Selasa, 28 Maret 2017

Manfaat Menulis Huruf Tegak Bersambung

Manfaat Menulis Huruf Tegak Bersambung

Saya berjanji akan selalu mengerjakan tugas.
Saya berjanji akan selalu mengerjakan tugas.
Saya berjanji akan selalu mengerjakan tugas.
Saya berjanji akan selalu mengerjakan tugas.

Hayo ngaku siapa yang ketika masih sekolah pernah dihukum menulis huruf tegak bersambung sebanyak 1 halaman buku tulis karena gak ngerjain PR? 😂

Tapi kayaknya zaman dulu terutama saat di SD pekerjaan tulis-menulis memang sering, ya. Gak cuma saat dihukum aja. Saat pelajaran mencongak atau pelajaran lainnya kayaknya menulis melulu. Dulu Chi suka rada sebel kalau kebanyak menulis. Apalagi huruf tegak bersambung. Capeeeekk 😄

Bersyukurlah ketika Keke dan Nai mulai masuk masa sekolah di TK tidak ada pemaksaan tentang pelajaran menulis. Pelajaran menulis tetap diberikan tetapi cara mengajarnya menyenangkan. Begitu juga saat SD. Chi bersyukur banget Keke dan Nai dapat sekolah yang child friendly saat PG, TK, dan SD.

Tapi saat masih kelas 3 SD, Keke pernah ngambek sampe minta pindah sekolah gara-gara huruf tegak bersambung ...

[Silakan baca: Wali Kelas]

Continue Reading
39 komentar
Share:

Selasa, 21 Maret 2017

Buku Tetap Menjadi Jendela Dunia


Sejak kecil, Chi sudah akrab dengan istilah "Buku adalah jendela dunia." Dikatakan sebagai jendela dunia karena dengan membaca buku, kita jadi bisa memiliki ilmu pengetahuan. Buku bisa menjauhkan dari jurang kebodohan dan meningkatkan taraf hidup manusia.

Di zaman internet saat ini, di mana segaka informasi tinggal nge-Google, apakah istilah tersebut masih berlaku? Ternyata masih. Jawabannya Chi dapatkan saat menghadiri acara Kafe BCA 5 di Jakarta, 15 Maret 2017 dengan teman"Membaca Dari Generasi ke Generasi".

Tingginya minat baca di masyarakat bisa mempengaruhi kemajuan suatu negara. Tingkat literasi di Indonesia menurut berbagai kajian masih tergolong rendah. UNESCO pun mengatakan Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara untuk tingkat literasi.

Continue Reading
26 komentar
Share:

Minggu, 19 Maret 2017

Saatnya Perempuan Indonesia Memprioritaskan Kesehatan Agar #TetapBisa Menyayangi Keluarga

anlene tetap bisa

Jakarta, 8 Maret 2017. Perempuan Indonesia, terutama yang sudah berumah tangga, pada umumnya mengatakan kalau keluarga adalah prioritas utama. Baik itu ibu rumah tangga atau ibu bekerja, rutinitas hariannya kurang lebih sama. Bangun paling pagi dan tidur paling malam. Pagi-pagi sudah diawali dengan menyiapkan seluruh kebutuhan aktivitas suami dan anak, seperti menyiapkan sarapan dan pakaian. Hingga malam hari memastikan bahwa seluruh urusan rumah tangga pada hari itu sudah selesai. Meskipun ada asisten rumah tangga sekalipun, tidak serta merta seluruh tugas diambil alih asisten.

Menurut Survey Kesehatan Perempuan Indonesia tahun 2017 yang diselenggarakan oleh PT Fonterra Brands Indonesia dan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) serta diikuti oleh 500 perempuan di 5 kota besar di Indonesia, terungkap fakta bahwa prioritas teratas perempuana Indonesia adalah keluarga. Perempuan Indonesia memiliki banyak tanggung jawab, mengurus orangtua, anak, suami, bahkan teman. Tapi bagaimana dengan mengurus diri sendiri?
“Masyarakat Indonesia tidak memprioritaskan kesehatan mereka dengan cara menjalani gaya hidup aktif atau mengonsumsi makanan sehat. Hal ini terutama berlaku untuk perempuan, yang memainkan peran utama di keluarga dan masyarakat,” ujar Rohini Behl, Marketing Director, Fonterra Brands Indonesia.

Continue Reading
13 komentar
Share:

Selasa, 14 Maret 2017

Parenting Ibarat Mendaki Gunung


(+) Menjadi orang tua ibarat mendaki gunung
(-) Ya, tapi melangkah step by step saja. Jangan terburu-buru sampai puncak
*Dialog di salah satu episode NCIS: New Orleans 2

Sejujurnya, ketika akan menikah, bayangan Chi tentang sebuah keluarga itu yang indah-indah aja. Menikah dengan orang yang dicintai. Bakal bahagia kalau dikaruniai anak. Malah Chi sempat berharap dikasih anak banyak kalau perlu kembar sekalian 😂

Saking merasa siap berumah tangga, Chi pun memutuskan resign dari kantor beberapa bulan sebelum menikah. Tentu aja keputusan ini sudah didiskusikan dan disetujui terlebih dahulu oleh (calon) suami alias K'Aie. Chi juga merasa santai aja menjalani kehidupan sebagai ibu rumah tangga.

Tadinya Chi membayangkan kalau ribetnya menjadi orang tua paling pada saat anak-anak masih balita. Saat belajar jalan, disuapin, belajar bicara, dimandiin, dan lain sebagainya. Gak sedikitpun Chi merasa sedih atau galau karena seperti tidak punya me time. Buat Chi, main bersama anak-anak juga termasuk me time.

Continue Reading
29 komentar
Share:

Jumat, 10 Maret 2017

Memasak Nasi Liwet Tulang Jambal di Belanda

resep nasi liwet tulang jambal, kejutan awal tahun alfamart

Memasak nasi liwet tulang jambal di Belanda? Beneran? Seriusan?

Sebelum dijawab bener apa enggak, Chi mau tanya dulu. Siapa yang suka nasi liwet? Kalau kami sekeluarga suka. Chi pun seneng bikinnya karena gampang.

Bahan-Bahan:
  • 250 gr Tulang jambal
  • Beras - Cuci bersih *Chi lupa berapa banyak. Pokoknya satu panci berdiameter 24 cm itu cukup untuk 3 porsi
  • 8 butir bawang merah - iris tipis
  • 6 siung bawang putih - iris tipis
  • 2 lembar daun salam
  • 3 cm lengkuas - digeprek
  • 2 batang sereh - digeprek
  • Air secukupnya
  • Minyak goreng 

Continue Reading
67 komentar
Share:

Rabu, 01 Maret 2017

Tip Membersihkan Karpet Bulu

http://www.kekenaima.com/2017/03/tip-membersihkan-karpet-bulu.html

Bunda: “Pantesan aja Nai dari tadi betah gogoleran (tidur-tiduran) di karpet. Empuk begini karpetnya.”

Chi pun ikutan gogoleran bareng Nai

Bunda: “Tau gitu gak usah pesan extra bed, ya. Tidur di karpet juga empuk. Tapi ya udah lah, keburu dibayar extra bednya.”

Chi sempat rada nyesel, sih. Kenapa juga buru-buru order extra bed. Harga extra bednya lumayan banget. Setara dengan harga 1 kamar hotel bintang 3 bahkan 4 *Jiwa itung-itungannya mulai keluar hehehe* Udah gitu ada sofa bed pula di kamar. *Duh, kenapa juga sih Chi waktu itu terburu-buru pesan extra bed* *Udah gak perlu disesalin, udah berlalu hihihi*

Karpet memang empuk. Apalagi kalau kualitasnya bagus. Paling enak tuh santai di ruang keluarga, nonton tv, trus tiduran di atas karpet. Tinggal dkasih bantal kayaknya bakal tidur beneran.

Kalau di rumah kami meminimalkan penggunaan karpet. Padahal waktu papah dan mamah pulang dari tanah suci, lumayan bawa beberapa karpet. Tapi digelarnya paling kalau lagi banyak tamu aja. Ya daripada tamunya duduk di lantai kan kasihan karena dingin. Kalau pada menginap pun sebagian tidur beralaskan karpet.

Tapi di sisi lain, karpet juga jadi musuh. Chi dan anak-anak punya alergi terhadap debu. Kalau Chi imbasnya ke kulit, anak-anak ke pernapasan. Keke mudah sekali pilek berkepanjangan kalau sedang kena debu. Sedangkan Nai memiliki asma. Meskipun sudah lama tidak kambuh, tapi tetap harus dijaga supaya jangan lagi terpicu.
Sebetulnya gak perlu juga karpet dijadikan musuh asalkan rajin dibersihkan. Iya kalau enggak rutin dibersihkan, karpet bisa jadi salah satu sarang debu. Tapi masalahnya Chi juga suka males bersihin. Abis beraaaaattt hehehe. Jadi paling Chi kepruk pake sapu lidi, di vacuum cleaner, dan dijemur aja.

Yang perlu diberi catatan adalah bila ingin membersihkan karpet menggunakan vacuum cleaner. Apalagi kalau karpetnya itu karpet bulu seperti yang di foto atas. Sebelum divacuum, karpet sebaiknya dialasi dulu dengan kain tipis berserat renggang. Tujuannya supaya bulu-bulu pada karpet gak rusak karena kesedot vacuum.

Bila karpet terkena ketumpahan air, langsung diberi tissue atau kain bersih. Cukup ditekan-tekan saja hingga kering. Bila meninggalkan noda, dibersihkan di area yang terkena noda saja. Sikat sedikit dengan sikat lembut.

Chi belum pernah mencuci karpet sendiri. Khawatir lama keringnya. Nanti malah bau apek kalau gak kering. Kalau memang harus dicuci seluruhnya mending bawa ke laundry. Tapi sebelumnya pastikan dulu kita sudah baca label perawatannya.

Kalau udah gitu, sebetulnya gak ada alasan lagi untuk menjadikan karpet sebagai musuh. Asalkan dijaga kebersihannya. Dan ngomong-ngomong urusan kebersihannya gak cuma tentang nge-vacuum dan mencuci aja alias pada saat proses bersih-bersih Saat karpet digelar juga sebaiknya kebersihannya tetap dijaga.
  1. Ingatkan anak-anak untuk tidak menggunakan sepatu atau sandal di atas karpet 
  2. Jangan makan atau minum di atas karpet karena kadang remahan makanan atau air minum suka jatuh ke karpet tanpa disadari 
  3. Kalau memang harus menggelar karpet untuk makan dan minum bersama, sebaiknya dilakukan dengan tertib supaya gak terlalu mengotori karpet 
  4. Gelar karpet di area yang cenderung bersih. Misalnya di ruang keluarga, kamar, atau ruang tamu. Jangan di dapur. Gak ada fungsinya juga karpet digelar di dapur, kan?

Gelarin karpet dulu, deh. Siap-siap nonton film favorit sambil update cerita terbaru di blog. Teman-teman suka karpet yang bagaimana? Kalau karpet bulu bisa jadi alas foto yang instagramable juga, lho.

Continue Reading
8 komentar
Share: