Thursday, March 31, 2016

Tip Memilih Mobil Idaman Keluarga (Seharusnya) Semudah Menghitung 1,2,3

Selasa, 29 Maret 2016 bertempat di Pisa Cafe - Jakarta, Chi dan beberapa teman blogger hadir di acara talkshow mobil123.com tentang Tip Memilih Mobil Idaman Keluarga.

Ngomongin tentang mobil keluarga, Chi dan K'Aie pernah beberapa kali ngobrolin tentang hal ini. Bahkan anak-anak kadang ikut nimbrung. Sebetulnya mobil yang kami miliki sekarang masih lumayan nyaman. Tapi udah terasa sempit karena mobil kami sedan. Pengen punya mobil dengan ukuran lebih besar biar lebih leluasa terutama kalau dibawa bepergian ke luar kota.


mobil123.com, tip memilih mobil idaman keluarga

Menurut Pak Paulus, pengertian mobil keluarga di Indonesia dan negara lain seperti Eropa bisa berbeda. Kalau di Eropa, mobil dengan kapasitas 4 seater sudah bisa dikatakan mobil keluarga. Sedangkan di Indonesia, mobil dengan kapasitas 7-8 seater yang biasanya disebut sebagai mobil keluarga.

Di Eropa hitungan keluarga adalah ayah, ibu, dan anak. Sedangkan di Indonesia, tidak hanya terdiri dari keluarga inti saja. Tapi, kakek, nenek, dan anggota keluarga lain juga bisa dihitung sehingga butuh kendaraan dengan kapasitas besar *Asisten rumah tangga dan baby sitter juga kayaknya bisa masuk hitungan kalau di Indonesia, ya? :)*

Menurut Pak Paulus S. Firmanto yang juga pernah menjabat Direktur Sales di salah satu perusahaan otomotif ternama, ada 4 faktor yang menjadi pertimbangan saat memilih kendaraan


  1. Bisa muat banyak
  2. Harga terjangkau
  3. Irit bahan bakar dan mudah perawatan
  4. Resale value

Untuk faktor nomor 1 sudah dijelaskan di awal tentang pengertian keluarga di Indonesia. Memang tidak semua seperti itu, untuk keluarga modern di Indonesia umumnya hanya mempertimbangkan keluarga inti.

Harga terjangkau juga masih menjadi pertimbangan terlebih saat perkekonomian mengalami krisis. Irit bakar dan juga mudah perawatan juga ujung-ujungnya bicara tentang cost. Begitu juga dengan resale value. Apakah mobil kalau dijual masih dapat harga tinggi atau tidak.

Tentang resale value memang tidak selalu menjadi urutan paling buncit. Menjadi pilihan utama atau tidak kembali ke pertimbangan masing-masing. Tingkat kebutuhan, perilaku, dan tujuan biasanya menjadi pertimbangan untuk menempatkan posisi resale value.

Keluarga kami juga masih termasuk yang memikirkan resale value. Bahkan papah Chi, mengalami beberapa kali ganti mobil, resale value selalu menjadi pertimbangan. Walaupun gonta-ganti jenis mobil, tapi brand yang dipilih cuma itu aja *Salah satu brand otomotif ternama asal Jepang* Pernah 2x cobain mobil Eropa, tapi sekarang balik lagi ke brand favorit.

Brand-brand otomotif ternama asal Jepang memang masih menjadi pilihan ketika konsumen memikirkan tentang resale value. Faktor trust menjadi alasan utama kenapa resale value kendaraan dari brand-brand ternama itu menjadi tinggi



mobil123.com, tip memilih mobil idaman keluarga

Baru ...? Bekas ...? Baru ...? Bekas ...?

Teman-teman, bila berencana membeli mobil lebih suka mobil baru atau bekas? Kalau Chi, sih, pengennya baru. Onderdilnya masih gres kalau beli yang baru. Etapi, gak perlu khawatir juga kalau harus beli mobil bekas. Pengalaman papah Chi lebih sering beli mobil bekas daripada baru. Alhamdulillah masih bagus kondisinya dan bisa dipakai dalam jangka waktu yang lumayan lama. Termasuk mobil yang saat ini Chi pakai.

Kalau tadi Chi mengatakan bahwa mobil baru lebih gres onderdilnya, sebetulnya ada pertimbangan lainnya gak kalau harus memilih mobil baru? Gaya hidup? Kebutuhan? Harga? Yup! Semuanya bisa menjadi pertimbangan saat memilih mobil baru. Jawabannya pun bisa berbeda-beda tergantung kebutuhan masing-masing. Termasuk ketika memilih jenis kendaraan. Ada yang memilih sedan, MPV, Pick up, dan lain sebagainya.

Ketika memilih mobil bekas, sebaiknya jangan hanya mempertimbangkan usia mobil dan harga saja. Justru yang terpenting adalah cek service historynya. Mobil yang selalu melakukan perawatan rutin adalah yang baik. Jangan sampai menjadi beban setelah mobil berpindah tangan menjadi milik teman-teman.

Begitu juga ketika memiliki mobil, apapun jenis kendaraannya yang terpenting adalah service berkala. Harus rajin cek kondisi AC, busi, engine oil, battery, steering system, dan masih banyak lagi. Jangan hanya bisa memakai atau tunggu rusak dulu baru ke bengkel, ya :)

Lebih bagus lagi kalau mobilnya rutin melakukan service berkala di tempat terpercaya seperti Auto 2000. Karena di Auto 2000 setiap kendaraan yang melakukan perawatan di sana akan ada catatannya. Sehingga apabila suatu saat mobil tersebut dijual, pembeli bisa minta service story kendaraan kepada penjual sebelum memutuskan membeli.

Pada sesi tanya jawab, Haya bertanya tentang perbedaan mobil Eropa dan Asia. Menurut penjelasan Pak Paulus dan juga ditambahkan oleh Pak Agus, biasanya pengguna mobil Eropa sudah lebih dahulu merasakan mobil Asia (Jepang). Dari fitur dan kenyamanan, mobil Eropa umumnya lebih unggul. Kalau mobil Asia lebih fleksibel.

Harga mobil Eropa umumnya lebih tinggi, tapi resale valuenya bisa jatuh. Berbeda dengan mobil asal Jepang yang resale valuenya tetap tinggi. Pengguna mobil Eropa biasanya perekonomian pribadinya baik. Biasanya mereka tidak terlalu memikirkan resale value.  Selain itu, yang memilih mobil Eropa ada faktor gengsi juga yang menjadi pertimbangan.

Pak Amril juga mempunyai pertanyaan menarik yaitu tentang membeli mobil bekas taxi. Menurut Pak Agus, kilometer pada taxi umumnya sudah banyak karena selalu dipakai sehari-hari untuk perjalanan panjang. Tapi, resale valuenya masih tinggi.

Bila teman-teman tetap ingin membeli mobil bekasi taxi, Pak Agus menyarankan membeli mobil bekas taxi 'burung biru'. Berdasarkan pengalaman Pak Agus, taxi 'burung biru' adalah taxi yang paling rutin melakukan service berkala. Sehingga ketika dijual kembali kondisinya masih bagus.

Tip lain dari Pak Agus bila ingin membeli mobil bekas taxi adalah jangan mencari kendaraan yang masih asli onderdilnya. Karena pemakaiannya kendaraan yang cukup tinggi tentunya onderdil asli sudah dipakai bekerja banyak. Pilih mobil bekas taxi yang onderdilnya baru diganti. Tapi, jangan pilih taxi yang pernah tabrakan, ya.

Teman-teman, kalau ingin membeli mobil baik itu baru atau bekas biasanya cari dimana?

Pengalaman papah Chi biasanya langsung datang ke showroom atau cari info tentang mobil dijual di iklan baris koran. Kendalanya kalau datang langsung ke showroom belum tentu langsung dapat kendaraan yang dicari. Mendatangi lebih dari satu showroom, pastinya akan lebih banyak mengeluarkan ongkos jalan (plus ongkos makan). Mencari info di iklan baris, sudah lama tidak kami lakukan.

Sekarang udah zaman digital, cari kendaraan pun udah bisa lewat internet. Tapi karena beli kendaraan kan bukan bicara tentang harga murah. Sebaiknya carilah di tempat yang bisa dipercaya.



mobil123.com, tip memilih mobil idaman keluarga

Di mobil123.com ada ratusan ribu kendaraan baik itu mobil baru, mobil bekas, bahkan motor yang dijual. Terbagi dalam beberapa kategori yang dibutuhkan. Memang pada prosesnya, setelah menentukan mana mobil yang dipilih akan ada pertemuan antara penjual dan pembeli. Tapi di mobil 123.com penjual yang kendaraannya bisa diiklankan di sana harus diverifikasi trelebih dahulu dan mendapatkan trusted badge. Kalau begini berarti bener memilih mobil keluarga semudah menghitung 1,2,3, langsung ingat aja sama mobil123.com :)

Perekonomian saat ini kabarnya sedang lesu. Tapi transaksi jual-beli kendaraan masih cukup hidup. Apalagi sekarang sudah ada 2 event mobil besar. Beberapa bulan ke depan, hari raya Idul Fitri. Biasanya suka ada aja yang beli kendaraan baru. Coba cari infonya di mobil123.com kalau mau cari kendaraan. Suka ada promo-promonya, lho. :)

Jadi, mobil idaman keluarga teman-teman apa? Pilih yang baru atau bekas, nih?

Continue Reading
12 comments
Share:

Tuesday, March 29, 2016

Bunda, Sudah Siapkah Mencerdaskan Anak Sejak Dini?

morinaga

"Makan yang bener supaya pintar."
"Makan yang banyak supaya kuat."

Sebelum menikah, rasanya Chi cuma tau kalau mau menjadikan anak cerdas dan sehat adalah hanya dengan makan. Lebih bagus lagi kalau makan yang banyak. Mungkin karena dulu Chi itu cungkring banget, jadinya selalu ada aja yang bilang, "Kurus banget, sih?" Padahal Chi merasa sehat walaupun kurus. Tapi, kayaknya pada gak yakin, ya? :D

Makanya, ketika menikah dan beberapa bulan kemudian dinyatakan hamil, yang Chi cari tau dari berbagai sumber tentang bagaimana agar anak mau makan. Ya, jaga-jaga aja siapa tau kalau udah punya anak trus susah makannya. Eh, gak taunya Chi malah jadi tau kalau urusan makan gak hanya tentang kenyang tapi juga harus bernutrisi dengna porsi yang tepat.

Semakin mencari tau, Chi jadi tau tentang stimulasi. Sesuatu yang gak pernah terpikirkan sebelumnya. Dan, masih banyak informasi tentang tumbuh kembang anak lainnya. Menjadi orang tua memang gak boleh pasif apalagi berkaitan dengan anak, ya.


Nutrisi dan Stimulasi


Antara pemberian nutrisi dan stimulasi, manakah yang lebih penting diberikan untuk anak? Ternyata keduanya tidak bisa saling dibandingkan satu dengan lainnya. Justru keduanya harus saling bergantung dan terjalin kerjasama dengan baik. Dan keduanya berhubungan dengan perkembangan otak.

“Karena otak dan daya tahan tubuh saling bergantung dan bekerja timbal balik, maka pemberian stimulasi menjadi sama pentingnya dengan nutrisi, terutama selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) Si Kecil,” jelas DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo / FK Unair Surabaya.

Dengan pemberian nutrisi dan stimulasi yang tepat, anak  seperti diberi bekal terbaik oleh orang tua. Nutrisi yang tepat akan membuat tubuh sehat. Dalam masa tumbuh kembang anak juga akan memiliki kecerdasan majemuk. Untuk mendukung hal ini, pada tahun 2015 lalu Kalbe Nutritional meluncurkan Moricare+ Prodiges.

Sinergi antara nutrisi dan stimulasi di Moricare+ Prodiges, yaitu


  1. Nutrisi Anak - mendukung kebutuhan nutrisi anak, tumbuh kembang menjadi optimal, pertahanan tubuh ganda, dan mendukung kecerdasan multitalenta (multiple intelligence anak)
  2. Stimulasi Anak - memiliki modul stimulasi digital berjudul Multiple Intelligence Play Plan atau MI PlayPlan, untuk mendukung para orangtua dalam mengenali dan mengembangkan potensi Si Kecil, untuk mendukung para orangtua dalam mengenali dan mengembangkan potensi si Kecil.

 

Gerakan #SiapCerdaskanBangsa persembahan Morinaga


Chi percaya kalau maju atau tidaknya sebuah bangsa ditentukan dari kualitas manusianya sejak masih anak-anak. Itulah kenapa saat ini gencar disosialisasikan kepada masyarakat tentang 1000 hari pertama kehidupan. Generasi anak-anak saat ini disebut generasi platinum. Keke dan Nai pun termasuk anak-anak generasi platinum. Masa depan bangsa kelak akan berada di tangan generasi platinum.

Morinaga mengajak para orang tua untuk ikut melakukan gerakan #SiapCerdaskanBangsa melalui program 1 juta suara. Silakan menuju web www.siapcerdaskan.com. Pada website tersebut terdapat informasi tentang 1000 hari pertama kehidupan dan juga gerakan 1000 hadiah pertama. Tidak hanya itu, setiap kunjungan ke website akan dikonversi ke dalam nilai rupiah selama periode kampanye (April s/d Juni 2016) dan pada akhir periode, jumlah klik/rupiah yang terkumpul akan didonasikan untuk rehabilitasi sekolah di daerah lewat Yayasan ASA (Act, Serve, Aspire).

Untuk program 1000 hari pertama, akan ada drop box di setiap acara seminar parenting Morinaga. Orang tua bisa mendonasikan mainan edukatif atau buku layak baca di sana.

Teman-teman ingin tahu lebih banyak tentang pentingnya nutrisi dan stimulasi bagi kecerdasan anak dan tumbuh kembang? Penasaran juga sama gerakan #SiapCerdaskanBangsa? Nah, gerakan ini akan pertama kali dibuka pada

Jakarta, 2 April 2016
The Kasablanka, Kota Kasablanka lantai 3
Pukul 08.00 - 15.00 wib
Harga tiket: Rp100.000,00
Informasi lebih lanjut, silakan lihat gambar di atas atau ke web www.siapcerdaskan.com

Pada seminar parenting ini akan menghadirkan 3 narasumber dan dimoderatori oleh Adrian Maulana

  1. Optimalkan Perkembangan Otak dan Daya Tahan Tubuh, Penentu Kecerdasan Multitalenta si Kecil. - DR Dr Ahmad Suryawan, SpA(K) (Dokter Ahli Tumbuh Kembang Anak) dan DR Dr Anang Endaryanto, SpA(K) (Dokter Ahli Alergi Imunologi Anak)
  2. Kenali Kecerdasan Anak Sejak Dini, Penentu Kecerdasan Multitalenta si Kecil - Dr. Rose Mini A.P.M.Psi

Acara ini merupakan seminar parenting pertama dari rangkaian  mall to mall event dengan total 15 kota yang akan didatangi dengan kurun waktu April - November 2016. Bila teman-teman ingin datang ke acara ini, teman-teman silakan membawa pakaian bekas layak pakai dan mainan edukatif untuk diserahkan kepada panitia.

Teman-teman, ayo kosongkan jadwal di tanggal 2 April 2016, ya. Bakal bermanfaat acaranya, lho. Sudah siapkan kita mencerdaskan anak sejak dini? :)


Morinaga


www.siapcerdaskan.com

Facebook: Morinaga Platinum
Twitter: @MorinagaID
Instagram: MorinagaPlatinum

Continue Reading
4 comments
Share:

Wednesday, March 23, 2016

Photo Buku Tahunan untuk Keke

Ini salah satu area pemotretan photo buku tahunan untuk Keke. Huff! Anak Bunda udah mau lulus SD ajah!


Keke: "Bunda, nanti untuk foto buku tahunan, Keke kebagian tema sawah. Disuruh pakai pakaian kayak mau ke sawah gitu, Bun. Pakai apa, ya?"
Bunda: "Pakai celana hitam ayah aja. Itu, kan, model pangsi gitu. Trus atasannya pakai oblong, dikasih sarung buat diselempangin, sama peci jangan lupa."
Keke: "Iya, bener juga, Bun."
Bunda: "Emang fotonya harus bergaya apa?"
Keke: "Belum tau, Bun. Ini juga Keke cuma denger dari temen aja. Katanya, untuk kelompok Keke nanti temanya sawah."

Beberapa hari setelah itu, pengumuman resmi pun didapat. Benar kata Keke kalau kelompoknya bertemakan sawah. Lebih detilnya adalah main tarik tambang di sawah.

Waduuuh! Bakalan kotor-kotoran ini, sih. Wajib mandi dulu sebelum pulang.

Karena temanya main tarik tambang di sawah, pakaian wajib yang harus Keke bawa adalah kaos oblong putih, sarung, peci, celana panjang batik, dan sandal jepit. Hampir semua barang wajib sudah Keke punya, tinggal celana panjang batik, nih. Hadeuuuh, mana waktunya mepet pula!

Chi langsung telpon K'Aie minta dibeliin celana panjang batik di dekat kantornya. Alhamdulillah, akhirnya dapet juga. Gak pakai dicuci lagi, semua perlengkapan langsung Chi lipat buat keperluan buku tahunan keesokan harinya.

Selain semua pakaian wajib yang harus dibawa, Chi juga bawain peralatan mandi, terutama handuk dan sabun mandi. Untung di rumah ada Lifebuoy clini-shield10, sabun keluarga yang praktis kemasannya. Jadi, cocok banget buat dibawa bepergian.

Kami sekeluarga ikut menemani Keke. Pemotretan buku tahunan dilakukan hari Minggu. Sekolah juga tidak mengkoordinir antar-jemput. Jadi, memang tanggung jawab orang tua masing-masing. Ya, anggap aja sekalian jalan-jalan keluarga, deh.


Ini salah satu area pemotretan. Backgroundnya hamparan sawah yang rencananya akan dipakai Keke untuk pemotretan dengan tema tarik tambang


Lumayan jauh lokasinya dari rumah kami. Kandank Jurank Doank adalah tempat Keke dan teman-temannya melakukan pemotretan buku tahunan. Tempatnya terlihat alami. Nuansa alam banget, deh. Sawahnya ada di area dalam. Cukup luas juga sawahnya.

"Bakal ada lintah gak, ya?"

Chi sempat mendengar ada anak yang bertanya begitu ke temannya. Chi senyum aja, walaupun sebetulnya takut juga kalau ada lintah hehehe. Tapi, kan, ada K'Aie yang pastinya ngerti untuk urusan P3K. Nah, kalau untuk urusan kebersihannya, nanti serahkan saja ke sabun anti kuman yang kami bawa. Sejak dulu, Lifebuoy sudah dikenal sebagai sabun kesehatan. Jadi, Chi udah gak meragukan keampuhan sabun ini.

Sepertinya yang lebih banyak dikhawatirkan oleh orang tua adalah anak akan sakit setelah bermain kotor. Tempat kotor memang mengandung banyak kuman atau bakteri. Terlebih sekarang ini selalu aja bermunculan penyakit baru karena kuman. Ya, kuman memang tidak pernah tinggal diam. Kuman terus berevolusi untuk menghadapi sistem imun manusia termasuk mepertahankan diri bila 'diserang' oleh berbagai obat.

Tetap konsisten menjaga kesehatan dengan mengontrol asupan makanan dan aktivitas yang cukup wajib dilakukan. Pagi hari sebelum berangkat ke lokasi, Chi minta Keke untuk sarapan terlebih dahulu. Sarapan memang salah satu hal wajib yang mereka lakukan setiap hari. Jangan sampai perut kosong saat beraktivitas. Bisa masuk angin nantinya. Apalagi di hari itu Keke mau main kotor-kotoran di sawah. Mana lagi musim hujan pula. Setiap akhir pekan, hujan turun dengan lebat.


 
Baru juga sampai lokasi, udah keringetan karena main futsal.


Sesampainya di lokasi, Keke langsung berbaur dengan teman-temannya. Keke dan teman-temannya bermain futsal. Wah, belum juga pemotretan udah keringetan. Kalaupun gak jadi main di sawah, tetap aja harus mandi. Keringat bisa jadi salah satu sumber kuman. Bahkan tubuh menjadi lebih rentan justru disaat sedang berkeringat, lho.


Selama menunggu Keke pemotretan, Nai memilih bermain di area sekitar salah satunya di play ground. Tempat bermain seperti itu juga sebetulnya mengasyikan tapi banyak kuman. Siapa tau tempat bermainnya habis dipegang oleh anak yang terkena batul pilek, dilewati oleh tikus saat malam hari, dan lain sebagainya. Rajin diingetin aja supaya jangan masukin tangan ke mulut kalau belum mencuci tangan hingga bersih.

Yang Chi khawatirkan pun terjadi. Pemotretan baru berjalan sebentar, hujan turun dengan sangat lebat dalam waktu yang lumayan lama. Terpaksa jadwal pemotretan dihentikan sementara. Rada bosan sebetulnya menunggu hujan reda karena gak bisa ngapa-ngapain selain menunggu. Kalau aja bukan kegiatan pemotretan buku tahunan, kayaknya Chi udah kasih izin Keke dan Nai untuk mandi hujan hehehe.

Kalau tidak terhenti oleh hujan, harusnya setiap anak mendapatkan 3x sesi pemotretan. Foto sendiri (gaya bebas), foto kelompok (setiap kelompok ada temanya), dan foto bersama (seperti foto yang paling atas di postingan ini). Keke kebagian ketiganya. Yang paling heboh waktu foto bersama. Mengatur sekian banyak anak memang susah-susah gampang. Seharusnya setiap anak pegang balon gas. Tapi namanya juga anak-anak, diminta pegang erat-erat balonnya malah dimainin. Makanya beberapa balon ada yang terbang, termasuk balon Keke hahahaha!

Setelah hujan pun reda, sesi pemotretan pun dilakukan. Tapi karena sudah sore tidak semua tema bisa diselesaikan hari itu. Kelompok Keke masih termasuk yang kebagian difoto. Hanya saja ceritanya sedikit diubah. Tadinya yang berencana main tarik tambang di sawah menjadi tarik tambang di halaman.


 
Ada 2 tipe, nih. Yang fresh dan complete. Teman-teman pilih yang mana? Semua sama aja fungsinya, cuma beda wanginya.


Karena badannya tidak terlihat terlalu kotor, kami memutuskan untuk mandi di rumah saja. Semakin sore, semakin gelap suasana di sana karena penerangan yang minim ditambah dengan pepohonan yang rimbun. Daripada terburu-buru mandinya mending dilakukan di rumah aja.

Sampai rumah, langsung bergantian mandi dengan air hangat. Lifebuoy clini-shield yang kami pakai ini termasuk sabun shower gel yang konsentrat. Artinya, lebih pekat dari sabun cair pada umumnya. Makanya, pemakaiannya juga gak perlu banyak. Cukup satu tetes aja udah bisa untuk membersihkan seluruh tubuh. Ya, cukup dengan 1 tetes aja, sabun ini sudah mampu memberikan perlindungan 10x lebih baik dari sabun biasa untuk melindungi tubuh dari berbagai kuman penyebab penyakit.

Nai: "Gimana caranya 1 tetes bisa buat seluruh badan. Bunda? Emang bisa gitu banyak busanya?"

Hadeuuuhh ... tetep ya yang dicari adalah busa hehehe. Chi lalu menjelaskan ke Keke dan Nai cara mandi dengan menggunakan Lifebuoy clini-shield10 ini


Cukup satu tetes
Walaupun hanya satu tetes, busanya juga tetap banyak


  1. Bilas badan terlebih dahulu
  2. Tekan perlahan sabun Lifebuoy clini-shield10 ke telapak tangan. Cukup setetes aja, ya
  3. Beri sedikit air di telapak tangan, kemudian kucek-kucek kedua telapak tangan hingga berbusa
  4. Mulai usapkan sabun di telapak tangan ke berbagai area tubuh, terutama area tersembunyi yang mengandung banyak kuman
  5. Bilas hingga bersih

Badan yang sangat lelah karena aktivitas seharian, rasanya nyaman setelah dibersihkan oleh air hangat dan sabun yang melindungi kesehatan tubuh. Setelah itu, kami langsung tidur. Penasaran menunggu hasilnya yang baru akan dibagikan saat kelulusan nanti. Alhamdulillah, Keke dan Nai pun tetap sehat usai kegiatan photo buku tahunan.

So, kita kan gak bisa melawan atau merubah cuaca. Tapi, asalkan anak dalam kondisi sehat, gak perlu khawatir beraktivitas apapun termasuk di area terbuka atau area lainnya. Yang penting tetap jaga kebersihan tubuh usai beraktivitas, ya. :)

Continue Reading
28 comments
Share:

Tuesday, March 15, 2016

Penuh Drama Saat Tangan Nai (Diduga) Retak

Penuh drama saat tangan Nai (diduga) retak. Hasil rontgen di amplop ini yang jadi saksi bisunya.


Teman-teman pernah panik saat menghadapi anak sakit? Chi pernah banget. Bahkan yang penuh drama juga ada. Seperti cerita yang satu ini. Kejadiannya udah sekitar 5 tahun lalu. Tapi masih lumayan melekat diingatkan apalagi mengingat sekian ratus ribu melayang karena drama ini.

16 Juni 2011. Hampir 5 tahun yang lalu ...

Saat itu Nai masih duduk di bangku TK A. Seperti biasa, Chi yang menjemput anak-anak setiap hari. Hari itu, Nai gak mau langsung pulang. Dia masih ingin bermain dengan teman-temannya. Chi pun duduk di panggung kecil yang ada di dalam sekolah untuk menunggu Nai.

Nai: "Yuk, pulang, Bun."

Chi pun memakaikan Nai sepatu, kemudian menarik tangannya untuk berdiri. Tiba-tiba, Nai menjerit dan menangis dengan sangat keras. Katanya, lengannya sakit karena Chi menarik tangannya terlalu keras. Chi bingung ... Perasaan cuma menarik tangan Nai dengan sangat pelan?

Chi coba usap tangan Nai, tapi baru disentuh saja tangisannya semakin kencang. Kata Nai, tangannya sakit sekali. Dari bingung berubah jadi panik setelah satu per satu mulai menghampiri Nai. Pemilik sekolah, kepala sekolah, teman-teman Nai, dan lainnya pada mendekati Nai.

Nai: "Bunda narik tangan Ima keras bangeetttt. Huaaaa ...!"

Waaa ... Chi jadi makin panik saat Nai bilang begitu di depan orang banyak. *Pengen tutup muka pakai panci rasanya*

Awalnya, Chi sempat berpikir kalau ini adalah akal-akalan Nai. Dia sedang cari perhatian karena gak ingin diajak pulang. Tapi, perasaan Chi gak maksa dia untuk segera pulang. Lagipula, seumur-umur Chi belum pernah lihat Nai seperti itu.


Tips 1 - Berusaha bertanya secara lemah lembut kepada anak. Apa yang terjadi? Apa yang dirasakan? Bagian mana yang sakit? Dan lain sebagainya.

Chi bujuk Nai ke minimarket di samping sekolah. Biasanya dia paling senang beli es krim favoritnya setiap pulang sekolah. Setiap hari, dia harus makan es krim. Tapi, kali ini gak mempan dan Nai tetep menangis. Padahal Chi udah tawarin dia boleh beli es krim sampai 5, lho.  Tapi tetap aja gak mempan. Duh! Chi mulai goyah. 

Jangan-jangan memang benar tadi secara gak sadar sudah menarik tangan Nai terlalu keras?

Tangisan Nai gak berhenti juga. 'Sogokan' es krim jelas gagal total. Hampir sejam lebih dia menangis dan jejeritan di rumah. Gak hanya itu, tangan sebelah kirinya yang sakit pun terus ditekuk. Kalau memang Nai hanya akting, masa iya sampai hampir sejam dia tahan untuk menekuk tangannya? Disentuh pun dia gak mau.

Dengan ketakutan dan menangis, Chi mulai melepon K'Aie. Chi takut banget K'Aie akan marah setelah mendengar ceritanya. Menganggap Chi udah lalai menjaga Nai. Alhamdulillah, K'Aie memang gak seperti itu. Dia meminta Chi untuk segera membawa Nai ke rumah sakit. Apalagi Nai sudah menangis sangat lama. Mamah pun menyarankan hal yang sama.


Tips 2 - Pada saat seperti ini, memang sebaiknya dengan pasangan saling mendukung bukan saling menyalahkan.

Chi pun segera membawa Nai ke rumah sakit. Sebelumnya, emput Keke dulu ke sekolah. Keke terpaksa izin pulang cepat karena gak ada yang jemput dia kalau Chi ke rumah sakit. Sepanjang jalan, Nai masih tetap menangis sampai akhirnya dia tertidur di pangkuan asisten rumah tangga mamah.

Sesampainya di rumah sakit, Nai langsung dibawa ke IGD. Setelah mendengarkan cerita Chi, dokter jaga memeriksa tangan Nai. Dokter tidak melihat ada yang aneh di tangan kiri Nai. Tapi karena Nai terus-menerus menjerit dan menangis selama pemeriksaan, dokter meminta Chi untuk membawa Nai periksa tangannya ke bagian radiologi. Melakukan rontgen di tangan untuk memastikan apakah benar ada yang retak atau patah pada tangannya.

Maafkan Bunda, Nak. Maafkan, Bunda ...

Hanya itu yang bisa Chi ucapkan berulang-ulang dalam hati ketika melihat Nai menjerit-jerit saat tangannya harus diluruskan agar bisa dirontgen. Ngilu rasanya melihat kejadian itu.Walaupun chi belum pernah merasakan patah tulang, tapi membayangkan saja kalau tangan patah dipaksa harus diluruskan pasti rasanya akan sakit banget.

Malah saking sedihnya, Chi sempat berpikir gak mau menyentuh Nai sebagai tindakan pencegahan. Khawatir Chi salah lagi. Bener-bener, deh, saat itu Chi sangat feeling guilty kepada Nai. *Hadeuuuhh ... Chi ini mikirnya begitu banget, ya?*

Yah, ada di sini, dooong. Yah, Bunda takuutt ... Bunda sediiihh ...

Andai ada pintu kemana aja Doraemon, Chi sangat berharap K'Aie bisa langsung hadir saat itu juga. Rasanya pengen ikutan nangis bersama Nai. Tapi, Chi harus pura-pura kuat karena bisa-bisa Nai tambah kencang tangisannya. Biasanya kalau urusan begini, memang K'Aie yang lebih tegar dari Chi. Dulu, waktu pertama kali Keke vaksin aja yang menemani adalah K'Aie. Chi gak tega melihat Keke disuntik. *Ih, Chi memang cengeng!*


Tips 3 - Ketika anak sedang sakit, orang tua sebaiknya berusaha untuk tetap tenang dan tegar. Apalagi dengan adanya bonding antara ibu anak, maka anak bisa semakin rewel bila ibunya sedih.

Proses rontgen rasanya luar biasa lamanya. Mungkin ini perasaan Chi aja karena melihat Nai yang terus-menerus menjerit dan menangis. Lega banget ketika proses rontgen selesai. Apalagi setelahnya tangisan Nai mulai reda. Sambil menunggu hasil rontgen, Chi pun mengurus segala administrasi.

Untuk pembayaran, biaya rontgen saja mencapai Rp250.000,00. Belum termasuk biaya dokter dan obat. Gak apa-apa yang penting Nai bisa segera pulih.

Nai: "Bun, Ima mau es krim."

Seneng banget ketika Nai mulai berhenti nangisnya. Chi pun segera ajak ke kantin rumah sakit. Nai makan es krim dengan lahap. Dia mulai tertawa-tawa ketika ngobrol bersama kami. Yang mengejutkan, tangannya juga sudah bisa digerakkan!

Bunda: "Dek, tangannya gimana, tuh? Udah gak sakit?"
Nai: "Iya, udah sembuh."
Bunda: "Hah? Seriusan? Begitu doang? Beneran udah sembuh?"
Nai: "Iya."
Bunda: "Lah, terus tadi nangis ... Trus rontgen ...? Trus ...?"
Nai: "Iya tadi sakit, Bun. Sekarang udah enggak."

Perasaan Chi saat itu campur aduk banget. Tentu aja, Chi seneng Nai udah terlihat sembuh. Tapi, kok, cepat amat kejadiannya. Aaahhh ... Mendadak banget jadi bunda labil! Masih terselip rasa deg-degan karena belum lihat hasil rontgen.

Setelah menunggu beberapa saat, hasil rontgen pun keluar lalu kami segera mendatangi dokter jaga. Menurut dokter, dilihat dari hasil rontgen tidak terlihat ada masalah di tangan Nai. Dokter menduga, kemungkinan tadi Nai hanya kaget karena tangannya ditarik.

Ah, apa iya tadi Chi segitu kencang menarik tangan Nai? Kayaknya enggak. Tapi trus kenapa Nai nangis? Aaarrggh! Binguung! *Galau lagi*

Dokter hanya memberi paracetamol untuk menghilangkan rasa sakit. Apabila obat sudah habis dan Nai masih merasa sakit, disarankan untuk kembali ke rumah sakit untuk konsultasi kesehatan lanjutan.

Sampai sekarang, Chi gak mengerti apa yang sebetulnya terjadi. Kalau dibilang Nai sedang mencari perhatian, rasanya enggak juga. Sebelum dan setelah kejadian, Nai gak pernah bersikap seperti itu. Hingga sekarang pun dia gak begitu. Bukan berarti dia gak pernah cari perhatian, tapi rasanya gak segitunya yang sampe bikin bundanya panik dan feeling guilty luar biasa.


Tip 4 - Bila terjadi sesuatu dan tidak tau bagaimana menanganinya, sebaiknya langsung dibawa ke orang yang ahli. Seperti hal ini, kami memutuskan untuk bawa Nai ke dokter. 

Lega dan tersenyum kecut, ketika baru melewati kejadian itu. Lega karena tidak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan dari tangan Nai. Tersenyum kecut karena ratusan ribu melayang untuk sesuatu yang ternyata gak kenapa-napa. Aduh, Dek! Mending lain kali uangnya dipakai buat beli es krim yang banyak aja, ya! *Ups! Becanda, ding hehehe*

Hasil rontgen tetap disimpan hingga saat ini. Kalau dulu, sempat tersenyum kecut membayangkan uang ratusan ribu itu. Sekarang, sih, kami cekikikan aja kalau mengenang kejadian waktu itu. Anggap aja itu misteri yang gak terpecahkan hihihi. Mungkin inilah salah satu warna-warni menjadi orang tua. Panik saat anak sakit!


Tips 5 - Panik dan sedih saat anak sakit itu wajar. Tapi, usahakan tetap berkepala dingin agar bisa berpikir baik harus melakukan tindakan apa.

Teman-teman pernah panik saat anak sakit, gak? Cerita di sini, yuk!

 
Ini Nai waktu masih playgroup. Gedean dikit dari ini, dia bikin panik bundanya karena menduga tangannya retak. Drama banget ya, Dek! Hehehe :D

Continue Reading
34 comments
Share:

Saturday, March 12, 2016

Menjadi Blogger Profesional, Mungkinkah?


Menjadi blogger profesional. Mungkinkah? Bila pertanyaan itu ditanyakan ke Chi saat awal ngeblog, sekitar akhir tahun 2007, mungkin Chi akan berkata tidak mungkin. Atau bisa juga menjawab tidak tau. Tapi, kalau ditanyakan sekarang, Chi akan menjawab, "Kenapa tidak? Sangat mungkin, kok."

Walaupun sudah menjadi blogger sejak tahun 2007, tapi Chi baru tau kalau blog bisa menghasilkan pendapatan sejak 3 tahun terakhir. Sempat merasa agak menyesal karena telat taunya. Tapi sekarang Chi merasa bersyukur karena sekian tahun ngeblog tanpa tau dari blog bisa dapat ini-itu membuat Chi jadi terbiasa untuk konsisten menulis hingga akhirnya menjadi passion.

Profesional biasanya suka dikaitkan dengan penghasilan. Siapa yang menolak kalau ditawari penghasilan tambahan atau bahkan bisa tetap? Tapi apa iya, semua penawaran harus 'dihajar'? Apa iya gak harus paham tip and tricknya dulu? Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Semua pertanyaan itu terjawab di hari Minggu, 6 Maret 2016 bertempat di Burger King, Plaza Festival. Kopdar Blogger Fun Blogging yang bekerjasama dengan CNI ini mengambil tema Digital Marketing Sharing.



Sesi pertama diawali oleh Niko Riansyah, social media community CNI yang akan sharing tentang "Digital Marketing". Niko inilah sosok yang bertanggungjawab dibalik berbagai akun social media CNI. Niko pula yang melakukan digital advertising bagi CNI.

Menurut Niko, Google memprediksi pada tahun 2020 lebih dari 7 milyar orang dan bisnis dan paling tidak sekitar 30 milyar device akan terkoneksi dengan internet. PC secara perlahan mulai ditinggalkan karena semakin banyak yang memilih mobile.

Dari sekitar 251 juta penduduk Indonesia, penetrasi penggunaan internet ternyata baru 15% atau sekitar 38 juta. Jumlah yang masih sedikit. Tapi pengguna FB bisa sekitar 62 juta, bahkan jumlah mobile device bisa lebih banyak dari jumlah penduduk. Itu karena ada yang memiliki akun lebih dari 1, bahkan mempunyai perangkat juga lebih dari 1.


CNI adalah perusahaan MLM yang sudah dikenal sejak lama. Sudah hampir 30 tahun usianya. Mengikuti perkembangan zaman, CNI mulai berpromosi melalui dunia digital sejak setahun terakhir. Adapun digital platform yang digunakan CNI adalah Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Blog, G+, dan MailChimp. Berdasarkan data terakhir, Desember 2014, berikut adalah data digital platform CNI:


  • Fanpage - 40K likes
  • Twitter - 20K followers
  • Instagram - 15K followers
  • Youtube - 35K views
  • G+ - 45K interactions

Apabila teman-teman memiliki database email, bisa coba menggunakan mail chimp untuk menginfokan artikel terbaru melalui email. Semacam berkirim news letter ke beberapa email untuk share artikel. Dari mail chimp bisa ditrack berapa banyak yang subscribe dan juga yang klik email.

Untuk membuat digital advertising, maka dibutuhkan marketing content. Tapi tidak sembarangan membuat marketing content. Setiap bulannya perlu melakukan content plan. Merencanakan konten apa saja yang akan dibahas. Ide merencanakan konten bisa dengan melihat hal-hal yang sedang trend di dunia maya.

Konten merupakan bagian terpenting dari digital advertising. Social media CNI bisa bertumbuh karena memiliki variasi konten. Karena konten bisa mengajak para pembaca untuk berinteraksi. Walaupun CNI berjualan produk, tidak semua konten yang dibuat tentang jualan. Sesekali buat konten lain tapi yang masih ada hubungannya dengan produk di CNI. Maksudnya, di CNI menjual produk kesehatan, maka sesekali membuat konten tentang Tip Menjaga Kesehatan, Manfaat Vitamin C, dan lainnya. Tentunya konten seperti itu masih berhubungan. Malah biasanya konten tentang beraneka tip seperti itu yang banyak dishare oleh pembaca.


Tip menarik dari Niko adalah membuat konten sebaiknya jangan hard selling tapi bercerita. Karena konten yang bercerita justru biasanya pembaca lebih tertarik. Dan membuat ada interaksi dengan pembaca.

Ketika harus membuat konten yang jualan banget, maka untuk menarik perhatian pembaca konten tersebut harus dikemas sangat menarik. Misalnya, konten penawaran promo. Kalau ada penawaran menarik, biasanya pembaca akan mengunjungi blog.

Apa yang mau dibahas? Menjadi awal untuk membuat konten. Setelah tau apa yang mau dibahas, kemudian tentukan ide, pilih produk, dan pesan apa yang ingin disampaikan. Setelah itu buatlah visualisasinya. Bisa berupa gambar atau video. Setelah semua selesai maka konten pun sudah bisa dipublish. Apakah setiap konten harus diiklankan? Menurut Niko, kalau di CNI semuanya tergantung kebutuhan. Kalau dirasa perlu, maka akan diiklankan.


Facebook Ad vs Google Adv

CNI menggunakan Facebook Ad vs Google Adv. Niko menjelaskan sedikit tentang karakteristik dari kedua media advertising ini.

Apabila teman membuka FB kemudian di tengah timeline ada iklan muncul, itu biasanya fanpage tersebut diiklankan (promo page). Pemilik fanpage juga bisa mem-boost status (boost page) mana yang akan diiklankan. Biasanya, setelah diiklankan terasa pertambahan followernya. Bisa juga promotion website melalui fanpage, sehingga pengunjung bisa direct link ke website melalui fanpage.

Untuk Google Adv, ada Google search, video ads, dan display ads. Sama seperti Fanpage, Google Adv juga memberi kontribusi tinggi bagi CNI.

Baik Facebook Ad maupun Google Adv, semuanya bisa disetting oleh pengguna. Iklan seperti apa yang dibutuhkan, kapan waktu untuk iklan, dan lain sebagainya. Menurut Niko, biasanya watu terbaik untuk beriklan adalah sekitar pukul 10.00 s/d 14.00. Di akhir pekan, yang mengakses iklan agak sepi. Beriklan seperti ini tentu saja aja ada biayanya. Tapi, jangan khawatir, biaya bisa disesuaikan dengan budget yang dimiliki. Asalkan siapkan saja kartu kredit, karena untuk saat ini billing iklan masih menggunakan kartu kredit.

Facebook Ad maupun Google Adv, mempunyai karakter masing-masing. Sehingga keduanya bisa dimanfaatkan. Untuk media sosial memang bisa beriklan di tempat lainnya seperti instagram, path, dan lain sebagainya. Tapi menurut Niko, diantara berbagai media sosial tersebut, Facebook Fanpages yang masih paling mempengaruhi karena selalu inovatif.


Tip lain dari Niko adalah buat iklan yang sesuai dengan konten. Jangan buat iklan dengan judul teh, tapi isinya mempromosikan kopi.
 

Sesi berikutnya giliran Ani Berta yang berbicara. Blogger satu ini sudah lebih dari segudang pengalaman dan prestasinya. Tapi, rasanya belum banyak yang tau kalau latar belakang pendidikan Ani Berta adalah lulusan STIKMI (Akuntansi), Bandung. Blogger memang datang dari berbagai latar belakang pendidikan.

Saat ini semakin banyak saja yang ingin menjadi blogger. Sayangnya tujuan menjadi blogger adalah agar bisa datang ke acara ini-itu, dapat goodie bag, atau berharap ada imbalan lainnya. Sebetulnya gak masalah seperti itu tetapi seharusnya diimbangi dengan sikap yang profesional.

Untuk menjadi seorang blogger yang profesional, Ani Berta memberikan tip yaitu belajar dan berlatih memperkaya konten terlebih dahulu. Dan agar bisa membuat konten yang baik, selain banyak berlatih juga belajar dari para blogger yang lebih berpengalaman.

Teman-teman, sering bingung mencari ide untuk konten? Padahal ide untuk membuat konten itu sangat bertebaran. Menurut Ani, ibaratnya seperti udara yang bisa dihirup gratis dan ada dimanapun. Berikut adalah sumber konten yang bisa didapatkan


Berbagi Informasi

Teman-teman bisa berbagi informasi tentang berbagai tempat bersejarah, cara membuat NPWP, inspirasi dan solusi, informasi beasiswa, dan lain sebagainya. Biasanya artikel tentang tip juga sering dicari pembaca.


Berbagi Edukasi

Walaupun sekarang sudah menggeluti dunia blogger, Ani tetap bisa berbagi keahlian di bidang akuntansi sesuai dengan latar belakang pendidikan yang pernah ditempuhnya. Teman-teman juga bisa seperti itu. Atau bisa juga berbagi edukasi berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber yang ditemui di workshop atau personal interview


Berbagi Opini


Apa yang kita alami atau lihat sehari-hari juga bisa dijadikan sebuah konten. Melihat acara televisi yang menarik, bisa kemudian dibuat tulisan tentang acara tersebut. Mengalami kejadian yang lucu, ngrobrol topik seru dengan tetangga, dan lain-lain, semuanya bisa dijadikan konten.

Salah satu tip penting dari Ani Berta adalah ketika blogger selesai menghadiri suatu acara, jangan langsung menuju tempat makan walaupun sudah dipersilakan oleh penyelenggara. Tapi, berburu narasumber dulu seperti yang selama ini dilakukan oleh para wartawan. Karena ini adalah kesempatan emas yang sebaiknya tidak disia-siakan. Agar tulisan kita semakin berkualitas.

Masih membahas tentang narasumber, Ani Berta menceritakan berbagai pengalamannya saat berburu narasumber. Tidak selalu bertemu dengan narasumber di tempat yang mewah dan nyaman. Kadang, Ani juga mengejar narasumber ke tempatnya langsung. Ngobrol di pinggir sawah, makan makanan khas di tempat narasumber, dan berbagai pengalaman lainnya.

Ditolak narasumber juga pernah beberapa kali diterima Ani. Belum lagi berbagai karakter yang ditemui setiap ketemu narasumber. Contohnya ada narasumber yang awalnya takut bila bertemu dengan orang asing. Dari paparan Ani tentang berburu narasumber, Chi berkesimpulan untuk mendapatkan narasumber sebagai berikut:


  1. Giat. Kadang godaan untuk beristirahat di penginapan itu ada. Tapi Ani memanfaatkan waktu istirahatnya untuk berburu narasumber. Apalagi berbicara langsung dengan narasumber, bisa membuat tulisan yang dibuat semakin mendalam dan orisinil
  2. Pantang menyerah. Jangan menyerah bila narasumber yang diinginkan berkali-kali menolak. Hubungi terus dan utarakan maksud kita dengan baik dan jelas.
  3. Jangan memaksa. Kadang ada narasumber yang tidak bisa langsung akrab. Untuk meluluhkan hati narasumber seperti ini, bisa diawali dengan mengajak bicara berbagai hal ringan, seperti apa hobinya, kesehariannya, dan lainnya. Jangan langsung ke tujuan yang akan ditanyakan.

Artikel yang kita buat bisa semakin berbobot bila sesuai fakta. Untuk mendapatkan info yang sesuai fakta tentu aja gak bisa hanya mengandalkan info dari Google atau obrolan sana-sini. Teman-teman bisa mendapatkan data valid dari instansi terkait. Bisa juga melalui wawancara, buku, dan juga media. Untuk media dan buku, pilihlah yang bisa dipercaya beritanya.

Mulai saat ini, teman-teman biasakan membawa peralatan lain ketika menghadiri acara. Jangan hanya bawa powerbank saja. Tapi bawa juga recorder, buku catatan, dan juga bolpen, ya. Ani Berta juga memberikan tip lain bahwa untuk datang ke satu acara saja, sebetulnya bisa di breakdown menjadi lebih dari 1 postingan. Ani memberi contoh saat hadir di acara Sahabat JKN


  • Reportase. Tentu ini biasanya tulisan yang wajib dibuat setelah blogger hadir di suatu acara
  • Interview Narasumber. Sudah dijelaskan di bagian atas. Bisa selesai acara sebaiknya manfaatkan waktu sedikit untuk berburu narasumber baru kemudian menyantap hidangan yang sudah disediakan.
  • Di balik acara / Behind The Scene. 
  • Pengetahuan Khusus. Bila membuat tulisan reportase biasanya membuat ulasan secara keseluruhan. Tapi kalau dirasa ada sesuatu yang khusus yang rasanya bagus kalau untuk dibuat satu postingan tersendiri, maka teman-teman bisa membuat artikelnya.

Jangan menjadi blogger yang ikut-ikutan juga pesan lain yang disampaikan oleh Ani. Artinya menjadi seorang blogger apalagi ingin profesional, harus punya jati diri. Harus mencari tau passionnya dimana. Jangan misalnya saat ini lagi trend travel blogger, ikut-ikutan jadi travel blogger. Trus trendnya berubah lagi, maka konten-konten di blognya pun berubah lagi mengikuti trend.

Gak apa-apa kalau sesekali menulis hal lain. Misalnya, membuat konten tentang gadget padahal niche blog kita bukan tentang gadget/techno. Selama hanya dilakukan sesekali bukan termasuk yang ikut-ikutan. Apalagi kita juga menulis dengan style sendiri. Jangan lupa diberi label untuk setiap postingan. Pembaca bisa langsung tau seperti apa blog yang dikunjungi dengan melihat label. Atau siapa tau ada klien yang ingin melihat tulisan tertentu milik kita.

Hal penting lainnya yang Chi perlu garis bawahi dari penjelasan Ani adalah melakukan dengan ikhlas. Berbagai aktivitas dan proyek yang pernah dilakukan Ani awalnya dilakukannya secara sukarela. Gak pakai hitung-hitungan bayaran. Tapi tidak mendapatkan bayaran pun, tetap Ani kerjakan dengan sungguh-sungguh untuk menghasilkan konten berkualitas.

Apa yang dilakukannya seringkali berbuah manis. Walaupun Ani juga menolak untuk dikatakan sukses karena menurutnya masih banyak orang yang lebih sukses darinya. Salah satu buah manisnya bisa teman-teman baca di postingan terbaru Ani di blognya, yaitu www.aniberta.com. Tentang pengalaman Ani Berta menjadi salah satu Delegasi Asean Work-life Balance mewakili Indonesia. Tidak hanya itu, Ani juga menjadi salah seorang pembicara di acara tersebut. *Kereeen!*

Teman-teman sudah siap menjadi blogger profesional? Camkan dalam-dalam quote Ani Berta di bawah ini, ya.

"The Strength of the work automatically create opportunities - Ani Berta

Kelas advance Fun Blogging yang disponsori oleh CNI ini tidak hanya sarat ilmu tapi sejak awal acara juga sudah bertabur hadiah. Ada 3 pemenang live tweet yang dibagi ke dalam 3 sesi. Awal, tengah, dan akhir acara. Suasananya juga santai penuh keakraban.

Dan, ngomong-ngomong tentang CNI, Teman-teman sudah mencoba produk CNI? Chi sudah pernah mengkonsumsi CNI Ester-C serta berbagai produk minumannya seperti ice lemon tea dan hot chocolate.

Bila teman-teman tertarik untuk belanja di CNI sekarang caranya mudah banget, kok. Apalagi bisa dilakukan online. Yan pertama kali harus teman-teman lakukan tentu saja buka web geraicni.com kemudian pilih produk mana saja yang akan dibeli. Setelah itu, teman-teman bisa perhatikan step by step cara belanja melalui deretan screenshot di bawah ini.

 
 
 
 
 

Gerai CNI


Jam layanan

  • Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
  • Sabtu / Minggu / Hari Libur: Tutup

www.geraicni.com

Facebook: CNI Indonesia
Twitter: CNI_ID
Instagram: CNIIndonesia

Continue Reading
22 comments
Share:

Sunday, March 6, 2016

Keke Jagoan Bunda


Nai: "Bundaaa ... beli apa? Ada buat Ima, gak?"

Begitulah tingkah laku Nai setiap kali Chi habis bepergian tanpa mereka. Harus ada oleh-oleh kecil yang dibawa. Biasanya minta es krim. Kalau Keke seringkali lebih kalem walaupun senang juga kalau dikasih es krim.

Tapi kemarin (4 Maret 2016) ada cerita yang sedikit berbeda ...

Keke: "Bun, maafin Keke, ya. Tadi, Keke keasikan main di rumah temen sampe lupa jagain Nai di rumah. Padahal Bunda lagi gak ada."
Bunda: "Kok, bisa sampai lupa?"
Keke: "Abis di kamarnya segala ada, Bun. Ya, udah jadinya keasikan main, deh. Maaf ya, Bun."

Chi lalu tersenyum saja. Sebetulnya, Nai juga gak sendirian di rumah. Ada neneknya yang menemani. Meskipun begitu mamah tidak keberatan, tapi Chi tidak membiasakan diri untuk tergantung sama orang tua. Apalagi selama masih bisa dikerjakan sendiri.



Keke dan Nai pun sejak kecil diajarkan untuk mandiri. Kadang Chi suka khawatir kalau sampai sakit. Siapa yang akan mengasuh mereka? Alhamdulillah, Keke dan Nai cukup mandiri. Setidaknya untuk beberapa hal mereka sudah bisa melakukan sendiri. Termasuk membuat makanan sederhana yang mereka konsumsi sendiri.

Itulah kenapa waktu itu Keke minta maaf. Karena setiap akan pergi sebentar untuk suatu urusan, biasanya Chi akan berpesan ke Keke supaya jangan meninggalkan Nai. Tapi, waktu itu Keke lupa. Sikap Keke untuk meminta maaf juga sangat Chi hargai. Itu artinya dia jujur dan mau mengakui kesalahan. Sikap seorang hero :)

Keke itu kadang cuek sampai Chi suka mengingatkan untuk menemani adiknya. Tapi ada kalanya juga dia sigap. Kalau Chi lagi sakit, dia akan sigap dengan sepedanya untuk membelikan makanan atau hal lain yang dibutuhkan. Bantuin bebersih rumah, minimal nyapu lantai sama buang sampah. Seandainya Chi lagi gak bisa jemput, Keke bisa dipercaya untuk menjaga adiknya pulang bersama ojek langganan. Bisa diandalkan pokoknya.



Keke itu jagoan Bunda yang bisa diandalkan. Kalau bicara tentang hero atau pahlawan memang selalu ingatnya tentang perjuangan. Padahal sebetulnya hal-hal kecil seperti itupun bisa jadi aksi heroik seorang anak. Berbagai hal kecil yang bisa bikin seorang bunda yang gampang mewek ini *ya, yang dimaksud adalah Chi hehehe* jadi tambah cengeng :D

Mungkin terlihat sederhana banget, ya. Tapi sebetulnya gak bisa dianggap sepele. Hal-hal seperti ini juga termasuk yang akan membentuk karakter mereka. Akan seperti apa mereka kelak. Coba bayangin aja kalau Chi sedang sakit, sedangkan anak-anak gak mandiri. Pasti bakal gak asik banget.

Hari ini, usia Keke tepat 12 tahun. Selamat ulang tahun, Nak. Teruslah menjadi anak yang baik. Aamiin.


http://www.kekenaima.com/p/disclosure.html


My Kid, My Hero


Teman-teman punya cerita aksi hero dari anak-anak, gak? Ya, siapa tau aja anak pernah melakukan sesuatu yang terpuji kepada teman, guru, orang tua. dan lain-lain. Ceritakan, yuk!

Teman-teman bisa ikut kontes My Kid, My Hero. Tulis cerita pengalaman anak saat menjadi pahlawan. Contohnya, membantu hewan yang terluka, menolong teman yang jatuh, membantu ibu di rumah, dan sebagainya. Inilah syarat dan mekanismenya:

Mekanisme


  • Tulis pengalaman anak saat menjadi pahlawan (minimal dalam 100 kata) di form di Fanpage HiLo School
  • Merupakan cerita orisinil dan belum pernah diikutsertakan di kontes lain
  • Upload foto si kecil bersama susu HiLo School varian apa saja
  • Usia anak maksimal 13 tahun
 
Syarat dan Ketentuan Tambahan

  • Batas akhir upload cerita 15 Maret 2016. 
  • Pemenang dipilih berdasarkan cerita yang paling inspiratif dan menarik. 
  • Pengumuman pemenang pada 23 Maret 2016 di fanpage HiLo School. 
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
 
Hadiah:
 
  • 1 Pemenang Utama: Notebook Lenovo dan paket HiLo School
  • 3 Pemenang Hiburan: voucher belanja Sodexo @ 500.000 dan paket HiLo School 

Mumpung masih ada waktu, nih. Segera ikutan, ya :)

Continue Reading
34 comments
Share:

Tuesday, March 1, 2016

Kiddle.co, Search Engine Khusus Anak (Bukan) Dari Google

Kiddle.co, Google, Search Engine


Seminggu yang lalu, Chi menjadi salah seorang narasumber dalam acara Sunday Sharing Blogdetik. Sebuah acara yang dilakukan teratur setiap 1 bulan sekali. Tema sharingnya bermacam-maca, bisa berubah-ubah setiap bulannya. Untuk tema bulan Februari 2016 adalah tentang parenting yang kali ini mengambil topik "Mengasuh Anak di Era Digital"

Chi tidak menjadi narasumber tunggal di acara tersebut. Ada Dr. Andyda Meliala dan juga partnernya mbak Kristi. Mereka berdua adalah ahli parenting. Sedangkan kapasitas Chi adalah sebagai narasumber yang akan berbicara tentang pengalaman pribadi. Dimana keseharian Keke dan Nai lekat dengan dunia digital.

Dunia digital dalam hal ini adalah dunia internet seperti dua sisi mata pisau. Positifnya banyak, negatifnya pun gak kalah banyak. Seringkali sisi negatifnya sampai menghkhawatirkan sehingga mungkin saja itu menjadi pertimbangan bagi bebeapa orang tua untuk tidak mengenalkan internet kepada anak. Tapi bukan berarti yang memilih untuk mengenalkan tidak punya rasa khawatir, ya.

Di postingan ini, Chi gak akan bercerita secara keseluruhan tentang apa aja yang disampaikan pada acara tersebut. Mungkin di postingan selanjutnya. Di acara tersebut, Chi menyarankan untuk memasang parental contro di rumah. Bisa lewat router, install aplikasi, atau saat ini sudah ada gadget yang punyaaplikasi parental control sendiri. Masukkan berbagai kata kunci terlarang di parental control tersebut.

Tentu saja gak menjamin 100% aman. Seperti yang mbak Kristi bilang kalau saat ini cari info di Google dengan memasukkan kata kinci 'banana' saja yang keluar bisa info tak terduga. Dan, tentu saja 'banana' tidak termasuk kata terlarang di parental control rumah kami. Berarti resiko tetap ada.

Beberapa hari yang lalu, Chi mendengar kabar kalau Google baru saja meluncurkan search engine khusus anak bernama Kiddle.co. Kalau dari warna solid di setiap huruf memang khas Google banget. Ada warna merah, hijau, kuning, dan biru.

Cara mencari informasinya sangat mudah. Sama aja kayak mencari info melalui Google.Chi udah coba memasukkan berbagai kata kunci 'aneh' yang sekiranya kurang atau tidak baik bagi anak-anak, sejauh ini tidak keluar sama sekali. Kabarnya, tim editor Google memang menyaring ketat, apa saja konten yang bisa keluar di search engine Kiddle.

Sedikit kekurangannya adalah masih belum komplit terutama untuk konten lokal. Chi coba cari konten tentang menyelesaikan soal matematika akar pangkat tiga ternyata tidak ditemukan. Chi coba cari konten tentang kartun Syamil dan Dodo, juga tidak ditemukan. Sepertinya tim editor Google masih harus bekerja keras untuk lebih banyak lagi memasukkan dan menentukan mana saja konten yang aman termasuk konten lokal. Walaupun begitu, gak ada salahnya sebagai orang tua menyambut baik search engine ini terlebih dahulu. Setidaknya bisa membantu mengurangi kekhawatiran orang tua terhadap bahaya dunia internet. Tapi tetap saja jangan lupakan pengawasan, ya :)

Next, Chi berharap semoga YouTube untuk anak juga akan segera ada.

Ralat (10 Maret 2016):

Berita terbaru yang Chi dapat dari beberapa sumber, ternyata Kiddle bukan dari Google. Bukan berarti Chi gak melakukan cek dan ricek ketika berita ini ditulis. Beberapa media yang Chi anggap terpecaya juga awalnya mengabarkan kalau Kiddle adalah search engine khusus anak versi Google. Terlebih tampilannya memang agak Google hanya versi anak. Membuat Chi percaya kalau memang dari Google. Baru-baru ini saja dikabarkan kalau situs ini memang menggunakan Google Safety Search. Tapi berarti dari Google.

Ya, apapun alasannya, Chi minta maaf untuk kekeliruan ini. Tapi, mau dari Google atau bukan kalau memang aman untuk anak tetap Chi dukung. Dan tetap jangan lupakan pengawasan.

Continue Reading
4 comments
Share: