Saturday, June 16, 2018

Resep Nasi Goreng Kencur So Good Fish Nugget, Menu Praktis untuk Sahur

Resep Nasi Goreng Kencur So Good Fish Nugget, Menu Praktis untuk Sahur

Resep Nasi Goreng Kencur So Good Fish Nugget, Menu Praktis untuk Sahur


Mamah: "Di sana masih rame, Chi?"
Saya: "Lumayan. Masih rame."
Mamah: "Di sana masih banyak warga lama sih, ya. Kalau di sini udah sepi banget."

Rabu (13/6), kami sekeluarga datang ke rumah orang tua saya. Bukan menjelang hari raya pun komplek tempat orang tua saya tinggal cukup sepi. Kalaupun terlihat keramaian di sore hari, biasanya para asisten rumah tangga berkumpul di taman depan rumah. Atau di pagi hari, saat tukang sayur datang. Ya meskipun ada pasar modern gak begitu jauh dari komplek, tukang sayur yang lewat komplek tetap dicari.

Sampai 2 minggu yang lalu, kami sekeluarga juga masih tinggal di sana. Jadi saya sudah terbiasa dengan suasana sepi seperti itu. Menjelang mudik begini, di mana tukang sayur juga udah mudik, saya gak pusing. Sudah menyimpan beberapa varian makanan siap masak di kulkas.

Kemudian kami pindah rumah. Suasananya lumayan berbeda dengan yang sebelumnya. Di sini tetap ramai. Pagi hari sebelum berangkat ke rumah orang tua, saya belanja dulu ke pasar. Eyaampuuunn! Ramai banget! Bergerak aja cukup sulit.

Pasar tradisionalnya dekat dari rumah. Makanya saya gak pernah lama kalau ke pasar. Tapi di hari itu, hampir 1 jam saya pergi ke pasar. Padahal cuma mau belanja ketupat dan sayur sop. Memang luar biasa ramainya!

Huff! Untung sehari sebelumnya saya sudah stok beberapa varian So Good. Gak khawatir urusan menu berbuka dan sahur selama beberapa hari ke depan. Beberapa bahan makanan pun masih ada di kulkas.


Nasi Goreng Kencur Fish Nugget


Bahan-Bahan:

  • So Good Fish Nugget
  • 5-6 buah Cabai merah keriting
  • Kencur secukupnya
  • 1-2 siung bawang putih
  • 1 porsi nasi
  • Minyak goreng
  • Garam

Cara Membuat:

  1. Goreng So Good Fish Nugget. Tiriskan
  2. Ulek cabai merah keriting, bawang putih, dan kencur hingga halus
  3. Tumis bumbu halus hingga harum
  4. Tambahkan nasi. Aduk rata
  5. Taburkan garam. Koreksi rasa dan sajikan

 Catatan:

  • Banyaknya cabai dan kencur untuk 1 porsi nasi goreng sesuai selera masing-masing
  • Nasi yang enak buat nasi goreng adalah nasi yang pera. Kalau tidak ada nasi pera, maka nasi pulen bisa didinginkan terlebih dahulu baru diolah.
  • Supaya makin praktis, bumbu nasi goreng bisa dibuat agak banyak. Ditumis sebentar, setelah dingin kemudian dimasukkan ke kulkas. Saya tinggal mengambil secukupnya bila ingin membuat nasi goreng


Makin Lengkap dengan So Good Fish Nugget


Resep Nasi Goreng Kencur So Good Fish Nugget, Menu Praktis untuk Sahur

Ketika membuat nasi goreng kencur So Good Fish Nugget, yang terbayang oleh saya adalah pertanyaan dari Keke, "Kenapa gak pakai udang?" Kalau membuat menu ini memang saya seringnya menggunakan udang. Tetapi, untuk kembali ke pasar buat belanja udang, saya nyerah. deh! Gak tahan sama keramaian menjelang Idul Fitri.

Salah satu varian So Good yang ada di kulkas saat ini adalah fish nugget. Saya pikir pas deh buat menggantikan udang. Nah, untuk teman-teman yang belum tau, produk So Good memang tidak hanya sebatas ayam. Ikan dan udang pun ada. Makanya saya suka dengan berbagai produk So Good karena pilihan protein hewaninya lebih beragam.

Alasan lain mengapa memilih produk So Good adalah

  1. Berlogo Halal MUI
  2. Rasanya lezat
  3. Kemasannya rapi
  4. Kualitas terjamin
  5. Penyajiannya praktis

So Good Fish Nugget, rasanya gak kalah lezat dengan chicken nugget. Dagingnya tebal dan teksturnya lembut. Buat variasi selain ayam, fish nugget dari So Good ini memang harus dicoba!

Menu nasi goreng memang gak ada matinya alias gak pernah bikin bosan. Saat sahur, menyantap nasi goreng juga tetap nikmat. Malah Keke dan Nai juga suka bila sahur menunya nasi goreng. Saya juga senang melihat anak-anak menikmati sahur dengan semangat.

Continue Reading
14 comments
Share:

Wednesday, June 13, 2018

Menyimpan Kenangan Terindah dengan Cetak Foto di ID Photobook

Menyimpan Kenangan Terindah dengan Cetak Foto di ID Photobook

Menyimpan Kenangan Terindah dengan Cetak Foto di ID Photobook



Sejak dulu, Chi suka memotret. Dari zaman masih pakai roll film, Chi termasuk yang lumayan sering memotret. Seneng aja gitu melihat berbagai kenangan yang tercetak menjadi berbagai lembaran foto.

Ketika mulai masuk era digital, Chi semakin senang karena bisa semakin puas memotret dengan biaya yang jauh lebih irit. Gak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk beli roll film dan cuci cetak foto. Apalagi saat itu, Chi baru aja punya anak. Wah makin semangat deh motretnya.

Sayangnya Chi saat itu gak menyadari kalau menyimpan foto di hard disk komputer juga memiliki risiko. Ketika hard disk komputer rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi, Chi menangis sejadi-jadinya selama beberapa hari. Lenyap sudah foto-foto Keke sejak dia lahir hingga berusia kurang lebih 2 tahun. Chi gak punya back up sama sekali! K'Aie sempat menyimpan beberapa foto Keke di komputer kantor, tetapi gak banyak.

Hilangnya ratusan foto Keke membuat Chi sempat malas untuk motret lagi. Sedihnya berkepanjangan. Meskipun semangat memotret sudah kembali, tetapi sampai sekarang pun masih agak nyesek kalau mengingatnya. Padahal itu kejadian sekitar 12 tahun yang lalu, lho.

[Silakan baca: Foto-Foto



Masih Asik Cetak Foto di Zaman Sekarang?


Menyimpan Kenangan Terindah dengan Cetak Foto di ID Photobook
Main ke pantai menjelang hari raya Idul Fitri. Nemenin ayah Keke dan Nai yang masih ada kerjaan 😂


Hingga kemudian, K'Aie membawa photobook tentang Papua. Katanya yang motret adalah temannya dan K'Aie dapat satu album. Chi melihat photobooknya bagus banget. Tidak seperti album foto konvensional.

K'Aie pun kembali membawa photobook ke rumah. Kali ini tentang pendakian Seven Summits. Masih pengalaman teman-temannya. Wah! Makin senang Chi melihatnya. Bagus banget album fotonya!

Chi pun kembali semangat memotret. Foto-foto yang sudah terkumpul, Chi desain lagi menggunakan Photoshop. Tapi, gak dicetak juga sampai sekarang 😂 Chi ngerjainnya memang santai banget karena keterbatasan waktu. Malah sekarang udah gak ngerjain lagi. Bener-bener gak sempat.

Buat Chi mencetak foto tetap masih asik di zaman sekaran meskipun sudah serba digital. Ada beberapa alasan kenapa Chi tetap ingin punya photobook.


  1. Membuka album foto memiliki kesenangan yang berbeda dibandingkan melihat foto secara digital
  2. Album foto juga tidak tergantung dengan listrik, kuota, dan lain sebagainya. Kapanpun kita mau melihatnya, tinggal dibuka albumnya.

[Silakan baca: Antara Bekasi, Bali, dan Bandung]


Kenangan Terindah di Photobook


Menyimpan Kenangan Terindah dengan Cetak Foto di ID Photobook
Saat pulang ke Ciamis, salah satu moment menyenangkan adalah ketikah bedah kolam alias membersihkan kolam. Saat kolam sedang dikuras, Keke bisa puas main lumpur hehehe


Meskipun sering sekali memotret, tetapi Chi hanya menyetak kenangan terindah aja di Photobook. Setiap foto diseleksi dengan ketat dulu.

Chi pengen setiap perjalanan yang berkesan tidak hanya diceritakan di blog. Foto-fotonya juga dicetak dan dijadikan satu album. Rencana jangka panjangnya pengen seperti itu. Tetapi untuk percobaan pertama, Chi membuat 2 album dengan judul "2007 Jalan-Jalan KeNai" dan "2008 Jalan-Jalan KeNai."


Menyimpan Kenangan Terindah dengan Cetak Foto di ID Photobook
Salah satu kenangan terindah bersama almarhumah mamah mertua 😍


Pada tahun itu memang belum banyak foto yang Chi miliki. Tapi, setalah menyeleksi beberapa foto, tetap didapat kenangan yang terindah. Apalagi di photobook tahun 2007 ada foto almarhumah mamah mertua. Chi mencoba mengingat kembali gimana senangnya mamah mertua saat itu ketika diajak jalan-jalan ke kampung papah Chi dan berkumpul bersama keluarga besar Chi.


Cetak Foto di ID Photobook


Yeaay! Akhirnya punya photobook juga. Keinginan yang terpendam selama bertahun-tahun huahahaha! Kenapa pilihannya jatuh ke ID Photobook? Ini nih alasannya ...


Gak Ribet Sama Urusan Desain

Menyimpan Kenangan Terindah dengan Cetak Foto di ID Photobook
Ulang tahun Keke dirayakan di Ciamis bersama keluarga besar


Yup! Seperti yang Chi ceritain di atas, kalau awalnya coba desain sendiri. Tapi, bertahun-tahun gak selesai malah akhirnya terbengkalai. Kalau di ID Photobook, Chi tinggal setor aja foto-foto yang mau dicetak. Urusan desain serahin aja ke ID Photobook. Kalau Chi sih puas dengan hasilnya.


Photobook yang Berkualitas

Kualitas photobooknya bagus. Kertasnya tebal dan fotonya tercetak dengan jelas.


Service yang Ramah

Nah, buat Chi service juga penting banget. Suka malas aja kalau berurusan dengan sesuatu, tapi servicenya gak cihuy. Kalau di ID Photobook service-nya ramah. Gak bikin ilfil.


Proses Cepat dan Packaging yang Rapi

Gak lama juga cetak foto di ID Photobook. Udah gitu packagingnya rapi. Gak khawatir barang akan rusak ketika dikirim.


Harga dan Promo

Ukuran mahal dan murah bagi setiap orang bisa berbeda-beda, ya. Tapi, menurut Chi harga 1 album foto di ID Photobook masih biasa aja, lah. Apalagi suka ada promo. Coba aja deh teman-teman cek website dan socmed ID Photobook

Abis ini, Chi kayaknya mau cetak foto lagi di sana. Apalagi abis lebaran biasanya bakal banyak foto-foto terbaru. Sortir dulu beberapa foto lama dari sekarang, ah. Lagipula sejak pengalaman hilangnya ratusan foto di hard disk, Chi semakin ingin membuat photobook.


Menyimpan Kenangan Terindah dengan Cetak Foto di ID Photobook
Mengejar-ngejar ayam di halaman juga jadi salah satu aktivitas yang disukai Keke dan Nai kalau lagi di Ciamis


ID Photobook


Website: idphotobook.com
IG : id.photobook
Fb : idphotobook.page
Youtube : ID Photobook

Continue Reading
37 comments
Share:

Tuesday, June 12, 2018

Menu Buka Puasa, Resep Tagliatelle Aglio e Olio So Good Premium Chicken Stick

Menu Buka Puasa, Resep Tagliatelle Aglio e Olio So Good Premium Chicken Stick

Menu Buka Puasa, Resep Tagliatelle Aglio e Olio So Good Premium Chicken Stick


Pertama kali saya menyantap Spaghetti Aglio Olio itu sekitar 2 tahun silam. Makan malam di salah satu resort di Bogor saat sedang menemani Keke perpisahaan SD.

Waktu itu, saya gak tau seperti apa Spaghetti Aglio Olio. Hanya karena merasa sebagai penggemar pasta saja jadi penasaran ingin mencoba. 1 porsi langsung tandas begitu disajikan. Ukuran porsinya memang tidak besar. Tetapi tidak hanya itu. Rasanya juga enak banget! Saya langsung suka dengan Spaghetti Aglio Olio.

Sejak itu, kalau sedang makan di resto dan salah satu menunya adalah Spaghetti Aglio Olio biasanya saya akan memesannya. Ternyata rasa yang saya dapatkan gak selalu pas. Ada yang terlalu berminyak. Ada juga yang malah terlalu kering. Ada juga yang kurang berasa bawang putihnya. Jadi penasaran pengen bikin sendiri supaya bisa dapat rasa yang sesuai dengan lidah saya dan keluarga


Tagliatelle Aglio Olio So Good Premium Chicken Stick


Bahan:


  • So Good Premium Chicken Stick
  • 1 bungkus Tagliatelle, rebus hingga tekstur dan tingkat kematangannya pas (al dente) kemudian tiriskan
  • 7-8 siung bawang putih, dicincang kasar
  • Olive oil (minyak zaitun) secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Minyak goreng  

Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak goreng
  2. Goreng So Good Premium Chicken Stick. Tiriskan kemudian dipotong-potong
  3. Panaskan olive oil
  4. Masukkan bawang putih cincang. Goreng hingga harus
  5. Masukkan pasta. Aduk hingga pasta, minyak, dan bawang putih tercampur rata
  6. Tambahkan bawang. Aduk rata dan koreksi rasa
  7. Tata pasta di atas piring. Taburkan So Good Premium Chicken Stick  di atasnya

Catatan:

  • Jumlah bawang putih disesuaikan dengan selera. 
  • Buat saya, rasa aglio e olio yang pas adalah bawang putihnya berasa, tetapi tidak berlebihan. Pastanya tidak terlalu berminyak atau kering.


Membuat Menu Berbuka Puasa Harus yang Praktis


Keke: "Bunda, kok, aglio olio-nya gak pakai spaghetti?"
Bunda: "Lagi gak ada, Nak. Di lemari adanya tagliatelle."

Tagliatelle termasuk pasta juga. Bentuknya panjang dan pipih, mirip seperti fettuccine. Hanya saja tagliatelle bahan bakunya mengandung telur. Tagliatelle yang kami gunakan ini juga mengandung spinach, makanya berwarna hijau.

Ketika saya memilih aglio olio sebagai salah satu menu buka puasa alasan utamanya karena praktis. Apapun pastanya, bahan dasar membuat aglio olio hanya 2 yaitu bawang putih dan olive oil. Aglio berarti bawang putih dan Olio artnya olive oil. Sederhana banget kan bumbunya?

Selain bahannya yang sederhana, cara membuatnya pun mudah. Gak butuh waktu lama untuk saya membuat menu ini. Biasanya 30 menit juga sudah selesai. Malah kadang-kadang kurang dari setengah jam. Pas banget deh masak kayak gini untuk menu buka puasa. Dimasak setelah berbuka puasa pun bisa karena tidak membutuhkan waktu yang lama.

Nah tantangannya adalah bagaimana membuat menu dengan bumbu yang sederhana ini bisa menjadi enak dan pas di lidah? Tapi, tenang aja, kalau udah beberapa kali membuat juga udah tau rasa yang pas.

[Silakan baca: Resep Menu Buka Puasa So Good, Resep Sosis Gulung Mie]


Memilih So Good Premium Chicken Stick Sebagai Pelengkap


Menu Buka Puasa, Resep Tagliatelle Aglio e Olio So Good Premium Chicken Stick

Aglio e Olio ini udah enak disantap, tapi kurang komplit kalau gak ada lauknya, nih. Ibaratnya kalau bikin nasi goreng, biasanya nasinya aja udah enak. Tapi, masa cuma makan nasi aja? Hehehe

Kali ini saya memilih So Good Premium Chicken Stick. Alasan utamanya tentunya karena praktis. Tinggal goreng aja. Belum digoreng aja wanginya sudah menggugah selera. Apalagi setelah digoreng. Hmmm ... rasanya udah pasti lezat, lah.

Saya memilih So Good Premium Chicken Stick karena nugget ini terbuat dari dada ayam. Potongan model stick membuat mudah disantap. Jadi camilan juga enak. Dicocol gitu sama saos. Tapi, kali ini saya potong-potong untuk ditaburkan di atas aglio e olio.

Varian So Good bahan bakunya berkualitas. Kandungan proteinnya cukup untuk memenuhi asupan harian. Sebagai seorang muslim, saya senang karena produk So Good sudah berlogo Halal MUI. Udah rasanya enak, produknya pun halal. Makin yakin deh buat menyantap berbagai varian So Good.

Selamat menikmati! 

Continue Reading
6 comments
Share:

Monday, June 11, 2018

Menu Buka Puasa So Good, Resep Sosis Gulung Mie

Menu Buka Puasa So Good, Resep Sosis Gulung Mie

Menu Buka Puasa So Good, Resep Sosis Gulung Mie


"Bunda, boleh gak buka puasanya makan mie?"

Sudah mulai mendekati Idul Fitri. Siapa yang menu masakannya semakin praktis menjelang Idul Fitri? Sudah mulai malas masak? Tukang sayur langganan sudah mudik? Atau ada alasan lainnya?

Di bulan Ramadhan, saya memang lebih suka masak yang praktis. Kalau lagi puasa, banyak godaan bila berlama-lama di dapur hehehe. Sedangkan menjelang sahur harus melawan ngantuk. Jadi paling enak memang memasak yang praktis aja. Yang penting tetap memasak menu buka puasa dan sahur untuk keluarga.

Menjelang Idul Fitri begini, semangat saya untuk memasak juga agak kendor. Ada alasannya juga, sih. Kami baru aja pindah rumah. Bolak-balik mengangkut barang dan beberes bikin saya merasa gak punya cukup waktu untuk memasak. Bahkan sekadar masakan praktis. Hari Raya Idul Fitri juga sudah mulai di depan mata. Pengennya segala tumpukan dus sudah rapi dan rumah sudah nyaman untuk ditempati saat Idul Fitri. Makanya akhir-akhir ini saya berasa kayak dikejar-kejar waktu.

Selama beberapa hari setelah pindah, saya gak masak dan beli makanan matang. Hanya saja kalau terus-menerus rasanya kurang sreg juga. Beli makanan matang memang enak karena gak ribet. Tapi, karena saya juga suka masak, jadinya berasa ada yang kurang aja kalau kelamaan gak di dapur.


Resep Sosis Gulung Mie


Karena Nai lagi ingin makan mie, saya jadi ingin membuat sosis gulung mie dengan tumis sayur. Menu ini juga cukup sering saya buat untuk bekal sekolah, terutama saat Keke dan Nai masih kecil. Praktis aja kalau bawa bekal dengan menu ini. Anak-anak juga udah pasti suka. Nah untuk pelengkapnya, saya tambahkan tumis sayur. Tentunya agar memenuhi asupan gizi seimbang juga.

Menu Buka Puasa So Good, Resep Sosis Gulung Mie

Bahan-Bahan:


  • 1 bungkus So Good Premium Sausage Original
  • 2 bungkus mie instan. Rasa apa saja, sesuai selera
  • 1 bonggol brokoli, petik-petik. Rebus dengan air panas, sebentar saja. Kemudian siram dengan air es.
  • 10 buah jamur kancing, diiris-iris
  • 1 siung bawang bombay, diiris-iris
  • 2 siung bawang putih, digeprek kemudian cincang kasar
  • 3 sdm saus tiram
  • 3 sdm minyak wijen
  • Minyak goreng
  • Tepung maizena yang sudah diberi sedikit air
 

Cara Membuat:

  1. Rebus mie instan. Jangan sampai terlalu lembek, tiriskan, dan beri bumbu
  2. Potong sosis, masing-masing menjadi 2 bagian dan kerat di salah satu ujungnya
  3. Gulung sosis dengan mie yang sudah diberi bumbu
  4. Goreng dengan minyak panas hingga matang. Tiriskan
  5. Panaskan minyak untuk menumis. Masukkan bawang bombay dan bawang putih. Tumis hingga harum.
  6. Masukkan jamur. Aduk hingga layu
  7. Tambahkan minyak wijen dan saus tiram. 
  8. Masukkan brokoli
  9. Tambahkan larutan maizena. Aduk hingga mengental. Sajikan.

Menu Buka Puasa So Good, Resep Sosis Gulung Mie

Catatan:

  1. Saya tidak menambahkan garam karena dari saus tiram sudah berasa pas
  2. Brokoli dimasukkan sesaat saja sebelum disajikan agar teksturnya tidak layu
  3. Sosis yang digulung dengan mie bisa disimpan dalam kulkas. Sewaktu-waktu ingin menyantapnya, tinggal digoreng


Mengapa Memilih So Good Premium Sausage?


Menu Buka Puasa So Good, Resep Sosis Gulung Mie

Dulu saya sempat menyangka kalau Keke dan Nai gak suka sosis, lho. Abis tiap dikasih sosis, mereka sering menolak. Kalaupun dimakan, tapi kelihatan kurang semangat menyantapnya. Ternyata mereka bukan gak suka sosis, tetapi pemilih banget. Gak semua sosis pasti Keke dan Nai suka.

So Good Premium Sausage adalah sosis favorit Keke dan Nai. Rasa dan tekstur sosisnya memang beda. Rasanya lezat dan berasa dagingnya. Gak dominan rasa tepung. Tau aja nih Keke dan Nai sosis yang enak hehehe.

Ukurannya cukup besar, teksturnya lembut, dan pastinya bergizi. Digoreng atau dipanggang kemudian langsung dimakan tanpa tambahan bumbu apapun saja sudah nikmat. Prosesnya pun cepat karena saya tidak perlu membuka lapisan luar sosis.

Sebagai penyedia solusi makanan berprotein, So Good selalu menyajikan produk berprotein yang berkualitas untuk mencukupi kebutuhan protein sesuai pedoman gizi seimbang. Hal ini merupakan bentuk dukungan So Good dalam mewujudukan Bangsa yang berkualitas melalui pemenuhan gizi yang seimbang. Kami terus berkomitmen menghadirkan produk-produk berprotein berkualitas tinggi yang kaya kandungan gizi, lezat, higienis, serta praktis dengan harga terjangkau dan juga bersertifikasi halal. 

Sumber: Website So Good

So Good Premium Sausage memiliki 4 varian yaitu Original, Honey, Garlic, dan Hot & Spicy. Di resep ini saya menggunakan varian yang original. Tetapi, bila teman-teman ingin menggunakan varian lain juga bisa, kok. Tergantung selera masing-masing saja.

Berbagai varian So Good memang sudah menjadi favorit bagi kami sekeluarga. Paling tidak kami menyimpan 1-2 bungkus produk So Good di freezer. Ada beberapa alasan mengapa kami menyukai produk So Good, yaitu

  1. Lezat - terbuat dari berbagai bahan berkualitas
  2. Bergizi - Menggunakan teknologi tinggi saat pemrosesan sehingga kualitas gizi protein tetap terjaga
  3. Higienis - Dengan teknologi tinggi pula pada saat pengemasan sehingga kontaminasi bisa diminimalisir
  4. Praktis - Cukup digoreng dalam waktu singkat saja sudah lezat.
  5. Halal MUI - Bagi umat muslim, produk yang memiliki sertifikat Halal MUI tentu menggembirakan

Praktis memang menjadi salah satu alasan utama saat memasakan makanan di saat bulan Ramadhan. Untung sekarang ada So Good yang bisa membantu saya membuat menu masakan yang praktis, tetapi tetap lezat dan menjadi favorit keluarga.

Menu Buka Puasa So Good, Resep Sosis Gulung Mie

Continue Reading
2 comments
Share:

Thursday, June 7, 2018

Kuliner Favorit untuk Berbuka Puasa

Kuliner Favorit untuk Berbuka Puasa

Kuliner Favorit untuk Berbuka Puasa


Keke: "Bunda, nanti bulan puasa kita udah pindah rumah, ya?"
Bunda: "Kalau pindahnya paling pertengahan Ramadan. Tapi, bakalan sering bolak-balik sebelum pindah. Apalagi kalian udah mulai sering libur sekolah, kan?"
Keke: "Asiiikk!"
Bunda: "Kayaknya seneng banget, nih."
Keke: "Iya, lah. Di sana banyak jajanan."

*Errrgghh, langsung kekepin dompet 😅

Tinggal di lokasi yang dikelilingi dengan berbagai penjual kuliner mulai dari kaki lima hingga resto tentu aja ada nikmatnya. Lagi malas gak masak, Chi tinggal jalan kaki ke luar rumah udah ada berbagai penjual makanan. Kalau gak mau ke luar, tinggal delivery order juga mudah. 24 jam selalu ramai.

Sekarang tinggal gimana mengaturnya aja. Keseringan jajan tentunya bakal berimbas ke kesehatan isi dompet hehehe. Apalagi saat Ramadan begini. Banyak pedagang yang bermunculan. Dari mulai camilan hingga makanan berat. Nah, apa aja kuliner favorit untuk berbuka puasa di keluarga kami?


Martabak Manis


Martabak manis coklat kacang wijen atau keju menjadi kuliner wajib yang hampir tiap hari ada di rumah. Kalau gak ada kemungkinan kami sedang berbuka puasa di luar rumah. Chi suka sampai bosan hampir tiap hari makan martabak manis selama Ramadan. Lagipula lebih suka martabak telor. Tetapi, Chi kalah suara. K'Aie dan anak-anak lebih suka martabak manis. 😁


Otak-Otak


Kuliner Favorit untuk Berbuka Puasa

Otak-otak juga menjadi salah satu kuliner yang hampir tiap hari ada di rumah. Ada beberapa penjual otak-otak di sini, tetapi favorit K'Aie hanya 1 aja. Penjual dari sejak K'Aie masih sekolah. Sehari-hari penjual ini mangkal di sekolahan. Tapi, kalau bulan Ramadan jualannya pindah ke pasar di dekat rumah kami. Kalau penjual favoritnya ini lagi gak ada, K'Aie gak mau beli dari penjual lain.


Es Kelapa


Kuliner Favorit untuk Berbuka Puasa

Kalau untuk minuman, kami sering gonti-ganti. Es teler, es cendol, dan lain sebagainya. Tapi, paling sering dibeli es kelapa. Kayaknya seger banget berbuka puasa dengan es kelapa. Di penjualnya, es kelapa ada yang menggunakan gula merah dan ada juga yang putih. Teman-teman lebih suka dengan gula apa? Kalau Chi lebih suka dengan gula putih.


Es Cincau


Kuliner Favorit untuk Berbuka Puasa

Es cincau hijau menjadi favorit Chi dan Keke. Kalau di sini, es cincau hijau dikasih santan dan gula merah. Sebetulnya Chi lebih suka dikasih sirop merah. Tapi, enak juga cincau hijau dikasih gula merah dan santan. Sayangnya mencari cincau hijau sekarang makin susah, ya. Padahal dibanding cincau hitam, Chi lebih suka yang hijau. Makanya mumpung Ramadan, Chi puas-puasin deh makan cincau hijau.


Gorengan



Kuliner Favorit untuk Berbuka Puasa

Sebelum pindah, bisa tiap hari berbuka puasa dengan aneka gorengan buatan mamah. Sejak pindah Chi agak jarang makan gorengan. Malas membuatnya selama bulan Ramadan hehehe. Tapi, kalau lagi pengen banget tinggal beli aja. Banyak banget yang jualan gorengan selama bulan Ramadan.

Banyak banget kuliner yang dijajakan selama bulan Ramadan di sini. Dimsum, batagor, hingga es kepal yang kekinian itupun ada.

Nah, kalau kuliner favorit teman-teman untuk berbuka puasa itu apa? Yuk cerita!

Continue Reading
8 comments
Share: