Tuesday, March 28, 2017

Manfaat Menulis Huruf Tegak Bersambung

Manfaat Menulis Huruf Tegak Bersambung

Manfaat Menulis Huruf Tegak Bersambung

Saya berjanji akan selalu mengerjakan tugas.
Saya berjanji akan selalu mengerjakan tugas.
Saya berjanji akan selalu mengerjakan tugas.
Saya berjanji akan selalu mengerjakan tugas.

Hayo ngaku siapa yang ketika masih sekolah pernah dihukum menulis huruf tegak bersambung sebanyak 1 halaman buku tulis karena gak ngerjain PR? 😂

Tapi kayaknya zaman dulu terutama saat di SD pekerjaan tulis-menulis memang sering, ya. Gak cuma saat dihukum aja. Saat pelajaran mencongak atau pelajaran lainnya kayaknya menulis melulu. Dulu Chi suka rada sebel kalau kebanyak menulis. Apalagi huruf tegak bersambung. Capeeeekk 😄

Bersyukurlah ketika Keke dan Nai mulai masuk masa sekolah di TK tidak ada pemaksaan tentang pelajaran menulis. Pelajaran menulis tetap diberikan tetapi cara mengajarnya menyenangkan. Begitu juga saat SD. Chi bersyukur banget Keke dan Nai dapat sekolah yang child friendly saat PG, TK, dan SD.

Tapi saat masih kelas 3 SD, Keke pernah ngambek sampe minta pindah sekolah gara-gara huruf tegak bersambung ...

[Silakan baca: Wali Kelas]

Chi sudah menuliskan detil ceritanya di postingan yang berjudul wali kelas. Di sini Chi ceritain lagi secara singkat aja, ya. Jadi Keke tuh kesel karena pas kelas 3 dia punya wali kelas yang selalu mewajibkan seluruh muridnya menulis huruf tegak bersambung untuk semua pelajaran.

Boro-boro menulis huruf tegak bersambung, menulis huruf cetak aja Keke gak suka. Dia memang lebih suka berbicara daripada menulis. Akhirnya Chi pun jadi ikutan kesel karena PR banget buat Chi buat bikin Keke semangat. Setiap hari dia uring-uringan karena harus menulis huruf tegak bersambung. Beruntung sekolahnya dulu jarang kasih PR. Kalau banyak PR bisa-bisa kami berdua stress hahaha.

Kekeselan itu sempat Chi bikin status di FB. Bukan status ngomel-ngomel. Tapi bertanya tentang manfaat menulis huruf tegak bersambung. Buat Chi, asalkan anak udah bisa menulis kan sebetulnya gak masalah. Apalagi dalah kehidupan sehari-hari juga lebih banyak yang menggunakan huruf cetak. Malah di zaman ini orang lebih banyak menulis dengan media komputer. Kenapa juga harus belajar huruf tegak bersambung lagi?


Manfaat menulis huruf tegak bersambung adalah melatih motorik halus.

Salah seorang teman berkomentar kalau manfaat menulis huruf tegak bersambung adalah melatih motorik halus. Chi pikir ada benarnya juga, tapi Keke kan saat itu udah kelas 3 SD. Apa iya motorik halusnya masih harus dilatih lagi? Teman Chi pun kembali berkomentar kalau pelatihan harus terus dilakukan. Apalagi anak-anak sekarang lebih akrab dengan gadget yang mana kurang dilatih motorik halusnya. Hmmm ... bener juga komentar teman Chi ini.

Manfaat Menulis Huruf Tegak Bersambung 
Tulisan huruf tegak bersambung Keke waktu kelas 3 SD. Rapi, ya? 😄


Manfaat lain menulis huruf tegak bersambung adalah melatih kesabaran dan ketekunan.

Senada dengan pendapat teman, wali kelas Keke pun berpendapat sama. Wali kelas juga menambahkan kalau manfaat lain menulis huruf tegak bersambung adalah melatih kesabaran dan ketekunan. Anak-anak seusia Keke saat itu kan lagi lincah-lincahnya. Apalagi dengan segala sesuatu yang serba instan makin bikin mereka pengennya serba cepat. Termasuk dalam hal kegiatan tulis-menulis.

Lama-lama Chi juga merasakan manfaatnya, sih. Keke memang jadi semakin tekun dan sabar. Udah gak ngambek lagi pengen pindah. Tapi memang harus terus diasah. Terbukti setelah naik kelas dan ganti wali kelas, tulisannya acak-acakan lagi. Baru mulai rapi lagi setelah masuk SMP Negeri. Dimana sejak SMP pelajaran di sekolah dan PR serba dicatat. Ya ala-ala kayak zaman Chi sekolah lagi. Mencatat melulu sampe buku tulis penuh hehehe.


Menulis huruf tegak bersambung bisa melatih kepekaan seseorang dalam hal bersosialisasi.

Bisa jadi, sih. Menulis aja terus dilatih supaya rapi, masa bersosialisasi dengan seseorang enggak 😂 Jadi buat siapapun yang gak peka, coba diasah dengan banyak latihan menulis huruf tegak bersambung hehehe.


Menulis huruf tegak bersambung juga memiliki manfaat mampu mengasah kreativitas.

Chi juga percaya dengan hal ini. Karena Nai hobi menggambar dan sejak TK dia sudah kursus menggambar. Salah satu latihan yang disarankan adalah rutin menulis huruf tegak bersambung. Chi juga pernah ikut salah satu acara di Wego yang temanya tentang sketching, disarankan juga untuk terus menulis huruf tegak bersambung bila tidak sedang menggambar. Tujuannya agar tangan terus luwes ketika menggambar.

Lantas apakah menulis huruf tegak bersambung memiliki manfaat untuk mendapatkan penghasilan? Bisa, dong. Coba deh teman-teman lihat karya Winda Krisnadefa di Instagram (@EmakGaoel). Cakep-cakep kan letteringnya? Kita bisa order juga ke mak Winda buat dibikin lettering yang cakep.


Manfaat Menulis Huruf Tegak Bersambung 
Ini sebagian kecil karya Winda Krisnadefa di akun instagramnya (@EmakGaoel). Udah pada follow belum, nih? Follow, yuk!  😊


Tapi mari kesampingkan sejenak tentang mendapatkan penghasilan sebagai salah satu manfaat menulis huruf tegak bersambung. Karena untuk bisa sampai ke sana itu butuh latihan dan terus latihan. Gak mungkin lah kalau kita gak biasa menulis trus tau-tau bisa bikin karya cakep kayak gitu.

Sebagai contoh, nih. Chi dan Nai pernah ikut workshop lettering mak Winda di Smesco. Waktu itu ada mak Tanti juga untuk bagian ngajarin bikin doodle. Siapa yang dipuji diantara Chi dan Nai? Yup! Nai yang dipuji hasil tulisan tangannya. Hasil tulisan Chi ke laut ajah hahahaha.

Tapi gak perlu malu apalagi ngambek karena kalah ma anak, lah. Itu sih kekanak-kanakan banget. Justru Chi memang mengakui karena seperti yang Chi jelaskan di atas kalau Nai sudah berlatih sejak TK. Dan dia terus berlatih hingga sekarang. Hampir tiap hari dia menggambar.

Masa kecil Chi memang kenyang dengan kegiatan menulis. Bahkan ketika kuliah pernah kursus belajar bahasa Jepang termasuk menulis kanji. *Tapi sekarang udah lupa lagi, jadi jangan nanya tentang hal ini hahaha* Tapi sekarang lebih banyak menggunakan komputer atau laptop bila ingin menulis. Makanya tangan jadi kaku lagi. Gak seluwes Nai.

Menulis huruf tegak bersambung juga bisa mengurangi stress, lho. Ya walaupun tulisan yang Chi buat belum sebagus Nai, apalagi Mak Winda, tapi asik aja bisa menghabiskan waktu dengan membuat berbagai tulisan. Tuangkan 1-2 kalimat atau bikin quote yang mewakili perasaan saat itu. Ihiiiyy!

Nah, kalau teman-teman tertarik pengen belajar huruf tegak bersambung untuk diri sendiri atau buat putra/i nya, bisa hubungi Mak Winda. Emak Gaoel ini punya starter kit yang bisa membantu belajar menulis huruf tegak bersambung. Chi kasih bocoran sedikit untuk bukunya, ya.


Manfaat Menulis Huruf Tegak Bersambung
Manfaat Menulis Huruf Tegak Bersambung 
Nah nomor 5 WAJIB digaris merah. Have Fun ketika melakukan. Beneran asik kalau kita have fun. 
Manfaat Menulis Huruf Tegak Bersambung
Ada 7 latihan dasar sebelum mulai belajar menulis alfabet. Terlihat gampang? Hehehe coba aja dulu. Chi juga sempat menganggap ini gampang. Ternyata dugaan Chi salah. Kalau tangannya masih kaku, lumayan susah juga bisa menghasilkan garis tipis kayak gitu dengan menggunakan kuas dan tinta.
Manfaat Menulis Huruf Tegak Bersambung 
Nah kalau udah latihan dasar, berlanjut menulis alfabet. Trus nanti belajar bikin kalimat, ya
Manfaat Menulis Huruf Tegak Bersambung 
Nai menulis huruf tegak bersambung menggunakan brush pen. Kalau yang pakai tinta dan kuas, hasilnya di foto yang paling atas, ya.


Gimanaaaa? Menarik, kan? Kalau penasaran sama seluruh isinya, beli dulu dong hehehe. Dalam 1 paket starter kit, Teman-teman akan mendapatkan 1 buku, kuas, dan tinta. Malah dapat bonus coloring brush pen. Chi pernah lihat juga lihat ada beberapa bonus lain yang semuanya tulisan tangan Emak Gaoel. Silakan langsung meluncur aja ke instagram @emakgaoel.

Kebetulan juga sekarang @emakgaoel lagi open PO. Kenapa harus pre-order? Karena pocket book yang sebanyak 16 halaman itu semuanya ditulis tangan. Berasa banget deh sentuhan personalnya. Jadi dalam 1 paket nanti Teman-teman bisa mendapatkan

  • 40 pages practise sheets (alphabeth and flower wreath tutorial)
  • 16 pages lettering decoration pocket book (6 types of hand lettering fonts)
  • Brush and Ink
Manfaat Menulis Huruf Tegak Bersambung

Tuesday, March 21, 2017

Buku Tetap Menjadi Jendela Dunia

Buku Tetap Menjadi Jendela Dunia


Sejak kecil, Chi sudah akrab dengan istilah "Buku adalah jendela dunia." Dikatakan sebagai jendela dunia karena dengan membaca buku, kita jadi bisa memiliki ilmu pengetahuan. Buku bisa menjauhkan dari jurang kebodohan dan meningkatkan taraf hidup manusia.

Di zaman internet saat ini, di mana segaka informasi tinggal nge-Google, apakah istilah tersebut masih berlaku? Ternyata masih. Jawabannya Chi dapatkan saat menghadiri acara Kafe BCA 5 di Jakarta, 15 Maret 2017 dengan tema "Membaca Dari Generasi ke Generasi".

Tingginya minat baca di masyarakat bisa mempengaruhi kemajuan suatu negara. Tingkat literasi di Indonesia menurut berbagai kajian masih tergolong rendah. UNESCO pun mengatakan Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara untuk tingkat literasi.

Menurut bapak M. Syarif Bando, Kepala Perpustakaan Nasional RI, berbicara tentang literasi harus diawali dengan indeks budaya membaca. Tolok ukur indeks budaya membaca adalah ketrampilan mengenal huruf, ketrampilan mengenal kata, ketrampilan mengenal kalimat, ketrampilan mengenal sebab-akibat, dan ketrampilan menyatakan pendapat.


Indeks literasi adalah kemampuan seseorang untuk mengumpulkan seluruh sumber informasi sehingga seseorang eksis dengan profesinya

Ada beberapa tahapan indeks literasi, yaitu

  1. Kemampuan memahami yang tersurat dari yang tersirat
  2. Kemampuan mengkomunikasikan ide dan gagasan dari apa yang dibaca
  3. Kemampuan menciptakan sesuatu dari apa yang diketahui

Tinggi rendahnya indeks budaya membaca dan literasi adalah sebuah akibat. Penyebabnya yang harus dicari. Bapak M. Syarif Bando mengatakan sudah mencoba berbagai program yang ternyata minat membaca masyarakat Indonesia sangat tinggi. Tetapi bahan bacaannya yang sangat kurang. Apalagi kalau bicara kesenjangan dari Aceh hingga Papua. Tingkat kesenjagannya sangat tinggi.

UNESCO menetapkan bahwa 1 orang membaca 2 bahan bacaan. Sedangkan kondisi di Indonesia, 1 bahan bacaan ditunggu oleh 52 orang.

Peran perpustakaan juga penting. Perpustakaan bisa menjadi kunci bagi generasi muda Indonesia untuk gemar membaca. Untuk mendukung hal tersebut, saat ini perpustakaan tidak lagi menunggu didatangi tetapi justru yang mendatangi masyarakat.

Di era internet saat ini, ternyata belum mempengaruhi minat baca. Di tahun 2014, pengguna internet  sekitar 88,1 juta. Di tahun 2016 meningkat menjadi 130 juta. Tetapi 40% jumlahnya menggunakan internet untuk bermain game. Hanya 2,5% menggunakan internet untuk mencari ilmu pengetahuan.

Minat baca tidak bisa muncul seketika. Menurut ibu Tjut Rifameutia Umar Ali, Dekan Fakultas Psikologi UI, harus dimulai sejak dini. Anak-anak akan melihat apakah disekitarnya banyak orang yang suka membaca atau tidak. Bagaimana ekspresi orang-orang ketika membaca. Dan bagaimana benefit dari membaca. Semua itu akan diamati oleh anak.


"6 tahun pertama adalah usia emas anak. Di usia ini orang tua bis amembangun apapun termasuk minat membaca anak. Masanya untuk memberi contoh-contoh yang baik dan dasar yang kuat," ujar ibu Tjut Rifameutia Umar Ali.

Orang tua jelas harus suka membaca bila ingin memiliki anak yang suka membaca. Dongengkan juga untuk mereka dengan ekspresi yang menarik. Seseali ajaklah anak-anak ke perpustakaan. Bila anak tidak terbiasa membaca sejak dini, biasanya hanya akan membaca buku tugas sekolah saja.

Buku bacaan disesuaikan dengan usia. Untuk anak usia dini, gambarnya lebih banyak daripada tulisan. Semakin bertambah usia, tulisan lebih banyak dari gambar. Imajinasi akan bermunculan ketika membaca. Kemampuan kreativitas dan inovasi juga akan muncul saat berimajinasi. Semua saling terkait satu dengan lainnya.

6 tahun pertama faktor orang tua paling dominan. Setelah anak mulai sekolah, berbagai intervensi mulai masuk. Hingga ketika remaja biasanya faktor teman mulai mendominasi. Tetapi bila di usia dasar, anak sudah diberi fondasi yang kuat, biasanya apapun yang terjadi maka anak akan selalu mengkomunikasikan kepada orang tua.

Ketika anak sudah masuk sekolah, sebagian besar waktunya sudah dihabiskan di sekolah. Bapak Dadang Sunendar, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengatakan bahwa sejak 2 tahun terakhir ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki Program Gerakan Nasional Literasi.

Sebetulnya sejak zaman orde baru, Pemerintah sudah mendorong masyarakat untuk membaca tetapi hasilnya belum memuaskan. Berdasarkan Permendikbud no.23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, salah satu isinya adalah kewajiban para siswa untuk membaca selama 15 menit sebelum jam pelajaran di mulai. Informasi ini sudah sampai ke berbagai sekolah tetapi kendala di lapangan adalah kurang panduan pelaksanaan dan bahan bacaan karena buku yang disarankan dibaca bukanlah buku pelajaran tetapi buku pengayaan seperti buku sastra.

Jumlah sekolah di Indonesia ada ratusan ribu jumlahnya. Faktor tenaga dan biayalah yang masih menjadi kendala pengadaan buku bacaan di sekolah. Untuk itu perlu bekerjasama dengan berbagai komunitas yang memiliki kesamaan visi dan misi tentang minat baca.

Dari sudut pandang sosiologis, sejarah masyarakat Indonesia lebih komunal dan budaya lisan. Melihat lagi sejarah, yang mempelajari bahasa tulisan, seperti sansekerta, hanyalah masyarakat tertentu seperti para raja atau pujangga. Dengan latar belakang sejarah seperti itu, untuk mengubah budaya lisan menjadi membaca memang prosesnya tidak mudah.


"Kebanyakan pendidikan kita satu arah. Para pendidik dianggap sumber pengetahuan, sedangkan siswa hanya menerima," ujar ibu Lucia Rati Kusumadewi, Dosen Sosiologi UI

Ibu Lucia menyarakan sistem pendidikan sebaiknya diubah menjadi 2 arah. Dimana ada diskusi antara pendidik dan anak didik. Buku bisa berperan dalam sistem pendidikan 2 arah. Anak menjadi tertarik untuk mencari ilmu dengan sistem pendidikan 2 arah.

Internet belum bisa menggantikan buku. Kemudahan mencari informasi di internet menghasilkan generasi instan tetapi kurang memiliki kedalaman berpikir. Membaca buku memiliki kedalaman dan juga membutuhkan usaha yang lebih besar dibandingkan mencari informasi melalui internet. Tetapi bila membaca buku, hasilnya cenderung lebih melekat dalam ingatan. Itulah kenapa buku tetap menjadi jendela dunia.


Books were my pass to personal freedom. I learned to read at age three, and soon discovered there was a whole world to conquer that went beyond our farm in Missisipi - Oprah Winfrey -

Bila di Amerika, ada sosok Oprah Winfrey, maka di Indonesia ada Andy F. Noya. Duta buku diberikan kepada Andy karena kecintaannya terhadap buku yang sangat besar. Dalam acara 'Kick Andy' kerap memberikan buku kepada penontonnya.

Andy bercerita tentang latar belakang kecintaannya terhadap berbagai bacaan. Bagaimana ibunya, memiliki 3 anak, yang selalu berusaha keras menyediakan bahan bacaan untuknya meskipun perekonomian mereka sangat susah. Guru di sekolahnya pun mempunyai andil yang besar. Apa yang dilakukan orang tua dan guru di masa lalunya lah yang membentuk Andy F. Noya menjadi seperti sekarang yang kita kenal. Keberadaan buku-buku di erpustakaan pun juga memberikan andil besar terhadap kehidupan Andy.


"Bila membaca buku jangan dilihat dari perspektif Jakarta dan Jawa. Di berbagai daerah terpencil buku sangat susah didapat. Kalaupun tersedia, tidak terjangkau harga belinya," ujar Andy F. Noya.

Semua anak dimanapun memiliki hak yang sama untuk membaca buku. Tetapi minimnya bahan bacaan, banyak anak  yang dari ekonomiya kurang mampu berpikir bahwa mereka memang sudah ditakdirkan untuk hidup seperti itu selamanya. Padahal dengan membaca buku bisa membuka cara berpikir mereka, bisa membangkitkan semangat untuk maju.

"Kondisi minat baca bangsa Indonesia saat ini mendorong BCA menggelar forum untuk mengkaji persepsi, kondisi, dan motivasi yang dapat ditanamkan untuk mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar gemar membaca," ujar Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA.

Gerakan berbagi "Buku untuk Indonesia" adalah gerakan BCA yang ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berbagi pengetahuan kepada masyarakat. Buku adalah jendela dunia. Dengan difasilitasi oleh Blibli.com, masyarakat bisa ikut berpartisipasi Gerakan Berbagi Buku yang digagas BCA ini.

Teman-teman bisa melakukan donasi melalui homepage www.bukuuntukindonesia.com. Caranya mudah seperti kita belanja online di Blibli. Para donatur bisa mendapatkan kaos apresiasi bila sudah melakukan donasi. Selain difasilitasi oleh Blibli, ke depannya juga donasi bisa dilakukan diberbagai cabang BCA. Donasi yang kita berikan nantinya akan dikonversi menjadi buku yang akan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Dengan adanya gerakan ini diharapkan masalah ketersediaan buku di berbagai daerah bisa mulai teratasi. Dan bisa menjadikan membaca buku menjadi gaya hidup. Yuk, kita ikut berpartisipasi.

[Silakan baca: Berbagi Buku untuk Indonesia di Hari Anak Nasional]

Sunday, March 19, 2017

Saatnya Perempuan Indonesia Memprioritaskan Kesehatan Agar #TetapBisa Menyayangi Keluarga

Saatnya Perempuan Indonesia Memprioritaskan Kesehatan Agar #TetapBisa Menyayangi Keluarga

anlene tetap bisa

Jakarta, 8 Maret 2017. Perempuan Indonesia, terutama yang sudah berumah tangga, pada umumnya mengatakan kalau keluarga adalah prioritas utama. Baik itu ibu rumah tangga atau ibu bekerja, rutinitas hariannya kurang lebih sama. Bangun paling pagi dan tidur paling malam. Pagi-pagi sudah diawali dengan menyiapkan seluruh kebutuhan aktivitas suami dan anak, seperti menyiapkan sarapan dan pakaian. Hingga malam hari memastikan bahwa seluruh urusan rumah tangga pada hari itu sudah selesai. Meskipun ada asisten rumah tangga sekalipun, tidak serta merta seluruh tugas diambil alih asisten.

Menurut Survey Kesehatan Perempuan Indonesia tahun 2017 yang diselenggarakan oleh PT Fonterra Brands Indonesia dan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) serta diikuti oleh 500 perempuan di 5 kota besar di Indonesia, terungkap fakta bahwa prioritas teratas perempuana Indonesia adalah keluarga. Perempuan Indonesia memiliki banyak tanggung jawab, mengurus orangtua, anak, suami, bahkan teman. Tapi bagaimana dengan mengurus diri sendiri?

“Masyarakat Indonesia tidak memprioritaskan kesehatan mereka dengan cara menjalani gaya hidup aktif atau mengonsumsi makanan sehat. Hal ini terutama berlaku untuk perempuan, yang memainkan peran utama di keluarga dan masyarakat,” ujar Rohini Behl, Marketing Director, Fonterra Brands Indonesia.

Indy Barends, brand Ambassador Anlene sekaligus host pada acara ini juga mengatakan kalau perempuan Indonesia itu kuat. Kalau perempuan Indonesia gak kuat, siapa yang akan mengurus suami dan anak. Tapi terkadang perempuan Indonesia suka lupa memikirkan diri sendiri

Acara diawali dengan melakukan beberapa permainan di luar ruangan. Menunjukkan bahwa perempuan selalu bergerak aktif. Tetapi dengan bertambahnya usia mulai timbul beberapa kendala seperti cape, sakit sendi, dan lainnya.

Teman-teman pernah nonton video Titi Rajo Bintang yang sedang main drum tapi kayak berantakan trus terjatuh? Videonya sempat viral juga. Seru sih lihatnya. Maksudnya seru lihat komen-komennya yang segala rupa. Ada yang ngejudge, ada yang menganalisa, macam-macam lah pokoknya. Padahal gak tau cerita aslinya.

Jadi, video yang berdurasi gak sampe 1 menit itu gak memperlihatkan ceritanya secara utuh. Di media gathering ini diperlihatkan versi fullnya.

Jadi, Titi diberi tantangan oleh Anlene untuk bermain drum menggunakan pakaian khusus yang sudah diberi pemberat di beberapa bagian tertentu. Ketika bermain drum, baju khusus ini mulai memberatkan dan menghambat pergerakannya. Maksud diberi baju khusus memang untuk menunjukkan di usia 60-70 tahun  aktivitas kita mulai melambat karena mulai terasa berat di beberapa area. Tapi bila abai dengan kesehatan bisa jadi sebelum usia tersebut berbagai kendala yang menghambat aktivitas sudah mulai dirasakan


"Penting sekali untuk menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot karena semakin usia bertambah maka densitas tulang semakin berkurang. Kecepatan dan flesibilitas otot juga akan berkurang. Hidup aktif dan nutrisi yang seimbang adalah cara untuk menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot," ujar dr. Andi Kurniawan Sp.KO, Spesialis Kedokteran Olahraga, Sekretaris Jenderal PEROSI

Survey yang melibatkan 500 perempuan dengan rentang usia 35 s/d 55 tahun di 5 kota besar di Indonesia (Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Makassar, dan Medan ) dilandasi oleh data bahwa kekurangan aktivitas fisik menjadi 1 dari 10 faktor yang menyebabkan timbulnya penyakit tidak menular seperti jantung, darah tinggi, diabetes, dan lain sebagainya. Dari hasil survei tersebut didapat fakta hanya 20% dari perempuan Indonesia yang disurvei yang melakukan aktivitas fisik secara rutin.

Sibuk mengurus keluarga dan aktivitas di masyarakat menjadi alasan utama perempuan tidak melakukan aktivitas fisik. Minimal perempuan Indonesia melakukan 9 aktivitas setiap harinya dengan tingkat kesibukan tertinggi ada di pagi hari.


anlene tetap bisa

Umumnya perempuan Indonesia merasa dirinya selalu sehat. Padahal sering mengabaikan asupan gizi seimbang. Mayoritas perempuan yang disurvei pun mengatakan kalau mereka sudah melakukan aktivitas fisik setiap harinya. Melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga dianggap aktivitas fisik. Tetapi aktivitas fisik yang bertujuan untuk menjaga kesehatan bukan yang seperti itu. Berolahraga adalah aktivitas fisik yang sesungguhnya untuk menjaga kesehatan. Tidak perlu berlama-lama berolahraga. 30 menit atau 150 jam seminggu sudah cukup.

Akibat kurang memperhatikan asupan gizi seimbang dan berolahraga bisa berakibat pada kesehatan tulang, sendi, dan otot. 58% perempuan yang kurang memperhatikan hal ini bisa menderita sakit punggung, sakit otot, atau pegal-pegal. Tapi mereka tidak melakukan apapun untuk mengecek kesehatan, paling hanya minta dipijat atau menggunakan koyo. Berdasarkan survey, 2 dari 3 perempuan Indonesia enggan mengecek kesehatannya karena takut mengetahui hasil kesehatan kalau mereka tidak bisa mengurus keluarga hingga hari tua kelak.


Menurut Bernadeth Virna Widiastuty, Senior Brand Manager Anlene, Fonterra Brands Indonesia, "Masyarakat Indonesia setuju tentang pentingnya menjaga kesehatan. Tetapi kesehatan lenjadi less priority setelah keluarga, keuangan, dan spirital."
anlene tetap bisa

Definisi aktivitas fisik adalah aktivitas yang mengakibatkan kontraksi otot dan mengeluarkan energi. Aktivitas fisik ada 3 kategori, yaitu ringan, sedang, dan berat. Aktivitas yang direkomendasikan untuk kesehatan tulang, sendi, dan otot adalah aktivitas yang meningkatkan denyut jantung dan pernapasan. Peningkatan saat berolahraga ini bisa menguatkan jantung dan pernapasan. Sedangkan untuk menguatkan otot bisa dengan cara latihan angkat beban secara rutin

Kegiatan harian yang biasa dilakukan perempuan belum bisa dikatakan aktivitas fisik karena hanya mengeluarkan keringat. Tetapi aktivitas harian tersebut tidak mengingkatkan denyut jantung dan pernapasan. Begitu juga dengan aktivitas seperti jalan-jalan di mall.


anlene tetap bisa

Waspada dengan lingkaran setan yang menghalangi aktivitas fisik. Seseorang mengalami sakit pada lutut membuat aktivitasnya menjadi berkurang dan memilih untuk banyak duduk.  Karena kebanyakan duduk, maka pinggang menjadi sakit. Dari berkurangnya aktivitas, resiko overweight pun mulai muncul. Beban yang meningkat di sendi akibat overweight akan menyebabkan panggul menjadi sakit. Semakin banyak bagian tubuh yang sakit, aktivitas semakin berkurang. Yang tadinya kebanyakan duduk, menjadi mulai banyak tidur. Overweight menjadi obesitas dan resikonya adalah penyakit jantung hingga berujung kematian. Lingkaran setan ini bisa dihentikan dengan gaya hidup yang aktif serta asupan nutrisi yang seimbang.

Tes pertama adalah mengecek fleksibilitas tubuh bagian atas. Caranya, posisikan tangan yang aktif di atas *kalau kidal berarti tangan kiri yang di atas. Tangan yang lain berada di bawah. Telapak tangan yang di bawah menghadap ke depan. Kemudian kedua telapak tangan disatukan. Jarak kedua telapak tangan menentukan fleksibelitas tubuh. Bila jaraknya 0 alias kedua telapak tangan berhasil disatukan berarti fleksibelitas sesuai dengan usia kita saat ini. Jarak 0-5 masih termasuk normal. Bila di atas 5 berarti di bawah rata-rata.

Tes kedua adalah melakukan gerakan berdiri dan duduk beberapa kali selama 1 menit. Tangan disilangkan di bagian dada dan jangan menggunakan alas kaki. *Di foto menggunakan alas kaki karena sedang ada di acara.* Lakukan gerakan berdiri dan duduk semaksimal yang kita mampu selama 1 menit. Bila dalam 1 menit gerakan berdiri dan duduk kurang dari 37 kali berarti kemampuan gerak tubuh masih di bawah usia sebenarnya, 37 s/d 50 kali sesuai dengan usia tubuh kemampuannya, di atas 50 kali berarti di atas rata-rata.

Menurut Ines Yumahana Gulardi, Senior Nutrition Manager, Fonterra Brands Indonesia, Anlene sudah melakukan tes move check kepada sejumlah responden sejak tahun lalu. Untuk tes pertama, hasilnya kebanyakan cukup baik. Tetapi untuk tes kedua, mayoritas di bawah rata-rata.

Bertepatan dengan International Women's Day, Anlene membuat acara media gathering peluncuran kampanye  "Anlene #TetapBisa" di Ballroom InterContinental Jakarta Midplaza. Sebelumnya fokus Anlene adalah di kesehatan tulang. Sekarang fokus Anlene tidak hanya untuk kesehatan tulang tetapi juga sendi dan otot. Alasannya, bila salah satu saja dari 3 bagian ini sakit, maka aktivitas menjadi tidak nyaman. Oleh karena itu Anlene dengan formula terbaru ingin mengajak perempuan Indonesia tetap sehat beraktivitas hingga usia senja.


Formula baru Anlene MoveMax™ yang menyediakan kombinasi nutrisi unik untuk mendukung mobilitas dan kebebasan bergerak, sehingga memungkinkan masyarakat Indonesia untuk menjalani gaya hidup yang aktif dan sehat melalui tulang, sendi dan otot yang kuat.

Sudah saatnya perempuan Indonesia mulai menyayangi dan peduli kesehatan diri sendiri. Bila tubuh sehat, maka perempuan pun lebih mampu memberikan yang terbaik bagi orang-orang tersayang di sekitar.

anlene tetap bisa
Anlene MoveMax™ dengan formula yang semakin disempurnakan untuk kesehatan tulang, otot, dan sendi

Tuesday, March 14, 2017

Parenting Ibarat Mendaki Gunung

Parenting Ibarat Mendaki Gunung


(+) Menjadi orang tua ibarat mendaki gunung
(-) Ya, tapi melangkah step by step saja. Jangan terburu-buru sampai puncak
*Dialog di salah satu episode NCIS: New Orleans 2

Sejujurnya, ketika akan menikah, bayangan Chi tentang sebuah keluarga itu yang indah-indah aja. Menikah dengan orang yang dicintai. Bakal bahagia kalau dikaruniai anak. Malah Chi sempat berharap dikasih anak banyak kalau perlu kembar sekalian 😂

Saking merasa siap berumah tangga, Chi pun memutuskan resign dari kantor beberapa bulan sebelum menikah. Tentu aja keputusan ini sudah didiskusikan dan disetujui terlebih dahulu oleh (calon) suami alias K'Aie. Chi juga merasa santai aja menjalani kehidupan sebagai ibu rumah tangga.

Tadinya Chi membayangkan kalau ribetnya menjadi orang tua paling pada saat anak-anak masih balita. Saat belajar jalan, disuapin, belajar bicara, dimandiin, dan lain sebagainya. Gak sedikitpun Chi merasa sedih atau galau karena seperti tidak punya me time. Buat Chi, main bersama anak-anak juga termasuk me time.

Dulu, Chi belum akrab dengan dunia internet. Jadi untuk mendapatkan ilmu parenting, Chi berlanggan berbagai tabloid serta majalah. Rajin beli berbagai buku parenting. Kalau baca buku, majalah, atau tabloid parenting sepertinya mengasuh anak itu mudah. Padahal nyatanya gitu, deh. Kadang mudah, kadang juga bikin pusing hehehe. Tapi Chi gak pernah terintimidasi sama berbagai ilmu parenting yang didapat dari manapun. Dibaca/didengarkan, dipertimbangkan, trus dipraktekkan. Begitu aja kuncinya. Saat mempraktekkan juga dilihat dari karakter anak. Biasanya orang tua lebih paham karakter masing-masing anak.

Iya, tadinya Chi pikir urusan parenting akan berhenti ribetnya setelah anak bisa makan, mandi, main, dan segala aktivitas lainnya dilakukan sendiri. Setelah melewati masa itu, orang tua tinggal bersenang-senang karena sudah bebas. Ternyata enggak.

Chi merasa tantangan menjadi orang tua justru mulai makin 'sedap' setelah anak mulai beranjak pra-remaja. Di satu sisi asiknya udah semakin bisa diajak bertukar pikiran. Tapi di sisi lain, rasa ke-aku-annya pun mulai muncul. Belum lagi kalau bicara pergaulan zaman sekarang dan sebagainya. Kadang bikin parno orang tua. *Rasanya pengen balikin anak-anak jadi balita lagi.* 😢

Bacaan parenting untuk anak pra-remaja juga gak sebanyak seperti untuk anak bayi atau balita. Chi pun beberapa kali memutar kenangan saat masih remaja. Seperti apa rasanya dan bagaimana ingin diperlakukan saat usia itu. Ngobrol juga dengan orang tua dan juga sodara atau teman-teman, terutama yang mempunyai anak sebaya.

Itulah yang Chi lakukan sekarang. Perjalanannya memang gak selalu mulus. Sering Chi harus tarik napas panjang, malah kadang menangis. Tapi Chi percaya yang namanya bonding dengan anak harus selalu dijaga. Salah satu cara yang efektif dengan terus menjalin komunikasi yang baik.

Chi memang sempat rada tegang menghadapinya. Bawaannya makin parno aja ketika anak semakin beranjak remaja. Tapi setelah merenung, beberapa kali diskusi sama K'Aie, Chi pun berusaha kembali lebih santai. Khawatir tentu aja harus tapi jangan sampai parno berlebihan. Berdo'a untuk kebaikan semua pastinya wajib. Pererat kembali bonding dengan anak. Alhamdulillah suasana rumah dan keakraban bersama anak-anak kayaknya jadi makin lengket. Apalagi anak-anak yang sudah masuk usia remaja memang sebenarnya sedang butuh banyak didengar

[Silakan baca: Keke Lagi Puber, Nai yang Sedih]

Kalau teman-teman perhatikan *ada yang perhatiin, gak? 😜*Chi mulai jarang nge-blog. Penurunan kuantitas ini sejak tahun 2016. Ada beberapa penyebabnya, sih. Salah satunya tentang anak. Tahun 2016 kemarin Chi fokus ma anak-anak, terutama Keke.

Bukan berarti sebelumnya gak fokus ma anak-anak. Hanya saja di tahun 2016 memang menuntut lebih. Awal 2016, Keke sedang bersiap menghadapi UN. Karena kami bertekad gak akan mendaftarkan Keke ke bimbel manapun, maka konsekuensinya adalah Chi yang harus terjun langsung mengajarkan Keke untuk persiapan UN.

[Silakan baca: Tanpa Ikut Bimbel, Nilai UN Bisa Tetap Bagus? Bisa!]

Usai UN, Keke sakit typus lumayan lama. Trus sekarang juga dia masih masa adaptasi menjadi siswa sekolah negeri setelah selama ini selalu sekolah swasta. Jadi waktu bersama anak-anak semakin Chi tambah. Lagi pengen lebih banyakin ngobrol aja *Padahal setiap hari juga ngobrol*. Jadinya sekarang rada berkurang update blog 😁

[Silakan baca: Pilih Sekolah Swasta atau Negeri?]

Kalau diibaratkan menjadi orang tua seperti sedang mendaki gunung sepertinya Chi setuju. Ketika sedang mendaki, kadang semangat tapi kadang cape. Beristirahatlah sejenak bila dirasa perlu. Harus mengatur napas dan langkah biar biar bisa terus sampai puncak. Gak usah terburu-buru. Nikmati pemandangan selama pendakian, hirup udara segarnya. Jangan lupa bawa perbekalan untuk mendaki. Dalam hal ini selalu berusaha update tentang kehidupan remaja termasuk ilmu parentingnya. Semangat! 💪

Friday, March 10, 2017

Memasak Nasi Liwet Tulang Jambal di Belanda

Memasak Nasi Liwet Tulang Jambal di Belanda

resep nasi liwet tulang jambal, kejutan awal tahun alfamart

Memasak nasi liwet tulang jambal di Belanda? Beneran? Seriusan?

Sebelum dijawab bener apa enggak, Chi mau tanya dulu. Siapa yang suka nasi liwet? Kalau kami sekeluarga suka. Chi pun seneng bikinnya karena gampang.


Bahan-Bahan:

  • 250 gr Tulang jambal
  • Beras - Cuci bersih *Chi lupa berapa banyak. Pokoknya satu panci berdiameter 24 cm itu cukup untuk 3 porsi
  • 8 butir bawang merah - iris tipis
  • 6 siung bawang putih - iris tipis
  • 2 lembar daun salam
  • 3 cm lengkuas - digeprek
  • 2 batang sereh - digeprek
  • Air secukupnya
  • Minyak goreng  

 

Cara Membuat:

  1. Cuci bersih tulang jambal kemudian rendam di air garam kurang lebih 15 menit, tiriskan
  2. Tumis tulang jambal hingga berwarna kecoklatan
  3. Tumis semua bumbu lain hingga harum
  4. Masukkan beras yang sudah dicuci bersih ke dalam panci. Beri air secukupnya
  5. Masukkan tumisan tulang jambal dan bumbu lainnya ke dalam panci yang berisi beras
  6. Masak beras hingga tanak dengan api sedang
  7. Setelah nasi tanak, kecilkan api dan tutup pancinya
  8. Lanjutkan memasak hingga nasi matang


Tips:

  • Merendam ikan asin di air garam tidak membuat ikan semakin asin justru berkurang rasa asinnya. Tapi tetap berasa asinnya sehingga saya merasa tidak perlu menambahkan garam lagi untuk masakan ini
  • Masak nasi liwet cukup 15-18 menit saja. Tapi sebaik sesekali dilihat, siapa tahu udah matang sebelum 15 menit.
  • Tulang jambal bisa diganti dengan teri atau ikan asin lain. Bebas aja lah sesuai selera
  • Kenapa milih tulang jambal? Dagingnya memang masih ada? Masih lah. Tapi tergantung penjualnya juga, sih karena suka ada yang jual cuma tulang. Kalau Chi milih yang masih ada dagingnya biar dagingnya bisa dimakan trus tulangnya diisep-isep 😂
  • Dikasih daun kemangi bikin nasil liwet semakin wangi *Cuma waktu itu Chi lupa beli 😅
  • Dikasih cabe rawit atau cabe lain juga boleh. Chi gak kasih cabe rawit karena bikin Ase Cabe Gendot buat temen nasi liwet ini. Resep ase cabenya nanti, ya.
resep nasi liwet tulang jambal, kejutan awal tahun alfamart

Pas masak ini sebetulnya hasilnya rada gosong bagian bawahnya *ups! 😜* Ya itu gara-gara Chi mandi dulu. Agak kelamaan mandinya, jadi aja masakannya rada gosong. Untung cuma dikit gosongnya hehehe. Yang menyenangkan, memasak pakai cookware Royal VKB keraknya gak nempel.  Malah Chi sempet bersihin pancinya cuma pake tissue towel udah langsung bersih lagi. Walaupun akhirnya Chi cuci juga pakai sabun pencuci piring. Abis udah kebiasaan kalau nyuci gak pake sabun rasanya kurang afdol 😄

Ada 5 kelebihan peralatan masak premium Royal VKB, yaitu

  1. Kualitas teflonnya tahan lama dan tidak mudah rusak
  2. Panas merata
  3. Mudah dibersihkan
  4. Handle tidak panas ketika digunakan
  5. Lulus uji standar kualitas Eropa

Nah sekarang balik ke pertanyaan awal. Beneran masak di Belanda? Iya beneran di Belanda alias Belakang Dapur hehehe. Etapi, dari urusan memasak trus berkesempatan ke Belanda, mendapatkan motor, atau banyak hadiah lainnya juga bisa banget. Caranya, ikutan Program Kejutan Awal Tahun (KAT) Alfamart 2017.


Peralatan Masak Premium Royal VKB



Sebetulnya Chi rada jarang beli alat masak. Punya mamah yang pinter masak dan rajin beli peralatan masak, Chi tinggal minjem aja hehehe. Pengen juga punya peralatan masak sendiri. Maunya yang murah tapi berkualitas. 😂

Kayaknya mustahil banget beli beralatan murah tapi berkualitas. Apalagi Chi pernah denger ada salah seorang chef bilang kalau alat masak juga ibarat investasi. Jangan ragu beli peralatan masak yang mahal. Gara-gara program KAT Alfamart 2017, Chi bisa punya peralatan masak premium dengan diskon 85%!



Caranya belanja minimal Rp30.000,00 berlaku kelipatan, teman-teman sudah mendapatkan 1 stamp. Kalau belanja produk sponsor bisa mendapatkan stamp tambahan. Setelah terkumpul 10-15 stamp, teman-teman sudah bisa menukarkan stamp dengan peralatan masak pilihan cukup menambah sejumlah nominal tertentu.

Bila teman-teman khawatir stamp fisik bakal hilang atau rusak, bisa menggunakan stamp digital. Syarat pertama harus punya kartu Ponta dulu. Setelah itu install Digital Alfastamp Apps versi 2.0 *Bisa dicari di Google Play* Nanti stampnya disimpan secara digital. Gak usah khawatir hilang atau rusak kalau pakai stamp digital. Selain itu harga tebusannya juga lebih murah.

Ngumpulin 10 s/d 15 stamp kayaknya berat, ya? Kalau kata Chi enggak juga. Belanjanya kan gak sekaligus. Bisa dicicil jadi beberapa kali belanja. Kalau Chi salah satu belanjaan rutin adalah susu cair untuk minuman harian Keke dan Nai. Bisa 2-3 hari sekali Chi belanja susu cair. Kebetulan Ultra jadi salah satu produk sponsor, lumayan bisa dapat stamp tambahan. *Bisa lihat di poster apa aja yang jadi produk sponsor


Kontes Resep Enak



Udah punya peralatan masak berkualitas, sekalian aja ikutan kontes resep enak. Untuk syarat dan ketentuannya bisa lihat di poster. Hadiahnya juga keren-keren. Tour ke Belanda, sepeda motor, hingga uang tunai. Dan semua pemenang juga berhak mendapatkan 1 set cooking ware.

Gak hanya yang ikut kontes resep enak aja yang berkesempatan jalan-jalan ke Belanda. Apabila teman-teman sudah terkumpul sejumlah stamp dan menukarkannya dengan peralatan masak pilihan juga bisa ikut undian berhadiah jalan-jalan ke Belanda.

Teman-teman ikutan, ya! Catet dulu nih periodenya biar jangan terlewat


  • Pengumpulan Stamp: 16 Januari - 8 Mei 2017 
  • Penukaran Stamp: 16 Januari - 21 Mei 2017
  • Kontes Resep Enak: 16 Februari - 31 Maret 2017 

Teman-teman juga bisa membaca info ini di situs Alfamart. Kira-kira peralatan masak premium Royal VKB mana yang jadi favorit teman-teman?

Wednesday, March 1, 2017

Tips Membersihkan Karpet Bulu

Tips Membersihkan Karpet Bulu

http://www.kekenaima.com/2017/03/tip-membersihkan-karpet-bulu.html

Tips Membersihkan Karpet Bulu - Bunda: “Pantesan aja Nai dari tadi betah gogoleran (tidur-tiduran) di karpet. Empuk begini karpetnya.”

Chi pun ikutan gogoleran bareng Nai

Bunda: “Tau gitu gak usah pesan extra bed, ya. Tidur di karpet juga empuk. Tapi ya udah lah, keburu dibayar extra bednya.”

Chi sempat rada nyesel, sih. Kenapa juga buru-buru order extra bed. Harga extra bednya lumayan banget. Setara dengan harga 1 kamar hotel bintang 3 bahkan 4 *Jiwa itung-itungannya mulai keluar hehehe* Udah gitu ada sofa bed pula di kamar. *Duh, kenapa juga sih Chi waktu itu terburu-buru pesan extra bed* *Udah gak perlu disesalin, udah berlalu hihihi*

Karpet memang empuk. Apalagi kalau kualitasnya bagus. Paling enak tuh santai di ruang keluarga, nonton tv, trus tiduran di atas karpet. Tinggal dkasih bantal kayaknya bakal tidur beneran.

Kalau di rumah kami meminimalkan penggunaan karpet. Padahal waktu papah dan mamah pulang dari tanah suci, lumayan bawa beberapa karpet. Tapi digelarnya paling kalau lagi banyak tamu aja. Ya daripada tamunya duduk di lantai kan kasihan karena dingin. Kalau pada menginap pun sebagian tidur beralaskan karpet.

Tapi di sisi lain, karpet juga jadi musuh. Chi dan anak-anak punya alergi terhadap debu. Kalau Chi imbasnya ke kulit, anak-anak ke pernapasan. Keke mudah sekali pilek berkepanjangan kalau sedang kena debu. Sedangkan Nai memiliki asma. Meskipun sudah lama tidak kambuh, tapi tetap harus dijaga supaya jangan lagi terpicu.

Sebetulnya gak perlu juga karpet dijadikan musuh asalkan rajin dibersihkan. Iya kalau enggak rutin dibersihkan, karpet bisa jadi salah satu sarang debu. Tapi masalahnya Chi juga suka males bersihin. Abis beraaaaattt hehehe. Jadi paling Chi kepruk pake sapu lidi, di vacuum cleaner, dan dijemur aja.

Yang perlu diberi catatan adalah bila ingin membersihkan karpet menggunakan vacuum cleaner. Apalagi kalau karpetnya itu karpet bulu seperti yang di foto atas. Sebelum divacuum, karpet sebaiknya dialasi dulu dengan kain tipis berserat renggang. Tujuannya supaya bulu-bulu pada karpet gak rusak karena kesedot vacuum.

Bila karpet terkena ketumpahan air, langsung diberi tissue atau kain bersih. Cukup ditekan-tekan saja hingga kering. Bila meninggalkan noda, dibersihkan di area yang terkena noda saja. Sikat sedikit dengan sikat lembut.

Chi belum pernah mencuci karpet sendiri. Khawatir lama keringnya. Nanti malah bau apek kalau gak kering. Kalau memang harus dicuci seluruhnya mending bawa ke laundry. Tapi sebelumnya pastikan dulu kita sudah baca label perawatannya.

Kalau udah gitu, sebetulnya gak ada alasan lagi untuk menjadikan karpet sebagai musuh. Asalkan dijaga kebersihannya. Dan ngomong-ngomong urusan kebersihannya gak cuma tentang nge-vacuum dan mencuci aja alias pada saat proses bersih-bersih Saat karpet digelar juga sebaiknya kebersihannya tetap dijaga.


  1. Ingatkan anak-anak untuk tidak menggunakan sepatu atau sandal di atas karpet 
  2. Jangan makan atau minum di atas karpet karena kadang remahan makanan atau air minum suka jatuh ke karpet tanpa disadari 
  3. Kalau memang harus menggelar karpet untuk makan dan minum bersama, sebaiknya dilakukan dengan tertib supaya gak terlalu mengotori karpet 
  4. Gelar karpet di area yang cenderung bersih. Misalnya di ruang keluarga, kamar, atau ruang tamu. Jangan di dapur. Gak ada fungsinya juga karpet digelar di dapur, kan?

Gelarin karpet dulu, deh. Siap-siap nonton film favorit sambil update cerita terbaru di blog. Teman-teman suka karpet yang bagaimana? Kalau karpet bulu bisa jadi alas foto yang instagramable juga, lho.