adalah aspek dasar agar anak dapat bertumbuh kembang dengan baik.
    2. Aspek Kognitif - Aspek tentang kecerdasan dan kreatifitas anak
    3. Aspek Bahasa - Kecerdasan anak dalam berbahasa.
    4. Aspek Emosi - Aspek ini tentang percaya diri dan kemandirian.
    5. Aspek Sosial - Bagaimana anak berinteraksi dengan orang lain.

    Dari 5 aspek fundamental tersebut bisa dikembangkan untuk mendukung 5 potensi anak generasi maju, yaitu:


    Tumbuh Tinggi dan Kuat

    Selain berbadan sehat, orang tua bisa mengecek tumbuh kembang fisik anak melalui tabel pertumbuhan. Apakah berat serta tinggi anak sudah seusai dengan usianya? Cek juga potensi kesehatan yang lain.

    Agar anak tumbuh tinggi dan kuat, selain asupannya harus baik juga berikan sesuai dengan umurnya. Misalnya anak usia 1-3 tahun sudah bisa dikenalkan dengan makanan keluarga dengan gizi seimbang bukan lagi hanya mengkonsumsi makanan bayi yang sangat halus.

    Sangat penting memberikan stimulai motorik kasar dan halus. Berikan stimulasi kasar dan halus sesuai usiannya. Jangan biarkan anak terlalu lama berinteraksi dengan gadget karena tidak baik bagi tumbuh kembangnya.


    Memiliki Rasa Percaya Diri

    Rasa percaya diri adalah potensi berikutnya setelah anak bertumbuh tinggi dan kuat. Biasanya rasa percaya diri ini akan tumbuh di masa 3 tahun pertama dalam usia anak.

    Selama ini ada salah kaprah di masyarakat tentang pengertian percaya diri pada anak. Anak yang berani tampil di depan umum, memiliki banyak piala, dianggap memiliki rasa percaya diri. Sedangkan yang sebaliknya dianggap tidak memiliki rasa percaya diri.

    Rasa percaya diri pada anak bukan perkara seberapa sering anak tampil. Rasa percaya diri adalah tentang bagaimana anak yakin dengan dirinya. Anak yang percaya diri akan yakin dengan apa yang dia sampaikan, ditampilkan, dan lain sebagainya.

    Tumbuhkan attachmet, yaitu hubungan yang mesra antara anak dengan orang tua. Sebagai orang tua harus sensitif dan responsif terhadap anak. Tujuannya agar bisa paham apa yang dibutuhkan anak dan bisa merespons kebutuhan tersebut.

    Ciptakan rumah yang ramah anak. Cek kondisi ruangan apakah lantai di rumah terlalu licin, banyak colokan yang bisa membahayakan anak, dan lain sebagainya. Bila anak bisa bergerak leluasa dengan nyaman di rumah, maka rasa percaya diri pun mulai timbul.

    Beri anak kesempatan yang seluas-luasnya untuk mencoba berbagai hal. Jangan lupa memberikan pujian, terutama pada anak usia dini. Pada usia tersebut, pujian akan membuat anak bersemangat untuk melakukan banyak hal.


    Cerdas dan Kreatif

    Cerdas adalah cepat menangkap dan mengerti sesuatu. Anak akan cepat paham dengan apa yang disampaikan orang lain. Kreatif adalah memiliki banyak ide. Anak memiliki banyak ide terhadap apa yang ditemuinya sehari-hari. Memang ada perbedaan tipis antara penngertian cerdas dan kreatif, tetapi keduanya saling melengkapi.

    Perkenalkan anak dengan hal-hal baru untuk menambah wawasannya. Ajaklah anak untuk berkreasi, misalnya membuat dekorasi bersama.

    Selalu menjawab pertanyaan anak adalah hal penting. Bila anak terus mengulang pertanyaan yang sama, maka sudah wkatunya anak diberi pertanyaan balik. Agar anak belajar untuk berpikir dan menjawab.

    Munculkan rasa ingin tahu pada anak. Bila mengenalkan sesuatu kepada anak, sesekali beri pertanyaan tambahan untuk mengeksplorasi daya tarik anak. Misalnya ketika anak tertarik dengan mobil, cobalah ditanya warna mobilnya, jumlah bannya, dan lain sebagainya.


    Usahakan ketika berkomunikasi dengan anak menggunakan 1 macam bahasa. Apabila mencampur bahasa akan sulit baginya untuk mempelajari sistematika bahasa.


    Mandiri

    Anak yang mandiri bukan berarti tidak boleh minta tolong orang lain. Tetapi, anak yang mandiri akan mampu melakukan sendiri terlebih dahulu. Meminta tolong akan menjadi opsi berikutnya setelah anak berusaha melakukan sendiri.

    Beri anak kesempatan untuk melakukan berbagai hal sendiri, misalnya makan sendiri. Jangan terus-menerus membantu anak untuk melakukan aktivitas. Beri juga kesempatan anak untuk menjelajahi lingkungannya. Tentunya agar anak mampu mandiri harus dibantu terlebih dahulu ditimbulkan kemandiriannya.


    Supel

    Supel adalah tempat berbagai macam kegiatan sosial. Contoh dari supel adalah bisa bekerja sama, saling berbagi, dan memiliki sopan santun.

    Agar menjadi anak supel, seringlah bertatap mata ketika berkomunikasi. Bersosialisasi dengan teman berbagai usia juga mampu menstimulasi anak agar menjadi pribadi yang supel.


    Ada anak yang suka takut bila bertemu dengan orang lain. Bila hal tersebut terjadi, buat anak menjadi lebih tenang dahulu. Jangan menarik anak sambil mengatakan kalau anaknya takut dengan orang tersebut.

    5 potensi anak generasi maju di atas bila sudah dimiliki akan memudahkan anak untuk menjadi sukses di masa depan. Kesuksesan bukan diukur dari berbagai seberapa banyak piala atau uang yang dimiliki. Kesuksesan yang dimaksud adalah memiliki tubuh sehat, prestasi baik dan optimal sesuai kemampuan, kepribadian yang baik dan menarik, bisa berhubungan baik dengan orang lain, hidupnya sejahtera dan bahagia, dan nasibnya lebih baik baik dari orang tua.


    Pentingnya PAUD untuk Mendukung Anak Generasi Maju



    Menurut Dr. Capri Anjaya, SPd. M.Hum., Pemerhati Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan di usia dini sangatlah penting. 5 tahun pertama usia anak adalah masa terpenting untuk mendidik karena bisa berpotensi dipakai pada saat anak sudah dewasa.

    Saat ini banyak PAUD dalam bentuk sekolah formal, bahkan di sektor swasta ada yang dimulai dari usia 2 tahun. Tetapi pendidikan anak usia dini tidak hanya didapatkan di sekolah formal. Pendidikan di keluarga dan lingkungan sekitar juga bisa membentuk karakter anak.

    Ada 3 hal yang dipelajari ketika anak mengikuti PAUD di sekolah formal yaitu pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku. Agar tercapai generasi emas pada tahun 2015, pemerintah menekankan pentingnya pendidikan karakter pada anak. Oleh karena itu pendidikan karakter mulai dimasukkan ke dalam kurikulum.

    Selain pendidikan karakakter, ada 6 literasi yang ditekankan pemerintah untuk sekolah formal, yaitu:


    1. Literasi baca tulis
    2. Literasi matematika
    3. Literasi science
    4. Literasi digital
    5. Literasi finansial
    6. Literasi budaya dan kewarganegaraan

    Dalam pendidikan formal juga ada 4 hal yang ditekankan untuk meningkatkan ketrampilan anak, yaitu


    Komunikasi

    Cara berkomunikasi dengan orang tua dan teman adalah 2 hal yang berbeda. Oleh karenanya anak perlu dilatih bagaimana berkomunikasi dengan orang yang berbeda. Di zaman sekarang komunikasi juga tidak hanya secara verbal. Berkomunikasi di dunia maya pastinya berbeda dengan dunia nyata. Anak harus dilatih berkomunikasi dengan kedua dunia tersebut.


    Kreativitas

    Zaman dahulu dan sekarang, ketika memasuki dunia kerja, nilai ijazah mungkin masih menjadi faktir terpenting. Tetapi di masa yang akan datang, anak generasi maju akan ditanya tentang hasil karyanya daripada ijazah.

    Anak yang berkarja adalah anak yang kreatif. Jangan terlalu membatasi kreativitas anak. Misalnya kalau zaman dulu, anak disuruh membuat gunung dengan cara yang sama, warna daun harus hijau, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut bisa menghambat daya kreativitas anak.


    Kolaborasi

    Mengajarkan anak untuk bisa bekerja sama dengan orang lain


    Kritis

    Anak kecil bukan berarti tidak memiliki masalah. Contohnya ketika bemain di sekolah ada anak yang sedang bermain mobil-mobilan, kemudian ada anak lain yang juga ingin ikut bermain, tetapi tidak diperbolehkan. Bagaimana kemudian anak-anak ini bisa menyelesaikan masalahnya? Biasanya anak yang berpikiran kritis akan mampu menyelesaikan masalah. Guru juga boleh menjadi fasilitator.

    Faktanya, baru sekitar 58% anak Indonesia yang masuk sekolah formal PAUD

    Kunci agar anak Indonesia menjadi Generasi Maju adalah butuh dukungan berbagai pihak. Dukungan dari orang tua, sekolah, dan juga swasta. Anak Indonesia yang tidak mengikuti PAUD di sekolah formal juga tetap perlu diingatkan tentang pentingnya pendidikan di usia dini.

    Hadir pada acara ini Zee Zee Shahab, Selebriti, menceritakan tentang kehidupan sehari-harinya sebagai ibu 1 orang anak. Berdasarkan pengalamannya, awalnya Zee Zee menyepelekan peran sekolah. Ternyata, setelah dirasakan, pendidikan pada usia dini penting dan banyak manfaatnya bagi anak.


    SGM Eksplor Dukung Potensi Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju


    Setiap orang tua pasti memiliki harapan yang baik untuk anaknya. Berbagai usaha dilakukan agar masa depan anak lebih cerah dan lebih baik dari orang tuanya.

    Sudah lebih dari 60 tahun SGM Eksplor selalu mendukung bakat dan potensi anak Indonesia. SGM Eksplor percaya bahwa seluruh anak Indonesia berhak untuk maju dan memiliki masa depan lebih baik. Dukungan SGM Ekplor bagi anak generasi maju adalah sebagai berikut:


    Nutrisi

    SGM Eksplor dengan formula presi nutri+ akan senantiasa mendukung agar anak memiliki tubuh yang sehat dan kuat.


    Edukasi

    Dukungan SGM Eksplor untuk memaksimalkan Potensi Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju melalui pemenuhan nutrisi dan edukasi.

    Melakukan berbagai edukasi kepada orang tua Indonesia agar dapat mendukung anak generasi maju. Biasanya edukasi dilakukan dengan Mini Mobi dengan melakukan berbagai aktivitas yang mengedukasi. Rencananya tahun ini Mini Mobi akan menjangkau 8000 wilayah di Indonesia. Tetapi, untuk lebih memperluas jangkauan edukasi juga dilakukan secara digital.

    Pada tahun ini SGM Eksplor launching aktivitas baru yaitu Sahabat Generasi Maju yang mana akan memberikan beasiswa pendidikan bagi Anak Indonesia.

    Berbagai rangkaian acara Sahabat Generasi Maju, yaitu

    1. Mengadakan lomba foto Sahabat Generasi Maju dengan tema "Potensi dan Prestasi Si Kecil" berhadiah beasiswa pendidikan.
    2. Memberikan pemberdayaan edukasi berupa modul kepada kurang lebih 100 PAUD di Indonesia 
    3. Festival Sahabat Generasi Maju bersama Mini Mobi SGM Eksplor. Festival ini akan terdiri dari kegiatan lomba mewarnai, arena bermain anak, edukasi nutrisi, dan pertunjukan

    Untuk lomba foto sudah dimulai sejak tanggal 19 April - 10 Juni 2018. Foto potensi dan prestasi si kecil yang diikutsertakan tidak harus yang sudah memenangkan berbagai kejuaran. Anak sudah bisa mewarnai juga termasuk prestasi. Fotonya bisa diupload dan diceritakan untuk kemudian diikutkan lomba ini. Syarat dan ketentuan lomba ini bisa dilihat di akun Fanpage atau Instagram Aku Anak SGM. Akan ada 25 anak Indonesia yang mendapatkan beasiswa pendidikan.

    Menginginkan anak menjadi lebih baik dari orang tuanya adalah hal wajar, tetapi jangan memaksakan mimpi orang tua tertunda kepada anak. Berusahalah untuk sensitif dengan potensi dan minat anak.

    Dukungan SGM Eksplor untuk memaksimalkan Potensi Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju melalui pemenuhan nutrisi dan edukasi.

    Sunday, April 22, 2018

    Menjadi Blogger Produktif, Me Time, dan BuahTangan Penuh Cinta Dari Julie's Peanut Butter Sandwich

    Menjadi Blogger Produktif, Me Time, dan BuahTangan Penuh Cinta Dari Julie's Peanut Butter Sandwich

    Menjadi Blogger Produktif, Me Time, dan BuahTangan Penuh Cinta Dari Julie's Peanut Butter Sandwich. Membagi waktu agar tetap menjadi blogger produktif dan tetap bisa me time bersama Julie's Peanut Butter Sandwich

    Menjadi Blogger Produktif, Me Time, dan Buah Tangan Penuh Cinta Julie's Peanut Butter Sandwich - "Produktif banget menulis blognya. Cara membagi waktunya bagaimana?"

    Pertanyaan yang paling sering dilontarkan kepada saya adalah bagaimana cara saya membagi waktu supaya bisa tetap produktif menulis di blog. Biasanya akan ada lanjutan alasan tentang keterbatasan waktu. Salah satunya, kalau di rumah waktunya udah habis dengan segala urusan rumah tangga dan anak.

    Hayo siapa yang merasa kalau nyuci piring dalam sehari bisa berkali-kali? Beberes rumah gak pernah ada kata selesai. Baru juga dibeberes, udah diberantakin lagi.

    Maka, masalah kita sama hehehe ...

    Kadang-kadang saya bingung menjawab pertanyaan ini. Apalagi ketika anak-anak masih kecil. Rasanya gak ada waktu yang pasti alias sesempatnya aja. Nah, trus bagaimana caranya agar tetap produktif?


    3 Rahasia Menjadi Blogger yang Produktif


    Menjadi Blogger Produktif, Me Time, dan BuahTangan Penuh Cinta Dari Julie's Peanut Butter Sandwich. Membagi waktu agar tetap menjadi blogger produktif dan tetap bisa me time bersama Julie's Peanut Butter Sandwich


    Tentukan Prioritas

    Prioritas utama saya tentunya anak-anak. Bukan berarti yang lain gak penting, lho. Tapi, menentukan  prioritas juga perlu. Kadang-kadang, saya gak bisa menyelesaikan segala hal dalam waktu bersamaan.

    Contohnya ketika anak-anak masih kecil, rumah senantiasa berantakan. Diberesin, berantakan, beresin, berantakan, begitu aja terus. Daripada pusing mikirinnya mendingan dibawa santai. Gak apa-apa, lah, rumah agak berantakan. Nanti juga akan ada masanya rumah menjadi lebih rapi.

    Termasuk dengan aktivitas ngeblog. Pengennya, sih, bisa kapan pun ngeblog. Tapi, baru juga nyalain komputer, anak-anak udah mendekat. Ya, udah ngalah dulu. Mendingan main sama anak-anak.

    Lagipula kalau saya terus berkutat dengan ngeblog bakal dapat cerita dari mana? Cerita di blog ini, kan, hampir semuanya tentang Keke dan Naima. Pastinya inspirasinya dari kegiatan sehari-hari bersama mereka.


    Menentukan Waktu

    Ketika Keke dan Naima masih kecil, saya menulis sesempatnya aja. Menyempatkan ngeblog di saat mereka sedang asik bermain, nonton tv, atau tidur.

    Sejak anak-anak sekolah, menulis di blog jadi lebih leluasa. Lebih punya waktu lebih untuk ngeblog. Biasanya saat mereka sedang sekolah atau tidur.


    Kunci agar produktif ngeblog adalah tetaplah menulis meskipun belum memiliki waktu yang teratur atau keterbatasan waktu. Ketika sedang ngeblog, sebaiknya berhenti dari berbagai hal yang mengurangi fokus, misalnya membuka social media.


    Ngeblog di Tempat yang Nyaman

    Lebih suka ngeblog di rumah atau di luar? Pastinya saya lebih suka di rumah. Mau makan, minum, istirahat, dan lain-lain jadi lebih mudah. Tempat yang nyaman juga bisa mempengaruhi mood untuk ngeblog.

    Saat ini saya lagi senang dengan area ngeblog baru di rumah. Meja kerjanya menghadap taman dan kolam ikan. Melihat yang segar-segar. Buka gordennya, maka cahaya akan masuk dengan baik. Angin pun bertiup sepoi-sepoi melalui jendela. Apalagi kalau sedang hujan semakin adem. Makin semangat, deh, ngeblognya dengan suasana meja kerja seperti itu.


    Me Time Tidak Harus Lama 


    Menjadi Blogger Produktif, Me Time, dan BuahTangan Penuh Cinta Dari Julie's Peanut Butter Sandwich. Membagi waktu agar tetap menjadi blogger produktif dan tetap bisa me time bersama Julie's Peanut Butter Sandwich

    3 hal di atas sudah menjadi jawaban bagaimana caranya saya tetap produktif menulis blog. Saya agak jarang keluar rumah selain menjemput anak-anak sekolah dan ke pasar. Sebagai orang rumahan, saya memang lebih suka dunia yang sekarang. Berada di rumah, bersama keluarga, dan update blog. Saya lebih nyaman 'cerewet' di dunia maya. Tentunya cerewet dalam artian baik, yaitu menebar hal positif saja. Tetapi, kadang-kadang keluar rumah juga ada nikmatnya. Bisa menemukan suasana lain, sekaligus bertemu dengan teman-teman atau urusan kerjaan.

    Keluar rumah memang jadi salah satu me time buat saya. Tapi, sebetulnya ada me time yang paling asik yaitu bisa menikmati kopi atau teh sambil menikmati camilan di rumah. Gak usah lama-lama, deh.5-10 menit aja rasanya udah nikmat banget.


    Buah Tangan Penuh Cinta Dari Julie's Membuat Hati Bahagia


    Menjadi Blogger Produktif, Me Time, dan BuahTangan Penuh Cinta Dari Julie's Peanut Butter Sandwich. Membagi waktu agar tetap menjadi blogger produktif dan tetap bisa me time bersama Julie's Peanut Butter Sandwich
    Bagian dalam biskuit yang berongga membuat teksturnya menjadi renyah


    Sejak kehadirannya sekitar 3 tahun yang lalu di Indonesia, Julie's Peanut Butter Sandwich sudah langsung jadi camilan favorit kami sekeluarga. Biskuitnya renyah dengan peanut butter yang creamy dan lembut. Ada rasa gurih dan manis yang seimbang ketika menikmati biskuit ini.

    Nikmat banget menyantap snack ini dalam segala suasana. Saat ngeblog, me time, ataupun bersama keluarga. Menyantap Julie's Peanut Butter Sandwich ini dalam satu hari aja rasanya udah penuh cinta. Bikin hati jadi senang.

    Snack ini terbuat dari bahan-bahan yang terbaik. Rendah kalori pula, sehingga termasuk snack yang sehat. Dulu hanya ada di hypermarket, makanya kami hanya membeli saat belanja bulanan. Sekarang, di Indomaret pun udah ada. Yeaaayy! Bisa makin sering beli Julie's Peanut Butter Sandwich, nih. Kemasannya lebih kecil, 90 gram, tapi jadi bisa langsung dibawa buat bekal anak-anak sekolah tanpa harus dipindahkan ke tempat makan. Atau kalau saya ada kegiatan di luar rumah, juga tinggal masukin ke tas.


    Saat ini, Julie's Peanut Butter Sandwich juga sedang mengadakan kompetisi #BuahTanganPenuhCintaDari Julies. Ini lomba foto dengan tema "Julie's in Frame". Teman-teman bisa berpartisipasi di akun Facebook Fanpage (Julies Indonesia) atau Instagram (@julies.ind).

    Periode lomba berlangsung dari tanggal 19 Maret - 30 April 2018. Hadiahnya berupa:

    1. Juara 1: Mendapat 1 pcs Modena microwave senilai Rp 5.000.000 + Shopping voucher senilai Rp 1.000.000 dan product package
    2. Juara 2: Mendapat cooking set senilai 2.000.000 + Shopping voucher Rp 1.000.000 dan product package
    3. Hadiah hiburan untuk 10 pemenang berupa shopping voucher senilai @ Rp 250.000 dan product package

    Informasi selengkapnya tentang syarat dan ketentuanlomba ini bisa teman-teman lihat di bit.ly/BuahTanganPenuhCintaDariJulies

    Tertarik, dong, ikutan lombanya. Hadiahnya cetar, yakan! Ikutan, ya, mumpung masih ada waktu beberapa hari lagi.

    Friday, April 20, 2018

    Rencana Melanjutkan Perjalan Tertunda Ke Malang

    Rencana Melanjutkan Perjalan Tertunda Ke Malang

    Rencana Melanjutkan Perjalan Tertunda Ke Malang

    Rencana Melanjutkan Perjalan Tertunda Ke Malang - Kriiing!

    Handphone K’Aie berbunyi. Gak lama terdengar obrolannya dengan seseorang. Sebetulnya, Chi menguping dengan jelas pembicaraan mereka karena memang sedang duduk di samping K’Aie. Tapi, gak mau menduga-duga.

    Setelah selesai menelepon …

    K’Aie: “Bun, Ayah ditawarin jadi salah seorang narasumber di Malang.”
    Chi: “Kapan?”
    K’Aie: “Awal Desember gitu, lah. Sekitar tanggal 9-10 gitu.”
    Chi: “Jadi narasumber acara apa?”
    K’Aie: “Tentang pecinta alam, Bun. Ada acara tentang pecinta alam di Malang.”
    Chi: “Ikuuuuuttt!”

    Sebetulnya K’Aie lebih detil menjelaskan tentang acaranya. Tapi, Chi udah agak lupa. Cuma ingat kalau acaranya semacam seminar yang lumayan besar skalanya. Udah keburu antusias pengen ikut, jadi gak inget lagi sama acaranya.

    K’Aie gak keberatan Chi dan anak-anak ikut. Kalau kalender akademik berjalan sesuai jadwal, berarti anak-anak udah selesai UAS. Udah santai, dong, karena tinggal tunggu ambil raport.

    Rencananya Chi mau nambah sekitar 1-2 hari setelah acara selesai. Jatim Park, Museum Angkut, Batu Night Spectacular, dan lain sebagainya mulai terbayang di benak. Belum lagi segala kulinernya. Udah semangat, deh, buat browsing. Tinggal minta persetujuan K’Aie aja supaya mau cuti.

    K’Aie: “Bun, sekalian mendaki Semeru, yuk!”
    Chi: “Hah?”

    Eyaaampun! Belum juga Chi lontarkan rencana yang ada di kepala malah udah keduluan ma K’Aie. Spontan Chi cuma melongo dengan rencananya. Gak kebayang aja bakal naik gunung lagi dalam waktu dekat.

    Chi: “Lha, Ayah bukannya pengen ajak ke Merbabu? Kenapa tiba-tiba jadi Semeru, sih?”
    K’Aie: “Mumpung di Malang, Bun. Kan, dekat ma Semeru. Kalau ke Merbabu jauh lagi.”
    Chi: “Anak-anak gimana? Emang siap mendaki Semeru?”
    K’Aie: “Coba aja ditanya.”

    Errrgghhh … Sebetulnya Chi cuma basa-basi ketika nanya tentang anak-anak karena sebetulnya yang belum siap itu Chi sendiri hehehe. Buktinya ketika ditanya ke Keke dia semangat banget. Nai terserah aja. Kalau semua siap, dia juga ikut.

    Chi: “Berapa lama bakal mendaki?”
    K’Aie: “Semingguan, lah.”
    Chi: “Berarti pulang dari mendaki, Keke langsung masuk mess racing school? Apa gak kecapekan?”
    K’Aie: “Mudah-mudahan enggak, lah. Yag penting kondisi badan tetap dijaga aja.”

    Duh! Buyar, deh, ini rencana jalan-jalan ke Malang. Padahal urusan perjalanan dan menginap selama di Malang aja belum selesai bahasannya udah rencana ke Semeru segala.

    K’Aie cerita kalau segala akomodasi udah ditanggung ma panitia. Pokoknya urusan tiket perjalanan dan penginapan beres. Tapi, K’Aie gak tau perjalanannya nanti naik apa. Kemungkinan antara naik kereta atau pesawat. K’Aie juga belum tau bakal menginap di mana.

    Chi mengusulkan supaya Chi dan anak-anak dibarengin aja. Tapi, kami bayar tiket dan penginapan sendiri. K’Aie malah mengusulkan cara lain. Katanya mendingan cari sendiri. Siapa tau penginapannya gak cocok buat Chi dan anak-anak. K’Aie juga menyarankan kami untuk naik pesawat aja supaya Chi gak ribet jalan bertiga.

    Chi pun mulai mencari berbagai pilihan penginapan dan tiket pesawat. Agak ribet sebetulnya karena carinya terpisah-pisah. Bandingin satu dengan yang lain. Ugh! Coba bisa paketan gitu, kan, enak jadinya.

     
    Rencana Melanjutkan Perjalan Tertunda Ke Malang

    Ternyata ada paket pesawat hotel Traveloka. Chi coba cek harga paketan ini, diskonnya bisa sampai 20% tanpa kode promo apapun, lho! Seneng banget, deh, Chi sama paketan kayak gini. Udah gak ribet pilihnya, dapat diskon pula.

    Singkat cerita, kami batal ke Malang. Pada saat itu terjadi berbagai kejadian alam di Indonesia seperti banjir di Pacitan, erupsi gunung Agung, dan sebagainya. Panitia dan juga peserta banyak yang terjun menjadi tim SAR. Sehingga untuk sementara waktu acara ditunda.

    Penundaan acara bukan berarti menghilangkan keinginan untuk ke Malang. Chi masih ingin jalan-jalan di Malang. Museum Angkut, Omah Kayu, Jatim Park, Batu Night Spectacular, dan lain sebagainya sudah terbayang-bayang. Kalau setelah itu K’aie mau lanjut ngajak mendaki, ya, terserah aja. Yang penting tetap jalan-jalan ke Malang.

    Terakhir kami ke Malang juga cuma makan sore di Toko Oen aja karena akhirnya malah menginap di Blitar. Belum kesampaian juga menginap di Malang sekeluarga, nih!

    Kalau suatu saat bisa ke Malang, bakal pilih paket Traveloka, deh. Mudah dan hemat waktu. Irit pula karena ada diskon, jadi sisa uangnya bisa buat yang lain seperti kulineran. Pembayarannya juga memudahkan karena tersedia berbagai metode pembayaran.

    Oke, mulai menyusun rencana lagi, deh. Selain Museum Angkut, Omah Kayu, Jatim Park, Batu Night Spectacular, wisata apa lagi yang asik di Malang? Ceritain, ya!

    Thursday, April 19, 2018

    Masa Puber Bikin Baper

    Masa Puber Bikin Baper

    puber, remaja, masa puber

    Masa Puber Bikin Baper - Nai: "Ima lagi kesel sama Nina (bukan nama sebenarnya)!"
    Bunda: "Kesel kenapa? Adek berantem?"
    Nai: "Enggak, sih! Tapi, dianya marah-marah terus. Gitu, deh, kalau lagi mens!"

    Dialog di atas atas adalah kejadian sekitar 1 tahun yang lalu. Saat Nai masih kelas 5. Chi senyum-senyum mendengar ceritanya. Hingga saat ini, Nai belum haid. Tapi, beberapa temannya ada yang sudah haid. Jadi, sepertinya dari situ dia tau kalau perempuan sedang haid emosinya cenderung tinggi.

    Chi sendiri haid sejak kelas 5 SD. Entah kapan Nai akan mendapatkan haid pertama. Tetapi, kalau melihat dari pertumbuhan fisiknya sepertinya mulai memasuki masa puber. Dan, ternyata masa puber Nai ini bikin Chi sering jadi baper.

    Sekitar 3 tahun yang lalu, ketika Keke lagi puber, Nai yang sedih. Saat itu, Keke cenderung jadi pendiam dan menyendiri. Kadang-kadang ada ketusnya. Makanya Nai jadi sedih karena sehari-hari, kan, main bersama. Nai sampai sering menangis karena menganggap kakaknya udah gak mau main lagi ma dia.

    Dulu, Chi suka menegur Keke supaya jangan begitu ke adeknya. Tapi, Keke cuek aja. Teguran Chi kayak gak didengerin ma dia. Nai juga susah dibujukin. Chi ajak ke berbagai tempat bermain, dia gak mau kalau gak sama Keke. Sedangkan Keke gak mau diajak jalan-jalan. Jadi seperti dapat masalah ganda pada saat itu.

    Dulu, Chi belum paham kalau yang terjadi saat itu adalah proses masa puber. Sekarang, Keke udah biasa lagi. Udah usil, ceria, dan bermain lagi ma adeknya. Udah suka curhat dan manja lagi ke ayah bundanya. Pokoknya udah kayak Keke yang selama ini kami kenal. Bedanya suara dan fisiknya udah ada perubahan aja. Udah mulai remaja.

    Sekarang Nai mulai memasuki fase yang sama...

    Persis seperti apa yang pernah terjadi sama Keke. Sekarang Nai jadi suka menyendiri dan pendiam. Chi tau, mungkin dia sedang memasuki masa puber. Tapi, Chi jadinya baper karena merasa kehilangan.

    Kangen dengan celotehan Nai yang ceplas-ceplos. Dengan ekspresi wajahnya yang selalu bikin ketawa. Dan yang bikin Chi baper lagi, berarti udah gak punya anak kecil di rumah. Hiks!

    Ada satu lagi perubahan Nai. Saat ini, dia lagi sebel banget sama anak kecil. Dia suka kelihatan sebel kalau Chi lagi main sama keponakan yang masih kecil. Jangan pula coba-coba bilang mau punya adek lagi, bisa marah dia sambil bilang, "Anak kecil itu annoying!"

    Cukup mengagetkan ketika Nai bilang begitu. Tapi, Chi coba memaklumi kalau Nai seperti itu mungkin karena lagi puber. Sebelumnya Nai gak begitu, tapi tetap Chi nasehati supaya jangan kebablasan. Ya, sama kayak waktu Keke lagi puber. Menjadi pendiam, tapi suka ketus juga kalau diajak ngobrol.

    Salah satu moment yang bikin Chi sedih adalah saat jalan berdua ma Nai, akhir Maret lalu. Sebelumnya Chi udah beberapa kali jalan berdua sama anak. Apalagi sama Nai. Nge-date kayak gini, tuh, banyak manfaatnya.


    Masa puber memang bikin baper. Satu lagi fase yang dilalui oleh anak dna bikin orang tua menjadi baper.

    Nah, Chi pikir bisa ajak Nai ngobrol dari hati ke hati saat kami lagi makan siang di The People's Cafe. Chi pikir, Nai akan menjadi ceria seperti biasa. Ternyata usaha Chi gagal. Nai tetap aja asik dengan hapenya. Kalau ditanya agak ketus jawabannya. Dia seperti gak tertarik ngobrol ma Chi. Ugh! Sedih banget saat itu. Seriusan kalau gak inget malu, rasanya Chi pengen nangis saat itu juga. 😢

    Dia baru terlihat tersenyum saat kami beli cheese cake. Ketika Chi singgung tentang passion baking-nya dan bilang akan mendukung semaksimal mungkin, matanya terlihat berbinar-binar. Mulai ada sedikit tanggapan tentang topik baking.

    Chi: "Yah, tadi waktu di GI, Bunda sedih banget. Bunda pikir Nai bakal lebih banyak bicara kalau lagi jalan berdua. Setidaknya dia bisa lebih curhat kenapa sekarang jadi pendiam. Eh, ternyata enggak. Bahkan ketika Bunda singgung tentang hal ini, dia tetap aja cuek."
    K'Aie: "Sabar, Bun. Memang lagi masanya."
    Chi: "Iya, sih. Tapi, tetap aja Bunda sedih. Nah, waktu beli cheese cake, baru kelihatan tersenyum. Pas Bunda ajak ngobrol tentang baking juga kelihatan lumayan ceria. Apa anak yang lagi puber juga mulai pilih-pilih topik pembicaraan, ya?"
    Ayah: "Mungkin begitu."

    Tentang topik pembicaraan, Nai juga sepertinya gak bermasalah dengan Keke. Kalau sama kakaknya, Nai tetap ceria. Mereka berdua tetap aja suka becanda. Rame banget, deh, kalau mereka udah becanda. Sedihnya giliran sama bundanya, Nai jadi pendiam. Padahal perasaan Chi udah berusaha jadi orang tua yang seperti teman. Dalam artian gak mau selalu menggurui. Makanya Chi jadi suka cemburu dengan kebersamaan Nai dan kakaknya.

    Ke ayahnya pun Nai juga sama. Jadi pendiam juga. Tapi, karena Chi yang di rumah jadi paling merasakan perubahan Nai. Makanya jadi paling baper. Pokoknya Chi jadi sering nangis akhir-akhir ini. Apalagi kalau Chi juga lagi PMS, bapernya makin menjadi. Kalau K'Aie paling cuma bilang sabar mungkin lagi masanya.

    Akhir-akhir ini agak lumayan. Tiba-tiba dia memperlihatkan ekspresi lucunya atau nyeletuk apa gitu bikin Chi jadi ngakak. Ada kalanya kami di dapur bareng bikin camilan atau minuman. Seperti hari Minggu lalu kami bikin dragon fruit smoothie bareng.

    Contoh lainnya kayak foto yang paling atas itu. Dia pakai sweater kakaknya, trus mukanya ditutupin pakai boneka Winnie The Pooh. Dia joget-joget di mobil sambil ketawa. Difoto pun gak keberatan asalkan mukanya tetap ditutup boneka. Tadi pun saat di mobil dengan ceria cerita tentang kegiatannya seharian itu di sekolah. Tapi, bisa saja dalam seketika moodnya berubah lagi. Mood swing banget, deh.

    Tidak hanya baper, tapi juga bikin khawatir. Seingat Chi, Keke mulai masuk fase ini saat kelas 5 SD. Setahun kemudian, dia sudah kembali seperti sedia kala. Sehingga saat menghadapi UN, emosi Keke udah cukup stabil. Sedangkan Nai justru baru masuk fase ini saat kelas 6.

    Seharusnya saat ini dia fokus untuk Ujian Nasional. Tapi, karena lagi mood swing, pengaruh banget ke kegiatan belajarnya termasuk nilai-nilainya. Dari dulu Nai selalu tekun belajar. Nilai-nilainya juga bagus terus. Sekarang nilainya turun naik udah kayak roller coaster saking sering berubah-ubah. Kadang-kadang bagus banget, kadang-kadang jelek banget. Nai sebetulnya mengerti dengan pelajarannya, tapi saat ada latihan atau ulangan hasilnya jadi sering gak terduga. Tergantung mood pada saat itu.

    Wali kelas juga sempat bingung dengan perubahan Nai. Apalagi kalau lihat prestasi akademisnya selama ini, gak pernah seperti itu. Bahkan ketika pernah Nai dapat nilai jelek di salah satu mata pelajaran, wali kelasnya sampai berkali-kali tanya ke guru yang mengajar. Yakali aja gurunya salah memberi nilai. Sampai ditanya berkali-kali karena Nai memang gak pernah dapat nilai jelek selama ini.

    Nai juga sangat pendiam di sekolah sampai wali kelasnya berpikir jangan-jangan dia gak suka ma wali kelasnya. Lebih sering terlihat menyendiri. Tapi, masih terlihat aktif bertanya kalau ada pelajaran yang gak dimengerti. Chi lalu menjelaskan sekaligus berdiskusi dengan wali kelas kalau kemungkinan saat ini Nai memang sedang puber. Keke juga dulu begitu. Dan Chi juga berdiskusi dengan wali kelas Keke saat itu.

    Mungkin berikutnya Chi akan menulis tips bagaimana menghadapi anak yang sedang puber. Harapan Chi sekarang, semoga saat UN yang tinggal menghitung hari lagi, mood Nai sedang baik. Dari evaluasi belakangan ini memang kelihatan banget mood bisa sangat berpengaruh. Sama semoga Chi bisa lebih berkurang bapernya 😂

    Tapi, setiap saat ada aja momen baper orang tua terhadap anak. Contohnya ketika menyapih. Gak cuma berat untuk anak, tetapi buat bundanya juga. Rasanya seperti ada satu masa bonding yang (terpaksa) harus dilepas. Udah pernah sukses menyapih saat anak pertama, gak menjamin bakal cuek saat menyapih anak kedua. Tetap aja ada masa bapernya, meskipun udah melakukan dengan cinta alias weaning with love. 😁

    Masa puber memang bikin baper. Ya udahlah nikmatin aja. Biasanya cuma sementara, kok. Mungkin akan ada lagi masa baper lainnya. Ketika anak lulus sekolah, anak dapat kerja, anak menikah, dll. Kejauhan, ya, mikirnya? Hihihi. Enggak juga, sih. 😂