Thursday, May 23, 2019

Asuransi Kesehatan Prudential PPH Plus dan PPH Plus Syariah Sefleksibel OOTD

Asuransi Kesehatan Prudential PPH Plus dan PPH Plus Syariah Sefleksibel OOTD - Seperti apa outfit favorit teman-teman? Pertanyaan ini pasti akan menuai banyak jawaban beragam karena selera bisa berbeda-beda. Bahkan ketika datang ke salah satu acara yang ada ketentuan dress code pun bisa berbeda. Misalnya di suatu acara mengharuskan dress code warna merah, biru, coklat, atau warna lainnya. Ada juga yang menggunakan tema, misalnya smart casual, retro, vintage, dan lain-lain.

Ada atau tidak ada dress code, semua akan menggunakan style sendiri. Lain cerita kalau memang harus pakai seragam yang sama.  Tetapi, bila tidak seragaman, tentunya akan ada yang pakai dress, kemeja, tunik, atau lainnya.


asuransi kesehatan, asuransi prudential, asuransi PPH Plus, PPH Plus Syariah
Ini outfit yang Chi kenakan di acara Prudential. Dress code-nya Smart Casual


Memang sefleksibel itu pada saat kita ber-ootd. Menyesuaikan dengan tempat dan acara yang akan dikunjungi. Tetapi, tetap menggunakan outfit yang nyaman sesuai pilihan masing-masing.

Bagaimana dengan asuransi? Ternyata ada lho asuransi kesehatan yang sefleksibel dan senyaman ootd. Namanya PRUPrime Healthcare Plus (PPH Plus) dan PRUPrime Healthcare Plus Syariah (PPH Plus Syariah) yang baru aja diluncurkan oleh Prudential pada hari Senin (20/3) di Kota Kasablanka, Jakarta.


Pentingnya Asuransi Kesehatan


Gak ada satu orang pun yang menginginkan sakit. Kena sakit pilek atau batuk aja udah bisa bikin kita kurang istirahat. Aktivitas jadi terganggu. Berasa banget jadi gak produktif.

Kalau ada anggota keluarga yang sakit juga sama imbasnya. Contohnya kalau anak yang sakit, orang tua jadi kurang istirahat. Kadang-kadang harus cuti kerja buat menemani anak.

Penyakit datang juga gak mengenal usia, profesi, atau kelompok apapun. Seorang dokter juga bisa kena sakit. Seperti yang diceritakan oleh dr. Reisa Broto Asmoro, Praktisi Kesehatan, bahwa dirinya baru saja sembuh dari demam berdarah.


dr. Reisa Broto Asmoro, praktisi kesehatan, menjelaskan bahwa penyakit kritis seperti kanker, gagal ginjal, stroke, thalasemia, leukemia, dan hemofilia adalah penyakit-penyakit yang membutuhkan biaya yang sangat besar serta meningkat dari tahun ke tahun. Pasalnya, penderita harus mengikuti sederet proses pengobatan seperti terapi, kemoterapi, obat-obatan atau cuci darah untuk penanganan gagal ginjal. Hal ini diperkuat oleh data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di mana jumlah pembiayaan penyakit kritis mengalami kenaikan dari 2016 hingga 2018. Pada 2016, total pembiayaan sebesar Rp13,7 triliun dan meningkat menjadi Rp20,4 triliun pada 2018. *Data dari BPJS 2018.

Selain produktivitas yang terhambat saat sakit, biaya juga bisa menimbulkan permasalahan baru. Apalagi dari tahun ke tahun biaya kesehatan meningkat. Harus mendapatkan biaya dari mana? Menguras tabungan, pinjam ke keluarga, memotong pos anggaran lain, atau cara lainnya?

Padahal kehidupan harus terus berjalan meskipun ada anggota keluarga yang sakit. Ada anak yang harus terus dibiayai sekolah, ada biaya untuk hidup sehari-hari, dan lain sebagainya. Pengennya gak sampai mengganggu pos keuangan yang lain.


Sudah waktunya berpikir untuk memiliki asuransi kesehatan. Tetapi, tentunya ingin asuransi yang sesuai kebutuhan dan kenyamanan. Ya, sefleksibel ketika kita ber-ootd.


[Silakan baca: #JalaninBareng PRUCritical Benefit 88 dari Prudential untuk Hidup Sehat]


8 Keunggulan PRUPrime Healthcare Plus dan PRUPrime Healthcare Plus Syariah


Luskito Hambali, Chief Marketing Officer Prudential Indonesia mengungkapkan, “Sejalan dengan fokus We Do Health, kami merasa bahagia dapat menghadirkan PPH Plus dan PPH Plus Syariah, solusi inovatif dari Prudential Indonesia untuk membantu biaya perawatan rumah sakit. Hal ini merupakan wujud dari komitmen kami untuk terus Mendengarkan, Memahami, serta Mewujudkan perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia di tengah biaya perawatan kesehatan yang makin meningkat.”

Bila ingin mencari asuransi yang komplit, nyaman, serta sefleksibel kita ber-ootd, maka PPH Plus dan PPH Plus Syariah adalah jawaban. Asuransi kesehatan ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu


1. Fleksibel Menentukan Pilihan Kamar Rawat Inap atau Pilihan Batas Harga Kamar

Nasabah bisa memililih salah satu diantara 2 pilihan kamar pada saat dirawat inap. Apakah ingin berdasarkan tipe kamar atau batas harga kamar.


2. Fleksibel dalam Menentukan Wilayah Perlindungan

Nasabah bebas memilih wilayah perawatan. Bisa di dalam negeri atau luar negeri. Wilayah luar negeri pun bisa memilih apakah hanya ingin di Asia atau seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat.


3. Fleksibel dalam Menentukan Masa Perlindungan

Nasabah bisa menentukan sendiri batas usia tertanggung. Bisa sampai 55 tahun hingga 99 tahun.


4. Terdapat PRUPrime Limit Booster

Apabila manfaat yang diterima sudah habis limitnya, nasabah bisa melakukan booster. Batas manfaat tahunannya bisa sampai Rp65 milyar per tahun.


5. Pembayaran Rawat Jalan Sesuai Tagihan untuk Perawatan Kanker dan Cuci Darah

Teknologi kedokteran semakin maju. Misalnya, saat ini pasien kanker tidak sekalu harus rawat inap. Bila dokter menyarankan rawat jalan, Prudential tetap akan membayar biayanya.


6. Manfaat Perawatan 30 Hari Sebelum dan 90 Hari Sesudah Tindakan Bedah Rawat Jalan

Sebelum diputuskan rawat jalan, pasien harus melakukan konsultasi terlebih dahulu. Begitupun setelah tindakan dilakukan, pasien melakukan konsultasi ke dokter. Biaya konsultasi ini juga akan ditanggung.


7. Kunjungan Dokter Umum dan Dokter Spesialis (serta Sub Spesialis) per Jenis Spesialisasi Masing-Masing hingga Dua Kali per Hari

Pada saat rawat inap, biasanya akan ada kunjungan dokter. Bila nasabah ingin dokter berkunjung lebih dari sekali per hari juga bisa


8. Pembayaran Manfaat Sesuai Tagihan untuk Perawatan Fisioterapi, Terapi Okupasi, dan Terapi Wicara

Beberapa nasabah memerlukan terapi untuk perawatannya hingga sembuh. Terapi-terapi ini juga akan dicover oleh PPH Plus ataupun PPH Plus Syariah.

Asuransi PPH Plus dan PPH Syariah Plus merupakan asuransi tambahan (rider). Nasabah diharuskan memiliki asuransi dasar PRULink Generasi Baru atau PRULink Syariah Generasi Baru.


Perbedaan antara PPH Plus dan PPH Syariah Plus adalah adanya manfaat tambahan. Pada PRUPrime Healthcare Plus Syariah ada dana Marhamah yang akan dibayarkan bila nasabah meninggal dunia.

[Silakan baca: Prudential Indonesia Luncurkan Program Wakaf PRUSyariah]

prudential, asuransi kesehatan, pruprime healthcare plus syariah, asuransi prulink syariah generasi baru

Pembayaran asuransi ini juga bisa cashless. Nasabah tinggal menunjukkan kartu dan tidak perlu mengeluarkan dana pribadi lagi. Saat ini Prudential sudah bekerjasama dengan lebih dari 600 rumah sakit dan klinik PRUMedical Network dan Third Party Administrator (TPA). 

Dengan Asuransi Kesehatan Prudential PPH Plus dan PPH Plus Syariah
, teman-teman bisa menentukan sendiri batas kenyamanannya. Termasuk dengan premi yang akan dibayar per bulan. Silakan hubungi agen Prudential yang terpercaya, ya!

Continue Reading
118 comments
Share:

Cara Mengobati Asam Urat Gunakan Bahan-Bahan Alami Ini

Cara Mengobati Asam Urat Gunakan Bahan-Bahan Alami Ini - Apakah yang teman-teman ketahui tentang penyakit asam urat? Chi pertama kali mengetahui penyakit ini ketika salah satu kakak sepupu K'Aie terkena sakit ini. Kelihatannya gak nyaman banget *Ya iyalah mana ada penyakit yang nyaman?

Tetapi, mengobati asam urat tidak harus dengan obat kimiawi, lho. Kabarnya bahan-bahan alami juga bisa menjadi obat. Malah kalau manjur kan mungkin bagusnya jadi minim efek samping.

Angka penderita asam urat di Indonesia saat ini terbilang cukup tinggi. Penyebabnya terjadinya pergeseran gaya hidup, seperti pola hidup yang salah atau pola makan yang tidak sehat. Kurang berolahraga juga ikut jadi pemicu.

Namun, perlu teman-teman ketahui, bahwa penyebab asam urat cenderung lebih ditimbulkan dari makanan. Makanan itu tentu yang memiliki kandungan purinnya tinggi, seperti daging merah dan jeroan. Tidak hanya makanan berlemak tinggi saja, tetapi beberapa sayuran dan kancang-kacang juga ada yang kandungan purinnya tinggi, seperti kembang kol, bayam, kancang panjang, terong dan jamur.

Hindari juga alkohol. Apalagi kalau dikonsumsi berlebihan. Bisa memicu asam urat.

Ciri-ciri gejala asam urat biasanya ditandai dari keluhan sakit pada bagian sendi. Terkadang, penderita asam urat yang sudah kronis, sampai tidak bisa beraktivitas. Ia harus terbaring lemas di tempat tidur karena bagian sendi yang bengkak dan terasa sakit apabila digerakkan.


Image by Free-Photos from Pixabay


Menurut medis, gejala asam urat disebabkan dari ginjal yang mengalami disfungsi. Jika kondisi ginjal sudah demikian, akhirnya membuat kadar asam urat tersimpan pada sendi. Setelah itu, kadar asam berubah bentuk menjadi kristal dan kemudian menimbulkan rasa sakit pada bagian sendi.

Tetapi, apabila ginjal kita sehat atau tidak mengalami disfungsi, kadar asam urat tidak akan mengkristal. Asam urat yang berada di dalam tubuh akan hilang dengan sendirinya melalui urin yang keluar saat buang air kecil.

Dengan begitu, masalah utama dari gejala asam urat sebenarnya bukan dari makanan, tetapi lebih disebabkan dari kesehatan ginjal kita yang tidak bisa menerima makanan yang mengandung purin tinggi. Makanan hanya sebagai pemicu dari ginjal yang mengalami disfungsi.

Saat ini, penderita asam urat lebih banyak memilih obat-obatan kimia saat berupaya meredakan keluhannya. Disarankan agar mencoba mengobatinya dengan cara alami terlebih dahulu. Karena keseringan mengkonsumsi obat-obatan kimia tidak bagus efeknya dan malah bisa menimbulkan penyakit lain.

Mengambil raferensi dari harapanrakyat.com, berikut ini cara mengobati asam urat dengan bahan-bahan alami yang mengambil dari buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan yang sebenarnya tersedia di rumah kita:


Buah Pisang

Siapa sangka, buah pisang yang biasa kita konsumsi sesudah makan atau sebagai pelengkap cuci mulut, bisa digunakan sebagai obat asam urat. Buah pisang ternyata memiliki kandungan potasium yang berguna mengubah kristal asam urat menjadi encer.

Apabila teman-teman memiliki keluhan asam urat, tidak ada salahnya untuk mencoba buah pisang sebagai obatnya. Karena ketika asam urat di dalam tubuh mengkristal dan menyebabkan nyeri pada sendi, buah pisang bisa menjadi penetralnya. Pisang mampu bekerja mengencerkan kristal asam urat. Setelah encer, kemudian kadar asam urat akan keluar dari tubuh kita melalui urine saat buang air kecil.

Untuk pengobatan asam urat, disarankan mengkonsumsi buah pisang sebanyak dua kali dalam sehari. Apabila sakit sendinya sudah reda, baiknya jangan berhenti mengkonsumsi pisang, terutama setelah makan. Langkah pencegahan itu akan membantu Anda agar tidak kembali terserang asam urat.


Buah Ceri

Biasanya buah ceri digunakan sebagai bahan kue. Namun, siapa sangka, buah ini juga bisa digunakan sebagai cara mengobati asam urat secara alami. Buah ceri ternyata memiliki kandungan sifat anti inflamasi. Berdasarkan penelitian medis, anti inflamasi bisa membantu mengurangi kadar asam urat.

Seperti dipublikasikan oleh Journal of Nutrition yang menyebutkan bahwa hasil penelitian para ahli menunjukan buah ceri berkhasiat menurunkan kadar asam dalam tubuh. Hasil penelitian itupun kemudian dipertegas oleh Pathology and Nutrition dari penulit Liliana Stadler Mitrea yang menghasilkan kesimpulan serupa.

Cara mengobati asam urat dengan buah ceri tentu tidak ribet. Buahnya bisa langsung dimakan tanpa harus diolah terlebih dahulu. Disarankan dalam pengobatan asam urat harus mengkonsumsi buah ceri hingga 15 sampai 20 kali dalam sehari.

Apabila bosan mengkonsumsi buah ceri secara langsung, teman-teman bisa mengolahnya dengan dibuat minuman jus. Buah ceri dipercaya sangat manjur dalam meredakan sakit sendi ketika asam urat tengah mendera.


Jahe

Mungkin teman-teman sudah sering mengkonsumsi jahe untuk meningkatkan vitalitas dan daya tahan tubuh. Selain itu, ternyata jahe juga bisa digunakan untuk mengobati asam urat. Tapi, tidak semua jenis jahe cocok untuk mengobati asam urat. Teman-teman harus memilih jahe merah. Sebab, jahe ini banyak mengandung nutrisi.

Jahe merah merupakan jahe terpedas dari semua jenis jahe. Jahe jenis ini memiliki kandungan anti inflamasi yang mampu meredakan rasa nyeri dan peradangan pada sendi yang disebabkan oleh asam urat.

Selain itu, cara pengobatan dengan menggunakan jahe, tidak hanya berkhasiat mengobati asam urat saja. Tapi juga berkhasiat untuk meningkatkan imunitas pada tubuh serta melancarkan pencernaan. Jahe dikenal sebagai obat-obatan alami yang menimbulkan efek samping.

Lantas, bagaimana cara mengolah jahe untuk pengobatan asam urat? Cara mengolahnya sama saja seperti biasanya. Pertama, sediakan dua potong jahe dan lalu bersihkan dengan air bersih. Setelah dipastikan sudah bersih, kemudian potong tipis-tipis. Setelah selesai, lalu rebus pada air mendidih. Supaya tidak terasa pahit saat diminum, tambahkan gula merah ke dalam rebusan air tersebut.
Setelah terlihat airnya mendidih dan dipastikan rebusan sudah matang, lalu matikan kompornya. Air rebusan jahe jangan langsung diangkat, tapi biarkan hingga terasa hangat. Setelah dipastikan hangat, baru tuangkan dalam gelas dan bisa langsung diminum.


Lemon

Buah lemon yang mengandung vitamin C tampaknya bisa dijadikan zat antioksidan yang kuat. Zat tersebut berkhasiat dapat menetralkan kadar asam urat yang berlebih. Setelah kadar asam uratnya berhasil diturunkan, maka sakit sendi atau peradangan akibat asam urat langsung hilang dengan sendirinya.

Cara mengolah lemon untuk pengobatan asam urat, cukup buahnya diperas dan ambil airnya. Kemudian tambah sedikit air hangat agar tidak terasa terlalu asam.

Buah lemon biasanya digunakan untuk program diet atau mengecilkan perut. Memang kurang familier di telinga buah lemon bisa dijadikan cara mengobati asam urat secara alami. Namun faktanya, kandungan vitamin C yang terdapat dalam lemon, bisa dijadikan zat antioksidan untuk menurunkan kadar asam urat.


Sering Konsumsi Air Putih

Dalam proses terapi pengobatan asam urat dengan menggunakan obat alami, baiknya si penderita juga perbanyak minum air putih. Karena dengan air putih dapat mencegah dehidrasi dan menjaga urin tetap encer. Dengan kondisi demikian, maka akan mempercepat penyembuhan dan dapat mencegah pengkristalan asam urat di dalam tubuh.

Selama proses pengobatan, disarankan mengkonsumsi air putih sampai delapan hingga sepuluh gelas per hari. Setelah sakit sendi sudah mereda pun baiknya terus banyak konsumsi air putih. Hal itu agar ketika kita mengkonsumsi makanan yang mengandung purin, bisa cepat dinetralisir dan tidak mengkristal dalam tubuh.

Itulah ulasan mengenai cara mengobati asam urat secara alami dengan mengunakan buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan. Semoga cara alami ini bermanfaat.

Continue Reading
4 comments
Share:

Sunday, May 19, 2019

Sajian Berbuka Puasa Favorit dengan Peralatan Makan Medina

Sajian Berbuka Puasa Favorit dengan Peralatan Makan Medina - "Hari ini, beli martabak manis atau telur?"

Martabak lagi, martabak lagi. Setiap bulan Ramadan, martabak jadi menu favourite untuk berbuka puasa di keluarga kami. Nyaris gak pernah absen. Tinggal pilih aja mau martabak manis atau telur (asin).

Dulu, malah kedua martabak selalu ada setiap berbuka puasa. Tetapi, sekarang kami sudah semakin bisa mengontrol konsumsi makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Gak sebanyak dulu yang segala pengen dibeli. Akhirnya jadi terlalu kenyang atau banyak sisa. Sekarang, pilih salah satu martabak aja setiap kali beli.

Saking rutinnya setiap hari beli martabak di bulan Ramadan, Chi sampai punya niatan pengen belajar bikin martabak biar gak beli melulu. Tetapi, sampai detik ini masih sebatas wacana hahaha. Belum sekalipun dipraktekan. Padahal punya cetakannya udah dari kapan tau, deh.


Menu Berbuka Puasa yang Praktis


peralatan makan medina, menu favorit berbuka puasa

Apa menu berbuka puasa favorit teman-teman?

Puasa tahun ini, Chi masak yang praktis aja. Seperti beberapa hari lalu, Keke pengen buka puasa dengan lele goreng dan tumis genjer. Kalau tumis-tumisan kan memang praktis masaknya. Ikan goreng juga praktis bumbunya. Cuma ngegorengnya aja yang heboh hehehe.

Ta'jilnya tentu aja ada martabak. Paling ditambah dengan 1 macam minuman. Paling sering beli es kelapa. Tetapi, kali ini lagi pengen es sekoteng. Kalau kolak, nyaris gak pernah beli apalagi bikin. Kami memang gak begitu suka kolak.

Menu berbuka puasa seperti ini udah cukup nikmat. Porsinya juga cukup. Gak sampai bikin kami sangat kekenyangan.


Disajikan Cantik dengan Medina Amethyst Colander Dining Set


medina amethyst colander dining set, peralatan makan medina

Menunya memang praktis. Tetapi, sajian jadi cantik karena menggunakan wadah yang serba ungu dari Medina.

Selain warnanya yang eyecatching, Medina juga merupakan foodware halal pertama di Indonesia. Sudah ada sertifikat halal MUI.

Medina ini juga microwave dan freezer safe. Meskipun berbahan plastik, Chi gak khawatir menyajikan hidangan panas menggunakan peralatan makan ini. Ada garansi produk seumur hidup pula (S&K berlaku).

Tadinya, mau Chi pakai untuk hari raya Idul Fitri. Tetapi, melihat kualitasnya yang bagus, juga warnanya, jadi gemes sendiri. Pengennya cepet dipakai. Makanya Chi sajikan deh untuk hidangan berbuka puasa.

Kalau teman-teman tertarik dengan produk Medina, belinya di Dusdusan.com seharga Rp565.000,00/set. Ada 6 produk dari Medina. Chi pilih Medina Amethyst Colander Dining Set.

Continue Reading
No comments
Share:

Thursday, May 16, 2019

Jangan Takut Berbagi, Sebuah Pesan dari Papah

"Papah sehat, Chi?"
"Alhamdulillah, papah sehat, Tante."
"Kalau papah Chi mah masih kerja, ya."
"Iya."

Masih sangat teringat dengan jelas obrolan Chi dengan tante K'Aie saat kami bersilaturahmi ke rumah om dan tante K'Aie di Bandung (27/4). Saat itu kami baru saja selesai menemani Keke ke acara perpisahan kelas yang diadakan di Clove Garden Hotel.

K'Aie mengajak kami untuk bersilaturahmi ke rumah om dan tantenya sebelum menginap di rumah keluarga saya. Rencananya, keesokan harinya kami akan berziarah ke makam almarhumah mamah K'Aie. Setelah itu, kami balik ke Jakarta.


jangan takut berbagi, jangan takut berzakat, zakat, dompet dhuafa
Foto saat lebaran hari kedua tahun lalu, bertepatan dengan ulang tahun papah ke-67


Berita yang Sangat Mengejutkan


Baru saja beberapa menit kami pamit ke om dan tante K'Aie, telpon Chi berbunyi. Ketika diangkat, suara mamah terdengar menangis sambil jejeritan.

"Ya, Mah."
"CHIIII! PAPAH PINGSAAAAAN!"
"Hah? Kok, bisa?"
"MAMAH GAK TAU. LAGI NGOBROL SAMA MAMAH, TAU-TAU PAPAH PINGSAN."
"Adhi mana?"
"Adhi lagi di Jambi. Rencananya pulang malam ini. Mungkin dia lagi di pesawat."
"Ya udah, tutup dulu telponnya. Chi pulang sekarang juga!"

Dengan gemetar, Chi nelpon mamang (paman), mengabarkan batal menginap di Bandung. Chi pun menelpon Cepi, tukang yang pernah merenovasi rumah mamah-papah, untuk melihat keadaan papah. Chi menghubungi Adhi gak bisa. Di WA cuma centang satu. Ya, sepertinya dia memang masih di pesawat.

Papah udah gak ada ...

Rasanya semua berjalan dengan sangat cepat. Tante K'Aie baru aja menanyakan keadaan papah dan Chi bilang sehat. Selang beberapa menit, dapat kabar kalau papah pingsan. Beberapa menit kemudian, dikabarkan papah udah gak ada.

Ini beneran? Ini nyata atau mimpi? Rasanya masih susah dicerna di otak. Chi berharap mamah hanya panik jadinya salah memberi kabar. Sepanjang perjalanan kadang-kadang Chi menangis, tetapi kadang-kadang diam bahkan masih bisa ngobrol dengan beberapa teman yang langsung menanyakan kabar via telpon.

Ah, Teh, yang bener.

WA masuk dari Adhi. Adik paling kecil yang baru aja landing. Belum juga Chi selesai mengetik jawaban, Adhi udah telpon. Mendengar Chi hanya bisa menangis, Adhi pun menutup telponnya. Dia sudah tau arti tangisan kakaknya.

Chi masih terus menepis pikiran kalau papah sudah gak ada. Chi berharap papah hanya pingsan. Papah hanya sakit. Tetapi, harapan itu pupus setelah Chi menelpon Keke dan memastikan kalau abahnya sudah gak ada. Innalillahi wa innailaihi roji'uun.

Selesai acara perpisahan, Keke memang memilih ikut pulang ke Jakarta bersama rombongan. Di tengah perjalanan, Chi menelpon Keke untuk jangan pulang ke rumah. Chi bilang kalau abahnya pingsan. Jadi, pulang ke rumah abah dan mamah aja.

Untung bukan Chi yang menyetir mobil. K'aie tetap mampu mengendarai mobil dengan tenang. Alhamdulillah perjalanan Bandung-Bekasi sangat lancar. Hanya sekitar 3 jam.

Rumah sudah sangat ramai ketika kami datang. Melihat papah yang seperti sedang tertidur nyenyak, rasanya langsung lemas. Tetapi, Chi gak bisa memeluk karena papah sudah dimandikan.

Setelah suasana mulai sedikit tenang, Chi pun bertanya kronologisnya. Menurut cerita mamah, usai sholat Maghrib, papah hanya bergeser sedikit posisinya untuk berdoa. Saat sedang berdoa, mamah menepuk bahu papah.

"Mau makan, Pah?"
"Masih kenyang, Mah."
"Ya udah, nanti makan sopnya aja kalau masih kenyang. Gak usah pakai nasi."

Setelah mamah ngomong gitu, papah pun bersujud. Mamah sempat berpikir, papah sujud untuk mengakhiri doa. Tetapi, karena agak lama, mamah pun kembali menepuk bahu papah.

"Pah, kenapa? Pusing, ya?"

Papah gak menjawab. Berkali-kali ditanya mamah, tetap gak menjawab. Ketika dibalik posisinya sama mamah, papah seperti orang tidur. Mamah tepok pipinya, dibuka mulutnya, tetapi papah tetap gak bangun. Mamah pun mulai panik.

Mamah ke luar rumah, tetapi suasana sangat sepi karena maghrib. Minta tolong ke pos satpam dan tetangga. Tidak berapa lama, banyak pertolongan datang ke rumah. Termasuk dari para jamaah masjid yang baru saja selesai sholat. Ada 2 dokter juga yang menolong.

Papah gak pernah bangun lagi. Papah meninggal dalam posisi bersujud dan (mungkin) masih memiliki wudhu. Innalillahi wa innailaihi roji'uun.


Jangan Takut Berzakat


jangan takut berbagi, jangan takut berzakat, zakat, dompet dhuafa
Papah dan mamah dengan para cucu


Masih banyak yang cerita tentang wafatnya papah. Tentunya Chi sedih kalau mengingat ini. Tetapi, terus berusaha untuk ikhlas. Singkat cerita, hingga proses pemakaman, semua berlangsung dengan sangat lancar. Banyak sekali bantuan yang datang. Bahkan hingga seminggu setelah papah wafat. Alhamdulillah.

Wafatnya papah tidak hanya meninggalkan kesedihan yang sangat mendalam, tetapi juga mengejutkan. Sama sekali tidak ada kepikiran akan ditinggalkan papah secepat itu. Semua serba mendadak.

Tentu saja kami berusaha untuk ikhlas dan saling menguatkan. Kami saling bercerita tentang kebaikan papah. Kami pun berpikir, banyaknya bantuan yang mengalir, mungkin karena papah semasa hidupnya memang senang berbagi. Banyak saudara dan tamu yang datang, bercerita tentang kebaikan papah dalam hal berbagi semasa hidupnya.

Papah tuh sosok yang lumayan pendiam. Kayaknya jarang kasih petuah ini itu. Tetapi, papah lebih suka langsung menunjukkan. Termasuk dalam hal berbagi. Selain senang berbagi, papah juga selalu berusaha memberikan yang terbaik. Ya, sepertinya tentang berbagi ini menjadi salah satu pesan dari papah.


Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. (QS. Saba : 39)

Sebagai manusia, kadang-kadang suka khawatir untuk berbagi. Apalagi kalau mengingat biaya kebutuhan hidup sedang banyak-banyaknya. Padahal dalam Islam, jangan takut berbagi. Tentu saja dalam hal ini, berbagi kebaikan.

Banyak manfaat berbagi menurut Islam. Berbagi juga gak hanya tentang materi. Senyuman pun bisa termasuk berbagi. Berbagi juga tidak akan mengurangi harta. Malah bisa menambah rezeki bila kita bersedekah hanya karena Allah. Insya Allah akan diganti dengan rezeki yang lebih baik.

Papah wafat itu sekitar seminggu menjelang Ramadan. Kembali mengingatkan Chi kalau bersedekah di bulan Ramadan itu keuntungannya sangat besar. Termasuk salah satunya membayar zakat. Chi biasanya membayar zakat di Dompet Dhuafa. Zaman digital dan cashless begini, berzakat di Dompet Dhuafa jadi memudahkan karena tinggal transfer.

 
Dompet Dhuafa adalah Lembaga Filantropi Islam bersumber dari dana Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) dan dana halal lainnya yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (humanitarian) dan wirausaha sosial profetik (prophetic socio-technopreneurship). Dompet Dhuafa akan terus mewujudkan masyarakat berdaya yang bertumpu pada sumber daya lokal melalui sistem yang berkeadilan.

Selama 25 tahun ini, Dompet Dhuafa sudah menyalurkan zakat kurang lebih ke 19 juta penerima manfaat. Insya Allah, zakat mampu membantu dunia menangani kemiskinan. Dompet Dhuafa menyalurkan zakat di 4 bidang yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pengembangan sosial.

Bulan Ramadan adalah bulan yang indah. Bulan penuh ampunan dan berkah. Biar tidak sekadar menahan lapar dan haus di bulan puasa. Sebaiknya memang semangat mencari pahala.

Sebuah pesan yang papah tinggalkan untuk kami sangat indah. Selalu berbagi dan berikan yang terbaik. Kami akan berusaha untuk mengikuti apa yang sudah papah lakukan. Insya Allah dimudahkan jalannya.

Terima kasih banyak untuk pesan indahnya, Pah.

Continue Reading
38 comments
Share:

Monday, May 13, 2019

Berkomunikasi dengan Remaja - Ibu vs Google

Berkomunikasi dengan remaja itu unik! Bahkan jadinya seperti Ibu vs Google ketika berkomunikasi dengan mereka. Kok, bisa? Berikut salah satu contoh komunikasi antara Chi dengan anak yang baru aja terjadi beberapa hari yang lalu.

Bunda: "Adek mandiiiii!"
Nai: "Iya nanti, Bun."
Bunda: "Kapan? Ini udah sore."
Keke: "Tuh, Nai! Sana mandi!."
Bunda: "Keke juga tumben belum mandi, nih!"
Keke: "Malam aja, Bun."
Bunda: "Eh, ga ada mandi malam. Gak sehat."
Keke: "Kalau gitu besok pagi aja. Katanya mandi pagi sehat."
Nai: "Nah, setuju hehehe."
Keke: "Bun, Keke tadi Googling, katanya mandi malam itu gak apa-apa."


Kejadiannya beberapa hari yang lalu saat anak-anak lagi libur. Bukan mau membahas tentang kenapa mereka malas mandi, tetapi coba deh perhatikan jawaban Keke dan Nai. Ada aja alasan supaya gak cepat-cepat mandi. Bahkan di akhir pembicaraan, Keke bilang udah googling tentang mandi malam.

Iya, dia memang beneran Googling. Chi pun jadi ikutan mencari tahu. Ternyata ada 2 perbedaan pendapat. Ada beberapa artikel yang menulis kalau mandi malam berbahaya. Tetapi, ada pula yang berpendapat sebaliknya. Menarik, kan? 


berkomunikasi dengan remaja, ibu vs google

"Gak boleh mandi malam, nanti reumatik!"

Dulu, Chi sering dikasih tau seperti itu oleh orang tua atau orang dewasa lainnya. Chi sih nurut aja. Gak tau juga mau membantah dengan cara apa. Dulu kan belum ada Google. Media juga terbatas banget. Channel tv aja cuma TVRI. Trus, mau cari info pembanding dari mana? Buku pintar yang tebal itu? Udah malas duluan buat buka-buka halamannya. 😅

Akhirnya menurut aja. Pokoknya apa yang orang tua bilang anggapannya udah pasti benar. Gitu aja, deh. Daripada coba-coba, trus kena reumatik? Padahal ya dulu Chi gak tau kayak apa penyakit reumatik. Tetapi, udah ngebayangin yang serem aja.

Etapi, bukan berarti Chi menyalahkan sikap orang tua zaman dulu, ya. Enggak gitu juga. Maksudnya, dulu kita menurut karena bisa jadi gak punya sesuatu untuk dibandingkan. Jadi gimana mau dibantah?

Bukan berarti pula sikap anak-anak sekarang yang lebih berani berpendapat itu kurang ajar. Kalau urusan itu sih gimana cara menyampaikannya. Selama masih dalam batas wajar ya gak apa-apa berani menyampaikan pendapat.

[Silakan baca: Begini Cara Berkomunikasi dengan Remaja]

"Pokok nurut aja apa kata orang tua."

Dulu, kata-kata ini termasuk yang ampuh buat Chi. Kalau orang tua udah ngomong begitu artinya diskusi selesai hehehe. Sekarang pun kadang-kadang Chi juga mengeluarkan kalimat pamungkas seperti itu. Tetapi, untuk kondisi tertentu aja.

Ada kalanya kami memang harus tega sama anak. Lebih tepatnya tegas. Tetapi, ada kalanya pula kami memberikan mereka ruang untuk berkomunikasi. Contohnya seperti komunikasi yang Chi tulis di awal postingan ini.

Kesannya memang kayak main-main. Memang iya kami ngobrolnya juga sambil becanda. Tetapi, tetap aja harus dijelaskan. Meskipun gak selalu harus langsung saat itu juga.

[Silakan baca: Debat Kusir dengan Anak? Bikin Cape]

Contoh lainnya yang juga baru aja terjadi adalah ketika membahas tentang PPDB (Pendaftaran Peserta Didik Baru) online sama Keke. Dia membaca beberapa artikel yang terkait tentang PPDB online. Dengan nada yang ceria, dia bilang kalau PPDB tahun ini penilaian utamanya adalah zonasi.

Keke senang karena kalau sampai PPDB DKI pakai sistem zonasi seperti daerah lain, jadi ada keuntungan. Sekolah yang akan dipilih kan cukup dekat dengan sekolah. Poin dari lokasi bisa lumayan kalau pakai sistem zonasi. Tetapi, Chi juga kasih lihat artikel di salah satu portal berita tentang PPDB DKI yang katanya tetap menggunakan sistem kompetisi. 

Apakah sistem PPDB DKI tahun ini masih akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya atau berubah menjadi zonasi? Chi pribadi berharap masih tetap sama. Kalau di WAG orang tua murid udah mulai ramai membahas tentang ini. Tetapi, karena masih simpang-siur, Chi memilih menyimak aja. Mendingan tunggu nanti dibuka pendaftarannya.

Kembali ke pembahasan tentang PPDB bersama Keke. Chi tetap meminta dia untuk jangan terlalu santai menghadapi UNBK. Segala kemungkinan masih bisa terjadi. Tetapi ya gitu, deh. Kalau ngomong sama anak memang harus ada penjelasan yang masuk akal. Agak susah kalau sekadar diminta menurut tanpa ada penjelasan.

Berkomunikasi dengan remaja memang kadang-kadang jadi bikin Chi merasa seperti berhadapan dengan Google. Kadang-kadang harus cari tau dulu apa yang mau dibahas. Makanya memang kalau bisa jangan sampai kudet.

Melarang Keke dan Nai untuk tidak mengenal dunia internet juga buat kami bukanlah solusi. Dilarang di rumah, belum tentu di luar mereka tidak mengenal internet. Apalagi sekarang apa-apa serba digital.

Jadi paling kami lebih memilih mengontrol. Selalu mengingatkan kalau dunia internet ibarat dua sisi mata pisau. Bisa sangat menguntungkan, tetapi juga bisa sangat berbahaya. Salah satu yang sering kami lakukan adalah dengan berdiskusi.

Berkomunikasi dengan remaja di setiap zaman mungkin bisa berbeda-beda. Bagaimana dengan teman-teman? Pernahkah berhadapan degan Google ketika berkomunikasi dengan anak?

[Silakan baca: Tentang Remaja dan Trend]

Continue Reading
40 comments
Share:

Friday, May 10, 2019

Traveling Sebelum Ujian

Traveling sebelum ujian. Yay or nay? Oke, sebelum menjawab, Chi mau cerita dulu, ya.

Alhamdulillah, Keke sudah menyelesaikan UNBK beberapa waktu yang lalu. Kira-kira 1 minggu (eh apa 2 minggu, ya? Harus diinget-inget lagi, nih) sebelum UNBK, kami bersenang-senang dulu di mall. Chi ajak Keke dan Nai main di Funworld kemudian lanjut makan siang.

Mereka sih pengennya ke Dufan. Kalau Chi malah pengennya naik gunung lagi kayak 3 tahun lalu. Seminggu sebelum Keke UN SD, kami mendaki gunung Prau. Udah kangen melihat pemandangan hijau hehehe.

Tetapi, untuk saat ini memang belum memungkinkan bagi kami bebas melakukan perjalanan jauh dan lama. Boro-boro melihat yang serba hijau, ke Dufan aja harus bener-bener mikir dulu. Karena pastinya butuh waktu seharian. Padahal di rumah juga ada kakek Keke dan Nai yang sedang terbaring sakit.


jalan-jalan ke thailand, transportasi golden bird, traveling sebelum ujian

Awalnya, kami gak pernah ada niatan khusus untuk merencanakan bersenang-senang menjelang ujian. Waktu mendaki gunung Prau, kami merasa waktunya pas aja. Seminggu sebelum ujian nasional kan libur panjang. Pas banget nih buat melakukan perjalanan jauh. Keke juga kami lihat sudah siap menghadapi ujian. Kondisi fisik sedang prima. Jadi deh kami cuzzz berangkat mendaki.

Ternyata asik juga traveling sebelum ujian. Akhirnya hal ini jadi semacam kebiasaan. Tetapi, gak harus juga. Seperti tahun lalu saat Nai menghadapi UN, kami gak kemana-mana. Lagi riweuh beberes rumah. Setahun lalu kan kami baru pindahan.


Sebelum dan Sesudah Ujian


Beri Anak Kepercayaan dan Semangat

Buat anak yang akan masuk ke sekolah negeri, hasil ujian nasional memang bisa sangat menentukan. Apalagi bila memilih sekolah negeri di Jakarta. Sampai tahun lalu, NEM masih sangat berpengaruh untuk bersaing di PPDB.Sejak jauh-jauh hari, Chi udah kasih semangat dan kepercayaan ke anak-anak. Chi terus pantau usaha mereka untuk menghadapi ujian. Kali ini, Keke juga ikutan bimbel. Chi mulai kesulitan kalau harus mengajarkan Keke tanpa bantuan bimbel.


Pasrah dan Ikhlas dengan Hasilnya

Kalau anak-anak sudah terlihat berusaha keras menghadapi ujian, langkah selanjutnya adalah belajar untuk pasrah dan ikhlas. Beberapa kali Chi berdiskusi dengan K'Aie. Bagaimana kalau NEM di bawah ekspektasi?

Hasil diskusinya masih tetap sama. Meskipun berharap hasilnya memuaskan, tetapi bila sampai terjadi yang sebaliknya tentunya harus belajar menerima. Apalagi kalau anaknya memang sudah terlihat berusaha maksimal untuk belajar.

Malah kalau kondisi memungkinkan, bisa lah jalan-jalan sejenak menjelang ujian. Otak dan badan kan juga butuh refreshing. Biar lebih fresh saat menghadapi ujian gitu, lho.


Traveling ke Thailand, Yuk!


jalan-jalan ke thailand, transportasi golden bird, traveling sebelum ujian

"Jangan-jangan ini pertanda kalau jalan-jalan berikutnya ke Thailand?"

Chi berkata seperti itu saat kami sedang jalan-jalan ke Malaysia bulan Oktober 2018 lalu. Tentu aja Chi bercanda. Gara-garanya selama kami di Malaysia, lebih sering menikmati kuliner Thailand daripada Malaysia.

Iya, memang cuma becanda saat itu. Tetapi, risiko kalau becanda di depan anak adalah bisa ditagih huahahaha. Kadang-kadang Keke mulai minta jalan-jalan ke Thailand. Hmmm ... Chi juga mau sih.

Meskipun belum tau kapan jalan-jalan ke negara Gajah Putih ini, tetapi Chi mulai cari tau apa aja yang menarik di sana. Pastinya kulineran menjadi agenda utama. Cari kuliner yang enak dan halal.

Jadi mikir juga apa enaknya jalan-jalan ke sana menjelang Nai ujian nasional. Masih 2 tahun lagi. Lumayan lah waktunya buat nabung. Sekalian bikin perencanaan yang matang. Termasuk dari mulai keberangkatannya.

Berangkatnya juga pengen pakai Golden Bird. Masih bagian dari Blue Bird Group, tapi bergerak di layanan penyewaan mobil dan limosin. Kendaraannya mulai dari Toyota Avanza hingga Mercedez Benz E-Class.

Kenapa Chi pengen banget cobain Golden Bird? Layanan 24 jam, pengemudi akan menunggu meskipun penerbangan kita tertunda, bebas antrean di bandara, dan lain sebagainya. Jadi ini sih udah berasa kayak naik mobil pribadi yang pakai supir. Asik kan?

Layanan Golden Bird sudah ada di beberapa bandara di Indonesia. Sejak tahun 2014, Golden Bird memang meluncurkan layanan transportasi bandara. Teman-teman berencana mudik menggunakan pesawat terbang? Kalau ingin menggunakan Golden Bird untuk antar jemput, bisa pesan disini ya.

Jadi, teman-teman termasuk yay atau nay kalau traveling sebelum ujian? Kalau Chi termasuk 'yay' selama anak-anak memang sudah terlihat usaha belajarnya.

Continue Reading
No comments
Share:

Monday, May 6, 2019

Ingin Menjadi Influencer? Yuk, Gabung di Hiip Indonesia

Ingin Menjadi Influencer? Yuk, Gabung di Hiip Indonesia - Apa cita-cita mu?

Dulu, kalau ditanya tentang cita-cita, Chi selalu bilang ingin menjadi arsitek. Jawaban itu terus bertahan hingga SMA. Begitu lulus, malah memilih kuliah di fakultas ekonomi jurusan perbankan. Setelah lulus, malah kerja di salah satu departmen store yang berhubungan sama pemasaran gitu. Kemudian resign dan sekarang asik menjadi blogger serta influencer media sosial.


influencer hiip indonesia, platform influencer terbesar di indonesia
Influencer Hiip Indonesia




Begitulah hidup ... 😄

Kembali membahas cita-cita. Kalau dulu, kayaknya bila ditanya tentang cita-cita, umumnya anak-anak akan menjawab ingin menjadi dokter, pilot, polisi, dan lain-lain. Dulu, bercita-cita menjadi artis kayaknya masih ada beberapa orang tua yang menentang. Tetapi, sekarang malah anak-anak banyak yang bercita-cita ingin menjadi influencer. *Ahsiaaaap! 😂

Kayak sepupu Chi yang baru kelas 6, tuh. Tiap ditanya cita-cita selalu bilangnya pengen kayak Atta. Makanya dia kalau ngomong 'ahsiap' melulu hehehe. Kalau Keke dan Nai sampai saat ini kelihatannya belum ada ketertarikan menjadi influencer. Keke kelihatannya masih tertarik menjadi pembalap dan pemusik, sedangkan Nai masih senang nguprek di dapur.

Tetapi, bukan berarti mereka anak-anak yang gaptek, lho. Mereka seringkali juga terinspirasi dari para influencer. Nai banyak belajar masak dari YouTube. Begitupun dengan Keke juga banyak belajar lewat YouTube seperti belajar beatbox. Ya, zaman sekarang influencer memang bisa cukup besar pengaruhnya.


Tips Menjadi Influencer


Ketika sudah memiliki cita-cita, pertanyaan berikutnya tentu tentang bagaimana meraihnya. Cukup gak hanya bermodalkan smartphone dan internet bila ingin menjadi influencer? Modal awal sih cukup, tetapi kan tetap harus ada langkah berikutnya.

[Silakan baca: Cara Memaksimalkan Penghasilan dari Blog dengan Google Ad]


Personal Branding

Sama halnya seperti di blog, media sosial pun bisa ada niche-nya. Teman-teman ingin dikenal sebagai influencer apa? Travel, food, lifestyle, beauty, atau lainnya?

Tidak hanya tentang niche, attitude juga harus diperhatikan. Malah harus jadi yang utama. Memang benar ada banyak kejadian di mana sesuatu yang viral bisa mendatangkan follower yang banyak. Kalau viralnya tentang kebaikan sih gak apa-apa. Tetapi, kalau viral karena attitude atau konten yang gak baik? Mendingan jangan, deh. *Ingat! Jejak digital itu bisa kejam, lho.


Konten yang Menarik

Influencer itu termasuk pekerja kreatif. Maka mulai deh belajar membuat konten yang menarik minat pembaca. Tambahkan dengan foto atau video juga. Gak harus memiliki peralatan atau kemampuan editing yang cakep dulu, kok. Tetapi, pastikan aja foto/video yang diupload itu nyaman untuk dilihat, misalnya gak blur.


Berinteraksi di Media Sosial

Bersosialisasi di media sosial ataupun dunia nyata, sebetulnya gak terlalu berbeda. Sesekali sapa-sapa deh teman-teman yang ada di friendlist, ngobrol sama follower, dan lain-lain. Balik ke diri sendiri aja, kalau disapa kan rasanya senang. Ya, bisa jadi teman-teman atau follower di dunia maya juga seperti itu.


Konsisten

Upload di media sosial memang sebaiknya jangan hanya pada saat ada kerjasama dengan brand aja. Terutama untuk influencer pemula, seperti Chi, yang belum tentu setiap hari ada kewajiban upload foto/video kerjasama. Buat Chi, konsisten mengisi media sosial juga selain untuk berinteraksi juga sebagai latihan. Apakah sudah bisa membuat konten yang menarik atau belum.


Datang ke Event atau yang Serba Kekinian

Sebetulnya untuk yang satu ini masih jadi PR juga buat Chi. Kadang-kadang suka agak malas mengejar sesuatu yang serba kekinian. Malas menghadapi keramaiannya apalagi kalau sampai harus antre panjang hehehe. Tetapi, memang bila datang ke suatu event baik diundang atau datang karena keinginan pribadi maupun ke suatu tempat yang sedang trend, hasilnya biasanya bagus.


Gabung di Hiip Indonesia, Yuk!


hiip indonesia, BP network
Dari ki-ka:
  1. Eric Rosenkranz, Chairman Hiip Asia
    2. Almazia Pratita, CFO Hiip Indonesia
    3. Shintaries Nijerinda, CEO Hiip Indonesia
    4. Phi Nguyen, CEO Hiip Asia



Hiip adalah platform pemasaran influencer online pertama dan terbesar di Vietnam. Kami membantu advertiser agar terhubung dan bekerja sama secara langsung dengan influencer yang tepat, berdasarkan data media sosial dan algoritma.

Ada apa dengan BP Network? Beberapa waktu lalu, Chi sempat bertanya-tanya seperti ini. Hayo siapa yang sempat bertanya-tanya juga seperti Chi atau malah mellow? Blogger Perempuan atau biasa disebut BP, terkesan seperti akan tutup. Tapi, rasanya kok gak mungkin. BP Network kan influencer networking terbesar di Indonesia untuk saat ini.

Kamis (25/4) bertempat di The Dutch Jakarta, Chi hadir di acara launching Hiip Indonesia. Yup! BP Network tidak tutup. Justru semakin melebarkan sayap dan bekerjasama dengan Hiip, platform influencer terkemuka di Asia Tenggara. Yeaaay!

“Kami sangat senang bekerja sama dengan BP Network, influencer network perempuan terbesar di Indonesia. Kami berharap melalui kerja sama ini akan merangkul ekosistem influencer lokal yang telah ada dan akan memberi kesempatan lebih banyak kepada influencer untuk terhubung dengan brand internasional,” ujar Phi Nguyen, CEO Hiip Asia


Chi sudah beberapa kali bekerjasama dengan BP Network. Alhamdulillah, kerjasamanya selalu baik. Profesional dari mulai brief hingga urusan pembayaran. Makanya, ketika tau BP Network bergabung dengan Hiip ada rasa yakin kalau akan semakin profesional. Tentunya ini akan menggembirakan bagi para influencer maupun brand yang akan bekerjasama. 


“Keputusan untuk melakukan kerjasama dengan Hiip Asia didasarkan oleh besarnya pangsa pasar media sosial di Indonesia terutama influencer marketing. Dengan menggunakan platform ini, sebuah brand akan terakomodir menemukan influencer dan melakukan kampanye digital yang massif dengan menggunakan big data serta karateristik influencer yang dihendaki oleh brand bersangkutan”, ujar Shintaries Nijerinda, CEO Hiip Indonesia
 
Sudah lebih dari 10 ribu influencer yang bergabung di Hiip. Serta lebih dari 500 brand yang bekerjasama. Di Vietnam dan Thailand, Hiip menjadi platform influencer nomor 1. Tentunya harapan Chi dan juga banyak influencer, Hiip akan menjadi nomor 1 di Indonesia. Aamiin.

Hiip menggunakan teknologi canggih yaitu Artificial Intelligence. Teknologi ini memudahkan brand bila ingin mencari influencer. Shinta Ries, CEO Hiip Indonesia, mengatakan bahwa hanya dalam waktu hitungan 1 detik, brand sudah bisa mendapatkan influencer yang direkomendasikan.

Akun media sosial kita (Instagram/Facebook) akan diotorisasi bila dihubungkan dengan Hiip. Tetapi, tetang aja. Aman dan terpercaya, kok. Hiip juga tidak memberlakukan kontrak eksklusif. Sehingga influencer bisa mendapatkan kerjaan dari pihak lain di luar Hiip. Urusan pembayaran juga jelas. Hiip akan mentransfer dalam waktu 2-4 minggu setelah campaign selesai.


aplikasi hiip indonesia

Dengan hadirnya Hiip Indonesia, semakin semangat dong menjadi influencer? Meluncur deh ke https://hiip.asia/id/ untuk mendapatkan informasi lebih lengkap. Daftar sebagai influencer dan download juga aplikasinya. Sudah ada untuk Android maupun iOS.

Semoga sukses bersama Hiip Indonesia, ya!

Continue Reading
42 comments
Share: