5 Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Bagi Pasangan Muda - Keke Naima

Jumat, 18 Januari 2019

5 Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Bagi Pasangan Muda

Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Bagi Pasangan Muda

Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Bagi Pasangan Muda


"Teh, kayaknya aku mau batalin pernikahan aja, deh."
"Lho, kenapa?"
"Gaji aku cuma Rpxx juta. Calon suami ku malah di bawah itu. Gajinya cuma Rpxx juta. Mana cukup?"

*Tarik napas yang panjaaaaang ... karena rasanya Chi pengen langsung ngeplak 😂

"Kamu tau gaji suami teteh berapa? Ya, kurang lebih sama dengan gaji kamu."
"Tapi, Teh .... Sekarang kan apa-apa serba mahal."
"Nih ya, gaji kalian berdua tuh hampir sama. Cuma beda dikit doang. Sedangkan Teteh cuma mengandalkan gaji dari suami. Jadi bisa dikatakan penghasilan kalian kalau digabung tuh 2x lipat dari penghasilan keluarga Teteh. Tapi, Teteh udah mau anak 2, nih!"

Percakapan di atas terjadi sekian belas tahun yang lalu. Saat Chi sedang hamil anak kedua. Enggak bermaksud nge-ghibah, lho. Kan, Chi gak menyebutkan nama. Chi hanya ingin megatakan kalau biaya hidup memang kadang-kadang mahal. Tetapi, lebih mahal lagi biaya gaya hidup. Dan, seseorang yang Chi ceritakan ini memang dia dan pasangannya termasuk yang tinggi banget gaya hidupnya.

Sebagai pasangan muda, bisa jadi cara berpikir tentang keuangan rumah tangga juga masih tentang bersenang-senang. Kami pun pernah seperti itu. Apalagi dulu pemasukan bener-bener hanya dari K'Aie. Chi gak ada pemasukan apapun karena sudah resigndan belum pula jadi blogger. *Tapi, sampai sekarang pun penghasilan dari blogger gak pernah disatukan sama keuangan rumah tangga, ding 😄

Nah, menjelang usia pernikahan ke-16 tahun, Chi mau berbagi tips tentang keuangan berdasarkan pengalaman pribadi, ya.

5 Jurus Mengelola Keuangan Rumah Tangga


1. Membuat Komitmen

"Chi gak mau kalau udah menikah nanti ribut urusan uang, ya!"

Sejak dulu, Chi merasa yang namanya uang bisa gak kenal sodara dan sahabat. Maksudnya, gara-gara uang hubungan kekerabatan aja bisa jadi putus. Makanya, sejak sebelum menikah, Chi udah ngomong gitu ke K'Aie.

Ya tentu aja dalam perjalanannya kami pernah ribut gara-gara uang. Tapi, setidaknya dengan punya komitmen seperti jadi semacam pengingat. Apapun masalah yang berkaitan dengan uang, pada akhirnya masih ada solusinya dan bisa diselesaikan dengan baik.

2. Siapa yang Akan Mengelola?

Istri katanya ibarat menteri keuangan di dalam rumah tangga. Suami yang mencari nafkah, istri yang mengelola.

Di awal pernikahan juga kami seperti itu. Tapi, ternyata gak mudah. Chi malah jadi sering uring-uringan mengatur berbagai pos keuangan. Padahal waktu belum menikah rasanya enjoy aja mengelola uang sendiri. Dari masih sekolah pun Chi lebih suka dikasih uang jajan bulanan daripada harian, supaya bisa dikelola.

Setelah berdiskusi, keuangan rumah tangga dipegang aja sama K'Aie. Chi hanya mendapatkan jatah bulanan untuk belanja makanan harian. Sampai sekarang kami menikmati pengelolaan keuangan seperti ini. K'Aie bukan tipe suami yang pelit. Tetapi, bukan berarti juga Chi bisa seenaknya menghambur-hamburkan uang.

3. Membuat Pos-Pos Keuangan

Waktu Chi masih memegang keuangan rumah tangga, pos-pos keuangan pun dibuat karena pengeluaran gak hanya untuk makan harian. Ada biaya sekolah, zakat, dana darurat, hiburan, dan lain sebagainya. Chi yakin K'Aie pun membuat pos keuangan rumah tangga.

4. Gaya Hidup

Bersenang-senang itu penting! Tetapi, juga harus ingat jangan sampai berlebihan. Misalnya, liburan menghabiskan sampai 1 bulan gaji kan gak tepat, ya. Nanti selama sebulan keluarga mau makan apa. *Ini maksudnya bukan mengambil dari tabungan, tapi beneran abisin sebulan gaji* Jadi, mulai deh diatur biaya gaya hidup. Jangan sampai keuangan rumah tangga kebobolan melulu atau udah susah napas di pertengahan bulan.

5. Siapkan Asuransi

Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Bagi Pasangan Muda

Waktu baru punya anak, K'Aie langsung berpikir untuk membuka asuransi pendidikan. Tau sendiri lah ya berapa besar biaya pendidikan zaman sekarang.

Awalnya, Chi gak kepikiran membuat asuransi karena pernah tertipu. Salah sendiri juga karena langsung tergoda penawaran tanpa dicek dulu. Tapi, karena K'Aie yang berniat duluan Chi nurut aja. Tentunya kami mempertimbangkan banyak hal dulu sebelum akhirnya memutuskan. Memilih asuransi memang gak boleh asal-asalan.

[Silakan baca: happyOne.Id, Asuransi Astra dengan Premi Dimulai Dari Rp399 Ribu]

Kalau sudah mengetahui produk asuransi yang bisa dipercaya, keinginan pun bertambah. Pengennya yang komplit, mudah proses pembuatan polis dan klaim, serta harga preminya murah. Ada nih namanya happyOne.id

[Silakan baca: Rumus Kebahagiaan Komplit dari Astra happyOne.Id]

happyOne.id memiliki 4 produk asuransi yaitu happyMe, happyEdu, happyHome, dan happyTrip. Silakan pilih salah satu atau sekaligus. Semuanya akan dicatat dalam oneID.

Asuransi memang ibarat sedia payung sebelum hujan. Proteksi bagi diri sendiri dan keluarga. Di happyOne tidak hanya asuransi santunan pendidikan, tetapi juga ada asuransi kecelakaan diri, jaminan pendidikan anak, asuransi kebakaran, dan asuransi perjalanan.  Info lebih lengkap, bisa teman-teman lihat di web happyOne.id.

21 komentar:

  1. Memang betul mba, masalah keuangan ini gak kenal siapapun. Apalagi jika sudah berumahtangga dan punya anak. Uang rasanya cepet habisnya. Harus direncanain dari sekarang supaya masa depan lebih terjamin ya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Harus memikirkan masa depan juga. Jangan habiskan seluruh uang yang kita punya

      Hapus
  2. Ini kayaknya bukan cuma buat pasangan Muda ya Makchi
    Yg pasangan lama kyk aku pun klo blom disiplin soal pengaturan keuangan jg harus mulai step2 di atas nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, Mbak. Saya juga sampai sekarang masih harus belajar :)

      Hapus
  3. Terimakasih Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga

    BalasHapus
  4. duuh, masih perlu dibenahi nih manajemen keuangannya, saya juga urusan keuangan inti dipegang suami. saya untuk urusan belanja harian dan anak2 aja. suami malah lebih pinter dan irit sih..

    BalasHapus
  5. Berhubung saya agk boros anaknya, jadi untuk simpanan keuangan itu suami yang kelola.
    Alhamdulillah lancar.
    Mulai dari beli rumah, mobil, dan sebagainya, beliau yang urus.

    Istrinya tinggal terima beres. Tau simpanan dan pengeluaran berapa banyak, hehe..

    BalasHapus
  6. Kalau asuransi memang penting jadi proteksi kita..pas bener memang dimiliki terutama untuk pasangan muda. Sehingga alur keuangan rumah tangga ketahuan kemana arahnya

    BalasHapus
  7. Cocok nih buat kami sebagai pasangan muda. Kalau saya memang yang mengatur keuangannya di keluarga kecil kami. Selama ini saya mencoba melakukan invest agar uang tidak terbuang sia-sia, saya belum kepikiran coba pakai asuransi. Sepertinya menarik nih asuransi happyOne, biar kita bisa happy semua.. :)

    BalasHapus
  8. Bukan cuma untuk pasangan muda aja siy ya mbak, agar kehidupan berumahtangga aman dan damai memang yang utama adalah keuangan terkendali.

    Dan menurut aku juga bukan besar/kecilnya pendapatan yang bakal bikin keluarga jadi harmonis, tapi bisa mengukur diri ya ^^

    BalasHapus
  9. Bukan cuma untuk pasangan muda aja siy ya mbak, agar kehidupan berumahtangga aman dan damai memang yang utama adalah keuangan terkendali.

    Dan menurut aku juga bukan besar/kecilnya pendapatan yang bakal bikin keluarga jadi harmonis, tapi bisa mengukur diri ya ^^

    BalasHapus
  10. Hampir 2 tahun berumah tangga, baru sebulan ini diberi kepercayaan kelola gaji suami. Biasanya saya cuma minta uang belanja buat masak sehari2 ajah. Lain2 seperti beli ini itu keperluan rumah, apakata dia. Ternyata lumayan susah ya. Beruntung sejak lahir Zril, sama seperti mbak, suami mau berinvestasi plus asuransi untuk pendidikan anak nanti

    BalasHapus
  11. Gaya hidup kalo diturutin emang bikin bangkrut. Makanya aku mah yang penting dulu seperti pendidikan anak.

    BalasHapus
  12. Aku juga sama lho, Abah yang ngatur keuangan dan segala macem transfer tagihan, aku cuma dapet jatah bulanan aja biar gak puyeng hehehe.

    Proteksi itu emang penting yah, biar hati tentram dan tenang :))

    BalasHapus
  13. Aku termasuk irt santai berarti .Keuangan aku yang pegang juga tapi gantian lah.. secara bang Ridho sering keluar kota

    Tapi udah adaa kesepakatan tak tertulis memang, pengeluaran bulanan besar tetap dia soalnya aku malas ngurus hihihi

    BalasHapus
  14. Eh sama nih di sini juga suami yg ngatur uang. Karena aku dianggap terlalu pelit hihihi..

    BalasHapus
  15. Saya nie keuangan amburadul banget. Ampek kena omelan terus sama bumer. Hahaha.. dua duanya gak bisa mengatur keuangan. Padahal mantan staff keuangan. Hihi...

    BalasHapus
  16. Benar banget pendapatan sekecil apapun kudu dikelola baik-baik, kalau aku dan suami berbagi pengelolaan aku biasanya biaya makan dan sehari-hari..semoga diberkahi rejeki selalu ya aamiin..

    BalasHapus
  17. Dari awal menikah, saya dan suami sepakat untuk punya asuransi, tapi karena 17 tahun lalu nggak banyak pilihan asuransi yang sesuai keinginan, baru terealisasi setelah punya tiga anak. Dengan adanya proteksi, memaksa kita buat nyisihin uang buat bekal masa depan.

    BalasHapus
  18. Gaya hidup ditekan sedemikian rupa. Rutin mencatat pos2 pemasukan pengeluaran, kyknya itu kuncinya ya mbak. Plus komunikasi ttg keuangan sama pasangan :D

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^