Thursday, August 30, 2018

Tips Bila Harus Mendadak Pindah Rumah

Tips Bila Harus Mendadak Pindah Rumah

Mendadak Pindah Rumah


Sampai setahun yang lalu, mungkin gak pernah terlintas dalam pikiran Chi kalau kami akan pindah rumah. Justru tahun lalu fokus utama Chi adalah fokus mempersiapkan Nai yang akan menghadapi UN. Chi juga udah membayangkan di mana Nai akan melanjutkan sekolah.

Tetapi, kenyataan berkata lain...

Hampir di penghujung tahun 2017, mamah mertua wafat. Umur memang salah satu rahasia besar Allah SWT. Tetapi, tetap saja kami semua gak menduga mamah akan wafat secepat itu. Selama ini yang sakit justru papah mertua. Sudah sekitar 3 tahunan papah mertua terbaring di tempat tidur. Tentunya mamah yang selalu merawat papah. Tidak disangka, mamah yang selalu terlihat sehat, malah lebih dahulu meninggalkan kami.

Kami pun harus pindah supaya papah tetap ada yang mengurus. Rencana berubah total. Tadinya hanya ingin fokus dengan UN Nai, jadi harus mikirin pindahan juga. Anak-anak, terutama Keke, malah senang karena pindah rumah. Katanya, jadi dekat kemana-mana.

Ya, kami pindah ke Jakarta dengan lokasi yang cukup dekat dengan pusat kota. Transportasi umum pun sangat mudah dan banyak pilihan. Tetapi, Chi tetap merasa galau juga. Sudah terbiasa tinggal di komplek perumahan yang sepi. Sekarang rumah cukup dekat dengan jalan ramai. 😁

Sebetulnya ini bukan pengalaman pertama pindah. Chi udah 2x pindah rumah yaitu saat masih kelas 5 SD dan saat Chi baru masuk kuliah. Tetapi, kalau yang mendadak memang baru sekarang. Chi tulis aja tentang tips mendadak pindah rumah sekaligus merespons postingan Mbak Wenny di web KEB yang berjudul Tips Pindah Rumah yang Menyenangkan.

Nah kebetulan lagi, Mbak Wenny juga baru pindah rumah. Jadi di kelompok Siti Nurbaya #KEBBloggingCollab lagi ada yang kompakan pindah rumah. Makanya jadi bahasan yang cukup menarik juga di sana.



Tips Mendadak Pindah Rumah


Menata Hati

Mungkin terkesan lebay, ya. Tetapi, kepindahan mendadak buat Chi tetap berbeda dengan pindah yang memang sudah direncanakan lama. Chi sempat merasa antara percaya dan gak percaya. semangat dan gak semangat. Begitu aja terus sampai kemudian pelan-pelan mulai ngurusin pindahan dnegan nyaman.

Berkompromi dengan Anak-anak

Terutama sama Nai yang akan menghadapi ujian. Dari awal Chi udah bilang kalau kemungkinan gak maksimal ngajarin Nai. Chi minta Nai tetap tekun belajar. Alhamdulillah dia mengerti dan hasilnya pun bagus.

Keke pun kami ajak bicara karena kalau sudah pindah berarti lokasi sekolah akan jauh dari rumah. Kami menawarkan untuk pindah sekolah. Tetapi, Keke menolak karena sudah kelas 9. Tanggung tinggal setahun lagi. Berarti dia harus mulai beradaptasi melakukan perjalanan yang lumayan jauh. Apalagi Jakarta akan selalu berhadapan dengan macet. Padahal selama ini sekolahnya dekat dengan rumah.


Sortir Barang di Rumah yang Ditempati

Mengingat kami tidak pindah ke rumah baru yang dalam keadaan kosong, tentunya sebelum memasukkan barang yang lebih dahulu dilakukan adalah mensortir barang di rumah yang akan ditempati. Barang peninggalan mamah itu banyaaaak. Barang yang sudah rusak, kami buang. Sedangkan yang masih bagus kami bagi 2. Sebagian dipacking untuk disumbangkan dan sebagian lagi kami pakai.

Pindahan Secara Bertahap

Setelah semua barang disortir dan dirapihkan kembali, baru kami memindahkan barang-barang dari Bekasi. Tentunya dengan cara mencicil. Biar gak kelihatan terlalu berantakan juga di rumah karena tumpukan dus di mana-mana hehehe.

Lakukan dengan Santai

Sampai sekarang beberapa barang kami belum semuanya diangkut. Pelan-pelan aja, lah. Lakukan dengan santai, biar gak stress hahaha.

Alhamdulillah udah 2,5 bulan kami resmi pindah. Sejauh ini sih lumayan nyaman meskipun masih butuh penyesuaian di sana-sini. Tetapi, semoga terus merasa kerasan di sini.

Bagaimana dengan teman-teman? Punya cerita seru tentang pindahan?

Continue Reading
7 comments
Share:

Monday, August 27, 2018

Mengurangi Drama Agar Hidup Bisa #AsikTanpaToxic

NATSBEE Honey Lemon Mengurangi Drama Agar Hidup Bisa #AsikTanpaToxic

Mengurangi Drama Agar Hidup Bisa #AsikTanpaToxic


Buat saya salah satu tips hidup bahagia adalah dengan cara mengurangi drama. Tentu saja drama yang dimaksud bukanlah tentang mengurangi menonton drama Korea, Jepang, atau lainnya. Ya biarpun sampai sekarang saya belum bisa menikmati drama Korea, tetapi banyak orang drama tersebut adalah hiburan.

Drama yang dimaksud adalah mendapatkan berbagai masalah dalam hidup. Kalau bisa dikurangi atau dihindari, deh. Media sosial juga bisa menjadi salah satu sumber drama. Lihat berita atau ulasan politik kesal, gampang terpancing untik ikut mom's war, hingga lihat yang pamer rasanya marah. Duh, kapan bisa bahagianya kalau semua ditanggapi dengan drama? Mendingan puasa media sosial aja kalau seperti itu.

Selama ini, saya cukup bersyukur karena hidup tidak terlalu banyak drama. Hubungan antar keluarga yang dekat, tinggal di lingkungan yang nyaman, hingga anak-anak pun belajar di sekolah yang ramah anak ketika mereka SD. Rasanya hidup saya bahagia banget.



Banyak Drama yang Bikin Stress Dimulai Sejak Hampir 1 Tahun Terakhir Ini


Selama ini gak pernah terpikir oleh saya akan kembali tinggal di Jakarta. Kota di mana saya dilahirkan dan menghabiskan masa kecil hingga kelas 5 SD. Setelah itu saya tinggal di Bekasi hingga bulan akhir Mei 2018. Ya, saya sekeluarga memang baru aja pindah ke Jakarta.

Sekitar bulan Desember 2017, mamah mertua saya wafat. Umur manusia memang salah satu rahasia Allah SWT. Tetapi, kejadian tersebut benar-benar di luar dugaan kami semua karena selama ini yang terbaring sakit justru papah mertua. Siapa yang akan merawat papah setelah mamah tidak ada?


Drama Pertama - Pindahan dan Ujian Nasional

Hasil rembukan suami dengan kakak-kakaknya diputuskan kami lah yang mengurus papah. Itu artinya kami harus pindah rumah. Tetapi, kami tidak bisa langsung pindah saat itu juga karena Nai sedang bersiap menghadapi UN. Jadi untuk sementara kami bekerjasama dengan kakak ipar untuk bergantian mengurus papah.

Di sini drama pertama dimulai. Seharusnya fokus saya saat itu adalah mempersiapkan Nai menghadapi UN. Tetapi, pikiran jadi terpecah antara Nai dan pindahan. Saya jadi merasa kurang maksimal membantu Nai. Berbeda banget ketika 2 tahun sebelumnya menemani Keke menghadapi UN. Akhirnya jadi sering merasa bersalah dan khawatir.

Ujung-ujungnya jadi suka kesal dan sedih sendiri. Mana tanggal kepindahan kami adalah 2 minggu menjelang hari raya Idulfitri. Semakin mendekati tanggal kepindahan, saya semakin stress. Saya sangat bersyukur ketika Nai berhasil mendapatkan NEM yang bagus dan bisa diterima di SMPN pilihan.


Drama Kedua - Asisten Rumah Tangga

Drama berikutnya adalah tentang asisten rumah tangga. Sebetulnya saya masih sanggup mengurus rumah tangga dan keluarga sekaligus. Apalagi suami dan anak-anak juga masih mau membantu. Seharusnya tidak ada masalah, kan? Ternyata enggak juga.

Mengurus orang tua yang sudah sakit berbeda dengan mengurus anak kecil meskipun kondisinya sama-sama harus dibantu oleh orang dewasa. Tetapi, mengurus anak kecil masih bisa dibawa ke mana-mana. Sedangkan kalau orang tua kan gak bisa. Wah, bisa-bisa saya gak bakal ke luar rumah kalau begini. Saya sempat galau dengan masalah ini. Masa iya harus di rumah terus? Kalau akhir pekan bisa bergantian dengan suami untuk mengurus papah. Saya sebetulnya termasuk orang rumahan. Tetapi, sesekali keluar rumah sekadar me time juga rasanya perlu.

Dengan pertimbangan tersebut, kami memilih mencari asisten rumah tangga. Tetapi, bukan solusi yang kami dapatkan, malah drama yang sepertinya gak ada habisnya. 2x memiliki asiaten rumah tangga dalam kurun waktu gak sampai setahun. Semuanya penuh drama. Huff!



Polusi Udara di Rumah Bisa Lebih Berbahaya Daripada di Luar


NATSBEE Honey Lemon Mengurangi Drama Agar Hidup Bisa #AsikTanpaToxic
Salah satu area favorit saya di rumah. Meja kerja menghadap kolam ikan. Suara gemericik air, angin sepoi-sepoi, dan sebotol Nastbee Honey Lemon membuat saya nyaman. Tentunya saya juga harus memperhatikan kebersihan gorden dan jendela supaya tidak menjadi salah satu sarang debu.

Selain tipe orang rumahan, saya juga merasa di luar sana banyak polusi. Apalagi di kota besar seperti Jakarta. Polusi udara dan suara adalah 2 hal yang langsung saya ingat. Kalau begini mendingan di dalam rumah aja ya, kan?

Ternyata pendapat berada di dalam ruangan itu lebih aman gak sepenuhnya tepat. Di dalam rumah bisa aja polusinya lebih berbahaya daripada di luar ruangan. Kok, bisa?

Coba aja cek ventilasi rumah. Sudah cukup baik atau belum? Buka jendela rumah, bagusnya setiap pagi, agar sirkulasi udara mengalir dengan lancar. Sirkulasi udara di dapur juga harus bagus. Jangan sampai asap yang keluar saat memasak terkurung di dalam ruangan. Pasang penyedot asap atau ada jendela yang membuat asap bergerak ke luar rumah.

Kebersihan rumah juga harus dijaga. Periksa gorden, karpet, sofa, dan lain sebagainya. Jangan sampai jadi sarang debu. Begitu juga dengan penggunaan berbagai produk pembersih atau lainnya. Sebisa mungkin pilih yang kandungannya paling aman untuk tubuh kita.



Mulai Konsisten Bergaya Hidup Sehat Meskipun Padat Beraktivitas


NATSBEE Honey Lemon Mengurangi Drama Agar Hidup Bisa #AsikTanpaToxic

Beban yang terus menghampiri beberapa bulan terakhir ini membuat saya berpikir. Kesehatan juga mulai sering terganggu. Tentu aja, saya harus segera mencari solusinya. Bisa jadi salah satu penyebabnya adalah gaya hidup tidak sehat. Saya pun mulai bertekad untuk konsisten memperbaiki gaya hidup.

Mengatur Pola Makan dengan Diet Carbo

Sudah hampir setahun ini saya menjalani diet carbo. Menurunkan berat badan memang menjadi target utama. Alasannya karena saya ingin lebih sehat. Akhir-akhir ini, saya merasa agak sering sakit terutama di bagian lutut. Itulah kenapa saya mulai memutuskan untuk diet carbo karena diet ini yang paling cocok untuk saya. Pernah berhasil beberapa tahun sebelumnya. Sayangnya saya belum konsisten saat itu. Lumayan nih udah ada hasilnya. Berat badan saya udah turun sekitar 5 kiloan. Lutut juga udah jarang banget sakit.

Olahraga yang Teratur

NATSBEE Honey Lemon Mengurangi Drama Agar Hidup Bisa #AsikTanpaToxic

Saya mulai teratur lagi berolahraga. Setiap akhir pekan, saya dan suami berolahraga di GOR. Saya berjalan kaki, sedangkan suami memilih lari. Saya gak kuat kalau lari, meding jalan secara teratur.
Kadang-kadang anak-anak juga ikutan. Lumayan lah sekali jalan bisa dapat sampai 7000an langkah.

Kalau sehari-hari, saya pilih olahraga ringan saja. Buka YouTube kemudian pilih SKJ 84 dan 88 hehehe. Selain nostalgia, SKJ jadul ini juga lumayan bikin keringetan meskipun sebantar. Lagipula kalau sehari-hari juga udah lumayan banyak bergerak karena mengurus rumah (baca: ke pasar, masak, nyetrika, mencuci, dan lain sebagainya). Jadi, cari olahraga yang ringan aja.


Istirahat yang Cukup

Nah kalau yang satu ini memang masih menjadi pekerjaan rumah buat saya. Pengennya tidur cepat di bawah pukul 10 malam, tetapi seringkali belum bisa. Pelan-pelan deh berusaha untuk menambah jam tidur. Kalaupun belum bisa, saya berusaha membuat tidur yang berkualitas. Caranya dengan menyingkirkan berbagai masalah menjelang tidur.

Bersihkan Hati dan Pikiran

Nah, kalau buat saya hati dan pikiran yang selalu suntuk lebih toxic daripada polusi. Udah banyak kan ya kejadian penyakit yang menghampiri karena pikiran. Jadi hidup sehat gak hanya memperhatikan fisik saja. Hati dan pikiran juga harus sehat. Drama dalam hidup kemungkinan ada aja. Tetapi, saya akan berusaha menyikapi dengan santai. Misalnya, drama kami dengan asisten rumah tangga. Kami memutuskan untuk kembali tidka memiliki asisten rumah tangga.

NATSBEE Honey Lemon Mengurangi Drama Agar Hidup Bisa #AsikTanpaToxic
Daripada capek hati dan pikiran yang menguras emosi, mending capek fisik. Tetapi, capek fisik yang membuat tubuh menjadi bugar

Capek badan udah pasti, tetapi setidaknya pikiran gak ruwet dengan drama asisten rumah tangga. Lagipula anak-anak sudah bisa diajak kerjasama mengurus rumah. Kalau suami memang sejak dulu selalu turun tangan membantu mengurus rumah. Tentang kekhawatiran saya yang gak bisa ke mana-mana karena harus mengurus papah mertua juga sudah ada solusinya. Kalau saya sedang ke luar rumah, tetap akan ada yang mengurus papah. Bisa suami atau anak-anak yang mengurus. Tentu aja, saya pun tidak bisa memutuskan pergi mendadak. Semuanya harus saling menyesuaikan jadwal harian.


Aktivitas Harian yang Padat Tetap #AsikTanpaToxic Bersama NATSBEE Honey Lemon


Meskipun di rumah, aktivitas keseharian saya lumayan padat. Setiap hari, saya yang lebih dahulu bangun dibandingkan anggota keluarga lain. Sebelum subuh sudah harus menyiapkan bekal sekolah untuk anak-anak. Sampai saat ini, anak-anak memang lebih memilih bawa bekal sekolah daripada jajan.

Setelah anak-anak berangkat sekolah, saya memilih untuk tidur lagi sekitar 2 jam. Biasanya saya tidur sekitar pukul 12 malam dan bangun pukul 4 pagi. Makanya butuh tambahan jam tidur setelah anak-anak berangkat sekolah. Lumayan lah 2 jam juga.

Setelah bangun, masukkan pakaian harian ke mesin cuci. Sedangkan seragam sekolah dan pakaian yang bagus, saya cuci manual dengan tangan. Sambil menunggu pakaian selesai di mesin cuci, baju lainnya juga sedang direndam, saya pun belanja ke pasar. Tadinya pengen kayak beberapa orang, melakukan food prep. Tetapi, dipikir lagi, rumah saya gak terlalu jauh dari pasar. Anggap aja sekalian berolahraga saat belanja di pasar.

Memasak dan menyetrika juga menjadi kegiatan saya sehari-hari. Sedangkan untuk cuci piring, menyapu, mengepel, dan bersih-bersih lainnya bisa dilakukan bekerjasama dengan anggota keluarga lainnya. Begitupun dengan mengurus papah mertua. Kami semuanya bekerjasama.

Meskipun sudah berbagi tugas dengan suami dan anak-anak, tetap aja rasanya pekerjaan rumah tidak ada habisnya. Saya tidak mau ngotot menyelesaikan saat itu juga, kecuali untuk masak dan menyetrika seragam sekolah. Memasak tetap harus dilakukan karena setiap hari kan butuh masak. Bila kondisi badan sedang kurang enak, saya memilih memasak yang praktis atau delivery order aja. Anak-anak juga udah bisa masak sendiri untuk makanan yang praktis. Menyetrika paling yang wajib adalah seragam. Kasihan anak-anak kalau sekolah dengan pakaian yang kusut.

Nah, begitulah kurang lebih aktivitas saya sehari-hari. Lumayan padat merayap, kan? Supaya badan dan pikiran tetap sehat meskipun aktivitas padat, saya harus me time.


NATSBEE Honey Lemon Mengurangi Drama Agar Hidup Bisa #AsikTanpaToxic
Pakaian yang mau disetrika dan dilipat sudah menumpuk? Santai dulu aja, lah.

Khasiat Minuman Madu Lemon

Salah satu me time yang saya lakukan adalah menikmati sebotol NATSBEE Honey Lemon. Kalau mengikuti bahasa kekinian, ini me time yang berfaedah. Kita semua tau kalau lemon dan madu memiliki segudang manfaat yaitu

  1. Membantu proses detoksifikasi tubuh. Sebetulnya tubuh sudah memiliki pertahanan alami. Tetapi, pernah gak kita memikirkan berapa banyak polusi serta stress yang menggempur tubuh dalam sehari? Oleh karena itu ada baiknya juga mengkonsumsi makanan atau minuman yang membantu pertahanan tubuh menjadi semakin baik
  2. Meningkatkan energi. Madu dan lemon memiliki sumber vitamin dan mineral yang tinggi. Manis dari madu alami lebih baik daripada mengkonsumsi gula. Mengkonsumsi minuman madu lemon bisa menjaga tubuh agar tidak mudah lemas. Energi tetap terjaga selama beraktivitas padat.
  3. Memberikan efek menenangkan. Saya menyukai wangi lemon. Ketika menghirupnya, langsung berasa menenangkan. Ternyata tidak hanya lemon. Madu pun memiliki khasiat meredakan kecemasan, insomnia, stress, dan kegelisahan.
  4. Meningkatkan sistem imunitas tubuh. Karena sarat dengan kandungan vitamin dan mineral, salah satunya adalah vitamin C, air lemon madu tidak hanya membantu proses detoksifikasi. Sistem imun pun meningkan bila rutin mengkonsumsi racikan minuman ini.

NATSBEE Honey Lemon Menjadi Pilihan Saya.

Nai: "Bunda, NATSBEE Honey Lemon udah habis, ya?"
Bunda: "Masa'? Bukannya masih ada 2 botol di kulkas?"
Nai: "Habis, Bun. Kayaknya terakhir itu Ima yang abisin."
Bunda: "Oh, gitu. Nanti Bunda beli lagi, deh."

Nai memang suka dengan segala makanan atau minuman yang ada rasa madu. Makanya dia yang paling nyariin kalau NATSBEE Honey Lemon udah habis. Saya akhirnya ikutan Nai. Mulai suka juga dengan minuman ini.

Awalnya memang saya terpengaruh Nai yang udah lebih dulu suka dengan NATSBEE Honey Lemon. Kemudian praktis menjadi alasan lain kenapa saya menyukai NATSBEE Honey Lemon. Saya tidak perlu membeli semua bahan dan kemudian meraciknya. Apalagi menurut saya, rasa lemon dan madu pada NATSBEE Honey Lemon ini sudah seimbang. Tidak keasaman dan kemanisan.


NATSBEE Honey Lemon Mengurangi Drama Agar Hidup Bisa #AsikTanpaToxic

Salah satu cara ternikmat mendapatkan kesegaran di hari yang panas adalah dengan meminum sebotol NATSBEE Honey Lemon dingin.

Yup! Setelah hampir seharian beraktivitas, saya juga ingin me time sejenak. Selonjoran, menonton acara tv favorit, dan sambil minum NATSBEE Honey Lemon bisa menjadi salah satu me time yang menyenangkan. Apalagi kalau siang hari lagi berasa panas kayak akhir-akhir ini. Sebotol NATSBEE Honey Lemon dituang ke gelas yang udah diisi es batu. Wah! Energi langsung berasa dicharge lagi. Hati dan pikiran pun jadi rileks dan senang.

Bagaimana dengan teman-teman? Sudahkan bersihkan hari aktifmu agar hidup menjadi #AsikTanpaToxic?

Continue Reading
16 comments
Share:

Saturday, August 25, 2018

Tips Ngeblog yang Asik

Tips Ngeblog yang Asik

Tips Ngeblog yang Asik


Sekitar 2 bulan yang lalu seseorang yang Chi kenal minta diajarkan ngeblog. Tentunya dengan senang hati Chi mengajarkan. Chi mulai dari sangat dasar karena memang benar-benar baru mulai ngeblog.

Baru juga perkenalan tentang apa itu blog, tetapi yang ditanyakan sudah sangat banyak. Sebetulnya gak ada salahnya banyak bertanya. Tetapi kalau terus bertanya tanpa aksi kan malah jadinya pusing sendiri. Pengennya langsung tampilan blog langsung terlihat bagus, banyak pembaca, kalau perlu langsung menghasilkan pundi-pundi uang. Padahal itu semua butuh proses ya, kan?

Kadang-kadang berproses menjadi sesuatu yang sulit bagi sebagian orang. Mungkin karena kadang-kadang ekspektasi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Atau bisa juga karena kitanya yang kurang tekun. Kalau menurut Chi, kuncinya adalah menjalani dengan asik termasuk ketika ngeblog. Lalu bagaimana ngeblog yang asik itu?



Menulis dengan Hati


Beberapa tahun silam para blogger beramai-ramai mengadakan giveaway. Hadiahnya memang gak sebesar lomba blog. Tetapi, kebersamaannya yang bikin seru. Meskipun begitu, bisa dipastikan Chi gak pernah ikutan giveaway puisi atau cerpen. Chi nyerah kalau disuruh bikin puisi atau cerpen.

Teman-teman juga gak akan menemukan tulisan politik di blog Chi. Bukan berarti Chi tutup mata terhadap perkembangan politik. Tetapi, memang tidak ingin menuangkan di blog aja. Cukuplah untk satu hal ini Chi mempelajari sendiri atau berdiskusi secara pribadi dengan orang-orang terdekat.

Intinya sih Chi hanya ingin menulis dengan hati. Bukan berarti segala curhatan di tulis, ya. Misalnya kalau hati lagi kesel, kemudian dituangkan di blog. Big NO! Chi hanya menulis yang positif, terutama tentang pengalaman pribadi karena ini kan memang blog personal.



Berkomunitas


Walaupun sudah ngeblog sejak tahun 2007, tetapi Chi baru berkomunitas mungkin sekitar tahun 2011 atau 2012. Chi merasakan banyak manfaatnya dari ikut komunitas blogger di media sosial. Biasanya komunitas ini ada di Facebook.

Banyak ilmu yang Chi dapat sejak berkomunitas. Dulu ya Chi cuma taunya menulis aja. Setelah berkomunitas jadi tau kalau blog ternyata ada berbagai platform, TLD, hosting, dan lain sebagainya. Banyak diskusi menarik tentang dunia blog setelah ikut berbagai komunitas.

Buat Chi bergabung di komunitas bisa bikin semangat ngeblog tetap terjaga. Diakui juga sejak berkomunitas, blog ini pun mulai menghasilkan berbagai rezeki mulai dari yang recehan hingga lumayan nominalnya. Semua itu sangat Chi syukuri.



Menjadi Diri Sendiri


Blogger-blogger sekarang kelihatannya makin keren dan kreatif aja. Dulu waktu Chi mulai ngeblog paling postingan para blogger hanya berupa tulisan dan foto. Tetapi, sekarang ada yang pakai infografis, avatar, hingga video. Suka merasa minder gak sih kalau ternyata blog kita sendiri kok gak sekeren itu?

Awalnya Chi merasa minder. Apalagi kalau udah ikutan lomba blog kemudian melihat ada postingan yang keren dengan infografis atau video. Hati rasanya udah ciut duluan hahahaha. Untungnya nyadar kalau dibiarkan berlama-lama dilanda minder memang gak bagus. Malah jadinya gak berkembang.

Boleh banget mempelajari semua hal. Tetapi, tetap konsisten dengan tulisan dan foto aja pun juga sama bagusnya. Chi tetap memilih di jalur lama hingga saat ini. Membuat postingan dengan tulisan yang agak panjang dan dilengkapi dengan foto.

Berlaku juga untuk gaya penulisan. Coba deh perhatiin gaya penulisan tiap blogger. Biasanya punya gaya masing-masing. Nah bagaimana dengan gaya penulisan teman-teman?

Bukan berarti Chi gak pernah bikin infografis atau video. Pernah, tetapi jarang banget. Chi memang masih lebih nyaman dengan gaya yang sekarang. Walaupun Chi akui banyak blogger keren dengan gaya masing-masing, maka kita pun harus tetap menjadi diri sendiri. Justru dengan menjadi diri sendiri bisa jadi branding kita juga, lho.



Pelajari dan Pahami Do's and Don'ts Dunia Blogging


Mempelajari Do's and Don'ts pada saat ngeblog juga merupakan tahapan dasar yang seharusnya dipelajari. Menjadi diri sendiri bukan berarti seenaknya. Melakukan cyber bullying, menebar hoax, dan lain sebagainya. Duh! Enggak banget deh yang kayak begitu!

Copy paste tulisan? Jangan sesekali dilakukan, ya! Tulisan yang beredar di internet itu semuanya ada pemiliknya. Sekadar mengutip quote masih boleh, lah. Apalagi kalau menulis hadist kan memang gak boleh sembarangan atau diedit. Yang dilarang keras itu mengambil tulisan orang lain apalagi kalau diaku-aku jadi milik sendiri. Jangan pernah melakukan itu, ya!

Ngeblog jadi gak asik kalau sudah melakukan hal-hal yang sebetulnya gak boleh. Jangan juga berpikir ngegampangin tinggal dihapus. Jejak digital itu bisa kejam, lho. Siapa tau juga ada yang udah screenshot tulisan kita?



Konsisten Menulis


Beberapa tahun lalu, Chi sempat merasa agak telat mengetahui perkembangan dunia blog. Baru tau kalau dunia blog itu ada komunitas hingga hingga bisa mendapatkan penghasilan setelah 5 tahun ngeblog. Telat banget gak sih taunya? Hehehe.

Tetapi, kemudian Chi bersyukur. Terlambat tau justru bikin Chi jadi terasah untuk konsisten menulis tanpa ada tujuan apapun selain ingin meyimpan berbagai kenangan ke dalam tulisan. Jadi berbagai warna yang terjadi dalam perkembangan dunia blogger saat ini, Chi seringkali masih tenang menyikapinya dan tetap konsisten menulis. Sambil pelan-pelan tsrus upgrade ilmu.

Sudahkan teman-teman terus konsisten menulis? Sesekali evaluasi juga tulisan sendiri. Termasuk tulisan yang lama. Chi suka senyum-senyum sendiri ketika membaca tulisan lama. Walaupun gaya menulisnya tetap sama, tetapi tetap ada perbedaan. Setidaknya udah mulai agak paham bagaimana cara menulis yang baik dan benar hehehe.

Banyak cari info juga sebelum memutuskan mengubah blog menjadi TLD (Top Level Domain). Memang blog kita jadi lebih terlihat profesional dan keren. Tetapi, mengubah ke TLD tentunya ada biaya untuk beli domain. Apalagi kalau self hosting juga jangan sembarangan memilih. Jangan sampai nanti malah jadi banyak kecewanya daripada puasnya.

Pokoknya asik-asik aja kalau ngeblog, ya! 😊

Continue Reading
8 comments
Share:

Thursday, August 23, 2018

Resep Beef Pepper Rice untuk Menu Hari Raya Iduladha

Resep Beef Pepper Rice untuk Menu Hari Raya Iduladha

Resep Beef Pepper Rice untuk Menu Hari Raya Iduladha


Selamat hari raya Iduladha. Semoga kita semua semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Begitupun hubungan kita terhadap sesama umat manusia. Aamiin.

Biasanya di hari raya banyak teman yang mendapatkan rezeki daging kurban. Umumnya daging kambing. Tetapi, ada juga yang mendapatkan daging sapi. Biasanya daging-daging tersebut akan diolah menjadi menu apa?

Bila teman-teman masih bingung, Chi punya 1 resep mengolah daging sapi yang praktis. Gak makan waktu lama, sudah bisa dinikmati bersama nasi hangat.



Resep Beef Pepper Rice


Resep Beef Pepper Rice untuk Menu Hari Raya Iduladha


Bahan-Bahan:

  • Daging sapi, iris tipis-tipis
  • 1/2 bonggol Jagung manis, dipipil, kemudian direbus sebentar
  • 1,5 genggam toge besar, direndam air panas sebentar
  • 1 siung bawang putih, dicincang halus
  • Daun bawang cung, diiris tipis
  • Saus teriyaki
  • Air
  • Wijen sangrai
  • 2 sdm margarin/mentega 
  • 1 porsi nasi matang
  • 1/4 siung bawang bombay, iris tipis
  • 1 butir telur 
  • Garam
  • Lada hitam

Cara Membuat:

  1. Campur saus teriyaki dengan sedikit air. Aduk rata.
  2. Panaskan hot plate. Lelehkan margarin ke dalam hot plate yang sudah panas
  3. Letakkan nasi matang di tengah hot plate. Taburkan jagung manis dan daun bawang di atas nasi
  4. Letakkan bawang bombay dan daging di satu sisi. Sesekali diaduk hingga daging berubah warna
  5. Tambahkan bawang putih di sisi lain. Kemudian tambahkan toge di atasnya
  6. Siram daging dan toge dengan saus teriyaki
  7. Taburkan wijen di atas daging
  8. Tuang telur ceplok di sisi lain. Beri sedikit garam dan lada hitam. Biarkan hingga setengah matang
  9. Matikan api dan sajikan

Catatan:

  1. Masak Beef Pepper Rice menggunakan api sedang
  2. Saus teriyaki sebetulnya sudah kaya rasa. Jadi, saya tidak menambahkan banyak tambahan bahan lain.
  3. Tidak perlu menunggu hingga telur matang baru api dimatikan. Cukup setengah matang saja. Panasnya hot plate akan mematangkan telur meskipun api sudah dimatikan
  4. Bila suka tekstur bawang bombay yang segar dan crunchy, masukkan terakhir setelah daging berubah warna
  5. Bila ingin toge tetap berwarna putih, maka saus teriyaki cukup disiram di atas daging
  6. Bila ingin rasa lada hitam yang lebih kuat, taburkan di atas nasi
  7. Chi menggunakan daun bawang cung. Tetapi bisa tidak ada, daun bawang biasa pun bisa
  8. Seharusnya Chi taburkan lada hitam juga di atas nasi, tetapi lupa 😅. Walaupun begitu rasanya tetap enak, kok.

Cara makannya sesuai selera teman-teman. Karena Chi termasuk tim bubur ayam diaduk, maka maka cara makannya pun kurang lebih sama. Semuanya diaduk dulu sebelum disantap. Buat Chi dengan diaduk semua rasa jadi menyatu. Ada manis, gurih, dan rempah yang menyatu. 😋

[Silakan baca: Manfaat dan Cara Memilih Panci Presto yang Benar]



Batur Creative, Hot Plate Murah dan Berkualitas


Resep Beef Pepper Rice untuk Menu Hari Raya Iduladha

Udah lama Chi pengen punya iron skillet. Gara-gara suka nonton cara video masak di YouTube. Seneng aja gitu lihat yang masak, terutama steak, di kompor kemudian dimasukkan ke oven tanpa harus mengganti peralatan masak. Makin pengen punya iron skillet setelah melihat video Gordon Ramsay bikin potato hash brown.

Tetapi, di sini agak susah mencari iron skillet. Sekalinya ketemu harganya mahal. Jadi mikir lagi buat punya iron skillet. Padahal kepengen banget. Harus nabung ini supaya punya iron skillet, minimal 1.

Kemudian Chi lihat ada yang jual hot plate. Boleh juga, nih. Mana harganya juga murah. Modelnya pun beragam. Chi memilih yang bentuk bulat datar karena mirip dengan iron skillet hanya saja gak pakai gagang. Model yang bulat datar ini termasuk hot plate Batur Creative yang terlaris, lho. Tetapi, kalau teman-teman ingin custom model hot plate juga bisa. Kayu untuk alas hot plate juga kuat dan bagus.

Harganya murah karena produksi sendiri. Daerah Batur, Klaten memang juga dikenal sebagai sentra industri logam dari skala kecil hingga besar. Silakan teman-teman cek IG @batur.creative.logam atau website www.baturcreative.com. Bisa beli satuan juga kok di sini.



Tips Merawat Hot Plate


Setiap peralatan memasak tentunya punya cara perawatan masing-masing. Hot plate biasanya terbuat dari baja. Sifatnya mudah panas, tetapi juga gampang berkarat bila tidak dirawat dengan baik. Maka perlu bagi Chi untuk mengetahui cara merawat hot plate

  1. Cuci dahulu sebelum dipakai
  2. Setelah dipakai, rendam dalam air hangat yang sudah diberi sedikit sabun agar lemaknya larut
  3. Sikat hot plate dengan spons atau sabut yang halus. Jagan pakai sabut kasar agar pelapis hot plate tidak rusak
  4. Cuci bersih, kemudian simpan dengan posisi miring agar air turun
  5. Lap sisa air yang menempel hingga benar-benar kering menggunakan kain atau handuk yang bersih
  6. Oleskan minyak goreng ke seluruh bagian hot plate dengan kain
  7. Simpan di tempat yang kering dan jauh dari air

Buat Chi gak terlalu sulit merawatnya. Kuncinya memang harus benar-benar kering. Malah setelah kering dan dioleskan minyak, Chi bungkus lagi dengan kain bersih dan kering. Setelah itu baru disimpan di tempat yang kering.

Berikutnya mau coba menu apa lagi ya dengan hot plate ini? Pengen bikin potato hash brown kayaknya 😋

Continue Reading
46 comments
Share:

Monday, August 13, 2018

PRAISE dan Waste4Change Meluncurkan 100 Dropping Box untuk Membantu Memilah dan Mendaur Ulang Sampah

PRAISE dan Waste4Change Meluncurkan 100 Dropping Box untuk Membantu Memilah dan Mendaur Ulang Sampah

PRAISE dan Waste4Change Meluncurkan 100 Dropping Box untuk Membantu Memilah dan Mendaur Ulang Sampah


Apa yang terpikirkan oleh teman-teman ketika mendengar kata sampah?

Sesuatu yang sudah tidak lagi ada harganya? Eits! Jangan salah, lho. Sampah rumah tangga yang selama ini sering dikira tidak lagi berguna, sebetulnya masih bisa memiliki nilai ekonomis. Tentunya teman-teman pernah mendengar atau membaca yang namanya daur ulang sampah, kan? Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk. Sedangkan sampah anorganik bisa didaur ulang menjadi berbagai benda yang juga masih memiliki nilai ekonomis.



Membiasakan Diri untuk Memilah Sampah


PRAISE dan Waste4Change Meluncurkan 100 Dropping Box untuk Membantu Memilah dan Mendaur Ulang Sampah

Pastinya kita sudah sering dengar ungkapan "Buanglah Sampah Pada Tempatnya." Yup! Untuk urusan membuang sampah pada tempatnya aja, masih jadi PR besar bagi sebagian masyarakat Indonesia. Masih ada aja yang suka buang sampah sembarangan. Meskipun begitu, gak ada salahnya lebih meningkatkan lagi kesadaran masyarakat dengan membiasakan diri untuk memilah sampah.

Saya punya pengalaman yang bisa dibilang cukup mengesalkan untuk urusan memilah sampah. Udah dipisah-pisah mana sampah organik dan tidak, di tempat sampah malah diacak-acak lagi sama pemulung. Begitu aja terus. Hadeeeuuh!

Tetapi, saling menyalahkan juga memang gak menjadi solusi. Para pemulung hingga para petugas kebersihan mungkin punya alasan masing-masing. Ya katakanlah salah satu alasannya adalah pendapatan yang masih kurang layak. Andai saja gajinya cukup tinggi mungkin akan lebih semangat bekerjanya. Kita pun juga jangan jadi skeptis kalau urusan sampah gak akan pernah selesai. Tetap aja konsisten memilah sampah. Dan terus berharap semoga kebiasaan ini akan semakin banyak yang mengikuti.


Menurut riset terbaru dari Sustainable Waste Indonesia (SWI) pada 2018, Sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekitar 67%. Dan hanya 7% dari sampah yang masuk ke TPA yang baru didaur ulang.

Tidak semua sampah berakhir di TPA. Berarti kemungkinan sampah-sampah tersebut berada di mana-mana dan mengotori lingkungan. Dengan persentase daur ulang yang masih kecil, juga gak heran kalau tumpukan sampah di TPA semakin banyak seperti sebuah bukit. Bahkan menurut situs Waste4Change jumlah rata-rata sampah di Jakarta adalah 7,2 ton. Dengan sampah sebanyak ini, TPS Bantar Gebang bisa membuat candi Borobudur setiap 2 hari!


PRAISE dan Waste4Change Meluncurkan 100 Dropping Box


PRAISE dan Waste4Change Meluncurkan 100 Dropping Box untuk Membantu Memilah dan Mendaur Ulang Sampah

Packaging and Recycling Alliance for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE) atau Aliansi Untuk Kemasan dan Daur Ulang Bagi Indonesia yang Berkelanjutan sebuah aliansi yang diprakarsai oleh 6 perusahaan besar di Indonesia yaitu Coca-Cola, Unilever, Danone-AQUA, Tetrapak, Indofood, dan Nestle. Aliansi yang dideklarasikan pada tanggal 19 Februari 2017 ini berkomitmen untuk mengelola sampah berkelanjutan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah.

Sebagian besar dari kita mungkin pernah mengkonsumsi makanan atau minuman kemasan yang diproduksi oleh 6 perusahaan tersebut. Pertanyaan selanjutnya adalah lari kemana sampah-sampah kemasannya? Dengan membuang sampah pada tempatnya, tentu sudah menjadi solusi awal untuk sellau menjaga kebersihan. Tetapi seperti yang dikatakan oleh Sinta Kaniawati, perwakilan PRAISE, sampah bukanlah sesuatu yang sudah tidak memiliki nilai. Sampah masih bisa didaur ulang dan kembali memiliki nilai ekonomis.

Kebiasaan memilah sampah di masyarakat Indonesia masih sangat rendah, hanya berkisat 18,84% menurut Biro Pusat Statistik pada tahun 2014. Tentunya butuh partisipasi aktif peran serta masyarakat agar kebiasaan ini terus bertumbuh.


PRAISE dan Waste4Change Meluncurkan 100 Dropping Box untuk Membantu Memilah dan Mendaur Ulang Sampah

Kamis (8/8) bertempat di Colony6, Jakarta, PRAISE bekerjasama dengan Waste4Change beluncurkan dropping box. 100 Dropping box nantinya akan ditempatkan di berbagai tempat keramaian seperti perkantoran, sekolah, dan lain sebagainya. Dropping box ini juga memiliki 4 keunikan PASTI yaitu

1. Pasti Pemilahannya

Dalam 1 dropping box terdapat 2 tempat pembuangan sampah yaitu kertas dan non kertas. Teman-teman tinggal tinggal memilah sampah sesuai dengan tempat pembuangannya.

2. Pasti Prosesnya

Setelah dropping box ini penuh, secara berkala Waste4Change akan meyerahkan sampah yang sudah dipilah ke bank sampah

3. Pasti Daur Ulangnya

TPA bukanlah tempat yang buruk. Tetapi, persentase daur ulang di sana juga masih kecil dibandingkan jumlah sampah yang datang setiap harinya. Oleh karena itu dengan membuang sampah di dropping box sudah dipastikan kalau sampah tersebut akan didaur ulang.

4. Pasti Edukasinya

PRAISE dan Waste4Change Meluncurkan 100 Dropping Box untuk Membantu Memilah dan Mendaur Ulang Sampah

Bila diperhatikan, dropping box ini terlihat menarik karena dilengkapi dengan infografis edukasi tentang sampah. Kita jadi tau bagaimana cara memilah sampah dengan benar dan bagaimana proses daur ulang sampah akan berjalan hingga menjadi produk bernilai ekonomis.

Dropping box ini hanya untuk sampah kertas dan non kertas. Bukan untuk sampah basah dan elektronik. Itulah kenapa dropping box ini tidak disediakan di skala rumah tangga.

Untuk skala rumah tangga, biasanya ada sampah basahnya. Walaupun tidak disediakan dropping box, kita semua tetap harus membiasakan memilah sampah. Nanti sampah yang sudah dipilah bisa disetor ke bank sampah. Kalau bukan dimulai dari diri sendiri, siapa lagi yang akan menjaga lingkungan?

Continue Reading
58 comments
Share:

Saturday, August 11, 2018

Tips Ngeblog Bagi Pemula Ala Blog Keke Naima

Tips Ngeblog Bagi Pemula Ala Blog Keke Naima

Tips Ngeblog Bagi Pemula Ala Blog Keke Naima

Sumber foto: Pixabay


Alhamdulillah blog Keke Naima ini udah hampir 11 tahun. Gak menyangka juga bisa bertahan sampai sekarang. Biasanya Chi gak pernah bisa bertahan lama kalau menulis diary. Karena udah berjalan lebih dari 10 tahun, boleh lah ya Chi berbagi tips tentang ngeblog. Terutama bagi pemula yang ingin belajar ngeblog. Kalau yang udah master sih mending salaman aja kita hahaha.
 

Niat


Pertama kali Chi ingin ngeblog niatannya adalah ingin membuat catatan harian tentang Keke dan Naima. Awalnya Chi menulis di buku harian. Tetapi, seperti yang sudah-sudah ketika menulis di buku harian gak pernah bisa konsisten. Atau cuma semangat di awal aja. Setelah beberapa lama mulai malas mengisi buku harian. Udah sering terjadi kayak begitu. Padahal ya Chi pengen banget punya kenangan secara tertulis tentang anak-anak. Kalau cuma mengandalkan ingatan bisa mudah lupa.

Saat lagi internetan *dengan kecepatan internet zaman dulu yang lemotnya minta ampun dan mahal pula*, Chi pun mulai berkenalan dengan dunia blog. Awalnya iseng, tetapi lama-kelamaan malah keterusan. Bahkan Chi menikmatinya sampai sekarang. Kalau semangat ngeblog lagi agak ngedrop, Chi langsung inget niatan ngeblog kan tujuan utamanya untuk mencatat kenangan. Biasanya kalau udah begitu semangat lagi, deh.
 

Menulis Dulu Atau Mempercantik Blog Dulu?


Chi pernah beberapa kali diminta ngajarin blog secara pribadi. Chi sih senang aja bisa berbagi ilmu meskipun masih secuil. Tetapi, seringkali Chi dihadapkan dengan pertanyaan bagaimana mempercantik blog bukan bagaimana konsisten membuat konten.

Ya memang kalau untuk 2 hal ini kembali kepada pilihan masing-masing. Tetapi, Chi selalu mengibaratkan blog adalah rumah pribadi di rumah maya. Pastinya blog yang cantik bikin pemilik rumah betah. Bahkan tamu pun akan betah berkunjung ke rumah maya kita.

Tetapi, bagi Chi blog itu utamanya konten. Berdasarkan pengalaman pribadi aja, kalau Chi lagi asik nguprek tampilan blog, bisa-bisa gak keingetan sama konten. Sejenak melupakan dulu update blogpost apalagi blogwalking. Jadi Chi lebih memilih mempercantik blog secara santai aja. Jangan sampai konten malah terbengkalai.

Sebelum menulis konten di dunia maya baik itu di blog atau media sosial, harus dipahami dulu kalau jangan suka menulis sembarangan. Zaman sekarang screenshot bisa lebih cepat dari kecepatan cahaya hahaha. Pokoknya usahakan jangan suka mancing keributan atau posting yang aneh-aneh, deh. Jangan sekadar demi viral. Jejak digital bisa kejam, lho.
 

Menulis di Wordpress atau Blogspot?


Sejujurnya nih ketika pertama kali mulai ngeblog, Chi gak pernah mempertimbangkan apakah sebaiknya pakai blogspot atau wordpress. Seingat Chi waktu itu hanya googling dan langsung ketemunya ya blogspot. Setelah berjalan sekian lama, Chi baru tau kalau blog pun ada beberpa platfom. Tapi, udah terlanjur di blogspot dan udah malas pindah ke lain hati juga. Udah beneran keenakan di zona nyaman hehehe.

Tapi, sekarang kan internetan lebih mudah. Apalagi makin banyak generasi yang melek internet, terutama generasi millenial. Mendingan cari tau deh platform mana yang paling cocok. Setiap platform punya kelebihan masing-masing. Sebaiknya jangan ikut-ikutan, ya.

Mungkin gak apa-apa juga kalau di awal ngeblog mencoba beberapa platform sampai menemukan yang paling nyaman. Tetapi, ketika udah TLD (Top Level Domain) mendingan dipastikan aja pilih platform yang mana, termasuk biayanya. Iyeeess! Kalau blog udah TLD tentu aja ada biaya yang dikeluarkan. Gak hanya biaya internet aja.

Kalau untuk blogspot biayanya beli domain aja yang diperpanjang minimal setahun sekali. Tetapi, untuk wordpress setahu Chi ada juga biaya untuk hosting. Dan sebaiknya juga jangan memilih hosting asal-asalan. Boleh aja cari yang murah, tetapi tetap dapat yang terbaik. Coba teman-teman cek tentang web hosting terbaik di web Hostinger. Di web tersebut pun juga ada tutorial cara membuat blog di Wordpress. Tutorialnya bisa di baca di sini

Intinya sih kalau buat Chi jalanin ngeblog dengan santai. Blog yang bagus biasanya melewati berbagai proses alias gak instan. Tetapi, yang penting kita terus konsisten. Ya gak perlu setiap hari update juga. Seminggu sekali pun gak apa-apa. Asal jangan sampai debuan aja alias jarang banget diisi. Pengalaman Chi sih kalau udah agak lama gak ngeblog, agak susah naikin moodnya. Ya untung aja sampai saat ini masih punya niatan yang kuat untuk ngeblog.

Btw, ngeblog bisa menghasilkan uang? Bisa banget! Blog cerita sehari-hari seperti blog ini pun bisa. Tapi ya itu kitanya juga harus konsisten sambil pelan-pelan memperbaiki tampilan rumah. Biar tamu alias pembaca pada nyaman.

Continue Reading
22 comments
Share:

Thursday, August 9, 2018

Michiyo Ramen - Enak, Sehat, Halal, dan Kekinian

Michiyo Ramen Enak, Sehat, Halal, dan Kekinian

Michiyo Ramen - Enak, Sehat, Halal, dan Kekinian


Benarkah orang Indonesia selalu merasa belum makan kalau belum ketemu nasi? Anggapan itu sudah sejak lama tidak lagi berlaku untuk Chi. Kalau sudah makan mie, spaghetti, kentang, ramen, atau karbohidrat lainnya, ngapain juga harus makan nasi? Apalagi beberapa bulan ini, Chi sangat mengurangi asupan karbohodrat. Udah gak mungkin lagi deh makan nasi setelah makan mie.

Ngomong-ngomong tentang produk kemasan, salah satu kelemahan Chi adalah masih suka tergoda ketika melihat produk makanan atau minuman yang packagingnya bagus. Begitu tau tentang Michiyo Ramen yang langsung menarik perhatian adalah kemasannya yang terkesan clean dengan foto ramennya yang menggugah selera.

Berikutnya Chi tertarik dengan tulisan 'dry ramen' pada kemasannya. Lho, bukannya ramen biasanya berkuah, ya? Atau Chi aja yang kudet? Ya, maklum aja memang agak jarang makan ramen. Suka malas karena harus ke luar rumah dulu. Pengennya kan yang praktis. Kemudian Chi mulai mencari tau tentang dry ramen.

Dari beberapa artikel yang Chi baca, ternyata dry ramen ini termasuk ramen kekinian. Jadi ramen yang memang merupakan salah satu warisan kuliner Jepang itu aslinya berkuah. Tetapi, untuk membuat kuah ramen kalau mau yang bener-bener enak bikinnya lama banget. Bisa sampai 2x24 jam.

Kemudian beberapa tahun belakangan ramen dimodifikasi. Kuahnya diganti dengan saus karena dianggap lebih praktis. Tidak membutuhkan waktu lama saat membuatnya saus dibandingkan kuah ramen. Ya jadinya seperti Michiyo Ramen ini, mi dengan topping/saus yang banyak. Disebutnya Abura Soba atau Masezoba tergantung kedainya. Wah, berarti Michiyo termasuk ramen kekinian, nih!



Kelebihan Michiyo Ramen


Michiyo Ramen Enak, Sehat, Halal, dan Kekinian
Michiyo Ramen Enak, Sehat, Halal, dan Kekinian

Bila diperhatikan dengan saksama, di bagian kanan setiap kemasan Michiyo Ramen ada tulisan Natural Ramen, No Oil Frying Processing, dan New Technology. Penasaran?

Natural Ramen

Tidak seperti pada umumnya di mana ramen terbuat dari tepung terigu. Pembuatan Michiyo ramen juga terdiri dari sari pati kentang. Chi merasakan tekstur mi yang lebih kenyal dan lembut saat menyantapnya.

No Oil Frying Processing

Biasanya proses pembuatan mi instan adalah dengan cara digoreng, tetapi Michiyo Ramen berbeda. Teksturnya saat mi sebelum direbus juga terlihat berbeda. Biasanya mi instan kan keras, ya. Nah, kalau ini agak mirip kayak tekstur mi ayam yang belum direbus gitu. Dan karena tidak digoreng pastinya bebas dari lemak jahat (free trans fat). Langsung kelihatan pada hasil air rebusannya. Air bekas merebus mi tetap bening dan gak berminyak.

New Technology

Teknologi baru membuat mie ini bebas bahan pengawet. Kalau hanya makan mi-nya aja udah berasa kesegarannya.

Nah 3 hal itu yang bikin ramennya jadi terasa enak dan sehat. Satu hal lagi, Michiyo Ramen ini sudah Halal MUI. Buat teman-teman yang muslim dan ragu untuk menyantap ramen, pastinya ini kabar yang menggembirakan.



Cara Membuat Michiyo Ramen


Michiyo Ramen Enak, Sehat, Halal, dan Kekinian
Michiyo Ramen Enak, Sehat, Halal, dan Kekinian

Membuat Michiyo Ramen sebetulnya gak jauh berbeda dengan mi instan pada umumnya. Paling yang teman-teman harus perhatikan adalah pelengkapnya. Mana yang harus direbus dan tidak misalnya daun bawang kering sebaiknya direbus berbarengan mi agar teksturnya lembut.

Merebus ramennya cukup 2 menit terhitung sejak air mendidih. Supaya tekstur ramennya tetap berasa kenyal. Toppingnya cukup direndam di air panas saja. Gak usah rebus air lagi. Pakai saja air bekas rebusan mi. Setelah mi diangkat, rendam toppingnya selama beberapa menit.



4 Varian Michiyo Ramen Mana yang Paling Favorit?


Bunda: "Dek, nanti makan bareng-bareng, ya."
Nai: "Memang kenapa?"
Bunda: "Kayaknya gede banget.  Bunda gak tau sanggup abisin atau enggak."

Kemasan Michiyo Ramen memang terlihat besar. Tetapi, setelah dibuka ternyata karena kemasan toppingnya yang besar. Itu karena toppingnya memang gak ala kadarnya. Isinya banyak dan potongan dagingnya cukup besar.

Michiyo Ramen saat ini memiliki 4 varian dan semuanya ramen kering. Chi berharap suatu saat ada yang kuah. Semua rasanya enak. Tetapi, tetap lah ada yang jadi favorit. Jadi Chi akan bahas tentang cita rasa 4 varian ini berdasarkan urutan terfavorit, ya


Michiyo Ramen Beef Teriyaki


"Save The Best For Last" sepertinya menjadi ungkapan yang tepat. Michiyo dengan rasa beef teriyaki ini jadi yang paling akhir kami cicipi dan ternyata paling enak! Sebelum dikasih topping yang daging teriyaki, Chi cicipin dulu mi-nya. Teksturnya kenyal seperti varian yang lain. Bumbu pelengkapnya yang dicampur ke mi bikin rasanya jadi enak. Apalagi setelah disiram dengan topping. Makin juara deh rasanya.

Chi tinggal menambahkan brokoli rebus aja. Brokoli yang hanya direbus sebentar kemudian ditaburi sedikit garam setelah ditiriskan. Keke dan Nai memang lebih suka brokoli yang diolah seperti ini.


Michiyo Ramen Spaghetti Bolognese


Nai sempat menyangka kalau bundanya beli spaghetti instan. Dia agak gak percaya kalau ini adalah ramen. Rasanya toppingnya mirip seperti spaghetti bolognese. Tetapi, bila teman-teman gak terlalu suka atau membatasi makanan yang asin mendingan taburin sedikit dulu bubuk kejunya. Chi pun memilih mengurangi bubuk kejunya dan menambahkan dengan keju cheddar parut. Selain keju cheddar parut, Chi juga menambahkan beberapa potong tomat cherry.

Michiyo Ramen Chicken Mushroom

 
Nah, sepintas Chi langsung ingat dengan mie ayam. Mungkin karena toppingnya ayam dan jamur, ya. Rasanya udah enak, tetapi Chi tingkatkan lagi dengan menambahkan sambal matah. Sayangnya ketika dikasih sambal matah udah gak menarik untuk difoto. 2/3 porsinya udah dihabisin sama Keke dan Nai hehehe.

Walaupun dalam kemasannya sudah ada daun bawang kering, Chi tambahkan lagi dengan daun bawang cung, tomat cherry, dan poached egg. Ketika dibelah, kuning telurnya akan lumer ke mi.  Jadi semakin enak deh rasa ramen ini.


Michiyo Ramen Chicken Teriyaki


Pilihan ke-3 dan 4 sebetulnya jadi perdebatan antara Keke dan Nai. Keke lebih suka chicken mushroom sedangkan Nai lebih suka chicken teriyaki. Ya udahlah berarti lain kali gak bakal rebutan kalau untuk 2 varian ini. Chi tambahkan tumis cuciwis dan telur rebus yang direbus tanpa cangkang. Biar makin komplit pelengkap ramennya.

Sudah beberapa bulan ini Chi menjalani cut carbo. Lumayan lah udah turun sekitar 5 kg. Sempat ragu ketika mau menyantap mi ini. Ternyata, setelah dibuat porsinya pas dan kalorinya juga gak besar. Masih aman lah menikmati mi ini tanpa merasa bersalah.



3 Saat yang Tepat Menyantap Michiyo Ramen


Saat di Rumah

Teman-teman pernah gak kepengen makan enak, tetapi malas keluar dan lagi malas masak juga? Beberapa kali Chi pernah kayak gitu. Pengennya makanan langsung ada di meja. Kalau udah begitu delivery order jadi solusinya. Tetapi, sekarang Michiyo Ramen juga jadi solusi. Apalagi kalau pengen makan ramen yang enak, tapi mager banget buat keluar rumah.

Saat di Sekolah

"Bawain buat bekal sekolah, Bun!" Begitu pertama kali nyobain Michiyo Ramen, Keke dan Nai kompakan punya permintaan yang sama. Minta mi ini dijadiin buat bekal sekolah. Memang solusi praktis juga, sih. Kadang-kadang suka bingung dengan bekal sekolah mereka. Pengennya enak, tetapi gak mau ribet masak di pagi hari. Kalau Michiyo ini udah praktis banget, deh.

Saat Camping

Mi instan selalu jadi salah satu perbekalan kami saat camping. Tetapi, biasanya kami juga bawa pelengkap lainnya seperti sosis dan kornet. Kalau ada Michiyo Ramen ini kan jadi lebih praktis. Dalam 1 kemasan isinya sudah cukup lengkap.

Harga 1 kemasan Michiyo Ramen Rp25.000,00. Kemahalan? Kalau kata Chi sih enggak juga. Dalam 1 kemasan kan isinya gak hanya mi, tetapi juga ada topping yang banyak. Kita gak ribet lagi buat nambahin ini itu. Tapi, kalau mau nambahin juga gak apa-apa.

Untuk saat ini bisa dibeli secara online di beberapa e-commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, atau Shoppe. Atau bisa juga lihat informasinya di Instagram @Michiyoramen. Mudah-mudahan segera ada di minimarket atau supermarket, deh, Biar lebih banyak lagi temoat untuk membeli Michiyo ramen.

Continue Reading
98 comments
Share:

Tuesday, August 7, 2018

3 Tips Memilih Celana Panjang Wanita

3 Tips Memilih Celana Panjang Wanita

3 Tips Memilih Celana Panjang Wanita


Ting!

Notifikasi WA Chi berbunyi. Ternyata dari Ghea, sepupu Chi yang akan menikah. Akhir-akhir Chi lagi cukup sering ngobrol ma dia.

Ghea: “Teh, Ghea bisa minta tolong, gak?”
Chi: “Minta tolong apa?”
Ghea: “Teteh mau gak jadi ketua panitia pernikahan Ghea?”
Chi: “Teteh sih mau aja. Tapi, sama Kak Arie, ya. Biasanya Teteh kalau ngerjain pernikahan selalu sama Kak Arie.”
Ghea: “Iya, gak apa-apa, Teh. Pokoknya yang penting bantuin Ghea.”

Udah beberapa kali Chi dan K’Aie diminta menjadi ketua acara akad dan resepsi pernikahan. Rasanya selalu jumpalitan antara deg-degan dan senang. Deg-degan karena mau skala kecil atau besar, pernikahan adalah moment istimewa. Tentunya ingin terlaksana selancar mungkin. Dan karena momen istimewa pula, Chi selalu senang dimintain bantuan seperti ini.

Tetapi, udah agak lama juga Chi gak ngurusin pernikahan. Antara lupa dan ingat, tetapi juga tetap ingin membantu. Jadinya yang pertama kali Chi lakukan adalah buka e-commerce dan mencari toko yang jual celana panjang wanita.

Lha? Kok, malah gak nyambung?

Yup! Pikiran Chi saat itu sempat agak ngeblank juga. Rasanya pun campur aduk. Tidak hanya karena udah agak lama gak mengurus pernikahan. Tetapi, acara ini akan berhubungan dengan 2 negara. Calon suami sepupu Chi berkewarganegaraan Malaysia. Ya, meskipun untuk urusan administrasi pernikahan Chi gak ikut campur, tetap aja untuk akad dan resepsi menjadi tanggung jawab Chi. Dan pengennya bisa menjamu dengan baik.

Beberapa hari setelah itu mamah mengabarkan kalau untuk bawahan kebaya, Chi mendingan caru sendiri aja. Gak usah seragaman. Alasan mamah, sebagai ketua pernikahan biasanya Chi akan banyak bergerak. Kalau dikasih kain yang ketat nanti malah gak leluasa.

Iya juga, sih. Apalagi Chi memang bukan tipe yang bisa luwes berjalan dengan bawahan kebaya yang ketat. Apalagi kalau pakai hak tinggi. Kalau untuk atasannya sih tetap seragaman kebayanya. Tetapi, bawahannya Chi mau cari sendiri. Dan Chi pun kembali buka e-commerce untuk mencari toko yang jual celana panjang wanita hehehehe.

Baidewei, seperti apa sih tips mencari celana panjang yang nyaman? Disesuaikan dengan bentuk tubuh, harga, trend, atau apa? Chi punya 3 tips ketika memilih celana panjang, yaitu:



Pilih Model Celana yang Membuat Kita Percaya Diri


3 Tips Memilih Celana Panjang Wanita
Sebetulnya Chi suka kurang nyaman kalau hanya pakai legging kecuali untuk dalaman. Tetapi, di udara dingin, lumayan nyaman juga karena bahannya bikin hangat. Lagipula gak terlalu ketat juga ketika dipakai jadi masih percaya diri, lah

Chi juga pernah beberapa kali membaca artikel tentang celana panjang yang tepat disesuaikan dengan bentuk tubuh. Ada beberapa hal yang Chi sepakat. Tetapi, Chi lebih suka memilih celana panjang yang memang bentuknya dicuka dan percaya diri ketika dipakai. Kalau ada orang yang berpendapat celana tersebut gak pas modelnya untuk kita ya cuek aja selama merasa percaya diri.


Pilih Bahan Celana yang Nyaman


3 Tips Memilih Celana Panjang Wanita
Biasanya kalau lagi jalan-jalan seperti ini, Chi menjauhi celana berbahan jeans

Gak nyaman banget deh pakai celana panjang yang bahannya aja udah bikin kepanasan atau gatal karena kasar. Enaknya sih bisa untuk segala suasana dan tempat, ya. Tetapi, gak bisa begitu juga. Kayak kalau lagi trekking biasanya Chi menghindari celana jeans karena gak nyaman.

Nah, nanti untuk pernikahan sepupu Chi mau cari celana panjang juga biar leluasa bergerak. Pengennya dari batik atau model etnik lainnya. Beli online aja, deh biar lebih tenang mencarinya.



Pilih Celana yang Bisa Digunakan untuk Banyak Suasana


3 Tips Memilih Celana Panjang Wanita
Awalnya Chi gak pernah pede pakai batik. Tetapi, sekarang malah sebaliknya. Lagi pengen nambah koleksi celana panjang batik

Model celana Chi biasanya begitu-gitu aja. Model lurus atau kulot. Paling hanya ada 1-2 model lain. Chi memang kurang mengikuti trend kekinian kalau untuk celana panjang. Bahannya pun kalau gak jeans ya katun dengan warna yang aman seperti hitam atau coklat.

Tetapi, Chi lagi suka celana panjang batik, nih. Selain bahannya adem, ternyata Chi percaya diri juga kalau pakai batik. *Yup! Tadinya Chi gak pede kalau pakai batik* Sama seperti pemilihan bahan, sebisa mungkin Chi memilih celana yang fungsinya bisa dipakai ke banyak suasana.

Nah, untuk pernikahan nanti Chi juga lagi cari celana batik yang kalau bisa sih gak cuma pas dipakai saat pernikahan aja. Sayang ah uangnya kalau cuma untuk sekali pakai. Cari-cari dulu deh di e-commerce. Udah ada sih toko yang jual celana panjang wanita yang sesuai dengan yang dicari. Tinggal cari yang lain sebelum memutuskan pilih yang mana, nih.

Continue Reading
2 comments
Share:

Saturday, August 4, 2018

Samsung Gear S3 - Smartwatch Tangguh untuk Penggemar Olahraga dan Berjiwa Petualang

Samsung Gear S3 - Smartwatch Tangguh untuk Penggemar Olahraga dan Berjiwa Petualang

Samsung Gear S3 - Smartwatch Tangguh untuk Penggemar Olahraga dan Berjiwa Petualang


Dulu, saya termasuk yang gak pernah lepas menggunakan jam tangan. Rasanya ada yang kurang kalau belum menggunakan jam tangan. Setelah resign, kebiasaan ini pun ikut berhenti. Tinggal lihat jam dinding atau handphone kalau mau lihat jam. Ya, waktu itu kan fungsi jam tangan hanya untuk  menunjukkan waktu.

Hanya suami yang masih konsisten menggunakan jam tangan hingga sekarang. Sehari-hari dia memakai jam tangan yang fungsinya sekadar menunjukkan waktu. Sedangkan bila sedang berpetualang baru deh pakai jam tangan yang multifungsi. Ada berbagai fitur di jam tangannya seperti ketinggian, suhu udara, dan lain sebagainya. Inilah yang disebut smartwatch.

Samsung Gear S3 - Smartwatch Tangguh untuk Penggemar Olahraga dan Berjiwa Petualang

Awalnya saya masih belum terpengaruh untuk kembali meggunakan jam tangan. Tetapi, ketika melihat berbagai fiturnya, saya langsung berharap memiliki smartwatch ini. Dari semua fitur yang ada, saya paling tertarik dengan sport.

[Silakan baca: Olahraga Gak Cuma Bikin Badan Bugar]

Meskipun belum konsisten, saya mulai berusaha rutin untuk olahraga. Salah satunya adalah berjalan kaki. Gak kuat kalau olahraga lari hehehe. Saya sampai install di handphone untuk mengetahui berapa langkah yang sudah daya lakukan ketika berolahraga. Tetapi, seringkali penasaran dengan kalori yang dikeluarkan. Makanya pengen banget punya jam tangan ini supaya tau berapa kalori yang dikeluarkan.

Samsung Gear S3 - Smartwatch Tangguh untuk Penggemar Olahraga dan Berjiwa Petualang

Minggu (29/7) gerai Samsung di Mall Kelapa Gading 3 dibuka. Sebetulnya gerai ini sebelumnya sudah ada di sana, tetapi Samsung by NASA kali ini tampil berbeda. Didominasi dengan nuansa hitam yang elegan.

[Silakan baca: Nai dan Kehilangan Handphone Kesayangan]

Samsung Gear S3 - Smartwatch Tangguh untuk Penggemar Olahraga dan Berjiwa Petualang

Pada saat pembukaan ini diadakan kompetisi berhadiah Samsung Gear S3. Kompetisinya adalah berolahraga di treadmill selama 3 menit. Boleh berjalan kaki atau lari. Penilaiannya siapa yang paling banyak terbakar kalorinya akan jadi pemenang. Ternyata, berlari belum tentu lebih besar kalori terbakarnya daripada berjalan, lho. Penentunya adalah seberapa konsisten kita rutin berolahraga. Kalau rajin, biasanya kalori akan mudah terbakar.

[Silakan baca: Taekwondo Tournament]

Tidak hanya untuk olahraga jalan kaki atau lari, berbagai olahraga atau kegiatan lain pun cocok banget pakai smartwatch ini. Berenang hingga naik gunung pun bisa. 

Semua fitur di smartwatch ini akan sangat mendukung aktivitas para penggemar olahraga hingga berjiwa petualang. Gak heran kan kalau akhirnya saya kesengsem banget dengan smartwatch ini. Dengan harga Rp4,99 juta, saya rasa sepadan dengan berbagai fitur dan keunggulan yang ditawarkan Samsung Gear S3.

Samsung Gear S3 - Smartwatch Tangguh untuk Penggemar Olahraga dan Berjiwa Petualang

Continue Reading
2 comments
Share: