4 Tips Mencegah Obesitas pada Anak - Pernah kebayang gak bagaimana mencegah obesitas pada anak? Salah satu kekhawatiran orang tua terhadap anak yang umum terjadi adalah urusan pola makan. Biasanya sih orang tua khawatir kalau anaknya udah susah makan. Udah melakukan gerakan tutup mulut. Khawatir berat badannya di bawa normal.

Justru seneng banget kalau makannya mudah. Padahal tetap harus hati-hati juga kalau terlalu mudah makan dan tidak dikontrol malah bisa menimbulkan masalah kegemukan juga, lho.

Di acara halbil lalu, ada salah seorang keluarga yang pangling melihat Keke. Tidak hanya tinggi, tetapi badan Keke dianggap ideal. Berbeda dengan cucunya yang gemuk, padahal seumuran ma Keke. Mulai deh nanya-nanya apa tipsnya supaya badannya bisa seperti Keke.


tips mencegah obesitas pada anak
Keterangan: Keke waktu jadi MC di acara perpisahan kelas


[Silakan baca: Gerakan Tutup Mulut]


Apa itu Obesitas?


Menurut situs IDAI, Obesitas adalah lemak tubuh yang berlebihan yang disimpan dalam tubuh. Obesitas disebabkan oleh energi (kalori) yang masuk lebih banyak dari energi (kalori) yang keluar.

Seseorang termasuk obesitas juga ada cara mengukurnya. Jadi gak hanya melihat seseorang berbadan gemuk, kemudian langsung 'dicap' obesitas. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikator apakah seseorang memiliki tubuh ideal atau tidak.

IMT = Berat Badan (kg) / (Tinggi Badan (m)) 2

Tetapi, kalau Chi nyaris gak pernah menghitung IMT. Andalannya selalu kurva tumbuh kembang anak yang ada di buku catatan kesehatan anak-anak. Ya, kalau mau lebih detil memang mendingan tanya ke dokter. Pertimbangannya pasti lebih jelas dan terperinci.

Pernah ya ada kejadian waktu Keke berusia di bawah 6 bulan, seseorang 'memaksa' kami supaya mengatur pola makan Keke. Diharuskan diet karena Keke terlihat overweight. Memang bener banget kalau lihat dari grafik pertumbuhan, Keke termasuk overweight untuk anak seusianya. Tetapi, ketika kami konsultasi ke dokter anak, gak langsung didiagnosis overweight.

Kami ditanya dulu pola makan dan asupan Keke bagaimana. Saat itu Keke masih ASI Eksklusif. Justru karena masih ASIX, dokter anak melarang Keke diet. Katanya, gak apa-apa kalau anak yang masih ASIX berat badannya berlebih. Kecuali, kalau Keke sudah diberi asupan lain, tentu wajib diet. Lega deh mendengar penjelasan dokter anak.


Mencegah Obesitas pada Anak Berawal dari Rumah


Pola Makan Teratur dan Sehat

cara mudah mencegah obesitas pada anak
Tampil di acara graduation angkatannya


Harus diakui kalau kadang-kadang kami belum terlalu disiplin dengan pola makan sehat. Ya, kadang-kadang menu sehari-hari kami masih tanpa sayur. Hanya masak lauk. Jajan termasuk jarang. Sebisa mungkin tetap masak untuk makanan sehari-hari. Kalau masak sendiri, Chi merasa lebih bisa mengontrol apa aja yang dikonsumsi oleh keluarga. Senangnya lagi, Keke dan Nai juga bukan anak yang picky eater.

Tetapi, pola makan teratur itu wajib. Apalagi buat Keke. Dia mah telat sedikit. Anaknya gampang masuk angin kalau sampai terlambat makan. Pernah ada yang bilang kalau Keke kok lemah, telat makan aja bisa sakit. Hehehe kalau kami malah melihat dari sisi positifnya. Justru semakin memudahkan kami untuk mengajarkan anak-anak supaya tertib dengan jadwal makan. Kalau sampai malas kan berasa sendiri gak enaknya kayak gimana.

Kalau sedang dalam perjalanan jauh, kami sudah terbiasa membawa bekal. Ke sekolah juga Keke dan Nai masih bawa bekal, ding. Gak tau deh nanti Keke masih mau bawa bekal atau enggak di SMA. Tetapi, setidaknya dia udah terbiasa gak makan sembarangan.

Anak-anak gak melakukan diet apapun. Bundanya aja yang mulai diet karbo hehehe. Pokoknya mereka mah yang penting makan teratur. 

[Silakan baca: 5 Tips Mengajarkan Anak Terbiasa Makan dengan Tertib]


Penggunaan Gadget yang Tidak Berlebihan

Berapa lama waktu yang tepat untuk anak-anak bersentuhan dengan gadget? Sudah banyak artikel yang menulis tentang screen time untuk anak sesuai usia. Silakan googling aja. Tetapi, kalau Chi batasannya jangan sampai terlalu berlebihan.

Ya, kalau melihat Keke dan Nai yang mulai berkacamata, suka feeling guilty juga. Chi suka merasa apa jangan-jangan mereka berlebihan menggunakan smartphone/laptop. Tetapi, Chi juga melihat aktivitas sehari-sehari mereka masih banyak yang jalan alias gak mager juga.

Gadget memang bisa bikin kita mager kalau gak dikontrol pemakaiannya. Udahlah bikin malas bergerak, ditambah lagi kalau pakai ngemil. Tau-tau panik berat badannya nambah hehehe. Tetapi, Chi juga gak mungkin melarang anak-anak untuk tidak mengenal gadget. Sekarang penggunaanya tidak sekadar untuk hiburan. Tugas sekolah aja udah ada beberapa yang menggunakan laptop. Bahkan UNBK pun pakai laptop.

[Silakan baca: Anak Generasi Gadget Juga Bisa Lupa Gadget]


Berolahraga dengan Teratur

agar anak tidak obesitas
Waktu ikut sekolah balap motor


Waktu masih tinggal di Bekasi, Keke dan Nai latihan taekwondo seminggu sekali. Udah setahunan ini berhenti karena belum tau mau latihan di mana setelah pindah. Sayang juga padahal karena udah sekian tahun ikut Taekwondo. Sebelumnya anak-anak pernah kursus berenang seminggu sekali.

Sebelum pindah malah setiap sore, kecuali akhir pekan wajib berolahraga di kompleks. Boleh lari atau sepedaan. Di sini agak berkurang olahraga karena bukan lagi tinggal di komplek. Kurang nyaman kalau mau olahraga di dekat rumah. Enakan jalan ke GOR dulu. Tetapi, paling seminggu sekali.

Berat badan Keke saat ini lagi agak menggemuk. Sebetulnya masih termasuk ideal. Tetapi, karena dia juga kadang-kadang ikut balap motor, sebaiknya badannya lebih kurus lagi. Sekitar 1-2 bulan ini memang dia jarang berolahraga karena sibuk ikut bimbel untuk menghadapi UNBK. Setelah itu mulai masuk bulan Ramadan.

[Silakan baca: Belajar Menjadi Pembalap Motor di 43 Racing School]

Sekarang dia mulai rajin olah raga lagi. Itupun atas kesadaran sendiri. Chi udah gak perlu memaksa dia untuk rutin olahraga. Ya kalau udah kebiasaan, jadinya dengan sendirinya juga dia rutin berolahraga. Biasanya Keke memilih lari setiap hari atau 2 hari sekali.


Istirahat yang Cukup dan Jangan Begadang

Setiap kali libur sekolah, selalu aja jadi PR untuk meminta mereka tidur cepat. Kalau lagi libur sekolah, mereka bisa tidur di atas pukul 11 malam. Padahal kalau hari sekolah, pukul 9 atau setelatnya pukul 10 malam udah dengan kesadaran sendiri tidur.

Semakin larut kita tidur juga bisa bikin berat badan naik. Biasanya menjelang tengah malam suka lapar lagi. Mulai deh tuh cari camilan. Kalau perlu malah makan berat. Beberapa tahun lalu, Chi pernah kayak gitu. Nikmat banget deh makan nasi uduk dan pecel ayam hampir setiap tengah malam kemudian lanjut tidur. Baru menyesal setelah berat badan naik lumayan banyak. ๐Ÿ˜‚

Sekarang mulai kejadian sama anak-anak, terutama ma Keke. Nyaris tengah malam, dia suka makan lagi. Padahal baru aja makan malam. Untungnya setelah lebaran ini dia mulai rutin olahraga setiap sore. Mudah-mudahan aja setelah nanti mulai sekolah, jam tidurnya mulai cepat lagi.

Pola makan, kontrol waktu penggunaan gadget, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup memang koentji! Kenapa semua berawal dari rumah? Karena untuk konsisten menjalankan 4 tips itu enaknya memang dari rumah.

Beberapa kali Chi harus tegas sama mereka. 'Memaksa' mereka untuk mau berolahraga. Berkali-kali smartphone disita karena tidak disiplin. Belum lagi ngomelnya. Wah, itu mah panjang deh kalau Chi udah ngomel. ๐Ÿ˜‚

Semua demi kesehatan mereka juga. Punya berat badan ideal buka semata-mata untuk mencari pujian, tetapi biar sehat. Soalnya pernah juga ada anak tetangga yang harus dioperasi lututnya karena obesitas. Pastinya gak berharap Keke dan Nai mengalami kejadian yang sama. Mendingan mencegah daripada kejadian, kan. Makanya Chi cukup tegas mengingatkan mereka tentang hal ini.

Keke itu sejak lahir sudah cukup besar yaitu 3,99 kg. Kalau Nai sekitar 3,5 kg. Kalau gak disiplin, Keke agak mudah bertambah berat badannya. Kalau Nai persis kayak Chi dulu. Mau makan banyak juga segitu aja berat badannya. Tetap kurus, susah naiknya. 

Tetapi, begitu Chi punya anak kedua, mulai kebalikannya. Sekarang makan sedikit aja kayaknya gampang naik berat badannya hehehe. Makanya mendingan Nai mulai disiplin dari sekarang meskipun berat badannya segitu-gitu aja, deh.

Itu aja sih 4 tips mencegah obesitas pada anak versi keluarga kami. Ada saran lain? ๐Ÿ˜Š