Tuesday, June 28, 2016

Keke dan Kisah Ajaib

Keke dan Kisah Ajaib


Keke dan Kisah Ajaib - Karena Bismillah adalah salah satu judul cerita di buku "Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW dan Kisah Ajaib Lainnya." Saat membaca ceritanya, Chi jadi inget kejadiannya saat Keke masih TK. Bisa dibilang kisah ajaib bagi Keke saat itu.

Begini cerita ...

Ketika masih duduk di bangku TK, Keke selalu bertanya kenapa harus belajar berdoa menggunakan bahasa Arab? Di usianya itu Keke juga sudah tau kalau Allah akan mengerti doa kita walaupun dengan bahasa apapun. Singkatnya, Keke merasa gak perlu belajar berdo'a menggunakan bahasa Arab. Chi sudah menjelaskan semampunya tapi rupanya belum memuaskan Keke. Dia tetap merasa pakai bahasa Indonesia aja sudah cukup.

Hingga suatu hari, Keke mengeluh kalau PSnya gak bisa nyala. Setelah dicek, Chi tau kalau masalahnya sepele. Hanya kabelnya belum dicolok.

Bunda: "Coba Keke bilang Bismillah dulu."Keke: "Memang kenapa, Bun?"
Bunda: "Ya, berdoa. Biar PSnya nyala lagi."
Keke: "Memang gak bis apakai bahasa Indonesia."
Bunda: "Bisa, tapi coba aja ucapin Bismillah."

Kira-kira seperti itu percapakannya (udah lebih dari 6 tahun, jadi lupa kata per katanya. Tapi, kira-kira seperti itu hehehe). Keke pun menurut. Dan, PSnya menyala! Menurutnya itu adalah salah satu keajaiban. Sejak itu, tidak sulit lagi mengajak Keke belajar berdo'a dengan bahasa Arab.

Setelah itu. Chi sempat konsultasi dengan salah seorang guru di sekolah Keke. Khawatir salah mengajarkan. Menurut gurunya apa yang dipikirkan Keke adalah sesuatu yang wajar. Anak-anak seusia Keke kadang masih sulit berpikir abstrak. Memang harus diajarkan secara perlahan. Adalah wajar juga bila kemudian Keke menganggap kejadian PSnya itu adalah keajaiban. Pikiran anak-anak juga masih sangat sederhana.


Tentang Buku "Kisah Hebat Nabi Muhammad dan Kisah Ajaib Lainnya"



Bunda: "Dek Bunda punya buku baru, nih. Menurut Adek bagaimana?"

Naima pun membuka seluruh lembaran buku ""Kisah Hebat Nabi Muhammad dan Kisah Ajaib Lainnya" secara cepat.

Nai: "Bagus bukunya."
Bunda: "Ih, Adek belum juga dibaca udah bilang bagus."
Nai: "Lihat aja dari gambarnya, Bun. Buat Ima, kalau gambarnya udah bagus, berita ceritanya juga bagus."

Hahaha ... Lagi-lagi pikiran sederhana seorang anak. Apalagi Nai kan senang menggambar. Tapi, Chi setuju dengan Nai. Ilustrasi di buku ini sangat menarik bagi anak.

Setelah menikmati berbagai ilustrasinya, kemudian membaca ceritanya. Setiap cerita di buku ini sangat singkat hanya 3 halaman per cerita. Itupun dengan ukuran huruf yang cukup besar dan ilustrasi.

Untuk anak-anak usia Keke dan Nai, mungkin buku ini terlalu sederhana. Mengenalkan anak-anak kepada nabi Muhammad SAW dan lainnya memang harus sejak dini. Tetapi tentu saja perkenalannya harus disesuaikan dengan usia anak. Untuk anak usia balita, Chi merekomendasikan buku ini.


Tips: Bacakan buku ini menjelang tidur. Anak jadi tau kisah islami. Bonding ibu dan anak akan terjalin :)

Bagaimana kalau teman-teman memberikan buku ini untuk putra/i tercinta sebagai hadiah lebaran? :)

Sunday, June 26, 2016

Tersenyumlah Sebagai Bentuk Rasa Bersyukur

Tersenyumlah Sebagai Bentuk Rasa Bersyukur

kaos dakwah

Tersenyumlah Sebagai Bentuk Rasa Bersyukur  - Sudah berapa hari blog ini gak diisi? Sudah 10 hari! Buat Chi yang terbisa menulis blog setiap 2-3 hari sekali, gak ngeblog selama 10 hari itu rekor hehehe. Bahkan, gak hanya absen menulis blog tapi juga kegiatan ngeblog lainnya seperti blogwalking, share di berbagai komunitas, dan lain sebagainya.

Bahkan kalau diperhatikan lagi, kegiatan ngeblog mulai menurun sejak bulan Maret. Sejak Maret hingga sekarang, jumlah postingan gak sampe 10 setiap bulannya. Lumayan menurun dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Berawal dari mulai fokus untuk mempersiapkan Keke yang akan menghadapi UN. Kemudian berlanjut dengan berbagai kegiatan Keke dari mulai UN, perpisahan, hingga wisuda. Dan, sekarang sudah lebih dari 2 minggu Keke terbaring sakit. Keke terkena typus untuk kedua kalinya :(

Yup! Rasanya kangen banget sama normal life. Kehidupan yang biasa aja. Ngeblog, ke pasar, jemput anak sekolah, sesekali jalan-jalan, dan kehidupan standar lainnya. Tanpa harus ada rasa deg-degan apakah Keke bisa mengerjakan ujiannya, gimana hasil ujiannya, kenapa Keke sakitnya lama, dan berbagai pertanyaan lainnya. Udah kayak naik roaller coaster. Kadang tegang tapi kadang bahagia.

Eits! Postingan ini bukan bermaksud untuk curhat apalagi mengeluh, ya. Apalagi Chi tuh paling males mengeluh, terutama di social media. Bukan berarti gak pernah. Justru karena pernah melakukan jadi Chi tau bagaimana rasanya. Kayaknya Chi lebih suka nyetatus yang happy aja, deh. Kalaupun gak ada berita baik yang bisa dibagikan. Setidaknya bisa bikin status ringan yang menghibur.


I always thought smiles meant that people were happy. But lately, I've realized smiles aren't always what they seem. -a.m-

Setuju gak ma quote di atas? Kalau Chi sih setuju. Kadang suka mikir kalau orang yang selalu tersenyum berarti hidupnya bahagia. Padahal belum tentu, ya. Tapi, Chi lebih suka ketemu dengan orang yang seperti itu di dunia nyata atau maya. Sesekali galau boleh aja. Namanya juga hidup dan manusia punya perasaan. Tapi kalau keseringan ngegalau mendingan Chi pelan-pelan menjauh, lah. Kalau di socmed biasanya udah Chi hide, unfollow, hingga unfriend. Tergantung dari mana tingkat kegalauannya hahaha.

Lagipula Chi percaya banget kalau sikap positif atau negatif itu menular. Kalau pengen bahagia, mending sering dekat sama orang-orang yang terlihat bahagia. Chi pun berusaha seperti itu. Lagipula senyum kan ibadah. *ihiiiyy!*

Senyum juga sebagai bentuk dari rasa syukur. Walaupun lagi punya masalah tapi setidaknya sedang berusaha untuk bersyukur masih bisa tersenyum. Bukankah bersyukur itu lebih baik daripada mengeluh?


Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri yang banyak (HR. Ahmad)

kaos dakwah

Kaos yang Chi pakai ini tidak hanya nyaman bahannya. Tapi tulisan di kaosnya juga bisa sebagai pengingat agar Chi senantiasa bersyukur. Untuk teman-teman yang membaca pun bisa menjadikannya sebagai pengingat. Tidak hanya tentang bersyukur, kaos dakwah seperti yang Chi pakai ini juga ada beberaoa tulisan lain. Semuanya bagus-bagus dan bisa menjadi pengingat bagi diri sendiri.

Teman-teman, tertarik dengan kaos dakwah seperti ini?

Website:  https://ayobelanjabaju.com/blog/jual-kaos-dakwah/
Fanpage: Alhamdulilah Islam

0852 8820 2838 (SMS/WA)
5E0DDB48          (BBM)

Wednesday, June 15, 2016

Story on A Plate - Ada Cerita Dibalik Sepiring Hidangan Cantik

Story on A Plate - Ada Cerita Dibalik Sepiring Hidangan Cantik

Story on A Plate - Ada Cerita Dibalik Sepiring Hidangan Cantik, fonterra, anchor


"Tunggu ... Tunggu! Foto dulu."

Cekrek! Cekrek!

Pernah gak ketika lagi makan di luar rumah, teman-teman memfoto makanan yang disajikan? Baik itu di cafe, resto, atau warung sekalipun, rasanya sayang banget kalau makanannya gak difoto. Kan, bisa buat nambah portfolio di Instagram hehehe. Apalagi kalau makanan yang dihidangkan cantik banget, ya. Gregetan rasanya kalau gak difoto :D

Tapi, pernah gak terpikir ada apa cerita di balik sepiring hidangan cantik itu? Bahkan makanan yang disajikan di rumah pun, walaupu mungkin saja tampilannya tidak secantik makanan di luar tetap aja ada cerita, lho. Dimulai dari memilih bahan-bahan yang pastinya berkualitas dan higienis hingga proses memasak. Banyak yang bilang, makanan rumah menjadi enak karena ada bumbu cintanya. *Eaaa!* :D

Fonterra Foodservices pada tanggal 31 Mei 2016 di Kaffeine, SCBD mengajak media dan blogger bincang-bincang tentang perjalanan dari sepiring hidangan cantik dan lezat. Serta bagaimana peran Fonterra mendukung UMKM di Indonesia yang bergerak di bidang kuliner.


Fonterra adalah perusahaan yang berasal dari Selandia Baru. Sudah berada di Indonesia sejak 30 tahun lalu. Produk Fonterra yang sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia diantaranya adalah Anlene, Anmum, Anchor Boneeto, dan berbagai produk Anchor lainnya untuk bahan makanan (keju, cream cheese, whipping cream, dan lainnya).

Fonterra Foodservices adalah unit usaha Fonterra Brands Indonesia. Fonterra Foodservices banyak memberikan solusi serta produk berkualitas tinggi. Fonterra juga sangat mendukung UMKM Indonesia yang bergerak di bidang kuliner.

Menurut mbak Anindita Ikasari, Channel Development Manager Fonterra Foodservices Indonesia, Fonterra berkomitmen untuk menjadi bussiness partner bagi para pelaku usaha kuliner, termasuk UMKM. Sudah lebih dari 5000 pelanggan Fonterra di seluruh Indonesia.

UMKM kuliner yang menjajakan produknya di social media dalam kurun waktu 1-2 tahun terakhir terus mengalami peningkatan.Saat ini adalah era Gen Y. Suatu generasi yang akrab dengan dunia digital, termasuk di dalamnya social media.


We eat first with our eyes, second with our mouth

Teman-teman, setuju dengan quote di atas? Kalau Chi setuju banget. Misalnya, ketika melihat foto makanan yang cantik banget di instagram, rasanya dalam pikiran makanan itu enak. Padahal bagaimana kita bisa tau kalau makanan itu enak sebelum mencoba. Ya, itu karena mata dulu yang 'makan'. Malah akhirnya menggiring kita untuk membeli makanan tersebut. Oleh karena untuk bisnis kuliner yang berjualan di social media, harus bisa memastikan kalau foto yang ditampilkan itu bagus. Untuk menjadikan tampilan yang bagus, maka bahan baku harus baik.

Sebagai pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner pattiserie, Adinda Zuleika, pemilik bisnis Cake & Pastry D’Patisserie, menceritakan awal mula terjun ke bisnis kuliner. Berlatar belakang pendidikan perhotelan, salah satu mata kuliah yang dipelajari adalah pastry. Secara rutin, setiap weekend Adinda membuat pastry untuk dibagikan kepada saudara atau teman-teman. Lama-kelamaan mulai ada yang pesan secara rutin. Setelah lulus kuliah, Adinda memutuskan untuk serius membuka usaha pastry.

Adinda pun mengakui kalau salah satu kunci kesuksesan bisnis kuliner adalah memilih bahan baku yang berkualitas baik. Selain berkualitas baik, alasan lain Adinda memilih produk Anchor adalah karena rasa, tekstur, dan tampilan makanan yang dibuatnya menjadi baik. Sehingga dapat mendatangkan konsumen dan juga menciptakan royal konsumen.


Bagi para pelaku UMKM, social media adalah salah satu media promosi yang terbaik

Mudahnya masyarakat bersocial media seharusnya dimanfaat oleh para pelaku UMKM untuk melakukan promosi. Upload foto yang cantik, agak banyak yang tertarik untuk membeli produk yang dipasarkan.

Fonterra sebagai perusahaan penghasil susu dan produk dari susu ingin berbagi kebaikan kepada seluruh dunia dengan produksi susu dengan nutrisi berkualitas tinggi. Selain itu Fonterra juga ingin mengedukasi masyarakat bagaimana bergaya hidup sehat dari nutrisi yang baik.

Mbak Ines Yumahana Gulardi, Senior Nutrition Manager Fonterra Brands Indonesia, mengatakan kalau Safety dan Inovation selalu ada di setiap produk Fonterra. Untuk menghasilkan susu berkualitas bahkan dimulai sejak memilih rumput yang berkualitas hingga akhirnya susu atau produk turunannya aman dikonsumsi. Dari sisi inovasi, Fonterra tidak hanya mengeluarkan berbagai produk susu dan turunannya. Tetapi juga selalu berinovasi untuk selalu mengeluarkan rasa dan nutrisi baru.


Susu adalah asupan yang kaya akan nutrisi. Merupakan sumber yang baik untuk memberikan energi. Karena mengadung zat makro dan mikro, susu sering disebut sebagai asupan berzat gizi padat.

Ternyata, menurut Mbak Ines, manfaat susu itu banyak. Salah satunya adalah menjaga berat badan lebih terkontrol. Di Indonesia, banyak masyarakat yang minum susu hanya saat balita, kemudian berhenti. Baru mulai minum susu lagi setelah usia lanjut dengan alasan khawatir osteoporosis. Padahal seharusnya susu menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Apalagi dalam tumpeng gizi seimbang, susu juga termasuk di dalamnya.

Story on A Plate - Ada Cerita Dibalik Sepiring Hidangan Cantik, fonterra, anchor

Untuk menghasilkan sepiring hidangan cantik, Chef Yus Andriana, Advisory Chef Fonterra Foodservices Indonesia, memberikan 3 tips

  1. Faktor bahan baku - pilihlah bahan baku yang bagus dan berkualitas
  2. Faktor alat - memilih alat yang juga berkualitas
  3. Faktor orang - selalu berkreasi dan berinovasi untuk menghasilkan produk yang menarik

    Memilih bahan baku berkualitas sama dengan berinvestasi

    Seluruh narasumber mengatakan pentingnya memilih bahan baku yang berkualitas. Karena bahan baku memang bisa mempengaruhi rasa. Pelaku bisnis kuliner bisa mendapatkan pelanggan setia bila pelanggannya sudah suka dengan rasa dari makanan tersebut.

    Bicara tentang bahan baku, tidak cukup hanya dengan memilih produk yang berkualitas saja. Tetapi juga harus tau bagaimana cara menjaga agar kualitas tetap baik. Baca baik-baik dan patuhi aturan penyimpanan dari setiap produk makanan.


    Tips: Apabila membeli bahan baku yang di minimarket/supermarket disimpan di chiller, maka sebaiknya disimpan dalam cooler pack agar suhunya tetap sama. Karena perubahan suhu yang terjadi selama perjalanan menuju rumah, bisa mengurangi kualitas dari produk tersebut.

    Usai bincang-bincang dilanjutkan dengan demo memasak. Adinda Zuleika dari D'Pattiserie dibantu oleh chef Yus membuat Banoffee Cake. Vanilla sponge cake yang diberi layer fresh banana, toffee, dan chantilly cream. Kue ini merupakan salah satu best seller dari D'Pattiserie.

    Setelah demo masak selesai, awak media dan blogger masih mendapatkan ilmu lainnya yaitu


    1. Tip Praktis Food Photography Menggunakan HP oleh Captain Ruby 
    2. Food Styling - The Art of Preparing Food for Camer oleh Vania Samperuru

      Untuk sesi Captain Ruby dan mbak Vania Samperuru, saya akan menulis reportasenya di blog www.jalanjalankenai.com. Ditunggu aja, ya

      Baidewei, saat Ramadhan ini teman-teman punya story on a plate apa? Berbagi cerita, yuk!

      Friday, June 10, 2016

      Bekal Untuk Bunda

      Bekal Untuk Bunda

      Bekal Untuk BundaBekal buat bunda buatan Nai. Wajib dibawa, gak boleh menolak hehehe


      Setiap kali Chi mau hadir acara blogger yang paling ribet adalah minta izin sama anak-anak dibandingkan minta izin sama K'Aie. Kalau izin ke K'Aie paling cuma ditanya acara apa, jam berapa, selesai jam berapa, dan naik apa? Kalau semua udah dijawab, biasanya izin akan mudah keluar. Alhamdulillah.

      Malah K'Aie kadang suka kasih kenyamanan. Misalnya, kadang dianterin. Atau kalau gak bisa dan tau Chi mau naik ojek, suka disaranin naik taxi bila dirasa kejauhan. Pernah Chi tetap putusin naik ojek padahal jaraknya hampir 25 km. Sampe rumah, susah turun dari ojek karena kaki berasa banget kaku. Trus, KiAie cuma komen, "Lagian siapa suruh naik ojek? Kan, udah dikasih uang taxi." Huahahaha, ampuuunn!

      Nah, kalau sama anak-anak malah lebih ribet minta izinnya. Pertanyaannya lebih detil dan selalu ada yang harus Chi bawa. Biasanya sih mereka minta dibeliin es krim. Jadi, sebelum pulang Chi harus mampir ke minimarket dekat rumah untuk beli es krim.

      Bekal Untuk Bunda

      Gak cuma itu, kadang mereka pun masih suka ngehubungin kalau dirasa bundanya kelamaan. Contohnya kayak screenshot di IG itu. Pake bilang bisik-bisik pula hahaha. Itu karena tadinya mereka kalau nulis dicapslock. Chi kasih tau kalau dicapslock nanti disangka lagi marah-marah atau berteriak.

      Yang berbeda tuh kemarin sore. Ceritanya, Chi mau datang ke undangan Fish n Co yang akan launching resto di Summarecon Bekasi. Sesaat sebelum berangkat, Nai nyodorin tempat makan. Yup! Chi disuruh bawa bekal kue buatannya!

      Bunda: "Yah, Nai. Bunda kan mau buka puasa di resto, masa' bawa bekal?"
      Nai     : "Bunda mau dibolehin pergi atau enggak?"
      Bunda: "Ya iya, lah."
      Nai     : "Kalau gitu, Bunda wajib bawa bekal. Dan, harus dimakan."

      Syarat yang gak bisa ditawar-tawar lagi. Duh, Nai untung ada isinya kalau enggak bisa disangka bunda mau ngebungkus ini hahaha.

      Begitu pulang sekolah, ganti pakaian, trus Nai langsung ke dapur. Katanya, mau bikin kue. Chi kirain dia mau bikin kue buat buka puasa. Gak taunya buat bunda :D

      Begitu sampe rumah, yang pertama kali ditanya adalah bekalnya. Habis atau enggak. Ketika Chi bilang kalau belum makan bekalnya, Nai udah mau nangis aja. Kelihatan kalau dia kecewa. Keke tadinya kesenengan karena bundanya gak makan bekal buatan Nai. Dia berharap bisa ngabisin kuenya karena suka. Tapi sama Nai dilarang. Pokoknya itu kue cuma buat bunda.

      Maaf ya, Nai. Maaf ... Abis Bunda gak enak kalau makan bekal di sana. Apalagi acaranya launching resto.


      Bekal Untuk Bunda

      Baru tadi pagi Chi makan bekal kue buatan Nai. Enaaakkk ... Chi lupa tanya namanya. Pokoknya renyah trus yang Chi suka kuenya rasa coklat dengan sedikit rasa kayu manis. Bikin nagih lah pokoknya. Pas banget nih kalau buat teman minum teh.

      Terima kasih banyak ya, Nai. Etapi kalau dipikir-pikir, Nai kayak gitu kayak bundanya, ya. Suka minta Keke dan Nai bawa bekal trus harus dimakan hahaha.

      Friday, June 3, 2016

      #PlaydateStaedtler Menciptakan Kebersamaan Antara Ibu dan Anak

      #PlaydateStaedtler Menciptakan Kebersamaan Antara Ibu dan Anak

       
      Ada nama Nai di undangan #PlaydateStaedtler ini. Dan, dia senang banget! :)


      Nai: "Bunda, kapan berangkatnya?"

      Berkali-kali Nai bertanya hal yang sama. Hari itu (Sabtu 14/5) memang merupakan hari yang ditunggu oleh Nai. Chi dan Nai akan playdate bersama Staedtler. Yippiiieee!

      Sayangnya, acaranya berdekatan dengan acara Keke, yaitu Khotmul Qur'an. Acara do'a bersama menjelang Ujian Nasional dan seluruh orang tua murid diharapkan hadir. Chi pun sudah minta izin dari beberapa hari sebelumnya kalau kemungkinan akan datang terlambat di acara Staedtler.

      Begitu selesai acara Khotmul Qur'an, Chi dan Nai bergegas ke acara Staedtler. Ya, hanya kami berdua. Saatnya, ngedate antara ibu dan anak hihihi. Sampai di lokasi, acara sharing bersama mbak Danesya (www.productivesmama.com) dan mbak Asthra Effendy (www.haloibu.id) sudah usai. Chi langsung bertanya kepada beberapa mom blogger yang hadir dan juga mbak Alfi (Staedtler) tentang acara hari itu. Wah, ternyata bahasannya adalah tentang me time! Menarik banget, tuh! Karena banyak yang suka me time, termasuk Chi :D

      Me time bagi Chi penting banget untuk menjaga kewarasan. Ngeblog menjadi salah satu me time buat Chi. Biasanya dilakukan saat anak-anak sedang tidur atau sekolah. Tapi, bukan berarti me time harus selalu dilakukan sendirian. Beraktivitas yang menyenangkan bersama anak juga buat Chi itu me time.



      Contohnya kayak di acara Staedtler ini. Begitu kami datang, Mbak Alfi langsung memberikan seperangkat alat kreativitas untuk Nai. Dia langsung memilih menggambar di kanvas menggunakan water pencil coloring Staedtler.

       

      Kalau Nai lagi asik berkreasi, biasanya dia gak mau banyak ditanya. Sambil menunggu Nai menggambar, Chi pun memilih memotret suasana. Acara #playdatestaetdler ini konsepnya piknik halaman. Konsep yang menyenangkan ditambah dengan cuaca yang mendukung. Sedikit mendung, tapi tidak turun hujan selama acara berlangsung dan tidak terlalu gerah juga. Sambil beraktivitas, kami pun menyantap hidangan lezat yang disajikan oleh Twin House, Cipete.

       

      Sebentar lagi masuk musim liburan. Gara-gara ikutan #playdatestaedtler jadi punya satu ide baru untuk menghabiskan waktu berlibur bila gak ada rencana jalan-jalan. Tinggal gelar tikar atau kain di halaman, sediakan berbagai makanan dan minuman kesukaan anak, serta berbagai peralatan kreativitas untuk anak. Bila tidak memiliki halaman di rumah, bisa cari taman umum dan berpiknik di sana. Aktivitas yang murah meriah tapi pastinya menyenangkan. Tentunya bawa juga berbagai perlengkapan favorit anak-anak, seperti mainan dan alat kreasi seperti Staedtler ini. 

      Buat Chi, kegiatan yang seru bersama anak seperti #PlaydateStaedtler ini juga termasuk me time. Bagaimana menurut, Teman-teman? :)