Thursday, August 29, 2013

Aku Bisa Merapikan Mainanku Sendiri

Karena Keke & Nai sudah mahir membuka youtube, seringkali mereka berdua asik membuka youtube dan nonton berdua. Paling Chi ngawasin aja jangan sampe mereka nonton yang terlalu aneh walopun ada beberapa kata kunci yang sudah di block sama K'Aie untuk memperkecil kemungkinan melihat yang aneh tapi waspada mah teteuuupp ya :)

Kali ini mereka nonton kartun yang berjudul "Aku Bisa Merapikan Mainanku Sendiri"




Untuk yang sulit membuka youtube, Chi akan cerita sedikit tentang kartun itu. Jadi menceritakan tentang 2 orang kakak-beradik (Ali dan Nisa) yang terlalu asik bermain hingga larut malam. Selesai bermain, mereka tidak mau merapikan mainannya dengan alasan sudah mengantuk.

Ayah mereka lalu mempunyai cara yang cerdik. Tidak dengan cara menegur apalagi memarahi mereka tapi dengan cara mengajak mereka kembali bermain. Misalnya ayahnya bertanya ke Ali dan Nisa dimana arah istana karena pasukan buku tersesat. Ali dan Nisa dengan riang memberitahu dimana letak istana, yaitu rak buku.

Ali dan Nisa lalu saling berimajinasi dengan mainan mereka yang lain. Dan tanpa terasa ruangan yang tadinya berantakan menjadi rapi, semua mainan sudah diletakkan kembali ke tempatnya masing-masing.

-----------------

Nai  : "Ke, kayaknya ayahnya Ali sama Nisa lagi berbohong, deh. Bilangnya ngajak main, padahal sebetulnya Ali sama Nisanya di ajak beresin mainan. Masa ayah bohong sama anak ya.."
Keke : "Iya tuh, ayahnya ngerjain anak-anaknya, ya, Nai... Anak-anaknya mau aja lagi dikerjain"
Nai  : "Mungkin karena gak berasa di kerjain kali Ke.. Kan kayak main lagi."
Keke : "Iya sih.. Kalo main, kan, gak bikin cape. Tapi kalo di suruh beresin pasti cape. Makanya harus pura-pura bermain kali Nai"
Nai  : "Iya kayaknya Ke.."

Chi ngikik banget denger celotehan mereka berdua.. Tapi sekaligus hati-hati juga nih.. Jangan sampe kalo Chi lagi ngerjain eh minta tolong, mereka merasa bundanya lagi ngebohongin mereka. Harus lebih bener-bener puter otak kayaknya.. :p

Continue Reading
44 comments
Share:

Wednesday, August 28, 2013

Rezeki dari KEB untuk Keke

Katanya yang namanya pintu rezeki itu kan bisa datang dari mana aja. Bahkan KEB, sebuah komunitas blogger bagi perempuan juga bisa memberikan rezeki bagi Keke yang seorang anak laki-laki. Kok, bisa? Ceritanya gini ... kejadiannya beberapa bulan lalu. Chi lagi ngobrol-ngobrol sama K'Aie.

Chi    : "Yah, tadi di tempat kursus menggambar, Bunda ngobrol sama seorang ibu, ya, dia orang tua murid di sekolah anak-anak juga, sih. Cuma anaknya udah kelas 5 sekarang. Katanya kalo udah kelas 4 mulai bawa laptop ke sekolah, lho."
K'Aie : "Emang ada peraturan dari sekolah supaya bawa laptop?"
Chi     : "Ya, enggak, sih. Cuma katanya mulai kelas 4 itu, anak bakal lumayan sering dapat tugas bikin makalah buat dipresentasiin di depan kelas. Biasanya mereka suka bawa laptop, ya, mungkin daripada harus ngeprint kali. Trus kan katanya di kelas 4 itu ada juga guru yang kalo kasih tugas gak mau dikumpulin pake kertas. Jadi kirim ke email gurunya"
K'Aie : "Berarti semuanya pada bawa laptop?"
Chi     : "Enggak juga, sih. Yang gak bawa biasanya bawa flash disk. Trus pinjem laptop temennya kayaknya."
K'Aie : "Ya, udah pinjem aja kalo gitu."
Chi     : "Ah, males. Kita, kan, gak tau anak-anak itu make laptop gimana. Nanti kalo laptop temennya rusak, anak kita ikut disalahin padahal bisa jadi yang minjem gak cuma anak kita."
K'Aie : "Kalo gitu pake laptop Bunda aja."
Chi     : "Bawa ke sekolah? Gak boleeeeh ...!"

Pembicaraan pun berhenti. Chi gregetan sebetulnya. Maunya Chi, tuh, K'Aie bilang 'ya, udah kita beli'. Tapi ya ... gitu, deh. Gak ada kelanjutan obrolan, K'Aie keliatan cuek aja. Sebetulnya Chi ngerti, sih, kalo semester genap gini kan orang tua biasanya udah diminta membayar untuk biaya kegiatan, buku, dan lainnya untuk tahun ajaran berikutnya. Dan jumlahnya itu lumayan besar juga, apalagi sekarang Nai juga udah SD jadi bayarnya juga dobel. Mana mau puasa plus lebaran, listrik naik, dan BBM juga ikut naik :)

Eh udah gitu laptop MacBook Pro kesayangan Chi ikutan rusak, gak lama setelah Chi bilang keberatan kalo itu laptop dibawa Keke ke sekolah. Kalo di rumah, sih, dia sering pake, cuma kalo harus dibawa ke sekolah Chi keberatan.

Rusaknya laptop bikin Chi uring-uringan dan K'Aie pun nawarin buat beli laptop baru. Pas ditanya mau merk apa, Chi minta merk yang sama dengan yang biasa dipake. K'Aie ngebolehin tapi cuma bisa yang 13 inch aja. Kalo pengen yang 15 inch kayak laptop yang lama, bujetnya saat itu lagi gak cukup kecuali mau diganti merk lain atau mau nunggu sampe cukup bujetnya. Ya udah lah gak apa-apa. Yang penting merknya sama. Udah terlanjur jatuh cinta sama si apel :L

Eyaampun setelah laptop baru kebeli, laptop yang lama tiba-tiba bener lagi sampe sekarang tanpa dibenerin sama sekali. Seneng banget, sih, tapi bikin ngikik juga. Cuma tetep aja kalo harus dibawa Keke ke sekolah rasanya masih berat, ya. *Bunda pelit :p

Beberapa minggu setelah ngobrol itu, Chi masuk 50 besar ajang Srikandi Blogger. Dari 50 besar, lolos lagi ke 10 besar alias menjadi finalis. Dan puncaknya, Chi terpilih sebagai Srikandi Blogger Persahabatan 2013. Dimana salah satu hadiahnya adalah 1 unit laptop Acer. Keke dan Nai seneng banget. Malah Keke langsung bilang, "Buat Keke, ya, Bun!"Chi pun langsung mengiyakan. Laptopnya emang buat kamu, Nak :)

Eits tapi bukan berarti yang lain gak boleh pake. Kalo di rumah, sih kami bergantian aja. Apalagi ada komputer juga di rumah, jadi udah gak ada alasan untuk berebutan. Walopun begitu gak juga menjadikan kami menjadi pribadi yang asing satu sama lain karena asik dengan dunia maya, kok. Silakan baca postingan Chi yang berjudul Mobile Internet Pada Anak - Candu atau Hobi? Tentang cara kami tetap bisa menjaga kebersamaan walaupun dikelilingi gadget :)

Terbukti, kan, kalo KEB juga memberikan rezeki untuk Keke. Kalo nanti dia dapet tugas dari sekolah dan pengen bawa laptop, dia boleh bawa laptop hadiah dari KEB itu, kok. Asal hati-hati, ya :)

Continue Reading
47 comments
Share:

Monday, August 26, 2013

Bahasa Inggris Masih Ada!

Selain tentang kurikulum 2013, obrolan lainnya beberapa bulan lalu yang sempat menuai pro dan kontra adalah tentang dihapusnya mata pelajaran bahasa Inggris untuk SD. Lagi-lagi, Chi memilih untuk melihat saja. Mengikuti pro-kontra, seringkali lebih heboh pro-kontranya daripada beritanya itu sendiri :p

Melihat bukan berarti pasrah. Chi pun punya rencana seandainya bahasa Inggris memang dihapus. Beberapa rencana alternatif yang bisa dipilih adalah :

  1. Tetep mengkursuskan Keke-Nai di tempat kursus mereka yang selama ini udah mereka jalanin
  2. Santai aja, waktu zaman Chi bahasa Inggris juga baru dikenalkan saat SMP. Buktinya tetep aja ada orang yang mahir berbahasa Inggris, kan? :)
  3. Belajar bahasa bisa dengan cara apa aja. Di postingan "Speech Delay", Chi pernah bercerita tentang adik kandung Chi yang udah beberapa tahun ini tinggal di US hingga sekarang. Fasih berbahasa Inggris justru karena dia belajar dari film-film Hollywood. Film-film tersebut gak hanya sekedar ditonton tapi juga dipelajari hingga ke aksennya.

    Hanya saja, sekolah Keke-Nai itu kurikulumnya bilingual. Chi cuma penasaran, kalau beneran bahasa Inggris dihapus apa itu artinya sekolah juga akan menghapuskan kurikulum bilingualnya? Chi lalu bertanya ke wali kelas Keke. Dan katanya bahasa Inggris tidak akan dihapus walaupun berubah kurikulumnya dan penyampaian materi ke siswa pun tetap bilingual. Oke, setidaknya di sekolah anak-anak  bahasa Inggris masih ada.

    Sekarang tahun ajaran baru udah berjalan. Memang benar, tidak ada yang berubah. Yang berubah paling kurikulum 2013 aja untuk Keke. Buku-buku untuk Keke semua pakai buku lokal. Tapi, sebelum ada kurikulum baru, Chi beberapa kali dengar cerita dari beberapa orang tua murid kalau mulai kelas 4 memang muatan lokal udah lumayan banyak. Karena mempersiapkan anak-anak untuk UAN. Kalau masih pakai buku pelajaran yang berbahasa Inggris sebagai pengantarnya nanti dikhawatirkan anak-anak akan bingung ketika menghadapi UAN. Dan walaupun materinya udah kebanyakan pakai buku lokal, penyampaiannya juga masih ada yang bilingual.

    Waktu rapat orang tua murid dengan pihak sekolah juga kembali dijelaskan, kalau bahasa Inggris itu bukan ditiadakan hanya tidak lagi dijadikan mata pelajaran utama. Artinya, kalau dulu bahasa Inggris termasuk salah satu penentu kenaikan kelas atau kelulusan, sekarang tidak lagi. Cuma, dimedia-media memang banyak yang salah kaprah memberitakannya. :)

    Jadi bahasa Inggris masih ada di sekolah Keke-Nai. Bagaimana di sekolah lain? :)

    Oiya, di kelas 4 ini Keke belajar 4 bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Sunda. Walaupun kami orang Sunda tapi Bahasa Sunda keliatannya yang paling bikin pusyiiiinnnggg.

    Continue Reading
    24 comments
    Share:

    Thursday, August 22, 2013

    Plus Minus Kurikulum 2013

    Kurikulum pendidikan di Indonesia terlalu berpatokan pada nilai akademis bukan pada karakter?
    Kurikulum di Indonesia terlalu berat?
    Kurikulum di Indonesia gonta-ganti terus?
    Bagaimana dengan kurikulum 2013? Chi akan menceritakan plus-minusnya :)

    Ya ... ya ... dan ya .... Dan mungkin masih banyak 'ya' yang lainnya kalau bicara tentang kurikulum pendidikan di Indonesia. Tapi Chi pribadi lebih memilih mempersiapkan diri untuk selalu siap beradaptasi ketimbang hanya sekedar beropini setuju atau tidak apalagi sambil diiringi dengan mengeluh dan mengomel tapi tidak melakukan apapun.

    Chi percaya di setiap zaman apapun bentuk kurikulumnya selalu aja ada orang-orang yang sukses bahkan dari kalangan yang di atas kertas tidak mampu dalam hal pendidikan. Entah itu tidak mampu secara finansial atau dianggap tidak mampu secara akademis. Tapi kenyataan selalu aja ada yang sukses dari kelompok tersebut, yang itu artinya mereka berusaha :)

    Udah dari jauh-jauh hari, Chi mengetahui kalau kurikulum untuk tahun ajaran 2013/2014 ini akan diganti lagi. Chi memilih menunggu seperti apa bentuk kurikulum barunya itu. Karena kalau ikut beropini kadang berita yang ada juga simpang-siur.

    Dan ternyata memang benar tahun ajaran ini ada kurikulum baru, tapi baru di uji coba untuk kelas 1 dan 4 saja. Kurikulum yang baru ini bersifat tematik. Jadi kalau sebelumnya setiap mata pelajaran ada bukunya masing-masing, kali ini 1 buku mencakup beberapa mata pelajaran sekaligus. Chi sendiri baru dapat 2 buku tematik dari sekolah, tapi kata kakak ipar yang anaknya juga di kelas 4 secara keseluruhan buku tematiknya ada 9 buah untuk 1 tahun ajaran.

    Karena Keke di kelas 4 sekarang, dia kena kurikulum yang baru sementara Nai enggak karena dia kelas 2. Sekarang Chi mau cerita tentang plus minus kurikulum yang baru menurut Chi, ya :



    Nilai Plus Kurikulum 2013



    Tas sekolah jadi jauh lebih ringan

    Yang paling langsung berasa memang berat tas sekolah jadi jauh lebih ringan. Kalau dulu setiap hari anak-anak bawa tas berat banget karena banyaknya buku pelajaran yang harus dibawa. Kalau sekarang enggak karena cukup bawa 1 buku untuk beberapa mata pelajaran sekaligus. Bukunya un gak terlalu besar ukurannya, dan juga gak tebal.

    Contohnya hari ini mata pelajaran Keke adalah Science, Math, PKn, IPS. Kalau masih pakai kurikulum lama udah pasti tas Keke akan sangat berat karena biasanya buku untuk pelajaran Math dan Science itu besar dan tebal. Udah gitu Math dan Science masing-masing terdiri dari 2 buah buku yang harus selalu dibawa. Belum lagi ditambah buku PKn dan IPS. 6 buah buku yang besar dan tebal harus dibawa kalau masih pakai kurikulum lama. Tapi dengan kurikulum yang baru Keke cukup bawa 1 buah buku aja. Ringan banget, kan? :D

    Buat Chi sebagai orang tua tentu aja tas sekolah yang jauh lebih ringan ini melegakan. Karena kasihan kalau lihat anak-anak setiap hari harus bawa tas dengan beban yang sangat berat. Kurang bagus untuk kesehatan dan tumbuh kembang mereka sebetulnya.



    Nilai Minus Kurikulum 2013



    Kalau ketinggalan repot

    Karena 1 buku untuk beberapa mata pelajaran sekaligus, memang jadi agak repot kalau sampe ketinggalan. Dan Keke pernah sekali ngalamin waktu bulan puasa kemaren :p

    Tapi urusan ketinggalan berarti, ya, kelalaian Chi dan Keke. Karena gak dicek lagi sebelum sekolah :)



    Masih agak repot untuk memantau

    Dari dulu setiap pulang sekolah, Chi selalu tanya ke Keke-Nai, "Hari ini belajar apa?" Tapi sering juga mereka menjawab, "Gak tau, lupa ..." Kalaupun mereka jawab seperti itu Chi masih santai karena tinggal cek ke buku pelajaran mereka, biasanya akan kelihatan bahasan terakhir di sekolah hari itu sampai mana.

    Tapi karena sekarang modelnya tematik, dimana bukunya juga gak tebal, Chi berpikir guru yang mengajar akan menambahkan materi yang ada di buku. Dan itu bisa jadi murid-murid akan banyak mencatat. Ditambah lagi mulai kelas 4 ini, semua mata pelajaran dipegang sama guru yang berbeda-beda. Kalau dulu, kan, semuanya masih dipegang wali kelas kecuali untuk pelajaran agama, olahraga, dan bahasa Inggris. Jadi dulu enak kalau mau tanya tentang pelajaran tinggal ke wali kelas aja, sekarang Chi belum hapal nama guru-guru yang ngajar Keke :D

    Chi juga minta Keke kalau ada catatan baru di bawa pulang dulu ke rumah. Selama ini buku tulis selalu di simpan di loker kelas, jadi pas Chi minta dia untuk selalu bawa pulang buku tulisnya kalau ada pelajaran baru Keke sempet protes. Mungkin dia belum terbiasa aja. Dan akhirnya juga jadi tugas baru untuk Chi, setiap ada catatan baru di buku tulisnya harus disalin ulang untuk di rumah.

    Chi gak meminta Keke yang menyalin ulang, karena kasian dia udah seharian sekolah. Jadi selalu Chi yang menyalin lagian itung-itung sambil mempelajari pelajaran Keke biar Chi juga tau apa aja yang dia pelajari di sekolah :)

    Keliatan lebih ribet, ya, kurikulum yang baru ini? Ah, enggak juga. Chi jalanin aja. Insya Allah bisa. Lagian baru dimulai juga, Chi belum bisa bicara plus minusnya lebih banyak lagi. Jadi gak mau terburu-buru menghakimi apa kurikulum yang baru ini cocok atau enggak. Dan kembali lagi, berusaha untuk beradaptasi aja :)

    Biasanya setiap tahun ajaran baru dimulai, orang tua murid akan diundang oleh pihak sekolah untuk membicarakan berbagai hal termasuk tentang kurikulum. Karena tahun ini belum ada undangannya, jadi Chi juga belum tau kira-kira metode seperti apa yang akan dilakukan oleh sekolah terutama untuk kelas 1 & 4 yang terkena kurikulum baru ini.

    Mungkin nanti kalau udah ada pembahasan dengan pihak sekolah Chi bisa cerita lebih banyak lagi. Sekarang jalanin aja dulu. Termasuk sama Nai yang masih pakai kurikulum lama, dan itu berarti bawaan dia ke sekolah jauh lebih berat daripada Keke. Kasihan juga ngeliatnya, mana badannya mungil hihi. Semangat, ya, Nak!

    Continue Reading
    60 comments
    Share:

    Monday, August 19, 2013

    Bel Sekolah

    Salah satu kenangan waktu Keke kelas 3 ...

    Siang itu Chi lagi jemput Nai.. Tau-tau ada anak perempuan nyamperin Chi.. Chi gak tau namanya, jadi kita sebut aja Putri ya..

    Putri : "Tante.. itu Keke nakal.."

    Pikiran Chi saat itu, jangan-jangan Keke ngusilin ini anak ...

    Chi   : "Nakal kenapa?"
    Putri : "Dari tadi bunyiin bel sekolah, abis itu kabur.. Trus bunyiin lagi.."

    Ya ampuuuunnn pantesan aja dari tadi bel sekolah gak biasa-biasanya tat tet tat tet terus. Ternyata pelakunya anak sendiri..

    Pas lagi ngobrol gitu Keke lewat sambil lari.. Langsung aja Chi tangkep.. Chi nasehatin supaya jangan usil bunyiin bel.. Kalo sampe ketauan guru nanti di omelin.. Keke si iya-iya aja, sambil cengengesan..

    Ternyata Keke usil juga nih.. Nurun dari mana ya? Kayaknya Chi dulu sekolah termasuk anak manis & baik *pencitraan :p 

    *Baru pulang mudik hari Minggu kemaren, insya Allah abis ini mulai nyicil bewe disambi dengan urusan beberes :D

    Continue Reading
    28 comments
    Share:

    Wednesday, August 14, 2013

    Tidak Ada THR Tahun Ini

    Ini tahun kedua Keke bisa puasa full. Tahun ini dia batal 3 kali. 1 kali karena hari pertama sekolah dan dia gak kuat, yang 2 kali karena sakit.

    Peningkatan yang terlihat dari tahun sebelumnya adalah udah gak ada tangisan lagi kalau dibangunkan saat sahur. Walaupun masih harus disuapin kalau sahur. Gak apa-apa, deh, setidaknya udah gak susah dibangunin.

    Kalo Nai masih belum bisa full. Tapi di sekolah udah gak bawa makan-minum. Lumayan lah sekitar 4 jam dia gak makan-minum. Sahur belom bisa. Sebetulnya bisa, sih, dibangunin cuma abis itu dia gak mau tidur lagi. Giliran waktunya sekolah baru ngantuknya dateng dan susah dibangunin :D

    Seperti biasa tiap kali hari raya, anak-anak suka dapet THR dari keluarga besar. Keke termasuk yang paling besar dapet THRnya karena selain uang hari raya, dia juga abis sunat jadi dapetnya juga dobel :D

    Lho, tapi kenapa judul postingannya Tidak Ada THR Tahun Ini? Maksudnya karena Keke udah terbukti bisa puasa full, jadi tahun ini tidak ada lagi iming-iming hadiah kalau Keke bisa puasa full. Alasan kenapa sebelumnya kami mengiming-imingi dengan hadiah silakan baca di postingan tahun lalu yang judulnya THR 57 Ribu.

    Tahun ini lebih banyak menjelaskan dari sisi agama ke Keke. Insya Allah pelan-pelan Keke akan semakin paham tentang makna puasa. Kalau Nai, masih ada iming-imingnya tapi tetep belom berpengaruh :r Sama, lah, kayak Keke dulu :D

    Harapan Chi masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, semoga ibadah puasa mereka semakin meningkat. Aamiin

    Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin

    Continue Reading
    50 comments
    Share:

    Tuesday, August 6, 2013

    Baju Lebaran Tahun Ini

    Keke   : "Bunda, emang kenapa kita harus beli baju lebaran, sih?"
    Bunda : "Ya, baju-baju kalian, kan, udah pada sempit."
    Keke   : "Emang belinya harus pas puasa? Gak bisa kapan lagi gitu?"
    Bunda : "Bisa aja, sih. Cuma Bunda pikir dipasin aja momennya. Jadi bukan berarti beli baju itu karena lebaran, ya. Cuma emang sengaja dipasin aja waktunya."

    Chi menjelaskan seperti itu karena gak mau mereka berpikir lebaran memang harus segala sesuatu baru karena memang Chi cuma sengaja ngepasin momen aja. Kalau tahun-tahun sebelumnya, Chi selalu belanja 1 bulan sebelum Ramadan karena menghindari ramainya mall saat Ramadan, tahun ini Chi belanja saat puasa. Perkiraan Chi, sekarang Jakarta itu udah jadi kota mall. Masuk mall udah gak sesumpek dulu karena customernya terpecah. Dan memang bener, sih, pas belanja baju waktu itu Chi gak merasa terlalu rame suasananya/

    Alhamdulillah rezekinya pun ada. Malah sebetulnya kami gak keluarin uang banyak tapi cuma 50 ribu rupiah saja untuk beberapa lembar baju karena Chi dapet voucher belanja sebagai salah satu pemenang lomba blog Sustagen. Alhamdulillah, bener-bener rezeki :)

    Chi mau posting tentang selera berpakaian Keke yang mengalami perubahan lagi. Kalau 2 tahun lalu, seleranya adalah t-shirt yang tidak ada gambarnya apalagi kartun. Lebih suka kaos yang dengan banyak tulisan dengan warna yang cenderung gelap. Dan tidak mau pakai celana pendek.

    Tahun kemarin karena lagi gandrung sama K-Pop, dia memilih baju baru ala-ala artis Korea. Dengan warna-warna pastel. Sebetulnya sempet juga dia memilih warna yang lebih terang, tapi kami keberatan. Kayaknya silau kalau terlalu terang warnanya :r Model bajunya juga beragam, gak hanya t-shirt tapi ada kaos yang tanpa lengan hingga kemeja. Untuk celana, Keke udah mulai mau pakai celana pendek lagi.

    Tahun ini seleranya kembali ke 2 tahun lalu, yaitu t-shirt dengan warna-warna netral. Kartun pun masalah yang penting kaos oblong. Udah gak mau pake kemeja lagi. Celana masih kayak tahun lalu, panjang atau pendek gak masalah. Tapi tahun ini gak beli celana karena size celananya sekarang 29. Udah sepake sama ayah-bundanya, jadi pakai celana ayah bunda cuma dipendekin.

    Gak susah ngikutin selera berpakaian Keke tahun ini. Makanya waktu Keke milih gak mau ikut, Chi gak masalah karena yang penting t-shirt. Itupun carinya bukan dibagian anak-anak lagi, tapi di bagian laki-laki. Cari aja yang size s.

    Kalau Nai juga ada perubahan seleranya. Dia mulai minta dibeliin baju tangan panjang. Kalau dulu dia gak mau, malah koleksi bajunya kebanyakan yang tanpa lengan. Gerah katanya.Sekarang dia pengen kayak Bunda selalu pakai tangan panjang dan pengen juga mulai berjilbab. Alhamdulillah. Sebetulnay gak cuma sekarang-sekarang aja, sih, dia ngomong kayak gitu. Dan emmang dia udah mulai bisa tahan agak lama pakai baju tertutup. Jadi sedikit-sedikit bajunya Chi ganti dengan yang tangan panjang. Tapi cari yang bahnnya lembut biar dia tetap nyaman.

    Trus Nai pengen tahun ini kami sekeluarga berseragam. Chi nyengir mendengar permintaan Nai. Karena selama ini gak pernah kepikiran untuk punya seragam keluarga. Apalagi Keke lagi gak mau pake baju selain t-shirt. Ke undangan aja dia memilih pakai t-shirt. K'Aie juga pasti gak kepikiran punya baju seragam. Trus Nai coba nawar, kalau gak mau seragaman paling gak warnanya senada. Lagi-lagi Chi cuma nyengir.

    Ada salah satu brand yang jual pakaian untuk sekeluarga, tapi setelah beberapa model dicobain akhirnya Nai gak mau. Dia sedikit berubah pikiran katanya seragaman sama bunda aja. Setelah sekian lama cari, akhirnya dapet juga. Dan baju untuk Chi dapet di bagian anak. Ini anak-anak zaman sekarang yang badannya besar-besar apa Chi yang mengecil badannya? :p

    Selera anak-anak terus berubah-ubah, ya. Tapi semoga Nai bisa terus betah menggunakan baju tangan panjang. :)

    Continue Reading
    62 comments
    Share: