Saturday, April 30, 2016

Kesan Pertama Mencoba Oilum Collagen Series - Agar Kulit Tubuh Tetap Sehat dan Indah

Oilum Collagen, Body wash, body lotion, soap bar, dry skin, kulit kering


Kesan Pertama Mencoba Oilum Collagen Series - Agar Kulit Tubuh Tetap Sehat dan Indah - Ini adalah kesan pertama Chi ketika mencoba beberapa produk Oilum collagen series. Setiap orang, terutama perempuan kemungkinan besar menginginkan kulit tubuh sehat dan indah. Sebagian diantaranya mungkin ada yang rajin merawat tapi ada juga yang masih cuek. Walaupun begitu, keinginan memiliki kulit yang sehat dan indah tetap ada di pikiran banyak orang.

Begitu juga dengan Chi. Beruntung memiliki kulit yang cenderung normal. Tetapi, Chi pernah baca kalau semakin bertambah faktor usia, maka kulit bisa semakin kering karena faktor hormon. Ditambah lagi dengan kebiasaan mandi air hangat bisa membuat kulit menjadi kering. Duh, Chi hobi banget mandi air hangat, nih.

Lalu, Chi pun berkenalan dengan Oilum ... Ya, pertengahan April lalu, Chi dikirimi berberapa produk Oilum Collagen Series untuk dicoba. Ada 2 series yang Chi terima, yaitu moisturizing dan brightening.

Oilum Collagen, Body wash, body lotion, soap bar, dry skin, kulit kering

Chi memang rada telat tau tentang Oilum. Tapi, melihat perusahaan yang memproduk Oilum, yaitu PT. Galenium Pharmasia Laboratories bukanlah nama yang asing di telinga Chi. Beberapa produk dari perusahaan ini ada yang pernah Chi pakai, bahkan hingga sekarang. Perusahaan ini memang terlihat fokus utamanya adalah di bidang perawatan dan kesehatan kulit. So, melihat perusahaannya yang memang sudah lama bergerak di produk perawatan kulit, gak ada salahnya cobain Oilum, nih. Tertarik juga :)


Sumber gambar: www.myoilum.com


4 hal di atas adalah kandungan  utama Oilum. Dan yang paling menarik perhatian Chi adalah Collagen. Tau, gak? Dulu Chi taunya collagen itu adalah produk perawatan kulit hanya untuk usia 50 tahun ke atas, lho. Hahaha sok tau banget, ya? *Tepok jidat*

Ternyata collagen adalah protein yang ada di dalam kulit. Tetapi seiring bertambahnya usia, kandungan collagen di dalam kulit akan berkurang. Malah ada beberapa info yang mengatakan kalau berkurangnya sejak usia 25 tahun. Itulah kenapa ada yang mengalami penuaan dini, selain masalah lain seperti kulit kusam, keriput, serta kulit yang tidak elastis.

Penyebabnya bisa berbagai macam. Dari sinar matahari, makanan, rokok, dan lain sebagainya. Bahkan untuk kita yang gak merokok sekalipun, bisa juga terkena dampaknya. Kondisi bumi yang sudah tidak sesehat dan sebersih dulu membuat kita harus semakin peduli dengan tubuh sendiri, termasuk perawatan kulit.

Cobain satu per satu produknya, ah!


Oilum Collagen, Body wash, body lotion, soap bar, dry skin, kulit kering

Ketika memakai sabun ini, wangi semerbak langsung memenuhi ruangan kamar mandi. Gak menusuk hidung wanginya tapi lebih kepada mengingatkan Chi dengan wangi sabun zaman dulu. Wangi klasik gitu, lah. Tapi wanginya gak menempel di kulit. Setelah dibilas, seluruh wanginya gak tercium lagi di kulit.

Oilum Collagen Bar Soap ini Chi cobain juga ke wajah. Awalnya iseng aja karena merasa kulit wajah sekarang udah mulai suka bermasalah. Kadang suka ada jerawat, padahal dulu kayaknya nyaris gak pernah. Itupun rada deg-degan cobainnya karena hampir gak pernah pakai pembersih wajah. Selama ini lebih memilih dibasuh dengan air saja. Ternyata cocok aja pakai bar soap ini. Gak timbul jerawat atau masalah kulit lainnya. Katanya Oilum memang direkomendasikan para dokter kulit, sih.


Oilum Collagen, Body wash, body lotion, soap bar, dry skin, kulit kering

Untuk body wash, cairannya tidak terlalu pekat. Ada butiran berwarna biru untuk body wash yang scrub. Wanginya tidak sekuat yang bar soap tapi lebih lembut dan manis. Sama seperti bar soap, busa body wash juga gak terlalu banyak sehingga tidak membutuhkan banyak air untuk bilas. Masih ramah lingkungan berarti, ya. Wangi dari body wash juga tidka terlalu menempel di kulit.

Body wash yang moisturizer dan brightening memiliki tutup yang berbeda. Gak tau apa alasan dibedakan seperti itu padahal dari warna saja sudah berbeda. Yang satu hijau pastel dan lainnya biru. Chi lebih suka tutup botol yang moisturizer, Kalau yang brightening, pumpnya agak susah ditekan.



Oilum Collagen, Body wash, body lotion, soap bar, dry skin, kulit kering

Suka ... suka ... suka ...

Dari 3 produk yang Chi coba, yang paling disuka adalah body lotion. Sama seperti body wash, cairannya tidak terlalu kental. Ketika dipakai, lotionnya dengan cepat menyerap ke kulit. Gak bikin kulit jadi lengket. Botolnya kecil, kalau dipakai bakal cepat habis tapi bakal praktis kalau dibawa buat jalan-jalan. Gak bakal bikin berat dan menuhin tas.

Yang paling disuka adalah wanginya. Agak sulit Chi mendeskripsikannya tetapi ketika mencium wanginya aromanya tuh manis. Trus, wanginya tahan lama di kulit. Saking senengnya, ketika lagi macet saat jemput anak-anak, Chi cium aroma lotion di tangan. Beneran bikin nyaman wanginya hihihi.

Seperti Chi tulis di awal kalau ada 2 series produk Oilum yang dipakai, yaitu moisturizer dan brightening. Yang paling sering Chi pakai adalah moisturizer series. Yang brightening ada scrub di produk sabunnya. Kkalau untuk scrub, Chi biasanya pakai 1-2 kali seminggu aja. Padahal kan sebetulnya enak pake produk scrub. Berasa jadi lebih bersih kulitnya karena kulit mati diangkat.

Kesan pertama memakai Oilum collagen series sama sekali belum ada keluhan. Semuanya cocok. Memang baru kesan pertama, sih. Karena baru nyobain sekitar 2 minggu. Harus lebih lama lagi cobainnya. Tapi kalau 2 minggu aja udah cocok, biasanya akan terus cocok. Dan, walaupun Oilum mengklaim sebagai produk Dry Skin Expert alias ahli untuk mengatasi problem kulit kering tetapi untuk kulit Chi yang cenderung normal ternyata cocok juga.

Insya Allah, long wiken awal Mei nanti mau jalan-jalan ke tempat yang dingin. Hmmm ... kemana yaaa? *Rahasia :p* Tapi, kayaknya Chi berencana mau bawa bar soap sama lotionnya. Udara dingin biasanya bikin kulit cenderung menjadi lebih kering. Harus rajin dikasih lotion. Jadi, sekalian ajalah nanti kalau jadi jalan-jalan dibawa. Trus, nanti Chi ceritain lagi pengalaman pakai lotion dan bar soapnya di udara dingin. *Tunggu, ya cerita selanjutnya. Insya Allah di upload di IG) *mudah-mudahan gak lupa bawa* :D

Oilum Collagen Series dijual di berbagai toko seperti Guardian, Carefour, Giant, Hero, Lotte Mart, Circle K, Superindo, dan Alfamart


Oilum Collagen Series


www.myoilum.com

Fanpage FB: myoilum
Twitter: @myoilum

Continue Reading
24 comments
Share:

Sunday, April 24, 2016

Seharusnya Media dan Kita Semua Sensitif Gender dan Ramah Anak

media sensitif gender dan ramah anak

Seharusnya Media dan Kita Semua Sensitif Gender dan Ramah Anak - Berapa banyak media yang menulis atau menayangkan berita yang ramah terhadap perempuan dan anak? Secara angka pasti, Chi tidak tahu karena belum pernah melalukan survei. Tetapi secara pandangan mata yang dilihat sehari-hari, rasanya berita yang tersebar secara viral lebih banyak yang memojokkan perempuan atau anak. Begitu juga dengan berbagai tayangan, mulai dari sinetron hingga iklan.

Teman-teman, pernah lihat iklan salah satu brand pompa air? Dimana perempuan dalam iklan yang menjadi tokoh utama bertubuh montok dan berpakaian minim. Gak hanya itu, seluruh dialog di iklan itu pun 'rada-rada'. Ah, gak usah dijelaskan secara gamblang kayaknya udah pada mengerti. Pastinya, Chi gagal paham hubungan antara produk sama iklannya. Iklan mungkin bisa aja terlihat gak nyambung sama produk. Tapi, seharusnya bisa dong gak melecehkan perempuan?

Sebagai perbandingan, coba lihatlah iklan produksi Thailand. Seringkali, bahkan Chi pun melakukan share iklan asal negara gajah putih ini yang mengharu biru. Rasanya mengena banget di hati. Kabarnya industri kreatif Thailand maju karena negaranya sangat mendukung penuh.

Terlepas dari ada atau tidak ada dukungan pemerintah, sebetulnya di Indonesia juga banyak iklan keren. Artinya, kreativitas juga ditunjukkan di sini. Kalau yang lain bisa bikin iklan bagus, kenapa juga harus bikin iklan yang enggak banget?

-----------------------

Mari kita mundur sekitar 3 tahun yang lalu ...
Chi pernah menulis postingan yang berjudul "Mereka Berhak Punya Masa Depan." Singkat cerita, isi postingan itu tentang ketidaksetujuan Chi terhadap seseorang yang dianggap ahli tentang apa yang dilakukannya. Mengupload foto sekumpulan anak SMP dengan pose yang tidak pantas.

Ya, Chi paham dengan keresahannya. Semua orang tua pastinya resah bila itu terjadi pada anak sendiri. Chi pun merasa demikian. Tapi haruskah mengupload fotonya tanpa diblur terlebih dahulu? Hingga wajahnya sangat jelas terlihat bahkan nama sekolahnya pun ketahuan. Bagaimana kalau yang melakukan hal itu adalah anak kita sendiri?

Mereka adalah anak-anak yang masih berhak punya masa depan, lho. Terlepas dari apapun kesalahan mereka. Lagian kalau salah sebaiknya dirangkul. Penyebaran foto secara viral tanpa diblur sama sekali akan meningkatkan resiko cyber bullying. Silakan cari sendiri efek cyber bullying yang akhirnya menimbulkan bunuh diri sebagai salah satu resikonya.

Sampai Chi berpikir bahkan bilang ke anak-anak kalau di sedang berada di luar rumah sebaiknya bersikap sempurna. Padahal mana ada manusia yang sempurna? Masalahnya, zaman sekarang kamera di mana-mana. Saat ini, berapa banyak yang masih punya hape tanpa fitur kamera? Dengan adanya fitur kamera, semakin mudahnya orang jeprat-jepret. Kita melakukan kesalahan sedikit aja, trus apes kena jepret berpotensi viral, deh!

Dan, kalau udah kena cyber bullying, seringkali seperti hukuman seumur hidup. Sering kita melihat kasus lama dihangatkan kembali. Padahal bisa aja pelakunya sudah lama tobat. Nah, yang begini yang akhirnya bisa memicu depresi bahkan bunuh diri. Karena seperti dianggap memiliki kesalahan yang tak terampuni. Benar-benar harus tangguh dan dikeliling oleh orang-orang yang sangat menyayangi serta mendukung kalau sudah begini.

-----------------------

media sensitif gender dan ramah anak

Sekarang kita mundur ke tahun 2014. Chi pernah membuat status seperti di screenshot itu.

AQJ ... Sepertinya banyak orang sudah tau siapa yang dimaksud dengan AQJ, ya. Wajahnya pun tau karena terlihat sangat jelas disetiap pemberitaan. Tapi Chi tetap memilih menginisialkan namanya dan tidak memperlihatkan wajahnya.

Chi gak bela kesalahannya, kok. Sama juga dengan anak SMP yang berbuat asusila tersebut. Gak sedikitpun membenarkan apalagi membela tingkah laku mereka. Tapi, bagi Chi mereka tetap berhak punya masa depan lebih baik. Terlepas dari apakah mereka akan menggunakan haknya atau tidak karena itu kembali kepada pola asuh. Tapi yang jelas, Chi juga gak punya hak untuk merampas.

Mungkin kita sulit berempati terhadap pelaku sekalipun masih usia remaja. Lalu bagaimana kalau si anak berada di posisi korban? Chi beneran gak habis pikir ketika di berbagai social media bahkan yang sifatnya lebih privat sekalipun seperti di grup WA dengan mudahnya seseorang menyebarkan wajah korban. "Ini lho wajah anak korban di sekolahnya."

Lha, trus kenapa? Apakah ada untungnya kalau bisa melihat wajahnya? Maaf, buat Chi menyebarkan wajah selain gak etis juga hanya untuk memenuhi hasrat kekepoan aja.

Tanpa perlu tau seperti apa wajah si anak pun seharusnya kita sama-sama berharap dan berdoa supaya masa depannya kembali cerah. Semoga anak tersebut mendapatkan penanganan yang tepat. Cobalah memposisikan seperti mereka. Rasanya gak akan rela lahir dan batin kalau sampai wajah (anak) kita sebagai korban terpampang jelas.

--------------------------

Kalau ini baru-baru saja terjadi. Tentang anak SMA di Sumatera yang marah-marah ketika kena razia polisi. Sekali lagi, Chi gak membela kelakukan yang seperti itu, kok. Tapi haruskah wajahnya diperlihatkan dengan jelas? Di share ribuan netizen, ditayangkan berulang-ulang di berbagai media. Apakah yang share dengan cemoohan paham betul kenapa anak perempuan itu begitu ngamuk saat dirazia polisi?

Kembali ke postingan Chi yang 3 tahun lalu itu. Sebelum membuat postingan, Chi sudah menyampaikan pendapat langsung di status yang bersangkutan. Status yang menuai banyak pro-kontra. Salah satu komen yang pro dengan status tersebut kira-kira berbunyi begini, "Gak perlu ditutupin wajahnya. Biarin aja nyebar. Biar orang tuanya tau kelakuan anaknya."

Ya, orang tua memang seharusnya tau kelakuan anaknya. Tapi memangnya harus tau dengan cara disebar begitu, ya? Siapa tau sebelum foto tersebar, orang tua anak-anak tersebut sudah tau lebih dulu dan melakukan tindakan. Nah, kalau gitu kayak apa perasaan orang tua mereka, ya?

Balik lagi ke kasus anak SMA ini. Apa yang terjadi pada ayah anak ini setelah berita tentang anaknya sangat viral dan terus disiarkan di media tanpa henti? Jantungnya tidak kuat, kemudian ayahnya wafat. Apakah solusi seperti ini yang kita semua inginkan? Yuk, ah renungkan lagi.

Jumat 18 Maret 2016 di hotel Orion Jakarta, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengundang para awak media untuk urun rembug dalam penyusunan panduan pelatihan bagi media yang responsif terhadap isu perempuan dan anak. Berbagai awak media offine dan online turut hadir, termasuk dari kalangan blogger. Saat pertemuan tersebut, draft panduan baru selesai sekitar 80%. Itu lah kenapa menurut ibu Aida Milasari selaku Konsultan di KPPPA, mengundang para awak media untuk ikut memberi masukan.

Apabila draft sudah jadi, rencananya akan diadakan pelatihan bagi para awak media. Memberikan keterampilan teknis kepada para awak media untuk menganalisis berbagai fakta, isu dan data agar menjadikan media yang sensitif gender dan ramah anak. Hak asasi perempuan dan anak, hingga bagaimana kode etik reportase akan dibahas pada saat pelatihan.

Dalam acara diskusi tersebut, Chi sependapat bahwa yang seharusnya bertanggung jawab bukan hanya media. Setuju banget bila mulai saat ini kita semua harus mulai buang sejauh mungkin prinsip "Bad News is Good News." Hal ini juga berlaku untuk para blogger. Mulailah membiasakan membuat tulisan yang positif. Tidak menyinggung/menyakiti berbagai aspek.

Program sebagus apapun yang dibuat oleh KPPPA tidak akan maksimal bila tidak didukung berbagai pihak. Media harus mulai berprinsip "Good News is Good News." Tidak hanya media, pihak lain pun harus ikut berperan. Contohnya seperti pembuatan iklan. Kreatif tidak harus melecehkan.

Termasuk juga para netizen. Coba berpikir sekali lagi, sudah seberapa sering kita mudah termakan oleh berita media? Misalnya, baru juga membaca judul langsung main share. Seberapa mudah jari-jari ini share pemberitaan tanpa dipertimbangkan lebih dahulu?

Chi memang sudah lelah dengan segala berita negatif atau yang tidak berimbang terutama yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Seharusnya media dan kita semua sensitif gender dan ramah anak. Tidak perlu menunggu program KPPPA ini, kita semua bisa memulai dari diri sendiri. Mulai dari sekarang ... Yuk!

Continue Reading
24 comments
Share:

Thursday, April 21, 2016

Nai dan Business Day


Nai dan Business Day - Business day adalah hari yang paling ditunggu oleh Nai sejak 4 tahun lalu. Bussines day adalah kegiatan di sekolah Keke dan Nai. Di mana satu angkatan diajak untuk belajar berbisnis di sekolah. Nanti pembelinya adalah warga sekolah, dari guru hingga murid.

Angkatan Keke sudah melakukannya pada tahun 2012 lalu. Dulu namanya Pasar Mini (silakan baca: Pasar Mini). Keke jualan schotel. Dan, berhasil membawa pulang uang sebesar 43 ribu *Sukses masuk kantong bundanya hahaha*

Melihat Keke ada kegiatan Pasar Mini, Nai pun berharap suatu saat bisa merasakan kegiatan ini. Makanya, dia senang banget ketika waktunya tiba. Dia makin senang ketika mendengar kabar kalau jualannya per group. Dia dan 3 orang sahabatnya pun langsung berembuk. Keputusan bersama yang berlangsung cepat adalah jualan slime *Hadeeuuhh slime memang kekinian banget.* Sebetulnya, Chi keberatan Nai jualan slime. Pengennya makanan aja tapi Nai bersikeras tetap ingin jualan slime karena sudah jadi keputusan bersama katanya.

1 bulan sebelum busines day, Nai terlihat berwajah layu saat keluar dari sekolah ...
Bunda: "Kok, wajahnya begitu? Lagi sedih?"
Nai: "Ternyata grupnya ditentuin, gak bisa milih."
Bunda: "Trus, Ima sama siapa?"
Nai: "Belum tau, ditentuinnya nanti. Sekarang disuruh jualan ini dulu. Bunda beli, yaaa! Punya Ima gak laku-laku."

Chi lalu meminta Nai bercerita lebih detil. Ternyata, peraturan Business Day kali ini berbeda dengan zaman Keke. Waktu Keke, semua murid yang jualan di Pasar Mini dikasih modal masing-masing 20 ribu. Terserah mau jualan apa, gak pake grup-grupan. Yang penting, setelah Pasar Mini selesai, wajib mengembalikan modal 20 ribu itu ke sekolah.

Kalau Nai lain lagi. Setiap anak dikelompokkan dan ditentuin jualannya. Lalu, setiap anak dikasih stiker 20 lembar untuk dijual. Disarankan harga jualnya 5 ribu per stiker. Nai jadi gak semangat ikut Business Day. Udahlah rencana bikin slime terancam gagal karena belum tentu 1 grup, trus disuruh jualan stiker pula.

Nai bilang kalau dia gak bisa jualan. Saat di sekolah, dia terus aja mengikuti sahabatnya untuk jualan. Hasilnya, sahabatnya berhasil menjual beberapa stiker ke kakak kelas. Sedangkan Nai tidak terjual sama sekali stikernya.

Bunda: "Adek harusnya jangan ngikutin terus."
Nai: "Ima malu, Bunda. Trus gimana, dong. Ayah sama Bunda aja yang beli, yaaa."
Bunda: "Ayah sama Bunda belakangan aja. Ima usaha dulu."
Nai: "Gak bisa! Ima malu!"
Bunda: "Tuh, A' Keke datang. Coba, Ima minta tolong sama A' Keke."

Begitu Keke masuk ke dalam mobil, Ima langsung curhat. Dengan sigap, Keke pun langsung keluar dari mobil.

Keke: "Ima gak ikut keluar?"
Nai: "Emang ngapain?"
Keke: "Ayo Keke ajarin jualan."
Nai: "Ima malu, Keke aja yang jualan."
Keke: "Gak bisa, Ima harus ikut biar belajar. Ayo turun!"

Wajah Nai terlihat mau menangis karena dipaksa oleh Keke.

Bunda: "Ke, udah bantuin aja jualan stiker. Biar adikmu tunggu di mobil."
Keke: "Gak bisa Bunda. Nai juga harus belajar. Gimana bisa belajar kalau Nai gak ikut? Nai harus ikut supaya bisa lihat Keke jualan."
Bunda: "Ya tapi gak sekarang kali, Ke. Adikmu udah mau nangis, tuh. Keke mau bantu, kan?"
Keke: "Ya, udah deh. Masa stikernya?"

Keke lalu keluar sambil membawa beberapa lembar stiker. Gak berapa lama, dia masuk lagi ke mobil.

Bunda: "Udah selesai jualannya?"
Keke: Belum, Keke titip ke Andi *bukan nama sebenarnya*. Dia di sekolah sampe sore, biar aja dia yang jualan. Tapi, laku gak laku tetep harus bayar Andi ya, Bun. Kan, dia udah bantuin jualan. Bayar 5000 ke dia."

Ternyata gak selembar pun stiker Nai yang laku. Ya iyalah kalau satu angkatan jualannya di sekolah, bakal susah lakunya. Lagian mereka lebih memilih beli cilok daripada stiker hehehe.

Nai: "Ya, terus gimana, dong? Keke beli stiker Ima juga, ya?"
Keke: "Ya udah berapa?"
Nai: "Selembarnya 5000, Ke."
Keke: "Keke beli 4 kalau gitu."
Bunda: "Keke kan baru ulang tahun, uangnya lumayan banyak. Lebihin lah buat adikmu. Selembarnya 10 ribu."
Keke: "Kemahalan, Bun. 20 ribu 3, ya."
Bunda: "Jangan ditawar atuh, Ke."
Keke: "Lho, namanya juga jual-beli. Harus ditawar, Bun."

Ini Keke belajar tawar-menawar dari mana, ya? Karena Bundanya paling malas urusan tawar-menawar. Lebih suka harga pasti huahahaha ...

Nai: "Jangan dong, Ke. 10 ribu 1, ya."
Keke: "Kemahalan, Ma. 20 ribu 3 baru Keke mau."
Nai: "Gini aja, deh. Stikernya 10 ribu 1. Tapi kalau Keke beli 2, Ima kasih bonus 1. Jadi, Keke dapat 3. Gimana?"
Keke: "Ya itu sama aja 20 ribu 3, Imaaaa ..."
Nai: "Bedaaa .... Pokoknya, Bedaaaa ..."
Keke: "Ya udah, Keke ambil 3. Uangnya minta sama Bunda, ya. Kan, uang Keke disimpan Bunda."

Chi ngikik sendiri mendengar Keke dan Nai berdebat tentang harga hehehe ...

Keke: "Nai, kalau mau stikernya laku, minggu depan kan mau ke Bandung. Ima jual tuh ke Nin, Aki, dan lainnya. Pasti laku, deh."

Beberapa hari kemudian ...

Nai: "Bundaaa ... Lihat ini." *Nai melambaikan beberapa lembar stiker*
Bunda: "Stiker lagi?"
Nai: "Iya, Ima beli dari temen."
Bunda: "Maksudnya?"
Nai: "Temen Ima curhat kalau stikernya gak laku-laku. Ima kasihan, jadi Ima beli aja stikernya."
Bunda: "Deeek ... Stikermu aja belum laku. Berarti Ima senasib. Kenapa juga harus dibeli?"
Nai: "Gak apa-apa, Bun. Kasihan."
Bunda: "Lah, trus yang kasihan sama kamu siapa?"
Nai: "Tenaaang hehehe ..."

Eyaampun Imaaa ... Chi gak marah malah jadi ngikik dengernya sambil gak bingung sendiri. Mungkin ini yang disebut rasa sosial, ya? :D

Ketika berkumpul dengan keluarga besar, tetep aja kenyataannya dia malu kalau disuruh jualan. Akhirnya, Chi yang nawarin stiker ke beberapa keluarga besar. Lumayan, laku banyak dan mereka pada memberi lebih dari harga jual.

Penentuan grup ditentukan dengan waktu yang agak mepet. Nai kebagian berjualan aksesoris. Agak ribet mencari aksesoris yang murah meriah. Waktunya yang gak ada. Untung aja last minute, Nai boleh jualan makanan. Chi menawarkan untuk jual schotel, tapi Nai gak mau. Dia maunya jualan aneka camilan yang dikemas jadi goodie bag. Dengan modal uang dari jualan stiker, kami pun belanja ke minimarket.

Sempat agak berdebat dengan Nai untuk urusan menentukan harga jual. Menurut Chi jatuhnya jadi rada mahal untuk harga jual Tapi, Nai kepengen jualan murah. Trus,
dia punya itungan yang rada njlimet. Sampe Chi bilang, "Terserah adek aja. Yang penting belajar jualan."

Dari pengalaman Business Day ini, Chi bisa ambil pelajaran kalau setiap anak itu unik. Bahkan sesama saudara sekandung sekalipun. Keke lebih berani maju dan bisa mengolah kata. Sedangkan Nai lebih suka di belakang layar. Membuat konsep ini dan itu.

Tapi, walaupun awalnya Nai malu untuk berjualan, pulangnya dia bisa bawa uang sekitar 80 ribuan. Dan, seneng banget ketika dia bilang kalau semua uangnya buat bunda.

Nai: "Tapi besok traktir Ima bakso ya, Bun."

Ya, sama aja kalau begitu. Uang 80 ribuan melayang ke tukang bakso langganan hehehe ...

Continue Reading
16 comments
Share:

Monday, April 18, 2016

A-VENTURES, Karakter Super Hero Anchor Boneeto untuk Anak usia 7-12 Tahun

A-VENTURES, Karakter Superhero Anchor Boneeto untuk Anak usia 7-12 Tahun
A-VENTURES, karakter superhero anchor boneeto untuk anak usia 7-12 Tahun

Children are great imitators. So, give them something great to imitate

Orang tua adalah orang terdekat yang akan dicontoh oleh anak. Tapi, semakin besar usia, anak akan mencari figur panutan lain, tidak hanya dari orang tua. Salah satu figur panutan anak usia 7-12 tahun adalah dari super hero. Tentang hal ini, Anchor Boneeto sudah melakukan penelitian mendalam dengan judul "Understanding Indonesian Kids." Dimana penelitian ini erat kaitannya dengan pola asuh dan juga asupan gizi yang terjadi di masyarakat.

Menjadi orang tua ternyata tidak pernah berhenti mendapatkan PR. Tidak cukup hanya melakukan yang terbaik di masa kehamilan. Berpikir bagaimana melakukan berbagai stimulasi ketika anak bayi hingga balita. Dan juga bagaimana asupan gizi mereka di rentang usia tersebut.

Memasuki usia 7-12 tahun, memang sudah banyak hal yang bisa mereka lakukan sendiri. Tapi bukan berarti PR telah selesai. Asupan gizi tetap harus mendapatkan perhatian. Di usia 7-12 tahun juga suda mulai masuk masa dimana anak semakin ingin bereksplorasi.

Pada usia 7-12 tahun, orang tua bisa mulai menemukan dan menggali minat serta bakat alami anak. Seperti yang disampaikan oleh Achyut Kasireddy, Presiden Direktur Fonterra Brands Indonesia, pada acara peluncuran kampanye "Tumbuh Aktif, Temukan Hebatmu" di The Ice Palace - Lotte Shopping Avenue, Rabu (13/4).

"Di Fonterra, khususnya melalui brand Anchor Boneeto, kami percaya bahwa minat dan bakat dalam diri setiap anak dapat ditemukan dan digali. Kami percaya bahwa setiap anak memiliki kemampuan menjadi seseorang di masa depan. Dan, kami ingin membantu untuk mewujudkan mimpi mereka."

Bapak Achyut Kasireddy kembali menambahkan, "Kampanye Tumbuh Aktif, Temukan Hebatmu bertujuan untuk menemukan dan menggali hal terbaikdalam diri anak melalui pemberian nutrisi yang tepat untuk tubuh yang lebih kuat dan sehat. Sebagai dasar untuk daya pikir yang baik, membimbing dengan dorongan, serta memberikan kesempatan untuk membantu anak mencapai minat dan bakatnya agar mereka dapat berkontribusi di masyarakat hari ini dan kemudian hari."


Usia 7-12 bisa dikatakan sebagai masa transformasi fisik, psikologis, dan emosi. Bentuk transformasi yang sangat intens. Anak-anak di usia ini sangat ingin bereksplorasi dan mengetahui dunia luar. Anchor Boneeto memahami kalau setiap anak memiliki keunikan. Mereka mempunya minpi dan ingin melakukan apapun yang disuka. Peran orang tua harus berperan aktif untuk menemukan keinginan alami serta menemukan bakat dan minat anak.

Kampanye "Tumbuh Aktif, Temukan Hebatmu" merupakan komitmen Anchor Boneeto untuk senantiasa memberikan anak Indonesia awal gizi yang baik yang nantinya akan membantu anak untuk menemukan bakat dan minat mereka. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Anchor Boneeto ditemukan beberapa fakta diantaranya adalah tekanan sosial, anak-anak kurang aktif bergerak, akrab dengan dunia digital merupakan tantangan yang harus dihadapi di saat ini ketika harus menemukan minat dan bakat anak.

A-VENTURES, Karakter Superhero Anchor Boneeto untuk Anak usia 7-12 Tahun



Pada diri anak ada faktor internal terdiri dari genetik, biologis, dan psikologis. Faktor genetik bisa mempengaruhi faktor biologis dan psikologis. Tetapi bicara tentang genetik kemungkinan diubah sangat kecil. Tetapi faktor biologis dan psikologis masih bisa dimodifikasi, tujuannya adalah agar anak siap menerima pembelajaran dari faktor eksternal berupa contoh, model, stimulasi pembelajaran dari berbagai sumber baik hal baik maupun yang tidak.

Kemampuan pertama pada anak adalah kemampuan sensorik yang kemudian diproses melalui otak melalui berbagai fungsi. Kemudian diekspresikan dalam bentuk verbal, gerak, emosi, atau kombinasi dari semuanya. 

Faktor genetik memang sulit diubah tapi sebaiknya jangan menjadikan alasan bagi orang tua untuk pasrah. Perbaikan masih bisa dilakukan melalui faktor biologis maupun psikologis. Untuk faktor biologis bisa diperbaiki dari sisi gizi, banyak bergerak, tidur cukup, dan pencegahan terhadap penyakit.

Apa pentingnya gizi bagi anak sekolah?


  • Pertama adalah gizi penting untuk mengaktifkan sistem sensorik dan kemampuan untuk memproses pembelajaran dari lingkungan. Bisa dari guru, teman, buku, video, dan lain sebagainya.
  • Kedua, gizi dibutuhkan untuk mengaktifkan pengekspresikan diri. Kemampuan berbicara, mencoret-coret, berhitung, merangkai, olahraga, menari, menyanyi, dan lain sebagainya dipengaruhi oleh asupan gizi.
  • Ketiga, gizi diperlukan untuk menunjang pertumbuhan fisik anak.

3 kali makan utama (sarapan, makan siang, dan makan malam) ditambah dengan 2 kali makan selingan (camilan) adalah pola makan yang dianjurkan. Tetapi, fakta yang terjadi di lapangan masih banyak anak Indonesia yang tidak mengikuti pola makan seperti ini. Bahkan faktanya sekitar 60% anak Indonesia jarang sarapan.

Tubuh manusia itu bekerja selama 24 jam setiap harinya. Ya, ketika manusia tidur, tubuh tetap bekerja. Bayangkan saja bila makan malam dilakukan sekitar pukul 7-8 malam kemudian bangun pukul 5-6 pagi itu artinya selama sekitar 8-10 jam tubuh kita tidak mendapatkan asupan makanan padahal terus bekerja. Padahal ketika tubuh bekerja tetap membutuhkan kalori dan energi. Ketika kemudian anak tidak sarapan, bisa membayangkan bagaimana kerja tubuh dengan asupan kalori dan energi yang semakin minim?

Kemudian ketika di sekolah, anak belum tentu makan dengan benar. Faktornya bisa bermacam-macam, misalnya lebih memilih bermain daripada menghabiskan bekal yang dibawa atau bisa juga pengaruh teman di sekolah. Melihat temannya membawa makanan tertentu, anak pun ingin bekal yang sama. Padahal komposisi gizi dari bekal temannya tidak cukup baik. Dan, masih banyak lagi masalah kenapa anak tidak makan dengan benar saat di sekolah.

21 dari 36 studi di berbagai negara mengatakan bahwa sarapan itu sangat penting untuk anak sekolah. Sarapan bisa mempengaruhi academic performance seorang anak, terutama dalam bidang matematika. Tidak sarapan ditambah lagi tidak makan bekal dengan benar, mengakibatkan sekitar 44% konsumsi energi anak Indonesia di usia sekolah ada di bawah rata-rata. Padahal energi protein dibutuhkan untuk otak, otot, dan pembuluh darah.

Anak yang pendek dan snagat pendek merupakan salah satu outcome dari kebutuhan kalori dan protein yang tidak tercukupi. Begitu juga dengan anak yang bertubuh kurus atau sangat kurus, biasanya karena kekurangan kalori. Kalau anak yang kurus tapi tingginya normal itu gak apa-apa. Yang harus diperhatikan adalah bila anak bertubuh kurus/sangat kurus lalu juga pendek/sangat pendek. Masalah ini ternyata tidak hanya dimiliki oleh kota kecil saja. Tapi, kota-kota besar seperti Jakarta, Banten, Jogja juga masih ditemukan masalah anak yang kekurangan kalori dan energi.

Selain kekurangan energi protein, sekitar 23% anak usia 5-14 tahun kekurangan zat besi. Anak yang mengalami defesiensi zat besi, maka akan menghadapi kesulitan dalam proses pembelajaran. Anak yang cukup gizinya akan terlihat dari sel-sel sarafnya yang memiliki banyak cabang yang bagus. Kebalikannya anak yang kurang gizi, maka cabang sel sarafnya sedikit dan kurang bagus. Kurangnya berbagai gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, apabila tidak diperbaiki maka kecerdasan multiple tidak akan tercapai.

Idealnya, anak membutuhkan 1500 s/d 2000 kalori yang terbagi dalam pola makan sehari (3x makan utama dan 2x selingan). Sayangnya, banyak faktor yang membuat kebutuhan gizi ini tidak terpenuhi. Salah satu solusinya adalah dengan memberikan anak segelas susu dengan kandungan 170 kalori per gelas. Misalnya pada saat sarapan dibutuhkan sekitar 300 kalori. Tapi apabila kurang benar sarapannya kemudian dikasih segelas susu, setidaknya sekitar setengah kebutuhan kalori sudah terpenuhi.

Dari semua waktu tersebut, yang terbaik adalah minum susu pada malam hari menjelang tidur. Karena pada saat tidur, anak tidak akan mengkonsumsi apapun selama 8-10 jam, sedangkan tubuh terus bekerja. Dalam segelas susu, tidak hanya mengandung kalori. Tetapi juga mengadung lemak, karbohidrat, serta kalsium yang sangat tinggi (hingga 400mg). Anak di usia 7-12 tahun masa pertumbuhannya sangat pesat. Anak yang cukup asupan kalsium, pertumbuhan badannya akan tinggi sedangkan yang kekurangan kalsium biasanya akan melebar.

Apabila asupan sudah terpenuhi, pastikan juga anak tidur dengan waktu yang cukup dan teratur. Kualitas tidur sama pentingnya dengan asupan gizi. Saat tidur terjadi proses pertumbuhan fisik, konsolidasi kognitif pada fase REM, dan konsolidasi emosi pada fase non-REM. Oleh karena, untuk menciptakan tidur yang berkualitas, usahakan tidak ada benda-benda yang akan mengganggu proses tidur anak di kamar, misalnya televisi.

Pencegahan penyakit menular juga harus diperhatikan. Mulai menjalani perilaku hidup bersih, cuci tangan teratur, dan imunisasi.



Anak usia 7-12 tahun biasanya banyak maunya, geraknya juga banyak, dan segala hal ingin dieksplorasi. Lalu bagaimana orang tua harus menghadapinya?

Seringkali ini menjadi keresahan orang tua. Ingin menuruti kemauan anak untuk les ini-itu, tapi terkendala dengan waktu, biaya, dan lainnya. Kadang, ketika kemauannya sudah dituruti, anak menjalaninya hanya sebentar dengan alasan bosan dan lainnya.

Tapi, ada juga orang tua yang memaksakan kehendak. Misalnya, kakaknya ikut kursus musik lalu adiknya pun kursus dengan alasan biar sekalian. Padahal belum tentu adiknya berminat dengan musik. Ada juga orang tua yang memaksakan mimpi tak tercapainya kepada anak. Dulu, pernah bercita-cita ingin menjadi designer. Karena tidak kesampaian, maka anaklah yang dipaksa untuk sekolah design demi menuntaskan cita-cita orang tuanya. Pemaksaan seperti ini akan membuat anak tidak bahagia.

Orang tua seharusnya paham kalau setiap anak itu unik. Bahkan antara saudara kandung pun memiliki keunikan masing-masing. Kakaknya suka matematika, tidak otomatis adiknya juga suka matematika. Bisa jadi adiknya menyukai musik. Tugas orang tua untuk menggali keunikan dari setiap anak.


Orang tua adalah psikolog terbaik bagi anak, bukan psikolog profesional. Karena orang tua setiap hari bertemu dengan anak. Sedangkan psikolog paling hanya bertemu sekitar 3-4 untuk melakukan tes. Itupun belum tentu hasilnya optimal. Apa yang dihasilkan dalam tes belum tentu menampilan kemampuan anak seluruhnya. Jadi orang tualah yang seharusnya tau keunikan dari setiap anaknya.

Di usia 7-12 seluruh aspek harus dikembangkan, yaitu aspek kognitif, sosial, dan emosional. Memasuki usia 12 tahun, anak sudah masuk usia pre-teen. Di fase ini, emosi anak bisa tidak tertebak. Bisa pagi-pagi terlihat ceria tapi ketika pulang sekolah wajahnya terlihat masam. Ditanya pun hanya menjawab sepotong-sepotong kemudian mengurung diri di kamar ketika sedang murung. Orang tua pun menjadi pusing karenanya *Duh, Keke banget ini*

Usia 7-12 memang termasuk masa transformasi. Usia dari anak-anak menuju remaja kemudian dewasa. Di usia 11-12 tahun seringkali anak sudah tidak mau bila diajak bepergian oleh orang tua. Ternyata, itu adalah sebuah proses anak untuk mempersiapkan diri lepas dari orang tua. Tapi, bu Lusi pun mengakui ketika pertama kali mengalaminya, sempat merasakan sakit hati. Hanya saja sebagai orang tua juga harus bisa belajar untuk melepaskan anak agar menjadi dirinya sendiri.

Semua akan berjalan baik bila orang tua selalu menstimulasi. Peran sekolah dalam hal menstimulasi juga jangan diabaikan karena anak-anak di usia ini, menghabiskan sekian jam waktunya di sekolah. Oleh karenanya, penting mencari sekolah yang sesuai dengan minat dan bakat anak. Kenali dulu anak, sebelum mencari sekolah. Begitu orang tua memahami minat dan bakat anak, maka dunia anak akan terbuka lebar.

Untuk mencari minat dan bakat anak bisa dilihat dan digali sejak anak kecil. Perhatikan dan observasi dimana anak mampu dan tidak. Memang ada bakat dan minat yang baru diketahui ketika melewati anak berusia 12 tahun. Tetapi jadinya fase dibawah 12 tahun menjadi wasting time.

Mendukung bakat dan minat anak tidak harus selalu berbiaya mahal. Apabila anak ada kecendungan mempunya minat dan bakat di bidang musik, jangan pula memaksakan diri untuk sekolah musik apabila secara finansial tidak memungkinkan. Anak bisa belajar secara maksimal di sekolah melalui pelajaran kesenian. Anak yang mempunyai kemampuan di bidang verbal, bisa sering diajak untuk melihat event story telling.

Gadget juga tidak selalu menjadi musuh bagi anak. Bagaimanapun mereka adalah anak-anak digital. Gadget bisa dimanfaatkan untuk mendukung minat dan bakat anak. Misalnya, anak yang suka menulis bisa diarahkan untuk membuat blog. Anak yang senang matematika bisa diajak main game matematika. Dan masih banyak contoh lainnya yang berkaitan dengan gadget.

Anak ketika bertemu dengan orang lain langsung dekat berarti kemungkinan hubungan intrapersonalnya baik. Anak yang seperti ini bisa didorong untuk berorganisasi, diajarkan bagaimana mengungkapkan pendapat di depan banyak orang dengan baik, dan lainnya. Tetapi ada juga anak yang lebih memilih untuk diam di depan banyak orang. Lebih memilih reflektif atau melihat ke dalam dirinya. Anak dengan tipe ini bisa didorong untuk menulis jurnal harian, membuat cerita dan lainnya dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan intrapersonal anak.

Berbagai kemampuan ini kadang masih agak sulit dilihat bila anak masih kecil. Tetapi ketika memasuki usia SD, berbagai kemampuan anak bisa mulai terlihat. Salah satu caranya adalah dengan melihat hobi si anak. Anak yang hobi duduk di bawah pohon sambil bermain tebakan kata bisa jadi memilikin kemampuan verbal linguistik dan intrapersonal yang bagus. Anak yang hobi main bisa dilihat dari jenis game yang anak sukai. Seperti SIMS, anak bisa melatih kemampuan analisa di game ini begitu juga dengan kemampuan intrapersonal.

Orang tua harus rajin mendorong anak untuk bergerak. Mengajak anak jalan-jalan di mall tidak sama dengan jalan ke taman. Di mall anak hanya berjalan, tapi ketika di taman anak bisa melakukan hal lain selain berjalan. Anak bebas berlarian, melompat, berguling dan itu akan meningkatkan kemampuan kinestetik.

Anak yang dipahami dan didorong minat dan bakatnya oleh orang tua, maka ia akan menjadi anak yang percaya diri. Self esteemnya berkembang, harga dirinya meningkat. Anak akan bahagia menjaid dirinya sendiri.

Pertama kali anak belajar dari orang dewasa, terutama guru dan orang tua. Oleh karenanya orang tua harus menjadi contoh yang baik. Do as I Do, NOT Do as I Say bila ingin menjadi contoh yang baik. Orang tua harus melakukan terlebih dahulu agar anak mau melakukan. Superheros juga menjadi tokoh panutan untuk anak di usia ini. Tokoh ini bisa dipelajari melalui tayangan yang anak tonton.

Usai acara, Chi sempat bertanya kepada ibu Lusi tentang kegemaran anak-anak bermain slime. Di satu sisi, slime ini seperti menstimulasi anak untuk menjawab rasa ingin tahunya. Mencampurkan ini dna itu bisa menjadi slime dengan hasil yang berbeda-beda. Tetapi di sisi lain seperti mengajarkan anak untuk boros. Entah sudah berapa banyak lem, shampoo, dan lain sebagainya yang dibeli untuk bereksperimen membuat slime.

Menurut ibu Lusi, orang tua boleh mendorong tapi diarahkan. Boleh saja memberikan anak bereksperimen dengan slime, tapi ingatkan untuk jangan berlebihan. Kasih batasan, seberapa banyak mereka boleh bereksperimen setiap harinya. Dan jangan sampai juga mereka menjadi lupa waktu. Jadi intinya, orang tua tidak melarang tetapi memberikan batasan yang tentunya untuk kebaikan anak juga.




Menurut ibu Isabella Silalahi, Marketing Director Fonterra Brands Indonesia, tujuan dari kampanye "Tumbuh Aktif dan Temukan Hebatmu" adalah

  1. Boneeto mengandung nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Boneeto terdiri dari susu cair dan juga susu formula
  2. Mengenalkan tim A-VENTURES, karakter superheroes Anchor Boneeto dimana setiap karakternya diharapkan mampu menginspirasi anak untuk menentukan minat dan bakatnya.

Tim A-VENTURES Anchor Boneeto terdiri dari 4 karakter, yaitu

  1. Benerji - Ketua Tim A-VENTURES yang berjiwa pemimpin ini memiliki karakter pemberani, gesit, dan tangkas
  2. Sparks - Memiliki banyak ide, meyenangi hitungan, dan suka menciptakan berbagai hal baru.
  3. Carey - Memiliki rasa seni yang tinggi dan juga pecinta alam
  4. Moomexx - Karakter yang mewakili kekuatan

Dalam bentuk real, Anchor Boneeto mengundang 4 anak berprestasi di bidang masing-masing yang merepresentasikan 4 karakter tersebut.


Almendo Andress Pesiwarissa (Ambon, 10 April 2005) - karakter Moomexx

Putra daerah asal Ambon ini memiliki banyak prestasi dari cabang karate sejak tahun 2012. Tidak hanya berkali menjadi juara lokal atau nasional. Pada tahun 2014 lalu, Almendo meraih medali emas di kejuaran dunia Karate yang diadakan di Swiss untuk kumite 31kg


Olivia Quantum (Medan 23 September 2004) - karakter Carey

Bertubuh kecil mungil, awalnya Chi pikir Olivia adalah anak seusia Nai. Ternyata Olivia seusia Keke dan juga sudah duduk di SD kelas 6. Olivia senang menggambar Manga dan bermain piano. Sejak tahun 2013 berbagai prestasi dari kejuaran Manga dan Piano sudah diraihnya.


Sheva Anela Ardiansyah (Yogyakarta, 6 July 2005) - karakter Benerji

Tutur katanya yang kalem khas orang Jogja, ternyata tidak menyangka kalau Sheva adalah seorang anak perempuan yang sudah memiliki berbagai prestasi di pertandingan MotoCross nasional dan internasional sejak tahun2012


Anindita Kusumowijoyo (Jakarta, 8 Desember 2003) - karakter Sparks

Prestasi Anindita di bidang matematika dan IPA sudah sangat banyak. Baik itu prestasi nasional maupun internasional. Di sekolah pun Anindita menjadi salah satu siswa yang terpilih masuk math club. Dan minat serta bakat Anindita semakin terasah selain dari les yang dia ikuti

Dari obrolan singkat host acara, Ivy Batuta dengan keempat anak yang berprestasi ini berserta ibunya, terlihat bahwa prestasi mereka tergali karena dukungan orang tua juga. Ada juga anak yang terpengaruh dari orang tuanya seperti Sheva dan Almendo. Keduanya terpengaruh dari ayahnya. Almendo pertama kali dikenalkan dengan dunia karate oleh ayahnya pada usia 7 tahun. Sheva mulai dikenalkan dengan dunia MotoCross sejak usia 5 tahun oleh ayahnya yang seorang crosser

Dukungan dari orang tua bukan berarti tidak membuat orang tua sempat resah. Seperti ibu dari Sheva, awalnya merasa resah ketika anaknya memiliki minat di dunia MotoCross, terlebih Sheva anak perempuan. Tapi, tetap terus mendukung dengan mencarikan pelatih profesional bagi Sheva.

Penuturan ibu dari Almendo juga sangat menarik. Awal, Armendo dikenalkan ke dunia karate sebetulnya dengan tujuan agak bisa menjaga diri. Tetapi ketika kemudian anaknya memutuskan untuk menjadi atlet, hati ibunya mulai bergejolak bahkan sempat tidak mengizinkan. Dunia atlet yang keras, penuh resiko, serta bayangan masa depan atlet Indonesia yang seperti tidak menjanjikan membuat ibu Almendo sempat marah dengan keputusan anaknya. Belum lagi setiap selesai mengikuti kejuaran, ada saja bagian tubuh Almendo yang lebam.

Tapi dengan kekerasan hati anaknya dan dibuktikan pula dengan prestasi membuat hati ibunya berbesar hati dan mendukung. Itupun sampai sekarang bahkan sudah meraih prestasi di dunia, ibunya tetap meminta Almendo untuk berhenti. Tapi, Almendo tetap bersikeras dengan pilihannya. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi ibunya selain mendukung pilihan anaknya dengan cara memilihkan pelatihan yang baik serta gizi yang cukup.



Tentang Anchor Boneeto


Anchor Boneeto adalah brand flagship dari Fonterra Brands Indonesia yang identik dengan standar yang tinggi. Susu dengan nutrisi yang berkualitas dan berkualitas tinggi. Berfokus tidak hanya untuk pertumbuhan tetapi juga untuk anak-anak di usia aktif.

Fonterra adalah perusahaan terbesar di Selandia Baru yang dimiliki lebih 11.000 koperasi. Peternak sapi di Selandia Baru termasuk yang terbaik di dunia. Kondisi alam yang sangat mendukung membuat kualitas sapi asal negara ini adalah yang terbaik. Susu yang dihasilkan pun berkualitas tinggi.

Fonterra selalu berinovasi menciptakan berbagai produk yang bisa diterima masyarakat. Dengan teknologi yang dimiliki, Fonterra yakin bisa memberikan produk yang bagus dan aman bagi masyarakat. Sejak Oktober 2016, Fonterra sudah memiliki pabrik di Indonesia yang juga merupakan pabrik terbesar se-Asia Tenggara. Walaupun material susu masih didatangkan dari negara asalnya, pabrik ini akan mulai memproduksi susu untuk konsumen Indonesia.

Ingin tahu lebih jauh tentang Anchor Boneeto, teman-teman bisa berkunjung ke web Boneeto di www.boneeto.co.id. Di web ini, orang tua tidak hanya mendapatkan info tentang produk, tetapi juga ada Mom's Corner. Di Mom's Corner, orang tua bisa berbagi cerita atau berdiskusi seputar pola asuh. Bisa juga berbicara dengan para pakar di sana.

Continue Reading
12 comments
Share:

Thursday, April 14, 2016

Let's Roar with The Lion Guard!

The Lion Guard, Disney Channel
Hakuna matata!

Familiar dengan seruan di atas? Hakuna Matata berasal dari bahasa Swahili yang berarti 'Don't Worry'. Bagi Chi,  'Hakuna Matata' mulai familiar sejak film The Lion King. Kalau dulu ada The Lion King, sekarang ada The Lion Guard. Teman-teman sudah tau apa itu The Lion Guard?



The Lion Guard masih ada hubungannya dengan The Lion King. The Lion Guard adalah cerita petualangan Kion dan teman-temannya di garda singa. Kion adalah anak kedua dari Simba dan Nala. Berdasarkan tradisi, biasanya anggota The Lion Guard adalah kumpulan singa yang berani dan gagah perkasa. Tapi, The Lion Guard pimpinan Kion seperti menentang tradisi yang sudah ada. The Lion Guard pimpinan Kion anggotanya terdiri dari berbagai binatang. Hanya Kion yang seekor singa.


The Lion Guard masih dengan setting padang rumput sabana di Afrika. Kion dan teman-temannya memiliki kekuatan yang berbeda. Kion -singa- yang gagah perkasa, Bunga (baca: bangga) -luwak madu- yang berani, Fuli -cheetah- adalah pelari tercepat, Beshte -kudanil- yang terkuat, dan Ono -burung bangau- memiliki pandangan yang paling tajam. Dengan kekuatan yang dimiliki, mereka saling bahu membahu menjaga keseimbangan alam (circle of life) di The Pride Land.

Selain gagah perkasa, Kion juga mewarisi Roar of The Elders, yaitu kekuatan magis berupa raungan. Apabila Kion sudah meraung, maka seluruh Singa di The Pride Land yang sudah menjadi roh akan ikut meraung bersama membentuk raungan yang sangat kuat. Kekuatan magis ini turun-temurun diberikan kepada anak kedua. Tapi, jangan coba-coba menyalahgunakan kekuatan ini. Karena Scar, pemilik Roar of The Elder sebelum Kion menyalahgunakan raungan ini untuk kejahatan. Akibatnya, Scar kehilangan kemampuannya.



Sabtu (9/4) lalu, Chi bersama Nai datang ke acara special screening The Lion Guard atas undangan dari The Walt Disney Company S.E.A di Lewis and Carrol Tea, Jakarta. Nai senang selama acara karena kegiatannya memang untuk anak-anak.

Baru datang saja sudah diberi kertas mewarnai beserta crayon. Juga craft untuk membuat topeng. Semuanya bertemakan The Lion Guard. Kemudian acara utama adalah menonton The Lion Guard yang akan mulai tayang serialnya di Disney Channel setiap hari Minggu pagi mulai tanggal 17 April 2016.


The Lion Guard, Disney Channel
Saatnya menonton the lion guard. Ada 2 cerita The Lion Guard yang kami tonton di hari itu.


Cerita pertama


Sekawanan buaya yang datang ke The Pride Land kemudian menguasai sungai. Semua warga hutan jadi tidak berani ke sungai karena takut. Padahal di sungai ada ikan yang bisa dimakan. Selain itu, sungai juga dimanfaatkan warga hutan untuk beraktivitas.

Awalnya, Kion ingin langsung meraung untuk melawan buaya-nuaya tersebut. Tapi niat itu diurungkan karena Kion khawatir apa yang dilakukannya salah. Kion lalu meminta saran kepada roh kakeknya. Roh kakeknya mengatakan supaya Kion menggunakan kekuatannya dengan bijak. Singkat cerita, Kion berhasil mengusir kawanan buaya tersebut tetap dengan raungannya tapi tanpa harus ada korban dari kedua pihak.


Cerita kedua


The Pride Land dilanda hujan badai, akibatnya bendungan bocor. Bunga mempunya ide untuk membendung sungai agar tidak meluber ke tempat tinggal mereka. Idenya berhasil. Sayangnya, hal ini membuat Bunga menjadi sombong. Dia langsung merasa sebagai yang terpintar di hutan. Kion sudah mengingatkan untuk tidak sombong, tapi Bunga tidak peduli. Apalagi kemudian Bunga punya pengikut sehingga semakin menganggap Kion tidak suka dengan Bunga menjadi yang tercerdas di The Pride Land.

Solusi Bunga untuk membendung sungai tidak sepenuhnya berhasil. Bendungan pun roboh dna membuat warga hutan ketakutan. Banyak yang meminta solusi kepada Bunga tetapi Bunga hanya bisa mengatakan tidak tahu harus berbuat apa. Warga hutan terdesak, pengikut Bunga memilih melarikan diri. Bunga tidak ikut melarikan diri. Bersama The Lion Guard, saling bahu-membahu mengatasi masalah. Kekuatan Kion pun kembali digunakan. Roaaar!

Seperti serial Disney lainnya, The Lion Guard juga sangat menghibur. Chi pikir anak-anak akan suka. Apalagi ketika Kion sedang mengeluarkan kekuatannya. Ajak anak untuk meraung bersama-sama, yuk! Pasti bakal seru, deh. Roaaar!

The Lion Guard mulai tayang pada tanggal 17 April 2016 di Disney Channel. Setiap hari Minggu pukul 07.30 wib. Pas banget, nih. Hari Minggu adalah hari keluarga. Jadinya bisa nonton bersama-sama. Seseruan bareng bersama anak-anak. Diskusikan juga moral story dari setiap episodenya.

Seperti 2 cerita The Lion Guard yang kami tonton. Pasukan Lion Guard kali ini yang mendobrak tradisi, mengajarkan untuk menghargai perbedaan. Siapapun bisa ikut menjaga bumi. Tema keseimbangan alam di The Lion Guard series juga bagus untuk mengenalkan anak-anak kepada alam sejak dini. Agar semakin banyak generasi yang cinta dengan bumi dan sadar bahwa menjaga keseimbangan alam itu perlu.

Di cerita pertama, Kion tidak gegabah menggunakan kekuatan yang dimilikinya. Padahal dia tau kalau kekuatannya digunakan, para buaya penguasa akan langsung pergi. Di cerita kedua mengajarkan anak-anak untuk tidak mudah sombong. Jangan seperti Bunga yang langsung merasa menjadi yang terpintar dan menganggap warga hutan lain iri ketika diingatkan.

Tapi apapun moral storynya, yang pertama kali harus dilakukan adalah ... Let's roar with The Lion Guard! :)

Zuka Zama Zom Zom Zom ... 


Roaaar!

Continue Reading
20 comments
Share: