Rabu, 12 Juni 2019

4 Tips Mencegah Obesitas pada Anak

Pernah kebayang gak bagaimana mencegah obesitas pada anak? Salah satu kekhawatiran orang tua terhadap anak yang umum terjadi adalah urusan pola makan. Biasanya sih orang tua khawatir kalau anaknya udah susah makan. Udah melakukan gerakan tutup mulut. Khawatir berat badannya di bawa normal.

Justru seneng banget kalau makannya mudah. Padahal tetap harus hati-hati juga kalau terlalu mudah makan dan tidak dikontrol malah bisa menimbulkan masalah kegemukan juga, lho.

Di acara halbil lalu, ada salah seorang keluarga yang pangling melihat Keke. Tidak hanya tinggi, tetapi badan Keke dianggap ideal. Berbeda dengan cucunya yang gemuk, padahal seumuran ma Keke. Mulai deh nanya-nanya apa tipsnya supaya badannya bisa seperti Keke.

tips mencegah obesitas pada anak

4 Tips Mencegah Obesitas pada Anak

Keterangan: Keke waktu jadi MC di acara perpisahan kelas

[Silakan baca: Gerakan Tutup Mulut]


Apa itu Obesitas?


Menurut situs IDAI, Obesitas adalah lemak tubuh yang berlebihan yang disimpan dalam tubuh. Obesitas disebabkan oleh energi (kalori) yang masuk lebih banyak dari energi (kalori) yang keluar.

Seseorang termasuk obesitas juga ada cara mengukurnya. Jadi gak hanya melihat seseorang berbadan gemuk, kemudian langsung 'dicap' obesitas. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikator apakah seseorang memiliki tubuh ideal atau tidak.

IMT = Berat Badan (kg) / (Tinggi Badan (m)) 2

Tetapi, kalau Chi nyaris gak pernah menghitung IMT. Andalannya selalu kurva tumbuh kembang anak yang ada di buku catatan kesehatan anak-anak. Ya, kalau mau lebih detil memang mendingan tanya ke dokter. Pertimbangannya pasti lebih jelas dan terperinci.

Pernah ya ada kejadian waktu Keke berusia di bawah 6 bulan, seseorang 'memaksa' kami supaya mengatur pola makan Keke. Diharuskan diet karena Keke terlihat overweight. Memang bener banget kalau lihat dari grafik pertumbuhan, Keke termasuk overweight untuk anak seusianya. Tetapi, ketika kami konsultasi ke dokter anak, gak langsung didiagnosis overweight.

Kami ditanya dulu pola makan dan asupan Keke bagaimana. Saat itu Keke masih ASI Eksklusif. Justru karena masih ASIX, dokter anak melarang Keke diet. Katanya, gak apa-apa kalau anak yang masih ASIX berat badannya berlebih. Kecuali, kalau Keke sudah diberi asupan lain, tentu wajib diet. Lega deh mendengar penjelasan dokter anak.


Mencegah Obesitas pada Anak Berawal dari Rumah


Pola Makan Teratur dan Sehat

cara mudah mencegah obesitas pada anak
Tampil di acara graduation angkatannya

Harus diakui kalau kadang-kadang kami belum terlalu disiplin dengan pola makan sehat. Ya, kadang-kadang menu sehari-hari kami masih tanpa sayur. Hanya masak lauk. Jajan termasuk jarang. Sebisa mungkin tetap masak untuk makanan sehari-hari. Kalau masak sendiri, Chi merasa lebih bisa mengontrol apa aja yang dikonsumsi oleh keluarga. Senangnya lagi, Keke dan Nai juga bukan anak yang picky eater.

Tetapi, pola makan teratur itu wajib. Apalagi buat Keke. Dia mah telat sedikit. Anaknya gampang masuk angin kalau sampai terlambat makan. Pernah ada yang bilang kalau Keke kok lemah, telat makan aja bisa sakit. Hehehe kalau kami malah melihat dari sisi positifnya. Justru semakin memudahkan kami untuk mengajarkan anak-anak supaya tertib dengan jadwal makan. Kalau sampai malas kan berasa sendiri gak enaknya kayak gimana.

Kalau sedang dalam perjalanan jauh, kami sudah terbiasa membawa bekal. Ke sekolah juga Keke dan Nai masih bawa bekal, ding. Gak tau deh nanti Keke masih mau bawa bekal atau enggak di SMA. Tetapi, setidaknya dia udah terbiasa gak makan sembarangan.

Anak-anak gak melakukan diet apapun. Bundanya aja yang mulai diet karbo hehehe. Pokoknya mereka mah yang penting makan teratur. 

[Silakan baca: 5 Tips Mengajarkan Anak Terbiasa Makan dengan Tertib]


Penggunaan Gadget yang Tidak Berlebihan

Berapa lama waktu yang tepat untuk anak-anak bersentuhan dengan gadget? Sudah banyak artikel yang menulis tentang screen time untuk anak sesuai usia. Silakan googling aja. Tetapi, kalau Chi batasannya jangan sampai terlalu berlebihan.

Ya, kalau melihat Keke dan Nai yang mulai berkacamata, suka feeling guilty juga. Chi suka merasa apa jangan-jangan mereka berlebihan menggunakan smartphone/laptop. Tetapi, Chi juga melihat aktivitas sehari-sehari mereka masih banyak yang jalan alias gak mager juga.

Gadget memang bisa bikin kita mager kalau gak dikontrol pemakaiannya. Udahlah bikin malas bergerak, ditambah lagi kalau pakai ngemil. Tau-tau panik berat badannya nambah hehehe. Tetapi, Chi juga gak mungkin melarang anak-anak untuk tidak mengenal gadget. Sekarang penggunaanya tidak sekadar untuk hiburan. Tugas sekolah aja udah ada beberapa yang menggunakan laptop. Bahkan UNBK pun pakai laptop.

[Silakan baca: Anak Generasi Gadget Juga Bisa Lupa Gadget]


Berolahraga dengan Teratur

agar anak tidak obesitas
Waktu ikut sekolah balap motor

Waktu masih tinggal di Bekasi, Keke dan Nai latihan taekwondo seminggu sekali. Udah setahunan ini berhenti karena belum tau mau latihan di mana setelah pindah. Sayang juga padahal karena udah sekian tahun ikut Taekwondo. Sebelumnya anak-anak pernah kursus berenang seminggu sekali.

Sebelum pindah malah setiap sore, kecuali akhir pekan wajib berolahraga di kompleks. Boleh lari atau sepedaan. Di sini agak berkurang olahraga karena bukan lagi tinggal di komplek. Kurang nyaman kalau mau olahraga di dekat rumah. Enakan jalan ke GOR dulu. Tetapi, paling seminggu sekali.

Berat badan Keke saat ini lagi agak menggemuk. Sebetulnya masih termasuk ideal. Tetapi, karena dia juga kadang-kadang ikut balap motor, sebaiknya badannya lebih kurus lagi. Sekitar 1-2 bulan ini memang dia jarang berolahraga karena sibuk ikut bimbel untuk menghadapi UNBK. Setelah itu mulai masuk bulan Ramadan.

[Silakan baca: Belajar Menjadi Pembalap Motor di 43 Racing School]

Sekarang dia mulai rajin olah raga lagi. Itupun atas kesadaran sendiri. Chi udah gak perlu memaksa dia untuk rutin olahraga. Ya kalau udah kebiasaan, jadinya dengan sendirinya juga dia rutin berolahraga. Biasanya Keke memilih lari setiap hari atau 2 hari sekali.


Istirahat yang Cukup dan Jangan Begadang

Setiap kali libur sekolah, selalu aja jadi PR untuk meminta mereka tidur cepat. Kalau lagi libur sekolah, mereka bisa tidur di atas pukul 11 malam. Padahal kalau hari sekolah, pukul 9 atau setelatnya pukul 10 malam udah dengan kesadaran sendiri tidur.

Semakin larut kita tidur juga bisa bikin berat badan naik. Biasanya menjelang tengah malam suka lapar lagi. Mulai deh tuh cari camilan. Kalau perlu malah makan berat. Beberapa tahun lalu, Chi pernah kayak gitu. Nikmat banget deh makan nasi uduk dan pecel ayam hampir setiap tengah malam kemudian lanjut tidur. Baru menyesal setelah berat badan naik lumayan banyak. 😂

Sekarang mulai kejadian sama anak-anak, terutama ma Keke. Nyaris tengah malam, dia suka makan lagi. Padahal baru aja makan malam. Untungnya setelah lebaran ini dia mulai rutin olahraga setiap sore. Mudah-mudahan aja setelah nanti mulai sekolah, jam tidurnya mulai cepat lagi.

Pola makan, kontrol waktu penggunaan gadget, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup memang koentji! Kenapa semua berawal dari rumah? Karena untuk konsisten menjalankan 4 tips itu enaknya memang dari rumah.

Beberapa kali Chi harus tegas sama mereka. 'Memaksa' mereka untuk mau berolahraga. Berkali-kali smartphone disita karena tidak disiplin. Belum lagi ngomelnya. Wah, itu mah panjang deh kalau Chi udah ngomel. 😂

Semua demi kesehatan mereka juga. Punya berat badan ideal buka semata-mata untuk mencari pujian, tetapi biar sehat. Soalnya pernah juga ada anak tetangga yang harus dioperasi lututnya karena obesitas. Pastinya gak berharap Keke dan Nai mengalami kejadian yang sama. Mendingan mencegah daripada kejadian, kan. Makanya Chi cukup tegas mengingatkan mereka tentang hal ini.

Keke itu sejak lahir sudah cukup besar yaitu 3,99 kg. Kalau Nai sekitar 3,5 kg. Kalau gak disiplin, Keke agak mudah bertambah berat badannya. Kalau Nai persis kayak Chi dulu. Mau makan banyak juga segitu aja berat badannya. Tetap kurus, susah naiknya. 

Tetapi, begitu Chi punya anak kedua, mulai kebalikannya. Sekarang makan sedikit aja kayaknya gampang naik berat badannya hehehe. Makanya mendingan Nai mulai disiplin dari sekarang meskipun berat badannya segitu-gitu aja, deh.

Itu aja sih 4 tips mencegah obesitas pada anak versi keluarga kami. Ada saran lain? 😊
Keke Naima
Keke Naima

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

78 komentar:

  1. Cateeet untuk bekal nanti pas anak2 remaja. Kalau sekarang, masih berusaha naikin BB anak-anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap! Nanti kalau udah naik mudah-mudahan gak sampai obesitas, ya

      Hapus
  2. gadget itu PR ya. anak zaman sekarang lahir procot udah ada gadget sih, beda banget sama masa kecilku dulu yang gak kenal begituan. main-mainnya jadi lebih ke gadget, trus kurang gerak. dulu waktu kecil sebetulnya juga udah ada gamebot, tapi dilarang punya sama orang tua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, makanya PR banget buat bikin anak-anak sekarang bergerak

      Hapus
  3. Iya anak ku juga terlihat nya besar badannya pas di cek ke DSA bongsor tinggi gede badan nya, semoga terhindar dari obesitas. Aku harus kurangin dia minum susu hehehe kuat banget nyusu nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya kalau dokter kan punya grafik pertumbuhan

      Hapus
  4. Aku juga mengalami hal yang sama Mbak. Pas Ray usia 4 bulan, badan dan pipinya chubby. Sodara menyarankan untuk diet, pas bilang ke dokter ternyata anak asi ga perlu diet karena tidak ada tambahan asupan lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Selain patokan grafik pertumbuhan, saran DSA tentu lebih baik

      Hapus
  5. Intinya pengaturan / pembiasaan pola makan memang harusnya sejak dini ya Chi.. Jadi ingat salah satu keponakan yg cenderung obes karena waktu kecil tidak diatur pola makannya dan sekarang kesulitan untuk mengatur setelah dewasa awal..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mbak. Memang sebaiknya sejak dini

      Hapus
  6. Anakku yang bungsu belum over weight sih, tapi tetep udah aku warning. Karena BB nya udah lebih dari ideal. Mager di depan laptop kayak ibunya nih yang bikin BB gampang naik. Trus sejak aktif di kampus juga olahraga nya berkurang. Jaman masih SMA kan dia aktif gowes tiap hari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, harus mulai dijaga-jaga berat badannya, Mbak

      Hapus
  7. Menjaga pola makan dan aktivitas olahraga harus sudah ditanamkan sejak dini ya. Bagaimanapun kelak dewasa anak akan mengikuti kebiasaan sejak kecil dan lingkungan terdekat.
    Saat ini sih saya sedang memforsir Fahmi, supaya BB nya naik. Tapi secara alami saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Memang sebaiknya dibiasakan sejak dini

      Hapus
  8. Jadi ingat anak pertama saya dulu. Waktu dia masih Asix memang berat badannya lebih berat dari sepupu-sepupunya. Tapi setelah makan pendamping ASI, berat badannya normal lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Katanya rata-rata anak ASIX begitu. Cepat gemuk kalau masih minum ASI, tapi bukan obesitas

      Hapus
  9. Saya tak punya pengalaman soal obesitas da anggota keluarga pada kurus, hi hi. Almarhum bapak saya kurus, begitu pun dengan saudaranya. Sepupu dari pihak bapak ada yang gemuk, perempuan karena faktor KB atau makanan. Sejauh ini dari klan bapak tiada yang obesitas. Barangkali faktor genetik memengaruhi. Barangkali dari yangkung.
    Yang saya risaukan adalah Palung, sedang dalam masa tumbuh ke atas tetapi malah kurus ke samping karena kurang makan. Pity eat. Argh banget. Mamah masak ayam goreng atau telur goreng gak dimakannya. Kayaknya mungkin karena masakan mamah kurang enak bagi Palung. Lalu makan apa maunya? Tahu dan tempe goreng, hu hu. Ogah sayur kuah. Sampai kepikiran, sajikan saja satu menu dan paksa makan. Kayak kemarin cuma dua, sayur kacang hitam dan perkedel kentang. Perkedel gak dimakannya malah dihabiskan suami saja daripada mubazir (ngeles da doyan), sayur kacang dimakan dikit.
    Jadinya khawatir banget, pengen Palung tinggi besar kayak Keke juga. Pola makan dari kecil harus dijaga dan dipaksa.
    Mbak Chi beruntung anak-anak bisa tumbuh sehat, berat dan tinggi ideal. Tak pity eat. Saya akan paksa Palung makan bubur kacang setiap pekan dua kali. Syukurnya sejak ramadhan jarang jajan. Bosan dengan variasi jajanan di warung dekat rumah. Entah nanti kalau mulai sekolah.
    Bagi saya obesitas memang tak sehat juga tak enak dilihat. Tetapi terlalu kurus juga jadi masalah padahal anaknya minum susu full cream dan sudah dicekoki obat cacing. Gimana, ya, caranya agar nafsu makan Palung meningkat? Eh, malah curhat. Ha ha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak cara sih sebetulnya. Kalau saya terus aja berisaha kasih variasi makanan. Orang tuanya juga harus suka makan. Kadang-kadang anak begitu karena meniru orang terdekat

      Hapus
  10. aku tekankan pada anak-anak untuk n
    banyak beraktivitas di luar rumah, jadi walau makan mereka banyak kalorinya tetap bisa terbakar

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mbak.Sebaiknya emmang dibiasakan seperti itu

      Hapus
  11. Iya sih, kalau masih masa pertumbuhan sebaiknya jangan dibatasi asupan, tapi diperkaya aja aktivitasnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. biar sampai besar juga terbiasa bergerak

      Hapus
  12. Anak2 ga ada yg obesitas malah kyknya ada yg terlalu kurus..bingung jg tuh sama anak yg satu ini. Padahal makannya banyak, sama suka sakit kalau telat makan.. Huhu...peer banget niy..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu saya juga begitu, Mbak. Makan banyak tetap aja kurus

      Hapus
  13. Kerasa banget kak...
    Sejak punya anak kedua memang makan (angin) dikit aja langsung nambah.
    Huhuu~

    Lalu aku mengeluh ke Ibu.
    Dan Ibu jawab "Kamu pilih mana...mau badan langsing tapi gak punya anak atau segini gini tapi punya anak?"

    Langsung klekep ga bisa jawab aku.

    Intinya memang berat badan ideal itu berasal dari pola hidup sehat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kangen cerita kak Myr tentang kegiatan anak-anak.
      Balapan motornya Keke.
      Bikin deg-degan pasti yaa...kak?

      Btw,
      Kalau suka balapan, suka utak-atik motor juga gak si..kak?

      Hapus
    2. iya yang penting sehat. Tapi, gak ada salahnya dibarengin dengan olahraga hehehe

      Hapus
    3. Keke suka otak-atik motor juga. Lagi berhenti dengan aktivitas ini karena pandemi :)

      Hapus
  14. wah bayi dibawah 6 bulan suruh diet, wong Keke aja lahirnya 3,99 ya mba udah pastinya keliatan besar mmm untung saja konsul sama dokter hahaha..kesel deh ma orang sotoy :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya hehehe. Kan harus lihat dulu kegemukannya karena apa

      Hapus
  15. Haha, sama. Aku juga gak pernah menghitung IMT. Ngandelinnya buku KIA aja. Btw intinya selain makanan sehat bernutrisi, rajin berolahraga atau gerak gitu ya

    BalasHapus
  16. anakku tipe yang BB-nya susah naik jadi enggak ngerti gimana dengan obesitas. Eh tapi pernah baca baik under maupun overweight itu kuncinya sama-sama makan teratur bersama keluarga di meja makan. Jadi perlu luangkan waktu 20-30 menit untuk quality time makan bersama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi, bisa juga penyerapan asupan gizinya kurang baik. Itu dialami sama anak tetangga. Anaknya gak susah makan, tetapi underweight

      Hapus
  17. AKu jadi ingat keponakanku, yang susah bobo malam dan sering main gadjet
    kalau diajak olah raga ogah-ogahan, aku ingatin nanti ah hati-hati juga ini dengan BB yang akan terus naik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya termasuk yang tegas ma anak. Cenderung galak untuk hal begini hihihi

      Hapus
  18. Aku mencoba terapkan clean eating dan food combining untuk anak-anak dan keluargaku mba.. at least banyak sayur dan buah-buahan yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah hasilnya nanti bisa dirasakan anak ya, Mbak :)

      Hapus
  19. Waktu masih bayi, Fathan juga gendut tapi makin besar jadi langsing mungkin karena makin banyak gerak, alhamdulillah sih tapi nggak masalah dengan makan, tinggal peer aja nih melakukan tips-tips dari mak chi biar ideal sampai gede

    BalasHapus
  20. masalah di keluargaku itu lbh ke underweight sih :(. tp sbnrnya solusi utk underweight pun sama aja, disiplin di waktu makan, makanan seimbang, dan olahrga juga. naah, itu yg msh susah :(.

    kadang2 aku akalin dgn ajak anak berenang ato main ke play park, lumayan banget mereka bisa sigap lari2. tp itu cm bisa weekend. yg mana aku tau msh ga cukup. Semoga aja kalo udh mulai sekolah, olahraga nya bisa lbh teratur krn aku sengaja pilihin sekolah yg deket, jd anak2 bisa jalan kaki :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Over atau under, sama-sama bisa jadi masalah

      Hapus
  21. tipsnya sangat bermanfaat Bun, alhamdulillah anak-anak saya meski makan banyak tapi gak bisa gemuk. Si kakak malah makannya banyak, tapi juga jarang makan. Yang penting mah asupan buah dan sayur tetap terjaga

    BalasHapus
  22. Anak lanangku nih mba kelihatan montok, jadi sekarang nasinya dikurangi dan makan teratur ngga lebih dari 3x sehari, dan sekarang tiap hari main bola biar sehat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebalikan nih, anak lanangku lagi kusuruh makaaann terus. Lha makan banyak banget tetep aja badannya tipis gitu. Kusediiihh...

      Hapus
    2. Anak Mbak Dewi Rieka kayak saya sekarang. Saya juga lagi mengurangi karbo

      Hapus
    3. Kalau anak Mbak Uniek kayak saya dulu hahaha

      Hapus
  23. Anak sekarang banyak yang obesitas karena kurang gerak dan banyak ngemil ya... Jadi memang harus dibiasakan pola hidup sehat dan rajin olah raga... Tfs mb...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Dan biasanya gadget menjadi pemicu anak-anak kurang gerak

      Hapus
  24. Aku baru tahu kalo begadang bikin BB susah turun. Waktu puasa kan aku sempat pusing kepalaku, ternyata guldarku rendah banget. Dan dari ngobrol dengan dokter di klinik, ketahuan kalo begadang itu bikin BB susah turun. Aku ngira kalo begadang jadi gampang turun, wkwkwkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau begadang malah suka bikin lapar di tengah malam. Selain itu kalau gak salah, tubuh jadi kesulitan mengolah makanan atau apa gitu, Mbak

      Hapus
  25. Aih, kalau asix mah ga perlu diet, ya. Apa lagi emang lairnya dah gede.

    BalasHapus
  26. Iya nih kutau keke lagi semoxnya, sekarang badannya tinggi banget. Btw emang bener tuh chi mengurangi bgadang, anak sekolah sekarang tugasnya main onlen mulu, trus ngerjainnya malem, da sekolah pulangnya sore.

    Moga anak2'kita pada sehat yaa, cukup emaknya aja yg curi2 bgadang kaya gini buat me time bw hHHahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Teh Nchie masih ingat aja ya KEke kecil kayak gimana hahaha

      Hapus
  27. Kayaknya bukan berlaku buat anak aja nih tipsnya, buat saya juga berlaku.
    Lagi pengen banget nurunin berat badan, tapi susah sekali turunnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Saya pun mempraktekan, kecuali begadangnya. Masih pr banget, nih

      Hapus
  28. Kalau di kampung saya, ada anak kecil terus gemuk, kata mbah-mbah mereka lah yang sehat, yang kecil itu enggak sehat. Padahal kan, belum tentu. Bisa jadi yang gemuk kena obesitas.

    Rajin olahraga itu memang penting banget, biar bisa mengurangi berat badan. Senang ya, Mbak, anak-anak sudah olahraga rutin tanpa harus diberi tahu dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salah kaprak pemikiran zaman dulu. Kalau gendut dibilang sehat. Padahal ya belum tentu juga

      Hapus
  29. Anakku (dan aku juga dink) kesusahan makan sayur... Lupa-lupa melulu... Soal OR juga kurang. Wah, PR banget nihhh..

    BalasHapus
  30. Aku ingat, ibuku termasuk yang suka memberi makan melebihi porsi kepada kami, 4 anaknya, waktu usia SD sampai SMP.

    Namun mungkin karena kami, generasi X (kelahiran 1965-1980) banyak melakukan aktivitas, tinggal di kampung, jadi, jarang banget yang obesitas sampai usia SMA, bahkan kuliah.

    Orang tua dulu sepertinya bangga banget ya kalau anaknya gemuk.
    Artinya, cukup gizi kan ya^^

    Padahal anak yang obesitas rentan terhadap berbagai penyakit ya, Chi
    Itulah kenapa penting mencegah obesitas pada anak.


    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kalau dulu belum kenal gadget. Permainannya pun banyak menuntuk aktif

      Hapus
  31. Beruntung banget mereka punya ibu super perhatian kayak mba 😊😊 memang untuk menjaga kesehatan itu harus rajin olahraga yah mba, praktekin jg in nanti kalau sudah punya anak 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita semua menjadi ibu yang perhatian dengan kesehatan keluarga. Aamiin

      Hapus
  32. Kyknya krn olahraga itu ya mbak? Rajin juga olahraganya Keke :D
    Jd pengen ngikutkan anakku taekwondo, renang jg.
    Eh tapi bisa jg krn keturunan mempengaruhi hehe.
    Kalau anakku skrng masih dalam tahap aku gemukkan wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetapi, sebaiknya memang olahraga. Pril. Kalau masalah keturunan kayaknya bisa iya bisa enggak

      Hapus
  33. Anakku yang sulung dulu pengen banget bisa agak gendut sekarang berat badannya harus dijaga soalnya ngaruh ke kelas atletnya.kalo beratnya naik ntar musuhnya lebih berat hahahaha lebih susah dijatuhkan katanya huahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah apalagi kalau atlet. Wajib dijaga ya berat badannya

      Hapus
  34. Padahal biasanya kita kalau lihat anak-anak yang gemuk gitu sering kali malah bilang "ya ampun kamu lucu banget" padahal gemuk ini belum tentu sehat untuk anak-anak. Obesitas pada anak bisa dicegah dengan pola makan dan aktivitas fisik ya makchi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu saya juga mikir begitu. Tetapi, sejak jadi ibu mulai berubah hehehe

      Hapus
  35. Kalau anakku malah susah naik BBnya.
    Kalau mah makan dikit aja melar sih hahaha
    Pastinya nih kudu jaga pola makan teratur

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu problem ibu-ibu kebanyakan yang makan dikit melar. Saya pun begitu hahaha

      Hapus
  36. aku baru tau kalau begadang ternyata bikin obes juga ya
    anak anak gemuk memang lucu tapi kalao ga diperhatikan healthy life nya bisa bahaya juga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. GAk boleh kebanyakan begadang :D

      Hapus
  37. Wah noted Teh.

    Sayangnya anakku picky eater. Jadilah dia mungil mungil gimanaaaa gitu. Memang sih belum 2 tahun. Tapi suka bikin kepikiran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ada tuh tulisan tentang picky eater di blog ini hehehe

      Hapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^