Sunday, June 28, 2015

5 Alasan Menginginkan SHARP AQUOS Crystal - Smartphone Frameless dengan Semangat Tanpa Batas

5 Alasan Menginginkan SHARP AQUOS Crystal - Smartphone Frameless dengan Semangat Tanpa Batas

Chi: “Dapet undangan dari SHARP, Yah.”
K’Aie: “Di mana? Dalam rangka apa?”
Chi: “Di Mall Kota Kasablanka, tanggal 28 Mei. SHARP mau launching produk smartphone. Perasaan, ini pertama kalinya SHARP bikin smartphone, ya? Gak pernah denger sebelumnya.”
K’Aie: “Iya, kayaknya yang pertama.”


sharp aquos
Nih, bukti kalau kami memilih SHARP AQUOS untuk tv :D


Chi penasaran dengan produk smartphone SHARP ini. Sebagus apa kualitasnya? Karena kalau dari brandnya sendiri, sih, udah familiar. Bahkan Chi suka dengan produk tv-nya. Bisa dibilang, gak bisa pindah ke lain hati untuk produk tv-nya. Spesifikasi boleh sama, tapi kualitas yang membedakan.

Nah, yang menjadi pertanyaan adalah pasar smartphone saat ini rasanya semakin banjir aja. Beberapa brand sudah meluncurkan produk handphone terbaru 2015. Kalau dulu, Chi mungkin bisa hapal brand ponsel yang beredar di Indonesia. Tapi kalau sekarang? Wah, nyerah deh! Kira-kira, smartphone SHARP bisa bersaing gak, ya? Atau recommended lah buat kita miliki.


sharp aquos crystal, smartphone android, handphone terbaru 2015

Acara dibuka oleh sambutan dari Fumihiro Irie, President Director PT SHARP Electronics Indonesia. Kemudian dilanjutkan oleh Junichi Iwaki, Unit Deputy General Manager, Personal Communication Systems unit 3, Communication System Division, SHARP Corporation Japan, yang menjelaskan tentang produk yang akan diluncurkan tersebut.

Setelah itu baru deh ‘gong’nya, yaitu peluncuran smartphone SHARP AQUOS Crystal dengan Brand Ambassador, Ully Triani. Kemudian dilanjut dengan booth touring. Di sinilah, para awak media dan blogger dipersilakan mencoba smartphone tersebut.


5 Alasan Menginginkan SHARP AQUOS Crystal


Ini 5 alasan kenapa Chi pengen punya smartphone android dari Sharp Aquos Crystal.


1. Seru-seruan dengan layar frameless

Hasil foto dengan menggunakan kamera belakang


Frameless menjadi salah satu keunggulan dari smartphone SHARP AQUOS Crystal. Lihat aja foto diatas nyaris terlihat tanpa bingkai, kan? Memaksimalkan hasil ‘tangkapan’ kamera kalau mau ambil gambar. Udah gitu kayak tembus pandang kalau kita mau motret karena nyaris gak ada framenya. Bayangkan aja seperti kita memandang ke depan dari balik kaca. Untungnya ada fitur Framing Advisor yang membantu kita banget untuk menentukan komposisi objek yang akan difoto.

Dengan layar frameless, memotret objek seperti melihat dari balik kaca.


Untuk kamera belakang resolusinya 8MP sedangkan kamera depan itu 1,2 MP. Biasa aja, ya? Karena sekarang pun udah mulai banyak kamera HP yang diatas 8MP untuk kamera belakang.

Eit! Tapi nanti dulu. Seperti yang Chi bilang diawal, spesifikasi boleh sama, tapi kualitas yang berbicara. Ketika Chi coba, untuk kamera 8MP itu hasilnya terlihat jernih banget. Sejernih kristal, sesuai dengan namanya – AQUOS Crystal. Bahkan untuk kamera depan yang ‘cuma’ 1,2MP, hasilnya di kamera tetap terlihat jernih.

Kekurangan dari kamera depan smartphone ini, tuh kameranya ada di bawah. Kalau mau selfie, ada 2 pilihan cara, yaitu melirik ke bawah (ke lensa kamera) atau smartphonenya dibalik, biar lensa kamera di posisi atas. Awalnya sih emang rada kagok. Cuma, Chi pikir ini tentang kebiasaan aja, sih. Lama-lama juga gak bakal kagok. Lagian yang penting itu kan hasil fotonya itu bagus atau enggak.

Udah gitu layar Sharp Aquos Crystal kan kualitas HD. Coba aja bandingkan tv yang udah kualitas HD dengan yang belum. Lebih bening mana? Pasti yang HD, lah. Selain itu, Chi memang pernah denger kalau SHARP ini memang salah satu rajanya layar untuk barang elektronik. Jadi kalau memang hasilnya terlihat jernih, bisa jadi karena keunggulan dari layar SHARP yang memang udah gak usah diragukan.


Ada pengalaman berharga yang bikin speechless, sayangnya pas kesana kameranya rada error. Jadi, foto-fotonya kurang maksimal. Kalau dikasih kesempatan seperti ini lagi, trus pake kamera dengan fitur Night Shot dari SHARP AQUOS Crystal, hasil fotonya bakal keren banget kayaknya


Selain itu, untuk kamera juga dilengkapi dengan fitur Night Shot yang membuat gambar tetap terlihat jelas di malam hari. Shutter Detect, cocok buat gerakan spontan tanpa khawatir hasilnya akan blur. Trus ada juga fitur Sequential Shot.

Chi itu kalau lagi mau foto kadang suka mikir, enaknya pake mode apa, ya? Kadang Chi suka pengen hasilnya yang rada beda gitu, lho. Seringkali jadinya untuk satu objek, Chi ambil beberapa kali jepretan dengan gonta-ganti mode. Jadinya rada makan waktu, sih. Tapi dengan fitur Sequential Shot, cukup tekan tombol sekali langsung deh bisa ambil beberapa gambar dari beberapa mode sekaligus, misalnya portrait, scenery, text, sephia, fisheye, miniature, panorama, dan lain sebagainya. Praktis banget, ya!

Sayangnya di acara launching tersebut Chi gak sempet nyobain ketiga fitur itu, uy! Gak mungkin juga cobain fitur night shot di mall yang terang benderang. Untuk shutter detect juga bagusnya dicobain pas lagi jalan-jalan sama anak-anak kali, yaaa. Karena anak-anak kan biasanya gak mau diam. Begitu juga dengan sequential shot. Lagian banyak juga yang hadir di acara launching. Jadi gak terlalu lama nyoba smartphonenya. Kira-kira kapan ya Chi bisa cobain ini smatphone sampe puas? *modus hehehe*


Lihat foto ini di akun twitter @sharpmobileusa, hahaha lucu ajah! Ya, ini salah satu seru-seruan ala SHARP AQUOS Crystal dengan layar frameless-nya :D


2. Kualitas HD yang bikin hemat baterai

Ketika sesi tanya-jawab, ada yang bertanya kenapa sekarang SHARP merambah ke pasar smartphone?

Junichi Iwaki menjelaskan kalau sebelum merambah ke pasar smartphone, SHARP sudah lebih dulu memproduksi layar LCD dengan kualitas HD untuk televisi. Bahkan bisa dibilang pada zaman dulu kalau ingat televisi itu adalah SHARP dan SHARP adalah televisi. Itu karena saking identik dan dikenalnya SHARP dengan produk tv-nya di masyarakat.

Teknologi LCD dengan kualitas HD itu selain bikin tampilan layar terlihat lebih bening, juga hemat daya. Gak perlu deh sering-sering ngecharge. Asiiikk, hemat listrik! Bahkan katanya, dengan teknologi tersebut plus baterai 2040 mAh Li-Ion, bisa tahan bicara sekitar 13 jam-an.


3. Bebas posisi apapun ketika menelpon

Chi: “Mbak, kalau mau denger ring tonenya dimana, ya? Saya mau denger suaranya, enak didenger apa cempreng.”

Mbak yang berseragam biru-putih itu pun dengan ramah membantu Chi. Ketika salah satu lagu di ring tone tersebut diaktifkan, Chi mulai mencari letak speakernya untuk ditempelkan di kuping. Maklum aja, mall kan rame :D

Mbak X : “Ini seluruh permukaan layarnyanya menghasilkan suara, Mbak. Jadi bisa denger dari mana aja.”

Wuiihhh, asik! Kadang kalau lagi di tempat rame, Chi suka semakin ngedeketin suara ke speaker biar lebih jelas kedengeran sama orang yang sedang bicara dengan Chi. Tapi, SHARP AQUOS Crystal ini punya fitur Direct Wave Receiver jadi Chi bisa nelpon dengan posisi apapun.

Keke dan Nai juga kalau nelpon senengnya pake loud speaker. Padahal kalau kata Chi, pake loud speaker itu bikin suara yang keterima jadi agak lebih kecil volumenya. Tapi kalau ada fitur ini kayaknya nelpon dengan loud speaker pun, volume yang keterima bisa lebih jelas, ya. Selain itu, fitur ini juga membuat mendengarkan musik atau video semakin lebih asyik karena suara yang keluar lebih jelas.


Sambil mendengarkan kualitas suara yang keluar, sekalian aja Chi perhatikan sizenya. Dengan size 131 x 67 x 10 mm dan berat 141 gr, menurut Chi sih smartphone ini masih nyaman untuk digenggam. Walopun tipis, tapi jangan ragu dengan kualitasnya. Sudah diuji coba terlebih dahulu sebelum diluncurkan ke pasaran


4. Screen shot jadi lebih mudah

SHARP AQUOS Crystal punya fitur Keep Now. Cukup dengan sekali tarikan atau sentuhan ringan, gambar yang pilih langsung ke screenshoots beserta URL gambar tersebut dan disimpan di folder keep now. Kabar gembira nih buat Chi yang hobi ngumpulin screenshoots. Kalau ada gambar atau berita yang layak disimpan, Chi suka screenshoots biar sewaktu-waktu bisa Chi baca lagi walopun tanpa pakai koneksi internet.


5. Rahasianya itu di otak

Setelah kejadian handphone hilang beberapa minggu lalu, Chi mencari handphone dengan spesifikasi kamera yang bisa diandalkan. Hobi jeprat-jepret hehehe. Bahkan untuk makan pun di suka foto dulu makanannya. Untuk foto-foto, Chi gak selalu mengandalkan kamera handphone. Sering juga pakai kamera digital karena resolusi kamera digital yang Chi punya lebih tinggi dari hp Chi (yang udah hilang itu).

Cuma, ya gitu, deh. Kadang masih suka ada rasa risih aja kalau mau motret pake kamera. Pengennya langsung pake hp. Selain itu gak praktis juga kalau motret pake kamera. Gak bisa langsung upload. Makanya, Chi tuh fokus ke resolusi kamera smartphone ketika mencari hp pengganti.

Tapi, kata K’Aie cari juga yang RAMnya lumayan besar. Minimal 1GB, lah. Syukur-syukur kalau bisa 2GB. Karena Chi kan lumayan aktif di dunia maya. Gak cuma RAM aja, sih. Pokoknya cari smartphone yang ‘otaknya’ pintar. Trus, kalau spesifkasi handphone terbaru SHARP AQUOS Crystal ini, sesuai dengan yang Chi mau gak, ya?

SHARP AQUOS Crystal dengan basis Android 4.4.2 (KitKat) ini memiliki RAM sebesar 1,5GB. Prosesornya itu MSM8926, Snapdragon™ Qualcomm®, 1.2GHz CPU Quad-core. Prosesor Snapdragon™ kan katanya memang paling pas untuk smartphone dengan teknologi tinggi. Sederhananya, smartphone dengan prosesor Snapdragon™ itu bisa bekerja secara multitasking dengan baik. Nah! Pas banget kan buat ibu-ibu yang umumnya memang multitasking :D

Trus sekarang juga zamannya koneksi internet 4G LTE. Chi pernah baca, kalau internet dengan konektivitas 4G LTE itu kecepatannya bisa sampe 10 kali lipat 3G. Bakalan say goodbye sama koneksi yang jalannya kayak siput kayaknya, ya :D

Sebentar lagi Ramadhan trus hari Idul Fitri. Langsung teringat THR, nih! Siapa tau bisa punya Hp Android SHARP AQUOS Crystal. Apalagi hari raya itu biasanya banyak momen bagus yang saying banget kalau gak diabadikan dalam bentuk foto. Kayaknya harus #semangattanpabatas untuk terus berusaha punya smarthone ini :)


Harga smartphone SHARP AQUOS Crystal


Harga handphone terbaru dari SHARP ini dibandrol Rp3.999.000,00. Sepadan banget lah dengan kualitasnya. Selama masa promosi (kurang lebih 3 bulan ke depan), smartphone ini juga dijual dengan paket bundling XL. Keuntungannya kita dapat free 3G starter pack hingga 600 MB per bulan selama 1 tahun. Udah beli…. beliii… *#semangattanpabatas ngomporin diri sendiri :p*

Ngomong-ngomong tentang #semangattanpabatas, lagi ada lomba blog SHARP AQUOS Crystal, nih. Hadiahnya jalan-jalan jelajah Bali tanpa batas. Woohoo! Ayo, tunjukkan #semangattanpabatas teman-teman! Info lebih lanjut silakan lihat di www.semangattanpabatas.com

 

Saturday, June 27, 2015

Harus Tau Supaya Gak Mudah Dibohongi

Harus Tau Supaya Gak Mudah Dibohongi

"Harus jadi orang kaya kalau apa-apa harus selalu manggil teknisi atau tukang. Tapi, jadi orang kaya pun juga sebaiknya punya kemampuan untuk memperbaiki macem-macem. Minimal tau, lah. Tujuannya supaya gak dibohongin sama teknisi atau tukang." K'Aie -

Pernah ada cerita, udah lama sih kejadiannya, waktu itu kami ingin upgrade paket tv kabel menjadi paket HD. Setelah teknisi datang ke rumah untuk mengganti kabel, gak taunya hasil tayangannya kok gak bagus. Kadang-kadang kayak nonton film bajakan gitu kualitasnya. Teknisi berdalih kalau TVnya mungkin yang bermasalah. Chi yang waktu itu sendirian (ada Keke dan Nai juga, sih) dan gak ngerti apapun, cuma ngangguk-ngangguk aja mendengar penjelasan teknisi tersebut.

Begitu K'Aie pulang kantor, Chi jelasin kenapa kualitas tayangannya gak bagus. K'Aie gak langsung percaya. Dia langsung cabut kabel HDMI yang biasa menghubungkan tv dengan PS3. Dipindahin ke dekoder dan tv. Hasilnya tayangannya jernih seperti kualitas HD. Berarti teknisi tersebut memberikan kabel HDMI yang gak bagus ke Chi. Rada menggerutu juga, sih setelah tau. Tapi, Chi gak melakukan komplen apapun. Maleeeess karena udah terlanjur kesel.

Selang beberapa bulan kemudian, kami pun kembali mengupgrade paket tv kabel lagi untuk tv yang lain. Upgrade ke paket HD juga. Kejadian kembali terulang, tayangannya terlihat jelek. Lagi-lagi teknisi kembali menyalahkan televisi kami yang katanya gak bagus kualitasnya.
Adik: "Ini tv baru beli kemarin, lho, Mas. Masa' udah dibilang jelek?"

TVnya memang benar-benar baru beli. Lagipula adik Chi udah diceritain sebelumnya tentang kejadian upgrade yang pertama. Jadi agak waspada. Tapi teknisinya tetap berusaha menyalahkan televisinya. Ya, karena teknisinya ngotot adik Chi pun izin pinjem kabel konektor HDMI yang ada di kamar Chi untuk ngetes. Dan, hasilnya jernih! Berarti, lagi-lagi kami dikasih kabel dengan kualitas yang buruk.

Setelah bisa dibuktikan kalau bukan TVnya yang bermasalah, teknisi tersebut kembali ke mobil dinasnya untuk mengambil kabel pengganti. Kali ini dia memberikan kabel dengan kualitas yang bagus. Kabel yang memang seharusnya pelanggan dapatkan.

Kalau inget kejadian tersebut, Chi suka inget quote K'Aie itu. Beberapa kali K'Aie berpesan seperti itu kepada istri dan anak-anaknya. Memang bener juga, sih. Kadang kalau kita gak tau jadi mudah dibohongin. Eits, di sini Chi gak menjelekkan profesi teknisi, ya. Karena banyak juga teknisi yang kerjanya cakap. Cuma memang ada beberapa yang mengecewakan. Makanya, penting bagi kita untuk tau walopun kita bukan ahlinya.

Ya, gak mungkin juga kita menjadi orang yang serba tau. Tapi gak ada salahnya terus mencari tau. Biar bisa meminimalisir resiko 'tertipu' kayak gitu. Apalagi sekarang zamannya internet. Seharusnya kita bisa tau lebih banyak. Walopun memang banyak juga berita hoax. Ya bisa-bisanya kita saring, lah. Banyak tanya-tanya juga ke yang lebih tau.

Kalau misalnya di rumah ada barang-barang yang rusak dan gak tau gimana memperbaikinya, K'Aie biasanya cari tau lewat internet dulu. Coba-coba perbaiki sendiri. Kalau gak bisa baru panggil teknisi. Chi kadang suka gregetan, sih. Bawaannya pengen langsung panggil teknisi ajah hahaha. Tapi, emang bener juga kalau sebaiknya kita juga tau dulu. Kalaupun akhirnya manggil teknisi, kita sedikitnya udah tau masalahnya.

Keke dan Nai juga terus diajarin seperti itu. Jangan cuma bisa main game aja kalau udah berhubungan sama internet. Dipakai juga untuk cari ilmu. Sesekali diajak untuk bantuin ngutak-atik juga. Ya, biar mereka sedikit-sedikit mengerti, lah. Biar gak cuma bisa pakai aja, syukur-syukur biar gak mudah dibohongi. Semoga, ya :)

Friday, June 26, 2015

Ngabuburitnya Main Board Game Aja, Yuk!

Ngabuburitnya Main Board Game Aja, Yuk!

Ngabuburitnya main board game aja, yuk! - Keke dan Nai libur sekolahnya lumayan panjang kali ini karena libur kenaikan kelas, puasa, dan lebaran dijadikan satu. Untuk Ramadhan kali ini mereka sama sekali tidak ada kegiatan sekolah. Full liburnya.

Keke dan Nai sebetulnya sempet mengeluh. Kata mereka kalau lagi puasa itu lebih enak di sekolah. Gak berasa puasanya. Sampe rumah udah agak sore, tinggal istirahat sejenak, gak lama kemudian udah buka puasa. Emang iya, sih, dulu waktu masih sekolah juga kayaknya Chi lebih suka berpuasa di sekolah. Tapi kalau sekarang lebih suka berpuasa di rumah hehehe

Supaya anak-anak gak kelamaan suntuknya, pastinya Chi harus puter otak supaya anak-anak tetep happy. Dari mulai memasak masakan sesuai request mereka setiap hari *kalau puasa, Chi masaknya jadi tiap hari hehehe*, sampe mikir kegiatan apa yang asik buat mereka. Karena ternyata mereka gak betah-betah amat tuh main gadget seharian.

Main board game bisa jadi salah satu alternatif kegiatan selama bulan puasa. Paling gak saat waktunya ngabuburit, lah. Main board game itu selalu seru karena berasa kebersamaannya. Asalkan jangan ada yang pake marah-marah. Dibawa asik aja. Kalah seneng, menang pun seneng. Udah gitu gak bikin cape fisik juga. Jadi anak-anak gak akan kehausan selama main board game.

Di bawah ini, beberapa board game yang sering kami mainkan di rumah


Monopoli


board game, ngabuburit

Money game yang bagus buat anak-anak. Mengajarkan mereka tentang bertransaksi, dan lain-lain. Teteuuuppp kalau main ini, K'Aie masih selalu yang jadi pemenangnya. Cuma malesnya main monopoli itu kalau udah saatnya ngeberesin. Banyak printilannya hihihi.


Uno


board game, ngabuburit

Pada dasarnya, board game adalah permainan yang memerlukan papan. Tapi ada juga yang bilang kalau UNO itu juga termasuk board game. Ya, udah Chi ikut pendapatan yang bilang kalau UNO juga board game, deh.

UNO juga paling sering dimainin. Kalau lagi kumpul sama keluarga besar, lumayan sering juga main UNO. Kami punya beberapa permainan UNO. Gak cuma yang sekedar kartu aja. Tapi yang bangun-bangun block juga ada (UNO Stacko). Memang sih UNO ini banyak macamnya dan semuanya seru buat dimainin


Ular Tangga


Ular Tangga termasuk board yang paling mudah untuk dimainin, termasuk sama anak-anak kecil sekalipun. Bahkan untuk anak-anak kecil bisa sekalian belajar berhitung juga, lho


Kartu Remi


Ini sih sama kayak UNO, ya. Main kartu tapi tanpa board. Biasanya paling sering itu main kucingan. Deg-degan jangan sampe dapet kucing hehehhe.

Sekarang ini, board game makin banyak macamnya. Gak cuma 4 permainan yang Chi tulis di atas. Keke dan Nai juga pernah main boar game lain. Selalu seru semuanya. Ngabuburit, ngumpul keluarga, dan lain-lain memang asik banget kalau sambil main board game.

Temen-temen suka main board game apa?

Thursday, June 25, 2015

Sudah Cek Buku Sekolah Anak?

Sudah Cek Buku Sekolah Anak?

Sudah Cek Buku Sekolah Anak? - Tahun ajaran 2014/2015 sudah berakhir. Tahun ajaran baru ada yang sudah mulai, lalu libur lagi sekitar 2 minggu kemudian. Atau ada yang bablas liburnya kayak sekolah Keke dan Nai. Tapi yang pasti tahun ajaran baru berarti buku sekolah baru. Sudah cek buku sekolah anak?

Kalau untuk urusan buku sekolah, Keke dan Nai sih gak pake ribet karena semua udah disediain sama sekolah. Kami tinggal bayar sejumlah uang aja per tahun dengan nominal buku paket yang sudah ditentukan. Abis itu tau beres, deh. Biasanya seminggu sebelum masuk tahun ajaran baru, buku seklah secara bertahap mulai dibagikan

Ngomong-ngomong tentang buku sekolah, suka ngecek bukunya, gak? Seperti yang kita, sekarang ini suka ada aja buku pelajaran sekolah yang isinya dianggap ngaco. Ketika di share ke social media, berita akan heboh karena viral banget. Mulai deh tuh pro-kontra bermunculan. Biasanya begitu, sih.

Alhamdulillah, sejauh ini buku sekolah Keke dan Nai termasuk yang aman isinya. Tapi sebelum heboh beberapa kasus kayak gitu pun Chi selalu baca dulu isi buku pelajaran anak-anak. Ini sih kebiasaan aja awalnya. Suka beli buku cerita buat Keke dan Nai. Sebelum dikasih ke mereka, Chi harus cek dulu isinya. Nah, buku pelajaran sekolah pun begitu.


buku sekolah

Tapi kalau buku pelajaran sekolah, tujuan awalnya itu supaya Chi bisa belajar duluan. Gak lucu dong kalau setiap kali ditanya sama anak trus jawabannya gak tau melulu. Atau zaman sekarang nyuruh anak tanya Google ajah sebagai pengalihan kalau kita sebetulnya gak tau hehehe. Sesekali sih gak apa-apa, tapi kalau keseringan bisa-bisa diprotes sama Keke dan Nai. Masa' bundanya gak tau melulu :D

Kalau udah tau apa yang materi pelajarannya, akan membantu Chi untuk bikin strategi belajar anak-anak. *Haiyaaahhh, gaya banget ya pake strategi segala :p* Nah, apalagi dengan adanya kejadian isi buku sekolah yang dianggap ngaco. Membaca isi bukunya terlebih dahulu itu makin penting. Buat Chi kalau sampe ada buku pelajaran sekolah yang ngaco, gak mutlak cuma kesalahan penerbit hingga sekolah aja. Sebagai orang tua, kita juga harus tau. Jangan sampai tunggu ribut-ribut dulu, baru kita tau.

Karena Keke sekarang kelas 6, kayaknya Chi mau cari-cari buku sekolah tambahan, deh. Mau cari buku kumpulan soal supaya dia bisa banyak latihan. Buat persiapan UN nanti *etapi denger-denger sekarang istilahnya udah ganti, ya?* Sekarang Chi lagi mulai cari-cari info untuk buku kumpulan soal SD yang bagus. Kalau udah dapet, Chi baca-baca dulu baru setelahnya kasih ke Keke.

Wednesday, June 24, 2015

Anak Mencoret-coret Tembok, Boleh Atau Tidak?

Anak Mencoret-coret Tembok, Boleh Atau Tidak?

anak mencoret-coret tembok, stationery
Tembok yang penuh dengan coretan itu udah di cat lagi. Eh, dicoret-coret lagi. Pake warna yang glow in the dark. Jadi kalau lampu dimatikan, tulisa nama Keke dan Naima akan terang :D


Anak Mencoret-coret Tembok, Boleh atau Tidak? - Mamah Chi beberapa kali cerita, waktu kami kecil salah satu kegemarannya adalah mencorat-coret. Segala dicoret oleh anak-anak Mamah. Tembok, lemari, kursi, dan lain sebagainya. Kayaknya gak ada satupun yang lolos dari coretan tangan-tangan mungil Chi dan adik-adik. Chi udah gak inget kegiatan coret-coretnya, tapi kalau lihat foto masa kecil memang tembok, kursi, dan lain sebagainya itu penuh dengan coretan. Perbuatan siapa lagi kalau bukan Chi dan adik-adik yang melakukan? Hehehe..

Ketika Keke dan Nai balita, mereka pun punya kegemaran yang sama. Kayaknya memang anak kecil dimana-mana senang mencoret-coret, ya. Asal ketemu alat tulis, langsung deh pengennya coret-coret. Mau diumpetin alat tulisnya, tapi coret-coret itu kan katanya bagian dari melatih motorik. Bahkan memegang alat tulis pun harus latihan. Giliran dikasih, rasanya mereka gak puas kalau cuma mencoret di kertas saja.

Chi dan K'Aie pun akhirnya membolehkan mereka mencoret-coret tembok. Bukan bermaksud ngajarin anak gak bener. Tapi, kami pikir, anak-anak itu rasa ingin tahunya sedang tinggi-tingginya. Ketika mereka sudah merasakan bagaimana menulis di kertas, mungkin kemudian mereka penasaran bagaimana menulis di tembok atau media lainnya. Lagipula kami yakin belum tentu bikin mereka kebablasan. Buktinya, dulu Chi sering mencoret-coret tembok, setelah besar udah ngerti kalau gak sembarang tempat bisa buat coret-coret.
 
Kami pun mengizinkan mereka menulis di tembok, lemari, dan lain-lain. Tapi dengan 1 syarat yaitu hanya dilakukan di kamar. Jadi, silakan mereka puas-puasin mencoret-coret apapun, asalkan hanya dilakukan di kamar. Tentu aja harus diawasi. Ketika mereka terlihat mulai ingin coret-coret di ruang lain, kami akan arahkan untuk masuk kamar. Kecuali saat K'Aie ngajak anak-anak main engklek. Itu lantai garasi sengaja dicoret-coret pake spidol wkwkkw. Ya, beginilah kalau rumah gak punya halaman bermain yang memadai. Yang penting anak-anak hepiii dan ngerti permainan tradisional. Lantai yang abis dicoret-coret kan bisa dihapus lagi.

Kalau anak-anak tetep ingin mencoret-coret di ruangan lain, biasanya Chi akan tanya alasannya. Biasanya mereka cuma bilang pengen gambar di tembok. Kalau udah gitu, arahin lagi ke kamar sambil kasih penjelasan. Karena kan sama aja. Sama-sama coret-coret di tembok. Biasanya kalau udah dikasih penjelasan mereka mengerti.


anak mencoret-coret tembok, stationery
Bikin dulu sketsanya pake pensil :D


Awalnya, kami melapisi tembok kamar dengan kertas karton, gak cuma nyediain stationery aja. Maksudnya sih supaya tembok tetep bersih. Kalau kartonnya udah penuh dikedua sisi, kami tinggal ganti. Tapi lama-lama kok malas juga, ya hehehe. Selanjutnya kami biarin aja mereka bebas coret-coret di kamar. Kalau udah penuh tinggal di cat.

Ada beberapa manfaat yang bisa kami rasakan dengan kegiatan mencoret-coret ini, yaitu:


  1. Anak merasa senang karena keinginan dan rasa ingin tahunya terpenuhi. Mereka jadi tau kalau mencoret-coret di berbagai media memiliki rasa yang berbeda satu dengan lainnya.
  2. Memberi kebebasan berekspresi. Bisa kelihatan juga apa mereka lagi senang atau kesal pas coret-coret temboknya
  3. Mereka tetap belajar disiplin karena tetap diberi peraturan hanya boleh coret-coret di kamar
  4. Mereka belajar calistung juga salah satunya dengan cara mencoret-coret tembok, lho. Dan mungkin karena mereka senang, jadi nangkepnya cukup cepat
  5. Menambah keakraban diantara kami

K'Aie: "Kayaknya Ayah udah ngajarin gak bener, nih. Malah ngajakin kalian coret-coret tembok."
Nai: "Enggak, yaaahh.. Ayah bener, kok. Ini kan Ayah lagi ngajari Ima dan Keke supaya jadi anak kreatif."

Wkwkkw itu dialog saat Nai lagi asik coret-coret tembok sama ayahnya. Nai bisa aja bilang kalau coret-coret tembok bisa bikin dia jadi kreatif :D

Bagaimana dengan teman-teman? Bolehkah kalau anak-anak mencoret-coret tembok? Siapkan stationerynya buat yang membolehkan. Cobain yang glow in the dark kayak yang dipake Keke dan Nai hehehe


anak mencoret-coret tembok, stationery
Kegiatan ayah dan anak yang asik :D

Monday, June 22, 2015

3K Kunci Keberhasilan Pola Asuh - Bagian 2

3K Kunci Keberhasilan Pola Asuh - Bagian 2

Kita lanjut ke tulisan 3K Kunci Keberhasilan Pola Asuh Bagian 2, ya. Yang bagian pertama udah Chi tulis bulan April lalu :D


Konsisten


Konsisten adalah 3K yang kedua. Chi percaya kalau konsisten ini merupakan bagian dari suksesnya sebuah pola asuh. Karena dalam hal pola asuh itu gak ada yang instan. Semua butuh proses yang kadang bisa panjang. Tapi bisa juga memakan waktu cuma sedikit.

Anak menolak makan bayam? Jangan langsung dijudge kalau dia gak suka bayam. Bisa jadi karena lidahnya belum terbiasa. Butuh dibiasakan secara perlahan. Kadang juga butuh kreativitras dari ibu supaya anaknya mau makan bayam. Contohnya Keke dan Nai juga dulu selalu menolak untuk makan baya. Chi coba hancurin bayakmnya, tetep aja gak mau makan. Padahal perasaan sih bayam sayur bayam yang Chi masak itu enak. Akhirnya, Chi coba bikin perkedel bayam. Bayam diblender lalu dicampur ke bahan perkedel. Dan. mereka akhirnya mau makan bayam. Kalau sekarang sih udah gak perlu dibikin perkedel lagi. Cukup di sayur bening aja, mereka udah lahap makan bayamnya.

Walopun yakin kalau konsisten adalah salah satu kunci kesuksesan parenting, tapi prakteknya Chi gak selalu konsisten juga. Banyak keadaan dan alasan penyebab gak konsisten. Salah satunya karena Chi suka kumat malasnya *ups! :p* Diawal menerapkan konsisten, gak jarang terjadi berbagai drama. Anak-anak suka protes. Tapi, kalau memang itu demi kebaikan mereka, kita pun harus tegas.
Salah satu contoh lain tidak konsisten adalah saat liburan panjang kayak gini. Keke dan Nai terbiasa tidur sebelum pukul 9 malam. Kalau mereka belum ada tanda-tanda mau tidur, biasanya Chi mulai sering mengingatkan. Termasuk mematikan lampu, off semua gadget, matikan televisi, dan lain sebagainya. Tapi, kalau lagi libur, Keke dan Nai udah tau kalau orang tuanya sedikit memberikan kebebasan untuk waktu tidur. Bolehlah tidur sampe pukul 10 malam. Atau lebih-lebih sedikit masih bisa ditoleransi.

Kalau cuma saat weekend aja (malam minggu) memang gak akan berdampak apa-apa. Tapi kalau liburan panjang begini, biasanya imbasnya itu di hari pertama masuk sekolah. Bakalan susah banget dibangunin karena mereka udah mulai terbiasa tidur larut malam. Butuh proses lagi supaya mereka mulai tertib tidur tidak larut malam.

Emang sih idealnya itu walopun lagi libur, mereka tetep disiplin untuk tidur tidak terlalu larut malam. Tapi, kami pikir, gak apa-apalah untuk sikon tertentu kami sedikit melonggarkan aturan. Walopun ke depannya akan ada imbasnya. Tapi, kami berusaha fleksibel juga. Tergantung situasi dan kondisi

Bagaimana dengan teman-teman? Ada cerita seru tentang menerapkan konsisten ke anak-anak? :)

Baca juga tulisan sebelumnya, ya:


  1. 3K Kunci Keberhasilan Pola Asuh Bagian 1

Wednesday, June 17, 2015

Inovasi Dapur Philips - Memasak Dalam Waktu 45 Menit, Dapat Apa Saja?

Inovasi Dapur Philips - Memasak Dalam Waktu 45 Menit, Dapat Apa Saja?

Inovasi dapur philips, perlengkapan dapur philips

Inovasi Dapur Philips - Memasak Dalam Waktu 45 Menit, Dapat Apa Saja? - Nasi briyani, kue cubit, bakpao quick steam, dan jeruk coco, untuk membuat keempat hidangan tersebut hanya memerlukan 45 menit saja. Percaya? Mungkin kalau Chi gak melihat dengan mata kepala sendiri atau belum mendengar bagaimana prosesnya, belum tentu langsung percaya. Tapi, hari Senin (15/06) lalu di ballroom Thamrin Nine, Jakarta, Chi melihat langsung bagaimana chef Yuda Bustara membuat 4 hidangan tersebut hanya membutuhkan waktu 45 menit.

Sebelum demo masak dimulai, MC cantik Novita Angie membuka acara dan diawali dengan sambutan dari Erik Van Houten, Head of Marketing Consumer Lifestyle Philips Indonesia. Ramadhan sudah di depan mata. Sudah menjadi tugas ibu untuk selalu berusaha memberikan hidangan yang terbaik untuk keluarga. Masakan rumahan tentunya menjadi pilihan terbaik.

Masalahnya kadang menyiapkan makan rumahan itu suka berasa ribet. Apalagi kalau harus bervariasi, udah males duluan rasanya. Karena pasti makan waktu banget. Terutama untuk urban dimana waktu rasanya sangat diperhitungkan. Kecil kemungkinan bisa berlama-lama di dapur.

Gak cuma kaum urban aja, sih. Ketika Ramadhan tiba pun memasak harus lebih dipertimbangkan lagi waktunya. Gak pengen dong kalau sampe kesiangan bangun trus gak ada masakan sama sekali. Atau males juga berlama-lama di dapur saat bulan puasa, ya. Trus, gimana caranya supaya kita bisa menyajikan beranekan masakan sehat tanpa berlama-lama di dapur. Ada caranya, yaitu dengan 3P.


Jangan Abaikan 3P (Perencanaan, Persiapan, dan Proses)


Ketika Chi melihat Chef Yuda memasak memang terlihat kalau beberapa produk Philips sangat membantu mempersingkat waktu memasak. Tapi, ketika akan memasak jangan abaikan 3P, yaitu Planning (Perencanaan), Preparation (Persiapan), dan Process (Proses). Apa sih yang mau dimasak? Apa aja bahan-bahannya, dan bagaimana prosesnya?

3P ini juga bisa merupakan tip memasak sehat. Seperti yang banyak orang ketahui, menyantap masakan rumahan gak cuma lebih irit tapi juga lebih sehat. Tapi, tentu aja kita harus ketahui caranya lebih dahulu supaya masakan yang kita masak bisa membuat kita sehat.

Apalagi bulan Ramadhan yang namanya menu harus benar-benar diperhatikan. Selain untuk menjaga supaya tubuh tetap sehat selama bulan puasa. Menu yang bervariasi dan lezat juga bisa bikin sahur dan buka puasanya semangat, terutama untuk Keke dan Nai. Nai itu seneng banget menyambut bulan Ramadhan, katanya kalau puasa makanannya banyak yang enak-enak hehehe.

Tapi menyediakan makanan yang enak dengan cara beli di luar terus kan bikin jebol kantong. Kebersihannya juga belum tentu terjamin. Trus bahan bakunya juga gak tau pasti. Makanya, Chi harus berpikir bagaimana caranya supaya bisa terus menyajikan menu yang enak juga sehat, dengan bikin sendiri. Tapi tetep dong pengennya gak pake ribet. Makanya butuh 3P yang baik.


Berbagai peralatan memasak untuk tiap kelompok


Demo Masak Bersama Chef Yuda Bustara


Seperti yang Chi tulis diatas, Chef Yuda akan menghidangkan keempat masakan tersebut dalam waktu 45 menit. Supaya bisa masak dalam waktu yang singkat seperti itu, apa saja yang harus dilakukan?


Electric Pressure Cooker untuk Nasi Briyani

Menggunakan 2 produk Philips, yaitu:

  1. Philips Hand Blender - Advanced Collection
  2. Philip Electric Pressure Cooker HD2136/65

Alat pertama yang chef Yuda pakai adalah Philips Pressure Cooker untuk memasak nasi briyani. Membuat nasi briyani untuk yang gak biasa masaknya akan terasa sulit. Selain kaya akan rempah, daging kambing sebagai salah satu bahan baku utama nasi briyani juga bisa berasa kurang empuk kalau gak bisa mengolahnya. Gak cuma dagingnya, untuk membuat nasi briyani juga disarankan menggunakan beras basmati. tingkat kesulitannya adalah bagaimana caranya agar tekstus nasi terasa enak dinikmati. Tidak keras atau tidak menjadi bubur. Tentunya semuanya itu dibutuhkan takaran beras dan air yang tepat.

Ribet banget, ya? Ah, untungnya ada Philips Electric Pressure Cooker

    Foto milik web philips.co.id


    Langkah pertama yang dilakukan adalah menghaluskan aneka rempah menggunakan Philips Hand Blender (3 siung bawang putih, cabe hijau keriting sesuai selera, 1 sdt kapulaga, 1 sdm garam masala, 1 sdt jintan, dan minyak goreng secukupnya). *Asik nih, ngulek udah gak pake pegel lagi. Dalam sekejap bumbu pun halus karena mata pisau Philips Hand Blender ini sangat tajam*

    Langkah kedua adalah memotong kotak-kotak 250 gr daging kambing dan menumis bawang bombay yang telah diiris tipis secukupnya (kurang lebih 25 gr). Lalu nyalakan Philips Pressure Cooker, pilih tombol bake untuk menumis.

    Langkah ketiga, beri minyak goreng secukupnya untuk menumis, masukkan bumbu halus dan bawang bombay tumis. Tumis hingga harum lalu masukkan daging kambing, aduk sebentar hingga berubah warna. Masukkan 1 buah tomat yang telah dicincang kasar, 1 sdm makan plain yoghurt, daun ketumbar, daun mint, bawang merah goreng, serta garam dan merica secukupnya. Untuk daun ketumbar dan daun mint, sebelum dimasukkan harus disobek-sobek dulu *kalau kerajinan dan pengen rapi dipotong-potong juga gak apa-apa hehe*

    Langkah keempat adalah mencuci beras basmasti. Setelah bersih, masukkan beras ke dalam tumisan. Ukurannya adalah 1 gelas air mineral beras basmati + 1,5 gelas air bersih. Setelah beras dimasukkan tutup rapat Philips Pressure Cooker. Pilih tombol rice lalu start. Akan langsung ada timer otomatis, sehingga kita gak perlu mengira-ngira lagi berapa lama masakan akan matang. Gak perlu khawatir daging kambingnya masih keras. Karena proses memasak yang menggunakan teknik pressure akan melembutkan daging.

    Untuk memasak nasi briyani, waktunya adalah 15 menit. Dan selama proses 15 menit itu, kita tidak boleh membuka tutup presure cooker. Biarkan alatnya memproses masakan yang sedang kita buat. Setelah 15 menit, keluarkan tekanannya baru buka tutupnya. Iyeeess, nasi briyani pun matang sempurna. Dagingnya juga lembut.

    Philips Electric Pressure Cooker dengan daya listrik 980 watt dan dibandrol dengan harga sekitar Rp1,85 juta (lihat di Bhineka) ini memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah


    1. Perawatannya mudah, tidak mudah lengket
    2. Kalau mau awet, jangan ambil masakan di dalam electric pressure cooker dengan benda berbahan logam biar gak rusak lapisannya.
    3. Preset timer selama 24 jam - misalnya kita sudah siapkan bahannya dari malam, trus kita setting waktunya supaya otomatis memasak untuk sahur bisa dilakukan untuk produk ini
    4. Ada berbagai masam pilihan menu, jadi gak cuma untuk masak nasi aja.
    5. Backup memory ketika ada kendala di listrik, misalnya mendadak padam listrik, masakan gak akan mulai dari awal.


      Philips Food Steamer untuk Bakpao Quick Steam

      inovasi dapur philips, philips food steamer, perlengkapan dapur philips
      Lihat di Bhineka harganya sekitar Rp761.000,00 dan daya listrik 900 watt


      Sambil menunggu nasi briyani matang, Chef Yuda membuat bapao quick steamer. Jangan bayangkan bentuk bapao yang seperti dijual di tukang bapao, ya. Bentuknya gak secantik itu. Tapi kata chef Yudha, yang penting kan rasanya. *iya juga, sih hehe*

      Sebelum di steam, seluruh bahan (kecuali isi) dicampur dengan menggunakan Philips Food Processor. Simple, gak perlu diuleni. Kemudian Philips food steamer digunakan untuk membuat bapao. Produknya terdiri dari 2 tingkat. Yang paling atas dipakai untuk mengukus bapao. Jangan lupa dikasih alas kertas dulu untuk setiap bapao yang dikukus, ya. Tingkat paling bawah untuk mengukus ayam dan jamur yang keduanya telah diiris tipis.

      Cara menggunakan Philips Food Steamer ini gak sulit. Sebelum dinyalakan isi dulu airnya hingga batas maksimum. Lalu susun tingkatannya dan tutup rapat. Atur timernya sesuai dengan gambar yang ada di produk tersebut.

      Kelebihan lain dari Philips Food Steamer ini adalah adanya flavour booster. Semacam wadah khusus yang ada di bawah level untuk mengukus. Kita bisa masukkan rempah apapun yang diinginkan supaya masakan yang kita kukus wangi rempah tersebut. Lalu ada wadah khusus untuk menampung sari-sari masakan. Sehingga sari-sari masakannya bisa kita olah lagi, misalnya menjadi soup atau dikentalkan untuk dijadikan saus. Setelah bapao matang, dikeluarkan sejenak supaya tekstur jadi agak padat. Setelah itu baru kita potong dan kasih isiannya.


      Bagian yang bulat untuk menaruh rempah-rempah atau bahan lainnya seusi dengan wangi yang kita inginkan. Yang datarnya untuk menampung sari-sari makanan.


      Philips Sandwich Maker untuk Kue Cubit

      Kue cubit emang lagi ngetrend banget, nih! Uniknya, waktu itu chef Yuda bikinnya pake sandwich maker. Jadi bentuk kue cubitnya segitiga gitu, mirip sandwich. Kalau misalnya kita kebanyakan masukin adonan di cetakan, nanti akan memotong sendiri. Jadi, hasil kue cubitnya tetep cantik. Chi cobain rasa kue cubitnya itu enak. Krekes... krekes... alias garing dibagian luarnya. Trus, dibagian dalamnya kita bebas kasih toping. Terserah kita topingnya, bisa meses, kitkat, atau apapun.

      Setelah selesai dipakai, sandwich maker ini cukup dilap aja dengan tissue. Langsung bersih. Jangan sampe dicuci ya alatnya. Bisa rusak nanti.


      Philips Hand Blender untuk Jeruk Coco

      3 buah jeruk mandarin diperas terlebih dahulu. Dan (lagi-lagi) kita gak perlu pake tenaga. Cukup pake Philips Citrus Press dan biarkan alatnya yang memeras jeruknya. Masukkan air jeruk peras dan buah peach kalengan ke wadah Philips Hand Blender. Haluskan tapi jangan sampai terlalu halus. Kalau buah peach susah dicari, bisa diganti dengan mangga.

      Isi gelas dengan es batu, tuang buah yang telah diblender. Masukkan nata de coco. Bila kurang manis, bisa ditambahkan madu. Lalu beri garnish biar cantik. Segaaarr :)

      Nah, ngomong-ngomong tentang Philips Hand Blender memang bisa digunakan macem-mace. Dari mulai menghaluskan bumbu hingga membuat aneka minuman. Pekerjaan yang tadinya membutuhkan tenaga cukup besar seperti mengulek bisa dengan mudah dilakukan oleh hand blender ini. Apalalagi Chi kan paling sebel kalau disuruh ngulek. Kayaknya bakal sering pake ini alat hehehe. Daya listriknya 750 watt. Ya, cukuplah buat di rumah :)


      Ramadhan Cooking Challenge


      Keempat masakan tadi diselesaikan oleh chef Yuda dalam waktu 45 menit *tanpa grabak-grubuk*. Setelahnya, kami para undangan ditantang untuk memasak masakan yang sama dengan waktu yang sama pula. Tentu saja kami gak masak sendiri, tapi dilakukan secara berkelompok. Ada sekitar 12 kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 8 orang.

      Kata chef Yuda kalau dilakukan secara berkelompok harusnya bisa lebih cepat dari 45 menit. Bisa iya, bisa enggak, sih sebetulnya. Karena balik lagi ke 3P, yaitu planning, preparation, and process. Banyak yang masak juga kalau grupnya gak kompak malah jadinya berantakan. Atau malah jangan-jangan keasikan becanda karena saking kompaknya hehehe.

      Alhamdulillah Chi dapet kelompok yang anggotanya kompak semua. Dengan sigap kami langsung bagi-bagi tugas. Gak tumpang tindih dan berebutan. Hidup kelompok 5! Ada Mak Oline, Mak Dwina, Mak Annisa, Mak Sally, Mak Orin, Bang Tigor, dan Bowo. Dan, kelompok kami dapat juara kedua. Yippiiee!! Lepas sudah ketegangan saat memasak, ya. Hehehe

      Chi bener-bener dapet berkah ramadhan dari Philips, nih. Pulang dari acara tersebut, bawa 2 hadiah. Philips Hand Blender, hadiah juara 2 lomba masak. Dan, Philips Food Steamer, hadiah best tweet pict. Alhamdulillah. Terima kasih banyak Philips untuk acara dan hadiahnya :)


      inovasi dapur philips, philips food steamer, philips hand blender, perlengkapan dapur philips
      Terima kasih banyak, Philips :)


      Sampe rumah, hadiahnya langsung Chi kasih ke Nai karena dia kan lagi seneng bereksperimen masakan terutama masakan manis. Anggap aja hadiah karena Nai ranking 1 di sekolah. Nai seneng banget. Bisa makin semangat aja nanti dia di dapur.

      K'Aie: "Gak dapet sandwich maker, Bun?"

      Aduuuuhh ini K'Aie dan Nai emang sukanya ngemil, sih. Kalau Chi malah berharap banget bisa punya Philips pressure cooker karena lebih suka masak makanan utama. Kan, jadi lebih simpel kalau harus masak sop buntut, sop iga, atau ayam presto. *Yaaahhh... Beliin, dooong! Hadiah lebaran, ya ;)*


      Ini salah satu hasil masakan Nai. Pancake yang dihias jadi kayak icon instagram. Semoga kalau peralatan masaknya semakin lengkap, Nai juga jadi tambah semangat belajar masaknya. Kita masak bareng ya, Nak. Kita fun cooking bareng. Apalagi berbagai produk inovasi dapur Philips ini aman dan mudah dipakai anak-anak :)


      Untuk ramadhan kali ini, bagaimana rencana inovasi dapur, teman-teman? Bisa dong memasak aneka masakan dalam waktu singkat? :)


      Philips Indonesia


      Website:  http://www.philips.co.id/c-m-ho/food-preparation
      Fanpage FB: Philips Home Living ID
      Twitter: @Philips_ID

      Friday, June 12, 2015

      Taekwondo Tournament

      Taekwondo Tournament


      Akhir Mei lalu (23 Maret 2015) Keke dan beberapa orang temannya terpilih untuk membawa nama sekolah ke taekwondo tournament yang dilaksanakan di gedung POPKI, Cibubur. Selain pengalaman pertama Keke, ini juga pengalaman sekolah Keke dan Nai mengirim beberapa siswanya yang ikut ekskul taekwondo untuk ikut pertandingan.

      Beranikah Keke ikut pertandingan? Sabamnya pernah bilang kalau ke Chi kalau teknik Taekwondo Keke itu termasuk yang terbaik tapi sayangnya dia sering terlihat ragu kalau fight. Terlalu berhati-hati.

      Chi sih sebetulnya gak heran dengan penjelasan sabam. Keke itu tipe yang mengamati keadaan dulu, kalau orang umumnya bilang 'telat panas'. Udah cukup sering Chi tulis di blog ini kalau Keke itu setiap kali menghadapi orang atau suasana baru, cenderung terihat seperti menarik diri. Kayak yang pemalu atau setengah hati, padahal dia sebetulnya lagi mengamati. Nanti kalau udah kenal suasananya biasanya di baru mau mulai berbaur. Tapi, walopun Chi udah hapal sama karakter Keke yang ini, tetep aja Chi berusaha ajak dia ngobrol.

      Bunda: "Sabam pernah bilang ke Bunda kalau Keke suka terlihat ragu ketika fight akibatnya selalu kalah, padahal sabam bilang kalau Keke teknik taekwondonya termasuk terbaik. Keke takut?"Keke: "Enggak."
      Bunda: "Oya udah kalau memang gak takut, Pokoknya Keke harus berusaha jangan kalah sebelum tanding, ya. Karena kalau udah ada rasa takut di hati, itu artinya udah kalah duluan."
      Keke: "Iya, Bun."

      Nai juga ikut taekwondo. Tapi, dia belum termasuk yang terpilih. Sepertinya seluruh anak kelas 3 memang belum ada satupun yang terpilih. Hanya saja kalau anaknya mau ikut dibolehkan sama sekolah. Asalkan bayar biaya pertandingan sendiri.

      Nai tadinya semangat mau ikut. Tapi, trus tanpa sebab dia mengundurkan diri. Udah dibujukin, tetep gak mau. Sabamnya agak menyayangkan keputusan Nai yang batal ikut. Padahal Nai juga termausk bagus tekniknya. Dan, dia berani untuk fight menurut sabamnya. Hehehe... Nai memang begitu. Kebalikan dari Keke. Buat Nai yang penting action dulu. Masing-masing ada plus minusnya lah dari sikap Keke dan Nai ini.


      Hari pertandingan pun tiba...


      Ini juga pertama kalinya Chi melihat langsung pertandingan taekwondo. Tadinya Chi pikir, pertandingan itu dibagi berdasarkan sabuk. Sabuk Keke itu hijau strip biru berarti lawan tandingnya juga dari sabuk yang sama. Ternyata gak begitu sistemnya. Pertandingan berdasarkan tinggi dan berat badan. Jadi begitu mereka yang tinggi dan berat badannya kurang lebih sama akan bertanding di kelas yang sama walopun beda sabuk. Nah, jadi kalau ada yang mau ikut pertandingan taekwondo, mengisi biodata untuk berat dan tinggi badan memang harus seakurat mungkin. Biar gak salah kelasnya nanti.

       
      Keke (protector biru) saat bertanding


      Setelah menunggu agak lama, Keke pun mulai turun ke arena. Hasilnya? Kalah telak hehehe. Menurut analisa sabam setelah Keke selesai bertanding sebetulnya di awal pertandingan kelihatan sama kuat. Tapi begitu lawannya berhasil meraih 1 poin, Keke kayak langsung hilang konsentrasi. Setelahnya dengan mudah lawannya mengalahkan Keke.

      Keke memang kalah telak, tapi bukan menjadi alasan untuk kecewa. Banyak pengalaman positif yang bisa diambil dari pertandingan tersebut. Apalagi yang namanya pengalaman itu kan guru yang terbaik. Jadi bukan tentang menang atau kalahnya.


      Melatih keberanian dan rasa percaya diri

      Walopun udah pakai berbagai protector, tetep aja mules membayangkan (kemungkinan) Keke bakal kena tendang di beberapa bagian tubuh, muka, atau kepalanya


      Sebetulnya, Chi juga ada sedikit rasa galau dan deg-degan melihat pertandingan. Apalagi kalau ada peserta yang ketendang sampe jatuh. Emang seru sih lihatnya. Tapi ngebayangin anak sendiri yang mungkin aja bakal kena tendangan di bagian tubuhnya bikin perut Chi langsung mules. Emang sih, pake body and head protector. Tapi muka kan gak pake pelindung apapun kecuali bagian gigi.

      Walopun begitu, Taekwondo bisa melatih keberanian dan rasa percaya diri. Memang bisa kelihatan mana yang berani dan terlalu berhati-hati. Yang berani pun bisa kelihatan mana yang pake teknik atau sekedar asal berani. Sabamnya menyarankan ke Keke untuk lebih berani fight lagi. Selain tekniknya terbaik, tinggi dan berat badan Keke juga proporsional, jadi tinggal asah keberaniannya untuk fight. Ya, semoga aja kalau Keke ada kesempatan bertanding lagi, dia udah mulai berani untuk fight. Kan, udah tau gimana suasananya.


      Melatih sportivitas

      Sebelum pertandingan setiap peserta saling memberi hormat. Begitu juga setelah selesai bertanding. Gak cuma memberi hormat ke sesama peserta, tapi juga ke wasit dan sabam lawannya. Ada 1 peserta, entah dari klub atau sekolah mana, yang setelah bertanding gak mau salaman dengan pihak lawan ketika dirinya kalah. Malah dia banting head protector yang dipakainya. Iiihh! Gak banget deh sikapnya. Untungnya cuma 1 orang yang Chi lihat kayak gitu.


      Melatih kebersamaan

      Keke (sabuk hijau-biru) bersama teman-temannya


      Tadinya, setelah selesai bertanding, Keke langsung ngajak pulang. Apalagi ada 1-2 temannya yang setelah bertanding, langsung pulang. Tapi, ayahnya melarang. Menurut ayahnya, berangkat bareng berarti pulangnya juga harus bareng. Apalagi ketika Keke bertanding, teman-temannya pada bersorak mendukungnya dan memberi semangat. Keke pun harus melakukan hal yang sama ketika teman-temannya bertanding. Di situ Keke belajar arti kebersamaan.


      Melatih hati

      Kalau menang jangan sombong, kalah jangan terpuruk. Sedih atau kecewa karena kalah sih boleh aja. Itu artinya masih jadi manusia yang normal. Tapi, jangan sampai berlebihan menyikapi kekalahan atau kemenangan. Di lapangan apapun bisa terjadi. Ada salah satu anak yang meraih emas, padahal kata sabam, diantara murid-muridnya ikut pertandingan saat itu, anak ini paling kurang tekniknya. Makanya cukup mengejutkan juga bisa menang.


      Melatih praktek bela diri

      Seminggu sebelum turnamen, sepulang latihan (masih pakai seragam taekwondo), kami mampir ke salah satu minimarket. Tau-tau ada seorang bapak yang nyamperin kami. Gak pake ba-bi-bu, dia langsung 'nembak' dengan bilang, "Bu, anak-anak pada ikut taekwondo, ya? Emang ibu gak takut suatu saat nanti dihajar sama anak? Atau ibu juga jago taekwondo."

      Chi gak nanggepin pertanyaannya. Keke terlihat kesal di wajahnya dan sedikit menggerutu kecil. Dia gak suka dengan pertanyaan bapak tersebut. Chi langsung kasih kode ke Keke untuk jangan ngeladenin.

      Taekwondo itu termasuk bela diri. Ketika kami meminta Keke dan Nai untuk ikut taekwondo itu tujuannya supaya mereka punya bekal untuk bela diri. Terlepas dari apakah nanti ilmunya itu akan dipakai atau enggak, setidaknya mereka sudah punya bekal. Selain itu taekwondo kan juga termasuk olahraga. Jadi gak ada kepikiran kalau suatu saat bakal dihajar anak. Kalau itu sih masalah attitude, bukan karena taekwondo.


      Menang atau kalah, semoga jadi pengalaman berharga buat Keke. Dan semoga ilmu taekwondonya juga bermanfaat ya, Nak :)


      Pertandingan yang Keke ikuti itu adalah pertandingan nasional. Gak cuma sekolah aja yang ikut, tapi juga klub. Dari mulai anak-anak hingga dewasa. Dari semua peserta, Chi paling suka sama tim dari Papua. Chi rasa banyak penonton juga paling menunggu kalau atlet-atlet Papua yang bertanding. Hampir di setiap kelas, mereka yang menang. Kalaupun kalah, mereka gak kalah dengan mudah. Seru banget lihat tim Papua bertanding. Mereka datang jauh dari Papua, pastinya peserta yang dikirim bener-bener best of the best yang mereka punya, ya.

      Untuk ukuran sekolah yang yang baru pertama kali ikut taekwondo tournament, alhamdulillah sekolah Keke meraih beberapa emas. Semoga turnamen berikutnya prestasinya lebih baik lagi. Semoga juga Nai mau ikut turnamen berikutnya dan Keke mulai berani fightnya. Aamiin


      Keke (paling kiri) dan teman-temannya.

      Wednesday, June 10, 2015

      Kenapa Harus Philips Steam Iron?

      Kenapa Harus Philips Steam Iron?

      philips steam iron, setrika uap philips

      Kenapa harus Philips Steam Iron - K'Aie: "Kalau gak sempet, gak usah nyetrika, lah. Baju hari-hari di lipat aja setelah kering. Baju bagus, kirim ke laundry."

      K'Aie emang suami idaman wkwkwkw *dilarang protes :p* Dia gak pernah maksa Chi untuk nyetrika. Tapi, bukan berarti akhirnya semua baju hari-hari gak disetrika, lho. Semua baju disetrika, kok. Tapi, ada si mbak cuci-setrika yang datang harian.

      Kebalikan dari K'Aie, buat mamah Chi semua pakaian itu harus disetrika. Kalau sampe ada baju gak disetrika, trus si mbak lagi gak dateng, biasanya mamah yang nyetrika. Kalau udah gitu, kan Chi suka gak enak hati. Makanya, suka jadi kucing-kucingan. Diem-diem pakaian Chi, K'Aie, dan anak-anak, Chi masukin kamar trus langsung lipet. Kenapa harus diem-diem karena kalau enggak, nanti bakal disetrikain sama mamah atau minimal diceramahin, lah wkwkwkwk.

      Biarpun begitu, kadang Chi juga masih nyetrika. Biasanya kalau lebaran nyetrika baju bagus yang kusut karena ditaro di tas. Gak asik kan mau silaturahmi tapi pake baju kusut. Begitu juga setelah lebaran biasanya laundry suka tutup, kalaupun ada yang buka kadang menunda pesanan karena saking banyaknya terima pelanggan. Kadang kalau lagi mood pengen menyendiri dan rajinnya keluar juga Chi nyetrika hehehehe. Tapi apapun alasannya, itu artinya Chi harus siap juga untuk menyetrika kalau memang dibutuhkan.



      Foto di atas adalah foto ruang setrika di rumah Chi, Ada di lantai paling atas cuma berdampingan sama ruang nyuci dan jemur. Kalau lagi pengen menyendiri, emang enak tuh diem di ruang setrikaan. Nyetrika sambil dengerin radio. Tapi, kalau anak-anak lagi ribet *sebentar-sebentar manggil*, nyetrika bisa bikin sewot. Bukan nyetrikanya, sih, tapi cape turun-naiknya hehehe. Makanya, beneran harus nunggu mood dan anak-anak jangan keseringan manggil dulu baru Chi nyetrika.


      Alasan Memilih Philips Steam Iron


      Berapa usia brand Philips saat ini? 124 tahun! Jadi gak heran, ya, kalau dari generasi kakek-nenek kita juga udah mengenal Philips. Tapi kenapa harus Philips Steam Iron? Apalagi menurut mbak Maria Simanjuntak, Marketing Manager - Philips Domestic Appliances, steam iron itu masih asing di Indonesia. Jadi, kenapa saat ini kita sebaiknya memilih Philips Steam Iron?

      Menurut sejarahnya, setrika itu sudah ada sejak beberapa abad silam dan terus melakukan inovasi. Begitu juga dengan Philips. Terus melakukan inovasi sehingga menjadi brand nomor 1 di dunia untuk produk garment care.


      Hemat Waktu

      philips steam iron, setrika, setrika uap

      Waktu Chi untuk menyetrika itu rata-rata 1-2 jam aja. Memang gak lama. Karena buat Chi yang penting ada stok baju rapi di lemari. Tapi kalau yang nyetrika itu ART, pastinya lebih lama, lah. Karena semua baju kering di jemuran harus disetrika. Biar gak numpuk.

      Dengan steam iron, kita bisa hemat waktu sampai 30%. Tapak setrika yang anti lengket juga mempercepat proses menyetrika. Penguapan membuat serat kain yang kusut jadi lemas dan pakaian cepat licin Ujung lancip setrikaan, memudahkan bila memerlukaan penyetrikaan di bagian yang sempit.

      Yang namanya hemat itu biasanya ibu-ibu paling seneng, deh. Gak cuma hemat belanja aja hehehe. Katakannya kita biasanya nyetrika sampe 3 jam, kalau hemat 30% berarti kita bisa potong waktu nyetrikanya sekitar 2 jam aja. Sisa 1 jam bisa dipakai untuk lainnya, misalnya bermain sama anak, memasak, menonton tv, internetan, dan lain-lain.


      Hemat Tenaga

      Masih ada, nih di rumah mamah mertua, walopun udah gak dipake lagi. Chi bersyukur gak pernah ngerasain pake setrika beginian. Pastinya gak cuma boros waktu, tapi juga bikin pegel tangan. Belum lagi ada resiko baranya bisa mengotori baju hehehe.


      Kalau udah hemat waktu, berarti ada tenaga juga yang dihemat. Tangan gak pegel karena kelamaan nyetrika. Etapi, Philips steam iron ini ringan, kok. Tapi ya daripada waktunya habis buat nyetrika, mending waktu hematnya dipake buat istirahat :D


      Hemat Biaya


      Ada 3 jenis Philips steam iron yang dilaunching. GC1418 (warna ungu), GC 1020 (warna hijau), GC 2960 (warna orange). Ketiganya sama-sama bisa bikin pakaian cepat licin. Tapi, yang paling the best memang tipe GC 2960 karena memiliki 5 lapis tapak dasar dan tekanan uap yang paling tinggi dibanding 2 tipe lainnya. Selain itu, GC2960 juga ada auto on/off. Kalau kita posisikan setrika itu berdiri, maka dalam waktu 8 menit setrika akan off. Sayangnya, wattnya juga besar. 2400 watt untuk tipe GC2960. *Waaa... gak bakal bisa kalau dipake di rumah Chi, nih!* Memang sih katanya setrika GC2960 lebih cocok buat industri garmen.

      Tapi, gak usah khawatir, lah. Untuk kita-kita yang ibu rumahan, bisa pilih GC1418. Cuma butuh daya listrik 400 watt saja (Kalau GC2960 dayanya 1800watt). 400 watt cukuplah buat rumah tangga. Kalau begini kan hemat biaya juga karena pemakaian lebih hemat waktu. Lagipula, hemat biaya juga karena gak perlu sering nge-laundry lagi.


      Praktis

      Steam iron memang masih asing bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. Tapi sebetulnya kita pun kalau menyetrika kadang-kadang suka menyemprotkan air supaya pakaian mudah disetrika. Daripada ribet pake 2 harus siapin botol segala, di Philips steam iron ini udah 2 in 1. Udah ada alat buat menyemprotnya di setrika ini.

      Untuk pakaian berbahan katun atau kaos memang gak masalah kalau kita pakai dry iron atau setrika yang selama ini biasa kita pakai. Tapi ada beberapa pakaian berbahan tertentu seperti sutra, selat alami, dan lain-lain itu sebaiknya menggunakan setrika uap (steam iron). Nah, baju-baju berbahan khusus ini yang selama ini Chi lebih memilih ke laundry.Tapi, kalau keseringan kan jadinya gak hemat biaya juga, ya. Makanya butuh juga steam iron.

      Seperti kata Ria Miranda, fashion designer dan juga founder dari Hijabers Community, memang penting banget untuk kita tau bagaimana cara merawat pakaian. Gak pengen juga kan umur pakaian jadi pendek karena kita gak tau bagaimana caranya merawat pakaian? Biasanya di bagian dalam pakaian itu ada label wash care. Label tentang bagaimana cara merawat pakaian dari mulai mencuci hingga menyerika. Sebaiknya kita memang patuh dengan wash care tersebut.


      Tau Cara Pakai, Tau Juga Cara Merawat


      philips steam iron, setrika, setrika uap

      Chi: "Ini setrikanya disimpen dulu aja kali, ya?"
      K'Aie: "Ganti aja setrika yang di atas. Biar si mbak nyetrika pakai setrika ini."
      Chi: "Gak, ah. Setrika yang di atas masih bagus. Lagian harus Chi dulu lah yang coba. Nanti kalau udah ngerti, baru kasih ke mbak. Karena kalau langsung dikasih, bisa asal nanti pakenya. Gamis Chi aja waktu itu bolong."

      Kadang setrika yang kita miliki sering rusak itu bukan karena produknya yang jelek. Tapi kitanya juga yang gak bisa memakai dengan benar dan melakukan perawatan pasca pemakaian. Itulah kenapa Chi gak mau langsung kasih Philips steam iron ini langsung ke si mbak. Harus Chi dulu yang ngerti, biar bisa ngajarin cara pakai yang benar.


      Pakai Air Minum

      Masukkan air ke dalam lubang tersebut


      Namanya juga steam iron, jadi membutuhkan air untuk penguapan. Sebaiknya memakai air yang bersih supaya tidak terjadi kerak dibagian dalam setrika. Disarankan sih air yang biasa kita minum. Sekali tuang ke dalam setrika itu sekitar 145ml, cukup untuk menyetrika sekitar 5 helai baju.

       

      Kosongkan Air di Dalam Setrika

      Setelah selesai menyetrika, air yang masih berada di dalam sebaiknya langsung dibuang. Setelah itu lap solplatenya hingga kering


      Perhatikan Alas Setrika

      Kalau mau solplate (tapak setrika) tetap mulus seperti ini, kita harus perhatikan alas setrikanya. Juga rajin mengeringkan alas setrika setiap kali selesai dipakai


      Jangan sampai ada paku atau logam lainnya di alas setrika sehingga mengakibatkan solplate setrika menjadi tergores.


      Gulung Kabel Setelah Selesai Menyetrika


      Chi pernah disarankan, kalau setelah setrika selesai digunakan itu jangan digulung karena gampang putus ujungnya. Tapi, saat launching malah disarankan untuk digulung dengan benar. Kalau Chi perhatiin ujungnya itu berbentuk bola yang gampang diputar. Jadi sepertinya memang didesain supaya tidak mudah putus


      Posisikan Dalam Keadaan Berdiri Setelah Pemakaian


      Tujuannya juga supaya solplate (tapak setrika) tidak cepat rusak.

      Yuk, ah nyetrika. Mumpung anak-anak lagi sekolah. Si mbak lagi gak dateng :)


      Philips


      Website: Pilips Steam Iron
      Fanpage: Philips Home Living ID
      Twitter: @Philips_ID