Wednesday, April 30, 2014

Euforia Piala Dunia 2014 Bersama Indosat HiperBOLA 888


Piala Dunia 2014 di Brazil sudah di depan mata. Euforia mulai terasa. Chi sudah bisa membayangkan ketika saatnya piala dunia nanti dimulai akan seperti apa kemeriahannya. Pasti rame, pasti seru, dan pasti socmed manapun seperti tidak akan tidur. Akan ramai dengan status-status tentang bola. Atau kalau lagi kumpul-kumpul, obrolannya gak jauh dari sepakbola biasanya.

Chi sebetulnya bukan penggemar sepakbola. K'Aie juga sama. Tapi, bukan berarti kami gak bisa ikut merasakan kemeriahannya. Bolehlah sesekali nimbrung obrolan tentang bola di socmed, kan? Apalagi Keke suka sepakbola, paling gak kami harus mengimbangi kalau dia lagi bercerita tentang sepakbola.


Untuk menyambut Piala Dunia 2014, Indosat Luncurkan Program HiperBOLA888GRATIS 8 Jam Nelpon, 8 Jam SMS, dan 8 Jam Internetan setiap hari
Berlangsung dari tanggal 15 April - 15 Juli
Berlaku untuk seluruh pelanggan Indosat prabayar maupun pasca bayar
Pelanggan memiliki kesempatan untuk bisa menonton bola langsung di Spanyol, Inggris, Perancis, dan Brazil melalui pengumpulan E-Kupon. Atau menonton bola langsung di Bandung (PERSIB) dan Malang (AREMA)
Pelanggan juga berkesempatan untuk mendapatkan official kaos bola dan official T-shirt dari klub bola yang bekerja sama dengan Indosat


Menurut Alexander Rusl, President Director dan CEO Indosat, "Hadirnya program HiperBOLA 888 ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan akses komunikasi sesuai kebutuhan pelangga, khususnya  para pecinta sepakbola dengan tarif terjangkau. Layanan ini dipersembahkan Indosat khususnya bagi pecinta bola di seluruh Indonesia yang akan semakin dimudahkan dalam mengakses informasi terkini mengenai aktivitas pemain maupun jadwal pertandingan, langsung dari layar smartphone pelanggan. Semua ini merupakan wujud komitmen kami untuk selalu memberikan value dan experience kepada pelanggan."

Ada 2 cara untuk ikutan Indosat Hiperbola 888, yaitu:
  1. Isi ulang pulsa
  2. Berlangganan paket data 10MB + benefit konten HiperBOLA
 
Cara pertama, isi ulang pulsa, tekan *123*888# dan pilih daftar (Gratis). Lakukan isi ulang pulsa mulai Rp10.000,00. Pelanggan sudah bisa mendapatkan keuntungan GRATIS 8 Jam Nelpon, 8 Jam SMS, dan 8 Jam Internetan setiap hari, serta mendapatkan E-Kupon dari setiap isi ulang yang dilakukan. Khusus untuk mendapatkan kesempatan nonton bola langsung di Spanyol, Inggris, Perancis, dan Brazil pelanggan harus mengumpulkan E-Kupon dari isi ulang mulai Rp25.000,00

Cara kedua, berlangganan paket data 10MB yang meberikan benefit konten HiperBOLA. Setiap minggu pelanggan akan mendapat 3x paket data dengan tarif Rp2.000,00/paket data. Cukup tekan *123*888### lalu pilih menu 2 (VAS HiperBola). Paket data berlaku 24 jam sejak pelanggan menerima paket dan dapat digunakan sebagai akses wap Arema, Barca, dan Chelsea.


Jadi inget waktu Chi masih SMA *jangan ditanya tahun berapa :p, nonton langsung pertandingan sepakbola di Senayan. Waktu itu Persib lawan PSM *kalau gak salah. Ternyata, seruuuuuuu! Ya, wlaopun Chi gak suka sepakbola, tapi kalau nonton langsung tuh rasanya beda. Kita yang gak suka sepakbola pun bisa merasakan ketegangan serta euforianya.

Jadi, Indosat HiperBOLA 888 ini gak cuma untuk para penggemar sepakbola. Yang gak suka sepakbola juga bisa menikmati. Chi juga kayaknya gak bakal nolak kalau diajakin lagi nonton bola langsung di lapangan. Pasti seru! Sekarang ikut dulu Indosat HiperBOLA 888, siapa tahu keberuntungan milik teman-teman :) 

Untuk info lebih lengkap silakan kunjungi http://indosat.com/hiperbola888

Continue Reading
22 comments
Share:

Tuesday, April 29, 2014

Traditional Matsuri Series - Hana Matsuri

Hana Matsuri adalah adalah salah satu festival di Jepang. Festival bunga di musim semi, dirayakan di semua kuil Budha untuk memperingati hari kelahiran Budha. Seperti itu info yang Chi dapet di google.

Tapi, Hana Matsuri yang Chi tonton di WAKUWAKU Japan itu berbeda. Festival yang sudah ada sejak 700 tahun silam ini diadakan di musim dingin. Ketika ditanya, kenapa dinamakan Hana Matsuri, ternyata gak ada yang bisa menjawab dengan pasti. Mereka tetap ingin membiarkan asal nama 'Hana Matsuri' menjadi misteri.

Hana Matsuri yang dirayakan di daerah Kobayashi ini adalah festival para dewa. Diyakini saat itu para dewa berubah menjadi setan, sehingga masyarakat di sana harus melakukan ritual berupa tari-tarian semalam suntuk untuk memanggil para dewa yang sudah menjadi setan untuk beregenerasi. Mereka menyebut para dewa yang sudah berubah itu dengan sebutan "setan tersayang".

Salah satu daerah pegunungan di Kobayashi, yang hanya ditinggali oleh komunitas kecil (25 keluarga) masih mengadakan festival. ini. 1 bulan sebelumnya, mereka sudah menyusun acara dan berlatih. Sayangnya karena jumlah penduduk yang semakin sedikit, mereka pun harus membuat beberapa perubahan. Diantaranya, adalah:


  1. Memotong jumlah tarian. Biasanya ada 20 tarian yang dilakukan semalam suntuk secara bergantian. Kali ini beberapa tarian harus ditiadakan. Karena memaksakan terus menari semalam suntuk dengan jumlah penari sedikit akan sangat melelahkan.
  2. Pemain musik (suling dan drum) pun minim. Sebagian tarian, dibantu dengan kaset untuk musiknya.
  3. Awalnya, perempuan dilarang menari di festival ini. Tapi karena minimnya penari, perempuan pun mulai dibolehkan jadi penari.
 
Hanya tinggal 3 orang anak kecil di komunitas tersebut.


Generasi muda usia menengah ke bawah itu sangat langka di daerah itu. Apakah generasi mudanya pada pindah ke kota atau seperti yang pernah Chi baca, katanya angka kelahiran di Jepang itu minim. Tidak dijelaskan di acara tersebut. Tapi, beberapa perombakan yang dilakukan, semata-mata ingin agar festival tersebut tetap bertahan.

Seperti halnya kebudayaan Indonesia, tari-tarian yang ditampilkan pun ada filosofinya. Tarian pembuka adalah tarian memperkuat tanah dilakukan 40 menit hingga 1 jam. Para "setan tersayang" muncul dalam setiap tarian.

Para penari yang menjadi "setang tersayang" memakai topeng. Topeng yang usianya sama dengan festival itu sendiri, yaitu 700 tahun. "Setan tersayang" juga ada tingkatannya. Yang tertinggi adalah Sakakioni, ikon Hana Matsuri, yang diyakini mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Ada sekitar 16 "setan tersayang", beberapa diantaranya hanya ada di Kobayashi.


Berbagai hiasan kertas untuk festival yang digantung dilangit-langit, semuanya buat sendiri, lho. Gak ada yang beli jadi.


Tarian terakhir (dilakukan oleh 4 orang) ditarikan selama 1,5 jam. Mendekati puncak acara, penonton pun berbaur. Kemudian penari menyiram-nyiramkan air panas ke semua orang yang ada di sana. Aier panas yang di rebus di tengah ruangan (dengan menggunakan kayu bakar), dan penari mengelilingi pembakaran itu sepanjang acara. Ritual menyiram air itu diyakini kalau para dewa, penari, dan penonton telah beregenerasi menjadi suci kembali. Sebagai penutup, dilakukan ritual mengantarkan para dewa yang telah berubah wujud menjadi dewa kembali ke tempatnya.

Para penari menyiram air panas kepada penonton, menggunakan alat seperti sapu dari batang padi gitu.


Seperti biasa, Chi nonton acara ini di WAKUWAKU Japan (First Media, Channel 340). Chi nonton hari Senin, pukul 11.00 wib, "Tradisional Matsuri Series" Hana Matsuri.

Continue Reading
20 comments
Share:

Saturday, April 26, 2014

Jangan Khawatir, TB Bisa Disembuhkan, Kok.

Fakta: Beban TB atau Tuberkulosis di Indonesia masih sangat tinggi mengingat setiap tahun masih ada 460.000 kasus baru. Setiap tahun terdapat 67.000 kasus meninggal karena TB atau sekitar 186 orang per hari. TB adalah pembunuh nomor satu di antara penyakit menular dan merupakan peringkat 3 dalam daftar 10 penyakit pembunuh tertinggi di Indonesia (SKRT 2004). Selain itu pada usia 5 tahun ke atas, TB merupakan penyebab kematian nomor 4 di perkotaan setelah stroke, diabetes dan hipertensi dan nomor 2 di pedesaan setelah stroke (Riskesdas 2007). - sumber : http://blog.tbindonesia.or.id/?p=272 -

Pertanyaannya sekarang adalah mengapa TB di Indonesia masih sangat tinggi?

Faktor pertama. Kurangnya pengetahuan tentang TB membuat angka penderita TB masih tergolong tinggi di Indonesia.


  1. Menyepelekan dan menganggap batuk adalah hal biasa bagi kesehatan. Padahal batuk berkepanjangan sudah tidak boleh dianggap sesuatu yang biasa. Apalagi kalau sudah diikuti dengan gejala-gejala lain
  2. Menganggap TB adalah penyakit turunan atau kutukan. Ketika menganggap TB adalah penyakit keturunan, keluarga dan pasien lebih memilih bersikap pasrah dan merasa tidak perlu memeriksakan diri ke dokter karena merasa itu sudah terjadi turun temurun.
  3. Menganggap TB adalah penyakit kutukan, pasien lebih memilih berobat secara klenik. apalagi urusan klenik di Indonesia ini masih cukup kental.

Faktor kedua. TB juga dikenal sebagai penyakit 'kelas bawah'. Padahal yang terkena TB gak selalu dari kelompok tersebut. Tapi mungkin ini berkaitan dengan kepadatan penduduk serta kebersihan rumah dan lingkungannya.Populasi yang padat, kurangnya cahaya matahari, serta lingkungan yang kotor adalah faktor yang disukai kuman TB untuk berkembang biak.

Faktor ketiga. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui kalau obat TB adalah gratis membuat pasien TB enggan berobat. Bayangan bahwa sakit itu mahal karena harus membeli berbagai obat dan dikonsumsi dalam waktu yang cukup panjang, akhirnya membuat pasien dan keluarga bersikap pasrah, memilih untuk tidak berobat.

Faktor keempat. Menurut WHO, asap rokok meningkatkan 2,6 kali lipat dibandingkan polusi udara yang sebesar 1,5 kali lipat. Oleh karena itu, menurut berbagai penelitian, diberbagai negara penganggulangan TB tidak berjalan sendiri. Pengendalian TB akan jauh lebih efektif apabila pelayanan-pelayanan kesehatan juga mempunya program berhenti merokok.

Masa penyembuhan TB yang cukup panjang (sekitar 6 bulan lamanya) dan harus meminum berbagai obat setiap hari bisa menimbulkan masalah sendiri. Rasa lelah, bosan, putus asa, hingga merasa tidak punya waktu karena pasien TB harus datang setiap hari untuk menjalani pengobatan dan suntikan selama 6 bulan lamanya, bisa datang menghinggapi pasien TB. Ketika rasa itu tidak tertangani dengan baik, mereka menjadi tidak disiplin. Dan, akhirnya penyakit TB mereka meningkat menjadi TB MDR.

Pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan terdekat bisa membantu meyakinkan kalau TB itu bisa disembuhkan. Caranya adalah:


  1. Dampingi mereka dan jangan dikucilkan. Tapi, tetap sebagai pendamping kita harus bisa menjaga kesehatan serta ajarkan pasien TB untuk batuk tanpa ditutup mulutnya, berhenti merokok, dan lain sebagainya.
  2. Jadilah 'alarm' bagi pasien TB. Terus ingatkan mereka untuk disiplin mengkonsumsi obat. Apalagi biasanya 1-2 bulan setelah mengkonsumsi obat, pasien TB merasa lebih baik dan mulai lalai untuk mengkonsumsi obat.
  3. Terus beri semangat. Yakinkan kalau mereka dikelilingi orang-orang yang menyayangi dan berharap mereka bisa sembuh serta masih memiliki masa depan.
  4. Temani ketika mereka berobat serta jalin kerja sama yang baik dengan petugas kesehatan demi kebuhan pasien TB.
  5. Bikin atau ikut kelompok yang sama-sama sedang atau pernah mengidap TB. Dengan mempunyai teman 'senasib' biasanya akan banyak mendapatkan info bermanfaat atau bisa saling memberi motivasi supaya pasien TB tidak patah semangat.
  6. Update terus informasi tentang TB. Sehingga keluarga dan pasien semakin yakin kalau TB bisa disembuhkan.

Jadi, gak usah khawatir lagi, ya. TB bisa disembuhkan, kok. Yang penting tau kunci utamanya, yaitu kepatuhan dan disiplin. Pasien TB - keluarga - petugas kesehatan juga harus bersinergi supaya pasien TB bisa disiplin dan smebuh total dari penyakitnya. Masyarat luar, seperti Chi dan teman-teman blogger lainnya pun bisa ikut meyakinkan mereka yang terkena TB dengan terus mensosialisasikan TB di blog masing-masing :)

Sumber:


  1. http://blog.tbindonesia.or.id/
  2. http://health.kompas.com/read/2013/05/30/14350652/Tiap.Jam.175.Orang.Meninggal.karena.TB
  3. http://health.detik.com/read/2012/03/21/122738/1873193/763/tbc-9-kali-lebih-mudah-menular-jika-ada-yang-merokok-di-rumah
  4. http://tipskesehatan.web.id/penyakit-tbc-dan-pengobatannya

Continue Reading
24 comments
Share:

Thursday, April 24, 2014

Pesan Untuk Bunda

Waktu Keke dan Nai liburan ke Bali, berhari-hari sebelum mereka berangkat Chi selalu kasih pesan-pesan apa yang boleh dan dilarang. Ya, namanya juga bakal jauh sama anak buat beberapa hari, Chi merasa harus kasih pesan-pesan walopun mereka udah paham.

Chi berpesan supaya jadi anak manis, jangan ngerepotin abah dan mamah, makan teratur, jangan berantem, dan lain-lain. Tapi, yang paling penting (karena hal ini bikin Chi rada parno) adalah jangan sampai terpisah dari abah dan mamah. Keke dan Nai harus selalu berpegangan dan berpegangan juga sama abah atau mamah. Pesan itu Chi ulang terus berkali-kali. Selain itu ada juga pesan khusus untuk masing-masing anak.

Keke, yang lebih waspada dan hati-hati, Chi berpesan supaya jangan lalai mengawasi Nai. Nai kalau terlalu asik suka agak lalai sama faktor keselamatan. Jadi Chi minta Keke untuk terus menjaga dan mengingatkan Nai untuk berhati-hati.
Nai, anaknya lebih telaten. Chi berpesan ke Nai untuk selalu mengingatkan Keke supaya apik. Misalnya baju kotor jangan langsung dimasukin ke tas, menyatu sama baju bersih. Tapi lipat trus masukin ke plastik baju kotor masing-masing, baru masukin tas.

Chi membandingkan anak di sini bukan bermaksud jelek, lho. Membandingkan di sini untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan masing-masing anak. Kalau suatu waktu dibutuhkan kayak waktu itu, mereka jadi bisa saling bantu :)

Ternyata, gak cuma Chi yang kasih pesan-pesan. Nai pun tau-tau kasih Chi selembar kertas berisi pesan-pesan, sehari sebelum berangkat ke Bali.

Pesan untuk menjaga Angel:


pesan untuk bunda :p


  1. Jangan hilang
  2. Jangan main selama Ima gak ada - maksudnya Angel gak boleh dibawa ke luar
  3. Makan jam 6, sudah, siang
  4. Minum banyak
  5. Tidur jangan malam
  6. Bangunin pagi
  7. Jangan aktivitas yang berkeringat. Aktivitas yang tidak berkeringat saja boleh - maksudnya Angel jangan dibawa lari-larian atau aktivitas lain yang bikin dia kecapean
  8. Selesai dipakai masuk di dalam tas jika dibawa ke Bandung
  9. Buat ceriya - maksudnya Angel gak boleh dibikin sedih, apalagi Nai lagi pergi

Udah gitu, Chi disuruh tanda tangan kayak bikin surat pernyataan ajah. Dan ada tulisan "DEAL" setelah Chi dan Nai tanda tangan :r Mau tau siapa Angel yang harus Chi urus selama Nai berlibur? 

Ini dia Angel, boneka teddy bear kesayangan Nai yang harus Chi urus selama dia liburan hehehe

Continue Reading
52 comments
Share:

Wednesday, April 23, 2014

Memutuskan Pertemanan

Sebagai ibu, Chi tentunya pengen Keke dan Nai tuh jadi anak-anak yang supel, punya banyak teman. Tapi ketika ada beberapa hal kejadian yang rasanya gak mengenakkan, dengan berat hati Chi meminta mereka untuk menjauhi temannya.

Ini cerita Keke dengan temannya. Kita sebut aja namanya X. Butuh menunggu beberapa bulan buat Chi menulis ini. Nunggu emosi reda dulu dan melihat perkembangan selanjutnya. Postingan ini lumayan panjang, karena harus diceritakan dari awal :)


Kelas 2

Waktu Keke kelas 2, pas Chi jemput di kelas, wali kelasnya bilang kalau Keke tadi memukul temannya. Chi kaget banget karena setau Chi, Keke gak pernah begitu. Chi sering ngobrol dengan wali kelas Keke sejak dia TK sampe sekarang, dan menurut cerita para wali kelas juga Keke bukan anak yang suka memukul.

Menurut cerita wali kelas katanya bukan Keke yang mulai. Justru Keke lagi serius belajar tapi X terus aja mengganggu dan mengajak Keke ngobrol. Keke udah bilang kalau lagi gak pengen diganggu, tapi X gak menggubris.

Menurut wali kelas, X memang agak susah juga dikasih tau. Akhirnya, karena beberapa kali dikasih tau tapi X gak mau denger juga, pemukulan pun terjadi. X menangis tentunya. Keke mendapat nasihat dari gurunya, walopun bukan Keke yang memulai.

Chi masih penasaran, seperti apa sih sikap mengganggunya X sampe Keke segitu kesalnya trus melakukan pemukulan. Dan, rasa penasaran Chi terjawab waktu ambil rapor bayangan pas semester genap.

Karena Keke kena typus, Chi jadi ambil rapor bayangannya pas hari sekolah. Waktu itu jam pulang sekolah, di kelas masih ada beberapa anak yang belum dijemput. Chi dipersilakan masuk ke kelas sama wali kelas Keke. Anak-anak yang belum dijemput langsung mengerubungi Chi dan wali kelas.

Wali kelas meminta murid-muridnya untuk bermain lagi, yang boleh ikut nimbrung cuma Keke. Semua anak menurut tapi tidak dengan X. Dia tetap berdiri di sebelah Chi. Gak cuma berdiri, dia bahkan ikut ngobrol malah lama-lama mendominasi obrolan.

Dia bertanya nilai-nilai Keke dan segala macemnya tentang Keke. Pertanyaan yang seharusnya Chi ajukan ke wali kelas, semua diborong sama X! Wali kelas berkali-kali minta X menjauh dari kami dan berkali-kali pula minta maaf sama Chi atas kejadian itu. Tapi, X sepertinya (pura-pura) gak mendengar. Dia tetep aja di sebelah Chi dan bertanya ini-itu.

Yaaa... Pantes aja Keke jadi emosi banget waktu itu. Anaknya gak bisa dikasih tau. Keke lagi serius belajar, tapi diganggu terus sama X. Dan X gak bisa dibilangin.


Kelas 3

Pas kelas 3, Keke gak sekelas lagi sama X. Awalnya lega, Chi pikir gak bakal ada kejadian apa-apa lagi. Tapi, Chi sering melihat X menangis. Chi suka tanya ke Keke kenapa X menangis. Kadang Keke gak tau jawabannya, tapi kadang dia tau.

Menurut Keke, X memang gampang menangis. Dia seringkali minta diajak main, tapi kalau kalah dalam permainan, terjatuh, dan penyebab lainnya pasti dia nangis. Bahkan main dengan perempuan pun X sering menangis. Kalau udah nangis, X juga suka ngadu ke guru.

Keke cerita kalau dia males main sama temen yang gampang nangis, apalagi suka ngadu. Nanti bisa ditegur kalau sampe diaduin. Kalaupun gak ditegur, tetep aja bikin Keke kesel kalau lihat anak suka ngadu katanya. Setiap kali diajak main sama X, Keke selalu menghindar bikin banyak alasan. Tapi, ternyata diaduin juga karena gak mau ngajak main. Memang sih Keke gak ditegur sama guru, tapi Keke merasa kesel diaduin kayak gitu.

Suatu hari, Chi jemput Keke di sekolah. Trus X nyamperin Chi...

X    : "Tante, katanya Keke suka main game online, ya? Kok, dibolehin sih tante? Game online kan banyak cewek sexynya!"
Chi : "Ya kan Tante awasin. Jadi gak semua game online boleh Keke mainin."
X    : "Tapi game online itu banyak cewek sexynya. Tante tau kan cewek sexy itu apa?"
Chi : "Iya, tapi Keke gak main game online kayak gitu."
X    : "Iya tapi tante tau kan cewek sexy itu gimana pake bajunya? Yang kelihatan ininya..."

Daaaaannn.... X memegang (maaf) payudara Chi! Reflek Chi keplak dong tangannya. Emosi banget, tapi gak kepikiran buat marahin. Chi langsung lari menjauh dari X. :(


Kelas 4

Keke sekelas lagi dengan X. Chi udah khawatir bakal ada kejadian lagi. Setiap hari, Chi jadi lebih sering bertanya ke Keke. Keke masih suka ada cerita kesel dengan X yang katanya gampang menangis dan suka mengadu.

Kekhawatiran Chi pun terjadi. Keke mendorong X hingga terjatuh dan menangis. Chi pernah menulis di postingan yang berjudul berantem. Lagi-lagi, menurut wali kelas bukan Keke yang memulai. Saat itu, X terus berusaha mencium Keke, padahal Keke udah menolak. Akhirnya Keke pun emosi karena X gak bisa dikasih tau.

Chi cerita sama salah seorang orang tua murid yang anaknya seangkatan juga sama Keke. Cerita tentang rasa khawatir Chi yang beberapa kali berkasus dengan X, walopun Keke gak pernah memulai masalah. Chi juga selalu mewanti-wanti Keke untuk lebih berhati-hati dengan X.

Temen Chi yang tetanggaan sama X ini cerita kalau orang tua X seperti lepas tangan. Selama ini yang mengasuh dan selalu datang ke sekolah adalah tantenya. Bahkan katanya orang tua X sedang proses cerai.

Suatu sore, wali kelas Keke sms Chi. Minta Chi datang ke sekolah. Katanya Keke udah usil sama X sampai X terjatuh dan cedera. Ibunya baru aja protes dan akan membawa X ke rumah sakit katanya.

Histeris adalah reaksi pertama yang Chi lakukan. Chi langsung marah ke Keke, gak kasih dia kesempatan untuk membela diri. Chi telpon K'Aie, minta besok nemenin Chi ke sekolah. Chi khawatir emosi di sekolah, jadi butuh orang yang jauh lebih tenang seperti K'Aie.

K'Aie langsung menghubungi wali kelas meminta nomor telpon orang tua X. Setelah dapat, K'Aie langsung telpon tapi gak diangkat. Karena beberapa kali gak diangkat, K'Aie  akhirnya sms. Meminta maaf dan bersedia menanggung pengobatan X. Ibunya bilang gak apa-apa. Cuma begitu aja balasnya.

Setelah agak tenang, Chi tanya ke Keke kronologisnya. Kata Keke, dia sama sekali gak sengaja. Saat itu, dia lagi ngobrol sama beberapa temannya sambil tangannya maju-mundurin salah satu bangku. Tanpa dia sadari, X datang trus duduk di bangku itu. Yang terjadi kemudian, X jatuh. Karena pas dia mau duduk, ternyata bangkunya lagi dimundurin sama Keke. Menurut Keke, X gak langsung jatuh ke lantai, tapi punggungnya sempat kena pinggiran kursi dulu.

Keke yang gak sadar X datang, juga merasa kaget. X menangis dan mengadu ke guru. Keke pundapat teguran dari gurunya.

Setelah Chi pikir-pikir lagi, ada yang sedikit mengherankan dan janggal dari kejadian itu. Kejadiannya itu pagi hari, sekitar pukul 10. Menurut Keke, setelah ditegur trus kemudian dia minta maaf, Keke pun udah bermain lagi termasuk sama X. Siang harinya, Chi juga sempet ngobrol lewat sms sama wali kelas. Karena tadinya Chi gak bisa jemput dan minta Keke ikut salah seorang temannya. Dan wali kelas gak sedikitpun bercerita tentang kejadian di pagi hari itu. Nah, kenapa baru sore harinya ada laporan kalau X cedera? Chi sempet bingung dan merasa aneh.

Besok paginya, Chi dan K'Aie datang ke sekolah. X dipanggil sama wali kelas untuk mengadap kami. Kami berdua minta maaf sama X dan X senyum-senyum aja. Setelah itu X diminta kembali ke kelas.

Wali kelas bercerita kronologi kejadian. Persis seperti yang Keke ceritain. Itu artinya Keke memang gak berbohong. Wali kelas juga gak menyangka kalau kejadian itu ada buntutnya. Karena setelah kejadian itu, X udah terlihat bermain seperti biasa.

Tapi menurut ibunya, sepulang sekolah, X mengeluh punggungnya sakit. Pas diperiksa, punggungnya ternyata merah kayak cedera. Mungkin, ini yang diceritain Keke kalau punggung X memang sempat membentur kursi. Setelah mendapat cerita dari X, ibunya langsung menghubungi wali kelas dan cerita selanjutnay udah Chi ceritain di atas.

K'Aie sempet tanya, X dibawa ke rumah sakit mana? Menurut dokter bagaimana? Ternyata, X belum dibawa ke rumah sakit. Rencananya sepulang sekolah, X baru di bawa ke rumah sakit.

Obrolan kami gak sebatas tentang kejadian itu. Wali kelas juga cerita tentang sikap X yang akhir-akhir berubah jadi pendiam. Padahal biasanya ngoceh terus. Kemungkinan pemicunya adalah masalah di keuarganya menurut wali kelas. Chi pura-pura gak tau aja kalau Chi udah tau rencana perceraian orang tua X.

Trus, wali kelas juga cerita kalau ini bukan pertama kalinya orang tua dipanggil sekolah karena berurusan dengan X. X pernah berantem dengan Z, teman seangkatan Keke juga, di FB. Gak cuma sekali, tapi berkali-kali.

Chi juga tau kalau X dan Z ini sering bertengkar di FB. Heboh kalau mereka udah saling cela-celaan. Bahkan wali kelas suka ikut melerai. Kedua orang tua masing-masing ternyata merasa terganggu dan melapor ke wali kelas. Akhirnya semuanya dipanggil dan urusan diselesaikan di sekolah. Ternyata gak cuma Keke yang bemasalah dengan X.

Selesai menghadap wali kelas, Chi merasa masih ada yang janggal. Kenapa juga X gak langsung buru-buru di bawa ke rumah sakit kalau memang ibunya khawatir X akan mengalami cedera yang mengkhawatirkan? Cerita wali kelas kalau ada orang tua lain yang juga pernah menghadap wali kelas karena anaknya bermasalah dengan X. Ditambah cerita kalau keluarganya sedang bermasalah, Chi punya feeling kalau X ini sedang cari perhatian orang tuanya.

Emosi Chi kembali naik, ketika siang harinya jemput Keke di sekolah. Kebetulan hari itu adalah hari ekskul, dan Chi lihat X lagi ikut ekskul futsal. Bagaimana mungkin anak yang katanya cedera bisa diizinin futsal sama orang tuanya? Trus kalau cederanya jadi bertambah parah apalagi kalau sampe jatoh, Keke juga yang bakal disalahin? Padahal Keke gak ikut futsal :(

Bener-bener kesel Chi lihatnya. Itulah kenapa kadang Chi suka malas berurusan dengan orang tua murid. Suka ada beberapa orang tua yang bersikap berlebihan. Anak diperlakukan seperti porselen. Terluka sedikit, reaksinya berlebihan.

Langsung hari itu juga Chi minta Keke memutuskan pertemanan dengan X. Pokoknya gak boleh bermain dengan X lagi. Setiap pagi sebelum berangkat, Chi selalu mewanti-wanti. Pulang sekolah Chi selalu menginterogasi. Sebetulnya Chi gak tega kalau sampe harus meminta Keke memutuskan pertemanan, tapi beberapa kali kejadian dengan X (bahkan sejak kelas 2) bukan Keke yang selalu memulai.

Dan Chi berpendapat begitu bukan semata-mata Keke anak Chi. Tapi, wali kelas juga mengakui. Walopun bukan Keke yang memulai, tapi kalau terus kejadian kayaknya gak baik juga buat Keke. Makanya, Chi akhirnya terpaksa meminta Keke menjauh dari X.

Awalnya, Keke nurut. Tapi kemudian Keke beberapa kali bilang kalau dia suka serba salah menghadapi X. Kalau dia lagi sendirian trus diajak main sama X, Keke bisa bikin macem-macem alasan. Tapi, kalau Keke lagi main sama teman-temannya trus X kepengen bergabung, Keke merasa gak enak hati kalau harus ngajak teman-temannya untuk menolak bermain dengan Keke. Kalau Keke yang menghindar, nanti malah dia yang jadi gak bermain. Akhirnya, dia tetep bermain dengan X, tapi lebih hati-hati katanya.

Penjelasan Keke bisa dimengerti juga. Gak baik juga kalau Chi masih terus memaksanya memutuskan pertemanan. Chi akhirnya kasih kepercayaan ke Keke untuk megatur pertemanannya dengan X. Paling Chi sering ingetin ke Keke kalau beberapa kali kejadian berkasus dengan X itu gak enak. Kalau memang tidak memungkinkan untuk berteman lagi, ya putusin aja pertemanannya. Tapi, kalau Keke sanggup mengolahnya, silakan aja kalau Keke masih pengen berteman.

Setiap hari, Chi sellau bertanya ke anak-anak tentang kejadian selama sekolah. Tapi, untuk Keke ditambah dengan pertanyaan hubungan dia dengan X. Sampai saat ini pertemanan mereka aman. Bahkan sekarang jadi akrab. Iya, Keke sekarang cukup akrab dengan X. Kalau dulu setiap hari selalu manyun dan ngedumel kalau lihat X, sekarang bisa saling sapa kalau ketemuan.

Menurut Keke, awalnya dia selalu berusaha keras menghindar. Kalaupun harus bermain bareng, Keke menghindar dengan cara halus. Misalnya ketika bermain kucing-kucingan, kalau Keke pas gilran jaga, dia selalu mengejar temannya yang lain. Gak pernah mengejar X. Katanya daripada ngejar X trus pas ketangkep dia gak terima, nangis, dna ngadu ke guru, mending dia ngejar temannya yang lain. Tapi tetep keliatan bermain bersama. Hmmm... cerdik juga nih Keke hehehe.

Atau kalau Keke lagi sendirian dan gak punya alasan lain lagi untuk menghindar, Keke akan ngajak main yang 'aman'. Misalnya baca buku, ngobrol game, dan lainnya. Dari situ, ternyata mereka punya hobi sama katanya. Sama-sama suka baca buku, hobi main game, dan hobi makan hehehe *badannya sama-sama besar :p

Chi sih berharap jangan sampe ada kejadian-kejadian kayak gitu lagi. Yang udah terjadi, ya udah. Keke juga udah mulai berteman dengan X. Pelajaran banget buat semua, terutama buat Chi dan Keke.


  1. Walopun Keke gak memulai permasalahan, Keke tetep harus hati-hati berteman. Terutama sama orang-orang yang kelihatannya mau cari masalah.
  2. Chi bisa melihat kalau Keke udah bisa bersikap dengan baik ketika menghadapi masalah ini
  3. Pelajaran juga buat orang tua, khususnya Chi supaya jangan langsung emosian. Mendengarkan penjelasan anak aja gak cukup. Lihat kondisi, cek dan ricek kalau perlu. Karena siapa tau anak kita gak tepat menceritakannya, atau anak kita yang sedang cari perhatian, atau karena faktor lain.
  4. Walaupun sudah akrab, tetap harus kontrol pertemanan mereka. Sebetulnya mengontrol pertemanan anak kita gak perlu nunggu sampe ada masalah sih. Chi harus tau pertemanan Keke dan Nai. Tapi, kalau kemudian ada masalah harus lebih dikontrol lagi.

Continue Reading
28 comments
Share:

Thursday, April 17, 2014

Ingin Anak Bahagia? Bahagiakan Dulu Pencernaannya

Waktu Keke masih batita, salah seorang tetangga yang mempunyai putri seumuran Keke, curhat kalau putrinya itu gak sulit makan tapi badannya tetap aja kecil dan dibawah rata-rata. Beberapa minggu kemudian, kami ketemu lagi. Tetangga Chi kembali bercerita kalau anaknya sudah dibawa ke ahli gizi.

Ternyata permasalahannya ada di saluran cerna dimana setiap makanan yang dikonsumsi tidak mampu diserap secara sempurna gizinya oleh tubuh. Gak heran kalau tumbuh kembangnya pun jadi gak maksimal. Untuk beberapa waktu lamanya, si anak melakukan terapi yang diawasi oleh ahli gizi tersebut. Sekarang, tumbuh kembang anaknya pun normal. Terapinya berhasil.

Di kejadian lain, saat Keke berumur 2 tahun 2 bulan, tepatnya saat Nai lahir Keke terkena diare. Lumayan berat diarenya sampai berat badannya menurun drastis. Setelah beberapa hari gak sembuh, kami bawa ke dokter. Chi udah khawatir Keke akan dirawat, melihat badannya yang menjadi sangat kurus dan lemas. Alhamdulillah, ternyata tidak

Dokter hanya meresepkan serbuk prebiotik yang harus dikonsumsi Keke untuk beberapa hari ke depan. "Anaknya minum susu formula gak, Bu? Kalau susu formulanya ada kandungan prebiotiknya jangan di stop, ya. Terus dikasih. Tapi, kalau gak ada, harus brenti dulu minum susunya," saran dokter.

Selama ini Chi taunya kalau anak lagi kena gangguan saluran pencernaan, konsumsi susu harus berhenti dulu. Ternyata, kalau susunya mengandung prebiotik malah disarankan untuk terus dikonsumsi. Beberapa hari kemudian, Keke pun sembuh. Alhamdulillah.

2 kejadian beberapa tahun yang lalu itu membuat Chi sadar kalau:


  • Pencernaan ternyata bisa mempengaruhi tumbuh kembang seorang anak
  • Prebiotik berfungsi untuk meningkatkan bakteri baik dan mengurangi jumlah bakteri jahat sehingga saluran cerna menjadi sehat
 
 


Gut-Brain Axis


Sebuah hubungan akan terjalin dengan baik apabila komunikasi 2 arah terjalin dengan baik. Begitu juga dengan tubuh kita. Ternyata, otak dan pencernaan pun saling melakukan komunikasi 2 arah. Komunikasi ini yang disebut Gut-Brain Axis.


Pernah gak ketika kita lagi stress, kepala jadi pusing, keringet dingin, trus nafsu makan menghilang? Bahkan kita pun bisa terkena diare atau gangguan pencernaan lainnya. Hal seperti itu akibat psikologis, bukan karena makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Sebaliknya kalau pencernaan kita terganggu karena asupan yang kita konsumsi, kegiatan kita pun jadi terganggu kan? Berkegiatan saat sakit tentu aja gak nyaman, bahkan berpikir pun gak bisa. Kalau anak-anak yang kena biasanya akan rewel, susah makan, dan lain-lain. Perlahan-lahan akan mengganggu tumbuh kembang dan menghambat komunikasi pencernaan ke otak kalau tidak segera ditanganai.


Saluran Cerna Sehat, Anak Cerdas


ASI tidak otomatis menjadikan anak cerdas. Eits! Jangan buru-buru protes, simak dulu penjelasannya, ya :)

Ada 2 hal yang membuat tumbuh kembang anak menjadi maksimal, yaitu:


  1. Nutrisi - Anak-anak harus mendapat nutrisi baik bahkan sejak dalam kandungan, di beri ASI eksklusif ketika lahir s/d 6 bulan, kemudian dilanjut pemberian MPASI, dan seterusnya. Ketidaktahuan orang tua tentang apa aja yang termasuk nutrisi baik, bisa dicari tau dengan banyak bertanya bahkan dengan menggunakan gadget.
  2. Stimulasi - Ketika anak sedang di beri ASI, ibu dan anak saling bertatap mata, tangan ibu yang satunya mengelus kepala anaknya. Memberi makan anak dengan cara menyenangkan, bukan dengan paksaan. Dengan kata lain, stimulasi tida bisa digantikan dengan gadget. Harus ada kontak yang mengakrabkan antara anak dengan orang tuanya.

Nutrisi dan stimulasi saling berkaitan. Nutrisi yang masuk ke dalam tubuh masuk ke otak melalui satu-satunya jalan, yaitu saluran pencernaan. Nutrisi yang baik didukung oleh stimulasi yang baik pula akan membuat tumbuh kembang anak menjadi optimal.


Prosentase komunikasi antara otak dan saluran cerna adalah 80% saluran cerna berkomunikasi ke otak, sisanya sebanyak 20 % otak berkomunikasi ke saluran cerna. Jadi, saluran cernalah yang mengatur otak. Oleh karenanya, saluran cerna disebut juga 2nd brain.

Menurut dr. Wawan, beberapa orang tua baru sadar tentang cerdas atau tidaknya seorang anak ketika melihat nilai rapor sekolah. Ketika rapornya kurang bagus, orang tua baru 'menggenjot' anaknya supaya menjadi lebih cerdas. Padahal yang namanya membentuk kecerdasan itu bukan sejak si anak menerima rapor, tapi sejak dalam kandungan.

1000 hari pertama dalam kehidupan merupakan faktor penting dalam kehidupan seorang anak. Pembentukan sel-sel otak anak banyak terjadi di dalam kandungan. Sehingga ibu hamil sebaiknya:


  1. Jangan memiliki tensi tinggi
  2. Jangan sakit
  3. Jangan stress

Untuk faktor nomor 1 dan 2 di atas, dokter kandungan bisa bantu menangangi. Tapi ketika berhubungan dengan stress, ibu hamillah yang harus mampu mengelola stress tersebut. 

Anak yang baru lahir, sel otaknya masih berkembang hingga usia 1 tahun. Di usia 1000 hari pertama, perkembangan otak anak mencapai 80% otak dewasa. Ketika si anak berusia 6 tahun, perkembangan otaknya mencapai 95% otak dewasa.

Bisa terlihat kalau perkembangan otak itu sangat pesat saat si anak berusia di 6 tahun ke bawah terutama sejak dalam kandungan hingga berusia 2 tahun. Sayang sekali kalau orang tua tidak memberikan nutrisi dan stimulasi yang maksimal di usia tersebut.


 

Rahasia Kesehatan dan Kenyamanan Saluran Cerna Adalah Prebiotik



Seperti yang Chi tulis di awal, tentang anak tetangga yang tumbuh kembangnya kurang optimal karena slauran cernanya bermasalah. Sederhananya, walopun nutrisi yang dikonsumsi sudah lengkap dan baik tapi kalau 'alat' untuk mencernanya kurang berfungsi maka hasinya juga gak optimal.

Di dalam pencernaan terdapat banyak sekali bakteri baik maupun jahat. 80% sel imun ada di pencernaan. Jadi agar tetap sehat, tentu saja pencernaan harus terus dijaga kesehatannya. Tingkatkan bakteri baik dan tekan/kurang bakteri jahat dalam tubuh. Rahasianya adalah dengan prebiotik.



Ibu mana sih yang gak sedih kalau anaknya sakit? Pasti sedih, begitu juga dengan Chi. Konstipasi, diare, dan kolik adalah gangguan pencernaan yang sering ditemui oleh anak. Kalau udah terkena gangguan pencernaan, anak akan rewel, menangis terus, makan susah, dan lain-lain. Kalau gak segera ditangani bisa fatal. Duh!


ASI eksklusif merupakan makanan terbaik bagi bayi berusia 0-6 bulan. Dalam ASI terdapat banyak biota yang menguntungkan salah satunya adalah Lactobacillus Reuteri yang berfungsi untuk mendukung kesehatan saluran cerna.


Psikologis Anak Juga Mempengaruhi



Urusan memberi makan anak ternyata gak cukup dengan hanya memberi nutri yang baik dan memastikan saluran cernanya berfungsi baik. Psikologis anak pun harus diperhatikan.

Orang dewasa sudah mampu mengolah emosinya sendiri. Ketika dilanda stress, banyak orang dewasa yang bisa tetap menjaga pola makan, nutrisi, sekaligus mengontrol kesehatannya. Tapi tidak dengan anak-anak.

Salah satu problem anak yang sering di risaukan orang tua terkait dengan makan adalah ketika anak melakukan gerakan tutup mulut. Atau sering kali orang tua harus mengajak anak bermain atau berimajinasi ketika mengajak mereka makan. Jarang anak-anak yang hanya cukup duduk di meja makan lalu menikmati makan seperti orang dewasa.

Salah satu penyebab bayi dan anak terganggu pencernaannya adalah stress. Ya, bayipun bisa terkena stress, lho. Bahkan sejak dia berada dalam kandungan. Makanya seorang ibu wajib mengontrol kadar stressnya ketika hamil agar tidak mempengaruhi bayi yang dalam kandungan. Ketika lahir, bayi pun bisa stress karena selama ini berada dalam kehangatan rahim seorang ibu, sekarang dia harus 'berjuang'.



Sama halnya dengan perkembangan otak, 2 tahun pertama kehidupan seorang anak merupakan periode sensitif perkembangan attachment. Secara garis besar attachment terbagi 2, yaitu secure dan insecure attachment.

Secure attachment terlihat dari kedekatan anak dengan ibunya. Sebagai contoh, ketika ibunya harus pergi sejenak, anak akan menangis tapi kemudian bisa menyesuaikan diri. Ketika ibu pulang, anak akan menyambut dengan rasa gembira.

Insecure attachment terbagi 3, yaitu:


  1. Resistant attachment - ibu yang kurang konsisten dalam pengasuhannya. Ketika ibu pergi sejenak, anak akan menangis. Tapi, ketika pulang, anak akan menyambutnya dengan marah.
  2. Avoidant attachment - ibu yang bersikap dingin terhadap anaknya. Ketika ibu harus pergi, anakpun cuek
  3. Disorganized/Disoriented attachment - ibu yang seperti ini biasanya memiliki masalah di masa lalu yang berkaitan dengan attachment. Anakpun akan menjadi ambigu.

Kalau kita ingin memberikan secure attachment kepada anak, maka orang tua harus mempunyai parental sensitivity, yaitu  kemampuan orang tua untuk memberi umpan balik yang responsif terhadap tanda-tanda yang ditampilkan bayi.

Parental sensitivity juga dapat dilakukan saat kegiatan menyusui atau makan, misalnya:


  1. Menatap mata si bayi, mengusap kepala, tersenyum, bersenandung, atau mengajaknya bicara ketika menyusui.
  2. Menciptakan suasana menyenangkan ketika waktunya makan.
 
Yang harus diberikan catatan, ketika menciptakan suasana menyenangkan saat waktunya makan adalah jangan mengalihkan proses belajar makannya. Misalnya, orang tua mengajak anaknya makan di depan tv sambil nonton kartun dengan alasan anak akan makan kalau sambil nonton film kesukaannya.

Anak mungkin akan makan dengan lahap. Tapi dia tidak belajar proses makan. Anak tidak menyadari kalau dia sedang makan. Buatlah anak belajar makan dengan membuat suasana yang menyenangkan.

Mengenali temperamen anak juga bisa membantu ibu dalam mengajak dan mengajari anak makan.


  1. Easy child - anak yang mudah berespon terhadap segala sesuatu termasuk hal baru biasanya termasuk anak yang mudah makan. Hal ini tentu saja akan memudahkan ibu ketika mengenalkan anak terhadap makanan.
  2. Difficult child - kebalikan dari easy child. Untuk menanganinya, orang tua harus banyak bersabar ketika mengajak anak makan. Jangan paksa atau membuat suasana makan menjadi rusak dan menimbulkan stress pada anak.
  3. Slow to warm up child - anak yang tipe ini berada ditengah-tengah antara easy dan difficult child. 

 

Happy Tummy Council


Happy tummy council adalah sebuah dewan yang terdiri dari lima pakar kesehatan, yaitu:

  1. Prof. Dr. M Juffrie, dr., Sp.A(K), Ph.D
  2. Prof. Dr, Soebijanto Marto Sudarmo dr. Sp.A(K)
  3. Dr. Ahmad Suryawan, dr. Sp.A(K)
  4. Dr. Saptawati Bardosono, dr., M.Sc.
  5. Rini Hildayani M.Si. Psychologist.

Happy tummy council memiliki misi untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, khususnya para tenaga kesehatan dan orang tua, mengenai pentingnya saluran cerna bagi tumbuh kembang optimal.

Chi senang sekali dan merasa beruntung diundang ke acara press conference Happy Tummy Council yang ke-2, pada tanggal 3 April 2014 di hotel Gran Melia. Pastinya dapat ilmu parenting baru, terutama yang berkaitan dengan pola makan anak. Tulisan Chi yang ada dipostingan ini juga rangkuman dari penjelasan para pakar kesehatan yang ada di Happy Tummy Council tersebut.

Memang tidak semua pakar kesehatan tersebut datang. Hanya 3 orang dari 5 pakar kesehatan yang ada di Happy Tummy Council yang datang, yaitu:


  1. Dr. Saptawati Bardosono, dr., M.Sc. - menjelaskan tentang "Peran Zat Gizi dalam Tumbuh Kembang dan Kesehatan Saluran Cerna"
  2. Rini Hildayani M.Si. Psychologist. - menjelaskan tentang "Kesehatan Saluran Cerna Ditinjau dari Aspek Psikologis"
  3. Dr. Ahmad Suryawan, dr. Sp.A(K) atau dikenal juga sebagai dr Wawan - menjelaskan tentang "Kesehatan Saluran Cerna dan Perkembangan Perilaku dan Kecerdasan Anak"

Ada satu quote dari dr. Wawan di penghujung acara, "Don't Be Afraid To Be Active Mommy."

Maksudnya, parenting itu berkaitan dengan kedekatan antara orang tua dan anak. Harus punya parenting sensitivity seperti yang dijelaskan oleh ibu Rini. Jadi, mau kita lulusan S3 sekalipun, gak otomatis akan mempunyai anak yang berkualitas selama orang tuanya cuek. Orang tua yang bekerja tetap bisa mempunyai anak yang berkualitas selama orang tuanya peduli terhadap anak.

So, don't be afraid to be active mommy. Yang penting pelajari dan praktekkan terus ilmu parenting. Termasuk ketika kita ingin membuat anak bahagia, maka bahagiakan dulu pencernaannya.

Happy Tummy, Happy Kids!


Continue Reading
46 comments
Share:

Wednesday, April 16, 2014

Kalau Badut Masuk Mana, Mah?

Ini bukan celotehan Keke dan Nai, tapi celoteh Fabian - keponakan Chi. Fabian (4,5 tahun) lagi dinasehatin mamanya karena memukul kakaknya.

Mama Bian : "Kamu gak boleh suka mukul gitu, Bian. Nanti dosa. Kalau dosa masuk neraka, lho. Fabian mau masuk neraka?"
Fabian        : "Kalau badut masuk mana, Ma?"

Wkwkwk.... Fabian memang takut sama badut. Jadi, mungkin dalam pikirannya terserah deh masuk mana aja selama gak ada badut di dalamnya. :D

Ya biar gimana Fabian kan masih balita. Surga dan neraka itu sesuatu yang gaib dan bagi anak-anak mungkin hal gaib itu agak susah ditangkap maksudnya. Bukan berarti kita gak boleh mengenalkan agama kepada anak-anak. Tentu aja anak-anak juga harus mengenal agama sedini mungkin. Tapi mungkin cara penyampampaiannya disesuaikan juga dengan pemikiran mereka.

"Bian kan tau kalau dipukul itu sakit. Jadi, Bian gak boleh suka mukul. Kasihan kan Kakak. Gak boleh mukul-mukul lagi dan harus minta maaf, ya."

Chi pikir kalau kita menyampaikan seperti contoh kalimat di atas, bahwa memukul itu akan menimbulkan sakit, anak lebih bisa mengerti. Karena rasa sakit itu rasanya. Jadi, dikombinasikan aja. Menjelaskan secara agama dan juga jelaskan tentang rasa yang timbul dari memukul. Menurut Chi begitu.

Continue Reading
16 comments
Share:

Tuesday, April 15, 2014

Antara Bekasi, Bali, dan Bandung

Sekitar bulan September 2013 lalu, Papah ngajak kami liburan ke Bali. Chi pikir Keke akan menolak, karena selama ini kalau diajak libur pakai pesawat gak pernah mau. Takut jatuh, alasannya. Gara-gara dia pernah nonton berita tentang kecelakaan pesawat di tv. Jadi, selalu menolak kalau diajak jalan-jalan pakai pesawat. Eh, gak taunya dia langsung spontan bilang mau.

Rencana awalnya adalah tanggal 5 Oktober 2013. Tapi, baru nyadar kalau ditanggal segitu di Bali lagi ada APEC. Bakalan rame banget banget pastinya. Jadi, diundurlah ke awal November. Ada long wiken di awal November, tapi Chi lupa libur apa :D

Masalahnya, di awal November itu K'Aie gak bisa ikut. Ada rapat sama Wanadri di Bandung. Keke tetep pengen ikut ke Bali. Nai yang selama ini gak pernah jauh dari bundanya, malah pengen ikut ke Bali. Tinggal Chi yang galau, ikut anak-anak ke Bali apa ke Bandung.

Chi udah bujukin anak-anak supaya ikut ke Bandung aja, tapi mereka gak mau. Akhirnya setelah bercap-cip-cup ditimbang-timbang, Keke dan Nai ikut kakek-neneknya ke Bali, Chi sama K'Aie ke Bandung. Papah sama mamah gak keberatan ketitipan Keke dan Nai tanpa ayah-bundanya. Keke dan Nai termasuk anak-anak yang anteng dan mandiri kata orang tua Chi. Jadi, gak akan repot jagain mereka.


Perasaan Chi lagi gak karuan di sini :D


Saat nganterin Keke dan Nai ke bandara subuh-subuh, hati rasanya sediiihh. Cuma mau nangis, bisa-bisa diketawain sama anak-anak. Gimana gak sedih, ini pertama kalinya kami jauh-jauhan. Liburan terpisah-pisah. Keke sih udah beberapa kali nginep di rumah aki-nin kalau liburan sekolah. Tapi, masih di Jakarta lokasinya, deket lah. Nah kali ini jauh, udah gitu Nai juga pertama kalinya jauh dari Chi.

Beuntung zaman sekarang udah serba canggih teknologinya. Gak cuma telpon dan sms. BBM, WA juga bisa sekaligus kirim-kirim foto. Lumayan lah obat kangen selama 3 hari.


Chi kangen banget sama Keke dan Nai saat itu :)


Mereka seneng banget di sana. Jalan-jalan ke patung GWK, Bali Bird Park, Bali Zoo Park, dan lainnya. Tapi, yang paling mereka suka adalah pantai. Hotel yang mereka tempati dekat banget sama pantai. Tinggal keluar hotel, udah pantai. Jadi dari pagi mereka udah berlarian ke pantai. Susah diajak jalan-jalan ke tempat lain. Lagian Keke dan Nai males juga kayaknya. Long wiken bikin Bali macet banget sepanjang jalan. Dari pada macet-macetan, mending main di pantai :D

Chi beberapa kali telpon ke orang tua. Agak susah nelpon ke Keke dan Nai. Mereka asik main, suka gak mau diganggu hehehe. Tapi kata Mamah-Papah sih Keke dan Nai gak ngerepotin. Mereka udah bisa melakukan sendiri. Paling Keke yang kadang harus agak diingetin sama Nai. Misalnya, kalau main ke pantai bawa baju ganti.

Nai sempet nangis sekali waktu malam terakhir di Bali, sampe susah dibrentiin. Dia sih ngakunya kangen sama Chi dan pengen pulang. Dibujukin ini itu gak mau. Nangis terus sampe ketiduran.

Kalau kata Chi sih Nai rewel itu bukan karena kangen, tapi kecapean dan ngantuk. Jadi, Mamah-Papah itu kan kepengen banget jalan-jalan ke Beachwalk Mall Kuta. Lokasi mallnya sebetulnya gak jauh dari hotel. Cuma beberapa ratus meter aja. Jalan kaki juga bisa.

Tapi, anak-anak gak ada yang mau. Keke sama Nai emang kurang suka nge-mall sih, apalagi kalau cuma sekedar jalan-jalan. Mereka lebih memilih main di pantai. Akhirnya, pukul 10 malam mereka baru jalan ke mall untuk makan malam di mall sekaligus jalan-jalan.

Hampir seharian main di pantai, trus pukul 10 malam lanjut jalan ke mall. Jelas aja mereka kecapean. Apalagi Keke dan Nai itu udah lama gak biasa tidur larut. Paling telat pukul 9 mereka udah tidur. Makanya gak heran kalau akhirnya Nai jadi rewel banget. Keke juga Chi yakin udah kecapean, tapi dia udah bisa menahan diri untuk gak nangis.

Buktinya, setelah tidur, besok paginya Nai ceria lagi. Chi godain lewat telpon, dia malah heboh gak mau berlama-lama telpon sama Chi. Lagi asik main hihihi.

Lalu, Chi dan K'Aie ngapain ajah selama anak-anak di Bali? Setelah mengantar anak-anak ke bandara, kami pulang ke rumah. Beberes sebentar trus lanjut ke Bandung. Sampe Bandung, K'Aie langsung rapat di sekretaria Wanadri. Chi di rumah aja.

Siangnya, Chi bareng tante dan sepupu makan siang di Warung Misbar.Selesai makan, lanjut ke Gramedia. Pulang ke rumah sebentar, abis maghrib lanjut ke Dago. Kopdar sama Teh Nchie dan Mbak Dey sambil makan jagung bakar.

Sayang gak bisa berlama-lama sama Mbak Dey. Rumahnya jauh katanya. Sempet ketemu juga sama juragan Dewa SEO alias Boss Teh Nchie yaitu Kang Argun :p Seneng banget bisa lumayan lama ngobrol-ngobrol sama Teh Nchie. Mau nemenin Chi sampe dijemput K'Aie. Makasih banyak ya, Teh :)

Chi dan K'Aie, mutusin gak nginep di Bandung (rencana awalnya nginep). Abis kopdar, kami langsung pulang ke Bekasi. Hari-hari berikutnya tanpa anak-anak, benar-benar hari malas. Gak masak, ngemall ajah. :p

Pas hari kepulangan anak-anak, Chi dan K'Aie pergi ke book fair di Senayan. Hari itu K'Aie cuti kerja. Dan karena pergi ke book fair pas hari kerja, suasananya lebih sepi daripada pas wiken. Udah 2x kami ke bookfair pas hari kerja. Kayaknya kalau ada book fair lagi kami mendingan milih dateng pas hari kerja aja. Milihnya lebih leluasa karena sepi.

Setelah memilih beberapa buku untuk kami dan anak-anak, waktu ternyata masih cukup banget buat ngemall. Chi dan K'Aie pun ke Sency untuk ngopi-ngopi. Abis itu baru lanjut ke bandara. Perjalanan lancar, sampe bandara kami masih nunggu lumayan lama.

Akhirnya, ketemu lagi sama Keke dan Nai. Yang heboh? Udah pasti Chi hahaha. Keke dan Nai kaleeeeemmmmm. Besoknya mereka baru cerita banyak dengan cerewetnya. Bener-bener kangen sama mereka.

Dan, kulit mereka menjadi lebih gelap karena terus-terusan di pantai. Tapi, yang penting mereka seneng banget. Malah kepengen lagi katanya. Ya, udah kapan-kapan ke sana lagi kalau ada rezekinya, ya. Insya Allah :)

Ssstt... kalau ditanya mana yang lebih enak anatra jalan-jalan sama anak-anak atau berdua aja 'ma suami? Dua-duanya punya keasikan sendiri. :p

Continue Reading
26 comments
Share:

Monday, April 14, 2014

The Great 100 Recipes

 
sumber: http://www.wakuwakujapan.tv/en/program/culture.html


The great 100 recipes adalah sebuah acara tentang pelajaran dasar teknik masakan. Tayang di channel WAKUWAKU JAPAN, sebuah channel hiburan yang menayangkan program tv Jepang. The great 100 recipes tayang setiap hari Senin-Jumat pukul 07.30 wib. Siaran ulangnya pukul 09.30 dan 15.30 wib.

Setiap hari menampilkan tema yang berbeda. Misalnya seperti hari ini temanya adalah tentang memanggang. Dan setiap tayangan ada 3 resep sederhana yang ditampilkan.

Chi suka sama acara masak-memasak di tv. Biasanya bisa betah tuh berlama-lama di tv. Setiap ada acara ini, Chi udah siap-siap sama bolpen dan kertas. Tapi, selalu aja gak kecatet secara lengkap resepnya. Mungkin karena konsentrasi terpecah-pecah. Antara membaca teks dan nyatet. Karena kalau gak baca teks, Chi gak akan ngerti lah. Kan, pake bahasa Jepang acaranya :D

Tapi tetep bisa Chi nikmati dan dapet ilmunya, kok. Beberapa tips memasak yang Chi dapat misalnya


  1. Selai jeruk bisa membuat iga panggang menjadi berkilau hasilnya 
  2. Ketika membuat saus putih untuk pasta harus ditumis dengan api kecil dan hati-hati. Jangan sampai gosong sehingga warnanya tidak menjadi putih lagi
  3. Cara menyimpan daging yang baik adalah dengan cara menutup rapat. Dan dibungkus sesuai porsi yang akan kita masak.
  4. Daging yang sudah dikeluarkan dari freezer tidak boleh dibekukan kembali 
  5. Wortel yang bagian ujungnya masih ada warna hijaunya biasanya teksturnya masih keras
 
Banyak banget deh tip yang bisa kita dapet. Tenyata memotong sayur pun ada caranya. Trus, ada juga pengenalan beberapa bumbu dapur dan bahan makanan di setiap episodenya.Gak selalu yang khas Jepang, kok. Beberapa bumbu dapur dan bahan makanan juga ada di Indonesia.

Ayo, yang selama ini belum bisa bedain mana merica butiran dan ketumbar butiran, mending nonton acara ini hihihi. Karena yang diajarin di acara ini memang tentang dasar-dasar memasak. Jadi, sudah siap kita memasak? Yuk, nonton dulu acaranya :)

Continue Reading
10 comments
Share: