Rabu, 20 Juli 2016

Sehat, Cerdas, Cantik Bersama Sahabat Ibu dan Body Shop


Sesi sesi tentang kosmetik aman dari BPOM, sesi selanjutnya adalah dari Sahabat Ibu dan Body Shop. Sahabat ibu tidak hanya untuk ibu-ibu saja, lho. Tapi semua perempuan bisa menjadi bagian dari komunitas Sahabat Ibu.

(Baca: 7 Tip Mengetahui Kosmetik yang Aman)


Sahabat Ibu 



Rasa ingin berbagi dengan sesama sahabat ibu menjadi langkah awal berdirinya Sahabat Ibu. Sahabat Ibu sudah ada sejak tahun 2012 dan sudah disosialisasikan kepada sekitar 4-700 ibu dan calon ibu. Hadir di acara tersebut adalah  ibu Eveline E. Soekotjo, Founder Sahabat Ibu, ibu Melyana Tjahyadikarta, Pembina dan Penasehat Sahabat Ibu, dan mbak Ayu Diah Pasha, Pimpinan Redaksi Sahabat Ibu.

"Di website Sahabat Ibu bisa berbagi berbagai kreasi, aneka tip yang akan membuat perempuan Indonesia menjadi lebih sehat, cerdas, cantik," ujar mbak Ayu Diah Pasha.

Ke depannya, Sahabat Ibu ingin mengadakan expo Sahabat Ibu Indonesia. Para komunitas perempuan di Indonesia diharapkan bisa berpartisipasi untuk menunjukkan jati diri serta turut serta berperan aktif agar masyarakat terutama perempuan Indonesia lebih peduli. Banyak problem yang terjaid di masyarakat. Dari sisi makanan saja, berbagai penyakit seperti jantung, kanker, dan lain sebagainya terus meningkat. Belum lagi bicara dari sisi lain seperti kosmetik, obat tradisional, dan sebagainya. Untuk itulah penting bagi perempuan Indonesia menjadi lebih cerdas.
Menurut ibu Melyana, wanita bekerja atau tidak, peran ibu di rumah biasanya sebagai pengambil keputusan. Hari ini anak makan apa, kalau sakit obatnya apa, dan lain-lain biasanya ibulah yang menentukan. Oleh karenannya (sekali lagi) memang penting sekali bagi perempuan untuk menjadi cerdas.

Di website Sahabat Ibu ada 6 kanal, yaitu Lingkungan Hidup, Kesehatan, Gaya Hidup Cerdas, Cantik Menarik, Kreativitas, dan Galeri Acara. Kita pun bisa berkontribusi untuk penulisan di website Sahabat Ibu. Tidak hanya untuk blogger saja. Apabila tulisan sudah ditayangkan makan akan ada link hidup ke blog atau komunitas tempat kita bergabung. Bila tertarik mengirimkan tulisan bisa email ke redaksi.sahabatibu@gmail.com.


Body Shop


Sesi terakhir adalah demo kecantikan dari Body Shop. Brand kosmetik yang terkenal ramah lingkungan. Tetapi sebelumnya, ibu Eveline E. Soekotjo menjelaskan terlebih dahulu value dari Body Shop

"Komitmen Body Shop Indonesia dimulai sejak tahun 1976. Body shop selalu melakukan berbeda terutama yang berkaitan dengan lingkungan. Tujuannya adalah menjadikan perusahaan global yang paling beretika dan berkelanjutan. Dan mengangkat derajat para wanita di seluruh dunia agar lebih percaya diri."

'Beauty with Heart' adalah komitmen sebelumnya yang artinya Body Shop melakukan segala sesuatu dengan hati. Komitmen terbaru adalah "Enrich Our People" artinya menerima segala keberagaman di dunia dan menolak stereotype.

Produk Body Shop tidak melakukan uji tes terhadap binatang. Langkah-langkah terbaru adalah memastikan bahan-bahan yang dipakai mengunakan bahan alami serta mengurangi dampak lingkungan yang timbul. Misalnya ketika Body Shop membuka toko, maka akan ada lahan yang ditanami pohon-pohon dan harus dipastikan terus bertumbuh. 1 toko = menanam 100 pohon. Kepedulian terhadap lingkungan harus dilakukan sejak saat ini. Jangan sampai anak dan cucu di masa depan tidak mengenal pohon, danau, dan lingkungan lainnya.

Setelah pemaparan dari ibu Eveline dilanjutkan dengan demo kecantikan. Dan, karena duduk di samping ibu Eveline trus saat itu tampilan Chi polos aja nyaris tanpa make up, langsung deh diminta Bu Eveline untuk jadi yang dimake up hehehe.

Saat itu Chi memang langsung mau aja. Karena pakai juga produk Body Shop. Sehingga gak khawatir gak cocok ke kulit. Sayang Chi gak punya fotonya after makeupnya, uy. Pokoknya makin cihuy lah wajahnya *uhuk! hahaha*

 
Terima kasih, Body Shop :)


Sahabat Ibu

www.sahabatibu-indonesia.com

Continue Reading
10 komentar
Share:

Selasa, 12 Juli 2016

7 Tips Mengetahui Kosmetik yang Aman

7 Tip Mengetahui Kosmetik yang Aman 
Berbagai produk kosmetik akrab dengan kehidupan sehari-hari. Bagaimana mengetahui kosmetik yang aman? Cari tau, yuk!

“Amankah Kosmetik yang Anda Gunakan?” menjadi tema talkshow yang diselenggarakan oleh BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) dan Sahabat Ibu pada tanggal 16 Juni 2016 di South Quarter Dome, Jakarta. Sebagai pengguna kosmetik, penting sekali untuk mengetahui mana kosmetik yang aman. 1 tindakan untuk masa depan, begitu menurut MC yang membawakan acara ini.

Kosmetik sudah menjadi kebutuhan utama bagi semua orang. Mulai dari bayi hingga dewasa bahkan tua. Tidak hanya perempuan, tetapi laki-laki pun menggunakan kosmetik.

Lho, kok, bayi pakai kosmetik? Trus, laki-laki mana yang pakai kosmetik? Pasti yang metroseksual, ya?

Ternyata, pemikiran bawa anak-anak tidak memakai kosmetik atau hanya laki-laki metroseksual yang menggunakan kosmetik itu tidak tepat. Yang termasuk kosmetik bukan hanya tentang lipstick, blush on, bedak, dan segala peralatan make up lainnya yang identik dengan perempuan. Dra. Mayagustina Andarini. Apt, M.Sc Direktur Penilaian Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetik mengatakan kalau sabun, shampoo, dan deodorant pun termasuk kelompok kosmetik. Nah, apakah ada bayi atau laki-laki yang tidak memakai sabun atau shampoo seumur hidup? Kalau memang ada, berarti baru bisa bilang gak pernah pakai kosmetik.

Visi-Misi BPOM yang utama adalah melindungi masyarakat dari berbagai produk yang di bawah standar. Serta mendorong kemandirian konsumen agar bisa melindungi dirinya dengan memilih produk yang aman. Caranya dengan memberikan edukasi kepada masyarakat. Tidaka hanya untuk kosmetik tapi juga produk lainnya seperti pangan, dan lain-lain. BPOM juga memberikan pengawasan dan diharapkan masyarakat juga membantu melakukan pengawasan. 

Kosmetik identik dengan kulit, tetapi hanya di bagian luar. Apabila dimasukkan di bawah kulit seperti suntik botox, suntik vitamin C, dan lainnya itu bukan termasuk kosmetik tetapi sudah masuk produk obat. Oleh karenanya, apabila ingin melakukan suntik vitamin C atau lainnya harus dilakukan oleh tim medis bukan di salon. Bila ada salon yang menawarkan berbagai suntikan tersebut, sebagai konsumen harus bertanya apakah yang melakukan itu tim medis atau ahli kecantikan?

Kulit yang sehat menunjukkan tubuh yang sehat. Orang yang sedang sakit, bisa cepat terlihat dari kulitnya yang pucat. Sejatinya, penggunaan kosmetik tujuannya adalah untuk melindungi kulit bagian luar. Artinya, bila kita terkena sakit kulit, walaupun pengobatannya di kulit luar, tetap termasuk kelompok obat karena fungsinya adalah menyembuhkan bukan melindungi. Penting juga untuk mengetahui kondisi kulit diri sendiri. Cocok buat orang lain belum tentu cocok untuk diri sendiri.


Belajarlah menjadi konsumen yang cerdas! 


Jangan mudah tergiur dengan iming-iming kosmetik tertentu yang ‘waw!’ Biasanya di toko online suka ada aja penjual kosmetik yang menawarkan produknya bisa memutihkan kulit dalam waktu singkat. Padahal bisa jadi kosmetik tersebut mengandung obat atau malah bahan berbahaya.

Hati-hati juga dengan produk palsu. Produk palsu bisa mirip banget dengan aslinya. Tapi biasanya dijual lebih murah dari harga asli. Bisa jadi itu produk palsu.

Untuk produk yang sudah dikenal pun sebaiknya masyarakat tetap berhati-hati terhadap klaim produk. Apalagi bila sudah dirasa berlebihan. Misalnya, bila ada produk deodorant yang mengklaim mampu bertahan selama 24 jam harus ada bukti uji klinisnya. Uji literature saja tdak cukup. Di negara maju, masyarakatnya malah lebih berani menuntut perusahaan apabila klaim produk tidak sesuai dengan bukti.

7 Tip Mengetahui Kosmetik yang Aman

Berikut, tip mengetahui kosmetik yang aman dilihat dari kemasannya :

  1. Nama kosmetiknya jelas 
  2. Ada netto dari produk tersebut 
  3. Keterangan cara pemakaian dengan jelas 
  4. Tercantum nomor notifikasi produk 
  5. Ada komposisinya. Bahkan kandungan air pun harus ditulis. 
  6. Harus ada nama produsen beserta alamat lengkap beserta nomor teleponnya. Tidak boleh hanya tertulis “PT. Kecantikan, Jakarta – Indonesia”. Apabila bukan kosmetik lokal, berarti nama importir atau distributornya yang harus ditulis lengkap. 
  7. Khusus untuk produk impor, maka seluruh keterangan penggunaan kosmetik harus menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. 
 
Teknologi kosmetik semakin membesar. Lipstik saja, tadinya kita hanya tau yang berbetuk tube. Tapi sekarang banyak macamnya. Iklan kosmetik pun di mana-mana. Yang harus lebih diwaspadai adalah melalui online karena promosi paling gencar dilakukan di sana baik yang legal maupun tidak. Iming-imingnya pun suka lebih dahsyat. Jadi, sebagai konsumen juga harus tau biar gak gampang tergiur iming-iming.

Reaksi setiap kosmetik bisa berbeda untuk setiap orang. Bila menggunakan kosmetik baru, bisa dicoba dulu ke siku atau belakang telinga. Bila tidak menimbulkan reaksi terhadap kulit, misalnya merah-merah, berarti kosmetik tersebut bisa digunakan.

Selain memperhatikan berbagai keterangan yang ada di kemasan, ada hal lain yang juga harus diperhatikan agar tetam aman berkosmetik, yaitu

  1. Apabila kemasan sudah penyok atau bentuknya sudah tidak baik, maka jangan beli kosmetik tersebut. 
  2. Sebaiknya tidak menggunakan kosmetik bersama. Kita tidak tahu apakah pemilik kosmetik sedang memiliki masalah kulit atau tidak. 
  3. Jangan meletakkan kosmetik di dekat jendela yang terkena sinar matahari. Apalagi bila kosmetik tersebut mengandung vitamin C. Kometik yang mengandung vitamin C, mudah sekali teroksidasi bila terkena sinar matahari. Akan lebih baik bila kosmetik ini disimpan di kulkas. 
  4. Langsung ke dokter bila terjadi efek yang tidak diinginkan. Bawa kosmetik yang diduga menjadi penyebabnya. 
  5. Perhatikan masa kadaluarsa. Kosmetik yang belum dibuka berbeda dengan yang sudah dibuka. Misalnya dalam kemasan kosmetik tertera masa kadaluarsanya tertulis tahun Juni 2019. Tapi, ketika produk tersebut sudah dibuka, masa kadaluarsanya tidak akan selama itu lagi. Biasanya di dalam kemasan juga tertulis masa kadaluarsa berlaku 1 tahun setelah produk dibuka *masa kadaluarsa tiap produk beda-beda, ya. Bisa lihat di kemasan maisng-masing* 
 

Tentang Produk Palsu dan Berbagai Berita Hoax


7 Tip Mengetahui Kosmetik yang Aman

Apakah nomor notifikasi di kemasan kosmetik bisa dipalsukan? Bisa banget! Secara kemasan meyakinkan. ketujuh aturan yang harus tertera semua ada. Tapi ternyata nomor notifikasinya palsu. Cara taunya adalah dengan mengecek nomor notifikasi melalui website atau aplikasi BPOM. Masukkan nomor notifikasi yang ada di kemasan. Kalau produknya eye shadow, maka ketika nomor notifikasi diketik akan keluar keterangan kalau produk tersebut eye shadow. Tapi kalau keterangan yang keluar adalah lipstik atau produk lain, maka produk tersebut patut diwaspadai.

Banyaknya info yang beredar di dunia tentang kosmetik palsu jangan langsung dipercaya begitu saja. Berita hoax semakin banyak beredar. Mendingan cek langsung di web BPOM, deh. Websitenya termasuk update untuk berbagai berita terkini. Termasuk klarifikasi BPOM tentang berbagai berita yang ada di masyarakat.

7 Tip Mengetahui Kosmetik yang Aman

Setelah tentang kosmetik, ada juga sesi bagaimana mengetahui makanan yang mengandung zat berbahaya bagi tubuh. Apalagi saat acara tersebut dilaksanakan bertepatan dengan bulan Ramadhan. Dimana penjual makanan pembuka puasa sangat banyak dimana-mana. Bukan bermaksud mencurigai apalagi menuduh kalau semua makanan yang dijual itu tidak sehat. Tapi, sebagai konsumen tetap harus berhati-hati.

Apabila ada kecurigaan, terhadap suatu produk makanan, bisa datang ke BPOM untuk melakukan uji produk. Tapi, sebagai pengetahuan dasar, bisa lihat video ini dulu. Setidaknya jadi tau seperti apa sih produk makanan yang harus diwaspadai.

Sesi berikutnya, giliran Sahabat Ibu dan Body Shop. Postingan selanjutnya aja, ya :)

BPOM


Jl. Percetakan Negara no, 23
Jakarta 10560

Contact Centre
  • HALOBPOM 1-500-533 (pulsa lokal)
  • SMS 0-8121-9999-533
  • Email: halobpom@pom.go.id
 
www.pom.go.id
GooglePlay: Cek BPOM

Continue Reading
8 komentar
Share: