Sunday, May 23, 2021

Terlambat ke Sekolah

Terlambat ke Sekolah -  Libur udah selesesai, Gaesss! Saatnya sekolah lagi hehehe. 

Biar pun masih PJJ, tetap aja berasa kalau lagi liburan sekolah. Setidaknya Keke gak disibukkan dengan tugas sekolah. Kalau Nai udah sebulan lebih libur karena sudah selesai masa belajarnya. Tinggal menunggu kelulusan. Insya Allah, tahun ajaran nanti resmi jadi anak SMA kayak kakaknya.
 
terlambat ke sekolah

Hari ini, lihat postingan di fitur 'see your memories' Facebook. Ada beberapa celotehan Nai tentang terlambat masuk sekolah. Karena belum ditulis di blog, jadi Chi pindahin.

Ini celotehan Nai waktu SD. Beberapa kali terlambat masuk sekolah. Nai waktu SD memang santai banget. Celotehannya suka bikin gregetan.


Gesit vs Terburu-Buru

Bunda: "Tadi kesiangan, ya?"
Nai: "Iya."
Bunda: "Makanya kalau pagi-pagi tuh gesit biar gak kesiangan."
Nai: "Santai aja, Bun. Kalau terburu-buru nanti malah ada yang ketinggalan."
 
*Gesit ma terburu-buru itu beda, Nai 😅

 

Sama-Sama Terlambat
 
Bunda: "Terlambat lagi ya tadi."
Nai: "Iya."
Bunda: "Tuh adek mah santai banget. Jadi suka terlambat."
Nai: "Tenang. Ima ada temen yang juga terlambat, kok."
 
*Santai banget 😂

 

Ada Apa dengan Kakak Kelas?
 
Nai: "Bunda, ayo cepet! Nanti Ima terlambat."
Bunda: "Masih cukup waktunya. Tumben banget gesit. Biasanya santai banget."
Nai: "Ima males kalau terlambat. Soalnya kelas Ima di ujung jadi harus lewat kelas kakak kelas dulu."
Bunda: "???"
 
*Ada apa dengan kelas kakak kelas? 😄


Kakak Kelas Udah Libur

Bunda: "Dek, ayo cepetan! Jangan terlambat melulu."
Nai: "Iya ... Iya ..."
Bunda: "Nanti kalau terlambat harus lewat kelas kakak kelas lagi, lho."
Nai: "Gak apa-apa. Kakak kelas udah pada libur, kok."
 
*Yaaaa ... Ini sih jadi terlambat lagi 😂
 
Setelah SMP juga dia masih tetap santai. Untungnya gak sesantai ini. Setidaknya gak pernah terlambat ke sekolah. Tetapi, tetap bikin kakaknya gregetan. Makanya kadang-kadang Keke jalan duluan, Nai diantar sama ayahnya. Padahal sekolah mereka berdampingan hehehe.

Kenangan banget ya masa sekolah begini. Saat PJJ ceritanya udah beda lagi. Keke yang terlihat lebih santai. Terkadang ketiduran saat lagi belajar. Sedangkan Nai kebalikannya. Lebih gesit dan udah duduk rapi di meja belajarnya 😀
 

Continue Reading
No comments
Share:

Sunday, May 16, 2021

Asuransi Sebagai Bagian dari Gaya Hidup

Asuransi Sebagai Bagian dari Gaya Hidup - Apakah teman-teman sudah memiliki asuransi? Atau justru masih ragu dengan asuransi? 

asuransi sebagai bagian dari gaya hidup

Kalau untuk Chi pribadi, keinginan memiliki asuransi tuh udah lama banget. Dari sebelum menikah pernah punya asuransi. Waktu itu ada sales asuransi yang menawarkan dan Chi tertarik dengan penawarannya.

Polis asuransi pun dikirim ke rumah. Dengan bangga Chi tunjukin dong ke papah. Eh, yang ada malah dimarahin hehehe.

Papah gak anti asuransi. Tetapi, Chi dianggap kurang berhati-hati. Hanya termakan ‘penawaran manis’ sales langsung menyetujui. Harusnya ditanya dan dibaca dulu lebih detil.

Singkat cerita, Chi langsung membatalkan asuransi tersebut. Terlebih setelah curhat sama salah seorang teman, ternyata dia punya pengalaman gak enak dengan asuransi tersebut. Semakin mantaplah untuk dibatalkan.

Tentu aja ada kerugian materi. Tetapi, gak apa-apa lah daripada nanti kerugiannya semakin besar. Sejak itu, Chi kapok berasuransi.

Hingga kemudian punya anak pertama. K’Aie langsung membuatkan asuransi pendidikan begitu Keke lahir. Chi yang masih merasa kapok, menyerahkan semua keputusan ke K’Aie.

Baru merasakan manfaat asuransi ketika Chi harus dirawat karena DBD. Keke juga pernah dirawat karena typus. Semua pembayaran menggunakan asuransi. Padahal waktu K’Aie cerita kalau kami sekeluarga punya asuransi kesehatan, Chi sempat ngedumel. Seberapa penting sih punya asuransi kesehatan?


Bincang-Bincang Asuransi Bersama FWD Blogger Squad


Senin, 12 April 2021, Chi mengikuti acara virtual FWD Blogger Squad. Acara ini bukan tentang peluncuran produk. Tetapi, berdiskusi tentang literasi keuangan, khususnya asuransi.

Di acara ini, blogger tidak sekadar hadir dan mendengarkan. Kami dibagi menjadi 3 kelompok. Bersama tim dari FWD Insurance, kami saling mengeluarkan pendapat tentang asuransi secara umum.

Asuransi seharusnya menjadi pelindung dari berbagai risiko di masa depan. Ibaratnya seperti sedia payung sebelum hujan.

Sayangnya, literasi keuangan masyarakat kita memang harus ditingkatkan. Termasuk kesadaran berasuransi di Indonesia yang masih rendah. Kami pun saling mengeluarkan pendapat dan berdiskusi tentang penyebab keengganan masyarakat memiliki asuransi.

Faktor pertama adalah alasan ekonomi. Apalagi di saat pandemi COVID-19 ini. Di mana banyak yang ekonominya terganggu. Jadi semakin tidak kepikiran memiliki asuransi.

Asuransi masih dianggap sesuatu yang merugikan. Tidak ada ada seorangpun yang menginginkan mengalami kejadian buruk di masa depan. Tetapi, bila tidak terjadi sesuatu, uang pun akan lenyap. Makanya masih banyak yang berpikir lebih baik berinvestasi daripada memiliki asuransi.

Klaim yang ribet, kasus penipuan asuransi, dan lain sebagainya juga menjadi alasan enggan berasuransi. Atau seperti yang Chi ceritain di awal. Akhirnya sempat kapok dengan asuransi.

Seringkali ketidakpercayaan dan keengganan memiliki asuransi juga timbul karena pengaruh orang lain. Mendengar/membaca berita tentang ribetnya mengurus klaim hingga kasus penipuan, membuat masyarakat berpikir ulang.


Menjadikan Asuransi Sebagai Lifestyle


Pendapat orang memang bisa sangat berpengaruh. Pendapat orang lain pun gak harus dengan yang sudah saling mengenal. Apalagi sekarang era digital. Bila ada netizen yang menceritakan pengalaman buruk berasuransi dan kemudian viral pun sudah bisa mempengaruhi beberapa masyarakat menjadi ragu memiliki asuransi.

Tetapi, gak hanya pendapat buruk aja, kok. Pengalaman baik tentang asuransi juga bisa berpengaruh. Intinya sih pendapat seseorang baik itu positif atau negatif lebih efektif dibandingkan ucapan agen asuransi.

Bukan berarti agen asuransi tidak dibutuhkan, lho. Tetapi, seseorang memang bisa tertarik atau enggan karena mengetahui pengalaman orang lain. Kalau sudah tertarik, baru deh minta info lebih jelas ke agen asuransi.

Salah satu cara membuat masyarakat tertarik dengan asuransi adalah dengan menjadikannya sebagai gaya hidup. Bisa juga untuk melengkapi lifestyle yang sudah ada.

Misalnya, gaya hidup sehat semakin banyak dijalankan oleh masyarakat. Akan lebih baik bila dilengkapi dengan asuransi kesehatan untuk berjaga-jaga dari risiko yang ada. Berwisata juga sebaiknya dilengkapi dengan asuransi perjalanan. Agar jalan-jalannya semakin merasa aman dan nyaman.

Seperti itu lah kurang lebihnya diskusi kami beberapa waktu lalu. Sebagai perusahaan asuransi terkemuka di Asia Pasifik, FWD Insurance berkomitmen mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi.

FWD memiliki produk Asuransi Bebas Handal yaitu asuransi kesehatan dengan fitur utama sebagai berikut:


  1. Terjangkau – Kontribusi mulai dari Rp75.000,00 per bulan
  2. Simple – Mudah dibeli setiap saat secara online 
  3. Lengkap – Tidak hanya biaya kamar. Semua biaya perawatan dengan nilai manfaat hingga Rp100 juta per tahun
  4. Cashless – Proses masuk dan keluar rumah sakit rekanan tidak ribet. Cukup dengan menunjukkan kartu asuransi 


Download FWD Max juga, yuk! Di aplikasi ini gak hanya bisa membeli asuransi secara online. Ada banyak hot promo yang akan mendukung gaya hidupmu.

Baca-baca juga berbagai artikel di fitur Passion Story. Ada berbagai artikel menarik yang bisa meningkatkan literasi keuangan, terutama tentang asuransi. Mengajak kita semua untuk bisa mandiri secara finansial juga. Cek juga akun IG @fwd.id, ya 

Continue Reading
97 comments
Share:

Mandiri Secara Finansial bagi Kartini Masa Kini

Mandiri Secara Finansial bagi Kartini Masa Kini - Banyak yang mengatakan kalau seorang istri itu ibarat menteri keuangan di rumah tangga. Pernyataan yang gak akan Chi sanggah. Tetapi, sempat bikin galau untuk sekian lama.

mandiri secara finansial bagi karti masa kini

Persepsi Chi ketika baru berumah tangga adalah gaji suami diserahkan semuanya kepada istri. Kemudian istri yang mengelola. Tetapi, setelah berjalan beberapa saat, Chi ternyata gak sanggup. Bawaannya malah uring-uringan melulu.

Setelah berdiskusi, kami sepakat kalau uang dikelola oleh K’Aie. Chi paling dikasih uang belanja dan sekolah anak-anak aja setiap bulannya. Sedangkan untuk pos-pos lainnya, diserahkan semua ke K’Aie untuk diatur.

Meskipun sudah ada kesepakatan, Chi masih agak galau? Bener gak sih mengatur keuangan rumah tangga seperti ini? Kok kesannya gak ideal banget. Gak sesuai dengan persepsi Chi sebelumnya.

Chi pun bertanya tentang keuangan rumah tangga ke mamah. Katanya di awal-awal pernikahan, gaji papah dipakai untuk membayar berbagai cicilan. Misalnya cicilan rumah dan kendaraan. Sedangkan untuk kebutuhan harian menggunakan gaji mamah. Tetapi, ketika semua cicilan sudah lunas, papah lah yang memenuhi semua kebutuhan rumah tangga.

Ternyata setiap rumah tangga bisa berbeda-beda, ya. Tergantung bagaimana kesepakatannya dan kenyamanan dengan pasangan. Setelah lebih dari 18 tahun menikah pun kami merasa memang lebih nyaman dengan pengelolaan keuangan seperti saat ini.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2016, tingkat literasi keuangan perempuan ternyata lebih rendah daripada laki-laki. Hanya 25,5% perempuan yang melek keuangan, sedangkan laki-laki sedikit lebih tinggi yaitu 33,2%.

Ketika pertama kali mengetahui fakta ini, Chi cukup kaget juga. Bagaimana perempuan bisa menjadi Menteri Keuangan di rumah tangga kalau literasi keuangannya rendah? Lalu bagaimana caranya perempuan bisa mandiri secara finansial?

Tetapi, Chi akui memang mengatur keuangan tidak semudah teorinya. Ketika masih bekerja dan belum menikah, rasanya nyaman aja dengan hal ini. Saat sudah berumah tangga malah jadi ribet. Hingga akhirnya menyerahkan sebagian besar pengelolaan ke suami.


asuransi bebas handal fwd

Mandiri secara finansial bagi perempuan adalah memiliki penghasilan, mampu mengelola keuangan sendiri, serta memiliki kekuatan dalam pengambilan keputusan.

Bulan April mengingatkan kita dengan Hari Kartini. Dan salah satu yang diingat tentang sosok Kartini adalah emansipasinya. Sosok yang kuat dalam memperjuangkan cita-cita dan mandiri.

Di saat ini, salah satu yang diharapkan adalah banyak Kartini yang bisa mandiri secara finansial. Tentu saja butuh pengetahuan literasi keuangan untuk mencapai tujuan ini. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan bagi perempuan yang sudah menikah untuk bisa mandiri secara finansial, yaitu


1. Memiliki Penghasilan

Ketika baru menikah, Chi gak punya penghasilan sama sekali. Memang menjelang menikah sengaja resign. Ingin mengurus rumah tangga.

Tetapi, karena pernah bekerja kantoran, jadi merasakan juga nikmatnya punya uang sendiri dan ingin merasakan lagu. Chi pun mulai jualan baju online. Meskipun cuma berjalan beberapa waktu karena masih ribet dengan mengurus 2 anak yang masih kecil. Akhirnya aktivitas ngeblog lah yang menjadi sumber penghasilan Chi hingga sekarang.

Selama ini, hasil dari ngeblog dan medsos, dipakai untuk diri sendiri. K’Aie bertanggung jawab penuh dengan kebutuhan keluarga. Tetapi, di masa pandemi, dimana hampir semua sektor terkena imbas, termasuk penghasilan K’Aie. Chi bersyukur banget penghasilan dari ngeblog bisa dipakai untuk membantu kebutuhan harian keluarga. Sehingga keuangan keluarga gak oleng banget.


2. Memiliki Tabungan

Uang bulanan yang selalu di transfer K’Aie untuk belanja bulanan dan keperluan sekolah anak-anak selalu Chi usahakan diatur sebaik-baiknya. Seringkali masih ada lebihnya. Dan K’Aie gak pernah keberatan kalau sisanya dijadikan tabungan istrinya. Jadi meskipun saat itu belum ada penghasilan sendiri, saldo tabungan Chi tetap bertambah sedikit demi sedikit.

Pundi-pundi tabungan terus bertambah setelah blog di-monetisasi. Sebagian besar tentu aja ditabung. Chi hanya pakai sedikit untuk menyenangkan diri sendiri. Sesekali jajanin suami dan anak-anak juga.


3. Memiliki Proteksi Diri atau Asuransi

Chi memang sempat kapok berasuransi. Tetapi, setelah berhasil diyakinkan oleh K’Aie dan merasakan sendiri manfaatnya, baru deh mengakui pentingnya memiliki asuransi.

Asuransi kesehatan adalah salah satu yang sebaiknya dimiliki. FWD Insurance punya nih Asuransi Bebas Handal yang bisa dibeli dengan mudah secara online. Kontribusinya dimulai dari Rp75 ribu dan pilihan manfaatnya hingga Rp100 juta per tahun. Produk asuransi syariah ini juga memiliki manfaat khusus COVID-19 tanpa tambahan biaya.


4. Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Awalnya Chi gak kepikiran tentang hal ini. Kemudian dijelaskan oleh K’Aie kalau dana pendidikan adalah salah satu ikhtiar orang tua untuk memberikan yang terbaik bagi anak. Apalagi setiap tahun dana pendidikan bisa semakin tinggi. Jadi memang sebaiknya dipersiapkan sejak jauh-jauh hari,


5. Memahami Pentingnya Investasi

Ada banyak pilihan investasi. Sebaiknya dipahami dulu mana investasi yang tepat. Disesuaikan juga dengan kebutuhan, ya.


6. Menyiapkan Dana Pensiun

Chi dan K’Aie kan bukan PNS. Gak akan punya uang pensiun kalau gak diusahakan sendiri. Padahal pengennya di hari tua bisa menikmati hidup tanpa membuat anak-anak menjadi generasi sandwich.

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan supaya mandiri secara finansial. Mungkin teman-teman juga ada usulan lain. Yuk, kita saling berbagi tips.

Dari hasil diskusi dengan tim FWD Insurance dan FWD Blogger Squad, memahami literasi keuangan emmang merupakan sesuatu yang penting. Segala sesuatu bisa terjadi tanpa diduga. Contohnya di saat pandemi ini di mana banyak keuangan rumah tangga yang terganggu. Semakin dirasa penting untuk bisa mengelola dan membuat keputusan finansial secara cerdas.

Yuk download FWD MAX juga, ya. Di aplikasi ini banyak fitur menariknya. Gak hanya bisa untuk beli asuransi secara online. Ada juga berbagai hot promo serta artikel menarik tentang literasi keuangan. Ikuti juga Instagram FWD di @fwd_id ya.

Continue Reading
102 comments
Share:

Saturday, May 15, 2021

Hansaplast Salurkan Dana Pendidikan dan Kesehatan untuk 10 Anak Indonesia

Hansaplast Salurkan Dana Pendidikan dan Kesehatan untuk 10 Anak Indonesia - Masih ingakah dengan kampanye Hansaplast #SelaluAdaMelindungiKeluargaAnda yang berlangsung dari 6 Maret s/d 6 April 2001?

hansaplast bacteria shield

Bertepatan dengan peluncuran produk terbaru Hansaplast yang dilengkapi dengan Bacteria Shield juga diadakan kampanye #SelaluAdaMelindungiKeluargaAnda. Hansplast selalu berkomitmen melindungi keluarga Indonesia sejak lama. 
 
Marketing Director Hansaplast, Dr. Christopher Vierhaus, mengatakan, “Hansaplast telah berkomitmen memberikan perlindungan luka seluruh keluarga Indonesia lebih dari 100 tahun. Terutama saat ini, dimana kami membawa perlindungan ke level yang lebih tinggi dengan peluncuran Bacteria Shield. Sebagai bentuk lebih lanjut komitmen pada perlindungan, kami memberikan aksi nyata untuk mendukung dan melindungi Anak-Anak Indonesia melalui donasi dana kesehatan dan pendidikan. Donasi ini dikumpulkan dengan mengajak seluruh konsumen berpartisipasi dalam kampaye digital “Bacteria Shield: Selalu Ada Melindungi Keluarga Anda”, dimana 1 partisipasi = 1 donasi untuk kesehatan dan pendidikan Anak Indonesia. Bertepatan dengan peluncuran Hansaplast Plester Bacteria Shield, Hansaplast menyalurkan dana bantuan untuk 10 Anak di Indonesia melalui 1000 Guru. Kami terus berusaha meningkatkan komitmen sosial ini dengan harapan semakin banyak lagi keluarga Indonesia yang terlindungi.” 
 
Aspek utama yang menjadi fokus utama donasi kampanye digital #SelaluAdaMelindungiKeluargaAnda Hansaplast bekerjasama dengan 1000 Guru adalah sebagai berikut: 
 
  1. Tabungan Pendidikan: Pendidikan merupakan aspek utama yang menjadi sasaran bantuan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan taraf hidup Anak Indonesia. 
  2. Kesehatan: Sebagai merek pertolongan pertama No. 1 di Indonesia, Hansaplast ingin memberikan akses kesehatan yang lebih baik untuk Anak Indonesia dalam bentuk dana kesehatan atau penyaluran produk-produk Hansaplast Bacteria Shield. 
  3. Bantuan Sehari-Hari: Sebagian dana digunakan untuk mendukung kebutuhan pokok anak dan keluarga sehari-hari. 
 
 hansaplast kami ada untuk keluarga
 
Hansaplast dan 1000 Guru memberikan donasi ke 10 Anak Indonesia. Lokasinya tersebar ke berbagai penjuru yaitu Kupang, Jogja, Sumba, Sulawesi Selatan, Lampung, Bengkulu, Makassar, Banten, dan wilayan lainnya di Indonesia.
 
Masih banyak anak Indonesia yang membutuhkan bantuan. Dengan adanya program donasi ini, anak-anak Indonesia dapat terpenuhi kebutuhannya, terutama kebutuhan sekolah. Sehingga anak-anak bisa lebih termotivasi meraih cita-cita.
 
Ketua Yayasan 1000 Guru, Jemi Ngadiono memberikan contoh Chika umur 11 tahun dari Sumba Timur yang menjadi salah 1 penerima donasi Hansaplast. Chika adalah anak yang cerdas dan berprestasi yang bercita-cita menjadi dokter. Dia harus berjalan kaki menempuh jarak yang jauh dan medan berbukit untuk pergi ke sekolah. Hansaplast memberikan tabungan pendidikan  dan sepeda penunjang menuju ke sekolah untuknya. Saat ini, Chika dapat mengejar mimpinya dengan lebih baik dan tidak perlu berjalan kaki untuk pergi ke sekolah. 
 
hansaplast cara menangani luka ringan
 
Salut dengan komitmen Hansaplast ini. Tidak hanya melindungi keluarga Indonesia melalui produk perawatan dan perlindungan luka yang berkualitas. Tetapi, juga peduli dengan nasib anak Indonesia dalam hal akses pendidikan dan kesehatan. Karena Hansaplast Selalu Ada Melindungi Keluarga Anda.
 

Continue Reading
No comments
Share:

Tuesday, May 4, 2021

Pengalaman Menggunakan Rangkaian Produk Scarlett Whitening Body Care

Pengalaman Menggunakan Rangkaian Produk Scarlett Whitening Body Care - Sebelum menceritakan pengalaman menggunakan body care favorit ini, Chi mau ceritain dulu kejadian yang cukup menegangkan di awal tahun 2021. Tetapi, masih ada hubungannya dengan perawatan tubuh.

pengalaman menggunakan produk scarlett whitening
 
Sekitar awal Januari, mamah kasih kabar lewat WA. Chi yang tadinya lagi enak boci, mendadak terbangun ketika membaca pesannya.

"Mamah lagi di IGD ditemenin Adhi. Do'ain, ya. Mamah gak mau kayak Papah"

Pikiran dan perasaan langsung rada kacau. Perasaan terakhir ketemu baik-baik aja. Kok bisaaaaaa?

Chi langsung telpon ke adik. Bukan waktu yang tepat menelpon ke mamah langsung. Karena mamah tuh panikan. Kalau udah panik, sulit mendengarkan ceritanya. Apalagi mengkaitkan ke papah. Kayaknya ada sesuatu yang serius, nih!

Adik gak langsung angkat telponnya. WA pun gak dibalas. Bikin Chi jadi semakin cemas. Baru sekitar 1 jam kemudian adik telpon.


Kulit Kering Bikin Darting


Jadi sebelumnya mamah tuh merasa kulit di pundak agak gatal. Kami pikir kena biang keringat karena saat itu cuaca memang lagi berasa gerah.

Udah dikasih lotion biang keringat, hanya hilang sebentar gatalnya. Setelah itu timbul lagi. Bahkan areanya semakin lebar. Mamah jadi semakin sulit beristirahat karena terus terganggu sama gatal.

Akhirnya mamah minta dibawa ke dokter. Saat ditensi, hasilnya tinggi banget. Sampai berkali-kali ditensi, ganti alat dari digital ke manual. Hasilnya tetap aja sama.

Tetapi, mamah gak merasa pusing atau ada gejala apapun. Selama ini juga mamah gak pernah tinggi tensinya. Dokter aja sampai agak bingung. Menurutnya dengan hasil setinggi itu biasanya pusing atau malah bisa pingsan.

Kejadiannya cukup mirip dengan apa yang dialami alm papah. Tiba-tiba tensi tinggi, padahal gak merasakan gejala apapun. Udah ganti alat juga sama. Dan seminggu setelahnya wafat mendadak. Nah ini yang bikin mamah jadi panik banget. Sedih lah kalau diingat lagi paniknya mamah saat itu.

Dugaan sementara dari dokter, penyebabnya dari kulit yang gatal. Mamah jadi kurang istirahat. Akibatnya sangat kelelahan dan tensinya tinggi.

Tetapi, karena hasilnya terlalu tinggi dan mamah juga udah lansia, maka disarankan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Mamah disarankan di IGD dulu sampai waktunya dokter internis praktek.

Adik Chi menolak. Berlama-lama di rumah sakit, gak bagus buat mental mamah. Bisa bikin pikiran mamah semakin tertekan. Mana saat itu lagi pandemi. Sekian bulan gak ke luar rumah sama sekali sejak pandemi. Sekalinya ke luar, malah ke rumah sakit. Dan hasilnya mengejutkan pula.

Adik memilih membawa pulang mamah. Harapannya mamah akan lebih tenang kalau ada di rumah. Menjelang jam praktek dokter internis, baru deh diajak ke rumah sakit lagi.


Wajib Menjaga Kulit Tubuh Tetap Lembap


Kesimpulan sementara dari dokter internis sama kayak dokter umum. Untuk memastikannya, mamah diminta melakukan medical check up di laboratorium.

Singkat cerita, hasilnya pun keluar beberapa hari kemudian. Alhamdulillah tidak ada permasalahan serius di kesehatan mamah. Sesuai dugaan awal. Penyebabnya memang karena kulit mamah yang sangat kering.

Semakin lanjut usia, produksi sebum (minyak alami pada kulit) memang semakin menurun. Makanya, kulit lansia umumnya kan kering. Untuk menjaga tetap lembap dan sehat, wajib banget pakai pelembap.

Mamah tuh sebetulnya rajin perawatan. Lebih rajin mamah daripada Chi hehehe. Tetapi, beberapa bulan terakhir gak pakai pelembap karena stok di rumah habis. Mamah gak berani keluar rumah untuk beli karena pandemi. Gak ngomong pula sama anak-anaknya. Salahnya, kami pun lupa menanyakan kebutuhan body care ke mamah. 

Sekian bulan gak pakai pelembap, kulit jadi semakin kering. Kemudian menjadi gatal. Dari yang cuma area kecil, gatalnya semakin meluas. Akhirnya, kejadian deh seperti yang mamah alami waktu itu.


Merawat Kulit Tetap Lembap dan Cerah dengan Rangkaian Produk Scarlett Whitening


rangkaian body care scarlett whitening

Menggunakan pelembap jangan tunggu sampai kulit bermasalah dulu, ya. Sebaiknya memang rutin sejak dini.

Sudah 3 bulanan ini Chi pakai rangkaian produk Scarlett Whitening. Udah repurchase juga karena dipakainya kan sekeluarga. Semua cocok dengan produk ini. 
 
 kulit lebih cerah setelah emnggunakan scarlett

Meski pun ada tulisan whitening, bukan berarti kulit kami sekeluarga jadi auto putih, ya.  Warna kulitnya tetap sawo matang, kok. Tetapi, memang terlihat lebih cerah dan terawat. Gak berasa kering dan bersisik. Produknya mengandung Glutathion dan Vitamin E yang memang berfungsi untuk mencerahkan, menutrisi, dan melembapkan kulit.  
 
 scarlett whitening body wash
 
Rangkaian pertama yang dicoba tentu sabunnya yang berwarna ungu ngegemesin. Memang awalnya tertarik pakai Scarlett Whitening - brightening shower scrub pomegrante karena melihat warna sabunnya yang unik dan terlihat ada butiran halus. Setelah dicoba, ternyata juga cocok.
 
Teksturnya agak kental, sehingga harus agak menekan botolnya agar sabunnya keluar. Memiliki aroma manis seperti buah delima. Ketika dibilas, masih meninggalkan kelembapan di kulit. Penting deh ini karena sabunnya gak bikin kulit jadi kering. 
 
 scarlett whitening scrub

Kalau hasilnya ingin lebih maksimal, gunakan juga Scarlett Whitening – Body Scrub Romansa. Biar seluruh kotoran di tubuh semakin luruh dan kulit menjadi cerah. Tetapi, untuk scrub tidak Chi gunakan setiap hari, ya. Cukup seminggu atau 4 hari sekali.

Bila teman-teman baru pertama kali cobain scrub, sebaiknya pakai di punggung tangan dulu. Rasakan butiran scrubnya. Terasa nyaman atau tidak ketika digosok ke kulit.

Menurut Chi, butiran scrum Scarlett ini masih nyaman. Gak bikin kulit jadi perih atau sakit. Dibilasnya pun mudah. Aromanya sama seperti sabunnya. Tercium aroma manis yang lembut dan tahan lama 
 
 scarlett whitening body lotion freshy

Setelah selesai mandi, sebaiknya kulit langsung diberi pelembap. Kulit yang masih lembap akan membantu penyerapan lebih cepat. Apalagi body lotion Scarlett ini lumayan pekat teksturnya. Jadi memang paling nyaman diaplikasikan ketika kulit tubuh masih lembap.

Kalau untuk pelembap, Chi pakai Scarlett Whitening - Fragrance Brightening Body Lotion Freshy. Tadinya pakai yang charming. Wangi varian Charming ini seperti parfume Baccarat Rouge 540 Eau De.

Chi beralih ke Freshy karena ini produk terbaru dari Scarlett. Penasaran dengan wanginya yang katanya dupe Jo Malone English Pear & Freesia eau de cologne. Setelah dicoba, Chi lebih suka wangi yang Freshy. Wanginya lebih manis gitu.

Selain cukup melembapkan, wanginya lumayan tercium. Bahkan bisa sampai beberapa jam masih tercium aromanya. Kayaknya jangan pakai parfum lagi, deh. Khawatir 'tabrakan' nanti wanginya.

Selama 3 bulan pakai produk Scarlett sih puas. Gak hanya Chi yang pakai. K'Aie dan anak-anak juga pakai karena memang cocok dengan produknya. Seneng deh kalau ada produk lokal yang bagus gini. 
 
 tekstur sabun scarlett whitening

Meskipun ukurannya besar, produk Scarlett ini mudah dibawa ke mana-mana. Untuk shower scrub tutupnya model flip-flop. Tertutup rapat dan tidak mudah terbuka. Tekturnya sabunnya yang cukup pekat dan lubang botolnya yang kecil juga membuat isinya tidak mudah keluar. 
 
 tutup lock unlock scarlett whitening

Sedangkan untuk body lotion menggunakan botol pump. Tetapi, dilengkapi dengan lock-unlock. Sehingga pompanya akan 'terkunci' ketika pengamannya dipasang.

Semua produk Scarlett ini not tested animal, ya. Dan sudah ada registrasi BPOM. Insya Allah aman deh produknya.
 
Semua harga produknya sama yaitu Rp75.000,00. Tetapi, bila teman-teman beli paket hemat (5 produk) harganya menjadi Rp300.000,00. Dapat box exklusive + free gift bila membeli paket hemat. Teman-teman bisa membeli di official store SCARLETT_WHITENING di Shopee, ya.

Continue Reading
34 comments
Share: