Monday, July 26, 2021

SMK ORA et LABORA Didukung Saratoga Cetak Lulusan Terampil dan Siap Kerja

SMK ORA et LABORA Didukung Saratoga Cetak Lulusan Terampil dan Siap Kerja

SMK ORA et LABORA Didukung Saratoga Cetak Lulusan Terampil dan Siap Kerja - Setelah lulus SMP, baiknya lanjut ke SMA dan SMK?

Sekolah Menengah Kejuruan ORA et LABORA (SMK OeL) Kompetensi Keahlian Teknik Pembangkit Listrik
 
Bagi kami, memikirkan pendidikan ibaratnya menyiapkan grand design. Sejak mengandung anak pertama sudah mulai memikirkan dan menghitung biaya pendidikan hingga perguruan tinggi. Pendidikan ibarat investasi bagi kami. Gak bisa dipersiapkan dengan mendadak.
 
Persiapan yang panjang bukan berarti kami mengatur pilihan anak. Justru kami membebaskan. Tetapi, harus tau alasannya. Makanya, kami selalu melibatkan anak-anak sejak masih memilih sekolah TK. Tentu saja disesuaikan dengan kemampuan berpikir anak di usianya. 
 

 

SMK Tidak Lagi Dipandang Sebelah Mata


keunggulan lulusan smk dibandingkan sma

Zaman dulu memilih SMK sepertinya sesuatu yang aneh. Bahkan dipandang sebelah mata. Seolah-olah, SMK hanyalah pilihan terakhir kalau gak dapat SMA. 

Tetapi, stigma tersebut semakin terkikis di zaman sekarang. Sudah banyak yang memilih SMK karena kesadaran bukan keterpaksaan. Ketika Keke dan Nai lulus SMP, beberapa orang tua sudah yakin anaknya akan lanjut ke sekolah vokasi. Beberapa sepupu Chi pun ada yang memilih SMK. 

Pelajaran di SMK lebih banyak praktek daripada teori. Bahkan mereka mengikuti praktek kerja langsung. Para siswa SMK memang diharapkan sudah memiliki ketrampilan ketika lulus. Bahkan siap untuk bekerja.
 
[Silakan baca: SMA atau SMK?]


Saratoga Mendukung Penuh SMK ORA et LABORA


lulusan smk ora et labora terampil dan siap kerja

SMK sudah mengalami banyak perbaikan kualitas pendidikan. Adanya sinergi antara sekolah vokasi dengan dunia industri juga ikut memperbaiki citra SMK di mata masyarakat.

Salah satunya adalah PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (Saratoga) yang memberikan dukungan penuh kepada Sekolah Menengah Kejuruan ORA et LABORA (SMK OeL) Kompetensi Keahlian Teknik Pembangkit Listrik. Bagi Saratoga, investasi dalam bidang pendidikan sangat penting. Diharapkan masyarakat yang berkualitas dapat berkontribusi secara aktif dalam pendidikan nasional.

Tahun ini, SKL OeL melakukan pelepasan kelulusan untuk angkatan pertama. Para lulusan ini kemudian akan menjalankan program kerja di beberapa perusahaan ternama di Indonesia.

"Kami bersyukur dan bangga, SMK ORA et LABORA menjalankan kelulusan angkatan pertama. Program pembelajaran selama tiga tahun ditambah satu tahun praktik kerja, mampu membekali para siswa dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri. Terbukti lulusan sekolah ini telah diterima di perusahaan yang memiliki kredibilitas tinggi baik di sektor energi maupun non-energi," ujar Lany D. Wong, Direktur Keuangan Saratoga.
 
saratoga mendukung penuh smk ora et labora
 
SMK ORA et LABORA menghadirkan para pengajar yang kompeten dan kredibel di bidangnya dari Swiss German University. Sedangkan untuk pelatihan teknis kelistrikan, SMK OeL menggandeng Central Industrial Technology Entreprise (CITE), sebuah lembaga berbasis industri dan berorientasi sosial yang teruji di dunia.

Sandi Rahaju, Ketua Yayasan ORA et LABORA berharap bahwa kurikulum di sekolah ini dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran lulusan SMK di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik pada bulan Februari 2021, lulusan SMK mendominasi jumlah pengangguran sebesar 11,45%.
 
Kami bersyukur sejumlah perusahaan menerima anak-anak kami untuk melakukan praktek kerja industri. Kolaborasi antara lembaga Pendidikan dan sektor swasta menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa Pendidikan vokasi berhasil dengan baik,” tegas Sandi.

Bangga rasanya melihat para lulusan SMK semakin berkualitas, ya. Para lulusannya tidak hanya memiliki ketrampilan. Tetapi, juga sudah siap kerja. Generasi ini diharapkan dapat merealisasikan visi Indonesia Emas 2045. 

Sekarang semakin gak ragu, kan, pilih SMK? Bila tertarik dengan bidang kelistrikan, bisa memilih SMK ORA et LABORA, nih.
 

Sunday, July 25, 2021

KedaiMart, Solusi Belanja Online Kebutuhan Harian yang Aman dan Nyaman

KedaiMart, Solusi Belanja Online Kebutuhan Harian yang Aman dan Nyaman

KedaiMart, Solusi Belanja Online Kebutuhan Harian yang Aman dan Nyaman - Belanja online untuk kebutuhan sehari-hari sebetulnya udah bukan hal baru. Chi sudah melakukannya sejak beberapa tahun yang lalu. Meskipun gak rutin bulanan, apalagi mingguan.

kedaimart solusi belanja online kebutuhan harian yang aman dan nyaman

Ketika COVID-19 datang ke Indonesia, Chi mulai mikir enaknya tetap belanja ke pasar tradisional atau berubah jadi online? 

Pasar tradisional sangat dekat dengan rumah. Tinggal berjalan kaki. Itung-itung sekalian olahraga dan terkena sinar matahari. Tetapi, kalau lagi pandemi agak ngeri juga ke tempat umum, ya. Apalagi kalau suasananya ramai.

Belanja online dirasa lebih aman dan nyaman. Tetapi, terkadang suka rada berhitung dengan ongkos kirimnya. Berasa sayang aja gitu ngeluarin ongkosnya kalau selama ini ke pasar bisa tanpa ongkos hihihi.


Belanja Kebutuhan Sehari-Hari Saat Pandemi


Akhirnya, Chi putuskan menggunakan keduanya. Ke pasar tradisional tetap dilakukan. Tetapi, frekuensinya dikurangi. Tadinya ke pasar setiap hari. Sekarang jadi seminggu 3x. Memang jadinya sekali belanja lumayan banyak. Bikin pegel tangan hihihi.

Belanja online pun dilakukan. Terutama kalau mau membeli daging. Sejak dulu, Chi gak pernah beli daging di pasar tradisional. Selalu belinya di supermarket. Saat pandemi agak males jalan jauh, jadi belanja online aja untuk daging. 


KedaiMart Aplikasi Belanja Online yang Menghadirkan Supermarket di Rumahmu


alasan memilih belanja online di kedaimart

Sebelum pandemi, belanja online kebutuhan harian biasanya untuk melengkapi. Meskipun di dekat rumah ada pasar tradisional yang besar, tetapi gak semua bahan yang diinginkan ada di pasar. Misalnya, ketika Chi ingin bikin baked tomato with mozarella cheese. Gak ada yang jual tomato beef dan mozarella di pasar. Pastinya Chi harus beli di supermarket atau online.  
 

Chi semakin berhati-hati dengan pengeluaran. Udah nyaris gak pernah belanja konsumtif kayak beli baju, kosmetik, dan sebagainya. Tetapi, belanja kebutuhan hariannya malah jadi lebih sering. Ada beberapa alasan belanja online untuk kebutuhan harian saat pandemi.


Produk yang Dijual Komplit

KedaiMart memiliki konsep "Supermarket in Your Pocket". Pelanggan gak perlu ke luar rumah untuk belanja.

Berbagai kebutuhan harian seperti bahan segar dan segala macam bumbu yang biasa Chi beli di pasar, dijual juga di KedaiMart. Makanan/minuman ringan, peralatan rumah tangga, sanitasi, hingga kedai bunga pun ada. Pengirimannya juga cepat. Belanja hari ini, besok sampai.


Hemat Uang, Waktu, dan Tenaga

Beberapa item memang harganya ada yang sedikit lebih tinggi dari harga di pasar tradisional. Tetapi, beda tipis aja, kok. Lagian kalau diitung-itung lagi bisa tetap lebih murah.

Waktu masih tinggal di Bekasi, Chi kalau belanja ke pasar tradisional suka pakai mobil. Berarti ada ongkos bensin dan parkir. Tetapi, kalau di KedaiMart, belanja minimal Rp100 ribu udah bebas ongkir.

Kalau sekarang memang gak ada ongkos bensin dan parkir karena tinggal jalan kaki. Tetapi, tetap aja bisa lebih hemat karena belanjanya lebih fokus. Hanya belanja yang sesuai kebutuhan. Gak laper mata hehehe. 

Biasanya Chi ke pasar antara 30 s/d 45 menit. Tetapi, kalau belanja online bisa disambi dengan kerjaan lain. Lumayan menghemat waktu. Gak perlu banyak tenaga juga bawa belanjaan yang banyak. Karena udah tinggal menunggu barang diantar ke rumah.


Bisa Belanja Sambil Rebahan

Kaum rebahan mana suaranyaaaa? Hehehe ...

Terkadang suka mager buat jalan ke pasar meskipun dekat. Memang enakan belanja online karena bisa dilakukan sambil rebahan, nonton tv, makan, dan lain sebagainya.

 

Aman dan Nyaman

Saat pandemi ini gak bisa sebebas dulu kalau mau ke luar rumah. Masker udah pasti wajib dipakai. Malah sekarang pakai masker double. 
 
Sampai rumah pun gak bisa duduk-duduk istirahat sejenak. Tetapi, langsung cuci tangan dan mandi. Padahal terkadang capek karena bawa barang belanjaan lumayan berat. Pengen duduk sejenak sambil minum segelas air putih dan lihat medsos. Tapi, Chi gak berani seperti itu. Gak boleh mengabaikan protokol kesehatan. 

Memang jadinya agak kurang nyaman. Risikonya ke luar rumah pun tetap ada meskipun sudah patuh prokes. Memang kalau belanja online jadi berasa lebih aman dan nyaman.


Sangat Membantu Saat Harus Isoman

Qadarullah, keluarga besar Chi banyak yang positif COVID beberapa waktu lalu. Mereka gak bisa ke mana-mana karena harus isoman. Belanja online kebutuhan sehari-hari menjadi solusi yang sangat membantu di saat isolasi mandiri.


Unboxing Belanjaan dari KedaiMart

 
pengalaman belanja online di kedaimart
 
Siang hari Chi pesan belanjaan, besok paginya udah diantar ke rumah. K'Aie yang terima karena Chi lagi di kamar mandi. Katanya diantar pakai mobil.

Pesanan Chi diantar dalam 2 dus kecil. Satu dus berisi produk basah dan satunya tidak. Padahal produk basah seperti daging dikemas lagi di kantong khusus. Tetapi, tetap ditata di dus yang terpisah. Rapi banget, deh. Mari kita unboxing!

belanja online frozen food kedaimart

Mie Nissin Top Ramen - Ada 2 merk mi instan favorit almarhum papah yaitu Top Ramen dari Nissin dan Mie Arirang yang kuah sup sumsum. Meskipun gak menjadikan konsumsi harian, tetapi 2 varian ini yang selalu distok sama papah.

Chi lagi kangen sama almarhum. Jadi pengen nyicipin salah satu mie instan kesukaan papah.

[Silakan baca: Tantangan Makan Mie Arirang Hot-Hot, Mie Instant Korea Halal yang Super Duper Pedas]

Pisang - Buah-buahan diusahakan selalu ada setiap hari. Keke bilang lagi kangen makan pisang. Udah lama gak beli buah ini.

Bolu dan Roti Majestyk - Sehari-hari anak-anak 2x ngemil. Sekitar pukul 10 pagi dan 4 sore. Seringnya bikin camilan sendiri. Tetapi, sesekali beli camilan yang disukai
 
Majestyk menjadi satu bakery favorit keluarga kami sejak lama. Di sini banyak pilihan roti dan kue jadul. Puding dan kue basah juga ada. Seneng banget bisa beli di KedaiMart. Harganya pun sama dengan official store. 

Susu UHT dan Yogurt - 2 produk ini wajib ada di rumah setiap hari sejak dulu. Merknya memang bisa ganti-ganti, tetapi harus ada. Kalau untuk UHT, kami selalu stok yang plain. Tetapi, sesekali beli juga UHT yang ada rasa.

Strawberry dan Blackberry Frozen - Selain konsumsi buah yang langsung dimakan, kami juga suka buat smoothie. Paling sering bikin smoothie sawi hijau dicampur nanas. Semua suka banget. Kali ini pengen bikin strawberry dikasih pisang dan susu UHT. 
 
Beli blackberry karena di pasar tradisional gak ada yang jual. Rencananya mau dibikin smoothie. Buat minuman di sore hari.


Beef Slice - Selama pandemi Chi jarang banget bikinin sarapan. Mereka pada terbiasa bikin sendiri. Waktu masih sekolah tatap muka, memang seringnya dibikinin. Biar gak terlambat berangkat ke sekolah. Kecuali kalau hanya ingin sarapan roti dan segelas susu. 

Saat PJJ, kan, mereka lebih leluasa menyiapkan sarapan. Terserah aja mau sarapan yang praktis atau ribet. Pada siapin masing-masing. Chi hanya masak untuk makan siang dan malam. Camilan suka gantian nyiapinnya.

[Silakan baca: Cerita tentang PJJ Saat Pandemi COVID-19]

 
Ikan Dori - Salah satu ikan kesukaan Keke dan Nai. Cara mengolahnya pun sangat mudah. Apalagi makannya karena udah difillet. 
 
 kantong thermal frozen food kedaimart

Khusus untuk produk frozen, dibungkus dulu dalam kantong thermal sebelum dimasukkan ke dalam dus. Masih dikasih es juga di dalamnya. Dikemas begini bikin produk gak langsung cepat cair meskipun gak langsung dimasukkan ke kulkas. Pesanan dikirim pagi hari, tetapi Chi baru sempat unboxing usai sholat dzuhur. Semuanya masih beku. Alhamdulillah.

Puas juga belanja di KedaiMart. Langsung masuk daftar aplikasi favorit. Kalau ingin belanja online untuk kebutuhan harian di KedaiMart aja.
 
Teman-teman bisa belanja di KedaiMart melalui aplikasi atau official store-nya di e-commerce. Tetapi, bila belanja melalui aplikasi bisa gratis ongkir dengan minimun pembelanjaan Rp100 ribu.
 
Cuzz, instal aplikasi KedaiMart yang bisa diunduh melalui Google Playstore dan App store. Untuk saat ini KedaiMart cakupan wilayahnya ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Semoga bisa segera ada untuk seluruh wilayah di Indonesia, ya.

Tuesday, July 20, 2021

Lelah Setelah Divaksin Sinovac

Lelah Setelah Divaksin Sinovac

Kali ini giliran Keke yang mendapatkan vaksinasi untuk kelompok usia 12-17 tahun. Efeknya dia merasa lelah setelah divaksin Sinovac
 
 vaksin sinovac untuk anak
 
Panik, gak? Panik, gaaaak?
 
Tenaaaaang. Ada yang namanya efek KIPI yang akan Chi jelasin (lagi) di postingan ini.


Program Vaksinasi di Sekolah

 
wajib jujur saat skrining vaksinasi

"Bunda, Keke daftar vaksinasi di sekolah, ya?"

Sekitar 2 minggu lalu, Keke mengabarkan kalau di sekolahnya sedang ada pendataan untuk vaksinasi. Tentu saja kami langsung menyetujui. Kami mendukung program vaksinasi sebagai salah satu ikhtiar agar herd immunity bisa segera tercapai.

"Adek bisa numpang vaksin di sekolah Keke, gak?"
"Kayaknya gak bisa, Yah. Undangannya hanya untuk siswa dan anak guru."

Sentra vaksinasi di Jakarta untuk anak berusia 12-17 tahun memang sudah mulai banyak di mana-mana. Tetapi, kami tetap memilih menunggu yang dekat rumah.

Saat sekolah Keke mulai pendataan, puskesmas di dekat rumah belum ada informasi sama sekali tentang jadwal vaksinasi COVID-19 untuk usia 12+. Tetapi, siapa sangka, seminggu kemudian malah Nai duluan yang divaksinasi. 
 
Padahal di sekolah Keke kemudian mengundang sekolah Nai dan warga sekitar untuk divaksinasi. Tetapi, undangannya datang setelah Nai selesai divaksin. 
 
 
Agak sedih ketika jadwal sudah keluar beberapa teman Keke mengundurkan diri karena baru mulai isoman. Ada juga yang baru banget sembuh dari COVID. Dan menurut peraturan harus menunggu minimal 3 bulan sejak dinyatakan sembuh baru boleh divaksinasi.

Setelah menunggu sekitar 2 minggu, jadwal untuk Keke pun keluar. Dia dapat jadwal hari Rabu (14/7) pukul 09.00 s/d 10.00 WIB. Keke berangkat dari rumah sekitar pukul 09.15 WIB. Sekitar 45 menit kemudian sudah ada di rumah lagi. Prosesnya sama dengan kami saat divaksinasi di Puskesmas. Diperiksa tensi kemudian skrinning vaksinasi. 
 
Wajib jawab dengan jujur ketika ditanya saat proses skrinning, ya. Jangan karena semangat banget ingin divaksinasi, jadi berbohong. Khawatir nanti bisa fatal efek KIPInya kalau sampai bohong.

Salah satu persyaratan vaksinasi di sekolah adalah orang tua wajib menemani. Tetapi, ketika jadwal sudah ada, diinfokan juga kalau pengantar hanya boleh menunggu di luar gerbang. Ya, udah Keke memutuskan berangkat sendiri dan dibolehin masuk juga meskipun gak ditemani. 
 
Pelaksanaan benar-benar tertib. Gak ada gerombolan para siswa menunggu divaksinasi kalau lihat foto-foto di IG sekolah. Kalau melihat Keke keluar rumah gak sampai 1 jam, Chi cukup yakin setelah divaksinasi dia langsung pulang ke rumah. Gak main dulu sama temannya. Gak ada pula foto-foto kalau dia jalan sendiri hahaha.

Sepertinya sentra vaksinasi di Jakarta sudah mulai ke berbagai sekolah. Memang pelaksanaannya tidak berbarengan. Mungkin karena keterbatasan jumlah vaksinator dan vaksin juga.

Sekolah Nai baru mulai pendataan beberapa hari yang lalu. Tetapi, Nai gak ikut daftar karena dia sudah selesai divaksin untuk dosis pertama.


Jangan Langsung Panik bila Terjadi KIPI Pasca Divaksin 

 
efek kipi pasca divaksin covid

Keke melakukan persiapan yang sama dengan kami semua sebelum divaksinasi. Istirahat cukup, pola makan teratur dengan nutrisi yang komplit, serta olahraga ringan. Intinya mau badan harus benar-benar fit saat akan divaksin apapun, tidak hanya vaksin COVID-19. 
 

Keke sudah melakukan itu semua. Badannya pun sedang sehat. Tetapi, berbeda dengan Nai dan orang tuanya yang tidak merasakan efek KIPI apapun pasca divaksinasi. Keke justru merasa lelah. Tidak sampai lelah banget banget. Tetapi, tetap aja merasa berbeda kondisinya dengan sebelum divaksinasi.

Tidak perlu langsung panik kalau ada efek KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Nyeri di area suntikan, lelah, demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, dan lainnya masih termasuk yang normal, kok. Itu artinya tubuh sedang bereaksi saat membentuk antibodi.

Lalu bagaimana bila tidak terjadi KIPI?

Secara umum, efek samping yang timbul dapat beragam pada umumnya ringan dan bersifat sementara, dan tidak selalu ada, serta bergantung pada kondisi tubuh. Efek seperti demam dan nyeri otot atau kemerahan pada bekas suntikan adalah hal yang wajar namun tetap perlu dimonitor.

Sumber: covid.go.id

 
Dilansir dari situs covid.go.id, ada atau tidak ada KIPI adalah sesuatu yang wajar. Semua tergantung kondisi tubuh masing-masing.
 
Tubuh tetap bekerja membentuk antibodi. Jadi, jangan langsung menuding kalau vaksinnya palsu hanya karena gak merasakan KIPI, ya. Meskipun begitu, tetap harus dipantau kondisinya. 
 
Makanya gak boleh langsung pulang setelah divaksinasi. Tunggu sekitar 15-30 menit di lokasi untuk melihat ada reaksi atau tidak. Bila terjadi reaksi yang berat, kan, jadi bisa langsung ditangani.

Nakes yang memvaksinasi Chi pun menjelaskan setelah sampai rumah harus tetap diperhatikan bila ada perubahan kondisi hingga 3x24 jam. Di lembaran surat vaksinasi ada contact person yang bisa dihubungi bila terjadi reaksi KIPI sedang hingga berat.

Seharian itu Keke hanya nyantai di kamar. Tidak ada demam atau gejala lainnya. Rasa lelahnya pun di hari pertama saja. Besoknya udah biasa lagi. Alhamdulillah. Tetapi, Chi terus memantau hingga 3 hari pasca vaksinasi.

Alhamdulillah kami sekeluarga sudah divaksin semuanya untuk dosis pertama. Tetapi, kami tetap patuh dengan protokol kesehatan karena vaksin memang bukan untuk mengobati atau membuat tubuh jadi kebal. Vaksin bisa menurunkan risiko bila sampai terpapar virus. Prokes tetap jalan karena di Indonesia masih jauh untuk sampai ke herd immunity (kekebalan imunitas).  
 

Teman-teman yang belum dapat kesempatan divaksin harap sabar, ya. Vaksinasi adalah salah satu layer proteksi. Jadi tetap aja disiplin dengan protokol kesehatan yang 5M itu. Karena prokes adalah 'vaksinasi' dasar di saat pandemi.

Nah, kalau udah dapat kesempatan dan kondisi tubuh memungkinkan untuk divaksinasi, jangan ditunda-tunda. Kita sama-sama ikhtiar agar herd immunity terbentuk dan pandemi segera berakhir. Aamiin Allahumma aamiin. 
 

Sunday, July 11, 2021

English Academy, Kursus Bahasa Inggris Online dari RuangGuru

English Academy, Kursus Bahasa Inggris Online dari RuangGuru

English Academy, Kursus Bahasa Inggris Online dari RuangGuru - “Bunda, daftarin Ima kursus bahasa Inggris, dong!”
“Adek serius mau kursus? Gak cape?” 
“Enggak.” 
 
english academy kursus bahasa inggris online dari ruangguru
 
Saat itu Nai baru beberapa bulan masuk SMP. Lagi seneng-senengnya dengan kegiatan sekolah, terutama ekstra kurikuler. Trus, tau-tau dia minta didaftarin kursus bahasa Inggris.

Chi, sih, seneng aja dengan semangat Nai. Hanya sedikit khawatir dengan aktivitasnya yang jadi akan semakin banyak kalau ditambah dengan kursus. Tetapi, karena anaknya semangat banget, Chi pun menyetujui keinginannya.

Saat itu., gak pusing juga mencari kursus bahasa Inggris untuk Nai. Di dekat rumah, ada tempat kursus yang memang bagus. Kami langsung mendaftar, Nai ikut placement test, dan mulai belajar di sana setelah keluar hasilnya.

Kegiatan kursus berjalan lancar. Sebagai anak baru, Nai termasuk berprestasi. Nilai-nilainya tidak hanya bagus. Nai juga dipilih sebagai salah seorang kandidat untuk ikut lomba spelling bee.

Seleksi terus berjalan dan menyisakan 2 kandidat. Bila terpilih akan mewakili lembaga kursus ke ajang yang lebih tinggi. Ternyata Nai kalah, tepatnya mengalah.

Ketika ditunjuk sebagai salah seorang kandidat, dia udah curhat ke bundanya kalau gak mau ikutan. Tetapi, Chi bujukin supaya mau maju.

Gurunya masih gak yakin kalau Nai gak bisa menjawab pertanyaan saat diuji. Ketika ditanya ke Nai keluar pengakuan kalau dia memang sengaja mengalah karena gak mau ikut lomba. Saat ambil rapot, guru kelasnya cerita ke Chi. Agak menyangkan sikap Nai, tetapi memang gak bisa dipaksa juga bila anaknya gak mau. Ya udah, lah.

Ketika masih SD, dia beberapa kali dibujukin untuk ikut lomba mewarnai mewakili tempatnya kursus. Tetapi, Nai bersikeras gak mau. Sampai sekarang dia gak pernah sekalipun ikut lomba mewarnai. Nai memang bukan tipe anak yang suka ikut kompetisi.

Di saat sedang semangat belajar bahasa Inggris, pandemi pun datang …

Sama halnya seperti sekolah formal, kegiatan kursus pun berubah menjadi online. Tetapi, mungkin karena belum terbiasa, jadi sempat agak macet. Masih beberapa kali error. Chi jadi merasa kursus bahasa Inggrisnya kurang efektif.


Alasan Tertarik Kursus Bahasa Inggris di English Academy 


alasan tertarik kursus bahasa inggris di english academy

Terkadang suka kepikiran juga pengen daftarin Nai kursus bahasa Inggris lagi. Apalagi dia sedang tinggi semangat belajarnya. Tetapi, karena masih harus belajar di rumah akibat pandemi COVID-19, Chi juga maunya lembaga kursus yang udah terbiasa online, dong.

Baru-baru ini, Chi tau yang namanya English Academy. Sepertinya memang baru, tetapi EA ini milik RuangGuru. Tau lah ya kalau RuangGuru udah jagoannya untuk belajar online.


Siswa English Academy belajar dengan metode pembelajaran yang komunikatif. Pembahasan berfokus pada situasi praktis sehari-hari dengan menekankan empat keterampilan bahasa utama: membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Kegiatan kelas disusun dengan metode kombinasi demonstrasi dan praktik.
 
Kursus bahasa Inggris English Academy terbagi dalam beberapa program, yaitu


Runner (7-10 tahun) 

Program Runner mengoptimalkan kegiatan belajar Bahasa Inggris dasar untuk anak. Dalam kelas ini, anak akan diajak untuk mengenal dan memahami berbagai macam tata Bahasa Inggris secara interaktif. Dengan metode & materi pembelajaran yang mudah dipahami, program belajar Bahasa Inggris untuk anak ini cocok bagi pelajar dengan rentang usia 7-10 tahun.


Sprinter (11-14 tahun)

Program Sprinter mengasah keterampilan lanjutan Bahasa Inggris. Dengan metode belajar yang menyenangkan, Program Sprinter disusun agar relevan bagi pelajar berusia 11–14 tahun.


Ranger (15-18 tahun)

Program Ranger meningkatkan keterampilan lanjutan Bahasa Inggris pelajar SMA. Kelas Ranger disusun agar relevan bagi pelajar berusia 15–18 tahun


Explorer (Di atas 18 tahun)

Program Explorer dirancang untuk mempertajam kefasihan Bahasa Inggris bagi tingkat dan umum. Program Explorer dikemas dengan metode belajar yang komunikatif, juga menyenangkan.

Nai bisa ikut kelas ranger, nih. Tetapi, tentunya harus ikut placement test dulu. Para siswa English Academy tidak hanya diajarkan fasih berbahasa Inggris. Tetapi, diharapkan dapat bersaing di tingkat internasional. Pelajarannya menggunakan Kurikulum Cambridge yang memang sudah dipercaya di berbagai kursus bahasa Inggris di dunia.

Chi suka menyarankan ke Keke dan Nai kalau bisa hari gini kuasai minimal 2 bahasa asing. Tetapi, bila hanya 1 pun gak apa-apa. Tentunya bahasa Inggris dulu yang harus dikuasai karena sudah jadi bahasa Internasional. 

Saturday, July 10, 2021

Nai Sudah Divaksinasi Sinovac untuk Anak Dosis Pertama

Nai Sudah Divaksinasi Sinovac untuk Anak Dosis Pertama

Nai sudah divaksinasi Sinovac untuk anak dosis pertama beberapa hari yang lalu. Angka penambahan harian COVID-19 di Jakarta pada saat second wave ini memang mengkhawatirkan. Tetapi, di sisi baiknya, sentra vaksinasi ada di mana-mana. Bahkan sekarang sudah untuk anak usia 12 tahun ke atas.

vaksin sinovac untuk anak


Meskipun banyak pilihan sentra vaksinasi, kami maunya tetap memilih yang dekat rumah. Di Puskemas tempat Chi dan K'Aie divaksinasi. Begitu baca pengumuman kalau jadwal vaksinasi untuk usia 12-17 sudah dibuka, kami langsung ke lokasi untuk menanyakan prosedur pendaftaran.

Kami kembali bertanya karena baca komen beberapa netizen yang mengatakan harus daftar lewat aplikasi JAKI. Padahal waktu kami divaksinasi, bisa go show alias datang langsung.

Ternyata prosesnya tetap datang langsung. Karena vaksinasi untuk anak, kami diminta membawa Kartu Keluarga pada saat pendaftaran.

[Silakan baca: Pengalaman Pertama Divaksinasi AstraZeneca]

Sebelum pukul 6 pagi, K'Aie sudah berangkat ke lokasi vaksinasi untuk daftar dan ambil nomor. Udah dapat antrean nomor 150an, dong. Seneng, sih, lihat pada antusias divaksin. Tetapi, berarti yang lain pada datang pukul berapa, ya? Hihihi.

Setelah ambil nomor, K'Aie pulang dulu. Kemudian sekitar pukul 10, Nai jalan ke tempat vaksinasi bersama ayahnya. 1 jam kemudian sudah ada di rumah lagi. Itu lah alasan kami memiliki divaksin dekat rumah. Biar bisa pulang dulu. Nunggunya di rumah aja hehehe.

Gak ada persiapan yang khusus banget menghadapi vaksinasi. Kurang lebih sama, lah, dengan persiapan waktu Chi dan K'Aie divaksinasi AstraZeneca. Benerin asupan dan pola makan, tidur cukup, serta berolahraga ringan.
 
Asma yang terkontrol boleh divaksinasi Covid-19
 
Ketika divaksinasi wajib bicara sejujurnya, ya. Nai bilang ke nakesnya kalau dia punya asma. Tetapi, terkontrol dan udah sekian tahun gak kambuh. Belum pernah mengalami sesak berat juga. Kalau kondisinya seperti ini dibolehkan untuk divaksinasi.

Nai terlihat agak males-malesan saat berangkat. K'Aie juga cerita setelah divaksin, Nai kelihatan gak sabaran. Pengen pulang terus. Padahal harus menunggu sekitar 30 menit untuk melihat ada efek KIPI atau tidak.

Chi kirain Nai mager karena udah jarang banget keluar rumah. Gak taunya dia kelihatan males-malesan dan pengen pulang terus karena jadi ketinggalan nonton konser BTS gara-gara harus divaksin huahahaha 😂!

Alhamdulillah gak ada efek KIPI apapun yang dirasakan Nai. Gak merasa lapar ataupun ngantuk berlebihan seperti yang banyak dirasakan orang lain setelah divaksinasi Sinovac.

[Silakan baca: Mamah Sudah Divaksinasi Sinovac untuk Lansia]

Bagaimana dengan Keke?

Dia belum divaksin hingga saat ini. Keke sudah daftar duluan di sekolahnya yang memang berencana memfasilitasi vaksinasi bagi para siswa. Makanya dia gak ikut divaksin bareng Nai. Meskipun nanti vaksinasinya di sekolah, orang tua wajib menemani.
 
Oiya, Chi mau sedikit kasih info tentang situs Peduli Lindungi. Kami gak pernah melakukan pendaftaran vaksinasi di sana. Langsung go show aja ke Puskesmas terdekat. Nah, setelah selesai divaksinasi, para nakes yang akan menginput data kami di website tersebut. Sambil memantau efek KIPI yang timbul 30 menit pasca divaksinasi.

Bersyukur banget satu per satu di keluarga kami sudah divaksin. Ikhtiar agar Herd Immunity segera terbentuk. InsyaAllah pandemi segera berlalu. Aamiin Allahumma aamiin.

[Silakan baca: Sudah Divaksinasi COVID-19, Kok, Masih Harus Pakai Masker?]

Friday, July 9, 2021

Persiapan Menghadapi Tahun Ajaran Baru dengan Belajar di RuangBelajar by RuangGuru

Persiapan Menghadapi Tahun Ajaran Baru dengan Belajar di RuangBelajar by RuangGuru

Persiapan Menghadapi Tahun Ajaran Baru dengan Belajar di RuangBelajar byRuangGuru - Tahun ajaran baru sudah di depan mata. Kemungkinan besar akan menjalani Pembelajaran Jarak Jauh alias PJJ lagi.

ruangbelajar by ruangguru

Udah mulai bosan dengan PJJ atau sudah semakin terbiasa? Kalau untuk Nai jawabannya mungkin antara iya dan tidak.

Kangen lah bisa belajar lagi secara tatap muka seperti sebelum pandemi. Sedihnya Nai hanya menjalani PTM 1,5 tahun aja. Sisanya harus PJJ. Bahkan sampai wisudanya pun virtual. Hiks!

[Silakan baca: Pengalaman Mengikuti Wisuda Virtual 2021]

Ya ikhlas-ikhlas aja, sih. Nai pun terlihat menikmati PJJnya. Gak masalah juga kalau harus wisuda online.

Tetapi, tahun ajaran ini dia akan mengalami penyesuaian lagi. Sekolahnya kan baru. Karena Nai mulai masuk jenjang SMA.

Qadarallah, Nai terdaftar di salah satu SMA swasta. Chi agak menaruh harapan kalau kegiatan PJJ di sekolahnya nanti bisa berjalan lebih baik. Kalau menyimak berbagai cerita teman-teman, yang anaknya bersekolah di swasta kelihatan lebih siap kegiatan belajar dari rumahnya. Selain itu, jumlah siswa per kelas juga lebih sedikit dibandingkan negeri. Semoga aja semakin membuat Nai fokus belajar.


Alasan Memilih RuangBelajar by RuangGuru


alasan memilih ruangbelajar by ruangguru

RuangGuru berdiri sejak tahun 2014. Sejak awal berdirinya, kegiatan bimbingan belajar dilakukan secara online. Karena misi RuangGuru adalah menyediakan dan memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas melalui teknologi untuk semua siswa, kapan dan di mana saja.

Bisa dikatakan RuangGuru termasuk pionir untuk bimbingan belajar online. Para siswanya dapat belajar tanpa batasan ruang dan waktu. Dan ketika pandemi datang, konsep Pembelajaran Jarak Jauh sudah bukan sesuatu yang coba-coba lagi bagi RuangGuru. Sudah menjadi layanan belajar online terbaik.

Ketika Nai kelas 9, dia sempat ikut bimbel yang tatap muka. Gak jauh-jauh belajarnya. Cukup pergi ke tetangga yang profesinya guru. Sayangnya Nai merasa kurang cocok. Dia lebih suka belajar mandiri secara online.

Pas juga, nih, RuangBelajar by RuangGuru untuk Nai. Karena di RuangBelajar disediakan disediakan puluhan ribu video belajar beranimasi dari jenjang SD hingga SMA. Siswa bisa belajar secara mandiri.

Chi pernah beberapa kali cerita di blog ini, ketika Nai kesulitan menangkap pelajaran di sekolah atau melalui buku, biasanya Chi cari video-video animasi yang bisa membantu.

Bagi anak yang gaya belajarnya dominan visual seperti Nai, video beranimasi memang bisa sangat membantu. Bahkan hingga dia sekarang SMA. Jadi jangan dianggap kalau video beranimasi hanya cocok untuk jenjang SD, ya.

Meskipun bimbingan belajar online, gak masalah kalau sedang ada kendala internet. Kan, semua materi bisa diakses dan di-download. Jadi tetap bisa belajar secara offline.

Disediakan pula ribuan bank soal. Sehingga bisa mengukur kemampuan, Sudah sejauh mana memahami pelajarannya.

Gak hanya seklah formal aja yang ada raportnya. Di RuangBelajar by RuangGuru pun disediakan. Orang tua jadi bisa mengetahui progress anak selama belajar. WhatsApp RuangGuru aja di 081578200000. Kemudian ketik “Rapir Anak” untuk mendapatkan laporan belajar anak secara komperhensif.

Suka kesel gak, sih, kalau anak nge-game melulu?

Jangan buru-buru kesel. ya. Game memang menyenangkan banget. Tetapi, gak semua game berdampak buruk.


belajar seru di ruangguru

Di RuangBelajar by RuangGuru ada fitur gami fication bernama RuangGuru Adventure. Para siswa akan mendapatkan avatar. Bila berhasil menjawab soal akan memperoleh poin yang bisa ditukarkan hadiah. Seru banget, yaaa.

Anak-anak sekarang, kan, banyak yang suka nge-game. Kalau game begini semacam bermain dambil belajar, dong. Bikin semangat belajar jadi naik.

Masih banyak lagi fitur RuangGuru yang menarik. Disediakan juga tes minat bakat. Ini penting, lho, untuk mengetahui minat dan bakat anak. Bisa membantu memilih jurusan yang tepat. Memperkirakan karir apa yang akan diraih di masa depan.

Tahun ajaran baru sudah dimulai. Kembali masih harus belajar dari rumah. Apalagi saat ini sedang tsunami covid. Udah bukan tinggi lagi kasus penambahan hariannya. Serem lah pokoknya.

Pokoknya sekarang harus semakin patuh dengan prokes. Divaksin bila sudah ada kesempatannnya. Buat para siswa, tetap semangat belajarnya meskipun masih PJJ. Orang tua sabar-sabar aja, ya, kalau anak-anak masih harus belajar dari rumah hehehe.

Etapi, ikut bimbel online kayak RuangGuru begini membantu banget mengurangi drama, lho. Cobain aja, deh.

[Silakan baca: Cerita tentang PJJ Saat Pandemi COVID-19]


Sunday, July 4, 2021

Pengalaman Pertama Divaksinasi AstraZeneca

Pengalaman Pertama Divaksinasi AstraZeneca

Pengalaman Pertama Divaksinasi AstraZeneca - Awal Juni lalu, Chi dan K'Aie sudah divaksinasi AstraZeneca yang pertama. Serem gak vaksin ini? Karena banyak beredar berita kalau efek KIPI AstraZeneca itu menyeramkan. Bahkan sampai ada yang wafat. 
 
pengalaman pertama divaksinasi astrazeneca
Ekspresi lelah menunggu dipanggil dengan perasaan sedikit tegang hahaha!

 

Sejujurnya Chi memang ada rasa sedikit takut. Tapi, kalau dipikir lagi, rasanya lebih menyeramkan bila pandemi gak segera usai. Chi bersyukur kami sekeluarga masih diberi kesehatan. Tetapi, pandemi yang berkepanjangan bikin lelah lahir dan batin.
 
Selalu meyakini kalau segala sesuatu yang terjadi memang sudah ditakdirkan Allah SWT. Tetapi, sebagai manusia tetap harus berikhtiar dan tawakkal. Gak boleh pasrahan dan kemudian bilang kalau semua udah takdir.

Divaksinasi merupakan salah cara ikhtiar. Insya Allah pandemi segera berakhir karena herd immunity bisa tercapai. Badan juga tetap sehat. Aamiin Allahumma aamiin.


Persiapan Menjaga Kondisi Tubuh Sebelum dan Sesudah Divaksin AstraZeneca


Sejak lama kami berniat divaksinasi di puskesmas dekat rumah. Alhamdulillah, pak RT di sini aktif kasih info, termasuk tentang vaksin. Warga usia 18+ tahun sudah diinfokan untuk bersiap divaksinasi sejak mulai Ramadan. Beberapa hari sebelum dimulai, warga kembali diinfokan. Kami pun sesekali melihat informasi dari akun IG Puskesmas dekat rumah. 
 
Kami tidak tau akan mendapatkan vaksin AstraZeneca atau Sinovac. Tetapi, karena saat itu yang ramai diberitakan kalau di DKI vaksinnya adalah AZ, maka kami mulai melakukan persiapan yang matang. 

Sebetulnya persiapan ini tidak hanya untuk vaksinasi AstraZeneca. Divaksin apa pun kami akan melakukan hal sama. Tips ini kami dapatkan dari dokter anak langganan kami. Beliau selalu mengharuskan anak-anak dalam kondisi yang benar-benar fit ketika divaksinasi.


Berdoa

Terus jaga iman dan imun di saat pandemi. Insya Allah tetap aman.

Sebetulnya gak hanya di saat pandemi, ya. Iman dan imun memang harus terus dijaga. Tetapi, memang terkadang masih suka ada lupanya. Nah, saat pandemi lebih dikencengin lagi. Saat mau divaksinasi terus berdoa supaya berjalan lancar dan tidak ada efek KIPI yang mengkhawatirkan.

 

Tidur Lebih Cepat, Berhenti Begadang 

Sudah sejak lama banget Chi pengen memperbaiki pola tidur. Berhenti begadang dan tidur sebelum lonceng jam Cinderella berbunyi. Tetapi, susahnya minta ampun. Ya, karena memang sebatas niat aja, sih. Belum sampai ke level disiplin.

Chi masih suka merasa lebih nyaman beraktivitas saat malam. Gak hanya berkegiatan di dunia maya. Seringkali lebih seneng beberes rumah di atas pukul 11 malam. Kayaknya lebih produktif dan bertenaga aja gituuuu.

Beberapa hari sebelum divaksinasi, Chi berusaha tidur paling gak 2 jam lebih cepat. Bukan hal yang mudah. Di beberapa hari pertama, Chi cuma gelundungan di kasur. Menahan diri untuk tidak pegang smartphone. Karena kalau udah megang, pasti bakal begadang lagi. 
 
Lama-kelamaan bisa juga tidur lebih cepat. Chi lakukan ini sampai beberapa hari setelah divaksinasi. Sayangnya sekarang mulai ngebandel lagi. Duh! Memang harus menegur diri sendiri, nih!


Pola Makan yang Teratur dengan Gizi yang Cukup

Kalau yang ini gak terlalu masalah. Malah pola makan seperti ini sudah terbentuk sejak lama banget. Setiap hari selalu masak. Kadang-kadang kalau akhir pekan memang suka libur masak. Memilih makan di luar atau order. Tetapi, sejak pandemi kami sangat jarang jajan.
 
Menu yang Chi masak setiap harinya selalu beragam. Kami tidak picky eater. Jadwal makan keluarga pun sudah terpola sejak lama. 3x makan utama dan 2x selingan.Tetapi, kadang-kadang agak cheating juga. Gak apa-apa selama gak berlebihan.

 

Hindari Stress

Stress juga bisa menurunkan imun. Mengetahui efek KIPI vaksin AstraZeneca yang lebih besar dari Sinovac bikin Chi deg-degan juga. 

Udah lah berusaha gak terlalu dipikirin. Banyakin ngobrol atau cari konten yang receh. Nonton film yang seru juga bisa. Pokoknya cari yang bisa bikin ketawa dan relax.

 

Berolahraga Ringan

Bila rajin berolahraga, usahakan yang ringan aja. Kalau pun gak sempat berolahraga, paling gak jangan mager. Gerak-gerak dikit dengan cara beberes rumah. Tapi, jangan sampai kecapean.


Berhenti Ngopi

Chi selalu ngopi segelas sehari. Banyak yang menyarankan paling gak sehari sebelum dan sesudah divaksinasi berhenti dulu ngopinya. Ya udah Chi ikutin aja sarannya.


Perut Gak Boleh Kosong Saat Divaksinasi

Wajib sarapan ketika mau divaksinasi. Karena memang gak disarankan divaksin dalam keadaan perut kosong.

Perut kosong, kan, suka bikin bada jadi lemas, pusing, dan lain sebagainya. Ditambah lagi kalau tegang saat menunggu vaksinasi. Khawatirnya bikin efek KIPI jadi berat.

Kalau perlu bawa makanan kecil dan minuman. Chi udah sarapan dari rumah. Tetapi, baru divaksinasi hampir 3 jam kemudian. Mendekati jam makan siang. Perut rasanya udah mulai lapar. Untung aja kondisi tubuh masih terasa fit. Cuma berasa lapar hehehe.
 
Jangan biarkan perut kosong apalagi sampai bikin sakit kepala, lambung perih, dan sebagainya. Tetaplah diisi perutnya. Tetapi, harus sangat hati bila ingin mengisi perut.

Perlu diperhatikan, bila ingin ngemil dan minum harus cari tempat yang sepi. Cuci tangan dengan sabun dan di air mengalir terlebih dahulu lebih baik daripada hanya menggunakan hand sanitizer.

 

Tahapan Vaksinasi COVID-19

 
Vaksinasi di puskesmas dekat rumah dilakukan secara go show. Gak ada pendaftaran online. Chi datang sekitar 30 menit sebelum dimulai. Udah dapat nomor 44. 

Suasana berjalan tertib dan tidak berdesakan. Peserta vaksinasi diminta naik ke lantai 2 puskesmas per 10 orang. Setelah menunggu sekitar 3 jam, rombongan Chi pun dipanggil untuk naik ke lantai 2.

Entah kenapa rombongan 20 orang pertama rasanya lama sekali. Karena ketika rombongan Chi dipanggil, prosesnya terasa cepat. Tebakan Chi mungkin ada beberapa peserta yang tekanan darahnya mendadak tinggi. Sehingga harus diulang berkali-kali. Seperti yang terjadi pada mamah ketika divaksinasi Sinovac.

Gak sampai 5 menit menunggu di lantai atas, Chi dipanggil masuk ruangan. Langsung ditensi dan alhamdulillah di angka normal. Kemudian diberi beberapa pertanyaan oleh Nakes.

Jawab sejujurnya ketika ditanya, ya. Bertanya juga bila dirasa perlu. Jangan ada jawaban yang disembunyikan. Jangan pula sungkan untuk bertanya.
 
"Ibu memiliki alergi?"
 
Chi bilang punya alergi debu. Kulit menjadi sangat gatal bila sedang kambuh. Ternyata kalau alerginya seperti itu  gak apa-apa divaksinasi. Alergi yang harus diwaspadai kalau bikin sesak napas.

"Boleh gak divaksinasi kalau sudah pernah positif COVID-19"

Ini pertanyaan titipan dari salah seorang teman. Menurut nakes, seseorang yang sudah pernah positif harus menunggu 3 bulan sejak dinyatakan sudah sembuh.

Idealnya, sehari sebelum divaksinasi melakukan SWAB antigen dulu. Biar ketahuan ada kemungkinan positif atau enggak.

Adik Chi divaksinasi di kantornya. Di sana diwajibkan membawa surat keterangan SWAB antigen dengan keterangan negatif. Tetapi, di puskesmas tempat kami divaksinasi tidak ada syarat itu. 

Setelah ditensi dan menjawab semua pertanyaan, Chi diminta menunggu lagi. Gak sampai 5 menit, sudah dipanggil untuk masuk ke ruang vaksinasi.

"Ibu turunin sedikit jaketnya. Duduk menghadap tembok ya, Bu."

Baru juga duduk menghadap tembok, tau-tau udah selesai disuntik. Cepet banget!

Teman-teman yang berhijab, sebaiknya gunakan pakaian yang memudahkan nakes menyuntik.
 
Memakai pakaian yang memudahkan nakes bekerja bisa menghemat waktu. Chi hanya perlu menurunkan sedikit lengan jaket untuk disuntik. Kalau pakai pakaian lengan panjang akan butuh waktu lebih lama menggulung lengan baju. Apalagi kalau ukurannya agak ngepas ke badan.

Chi disuntik di ruangan tertutup. Hanya ada Chi dan satu orang nakes. Tetapi, pernah lihat di berita atau foto-foto di berbagai medsos, kalau vaksinasinya dilakukan di ruang terbuka. Di depan masyarakat lain yang akan divaksinasi. Bila harus menggulung lengan baju, tentu aurat akan lebih banyak terlihat. Jadi, dipertimbangin banget ya pakaian yang akan dipakai.
 
Setelah divaksinasi, diminta menunggu sekitar 20-30 menit. Petugas menginput data pribadi yang sudah divaksinasi. Sekaligus memantau apakah ada efek KIPI. Setelah selesai, nama kami dipanggil satu persatu dan dikasih 6 butir paracetamol. Diminum kalau ada demam.

Setelah divaksinasi sangat disarankan untuk tidak langsung pulang. Tunggu sekitar 30 menit untuk melihat efek KIPI. Bila terjadi efek yang lumayan berat, petugas kesehatan bisa langsung segera menangani.
 
"Ibu, nanti kembali lagi tanggal 8 September untuk vaksinasi kedua, ya. Gak boleh kurang dari tanggal 8, tetapi lebih sedikit boleh."  
 
 daftar rumah sakit rujukan kipi vaksinasi covid


Petugas memberikan selembar kertas tanda sudah divaksinasi AstraZeneca dosis 1. Di lembaran kertas itu juga ada contact person yang bisa dihubungi bila terjadi kondisi darurat pasca divaksinasi. 
 
Di Jakarta ada beberapa rumah sakit yang dijadikan rujukan bila terjadi KIPI. Tetapi, di lembaran bukti vaksin yang kami terima juga sudah tertera contact person. Bila teman-teman belum tau rumah sakit atau contact person yang harus dihubungi bila terjadi KIPI dengan gejalan sedang ke berat, sebaiknya bertanya ke nakes yang memvaksinasi.

Jeda vaksin pertama dan kedua untuk AstraZeneca tuh 3 bulan. Lebih panjang dari Sinovac. Chi gak tau pasti alasannya karena gak nanya. Mungkin karena efek KIPInya bisa lebih tinggi, ya.
 


Efek KIPI Setelah Divaksin AstraZeneca


Chi dan K'Aie memutuskan vaksinasi di waktu yang berbeda. Chi datang hari Rabu, K'Aie memilih Jumat. Kami memilih jadwal yang berbeda karena kalau mengamati pengalaman banyak netizen kebanyakan merasakan demam dan beberapa efek lainnya. Kami pikir kayaknya enakan pisah jadwal biar kalau sakit gak barengan. Jadi bisa bergantian ngurusan yang lagi sakit.

KIPI adalah salah satu reaksi tubuh pasien yang tidak diinginkan yang muncul setelah pemberian vaksin. KIPI dapat terjadi dengan tanda atau kondisi yang berbeda-beda. Mulai dari gejala efek samping ringan hingga reaksi tubuh yang serius seperti anafilaktik (alergi parah) terhadap kandungan vaksin.

Perlu diingat, KIPI tidak selalu terjadi pada setiap orang yang diimunisasi. Munculnya gejala ringan cenderung lebih sering terjadi dibandingkan reaksi radang atau alergi serius terhadap vaksin.

Sumber: HelloSehat

 
Bila hanya mengalami demam ringan dan efek lainnya yang juga cenderung ringan, gak perlu khawatir dengan KIPI. Apalagi sampai curiga kalau vaksinnya begini-begitu. Semua vaksin memang berisiko menimbulkan KIPI. Gak hanya vaksin untuk Covid.

Makanya kalau ada yang membuat status menakutkan tentang KIPI, Chi suka cek akunnya kalau lagi gabut. Kalau yang komen masih remaja, ya, anggap aja belum mengerti tentang vaksin. Tetapi, seharusnya googling dulu, lah. Kan, mereka seharusnya lebih melek digital.

Bila yang komen begitu orang tua, apalagi masih punya bayi atau anak kecil, suka bikin Chi heran. Lha, memang anaknya gak pernah divaksinasi? Kok, bisa gak tau KIPI?
 
Faktanya memang ada yang tewas usai divaksinasi AstraZeneca, kan?
 
Iya, ada. Tapi, kan, harus dicari tau dulu penyebab KIPInya. Seperti yang dijelaskan di situs HelloSehat, gejala ringan lebih sering timbul daripada yang berat. Lagipula setiap vaksin yang sudah diberikan ke masyarakat pastinya udah melewati beberapa kali uji klinis dan disetujui berbagai lembaga. Gak mungkin lah baru sekali dibuat langsung diberikan ke masyarakat.

Makanya penting banget bicara jujur saat divaksinasi. Jangan diam-diam aja. Dan ini gak hanya berlaku untuk vaksinasi Covid. Setiap kali anak-anak divaksinasi, pasti dokternya tanya-tanya ke kami dulu tentang kondisi anak. Wajib banget jawab sejujurnya. Selain menjaga kondisi tubuh yang fit tentunya. Kalau nakesnya kurang komunikasi, kitanya yang wajib bertanya. Jangan diam-diam juga.

Buat kita yang masyarakat awam, jangan ambil kesimpulan sendiri. Mungkin iya bener kejadiannya sesaat pasca divaksin. Tetapi, kan, bisa saja karena punya penyakit penyerta dan tidak dikomunikasikan ke nakes. Bisa juga penyebab lainnya.

KIPI gak selalu terjadi, kok. Keke dan Nai jarang banget demam pasca divaksinasi apa pun. Mungkin karena kondisi tubuh mereka benar-benar fit setiap kali divaksinasi. Dokter anak mereka yang mewajibkan seperti itu. Lagi ada batuk pilek ringan aja, dokternya gak mau memvaksinasi. Mending dimundurin sebentar dari jadwal. Tunggu sampai benar-benar sehat.

Alhamdulillah, kami berdua gak mengalami efek KIPI. Hanya sedikit pegal di area bekas suntikan. Sedikit banget kayak abis kepentok pintu. Ya wajar, lah, namanya juga kulit abis ditujes ma benda tajam (baca: suntikan). Tetapi, di hari kedua juga mulai berangsur hilang pegalnya.

Pasca divaksinasi, kami tetap menjalankan hidup tertib. Perhatikan pola makan, istirahat yang cukup, berolahraga ringan, dan berhenti ngopi. Berdoa sih pasti yang utama. Kami melakukannya hingga hari ketiga. Karena nakes bilang terus dipantau hingga 3x24 jam. Bila sudah lewat waktu tersebut, insya Allah aman.
 
Di keluarga kami ada 4 orang yang divaksinasi menggunakan AstraZeneca yaitu Chi, K'Aie, serta adik dan istrinya. Kami mengalami KIPI yang berbeda-beda. Hanya Chi dan K'Aie yang gak merasakan efek apapun. Baidewei, adik ipar Chi ini ibu menyusui. Tetap boleh divaksinasi AstraZeneca.

Kondisi tubuh yang fit memang sepertinya sangat mempengaruhi. Adik ipar Chi divaksinasi dalam kondisi yang sedikit lelah. Malam sebelum divaksinasi, bayinya gak bisa tidur. Entah apa penyebabnya. Akhirnya adik ipar agak kelelahan. 
 
efek kipi pasca divaksin astrazeneca
Chi mention sepupu yang tinggal di Malaysia. Waktu suaminya divaksinasi AstraZeneca dapat goodie yang isinya banyak, enak, dan bergizi. Hanya yang divaksinasi AZ yang dapat goodiebag, sedangkan yang Sinovac enggak. Karena rata-rata KIPI pasca vaksinasi AZ lebih berat dari Sinovac.

 

Sekitar 2-3 jam setelah divaksinasi, adik ipar muntah-muntah. Demam turun naik hingga hari kedua. Tetapi, perlahan berangsur membaik. Di hari ketiga sudah gak terasa efeknya.

Sedangkan adik Chi berasa sangat pegal di kakinya. Katanya kakinya kayak abis dipakai jalan kaki yang jauh banget.

konsep kerja vaksin herd immunity


Begitulah pengalaman kami divaksinasi menggunakan AstraZeneca. Divaksinasi merupakan salah satu ikhtiar kami agar segera terbentuk herd immunity (kekebalan imunitas). Karena untuk mencapai herd immunity dibutuhkan minimal 70% dari total jumlah masyarakat.
 
Ya tinggal pilih aja mau herd immunity dengan cara alami atau vaksin? Kalau dengan cara alami, berarti minimal 70% masyarakat udah positif Covid-19. Hiii ... merinding ngebayanginnya! Tsunami Covid yang terjadi sekarang aja berasa ngeri.
 
Di negara kita jumlahnya masih sedikit banget yang divaksinasi. Kayaknya di Indonesia belum sampai 10%, deh. Tetapi, kalau di Jakarta, sih, udah lumayan tinggi persentasenya. Padahal udah pengen banget kayak beberapa negara lain yang kelihatannya udah bisa hidup bebas, ya. 
 

Sekarang Chi lagi menunggu jadwal vaksinasi untuk Keke dan Nai. Di Jakarta sudah dibuka jadwal untuk usia 12 tahun ke atas di beberapa tempat. Tetapi, kami masih menunggu di puskesmas dekat rumah. Biar gak jauh-jauh jalannya.

Jakarta termasuk yang tertinggi angka penambahan hariannya di Indonesia. Tetapi, kami juga bersyukur sentra vaksinasi ada di mana-mana. Antusias masyarakat juga termasuk tinggi.

Chi datang 30 menit sebelum jadwal vaksinasi dibuka udah dapat nomor 44. Makanya Chi menyarankan K'Aie untuk datang 1 jam sebelum dibuka. Eh, gak taunya K'Aie dapat nomor 79. Senang juga lihat antusia yang tinggi begini. 

Ayo lah divaksinasi bila memungkinkan. Maksud memungkinkan, tuh, tentang kondisi fisik. Bukan membahas tentang keyakinan bersedia divaksin atau enggak. Ada orang-orang yang gak bisa divaksin karena punya komorbid atau alaergi tertentu. Anak-anak usia di bawah 12 tahun juga belum bisa divaksinasi COVID.
 
Nah kalau semakin banyak yang divaksinasi, tidak hanya melindungi diri sendiri. Kita juga melindungi mereka yang gak bisa divaksinasi. Tentu udah tau kan ya prinsip kerja vaksin yang saling melindungi. Jangan sampai berpikir kalau vaksin itu obat.

Karena tingkat vaksinasi di Indonesia masih rendah, maka patuh protokol kesehatan masih wajib banget. Yang sudah divaksinasi pun masih bisa kena, lho. Salah seorang tante dan 2 orang keponakan Chi positif Covid.

Kalau gitu percuma dong divaksinasi? 

Enggak, lah. Nanti, deh, di postingan berikutnya Chi ceritain ketika sebagian keluarga besar terkena Covid.

Sehat-sehat ya untuk semua. Lekas disembuhkan untuk yang sakit. Aamiin Allahumma aamiin.