Tuesday, November 28, 2017

Ayam Masak Daun Melinjo

resep Ayam Masak Daun Melinjo
 
Ayam Masak Daun Melinjo - Beberapa tahun lalu, Chi pernah makan menu ayam tangkap di salah satu restoran di daerah Jawa Barat. Lupa nama restonya, tapi seingat Chi pulang dari Ciamis. Sepertinya nama menunya memang terinspirasi dari menu tradisional Aceh. Hanya saja tidak menggunakan daun kari tetapi menggunakan daun melinjo.

Chi gak bertanya kenapa tidak menggunakan daun kari. Agak susah menemukan daun kari kali, ya? Tapi, Chi langsung suka dengan rasa daun melinjo yang digoreng. Teksturnya renyah-renyah gimana gitu, deh 😂

Udah pernah cobain masak sendiri di rumah dan suka juga dengan rasanya. Nah, beberapa waktu lalu pengen coba bikin lagi. Tapi, karena agak lupa resepnya, C pun Googling dengan kata kunci Ayam Tangkap dan Ayam Daun Melinjo.

[Silakan baca: Resep Ayam Goreng Bawang Putih]

Eh, dari hasil Googling malah Chi dapat resep baru namanya Ayam Masak Lelem. Kuliner ini berasal dari Manado. Dari berbagai artikel yang Chi baca, daun lelem banyak digunakan pada masakan khas Manado. Tetapi, karena di sini tidak ada daun lelem *penampakannya aja Chi gak tau*, katanya sih bisa diganti dengan daun melinjo. Kebetulan saat itu lagi ada banyak daun melinjo karena memang udah niat mau bikin ayam tangkap ala-ala, jadi ganti resep aja sekalian, deh.

Ada berbagai resep tentang Ayam Masak Lelem di Google. Karena Chi belum pernah cobain rasa asli dari masakan ini, jadinya coba mengkombinasikan berbagai resep aja. Sebetulnya rata-rata mirip resepnya hanya takarannya aja yang berbeda dan ada juga yang menambahkan bumbu ini-itu.


Bahan-Bahan:
 
  • 1 ekor ayam - potong 8 atau 10
  • 1 buah jeruk nipis, ambil airnya
  • Garam secukupnya
  • Gula pasir secukupnya
  • Minyak goreng untuk menumis
  • Air secukupnya, kira-kira segelas (+/- 200 ml)
  • 2 batang sereh, digeprek bagian putihnya 
  • 1 ikat daun kemangi
  • daun melinjo diiris kasar
  • 1-2 batang daun bawang, diiris-iris
  • 6-8 lembar daun jeruk, diiris halus
  • 1 lembar daun kunyit 


Bumbu Iris:
 
  • 8 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih


Bumbu Halus:
 
  • 15 buah cabai merah keriting
  • 8 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih 


Cara Membuat:
 
  1. Ayam yang sudah dicuci bersih, diremas-remas dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan sekitar 15 menit.
  2. Panaskan minyak. Tumis bumbu iris dan halus. Kemudian masukkan sereh yang sudah dimemarkan dan juga daun kunyit
  3. Masukkan ayam. Aduk hingga berubah warna
  4. Tambahkan air, masak hingga air menyusut
  5. Masukkan daun melinjo, daun bawang, daun jeruk, serta daun kemangi. Aduk-aduk sebentar hingga matang
  6. Tambahkan gula dan garam. Koreksi rasa. Setelah pas, matikan api dan sajikan.


Tips:
 
  1. Di foto ini, Chi gak kasih daun kemangi *lupa beli 😂
  2. Kalau mau semakin kaya rasa, serehnya bisa diiris tipis jangan sekadar dimemarkan 
  3. Untuk bumbu halus, tingkat kepedasannya bisa disesuaikan dengan selera. Bisa ditambahkan cabai rawit. Chi gak kasih, biar Naima tetap bisa makan

[Silakan baca: Resep Ayam Ungkep Skippy Peanut Butter]

Selamat mencoba! 😋

Continue Reading
34 comments
Share:

Friday, November 17, 2017

Tape Bakar Coklat Keju

Tape Bakar Coklat Keju - Musim hujan mulai datang. Kalau begini antara pengen makan atau tidur melulu. Abis cuacanya enak. Adem dan kadang malah dingin.
 
resep tape bakar coklat keju, cara membuat tapai bakar

Ketika anak-anak masih kecil, mereka seneng banget kalau udah musim hujan karena bakal dibolehin mandi hujan. Sekarang semangat mandi hujannya udah pudar. Lebih suka ngamar sambil nonton tv atau main hp. Biasanya kalau abis mandi hujan, langsung bergantian mandi air hangat. Setelah itu kruntelan bareng sambil minum teh atau susu coklat hangat dan sedikit camilan.

[Silakan baca: Mandi Hujan]

Ngomongin tentang camilan, salah satu yang jaid favorit adalah Tape Bakar Coklat Keju. Ini sih gak perlu nunggu musim hujan. Asalkan ada tape di penjual langganan di pasar, biasanya Chi langsung beli.


Tape atau tapai adalah makanan yang berasal dari singkong atau beras ketan, kemudian difermentasi dengan ragi.

Bahan-Bahan:
  • Tape singkong, potong-potong. 
  • Mentega
  • Meises
  • Susu kental manis putih
  • Keju cheddar 

Cara Membuat:
  1. Tekan tape yang sudah dipotong dengan punggung pisau supaya agak gepeng 
  2. Oleskan mentega tipis-tipis di kedua sisi tape
  3. Panaskan wajan yang datar
  4. Bakar salah satu sisi tape hingga berwarna kecoklatan dan agak gosong sedikit, kemudian balik
  5. Lakukan hal yang sama untuk sisi baliknya
  6. Setelah kedua sisi berwarna kecoklatan, taruh tape di piring
  7. Beri keju cheddar di atasnya
  8. Kemudian taburkan meises dan beri susu kental manis

Catatan:
  1. Chi lebih suka tape yang gak terlalu lembek, biar rasa alkoholnya gak terlalu kuat. Tapi juga jangan yang masih keras
  2. Potong-potong tape dengan uuran sedang. Jangan terlalu pendek atau panjang
  3. Untuk toping, bisa diganti sesuai selera. 
  4. Kadang, Chi gak bakar tape di wajan tapi langsung masukkan ke dalam oven sekitar 4-5 menit 

[Silakan baca:  Resep Muesli SKIPPY® Peanut Butter Energy Bars]

Continue Reading
36 comments
Share:

Monday, November 6, 2017

Nyasar di Pasar

kesasar, pasar
Nyasar di Pasar


Nyasar di Pasar - Teman-teman suka ke pasar tradisional? Kalau Chi antara suka dan enggak. Gak sukanya karena suka malas jalannya. Ke pasar berarti mengambil jatah tidur Chi 😂 Biasa deh kalau anak-anak udah mulai berangkat sekolah, Chi lanjut tidur. Kalau gak gitu, gak bakal bisa tidur lagi. Apalagi kalau anak-anak udah pulang sekolah. Seringnya tambah gak bisa tidur.

Kalau harus ke pasar, jam tidurnya jadi kepotong hehehe. Sebetulnya ada tukang sayur keliling, tapi jualannya kan gak komplit. Memang enak langsung belanja di pasar aja kalau jumlahnya banyak. Lebih irit juga. *Chi paling ke pasar 2-3 hari sekali.

[Silakan baca: Antara Pasar Tradisional dan Pasar Modern]

Untuk pemilihan waktu, lebih suka rada siangan karena gak antre. Kalau pagi, cari parkir aja udah rada susah. Trus di pasarnya suka antre karena banyak pembeli. Apalagi kalau pembelinya udah ngobrol dulu ma penjual hehehe. Kalau berangkat udah siang kan enak bisa langsung dilayani.

Tapi kadang memang suka ada serunya sih kalau pasar lagi rame. Suka rupa-rupa kelakuan pelanggan pasar hehehe. Apalagi yang namanya pasar tradisional kan suka ada aja ibu-ibu yang saling ngobrol, bikin belanjanya jadi makin lama 😂

Walaupun agak siang (biasanya sekitar pukul 10 atau 11) tetap masih segar lah sayur-mayur yang ada di sana. Kalau untuk lauknya, Chi memang dari dulu jarang beli di pasar. Paling di pasar Chi beli lauk seperti ikan mas atau lele, telur, atau ikan asin. Selebihnya mulai dari ayam hingga daging selalu beli di supermarket. Pernahlah sesekali beli ayam di pasar meskipun jarang. Tapi kalau daging belum pernah sama sekali, selalu di supermarket.
 
Tumben Chi cerita tentang pasar?



Iya karena pas lagi buka HP ada foto pasar dekat rumah. Kalau di rumah, pasar tradisional tapi udah agak modern. Lumayan bersih pasarnya dan cukup komplit meskipun gak terlalu besar. Chi juga suka belanja di sana karena semua penjual kasih harga jual yang sama. Tinggal kitanya aja lebih suka belanja di mana. Kalau Chi ada 1 lapak penjual sayur favorit tapi biasanya gak belanja semuanya ke sana. Ada kalanya 1-2 item, Chi beli di penjual lain.

[Silakan baca: Pasar Mini - Manfaat yang Didapat]

Tentang harga, Chi pikir tadinya semua pasar tradisional begitu. Tapi sepertinya enggak. Ketika belanja di pasar tradisional dekat rumah mertua, tiap lapak bisa beda-beda harga jualnya. Bahkan bisa beda lumayan jauh *Pernah sebel aja gitu begitu tau harga 1 ons cabe rawit hijau antara lapak yang satu dnegan yang lain beda lumayan jauh dan Chi udah terlanjur beli dengan harga lebih mahal 😕* Makanya kalau belanja di pasar tradisional dekat rumah mertua, harus hapal lapak penjual yang bisa kasih harga murah.

Tapi memang PR buat Chi kalau udah belanja di pasar tradisional dekat rumah mertua. Selain harus hapal lapak favorit juga harus hapal jalan masuk. Jadi pasarnya masih model tradisional gitu yang biasanya para penjual sayur dan daging terletak di basement.

Kalau di basement gitu gak hanya kotor tetapi juga agak gelap. Udah gitu tekak-tekuk. Lapaknya kayak kios-kios gitu. Nah, tekak-tekuknya ini yang bikin bingung. Lupa di mana pintu keluar hahaha. Beneran gak lucu kalau nyasar di pasar hehehe. Kalau pasar dekat rumah kan udah kayak aula besar. Lapak-lapaknya terbuka jadi kelihatan lah dari ujung ke ujung.

Pernah ada satu kejadian, Chi salah keluar. Malah ada di sisi lain pasar. Sempat bingung sesaat tapi tetap bisa pulang, sih. Cuma jadi lebih jauh aja. Kan cape jadinya 😅

Teman-teman punya cerita seru apa tentang belanja di pasar tradisional?

Continue Reading
37 comments
Share: