Minggu, 25 September 2016

Semua Hal Yang Dilakukan Demi Keluarga

soyjoy cut carbo

Semua Hal Yang Dilakukan Demi Keluarga


Setelah menikah dan memiliki anak, perubahan apa yang akan dilakukan?

Kira-kira seperti itulah pertanyaan di selembar questioner yang harus kami isi pada acara Bloggers Gathering – SOYJOY Cut The Carb di The Hook, Jakarta (Kamis, 8/9). Hmmm … Chi rada mikir ketika menjawab questioner ini. Bukan karena gak tau jawabannya, tapi justru banyak sekali perubahan yang sudah dan akan dilakukan. Yang pasti kehidupan sebelum dan setelah menikah itu jauh berbeda. Termasuk berbagai kebiasaan yang dilakukan. Teman-teman ada yang seperti itu juga, gak?

[Silakan baca: Tips Menjalankan Diet Gak Nyiksa Dengan Slim&Fit]


soyjoy cut carbo 
Kiwi juice tanpa gula


Demi Bjorka


Hadir di acara ini, keluarga yang seruuuu banget! Dan, Chi ngefans sama keluarga muda ini. Instagram mereka kece badai. YouTube channelnya juga ngegemesin banget. Apalagi kalau tentang Bjorka.

Iyess! Yang Chi maksud adalah keluarga Ringgo Agus Rahman dan Sabai Dieter dengan anak mereka yang lucu banget bernama Bjorka. Keluarga muda ini punya YouTube channel dengan judul Pesan untuk Bjorka.


soyjoy cut carbo
“Saya itu bapak baru yang norak baru punya anak. Apa-apa tuh mikirnya anak, anak, anak,” ujar Ringgo Agus Rahman


Kenorakan yang dimaksud Ringgo Agus antara lain sejak memiliki Bjorka belum lagi membeli baju untuk diri sendiri. Tapi kalau untuk Bjorka sih dari rencana pengen makan di luar trus lihat toko yang jual baju bayi lucu, bisa beli dulu. Dia dan istri sejak hamil tua sudah tidak lagi menonton di bioskop. Beberapa kali rencana liburan gagal. Menurut Agus Ringgo, awalnya Sabai bukanlah tipe istri yang bisa masak. Tapi, setelah Bjorka mulai MPASI, Sabai mulai turun ke dapur untuk belajar membuat MPASI sendiri. Semua karena Bjorka :)

soyjoy cut carbo
Seafood Salad – Mixed green with calamari and prawn in orange salsa


Gaya hidup tidak sehat yang berkaitan dengan pola makan pernah dilakukan oleh Agus Ringgo. Bahkan setelah menikah berat badan semakin meningkat. Beberapa fakta memperlihatkan orang di sekitar yang terganggu kesehatannya membuat Agus Ringgo mulai terpikir untuk menjaga kesehatan. Apalagi dia memiliki keturunan diabetes.

Keinginan suatu saat nanti bisa olahraga bersama Bjorka bahkan bisa melakukan aktivitas bersama lainnya seperti naik gunung bersama. Berharap bila kelak Bjorka menikah dan memiliki anak, Agus Ringgo juga masih sanggup menimang cucu. Tentu saja segala keinginan itu bisa terwujud bila selalu menjaga kesehatan.

Cerita dan harapan Agus Ringgo Rahman yang dituturkan dengan gayanya yang khas, banyak terjadi di banyak keluarga, ya. Begitu juga dengan keluarga Chi. Setelah punya anak, yang didahulukan selalu anak. Badan yang semakin melar juga terjadi. Malah Agus Ringgo bilang kayaknya jarang ada laki-laki yang badannya masih kotak-kotak setelah menikah hahaha! Diet always start tomorrow juga sempat jadi moto Agus Ringgo. Sama, dong hehehe. Tapi, kemudian dia mengalami sakit punggung dan setelah mengecek ternyata terkena obesitas 1. Disitulah Agus mulai merasa harus memperhatikan kesehatan.

Setelah beberapa kali gampang sakit, Agus Ringgo mulai memikirkan pola diet apa yang paling gampang dilakukan. Setelah mencari tahu, ternyata diet karbo yang paling mudah, misalnya mengurangi porsi nasi yang biasa dikonsumsi. Sabai pun tadinya juga abai dengan pola makan. Tetapi sejak hamil mulai memperhatikan asupan gizi serta pola makan demi anaknya.

Untuk membuktikan tekad Agus Ringgo menurunkan berat badan dan menjalani pola makan sehat, di YouTube Channel pesan untuk Bjorka akan ada beberapa episode tentang usaha Agus Ringgo ini. Target awalnya adalah menurunkan berat badan sebanyak 5 kg. Apakah Agus Ringgo bisa? Teman-teman bisa ikuti di YouTube Channel Jalan Sore. Demi Bjorka, Agus Ringgo bertekad ingin berubah.

[Silakan baca: Michiyo Ramen - Enak, Sehat, Halal, dan Kekinian]




Cut Carbo, Cara Termudah untuk Pola Hidup Sehat


Agus Ringgo mengatakan kalau pola diet yang termudah adalah cut carbo. Menurut mbak Shella Septiani, pada tahun 1990, 5 penyebab kematian terbesar di Indonesia adalah TBC, Jantung, Stroke, Diare, dan Infeksi Pencernaan. Sedangkan, pada tahun 2013, 5 penyebab kematian terbesar di Indonesia mulai berubah. Penyakit kanker dan diabetes mulai masuk 5 besar, sedangkan diare dan infeksi pencernaan sudah tidak lagi. Diabetes berada di peringkat ke-4 penyebab kematian terbesar di Indonesia.

5 pencetus utama penyebab kematian terbesar di Indonesia adalah pola makan.

Berdasarkan Rikerdas 2007, ada beberapa fakta tentang diabetes, yaitu:


  1. 1 dari 50 dewasa muda (25-34 tahun) terkena diabetes 
  2. 1 dari 10 orang Indonesia Pra-diabetes 
  3. 4-6 penderita tidak sadar bila sedang terkena diabetes 
  4. Pra-diabetes dapat berubah menjadi diabetes dalam jangka waktu 4-5 tahun bila tidak menjaga pola makan 
 
Ciri-ciri diabetes sulit kelihatan, sehingga banyak yang tidak sadar terkena diabetes. Bisa melakukan cek gula darah bila teman-teman ingin mengetahui apakah kondisi kesehatannya normal, pra-diabetes, atau diabetes.

Penyebab utama diabetes di Indonesia adalah konsumsi karbohidrat yang berlebih.

Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap nasi masih tinggi bahkan semakin meningkat. Apalagi masih ditambah dengan asupan karbo lainnya. Makan nasi pakai mie, lauknya bakwan jagung membuat kandunga karbo dalam seporsi hidangan semakin tinggi. Karbo yang masuk ke dalan tubuh akan dipecah menjadi gula. Kandungan gula yang berlebihan di dalam tubuh akan disimpan menjadi lemak. Insulin sebagai hormone yang memetabolisme gula. Bila kandungan gula berlebih, insulin akan bekerja keras sehingga memicu diabetes.

Bukan berarti karbo harus dimusuhi. Karbohidrat tetap dibutuhkan oleh tubuh. Tetapi untuk menjaga pola makan, asupan karbonya dikurangi dan biasakan mengkonsumsi karbohidrat yang tinggi serat. Karbohidrat yang dominan serat akan membantu menurunkan berat badan.


soyjoy cut carbo

Kekhawatiran akan menjadi lemas bila mengurangi karbohidrat seharusnya tidak perlu terjadi. 100 gr Grilled Chicken Breast dan 100 gr Nasi Uduk memiliki jumlah kalori yang hampir setara. Tapi jumlah kandungan karbohodrat di masing-masing menu jahuh berbeda. Kuncinya ada di pemilihan menu makan agar badan tidak menjadi lemas tapi asupan karbohidrat tidak berlebihan.

Glycemic Index atau Angka Glikemik adalah angka yang menunjukkan kecepatan kenaikan gula darah terhadap glukosa yang dikonsumsi.

Setiap makanan memiliki angka GI. Semakin tinggi angka GI, maka akan semakin mudah meningkatkan gula darah. Sebaiknya mengkonsumsi makanan yang low GI. Makanan yang low GI akan lebih lama dicerna dalam tubuh sehingga membuat kenyang lebih lama. Dan, porsi makanan selanjutnya biasanya berkurang. Salah satu ciri makanan low GI adalah tinggi serat.

soyjoy cut carbo
Berat badan bukan menjadi patokan aman. Komposisi dalam tubuh yang harus diperhatikan. Frekuensi makan sebaiknya dipecah menjadi lebih sering tapi jumlah karbohidratnya dikurangi. Tujuannya untuk menjaga kenyang lebih lama.


Ada yang makan banyak tapi berat badan tetap ideal. Memang bikin ngiri, sih. Tapi ternyata berat badan ideal pun bukan berarti jaminan aman. Bila komposisi di dalam tubuh lebih banyak lemak, resiko terkena diabetes pun bisa terjadi.

soyjoy cut carbo
Hot Sour Soup Rice – Grouper’s fin and tasty spicy soup
 

“Diet karbo adalah mengurangi porsi karbohidrat harian dengan cara 3x makanan utama (pagi, siang, dan malam) disertai Dengan 2 kali cemilan sehat seperti mengkonsumsi SOYJOY di pukul 10 pagi dan 4 sore, tidak perlu khawatir kelaparan, karena kedelai yang kaya akan serat dan protein dicerna perlahan membuat kenyang lebih lama & nafsu makan lebih terkendali” ujar Dafina, Product Manager SOYJOY.

SOYJOY adalah snack dengan bahan baku kedelai dan buah-buahan, coklat, atau almond. Angka GI SOYJOY semuanya rendah karena bahan baku utama SOYJOY adalah kedelai yang selama ini dikenal sebagai super food. Kedelai banyak mengandung serat, protein, lemak baik, dan berbagai micronutrient yang akan dicerna perlahan oleh tubuh sehingga bisa mengontrol nafsu makan.

Penilaian angka GI untuk makanan tidak hanya dilihat dari kandungannya tetapi juga dari proses pembuatan. SOYJOY selain terbuat dari kedelai juga diproses dengan cara dipanggang.

[Silakan baca: Mengurangi Drama Agar Hidut Bisa #AsikTanpaToxic]


soyjoy cut carbo

Gula darah yang tidak stabil akan membuat nafsu makan tidak terkendali

Dengan mengkonsumsi SOYJOY 2 jam sebelum makan dapat mengurangi konsumsi karbohidrat harian. Karena SOYJOY yang memiliki angka GI rendah mampu mengendalikan gula darah agar tetap stabil. SOYJOY juga gluten free dan kedelainya (soy) yan non-GMO (non-Genetically Modified Organism).

Mendengar cerita Ringgo Agus serta penjelasan tentang Cut Carbo, sepertinya Chi tertarik untuk melakukannya. Berat badan rasanya semakin bertambah aja. Ingin mengurangi beberapa kilogram demi kesehatan. Biar gak gampang cape dan sakit. Mengurangi karbohidrat? Insya Allah, bisa! Semangaaat! Semua dilakukan demi keluarga.


soyjoy cut carbo
Sarapan dengan soto mie, nasinya ½ porsi saja. Malah dari ½ porsi itu saya kurangi sedikit lagi karena di dalam soto mie sudah ada sedikit mie yang juga termasuk carbo. Di dalam semangkuk soto mie sudah ada lauk dan sayur. Semua komplit dalam satu mangkuk. Untuk menghilangkan rasa khawatir kelaparan, 2 jam sebelum sarapan, mengkonsumsi SOYJOY dulu.


Teman-teman, mulai ikut cobain juga, yuk!

[Silakan baca: Antara Kopi Hijau, Diet, dan Antioksidan]


soyjoy cut carbo 

Continue Reading
44 komentar
Share:

Sabtu, 17 September 2016

Kacamata Keke

 

Kacamata Keke



Menjelang masuk SMP, kami bawa Keke ke optik untuk diperiksa matanya. Hasilnya, mata kiri dan kanan masing-masing minus 3,25! Chi merasa kaget karena baru sekali periksa mata hasilnya langsung segitu.

Pulang ke rumah, abah Keke gak percaya kalau cucu pertamanya ini langsung minus lumayan tinggi. Menurutnya, papah, mamah, juga om Keke yang bertahun-tahun pakai kacamata aja gak sampe segitu minusnya. Papah langsung mengajak Keke untuk cek di salah satu optik ternama. Siapa tau hasil pemeriksaan awalnya salah. Ya, waktu itu kami memang hanya cek di optik kecil depan komplek. Ternyata mau optik kecil hingga ternama pun hasilnya sama, tuh. Tapi keuntungannya adalah, Keke jadi punya 2 kacamata. Yang satunya dibeliin ma abahnya hahaha.

Selain kaget, Chi merasa feeling guilty juga. Sebetulnya udah lama Keke mengeluh penglihatannya kurang jelas. Tapi masih berpikir kalau belum saatnya Keke periksa mata. Paling dia cuma kecapean atau terlalu dekat jaraknya kalau lagi lagi main game atau nonton tv.

Chi sering negur Keke kalau dia udah terlalu dekat dengan layar saat lagi main game atau nonton tv. Tapi, Keke selalu menjawab kalau dia seperti itu karena penglihatannya gak jelas. Sedangkan Chi tetap berpikir kalau Keke memang sengaja nonton terlalu dekat.
Keke udah sering mengeluhkan kepalanya pusing. Termasuk setelah pulang sekolah. Tapi paling Chi cuma nyuruh Keke istirahat. Menganggap Keke hanya kecapean dan kurang minum. Pokoknya masih yakin kalau Keke belum perlu diperiksa matanya.

Apalagi nilai rapor Keke masih terus bagus. Masih termasuk yang berprestasi di sekolah. Dalam bayangan Chi saat itu, kalau memang Keke butuh kacamata harusnya selama dia belum berkacamata maka nilai akademisnya bakal berantakan, dong. Nyatanya enggak. Parahnya lagi, kadang terlintas di pikiran Chi kalau Keke sekadar ingin ikutan beberapa teman atau anak-anak zaman sekarang yang pada berkacamata. Hiks! *Langsung kebayang saat UN, Keke rada sulit baca soal. Beruntung nilai NEMnya masih bagus.* *Maafin Bunda ya, Ke.*



Pelajaran Berharga dari Kacamata


Penyesalan emang selalu datang belakangan. Tapi, berlarut-larut menyesal juga gak ada gunanya. Dari kacamata Keke, Chi coba ambil pelajaran aja. Semua orang tua pasti selalu ingin berbuat yang terbaik untuk anaknya? Pastinya, dong. Hanya saja, untuk melakukan yang terbaik gak semudah teori.

[Silakan baca: Mau 3 Jam, 8 Jam, atau Seminggu, Sekali Ibu Tetap Ibu]

Pengennya sih jadi orang tua yang bijak. Tapi sadar atau enggak, ada kalanya jadi merasa jadi yang paling berpengalaman. Iya, sih orang tua pastinya lebih berpengalaman dibanding anak, cuma kadang suka lupa kalau anak pun perlu didengar pendapatnya. Contohnya kayak kacamata Keke ini. Sejak lama Keke udah berkali-kali minta matanya diperiksa tapi gak digubris.


Sometimes all you need is a new perspective

Yup! Dari kacamata Keke, Chi seperti diingatkan lagi. Belajar untuk lebih mendengarkan, lebih memperhatikan, dan lain sebagainya. Apalagi Keke udah mulai remaja. Udah masuk masa puber. Memang sudah lewat masanya disuapin, belajar jalan, digantiin bajunya, dan lain sebagainya. Tapi, bukan berarti gak ada masalah. PR orang tua ma tetep banyak. Masa puber justru sepertinya akan jadi masa dimana orang tua harus semakin banyak mendengarkan dan menghargai sudut pandangnya.

Lagipula, bukankah yang baik memang seperti itu? Tidak hanya untuk hubungan antara orang tua dan anak. Tapi, dengan siapapun, usahakan melihat dari sudut pandangnya. Terutama bila terjadi beda pendapat. Gak selalu yang menurut kita jelek, itu pasti jelek. Siapa tau setelah memakai sudut pandang orang lain, pendapat kita jadi berubah.

Ngomong-ngomong, masih inget kehebohan tentang vlog Awkarin yang putus ma pacarnya itu? Hayooo ... Siapa diantara teman-teman yang justru baru tau tentang Awkarin setelah video itu? Siapa yang kemudian jadi parno dan khawatir anaknya follow dia?

Bukan bermaksud membuat nama si seleb itu makin terangkat. Nyatanya, sebelum ada heboh-heboh pun yang follow dia udah puluhan ribu. Dan mayoritas anak abege semua. Anak-anak seumuran Keke. Dari puluhan ribu yang follower abege, berapa banyak orang tua yang tau anaknya follow seleb itu?

Kalau Chi udah tau sejak beberapa lama sebelum kejadian itu. Siapa lagi sumber infonya kalau bukan dari Keke? Dia masih terbuka untuk urusan pribadinya dan juga yang sedang trend di kalangan dia dan teman-temannya.  Keke sih gak follow, malah ma dia di-block. Alasannya, tiap kali dia search di IG, selalu yang ada di deretan atas tuh foto-foto Awkarin. Merasa terganggu, akhirnya diblock lah ma Keke. Tapi bukan berarti Keke gak tau siapa dia. Kan, beberapa temannya ada yang follow.

Chi bersyukur Keke bersikap untuk nge-block. Tapi, seandainya Keke follow pun mungkin Chi akan sejenak menarik napas kemudian bertanya alasan kenapa sampe follow. Gimana kalau anaknya beralasan follow dia karena IG dan vlognya yang keren dan kreatif tapi gak ikut-ikutan kelakuannya? Tentu bisa aja kita bilang di luar sana masih banyak anak muda yang juga keren dan kreatif tapi kelakuannya juga keren. Cuma kayaknya kalau udah sama anak abege, rada sulit kalau main perintah, ya. Harus diajak bertukar pikiran secara pelan. Mecoba belajar melihat sesuatu dari kacamata anak.

Wuih dari urusan kacamata ternyata ada hikmahnya juga, ya hehehe. Alhamdulillah. Semoga kita semua selalu berusaha yang terbaik ya, Nak :)

Continue Reading
38 komentar
Share:

Selasa, 06 September 2016

Keke dan Wisuda

Keke dan Wisuda

Keke dan wisuda 

Dulu serta sekarang beda banget, ya :)


Keke sekarang udah kelas 7. Time flies! Perasaan dia masih kecil aja, Chi belum puas menimang-nimang. Bahkan sampe sekarang Chi masih terbiasa menyebut kelas 1 SMP dibanding kelas 7 *ups! Kalau ini sih karena faktor beda generasi hehehe*

Melihat foto di atas, masih suka bikin Chi senyum sendiri. Kelihatan banget bedanya, ya. Gak hanya di wajah tapi juga di sikap. Saat wisuda PlayGroup, Chi sampe ikut naik panggung. Satu-satunya orang tua yang iku naik panggung buat nemenin anaknya. Keke gak berhenti nangis karena gak mau naik panggung. Saat perform pun dia masih nangis. Keke demam panggung hehehe. Tapi, untuk perform, Chi gak ikut naik panggung. Keke akhirnya mau tampil setelah 'disogok' bakal dibeliin Hot Wheels seusai acara :D

[Silakan baca: Wisudaaaaaaaaaa....................]

Saat wisuda TK, udah lebih lancar. Tanpa drama apapun. Keke udah mau wisuda dan tampil di panggung tanpa. Chi cukup duduk di bangku penonton aja. Santaaaiii :)


Keke dan Wisuda

Saatnya Keke wisuda SD. Kelihatan banget dia ceria, ya. Pagi-pagi udah jalan duluan naik sepeda karena harus gladi resik dulu. Chi, K'Aie, dan Nai tinggal nyusul aja ke sekolah. Melihat Keke naik ke panggung untuk di wisuda saat namanya dipanggil, menimbulkan rasa yang sangat haru.

[Silakan baca: Keke dan Transportasi Pulang Sekolah]

Gak hanya saat namanya dipanggil, sih. Tapi, sejak angkatan Keke masuk ke ruang wisuda rasanya Chi pengen nangis banget. Sekuat tenaga Chi berusaha menahan. Gak bawa tissue, nanti make up luntur. :p Enggak, ding. Chi berusaha menahan supaya gak nangis supaya bisa konsentrasi melihat seluruh prosesi wisuda. Padahal rasanya dada udah sesak menahan tangis.


Keke dan Wisuda

Usai wisuda ada acara pentas seni. Keke tampil nge-beat box. Melihat Keke nge-beat box sendirian di panggung, ada rasa haru dan deg-degan. Rasa deg-degan karena selama ini kan Keke belum pernah perform sendirian. Pertama kali Keke  nge-beat box sendiri itu di saat acara perpisahan di depan teman-teman dan beberapa guru. Tapi saat wisuda kan ada banyak orang tua juga. Terharu aja melihat Keke sekarang jadi percaya diri.

Keke dan Wisuda

Trus, yang mengejutkan lagi adalah sebelumnya dia main cajon (baca: kahon). Keke memang pernah privat drum di rumah. Selain drum, Keke pun punya cajon di rumah. Tapi, Keke gak cerita kalau bakal tampil 2x. Pas Chi tanya kenapa gak cerita, dia senyum-senyum aja.

Setelah seluruh rangkaian acara selesai, kami semua bersalaman. Di situlah tangisan Chi mulai pecah ketika bersalaman dengan salah seorang guru yang pernah jadi wali kelas Keke. Wali kelas yang pernah bikin Keke pengen pindah sekolah hahaha. Chi terkesan banget sama semua pengajar di SD Keke dan Nai ini. Semuanya bersahabat dengan anak-anak. Ramah, sabar, serta mengerti karakter anak. Termasuk ketika anak-anak mulai memasuki masa puber, seperti Keke. Pada baik banget guru-gurunya.


Keke dan Wisuda

Senang banget kalau ketemu para pengajar seperti itu. Sebagai orang tua yang mempercayakan anak-anak di jam sekolah ke para pengajar juga jadinya merasa tenang. Insya Allah, anak-anak akan baik-baik aja di sekolah. Kalau kayak gitu, sih mau Full Day School pun Chi gak resah :D

[Silakan Baca: Full Day School. Setuju Aja, Asal ....]

Selain pentingnya mencari sekolah dengan pengajar yang baik, hikmah lain dari acara wisuda Keke adalah jangan mudah menghakimi anak. Kalau lihat ketiga proses wisuda yang pernah Keke jalanin itu kan beda. Pertama kali wisuda, Keke terlihat demam panggung. Itu karena memang Keke tipe anak yang susah disuruh tampil untuk pengalaman pertama. Tapi bukan berarti selamanya akan bersikap seperti itu.

[Silakan baca: Wali Kelas]

Semua ada prosesnya, lah. Tingkatkan terus rasa percaya dirinya. Jadi, buat teman-teman yang merasa anaknya kok pemalu atau penakut banget, sebaiknya dicari penyebabnya. Dan, gak selamanya anak yang 'selalu berada di punggung emak' akan seperti itu terus. Setidaknya Keke sudah membuktikan :)

Continue Reading
34 komentar
Share: