Sunday, December 25, 2016

Om Telolet Om

Om Telolet Om

"Om telolet om"


Beberapa hari ini, kalimat 'om telolet om' viral banget. Sampe beberapa Dj kelas dunia pun ikut meramaikan. Bahkan dalam hitungan hari versi dangdutnya juga udah ada 😅 *Cari sendiri di YouTube, ya 😄

Sebetulnya apa sih 'om telolet om' itu?


Trend telolet ini sebetulnya udah cukup lama. Sekelompok anak-anak kecil di daerah Jawa Tengah yang suka dengan suara klakson, umumnya klakson bus. Kalau baca beberapa media, katanya awalnya di Jepara. Tapi, menurut sepupu Chi yang dari Gombong, di Kebumen pun udah sejak lama anak-anak kecil suka dengan aktivitas ini. Mereka berkumpul di pinggir jalan dan meminta bus untuk membunyikan klakson. Bila klakson berbunyi mereka akan kesenangan dan suara klakson tersebut direkam di telepon genggam mereka.

Udah lumayan lama Chi tau tentang kebiasaan ini. Ada beberapa teman di FB yang pernah membuat status tentang ini jauh sebelum telolet mendunia. Kalau gak salah ingat, dulu pernah juga ada sedikit reportasenya di salah satu stasiun televisi swasta.

Ketika sekarang telolet mendunia, Chi gak tau penyebab pastinya apa. Dan gak berusaha mencari tau juga. Tapi, Chi termasuk yang ikut tertawa-tawa dengan trend ini. Sejenak merasakan ademnya timeline yang akhir-akhir ini penuh pro kontra. Perdebatan yang lebih banyak adu ototnya dibanding adu otak.

Etapi, timeline Chi sebetulnya lumayan adem, sih. Berbeda pendapat memang ada, tapi gak sampe yang heboh banget. Cuma kadang Chi suka baca status beberapa teman tentang panasnya timeline. Bikin Chi kepo dan cari tau. Ternyata memang bener, sih. Ternyata hawanya panas juga hehehe.

Setelah sejenak menikmati trend 'om telolet om', mulai ada hal-hal lain seperti pertanyaan kenapa harus telolet? Kan, suara klakson bus gak hanya telolet? Apa sih lucunya telolet sampe pada kesenangan begitu? Ada juga yang protes kalau fenomena ini membahayakan. Bahkan sampe ada yang mengartikan lain-lain yang ... begitulah.

No comment untuk yang mengartikan trend ini ke hal lain. Apalagi ke hal-hal yang sekarang ini sedang sensitif. Gak jelas juga kan siapa yang memulai? Bisa jadi bukan pihak yang sedang berpro-kontra tapi pihak ketiga yang niatnya memang cuma ingin memanaskan suasana biar kembali saling ejek. Ya, siapa tau?

[Silakan baca: Tips Belajar Asik dan Menyenangkan bagi Anak]

Bermain Untuk Anak


Sebetulnya Chi udah mulai gregetan sejak lama. Sejak ada pernyataan, bahkan ada berbagai meme, kalau anak zaman dulu lebih beruntung. Masih menikmati permainan tradisional. Gak seperti anak-anak sekarang yang 'cuma' kenal gadget. Mungkin ada benarnya juga. Setidaknya zaman dulu lahan bermain masih lebih banyak.

dunia anak dunia bermain

Tapi, bukan salahnya anak-anak sekarang juga kalau akhirnya mereka lebih mengenal gadget, kan? Chi rasa kalau dulu udah ada gadget juga akan sama seperti sekarang. Menganggap gadget itu asik. Ya, setidaknya sejak kecil pun Chi udah mengenal video game. Tapi masalah kecanduan atau enggak kan kembali ke kitanya. Orang tua masih mengenalkan aktivitas lain. Lingkungan juga begitu.

Makanya, walaupun sekarang generasi digital, Chi pun tetap mengajarkan hal sama ke Keke dan Nai. Mereka tetap mengenal permainan tradisional. Lagu anak-anak zaman dulu. Dan berbagai hal lain yang pernah Chi lakukan saat kecil.

[Silakan baca: Anak Generasi Gadget, Juga Bisa Lupa Gadget]

Kembali ke trend telolet, kalau ada yang mengkritik ulah anak-anak itu sebenarnya solusinya apa, ya? Udah pernah ajak mereka untuk menikmati hal lain belum? Udah pernah mengingatkan mereka untuk tidak bermain di pinggir jalan? Apalagi sambil berlari-larian padahal jalanan sedang ramai.

Menurut Chi, mereka itu sebenarnya hanya ingin bermain. Dunia anak adalah dunia bermain. Keinginan mereka sesederhana itu.

Kadang ketika bermain, mereka gak mengerti bahaya atau tidak. Itulah kenapa masih harus ada orang dewasa yang mengawasi dan mengarahkan. Kalau cuma dikritik atau diolok-olok manalah mereka mengerti.

Sama kayak gadget. Kita bersuara kalau kalau gadget itu gak baik, gadget itu candu bagi anak. Lebih berkualitas aktivitas anak-anak zaman dulu. Tapi, tetep aja kita juga yang secara sadar memberi mereka gadget. Bahkan membiarkan anak-anak berlama-lama dengan gadget dengan alasan biar anteng. Tanpa pernah mengenalkan kepada mereka aktivitas asik lain. Kalau cuma gitu manalah anak-anak mengerti?

Bahagia Itu Sederhana


Sejujurnya, Chi pun gak mengerti di mana letak kelucuan 'om telolet om.' 😂 Chi juga tidak akan membiarkan Keke dan Nai berada di pinggir jalan membawa kertas bertuliskan 'om telolet om'. Apalagi sampe ngejar-ngejar. Dan, Chi rasa Keke atau Nai juga gak kepikiran sampai sana walaupun mereka tau trend ini dan tertawa melihat berbagai video yang beredar.

Terlepas dari pro kontra kalau trend ini berbahaya atau tidak, yang Chi tangkap dari trend ini adalah bahagia itu sederhana. Dan, karena banyak yang bahagia, Chi juga jadi ketularan bahagia hehehe.

[Silakan baca: Bahagia Itu SEDERHANA]

Untuk kebahagian yang sederhana, anak-anak memang jagonya. Chi sering belajar dari Keke dan Nai. Sebetulnya gak ngerti apa yang mereka ketawain. Tapi daripada bilang, "Kayak gitu aja ketawa. Apanya yang lucu?" Mendingan Chi ikut ketawa aja. Biasanya hati Chi juga jadi ikutan senang.

Sepertinya kita harus sering melakukan hal yang bahagia dengan cara sederhana. Kalau trend telolet ini dianggap membahayakan, ya cari aja kebahagian sederhana lain. Pastinya banyak, kok. Gak perlu Chi contohin, lah. Cari masing-masing aja. Lagian masa iya maunya ribut melulu (di social media)? Sering-seringlah menciptakan kebahagiaan yang sederhana *self reminder*

Gak baik untuk kesehatan mu (kalau ribut melulu). *minjem kata-kata mas Mul, OK Jek* 😄

Saturday, December 24, 2016

Mencintai Indonesia Dari Blog Monda Siregar

Mencintai Indonesia Dari Blog Monda Siregar


Tentang Monda Siregar

Mbak Monda adalah salah seorang blogger yang sudah lumayan lama Chi kenal *ihiiiyyy kenaaall 😊* Lumayan sering blogwalking ke blognya. Kadang komen, kadang silent reader. Sebetulnya suka ada rasa penasaran kalau membaca blog Mbak Monda. Setau Chi, Mbak Monda ini seorang dokter gigi (cmiiw, ya), tapi rasanya gak ada satupun postingan tentang kesehatan gigi. Cuma kepo dikit aja, sih. Lagipula memang gak ada aturan baku di dunia blog kalau blogger harus menulis berdasarkan profesi yang digeluti, kan?

Mengunjungi blog Mbak Monda akan disuguhi berbagai cerita tentang Indonesia. Tempat wisata, kuliner, wastra, musik, dan lain sebagainya. Bisa dibilang ini blog lifestyle dengan titik berat tentang segala hal di Indonesia.

Friday, December 23, 2016

Rayakan Akhir Tahun Bersama Keluarga dan Kerabat di Surabaya Dengan Kebaikan Susu Anchor Food Professionals

Rayakan Akhir Tahun Bersama Keluarga dan Kerabat di Surabaya Dengan Kebaikan Susu Anchor Food Professionals

tahun baru, anchor food professional

Rayakan Akhir Tahun Bersama Keluarga dan Kerabat di Surabaya Dengan Kebaikan Susu Anchor Food Professionals


Pada acara masak "Christmas and New Year Dairy Delights with Anchor Food Professionals", di Surabaya - Jawa Timur pada tanggal 14 Desember 2016, Anchor Food Professionals, unit bisnis foodservice dari Fonterra Brands Indonesia, kebaikan susu kepada 250 profesional di industri dan penikmat kuliner. Selain berbagi keahlian tentang susu kepada para pemilik pastry, bakery, cafe, dan restoran, Anchor Food Professionals juga meluncurkan buku resep kue legendaris dan berdiskusi tentang trend kuliner terbaru.

“Walaupun belakangan ini masyarakat Indonesia telah mulai terbiasa mengonsumsi susu, namun susu belum menjadi bagian dari menu sehari-hari dan banyak yang tidak tahu cara memasak dengan bahan baku susu,” ujar Sigit Wijanarko, Associate Foodservice Director Anchor Food Professionals.

Anchor Food Professionals berkeinginan masyarakat tidak hanya tahu bahwa susu memiliki berbagai kandungan nutrisi yang penting bagi tubuh. Tetapi juga ingin menjadi bagian yang lebih besar lagi di masyarakat dengan cara memberikan berbagai resep yang inovatif, bergizi, dan lezat untuk keluarga dan kerabat di masa liburan ini.

[Silakan baca: Story on Plate - Cerita di Balik Sepiring Hidangan Cantik]

Anchor Food Professionals juga baru saja membuka daour uji pertama di luar Jakarta. Lokasi tepatnya ada di Jalan Dupak Rungkut no 110, Surabaya. Dapur uji ini memiliki  fasilitas canggih untuk mengembangkan solusi industri foodservice. Sekaligus memperlihatkan komitmen dan kepemimpinan Fonterra di industri foodservice.

Bersamaan dengan diluncurkannya buku resep Legendary Cookies Recipes, Advisory Chef Yus dan Petrus mendemonstrasikan teknik memasak menggunakan bahan baku susu untuk menghasilkan resep yang lezat, mulai dari pastry sampai hot kitchen.

Sudah lebih dari 6.000 restoran, bakery, gerai fast food, dan berbagai bisnis kuliner lainnya yang menggunakan produk susu Anchor. Sehingga Advisory Chef dari Anchor Food Professionals terus berkomitmen untuk terus berinovasi agar Anchor Food tetap dapat bersaing di industri kuliner dan menjadi pemimpin pasar di bisnis pemasok bahan baku dengan bahan dasar susu.

[Silakan baca: A-VENTURES, Karajter Super Hero Anchor Boneeto  untuk Anak Usia 7-12 Tahun]

Monday, December 19, 2016

Senyum dan Sapa Kurir JNE

Senyum dan Sapa Kurir JNE


JNE itu baik. Yup! Kesan pertama kenapa memilih JNE karena kebaikannya dalam hal packing. Sekian tahun silam ketika baru merasakan belanja online, Chi mulai perhatikan kalau packing JNE paling aman. Banyak toko online yang sudah packing barangnya sedemikian rupa supaya sampai di tempat pelanggan dalam keadaan baik. Tapi, sama JNE ditambahin lagi packingnya. Biasanya pakai kantong plastik bertuliskan JNE. Chi pun mulai terkesan dengan kebaikannya ini.

Kebaikan JNE lainnya adalah barang yang Chi order selalu cepat sampai. Setiap kali belanja online, paling sering Chi pakai paket REG (Reguler). Tapi biasanya setelah penjual kirim, besoknya atau selambat-lambatnya lusa barang sudah sampai. Paket REG rasa YES (Yakin Esok Sampai) ini, sih.

Dari yang mulai coba belanja online, sampe akhirnya ketagihan. Berbagai barang dari berbagai brand karena nge-blog. Trus mulai buka usaha toko online juga. Bisa dikatakan JNE semakin banyak jasanya bagi kami. Banyak kebaikan dari berbagai layanan  JNE Express yang sudah kami dirasakan.

Senyum dan Sapa Kurir JNE

"Selamat siang, Bu."
"Biasa, Bu. Ada paket, nih."

Dari sekian banyak kebaikan JNE, ada satu hal yang paling bikin Chi berkesan, yaitu senyum dan sapa kurir JNE. Tepatnya salah seorang kurir JNE yang selalu mengantar barang ke rumah. Anak muda dengan sikap yang santun dan selalu tersenyum.

Karena sudah sering mengantar barang ke rumah, ketika berpapasan di jalan pun kurir ini selalu menyapa. "Selamat siang/sore, Bu.""Apa kabar, Bu?" Atau kadang dia menyapa dengan sedikit becanda, "Tumben udah lama saya gak antar barang ke rumah ibu." Kayaknya Chi disuruh belanja online terus, nih hehehe. Tentu aja Chi anggap itu becandaan kecil sebagai bentuk keramahannya.

Suatu hari, langit terlihat mulai mendung. Kelihatannya bakal hujan deras. Kurir yang saat itu sednag mengantar ke rumah pun minta maaf kalau agak terburu-buru. Alasannya, khawatir berbagai paket yang dibawa akan kehujanan. Padahal Chi yakin kalaupun kehujanan selama dipacking dengan rapi dan rapat akan tetap aman. Tetapi karena dengan sopan dia minta maaf, justru bikin Chi makin terkesan.

Sayangnya, Chi gak pernah tau namanya. Gak pernah nanya juga. Baru berasa kehilangan setelah kurir JNE yang biasa antar barang ke rumah bukan dia lagi. Kurir yang baru ini juga ramah, kok. Tapi mungkin karena masih baru jadi belum seakrab kurir yang lama.

Kelihatannya sederhana banget, ya. Tapi, justru kebaikan seperti itu yang berkesan. Senyum dan sapa  yang ramah udah cukup banget buat Chi. Service yang baik bisa membuat segala hal menjadi terasa baik. Begitupun sebaliknya. *Chi emang gampang terpengaruh sama service suatu jasa 😊*

Ada satu lagi nih kebaikan JNE. Pada tanggal 26 - 27 November 2016, dalam rangka ulang tahun JNE ke-26 mengadakan HARBOKIR (Hari Bebas Ongkos Kirim). Dalam 2 hari itu JNE memberikan kebabasan ongkos kirim untuk pengiriman barang maksimal 2 kg per resi. Berlaku untuk pengiriman dalam kota di 55 kota besar Indonesia. Wuiiiihhh! Semoga makin sering aja JNE bikin program menarik kayak gini. Chi pasti bakal tambah senaaaaangg.

Kalau menurut teman-teman, kebaikan apa saja yang pernah diberikan JNE?

Sunday, December 18, 2016

Digital Life Elisa Fatma Ariesta

Digital Life Elisa Fatma Ariesta


Tentang Elisa

Elisa adalah ibu dari 2 orang anak dan saat ini tinggal di Lamongan, Jawa Timur. Dalam dunia blogger, Elisa termasuk newbie. Baru mulai ngeblog sejak Januari 2014. Tapi walaupun newbie, terlihat kalau Elisa serius dengan dunia blogging. Terlihat dari tampilan blognya yang rapi, sudah ber-TLD, dan cukup konsisten juga menulisnya. Blog lifestyle yang diberi judul Digital Life berisi tentang keseharian Elisa.

Postingan Favorit
Di grup Arisan Blogger, Elisa mengatakan kalau salah satu inspirasinya adalah salah seorang travel blogger hits yang bisa terbang kemanapun secara gratis. Hmmm ... Chi jadi kepo nih siapa travel blogger tersebut 😃

Tapi bukan karena kepo juga kenapa Chi akhirnya memilih salah satu postingan di kategori Lamongan sebagai postingan favorit. Karena Elisa tinggal di Lamongan tentu menarik melihat seseorang menulis tentang daerahnya sendiri.

Dari 11 postingan tentang Lamongan, Chi memilih postingan "Jalan-Jalan ke Wisata Bom Anyar, Yuk!" Wisata Bom Anyar adalah Pelabuhan Perikanan. Di postingan tersebut diceritakan walaupun pelabuhan perikanan tapi sudah tertata dan tidka bau amis. Kawasa wisata tersebut juga diisi berbagai aktivitas warga di sana.

Postingannya tidak terlalu panjang. Tapi, mungkin berikutnya bisa dipecah dan dibikin lebih detil. Tentang masjid dengan pemandangan hamparan laut. Kapal-kapal nelayan dan aktivitasnya. Kegiatan warga di sana termasuk muda-mudinya. Di dalam pelelangan ikan. Bakal tambah menarik sepertinya kalau dibikin lebih detil.

Kalau teman-teman ingin lebih kenal dengan Elisa, silakan berkunjung ke blognya, ya :)

Elisa Fatma Ariesta

www.elisa-blog.com

FB: Elisa Fatma Ariesta
Twitter: @elisafariesta
IG: @elisafariesta

Wednesday, December 7, 2016

Kalau Jalan-Jalan Jangan Lupa Membawa Kartu Debit

Kalau Jalan-Jalan Jangan Lupa Membawa Kartu Debit

kartu debit bca

K’Aie: “Bun, jangan lupa bawa uang receh buat besok.”

Uang receh yang K’Aie maksud tentu aja bukan bawa uang koin yang banyak. Yang dimaksud receh adalah uang kertas dengan nominal kecil seperti 2 ribu, 5 ribu, 10 ribu, paling besar 50 ribu sebanyak beberapa lembar.

‘Udah ada e-banking ini, bawa token aja, lah’

Chi masih suka berpikir kayak gitu. Terlalu mengandalkan e-banking karena nyaman. Padahal gak setiap saat bisa bertransaksi melalui e-banking. Gak semua tempat juga koneksi wifinya bagus. Kalau gak pegang uang tunai memang kadang merepotkan. Apalagi kalau lagi jalan-jalan.

Kayak beberapa waktu lalu, kami sekeluarga mau camping. Dari rumah berangkat sore hari, sampai daerah Lido sekitar pukul 7. Kami pun memutuskan cari makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Situ Gunung. Salah satu rumah makan padang di Lido yang kami pilih. Karena hanya rumah makan kecil, gak mungkin juga bayar pakai kartu debit. Untung diingatin sama K’Aie untuk bawa uang tunai.

Walaupun Chi lebih suka cashless, karena perasaan kalau megang uang tunai cepat habisnya hehehe* tapi untuk kegiatan sehari-hari juga masih butuh uang tunai. Dari mulai belanja ke pasar hingga bayar SPP. Biasanya K’Aie langsung kasih Chi uang. Tapi kadang K’Aie lagi gak ada uang tunai. Kalau udah gitu, K’Aie transfer ke rekening Chi sebanyak yang dibutuhkan *kadang dilebihin hehehe*. Untungnya Chi pakai debit BCA. Dan, di dekat rumah mudah banget ditemui ATM BCA. Di supermarket, pasar, dan di BCA nya sendiri. Atau kalau enggak, ambil uang tunai di salah satu minimarket dekat rumah. Gampang banget lah pokoknya.
Kalau di dekat rumah memang enak. ATM BCA sangat mudah ditemukan di manapun. Kalau belanja pun Chi lebih suka bayar menggunakan kartu debit BCA. Tapi kadang suka bingung kalau lagi jalan-jalan. Bakalan susah gak ya cari ATM? Memang sih dari rumah udah siapin uang cash. Tapi siapa tau aja uang yang dibawa kurang. Kalau ada ATM kan membantu banget.

[Silakan baca: Kopdar Blogger di Tanakita]


Pengalaman Chi selama ini sih gak terlalu sulit mencari ATM BCA. Jumlahnya dimanapun lumayan banyak. Setelah Chi tau kalau BCA dan Jaringan PRIMA udah bekerja sama, makin hip hip hore, deh. Kerjasama ini udah terjalin 15 tahun, lho. Dan Chi baru tahu banget. *Kudet, ya hehehe!*

Jaringan ATM PRIMA merupakan layanan switching ATM/Debet yang dikelola oleh PT Rintis Sejahtera dan beroperasi sejak Agustus 2000. Beranggotakan 60 bank, dengan jumlah jaringan ATM lebih dari 93.000 ATM. Jaringan PRIMA didukung pula oleh layanan PRIMA Debit untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan berbelanja bagi seluruh bank peserta PRIMA Debit melalui lebih dari 380.000 terminal EDC yang tersebar di berbagai merchant berlogo PRIMA Debit/ Debit BCA. Jaringan PRIMA didukung pula dengan web-based complaint handling system yang efektif dan efisien.

Jadi kalau Chi sedang di jalan dan butuh ke ATM untuk mengambil uang atau transaksi lainnya tapi gak ada ATM BCA, gak usah khawatir. Tinggal cari ATM yang berlogo PRIMA. Gak hanya itu, nasabah bank lain yang sudah masuk jaringan prima juga bisa menggunakan ATM BCA, lho. Tanpa dikenakan biaya!


Ada lebih dari 93.000 ATM PRIMA yang tersebar dengan 60 bank yang tergabung di jaringan PRIMA. Tentu ini sangat membantu kalau nasabah ingin melakukan transfer. Dan transfer di ATM PRIMA itu real time online. Artinya proses transfer dilakukan saat itu juga.

Untuk kode transfer bank peserta PRIMA bisa dilihat di www.jaringanprima.com

Kalau lagi belanja pun begitu. Bank yang tergabung di jaringan PRIMA gak perlu khawatir. Tetap bisa bertransaksi dengan kartu debit menggunakan mesin EDC BCA di seluruh Indonesia. Tenang aja, gak akan dikenakan biaya merchant, kok. Ya, daripada bawa uang tunai dalam jumlah besar mending pakai kartu debit. Lebih nyaman dana mudah.

Jadi, sekarang udah gak ada cerita galau karena khawatir susah cari ATM, deh. Jalan-jalan pun makin semangat. Yang penting kartu debit jangan sampai ketinggalan :)

[Silakan baca: Kampoeng Maen Fair 2012]

Sunday, December 4, 2016

Inna Riana, Emak (Yang Selalu) Riweuh

Inna Riana, Emak (Yang Selalu) Riweuh


Tentang Inna Riana

Riweuh itu ribet, sibuk, ya kira-kira seperti itu, lah. Contoh kalimatnya seperti ini, "Nanti, ya. Sekarang lagi riweuh." Kalau Chi ngomong gitu, berarti saat itu lagi sibuk. Tapi, kalau Emak Riweuh, nah langsung deh tuh teringat dengan sosok perempuan bernama Inna Riana.

Semua ibu pasti riweuh, ya. Tapi, baca postingan Mbak Inna memang seru, euy. Membaca bagaimana riweuhnya mengasuh 3 boyz alias ketiga putranya, sempat memiliki toko obat, dan juga blogger. Mbak Inna ini peternak blog dan semua blognya aktif, lho. Bahkan dalam kurun waktu 11 tahun sudah mengalami 10 kali pindah rumah dari satu kota ke kota lain. Wuiihh riweuh!

Kesibukan lain adalah rajin ngeblog. Ada tiga blog yang selalu rutin saya update. Punya blog di Kompasiana dan Blog Detik tapi sudah tidak aktif lagi. Blog saya berikut alamatnya:
1. www.emakriweuh.com tentang parenting, jalan-jalan, dan blogging.
2. www.innariana.com tentang cerita curhat, fashion, fiksi, dan lomba.
3. www.dapurngebut.com tentang resep masakan, cerita memasak, dan seputar kuliner.
4. www.inas-craft.blogspot.com tentang aksesoris handmade dan tutorial cara membuatnya. Rencananya, saya ingin membuat online store khusus dari blog ini. Doain yaa. - sumber: Selayang Pandang Inna Riana di group Arisan Link Blogger Perempuan

Postingan Favorit

Setelah ngubek-ubek beberapa postingannya, yang jadi favorit kali ini adalah postingan lama tentang Berhenti Langganan TV Kabel. Kebalikan ma Chi, nih. Seminggu lalu, Chi malah baru upgrade paket langganan tv kabel hahaha.

Ya, setiap keluarga pasti punya pertimbangan masing-masing, ya. Tapi, apapun keputusannya biasanya kalau orang tua pertimbangannya adalah demi kebaikan anak-anak. Terlihat juga di postingan tentang tv kabel itu.

A Happy Hectic Mom, begitu tagline di blog Mbak Inna. Iyeeess! Walaupu hectic, tapi tetap harus happy, dong. Teman-teman yang penasaran sama segala cerita keriweuhannya, silakan ubek-ubek deh postingan di blognya. Termausk yang dapur ngebut itu. Karena banyak resep praktis di sana. 😃

Inna Rianna

Facebook: Inna Riana
Twitter: @EmakRiweuh
Instagram: @innariana
Email: helloinnariana@gmail.com