Kamis, 29 November 2018

So Good Spicy Chicken Strip Nikmatnya Membara

so good chicken strip

So Good Spicy Chicken Strip Nikmatnya Membara - 🎤 Apakah ini rasanyaaaaa ... 🎶

Teman-teman udah lihat iklan terbaru So Good Spicy Chicken Strip di YouTube yang judulnya Kenikmatan Membara. Duh, kalau belum, coba lihat, deh. Bisa bikin senyum-senyum atau malah ngakak. Apalagi buat anak 90-an yang dulunya penggemar sinetron *Etapi, Chi termasuk anak 90-an gak, ya? Hehehe

Teman-teman kalau melihat iklan suatu produk, trus jinglenya bikin terngiang-ngiang melulu kira-kira rasanya bagaimana? Kesal atau malah penasaran sama produknya? Kalau Chi tergantung produknya. Tapi, yang pasti memang bakal terus keingetan. Apalagi sama jinglenya hehehe.

[Silakan baca: Menu Buka Puasa So Good, Resep Sosis Gulung Mie]

Nah, kalau sama produk So Good udah pasti jawabannya itu penasaran. Alasannya masih gak berubah sejak pertama kali mencoba produk So Good, yaitu


Rasanya Enak

Semua varian So Good yang pernah kami coba rasanya enak. Dagingnya masih berasa mendominasi alias gak berasa tepung dengan bumbu yang pas.


Praktis dan Bergizi

Alasan lain kenapa sering menyetok So Good di rumah adalah karena praktis. Tinggal dikeluarin dari freezer, udah bisa langsung digoreng dengan minyak yang banyak selama beberapa menit saja. Kandungan protein hewaninya pun cukup untuk memenuhi asupan gizi seimbang. Kalau Chi lagi bingung mau masak apa, tinggal keluarin aja So Good dari freezer. Digoreng sebentar, makanan pun sudah siap untuk disajikan.

Protein hewani kayak akan asam amino essential yang penting untuk pertumbuhan otak dan otot anak


Mudah Didapat

Di dekat rumah ada beberapa minimarket. Chi gak kesulitan untuk mendapatkan produk So Good. Biasanya cukup lengkap juga pilihannya.

[Silakan baca: Peluncuran Logo dan Slogan Baru So Good Terbaru sebagai Bentuk Persembahan Terbaik bagi Keluarga Indonesia]


Kenikmatan Membara Saat Menyantap So Good Spicy Chicken Strip


Saking sukanya dengan produk So Good, makanya setiap ada yang baru suka bikin penasaran. Apalagi produk yang ini rasanya pedas. Kalau lihat iklannya aja, setelah menyantap jadi ngomong pakai #BahasaPedasSoGood.

Ya, walaupun saat ini, Chi agak mengurangi makan pedas, tetapi bukan berarti gak jadi penasaran. Tetap dong Chi beli produknya. Penasaran banget soalnya.

Seperti produk So Good lainnya, cara mengolahnya mudah banget. Tinggal keluarin dari freezer dan langsung digoreng dalam minyak panas (deep fried) selama 4-5 menit saja. Dipanggang atau dioven juga bisa. Tetapi, Chi belum pernah coba kalau dipanggang atau dioven.


varian terbaru so good

Oiya, satu bungkus So Good Spicy Chicken dengan berat 250 gr ini hanya berisi 5 potong. Tetapi, jangan salah, ya. Meskipun cuma 5, tetapi potongannya lumayan besar. Coba aja 250 dibagi 5, berarti 1 potongnya kurang lebih 50 gr. Dan varian ini tanpa tulang, lho. Jadi 250 gr itu beneran berasa dagingnya.

Nai biasanya 2 potong untuk sekali makan. Keke bisa 3 potong. Bundanya? Nanti buka bungkus baru lagi kalau mau makan. Biasanya 2 potong juga cukup kenyang.

Semua produk So Good tentunya berasal dari daging ayam pilihan. Nah, khusus untuk So Good Spicy Chicken dimarinasi dengan bumbu spicy yang spesial. Bagian luarnya juga dilumuri dengan tepung crispy yang juga spesial.

Begitu digigit, langsung berasa 'kres'. Tekstur luarnya sangat renyah, tetapi bagian dalamnya full meat dengan tekstur yang masih juicy. Nah, tentu rasa spicynya juga harus dibahas, dong.


produk so good

Chi sempat mikir, perlu dikasih cabe lagi atau enggak. Menurut Chi, rasa pedasnya udah berasa. Makan dengan nasi hangat pun masih berasa pedasnya. Tetapi, kalau teman-teman memang suka banget pedas, boleh deh dikasih sambal lagi. Kalau buat Chi, pedas segini udah cukup. Soalnya lagi mengurangi makan pedas.

Hokoknya hajib hanget hobain hini, heh! Hedasnya has, hasanya henak, hanhekeluarga huka!

(Baca: Pokoknya wajib banget cobain ini, deh! Pedasnya pas, rasanya enak, dan sekeluarga suka!)

Lho, Chi ngomong pakai bahasa apa, sih? Nah harus lihat iklannya dan cobain juga So Good Spicy Chicken Strip. Biar tau juga seperti apa kenikmatan membara sampai bisa ngomong pakai #BahasaPedasSoGood hehehe. Disimpan di freezer juga tahan sampai 1 tahun, kok. Lumayan kan buat stok makanan.

[Silakan baca: Menu Sehari bersama Aneka Gizi Piring seimbang So Good]


Continue Reading
21 komentar
Share:

Selasa, 27 November 2018

Overdozzz with Love - Camilan Sehat, Bumi pun Ikut Sehat

Overdozzz with Love - Camilan Sehat, Bumi pun Ikut Sehat - Granola biasanya menjadi salah satu item yang dimasukkan Nai saat belanja belanja. Dia memang seperti ayahnya, sama-sama suka ngemil. Harus selalu ada camilan di rumah untuk mereka. Chi gak keberatan kalau Nai ngemil granola karena termasuk makanan sehat. Pokoknya gak akan bikin Chi 'bertanduk' kalau dia udah ngemil granola.

overdozzz with love

Berawal dari camilan favorit Nai, Chi pun mulai ikut cobain. Ternyata, enak juga. Apalagi saat ini Chi sedang berdiet. Walaupun ngemilnya gak sebanyak Nai dan ayahnya, tetapi Chi bisa menikmati granola tanpa merasa bersalah.


Tentang Delia von Rueti dan Project "Love & O2"


Sebelum membahas lebih lanjut tentang "Overdozzz with Love", mari kenalan dulu dengan sosok Delia von Rueti adalah seorang filantropis, seniman, pengusaha, dan promotor di bidang pertanian berkelanjutan. Delia lahir dan di besarkan di hutan Sumatera, Indonesia. Kecintaannya terhadap bumi pertiwi membuatnya mendirikan Love & O2.

Love & O2 didirikan karena Delia bertekad melestarikan taman hutan tropis di Jantung Kalimantan. Pada tahun 2016, Delia mendonasikan 2500 hektar tanah pribadinya untuk dikelola menjadi hutan tropis.

Salah satu project Love and O2 yang sudah jalan adalah "One T-Shirt for One Tree". Di mana setiap membeli t-shirt rancangan Delia, hasilnya akan digunakan untuk menanam dan merawat pohon di dalam hutan.


Overdozzz with Love, Project Terbaru dari Love & O2


launching overdozzz with love

Biasanya kalau kita membeli t-shirt kan hanya sekali. Apalagi kalau modelnya sama. Tetapi, bila membeli camilan bisa berkali-kali. Kita bisa ngemil di manapun dan kapanpun.

Oleh karena itu pada hari Jum'at (23/11) bertempat di FoodHall, Plaza Indonesia, Love & O2 resmi meluncurkan product terbarunya yang bernama Overdozzz with Love. Produk camilan ini ada 2 macam yaitu Granola dan Coconut Chips.


Camilan Sehat, Bumi pun Ikut Sehat


granola overdozzz with love
Komposisi: Oat, madu, kacang mete, anggur kering, biji chia, vanila, kacang almond, nanas kering, cranberry, goji berry, potongan almond, biji labu, garam laut, gula kelapa, bubuk kayu manis dan minyak kelapa sawit


Kekayaan alam Indonesia memang luar biasa. Salah satunya adalah kelapa. Melihat produksi kelapa yang melimpah, Kayla von Rueti, putri Delia, memiliki ide untuk membuat keripik kelapa. Ide yang termasuk baru karena di Indonesia ini udah banyak keripik dari buah-buahan. Tetapi, rasanya belum ada keripik kelapa.

Safe the rainforest while you snack / breakfast

Di label Overdozzz with Love untuk granola ada tulisan "safe the rainforest while you breakfast".  Sedangkan di coconut chips tulisannya "safe the rainforest while you snack". Maksudnya apa, sih?

healthy brainfood

Jadi, produk Overdozzz with love ini tentunya masih sejalan dengan misi Love & O2. Setiap 15% hasil penjualan Overdozzz with Love akan didonasikan untuk pelestarian dan pengelolaan hutan hujan di Indonesia.

spicy coconut chips

Bahan baku kelapa untuk coconut chips berasal dari Tabanan, Bali. Proses produksinya pun melibatkan masyarakat sekitar, terutama para ibu. Nanti hasilnya juga sebagian untuk mensejahterakan daerah tersebut misalnya membangun jalan dan berbagai fasilitas lainnya.

coconut chips

Sekarang memang produksinya masih di Bali. Ke depannya juga akan ke beberapa daerah di Indonesia. Rencananya setelah Bali adalah Jogja. Misinya sama, selain untuk kelestarian hutan juga mensejahterakan masyarakat sekitar.

Hutan Indonesia merupakan salah satu paru-paru bumi. Kebayang kan kalau paru-paru sudah sakit? Maka, bumi pun menjadi sakit. Kalau bumi sudah sakit, manusia pun ikut sakit.

Makanya, senang banget bisa menikmati makanan ini. Badan tetap sehat, bumi pun ikut sehat karena kelestarian hutan tetap dijaga. Seperti project Love & O2 lainnya yaitu  Bumiku Untukmu. Sebuah proyek konservasi hutan seluas 11.000 hektar di Kalimantan. Proyek ini akan melibatkan 4000 penduduk sekitar di mana masing-masing bertanggung jawab merawat serta melindungi hutan seluas 2,5 hektar.


Banyak Alasan untuk Menikmati Overdozzz with Love


love and o2 project

Makanan sehat dan mencintai bumi menjadi salah dua dari beberapa alasan untuk menikmati Overdozzz with Love. Alasan lainnya bisa terlihat ditutup toples granola atau di bagian belakang standing pouch coconut chips. Sebagai seorang muslim, tentunya saya makin senang ketika mengetahui produk ini sudah memiliki logo halal MUI. Alhamdulillah.

yogurt, granola

Yogurt menjadi salah satu konsumsi harian kami di rumah. Kalau ada granola, jadi makin nikmat menyantap yogurtnya. Sama Nai malah masih ditambah dengan coconut chips. Ternyata nikmat juga coconut chips dikasih yogurt. Oiya, untuk coconut chips ada juga yang rasa spicy.

special hampers, natal, tahun baru

Overdozzz with Love bisa dibeli di FoodHall Plaza Indonesia, Jakarta. Teman-teman juga bisa beli secara online di www.loveando2.love. Menyambut Natal dan Tahun Baru, Love and O2 juga menawarkan hampers spesial. Unik banget hampersnya! Pastinya semuanya ramah lingkungan, termasuk tas dan packagingnya.

Untuk satu toples granola, harganya Rp199.000,00. Sedangkan 1 bungkus coconut chips, harganya Rp39.999,00. Tetapi, dengan berbagai alasan yang sudah ditulis di atas, harga segitu sepadan. Kita bisa ngemil tanpa rasa bersalah karena ini makanan sehat. Kita juga jadi turut serta dalam project Love and O2 karena setiap 15% dari hasil profit penjualan untuk hutan Indonesia. Sudah halal MUI pula. Mantap banget, kan?

Continue Reading
41 komentar
Share:

Senin, 26 November 2018

Belajar Menjadi Pembalap Motor di 43 Racing School

Belajar Menjadi Pembalap Motor di 43 Racing School - Bagaimana pendapat teman-teman ketika melihat anak di bawah umur sudah mengendarai motor? Kesel. marah, atau malah biasa aja? 
 
Chi termasuk yang sering kesal. Apalagi di komplek tempat Chi tinggal waktu itu suka ada aja anak di bawah umur mengendarai motor dengan ngebut. Chi perkirakan mereka masih usia SD kalau lihat dari postur tubuh. Udahlah masih pada kecil, ngebut, dan gak pakai helm pula. Kadang-kadang 1 motor bisa bertiga, lho.


Waktu sedang mengendarai mobil di komplek, setelah menjemput Nai, Chi coba samperin anak yang sedang mengendarai motor. Tetapi, mereka malah kabur. Chi coba kejar, malah semakin ngebut. Akhirnya Chi berbalik arah.

Para bocah yang mengendarai motor itu Chi yakin kebanyakan kurang berhati-hati. Kalau mereka semakin ngebut karena dikejar, Chi khawatir nanti terjadi sesuatu yang gak diinginkan. Mana di komplek Chi itu masih banyak anak kecil yang bermain di luar rumah.

Sebetulnya anak-anak yang mengendarai motor seperti ini kebanyakan bukan warga komplek. Mereka datang dari perkampungan sekitar komplek. Biasanya untuk memotong jalan atau memang sengaja buat kebut-kebutan. Mungkin karena dianggap jalan komplek lebih sepi daripada jalan umum.

Gak taunya Keke malah diajarin mengendarai motor sama ayahnya sejak SMP ... 😓

[Silakan baca: Darah Muda]


Alasan Belajar Mengendarai Motor


latihan di sentul karting

Reaksi pertama Chi tentu aja ngomel. Chi aja suka kesel lihat anak kecil udah mengendarai motor.  Nah ini malah anak sendiri diajarin mengendarai motor sama ayahnya. Keke memang senang dengan dunia otomotif sejak kecil. Tapi, gak menyangka aja kalau belum cukup umur udah diajarin mengendarai motor.

Tetapi, K'Aie bilang mengizinkan karena sekadar belajar. Jadi masih dalam pengawasan orang tua. Keke juga gak dibebaskan mengendarai motor seenaknya. Dia masih pergi dan pulang sekolah naik ojek online. Kalau diminta tolong belanja ke minimarket, dia tetap harus naik sepeda.

Sekitar bulan September 2017, saat kami sedang ada di acara RRREC Fest in The Valley, K'Aie bilang kalau ada temannya yang seorang pembalap motor datang. Keke diajak sama ayahnya untuk kenalan. Sedangkan, Chi dan Nai memilih istirahat di tenda.

Setelah itu, Chi tanya ke Keke dan K'Aie ngobrolin apa aja. Udah diduga kalau obrolannya seputar motor. Temen K'Aie banyak nanya ke Keke. Intinya sih menurut teman K'Aie, Keke sudah cukup banyak mengerti tentang motor. Tetapi, memang darah mudanya bikin dia jadi masih suka pengen ngebut melulu. *Hmmm .... apa karena seorang pembalap, ya? Dari sekadar ngobrol aja udah bisa ambil kesimpulan. 😄

K'Aie juga cerita kalau Keke pengen menjadi pembalap motor. Temannya menyarankan untuk belajar di sekolah balap. Biar sekalian mengerti bagaimana teknik balapan yang benar. Menjadi pembalap memang bisa otodidak. Tetapi, menurut temen K'Aie, ketika nanti turun di arena balap akan kelihatan skill-nya mana yang pernah sekolah balap dan enggak.

Chi: "Ayah seriusan mau kasih izin Keke buat sekolah balap?"
K'Aie: "Ya kalau anaknya mau."
Chi: "Keke mah pasti mau. Tapi, kita juga udah siap, belum? Sekolah balap kan banyak persiapannya. Dari mulai biaya sampai mental. Jangan sampai udah menjanjikan ke anak, tapi gak bisa ditepatin."
K'Aie: "Siap, lah."


Persiapan Belajar di 43 Racing School


Singkat cerita, sekitar awal Desember, Keke bilang kalau ada 2 sekolah balap yang lagi buka pendaftaran. Salah satunya adalah 43 Racing School. Chi lupa yang satunya lagi apa. Tetapi, kami gak memilih yang satunya karena salah satu syaratnya adalah harus punya Kawasaki Klx.

Kami punya motor Kawasaki Klx. Biasanya dipakai K'Aie ke kantor. Keke pun belajar mengendarai motor menggunakan Klx. Tetapi, kalau harus dipakai buat latihan balap, kami juga mikir-mikir dulu.

Belajar di 43 Racing School, tidak perlu membawa motor. Ada 3 motor yang disediakan yaitu Honda Blade, CBR 250, dan GP Mono Moriwaki. Semua peserta bisa menggunakan ketiganya sesuai dengan level latihan.

Karena baru tau infonya di awal bulan Desember, kami hanya punya waktu sedikit untuk persiapan. K'Aie segera menghubungi temannya. Alhamdulillah dibantuin banget mencari info berbagai perlengkapan buat latihan. Gak semua perlengkapannya barang baru. Wearpack dan helm beli barang second. Untuk 2 barang second aja udah hampir 10 juta biayanya. Gimana kalau beli baru? 😄


Foto milik 43 Racing School


Walaupun barang second, tetapi dicariin kualitas yang bagus sama temen K'Aie. Kalau lihat wearpack Keke ada tulisan Honda, itu karena wearpacknya memang bekas pembalap Honda. Kami gak sempat copotin merknya, hanya copotin nama pembalapnya aja. Waktunya udah mepet banget.

Saat beli wearpack juga gak bisa langsung dipake. Bagian pahanya kesempitan! Jadi harus sedikit dirombak dan dikasih tambahan kain. Begitupun ketika membeli sepatu. Agak susah mendapatkan ukuran yang pas. Pokoknya last minute banget, deh! Sehari sebelum masuk sekolah aja cari berbagai perlengkapan. Huff!

Sehari sebelum masuk sekolah balap, Keke dan ayahnya diajakin buat ngumpul di salah satu tempat. Chi lupa nama tempatnya. Ya pokoknya saat itu juga ada beberapa pembalap motor yang ikut. Meskipun mereka berdua pulang ke rumah nyaris tengah malam, setidaknya dari hasil ngumpul ada berbagai info yang bisa Keke dapat.

[Silakan baca: Ketika Keke Bercita-cita Menjadi Pembalap Motor Profesional]


2 Minggu Belajar di Sekolah Balap


43 Racing School memiliki 2 paket di setiap batch yaitu paket A (10 hari) dan paket B (5 hari). Awalnya Keke ditawarin ambil paket B sama ayahnya. Ya siapa tau Keke gak betah. Apalagi ini juga akan jadi pengalaman pertamanya menginap lumayan lama tanpa orang tua. Kalau betah kan tinggal naikin paket.

Tetapi, Keke gak mau. Pengennya langsung ambil paket A. Dia juga janji bakal betah. Nah, giliran bundanya yang agak mewek karena bakal jauhan ma Keke selama beberapa hari hehehe. Para siswa yang belajar di 43 Racing School memang harus tinggal di mess. Lokasi messnya dekat dengan rumah M. Fadli Imammudin, owner 43 Racing School


Selain sebagai pemilik 43 Racing School, M. Fadli Imammudin juga dikenal sebagai atlet Para-cycling Indonesia. Prestasi dari olahraga ini sudah banyak termasuk pada saat Asian Para Games 2018. Dulu, Fadli adalah seorang pembalap motor yang berprestasi di tingkat Asia. Tetapi, arena suatu insiden, sekarang menjadi atlet para-cycling.

Keke belajar selama 10 hari dari hari Senin s/d Jum'at.  Akhir pekan sekolah libur. Para siswa dibolehkan pulang atau tetap menginap di mess. Karena Sentul gak terlalu jauh dari rumah, kami memilih menjemput Keke setiap akhir pekan.

Setiap batch dibuka maksimum untuk 7 siswa. Tetapi, waktu itu ada 8 siswa karena mungkin berbarengan dengan musim liburan sekolah (Desember 2017). Usia minimal belajar di sini adalah 10 tahun. Tentu aja di usia segitu sudah harus bisa mengendarai motor.

Kendaraan memang disediakan oleh 43 Racing school. Tetapi, untuk semua perlengkapan harus menyediakan sendiri. Tidak ada sewa perlengkapan di sana. Total biaya yang kami habiskan untuk sekolah selama 10 hari itu sekitar Rp28 juta. Sudah termasuk biaya sekolah yaitu Rp12,5 juta. Tetapi, belum termasuk biaya makan Keke selama di sana, ongkos jalan, serta jajan kami bertiga saat mengunjungi Keke, ya.


Tips: Kalau ingin ikutan sekolah balap memang sebaiknya persiapannya paling enggak 3 bulanan. Jangan mepet kayak kami. Untungnya ada teman-teman K'Aie yang bantuin cari perlengkapan dengan kualitas bagus.

delivery rumah makan padang sederhana
Pembalap yang paling dirindukan saat makan siang 😂


Biaya makan pagi dan malam memang sendiri. Hanya makan siang saja yang ditanggung oleh sekolah. Setiap hari makan siangnya disupport oleh RM Sederhana. Memang enak menu dari rumah makan ini. Tetapi, ketika selama 2 minggu berturut-turut makan makanan padang melulu, jadi bikin Keke berhenti sementara waktu dari menu ini. Katanya bosaaaan 😂

Untuk sarapan, kami sediakan susu, roti, dan pisang. Ada kulkas juga di mess buat menyimpan susu. Sedangkan untuk makan malam, di sekitar mess ada yang jual makanan. Gak sulit mencari makan di sana.


sepatu balap
Ayo mana sepatu Keke? 😄


Jadi kurang lebih perlengkapan yang harus dibawa selama tinggal di mess adalah sebagai berikut:

  1. Wearpack
  2. Helm
  3. Sarung tangan balap
  4. Inner suit
  5. Sepatu balap
  6. Sepatu olahraga
  7. Sepatu olahraga
  8. Sandal
  9. Kaos Kaki
  10. Baju olahraga
  11. Pakaian sehari-hari
  12. Pakaian dalam
  13. Perlengkapan mandi
  14. Alat sholat
  15. Buku dan peralatan menulis
  16. Makanan untuk sarapan

Inner suit harus dipakai sebelum menggunakan wearpack. Pastinya selesai latihan, inner suit akan basah oleh keringat. Sebaiknya bawa beberapa pasang. 2-3 pasang juga cukup. Semua pakaian peserta juga ada yang cuciin. Jadi bawa secukupnya aja


Para Pelatih di 43 Racing School


mengobrol dengan ahmad marta

M. Fadli tidak mengajar sendirian. Ada Ahmad Marta yang juga mengajarkan balap motor dan Gandung Darmoko sebagai pelatih fisik. Ada juga beberapa crew di tim mekanik. Bahkan fotografer pun disediakan. Setelah selesai sekolah, para siswa juga akan mendapatkan foto-foto selama latihan.

"Om Marta gak segalak om Fadli, Bun. Kalau om Fadli suka marah kalau sampai jatuh. Pokoknya gak boleh salah. Tapi, kalau om Marta justru gak apa-apa. Katanya biar belajar."

Chi ketawa kecil ketika Keke cerita seperti itu. Dari sebelum mulai latihan juga kami sudah berdiskusi kalau yang namanya pelatih bisa berbagai macam karakternya. Tetapi, asalkan tujuannya memang baik, terima saja meskipun cara melatihnya keras.

Contohnya seperti Fadli yang kata Keke paling galak. Tetapi, Keke juga paham maksud dari pelatihnya. Pada saat balapan yang sesungguhnya tentu jatuh sangat tidak diinginkan. Kesusul pembalap lain aja bisa sulit mengejarnya, apalagi kalau sampai jatuh.

Lalu kenapa Marta membolehkan jatuh pada saat latihan? Karena risiko seperti itu akan ada. Seorang pembalap juga harus merasakan bagaimana rasanya jatuh. Keke pernah beberapa kali jatuh saat latihan. Teman senagkatannya malah ada yang sampai terpental. Itulah kenapa penting banget memiliki perlengkapan balap yang aman.


Tahapan Latihan Balap Motor


Setiap siswa yang berlatih di sini tentunya sudah harus memiliki basic mengendarai motor. Kalau usia minimum yang diterima adalah 10 tahun, berarti sudah belajar motor sejak umur di bawah itu. Ada 3 tahapan saat latihan di sini yaitu basic (Honda Blade 125), intermediate (Honda CBR250R), dan expert (GP Mono).

Gak hanya teknik mengendarai motor aja. Menurut Chi, sebaiknya juga mulai tau tentang mesin, khususnya motor, sedikit demi sedikit. Ya, memang ada teknisi yang menangani. Tetapi, kan, pembalap juga yang akan pakai motornya. Pada saat balapan harus tau apakah motornya nyaman atau enggak. Gak sekadar bisa pakai.

Keke sudah beberapa kali melakukannya. Saat sedang menyelesaikan putaran di sirkuit, dia memilih berhenti karena merasa ada yang salah dengan motornya. Memang seharusnya begitu. Mau lagi seru kayak apapun saat balapan, harus melipir kalau motor mulai dirasa bermasalah. Hubungannya kan dengan keamanan juga.


Level basic menggunakan Honda Blade
foto milik 43 Racing School


Keke belum pernah latihan balap sebelumnya. Jadi, mulai dari level basic. Buat yang sudah pernah ikut balap, level basic ini boleh dilewatkan dan langsung naik ke level selanjutnya. Setelah beberapa hari, Keke naik ke level intermediate. Di 1-2 hari terakhir, Keke sempat ditawarin coba latihan pakai GP Mono. Tetapi, Keke menolak tawaran tersebut.

Level intermediate mengendarai CBR250R


Wearpack yang Keke pakai saat itu agak ngepas ke badannya. Wearpack masih cukup nyaman saat mengendarai Honda Blade. Tetapi, ketika mengendarai CBR 250R, seringkali Keke merasa kesakitan. Posisi badan saat mengendarai CBR katanya lebih menunduk daripada Blade. Kalau pakai wearpack yang ngepas ke badan, lama-lama bikin sakit.

gp mono 43 racing school
Waktu itu, Keke belum berani mengendarai motor ini


Saat latihan menggunakan CBR 250R, Keke beberapa kali gak menyelesaikan putarannya karena badannya kesakitan. Makanya, dia menolak belajar mengendarai GP Mono. Mengendarai GP Mono akan bikin badannya semakin sakit kalau wearpacknya gak pas. Selain itu, Keke juga merasa baru banget belajar balap. Katanya, GP Mono kenceng banget larinya. Jadi nanti aja kalau udah lancar sama motor lain.

wearpack pembalap motor
Saat para siswa latihan fisik, wearpack digantung dulu.
helm dan sarung tangan untuk balap motor
Tempat helm dan sarung tangan


Setiap pagi, para siswa dijemput menggunakan mobil menuju Sirkuit Karting Sentul. Segala perlengkapan dibawa oleh team menggunakan truk. Kemudian oleh team perlengkapan tersebut ditata di tempatnya masing-masing.

olahraga pembalap motor
Latihan fisik dulu sebelum balapan. Salah satunya keliling sirkuit sebanyak beberapa putaran.


Selama latihan, peserta gak terus-terusan mengendarai motor. Pagi-pagi sekitar pukul 7, peserta sudah berkumpul di Sirkuit Karting Sentul untuk latihan fisik. Setelah pemanasan, para siswa berlari mengelilingi sirkuit untuk beberapa putaran.

pelatihan materi, diskusi, evaluasi 43 racing school
Sesi pemberian materi, diskusi, dan evaluasi


Tentu ada juga pelatihan materi. Makanya juga harus bawa buku dan peralatan menulis. Setiap latihan juga para siswa dikasih tau apa yang harus diperbaiki dan bagaimana progressnya. Di awal latihan, Keke sering dikritik karena kurang menunduk saat mengendarai motor. Basic Keke latihan di rumah kan pakai Klx, jadi dia terbiasa tegak saat mengendarai motor. Tetapi, lama-lama dia juga mulai belajar. Progress Keke selama latihan pun cukup baik. Menurut pelatihnya, Keke termasuk anak yang aktif bertanya.


Apakah Keke akan Menjadi Seorang Pembalap?


Kalau bertanya ke Keke, pasti dia akan menjawab mau banget. Tetapi, sejujurnya Chi masih galau. Bukan berarti gak mendukung minatnya ini, lho.

Menjadi seorang pembalap profesional, tentu butuh totalitas. Bahkan pernah ada seseorang yang mengatakan kalau menjadi atlet, kadang-kadang harus bisa mengorbankan hal lain. Urusan pendidikan juga mungkin bisa ikut dikorbankan.

Nah, di bagian ini masih berat buat Chi. Memang beberapa kali terjadi bentrok. Keke pun gak bisa sering latihan, kecuali saat libur. Itupun harus dilihat dulu apakah ada PR atau ulangan. Keke pernah bilang mau ikut beberapa kejuaran termasuk di luar kota. Tetapi, Chi masih melarang kalau di luar kota. Pastinya akan banyak izin. Mana dia sekarang udah kelas 9. Jadi bisa dibilang belum sepenuhnya Chi membebaskan Keke beraktivitas balapan. Padahal Chi pengen banget kasih dia dukungan penuh. Dilema banget, uy!


Pertama kali ikut pertandingan, masih menggunakan wearpack pinjaman. Wearpack punya dia belum jadi


Kalau di dalam kota, Keke pernah ikutan. Memang belum pernah menang, tetapi setidaknya dia mencari pengalaman. Dia sekarang bergabung dengan salah satu bengkel khusus racing gitu. Detil kerjasama dan bayar-bayarannya sebetulnya K'Aie yang lebih paham.

Tapi, setidaknya dengan gabung di bengkel ada beberapa keuntungan yang didapat Keke. Kalau sebelumnya dia hanya latihan berdua dengan ayahnya, sejak gabung di bengkel jadi punya tim mulai dari mekanik hingga pelatih. Gabung di sini juga direkomendasikan sama teman K'Aie yang pembalap itu. Ada beberapa pembalap juga yang gabung. Kalau begini, keuntungan lainnya adalah pergaulan Keke dengan orang-orang yang memiliki passion yang sama juga semakin luas.

Ketika Chi ingatkan kalau dia udah kelas 9, malah dijawab, "Bun, mumpung ada yang bantuin. Motor ada, wearpack ada. Kesempatan, Bun!" Chi pun akhirnya hanya pasrah hehehe. Ya tetap diwanti-wanti jangan sampai ketinggalan urusan sekolah. Setidaknya semua tugas sekolah beres.


Selama ikut pertandingan balap, Keke dikasih pinjam wearpack. Punya Keke mulai sempit karena dia bertambah tingginya. Lagipula wearpack dia yang lama kan ada brandnya seperti yang Chi ceritain di atas. Sekarang ini, Keke lagi bikin wearpack baru. Bukan pakai second lagi dan disesuaikan dengan ukuran tubuhnya. Butuh waktu sekitar 2-3 minggu untuk proses pembuatan wearpack.

Untuk urusan dukung-mendukung, kakek dan nenek (orang tua Chi) agak keberatan kalau Keke menjadi pembalap. Mereka gak pernah mau diajak nonton Keke latihan. Alasannya ngeri, takut Keke kenapa-napa.

Tetapi, orang tua Chi gak melarang. Lagipula Chi cukup memaklumi. Papah dan mamah kayaknya memang agak ngeri sama motor. Kalau sama anak perempuannya malah dilarang banget belajar mengendarai motor.

Dulu, waktu SMA, Chi pernah beberapa kali merengek minta dibeliin motor. Gak pernah dikabulkan permintaannya. Menurut papah dan mamah lebih baik mengendarai mobil. Eh, bener aja. Begitu Chi minta mobil malah langsung dibeliin 😂

Chi juga beberapa kali ditanya, apa gak ngeri kalau Keke sampai jatuh? Ngeri lah pasti. Ketika anak-anak bertanding taekwondo aja Chi suka ngeri sendiri melihat pada saling tendang begitu. Kadang-kadang suka merasa jadi orang tua yang tega.

Tetapi, Chi belum pernah lihat sendiri kalau Keke jatuh dari motor. Beberapa kali dia jatuh saat latihan, Chi lagi gak ada di lokasi. Hanya mendengar ceritanya dan melihat sepatu serta wearpacknya yang tergores. Terakhir kali jatuh saat latihan di Sirkuit Sentul Besar. Sampai ada bagian di helm yang copot dan gores, perlengkapan lain juga rusak, bahkan motornya pun sampai gak bisa dikendarai. Harus dibenerin dulu, deh. Kalau gak salah dia berhenti latihan sampai hampir 2 bulan karena motor rusak. Itulah kenapa penting banget memakai perlengkapan yang tidak hanya nyaman, tetapi juga harus aman.


Perlengkapan Balapan dan Diet


harga perlengkapan balap motor

"Bun, Keke butuh sepatu balap baru, tuh." Chi cuma diam saat K'Aie ngomong gitu. Beberapa hari lalu, Keke bilang sliding padnya udah habis. Sarung tangan juga udah harus ganti baru. Sekarang ngomongin sepatu balap. Usianya belum pada genap setahun 😅

Ada juga yang bertanya, bagaimana balapan motor kalau pakai kacamata? Bisa, kok. Asalkan pakai kacamata yang pas aja. Kalau kata Keke, kacamata yang enak buat balapan itu yang gagang di bagian telinganya bengkok. Kalau yang bentuknya lurus, gak nyaman karena mudah bergerak.

Gak harus mahal juga, tetapi yang penting nyaman. Kacamata yang biasa Keke pakai saat balapan motor bukan kacamata yang sehari-hari dipakai. Harganya juga jauh lebih murah daripada yang biasa dia pakai. Tetapi, memang nyaman kalau buat balapan.

Kalau kacamata memang masih bisa pakai yang murah. Tetapi, untuk perlengkapan balap harganya termasuk lumayan. Memang di pasaran harganya bervariasi, tetapi sebaiknya jangan yang murah meriah juga harganya. Bukannya apa-apa , balap motor kan termasuk olahraga dengan risiko tinggi. Cari perlengkapan yang bener-bener aman untuk meminimalkan risiko.

Cari barang second pun gak masalah. Asalkan masih bagus kualitasnya. Kayak wearpack dan helm pertama Keke semuanya second. Tetapi, semuanya masih bagus kualitasnya. Wearpack pertama Keke itu kan bekas pembalap Honda. Jadi meskipun second, kualitasnya bagus. Untuk wearpack second waktu itu harganya Rp5,5 juta. Sedangkan helm Arai second harganya Rp4 juta.


berat badan pembalap motor
Di sini, Keke masih dianggap gemuk. Harus menurunkan berat badan 12-15 kg


Saat mulai fokus latihan balap, berat badan Keke turun hingga 12 kg. Bukan karena kecapekan, tetapi memang diharuskan. Berat badan Keke sebetulnya ideal, tetapi menurut pelatihnya itu berat badan seorang pembalap sebaiknya kurus. Keke disarankan menurunkan berat badan 12-15 kg. Di saat yang hampir berdekatan, Keke juga sedang persiapan untuk pertandingan Taekwondo. Ternyata, sama sabeum juga dianjurkan untuk menurunkan berat badan antara 12-15 kg

[Silakan baca: Taekwondo Tournament]

Keke semakin rutin olahraga lari. Bersepeda dan lari memang paling dianjurkan. Masih juga ditambah dengan latihan taekwondo. Pola makannya juga semakin dikontrol. Tidak sekadar makan sehat, tetapi porsinya juga diperhatikan. Nasinya diganti dengan nasi merah. Cuma, sejak pindah rumah aja belum makan nasi merah lagi. 😄


batch 10 43 racing school

Btw, akhir-akhir ini Keke minta didaftarin lagi ke 43 Racing School. Apalagi sekarang sekolah ini punya materi baru yang belum ada saat Keke belajar di sana. Tetapi, nanti dulu, ya. Sekarang bener-bener fokus untuk UNBK aja dulu. Lagipula ikut beberapa lomba aja dulu buat memperbanyak pengalaman 😁

Di bawah ini video angkatan Keke (batch 10). Dokumentasi milik 43 Racing School. Setiap batch kayaknya bakal dibikinin video juga. Bila teman-teman tertarik untuk belajar balap di sini atau ingin mencari info lebih lanjut, silakan follow akun Instagram @43racingschool


 

Continue Reading
50 komentar
Share:

Kamis, 22 November 2018

Pastikan Asupan Gizi dan Stimulasi untuk Mendukung Bayi Prematur Tumbuh Kembang Optimal

asupan gizi untuk bayi prematur

Pastikan Asupan Nutrisi dan Stimulasi untuk Mendukung Bayi Prematur Tumbuh Kembang Optimal - Apakah bayi prematur bisa menjadi anak yang sehat? Menjadi anak yang cerdas? Tumbuh kembangnya optimal?

Oke, Chi mau cerita dulu tentang seorang teman semasa kuliah. Kami sama-sama melahirkan anak pertama di tanggal yang berdekatan dan di rumah sakit yang sama. Perbedaannya, Chi melahirkan di usia kandungan yang sudah cukup bulan. Sedangkan teman Chi belum alias prematur.

Beberapa hari setelah melahirkan, hasil lab menyatakan kalau kadar bilirubin Keke sedikit di atas ambang batas yang normal. Keke kena jaundice. Sakit kuning kalau kata orang awam. Hanya lebih nol koma sekian. Tetapi, dokter anak menyarankan untuk tetap dirawat di perina. Seandainya tidak ada peningkatan lagi, paling hanya 1-2 malam saja di perina. Nah, pada saat itulah Chi bertemu dengan teman. Ya, karena melahirkan prematur, bayi teman Chi ini langsung masuk perina sejak dilahirkan.

"Ya ampun, Myr! Anak lo ma anak gue sebelahan begini tidurnya udah kayak raksasa ma liliput! Hehehehe."

Chi hanya nyengir. Agak serba salah kalau mau ikut tertawa lepas. Sesungguhnya bingung bagaimana menanggapinya. Tanpa ditanya pun Chi yakin dia sedang sedih hatinya. Tetapi, masih bisa tertawa. Ya, mungkin untuk menghibur diri atau teman Chi memang sangat tabah.

Saat di perina, box tempat tidur Keke dan anak teman Chi ini memang berdampingan. Keke lahir dengan berat badan 3,99 kg. Sedangkan berat badan putri teman Chi ini hanya 1,1 kg. Benar-benar berbeda jauh.

Begitupun dengan kondisi fisiknya. Keke terlihat cukup aktif. Paling hanya matanya yang ditutup selama lagi disinar. Sedangkan anak teman Chi ini tubuhnya dipenuhi dengan selang. Kalau Keke masih bisa digendong dan diberi ASI langsung. Anak teman Chi ini harus dengan alat bantu.

Singkat cerita, beberapa tahun kemudian kami bertemu lagi. Kami sama-sama membawa anak. Melihat kondisi anak teman Chi saat ketemu, gak bakal menyangka deh kalau dulunya lahir prematur. Anaknya lincah seperti kebanyakan anak seusianya. Postur tubuhnya pun termasuk normal.

Chi penasaran, dong. Temen Chi ini cerita kalau dia sangat bersyukur dengan kondisi anaknya sekarang. Tadinya dokter sudah memberi gambaran kemungkinan akan mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Bahkan mungkin usianya juga gak panjang.

Ada satu hal yang Chi ingat banget sampai sekarang. Teman Chi bilang kalau dia menerima apa yang dikatakan dokter, tetapi tidak mau menyerah. Artinya, dia akan berusaha memberikan yang terbaik bagi putrinya. Apapun saran dari dokter, dia dan suami lakukan. Stimulasi pun tidak boleh ketinggalan. Menurutnya, stimulasi penting untuk menciptakan bonding antara ibu dan anak. Dia berharap dengan stimulasi secara terus-menerus, anaknya akan tau kalau ibunya sayang banget. Apapun yang nanti akan terjadi di masa depannya.

Alhamdulillah putrinya masih sehat sampai sekarang. Sebentar lagi Keke dan anak ini, sama-sama mau lulus SMP. Kalau ketemu, kami berdua jadi suka mengingat saat masih di perina. Kali ini Chi bisa ikut tertawa lepas mengingat 'raksasa dan liliput'.

[Silakan baca: Gizi Sebagai Refleksi Keadaan Masyarakat Suatu Bangsa]



Penyebab Bayi Lahir Prematur


stimulasi bagi bayi prematur

Apakah teman-teman sudah tau kalau setiap tanggal 17 November adalah World Prematurity Day atau Hari Prematur Sedunia? Seberapa banyak pemahaman teman-teman tentang kelahiran prematur? Sabtu (17/11) bertempat di Ocha & Bella, Jakarta, Nutricia Sarihusada mengajak para orang tua mengenal penanganan dan pencegahan bayi prematur.

Pada acara hari ini, hadir Joana Alexandra, artis sekaligus ibu yang memiliki anak prematur. Joana bercerita kalau di kehamilan yang ke-4 justru merasa santai. Sudah memiliki 3 orang anak dan semua proses kehamilannya lancar. Ternyata di usia kehamilan 36 minggu, dokter mengatakan bahwa detak jantung bayi di dalam kandungan Joana melemah sehingga harus segera dilahirkan.

Kelahiran sebelum usia kehamilan 37 minggu atau kurang dari 259 hari dihitung dari Hari Pertama Haid Terakhit (HPHT) disebut prematur. Menurut situs Sarihusada, kelahiran prematur dibagi lagi menjadi 3 golongan, yaitu


  1. Extremely preterm, yaitu kelahiran terjadi sebelum usia kehamilan 28 minggu
  2. Very preterm yaitu kelahiran terjadi saat usia kehamilan 28-32 minggu 
  3. Moderate to late preterm yaitu kelahiran terjadi saat usia kehamilan 32-36 minggu

Berdasarkan cerita Joana Alexandra, setidaknya timbul 2 pertanyaan. Apa yang menyebabkan seorang ibu melahirkan prematur, padahal di beberapa riwayat kehamilan sebelumnya selalu sehat? Apa risiko melahirkan di usia kehamilan 36 minggu?

Menurut dr. Putri Maharani Tristanita Marsubrin, SpA (K), dokter anak konsultasi neonatologi RSCM, mungkin saja seorang ibu melahirkan prematur meskipun riwayat kehamilan sebelumnya selalu sehat. Penyebab lahir prematur bisa bermacam-macam misalnya ada masalah di ari-ari, kehamilan kembar, ibu terkena sakit kronis, konsumsi makanan yang kurang baik selama masa kehamilan, dan lain sebagainya.

Bayi di dalam kandungan tumbuh kembang dengan pesat di trimester terakhir. Itulah kenapa bayi yang dilahirkan sebelum 37 minggu tetap dianggap prematur. Karena seharus bayi masih bertumbuh kembang di dalam kandungan, tetapi karena beberapa alasan harus dilahirkan sebelum usia kehamilan yang cukup.


Cara Menangani Bayi Prematur


Apakah bayi prematur akan tumbuh kembang dengan optimal?

Bayi prematur memang memiliki berbagai risiko keterlambatan dalam tumbuh kembang. Hal seperti ini pastinya akan membuat orang tua menjadi sedih. Tetapi, sebaiknya jangan berlarut-larut. Bayi prematur masih mungkin memiliki kesempatan untuk tumbuh kembang secara optimal.

Ada 3 hal yang sebaiknya harus diperhatikan, yaitu:


  1. Rutin kontrol untuk pemantauan tumbuh kembang
  2. Tanyakan apakah bayi sudah tumbuh sesuai kurva pertumbuhan
  3. Apakah perkembangan sudah dicapai sesuai usianya

Usia koreksi = (usia gestasi + usia kronologis) - 40 minggu

Usia gestasi, dihitung dari hari pertama haid hingga melahirkan
Usia kronologis, dihitung sejak bayi dilahirkan

Pada bayi prematur ada yang disebut usia koreksi. Misalnya seorang ibu melahirkan di usia 33 minggu. Usia bayinya saat ini sudah 20 minggu. Tetapi, karena dilahirkan secara prematur berarti usia koreksi belum sampai 20 minggu.

(33 minggu + 20 minggu) - 40 minggu = 13 minggu

Jadi berdasarkan ilustrasi di atas, bayi prematur yang usianya 20 minggu, sebetulnya usia koreksinya baru 13 minggu. Artinya, tumbuh kembang bayi prematur berusia 20 minggu tersebut tumbuh kembangnya harusnya sesuai dengan bayi cukup bulan berusia 13 minggu. Itulah kenapa dikatakan kalau bayi prematur berisiko mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Penghitungan usia koreksi ini hanya sampai usia 2 tahun.

[Silakan baca: #Nutritalk - Jangan Sampai Tumbuh Kembang Anak Terganggu karena Pencernaannya Sensitif. Yuk, Cari Tau Cara Mengatasinya]


Ujian Sesungguhnya Ada di Rumah


Ketika bayi prematur masih berada di rumah sakit, tentu saja banyak tenaga medis yang siap siaga? Ujian sesungguhnya terjadi saat di rumah. Kadang-kadang orang tua masih bingung menangani bayi prematur bila sudah di rumah. Belum lagi kalau menghadapi banyak omongan yang kurang mengenakkan hati.


Konsultasi ke Dokter Secara Berkala

Bayi prematur lebih membutuhkan perhatian dan perawatan. Konsultasi secara berkala tentu saja harus dilakukan. Ikuti apa yang dokter anjurkan. Bertanyalah sebanyak mungkin bila tidak tahu.  Auspan gizi bayi prematur tentu berbeda dengan bayi lahir cukup bulan. Tanyakan secara detil kepada dokter.

Biasanya bila ada seorang ibu yang secara emosi kurang baik karena melahirkan prematur, dr. Putri akan meminta ibu tersebut tenang terlebih dahulu. Tujuannya agar ibu bisa merawat bayi prematur dengan baik bila sudah tenang.


Abaikan Pendapat Miring

Omongan yang kurang mengenakkan hati sangat mungkin diterima oleh ibu yang melahirkan prematur. Joana Alexandra pun merasakannya. Senada dengan apa yang diucapkan oleh dr. Putri, menjaga perasaan tetap tenang itu sangatlah penting.

Joana mengatakan bahwa yang mempengaruhi tumbuh kembang anak justru sikap seorang ibu. Abaikan saja semua pendapat miring. Malah lebih berbahaya sikap seorang ibu yang sudah pesimis dengan masa depan anak.

Memiliki support system sangatlah penting membuat ibu tetap tenang. Joana mengatakan bahwa suaminya sangat mendukung dirinya. Hal-hal kecil yang dilakukan suaminya sudah membuatnya bahagia.


Lakukan Metode Kangguru

Bayi prematur biasanya lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Oleh karena itu biasanya bayi prematur ditempatkan di inkubator saat berada di rumah sakit. Tetapi, bila sudah di rumah kan biasanya tidak ada inkubator. Ibu bisa melakukan metode kangguru sebagai inkubator alami.

Metode ini memang terinspirasi dari binatang kangguru. Bayi kangguru ditempatkan di kantong ibunya supaya tetap hangat dan menyusui. Metode ini mudah dan murah untuk dipraktekkan. Ketika melakukan metode kangguru, kulit ibu akan bersentuhan dengan kulit bayi. Bayi yang hanya menggunakan popok diletakkan di dada ibu. Bayi akan mendapatkan kehangatan dari kulit ibu sehingga suhu tubuh dapat dikontrol. Melakukan metode kangguru juga menciptakan bonding antara ibu dan bayi. Ada ikatan emosional yang terjalin. Bayi juga akan lebih mudah menyusui kepada ibunya.

Perawatan dengan metode kangguru tidak hanya membuat berat badan bayi naik dengan cepat, tetapi banyak manfaat lainnya. Bayi bisa tidur lebih nyenyak, sistem pernapasan dan jantung lebih sehat, daya tahan tubuh lebih baik, dan lain sebagainya. Perawatan dengan metode ini juga dianggap mampu menekan angka kematian bayi prematur.


Perawatan metode kangguru harus dilakukan secara terus menerus hingga berat badan bayi mencapai 2500 gram. Sesekali ayah juga bisa ikut melakukan perawatan dengan metode kangguru.


Prematur Bukan Halangan


bayi prematur, tumbuh kembang optimal

Pada acara ini pun hadir ibu Yanne Sukmadewi, General Counsel Corporate Legal Advisory & Compliance Danone Indonesia, membuka acara dengan bercerita bahwa beliau juga seorang prematur. Beliau cerita sebagai anak prematur bukanlah halangan untuk berprestasi. Prestasi akademisnya selalu bagus hingga bisa kuliah di salah satu universitas negeri di Indonesia. Peran ibu juga sangat penting. Ibu Yanne mengatakan selain memperhatikan asupan gizi, ibunya juga sering mengajaknya beraktivitas di luar ruangan.

Nah, Chi sudah melihat sendiri buktinya kalau anak teman Chi bisa tetap sehat meskipun lahir prematur. Di acara Nutrisi Untuk Bangsa pun ibu Yanne juga ternyata seorang anak prematur.  Bila dirasa belum cukup, teman-teman bisa googling tentang tokoh dunia yang lahir prematur. Ada Albert Einstein, Sir Isaac Newton, Charles Darwin, dan lain sebagainya.

Menurut dr. Putri, salah satu cara mencegah kelahiran prematur adalah dengan memeriksa kesehatan ibu. Bila sebelum hamil, ibu memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik, sebaiknya disembuhkan terlebih dahulu. Pada saat kehamilan perhatikan 1000  Hari Pertama Pada Kehidupan agar bayi dalam kandungan tetap sehat.


Banyak mitos seputar bayi prematur, termasuk anggapan bahwa bayi prematur adalah anak yang jenius. Ya, bayi prematur mungkin saja menjadi seorang yang jenius atau memiliki masa depan cerah. Tetapi, tentunya tidak terjadi begitu saja. Ada peran orang tua yang selalu memberikan yang terbaiknya baik bayinya dari mulai asupan gizi hingga stimulasi

Continue Reading
42 komentar
Share: