Tuesday, July 25, 2017

Berbagi Buku untuk Indonesia di Hari Anak Nasional

Berbagi Buku unruk Indonesia di Hari Anak Nasional

Berbagi Buku untuk Indonesia di Hari Anak Nasional


Sudah 2 minggu proses beberes rumah berlangsung. Saat sedang menata ulang kamar, Chi menemukan 1 buku yang sudah lama dicari. Lupa menyimpan kemudian baru ketemu lagi saat sedang beberes rumah.

Buku yang dimaksud adalah seri Detektif Cilik - Hawkeye Collins & Amy Adams. Teman-teman tau buku itu? Kemungkinan besar yang seangkatan ma Chi tau tentang buku ini, ya. Buku yang masih menjadi salah satu favorit Chi hingga saat ini.

Buku ini menceritakan tentang 2 detektif cilik dengan berbagai misteri yang mereka pecahkan. Menariknya buku ini tidak hanya bercerita, tetapi juga mengajak para pembacanya untuk ikut membantu memecahkan misteri. Nanti pembaca akan menemukan jawaban dari berbagai misteri tersebut di halaman terakhir. Tapi, sebelum ngintip jawabannya memang lebih seru kalau mencoba ikut memecahkan dulu. Seru, kan?

Rasanya dulu ada beberapa buku seperti ini selain Detektif Cilik. Ada seri Bermain Bersama Lima Sekawan dan beberapa buku lain yang Chi lupa serinya apa, tetapi sama serunya untuk dibaca. Jadi kangen banget sama buku-buku seperti ini.



Salah Satu Kendala Rendahnya Minat Baca Anak Indonesia


Kalau zaman sekarang kayaknya Chi belum menemukan buku seperti ini. Atau memang ada tapi Chi gak tau, ya? Walaupun begitu buku zaman sekarang lebih banyak pilihannya. Ilustrasinya pun sangat bagus. Chi aja masih suka baca buku anak-anak meskipun Keke dan Nai sudah menjelang remaja, lho. Suka banget dengan ilustrasi dan ceritanya.

Sayangnya belum banyak anak Indonesia yang bisa menikmati buku-buku bagus ... 😞

Teman-teman maish ingat kalau bulan Maret lalu Chi pernah mengajak teman-teman ikut berdonasi dalam rangka menumbuhkan minat baca anak di seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh BCA? Silakan baca tulisannya di "Buku Tetap Menjadi Jendela Dunia."


Minat baca anak-anak Indonesia sebetulnya tinggi, tetapi ketersediaan bukunya yang minim. Menurut Bapak M. Syarif Bando, Kepala Perpustakaan Nasional RI, UNESCO menetapkan bahwa 1 orang membaca 2 bahan bacaan. Sedangkan kondisi di Indonesia, 1 bahan bacaan ditunggu oleh 52 orang.

 
Penyerahan #BukuUntukIndonesia di Lampung
* Keterangan: foto milik BCA


Gerakan Berbagi Buku untuk Indonesia


Alhamdulillah, untuk periode pertama (15 Maret -  15 Juni 2017), gerakan "Berbagi Buku Untuk Indonesia" ini mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat Terkumpul dana sebesar Rp1,05 Miliar dari periode pertama. Dana tersebut akan diwujudkan dalam bentuk buku oleh BCA dan akan didonasikan ke 104 sekolah penerima di 60 titik di Indonesia.

Pemberian donasi ini diselenggarakan di SD Negeri 7 Gadingrejo, Pringsewu, Bandar Lampung, Jumat (21/07). Hadir dalam acara donasi adalah Bapak Santoso (Direktur BCA), Bapak Sapto Rachmadi (Senior Vice President Corporate Social Responsibility BCA), dan bapak Soeharjo Moeliadi (Kepala KCU BCA Bandar Lampung). Beberapa buku bacaan secara simbolis diberikan kepada 7  Kepala Sekolah SD Negeri, yakni SD Negeri 7 Gadingrejo, SDN 2 Banjarsari Metro Utara, SDN 3 Bumi Waras, SDN 5 Bumi Waras, SDN 3 dan 4 Sukaraja, dan SDN 4 Gunung Terang. Turut menyaksikan diantaranya adalah bapak Sulpakar (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung), Yekti Budi Utami (Ka UPT Pendidikan Bandar Lampung), Tri Parwoto (Kepala Dinas Pendidikan Kab Pringsewu), dan Sumarju Saeni (Kepala Dinas Sosial Bandar Lampung)

Pada saat yang berasamaan, pemberian donasi #BukuUntukIndonesia juga serentak dilaksanakan di 5 kota. Kelima kota tersebut yaitu Banda Aceh mewakili Sumatera, Garut mewakili Jawa, Singkawang mewakili Kalimantan, Makassar dan Manado mewakili Sulawesi, dan Kupang mewakili Indonesia Bagian Timur.


Animo masyarakat yang tinggi terhadap gerakan berbagi ini, BCA akan melanjutkannya hingga akhir tahun 2017. Teman-teman bisa ikut berdonasi di www.bukuuntukindonesia.com atau melalu cabang BCA terdekat.

Yuk, kita ikut berdonasi. Apalagi bulan Juli ini ada Hari Anak Nasional. Berikan kado terbaik untuk anak-anak Indonesia. Buku adalah salah satu kado terbaik bagi mereka. Tingginya minat baca di masyarakat bisa mempengaruhi kemajuan suatu negara, lho. Tentunya kita semua ingin Indonesia semakin maju, kan?

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan gerakan berbagi #BukuUntukIndonesia dan mempercayakan BCA sebagai perpanjangan tangan dalam berbagi kebaikan. Mari kita terus ciptakan akses yang luas kepada anak-anak di daerah untuk memperoleh buku bacaan yang dapat membuka wawasan mereka terhadap dunia yang tanpa batas dan menuju kehidupan yang sejahtera,” ujar bapak Santoso.

Continue Reading
32 comments
Share:

Friday, July 21, 2017

Resep Sup Ayam Berempah SO GOOD

Resep Sup Ayam Berempah SO GOOD

Resep Sup Ayam Berempah SO GOOD


Keke : "Masakan Bunda yang paling gak enak tuh sup."
Bunda: "Masa, sih? Trus kenapa juga Keke suka minta dibikinin sup jagung?"
Keke: "Kalau itu sih enak. Yang gak enak tuh sup ayam. Gimana, ya, kayaknya ada yang kurang aja."

Beberapa hari yang lalu saat kami sedang makan malam bersama Keke bilang kalau sop sayur buatan Chi gak enak. Kesel iya, sedih iya, tapi sebetulnya Chi pun mengakui apa yang Keke bilang. Sup ayam yang dimaksud adalah sayur yang berisi wortel, buncis, kol, dan kentang. Lauknya bisa dikasih ayam, sosis, atau baso. Seringnya pakai ayam, makanya anak-anak menyebutnya sup ayam. Tapi mau dikasih ayam, sosis, atau baso tetap aja rasanya gak pas. Nightmare banget deh kalau udah urusan bikin sup ayam.

Bosan gak pernah berhasil dapat rasa yang pas, Chi pun mulai pakai bumbu sup instan. Rada lumayan lah rasanya tapi belum sampai level puas. Apalagi karena ini pakai bumbu instan. Buat Chi tetap lebih puas kalau bisa masak enak tapi pakai bumbu yang dibuat sendiri.

Sekian tahun lalu Chi pernah nyicipin sup ayam yang enak banget. Buatan nenek Chi yang sempat lama menetap di Sumatera. Rasa sup ayamnya tuh spesial karena berasa rempahnya. Trus wangi kayu manisnya itu bikin Chi masih teringat kenikmatannya sampai sekarang.
Kadang memang bosan karena gagal melulu tapi suka penasaran aja, Masa sih segitu susahnya bikin sup ayam. Anak-anak bisa lahap ketika makan sup ayam jagung, creamy corn soup, sup buntut, atau sup kacang merah. Masa' sup ayam gak bisa? Selalu aja bersisa kalau bikin sup ayam. *gregetaaaann!

Kali ini Chi pengen coba bikin sup ayam lagi. Cobalah googling berbagai resep sup ayam, selain membaca beberapa menu juga malah dapat info beberapa metode memasak. Lumayan lah dapat ilmu baru lagi.

Sebelum mengenal ayam potong SO GOOD kalau beli ayam atau daging selalu beli di supermarket. Beli sayur mayur baru di pasar. Alasannya beli di supermarket udah pasti lebih bersih dan segar. Daging ayam SO GOOD terlihat bersih dan segar sehingga bisa langsung diolah. Daging ayam potong SO GOOD ini juga memiliki kualitas terbaik karena berasal dari peternakan sendiri. Ayam SO GOOD juga gak disuntik hormon, lho. Sering kan ya kita mendengar atau membaca berita kalau ada ayam yang disuntik hormon. Dan yang terpenting adalah sejak awal pemrosesan hingga akhir dilakukan dengan cara yang halal.

Cara mendapatkannya pun mudah. Gak harus ke supermarket, di minimarket pun ada. Chi beli ayam SO GOOD ini di Alfamidi dekat rumah. Ayamnya sudah dipotong-potong dan dalam kondisi bersih dengan packaging yang rapat. Bahkan untuk sup ayam ada pilihannya juga, lho. Yuk! Sekarang saatnya mengolah.


Resep Sup Ayam Berempah SO GOOD 
Potongan daging sup ayam SO GOOD rapi dan tidak perlu disuwir lagi.

Untuk sup, Chi biasa menggunakan bagian punggung karena paling pas buat sekalian dibikin kaldu. Enaknya kalau pakai daging sup ayam SO GOOD, bagian punggung ayamnya sudah dipotong-potong lebih kecil. Gak makan tempat kalau direbus dipanci. Mau disantap dagingnya pun gak repot harus disuwir dulu.

[Silakan baca: Resep Ayam Goreng Bawang Putih]



Sup Ayam Berempah SO GOOD


Resep Sup Ayam Berempah SO GOOD

Bahan:
  • 1 bungkus SO GOOD Daging Sup Ayam
  • 2 buah jeruk lemon - Diiris-iris
  • 5-6 siung bawang putih
  • 4-5 butir kapulaga
  • 1,5 sdm ebi
  • 1,5-1 buah bawang bombay - Dicincang
  • 1-2 ruas jahe - digeprek
  • 1 buah tomat - diiris
  • 8-10 butir cengkeh
  • Daun bawang diiris tipis untuk taburan
  • Kayu manis bubuk secukupnya
  • Merica bubuk secukupnya
  • Pala bubuk secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Gula pasir secukupnya
  • Kaldu jamur secukupnya
  • Air
  • Minyak untuk menumis

Cara Membuat:

  1. Rebus air, garam, dan lemon hingga mendidih. Pastikan air dalam jumlah yang cukup untuk merendam ayam.

    Resep Sup Ayam Berempah SO GOOD
  2. Setelah mendidih, diamkan dengan panci tertutup hingga air rebusan dingin.
  3. Setelah air rebusan dingin, masukkan seluruh SO GOOD Daging Sup Ayam. Pastikan ayam terendam seluruhnya.

    Resep Sup Ayam Berempah SO GOOD
    Kebetulan di foto ini yang direndam daging ayam potong SO GOOD. Tapi Chi menggunakan cara yang sama untuk daging sup ayam SO GOOD

  4. Masukkan ayam yang direndam ke dalam air lemon ke dalam wadah tertutup. Kemudian simpan di kulkas selama +/- 1-2 jam
  5. Setelah 1-2 jam, keluarkan ayam dari kulkas dan buang seluruh airnya.
  6. Tambahkan kayu manis bubuk secukupnya. Kurang lebih 2-3 sdm.  Pastikan seluruh daging ayam diberi kayu manis bubuk kemudian masukkan kembali ke kulkas dan diamkan minimal 6 jam *Kalau Chi mendiamkan semalaman.
  7. Keluarkan ayam dari dalam kulkas
  8. Ulek ebi, bawang putih, dan kapulaga hingga halus
  9. Tumis bumbu halus dan bawang bombay hingga harum
  10. Rebus air untuk membuat kuah sup
  11. Setelah mendidih, masukkan ayam. Sedikit demi sedikit buang bagian yang menggumpal hingga kuah menjadi bening.
  12. Masukkan tumisan bumbu halus dan bawang bombay
  13. Masukkan jahe yang sudah digeprek
  14. Masukkan tomat
  15. Tambahkan merica bubuk, pala bubuk, kayu manis bubuk, kaldu jamur, dan gula pasir
  16. Tambahkan garam. Masak hingga ayam lembut dan matang
  17. Sajikan. Beri rebusan wortel dan irisan daun bawang

Catatan:
  1. Proses nomor 6 akan membuat daging ayam ada rasa kayu manis tetapi hanya samar saja. Kalau teman-teman tidak menginginkannya, proses nomor 6 bisa dilewatkan. Cukup menambahkan kayu manis pada saat merebus.
  2. Chi menggunakan kayu manis bubuk dan pala bubuk sehingga kuah berwarna gelap. Bila teman-teman menginginkan warna yang lebih terang, bisa diganti dengan kayu manis batangan dan biji pala yang digeprek
  3. Garam selalu Chi berikan terakhir setiap kali memasak. Bila semua rasa sudah dirasa pas, maka baru masukkan garam. Buat Chi, garam berfungsi untuk meningkatkan rasa. Kalau garam yang lebih dahulu dimasukkan, suka sulit aja menentukan rasa yang pas.
  4. Sengaja memisahkan sayurannya supaya rasa sayurnya lebih segar dan menambah rasa manis di supnya. Chi biasanya pakai wortel import atau wortel lokal yang warnanya mirip seperti wortel import. Selain lebih cantik, rasanya juga lebih manis 
  5. Tidak menggunakan seledri karena gak kuat sama baunya. Bikin pusing. Rasanya pun Chi gak suka. Chi juga gak menambahkan bawang merah goreng karena Keke gak suka

Aroma kayu manis terus menguar saat memasak. Bahkan saat wadah ayam dibuka, sudah tercium aroma kayu manis. Hmmm..., meningkatkan nafsu makan banget nih aromanya.

Kenapa Chi terus penasaran untuk membuat sup yang enak? Karena sup gak selalu jadi menu makan utama di rumah kami. Sup kacang merah dan sup buntut selalu dijadikan makanan utama untuk makan bersama nasi. Tapi kalau bikin creamy corn soup atau sop jagung biasanya dimakan tanpa nasi. Kedua sup yang tanpa nasi ini juga jadi salah satu andalan bila sedang kurang enak badan. Kalau lagi sakit kan susah susah makan, dibuatin sup biasanya lumayan mau makan.

Chi pengen sup ayam bisa dinikmati keduanya. Dikasih nasi enak, tanpa nasi pun enak. Alhamdulillah, berhasil juga bikin sup ayam yang enak. Rasa rempah terutama kayu manis menggugah selera. Ada rasa hangat dari jahe serta rasa manis dari wortel. Buat Chi yang saat ini juga lagi sakit tenggorokan, nikmat banget makan sop ayam ini. Yang lebih menyenangkan adalah kali ini gak ada kritikan dari anak-anak. Malah mereka bilang sopnya enak. Yipppiiieee!




Ayam Taichan Modifikasi


Chi kasih bonus resep, ya. Kebetulan beli 2 macam daging ayam SO GOOD, nih. Tapi ayam potong SO GOOD yang di dekat rumah packagingnya masih yang pakai styrofoam. Meskipun begitu, kualitasnya tetap sama, lah.

Saat ini lagi ngetrend banget kuliner sate ayam taichan. Chi belum pernah beli karena malas banget harus antre panjang hehehe. Jadilah cari resep sana-sini di internet. Setelah baca, ternyata simple banget resepnya.

Simple bukan berarti mudah. Bumbu yang (sangat) sedikit justru harus dibuat menonjol. Intinya sih bumbu untuk ayam taichan tuh cuma garam dan perasan jeruk nipis/lemon. Ada juga resep yang kasih merica, tapi Chi gak pernah kasih.

Namanya juga sate, pastinya pakai tusuk sate. Tapi ribetlah kalau harus dipotong kecil-kecil trus dikasih tusukan. Lagipula yang penting rasanya. Nah masalahnya, Chi sering nemuin rasa yang gak pas. Kalau gak keasinan ya gak berasa asam jeruknya. Sekarang Chi udah punya cara dong gimana ayam taichan ini bisa pas rasanya.



Bahan:
  • Ayam potong SO GOOD
  • Air untuk merendam
  • 2 buah jeruk lemon - diiris
  • Garam

Cara membuat:
  1. Pisahkan kulit ayam dari dagingnya
  2. Rebus air, lemon, dan garam hingga mendidih. Setelah mendidih, tutup panci dan diamkan hingga dingin
  3. Masukkan ayam potong, pastikan terendam seluruhnya. Simpan di wadah tertutup dan masukkan ke kulkas selama +/- 3 jam
  4. Tiriskan ayam
  5. Panggang dengan api kecil hingga matang dan berwarna kecoklatan
  6. Memasak ayam harus benar-benar matang. Bila masih kurang yakin bagian dalamnya sudah matang padahal bagian atas sudah berwarna kecoklatan, bisa dimasukkan ke oven sekitar 4 menit. Gak akan bikin ayamnya gosong, kok. Tapi ayam jadi matang sampai ke dalam
  7. Sajikan dengan sambal bawang dan salad

Catatan:
  1. Pada saat membuat sup dan ayam taichan, Chi selalu lebih dulu merendam dengan air garam. Metode memasak ini namanya metode Brining.
  2. Sebetulnya Chi masih harus banyak belajar dan mencari tau tentang metode brine ini. Dari beberapa artikel yang dibaca ada berbagai macam cara. Ada yang airnya direbus dulu, ada yang tidak. Ada standar waktu merendamnya untuk setiap pon daging yang direndam. Dan kebanyakan menggunakan garam khusus. Tapi intinya sih metode ini adalah merendam daging di air garam. Air garamnya bisa ditambahkan bahan lain seperti lemon.
  3. Walaupun masih harus banyak belajar, tapi rasa ayam taichan yang didapat dengan menggunakan metode ini sudah pas
  4. Bedanya dengan marinating adalah kalau brining rasa dagingnya jadi berasa sampai ke dalam. Sedangkan marinating akan memperkaya rasa di bagian permukaan
  5. Karena direndam di air garam, sebaiknya airnya jangan terlalu asin. 
  6. Selain bumbu lebih meresap ke dalam, dengan dibrining daging ayam juga jadi lebih lembut
  7. Teman-teman bisa menambahkan air jeruk nipis dan dikucurkan ke ayam atau sambal sesaat sebelum disantap. Tapi kalau buat Chi sih dengan direndam pakai air lemon, wangi dan rasa lemonnya sudah berasa 
  8. Kulit ayam tidak Chi buang tapi ikut direndam. Setelah sekian jam direndam, tiriskan, lalu digoreng hingga renyah. Kulit ayamnya tidak hanya crispy tetapi juga ada rasa lemonnya. 

Ayam taichan ini cocok banget untuk yang lagi diet karena tanpa minyak dan prosesnya dipanggang. Tapi tergantung siapa yang makan, sih. Chi malah susah diet kalau udah makan ayam ini. Abis pelengkapnya sambal bawang dan salad. Kalau udah makan pakai sambal, kayaknya sayang banget kalau cuma makan sedikit hehehe

[Silakan baca: Seporsi Soto Ayam Hangat untuk Bekal Sekolah]

Continue Reading
38 comments
Share:

Wednesday, July 19, 2017

Merencanakan Liburan ke Malaysia

Merencanakan Liburan ke Malaysia bersama Traveloka

Merencanakan Liburan ke Malaysia


Akhir Mei lalu sepupu Chi lamaran dan untuk menuju tahap selanjutnya tentu saja butuh berbagai persiapan. Insya Allah, sepupu Chi akan berjodoh dengan warga negara Malaysia. Rencananya resepsi akan berlangsung 2x yaitu di Indonesia juga dan Malaysia.

Pernikahan dengan sesama warga Negara Indonesia aja persiapannya banyak ya, kan? Apalagi ini melibatkan 2 warga negara yang berbeda. Bahkan dengan 3 negara karena ada keluarga dekat  calonnya yang juga tinggal di Singapore dan sangat ingin hadir. Oleh karena itu waktu pernikahan pun sangat dipertimbangkan agar semua bisa hadir.

Tanggalnya memang belum dipastikan, baru bulannya saja. Insya Allah, kalau sesuai rencana, pernikahan akan berlangsung setelah lewat pertengahan tahun depan. Meskipun belum ditentukan tanggalnya, Chi sudah bilang ke K’Aie kalau jadi kesana inginnya gak sekadar datang ke acara pernikahan. Sekalian liburan, lah. Jadi K’Aie harus siap-siap cuti. 😄

Hmmm… enaknya ke mana, ya? Yang jelas wisata ke Batu Caves langsung dicoret dari daftar. Gak tau kenapa, Chi suka takut aja lihat patung gede. Makanya suka gak mau ke tempat yang banyak patung. Apalagi kalau besar-besar patungnya.
Ketika tau kalau calon suami sepupu Chi itu asalnya dari Melaka, maka yang langsung kepikiran adalah pengen jalan-jalan ke sana. Memang sih katanya keluarga besranya bukan di kotanya tapi di kampungnya, tetep aja Chi pengen ke sana.

Sepupu: “Melaka sekarang mulai macet lho, Teh. Udah mulai banyak yang tau jadi kalau weekend mulai rame karena turis.”

Chi: “Gitu, ya? Gak apa-apa, deh. Teteh tetep penasaran. Abisnya banyak yang review dan kelihatannya menarik.”

Selain Melaka, Chi juga pengen ke tempat lain. Pengen juga main ke salah satu theme park di Malaysia. Legoland atau Sunway Lagoon sedang dipertimbangkan. Makanya Chi lagi banyak cari review yang pada main ke sini. Tapi, ngobrol ma Keke dan Nai malah pada pengennya ke Universal Studio lagi. Yaaaa…! Itu sih di Singapore! Etapi apa sekalian aja ya ke Singapore juga?

Oke, sementara abaikan rencana ke Singapore. Fokus cari beberapa tempat wisata di Malaysia. Sama penginapannya juga pastinya, nih. Papah Chi pernah bilang kalau ke Malaysia biasanya menginap di hotel Concorde. Tapi sepupu Chi bilang kalau dari hotel Concorde ke tempat resepsinya lumayan jauh.

Kalau Chi belum tau menginap di mana karena memang masih menunggu tanggal yang pasti. Tapi kalau memang jadi, udah tau mau pesan tiket dan booking di mana.

Chi mau pesan lewat Traveloka aja. Terakhir kali menggunakan jasa Traveloka itu Maret lalu saat liburan ke Singapore. Gak cuma untuk tiket pesawat tapi juga beli e-ticket beberapa tempat wisata. *Tuh kan Chi jadi inget belum nulis tentang pengalaman traveling ke Singapore hehehe*


Merencanakan Liburan ke Malaysia bersama Traveloka

Traveloka juga menawarkan paket yang menguntungkan. Paket tiket sekaligus hotel udah pasti lebih murah daripada booking terpisah. Sebagai contoh, Chi coba buat simulai traveling ke Malaysia dan menginap di hotel Concorde dengan menggunakan Paket Tiket Hotel Traveloka, ya. Tuh, save 16%, lho *lihat gambar di atas* Kan lumayan sisa uangnya bisa buat jalan. Nanti Chi juga bakal usulin ke keluarga besar untuk pakai paket ini, ah!

Merencanakan Liburan ke Malaysia bersama Traveloka

Selain lebih murah kalau beli paket juga menghemat waktu. Proses pembayarannya pun mudah. Asik kan kalau begitu. Hari gini jangan dibuat susah. :)

Sekarang nabung dulu, deh. Do’ain ya semoga rencana resepsi pernikahan sepupu Chi dan juga liburan kami bisa terlaksana serta berjalan dengan lancar, ya. Teman-teman kalau punya ide wisata Malaysia yang menarik juga bisa kasih saran di kolom komen, lho. Termasuk penginapannya juga. Ditunggu sarannya, ya :)

Continue Reading
26 comments
Share:

Thursday, July 13, 2017

Uricran, Solusi Alami untuk Anyang-Anyangan

solusi alami untuk anyang-anyangan

Uricran, Solusi Alami untuk Anyang-Anyangan


"Ya ampun, Myr! Dari tadi minum lo masih segini? Ntar sakit. lho!"

"Myr, gue tuh udah berapa kali balikan isi botol minum. Lo sebotol aja gak abis. Lo susah banget sih minum!"

Beberapa tahun lalu, saat masih ngantor, sahabat Chi tiap hari cerewetin urusan minum. Botol berwarna hijau berukuran 2 lt memang jarang Chi habiskan. Tapi, Chi gak pernah tersinggung dengan cerewetnya meskipun selalu aja bandel, gak pernah nurut. Paling Chi cuma nyengir kalau udah dicerewetin. Jujur aja, saat itu Chi lebih takut kebelet di jalan daripada sakit karena kurang minum. Makanya Chi tetap aja minum sedikit meskipun dicerewetin tiap hari

Pernah ngalamin di tengah hujan, saat macet terpaksa memilih turun dari bis saking gak kuat lagi nahan pipis. Samperin perkantoran yang udah buka buat numpang ke toilet. Udah gak mikir lagi kalau ke kantor bakal basah kuyup. Pernah juga terpaksa nahan sampe pipis kantor karena bawa kendaraan sendiri. Kan, gak mungkin ninggalin mobil di jalan tol. Pokoknya yang kalau udah kebelet pipis tuh tersiksa bangeeeeettt! Itulah kenapa Chi suka nahan minum.

Alhamdulillah belum pernah kena anyang-anyangan saat masih ngantor. Etapi beneran jangan ditiru kebiasaan yang gak baik ini, lho. Chi justru kena anyang-anyangan beberapa bulan lalu. Sampe nangis karena nahan sakit.

[Silakan baca: Pernah Mengalami Anyang-Anyangan dan Sakit Pinggang? Waspada Infeksi Saluran Kemih Terutama Pada Wanita]

Pas lagi anyang-anyangan gitu Chi pun cari info di Google. Kemudian Chi baca tanda-tanda tentang anyang-anyangan di web Uricran tersebut:


  1. Hasrat berlebih untuk buang air kecil.
  2. Buang air kecil lebih sering, tapi dengan volume sedikit-sedikit.
  3. Nyeri pada panggul jika terjadi pada wanita.
  4. Jika terjadi pada pria, akan menimbulkan gejala nyeri pada anus.
  5. Rasa perih ketika buang air kecil.
  6. Urine berbau menyengat, lebih pekat, kadang-kadang mengandung darah.
  7. Merasa lelah dan kurang sehat.
  8. Demam
 
Yup! Hampir semua gejalanya Chi rasakan. Chi pun langsung minta K'Aie untuk belikan Uricran. Gak tahan sama sakitnya, uy! Lagian cape juga bolak-balik ke toilet melulu.

uricran solusi anyang-anyangan

Ada berbagai macam penyebab anyang-anyangan. Diantaranya adalah kebersihan toilet, cara membersihkan organ kewanitaan usai buang air kecil, suka menahan pipis, hingga terlalu banyak minum yang berefek diuretik (alkohol, kopi, dan teh). Kehamilan pun bisa menyebabkan anyang-anyangan.

Kayaknya kalau Chi karena kebiasaan suka menahan pipis. Walaupun udah di rumah, kebiasan jelek saat masih ngantor masih suka terbawa. Memang sih sekarang udah banyak minum, tapi masih suka nahan pipis apalagi kalau lagi asik nonton tv atau di depan laptop.

Uricran adalah solusi alami untuk anyang-anyangan. Buah cranberry mengandung vitamin C yang cukup tinggi dan mampu mencegah bakteri E. colli menempel pada dinding saluran kemih. Khasiat buah cranberry sudah lama dikenal di dunia. Uji klinis juga sudah membuktikan.

Chi kapok deh sama yang namanya anyang-anyangan. Mendingan sekarang dicegah supaya jangan kejadian lagi.

[Silakan baca: Cegah dan Usir Anyang-Anyangan dengan Solusi Alami Prive Uri-cran]

minum uricran untuk anyang-anyangan

Continue Reading
10 comments
Share:

Tuesday, July 11, 2017

Live to The Max Saat Semakin Fokus dengan Anak-Anak

Live to The Max Saat Semakin Fokus dengan Anak-Anak


Bunda: "Gimana hari pertama sekolah, Ke?"
Keke: "Hmmmm... Biasa aja."

Keke menjawab dengan santai. Dari raut wajahnya yang juga terlihat santai sudah membuat Chi lega dan bahagia. Ya, beberapa kali Chi  bercerita di blog ini kalau Keke termasuk anak yang kadang membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Meskipun tahun ajaran ini dia bukan lagi anak baru di sekolah, tetapi suasananya kan bisa jadi baru. Apalagi teman sekelasnya juga diacak lagi dan wali kelasnya pun baru.

Bunda: "Teman-teman sekelas Keke bagaimana? Ada yang kenal?"
Keke: "Banyak, lah. Apalagi yang sekelas ma Keke pas kelas 7 juga lumayan banyak yang sekelas lagi."
Bunda: "Wali kelas tadi udah masuk?"
Keke: "Udah."
Bunda: "Anak-anak baru gimana? Udah pada masuk juga, dong."
Keke: "Udah tapi gak ada yang cakep, Bun."
Bunda: "Yaaaa..., belum kelihatan aja kali! Tunggu aja sampe mereka pakai seragam SMP. 3 sampai 6 hari pertama kan masih pada pakai seragam SD. Aura anak SMPnya belum keluar. Ingat gak tahun lalu kan Keke juga pernah ngomong begini. Tapi, begitu udah pada pakai seragam SMP baru deh kelihatan pada cakep, kan? Hehehe."

Kami pun tertawa. Ya gini deh kegiatan kami sehari-hari setiap kali pulang sekolah. Chi selalu bertanya keseharian anak-anak selama di sekolah. Mereka kan udah bukan siswa play group lagi. Kalau bukan dengar dari cerita mereka, dari mana lagi Chi tau kegiatan selama di sekolah? 😊 *Nai masih libur sekolahnya, jadi belum ada obrolan tentang sekolah.

Sambil makan siang, obrolan pun berlanjut. Keke cerita kalau tadi para siswa dikumpulkan di aula untuk mendengarkan promosi bimbel. Keke sempat mengutarakan keinginannya untuk bimbel karena tertarik dengan promosinya.
Bunda: "15 juta per tahun, Ke? Mending Bunda pindahin Keke ke sekolah swasta lagi kalau segitu."

Keke pun tertawa. Dia memang gak ngotot banget kepengen bimbel, sih. Kami pun masih bisa melanjutkan berdiskusi dengan santai. Apa manfaat dan resiko bimbel, tidak hanya dari sisi biaya. Diskusi berakhir tetap dengan keputusan awal, belajar sendiri didampingi bunda. *Siap ikat kepala yang kencaaaang 😂

Sejak tahun ajaran kemarin berakhir, Chi memang sudah bilang ke anak-anak bila sudah masuk sekolah lagi kegiatan belajar di rumah akan ditingkatkan. Bila sebelumnya, Keke dan Nai belajar hanya bila ada pelajaran yang belum dimengerti saja. Atau bila dapat pekerjaan rumah *Biasanya Keke nih yang banyak banget PRnya.

[Silakan baca: Tanpa Ikut Bimbel, Nilai UN Tetap Bagus? Bisa!]



Latihan untuk Menghadapi Ujian Nasional


Nah, untuk tahun ajaran ini akan Chi tambah dengan beberapa latihan yang dipersiapkan di rumah. Nai tahun ajaran ini akan menghadapi Ujian Nasional. Kalau Keke masih tahun depan tapi Chi merasa kalau sudah SMP sebaiknya persiapannya sejak 2 tahun sebelumnya. Apalagi kami masih bertekad untuk tidak mengikuti bimbingan belajar manapun.

Cara yang akan Chi berikan ke Nai kemungkinan besar akan sama dengan saat Keke menghadapi UN setahun yang lalu, yaitu


  1. Memberikan beberapa soal latihan setiap hari. Sehari 1 mata pelajaran yang akan diujikan. Jumlah soal maksimal 40-50.
  2. Evaluasi hasil latihan bersama-sama

Chi akan memberikan Nai beberapa soal dan dia akan mengerjakannya seperti sedang ujian. Setelah selesai akan Chi periksa kemudian dievaluasi bersama saat itu juga. Dengan sering latihan, biasanya akan ketahuan kelemahan anak di bagian mana. Seperti Keke, untuk pelajaran matematika biasanya dia lemah di bagian pecahan. Kalau sudah tau kelemahannya di mana, nanti akan lebih fokus ke sana.

Gak semua mata pelajaran akan dikasih latihannya. Chi hanya berikan latihan untuk mata pelajaran yang akan dijadikan Ujian Nasional saja. Untuk soal-soalnya bisa didapatkan dari buku pelajaran atau buku kumpulan soal.



Jaga Stamina, Jangan Sampai Sakit



Meskipun sudah pernah melakukan hal ini sebelumnya, belum tentu pelaksanaannya akan lebih mudah. Keke dan Nai memiliki karakter belajar yang berbeda. Keke lebih ke auditori sedangkan Nai visual. Masing-masing memiliki tantangan yang berbeda.

Memutuskan untuk mengajarkan anak-anak sendiri bukan berarti Chi menganggap ngerti semua mata pelajaran, lho. Chi juga masih harus banyak belajar. Terima kasih banyak untuk Google dan kunci jawaban di buku kumpulan soal dengan penjelasan yang mudah dimengerti karena sangat membantu 😂 K'Aie juga tentunya membantu setelah pulang kantor atau saat libur. Paling enggak jadi tempat curhat Chi kalau lagi kesulitan ngajarin anak-anak hehehe.

Chi tau ini akan banyak tantangan. Tantangan pelajaran *tau lah gimana pelajaran anak-anak sekarang. Susah hehehe*, tantangan kesabaran, dan lain sebagainya. Tapi tetap harus berusaha dijalankan dengan sukacita hidup Chi menjadi lebih hidup.

Salah satu caranya adalah dengan tetap menjaga kesehatan. Setuju dong kalau sehat itu bikin bahagia? Mempersiapkan latihan seperti ini tentunya butuh stamina yang cukup. Malah kalau bisa sih jangan sampai sakit. Gimana bisa ngajarin anak-anak kalau Chi malah sakit? Asupan yang bergizi harus semakin diperhatikan, nih. Minum juga gak boleh malas-malasan. Mulai rutin lagi melakukan olahraga ringan supaya tubuh tetap bugar.

Sejak Ramadhan, Chi mulai menjaga asupan gizi. Setidaknya mulai mengurangi asupan karbo berlebih. Tapi untuk olahraga memang masih harus semangat lagi biar gak cuma sebatas niat. Semangat ... Semangat!

Saat ini, kondisi kesehatan rada ngedrop meskipun sudah agak mendingan. Kepala rasanya sakit dan tenggorokan juga perih. Sempat agak demam juga selama beberapa hari, terutama saat malam. Kemungkinan karena kecapekan setelah mudik. Rumah juga sedang bebenah dengan dicat dan sedikit perbaikan. Jadi kondisinya cukup berantakan serta berdebu hingga hari ini.


komposisi theragran

Kemudian Chi ingat dengan Theragran-M, vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Chi pernah mengkonsumsinya dan cocok. Theragran-M ini multivitamin yang lengkap. Cukup diminum 1x sehari atau sesuai dengan anjuran dokter. Theragran-M juga sudah berlogo halal MUI sehingga Chi tidak ragu mengkonsumsinya.

Kalau sudah pulih, harus mulai fokus lagi. Maksimalkan tahun ini dengan semakin fokus kepada (urusan sekolah) anak-anak. Setahun bukan waktu yang lama. Semoga lancar tanpa halangan yang berat. Semoga hasilnya pun sesuai dengan harapan. Aamiin.  😊

[Silakan baca: Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI]

Continue Reading
8 comments
Share:

Monday, July 3, 2017

Bangga dengan Prestasi Akademis Anak, Yay or Nay?

Bangga dengan Prestasi Akademis Anak, Yay or Nay?

Bangga dengan Prestasi Akademis Anak, Yay or Nay?


Paling enggak setiap 6 bulan sekali di timeline FB diramaikan dengan status tentang rapor anak-anak. Mungkin karena lingkaran pertemanan Chi kebanyakan sudah menjadi orang tua, jadi status tentang rapor pun banyak ditemukan.

Ada beberapa orang tua yang bersyukur dan bangga dengan nilai akademis anak-anaknya. Bahkan menyebutkan ranking segala. Chi pun kadang gitu, sih. Tapi lebih seringnya Chi tuangkan di blog biar lebih puas nulisnya 😂 Tapi, merasa bangga dengan prestasi anak boleh gak, sih?

Kalau Chi sih Yay selama itu hanya ungkapan kebanggan yang wajar. Contohnya kalau ada status seperti ini, "Alhamdulillah, anak saya ranking 2 dengan nilai yang sangat baik. Terima kasih, Nak. Bunda banga sama kamu." Kalau menurut Chi, status seperti itu masih wajar. Kebanggaan adalah sebuah rasa. Kalau kita bisa kesal dengan anak, kenapa juga kita gak boleh bangga dengan anak? Apalagi kalau sebagai orang tua juga tau, apa yang dicapai anaknya adalah buah dari perjuangan selama sekian bulan. Anaknya sudah rajin belajar, wajarlah kalau dihargai usahanya. Gak harus dengan hadiah ini itu, dengan berterimakasih pun sudah cukup.



Menghargai Setiap Usaha Anak


Chi berpendapat seperti ini bukan karena Keke dan Nai nilainya bagus-bagus, lho. Ketika SD, nilai Keke dan Nai memang selalu bagus. Selalu di atas angka 90 untuk semua mata pelajaran. Alhamdulillah. Tapi ketika Keke di SMP, angka 7 dan 8 juga mulai ikut mewarnai. Mulai bersahabat dengan yang namanya remedial hahaha. Malah ada yang sebatas nilai KKM di raportnya 😂

Kecewa? Enggak juga, hanya sedikit kaget karena belum terbiasa.

Chi tau persis gimana usaha Keke. Terbiasa menjadi siswa sekolah swasta dari TK hingga SD membuat dia harus beradaptasi cukup keras ketika di SMP masuk negeri. Biar gimana budaya pendidikan swasta dan negeri itu berbeda. Ada masa di mana dia merasa kesal hingga ingin pindah lagi ke swasta. Apalagi ditambah dengan usianya yang masuk masa puber. Turun naik lah emosinya.

[Silakan baca: Masa Puber Bikin Baper]

Dan justru karena Chi tahu bagaimana usaha tiap anak maka ketika raport diterima adalah saatnya untuk berdiskusi. Apapun nilai anak, mau itu bagus atau tidak, memang selalu didiskusikan. Kalau urusan kecewa atau senang sih ada pada saat tahun ajaran sedang berlangsung. Misalnya ketika tahu anak akan ada ulangan tapi gak mau belajar padahal katanya belum mengerti pelajarannya. Udah sampai dibujuk bahkan ditegasin tetapi anaknya tetap malas-malasan, maka Chi pun kecewa. Begitu juga sebaliknya bila anak terlihat semangat belajar, rasanya senang melihatnya.

Di semester pertama, nilainya masih lumayan itu karena Chi masih ketat membantunya untuk belajar. Di semester kedua, Chi mulai melepas. Setelah berdiskusi dengan K'Aie, sepertinya kami harus memilih salah satu fokus dulu. Akademis atau adaptasi? Kami pun memilih adaptasi. Biarkan Keke merasa nyaman dengan sekolahnya dulu tanpa dibebani dengan nilai-nilai akademis.

Sebetulnya dari dulu pun kami tidak membebani anak-anak dengan tuntutan nilai akademis secara berlebihan. Bagi kami, asalkan anak sudah berusaha maksimal juga cukup. Keuntungannya adalah saat SD kegiatan belajar mengajarnya sangatlah menyenangkan. Seringkali Keke dan Nai merasa sedang bersenang-senang di sekolah tetapi mereka mampu menangkap pelajaran yang diberikan para guru di sekolah. Kalau udah begitu, Chi merasa gak perlu menyuruh mereka untuk belajar lagi di rumah.

Tetapi ketika SMP memang berbeda. Harus belajar lagi di rumah kalau mau lebih paham. Hanya saja karena Keke sedang masa beradaptasi, Chi gak terlalu mau membahas urusan akademis saat semester kedua. Hanya rutin mengingatkan saja. Hasilnya nilainya memang sedikit menurun dibanding semester pertama tetapi dia mulai betah di sekolah. Mulai berkurang uring-uringannya. Jadi Keke yang ceria lagi.

[Silakan baca: Pilih Swasta atau Negeri?]

Setelah ambil raport semester kedua, Chi ajak Keke ngobrol berdua cukup lama. Intinya sih berterima kasih terlebih dahulu dengan segala usaha Keke. Dengan dia mulai mau beradaptasi itu sudah sesuatu yang bagus. Apalagi mengingat sifat Keke yang memang harus tarik ulur menghadapinya.

Berikutnya Chi meminta supaya Keke mulai fokus ke belajar lagi. Bukan tentang target ranking berapa yang harus didapat tapi tentang seberapa maksimal usaha yang udah dia lakukan. Keke sih setuju aja tentang hasilnya tentu aja belum tahu karena tahun ajaran belum mulai. Setidaknya kami sudah punya rencana semoga saja hasilnya maksimal. Aamiin.



Attitude dan Prestasi Akademis Sama-Sama Penting


Nah biasanya ketika satu ibu sedang membanggakan anaknya yang berprestasi secara akademis, suka ada ibu lain yang bangga dengan attitude anak meskipun akademisnya biasa aja. Gak apa-apa juga sih buat Chi selama tidak saling membenturkan. Tapi kadang itulah yang terjadi. Sampai Chi suka heran sendiri. Apa iya segala sesuatu harus dibenturkan? Apa iya harus selalu ada yang namanya Mom's War dengan segala macam tema? Dunia ibu-ibu memang sesuatu banget 😅

Kalau Chi termasuk yang gak ingin mencampuradukkan. Atitude dan akademis adalah dua hal yang penting tapi bukan perbandingan apple to apple. Itu menurut Chi lho, ya. Punya anak yang akademisnya bagus, bukan berarti attitudenya jelek. Begitupun sebaliknya. Ada anak yang dikeduanya bagus, tapi ada juga yang tidak. Ada yang salah satunya bagus, bagian lainnya kurang. Semua ada penyelesaiannya masing-masing. Kembali lagi ke tugas orang tua juga.

Chi udah menuliskan pendapat tentang attitude dan akademis ini pada November 2014. Ketika membaca beberapa pendapat tentang pentingnya atau tidaknya sekolah. Teman-teman baca di postingan yang lalu aja, ya kalau penasaran ma pendapat Chi. 😄

[Silakan baca: Buat Apa Sekolah?]

Jadi menurut Chi gak apa-apa berbangga dengan prestasi anak asalkan jangan berlebihan. Dan bila terjadi sebaliknya, gak usah juga mengungkapkan rasa sedih yang berlebihan meskipun di status socmed. Anak kita mungkin tidak berteman di socmed tetapi belum tentu dia tidak tahu, kan? Jangan sampai anak jadi patah semangat dengan kekecewaan kita. Dan yang juga tidak kalah pentingnya adalah jangan umbar raport anak secara vulgar sampai ketahuan data diri anak. Selalu ingat keselamatan anak. Berbangga dan bersyukur secukupnya saja 😊


Continue Reading
30 comments
Share: