Minggu, 31 Mei 2020

Resep Tumis Genjer

Genjer, salah satu sayuran yang Chi suka. Tetapi, agak jarang dibuat karena jarang yang yang jual. Apalagi sejak pindah ke Jakarta. Semakin sulit menemukan yang sayur ini di pasar.

Di supermarket dan hypermarket malah Chi belum pernah menemukan sayuran ini. Apa karena dianggap sayuran kelas bawah? Entahlah. Ternyata, sayuran juga ada kasta-kastanya, ya hahaha.

resep tumis genjer

Resep Tumis Genjer


Genjer memang hidupnya di area persawahan atau rawa. Bahkan katanya termasuk hama padi yang kalau terus dibiarkan akan mengganggu pertumbuhan padi. Makanya kemudian dipetik oleh masyarakat sekitar. Diolah juga menjadi makanan agar tidak perlu belanja lagi.

Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan, genjer terbukti menjadi salah satu makanan yang sarat kandungan gizi dan banyak manfaatnya bagi kesehatan. Genjer juga termasuk hama yang baik. Sekarang genjer mulai dibudidayakan. Berbagai kalangan juga mulai menyukai sayuran ini.

Chi juga gak menyangka kalau anak-anak, terutama Nai, suka dengan genjer. Awalnya, Chi gak berani masak banyak. Paling cukup untuk konsumsi sendiri aja. Ternyata pas nyobain pada suka.

Meskipun begitu belum berani mengkonsumsi genjer dengan cara dilalap. Biasanya Chi tumis bumbu kuning. Kadang-kadang dengan saos tiram. Tetapi, paling sering dibumbu kuning.

Ada yang bilang kalau genjer rasanya pahit. Iya, memang ada pahitnya, tapi cuma dikit. Gak sepahit pare atau daun pepaya. Jadi gak perlu pakai tips khusus untuk menghilangkan rasa pahit.

Tekstur genjer agak mirip kangkung. Agak sedikit licin. Tetapi, masih renyah saat dikunyah. Memasaknya juga gak membutuhkan waktu yang lama.

Bahan-Bahan:

  • 2-3 ikat genjer, cuci bersih dan potong-potong
  • 1 sdt ebi, rendam sebentar dengan air hangat kemudian tumbuk halus
  • 1 cm lengkuas, geprek
  • 1 lembar daun salam
  • Gula pasir dan garam secukupnya
  • 1/2 buah tomat, diiris
  • 5-10 buah cabe rawit merah
  • Minyak goreng untuk menumis
  • Air secukupnya (optional)


Bumbu Halus:

  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 cm kunyit
  • 2 butir kemiri


Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak kemudian masukkan bumbu halus, lengkuas, ebi, dan daun salam. Tumis hingga harum
  2. Masukkan genjer. Aduk hingga tekstur genjer menjadi lemas
  3. Masukkan juga cabe rawit merah
  4. Bila tumisan sudah cukup berair, tidak perlu ditambahkan air. Tetapi, bila terlalu kering, tambahkan air sedikit saja.
  5. Tambahkan tomat, gula, pasir, dan garam.
  6. Aduk sebentar dan koreksi rasa
  7. Sajikan

Continue Reading
30 komentar
Share:

Kamis, 28 Mei 2020

Berusaha Melupakan PAT

Cerita ini pernah jadi status FB persis 3 tahun yang lalu. Saat itu, kami lagi menginap di rumah mertua. Chi posting ulang di sini untuk kenang-kenangan, ya

Berusaha Melupakan PAT

Berusaha Melupakan PAT


Bunda: "Dek, nanti siang belajar."
Nai: "Emang Bunda bawa bukunya?"
Bunda: "Bawa. Coba cek di tas yang besar. Mudah-mudahan gak ketinggalan."
Nai: "Yah, Bundaaaa ..."
Bunda: "Kenapa? Setidaknya Bunda berusaha bawain buku pelajaran."
Nai: "Ima juga lagi berusaha, kok. Berusaha melupakan kalau besok UKK."

Sekarang Nai udah mau SMP. Insya Allah, Juli nanti mau naik ke kelas 9. Walaupun udah remaja, tetapi sikap nyelenehnya sih masih ada hahaha.

Oiya buat yang masih bingung kenapa judulnya PAT sedangkan dialognya tentang UKK, sebetulnya itu sama aja, kok. PAT adalah Penilaian Akhir Tahun. Sedangkan UKK itu Ujian Kenaikan Kelas. Sama-sama ujian akhir. Ya tau sendiri lah ya, di kita mah ganti menteri ganti istilah hehehe.

[Silakan baca: Celoteh Anak]

Selain posting ulang biar ada kenang-kenangan, Chi juga lagi cobain bikin postingan pakai tampilan new blogger. Sebetulnya lebih suka pakai tampilan lama. Makanya, dulu sempat Chi balikin lagi ke yang lama. Tetapi, karena dapat info per Juni diubah ke yang baru, jadi belajar deh bikin postingan hehehe.

Bikin postingan pendek dulu aja, ya. Namanya juga cobain. Hmmm ... kalau Chi sih masih tetap suka yang lama. Tetapi, sepertinya manusia siap gak siap memang harus setiap saat mau beradaptasi untuk hal apapun. Semacam new normal juga. Ups!

Bikin postingan pendek begini aja membutuhkan waktu yang lumayan lama. Terutama masih kebingungan saat upload foto. Chi selalu pakai URL, tapi kali ini dianggap gagal melulu.

Teman-teman yang pakai blogspot, lebih suka tampilan dashboard lama atau baru?

Continue Reading
30 komentar
Share:

Rabu, 20 Mei 2020

4 Tempat Main Anak Terbaru di Bandung yang Asyik dan Hits

Bandung, salah satu kota yang tidak pernah bosa untuk dikunjungi. Wisatawan dari usia berapapun bisa senang jalan-jalan ke Bandung. Selalu aja ada tempat wisata dan kuliner yang menarik.

Siapa yang tengah mencari tempat main anak terbaru di Bandung untuk pilihan liburan bersama buah hati? Kali ini, ada beberapa rekomendasi wisata anak baru yang asyik dan tentunya nggak kalah hits dari yang sudah ada.

4 Tempat Main Anak Terbaru di Bandung yang Asyik dan Hits


Bandung Champion City


Di Lucky Square Lt P8A juga ada obyek wisata anak bernama Bandung Champion City atau kerap disingkat BCC. Alamatnya terletak di Jalan Terusan Jakarta no. 2 Babakan Surabaya, Antapani, Bandung. Lokasi persis tempatnya berada dekat dengan toko kue Bandung yang terkenal dengan kelezatannya yaitu Kartika Sari dan Amanda Brownis Kukus Antapani.

Wisata indoor edutainment theme park menjadi daya tarik utamanya. Sebagai obyek wisata anak Bandung, BCC menawarkan wahana bermain sekaligus tempat belajar, membangun karakter, serta menggali potensi dan bakat yang dimiliki anak. Di sini anak-anak bisa belajar sedikitnya 177 profesi seperti nyata di kehidupan sehari-hari di 78 wahana yang tersedia.

Setiap hari senin hingga kamis dan sabtu, BCC buka dari pukul 10.00 sampai 16.00 WIB. Terkhusus hari jumat buka dari pukul 13.00 sampai 18.00 WIB.



Rabbit Town Bandung


Kalau tempat main anak terbaru di Bandung yang satu ini memang agak kontroversial. Tempatnya sendiri dekat dengan beberapa tempat populer untuk wisata kuliner, yaitu di Jalan Rancabentang no. 30-32, Ciumbuleuit, Cidadap, Bandung.

Teman-teman yang dari luar kota juga bisa menemukan hotel murah di Bandung yang berada di area sekitarnya. Namun, bukan itu daya tariknya melainkan tempat wisata unik di Bandung yang menawarkan spot wahana instagramable dengan konsep kelinci.

Tempat ini buka dari pukul 10.00 sampai dengan 22.00 WIB. Fasilitasnya juga tak kalah lengkap, teman-teman bisa dengan mudah menemukan food court dan toko oleh-oleh.


Centrum Million Balls Bandung


Berlanjut ke Jalan Belitung no. 10, Merdeka, Sumur Bandung, Bandung. Teman-teman bisa menemukan tempat wisata anak bernama Centrum Million Balls yang lokasinya dekat dengan berbagai restoran khas Sunda. Ada pula restoran Jepang serta tempat jual batik serta taman musik Centrum yang tak jauh dari lokasi.

Centrum Millions Balls buka setiap hari dari pukul 10.00 sampai 22.00 WIB. Untuk daya tariknya sendiri sesuai dengan namanya yaitu tempat mandi bola terbesar di Bandung.

Tapi jangan salah ya, tempat mandi bola ini juga bisa menjadi wisata Bandung yang kekinian serta instagramable loh.  Semua usia bisa bermain di sini, tidak hanya untuk anak. Meski daya tarik utamanya adalah mandi bola, tetapi fasilitas dan wahana lain yang disediakan nggak kalah lengkap, lho.


Grafika Bird Park


Jangan lupakan Lembang yang banyak menyuguhkan wisata alam menarik, kini muncul Grafika Bird Park yang merupakan wahana baru di Terminal Wisata Cikole. Ini adalah tempat penangkaran berbagai burung langka dan unik yang ada di dunia.

Grafika Bird Park lebih dikenal dengan Grafika Cikole. Fasilitas dan wahananya lengkap dengan beberapa kafe atau resto di dalamnya untuk memudahkan mencari pengganjal perut setelah puas dan lelah bermain atau berinteraksi dengan beragam burung yang ada.

Terminal Wisata Cikole sendiri sudah sangat terkenal sebagai wisata camping Bandung populer yang menawarkan glamping asyik untuk bermalam. Selain cocok dijadikan destinasi liburan bersama keluarga, tempat ini merupakan favorit warga Bandung untuk kegiatan Family Gathering.

Buat teman-teman yang dari luar kota dan ingin mengunjungi keempat destinasi wisata edukasi anak tersebut, tetapi tidak mempunyai kendaraan yang mampu mengangkut semua keluargamu, ada solusi bagus nih. Sekarang ada  TRAC, layanan penyewaan kendaraan untuk berbagai kebutuhanmu. TRAC menawarkan unit dengan performa yang baik dan kebersihan yang terjaga.

Kalau sudah ada kendaraan yang nyaman seperti yang ditawarkan di TRAC, berangkat deh ke Bandung. Di 4 destinasi tersebut bukan hanya membuat anak asyik bermain. Tetapi tempat main anak terbaru di Bandung ini juga bisa mengedukasi anak dengan cara yang menyenangkan. 

Continue Reading
2 komentar
Share:

Minggu, 17 Mei 2020

Resep Banana Nugget

Sekitar 2-3 tahun silam, banana nugget pernah trend banget. Sebagai makanan kekinian pada saat itu, kayaknya di mana-mana ada yang jual. Teman-teman pernah membelinya?

resep banana nugget

Tadinya, Chi gak tertarik untuk beli apalagi bikin. Tetapi, Keke dan Nai pernah beberapa kali. Harga per 10 potongnya, kurang lebih sama kayak 1 sisir pisang kepok. Malah kayaknya bisa lebih mahal. Ya karena Chi termasuk emak yang perhitungan, lama-lama berat juga kalau beli melulu hahaha. Akhirnya mulai deh coba untuk bikin.

Kalau ngebahas nugget, biasanya lebih familiar dengan chicken nugget. Ya ini bentuknya mirip, sih. Cuma bedanya bahan utamanya pisang. Dan ini termasuk camilan.

Resep ini pernah Chi share di IG sekitar 2 tahun lalu. Meskipun sekarang udah gak terlalu ngetrend, tetapi ditulis juga deh di blog. Siapa tau ada yang pengen tau cara bikin banana nugget juga.

Bahan Banana Nugget:


  • 10 buah pisang kepok
  • 3 sdm tepung terigu
  • 4 sdm susu kental manis
  • 2 butir telur - kocok terlebih dahulu


Bahan Lapisan


  • Tepung terigu
  • 2 butir telur - dikocok
  • Tepung panko (tepung roti yang teksturnya kasar)
  • Garam


Cara Membuat:



  1. Blender semua bahan banana nugget. Sebentar saja. Jangan sampai terlalu halus, biar masih ada teksturnya.
  2. Olesi loyang dengan mentega
  3. Tuang adonan banana nugget ke dalam loyang
  4. Masukkan ke dalam kukusan yang sudah terlebih dahulu dipanaskan.
  5. Kukus selama +/- 20 menit atau hingga nugget matang
  6. Setelah matang, biarkan dingin baru dipotong-potong
  7. Taruh tepung terigu, telur, dan tepung panko dalam 3 wadah terpisah. Masing-masing diberi garam secukupnya.
  8. Masukkan banana nugget yang sudah dipotong satu per satu ke dalam tepung terigu. Tepuk-tepuk biar gak ketebelan.
  9. Kemudian celupkan ke telur. Jangan ketebelan juga.
  10. Lalu masukkan ke tepung panko. Tekan perlahan agar tepung menempel.
  11. Ulangi sekali lagi agar rasanya lebih crunchy.
  12. Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga berwarna kecoklatan.
  13. Biarkan banana nugget yang sudah digoreng menjadi dingin, baru dikasih topping. 


membuat banana nugget
Kalau sudah diberi lapisan begini, bisa disimpan di wadah bersih dan tertutup rapat. Kemudian simpan di freezer.


Tips:



  1. Takaran tepung terigu untuk banana nugget bisa dikira-kira. Semakin matang pisangnya, adonan semakin lembek. Tepung bisa ditambahkan, tapi jangan sampai rasa tepung lebih dominan daripada pisang.
  2. Kalau gak mau kebanyakan tepung, bisa ditambah susu bubuk.
  3. Chi gak pakai susu bubuk karena sudah pakai susu kental manis. Takaran skm juga menyesuaikan rasa pisang. Karena pisang kepok yang Chi pakai masih ada rasa asam, maka dikasih skm agak banyak untuk mengimbangi.
  4. ada saat mengukus, tutupnya agak dimiringin. Supaya ada sedikit udara masuk, dan mencegah tekstur banana nugget gak berlubang-lubang.
  5. Untuk olahan pisang, Chi lebih suka pisang nangka atau tanduk. Tapi, di resep ini pakai pisang kepok karena saat itu 2 pisang favorit Chi lagi gak ada.
  6. 1 resep ini bisa jadi pisang nugget lumayan banyak. Gak harus digoreng sekaligus kalau kebanyakan. Nugget yang sudah dibalur lapisan, bisa disimpan di wadah yang bersih dan tertutup rapat. Kemudian simpan di freezer supaya awet.

cara membuat nugget pisang

Chi gak kasih resep toppingnya, ya. Karena untuk topping tuh bebas banget kok mau dikasih apa aja. Bahkan gak dikasih topping juga enak. Chi beberapa kali bikin, jarang banget pakai topping.

Meskipun rasanya enak, tetapi Chi jarang bikin banana nugget. Chi memang lebih suka masak yang praktis dan cepat. Sedangkan nugget pisang ini, suka bikin gregetan saat proses kasih bahan lapisan. Sebetulnya gak sulit sama sekali. Cuma suka kurang telaten aja hehehe.

Continue Reading
32 komentar
Share:

Kamis, 14 Mei 2020

Tetap Olahraga Saat Puasa Sekaligus Berdonasi

Sebelum ada pandemi COVID-19, biasanya ngabuburit dengan cara keluar rumah. Sekadar jalan-jalan sore atau malah banyaknya cari menu tajil hingga utama. Gak heran kan kalau sore hari di berbagai lokasi banyak tukang jualan makanan yang diserbu banyak pembeli.

Tetapi, karena saat ini mayoritas masyarakat harus di rumah aja karena PSBB, jadi ngabuburit dengan cara lain. Ada gak yang terpikir untuk berolahraga di saat ngabuburit?

tetap olahraga saat puasa sekaligus berdonasi

Tetap Olahraga Saat Puasa Sekaligus Berdonasi



Hmmm ... Seharusnya dalam kondisi apapun tetap rutin berolahraga, ya. Termasuk saat bulan Ramadhan. Ada atau gak ada virus Corona, olahraga seharusnya tetap dilakukan saat berpuasa. Tentunya untuk menjaga kebugaran tubuh. Self reminder juga nih buat diri sendiri.

Workout From Home


workout from home

Selama berada di rumah aja, kita bisa tetap berolahraga. Apalagi di zaman digital begini, banyak aplikasi yang akan memandu kita untuk melakukan workout. Bia perlu alat bantu pun bisa menggunakan apapun yang ada di rumah.

Tetapi, bagi yang belum terbiasa, berolahraga memang akan terasa berat. Apalagi kalau harus melakukan sendiri. Suka berasa kurang seru kalau gak ada temannya.

berolahraga saat puasa ramadhan

Rabu (6/5), melalui IG live di akun FWD, mengajak kita semua untuk WFH (Workout From Home) bersama GOFIT. Workout ini dengan dipandu oleh Sistya Windasari, Founder Fit Squad. Juga ditemani oleh Zee Zee Shahab, Health Influencer.

Sehabis olahraga kan biasanya haus. Itulah kenapa dipilih waktunya sore hari. Supaya gak kelamaan menahan hausnya.

Gerakannya pun gak sulit. Bagi pemula masih bisa mengikuti. Dan durasinya pun hanya sekitar 30-45 menit. Lumayan lah membakar kalori sekaligus menjaga tubuh tetap bugar.

Sebelum hingga sesudah olahraga, kita bisa bertanya kepada Sistya atau Zee Zee. Beberapa pertanyaan akan dijawab oleh mereka berdua.

Back to Content ↑


#BukaBarengFWD


buka puasa bersama online

Selama pandemi gak ada acara bukber?

Tetap ada, dong! Tetapi, pastinya dilakukan secara online.

Jum'at (8/5), FWD mengajak #BukaBarengFWD melalui Zoom. Sekitar 1 jam sebelum waktu berbuka, kita semua diajak berbincang-bincang tentang kolaborasi FWD Life bersama SOS Children's Village untuk berbagi.

Host pada acara #BukaBarengFWD adalah Zee Zee Shahab. Diawali dengan bincang-bincang tentang topik Workout From Home bersama Sistya Windasari sebagai narasumber.

Sistya mengatakan sebaiknya hindari gorengan untuk menu berbuka puasa. Tetapi, yang terpenting adalah menjaga kondisi perut. Setelah sekian jam perut dibikin kosong, jangan sampai jadi kaget dengan menu buka puasa yang tidak tepat.

Ya kalaupun belum bisa menghindari gorengan, setidaknya jangan kebablasan, lah. Nanti pelan-pelan berusaha deh menghindari makan gorengan *Duh! Semoga Chi juga bisa ya menghindari gorengan sebagai ta'jil. Tetapi, selama ini juga gak berlebihan kok menyantapnya hehehe.

Memilih olahraga di sore hari juga untuk menghindari tubuh kekurangan cairan dalam waktu yang lama. Seusaikan juga dengan kemampuan tubuh masing-masing, ya. Jangan memaksakan diri hingga malah jadinya cedera. Bila belum terbiasa, gak perlu setiap hari juga. 3-4 x dalam seminggu juga cukup.

Back to Content ↑


Kolaborasi untuk Berbagi FWD Life dan SOS Children's Village


donasi kolaborasi untuk berbagi fwd life dan sos children's village

Ibu Evelyn Simanjuntak, Head of Bancassurance Business at FWD Life Indonesia, mengatakan bahwa sekecil apapun donasi yang diberikan pada saat ini akan saat berarti bagi yang membutuhkan. Saat pandemi COVID-19 ini memang banyak yang terkena dampaknya, termasuk anak-anak. Oleh karena itu, FWD Life berkolaborasi dengan SOS Children's Village mengajak masyarakat untuk ikut berdonasi #BerbagiBarengFWD.

Menurut Mas Luthfi Moch. Zaky - Corporate Partnerships at SOS Children's Villages Indonesia, saat ini lebih dari 5500 anak  dari 2400 keluarga yang berada di desa SOS di seluruh Indonesia. Pola asuh di desa SOS ini sebetulnya berkelanjutan. Anak-anak diberikan berbagai pelatihan yang kelak akan berguna bagi mereka.

Tetapi, saat pandemi saat ini, anak-anak ini berisiko kehilangan pengasuhan orang tua sebagai dampak dari pandemi. Oleh karenanya SOS Children's Village berusaha memenuhi kebutuhan dasar keluarga seperti makanan dan sanitari sebesar Rp1 juta per bulan agar pengasuhan bisa tetap berjalan.

Kolaborasi ini bentuknya unik, lho. Masyarakat yang ingin ikut berdonasi ditantang untuk melakukan olahraga virtual selama 7 hari. Caranya mudah banget

  1. Daftar di https://www.sos.or.id/berbagibarengfwd dan bayar biaya registrasi sebesar Rp200.000,00. Seluruh biaya registrasi akan didonasikan kepada SOS Children's Village
  2. Selama 7 hari, kita diminta submit berapa kalori yang berhasil terbakar selama workout. Jumlah kalori tersebut akan dikonversikan oleh FWD menjadi donasi
  3. Di akhir tantangan, peserta akan mendapatkan jersey FWD


Unik banget 'kan donasinya. Dengan #DiRumahAjaBarengFWD, kita bisa dapat 2 manfaat, nih. Badan jadi bugar karena rutin berolahraga. Sekaligus juga ikut berdonasi. Apalagi sekarang bulan Ramadhan. Insya Allah, berkahnya bisa berlipat ganda. Aamiin.

Bagaimana kalau tidak sanggup workout, tetapi tetap ingin berdonasi?

Silakan buka https://kitabisa.com/campaign/BerbagiBarengFWD. Teman-teman bisa langsung berdonasi di sana sesuai kemampuan.

Teman-teman bisa lihat juga infonya di akun Instagram @fwd_id atau @desaanaksos. Semoga di masa pandemi ini kita tetap semangat untuk berolahraga dan berdonasi, ya.

Back to Content ↑

Continue Reading
46 komentar
Share:

Rabu, 13 Mei 2020

Beragam Manfaat Sarang Burung Walet untuk Kesehatan dan Kecantikan

Saat sedang dalam perjalanan pulang dari Sukabumi menuju Jakarta, Chi melihat pemandangan yang menarik. Ada banyak sekali burung beterbangan dan hinggap di tiang listrik. Ada juga yang masuk ke atap-atap rumah warga. Katanya sih itu burung walet.

Hmmm ... mungkin benar juga, ya. Karena Chi juga taunya burung walet itu bisa diternakan dan dibudidayakan oleh manusia. Cara yang paling sederhana dengan mengundang dan membiarkannya menetap di atap rumah.

Beragam Manfaat Sarang Burung Walet untuk Kesehatan dan Kecantikan

Beragam Manfaat Sarang Burung Walet untuk Kesehatan dan Kecantikan

Image by Monika Helmecke from Pixabay

Sarang burung walet ini bernilai banget karena khasiatnya yang banyak, lho. Dan kabarnya, Indonesia adalah negara penghasil sarang burung walet terbaik di dunia.

Sarang burung walet (bird nest) yang dihasilkan dari air liurnya ternyata memiliki ragam manfaat yang menakjubkan untuk kesehatan dan kecantikan? Apakah teman-teman sudah tau ada kandungan apa saja? Liur burung walet mengandung protein, yang tinggi kandungan asam aspartat, prolin, sistein, fenilalanin, tirosin, glukosamin, kalsium, zat besi, kalium, dan magnesium, yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Tenang saja, liur burung walet aman dikonsumsi semua kalangan, kok. Dimulai dari pria, wanita, lansia, anak-anak, hingga ibu hamil. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini mengenai ragam manfaat sarang burung walet untuk kesehatan dan kecantikan.

1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh


Sarang burung walet memiliki kandungan mineral tinggi yang sangat bagus untuk sistem kekebalan tubuh. Supaya mendapatkan manfaat yang lebih maksimal, minumlah secara rutin seminggu dua kali. Caranya bisa direbus dengan air atau susu.

Selain itu, sarang burung walet termasuk ke dalam makanan yang tinggi antioksidan. Antioksidan adalah senyawa aktif yang bermanfaat untuk mencegah penyakit kronis dan efek radikal bebas.

2. Manfaat Bagi Kesehatan dan Vitalitas Pria


Sarang burung walet sangat baik untuk kekebalan tubuh. Sehingga, jika rutin dikonsumsi akan terasa lebih fit dan sehat. Tak hanya itu, kandungan glikoprotein tinggi yang terdapat dalam sarang burung walet mampu meningkatkan stamina dan vitalitas pria. Kemampuan seksual yang dimiliki pria juga menjadi lebih baik.

3. Solusi Masalah Kulit


Bagi teman-teman yang memiliki permasalahan kulit seperti jerawat, sarang burung walet adalah solusi tepat untuk mengatasinya. Kolagen alami yang terkandung di dalam bird nest, mampu menyembuhkan peradangan akibat jerawat.

Selain itu, serat yang cukup tinggi bisa mengencangkan kulit dan menyamarkan garis-garis halus berupa kerutan di wajah. Kulit akan menjadi lebih cerah dan terasa kencang.

Jika teman-teman ingin melakukan perawatan kulit dengan sarang walet, saat ini sudah tersedia sheet mask yang terbuat dari bird nest. Mineral mangan yang terdapat pada sarang burung walet juga dapat mempercepat penyembuhan luka di kulit.

4. Manfaat Kesehatan Untuk Ibu Hamil dan Perkembangan Janin


Sarang burung walet mengandung asam amino, mineral, dan protein yang berperan penting dalam pertumbuhan janin di dalam kandungan. Nutrisi yang terkandung di dalamnya juga dapat meningkatkan kecerdasan calon bayi. Maka dari itu, ibu hamil sangat dianjurkan mengkonsumsi bird nest agar kesehatannya tetap terjaga.

5. Manfaat Kesehatan Untuk Lansia


Bagi orangtua yang sudah lanjut usia juga disarankan mengkonsumsi sarang burung walet karena khasiatnya mampu menghilangkan rasa lelah, sehingga tubuh terasa lebih segar, meningkatkan nafsu makan, dan memperlancar sistem pencernaan. Masalah kesehatan yang dialami para lansia dapat diatasi dengan sarang burung walet.

Seperti yang dilansir dari hellosehat.com, penelitian terbitan jurnal Drug Design, Development and Therapy tahun 2015 menyatakan bahwa sarang walet berpotensi menurunkan risiko pengentalan darah (hiperkoagulasi) akibat kolesterol tinggi. Bird nest juga dianjurkan untuk pengobatan batuk kronis karena juga berfungsi membersihkan dahak.

Bisa dibayangkan air liur burung walet yang secara bertahap mengeras dan membentuk sarang, ternyata memiliki berbagai macam khasiat untuk kesehatan dan kecantikan. Oleh karenanya, mulai sekarang, kita semua harus membiasakan gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti sarang burung walet dan berolahraga secara teratur.

Continue Reading
Tidak ada komentar
Share:

Senin, 11 Mei 2020

Saatnya Menata Rumah Mumpung Lagi di Rumah Aja

Sudah hampir 2 tahun kami pindah rumah. Tetapi, rasanya kondisi rumah masih aja belum beres. Masih banyak barang di sana-sini. Mau beberes, selama ini masih sebatas niat.

cat anti bakteri

Saatnya Menata Rumah Mumpung Lagi di Rumah Aja


Ya bisa juga memang gak sempat. Sehari-hari K'Aie kerja. Kalaupun akhir pekan atau libur tanggal merah memilih beristirahat. Kadang-kadang kami memilih jalan-jalan. Jadi memang waktunya pun gak ada.

Begitupun dengan Chi. Sehari-hari waktunya habis untuk melakukan aktivitas rumah. Ngurusin blog dan media sosial juga. Kadang-kadang keluar rumah kalau ada liputan.

Di saat pandemi COVID-19, di mana kami sekeluarga berada di rumah aja karena himbauan pemerintah tentang Physical Distancing, kami memiliki waktu untuk beberes rumah. Menata rumah supaya agak rapihan.

Pertama-tama, mulai memilah-milah barang. Barang yang sudah tidak berfungsi, kami buang. Lumayan lah jadi ada sedikit space. Kemudian kami mulai menata lagi. Setidaknya gak terlalu bergelatakan di sana-sini.

Ternyata ribet juga ya menata rumah hehehe. Sampai sekarang prosesnya masih terus berlanjut. Ya karena gak bisa seharian juga beberesnya. Selain barangnya banyak, kami juga ada berbagai aktivitas lain. Misalnya, K'Aie kan tetap harus WFH (Work From Home).

Selain menata rumah, Chi malah kepikiran untuk memfungsikan ruangan lain. Di lantai atas kan ada 2 kamar tidur dan 1 ruang tamu. Sehari-hari 3 ruangan tersebut kosong. Diisi hanya untuk tamu aja.

Nah, selama di rumah aja, beberapa kali Keke dan Nai dapat tugas bikin video. Beberapa kali pula Nai memanfaatkan ruangan atas untuk buat video. Makanya Chi jadi kepikiran untuk mengubah paling enggak salah satu ruangan itu jadi studio. Nantinya bisa untuk studio foto atau video.

Sebetulnya salah satu ruangan udah pernah diminta ma Keke buat tempat dia main drum. Tapi, kalau drum 'kan berarti harus kedap suara ya ruanganya. Jadi nanti dulu, deh.

Belum tau sih nanti ruangan-ruangan di atas itu akan difungsikan sebagai apa. Setidaknya tetap ada 1 kamar buat tamu. Tetapi, semangat juga untuk memfungsikan sisanya. Ya daripada ruangannya kosong juga. Tamu 'kan belum tentu sebulan sekali ada.

Mumpung belum terealisasi karena masih beberes, jadi sekalian mengkhayal dulu deh mau diapain ruangannya. Termasuk bakal dicat warna apa nanti ruangannya.

Setelah sekian tahun bermain berbagai warna untuk cat tembok rumah. Kali ini, ada keinginan untuk ngecat rumah dengan warna dominan putih seperti foto di atas. Oiya, itu bukan foto di rumah Chi, ya. Tetapi, di salah satu guest house di Jogja.

Ngomongin cat tembok, Chi selalu memilih yang berkualitas. Gak bisa ditawar-tawar lagi kalau urusan ini. Soalnya dulu pernah punya pengalaman yang kurang asik.

Zaman masih jadi mahasiswa ceritanya pengen ngecat tembok kamar. Beli catnya pakai uang jajan sendiri. Ya namanya uang jajan mahasiswa, jadi beli catnya yang sesuai kantong aja. Gak jelas merknya apa.

Hasilnya .... Asli gak ada bagus-bagusnya! Udah lah jelek banget deh itu. Maksud hati mau bikin kamar jadi cakep malah hancur hahaha!

Sejak itu, Chi gak mau lagi pilih cat sembarangan. Apalagi setelah berkeluarga dan punta anak. Kriteria pemilihan catnya semakin detil. Gak hanya berfungsi membuat ruangan semakin cantik. Tetapi, juga harus anti bakteri, anti kuman, dan tanpa bau.

cat anti bakteri

Kenapa harus memilih cat anti bakteri?

Rumah tempat kita tinggal itu bukanlah tempat yang steril. Makanya, kita tetap harus membersihkan rumah secara rutin. Lantai disapu dan dipel, semua furniture dilap, dan lain sebagainya.

Nah, yang seringkali suka luput dari perhatian adalah membersihkan tembok. Padahal tembok juga sama dengan area lainnya yang harus rutin dibersihkan. Debu juga bisa menempel di tembok. Begitupun dengan kuman dan bakteri.

Pernah lihat tembok rumah yang kotor banget?

Melihatnya suka agak begidik, ya. Apalagi kalau masih punya anak kecil. Mereka masih suka nempel-nempel ke tembok. Trus, gak sadar memasukkan tangan ke mulut padahal abis megang tembok. Duh! Khawatir jadinya kesehatan mereka terganggu kalau sampai kuman atau bakteri masuk ke tubuh.

Makanya dinding juga harus rutin dibersihkan. Bersihkan menggunakan kain microfiber untuk membersihkan debu. Bila masih ada noda, kain tersebut dikasih sedikit air supaya lembap, kemudian lap ke tembok.

Jangan pernah anggap remeh bakteri jahat yang masuk ke dalam tubuh.  Beragam penyakit bisa mengintai. Setidaknya bisa mengganggu pencernaan. Apalagi untuk anak-anak yang daya tahan tubuhnya memang masih rentan.

Oleh karenanya pilih cat tembok yang aman untuk anak dan bayi. Pilih cat tembok yang #NoOdorMedicare karena

  1. Anti bakteri dan kuman ((dapat membunuh 3 bakteri berbahaya yaitu : MRSA, E-coli dan Staphylococcus Areus)
  2. Aman untuk bayi, anak, dan usia lanjut
  3. Mudah dibersihkan dengan air
  4. Tidak ada bau
  5. Anti jamur dan lumut
  6. Warna yang tidak mudah pudar
  7. Tidak mengandung timbal dan merkuri
  8. Minim cipratan
  9. Bersertifikat Green Singapora

Lenkote No Odor Medicare adalah cat tembok premium dengan formulasi anti bakteri dan anti kuman sehingga menciptakan ruangan yang aman dari pertumbuhan bakteri dan higienis bagi keluarga Andxa, terutama untuk kamar anak maupun bayi. Lenkote No Odor Medicare juga diproses dengan teknologi tinggi sehingga bau yang dihasilkan sangat lembut dan ramah lingkungan.

Avian Brands adalah cat tembok premium yang memenuhi kriteria tersebut. Ini cat ramah lingkungan banget. Gak bikin khawatir kalau di rumah pakai cat #AvianBrands.

Keke dan Nai sekarang udah remaja. Imun tubuh mereka sudah lebih kuat dibandingkan saat masih bayi. Tetapi, bagi kami, tetap aja memilih cat berkualitas itu sangat penting. Fungsi cat tidak sekadar untuk mempercantik ruangan. Tetapi, juga harus #TanpaBaudanAntiBakteri.

Apalagi buat teman-teman yang masih punya bayi atau ada keluarga yang berusia lanjut, cat dari Avian Brands ini sangat cocok untuk melindungi keluarga. 

Pastinya kita gak hanya ingin punya ruangan yang terlihat indah, kan? Tetapi, yang juga bisa melindungi keluarga dari bakteri dan kuman. Yuk pakai cat #AvianUntukIndonesia agar kita semua tetap terlindung dari kuman dan bakteri.

Continue Reading
50 komentar
Share:

Sabtu, 09 Mei 2020

Tips Menjaga Berat Badan Selama di Rumah Aja

Sudah 2 bulan di rumah aja gara-gara pandemi COVID-19. Gimana kesehatan teman-teman semua? Semoga pada sehat, ya. Aamiin.

Banyak yang bilang kalau di rumah aja malah bawaannya lapar melulu. Timbangan? Buang ajah! Hahahaha.

Tips Menjaga Berat Badan Selama di Rumah Aja



Chi juga awalnya termasuk yang khawatir kalau selama di rumah aja, berat badan kami semua akan naik. Mau coba gak dipeduliin, tapi kepikiran juga. Bukan semata-mata karena penampilan. Tetapi, alasan kesehatan yang bikin Chi bertekad menurunkan berat badam

Dan, hampir 3 tahun ini, udah berhasil menurunkan berat badan. Rasanya kesel aja kalau nanti sampai naik lagi. Soalnya bisa turun sedikit aja prosesnya lama, Naiknya yang cepet hehehe.

Back to Content ↑


Menjaga Berat Badan Tetap Stabil Saat di Rumah Aja


"Chi gemukan! Alhamdulillah pada sehat, ya."

Setiap kali video call mamah, Chi selalu dibilang gemukan. Begitupun dengan Nai. Padahal sebetulnya berat badan kami berdua tuh turun. Memang cuma 1 kg, sih. Tetapi, mungkin karena di rumah aja jadi mukan bantal semua saat vidcam. Makanya dibilang gemukan hehehe.

Alhamdulillah, berat badan kami sekeluarga termasuk stabil. Malah turun sejak masa karantina. K'Aie turun sampai 2 kg. Keke yang paling juara. Berat badannya turun sampai 8 kg! Makanya neneknya protes. Katanya nanti kalau ketemu lagi mau dimasakin makanan kesukaan Keke biar dia lahap makannya hahaha.

Back to Content ↑


Mengatur Pola dan Porsi Makan

Sebetulnya kami sama aja kayak kebanyakan orang. Selama masa swa-karantina karena pandemi virus Corona, frekuensi makan kami lebih banyak, termasuk ngemilnya. Tetapi, frekuensinya memang teratur. Dalam sehari maksimal 3x makan utama dan 1-2x camilan.

Hanya di minggu pertama aja kayak kebablasan. Mulut gak berhenti ngunyah. Bahkan sampai menjelang tengah malah dapur masih saja ada aktivitas.

[Silakan baca: Tips Memasak Hemat dan Nyaman Selama di Rumah Aja]

Porsi makannya juga biasa aja. Tetap makan secukupnya. Setelah itu ya gak ngunyah lagi sampai waktu makan berikutnya.

Pola makan teratur dengan porsi secukupnya bukanlah proses instan. Sejak anak-anak mulai MPASI, sudah mulai disiplin dengan hal ini. Tidak ada susu sebagai pengganti makanan utama kalau mereka lagi susah makan. Tidak ada ngemil di luar waktu. Sejak MPASI waktunya makan harus duduk manis alias gak boleh sambil jalan-jalan. Masih ada lagi beberapa peraturan tentang kebiasaan makan. Dan kami termasuk yang tegas untuk hal ini hehehe.

Enaknya kalau teratur begini, kami jadi sering makan bareng. Sebetulnya Chi pengen kayak kebiasaan sama orang tua. Kalau waktunya makan tuh pada duduk semua di meja makan. Terserah deh mau sambil ngobrol juga yang penting makan bareng dan selesainya juga bareng.

Tetapi, kalau keluarga kami jarang banget makan bareng di meja makan. Tetap sering barengan juga, cuma suka pindah-pindah. Kadang-kadang sambil nonton tv, di kamar, dll. Ya gak apa-apa, lah. Yang penting masih ada barengnya.

[Silakan baca: Gerakan Tutup Mulut]

Back to Content ↑


Berolahraga dan Istirahat yang Cukup

Waktu minggu pertama memang kacau banget, deh. Pola makan bablas, tidur pun terlalu larut malam. Padahal anak-anak biasanya pukul 9 malam udah ngantuk.

"Kurang gerak, Bun. Kalau sekolah kan capek. Makanya jam 9 malam udah ngantuk," kata Keke.

Dalam kondisi normal, biasanya Chi masuk ke kamar anak begitu pukul 9 malam atau lebih sedikit. Untuk ngecek apakah mereka sudah tidur atau belum. Kalau lagi banyak tugas, boleh deh agak telat. Tetapi, gak lebih dari pukul 10 malam. Selesai gak selesai tugasnya, gak boleh tidur terlalu larut malam.

Kalau lagi libur, Chi agak melonggarkan aturan ini. Boleh tidur sekitar pukul 11 malam. Tetapi, gak boleh lebih dari itu. Chi langsung patroli ke kamar mereka hahaha. Konsekuensinya hp bisa disita hingga beberapa hari kalau melanggar.

Di masa karantina ini, apa yang Keke bilang memang ada benarnya. Kurang gerak juga bisa bikin susah mengantuk. Apalagi ditambah dengan pegang hp. Makanya mereka sempat sampai larut malam banget baru bisa tidur.

Untungnya dengan kesadaran sendiri, mereka pun berolahraga. Ini juga kebiasaan yang sudah rutin dilakukan sejak kecil. Selain pernah ikut kursus taekwondo dan berenang, mereka juga rutin berolahraga lari atau sepeda di komplek setiap sore.

Bedanya kalau dulu, Chi yang harus ngebujukin mereka. Sebelum olahraga, bikin smoothie dulu supaya pada semangat olahraganya. Kalau sekarang udah pada kesadaran sendiri. Selain peduli dengan kesehatan juga mulai memperhatikan penampilan. Malah sekarang Chi yang suka diingatkan sama anak-anak untuk oahraga.

Enaknya di zaman digital begini, tinggal buka internet dan cari olahraga yang diinginkan. Bisa yoga, zumba, atau lainnya. Makanya biarpun sekarang lagi di rumah aja, mereka tetap bisa berolahraga. Kalau Nai biasanya olahraga di pagi hari. Sedangkan Keke lebih memilih sore hari.

Saat bulan Ramadhan juga tetap konsisten olahraga. Sore hari menjelang waktu berbuka menjadi waktu yang dipilih. Supaya gak terlalu lama menahan hausnya.

[Silakan baca: Olahraga Gak Cuma Bikin Badan Bugar]

Back to Content ↑


Lebih Banyak Aktivitas

Kalau anak-anak awalnya merasa kurang capek selama di rumah aja, K'Aie kebalikannya. Salah satu kegiatan yang sering dilakukan selama masa pandemi COVID-19 adalah berkebun.

Berkebun memang jadi hobi K'Aie sejak dulu. Tetapi, biasanya hanya bisa mengurus tanaman sebelum berangkat kerja. Kalau lagi akhir pekan baru agak lamaan.

Nah, saat keadaan seperti ini, K'Aie jadi semakin berlama-lama di halaman untuk mengurus semua tanamannya. Termasuk aktivitas yang menguras keringat juga, tuh.

[Silakan baca: Tips Mencegah Obesitas Pada Anak]

Tetap aktif selama di rumah aja memang terbukti bisa menahan rasa ingin mengunyah terus di keluarga kami. Makanya sebisa mungkin tetap mencari kesibukan.

Back to Content ↑


Gak Makan Nasi Saat Sarapan

Kami sekeluarga tidak makan nasi saat sarapan. Bisa diganti dengan kentang, oatmeal, atau roti. Kadang-kadang segelas susu dengan cereal juga cukup.

Kebiasaan ini juga udah jadi sesuatu yang rutin. Terutama di hari kerja. Kalau akhir pekan atau libur pernah lah beberapa kali sarapan bubur. Atau malah pernah sarapan pakai nasi uduk komplit hehehe.

Chi sendiri sudah hampir 3 tahun ini memang diet carbo. Tetap makan nasi, tetapi porsinya sudah jauh berkurang. Bahkan sejak pandemi ini, kami sama sekali gak makan nasi pada saat sarapan.

[Silakan baca: 5 Resep Oatmeal Praktis untuk Sarapan]

Back to Content ↑


Berat Badan Turun di Masa Swa-Karantina



Kalau turun berat badan sekitar 1-2 kg memang sepertinya gak begitu kelihatan di kamera, ya. Apalagi di rumah aja kayak begini. Pada muka bantal banget. Makanya mungkin itu juga kenapa kelihatan tambah gemuk hahaha!

Tapi, kok bisa Keke turun sampai 8 kg? Apa gak terlalu kurus?

Jadi, berat badan Keke sebelum turun tuh termasuk ideal. Tetapi, pelatihnya pernah bilang kalau mau jadi atlet balap motor sebaiknya berat badan diturunin sekitar 8-10 kg.

[Silakan baca: Belajar Menjadi Pembalap Motor di 43 Racing School]

Di saat yang bersamaan, sabeum taekwondo pun pernah bilang hal sama. Keke diminta menurunkan berat badan sekitar 10 kg. Ya waktu itu memang Keke aktif di balap motor dan taekwondo.

[Silakan baca: Taekwondo Tournament]

Keke pernah berhasil melakukannya. Pola makannya diatur lagi. Porsi makannya juga begitu. Bahkan dia berhenti makan nasi putih. Diganti dengan nasi merah. Olahraganya semakin rutin.


Beberapa bulan lalu, Keke kecelakaan saat sedang latihan untuk menghadapi pertandingan balap motor. Tangannya patah dan harus digips selama 6 minggu. Selama itu pula dia gak bisa beraktivitas, termasuk olahraga.

Setelah itu, dia juga mulai disibukkan dengan berbagai kegiatan sekolah dan bimbel. Makanya mulai jarang banget olahraga. Perlahan berat badannya pun kembali naik.

[Silakan baca: Tips Menjaga Keluarga dari Virus Corona]

Sekarang, saat di rumah aja, Keke kembali disiplin. Tugas sekolah gak banyak menyita waktu. Malah banyak banget waktu dia untuk bersantai. Makanya Keke mulai mengatur lagi pola makan, istirahat, dan olahraga. Dan selama 2 bulan di rumah aja,  dia berhasil menurunkan berat badannya sampai 8 kg. Makanya dia seneng banget tuh.

Jadi ya di keluarga kami memang agak gagal nih jadi kaum rebahan. Tetapi, dengan beraktivitas seperti ini juga jadi semacam killing time. Gak mikirin wabah virus corona melulu. Insya Allah badan dan pikiran pun tetap sehat. Termasuk saat sedang beribadah puasa Ramadhan.

[Silakan baca: Tips Menyambut Ramadhan di Saat Pandemi COVID-19]

Back to Content ↑

Continue Reading
40 komentar
Share: