Friday, May 31, 2013

Wisata Bandung Trans Studio, Hebring, Euy!

Setiap kali ada tanggal merah di kalender yang menandakan long wiken, selalu ada aja status FB atau twitter yang bilang lagi liburan ke Bandung. Memang dari dulu sampe sekarang yang namanya Bandung kayak magnet banget. Daya tariknya luar biasa. Selalu aja mampu bikin orang tertarik untuk mengunjungi Bandung sampai berkali-kali. Pokoknya gak pernah bosen sama yang namanya Bandung.

Gak heran, kalo tiap kali long wiken dan musim liburan, macet Jakarta pindah ke Bandung. Sebel, sih, sebenernya. Masa' ketemu sama macet lagi, macet lagi. Tapi gimana lagi, selalu aja tergoda untuk datang, datang, dan datang lagi ke Bandung. *Maaf untuk warga Bandung, karena Chi juga termasuk yang menyumbang kemacetan ketika long wiken :p

Apa, sih, yang menarik dari wisata Bandung? Wisata kuliner alias wiskul! Pasti banyak yang setuju sama jawaban itu, kan? Toss! Buat Chi kalo ke Bandung itu emang enak buat makan dan makan terus. Biar kata urang Bandung, Bandung itu gak sedingin dulu, tapi kalo kata warga Bekasi kayak Chi, Bandung tetep aja dingin. Dan kalau udara dingin pengennya emang makan terus *lupakan diet :D

Tapi udah pada tau gak, sih, kalo Bandung sekarang gak cuma enak buat wiskul? Sekarang ada juga tempat bermain yang asyik, namanya Trans Studio Bandung. Chi, sih, yakin udah banyak yang tau. Tapi udah pernah ke sana belom?

Trans Studio Bandung itu salah satu tempat rekreasi keluarga indoor terbesar di dunia. Banyak wahana seru di sini, yaitu Vertigo, Si Bolang the Rides, Giant Swing, Pulau Liliput, Dunia Lain, dan masih banyak lagi. Kok, beberapa nama wahananya mirip program acara di stasiun televisi, ya? Iya, lah, karena masih satu group Trans Corp, yang tv nya itu Trans Tv sama Trans7.

Yang paling menarik buat Chi adalah wahana science center. Bahkan di sana ada program edutainment. Chi selalu tertarik dengan konsep edutainment, bahkan di blog ini aja cukup sering Chi posting tentang edutainment yang selalu di lakukan untuk Keke dan Nai. Chi selalu berusaha untuk terus mencari konsep edutainment terbaru. Karena belajar itu memang harus dibuat menyenangkan. Gak ada yang salah dengan konsep bermain sambil belajar, malah bikin anak cepat paham.

Selain beragam wahana, di sana juga ada pertunjukkan-pertunjukkan spektakular. Dan yang pasti gak bakal keringetan di sana karena tempatnya kan indoor. Enak, jadinya adem, malah dingin karena di dalam mall. Bayarnya juga cuma sekali (IDR 150K untuk Senin-Jum'at dan IDR 250K untuk Sabtu-Minggu), abis itu kita bisa puas-puasin naik wahana apapun sampe berkali-kali. *Kalo kayak gini enaknya dari mulai buka sampe tutup, ya. Biar puaaaassss :)


Salah satu pertunjukkan spektakular yang disajikan "Legenda Putra Mahkota"

Gak susah untuk mencari Trans Studio Bandung, karena letaknya strategis banget, di mall TSM (dulu di kenal dengan nama BSM). Yang dari Jakarta dan sekitarnya bisa naik travel. Bahkan yang dari bandara bisa naik DAMRI. Dan semuanya turun di TSM. Gampang banget, kan?

Daripada repot bawa koper besar, mendingan taro tas dulu di hotel. Tapi cari hotelnya yang deket lokasi theme park, aja. Silakan pilih mau nginep di The Trans Luxury Hotel atau Hotel Ibis? :)

Chi sekeluarga sebetulnya belom pernah main di Trans Studio Bandung, tapi kalo ke TSM sering karena jaraknya deket banget sama rumah Om K'Aie. Tinggal ngesot eh naik becak juga sampe. Sebetulnya jalan kaki juga bisa, tapi daripada nanti make-up keburu luntur, mendingan naik becak aja, deh

Mungkin saking deketnya jadi walopun kepengen banget, tapi tiap kali lagi ke Bandung suka 'tar-sok-tar-sok' alias ditunda-tunda kalo mau main ke sana. Akhirnya malah gak jadi terus. Hmmm ... kayaknya emang harus bener-bener direncanain, nih! Masa' tiap kali ke TSM, nontonin mereka yang lagi seru main di wahana Yamaha Racing Coaster. Sesekali pengen juga, ah, ngerasain. :D

Pengen nyobain Yamaha Racing Coaster, untuk ngetes apa Chi masih berani kayak dulu atau enggak dengan alasan karena faktor 'U' :D

Ngomong-ngomong tentang rencana, minggu lalu, K'Aie ngomong gini, "Sebentar lagi liburan sekolah, nih. Mau pada ngabisin liburan di Bandung atau mau pergi ke tempat lain?" Hahaaaayyy ... kayaknya 'penawaran segar', nih! Enak juga kayaknya ke Trans Studio pas liburan sekolah. Apalagi pas Chi lihat webnya, selama liburan sekolah (15 Juni - 7 Juli), bakal ada pertunjukkan spektakular Moscow Circus. Nah, sirkus juga rencana lama yang belum kesampean sampe sekarang. Jadi kalo main ke sana pas liburan sekolah bisa "sekali dayung 2-3 pulau terlampaui", nih #Tsaaaahhh :D
Pengen nonton sirkusnya, jugaaa :)

Yuk, ah, main ke Trans Studio. *Mulai bikin rencana. Dan lingkarin penanggalan :) Wisata Bandung Trans Studio hebring, euy!

*) Hebring = Hebat (bahasa gaul jadul tapi masih suka dipake sampe sekarang :D)

Keterangan :

Seluruh foto milik http://transstudioworld.net/foto-wahana-trans-studio-bandung/

Trans Studio Bandung


Jl. Gatot Subroto 289, Bandung 40273
Telp : 022 910 99999
Fax : 022 910 99998
Web : www.transstudiobandung.com
FB : Trans Studio Bandung
Twitter : @transstudiobdng

Continue Reading
70 comments
Share:

Wednesday, May 29, 2013

International Youth Service (IYS)

Formulir IYS yang unyu-unyu :D

Pernah mendengar yang namanya International Youth Service? Sebuah perkumpulan sahabat pena internasional yang berpusat di Finlandia, yang berdiri sejak tahun 1952. Pesertanya berusia antara 10-20 tahun.

Untuk bisa mendapatkan sahabat pena, kita diminta mengisi formulir lengkap tentang data diri kita.Kemudian kita juga diminta menulis formulir sahabat pena seperti apa yang diinginkan. Laki-laki atau perempuan, berapa usianya, tinggal di negara mana, dan lainnya. Tentu aja ada biayanya. Seinget Chi sekitar $1 untuk 1 teman pena yang kita mau.

Chi mengenalnya zaman SMP (jangan tanya tahun berapa itu hahaha ...). Teman sekolah yang mengenalkan perkumpulan ini. Sayang gak berlanjut lama ...

Sebetulnya Chi suka dengan program ini, apalagi kalau sudah menerima surat dari sahabat pena plus foto-foto mereka. Ada yang bersama keluarga, ada juga foto lingkungan mereka, pokoknya asik, deh, lihatnya. Dan mengasah kemampuan serta keberanian kita untuk berbahasa Inggris juga.

Tanpa bermaksud untuk menyalahkan, Chi sendiri gak tau orang tua suka atau enggak dengan hobi surat-suratan Chi itu. Setiap kali Chi minta tolong untuk kirim formulir ke IYS, -karena saat itu Chi gak ngerti gimana caranya mengirim surat ke luar negeri dan menukarkan uang rupiah ke dollar-, orang tua Chi selalu terima tapi gak pernah tanya juga ini program apa, bagaimana teman-temannya, dan lainnya.

Chi yang saat itu tertutup banget, jadi suka sungkan untuk meminta ke orang tua. Dalam hati terus bertanya, sebetulnya orang tua keberatan gak, sih? Akhirnya karena sifat tertutup dan rasa sungkan yang menyiksa :p, Chi gak ikutan IYS lagi.

Akhir-akhir ini Chi tiba-tiba inget lagi tentang IYS. Buat Chi program ini bagus banget. Chi pengen banget Keke dan Nai kalo udah cukup umurnya bisa ikutan program ini. Selain menambah teman juga bisa mengasah kemampuan dan kebaranian mereka berbahasa Inggris. Malah menurut Chi bisa memotivasi. Siapa tau pas lihat foto-foto, kita kepengen suatu saat bisa ke sana. Dan saling mengunjungin :L

Selama ini, sih, Chi suka minta ke Keke kalo email ke Om nya yang tinggal di LA atau Om nya telepon biasakan berbahasa Inggris. Gak apa-apa salah-salah atau sepotong-sepotong, namanya juga baru belajar. Dan Keke berani. Malah di blognya -yang sekarang udah gak pernah update karena lupa password :p - Keke sering memberanikan diri untuk menulis dengan berbahasa Inggris. Nah, Chi tertarik banget buat ngenalin program IYS ke mereka supaya mereka mendapat sahabat yang lebih banyak lagi.

Pas Chi gugling buat cari tahu di mana bisa dapet formulir IYS, ternyata Chi malah dapet info kalo IYS udah tutup! Kalo Chi baca berita resminya, mereka bahkan sudah tutup sejak tahun 2008. alasannya gak bisa bersaing lagi dengan dunia internet. Sayang banget, ya ...

Di satu sisi, internet memang semakin memudahkan kita untuk berkomunikasi. Tinggal menggerakkan jari-jari kita di keyboard, klik, saat itu juga seseorang di belahan dunia manapun menerima pesan kita.

Tapi buat Chi rasanya istimewa banget kalau menerima sepucuk surat atau selembar kartu pos dari sahabat atau keluarga. Membaca tulisan tangan mereka. Bahkan yang senang berkreasi, lembaran surat atau kartu posnya di hias. Belum lagi untuk mengirim surat kan pasti pakai perjuangan, gak cuma duduk di depan komputer yang tinggal klik. Aaaahhh istimewa rasanya!

Nai pernah mendapat surat dari sepupunya yang isinya 'cuma' menanyakan kabar Nai serta beberapa lembar hasil karyanya. Membaca tulisan 'cakar ayam' khas coretan anak-anak itu lucu dan istimewa banget.

Tiap tahun, menjelang lebaran, tukang pos datang ke sekolah Keke-Nai dan meminta anak-anak untuk mengirim selembar kartu pos ucapan idul fitri yang akan di kirim ke rumah dan ditujukan untuk orang tua. Chi selalu menikmati bahkan beberapa hari sebelum suran itu diterima. Karena mereka sudah heboh bagaimana proses berkreasi dengan kartu pos hingga proses mengirimnya. Bahkan ketika tukang pos datang, mereka lebih heboh dari Chi hahaha!

Tahun lalu Chi juga dapet selembar kartu pos ucapan selamat idul fitri dari salah seorang sahabat blogger, yaitu Mas Azzet. Subhanallah, luar biasa!

Ya, betul, dunia internet memang memudahkan. Tapi buat Chi belum bisa mengalahkan istimewanya menerima sepucuk surat atau selembar kartu pos dari keluarga atau sahabat.

Kira-kira zaman sekarang masih ada gak, ya, komunitas international terpercaya yang bergerak di bidang surat menyurat. Semoga dunia surat-menyurat tidak sampai punah.

Continue Reading
26 comments
Share:

Monday, May 27, 2013

Resto Puncak Pass

2 Minggu lebih beberapa hari lalu ...

Chi : "Yah, wiken ini kita ada acara, gak?"
K'Aie : "Kenapa gitu?"
Chi : "Kalo gak ada, Bunda mau dateng ke acara Akademi Berbagi yang infonya lihat di KEB. Deket, kok, masih di Bekasi juga. Bunda bisa jalan sendiri."
K'Aie : "Hmm ... wiken besok tanggal berapa, ya?"
Chi : " Tanggal 18 kayaknya. Emang kenapa?"
K'Aie : "Ada acara Wanadri, sih, di puncak."
Chi : "Nginep, dong?"
K'Aie : "Iya, tapi di tenda."
Chi : "Oh, ya, udah kita ke sana aja. Kan tadi Bunda bilang kalo gak ada acara. Tapi kalo ada ya kita pergi ke acara Ayah aja."

K'Aie sempet bingung antara jadi apa enggak. Bukan karena gak tertarik datang, tapi akses ke lokasi yang kayaknya meragukan. Kalo lihat di foto akses ke tempat acara kayaknya jelek jalannya. Di fotonya hanya terlihat mobil-mobil berukuran besar. Sementara mobil kami itu sedan kecil mungil.

Chi kasih saran supaya pinjem mobil papah aja, tapi kayaknya K'Aie ragu. Chi, sih, paham keraguan K'Aie karena biar gimana lebih enak pake mobil sendiri. Lebih bebas aja rasanya.

Setelah beberapa hari sempet bingung, akhirnya diputusin untuk tetep berangkat dengan mobil sendiri. Katanya, sih, K'Aie udah tanya ke Wanadri dan mobil kecil bisa lewat. Oke, deh, berangkaaaaatttt!

Chi : "Yah, bawa selimut, ya?"
K'Aie : "Ngapain, gak usah, lah.Paling ada sleeping bag di sana"
Chi "Yaelaahh, di Tanakita aja kalo camping, Bunda gak cukup kalo cuma sleeping bag. Harus pake selimut juga, kaos kaki, sama baju-celana dobel, plus jaket baru bisa tidur. Siapa tau di sana juga gitu."

Tapi karena K'Aie bilang gak usah, Chi nurut, deh. Sebetulnya karena belom tau lokasinya seperti apa, makanya nurut. :p Buktinya kalo ke Tanakita, Chi tetep bawa selimut tebel walopun sama K'Aie suka diketawain. Biarin, ah, daripada gak bisa tidur :D

Hari Sabtu, pukul 10.00 pagi, kami baru jalan dari rumah. Nyantai banget, deh. Sepanjang jalan lancar, tapi begitu keluar tol Jagorawi baru, deh, maceeett. Jauh juga macetnya sampe Taman Safari. Udah lama banget kami gak ke daerah Puncak. Paling gak sejak Nai lahir belum pernah lagi. Kalo sama Keke pernah waktu dia kecil banget, jalan-jalan ke taman Safari malam. Dan belum lama ini Keke juga di ajak sama keluarga Kakak Ipar Chi main ke kebun teh di Puncak. Gak nginep, sih. Berangkat pagi, pulang sore.

Berarti udah sekitar 7 tahun lebih gak main ke Puncak. Ternyata masih macet juga, ya. Padahal itu pertengahan bulan dan bukan long wiken. Kebayang banget, deh, kayak apa parahnya macet di Puncak kalo pas long wiken.

Selepas Taman Safari, jalannya lancar banget. Cuma arah sebaliknya yang macet sangat panjang. Keke sempet minta di buka kacanya. Ya gak apa-apa, deh, sesekali menikmati udara segar.

K'Aie bilang nanti di Puncak Pass kita makan siang dulu. Chi pikir yang K'Aie maksud itu resto Rindu Alam, tapi, kok, malah lewat gitu aja. K'Aie bilang bukan di Rindu Alam karena di sana terlalu rame, tapi di resto Puncak Pass. Ooohh ternyata Chi salah ngerti :D

Sampe resto Puncak Pass udah pukul 3 sore, udah lewat banget dari jam makan siang, ya. Tapi daripada gak makan, nanti masuk angin.

 
Sepiii kalo di area dalem :)

Suasana restonya enak. Tadinya Chi pengen makan di area luar, tapi penuh banget. Di area bawah juga banyak. Akhirnya kami ambil di bagian dalam. Lumayan sepi tapi tetep enak suasananya. Apalagi diiringi dengan alunan kecapi suling live. Syahdu :)

Keke dan Nai malah udah ribut aja kepengen sekali nginep di Puncak Pass. Apalagi pas nunggu makanannya dateng, Nai sempet ngajak keliling-keliling. Tambah minta kepengen nginep di sana, deh. Chi dan K'Aie menolak karena rencananya kan bukan untuk nginep di Puncak Pass. Insya Allah kapan-kapan, ya, Nak :)

 
Serius pilih-pilih menu, tetep aja Sop Buntut yang jadi andalan :p

Keke dan Nai langsung pilih sop buntut. Pilihan yang bisa ditebak, karena tiap pergi ke resto manapun kalo ada menu sop buntut biasanya mereka akan milih itu. Chi juga tadinya mau pilih menu yang sama, tapi gak jadi. Masa' pilih 3 menu yang sama, nanti gak bisa saling mencicipi :p

Akhirnya Chi pilih Iga bakar madu dan K'Aie pilih nasi timbel komplit. Untuk minum, kami pilih air putih, cuma K'Aie yang pilih teh. Dan setelah makan, sebagai penutup, Chi pilih klapertaart (sempet galau antara klapertaart atau apple strudle). Oke banyak sekali makan Chi hari itu, dan memang harus melupakan diet food combining yang lagi Chi jalanin :D

Ternyata emang bener-bener harus melupakan diet. Karena 1 porsi makanannya itu termasuk besar. Chi sempet ragu, apa anak-anak sanggup ngabisin porsi sebesar itu? Ternyata lumayan banyak juga mereka habisnya. Mungkin karena memang sudah sangat lapar, ya :)

Lagipula makannya memang enak semua, sih. Pas juga dengan lidah kami. Cuma menu pilihan Chi aja di mana untuk menyantapnya harus menambahkan kuah dari sop buntut. Sebetulnya, sih, Iga bakar madunya enak, cuma Chi aja yang memang gak terlalu suka rasa manis tapi saat itu sok banget pilih menu yang manis :D

Kalau lihat porsi dan rasa yang disajikan, harga yang kami keluarkan masih masuk akal dan puas, kok. Semoga kapan-kapan bisa ke sini lagi :)

Iga bakar madu dengan secangkir teh dibelakangnya :)
Nasi timbel komplit, sayang rada buram fotonya :)
Keke sempet tanya, "Kenapa buntutnya gede-gede banget?" Tapi selain besar, isinya juga terdiri dari beberapa potong buntut.
Hidangan penutup yang manknyuss

Setelah makan, perjalanan dilanjutkan. Bersambung ...

Continue Reading
40 comments
Share:

Tuesday, May 21, 2013

Celoteh Anak : Tidur di Jalan

Bunda Vania lagi bikin GA tentang celoteh anak yang lucu, nih. Tapi karena salah satu syaratnya adalah celoteh atau tingkah polah anak usia 2-6 tahun, sementara Keke-Nai udah di atas 7 tahun, jadi Chi harus inget-inget lagi kira-kira celoteh apa, ya, yang belom diceritain di blog ini.

Sambil mengingat-ingat, Chi juga buka satu per satu cerita yang ada di label celoteh anak. Dan sepertinya ada salah satu cerita yang belum pernah ditulis di sini.

Cerita begini ....

Dulu tiap kali pulang dari Bandung, kami selalu memilih malam hari. Paling tidak selepas maghrib. Alasannya biar anak-anak tertidur di mobil dan baru bangun keesokan harinya. Sampai di rumah tentu aja, kami harus menggendong mereka ke kamar.

Dan waktu itu kami baru aja pulang dari Bandung .... Mamah alias nenek Nai menyapa cucunya yang baru bangun

Mamah : "Eh, Ima udah bangun. Semalem tidur di jalan, ya?"
Nai : "Enggak."
Mamah : "Ah, masa'? Biasanya Ima, kan, suka tidur di jalan."
Nai : "Enggak."
Mamah : "Berarti tadi malem gak tidur, dong? Tumben."
Nai : "Ima tidur, kok."
Mamah : "Tadi katanya enggak?"
Nai : "Ima gak tidur di jalan, tapi tidur di mobil. Kalo di jalan nanti Ima ketabrak, dong."

Hahaha! bener juga, ya! Kadang kita bisa belajar dan dikritik sama anak kecil :p

Oiya saat itu Nai masih di PG besar, usianya sekita 3-4 tahun gitu, deh :)

Continue Reading
52 comments
Share:

Monday, May 20, 2013

Memilih Gedung Sekolah Yang Ideal

Di postingan sebelumnya, yaitu masa transisi di SD, Chi menulis tentang sekolah SD yang sebaiknya mempunyai halaman sekolah dan syukur-syukur ada area bermainnya. Kali ini Chi mau nulis tentang memilih gedung sekolah yang ideal.

Ketika memilih sekolah untuk anak, biasanya yang terpikir pertama kali adalah kurikulumnya seperti apa? Kalau Chi malah pnampilan alias bentuk fisik sekolah selalu menarik perhatian untuk pertama kali. Ada halamannya? Gedungnya seperti apa?

Gak sulit sebetulnya cari gedung sekolah yang keren, apalagi untuk yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.Gedung sekolah yang keren banyak pilihan, tapi masalahnya ideal, gak?

Ketika mencari sekolah buat Keke dan Nai, Chi sering kali menemukan gedung sekolah yang mirip seperti kantor. Bertingkat seperti gedung perkantoran. Bagus sih, tapi Chi dan K'Aie gak sreg. Gak ideal. Alasannya :



  1. Anak SD masih suka pecicilan. Chi agak ngeri, ya kalo mereka lari-larian pas turun naik-tangga. Pernah Chi lihat di salah satu sekolah, kelas-kelasnya dilantai 3 ke atas sementara lahan bermain di bawah. Walopun pihak sekolah menjelaskan akan mengajarkan anak-anak untuk jalan tertib, tapi kok kayaknya agak susah, ya, ngajarin anak-anak SD untuk tertib ketika turun-naik tangga.
  2. Kalau mati listrik gimana? Udah bukan rahasia umum lagi kan kalau di kita ini listrik masih masalah. Sering kali mati listrik. Sekolah-sekolah yang bertingkat seperti gedung perkantoran, kami lihat kurang sekali cahaya yang masuk. Karena umumnya tertutup rapat (lampu di mana-mana, pake AC pula). Dan antar kelas saling berhadapan, jadi ada lorong gitu. Ya, kayak perkantoran, lah (bisa ngebayangin, kan? :)) Bisa aja, sih, pake genset saat mati listrik, tapi melihat minimnya cahaya matahari yang masuk rasanya kurang sehat juga, ya?

Alhamdulillah Keke dan Nai masih termasuk ideal gedung sekolahnya (menurut kami, loh, ya :)) Gedungnya mirip kayak sekolah zaman dulu. Tetep bertingkat, tapi cuma 2 tingkat. Itu pun tidak ada lorong antar kelas. Tapi saling berjejer mengelilingi halaman bermain di tengahnya.

Untuk yang kelas di lantai atas juga saling berjejer berkeliling, dan sekitar 1 meter dari kelas dibatasi pagar pembatas. Pokoknya kayak sekolah zaman dulu. Sederhana bentuknya. Tapi menurut kami sekolah seperti ini justru sehat. Walopun tetep aja pake AC, tapi sinar matahari juga masih bebas masuk. Kalopun mati listrik, ruang kelas masih terlihat terang karena cahaya matahari. Dan gak bikin gerah juga kalau melihat bentuk ruang kelasnya. Kalo tolilet, sih, harus bersih juga, ya :)

Tentu aja kriteria memilih gedung sekolah yang ideal bagi setiap orang berbeda, ya. Kalau menurut kami seperti itu. Gak perlu yang terlihat keren atau modern banget. Terlihat sederhana, tapi bersih dan yang penting sehat buat anak-anak :)

Beidewei, saya pernah suka dengan salah satu sekolah alam. Kelasnya terbuka, berbentuk saung-saung gitu. Sayang jauh dari rumah. Dan lokasi jadi pertimbangan juga :)

Continue Reading
30 comments
Share:

Tuesday, May 14, 2013

Masa Transisi di SD

 Tempat bermain ini salah satu yang bikin anak-anak betah, susah diajak pulang. Di sini mereka bisa main perosotan, ayunan, manjat-manjatan, puter-puteran (gak keliatan), bahkan main pasir (alasnya tempat bermasin itu pasir putih).


Waktu Keke masih TK, owner tempat Keke dan Nai sekolah pernah bilang kalo masa transisi di SD itu ada 2, yaitu kelas 1 dan kelas 4. Kelas 1 adalah masa di mana anak-anak 'dituntut' untuk bersikap seperti anak SD tapi sisi lain kekanak-kanakannya masih ada. Sedang ketika kelas 4, anak udah merasa gede karena mau masuk SMP. Chi rasa pendapat ini ada benarnya.

Chi suka perhatiin aja, anak-anak kelas 1 s/d 6 itu gaya mainnya beda. Kelas 1 s/d 3 masing sering Chi lihat main lari-larian, perosotan, ayunan, dan lainnya. Sementara anak kelas 4 ke atas kelihatan lebih suka ngobrol dengan teman. Masih ada sih yang suka lari-larian, tapi kayaknya udah gak pernah Chi lihat lagi main perosotan dan ayunan :D

Beberapa waktu lalu Chi pernah rada panik karena pas jemput gak ketemu juga sama Keke. Setahu Chi, biasanya dia main perosotan atau ayunan di halaman depan kalo gak ada main futsal dan lari-larian di halaman belakang atau halaman tengah. Tapi Chi udah turun naik cari gak ada. Panik, dong. Masa' sih Keke keluar sekolah? Kan di depan juga ada satpam, rasanya gak mungkin.

Sempet tanya ke wali kelas, dan kami bersama satpam sama-sama mencari. Pas lagi cari-cari gitu, ada orang tua murid yang sekelas ma Keke juga lagi bingung cari anaknya. Loh ke mana sih anak-anak ini? Kok serempak menghilang?

Ternyata, beberapa anak kelas 3 lagi asyik main di ruang bermain TK. Ada yang main perototan, mandi bola, dan lainnya. Ya ampuuuuunnn! Udah kelas 3 gitu, lho! :r

Tahun ajaran depan Keke pindah gedung sekolah.Chi pernah cerita juga di postingan taekwondo, kalo sekolahnya lagi bangun kompleks pendidikan. Rencana TK s/d SMA akan kumpul di satu kompleks. Di lokasi yang sekarang jelas gak mungkin banget karena lahannya terbatas. Lagipula masuk perumahan, bikin macet dan susah kalau parkir. Jadi cari lokasi baru yang tidak gabung dengan perumahan. Lebih deket sama rumah, sih.

Karena masih dalam tahap pembangunan, jadi untuk anak SD yang pindah ke sana baru kelas 4 s/d 6. Kalau kata Chi sih bagus juga. Anak kelas 1 s/d 3 yang masih ada jiwa kekanak-kanakan bergabung di satu lokasi. Sementara kelas 4 bergabung dengan yang lebih besar.

Saran Chi buat orang tua yang lagi cari sekolah, enaknya memang cari SD yang masih ada lahan bermainnya. Gak cuma halaman, kalau perlu ada perosotan dan teman-temannya. Karena mereka pindah ke SD gak otomatis bikin mereka langsung jadi anak gede, tetep ada sisi TK dari diri mereka. Kasian kalau harus dihilangin. Jangan bikin mereka menjadi dewasa sebelum waktunya. Lagian nanti semakin bertambah usia, umumnya mereka juga akan mengurangi sifat kekanak-kanakan, kok.

Oiya dengan adanya halaman dan fasilitas bermain di sekolah juga mampu mengurangi stress anak-anak dari padatnya kurikulum pendidikan, lho. Setidaknya mereka bisa bersenang-senang sejenak dengan teman-temannya :)

Continue Reading
60 comments
Share:

Saturday, May 11, 2013

Enggak Lagi Main Sabun

Punya anak yang hobi banget main sabun? Saking hobinya sampe setiap hari, gak kira-kira kalo udah main sabun. Bener-bener menggerogoti uang belanja cuma dari sabun ajah :p Ya, Chi punya. Dan pelakunya adalah Nai. :D

Tapi sekarang Chi cuma mau bilang masalah main sabun udah teratasi. Yeaaaayyyyy!! Berhasiiiiilllll!!!

Caranya? Baca postingan Chi yang berjudul Mandi Busa. Solusinya ada di nomor 4. Sekarang Nai enggak lagi main sabun. Paling sesekali aja. Pokoknya udah jarang bangeeeetttt

Continue Reading
30 comments
Share:

Wednesday, May 8, 2013

Menjadi Indonesia. Kenapa Tidak?

Lanjutan dari Seminar Parenting : Pendidikan Karakter Anak dengan pembicara Prof. DR. H. Arief Rachman, M.Pd di sekolah Keke dan Nai beberapa waktu lalu.

Chi baru tau kalo Pak Arief, walopun bicaranya lemah lembut tapi tegas. Beliau juga gak segan mengkritik tapi dengan cara yang apik, menurut Chi. Nah, pas seminar waktu itu Pak Arief mengkritik ketua yayasan sekolah Keke dan Nai.Tapi Chi merasa kritiknya kena ke semua :D

Jadi gini, acara dibuka dengan sambutan dari ketua yayasan. Dari sekian panjang sambutannya, Pak ketua yayasan bilang kalo kita harus seperti bangsa Jepang. Ya, pokoknya intinya generasi ke depan harus seperti Jepang.

Ketika giliran Pak Arief bicara, beliau tanya ke semua yang hadir tentang bagaimana pandangan kita terhadap media? Lebih banyak membawa pengaruh baik atau buruk? Serempak pada jawab buruk, dong.

Udah tau buruk, tapi pernah gak kita berpikir, kok, media kita selalu memberitakan sisi buruk pemerintah, ya? Padahal seburuk-buruknya, pasti ada lah kebaikannya. Kok, media kita jarang sekali menampilkan prestasi bangsa Indonesia? Lebih banyak membesar-besarkan berita tentang ribut di sana-sini, padahal prestasi anak bangsa juga banyak. Kalopun berita tentang prestasi, biasanya prestasi dari negara lain yang di beritakan. Mau itu pemerintah, hiburan, dan lain-lain.

Kita udah tau media membawa pengaruh buruk, tapi kita sendiri sadar atau enggak terbawa arus media. Banyak yang langsung percaya tanpa mencari tahu berita pembanding.

"Selama ini kan kita hanya melihat yang baik-baiknya saja tentang Jepang. Sekarang saya mau cerita tentang segala keburukannya. Saya punya beberapa puluh kenalan warga negara Jepang yang sampai sekarang masih tinggal di sana, dan mereka sendiri yang bercerita kepada saya"

Penjabaran Pak Arief tentang keburukan bangsa Jepang bikin kami yang hadir tertawa. Intinya, beruntung deh kita tinggal di Indonesia! :D

Maksud Pak Arief menceritakan keburukan bangsa Jepang tentu saja bukan sekedar ingin membuat kami lebih mensyukuri sebagai WNI dan mengolok-olok bangsa lain. Tapi maksud Pak Arief setiap negara itu pasti punya kelebihan dan kekurangan. Masalahnya, kita ini terlalu sibuk menjelekkan bangsa sendiri dan bangga dengan bangsa lain. Akibatnya apa? Kita selalu ingin mencontoh bangsa lain, seperti yang di ungkapkan oleh Pak ketua yayasan *beneran loh Pak Arief nunjuk Pak ketua yayasan hihihi.

Bangsa Jepang dan juga bangsa lain yang dianggap maju itu karena mereka selalu bisa menampilkan wajah baik di dunia. Sementara yang buruk-buruk, konsumsi intern aja. Akhirnya warga dunia pun menilainya baik. Pak Arief mencontohkan film-film, lagu, fashion, dan industri lain dari negara lain yang kebanyakan memperlihatkan kehidupan negara mereka yang sukses dan gemerlap. Sehingga yang nonton pun jadi silau :)

Berbeda dengan bangsa kita yang selalu aja menampilkan wajah buruk. Jadi bagaimana bangsa lain bisa tau kebaikan bangsa kita kalo yang ditampilkan selalu buruk. Kita itu terlalu sibuk dengan keburukan.

Chi pikir betul juga, ya. Ambil contoh kayak film Hollywood, sering banget kan Amerika bikin cerita sebagai polisi dunia? Mereka yang berjasa menyelamatkan dunia ketika bumi diserang alien, terkena bencana dahsyat, dan lainnya. Sadar atau tidak, kita akan berpikir Amerika memang hebat.

Padahal Chi juga pernah beberapa kali menonton film dokumenter atau bahkan film seri, ternyata banyak juga, kok, sisi buruk Amerika. Yang bahkan kita di Indonesia ini lebih baik. Cuma memang harus diakui 'gempuran' berita tentang kehebatan Amerika itu lebih dahsyat, hingga pikiran masyarakat pun terpengaruh.

Untuk ruang lingkup yang lebih kecil lagi, bisa juga di praktekkan ke keluarga atau bahkan ke diri sendiri. Kalo kita lebih sering menampilkan wajah masam, selalu mengeluh, banyak ngegalau, dan ngomel. Wajar kalo orang akan menilai karakter kita negatif.

Karena menurut Pak Arief, yang menilai karakter kita seperti apa itu orang lain, bukan diri sendiri. Tapi kita yang harus membentuk. Kalo kita ingin dinilai berkarakter baik oleh orang lain, maka tunjukkan tampilan yang baik.

Jadi mulai sekarang mau dong menjadi Indonesia. Kenapa tidak? :)

Yang mau ikut proyek WB, menulis buku kumpulan cerita tentang parenting. Silakan, DL masih sampe tanggal 31 Mei 2013. Saya tunggu, ya. Baca syarat dan ketentuan di Woro-woro : Buku Kumpulan Cerita Parenting :)

Continue Reading
38 comments
Share:

Friday, May 3, 2013

Guru Galak

Harusnya postingan pas kemaren ya tepat di Hari Pendidikan Nasional :D

Waktu sekolah pernah dapet guru yang galak. Kalo Chi pernah, biasanya guru matematika sama ada guru kesenian :p

Trus kalo anak kita yang ketemu guru galak sebagai orang tua reaksinya gimana?

Keke
Chi pernah cerita tentang wali kelas Keke. Di mana pada awal-awal Keke masuk kelas 3 seperti menciptakan benteng untuk bisa menerima gurunya. Intinya buka guru favorit, bahkan Keke sampe minta pindah sekolah.

Sebagai orang tua, rasanya hati agak emosi juga kalo ada guru yang sampe bikin anak kita gak betah sekolah. Rasanya pengen 'ngelabrak' atau protes gimana lah. Tapi saat itu Chi mikir, kalo wali kelasnay Keke ini kan guru senior. Udah lebih dari 20 tahun beliau mengajar SD. Kalo bisa selama itu, di sekolah yang sama berarti kan ada sesuatu yang oke dari guru ini, kenapa masih bertahan, kan?

Chi pun memilih untuk mengamati dulu, dan mengajak Keke untu belajar beradaptasi juga. Karena harus diakui, Keke juga gak gampang langsung 'klik' sama yang baru. Apalagi kalo kesan pertama udah gak enak buat dia, yang ada lebih memilih membangun 'benteng-benteng' dulu.

Ternyata wali kelasnya itu baiiiiiikkkk banget. Beliau juga ramah dan enak diajak komunikasi kapan pun. Tapi memang di sisi lai, beliau tegas. Mungkin itu yang buat sebagian anak termasuk Keke dianggap galak.

Tapi itu dulu, sekarang Keke udah sayang banget sama wali kelasnya. Keke pernah minta Chi bikinin tumis kangkung yang agak banyak, supaya bisa berbagi sama wali kelas. Pernah juga kasih diskon schotel untuk wali kelasnya pas di sekolahnya ada kegiatan pasar mini. Pokoknya Keke perhatian banget sama wali kelasnya deh. Dan wali kelasnya juga perhatian banget sama Keke.

Alhamdulillah, dulu Chi gak ngeduluin emosi. Coba kalo Chi dulu ngomel-ngomel, mungkin hubungan Chi, Keke, dengan wali kelas gak sebaik sekarang

Nai

Sejak November tahun lalu, Nai kursus menggambar di Global Art. Walopun Nai memang suka ngegambar, tapi Chi sempet khawatir Nai gak betah kursusnya karena Chi merasa guru yang ngajar Nai kok galak, ya. Chi tau karena ruang tunggu sama kelas kan cuma dibatasi sekat (kelas di Global Art deket rumah cuma ada 1). Sering banget Chi denger gurunya menegur 2 orang murid disana dengan nada yang lumayan menyentak.

"Fa***, kok, harus ditegur terus sama miss, ya!"
"Aduuuhh, kenapa mewarnainya di acak-acak gitu, sih! Miss kan udah bilang gimana caranya!"

Memang sih 2 anak yang sering ditegur itu gak mau diem. Gak cuma mulutnya yang ngoceh terus, tapi sikapnya juga gak mau diem. Kadang naik ke atas kursi, kadang gangguin temen lain yang lagi serius mewarnai. Pokoknya cukup mengganggu juga, sih.

Nai sendiri gak pernah ditegur. Malah gurunya itu selalu lemah lembut kalo bicara sama Nai. Tapi Chi tetep khawatir, sentakan-sentakan ke murid lain bikin Nai gak betah

Suatu hari Nai harus absen kursus karena ada kegiatan di sekolah sampe sore, jadinya diganti ke hari lain. Pulang sekolah, di mobil, Nai marah-marah ...

Nai     : "Bunda! Ima mau keluar aja, ah, dari Global Art!"
Bunda : "Loh, kenapa? Bukannya Ima suka ngegambar?"
Nai     : "Iya, sih, tapi Ima gak suka sama gurunya! Emang Ima ganti ya gurunya?"
Bunda : "Enggak, itu kan cuma guru pengganti karena Ima kan hari ini ngegantiin yang kemaren absen. Tapi bukannya gurunya yang sekarang baik, gak suka ngomel-ngomel? Bunda malah sempet mikir mau pindahin hari kursusnya Nai ke hari ini aja"

Ternyata setelah mendengar cerita Nai, dia suka sama gurunya karena gurunya lebih membebaskan dia untuk berkreasi. Menurut dia guru penggantinya memang baik, tapi Nai gak bisa bebas. Maksudnya kalo mewarnai harus berurutan. Misalnya hari itu Nai mewarnai kapal, nah kapalya harus selesai dulu di warnai sebelum loncat ke objek lain walopun masih di satu kertas yang sama. Udah gitu warnanya pun di kasih tau harus pake warna apa aja.Nai jadi gak betah karena merasa dikekang.

Sementara kalo gurunya lebih membebaskan. Misalnya di dalam kertas itu adalah gambar pemandangan di pantai. Trus Nai selesai mewarnai layar kapal, dia gak harus menyelesaikan seluruh kapal. Kalo Nai mau loncat ke objek lain dulu, dibolehin. Udah gitu warnanya pun terserah.Paling gurunya hanya menyarankan, termasuk ngajarin teknik mewarnainya. Selebihnya anak-anak dibiarkan berkreasi.

Bunda : "Emang Ima gak kesel sama gurunya? Kan kayaknya suka ngomel-ngomel. Emang sih ngomelnya bukan ke Ima"
Nai     : "Enggak, pokoknya Ima tetep pengen sama miss Claudia. Ngajarnya enak. Kalo enggak boleh, Ima mau keluar ajah!"

Akhirnya tiap kali Nai absen, dia lebih mengganti di hari yang sama dengan hari kursusnya. JAdinya lebih panjang. Mulai dari pulang sekolah sampe sore hari.

Dari 2 kejadian itu, Chi berkesimpulan kadang orang tua (termasuk Chi) emang suka protektif banget, ya. Ngeliat anak kita di omelin atau gak cocok sama guru rasanya pengen langsung negur gurunya. Padahal sebaiknya kan sabar dulu, lihat situasinya siapa tau ada solusi yang lebih baik selain menegur gurunya. Contohnya seperti Chi minta Keke untuk belajar beradaptasi. Ya, pokoknya coba cari win-win solution lah

Atau kayak cerita Nai, sebetulnya anaknya gak kenapa-napa. Dia bisa menjaga dirinya sendiri, tapi kitanya aja sebagai orang tua yang suka cepet khawatir dan ambil kesimpulan sendiri mengatas namakan anak. Padahal anaknya belom tentu setuju sama yang kita pikirkan :)

Ternyata menurut Keke dan Nai bukan guru galak, malah jadi favorit mereka :)

Continue Reading
42 comments
Share:

Wednesday, May 1, 2013

Alhamdulillah Gak Menang

Perhelatan final Acer Srikandi Blogger 2013 baru saja usai. Dan Chi mengucapkan "Alhamdulillah, gak menang".

Ada yang merasa aneh gak, kok kalah malah bersyukur?  Bersyukur mah harus, ya. Karena semua ini udah skenario terbaik dari Nya. Apalagi kondisi memang tidak memungkinkan :)

Jadi ceritanya gini, waktu tahap 50 besar, Makpon Mira Sahid bilang di FB kalo pemenangnya nanti akan mewakili KEB ke ajang Asean Blogger di Solo. Kalo lihat waktunya di bulan Mei, selama kurang lebih 5 hari.

Menggiurkan banget hadiahnya! Tapi di sisi lain Chi harus realistis, meninggalkan Keke dan Nai apalagi sampe berhari-hari itu sesuatu yang gak mungkin untuk saat ini. Jangankan berhari-hari, banyak  sekali event yang mengundang KEB dan Chi terpaksa cuma gigit jari. Ya, karena kebanyakan acaranya di hari kerja. Kalo pun wiken, masih juga dipersulit. Coba aja baca syarat 20 hitungan, salah satu  syarat untuk mempersulit Chi jauh dari anak :D
Walopun begitu, Chi sempet iseng juga tanya ke anak-anak tentang hadiah ke Solo itu. Dalam bayangan Chi, Keke dan Nai akan langsung melarang keras. Karena selama ini kan mereka gitu, tapi ternyataaaa ....

Keke : "Horeeeeee... Bunda pergi aja, biar selama 5 hari Keke bebas main gak usah belajar"

Eyaampuuuuunnn, ternyata malah kegirangan. Dan reaksinya Nai ...

Nai : "Kalo Ima, sih bakal ikut Bunda aja, Ke. Enak kan 5 hari gak usah sekolah."

Ck..ck..ck.. ternyata reaksi mereka bener-bener di luar dugaan. Modus banget! :r Walopun Chi tau, itu cuma reaksi sesaat. Mana tahan mereka jauh-jauhan sama bundanya yang cantik ini :p

Ketika diumumkan kalo pemenang Srikandi Blogger 2013 adalah Mbak Alaika Abdullah, Chi pun langsung berkata dalam hati, alhamdulillah gak menang. Mbak Alaika emang layak banget menang. Waktu tahap 50 besar, Chi udah bilang kalo tulisan Mbak Alaika itu mateng untuk ajang Srikandi Blogger 2013. Dan bener kan, Mbak! Selamat, yaaaaa :L

Seusai acara ...

Bunda : "Kalah nih Bunda, Nak"
Keke   : "Bunda tetep menang, kok"
Bunda : "Yang menang itu kan temen Bunda"
Keke   : "Bundaaa ... Kalo kita dapet hadiah itu artinya kita menang. Bunda kan dapet hadiah"

Alhamdulillah ternyata anak-anak tetap menganggap Bundanya menang. Chi emang cuma ngetes sih ngomong gitu, pengen tau mereka kecewa, gak :)

Keke : "Bunda tuh cuma gak dapet hadiah yang ke Solo. Gagal deh Keke main sepuasnya ..."
Nai   : "Iya, Ima juga gagal deh gak sekolah 5 hari. Padahal enak tuh jalan-jalan"

Waks! Ujung-ujungnya gak enak :r Tapi mereka juga ngomongnya sambil cengar-cengir, sih

Bunda : "Itu karena Allah selalu memberikan yang terbaik. Allah tau kalo Bunda ninggalin kalian berhari-hari nanti pada gak belajar atau malah gak mau sekolah, padahal sebentar lagi kan UAS. Hayooooo hehehe"

Gak apa-apa, Nak. Kapan-kapan kalo ada rezeki nanti kita jalan-jalan ke luar kota berempat, ya! Yang jelas love you full, karena K'Aie dan anak-anak udah dukung Chi banget! :L

O'ya terima kasih tak terhingga juga buat semua teman-teman, khususnya buat Emaks KEB yang udah vote Chi sehingga terpilih jadi Acer Srikandi Persahabatan 2013. Semoga Allah membalas kebaikan teman-teman semua, ya. Aamiin

Seperti yang Chi tulis di FB ...

Mendapat 1 unit laptop Acer Aspire E1-471, Rinso 2 dus, 1 paket kosmetik Wardah tentu menyenangkan buat saya. Tapi yang paling bikin saya bahagia adalah terpilih sebagai Acer Srikandi Persahabatan 2013! Menandakan saya mempunyai banyak sahabat. Alhamdulillah :L

Foto milik Pak Dian Kelana

Continue Reading
76 comments
Share:

Pengumuman Pemenang 1st GA

Akhirnya saatnya tiba juga buat bikin pengumuman. Tapi seperti biasa, cerita dulu, ah! :p

Chi tuh bener-bener deg-degan loh buat ngegelar GA ini. Ya, namanya juga baru pertama kali bikin. Segala macam rasa khawatir ada, lah.

Target Chi yang ikut ada sekitar 20 s/d 30 teman blogger, dan pemenangnya sekitar 10 orang. Ternyataaaaa ... 92 orang teman blogger berpartisipasi! Ada yang udah Chi kenal baik, ada juga teman-teman baru. Alhamdulillah, senang tapi sekaligus bingung milihnya :D

Belom lagi temen-temen yang bersedia jadi sponsor. Subhanallah, banyak juga. Terima kasih banyak buat semuanya. :L

Untung aja dari awal Keke dan Nai yang jadi juri. Karena kalo Chi yang jadi juri, banyak banget jalan-jalan yang asik, belom lagi Chi harus "berperang" melawan rasa subjektif. Sementara kalo Keke dan Nai kan enggak. Mereka akan tegas bilang suka atau enggak tanpa sekalipun bertanya, apa ini temen bunda atau bukan?
Bahkan ada beberapa yang Chi suka banget tapi dengan tegas mereka bilang gak mau! Yah biar gimana Chi juga harus konsisten kan. Udah memutuskan mereka yang jadi juri, keputusan mutlak ada di tangan Keke dan Nai :D

Banyak juga manfaat lain yang Chi bisa lihat dengan mereka jadi juri, tapi kapan-kapan deh dipostingnya :D

Nah yang bikin bingung, ada lebih dari 25 tulisan yang mereka suka banget. Itu pun tadinya gak bisa ditawar oleh mereka. Jadi giliran bundanya deh yang bingung, target cuma 10 yang mereka pilih lebih dari 25 :r

Setelah dipikir-pikir, Chi tambah aja deh hadiahnya. Apalagi di tahun 2013 ini alhamdulillah rezeki dari blog lumayan. Tapi tambahannya gak sebanyak tulisan yang mereka udah pilih. Terpaksa deh meminta mereka untuk lebih menciutkan lagi pilihannya.Jadilah 2 malam yang lalu Chi mulai order beberapa buku tambahan ke toko buku online :)

Terima kasih banyak untuk semua teman yang bersedia mensponsori dan yang juga udah berpartisipasi. Semoga Allah membalas kebaikan teman-teman. Aamiin

Di bawah ini nama pemenang-pemenangnya. Selamat untuk yang beruntung. Dan yang belum jadi pemenang, semoga gak kapok ya kalo kapan-kapan saya bikin GA lagi :) Urutan di bawah ini bukan berdasarkan peringkat, ya. Inilah Mbak/Mas ...

  1. Lies Hadi - Keke dan Nai pilih karena waktu mereka jalan-jalan ke Gombong kepengen banget main ke benteng ini, tapi karena udah harus balik ke Bekasi akhirnya gak kesampaian
  2. Silviana Apple - Keke dan Nai kepengen ngerasain kayak apa serunya di jungle adventure
  3. Mechta - Sekumpulan ikan Araipama langsung menarik perhatian Keke dan Nai
  4. Rini Bee - Pengen dateng ke tugu pahlawan trus tau ada sejarah apa di sana 
  5. Hana Suguharti - Kalo kapan-kapan jalan ke Gedung Sate, harus naik kuda pink :D
  6. Ayu Citraningtias - Paus dangdut bikin mereka ketawa. Sama sarang bajak laut bikin tertarik karena mereka suka nonton kartun Jake and the neverland
  7. May Hendrawati - Kayak apa ya rasanya berenang bareng ikan di laut bareng?
  8. Astin Astanti - Pengen cobain berenang di sana, pemandangannya bagus
  9. Evi Indrawanto - Pengen nyobain jetski, tapi syaratnya harus Bunda yang bawa jetskinya kata Keke *pingsan :p
  10. Nchie Hanie - Keke dan Nai udah pernah nangkep ayam, sekarang pengen coba nangkep kelinci :D
  11. Nia Haryanto - Penasaran sama sepedanya kok bisa ya gak jatoh?
  12. Fitrian - Langsung minta ke snow world begitu baca postingan ini. Tapi udah habis kayaknya ya :D
  13. Ria Rochma - Zona kumbang yang langsung menarik perhatiannya Keke dan Nai
  14. Rahmah - Minta dibeliin kupu-kupu sama pengen berenang di sana
  15. Fitri Anita - Langsung nagih minta ke sini apalagi tau lokasinya di Kelapa Gading :p
  16. Dey Fikri - Sering jalan ke alun-alun tapi baru tau kalo menara mesjidnya bisa di naikin. Keke dan Nai penasaran di mana rumah Nin dan Akinya kalo diliat dari menara:D
  17. Rina Susanti - Kunjungan ke museum langsung menarik perhatian mereka. Karena jarang juga sih, ya mereka ke museum :)
  18. Ummy Bindya - Keke dan Nai lagi suka main sepeda. Langsung deh postingan ini menarik perhatian. Apalagi mereka belom pernah ngerasain gowes sepeda di persawahan. Bikin Keke dan Nai jadi penasaran
  19. Kempor - Main ke gua bikin mereka tertarik, kayak apa rasanya? :)
  20. Diah Pitaloka - pengen ke ppiptek lagi. Sama yang baru pengen liat penyuuu 
  21. Orin - lihat postingan ini bikin mereka inget kalo Chi gak pernah ngebolehin pelihara hamster. Dan mereka pilih postingan ini katanya supaya Chi inget terus untuk ngebolehin mereka beli hamster :p
 
Selamat untuk para pemenang! Dari 21 pemenang itu ada 4 pemenang terbaik yang berhak mendapat pulsa masing-masing sebesar Rp.25.000,- Dan 4 pemenang terbaik menurut Keke dan Nai adalaaaahhhh ...

  1. Nchie Hanie 
  2. Diah Pitaloka
  3. Silviana Apple 
  4. May Hendrawati
 
Seperti ketentuan di awal lomba, siapa cepat dia dapat. Maksudnya kalo ada lebih dari 1 orang memilih buku yang sama, sementara bukunya cuma 1, maka pemenang berikutnya dipersilakan memilih buku lain yang masih tersisa. 

Buku-buku yang bisa dipilih adalah sebagai berikut :

  1. Selingan Semusim (1 pemenang)
  2. 52 Tips Praktis untuk Menata Hidup Anda (1 pemenang)
  3. 52 Reflections of Life (1 pemenang)
  4. Bunga Cinta Dua Hati + Kado untuk Sahabat + Asyiknya Panen Bersama (3 pemenang)
  5. Rahasia Menjadi Manusia Kaya Arti (1 pemenang) 
  6. Rembulan Cinta Seorang Bunda (1 pemenang)
  7. Hilangnya Berlian Pink + Kado untuk Sahabat + Asyiknya Panen Bersama (2 pemenang)
  8. Senja Milik Sandra (1 pemenang)
  9. Be Positive + Kado untuk Sahabat + Asyiknya Panen Bersama (1 pemenang)
  10. Pesan Indah Ayah Bunda (2 pemenang)
  11. Ayah Mengasuh Anak? Mengapa Tidak?! + Kado untuk Sahabat + Asyiknya Panen Bersama (2 pemenang)
  12. Ajari Anakmu Berenang, Berkuda, dan Memanah (1 pemenang)
  13. Kafe Cinta (1 pemenang) 
  14. My Best Story : Best Friend Forever + Kado untuk Sahabat + Asyiknya Panen Bersama (2 pemenang)
  15. Macaroon Love (1 pemenang) 
 
Seperti apa buku-bukunya? Silakan ke postingan 1st Giveaway Jalan-jalan Seru untuk Keke dan Nai. Klik di tiap judul bukunya untuk tau sinopsis buku tersebut :)

Kalo sudah memilih, silakan email ke : bundake2nai@gmail.com. Subjek "buku yang dipilih". Sekalian kasih alamat lengkap dan nomer telpon yang bisa dihubungi (kali aja kurirnya bingung hehe). Saya tunggu emailnya ya.

Sekali lagi terima kasih untuk semuanya. Dan untuk segala kekurangan saya mohon maaf :)

Continue Reading
56 comments
Share: