Tuesday, May 24, 2016

#Nutritalk - Jangan Sampai Tumbuh Kembang Anak Terganggu karena Pencernaannya Sensitif. Yuk, Cari Tau Cara Mengatasinya

Mengatasi pencernaan sensistif pada anak, tumbuh kembang
Nutritalk - Dasar-dasar dan pedoman praktis mengatasi pencernaan sensitif pada anak


"Heran! Pisang kok bisa bikin BAB jadi keras. Papah justru suka makan pisang kalau buang air lagi gak lancar," kata papah Chi beberapa tahun silam saat Keke masih di bawah setahun. Chi cuma diam aja. Abis gak tau juga mau jawab apa. Yang jelas, setiap kali dikasih pisang, pasti feses Keke jadi keras. Kasihan melihat dia harus ngeden saat BAB. Kalau udah gitu, Chi suka kasih jus wortel supaya fesesnya lembut lagi. Dan hal tersebut terulang ke Nai. Chi dulu gak tau penyebab pastinya apa. Yang jelas karena terus terulang, mending menghindari pisang untuk sementara waktu. Kalau sekarang sih udah gak bermasalah.

Beberapa tahun kemudian ...

"Bentuk feses anak Bunda, biasanya seperti apa?"
Chi langsung ngeblank ketika seorang Mbak dari Nutrisi untuk Bangsa bertanya ke Chi. Acara Nutritalk kali ini ini (28/4) yang diselenggarakan di hotel JW Marriott, Jakarta akan membahas tentang “EARLY LIFE NUTRITION: Dasar-Dasar dan Pedoman Praktis Mengatasi Pencernaan Sensitif pada Anak”.

Gimana gak nge-blank, urusan mengamati feses udah lama berlalu. Sekarang, Keke dan Nai udah mulai gede. Urusan buang air besar aja udah bisa mereka lakukan sendiri. Susah juga kalau Chi maish mengamati feses mereka, kecuali kalau mereka sendiri yang bercerita :D Tapi, waktu mereka masih kecil, Chi rajin mengamati. Karena katanya sih bentuk feses bisa menjadi indikator apakah anak sedang mengalami gangguan pencernaan atau tidak.

Apabila seorang anak mengeluhkan saluran cernanya, kemudian dokter tidak menemukan kelainan apapun bahkan sudah diperkuat dengan hasil laboratorium dan radiologi. Maka, kemungkinan si anak mengalami gangguan saluran cerna fungsional. Bisa saja terjadi karena berkaitan dengan maturitas saluran cerna sehingga pencernaannya sensitif. Pada usia tertentu saluran cerna anak menjadi sensitif karena belum matang.


Kesehatan yang baik berasal dari saluran cerna

Saluran cerna itu organ yang kompleks. 70% sel imun keluar dari saluran cerna. Sistem kekebalan tubuh ada dimanapun termasuk di saluran cerna. Jaringan usus berperan dalam saluran imun. Apabila ada usus yang terganggu, maka kesehatan anak pun bisa terganggu.

Saluran cerna adalah barrier dari dunia luar sebelum kuman masuk ke dalam tubuh.

Kita hidup di lingkungan penuh bakteri. Bahkan di organ tubuh pun bakteri juga ada, termasuk di saluran cerna. Sedangkan di sisi lain, orang tua disarankan untuk memaksimalkan kualitas 1000 hari pertama dalam kehidupan. Padahal di 1000 hari tersebut, usus bayi masih rentan lalu bakteri dimana-mana, makanya banyak bayi yang mudah sakit karena pencernaannya sensitif.

Gak semua kuman itu jahat. Kalau teman-teman pernah mendengar Lactobacillus (probiotik) adalah kuman baik yang diharapkan ada di saluran cerna. Jumlahnya harus cukup agar pencernaan tetap sehat. 


Bayi yang diberi ASI Eksklusif saluran cernanya didominasi oleh bakteri baik

Ketika berada di dalam kandungan, bayi berada di ruang steril. Bayi baru bertemu dengan kuman ketika lahir, termasuk kuman dari tubuh ibunya. Pemberian ASI eksklusif bisa membuat saluran cerna bayi menjadi sehat. Ada penelitian antara kelompok bayi yang diberi ASI Eksklusif dan susu formula. Dalam jangka waktu 1 bulan, kadar immunoglobulin A bayi dengan ASI eksklusif lebih tinggi dibanding yang diberi susu formula. Immunoglobulin A adalah salah satu marker sistem dalam saluran cerna.

Angka pasien diare yang berat hingga harus dirawat di Indonesia cukup tinggi. Antara peringkat ke-2 atau 3 dari penyebab kematian pada anak. Penyebab diare akut anak dibawah 3 tahun adalah rotavirus. Apabila penyebabnya rotavirus penyembuhannya tidak memerlukan antibiotik. Rotavirus adalah jenis virus yang menginfeksi usus.


Diare adalah kondisi dimana anak buang air besar (BAB) cair lebih dari tiga kali sehari. Keadaan ini dapat disebabkan oleh infeksi, seperti virus, bakteri, parasit, dan jamur, atau non-infeksi seperti alergi dan intoleransi makanan.

Konstipasi adalah kondisi anak mengalami BAB dengan tinja keras dan frekuensi kurang dari 2 kali dalam seminggu.

Bisakah orang tua menduga bila anak di bawah usia 2 tahun terkena diare karena rotavirus atau bakteri? Ternyata bisa.

Menurut Dr. Badriul Hegar, Ph.D, SpA(K), Konsultan Gastrohepatologi Anak, bila anak terus diare, pantatnya merah, feses bau asam, dan perut kembung maka kemungkinan anak terkena diare karena rotavirus. Sikap tenang orang tua sangat dibutuhkan. Jangan sampai anak kekurangan cairan karena kejadian ini.

Kematian bayi karena diare rotavirus biasanya disebabkan oleh:


  1. Kurangnya cairan
  2. Pemberian ASI Eksklusif dihentikan malah diganti dengan susu formula
  3. Bayi yang sudah diberi MPASI malah dihentikan MPASInya
 
Untuk anak yang terkena diare akut, harus diberikan Zinc tablet selama 10 hari. Meskipun diare sudah sembuh sebelum 10 hari, pemberian zinc tetap harus dilakukan selama 10 hari. Ada penelitian yang mengatakan, dengan pemberian zinc selama 10 hari, sekitar 40% kasus bisa mencegah terjadinya diare akut yang berulang selama 3 bulan ke depan.

Anak yang baru lahir hingga berusia 1 bulan, kadar enzimnya belum cukup. Sehingga jangan heran bila bayi mengalami kejadian seperti terkena diare rotavirus. Tapi itu bukan diare, penyebabnya karena enzimnya belum lengkap.

Faktor genetik juga bisa berpengaruh. Genetik Amerika dan Eropa kadar enzim laktasenya lebih tinggi dibandingkan genetik Asia dan Afrika. Misalnya, bila minum susu, biasanya orang Asia atau Afrika gak bisa terlalu banyak untuk sekali minum. Berbeda dengan orang Amerika dan Eropa yang bisa lebih kuat minum susu untuk sekali konsumsi. Bila terjadi diare karena hal ini sebetulnya wajar. Susu gak perlu dihentikan, hanya diatur saja takaran konsumsinya.

Selain diare, masalah pencernaan lainnya adalah konstipasi. Feses anak sangat keras. Ketika dikeluarkan membuat anak kesakitan dan lecet. Sehingga anak pun menjadi ketakutan saat buang air besar. Padahal semakin ditahan, feses bayi akan kembali keras.


Bayi yang dikasih ASI ekslusif, frekuensi buang air besarnya bisa sering. Tetapi ada sekitar 2% kasus dimana bayi usia 0-1 bulan yang diberi ASI eksklusi, frekuensi buang airnya hanya 1x seminggu. Selama si bayi bahagia, buang air besarnya gak susah (ngeden) dan fesesnya bagus itu gak masalah buang air besar hanya 1x seminggu. Bila bayi sampai ngeden, harus mulai waspada konstipasi.

Toilet training pada anak harus dimulai sejak usia 3 tahun. Terlalu kecil bisa mengakibatkan anak trauma. Anak yang toilet trainin menggunakan toilet duduk, kakinya tidak boleh menggantung. Harus diberi bangku kecil sebagai pijakan. Tujuannya adalah supaya adanya tekanan saat buang air besar.

Selama ini, banyak yang beranggapan untuk menghindari konstipasi adalah mengkonsumsi banyak serat. Ternyata anggapan ini gak sepenuhnya tepat. Serat memang bagus bagi pencernaan. Tetapi kadarnya harus cukup, bukan berlebih.

Ada beberapa orang tua yang sepanjang hari selalu memberikan bayinya pepaya. Alasannya supaya BABnya lancar, ternyata malah konstipasi. Penyebabnya karena asupan seratnya kebanyakan. Pisang tidak disarankan diberikan kepada bayi. Selain seratnya lebih tinggi daripada pepaya, pisang juga mengandung peptin yang bisa menyebabkan konstipasi. *Terjawab sudah pertanyaan Chi selama beberapa tahun ini, kenapa Keke dan Nai selalu konstipasi bila diberikan pisang saat mereka bayi.*

DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), konsultan Tumbuh Kembang Anak mengatakan bahwa penting untuk mengantisipasi berbagai gangguan di saluran cerna karena akan berpengaruh kepada tumbuh kembang.


Agar tumbuh kembang anak berjalan dengan baik, ada 2 hal yang harus diperhatikan, yaitu nutrisi dan stimulasi. Satu-satunya pintu masuk nutrisi untuk menuju ke otak adalah melalui saluran cerna.

Saluran cerna yang sehat akan mendorong anak memiliki otak yang sehat. Diare pada anak tidak hanya bisa mengganggu pertumbuhan berat dan pertumbuhan anak, tetapi juga bisa berdampak pada kecerdasan. Anak yang terkena diare di bawah 2 tahun, pada usia 5-9 tahun skor IQnya bisa menurun hingga 10 poin dibandingkan anak yang tidak pernah terkena diare. 

Imbas lainnya bisa mempengaruhi school permance anak, bahkan beresiko tidak naik kelas. Anak yang terus-menerus mengalami gangguan pencernaan, misalnya kecepirit, juga bisa mempengaruhi tingkah laku. Anak menjadi malu di sekolah, apalagi kalau teman-teman sudah meledeknya. Gangguan pencernaan sensitif memang bisa berdampak panjang. Penting bagi orang tua untuk tau cara mengatasinya.


Arif Mujahidin, Head of Corporate Affairs Sarihusada, menerangkan bahwa “Nutritalk adalah forum diskusi yang diselenggarakan untuk menyebarkan pengetahuan kesehatan anak kepada masyarakat luas. Hari ini masyarakat diajak untuk meningkatkan pengetahuannya tentang peran saluran cerna bagi optimalisasi tumbuh kembang dan langkah praktis untuk mengatasi saluran cerna sensitif.”

- sumber: http://www.sarihusada.co.id/Berita-Aktifitas/Berita-Sarihusada/Nutrisi-Tepat-Kunci-Kesehatan-Pencernaan-bagi-Optimalisasi-Tumbuh-Kembang-Anak

Mengatasi pencernaan sensistif pada anak, tumbuh kembang

Continue Reading
18 comments
Share:

Tuesday, May 17, 2016

Ketika Nai Marah Saat Fotonya Diupload ke Social Media

Malam itu (12/5), Nai tidur dengan gelisah. Nai kalau tidur memang gak mau diem. Tapi, kali ini gak mau diemnya terlihat berbeda. Tadinya, Chi berpikir kalau Nai sedang menahan pipis karena gak ke wc.

Nai: "Bunda, Ima gak bisa tidur."
Bunda: "Pengen pipis, ya? Ya udah sana pipis dulu. Nanti malah ngompol kalau ditahan gitu."
Nai: "Ima gak pengen pipis."
Bunda: "Trus, kenapa? Gerah? Suhu ACnya Bunda turunin lagi, ya?"
Nai: "Enggak. Ima gak gerah."

Karena semua tebakan Chi disangkal olehnya, maka Chi pun hanya meminta Nai untuk segera tidur lagi, daripada besok kesiangan. Tidak lama kemudian, Chi mendengar isak tangis. Nai sedang menangis dengan wajah dibenamkan ke bantal.

Bunda: "Lho, kok nangis? Ada apa sebenarnya, Nak?"

Tadinya, Nai masih juga menggelengkan kepala. Setelah kepalanya Chi usap lalu terus dibujuk, mulai keluar curhatannya.

Nai: "Besok bawa caricanya 1 aja! Temen-teman gak usah dikasih!"

Chi kaget denger ucapan Nai. Beberapa hari sebelumnya, kami baru saja pulang dari Dieng untuk mendaki gunung Prau. Salah satu oleh-oleh yang kami bawa adalah manisa carica, oleh-oleh khas Dieng. Nai yang paling antusias ingin berbagi oleh-oleh dengan para sahabatnya. Makanya, Chi kaget ketika Nai tiba-tiba bilang gak jadi bawa carica. Ada apa sebenarnya?

Ternyata, Nai sedang kesal dengan salah seorang sahabatnya ...

Hari itu, Nai ulang tahun. Para sahabatnya mengucapkan ulang tahun untuk Nai dengan cara yang tidak diduga. Ada yang menscreenshot wajah Nai saat sedang video call dengan sahabatnya kemudian dikasih caption selamat ulang tahun. Lalu ada juga yang mengupload video Nai dan memberi caption selamat ulang tahun. Semuanya sama-sama mengupload di Instagram.

Yang menjadi masalah adalah video yang diupload. Video itu sudah Nai upload beberapa minggu sebelumnya. Gak lama kemudian dia hapus. Ternyata, tanpa sepengetahuan Nai, salah seorang sahabatnya secara diam-diam sudah menyimpan video tersebut. Kemudian diupload ulang saat Nai ulang tahun.

Sebetulnya, gak ada yang aneh dengan video singkat itu. Hanya kumpulan foto dia yang dijadikan video singkat. Kumpulan fotonya itupun menurut Chi gak ada yang aneh. Tapi tetap saja saja Nai gak suka dengan hasilnya, makanya dihapus. Ketika sahabatnya mengupload kembali, Nai sudah menghubungi sahabatnya via LINE untuk segera menghapus videonya. Tapi, (hingga kini) videonya gak dihapus juga.

Itulah yang menyebabkan Nai menangis .... Nai kesal ... Nai marah ...

Chi lalu menyarankan supaya besok bicara baik-baik dengan sahabatnya. Bicara empat mata saja, gak perlu mengajak sahabat yang lainnya. Utarakan alasan kenapa Nai tidak senang. Apabila sahabatnya tetap menolak keinginan Nai, cukup dengan bilang kalau dia kecewa. Setidaknya sahabatnya sudah tau kalau sudah bikin Nai kecewa. Chi juga menyarankan supaya Nai tetap bersahabat saja.

Setelah itu, Nai pun langsung tidur nyenyak ... Keesokan harinya, dia tetap ingin bawa oleh-oleh untuk sahabatnya.

Sepulang sekolah, Nai kembali ceria. Chi tanya lagi tentang masalahnya. Gak taunya, sahabatnya gak masuk sekolah hari itu. Tapi, Nai udah nyantai menghadapi masalahnya. Senyumnya udah ceria lagi.

Walaupun Nai sudah ceria, Chi ajak Keke dan Nai untuk berdiskusi tentang kejadian ini. Hasil diskusi kami adalah


Jangan tampil 'aneh' saat video call

Yang dimaksud jangan tampil aneh di sini tentu saja bukan berarti harus dandan full make up dulu ketika mau video call. Tapi berpenampilan wajar saja. Harus pakai baju, ya! Kali aja, ada yang merasa 'cuma' ngobrol dengan keluarga atau sahabat, jadi merasa cuek. Padahal siapa tau keluarga atau sahabatmu saat itu sedang usil.


Jangan upload foto atau video yang aneh-aneh

Kita gak akan pernah tau persis siapa saja yang melihat video atau foto yang diupload. Sekalipun akun media sosial sudah disetting privat.


Berpikir dulu sebelum upload foto atau video ke social media

Seringkali kecepatan screen shot lebih cepat daripada delete

Itu juga yang dialami Nai. Gak lama setelah fotonya diupload, dia delete lagi. Tetapi rupanya ada sahabatnya yang sudah lebih dulu save videonya. Sekalipun bukan foto atau video yang aneh, memang sebaiknya selalu membiasakan dulu untuk berpikir 2x sebelum upload. 


Hargai perasaan orang lain bila ingin mengupload foto atau videonya

Pernah gak baca artikel dimana ada seorang pria memutuskan pacarnya karena sudah mengupload foto dirinya saat sedang tidur? Menurutnya, aktivitas tidur itu sama halnya seperti ke kamar mandi, yaitu aktivitas sangat pribadi. Dan, dia tidak ingin seorang pun tahu.

Buat pacar atau (mungkin) kita juga mengupload / melihat foto seseorang yang sedang tidur adalah hal sepele. Tapi, kan belum tentu bagi yang orang yang ada difoto itu. Setiap orang punya pendapat yang berbeda.

Begitu juga dengan video yang pernah diupload Nai. Menurut Chi, gak ada yang aneh dengan videonya. Tapi kalau Nai gak suka, seharusnya tetap menghargai pendapatnya. Kan, yang ada di video itu adalah wajahnya.

Nai masih kecil, kenapa juga udah dikasih social media?

Hmmm ... kira-kira ada yang berpendapat seperti itu gak, ya? Baiklah, sebelum ada yang berpikir begitu, Chi akan jawab duluan hehehe. Menurut Chi, ini bisa menjadi bahasan yang berbeda. Kalaupun Nai sudah cukup umur untuk bersocmed sekalipun bukan berarti dia akan bersikap bijak atau dewasa, kan?

Karena menurut Chi untuk bersikap dewasa atau bijak saat bersocmed juga butuh pengetahuan. Anak-anak harus diberi bekal bagaimana harus bersikap di social media. Sering-sering aja mereka diskusi dan dipantau aktivitasnya. Sama aja, sih, sebetulnya seperti Chi mengajarkan tentang hal lainnya kepada Keke dan Nai.

Kejadian seperti ini gak lantas jadi membuat Chi untuk melarang anak-anak untuk bersocial media. Justru Chi harus terus mengajak anak-anak untuk berdiskusi. Berharap kami semua bisa ambil pelajaran dari semua ini.

Sampai saat ini, video itu belum juga dihapus oleh sahabatnya. Tapi, Nai sudah bisa menyikapinya dengan santai. Dan, mereka tetap bersahabat. Alhamdulillah :)

Continue Reading
46 comments
Share:

Monday, May 16, 2016

Belanja Online di ShopBack, Promo dan Cashback-nya Menguntungkan

Teman-teman suka belanja online? Toss dulu kalau begitu!

Semakin menjamurnya e-commerce di Indonesia, bikin Chi bahagia juga? Karena berasa seperti jalan-jalan dari satu mall ke mall lain kapanpun kita mau dengan bebas. Mau pagi, mau malem, mau dari pagi sampe malem, pokoknya bebaaas! Gak usah ribet pake baju pergi, gak perlu dandan juga kalau mau belanja online, kecuali kalau belanjanya saat lagi di luar rumah hehehe.

Semakin banyak e-commerce tentunya membuat Chi jadi suka membanding-bandingkan harga. Walaupun sebetulnya udah punya beberapa e-commerce favorit. Tapi, tetep aja kalau di tempat lain lebih murah untuk barang yang sama, bisa dengan mudah berpindah ke lain hati.


ShopBack merupakan sebuah situs yang menyediakan potongan harga berupa cashback yang akan menguntungkan bagi para pembeli bila berbelanja di e-commerce favorit

Ternyata, gak cuma harga murah, lho. Kalau masih mau lebih untung lagi, bisa coba belanja melalui ShopBack.co.id. Pada dasarnya, ShopBack itu seperti situs one stop shopping mall yang mengumpulkan berbagai e-commerce terpercaya di dalamnya. Jadi dengan kita buka situs ShopBack saja, langsung tau deh berbagai promo yang sedang gencar ditawarkan berbagai e-commerce. Kelebihan ShopBack adalah adanya cashback bila kita belanja melalui ShopBack di e-commerce tersebut.

Cashback adalah uang yang bisa Anda dapatkan kembali ketika Anda berbelanja di salah satu toko online yang bekerjasama dengan ShopBack. Cashback tersebut nantinya dapat ditransfer ke akun rekening bank pribadi Anda.

Asiknya, nih, cashback juga berlaku untuk voucher, promo, diskon, dan lainnya. Jadi misalnya, nih, teman-teman belanja produk kecantikan yang lagi promo di e-commerce A. Teman-teman tetap dapat harga promo dari e-commerce A, trus cashbacknya dari ShopBack. Asalkan teman-teman belanjanya lewat ShopBack. Dobel menguntungkan kalau begitu, ya! Biasanya kan customer suka diminta pilih salah satu.

Screenshot di atas baru terlihat sebagian e-commerce saja. Sebetulnya masih banyak lagi e-commerce yang ada di ShopBack.

 

Sebentar lagi udah mau masuk musim libur. Berbarengan dengan hari raya pula. Kenyataanya kalau musim spesial seperti itu konsumsi belanja memang meningkat. Entah itu beli pakaian baru, kosmetik, hingga tiket. Bahkan belanja pulsa pun biasanya meningkat.

Kayaknya, Chi coba belanja di ShopBack, deh. Tergiur sama cashbacknya hehehe. Teman-teman bisa lihat video di bawah ini bila ingin tau lebih lanjut tentang ShopBack.


 
Mau belanja hemat? Di shopback-in aja!

Continue Reading
12 comments
Share:

Tuesday, May 10, 2016

Tentang Remaja dan Trend

tentang remaja dan trend 
Tentang Remaja dan Trend


Keke: "Bunda, apa kalau udah remaja harus ikut segala hal yang lagi nge-trend?"

Kira-kira seperti itulah pertanyaan Keke sekitar 1 bulan lalu. Chi memilih untuk untuk tidak langsung jawab, malah bertanya balik. Maksudnya, biar Chi tau dulu seperti apa yang Keke pikirkan.

Bunda: "Menurut Keke?"
Keke: "Gak harus, Bun. Kalau kita gak suka atau gak mau, masa harus ikutan?"
Bunda: "Ya, Bunda setuju. Yang namanya trend itu gak harus diikuti. Apalagi di zaman sekarang ini, trend berubahnya bisa setiap hari bahkan kurang. Kayaknya ada aja trend baru. Kita harus punya prinsip dan tegas. Apalagi trend gak selalu baik."

Chi tersenyum ketika berdiskusi tentang hal ini dengan Keke. Remaja dan trend memang mulai menjadi keresahan Chi. Di satu sisi, Chi mengerti tentang hal ini. Biar gimana pernah mengalami masa remaja. Dan, tau banget kalau yang namanya remaja pengen segala diikutin. Apalagi kalau teman-temannya juga ikutan. Rasanya berasa jadi gak bergaul kalau gak ikutan.

Untungnya dulu lingkungan Chi memang baik-baik. Rasanya, trend yang Chi ikutin yang masih baik-baik aja. Sedangkan kalau sekarang udah beda. Alhamdulillah masih berada di lingkungan yang baik. Tetapi sekarang akses informasi udah sangat luas. Dulu paling TVRI aja. Sekarang? Saluran televisi aja udah banyak banget, apalagi kalau kita langganan tv kabel. Belum lagi internet. Dan, anak-anak zaman sekarang, setidaknya Keke dan Nai itu gandrung banget sama YouTube.

Sebetulnya, dari dulu pun udah sering diingatkan untuk bisa berprinsip. Termasuk ketika menyikapi sebuah trend. Untuk belajar mana baik dan buruk. Jangan sekadar ikutan supaya terlihat gaul. Tapi seneng aja kalau dari anak juga memulai obrolan seperti ini. Setidaknya, semacam pernyataan dari anak kalau dia siap untuk berdiskusi.

Bukan berarti, Chi terus bisa bernapas lega, lho. Sesekali Keke juga masih ada rengekannya ketika menginginkan sesuatu. Padahal menurut Chi dan K'Aie, apa yang Keke inginkan itu belum saatnya atau bahkan tidak perlu. Tapi, selama ini masih dalam batas kewajaran, kok. Artinya, kalau permintaannya ditolak gak terjadi drama yang heboh gimana gitu, deh. Masih bisa berdiskusi.

Beberapa hari lalu (7/5), kami sekeluarga long wikenan di Dieng. Ketika sedang berada di Sikunir untuk menikmati sunrise, ada sepasang orang tua yang bercerita kalau mereka sengaja membelikan anaknya kamera untuk 'dimainkan'. Maksudnya, daripada anaknya salah bergaul dan menghabiskan uang orang tua untuk hal yang gak benar seperti narkoba, mendingan beliin kamera aja, deh.

Ternyata, anaknya suka banget. Bahkan, sekarang ini anaknya yang masih di semester 6 salah satu universitas negeri, sudah bisa mencari uang sendiri dari dunia photography. Kabarnya, sudah beberapa lama dikontrak oleh salah satu brand ternama, sehingga sering bepergian kemanapun.

Yang Chi 'tangkap' dari cerita tersebut tentu saja bukan berarti anak harus dibelikan kamera. Tetapi bagaimana usaha mereka supaya anaknya tidak sampai salah pergaulan. Artinya, walaupun anak udah remaja bahkan dewasa sekalipun, orang tua tetap masih bisa bahkan harus berperan. Ya, mungkin tinggal gimana caranya aja kali, ya. Tentunya beda dong cara orang tua menangangi anak ketika masih bayi, balita, dan remaja?

Ah, urusan trend memang sedap sedap gimanaaa ... gitu. Karena Chi pun pernah punya darah muda. Jadi bisa ngerti juga. Tapi, sebagai orang tua juga pastinya sekarang udah punya pertimbangan beda. Sejauh ini belum ada masalah yang berat banget. Semoga aja jangan sampai terjadi. Dan, semoga aja kami semua selalu bisa terus menjaga komunikasi yang baik. Supaya bisa tetap berdiskusi. Aamiin Allahumma aamiin.

Continue Reading
26 comments
Share:

Wednesday, May 4, 2016

Anak #AlergiTetapBerprestasi, Asalkan Bunda Tau Caranya

alergi tetap berprestasi, tau cegah atasi sebar, morinaga, moricare prodiges

Chi rasanya langsung 'alergi' ketika mendengar kata alergi. Tentu, ini bukan alergi beneran yang ketika mendengar kata alergi langsung ada gangguan ke kulit, pernapasan, dan lainnya.

Sejak kecil, Chi sudah sangat akrab dengan alergi. Rasanya sudah tidak terhitung lagi berapa kali ke dokter kulit untuk cek alergi ketika sedang menyerang. Chi alergi dengan debu rumah, manifestasinya ke kulit. Walaupun sudah tidak sesering dulu kambuhnya, tapi tetep aja kalau alergi lagi menyerang bawaannya stress banget.

Ketika kecil, Nai beberapa kali terkena asma. Udah beberapa kali dibawa ke dokter anak, semuanya bilang kalau Nai terkena alergi. Saat itu sedih rasanya melihat Nai yang pernapasannya terganggu dan berbunyi 'ngik' 'ngik'.

Sekarang Nai udah gak kambuh lagi asmanya. Tapi, giliran Keke yang terkena alergi. Setiap malam pagi, Keke bersin nyaris tanpa henti. Kadang menjelang malam hari, dia mulai terlihat pilek. Pilek yang gak kunjung sembuh ini sering membuat Keke jadi gampang emosi. Hiks!

Kalau memang alergi ada kaitannya dengan genetik, lalu Nai yang asma dan Keke yang rhinitis setiap pagi itu menurun dari siapa? Chi memang alergi tapi ke kulit manifestasinya.Bisakah alergi disembuhkan?

Seberapa besar pengaruh alergi terhadap tumbuh kembang anak?

Apakah makanan adalah sesuatu yang berbahaya? Kalau tidak, kok bisa ada yang namanya alergi terhadap makanan tertentu?



alergi tetap berprestasi, tau cegah atasi sebar, morinaga, moricare prodiges 
dr. Sri Lestari, SpA


Berbagai pertanyaan di atas, mulai terjawab ketika Chi datang untuk coaching clinic di KALCare Lotte Shopping Avenue (11/4).Bertemu dengan dr. Sri Lestari SpA sebagari narasumber Chi hari itu. Dan, Chi menanyakan banyak hal seputar alergi.


Menurut dr. Sri Lestari SpA, sebagian besar alergi itu karena faktor genetik. Bila salah satu orang tuanya alergi, kemungkinan anaknya pun alergi. Apabila kedua orang tuanya alergi, kemungkinan anak terkena alergi semakin besar. Orang tua tidak alergi, anak bisa terkena alergi kalau kakek atau neneknya ada alergi. Bahkan sekitar 20% terjadi kasus alergi bukan karena faktor genetik tapi faktor lain seperti cuaca dan lain sebagainya.

Orang tua yang alergi lalu menurunkan alerginya kepada anak, manifestasinya tidak selalu harus sama. Misalnya, Chi alergi sama debu dan manifestasinya ke kulit (dermatitis). Ternyata Keke dan Nai pun sama-sama alergi debu tapi manifestasinya berbeda-beda. Kalau Nai ketika alergi menyerang maka saluran pernapasannya yang terganggu (Asma).  Keke pun sama dengan Nai tapi Rhinitis dimana hampir setiap pagi dia bersin tanpa henti. Terkadang dibarengi dengan pilek bahkan ada kalanya dimulai sejak malam hari. Manifestasi memang bisa berbeda-beda karena tergantung dimana letak kelemahan dari setiap orang.

Kalau Nai beberapa kali terkena Asma saat masih bayi. Sedangkan Keke justru baru beberapa bulan terakhir ini terkena Rihinitis. Menurut dr. Sri Lestari SpA itu namanya Allergic March. Manifestasinya bisa berbeda-beda mengikuti perbedaan usia organ tubuh. Jadi, bukan berarti alerginya sembuh hanya saja manifestasinya yang berubah. 


Allergic March adalah perjalanan alamiah dari manifestasi alergi mengikuti tahap perkembangan usia organ tubuh.

Untuk mencegah anak terkena alergi sebaiknya dilakukan sejak hamil. Jauhkan ibu hamil dari asap rokok, meskipun ibu bukan seorang perokok. Asap rokok akan merangsang pernapasan bayi sejak masih dalam kandungan.

Pemberian ASI eksklusif juga dianggap bisa membantu mencegah resiko alergi. Susu formula juga sebaiknya tidak diberikan pada bayi usia 6 bulan ke bawah karena bisa merangsang alergi.

Dijauhkan dari asap rokok, sudah. ASI Eksklusif pun sudah. Tetapi kenapa justru terkena alergi saat anak beranjak besar. Bisa jadi saat anak bertambah besar, rangsangan mulai datang dari mana saja.

Alergi yang paling banyak terjadi pada bayi dan balita adalah alergi susu sapi. Manifestasinya bisa bermacam-macam. Ada yang ke kulit, diare, muntah-muntah, konstipasi, dan lainnya. Alergi susu sapi sifatnya toleran. Seharusnya bila sudah di atas 6 tahun anak tidak lagi alergi terhadap susu sapi. Bakat alerginya tidak hilang, tetapi berpindah menjadi alergi telur, seafood, atau lainnya.

Diare, gumoh, konstipasi, gatal-gatal, atau lainnya bukan selalu berarti alergi. Bisa jadi karena makanan yang dimakan sudah tidak bagus kualitasnya. Untuk mengetahui apakah alergi atau tidak bisa dilakukan dengan cara berikut:


  1. Berulang - Bila makan yang sesuatu, misalnya telur terjadi reaksi yang tidak baik di tubuh maka langsung hentikan. Ketika tidak makan, tidak terjadi apa-apa. Lalu mulai makan telur lagi dan kembali terjadi reaksi yang tidak baik. 
  2. Cek riwayat alergi di keluarga - faktor terbesar terkena alergi adalah genetik
  3. Periksa ke dokter - Ya, sebaiknya memang tidak menerka-nerka atau hanya membaca berbagai pendapat di social media. Periksalah ke dokter. Apalagi kalau sudah mengalami syok anafilaktik. Contoh kasus adalah makan kacang atau makan makanan yang mengandung kacang langsung pingsan
 
    Syok Anafilatik adalah suatu reaksi alergi yang sangat berat dan tiba-tiba menyebabkan penderitanya jatuh pingsan atau mengancam nyawa.
    alergi tetap berprestasi, tau cegah atasi sebar, morinaga, moricare prodiges 
    KALCare yang nyaman dan ramah anak


    Dokter 1, "Dilarang makan A, B, C .... Z. Jauhkan dari A, B, C, .... Z"

    Dokter 2, "Coba dicari satu per satu dulu sendiri penyebab alerginya. Karena kalau tes alergi selain prosesnya panjang, biayanya juga mahal."

    Beberapa tahun lalu, 2 dokter memberikan saran yang berbeda walaupun sama-sama menyatakan kalau Nai terkena Asma Alergi. Trus, apa yang kami lakukan? Kami memilih saran dari dokter kedua. Sarannya lebih mudah diikuti. Lagipula yang dilarang oleh dokter pertama adalah makanan dan mainan favorit Nai semuanya *ups!* :D

    Setelah satu per satu dicari penyebabnya, ternyata debu rumah yang menjadi pemicu Asma. Beberapa tahun kemudian, Chi kembali menanyakan hal ini saat coaching clinic. Khususnya tentang proses dan pembiayaan.


    Proses alergi hanya untuk menentukan makanan atau benda apa saja yang kemungkinan bisa merangsang timbulnya alergi. Setelah itu, lanjut ke tes challenge. Semua makanan atau sesuatu yang dianggap bisa merangsang timbulnya alergi harus di tes satu per satu hingga kemudian ketahuan mana yang menimbulkan alergi. Prosesnya bisa sangat panjang. Dan akhirnya berimbas kepada biaya yang menjadi mahal.

    Chi juga menanyakan tentang alergi Nai dimana dulu dia beberapa kali terkena asma tetapi sekarang seperti menghilang. Menurut dr Sri Lestari kalau alergi tidak hilang. Tetapi kemungkinan sedang tenang. Apabila terus dirangsang, kemungkinan saat manula maka asmanya akan kambuh lagi *Hmmm ... ini persis seperti yang dokter anak kami bilang. Dan, disarankan untuk terus menjaga kesehatan supaya tidak kambuh lagi.*

    Alergi memang tidak bisa disembuhkan. Tetapi bisa dikelola dengan baik supaya tidak kambuh lagi. Berenang sangat baik bagi pernapasan. Tetapi semua olah raga itu baik. Sehingga yang penting anak rutin bergerak agar badannya selalu bugar.

    Problema anak-anak zaman sekarang selain kurang bergerak juga kurang asupan vitamin D. Tentu saja bukan vitamin yang berupa suplemen. Tetapi vitamin D yang berasal dari sinar matahari. Vitamin D terbanyak dan terbaik adalah di atas pukul 10.00 pagi. Tetapi dnegan alasan tersendiri, terkadang dokter kulit melarang untuk berpanas-panasan di atas pukul 10.00. Jadi, gak masalah juga kalau berjemur di bawah pukul 10.00. Vitamin D-nya tetap dapat.

    Alergi pada anak bila tidak dikelola bisa mengganggu tumbuh kembang. Anak jadi sering sakit-sakitan. Misalnya anak yang sering Rhinitis. Bila tidak segera ditangani yang awalnya bersin-bersin menjadi mampet hidungnya, tidurnya pun mengorok. Kalau sudah mengorok, maka asupan oksigen berkurang. Akhirnya, anak menjadi kurang konsentrasi belajar dan kemudian malas sekolah. *Iya, sih, akhir-akhir ini Keke jadi agak sering marah karena merasa kurang istirahat gara-gara susah napas.*

    Ketika hadir di seminar parenting #SiapCerdaskanBangsa yang diselenggarakan Morinaga, Chi sempat bertanya langsung tentang manifestasi alergi kepada Dr. dr. Anang Endaryanto, SpA(K), konsultan ahli alergi imunologi. Menurut Dr. Anang, Chi sedikit lebih beruntung dibandingkan Keke dan Nai karena maifestasinya ke kulit. Alergi yang manfestasi ke saluran pernapasan harus lebih diwaspadai karena pernapasan adalah salah satu fungsi vital manusia. Sehingga sebaiknya harus sangat dikelola dengan baik agar tidka mengganggu tumbuh kembang anak.


    Jadi, apabila ditemukan gejala alergi pada anak, maka pastikan alergi tidak menghambat potensi si Kecil. Caranya dengan tau cara mengelolanya. Agar tumbuh kembang anak optimal. Menjadikan generasi platinum dengan kecerdasan multitalenta.


    Walaupun Chi sudah 'akrab' dengan alergi sejak keci ternyata tidak membuat pengetahuan tentang alergi sudah cukup. Ilmu kedokteran kan terus berkembang. Meskipun Chi bukan dokter, gak ada salahnya untuk terus update pengetahuan dasar. Setidaknya demi kesehatan diri sendiri dan keluarga.

    Chi beberapa kali membaca artikel kalau anak yang dilahirkan melalui operasi caesar, resiko terkena alergi akan lebih besar dibandingkan normal. Masalahnya setiap kali konsultasi ke dokter anak, mereka gak pernah tanya dulu anak-anak lahirnya normal apa caesar?

    Bahkan yang baru-baru ini juga Chi baca info di social media katanya hati ayam/sapi itu gak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan bayi (MPASI). Alasannya hati adalah tempat berkumpulnya segalam macam racun. Jadi hati ayam/sapi dilarang untuk dikonsumsi.

    Whaaatt??!! Kami penggemar hati ayam/sapi, nih. Apalagi kalau lebaran. Kayaknya gak komplit kalau gak ada sambal goreng hati sapi atau sayur kacang yang pakai hati ayam *langsung baper baca artikelnya*

    Penasaran banget jadinya. Biasanya, Chi suka cari tau ke orang yang memang ahli di bidangnya daripada langsung percaya begitu aja. Salah satunya dengan mengikuti hospital parenting seminar. Untungnya, selama World Allergy Week, Morinaga melalui website http://www.cekalergi.com/AllergyWeek mengajak para Bunda dan Ayah untuk live chat di beberapa waktu yang telah ditentukan. Orang tua bisa bebas bertanya apapun tentang alergi anak. Daripada terus penasaran dan menerka-nerka sendiri, Chi mending tanya langsung ke ahlinya lewat chat.


    alergi tetap berprestasi, tau cegah atasi sebar, morinaga, moricare prodiges 

    Syukurlah, ternyata menurut dr. Atika proses kelahiran tidak ada kaitannya dengan alergi *Keke dan Nai dilahirkan secara operasi caesar*. Dan, seneng banget karena hati ayam/sapi boleh dikonsumsi karena sebagai salah satu sumber zat besi. Yeeaayy! Bisa tetep bikin sambal goreng hati, deh! Lega ... lega ... :)

     

    Beberapa tahun lalu, saat Keke masih batita, pernah terkena diare cukup berat hingga badannya menjadi sangat kurus. Oleh dokter anak sempat disarankan untuk stop susu formula (bila Keke minum sufor), kecuali kalau susu formulanya mengandung prebiotik dan probiotik.

    Dari kejadian itu, Chi jadi tau kalau prebiotik dan probiotik bagus buat menjaga pencernaan anak. Semacam pertahanan tubuh ganda bila tubuh mrngkonsumsi prebiotik dan probitik yang biasanya terdapat di susu formula. Karena pencernaan bayi dan anak-anak kan biasanya maish sensitif.

    Masalahnya, ada juga anak-anak yang alergi terhadap susu sapi. Ya, walaupun menurut dr. Sri Lestari kalau alergi susu sapi itu sifatnya temporer, tapi bukan berarti anak tidak bisa dikasih susu sama sekali. Salah satu alternatifnya adalah, Moricare+ Prodiges memiliki susu soya. Orang tua tidak perlu khawatir dengan kandungan gizi dari Morinaga Soya karena tidak kalah gizinya dengan susu sapi.

    Selain itu ada juga susu protein hidrolisat parsial (P-HP), merupakan susu yang dirancang khusus untuk mengatasi kemungkinan alergi pada anak. Susu Morinaga P-HP ini merupakan susu sapi tetapi mengalami proses hidrolisis sehingga protein-protein utuh dalam susu sapi terurai menjadi partikel-partikel kecil dan bersifat kurang alergenik. 

    alergi tetap berprestasi, tau cegah atasi sebar, morinaga, moricare prodiges

    Untuk lebih tau secara lengkap apa saja produk susu Moricare+ Prodiges adalah sebagai berikut: 

    KALBE Nutritionals bekerja sama dengan Morinaga Nutrition Research Center Jepang menyajikan rangkaian produk Morinaga, yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi dan mendukung tumbuh kembang Si Kecil secara optimal. Rangkaian produk Morinaga terdiri dari:


    1. Morinaga Soya

    Morinaga Chil Kid Soya (1-3 tahun) dan Morinaga Chil School Soya (3-12 tahun) merupakan susu pertumbuhan bergizi berbahan dasar isolat protein kedelai tanpa penambahan laktosa, untuk mengatasi gejala alergi susu sapi pada anak yang sudah didiagnosis alergi susu sapi.


    2. Morinaga P-HP

    Morinaga Chil Kid P-HP merupakan susu pertumbuhan bergizi untuk anak usia 1-3 tahun yang dapat mengurangi risiko alergi bagi anak yang berbakat alergi. Morinaga Chil Kid P-HP mengandung protein susu sapi yang telah diolah secara enzimatik, sehingga lebih mudah dicerna dan mengurangi reaksi hipersensitivitas serta risiko alergi bagi anak yang memiliki riwayat alergi.


    3. Morinaga Platinum

    Morinaga Chil Kid Platinum (1-3 tahun) dan Morinaga Chil School Platinum (3-12 tahun) merupakan susu pertumbuhan yang hadir dengan sinergi nutrisi tepat Moricare+ Prodiges, dilengkapi dengan Faktor Kecerdasan Multitalenta yang mengoptimalkan penyimpanan memori, berpikir, berbicara, dan gerakan sadar; Faktor Kekebalan Tubuh Ganda yang meningkatkan daya tahan tubuh anak sehingga tidak mudah sakit; serta Faktor Tumbuh Kembang Optimal yang membantu untuk menjaga kepadatan tulang dan gigi.


    4. Morinaga Gold

    Morinaga Gold terdiri dari Morinaga Chil Kid Gold (1-3 tahun) dan Morinaga Chil School Gold (4-12 tahun). Kandungan nutrisinya terdiri dari kolin, asam lemak esensial AAL, zat besi, prebiotik laktulosa, laktoferin, vitamin A, vitamin C, dan vitamin E, sehingga dapat mengoptimalkan kecerdasan Si Kecil sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

    Sumber: http://www.cekalergi.com/Mobile/home/articledetail/alergi-bukan-penghalang-si-kecil-tetap-aktif


    Ngomong-ngomong, apa sih Allergy Week itu? Karena belum lama ini kan sempat gencar sosialisasinya, termasuk di Morinaga.

    World Allergy Week merupakan program tahunan inisiasi World Allergy Organization (WAO) dalam rangka meningkatkan pemahaman mengenai alergi dan penyakit lainnya yang terkait, serta menggagas pelatihan dan sumber daya untuk melakukan diagnosa dan tindakan pencegahan.Kenapa harus ada sosialisasi tentang Allergy Week?

    Alergi memang belum bisa disembuhkan, tapi bisa dikelola. Walaupun begitu berdasarkan International Study of Asthma and Allergies in Childhood, prevalensi alergi anak di negara Asia Pasifik seperti Indonesia, terus meningkat.

    Nah, masalahnya ada masih banyak orang tua yang belum tau apa itu alergi? Atau bagaimana mengontrol alergi agar jangan menyerang kembali. Bahkan ada juga yang salah kaprah. Seperti kata Dr. dr. Anang Endaryanto, SpA(K), masih banyak orang tua yang minta anaknya ditingkatnya kekebalan tubuhnya karena berulang kali sakit. Padahal alergi justru karena tubuh kelebihan kekebalan tubuh. Akhirnya terlalu aktif bekerja sehingga sesua yang baik pun ikut diserang alias terlalu tinggi sensitivitasnya.

    Seperti contohnya telur, udang, tepung, dan lain sebagainya. Atau bulu kucing, debu rumah, dan lainnya bukanlah benda jahat yang masuk ke dalam tubuh. Orang yang tidak memiliki alergi, tidka akan mengalami masalah apapun ketika benda-benda tersebut masuk. Tetapi bagi yang alergi, sensitivtas tubuhnya terlalu tinggi sehingga ketika benda-benda tersebut masuk tubuh maka alergi pun timbul (Silakan baca juga postingan Chi yang berjudul: "Nutrisi dan Stimulasi yang Tepat untuk Mendukung Gerakan #SiapCerdaskanBangsa")


    Berkaitan dengan World Allergy Week, Morinaga lalu menggagas kampanye "Semua Berasal Dari Ingin Tahu". Berasal dari rasa ingin tau tentang alergi, khususnya mengenai alergi pada anak, dan mencari informasi ke tempat yang tepat, diharapkan setelah itu orang tua akan mampu mencegah serta mengatasi alergi sejak dini. Kemudian setelah ketiganya dilakukan, orang tua juga akan sebar informasi yang diketahuinya akan semakin banyak yang tau tentang apa dan kenapa alergi.

    Alergi gak bisa langsung ditentukan. Misalnya, baru sekali makan udang trus kulitnya gatal langsung menganggap alergi. Padahal bisa jadi karena udangnya yang tidak segar. Harus dicoba beberapa kali. Apabila terus mengalami gejala sama, kemungkinan besar itu alergi. Kalau suda seperti itu, pemicu alergi harus dihindari termasuk turunannya.


    Anak yang menderita alergi bisa tetap berprestasi?

    Bisa, dong. Walaupun Keke dan Nai ada alergi, tapi Chi gak pernah memperlakukan mereka yang over protektif. Segala dilarang atau segala dijaga. Kan, udah tau pemicunya apa yaitu debu rumah. Jadi dihindari aja pemicunya. Setelah pemicunya dihindari, Keke dan Nai harus tetap beraktivitas seperti biasa. Pokoknya walaupun mereka ada bakat alergi, tapi harus tetap diusahakan sebaik mungkin agar tumbuh kembang mereka optimal.

    Buat Chi, anak-anak bisa terus sehat dan beraktivitas normal aja itu udah prestasi awal buat mereka. Ya, kalau mereka sehat, pastinya beraktivitas pun akan dilakukan dengan senang hati. Kalau hati sudah senang, aktivitas lancar, prestasi pun bisa di tuai.

    Nilai akademik Keke dan Nai, sejauh ini sangat baik. Sekarang Keke sedang bersiap menghadapi Ujian Sekolah. Semoga dilancarkan, aamiin. Keke dan Nai pun termasuk anak yang cukup aktif. Di bawah ini adalah beberapa aktivitas mereka. Walaupun manifestasi alergi Keke dan Nai ke pernapasan, tetapi aktivitas seperti ini tidak menghalangi mereka. Alhamdulillah.


    alergi tetap berprestasi, tau cegah atasi sebar, morinaga, moricare prodiges
    Sempat rutin ikut les berenang seminggu sekali.
    alergi tetap berprestasi, tau cegah atasi sebar, morinaga, moricare prodiges
    Walaupun tidak meraih medali emas, tetapi medali perak pun tetap sebuah prestasi yang membanggakan
    alergi tetap berprestasi, tau cegah atasi sebar, morinaga, moricare prodiges 
    Caving di Goa Grubug. Turun ke kedalaman 90 meter
    alergi tetap berprestasi, tau cegah atasi sebar, morinaga, moricare prodiges
    Mendaki Gunung Gede. Stamina mereka kuat. Alhamdulillah
    alergi tetap berprestasi, tau cegah atasi sebar, morinaga, moricare prodiges
    Walaupun sudah tidak les berenang, aktivitas rutin harus tetap dilakukan. Bisa olahraga dengan sepeda atau lari.

    Anak yang berbakat alergi, tetap bisa berprestasi.
    Anak yang berbakat alergi, tetap berhak memiliki cita-cita tinggi


    Morinaga

    www.cekalergi.com

    Facebook: Morinaga Platinum
    Twitter: @MorinagaID
    Instagram: MorinagaPlatinum 

    Continue Reading
    20 comments
    Share:

    Monday, May 2, 2016

    Nutrisi dan Stimulasi yang Tepat untuk Mendukung Gerakan #SiapCerdaskanBangsa

    morinaga, siap cerdaskan bangsa, nutrisi, stimulasi, multiple intelligence, moricare

    Aku bisa… aku pasti bisa…
    Ku harus terus berusaha 
    Bila ku gagal itu tak mengapa 
    Setidaknya ku tlah mencoba 
    Aku bisa… aku pasti bisa… 
    Ku tak mau berputus asa 
    Coba terus coba sampai ku bisa 
    Aku pasti bisa!

    Sepenggal lirik lagu "Aku Bisa" ini yang pernah jadi favorit Keke dan Nai. Bahkan Nai masih suka menyanyikannya hingga sekarang.

    Siapa yang ingin memiliki anak cerdas?

    Chi yakin, seluruh orang tua di belahan dunia manapun ingin memiliki anak yang cerdas. Masalahnya, apakah sudah tau caranya? Bahkan menurut Dr. dr. Ahmad Suryawan Sp.A(K), parameter untuk anak yang digunakan oleh orang tua saat ini banyak yang tidak menggunakan parameter tumbuh kembang tetapi parameter keinginan.

    Merasa iri melihat anak orang lain lebih gemuk, lebih, tinggi, atau lebih pintar di bidang akademis. Padahal tumbuh kembang itu bicara tentang keseimbangan. Daripada membandingkan dengan anak orang lain, sebaiknya orang tua membuka buku kurva pertumbuhan anak yang direkomendasikan oleh medis. Ukur berat, tinggi, dan lingkar kepala anak. Apabila masuk kategori normal, seharusnya orang tua sudah tidak perlu lagi melihat ke sekeliling atau terlalu mendengarkan pendapat yang hanya bikin perasaan gak karuan, "Kok, kurus banget?", "Kok, mungil anaknya?", dan lain sebagainya. Lihat juga fungsi perkembangan anak, kalau sesuai dnegan usia juga gak perlu terlalu dipikirkan pendapat yang sering membandingkan.

    Hal di atas baru secuil bahasan tentang cara membuat anak cerdas. Masih ada banyak cara lainnya, seperti yang disampaikan di seminar parenting Morinaga, Jumat 22 April 2016 di KALCare LOTTE Shopping Avenue, Jakarta. Ada 3 narasumber andal yang akan berbicara tentang cara mencerdaskan anak di lihat dari tumbuh kembang, kekebalan tubuh, serta stimulasi. 3 hal yang seharusnya tidak boleh dipisahkan bila menginginkan anak cerdas


    Optimalkan Perkembangan Otak dan Daya Tahan Tubuh Anak Penentu Kecerdasan Multitalenta - Dr. dr. Ahmad Suryawan SpA(K) -


    Narasumber pertama adalah Dr. dr. Ahmad Suryawan SpA(K). Biasa dipanggil dr. Wawan, dokter spesialis dan konsultan tumbuh kembang. Saat ini, menjabat sebagai Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja di Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD dr Soetomo / Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya. Berbagai penghargaan dari rumah sakit, media, hingga Asia telah diraih dr  Wawan. Beliau juga aktif mejadi pembicara khususnya tentang tumbuh kembang anak dan remaja.

    Ketika anak sakit batuk, pilek, diare, dan lainnya, pemeriksaan dokter tidak lama bila dibandingkan dokter yang memeriksa tumbuh kembang anak. Setiap kali praktek, dr Wawan hanya menerima 4-6 pasien saja karena waktu periksa per anak sekitar 1,5 - 2 jam.  Begitu lama pemeriksaan karena di tumbuh kembang "Time is Matter." 1 hari kehilangan, maka akan ada waktu yang tak tergantikan. Butuh pendekatan terhadap anak, dan seharusnya memang orang tua (bunda) lah yang paling mengetahui kondisi anak.


    Otak meskipun hanya 1400 gram tetapi misterinya melebihi misteri luar angkasa. Planet-planet di luar angkasa masih jauh banyak diketahui umat manusia dibandingkan otak. Luar biasa misterinya otak karena masih banyak yang belum diketahui meskipun sudah berteknologi tinggi. Serumit otak, di dalamnya hanya ada 2 komponen, yaitu sel-sel otak (neuron) dan jaringan penghubung antara sel otak (sinap) - Dr. dr. Ahmad Suryawan Sp.A(K) -

    Otak yang 'hanya' 1400 gram adalah otak dewasa. Sedangkan, otak baru lahir beratnya 400 gram. Menginjak usia 2-3 tahun, otak anak berkembang hingga 80% menjadi 1100 gram. Berarti sampai anak usia 2 tahun dan tumbuh kembangnya normal, hampir bisa dipastikan hingga dewasa juga akan normal karena hanya tinggal mengembangkan otak sekitar 20% saja.

    Dengan pesatnya perkembangan otak anak hingga usia 2 tahun, PR terbesar orang tua adalah hingga usia tersebut. Kemampuan dasar anak dibentuk di bawah usia 2 tahun. Dimulai sejak masih dalam kandungan. Tepatnya, saat seorang (calon) ibu terlambat menstruasi 2 minggu, di sanalah cikal bakal kecerdasan anak mulai dibentuk. Jadi, tidak tepat kalau orang tua baru membentuk kecerdasan anak ketika mulai masuk SD.


    morinaga, siap cerdaskan bangsa, nutrisi, stimulasi, multiple intelligence, moricare

    Pembentukan Otak Anak From Neuron to Nation

    Dr. Wawan mengibaratkan seperti lomba balap mobil F1. Rio Haryanto, pembalap muda F1 asal Indonesia yang saat ini sedang banyak dipuji orang. Sebelum bertanding, Rio harus lebih dahulu bertanding di babak kualifikasi untuk menentukan posisi start. Sebelum pertandingan kualifikasi, ada 2 hari free practise untuk mencoba sirkuit dan men-setting kendaraan yang dipakai. Lain sirkuit, settingannya bisa berbeda.

    Bila otak adalah sirkuit, maka orang tua harus bisa men-settingnya, menyesuaikan sirkuit otak anak. Setiap anak memiliki sirkuit berbeda. Oleh karenanya sebelum berbicara tentang nutrisi dan stimulasi anak, orang tua harus tau dan paham dahulu seperti apa sirkuit otak anaknya agar bisa men-setting dengan tepat.


    From Neuron to Nation artinya berasal dari neuron yang merupakan sel otak yang luar biasa kecil dan tidak kasat mata bisa berguna untuk membangun sebuah bangsa.

    Ketika lahir, bayi memiliki sekitar 100 milyar neuron di otak. Memang bukan angka absolut tapi setidaknya mendekati. Semua neuron itu belum semuanya terkoneksi satu dengan lainnya. Yang akan menghubungi satu neuron dengan lainnya adalah sinaps. Bayi yang baru lahir memiliki 50 trilyun sinaps di otaknya. Dan dalam 1 bulan pertama usianya akan berkembang menjadi 1000 trilyun sinaps. Sangat pesat pertumbuhan sinaps hanya dalam kurun waktu 1 bulan, kan?

    Ketika di satu bulan pertama usia bayi, sering terjadi kontradiktif antara ahli tumbuh kembang dan orang tua. Seharusnya pertumbuhan sinaps yang sangat pesat ini dimanfaatkan sebanyak mungkin oleh orang tua untuk menstimulasi anaknya. Tetapi yang sering terjadi, orang tua lebih memilih sering menidurkan anaknya. Tidur yang cukup memang mutlak bagi bayi. Tetapi ketika bayi terbangun, jangan langsung ditidurkan kembali. Ajaklah ngobrol, bermain, dan aktivitas lainnya.

    Pertumbuhan sinaps terbanyak terjadi di usia 2 tahun. Setelah itu semakin dewasa, sinaps di otak akan semakin berkurang karena adanya proses seleksi. Itu artinya, ketika lahir anak sebetulnya memiliki kecerdasan yang sama. Tetapi proses pola asuh lah yang akan membedakan satu anak dengan lainnya.


    5 Bagian Dasar Otak Anak

    Walaupun tidak memiliki background pendidikan kedokteran, tetapi sebaiknya orang tua juga tau tentang 5 bagian dasar otak anak agar bisa men-setting dengan baik.


    Batang Otak

    Batang otak terletak di bagian bawah dan sudah harus terbentuk sempurna sejak lahir karena bagian ini yang akan berfungsi untuk mengatur pernafasan, denyut jantung, suhu tubuh, dan berbagai tugas vital lainnya.


    Otak Kecil

    Posisinya sedikit di atas otak dan berfungsi untuk mengatur keseimbangan serta gerak otomatis. Bila otak kecil mengalami kerusakan, maka tidak bisa mengkoordinasi gerakan.


    Otak Tengah

    Otak tengah berfungsi untuk mengatur proses tidur, perasaan, nafsu makan, dan lain sebagainya.


    Sistem Limbik

    Sistem limbik berhubungan dengan kontrol emosi, seperti marah, sedih, takut, dan lainnya.


    Kortek Otak

    Kortek otak  adalah bagian terluar dari otak dan terdiri dari 4 bagian, yaitu

    1. Belakang berfungsi untuk penglihatan
    2. Samping berfungsi untuk bicara, bahasa, pendengaran, dan memori
    3. Atas berfungsi untuk motorik
    4. Depan berfungsi untuk kecerdasan dan pengambilan keputusan
     
      Semua orang tua ingin anaknya cerdas. Tetapi bila melihat urutan normal pertumbuhan kortek otak, urutannya adalah dimulai dari belakang, samping, atas, lalu depan. Sehingga, orang tua harus cek dulu fungsi penglihatan, pendengaran, dan lain sebagainya. Baru yang terakhir bicara tentang kecerdasan.


      Proses Kerja Otak Anak

      Ada 2 proses kerja otak anak, yaitu

      1. Melalui komunikasi antar sel - neuron ke neuron yang dihubungkan oleh sinaps
      2. Melalui transmisi kelistrikan dan kimiawi

      Di zaman sekarang, kelistrikan otak anak dapat diukur mini voltnya. Adalah ahli asal Rusia yang pertama kali mengukur kelistrikan otak anak. Kelistrikan di otak anak bergerak dengan sangat cepat. Megalirkan dan menyimpan informasi merupakan dasar bagi proses belajar dan memori. Untuk produk nutrisi, kita mengenal istilah AA-DHA yang fungsinya untuk mempercepat kelistrikan.

      Perbedaan otak anak dan dewasa pada prinsipnya ada 3


      1. Pembentukan jaringan sirkuit baru - percabangan jaringan baru akan terjadi karena pengalaman. Misalnya mengajarkan bayi tersenyum, biasanya membutuhkan waktu 3 bulan bagi bayi untuk melihat orang terdekatnya tersenyum untuk kemudian bisa memberikan senyuman balasan
      2. Terjadi seleksi - perlakuan positif atau negatif pada anak akan mempengaruhi mana jaringan yang terpakai dan tidak. Yang sering dipakai akan dipertahankan dan yang jarang dipakai akan mati selamanya. Kalau anak sering melihat yang marah-marah, maka yang akan dipertahankan adalah perlakuan marah.
      3. Kosolidasi jaringan - yang sering dipakai akan membentuk konsolidasi

      Ada masa periode kritis, yaitu usia 6 tahun. Masa di mana sirkuit kemampuan dasar akan segera berakhir menuju lanjutan. Itu karena di atas 6 tahun, sudah banyak lingkungan yang mempengaruhi.


        Cara Mengembangkan Otak Anak

        Perkembangan otak anak mengikuti tahapan usia. Pemberian nutrisi dan stimulasi untuk mengembangkan otak anak harus diberikan oleh orang tua. Ya, karena orang tualah yang seharusnya lebih memahami karakteristik anaknya. Sehingga tau bagaimana mengembangkannya.

        Sebagai contoh, jangan pernah meremehkan memori anak usia 6 bulan ke bawah. Suara, wajah, dan bau orang yang paling dekat oleh anak yang akan paling dikenal olehnya. Bahkan memori saat usia TK akan tersimpan di sebuah tempat khusus. Sehingga ketika dewasa, biasanya akan lebih mudah untuk mengingat apa kenangan saat TK dibandingkan saat usia remaja dan lainnya.


        Aspek potensi biologis (sirkuit otak anak), kesehatan, dan psikologis akan menjadi perisai bagi anak untuk mengembangkan Multiple Intelligence


        Mengenali Gangguan Kekebalan dan Alergi pada Anak. Agar Anak Tidak Mudah Sakit - Dr. dr. Anang Endaryanto, SpA(K) -


        Dr. dr. Anang Endaryanto, SpA(K), Ketua Divisi Alergi Imunologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD dr. Soetomo / FK Unair Surabaya menjadi narasumber kedua.

        Menurut dr. Anang, popular di kalangan ibu-ibu bila anaknya terus-menerus sakit menganggap kekebalan tubuhnya kurang dan meminta ke dokter untuk ditingkatkan kekebalannya. Padahal anak yang sering sakit belum tentu karena kekebalannya kurang. Alergi justru menunjukkan bahwa kekebalan tubuh itu tinggi. Jadi apabila anak yang terus-menerus sakit karena alergi, kekebalan tubuhnya tidak perlu ditingkatkan lagi. Justru harus diturunkan supaya normal.


        Kekebalan berfungsi melindungi tubuh dari penyerang asing dan dari dalam tubuh seperti sel-sel kanker. Agar keseimbangan tubuh berfungsi dengan baik, maka kekebalan tubuh tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah.

        Ibarat sepasukan tentara, maka kekebalan tubuh harus belajar bagaimana mengenal kuman baik dan buruk. Pertumbuhan dan perkembangan otak akan dipakai bagaimana mengenal lawan ataupun kawan yang masuk ke dalam tubuh. Pasukan kekebalan yang efektif/normal, akan berhenti bekerja bila kuman asing yang jahat berhasil diberantas. Tapi pasukan kekebalan yang terlalu tinggi, aktivitasnya akan sangat aktif dan akan terus bekerja walaupun tugasnya sudah selesai. Sehingga merusak bagian tubuh lain yang normal.

        Kekebalan yang normal akan menghancurkan kuman jahat, jauh dari kanker, tidak alergi, atau otoimun. Kekebalan dianggap normal bila mampu menghadapi penyerang secara efektif artinya bila kuman sudah mati maka sistem kerja tubuh untuk melawan akan berhenti. Kekebalan tubuh yang normal juga memiliki sensivitas yang sedang bila menghadapi stress. Juga tidak terlalu sensitif terhadap sesuatu yang tidak membahayakan tubuh.

        Kekebalan dianggap abnormal terganggu bila

        1. Respons dalam menghadapi penyerang sangat lemah, sangat lambat, dan salah
        2. Respons tidak bisa berhenti sendiri dan menyebabkan kerusakan tubuh yang terkait
        3. Menimbulkan alergi atau reaksi otoimun
        4. Telalu sensitif dalam menghadapi stress
        5. Tidak memiliki respons imun alamiah yang memadai
        6. Terlalu gampang menimbulkan peradangan
        7. Peradangan yang diakibatkan tidak mudah dikontrol

        Setiap hari manusia bisa terpapar karena dunia memang penuh kuman. Anak bisa terkena batuk atau diare karena kuman. Anak yang kekebalannya abnormal bisa terkena batuk hingga berhari-hari. Atau bila terkena stress kekebalan tubuhnya menjadi sangat sensitif.

        Mengoptimalkan kekebalan tubuh anak, dimulai sejak dalam kandungan. Jaga ibu hamil agar tidak terkena infeksi, obat-obatan yang berlebihan, stress, dan polusi. Nutrisi ibu hamil harus sangat diperhatikan. Setelah bayi lahir, berikan ASI ekskusif dan imunisasi. Pemberian nutrisi yang seimbang juga harus diperhatikan.


          Imunisasi sebagai faktor penting untuk meningkatkan sistem kekebalan badan. Efektif untuk mencegah berbagai infeksi kuman.

          Imunisasi adalah memasukkan kuman yang telah dilemahkan ke dalam tubuh. Tujuannya agar sistem kekebalan tubuh dapat mengingat kuman tersebut. Sehingga apabila di kemudian hari masuk kuman yang sama, maka sistem kekebalan sudah bisa melawannya.

          Imunisasi sebagai faktor penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada anak


          1. Efektif untuk mencegah berbagai infeksi kuman yang berbahaya
          2. Sangat diperlukan oleh janin, bayi, anak, dan dewasa untuk mencegah penularan penyakit infeksi yang berbahaya
          3. Meningkatkan kekebalan terhadap kuman yang berbahaya
          4. Harusnya tidak ada masalah (tidak ada efek samping) dalam hal keamanan kesehatan janin, bayi, anak, dan dewasa
          5. Sudah dibuktikan efektivitas dan keamanannya karena sudah melalui penelitian

          Nutrisi sebagai faktor penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada anak

            1. Diperlukan oleh ibu hamil, janin, bayi, dan anak agar sistem kekebalan bersifat protektif (melindungi) dan homeostatis (seimbang)
            2. Meningkatkan kematangan dan kedewasaan sistem kekebalan
              • Vitamin A, Betakaroten, B5 (asam pantotenik), C, D, dan E
              • Mineral (yodium, selenium, seng)
              • Asam amino (Argimin, Glutanin, Histidin)
              • Asam Lemak (Omega-3 PUFA, Omega-6 PUFA)
              • Fitokimia (Capsaisin, Glutatione, Monoterpenes, Phytic Acid, Alkaloid, Quercetin, Resveratrol, Rutin
              • Prebiotik
              • Probiotik
               
              Gangguan sistem kekebalan ada yang berlebih dan kurang

              1. Sistem kekebalan berlebih
                • Alergi - alergi susu sapi, alregi makanan, eksim, pilek alergi, asma, dan lain-lain
                • Otoimun - Lupus, Rematik, dan lainnya
              2. Sistem kekebalan kurang
                • Infeksi - TBC, Difteri, Pertusis, Tetanus, Polio, Campak, Hepatitis, Influenza, dan lain-lain
                • Kanker - kanker darah, kanker tulang, kanker otak, dan lainnya
                • Peradangan kronik - radang kronis saluran cerna

                 

                Alergi

                Alergi adalah reaksi yang berbeda/menyimpang dari normal terhadap berbagai rangsangan/zat dari luar tubuh.

                Sekarang ini, kasus alergi semakin meningkat. Pada zaman kemerdekaan, banyak terjadi kasus infeksi seperti TBC dan lainnya. Setelah berbagai penyakit tersebut dberantas dan kekebalan tubuh meningkat, bakat-bakat alergi di dalam tubuh mulai keluar.

                Alergi memang tidak menular. Tetapi terlalu sering kambuh alerginya akan mengganggu tumbuh kembang anak. Alergi sifatnya menurun (ATOPI) atau bakat yang diturunkan satu/kedua orang tua. Alergi bisa dikelola dengan baik asalkan diketahui penyebabnya.


                morinaga, siap cerdaskan bangsa, nutrisi, stimulasi, multiple intelligence, moricare

                Ada 3 penyebab dasar alergi timbul, yaitu makanan, debu rumah, atau debu binatang. 3 penyebab tersebut sebetulnya bukan benda asing yang 'jahat'. Tetapi, karena sistem imum berlebihan, maka terjadilah alergi.

                Gejala alergi bisa bermacam-macam, antara lain eksim, pilek, asma, migrain, dan lainnya. Migrain memang termasuk kasus yang jarang terjadi.  Pernah ada kasus dimana anak selalu mengeluh pusing saat mau berangkat sekolah tetapi ketika siang hari anak terlihat bergembira. Biasanya, orang tua akan menduga kalau anaknya stress karena mungkin saja terkena bully atau ada pelajaran yang susah di sekolah. Setelah diperiksa di psikolog hingga melakukan CT Scan tidak ditemukan gejala apapun yang mengarah ke dugaan tersebut. Kemudian diketahui kalau anak tersebut alergi debu rumah.

                Sifat alergi seperti itu yang ketika siang hilang, kemudian mulai matahari terbenam kembali muncul. Keriuhan di pagi hari menyebabkan adrenalin meningkat sehingga manifestasinya ke migrain. Semua itu berkaitan dengan hormon. Untuk mengendalikannya diperlukan terapi alergi dengan vaksinasi khusus

                Alergi tidak bisa ditentukan sesaat, tetapi harus diamati. Misalnya, ketika makan udang lalu timbul gejala tidak enak pada tubuh belum tentu alergi. Bisa jadi karena udangnya sudah kurang segar. Perlu dilakukan penngulangan. Bila masih bermasalah setiap kali makan udang, berarti kemungkinan memang alergi.


                morinaga, siap cerdaskan bangsa, nutrisi, stimulasi, multiple intelligence, moricare
                Moricare+ adalah susu formula pertumbuhan bergizi untuk nutrisi anak. Morinaga Platinum MoriCare+ Prodiges dilengkapi dengan sinergi nutrisi tepat antara Faktor Kecerdasan Multitalenta (untuk perkembangan sel otak anak), Faktor Pertahanan Tubuh Ganda (agar anak tidak mudah sakit), dan Faktor Tumbuh Kembang Optimal agar anak tumbuh menjadi generasi platinum.

                Bila alergi dengan susu sapi, bisa coba moricare+ soya yang kandungannya juga tetap bergizi. Untuk Keke dan Nai yang sudah di atas 6 tahun, bisa minum susu cairnya (Chil-Go) atau susu formula Moricare+ yang sesuai dengan usia mereka



                Bayi sebaiknya diberi ASI Eksklusif. Pada bayi, alergi makanan yang sering terjadi adalah alergi susu formula. Apabila alergi susu sapi, maka harus ditangai sedini mungkin karena

                1. 71% berpeluang manifestasi di Asma Alergi
                2. 84% berpeluang manifestasi di Pilek Alergi
                3. 76% berpeluang manifestasi di Eksim
                4. 81% berpeluang alergi debu rumah
                 
                  Karena alergi atopi sifatnya turunan, maka persentase kemungkinan terkenanya bisa bermacam-macam
                  1. Salah satu orang tua alergi -> anak beresiko alergi 20-40%
                  2. Saudara kandung alergi -> adiknya beresiko alergi sekitar 25-30%
                  3. Kedua orang tua alergi -> resiko bisa meningkat hingga 80%
                  4. Kedua orang tua tidak alergi -> anak alergi sekitar 5-15%

                  Orang tua yang tidak memiliki riwayat alergi memang tetap beresiko memiliki anak yang alergi walaupun persentasenya kecil. Kemungkinan alergi tersebut menurun dari kakek atau neneknya. Pemberian ASI Eksklusif akan mengerem manifestasi terhadap alergi.


                  Kenali Kecerdasan si Kecil Sejak Dini dan Wujudkan Multitalentanya - Dr. Rose Mini, A.P., M.Psi -


                  Dr. Rose Mini, A.P., M.Psi biasa dipanggi bunda Romi ini menjadi narasumber ketiga di acara Morinaga. Bunda Romi adalah staf pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Pembicara di berbagai seminar dan televisi. Tulisannya tentang psikologi popular suda ada di berbagai media.

                  Dahulu, kecerdasan selalu dikaitkan dengan IQ (Intelligence Question) yang berkaitan dengan kemampuan akademik, bahasa, dan lainnya. Semakin berkembangnya informasi dan pengetahuan, kecerdasan tidak hanya mencakup satu dimensi saja.

                  Dr. Howard Gardner menemukan bahwa kecerdasan mencakup banyak aspek di kehidupan sehari-hari (Multiple Intelligence).

                  Dulu, orang tua hanya berpikir kalau cerdas berarti jago di bidang akademik saja. Makanya yang selalu dan terus distimulasi oleh orang tua adalah tentang hal akademis seperti matematika. Berdasarkan hasil riset mahasiswa UI bahwa tidak ada seseorang yang berhasil karena cerdas matematika. Hubungan interpersonal bisa sangat mempengaruhi sukses atau tidaknya seseorang kelak.

                  Berkaitan dengan cara kerja otak, sinaps juga akan semakin banyak bila semakin banyak anak mendapatkan stimulasi. Dan itu tidak akan terjadi bila anak hanya distimulasi akademiknya saja.

                  Ada 2 faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak, yaitu


                  1. Nature - merupakan pemberian dari Tuhan seperti kapasitas otak, bentuk tubuh, dan lainnya
                  2. Nurture - datang dari lingkungan seperti nutrisi dan stimulasi. Peran orang tua sangat penting khususnya dalam stimulasi

                   

                    8 Jenis Kecerdasan Anak

                    Kecerdasan Musikal

                    Kemampuan untuk mengekspresikan diri dengan musik, menciptakan lagu, mengerti dan memahami musik, menyanyi, dan lain-lain. Menstimulasi kecerdasan musikal pada anak tidak harus dengan kursus musik. Bisa dilakukan dengan mengajak anak bertepuk tangan mengikuti irama lagu, mengajaknya bernyanyi.


                    Kecerdasan Kinestetik

                    Kemampuan menggunakan kecekatan tubuh untuk mengatasi masalah dan menghasilkan suatu produk


                    Kecerdasan Logika Matematika

                    Kemampuan untuk berhitung, berpikir sistematis, dan aritmatika. Mengajarkan anak balita matematika bukan berarti harus mengkursuskan ke kursus matematika atau mengajarkan 1+1=2. Tetapi bisa dengan cara mengajak anak mengelompokkan benda yang berwarna sama atau mengurutkan benda dari yang terkecil hingga terbesar. Bagi anak balita, angka masih merupakan sesuatu yang abstrak.


                    Kecerdasan Visual Parsial

                    Kemampuan untuk membayangkan suatu hasil akhir, berpikir sistematis, mengimajinasikan sesuatu, dan lainnya. Menstimulasinya bisa dengan cara mengenalkan arah kiri-kanan dan atas bawah. Bila hal ini tidak dikenalkan anak berpotensi diseleksia dan tidak tahu arah


                    Kecerdasan Linguistik

                    Kemampuan untuk menekspresikan diri secara verbal, membaca, menulis, dan berkomunikasi. Anak tidak otomatis bisa langsung berbicara harus distimulasi. Tetapi apabila anak sudah mengusai 1 kata baru, sebaiknya tidak melakukan pengulangan terus-menerus. Ajarkan kata baru lainnya.


                    Kecerdasan Interpersonal

                    Kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain secara efektif. Serta kemampuan untuk berempati dan memahami orang lain. Di dunia ini, manusia tidak hidup sendiri. Seringkali dituntut untuk bisa bekerja sama, berempati, serta memahami orang lain. Apabila kecerdasan ini terstimulasi dengan baik bisa menjadi penentu kesuksesan.


                    Kecerdasan Intrapersonal

                    Kemampuan untuk menganalisa diri sendiri, menggunakan perasaannya, agar bisa membuat perencanaan dan tujuan. Kecerdasan intrapersonal berkaitan dengan rasa percaya diri anak. Salah satu cara menstimulasinya adalah dengan cara setiap kali selesai mandi, biarkan anak memilih bajunya sendiri. Anak jadi bisa tau mana pakaian yang dia suka atau tidak. Serta mengajarkan anak untuk tahu siapa dirinya.


                    Kecerdasan Naturalis

                    Kemampuan untuk mengenali flora dan fauna serta melihat perbedaan dan persamaan yang ada pada alam.

                    Setiap anak pada dasarnya memiliki 8 kecerdasan tersebut. Setelah distimulasi nanti akan muncul 1 kecerdasan yang menonjol. Misalnya, anak yang memiliki kecerdasan kinestetik paling menonjol kemungkinan memiliki talenta di bidang menari, olahraga, dan lainnya. Dengan semakin intensnya stimulasi tidak menutup kemungkinan akan timbul talenta lain yang belum tergali sebelumnya (multitalenta)


                    3 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Proses Stimulasi

                    Gaya Belajar


                    morinaga, siap cerdaskan bangsa, nutrisi, stimulasi, multiple intelligence, moricare 

                    Tidak ada anak yang tidak cerdas. Hanya saja gaya belajarnya yang mungkin belum tepat. Setiap anak harus mencoba 3 gaya belajar ini. Nanti, akan ketahuan mana gaya belajar yang dominan bagi anak.

                    Ya, seringkali ketika anak bermasalah dengan pelajaran sekolah, letak permasalahannya bukan karena  anak kurang cerdas. Tapi, gaya pengajaran di sekolah yang kurang cocok bagi anak. Umumnya gaya belajar guru di berbagai sekolah adalah dengan gaya listener. Padahal belum tentu semua muridnya bergaya belajar listener.

                    Contohnya adalah ketika guru mengajar lagu "Kepala, Pundak, Lutut Kaki." Anak yang dominan listener akan dengan mudah menghapal lagu tersebut hanya dengan mendengarkan gurunya bernyanyi. Anak yang dominan visual, harus melihat gurunya bergerak sambil nyanyi baru dia bisa hapal lagunya. Sedangkan, anak yang dominan kinestetik, dia akan bergerak sendirinya sambil menghapalkan lagu yang diberikan oleh gurunya.

                    Begitu juga dengan orang tua ketika mengajarkan anaknya. Orang tualah yang harus mengikuti gaya belajar anak. Bukan anak yang mengikuti orang tua. Misalnya, orang tua bergaya belajar auditori sedangkan anaknya visual, orang tualah yang harus mengajarkan anak dengan gaya belajar visual.


                    Pengenalan terhadap gaya belajar si Kecil akan memudahkan orang tua untuk memilih metode stimulasi yang dapat mengembangkan kecerdasan majemuk si Kecil.


                    Pola Asuh

                    Ada 2 sumbu utama pola asuh, yaitu
                    1. kontrol orang tua
                    2. kehangatan orang tua


                    Dari bagan di atas, tidak ada yang paling benar atau paling salah. Karena setiap orang tua bisa menggunakan keempat pola asuh ini tergantung dari situasi dan kondisi. Pola asuh akan efektif manakala orang tua dapat menerapkan pada situasi dan kondisi yang tepat.

                    Misalnya, ketika anak memaksa ingin menyebrang jalan yang ramai sendirian. Tentu orang tua harus memilih pola asuh dengan kontrol ketat dan kehangatan kurang (kotak kiri atas). Artinya, orang tua harus tegas melarang walaupun anaknya terus merengek. Anak kecil menyeberang jalan ramai sendirian tanpa pengawasan tentu sangat berbahaya.


                    Pola asuh orang tua adalah penerapan yang diberikan orang tua kepada anak dan bersifat relative konsisten dari waktu ke waktu.


                    Kecerdasan emosi

                    Agar semua stimulasi yang diberikan dapat diterima secara efektif, maka perlu diperhatikan mengenai kecerdasan emosi baik orang tua maupun anak.  Kecerdasan emosi mencakup 5 aspek, yaitu

                    1. Kemampuan mengenal emosi - kemampuan menganalisa perasaan dan emosi yang tampil dalam diri
                    2. Kemampuan kontrol diri - kemampuan mengendalikan emosi yang dirasakan dan menampilkan reaksi yang sesuai
                    3. Kemampuan memotivasi diri - kemampuan menguasai diri untuk mencapai tujuan tertentu
                    4. Empati - kemampuan untuk memahami perasaan, keinginan, dan pikiran orang lain
                    5. Kemampuan membina hubungan - kemampuan membina hubungan baik dalam persahabatan maupun dengan orang lain
                    Kelima aspek kontrol emosi tersebut harus diasah baik untuk orang tua atau anak. Dengan terasahnya kecerdasan emosi, maka stimulasi yang diberikan akan mudah diterima dan dicerna oleh anak dalam otaknya (kognitif). Proses stimulasi pun akan lebih efektif karena baik orang tua atau anak

                    Melatih kecerdasan emosi bisa dilakukan sejak bayi. Melatih kecerdasan emosi tidak boleh dilakukan dengan cara berteriak karena anak tidak akan mengerti. Misalnya ketika bayi menangis karena popoknya basah, jangan lantas dimarahi. Bayi tidak akan mengerti. Tapi, ajak ngobrol baik-baik sambil menjelaskan kalau dia menangis karena merasa tidak nyaman. Walaupun belum bisa membalas, tapi semua itu terekam di memori bayi. Dia jadi mengenal kalau menangis salah satu penyebabnya adalah karena merasa kurang nyaman. Setelah mengenal emosi, maka akan lanjut ke tahap berikutnya yaitu mengontrol emosi dan seterusnya.


                    Stimulasi Kecerdasan Lewat Bermain

                    Ini adalah video tentang mainan edukatif, buku favorit, serta aktivitas Keke dan Naima saat mereka balita. Silakan dilihat, siapa tau bisa jadi ide bila ingin bermain bersama anak.
                    Menstimulasi kecerdasan harus paling efektif dengan cara bermain karena bermain adalah kegiatan yang bisa dilakukan tanpa beban.


                    Bermain tidak boleh dengan cara dipaksa, ya. Misalnya, anak dipaksa main lego karena orang tua merasa lego adalah permainan yang mendidik padahal anaknya gak suka main lego. Itu berarti ada pemaksaan. Kalau dipaksa proses stimulasinya tidak akan efektif.

                    Media untuk bermain tidak selalu harus yang mahal. Gunakan yang ada di sekitar. Yang utama adalah kedekatan antara orang tua dan anak agar pengalaman belajar menjadi menyenangkan. Ketika belajar, anak dapat mengembangkan kreativitasnya dan berimajinasi agar mempunyai cita-cita.

                    Orang tua dituntut harus kreatif ketika mengajak anak bermain, terlebih setiap anak itu unik. Sesuaikan juga dengan usia anak. Hargai setiap perkembangan dan hindari mencela.


                    morinaga, siap cerdaskan bangsa, nutrisi, stimulasi, multiple intelligence, moricare

                    Untuk membantu para Bunda mengembangkan multitalenta si Kecil mengasah kecerdasan majemuk (Multiple Intelligence), Morinaga memiliki MI PlayPlan yang bisa diakses di www.morinagamiplayplan.com. Di website tersebut, Bunda bisa

                    1. Menidentifikasikan kecerdasan anak melalui kuesioner
                    2. Membuat rencana bermain  terjadwal
                    3. Mencari berbagai ide bermain disesuaikan dengan usia dan kategori kecerdasan majemuk
                    4. Mencetak untuk keperluan bermain anak seperti mewarnai, tracing, dan lainnya
                     
                      Tidak ada sekolah menjadi orang tua. Stimulasi harus ditemukan dan disesuaikan dengan kebutuhan anak.


                      Gerakan Siap Cerdaskan Bangsa Persembahan Morinaga


                      Siapakah anak Indonesia yang berhak cerdas?

                      Semua. Ya, semua anak Indonesia berhak untuk cerdas tanpa memandang strata ekonomi manapun. Dari sleuruh paparan ketiga narasumber, menstimulasi kecerdasan anak bisa dari hal sederhana dan tidak memerlukan biaya mahal. Asalkan, orang tua bersedia untuk selalu berusaha membuat anak menjadi cerdas.

                      Bermain merupakan salah satu bentuk stimulasi positif kecerdasan majemuk si kecil. Morinaga secara konsisten mengadakan kembali DUNIA GENERASI PLATINUM MORINAGA di tahun 2016 ini untuk membantu si Kecil mengasah kecerdasan majemuknya melalui berbagai aktivitas, permainan, dan permainan edukatif. Diharapkan, rangkaian kegiatan yang diusung mampu menjadikan anak-anak Indonesia menjadi Anak Generasi Platinum yan Multitalenta," jelas Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition for Kids, Kalbe Nutritionals.

                      Orang tua bisa turut membantu mensukseskan program #SiapCerdaskanBangsa persembahan Morinaga ini. Silakan berkunjung ke microsite www.siapcerdaskan.com. Di microsite ini ada berbagai informasi penting tentang stimulasi dna nutrisi anak, serta tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK)

                      Selain itu, disana juga ada program 1 juta suara di mana setiap kunjungan ke microsite tersebut akan dikonversi ke dalam nilai rupiah selama periode kampanye (April s/d Juni 2016). Jumlah rupiah yang terkumpul akan digunakan oleh Yayasan ASA (Act, Serve, Aspire) untuk merehabilitasi TK dan PAUD.


                      morinaga, siap cerdaskan bangsa, nutrisi, stimulasi, multiple intelligence, moricare
                      Pak Adi


                      Salah satu sekolah yang akan menerima donasi dari program 1 juta suara adalah PAUD & TK Pak Adi yang beralamat di Desa Samudra Jaya, Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi. PAUD dan TK yang sudah berdiri sejak tahun 2004 ini masih sangat minim fasilitas. Hanya dengan 2 orang pengajar (salah satunya adalah Pak Adi tidak mengendurkan semangat untuk terus memberikan pendidikan kepada anak balita.

                      Tidak hanya sekolah Pak Adi saja yang akan mendapatkan donasi dari program 1 juta suara. Masih ada sekolah-sekolah lainnya di seluruh Indonesia yang akan mendapatkan donasi tersebut. Untuk informasi lengkap tentang daftar sekolah penerima donasi, bisa dilihat di microsite www.siapcerdaskan.com

                      Selain itu, orang tua juga bisa ikut mendonasikan mainan edukasi atau buku layak baca di setiap acara seminar parenting Morinaga. Akan disediakan drop box sebagai tempat donasi buku layak baca dan mainan edukastif.

                      Seminar parenting Morinaga akan diadakan di 15 kota dalam kurun waktu April-November 2016. Seminar parenting perdana sudah dilaksanakan pada tanggal 2 April 2016 lalu di Kota Kasablanka, Jakarta (Silakan baca postingan sebelumnya "Bunda, Sudah Siapkah Mencerdaskan Anak Sejak Dini?").

                      Seminar kedua akan diadakan pada tanggal 21 Mei 2016 di The Trans Luxury Hotel, Bandung. Siap-siap, nih orang tua Bandung. Info lengkapnya sudah ada di microsite www.siapcerdaskan.com. Yuk! Ikutan biar kita ssemua selalu siap untuk mendukung gerakan #siapcerdaskanbangsa demi menciptakan generasi platinum.


                      Semua anak mendapatkan kesempatan belajar yang sama. Mari kita bersama-sama mewujudkan mimpi anak Indonesia agar meraih masa depan yang lebih baik.

                      Apa yang kita tanam hari ini, akan kita tuai di masa mendatang. #SiapCerdaskanBangsa


                      Morinaga


                      www.siapcerdaskan.com

                      Facebook: Morinaga Platinum
                      Twitter: @MorinagaID
                      Instagram: MorinagaPlatinum 


                      Continue Reading
                      18 comments
                      Share: