Tuesday, April 30, 2013

Sustagen Yummy Milk Bar ala Keke dan Nai

Sedih rasanya waktu mendapat undangan dari Sustagen melalui email untuk datang ke acara Sustagen Yummy Milk Bar dan saya sekeluarga gak bisa dateng. Nai terkena gondongan, kondisinya gak memungkinkan untuk datang ke sana. Padahal kami sekeluarga kan suka jalan-jalan, termasuk datang ke event-event yang menarik :)


Kedatangan dua chef kembar (tapi tidak identik) yang cantik, Sophia dan Isabella Bliss, jebolan Junior Masterchef Australia season perdana paling bikin saya penasaran. Pertama, saya menonton sampai tuntas acara Junior Masterchef season perdana, dan mereka berdua termasuk jagoan saya. Isabella adalah pemenang di junior masterchef Australia, sedangkan Sophia masuk ke dalam 4 besar. Kedua, saya penasaran, gimana sih caranya mengolah susu formula menjadi minuman yang yummy.


Karena cuma bisa "menikmati" saja foto-foto yang kelihatan banget yummy hasil olahan dua chef cantik bersaudara itu.  Dan akhirnya saya memutuskan untuk mencoba membuat Sustagen Yummy Milk Bar ala Keke dan Nai. 

Pengen banget bisa berkreasi dengan susu formula karena Keke dan Nai memang tidak begitu suka rasanya. Bahkan sejak lulus ASI eksklusif mereka gak minum susu formula sama sekali. Berganti-ganti merk tetep aja mereka gak mau. Alhamdulillah ASI saya pun melimpah, jadi tidak khawatir mereka tidak minum susu.
Setelah masuk usia 1 tahun, belum ada satupun susu formula yang rutin mereka minum. Lagi-lagi masih tentang selera, yang buat mereka gak cocok. Lebih mudah mengajak mereka rutin mengkonsumsi yoghurt daripada susu formula.

Beberapa minggu yang lalu saya membeli Sustagen School 6+. Pilih yang 6+ karena usia Keke & Nai udah di atas 6 tahun semua. O'ya waktu saya beli Sustagen, ternyata berhadiah kumpulan resep masakan. Asik! Jadi menambah koleksi resep saya, nih :)

Pemilihan usia ini juga penting, lho. Karena kebutuhan gizi tiap anak di setiap tahap perkembangannya kan berbeda-beda. Sustagen sendiri mempunyai 3 jenis susu berdasarkan usia, yaitu Sustagen Junior (1-3 tahun), Sustagen Kid 3+, dan Sustagen School 6+ (untuk 6 tahun ke atas). Dan untuk rasanya saya memilih yang coklat karena saya pikir coklat biasanya disukai anak.

Nutrisi Sustagen School 6+ diantaranya adalah :


  1. Protein - Berasal dari bahasa Yunani, yaitu Protos yang artinya paling utama. Jadi protein ini paling utama diperlukan oleh tubuh. Fungsinya untuk pertumbuhan sel sekaligus menjaga kekebalan tubuh.
  2. Prebiotik (inulin) menstimulasi pertumbuhan bakteri baik di dalam perut, sehingga tubuh dapat lebih tahan ketika menghadapi bakteri jahat. Prebiotik (inulin) juga membantu penyerapan magnesium dan kalsium, zat yang dibutuhkan untuk tubuh anak yang sedang berkembang. Untuk anak yang menderita diabetes atau obesitas dini, prebiotik (inulin) juga tidak menaikkan tingkat gula darah
  3. Vitamin dan Mineral, terdiri dari 12 vitamin dan 10 mineral

Banyak sekali gizi yang kita dapatkan dari Sustagen. Dan paling penting juga, ada logo Halal MUI. Alhamdulillah :)

Ketika baru dibuka kemasan alumunium foilnya, saya langsung mencicipi rasanya 1 sendok kecil. Hmmmm ... enak. Feeling saya, Keke dan Nai akan suka, tapi untuk amannya mendingan saya berkreasi aja dulu dengan susu ini. Membuat Sustagen Yummy Milk Bar ala Keke dan Nai. Yuk, mari!

Double Choco Yuuummmyyy


Bahan :
15 balok es batu (kira-kira 1 cangkir)
1 cangkir air
4 sendok makan penuh Sustagen School 6+

Bahan Tambahan :
Whipped cream
Choco magic

Cara Membuat :
Blender jadi satu es balok, air dingin, dan susu Sustagen
Siap disajikan
Kasih whipped cream dan choco magic sendiri, sesuka mereka :)


Keke dan Nai lebih suka yang banyak es batunya. Ketika di blender, es batunya jd seperti es serut rasa coklat. Kalo mau lebih yummy lagi, mereka tambahkan whipped cream dan magic choco sesuka mereka. O'ya magic choco ini kayak sirup coklat, tapi kalo kena es akan mengeras. Jadi ketika di nikmati, selain susunya bisa diminum juga coklat dari magic choconya juga bisa dimakan. Enak baget, deh. Gak kalah kayaknya sama duo junior masterchef nih, menurut Keke dan Nai, lho  :L


Kadang disendokin, kadang diseruput pake sedotan. Pokoknya yummmyyy :L


Bahan-bahan dan cara membuatnya simpel banget. Bahkan Keke dan Nai pun sebetulnya bisa membuatnya sendiri. Pokoknya bener-bener fun cooking banget, deh!

Bahan-bahannya simpel, kan. Keke dan Nai juga bisa nyiapin sendiri :)


Mereka pernah juga meminta dibikinin Double Choco Yuuummmyyy untuk sarapan. Saya seneng banget, dong! Salah satu kerepotan di pagi hari itu kan menyiapkan sarapan untuk anak-anak. Seneng banget kalo mereka mau sarapan yang simpel. Lagian Double Choco Yuuummmyyy ini mengenyangkan, kok. Paling tidak cukuplah untuk mengisi perut mereka sampai waktunya istirahat pertama di sekolah, pukul 10.00 pagi

 
Sebelum sekolah, sarapan Double Choco Yuuummmyyy dulu. Biar semangat :)


Bahkan pernah juga saya kasih susunya gitu aja, alias gak dikasih campuran apa-apa. Saya ikutin instruksi yang ada di boxnya. 4 sendok makan penuh dicampurkan ke dalam 180ml air hangat yang sudah didihkan selama 5 menit.

Keke : "Susu apa ini, Bun?"
Bunda : "Minum aja dulu"

Keke pun meminumya sampai habis

Keke : "Susu apa sih, Bun?"
Bunda : "Sustagen"
Keke : "Enak ternyata rasanya, Bun. Ya udah besok-besok Keke sarapannya minum Sustagen aja, ya!"

Ternyata yang suka gak cuma Keke, Nai pun ikutan suka. Oke deh makin simpel aja saya nyiapain sarapan tanpa harus khawatir kekurangan asupan gizi. Biasanya sih kalo mereka mau susu saya kasih juga roti tawar isi selai :)

Tanggal 27 April, akhirnya Sustagen Yummy Milk Bar buka juga di salah satu mall di Jakarta. Tepatnya di Grand Indonesia, East Mall lt. 3A. Bisa dinikmati kapan ajah. Dan yang pasti saya penasaran dengan menu-menu di sana. Siapa tau bisa jadi inspirasi untuk kreasi baru menyiapkan resep berbahan susu Sustagen ke Keke dan Nai di rumah.Kalo udah gini kan gak cuma gizi yang dapet tapi varian rasa juga dapet :)


Yuuuukk rame-rame kita ke sini! :)


Yippppiiiiieeee!! Keke, Nai, ayo ajak Ayah! Kita jalan-jalan ke sana! Yuk, ibu-ibu kita jalan-jalan ke sana! :)

Continue Reading
22 comments
Share:

Friday, April 26, 2013

Saya, KEB, dan Srikandi Blogger 2013

Saya

Saya mulai ngeblog Desember 2007. Saya berpikir, kayaknya enak ya kalo suatu saat nanti saya bercerita kepada anak-anak saya kalo waktu kecil mereka tuh begini-begitu, terutama segala tingkah polah yang lucu. Tapi masalahnya saya ini pelupa!

Menulis diary, gak bertahan lama. Cepet bosen plus banyak coretan *males pake tip-ex :D Trus mulai deh mengenal blog. Coba-coba bikin dan suka, cuma belom bisa sering nulis. Mahal banget dulu kalo mau internetan *belom kenal paket unlimited :p

Setelah pake paket unlimited, koneksinya juga wuzzz wuzzzz, mulai deh rajin nulis. Malah sekarang udah jadi passion. Rasanya kalo gak nulis tuh ada yang hilang. Tsaaahhhh... etapi bener looohhh :D

Blog itu tempat saya untuk cerewet bercerita. Ya, jari-jari saya ini memang lebih cerewet ketimbang mulut saya. Makanya jangan heran ya kalo kopdar ternyata saya kalem luar biasa gak secerewet di blog atau socmed :)
Saya lebih bisa mengungkapkan pikiran dan perasaan saya melalui tulisan daripada melalui mulut. Apalagi kalo disuruh bicara di depan banyak orang, bisa gemeter dan gugup  banget. Mendingan saya disuruh menulis berlembar-lembar deh!

Awalnya cuma ngeblog karena taunya emang cuma itu. Kalopun blogwalking paling jadi silent reader. Malu banget buat komentar. Sampe kemudian ada yang mulai komen ke blog saya, seneeeeng banget! Saya pun mulai berani untuk komen-komen, lama kelamaan saya banyak dapet temen lewat blogwalking. Tip nih buat blogger newbie, rajin-rajin blogwalking dan berkomentar, deh kalo pengen memperpanjang tali silaturahim :)

Selain memperpanjang tali silaturahim dengan blogwalking, saya banyak menemukan blog inspiratif. Beidewei, emang blog inspiratif tuh yang kayak gimana, sih? Kalo buat saya sih, blog yang inspiratif itu yang selalu berbagi dalam cerita bahkan untuk hal sederhana.

Seringkali saya menemukan cerita inspiratif yang bisa saya ambil hikmah atau tip-tipnya justru dari blog yang menulis cerita sederhana. Cerita sehari-hari yang tidak membuat pembacanya mengerutkan kening justru lebih mudah saya dapatnya inspirasinya.

Isi blog saya juga lebih banyak tentang pengalam pribadi, tentang cerita sehari-hari. Jarang saya menulis tentang isu-isu perempuan. Sering kali ketika saya membaca atau mendengar tentang isu-isu perempuan terutama yang sedang hangat, emosi saya suka terbawa. Apalagi kalo udah cerita tentang pelecehan dan KDRT, bawaannya emosiiii dan perih aja. Sementara saya gak mau kalo dituangkan ke dalam tulisan, pembaca malah melihat saya yang emosi tapi apa yang saya sampaikan gak ketangkep. Harus hati-hati, karena sensitif.

Atau sering juga kan ketika kita mengangkat tentang ibu bekerja dan ibu rumah tangga, ujung-ujungnya malah ribut gak jelas antar komentator. Wew!  Sayang banget, ya. Padahal bisa jadi penulis sudah menulis dengan sangat hati-hati. Tapi gak semua perempuan kayak gitu loh, hanya contoh aja. Karena menulis tentang isu perempuan kadang bisa jadi sensitif juga, jadi mungkin akhirnya banyak perempuan yang memilih untuk menulis curhat.

Tapi curhat bisa tentang isu perempuan juga kan, ya? Kalau menuliskan keresahannya tentang masalah-masalah perempuan gimana? Memang sih sebaiknya ada solusi juga jangan sekedar curhat. Kalo saya sih lebih memilih mempraktekkan ke diri saya dan anak-anak dulu. Misalnya mengajarkan bagaimana supaya anak-anak jangan sampe dilecehkan atau melecehkan. Kalo memang bisa saya sharing, maka akan saya tulis. :)


KEB

Awal saya gabung di KEB udah kayak reuni. Banyak temen blogger lama yang bergabung di sana, founder (kalo di KEB dipanggil MakPon) juga udah saya kenal, yaitu Mak Mira Sahid. Jadi suasananya emang langsung melebur aja sejak pertama kali saya gabung di sana. Kekeluargaannya berasa.

Lama-lama makin banyak teman baru yang saya kenal. Ternyata gak mengurangi rasa kebersamaan tuh. Yang lama, yang baru bisa saling melebur. Makminnya juga sama, gak keliatan menjaga jarak atau merasa punya kedudukan yang lebih tinggi. Suka lah pokoknya gabung di KEB!

Untuk yang tertarik, gabung ya di KEB. Syaratnya gampang, kok, perempuan blogger. Judulnya aja emak-emak, tapi yang belom jadi emak juga boleh gabung asal perempuan.


Srikandi Blogger 2013

Namanya juga udah Srikandi, jadi penghargaan ini pastinya untuk perempuan. Apakah ada yang kontra  kenapa kok terkesan seperti ada pembedaan blogger perempuan dan laki-laki?

Sekarang gini deh, katakanlah dalam cabang olahraga, misalnya renang. Kenapa pertandingan untuk laki-laki dan perempuan terpisah? Kenapa gak disatuin aja alias berkompetisi bersama? Emangnya perempuan gak bisa ngalahin laki-laki?

Duh, kalo saya sih mikirnya gak ribet begitu. Boleh aja laki-laki dan perempuan bersaing bersama, tapi apa salahnya ada kompetisi hanya untuk gender tertentu saja? Apalagi KEB itu kan komunitas perempuan, tentu wajar saja ingin memberikan apresiasi hanya kepada perempuan blogger juga.

Pemberian nama Srikandi Blogger sendiri memang tepat. Seperti saya pernah tulis di postingan "Srikandi di Era Netizen" kalau Srikandi yang saya tahu adalah sosok perempuan komplit. Cantik, keibuan, lemah lembut tapi juga tangguh. Banyak penghargaan untuk perempuan menggunakan nama Srikandi.

Dan Srikandi Blogger 2013 bisa menggambarkan sosok perempuan multitasking tapi tetap tangguh. Terlihat juga dalam tulisan-tulisannya yang inspiratif, selalu menebar aura positif, serta gak banyak ngegalau :)

Salah satu tujuan KEB adalah menularkan semangat menulis untuk menghasilkan inspirasi dan karya melalui blog. Harapan saya sih, tujuan yang ini terus dijalankan oleh KEB.Sederhana sih, sejalan dengan pendapat saya juga untuk menyuarakan AYO MENULIS! Terutama menulis di blog, karena KEB kan dari namanya aja udah ada kata-kata blogger :) Tapi pelaksanaannya seperti apa?

Kalo saya pribadi tentu aja akan terus menulis selama saya mampu, secara gak langsung menunjukkan kita bisa kok menulis. Banyak yang bilang saya rajin beneeeeerrr haha. Alhamdulillah ide selalu ada aja, apalagi kalo cerita tentang Keke dan Nai, banyak sekali yang mau ditulis. Kalo pun gak ada, tinggal tengok sekeliling kita, biasanya ada aja ide yang bisa kita dapat, deh! 

Semangat jelas perlu sebagai modal awal.Yang terbiasa aja bisa gak menulis kalo gak ada semangat. Yang baru menjadi blogger apalagi yang baru kepengen, pasti butuh 'suntikan' semangat lebih besar.

Postingan tentunya harus yang menginspirasi, tapi jangan dulu berpikir yang menginspirasi harus yang penuh teori ini-itu. Dan kita juga bukan seorang motivator seperti Mario Teguh yang pintar mengolah kata-kata penuh inspirasi. Cukuplah jadi diri kita sendiri, ungkapkan pikiran kita sesederhana apapun dengan gaya kita. Biarkan pembaca yang menilai. Kalo pun belum termasuk yang menginspirasi, setidaknya kita tidak ikut menyumbang postingan dengan content yang gak pantas dibaca.

Di postingan 10 Finalis Srikandi Blogger 2013, saya mengatakan kalau seperti mesin waktu yang sangat berharga. Membaca kembali postingan demi postingan saya dari awal, banyak sekali cerita yang mungkin kalo hanya mengandalkan pikiran udah lama 'terkubur'.

Terlepas dari apakah tulisannya yang masih acak-acak, tapi saya suka dengan semua yang diceritakan. Banyak memory saya tersimpan di blog ini. Ya, inilah karya saya! Masterpiece. Mungkin bisa nangis guling-gulingan kalo blog saya ini sampe rusak. Semoga tidak sampai terjadi.

Di beberapa kesempatan saya menulis di socmed kalo pemilihan Srikandi Blogger 2013 ini "hanya" sebuah ajang. Tentu bukan bermaksud untuk meremehkan ajang ini. Malah saya berharap ajang ini akan terus ada setiap tahunnya. Semakin sukses dan semakin bergengsi (sekarang aja udah keren, ya :)) Tapi dari sudut pandang mana kita melihatnya?

Kalo hanya menginginkan hadiah yang memang menggiurkan (saya juga pengeeeennn :p) atau ingin supaya dikenal, maka ikut ajang seperti ini tepat! Ikut, berjuang sampe menang, kemudian selesai. Dan menjadi Srikandi Bloggernya cukup sampe setahun aja, karena di tahun berikutnya akan ada blogger perempuan baru yang berhak menjadi Srikandi. Seperti itu kan yang namanya ajang pemilihan?

Tapi menjadi Srikandi Blogger sesungguhnya menurut saya adalah bagaimana kita bersikap, ada atau tidak ada ajang seperti ini. Begitu juga ketika kita mengikuti proses pemilihan ini, saya berusaha menikmatinya walopun lama-lama mulai susah-susah juga nih tugas dari para MakJur :r Tapi gak mau nyerah dooonngg!

Hasilnya? Kata suami saya, pasrah dan ikhlas aja yang penting berusaha maksimal dulu! Setuju, walopun ngejalaninnya juga pasti gak mudah. Siapa sih yang mau kalah? Karena biar gimana kan kita punya ego, merasa udah berusaha sekuat tenaga membuat yang terbaik, eh gak taunya gak begitu menurut penilaian juri atau orang lain. Tapi di situlah ketangguhan seorang Srikandi diuji. Apakah hanya tangguh ketika berjuang menuju puncak? Atau tangguh juga ketika menghadapi kegagalan?

Ngomong-ngomong menuju puncak, saya jadi ingat sama salah satu kontes menyanyi di tv dulu, yang kalo tereliminasi pesertanya menangis sambil bawa koper (kosong) trus bilang "kegagalan bukan akhir segalanya."

Waktu awal-awal nonton saya bisa ikutan nangis loh :r tapi lama-lama kok merasa lebay juga, nangis-nangis sambil bawa koper dan mengucampan kalimat yang mirip-mirip keliatan di setting aja jadinya.

Tapi terlepas apakah ada setting-an atau lebay, kalimat 'kekalahan bukan ahkhir dari segalanya' emang bener juga.Banyak kan kejadian yang gak jadi juara justru terlihat lebih berhasil? Bahkan mereka yang gagal dari tahap awal pun banyak juga yang jadi orang berhasil akhirnya. Yup, kegagalan bukan akhir segalanya.

Makanya kata "hanya" ajang penghargaan saya beri tanda kutip. Karena sejauh mana kita menilai dan mengejar ajang ini? Hanya sebatas sampe selesai ajangnya atau sampai kapanpun kita akan terus berusaha menjadi Srikandi Blogger tanpa ada embel-embel tahun di belakangnya?

Mungkin ada yang bilang (tapi semoga gak ada yang bilang hehe), "Chie sih enak ngomong gitu, masuk finalis bisa dapet hadiah. Kalopun gak juara kan paling gak finalis"

Kata siapa enaaakk? Hehe. Semakin melaju ke tahap berikutnya berarti semakin ngarep untuk menang, kan? Belom lagi tugas dari MakJur yang makin bikin deg-degan *asli ketawa stress deh :D Kalo sampe kalah apa kita bisa rela gitu aja? Udah sampe berdarah-darah ngerjain tugas *mulai lebay :p

Ya tapi inget lagi apa kata suami, pasrah dan ikhlas dengan segala hasil. Kalo kalah kecewa sih pasti ada, namanya juga manusia yang punya segala rasa. Sama lah ketika menang pasti senang dan ketika kalah pasti ada rasa kecewa. Yang gak boleh itu yang berlebihan.

Menang atau kalah, saya akan tetep aktif di KEB. Aktif share postingan dan bersosialisasi dengan membernya seperti sebelumnya. Kenapa harus berubah? Saya banyak dapet manfaat dari KEB. Ini nih beberapa manfaat yang saya dapat :

  1. Banyak dapet temen baru
  2. Ikut di beberapa event KEB atau undangan untuk KEB(walopun gak bisa sering-sering karena kendala, masih di dominasi sama anak-anak waktunya). 
  3. Banyak ilmu yang saya dapat. Kelas editing dasar, kelas blogging. Dan semoga ke depannya bakal banyak kelas yang bakal di buat oleh KEB
  4. Waktu saya menang TV di salat satu kontes menulis, Emak-emak KEB semangat banget bantuin saya vote tulisan saya
  5. Begitu juga ketika saya gelar GA baru-baru ini, banyak emak-emak KEB yang ikutan bahkan beberapa diantaranya menjadi sponsor :L
  6. Dan lainnya

Sayang banget yan saya membuang semua 'masa-masa emas' yang pernah saya dapatkan bahkan ke depannya bisa saya dapatkan lagi hanya karena terlalu memanjakan rasa kecewa. Yang rugi malah saya nanti :)

O'ya menjadi Srikandi Blogger 2013 adalah duta KEB. Saya tentu aja akan berusaha semaksimal mungkin yang bisa diberikan dengan mempertimbangkan keadaan saya sekarang. Semoga semuanya bisa berjalan beriringan. Insya Allah :)

Terakhir, voting untuk pemilihan Srikandi Favorit dan Srikandi Persahabatan sudah ditutup pas tengah malam tadi. Terima kasih banyak yang sudah berpartisipasi. Semoga salah satu dari Emak akan beruntung mendapatkan hadiah, ya. Tuuuhh kan acara pemiluhan Srikandi Blogger ini emang bertabur hadiah :)

Untuk yang udah mendukung dan memilih saya, terima kasih banyak. Semoga Allah SWT yang membalas kebaikan teman-teman semua. Aamiin *peluk cium untuk semua perempuan, yang laki-laki cukup diberi senyum 3 jari :L :D

Do'ain juga supaya di perhelatan nanti berjalan lancar ya, teman-teman! Semoga saya juga gak gemetar *asli deg-degan iniiiihhhhh :p

Continue Reading
34 comments
Share:

Wednesday, April 24, 2013

10 Finalis Srikandi Blogger 2013

Setelah lolos ke 50 besar ajang pemilihan Srikandi Blogger 2013, para peserta pun diminta untuk membuat sebuah tulisan tentang Srikandi Blogger dari sudut pandang masing-masing termasuk harapannya. Dan dari Chi, keluarlah tulisan yang berjudul "Srikandi di Era Netizen"

Bukan bermaksud pesimis kalo Chi mengatakan pasrah dengan hasil penjurian. Para peserta lainnya dan tulisan-tulisannya berkualitas semua. Walopun begitu tetep berusaha memberikan yang tulisan terbaik menurut Chi tapi apapun hasilnya terserah aja. Pokoknya jangan menyerah gitu aja #tsaaahhh :D

Tepat di hari Kartini, bangun tidur *kalo wiken saatnya bangun siang. Abis subuh tidur lagiii :p liat whatsapp ada dari Lidya dan Mbak Dey, ngasih ucapan selamat masuk 10 besar. Kucek-kucek mata ... beneran nih? Trus buka FB, bener aja tuh notif FB udah tang ting tung, teman-teman pada ngucapin selamat. Kaget dan terharu banget!

Di 10 besar ini kami diminta membuat 10 tweet yang menceritakan tentang kita dan blog. Dan Chi jadwalnya Selasa kemaren pukul 09.00 pagi. Ini tweetnya :

Alhamdulillah lolos ke 10 besar #SrikandiBlogger2013 rasanya benar2 cetar membahana @Emak2Blogger

AYO MENULIS! Semakin ingin sy suarakan krn yakin di luar sn byk yg ingin menjd @Emak2Blogger tapi bingung gimana caranya #SrikandiBlogger2013

Tulisan sy bagus gak ya? Dpt penghasilan? Menginspirasi? Ini passion saya? Menulis aja dl jgn mikir mcm2 @Emak2Blogger #SrikandiBlogger2013

Menulis itu seperti pisau. Rajin diasah akan tajam. Gak dipakai ya gak akan berfungsi #SrikandiBlogger2013 @Emak2Blogger

Awal sy ngeblog krn mau menyimpan memori lwt tulisan. Ktk membaca lg rasanya spt menaiki mesin wkt. Asik! @Emak2Blogger #SrikandiBlogger2013

Awalnya campur2 tp lama2 hy fokus crt ttg anak2 dan parenting. Utk crt lain sy bikin blog baru @Emak2Blogger #SrikandiBlogger2013

Nah! Dg sering menulis lama2 akan kelihatan kl tulisan kita mengarah kemana. Semua itu butuh proses @Emak2Blogger #SrikandiBlogger2013

Dpt byk teman, menangGA/kontes, dll itu bonus dari menulis. Semua seneng bonus kan? Apalagi @Emak2Blogger hehe #SrikandiBlogger2013

Tp yg paling berhrg mesin wktnya. Memori yg tersimpan di blog. Itulah knp blog buat sy sgt berharga @Emak2Blogger #SrikandiBlogger2013

Perempuan kan multitasking, kl gt tbh 1 lg kegiatan menulis. Yakin deh, Insya Allah BISA! AYO MENULIS! @Emak2Blogger #SrikandiBlogger2013

Itu 10 tweet Chi kemarin, gak tau apa lagi tes berikutnya dari para juri. Deg-degan? Pasti, tapi lanjut aja terus dengan semangat.

Akan ada 3 kategori pemenang, yaitu Srikandi Blogger 2013, Srikandi Persahabatan, dan Srikandi Terfavorit. Untuk Srikandi Persahabatan dan Srikandi Favorit saat ini sedang diadakan vote di goup FB KEB. Jadi, untuk perempuan blogger yang udah bergabung dengan KEB ikutan nge-vote, ya!

Di acara final nanti bakal bertabur hadiah, gak cuma untuk para finalis tapi yang dateng juga bisa dapet hadiah. Berminat datang tanggal 28 April? Silakan register dulu di http://srikandiblogger2013keb.eventbrite.com


Apapun hasilnya nanti, ajang pemilihan Srikandi Blogger 2013, "hanyalah" sebuah kontes. Ada atau tidak adanya ajang tersebut, semua perempuan blogger harus jadi Srikandi dengan kekuatan tulisannya masing-masing. Setuju, kan? :) :L

Continue Reading
30 comments
Share:

Monday, April 22, 2013

Mencari Kunang-Kunang

Terima kasih banyak untuk teman-teman yang sudah mensponsori, berpartisipasi, dan mendukung berlangsungnya 1st Giveaway : Jalan-Jalan Seru untuk Keke dan Nai. Tunggu pengumumannya, insya Allah tanggal 1 Me1 2013.

Sambil menunggu pengumuman, kali ini Chi mau cerita tentang jalan-jalan di Tanakita lagi. Semoga belum bosan baca cerita Tanakita, ya :) Dan kali ini ceritanya tentang mencari kunang-kunang.

Sudah pernah melihat kunang-kunang? Kalo Chi dan anak-anak pernah, tapi sebelumnya di buku cerita :p Nah, kali ini Chi mau cerita pengalaman Keke dan Nai mencari kunang-kunang beneran.

Kejadiannya Desember lalu, waktu lagi kumpul bersama keluarga besar di Tanakita. Sekitar pukul 07.00 malam tumben banget Nai udah ngantuk. Mungkin dia kecapean karena siangnya mandi hujan. Sampe Keke ajakin untuk mencari kunang-kunang pun dia awalnya setengah hati. Setelah agak dibujuk, Nai pun mau.

Yang ikut kegiatan ini lumayan banyak juga. Semua tamu yang menginap dipersilakan ikut. Tapi dari keluarga besar Chi cuma 7 orang, yaitu Chi sekeluarga, adik, dan 2 orang sepupu. Sebelum berangkat ada briefing singkat dan pembagian senter. Gak semua dapet senter, hanya beberapa orang aja.

Dalam briefing itu kami dikasih tau, supaya :


  1. Jangan becanda kelewatan
  2. Harus tertib dan tetap bersama rombongan
  3. Kalo mau lihat babi hutan harus lewat tengah malam. Kalo yang jam segitu lihat kunang-kunang *buat kami cukup lihat kunang-kunang, deh :D
  4. Ketika di area kunang-kunang gak boleh berisik dan senter harus dimatiin semua
  5. Dan lainnya

Kami pun berangkat ke arah danau. Jangan bayangkan jalan yang terang benderang, karena yang kami lalui itu hutan. Kebayang kan hutan yang gelap hanya diterangi beberapa senter. Cuma cukup untuk menerangi langkah kaki ajah :D

Gelap banget, ya :)

Keke tenang aja jalan bersama sepupu-sepupu dan adik Chi. Sementara Nai yang sesekali ketakutan, diapit sama Chi dan K'Aie di sampingnya. Kadang-kadang ada aja yang kakinya kejeblos masuk ke kubangan kecil. Mana habis hujan, jadi sepatu pun harus rela basah dan kotor karena lumpur hehe. O'ya wajib pake sepatu kets atau sepatu sendal, ya :)

Sampe juga kami di area pertama, seluruh senter pun diminta untuk dimatikan. Dan udah pasti gelap gulita. Asli gak keliatan  apa-apa. :D Sayangnya malam itu gak ada satupun kunang-kunang yang datang. Entah karena mendengar suara-suara manusia atau para kunang-kunang pada kedinginan? Kan habis hujan? :p

Sempet agak kecewa juga, tapi crew rakata kemudian mengajak kami melihat kumpulan jamur yang bisa menyala.  Kalau dalam keadaan terang, hanya terlihat seperti batang kayu yang lapuk. Tapi begitu suasana gelap gulita, kelihatan deh tuh warna biru neon. Cantik!

Besoknya waktu jalan ke danau, sempetin foto batang pohon yang ada jamurnya. Lihatkan bagian putih di batang? Itu jamur yang menyala. Sebetulnya lebih mirip ke spora, ya

Keke, Nai, dan banyak rombongan lainnya pada takjub. Yaiyalah termasuk belom pernah juga kami melihat pemandangan seperti itu.

Setelah puas melihat jamur yang menyala, kami menuju area berikutnya. Tanpa diduga justru pas lagi dijalan, kami menemukan kunang-kunang. Senter langsung dimatikan, kami pun berhenti sejenak. Kalo lihat video di bawah ini, yang kerlap-kerlip itulah kunang-kunang. Ternyata kunang-kunang itu kecil, ya. Chi kirain tadinya segede tawon, gak taunya lebih kecil.

Anak-anak seneng banget. Dan serunya lagi pas kami menemukan itu rombongan udah meninggalkan kami, jadi lebih puas aja lihat kunang-kunang :L Chi sih gak khawatir kalo sampe ketinggalan rombongan, kan ada K'Aie yang udah hapal daerah sana.

Kalo Chi termasuk yang rada parah mengingat jalan apalagi gelap gitu. Kayak waktu itu Chi sempet bingung kenapa setelah tanjakan kami semua belok ke kiri, bukankah harusnya ke kanan? Setelah besok paginya kami jalan-jalan ke danau, Chi baru nyadar yang bener emang ke kiri karena kalo kanan itu gak ada jalan malah bisa terperosok ke bawah. Hadeeeuuu padahal Chi lumayan sering ke Danau Situ Gunung tapi masih gak hapal ajah :p

Pokoknya kalo jalan-jalan ke tempat seperti itu dalam keadaan yang gelap harus didampingi sama yang ahli. Jangan 'sok' jago sendirian. Karena biar gimana itu kan hutan. Bahaya kalo kita gak hapal jalannya, mana gelap :)

Di area berikutnya kami gak juga menemukan kunang-kunang. Gak tau deh pada kemana itu kunang-kunang. Beruntung sempet nemuin pas di perjalanan ke area berikutnya.

Istirahat sebentar di sebuah villa yang katanya bakal dikelola juga sama Rakata. Kalo dipikir-pikir jalan-jalan kami malam itu jauh juga tapi gak ngos-ngosan sama sekali. Mungkin karena kami berjalan sangat hati-hati. Ngeri juga kan kalo sampe terperosok. Sementara kalo siang hari, lebih gak santai jalannya mungkin karena merasa terang.

Baru berasa ngos-ngosan ketika sesaat lagi sampe Tanakita, di bagian paling menanjak tau-tau hujan turun lagi. Langsung deh agak mempercepat langkah. Lemeeeessss... :r

Sampe tenda langsung ganti pakaian trus tiduuurr. Seneng banget deh Keke dan Nai bisa melihat kunang-kunang, jadi gak cuma sekedar tau dari buku cerita :)

Continue Reading
46 comments
Share:

Sunday, April 21, 2013

Seminar Parenting Pendidikan Karakter Anak

Dua minggu lalu di sekolahnya Keke dan Nai diadakan seminar parenting dengan tema Peran Orang Tua dan Guru dalam Pendidikan Karakter Anak. Pembicaranya adalah Prof. DR. H. Arief Rachman, M.Pd

Banyak penjelasan yang menarik disampaikan oleh Pak Arief. Setelah dipikir-pikir kayaknya Chi bakal posting terpisah-pisah aja, kalo sekaligus kepanjangan.

Secara sederhana karakter artinya 'tanda' yang dimiliki oleh setiap orang. Apakah saya seorang pemarah, baik hati, sombong, atau bagaimana? Tanyalah ke orang lain, karena mereka yang menilai :)
Menurut Pak Arief, pendidikan karakter di mulai sejak suami-istri melakukan hubungan. Ucapkan bismillah, itu adalah langkah awal yang baik.

Pada dasarnya anak mencari pendidikan yang nyaman terlebih dahulu bukan benar atau salah. Makanya jangan heran kalo ada anak yang lebih menurut ke temannya atau orang lain ketimbang kepada orang tuanya. Padahal apa yang diajarkan oleh orang tua adalah hal-hal yang benar, tapi kenapa anak lebih menurut kepada pihak lain yang jelas-jelas sudah memberikan pendidikan yang salah. Itu karena cara kita mendidiknya salah, sudah membuat anak menjadi tidak nyaman

Jadi ingat tausyiah yang Chi dengar beberapa waktu lalu, ustadznya bilang "Orang cenderung lebih mudah menerima ilmu yang salah tapi disampaikan dengan benar, seperti berlaku lemah lembut. Ketimbang menerima ilmu yang benar tapi disampaikannya dengan cara tidak baik."

Chi sih setuju-setuju aja, karena suka ilfil juga kalo ada orang yang memberitahu kebaikan tapi dengan cara yang kasar atau memaksakan kehendak. Bikin gak simpatik. Walopun untuk kadar tertentu boleh juga kita sesekali keras (tapi bukan kasar). Dalam hati tentu aja Chi mengakui kebenaran yang disampaikan tapi caranya bikin gak simpatik.

Salah satu contoh bentuk pendidikan yang kurang nyaman adalah orang tua suka merasa "saya ini orang tua mu, kamu jadi anak nurut aja". Artinya kalo ada permasalahan anak gak pernah diberi kesempatan untuk menjadi benar, karena orang tualah yang selalu benar. Menghormati orang tua itu harus, tapi apakah orang tua itu harus selalu benar. Enggak juga :)

Jadi masing-masing orang tua juga sebaiknya berintrospeksi, apakah sudah memberikan pendidikan yang nyaman untuk anak?

Continue Reading
22 comments
Share:

1st Giveaway : Jalan-Jalan Seru untuk Keke dan Nai

Sampe tanggal 21 April, postingan ini jadi sticky post. Yang mau liat postingan terbaru, ada di bawah postingan ini. Terima kasih :)

Akhirnya setelah timbang sana-sini, Chi mulai memberanikan diri bikin 1st giveaway untuk blog ini. Temanya adalah "Jalan-jalan Seru untuk Keke dan Nai".


Jalan-Jalan Seru untuk Keke dan Nai

Kami suka jalan-jalan. Dalam kota atau luar kota. Mall, pantai, gunung, dll, pokoknya ayo aja, selama tempatnya asik dan nyaman. Dan uangnya ada *penting itu :D Waktu posting "Blogiveaway - Keke Naima" aja, review yang diikutin kebanyakan tentang jalan-jalan.

Sekarang, Keke dan Nai mau ngajak temen-temen, kakak, adek, om, tante, kakek, nenek, dll untuk bercerita tentang tempat jalan-jalan yang menarik. Tempatnya HARUS di Indonesia, ya. Karena salah satu keinginan terbesar Chi adalah bisa mengelilingi Indonesia. Chi yakin banget di Indonesia itu banyak tempat-tempat yang menarik. Tempat menariknya boleh di mana aja, mulai dari mall sampe ke alam bebas juga boleh.

"Hah?! Mall? Apa menariknya?" Mungkin akan ada yang bertanya begitu

Di mall sekarang ini banyak playground yang keren-keren, contohnya bisa lihat postingan Chi tentang Kidzania, Pinisi Edutainment Park, Chipmunk, dan Giggle Fun Factory. Setiap playground punya ciri khas masing-masing. Nah, siapa tau di daerah masing-masing juga ada tempat yang menarik di mall. Gak harus playground, bisa apapun yang menarik

Kami juga suka dateng ke event-event menarik. Baca deh postingan tentang IIMS, The Jakarta Toys and Comic Fair, Bobo Fair, dll. Kalo ada punya cerita menarik tentang event-event di daerahnya, boleh juga tuh di ceritain untuk Keke dan Nai

Piknik, camping, bermain di alam bebas, dll, semua boleh. Yang penting seru dan lokasinya di Indonesia.


Syarat dan Ketentuan


  1. Blogger - Blogger lama atau baru, bebas
  2. Platform blog bebas (Blogspot, blogdetik, wordpress, dll)
  3. Tulis ceritanya di blog masing-masing
  4. Postingan harus baru. Dibuat selama masa lomba berlangsung
  5. Menggunakan bahasa Indonesia. Gak perlu baku, yang penting enak dibaca
  6. Dilarang pake bahasa alay
  7. Mempunyai alamat pengiriman di Indonesia
  8. Tulisan gak usah terlalu panjang tapi menarik, karena jurinya nanti adalah Keke dan Nai :)


Waktu giveaway

Setelah sempet minta saran di FB, ada beberapa yang nyaranin 2 minggu dan ada juga beberapa yang nyaranin, 1 bulan. *Yang nyaranin 1 tahun langsung dicoret :p Maka, Chi ambil tengahnya aja, yaitu 1 s/d 21 April 2013. Pengumumannya, insya Allah tanggal 1 Mei 2013

1 April - K'Aie ulang tahun, 21 April - Hari Kartini, 1 Mei - Chi ulang tahun. Hari spesial semua :D


Juri

Keke dan Nai akan jadi juri. Chi dan K'Aie jadi penasihatnya aja. Jadi, gak usah bikin postingan yang terlalu panjang. Singkat, padat tapi bisa bikin hati Keke dan Nai terpikat :)


Hadiah

Karena Chi lagi 'panas' ngeliat semakin banyaknya temen-temen blogger yang bikin buku, jadi hadiahnya buku-buku para sahabat blogger. Etapi ini panas dalam artian postitif, ya. Siapa tau Chi jadi termotivasi untuk coba menulis di area lain, jangan di blog sendiri terus :)

Ini hadiah-hadiahnya. Terima kasih banya untuk para sponsor :L



Insya Allah, juga akan ada buku Macaroon Love - Mbak Winda Krisnadefa. Tapi, karena rencananya baru diluncurkan awal April nanti. Jadi, kita tunggu aja, ya. Semoga dilancarkan prosesnya nanti

Semoga peluncuran buku ini bisa dilancarkan, ya :)


Menarik kan hadiahnya? Semoga pada semangat, ya! Do'ain aja semoga hadiahnya bisa bertambah. Terbuka juga buat siapapun yang mau sponsorin :D

Tidak peringkat pemenang, tapi masing-masing pemenang akan mendapatkan 1 buah buku. Ketika nanti diumumkan, yang duluan konfirmasi ke email saya berhak mendapatkan buku yang dipilih. Kalo yang terakhir konfirmasi, berarti akan mendapat sisanya. Ya, mudah-mudahan semua buku sesuai pilihan walopun konfirmasi yang terakhir. Untuk alamat email akan saya beritahu kemudian pada saat pengumuman :)


1st Giveaway : Jalan-jalan Seru untuk Keke dan Nai

Ditunggu partisipasinya, ya! Terima kasih banyak sebelumnya :)

RESMI DITUTUP. Tunggu pengumumannya, ya :)

Continue Reading
44 comments
Share:

Tentang Sebuah Nilai

Ketika Keke dan Nai bergantian kena gondongan, dan Chi pun pasrah dengan nilai-nilai yang bakal menghiasi raport bayangan, Chi pun mulai merenung tentang sebuah nilai.

Dulu waktu Keke masih PG, Chi dan K'Aie pernah terpikir untuk meng-home schooling kan mereka kalo SD nanti. Alasannya Chi terlalu khawatir dengan sistem pendidikan kita yang banyak denger sana-sini tidak ramah dengan psikologis anak-anak. Terlalu 'merajakan' nilai-nilai akademis.

Kami gak ingin anak-anak hanya untuk mengejar nilai bagus dan ijazah. Tapi mereka juga harus paham apa yang mereka cari, minatnya di mana?

Karena satu dan lain hal, kami pun membatalkan rencana untuk home schooling (HS). Bukan karena HS itu jelek. Enggak, karena apapun model pendidikan yang kita pili asal itu cocok bagus kok. Bahkan untuk HS sesekali masih kami ikuti perkembangannya sampe sekarang karena siapa tau Keke dan Nai bakal HS suatu saat nanti. Kalopun kami membatalkan lebih karena alasan pribadi.
Akhirnya Keke dan Nai pun bersekolah di sekolah formal. Alhamdulillah mereka bersekolah di sekolah yang friendly dengan anak-anak.Keke dan Nai kelihatan happy sekolah di sana. Nilai-nilai mereka pun terus bagus-bagus.

Sampe kemudian mereka bergantian terkena gondongan ketika pekan ulangan dan UAS lagi berlangsung. Gimana dengan nilai-nilai mereka nanti? Pasrah, sih, tapi kejadian itu juga bikin Chi merenung dan berdiskusi dengan K'Aie.

Ya, lama-lama Chi merasa terlena dengan nilai-nilai akademis anak-anak yang selalu bagus. Ketika Keke mendapat nilai di bawah 9 untuk hasil ulangannya, Chi selalu bertanya "Kok bisa sih, Ke?"

Tentu aja sebagai orang tua harus bertanya kalo nilai anak-anaknya mengalami penurunan untuk cari tau apa penyebabnya. Masalahnya Chi bertanyanya sambil menujukkan nada dan wajah yang kecewa. Yang pada akhirnya suka bikin Chi nyesel juga. Kok Chi jadi kayak terobsesi sama nilai-nilai mereka.Langsung kecewa kalo nilai mereka turun. Padahal turunya juga gak jelek nilainya. Lupa dengan tujuan awal memberikan pendidikan bagi mereka :(

Chi pun mulai berdiskusi dan lega rasanya. Ternyata kami masih sependapat dengan niat awal kami, hanya aja akhir-akhir Chi emang aga sedikit 'terlena'. Setelah berdiskusi Chi akhirnya bisa pasrah. Pokoknya yang penting berusaha dulu yang terbaik dan tidak terfokus dengan nilai semata.

Dan ternyata hasil raport bayangan semester ini adalah ... (klik aja link hidupnya itu :))

Continue Reading
10 comments
Share:

Saturday, April 20, 2013

Hasil Raport Bayangan Semester Ini

Ketika UAS semester ini sedang berlangsung, Keke terkena gondongan. Setelah 2 minggu sebelumnya Nai duluan yang terkena.

Nai memang bisa mengikuti semua UAS, tapi ulangan hariannya ketinggalan semua. Jadi setelah selesai ngerjain UAS langsung dilanjut untuk ulangan harian susulan.

Nai gak protes, paling pernah sekali dia bilang kalo tangannya cape karena harus nulis terus :D. Kasian juga sih, tapi Nai tetep mau ngerjain. Lagian jadwal ulangan susulannya disamain 'ma jadwal UAS. Maksudnya kalo hari itu UAS math, setelah selesai dia lanjut ulangan susulan math. Biar gak perlu dobel-dobel belajarnya.

Kalo Keke ulangan UAS susulannya setelah dia sembuh. Untungya pas dia sakit, setelah UAS selesai, anak kelas 1-5 diliburin seminggu karena siswa kelas 6 try out. Bagus, deh, jadinya absen dia di kelas gak banyak.
Untuk nilai-nilai Chi bener pasrah. Belajar mereka gak optimal, malah cenderung gak belajar. Yang namanya baru sembuh kan gak langsung fit 100% badannya. Jadi gak tega untuk nyuruh belajar.

2 minggu setelah UAS, ada pengambilan raport bayangan. Alhamdulillah hasil raport bayangan semester ini nilai-nilai Keke dan Nai masih bagus-bagus.

"Nai anak yang cerdas," kata 2 orang wali kelas Nai (untuk kelas 1, wali kelasnya memang ada 2)

Nilai-nilai Keke juga bagus-bagus bahkan untuk UAS menakjubkan kata wali kelas Keke. Menakjubkan karena disaat sakit dan baru sembuh nilai-nilainya tetep bagus-bagus. Banyak yang nyaris sempurna. Bahkan untuk science nilai UASnya sempurna.

Alhamdulillah, bahagia banget Chi menerima hasil-hasilnya. Terima kasih banyak, ya, Nak. Kalian udah bikin orang tua bahagia dan tetep memberikan yang terbaik bagi kalian sendiri :)

Continue Reading
8 comments
Share:

Thursday, April 18, 2013

Haid Pertama

Haid Pertama - Setiap perempuan pasti pernah mengalami yang namanya haid pertama. Chi pernah, dan suatu saat nanti Nai pun akan mengalami hal yang sama. Tadinya Chi gak terpikir tentang masalah haid pertama, karena Nai kan masih kecil trus waktu Chi ngalamin haid pertama itu di rumah. Jadi santai lah, gak ada yang dikhawatirkan

Sampe satu hari di salah satu komunitas, ada salah seorang ibu yang bercerita kalo putrinya mengalami haid pertama di sekolah. Namanya juga pengalaman pertama, kita gak tau kapan bakal dateng. Itu pun anaknya gak sadar kalo gak dikasih tau temennya roknya itu kena bercak.

Ternyata efeknya anaknya merasa malu, kalo gak salah sempet mogok sekolah, deh. Mana mau ujian (seinget Chi anaknya itu kelas 6). Yang bikin malu adalah sikap temen-temennya yang ngeledeki dia, terutama anak laki-laki. Ditambah lagi sekolah kayaknya gak cepat tanggap mengatasi masalah ini.

Chi bisa ngerti perasaan anak itu, apalagi di usia kelas 6 biasanya udah kenal malu. Malah mungkin udah kenal naksir-naksirna. Siapa tau cowok yang ditaksirnya ikut ngeledekin? Pasti bakal tambah malu perasaannya.

Gara-gara baca cerita itu, Chi jadi kepikiran gimana ya kalo sampe itu kejadian di Nai. Emang sih kemungkinan Nai dapet haid itu masih jauh banget, tapi selama ini Chi juga gak terlalu serius memikirkan tentang haid.

Kebetulan beberpa waktu lalu ada seminar parenting tentang sex education dari timnya ibu Elly Risman di sekolah Keke dan Nai. Sayangnya di saat yang bersamaan Nai kena gondongan. Terpaksa deh gak bisa ikutan. Padahal Chi mau tanya masalah itu, bagaimana sebagai orang tua harus menyikapinya.

Karena gak kesampean, minggu kemaren Chi ngobrol-ngobrol sama wali kelasnya Keke tentang masalah ini. Kata Bu Yuli, kalo di sekolah gak akan mendiamkan masalah ini. Malah sejak kelas 4 SD siswa-siswi akan dikenalkan tentang sex education di kelas termasuk tentang haid. Dan tentang haid ini juga gak cuma siswi yang akan dikenalkan, tapi siswa juga dikenalkan. Salah satu tujuannya untuk menghindari sikap mengejek apabila ada siswi yang kedapatan haid pertama di sekolah.

Sekolah juga menydiakan P3K untuk haid. Dari mulai pembalut dan lainnya semua disediakan. Kasihan kan kalo sampe siswi putri kelihatan terus-terusan bercak darah di roknya.

Alhamdulillah, Chi lega juga baca penjelasannya. Selama ini Chi emang gak kepikiran untuk bertanya ke sekolah tentang masalah ini. Setelah Chi denger penjelasan wali kelas Keke jadi lega juga. Setidaknya anak-anak putri yang terkena haid di sekolah kecil kemungkinan untuk mendapatkan malu kalo pihak sekolah cepat tanggap begitu juga murid2nya :)

Teman-teman pernah bertanya hal itu ke sekolah anak-anaknya? Dan ternyata pelajaran tentang haid gak cuma anak perempuan yang harus belajar. Rasanya mulai sekarang Chi pun akan mengajarkan ke Keke, supaya nanti dia gak akan mengejek teman-teman perempuannya yang terkena noda haid. apalagi yang namanya haid pertama suka gak terduga datangnya :)

Continue Reading
30 comments
Share:

Wednesday, April 17, 2013

Mengapa Keke dan Nai yang Jadi Juri

Seperti yang Chi tulis di postingan 1st Giveaway : Jalan-Jalan Seru untuk Keke dan Nai, maka yang jadi juri adalah Keke dan Nai.

Mengapa Keke dan Nai yang jadi juri? Ya, suka-suka Chi, doong! Hehe. Enggak ding, Chi lagi pengen aja liat mereka berdiskusi. Walopun tiap kali memutuskan untuk jalan-jalan ke suatu tempat, Keke dan Nai juga pasti dilibatkan. Nah, kali ini Chi biarkan mereka untuk berdiskusi berdua. Chi dan K'Aie jadi penengah aja kalo mereka sampe berantem :r

Walopun deadline 1st Giveaway : Jalan-Jalan Seru untuk Keke dan Nai sampe tanggal 21 April, tapi dari beberapa hari lalu Keke dan Nai mulai membaca sama-sama beberapa postingan peserta yang sudah terdaftar.

"Gak mau ke sini! Gak asiikk tempatnya." "Ihh, enak tau tempatnya ... karena ada ..."

Itu salah satu perdebatan mereka. Yang satu bilang asik, yang satunya lagi bilang gak asik. Kalo udah begini harus dijaga-jaga jangan sampe perdebatannya 'memanas' hehe. Tapi ada kalanya juga mereka kompak dengan langsung bilang "Mau kesiniiiiii ...!" atau "Gak mau! Gak seru!" :r Pokoknya seru banget lihat diskusi mereka dan yang menyenangkan mereka juga membaca atau sesekali Chi bacain. Menambah keakraban, kan? :L

Bukan berarti gak ada resiko ketika menjadikan Keke dan Nai itu juri. Ternyata mereka berpikir, apapun postingan keren yang mereka pilih nanti itu artinya mereka akan di ajak jalan-jalan ke sana.

Waks! Tapi untuk jalan-jalan ke semua tempat-tempat keren yang nanti dipilih tentu aja tunggu ada rejeki dan waktu yang pas dulu. Ya berharap aja semoga rejeki dan waktunya nanti ada. Karena kalo Chi postingan-postingan yang udah masuk rasanya pengen juga datengin ke semua tempat itu :) Dan semoga aja Keke dan Nai sabar menanti dengan tidak menagih :p

Udah pasti postingan para pemenang GA yang mereka pilih nanti jalan-jalannya dianggap keren versi mereka loh, ya. Dan tentu juga versi Chi, karena kan Chi ikut sumbang saran walopun pada akhirnya making decisionnya tetep aja Keke dan Nai. Buktinya ada jalan-jalan yang menurut Chi bagus tapi langsung di tolak mentah-mentah sama mereka. :D Tapi kan penilaiannya masih berlanjut, bisa jadi pemikiran mereka berubah :D

Untuk yang belom ikutan, ayo DLnya sampe tanggal 21 April 2013. Sebentar lagi, tapi masih ada waktu :)

Continue Reading
32 comments
Share:

Tuesday, April 16, 2013

Antre Doong..

Siang itu kami bertiga (Chi, Keke dan Nai) lagi ke minimarket. Lumayan rame minimarket saat itu sampe mau bayar aja harus antri lumayan panjang..

Waktu lagi antre, Chi liat ada 2 anak remaja putri (salah satunya masih pake seragam SMA) nunjukkin gelagat kalo mereka gak mau antre. Sementara semua orang antre, 2 remaja itu berdiri di luar antrean dekat kasir.

Ibu di depan Chi lagi di hitung belanjaannya, Chi liat 2 anak ini menaruh belanjaannya di meja kasir sementara mereka berdua berdiri disamping Chi

Feeling Chi, setelah ibu di depan selesai bertransaksi, 2 anak ini akan menyelak antrean. Hati pun mulai rada-rada mangkel. Berpikir kalimat apa yang pas supaya gak keliatan kesel (karena gak enak di liat sama Keke dan Nai) tapi tetep keliatan 'nonjok' buat 2 anak ini
Feeling Chi pun benar ...

"Yang ini dulu mas" kata salah seorang dari mereka..

Chi    : "Maaf ya, kayaknya saya dulu deh.. Kan saya antri di belakang ibu tadi"
Remaja SMA :"Tapi belanjaan saya cuma sedikit bu"
Chi    : "Oh gak ada alasan.. Mau belanja sedikit mau banyak tetep harus antre. Adek pake baju sekolah berarti di sekolah pernah di ajarin tentang antre kan? Kalo belom coba buka lagi buku pelajarannya"

2 anak itu pun akhirnya mengalah.. Sebetulnya Chi agak menyayangkan juga sikap pegawai minimarket yang selalu berdiri di samping si kasir. Si pegawai sempet mau melayani 2 anak remaja ini kalo aja Chi gak protes. Kalo belanja di dept. store, setau Chi customer yang tidak antre tidak akan di layani dan minta kita ngantri.

Ketika di mobil..

Bunda : "Belajar antre aja kok gak mau."
Keke   : "Emang kenapa, Bun?"
Bunda : "Mereka gak mau antre."
Keke   : "Emang antre itu harus ya.."
Bunda : "Harus dong kan itu belajar tata tertib"
Keke   : "Tapi kan tadi dia bilang kalo belanjaannya cuma sedikit.. Kok bunda gak kasih?"
Bunda : "Belanja banyak atau sedikit gak bisa di jadiin alasan Ke. Kan bukan sesuatu yang penting banget. Kalo kita kasih kesempatan ke mereka yang belanja sedikit, nanti yang belanja sedikit lainnya akan menuntut hal yang sama. Lama-lama yang di layanin yang cuma belanja sedikit. Padahal belanja banyak atau sedikit haknya itu sama. Kecuali karena alasan yang mendesak.. Sesuatu yang sangat penting yang memang harus diduluin. Misalnya karena sakit. Boleh kita duluin mereka. Tapi kalo gak ada alasan penting ya janganlah.."
Keke   : "Oh gitu ya Bun.."
Bunda : "Pokoknya anak-anak bunda jangan sampe kayak gitu. Jangan sampe karena kita gak mau antre trus kita di tegur orang. Mending kalo cuma di tegur baik-baik, kalo di labrak orang gimana?"

Hati Chi yang tadi mangkel ngeliat 2 anak remaja gak mau antri berganti jadi bersyukur. Setidaknya anak-anak Chi belajar tentang tata tertib antri secara langsung..

Continue Reading
38 comments
Share: