Friday, May 30, 2014

(Ketika) Blogger Bicara Parenting

Parenting Blogger Kreativitas
Blogger Bicara Parenting. Yang membuat ilustrasi sampul adalah Nai

Berawal dari niatan Pakde Cholik yang ingin mengajak para blogger untuk bisa menerbitkan buku, jangan cuma menulis di blog. Chi pun dengan nekatnya mengajukan diri menjadi Desk Officer (DO) untuk buku parenting. Sempet bingung menentukan tema parenting. Akhirnya, Chi putuskan parentinglah sebagai tema awal buku perdana ini.

Chi sadar, kalau tema parenting itu sebetulnya terlalu luas. Tapi Chi pikir, gak apa-apa juga, sih. Biar beragam. Dan, alhamdulillah ternyata banyak yang mengirim naskah tentang parenting. Totalnya ada 34 blogger. Beberapa diantaranya ada yang mengirim lebih dari 1 naskah.

Sempet bingung, apakah harus diseleksi atau tidak. Chi sih pengennya gak usah diseleksi. Karena selain tulisannya bagus-bagus, berbicara parenting itu seringkali bukan bicara tentang benar atau salah. Memang ada beberapa yang berada di wilayah jelas. Misalnya, kekerasan terhadap anak atau pelecehan. Jelas itu melanggar, kita semua pasti sepakat.. Tapi, misalnya ketika berbicara tentang mengatasi anak yang susah makan, setiap orang tua pasti punya resep jitunya masing-masing yang tentunya disesuaikan dengan kondisi rumah tangga juga karakter masing-masing anak. Akhirnya, Chi gak seleksi ketat. Paling, maksimal kontributor nyumbang 2 tulisan ajah. Jadi, kalau ngirim lebih dari 2, baru Chi seleksi.

Oleh karena itu, walopun banyak pakar parenting, bukan berarti di luar itu gak boleh bicara parenting, kan? Di buku Blogger Bicara Parenting ini bahkan gak cuma orangtua yang jadi kontributor, lho. Ada kakek yang bicara tentang cucunya, guru bicara tentang muridnya, kakak bicara tentang adiknya, dan lain-lain. Pembicaraannya pun beragam, khas masalah parenting sehari-hari. Tentang pengalaman mengajarkan anak toilet training, kebiasaan tidur, makan, mandi, bermain, dan lain-lain. Rugi deh pokoknya kalau gak beli *promosi :D


Berikut adalah nama-nama blogger yang menjadi kontributor di buku ini. Yuk, dibaca nama-nama siapa tahu kita udah mengenal semuanya dan artinya kita pun udah mengenal gaya tulisan masing-masing blogger tersebut, kan:

Abdul Cholik, Anjas Wulansari, Astin Astanti, BundaDea, Hairi Yanti, Hardi Vizon, HM Zwan, Ika Koentjoro, Lianny Hendrawati, Lidya Fitrian, Lilis Wahyoeni, Lily Suhana, Mira Aqilah, Mita, Moocen Susan, Mugniar, Muna Sungkar, Myra Anastasia, Nieke Essy, Niken Kusumowardhani, Puteri Amarillis, Reni Judhanto, Rina Setyawati, Rinrin Indrianie, RZ Hakim, Siti Latifah, Susanti Dewi, Tita Kurniawan, Umnad, Uniek Kaswarganti, Vera S. Astanti, Wawan Setyawan, Windi Teguh, Zehan Aninda Achda


Terima kasih banyak untuk para kontributor yang sudah memberikan naskahnya dan juga pengertiannya karena buku ini sempat lumayan lama tertunda. Terima kasih banyak buat Mas Rudi aka Belalang Cerewet yang udah bantuin urusan layout dan mencetak buku. Pastinya untuk Pakde juga, terima kasih karena kalau gak dikomporin kayaknya keinginan saya untuk punya buku masih sebatas keinginan sampai sekarang

Buku Blogger Bicara Parenting diterbitkan oleh Sixmidad. Dan, seluruh hasil penjualan digunakan untuk proyek amal Warung Blogger.

Kalau mau Chi yang kirim juga boleeeeehh. Siapa tau dapet tanda-tangan *iiiiihhhh! Siapa kamyuuuuu :p *tutup muka pake wajan. Bisa inbox Chi, ya.

Harga bukunya Rp38.000,00 ajah, kok. Order, yuuuuukkk!

Continue Reading
34 comments
Share:

Thursday, May 29, 2014

Masked Rider Black

http://www.kekenaima.com/2014/05/masked-rider-black.html

Waktu nonton jadwal acara WAKUWAKU JAPAN, Chi seringkali melihat acara yang namanya Masked Rider Black. Pas, Chi lihat... oooohhh ternyata Ksatria Baja Hitam hehehe. Chi memang sebelumnya gak pernah tau kalau masked rider black ini adalah ksatria baja hitam. Padahal waktu kecil, Chi akrab banget sama semua super hero dari Jepang *ketahuan deh kalau dulu nontonnya yang versi dubbing :pBerasa bernostalgia dong nontonnya. Apalagi yang jadi ksatria baja hitamnya itu, Kotaro Minami yang buat Chi dulu termasuk ganteng dengan rambut polemnya ituuuhh hahaha. Sekarang kayak apa ya dia? Udah setua apa? Ups, mulai ngelantur :D

Ternyata masih lumayan wajahnya walopun udah tua :D

Masked Rider alias Kamen Rider alias Ksatria Baja Hitam itu film seri sejak awal 70-an hingga sekarang *sinetron aja kalah, ya hehe. Setiap seri punya tokoh jagoan masing-masing dengan latar belakang cerita yang berbeda. Walopun tetep aja, kostumnya belalang.Nah, kalau tokoh Kotaro Minami jadi jadi Masked Rider Black ada di sekitar pertengahan tahun 80-an. Waktu Chi masih SD, lah. Betah kalau udah nonton serial ini. Nontonnya sampe tamat.

Ksatria baja hitam lagi reunian kayaknya :p

Cerita serial Masked Rider Black bermula ketika Kotaro Minami dan adik tirinya, Nobuhiko Akizuki, diculik oleh pasukan Gorgom untuk dijadikan cyborg. Di dalam tubuh Kotaro Minami ditanam batu matahari untuk menjadikannya sebagai raja kegelapan.

Kotaro pun berhasil kabur sebelum proses penyatuan batu matahari dengan tubuhnya selesai. Sayangnya adiknya tirinya tidak berhasil kabur. Kotaro Minami pun berubah menjadi Ksatria Baja Hitam. Dan adik tirinya pun berubah menjadi bayangan hitam. Sekali waktu, Kotaro Minami harus bertarung melawan adik tirinya yang sudah menjadi jahat.

Yah, walaopun seingat Chi, Ksatria Baja Hitam ini pernah kalah dari Bayangan Hitam tapi cuma sementara. Karena, yang namanya kejahatan gak akan menang melawan kebaikan. Intinya kan itu.

Seperti biasa, Chi nontonnya di First Media (channel 340). Tapi, di Indovision (channel 168) atau Okevision (channel 32) juga ada. Mari kita bernostalgia! :)

Sumber foto:


  1. http://www.wakuwakujapan.tv/en/program/anime.html
  2. http://akizukisentai.blogspot.com/2010/09/belated-happy-42nd-birthday-tetsuo.html
  3. http://kamenrider.wikia.com/wiki/Kamen_Rider_Series

Continue Reading
20 comments
Share:

Tuesday, May 27, 2014

Continue Reading
No comments
Share:

Mengatur Keuangan Keluarga Tanpa Ribut Dan Ribet

“Pokoknya setelah kita menikah nanti, urusan keuangan termasuk yang paling mau Chi hindari untuk ribut. Males deh ribut urusan uang,” kata Chi kepada (calon) suami saat itu.

Bukan berarti Chi gak mau hidup susah, lho. Etapi emang siapa ya yang mau hidup susah hehe. Cuma, maksud Chi yang namanya uang itu sensitif banget. Sahabat bisa jadi musuh, saudara bisa jadi menjauh, pasangan suami-istri bisa bercerai ‘cuma’ gara-gara uang. Iya, gak?

Tapi, bukan berarti kalau sampai ada masalah keuangan trus Chi menghindar begitu aja. Yang namanya masalah harus dihadapi, lah. Nah, Cuma gimana cara kita menyikapi masalah tersebut supaya selesai dengan. Dan, karena sadar banget masalah uang itu sensitif, Chi merasa dari awal harus ada beberapa pembicaraan supaya gak timbul masalah.

Beberapa bulan menjelang menikah, Chi memutuskan untuk resign. Kepingin jadi ibu rumah tangga aja ceritanya. Nah, Chi minta izin (calon) K'Aie karena kalau Chi sampe resign, berarti kan cuma dia yang berpenghasilan. Tentunya harus diatur supaya penghasilan itu bisa dipakai untuk kepentingan bersama dan kebutuhan pribadi kami masing-masing.

Kami juga masih tinggal bersama orang tua. Walaupun orang tua tidak mensyaratkan apapun, tapi dalam hal keuangan kami berdua bertekad untuk tidak hidup gratisan. Tetep aja kami punya pos keuangan untuk dapur, listrik, dan lainnya.

Tips: Meski memiliki rekening terpisah sepertinya praktis untuk pengelolaan keuangan keluarga, LiveOlive menyarankan pasangan menikah untuk memiliki sejumlah anggaran dalam rekening bersama. Dengan cara ini, jika ada sesuatu terjadi pada suami atau istri, pasangannya bisa memiliki akses uang tunai. Untuk rekening pribadi, ada baiknya mengetahui password ATM pasangan, sehingga jika terjadi sesuatu dan dana Anda kurang, Anda pun masih bisa mengambil dana dari pasangan untuk membayar keperluan mendadak.

Kami tidak mempunyai rekening bersama, tapi tahu password ATM K'Aie. Dulu, yang bertugas membuat pembukuan adalah Chi. K'Aie memberi gaji bulanan, kemudian Chi masukkan ke berbagai pos. Chi juga pegang ATM K'Aie yang bisa Chi pakai sesuai kebutuhan.

Lama-lama Chi merasa ribet sendiri. Jujur, Chi memang kurang menyukai yang namanya pembukuan hihihi. Tapi, sadar banget kalau pembukuan anggaran itu penting supaya keuangan keluarga tetap aman. Gak habis begitu aja tapi gak jelas kemana. Setelah berdiskusi dengan K'Aie, akhirnya pembukuan keuangan biar K'Aie yang melakukan sampai sekarang.

Mengatur keuangan memang sedap-sedap gimanaaa… Walopun penghasilan utama tetep dari K'Aie yang membuat pos-pos keuangan juga K'Aie, bukan berarti Chi bisa seenaknya. Diskusi tetap ada, kepercayaan tetap dijaga. Ya, pokoknya tetap dijaga supaya jangan jadi ribut karena urusan uang.

Untuk para pengantin baru, kalau masih bingung juga tentang bagaimana mengatur anggaran keluarga, baca tip dari liveolive itu dan klik juga sumbernya. Biar gak usah ribut dan ribet lagi sama urusan keuangan. Gak lucu kan, masa selesai masa honeymoon udah ribut sama urusan keuangan :)

Continue Reading
42 comments
Share:

Friday, May 23, 2014

Rapor Bayangan Keke 2014

Yaelah, udah mau naik kelas, ini masih nulis tentang rapor bayangan hihihi. Gak apa-apa lah, tetep harus ditulis karena bagian dari perjalanan Keke. :)

Akademis


Alhamdulillah, akademisnya masih bagus-bagus nilainya. Malah di pelajaran bahasa Arab Keke dapat 100. Peningkatan yang cukup pesat mengingat pas semester ganjil cukup ngos-ngosan untuk pelajaran bahasa Arab.

Sikap


Menurut wali kelas, ada yang mulai berubah dari sikap Keke. Dia masih tetap anak yang berani bicara, berani tampil beda, tapi kali ada perubahan yang mengarah ke arah yang perlu 'dikasih catatan'.

Dulu, kalau kelas lagi berisik, Keke bisa mengajak teman-temannya untuk tertib dan belajar. Tapi, sekarang justru dia yang kadang mengajak teman-temannya berisik. Contohnya, ketika wali kelasnya pamit sebentar untuk meninggalkan kelas, wali kelas meminta anak-anak untuk mempelajari buku pelajaran di halaman yang udah ditentukan.

Keke : "Santai aja lah, Pak. Kan, nanti diajarin juga sama Bapak. Jadi, kenapa harus belajar sendiri, sih?!"

Wadaaaauu!! Langsung tepok jidat hehehe..

Trus, kalau di sekolah Keke dan Nai itu ketua kelas bergantian. Jadi, gak kayak zaman Chi dulu kalau yang pegang jabatan itu-itu aja :D

Ketika Keke dapat giliran menjadi pemimpin kelas. dia kurang bisa menyikapi kalau terjadi perbedaan pendapat antara dia dengan anggota kelas. Keke biasanya akan ngotot dengan pendapatnya. Dia gak akan maksa teman-temannya untuk ikut pendapatnya, sih. Dia justru akhirnya cenderung cuek, membiarkan masing-masing anggota mengambil jalannya sendiri-sendiri.




Comtohnya, ketika waktunya sholat dzuhur. Semua siswa berjamaah di aula lantai 4. Jalan terdekat dari kelas Keke (lantai 1) ke aula adalah lewat sebelah kiri kelas. Hari itu, Keke kepengen lewat sebelah kanan. Alasannya, bosen lewat jalan yang sama setiap harinya. Sementara, mayoritas temannya gak setuju dengan alasan kalau lewat kanan agak jauh.

Karena gak juga ada kesepakatan, akhirnya Keke membiarkan teman-temannya tetep lewat jalan yang sama. Dia dan salah seorang temannya lewat jalan lain hehehe.

Selesai sholat, Keke ditanya sama wali kelas kenapa mengambil jalan yang berebda dengan temannya. Dengan alasan yang sama, Keke pun memberikan penjelasan ke wali kelas. Dia juga bilang apa salahnya mencoba sesuatu yang baru. Kan, bosen lewat jalan yang sama terus setiap hari.

Wali kelas gak menyalahkan Keke. Bisa dimengerti kalau Keke pengen suasana baru. Tapi, kadang keinginan kita harus terhalang dengan yang namanya kebersamaan. Disitulah Keke harus belajar mengalah demi kebersamaan.

Apa Chi marah denger laporan dari wali kelasnya itu? Enggak, kok. Pas wali kelasnya cerita aja Chi ketawa aja hehehe.

Memang sikap Keke ada beberapa yang harus mulai dikasih catatan, tapi bukan berarti sepenuhnya dia salah, kok. Ini beberapa catatan yang kemudian Chi ajak Keke untuk berbicara:


  1. Tentang sikap Keke yang mulai menentang untuk menolak belajar memang gak bisa dibenarkan. Tapi, dia punya keberanian untuk berpendapat. Hanya aja perlu kita luruskan supaya jangan seperti itu lagi. Keberanian berpendapatnya sih jangan sampai hilang. Tetap harus ada,.
  2. Keinginan Keke yang ingin sesekali merasakan sesuatu yang baru memang bukan hal aneh. Dari dulu Keke selalu bosan kalau yang dilakukan itu-itu terus. Dan, memang gak salah kan? Cuma, dia memang harus belajar juga untuk bertoleransi. Ya, pokoknya belajar lihat situasi, lah.

Yup! Itu catatan dari wali kelas Keke pas rapor bayangan lalu. Hmmm... kira-kira rapor kenaikan kelas nanti kayak gimana, ya? Mudah-mudahan bagus :)

Continue Reading
26 comments
Share:

Wednesday, May 21, 2014

Ayah Itu Baik Karena...


Ayah Itu Baik Karena...

Nai : "Sering beliin Ima Duren!" *Nai dan ayahnya memang pantas mendapat gelar ratu dan raja duren. Kalau lagi makan duren, mereka suka asik duduk berduaan di salah satu pojok ruangan.:D

Keke : "Kalau pengen sesuatu trus sama Bunda gak dikasih, biasanya sama Ayah suka dikasih." *Waaaa.... gawat iniiiihhh! Kita harus lebih kompak lagi, Yah! Hahaha

Bunda : "Gak jaim sama istri dan anak-anaknya!" *Contohnya kayak foto di atas. Hmmm... sebetulnya itu tatapan sayang apa pasrah ya, dicoret-coret mukanya sama Keke? Hihihi

Tentu aja ada lebih dari sejuta jawaban untuk bilang kalau K'Aie itu adalah suami dan ayah yang baik bagi kami. Yang di atas itu hanyalah ucapan spontan kami ketika sedang ngobrol-ngobrol santai. Nanggapinnya juga sambil ketawa-ketawa dan becanda.

Seperti foto di atas, buat Chi itu termasuk ekspresi cinta monumental. Karena terkadang ada sosok ayah yang seperti menjaga jarak dengan anaknya dengan alasan supaya terlihat wibawanya.

Zaman dulu mungkin sosok yang berwibawa seperti itu, ya. Tapi, kalau zaman sekarang, sosok ayah yang berwibawa itu yang mau dekat dengan anak-anaknya. Itu menurut Chi, lhoooo... Termasuk gak keberatan kalau sesekali wajahnya dicoret-coret sama anaknya. Namanya juga bermain. Seneng kan kalau lihat anak tersenyum bahkan tertawa :)

Continue Reading
70 comments
Share:

Monday, May 19, 2014

Sukses Dan Bahagia

Barusan, Chi nonton serial Body of Proof season 2. Chi suka sama serial ini, walaupun bercerita tentang kasus kriminal tapi suka ada kisah-kisah parenting dari kehidupan tokoh utamanya, Dr. Megan Hunt.

Ceritanya Dr. Megan Hunt itu tadinya seorang ahli bedah yang sukses. Saking suksesnya sampai mengabaikan keluarga trus suaminya akhirnya menceraikannya. Anak satu-satunya, Lacey, yang udah jadi ABG ikut sama ayahnya. Tapi, sesekali tinggal sama Megan. Konflik-konflik tentang anak, suka diselipin di setiap episodenya.

Karena sebuah kecelakaan, Megan akhirnya tidak bisa menjadi dokter bedah lagi. Karirnya berubah menjadi ahli forensik. Megan Hunt digambarkan sebagai sosok yang jenius tapi juga keras kepala dan ada sisi kekanak-kanakannya. Ibunya terlalu mengatur hidupnya, dan dia sudah kehilangan sosok ayahnya yang tewas sejak Megan masih kecil.

Episode yang tadi Chi tonton sebetulnya udah beberapa kali diulang. Cuma gak pernah bosen nontonnya hehe. Ceritanya Megan lagi seneng karena putrinya mulai dikasih izin untuk boleh nginep di rumahnya sesering mungkin. Megan pun menyiapkan kamar khusus untuk anaknya dan menyewa disain interior. Yang bikin Megan bingung, putrinya kok kayak yang setengah hati gitu.

Suatu hari, Megan kedatangan ibu dan putrinya di kantor. Ibunya langsung mencecar Megan kenapa cucunya dibikin sedih. Tapi, Lacey justru protes karena neneknya terlalu ikut campur. Lacey bilang ke ibunya kalau dateng ke kantor bukanlah idenya. Pembicaraan terputus karena Megan harus kembali bekerja. Kemudian Megan datang ke kantor ibunya, seorang hakim, untuk melakukan protes.

Megan : "Ibu dari dulu selalu mengatur hidupku! Makanan, teman, pakaian, karir, hingga jodoh pun semuanya ibu yang pilihkan!"

Ibu Megan : "Tapi, lihat hasilnya sekarang. Kamu sukses, kan?"
Megan : "Iya, tapi apa saya bahagia? Ibu gak pernah tau kan?"
Ibu Megan : ".................."

Di episode itu juga diceritakan ibu dari korban yang tewas merasa menyesal sudah terlalu keras mendidik putrinya. Maksudnya sih ingin memberikan yang terbaik supaya putrinya gak salah langkah. Tapi, akhirnya dia sadar kalau anak itu semakin dikerasin justru semakin menjauh. Sayangnya dia baru sadar itu setelah putrinya tewas.

Megan juga akhirnya sadar, kalau dia gak suka ibunya ngatur-ngatur dirinya tapi secara gak sadar dia juga berlaku kayak gitu ke anaknya. Kasih anaknya kamar tapi urusan desain dia yang pilihan. Akhirnya, itu kamar dibikin putih bersih dan kosong. Terserah putrinya mau ditata seperti apa karena itu haknya. Tapi, kalau putrinya butuh teman diskusi, kapanpun itu sebagai ibu, Megan siap mendengarkan. Dan, keputusan Megan itu bikin Lacey, putrinya bahagia banget.

Hmmm... kira-kira apa, ya yang bisa diambil dari sisi parentingnya? Menurut Chi... 


  1. Orang tua itu pasti selalu menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya. Tapi, saking kepengen memberikan yang terbaik, suka gak sadar kalau kita hanya melihat dari kacamata orang tua. Memang sih terbaik, tapi apa anak akan bahagia? Kadang ego orang tua juga berperan, nih.
  2. Anak berhak menentukan sendiri apa yang terbaik dan bikin dia bahagia. Bukan berarti apa yang dia pilih pasti bener. Sebagai orang tua kita juga harus memberi aturan dan batasan. Tapi, kadang sebagai orang tua kita cukup sebagai pembimbing. Sebagai orang yang mendengarkan. Atau bahkan mungkin gak apa-apa sesekali membiarkan anak jatuh karena pilihan yang dia buat. Yang penting kita selalu ada ketika dia jatuh dan anak belajar mengambil hikmah dari peristiwa jatuhnya itu

Hufff... 2 kesimpulan Chi di atas itu memang bakal jadi PR yang sangat panjang buat Chi dan K'Aie. Sebisa mungkin sih kami akan berdiskusi dengan anak-anak. Gak mau jadi orang tua otoriter yang mengatur hidup anak-anak tanpa memberi kesempatan kepada mereka untuk membuat pilihan. Cuma ya gitu deh... kadang Chi juga harus menjewer diri sendiri, nih :p

Ya, bisa dibilang catatan ini sebagai pengingat juga. Tetap semangat memberikan yang terbaik bagi anak-anak tanpa menghilangkan kebahagiaan mereka! :)

Continue Reading
20 comments
Share:

Friday, May 16, 2014

Welcome, Baby X! Hi, Baby Ary!


Seperti apa rasanya, melihat kehadiran seorang bayi yang baru saja dilahirkan? Kita ikutan bahagia biasanya.Trus, bagaimana kalau yang lahir itu adalah seekor lumba-lumba? Sama aja. Seneng lihatnya dan merasa beruntung :)

Hari Kamis, 8 Mei 2014 lalu, Chi dan anak-anak datang ke acara press conference menyambut kelahiran baby dolphin serta launching club Dolphi dan club Doki. Kebetulan hari itu Keke libur karena anak SMP kan lagi UAN, jadi Nai aja yang izin. Etapi, sebelum bawa Keke-Nai, Chi konfirmasi dulu ke salah seorang contact person dari pihak Ancol tentang boleh bawa anak atau enggak. Dan, ternyata dibolehin.

Di acara press conference tersebut, Bapak Sunarto, manajer operasional Ocean Dream menjelaskan bahwa pada tanggal 28 Maret 2014 telah lahir seekor lumba-lumba dari seekor induk bernama Puji. Oiya, banyak yang masih salah kaprah menyebut ikan lumba-lumba. Padahal lumba-lumba bukan termasuk ikan, tapi mamalia.

Tubuhnya memang mirip ikan, mungkin itu yang menyebabkan banyak orang menyebutnya ikan lumba-lumba. Padahal dari bentuk ekor aja berbeda, lho. Kalau ikan itu ekornya bergerak ke kiri-kanan ketika bergerak. Sedangkan lumba-lumba, ekornya bergerak naik-turun.

Karena termasuk mamalia, lumba-lumba mirip manusia untuk proses bernapas dan berkembang biak. Nah, karena kunjungan minggu lalu tentang menyambut kelahiran bayi lumba-lumba, jadi Chi obrolin tentang proses melahirkan dan menyusui lumba-lumba, ya. Hah?! Menyusui juga? Iya, kan sama kayak manusia. Tapi, Chi juga gak tau menyusuinya kayak gimana. Belom pernah lihat :D

Baby X, lumba-lumba yang baru lahir itu mempunyai 'ayah-bunda' bernama Rio dan Puji. Dinamakan baby X (Chi yang kasih nama baby X) karena lumba-lumba ketika lahir belum langsung ketahuan kelaminnya makanya sama pihak Ocean Dream belum dikasih nama.

Lumba-lumba mengandung bayi selama 13 bulan lamanya. Tanda-tanda seekor lumba-lumba akan melahirkan, antara lain: 


  1. Ketidakstabilan nafsu makan
  2. Periaku induk Puji semakin aktif seperti melompat-lompat di atas permukaan air

Lumba-lumba juga mengalami kontraksi ketika mendekati waktunya melahirkan. Ekor bayi lumba-lumba juga mulai terlihat dari vagina sang induk. Yup! Berbeda dengan kelompok mamalia lainnya, dimana kalau lahir adalah kepala lebih dahulu. Kalau lumba-lumba yang keluar duluan duluan adalah ekornya (fluke).

Seketika air kolam yang jernih berubah menjadi merah pekat ketika bayi lumba-lumba telah lahir. Bayi yang baru lahir, reflek berenang naik ke permukaan untuk menghirup nafas pertama. Kemudian sang induk dengan sigap menggiring sang bayi berenang mengitari kolam.

Bayi lumba-lumba juga diberi ASI, lho. Untuk menjaga kualitas ASI, sang induk selalu diberi asupan gizi yang berkualitas oleh tim kesehatan Ocean Dream

Setelah mendengarkan penjelasan, kami pun diajak 'menjenguk' baby X. Kenapa menjenguk? Karena pengunjung umum, dilarang memasuki area ini. Ibaratnya seperti memasuki sebuah rumah sakit, hanya yang berkepentinganlah yang diperbolehkan berkunjung.

Terdiri dari 2 kolam berukuran lumayan besar dan dalam. Kolam pertama berisi baby X dan induknya yang selama kami di sana terus berada dibawah alias tidak/jarang muncul ke permukaan. Didampingi induknya, baby X terus berenang mengelilingi kolam.


 Kalau ini kolam yang diisi baby Ary dan induknya. Mungkin karena usianya udah 15 bulan, baby Ary terlihat beberapa kali muncul ke permukaan.

Kolam di sebelahnya yang berukuran sama diisi oleh baby Ary dan induknya. Chi gak tau siapa nama induknya. Baby Ary adalah lumba-lumba jantan berusia 15 bulan. Baby Ary dan Baby X mempunyai 'ayah' yang sama, yaitu Rio. Tapi lahir dari 'bunda' yang berbeda.

Bunda : "Namanya Ary, kayak nama ayah, ya Nai."
Nai : "Beda, Bundaaaa.. Kalau ayah itu kan A-R-I-E, tapi kalau baby dolphin namanya A-R-Y!" *Nai kayaknya gak rela nama ayahnya disamain :p
Bunda : "Iya, deeehhh.. Tapi, semoga baby yang baru lahir itu betina, ya. Trus dinamain Myra."
Nai : "Huuuu... maunya Bundaaaa..."

Kami tidak berlama-lama di sana. Karena katanya kasihan nanti baby dolphin dan induknya, bisa gak istirahat kalau kelamaan dikunjungi. Hmmm... bener-bener kayak berkunjung ke rumah sakit, ya. Setidaknya, kami beruntung karena bisa melihat langsung. Apalagi buat Keke dan Nai, pengetahuan baru juga buat mereka. *Berharap siapa tahu kalau baby X udah ketahuan kelaminnya bakal diundang lagi :D

Acara selanjutnya adalah makan siang, kemudian dilanjutkan dengan menonton underwater theater. Saat menonton pertunjukkan underwater theater, sudah dibuka untuk umum. Kalau hari kerja sudah dipastikan kebanyakan kunjungan sekolahan yang datang.

Selesai menonton pertunjukkan underwater theater, Chi pun berpisah dengan teman-teman dari Blogger Reporter Indonesia. Gak langsung pulang, sih. Tapi, menonton berbagai pertunjukkan yang ada di Ocean Dream dulu.

Ocean Dream (dulu bernama Gelanggang Samudra) itu kayaknya gak bosen untuk dikunjungi. Apalagi kalau jalan sama anak-anak. Keseruan jalan-jalan di sana, Chi posting nanti, ya. Tapi, buat yang suka banget berkunjung ke Ocean Dream, mendingan beli tiket Dolphi card, deh.

Ocean Dream adalah kawasan rekreasi dengan konsep edutainment. Ocean Dream juga menjadi kawasan konservasi ex-situ lumba-lumba (dolphinarium). Bentuk kepedulian Ancol untuk lumba-lumba yang mulai terancam kepunahan.

Dolphin card adalah kartu keanggotaan untuk Ocean Dream. Cukup membayar Rp120.000,00 kita sudah berhak bermain ke Ocean Dream selama setahun penuh. Mau main setiap hari juga boleh.

Mau lebih lengkap lagi? Beli juga, Doki card, kartu keanggotaan untuk Atlantis Water Adventure. Harganya sama kayak Dolphi card. Dan, kita mau berenang setiap hari selama setahun, silakan ajaaa.
Liburan sekolah sebentar lagi. Belum punya rencana? Gimana kalau ke Ancol aja. Jangan lupa beli Dolphi card dan Doki card. Kan, setelah libur kenaikan kelas ada juga libur-libur lainnya seperti libur hari raya, semesteran, tahun baru, dan lain-lain. Kalau udah punya kartu keanggotaan, tinggal bayar sekali aja. Irit! :)

Continue Reading
30 comments
Share:

Thursday, May 15, 2014

Bahagia Itu SEDERHANA

Bahagia itu sederhana, kalau ….

Silakan isi sendiri titik-titik selanjutnya karena untuk bisa bahagia, seringkali gak butuh hal-hal ribet, kok. Sekedar dikasih senyuman, bisa dapet sedikit me time, anak-anak tumben pada anteng, dan lain sebagainya itu udah bisa bikin bahagia. Iya, gak? Dan buat Chi, bahagia itu SEDERHANA *gak pake kalau lagi. Mau tau alasannya? Yuk, baca sampe lengkap... :)

Seminggu yang lalu, Chi ngumpul-ngumpul sama beberapa teman lama di salah satu café di Pondok Indah Mall.

Tita : “Myr, lo seneng masak, ya? Gue beberapa kali lihat foto masakan lo di FB.”
Chi : “Anak-anak gue seneng makan, Ta. Kalau gue gak masak , nanti mereka jajan terus. Mana mereka tuh maunya setiap hari variasi. Kalau itu-itu aja juga suka protes.”
Tita : “Susah gak sih masak?”
Chi : “Enggak juga. Etapi tergantung juga, sih. Lo mau masak apa dulu.”
Ririn : “Masak tuh banyak yang gampang. Cuma tipe kayak lo mana mau masak. Tiap gue telpon aja lagi tidur terus hehehe.”
Tita : “Hahaha! Iya, sampe ada temen gue bilang kalau rumah gue itu paling lengkap daftar delivery order. Semua rumah makan kayaknya gue punya nomor telponnya. Brosur yang gue punya komplit. Tiap hari gue tinggal nanya anak gue mau delivery dari restoran mana hehehe.”

Kalau Chi, walopun suka masak tapi weekend atau hari libur biasanya hari malas memasak. Masa’ ketemunya sama bawang merah/putih, minyak goreng, wajan, dan temen-temennya terus. Sesekali butuh suasana baru hihihi.

Tapi, kadang suka males juga mau ke luar rumah. Sekarang weekend juga macet. Kalaupun gak males keluar, suka bingung mau makan di mana. Segala kepengen gitu hehehe.

Yang gak pernah bingung itu K’Aie. Kalau diajak makan di luar pasti jawabannya makan di rumah makan padang aja. Chi suka becandain, pura-pura ngegubrak gitu, kalau K’Aie udah nyaranin makan di rumah makan padang. Bukannya Chi gak suka, sebenernya suka banget malah. Masakan padang emang banyak yang lezat.
Waktu K’Aie pergi sekitar 3 mingguan ke Everest, salah satu yang dikangenin itu masakan padang. Sampe whatsapp, bilang kangen masakan padang trus bilang pulang dari sana kami sekeluarga makan malam di rumah makan padang. Hufff… untung kangen sama anak-istrinya juga :D

bahagia itu sederhana
K'Aie tau ajah kalau ke sekolahan Chi jarang bawa uang :p
Foto di atas adalah WA dari K'Aie yang udah sampai rumah, sementara Chi masih di sekolah. Pas masih di Everest, K'Aie juga udah bilang kalau kangen banget sama masakan padang. Dan, pulang dari sana pengen langsung makan masakan padang katanya.

Jadi, kalau lagi bingung mau makan dimana tapi masak juga males, udah pasti solusinya itu makan di rumah makan padang. Sekeluarga suka, makannya pada lahap. Bisa nambah, malah masih ngebungkus lagi buat dibawa pulang.

Dari sekian banyak rumah makan padang, salah satu yang jadi favorit itu rumah makan padang Sederhana. Ayam pop, ayam gulai, rendang daging, sop iga sapi, sayur daun singkong adalah menu-menu yang biasanya kami pilih. Walopun ada juga menu-menu lain yang kadang kami pilih. Lezaaatt… lezaaaatt… lezaaaattt…

Sekarang lebih enak lagi, kalau mau makan masakan padang sederhana, tinggal ke web Foodpanda aja, atau install aplikasi Foodpanda di smarthphone. Gampang banget pesennya. Dan, gak cuma rumah makan sederhana, segala macam restoran dengan makanan dari Indonesia juga mancanegara ada. Banyak banget pilihannya, bisa-bisa Chi bingung lagi milihnya saking banyak pilihan hihihi. Etapi kalau ikut apa kata K’Aie gak usah bingung, ding. Tinggal pilih rumah makan padang ajah. Bahagia itu SEDERHANA *Nah, sekarang udah tau kan jawabannya :)

Chi memang gak serajin temen Chi yang selalu ngumpulin brosur rumah makan yang melayani delivery order. Lagian kalau udah tau Foodpanda dengan segala kemudahan dan beragam pilihannya, gak perlu ngumpulin brosur juga kayaknya :)

Continue Reading
42 comments
Share:

Tuesday, May 13, 2014

Liburan, Yuk!

Rasanya liburan kenaikan kelas tahun lalu masih melekat banget diingatan. Dari mulai menikmati keindahan gunung Bromo hingga turun ke kedalaman 100 meter untuk menikmati indahnya ray of light di goa Jomblang. Semuanya dilakukan sekeluarga. Termasuk anak-anak, yang awalnya saya pikir mereka akan takut turun ke kedalaman 100 dan masuk goa, ternyata malah ketagihan.

Pengen sih mengulang liburan lagi seperti tahun lalu, tapi belum ada ide mau kemana. Mungkin karena liburan sekolah hampir berbarengan dengan bulan Ramadhan juga, jadi saya agak-agak malas.

Suami : “Emang kenapa gak mau sih jalan-jalan pas liburan nanti?”
Saya : “Yah, Ayah tau, kan. Jangankan yang jauh, untuk ngemall aja, Bunda suka males kalau lagi bulan puasa.”
Suami : “Tapi, siapa tau seru. Belum pernah juga kan nyobain jalan-jalan di bulan puasa?”

Hmmm… bisa jadi bakal seru juga, sih. Tapi, gimana nanti deh. Lagi males juga berpikir tentang liburan. Gara-gara rencana liburan panjang di akhir Mei gagal total. Rencananya kami mau liburan panjang di akhir Mei. Kan, lagi banyak tanggal merahnya, tuh. Eh, gak taunya anak-anak UAS. Jadi aja terpaksa batal. Suami sih bilang nanti diganti aja setelah anak-anak selesai UAS. Ya, lihat gimana nanti, deh. Saya udah lemes duluan hahaha.

Ngomong-ngomong tentang liburan tahun lalu, sebetulnya agak mendadak juga. Suami kayak kasih liburan kejutan gitu, lah. Tapi, walopun mendadak tetep pake rencana, dong. Rencana itu penting supaya lancar perjalanannya. Kalopun ada meleset paling sedikit aja.

Yang pertama kali kami lakukan adalah merencanakan rute. Kami melakukan perjalanan darat dengan membawa kendaraan pribadi. Rencananya, kami menyusuri jalur utara untuk keberangkatan. Pulangnya, kami menyusuri jalur selatan.

Memilih 2 jalur berbeda saat keberangkatan dan pulang supaya kami mendapat pemandangan yang berbeda-beda. Pilihan terakhir adalah jalur selatan karena tujuan terakhir adalah ingin menginap di Garut. Yang akhirnya gagal total karena tidak booking hotel terlebih dahulu. Semua penginapan penuh.

Saat itu kami memang hanya booking hotel di Bromo. Selebihnya kami menginap di kota manapun yang sedang kami lewati saat itu. Keuntungannya bepergian tanpa booking hotel terlebih dahulu adalah kami bebas menginap dimana saja tanpa harus deg-degan mengejar waktu check in. Kerugiannya adalah resiko gak dapat penginapan. Atau kalaupun dapat, harganya lebih mahal terutama saat musim liburan.

Pertimbangan yang berikutnya adalah tentang barang bawaan. Walopun kami menggunakan kendaraan pribadi, bukan berarti bisa lebih leluasa membawa banyak barang. Tetap harus diatur, kalau bisa jangan banyak-banyak. Perjalanan yang sangat jauh, membuat badan harus nyaman. Mana bisa nyaman kalau di dalam mobil udah banyak barang?

Sesuaikan juga dengan tujuan perjalanan. Karena waktu itu rencananya wisata outdoor, saya tidak membawa satupun pashmina. Saya bawa jilbab yang instan aja, yang langsung pakai. Kayaknya ribet banget ya mau berpetualang harus kruwal-kruwel sama urusan jilbab dulu.

Yah, pokoknya banyak deh rencana-rencana yang kami buat sebelum berangkat. Untuk lebih jelas, baca 8 Tip Teratas untu Liburan Keluarga Secara Pintar dari web LiveOlive, deh. Apalagi sekarang liburan udah di depan mata. Sebentar lagi mulai banyak yang menyanyikan lagu Tasya “Libur tlah tiba, libur tlah tiba. Hore! Hore! Horeee…!” Apalagi kalau liburannya bawa anak-anak, perencanaan gak cuma penting tapi wajib! Liburan, yuk!

Continue Reading
34 comments
Share:

Monday, May 12, 2014

Birdman Rally 2012

Pernah lihat pesawat kertas melayang-layang dengan bagusnya ketika tertiup angin. Chi jarang banget. Abis bikin pesawat kertas yang bisa melayang dalam waktu cukup lama itu susah ternyata. Kebanyakan langsung nyungsep haha.

Nah, sekarang gimana kalau pesawat kertasnya berganti menjadi pesawat buatam manusia tanpa mesin? Didalamnya harus ada manusia yang mengontrolnya. Kira-kira berapa lama bakal terbangnya? Apakah akan langsung nyungsep juga?

Birdman Rally adalah kontes pesawat terbang bertenaga manusia. Di gelar setahun sekali, sejak tahun 1977. Diselenggarakan di danau Biwa, danau terbesar di Jepang. Saya nonton acara Birdman Rally 2012 di channel WAKUWAKU JAPAN, hari Minggu tanggal 4 Mei lalu. Perlombaan ini terdiri dari 3 kategori perlombaan.


Lomba pesawat terbang bertenaga manusia tanpa baling-baling


Ini mirip seperti pesawat kertas, hanya saja di dalamnya ada manusia. Semua pesawatnya juga buatan tangan para peserta. Penentuan lombanya adalah siapa yang menempuh jarak paling jauh sebelum akhirnya pesawat nyungsep ke laut. Gak mudah, pesawat harus dibikin seringan mungkin dan orang yang di dalam pesawat harus juga bisa mengontrol dengan tenaganya. Atau faktor keberuntungan juga mempengaruhi. Katanya di danau Biwa itu suka tiba-tiba ada angin besar. Jadi, walopun pesawatnya udah bagus, bisa tiba-tiba nyungsep kalau tau-tau dateng angin.

Peserta di kategori ini datang dari berbagai kalangan dengan berbagai tujuan. Seperti salah satu prefektur di Jepang ikut lomba tersebut karena ingin mengembalikan masa kejayaan daerah mereka sebagai pengrajin mebel berkualitas. Pesawatnya murni dari kayu semua. Trus, di belakangnya ada spanduk panjang tentang promosi daerah mereka.

Ada tim para jomblo laki-laki yang katanya selalu apes sama perempuan. Berharap kalau menang, bakal lebih beruntung sama perempuan hahaha. Hingga kelompok pelawak yang sudah terkenal di Jepang. Dan, sama seperti peserta lainnya, para pelawak tersebut walopun sudah terkenal juga tetep bikin pesawat sendiri.

Yang menjadi pemenang adalah tim yang dikomandani seorang pilot. Tim ini di tahun sebelumnyanya juga menjadi juara dengan jarak tempuh sekitar 498m. Wah, kalau yang namanya pilot sih perhitungannya mantap, ya. Ukuran pesawat termasuk pengetahuan tentang anginnya juga.

Badan pesawat buatan tim pilot gak besar, tapi sayapnya panjaaaaang. Terbangnya juga gak tinggi. Nyaris mendekati permukaan air, tapi stabil. Sepintas mirip burung camar yang lagi terbang rendah. Di Birdman Rally 2012, rekor yang dia buat sendiri di tahun lalu pecah. Kali ini tembus angka 500 meter lebih.


Lomba pesawat terbang bertenaga manusia dengan baling-baling.


Di kategori ini ada 2. Yang pertama kecepatan waktu. Peserta diminta menempuh jarak tertentu (kalau gak salah 200 meter). Yang paling cepat sampai, tim tersebut pemenangnya. Yang kedua adalah jarak tempuh. Peserta diminta menempuh jarak sepanjang 40 km. Yang terjauh jaraknya menjadi pemenang.

Pesawatnya tetap buatan tangan para peserta, hanya bedanya dengan yang pertama kalau yang ini pakai baling-baling. Untuk menggerakkan baling-baling, peserta yang ada di dalam pesawat menggenjot seperti naik sepeda.

Perbedaan lain dari kategori pertama adalah para pesertanya. Kalau yang pertama, pesertanya dari berbagai kalangan. Sedangkan untuk pesawat baling-baling ini pesertanya adalah mahasiswa teknik dari berbagai universitas.

Untuk kategori kecepatan, semua peserta bisa sampai garis finish cuma waktunya aja yang berbeda-beda. Sedangkan untuk jarak, gak ada peserta yang sampai 40 km. Kebanyakan gak sampe 1 km aja udah nyungsep. Cuma ada 2 tim yang lebih dari 1 km.

Tim yang menjadi juara kedua, menempuh jarak 12 km. Pesawatnya nyungsep karena sedikit-sedikit mulai rontok body pesawatnya. Padahal pilotnya masih kuat ngayuh. Sedangkan tim yang menjadi juara pertama, pilotnya kram kaki kanannya. Terpaksa deh pesawatnya di ceburkan setelah menempuh jarak 18 km. Padahal pesawatnya masih bagus.

Chi sekeluarga suka sama acara ini. Apalagi untuk lomba kategori pertama. Karena banyak yang menghibur pesertanya. Sayang gak bisa ditonton rutin, ya. Karena lombanya aja kan setahun sekali. Tapi, di Jepang itu memang banyak perlombaan yang kreatif dan menghibur, ya :)

WAKUWAKU JAPAN bisa ditonton di Indovision (channel 168), Okevision (channel 32), dan First Media (channel 340)

Continue Reading
16 comments
Share:

Saturday, May 10, 2014

#KidsToday : Jadilah Anak-Anak, Nak. Dan, Itu Cukup.

Ketika menjadi orang tua kadang terbersit keraguan dalam hati. Mampukah menjadi orang tua yang yang bisa mendidik anak hingga berhasil?


Pernah lihat pemandangan seperti foto diatas? Awalnya terasa mengganggu, karena segerombolan anak berlarian, main skuter, dan sepeda sambil keliling lorong-lorong di hypermarket.

Mereka tidak sedang menemani orang tuanya berbelanja. Tapi, anak-anak yang tinggal di sekitar hypermarket. Mereka akan lari tunggang langgang kalau satpam udah menghampiri.

Jadi ada rasa iba ketika melihatnya. Kekurangan lahan bermain sepertinya menjadi penyebab mereka bermain di tempat yang bukan seharusnya. Salah satu kebutuhan utama anak-anak memang bermain.

"Anak-anakmu udah cerdas sih, ya. Makanya gak perlu kursus tambahan kayak matematika dan lain-lain."

Dengan alasan persaingan yang semakin berat, banyak anak yang saya kenal masih kursus mata pelajaran sepulang sekolah hingga sore. Bahkan weekend pun masih ada yang kursus. Sementara anak-anak saya, setelah pulang sekolah adalah saatnya bermain. Mereka belajar sejenak seusai maghrib. Kalaupun kursus, paling yang menyenangkan seperti menggambar, berenang, dan musik. Itu juga gak setiap hari.

Alhamdulillah, anak-anak saya termasuk cerdas. Tapi, kecerdasan yang mereka miliki juga gak otomatis 'turun dari langit'. Tetap ada yang namanya stimulus yang harus dilakukan untuk merangsang kecerdasan.
Apapun stimulus yang saya berikan, prinsipnya adalah belajar itu harus menyenangkan. Belajar sambil bermain. Dan, itu dibuktikan dengan berbagai catatan saya di blog ini tentang bagaimana mengajarkan anak-anak dengan cara yang menyenangkan.

Daripada melarang, lebih baik setelah bermain meminta mereka langsung mandi air hangat, minuh teh hangat, lalu makan supaya gak masuk angin. Melarang bermain tubing akan menghilangkan wajah bahagia, belajar untuk berani, serta dekat dengan alam.

Saya punya pengalaman pribadi ketika masa kecil hingga SMP. Lokasi sekolah yang sangat jauh dari rumah membuat saya kelelahan. Berangkat pagi-pagi sekali, sampai sarapan harus di mobil, pulang ke rumah sudah sore. Boro-boro belajar, untuk bermain aja udah gak punya energi. Saya pun bertekad kalau punya anak gak boleh sekolah yang lokasinya terlalu jauh dari rumah.

Sekolah dekat rumah memungkinkan anak-anak saya bisa tidur cukup, sarapan di rumah, bahkan masih memiliki waktu bermain yang banyak. Anak-anak saya tidak termasuk 'anak-anak yang sibuk', karena mereka lebih banyak bermain. Tapi, bukankah kita yang dewasa saja tidak bisa nyaman berpikir dan beraktivitas ketika lelah? Apalagi anak-anak. Justru mereka menjadi rewel. Jadi, bagaimana bisa merangsang kecerdasan kalau mereka terlalu lelah dan rewel?
Ya, apapun perkembangan zaman dengan segala tuntutannya, saya gak mau menghilangkan masa anak-anak mereka. Saya senang melihat wajah-wajah anak-anak ketika bermain. Ada kebahagiaan disana. Gak mau nantinya mereka menjadi dewasa yang kekanak-kanakan karena kurang bermain ketika masih kecil. Gak mau juga mereka menjadi terbiasa hilang senyumnya karena biasa terlalu lelah. Gak perlu khawatir dengan bermain, karena juga sedang berproses ketika bermain.


Jadilah anak-anak, Nak. Dan, itu cukup. Jadi inget juga ucapan Nai beberapa waktu lalu, setelah diminta membantu gurunya mengajar SBK karena Nai senang berkreasi. "Engaaaaaaakkkk.... Gak mauuuuuuu.... Ima mau jadi anak-anak ajaaaa...!" Jadi anak-anak memang menyenangkan, ya, Nak😘

Continue Reading
43 comments
Share:

Wednesday, May 7, 2014

Halimun dan Everest

Sejak menikah, kayaknya Chi gak pernah kemana-kemana tanpa formasi lengkap. Maksudnya kalau jalan-jalan, tapi kalau cuma jemput anak-anak, ke pasar, dan yang deket-deket rumah aja sih sendiri atau cuma sama anak-anak juga gak apa-apa. Lagian kan K'aie juga kerja :D

Rasanya aneh aja kalau pergi gak lengkap. Untungnya sejak beberapa bulan setelah Nai lahir, K'Aie kerjaannya di kantor. Bukan yang di lapangan lagi. Jadi, mudahlah ngatur waktu buat jalan-jalan. Kalau sebelumnya, pas K'Aie lagi ada kerjaan di lapangan, Chi gak kemana-mana. Di rumah aja.

Halimun



Beberapa bulan terakhir ini, K'Aie lagi ada beberapa kegiatan yang kadang mengharuskannya untuk pergi ke luar kota. Atau paling gak lebih sering pulang sampe rumah lebih malam. Salah satu tempat yang beberapa kali K'Aie datengin akhir-akhir ini adalah daerah gunung Halimun. Biasanya berangkat pagi, malam udah di rumah lagi.

Tapi, beberapa bulan lalu (September 2013), K'Aie pergi ke gunung Halimun selama 3 hari. Dan, itu pertama kalinya juga Chi jalan-jalan cuma bertiga sama anak-anak. Mungkin buat banyak orang apa yang Chi lakuin itu biasa aja. Tapi, seperti yang Chi bilang di awal, karena kemana-mana biasa formasi lengkap, rasanya aneh kalau pergi cuma bertiga. Walopun bukan berarti kami bertiga gak bersenang-senang.

Pertama-tama, kami bertiga nonton Planes 3D di Blitz Bekasi Cyber Park. Pertama kalinya juga kami nonton film 3D di bioskop. Sukses bikin Chi puyeng. Kayaknya kembali ke selera lama aja, nonton 2D :r

Abis nonton. lanjut ke Summarecon Mal Bekasi. Nyobain mal baru sekaligus makan siang di sana. Tapi, mereka tuh gak bisa lihat Timezone, pasti kepengen main. Jadi, main di Timezone dulu baru makan siang.


Everest


Setelah itu, K'Aie masih ada beberapa kegiatan di luar tapi tetep gak lama, sih. Beberapa kali juga kegiatannya di Bandung. Nah, kalau di Bandung kadang Chi dan anak-anak suka ikut. Tapi, kalau lagi males paling K'Aie aja yang pergi.

Akhir Maret lalu, K'Aie pergi ke base camp one Everest, sekitar 3 minggu. Ini juga pertama kalinya bagi kami (maksudnya sejak Chi punya anak), ditinggal lumayan lama sama K'Aie. Terakhir seingat Chi waktu lagi hamil kedua. K'Aie dapet tugas ke Papua selama 40 hari.

Siap-siap nonton Rio 2 dengan popcorn caramel jumbo

Lagi-lagi Chi jalan bertiga aja sama anak-anak. Dan, lagi-lagi nonton. Kali ini nonton Rio 2 di Blitz Bekasi Cyber Park. Selesai nonton, Nai kepengen makan di Bumbu Desa. Ayo, lah.

Oiya, sebetulnya di postingan ini Chi juga pengen berterima kasih sekaligus bersyukur sama Keke dan Nai. Kalau ngucapin secara langsung sih udah dari kemaren-kemaren, cuma pengen aja ngucapin sekali lagi di postingan ini.

Beruntung ada whatsapp, jadi ada hari-hari dimana bisa saling komunikasi. Dan, ini slaah satu foto yang dikirim K'Aie.

Chi bersyukur selama K'Aie pergi, Keke dan Nai gak rewel atau berulah yang aneh-aneh. Selama ini juga mereka gak pernah yang aneh-aneh, sih, cuma kali aja pas ayahnya gak ada mereka jadi rewel nanyain ayahnya terus atau gimana gitu. Ternyata enggak.

Malah biasanya, setiap pagi Chi tuh suka rada ngomel karena mereka kadang susah dibangunin. Trus mau mandi aja saling minta belakangan. Bisa makin senewen Chi kalau udah kesiangan bangun sementara anak-anak santai aja. Chi khawatirnya pas K'Aie pergi lama bakal tambah ngomel. Karena selama ini kan yang anter anak-anak sekolah itu K'Aie. Kalau K'Aie pergi berarti Chi yang anter dan itu artinya Chi harus nyiapin buat diri sendiri juga.

Tapi, ternyata Keke dan Nai manis banget selama ayahnya pergi. Gak susah dibangunin dna gesit untuk mandi juga lainnya. Pokoknya gak ada deh yang namanya ngomel pagi. Etapi kenapa pas K'Aie udah pulang, anak-anak mulai balik lagi ke kebiasaan lama hahaha *tepok jidat

Gak cuma itu, mereka juga manis untuk hal lainnya. Malah Chi kan sempet sakit, tuh pas K'Aie gak ada, dan anak-anak perhatian banget sama bundanya. Bener-bener terharu. Terima kasih ya, Nak. Bunda sayang dan sangat bersyukur punya kalian berdua😍

Continue Reading
46 comments
Share:

Tuesday, May 6, 2014

Serba-Serbi Pernikahan

Bulan Februari 2014, pernikahan kami memasuki usia 11 tahun. Alhamdulillah 1 dekade udah lewat. Sekarang menjalani dekade berikutnya. Dan semoga kami selalu langgeng. Aamiin.

Tiba-tiba jadi pengen nostalgia sama masa lalu, nih. Nostalgia tentang persiapan pernikahan yang semuanya kami urus berdua aja. Bolak-balik Bekasi-Bandung, karena rencananya pernikahan akan digelar di Bandung. Untungnya, kami punya keinginan yang sama tentang resepsi pernikahan. Pengennya membuat pernikahan di tempat terbuka (outdoor) trus gak usah ngundang orang terlalu banyak, lah. Cukup keluarga dan teman-teman terdekat aja.

Ternyata, walopun kami kompak, untuk mewujudkannya bukan perkara mudah. Dulu di Bandung belum musim pernikahan outdoor gitu. Susah banget cari tempat. Bukan karena gak cocok, tapi memang gak ada yang ditengah kota. Kebanyakan di daerah atas seperti di Lembang. Wah, kasian tamu-tamunya karena gak semua tamu punya kendaraan pribadi, pikir kami saat itu.

Setelah mencari-cari, akhirnya ketemu juga di salah satu café. Café yang gak terlalu besar, tapi punya halaman yang cukup untuk menampung sekitar 500 tamu.

Kendala lainnya adalah biaya. Sesederhananya sebuah resepsi pernikahan, pasti ada biaya kan. Kalau bisa sih jangan terlalu besar lah biayanya. Tapi, tetep pengennya berkesan. Nah, ini yang bikin saya dan calon suami (dulu masih calon hehehe) cukup pusing. Harus puter otak, supaya biayanya gak membludak.

Saya sempet stress, waktu harga-harga bahan pokok naik cukup tinggi. Waduh, bisa-bisa naik juga nih harga makanan untuk resepsi kami. Eh, ternyata enggak. Menurut pihak cafĂ©, kami sudah melunasi seluruh pembayaran sebelum harga-harga naik, jadi kalau di pasar ada kenaikan harga tidak akan dibebankan ke kami. Hufff… legaaa…

Saya dan calon suami beberapa kali jalan ke Mayestik, cari bahan kain dengan harga murah tapi berkualitas untuk kebaya siraman, akad, dan resepsi. Mendatangi berbagai toko bunga supaya bisa dapat ratusan bunga mawar untuk dijadikan souvenir pernikahan. Minta tolong om saya, bikinin background dari bambu untuk di pelaminan. Bambunya nebang sendiri yang tumbuh subur di depan rumah mertuanya hihihi.

Gak cuma itu, kami mendesain sendiri undangan pernikahan menggunakan photoshop. Setelah selesai baru kami berikan ke tukang cetak. Untuk foto yang dipajang di acara resepsi, kami foto seru-seruan berdua di photo booth! Dan dengan kecanggihan photoshop, rasanya hasil foto kami gak kalah bagusnya dengan foto-foto pre wedding yang pakai jasa photographer hahaha! Paling untuk foto di acara akad dan resepsi aja pake photographer professional. Itu juga kakak ipar, jadi harga keluarga, lah. Semua demi 1 kata, PENGIRITAN :D

Hasilnya? Bagus dan memuaskan. Makanannya enak, jumlahnya cukup malahan masih ada lebihnya. Dekorasi dan lain-lainnya bagus.

Salah satu pernikahan yang saya dan suami bantu untuk akad dan resepsinya.

Lancarnya akad hingga resepsi pernikahan dengan hasil yang memuaskan, membuat saya dan suami beberapa kali diminta keluarga untuk mengurus pernikahan. Istilah kerennya wedding organizer.

Walopun begitu, saya belum ada niatan untuk bikin bisnis wedding organizer, sih. Tapi seneng aja kalau ada yang kasih kepercayaan ke kami untuk mengurus pernikahannya.

Dari beberapa pengalaman, saya bisa berkesimpulan biaya itu memang menjadi faktor penting. Buat saya dan suami selalu mengusahakan gimana caranya bisa mendapatkan biaya yang sesuai budget tapi hasilnya maksimal. Syukur-syukur kalau budgetnya bisa lebih hemat lagi tanpa mengurangi kualitas.

Continue Reading
74 comments
Share:

Thursday, May 1, 2014

Bernostalgia di Festival Kuliner Pasar Senggol Summarecon Mal Bekasi

Summarecon Mal Bekasi
 Kunjungan pertama kali ke Summarecon Mal Bekasi adalah main ke Timezone trus dilanjut dengan makan di Fiesta Steak. Makan di area luar, angin sepoy-sepoy (bikin betah), plus menikmati kolam ikan koi. Beruntungnya lagi, pas selesai makan adalah saatnya memberi makan ikan koi. Petugas membagikan makanan ikan ke gelas-gelas kecil kepada anak-anak. Jelas aja bikin Keke dan Nai suka banget ke sana.

"Bunda, coba kita punya rumah di sini. Asik deket mall. Mallnya juga bagus."

"Bunda, siapa sih yang punya rumah-rumah di sini? Keke juga mau ah, kapan-kapan punya rumah di sini. atau nanti kalau udah gede, Keke yang akan bikin rumah-rumah kayak gini trus dijualin, deh."

17 September 2013 adalah kunjungan pertama kami ke Summarecon Mal Bekasi. Keriuhan Keke dan Nai yang terkesan dengan Mal Summarecon Bekasi, bikin Chi senyum-senyum sendiri. Gak cuma itu, mereka lalu melanjutkan khayalan kalau punya tanah luas apa aja yang akan mereka bikin. Berkhayal bikin mal yang tentu aja isinya kesukaan mereka semua :)

Chi cuma menjawab, "Aamiin. Do'ain aja suatu saat kita bisa tinggal dilingkungan seperti itu." Padahal dalam hati, kayaknya ini mimpi yang terlalu jauh. Boro-boro bisa memiliki, sekedar untuk datang berkeliling melihat-lihat area perumahannya pun rasanya Chi gak berani. Takut kepengen berat tapi gak mampu, euuuuyy hehehe.

Tapi, kita memang gak boleh meremehkan kekuatan do'a. Ya, walopun impian untuk memiliki tempat tinggal seperti di Summarecon masih sangat jauh, tapi dengan dapet kesempatan untuk mengelilingi seluruh area tersebut bersama puluhan blogger rasanya seperti mimpi yang 'sedikit' dikabulkan. Alhamdulillah :)

Memiliki Rumah Idaman di Summarecon Bekasi


Summarecon Mal Bekasi

Sabtu 19 April 2014, Chi dan puluhan blogger lain mendapat undangan One Day Tour With Blogger dari Summarecon Bekasi. Kawasan terpadu Summarecon Bekasi merupakan kota hijau yang ramah lingkungan. Segala ada di sini, perumahan, pasar, sekolah, fasilitas olahraga, hingga mall. Pokoknya komplit.

Mendengarkan penjelasan demi penjelasan di Marketing Gallery Summarecon Bekasi, kemudian dilanjut dengan mengelilingi area perumahan tersebut, bikin Chi semakin meyakini kalau ini memang rumah idaman. Area seluas 240 ha ini bersahabat dengan alam dan mempunyai kampanye daur ulang bagi penghuni.

Rumah tanpa pagar, anak-anak bisa leluasa bermain dengan nyaman dan aman di depan rumah atau sekitarnya tanpa kita perlu khawatir karena setiap pengamanan ketat ada di setiap cluster Summarecon Bekasi. Double check security dan panic button, membuat warga yang tinggal di sana merasa aman.

Summarecon Mal Bekasi
Kolam renang tanpa tepi, jadi kesannya kayak menyatu dengan danau

Mau olahraga juga gak usah pergi jauh, di setiap cluster juga dilengkapi dengan kolam renang dan taman bermain bagi anak. Bahka pecinta olahraga sepeda juga dimanjakan. Selain memiliki bicycle track di trotoarnya, Summarecon Bekasi juga membangun fasilitas bicycle park.

Kualitas air di Summarecon Mal Bekasi juga gak perlu diragukan. Di sana dibangun Water Treatment Plant. Beli air curah dari PAM, kemudian oleh Summarecon Bekasi di saring lagi dengan menggunakan Disc Filter dan dapat menyaring partikel hingga berukuran 20 micron. Ada ruang ultraviolet juga untuk membunuh kuman setelah air disaring. Air limbah diolah dan digunakan kembali untuk menyiram tanaman juga menyiram air di toilet.

Summarecon Mal Bekasi
Water reservoir ini mempunyai kapasitas 50 lt/detik dan akan dikembangkan menjadi 350 lt/detik. Ke depannya akan dikembangkan supaya air tersebut bisa langsung diminum.

Ada 3 danau di area ini, yang fungsinya tidak hanya untuk memperindah tapi juga sebagai pengendali banjir serta taman air. Dan untuk urusan tata air juga drainase, ditangani oleh konsultan dari Belanda. Kita semua tau lah kalau Belanda memang jagonya untuk urusan tata air :)

Summarecon Bekasi udah bisa dikatakan sebagai kota hijau. Karena selain mendukung go green, area ini memang serba ada alias gak cuma perumahan aja. Yuk, lihat di sini apa aja yang ada di sana:


  1. Apartemen
  2. Sekolah Islam Al-Azhar, dibangun di atas lahan 1 ha. Sekarang sudah dibuka untuk SMP dan SMA. Rencananya, tahun depan akan dibuka SDnya.
  3. Masjid Al Azhar, yang menggunakan material ramah lingkungan ini di desain oleh Ridwan Kamil. Sekarang Udah jadi walikota Bandung, ya :)
  4. Pasar modern Sinpasa seluas 3400 m2, diisi oleh 175 kios dan 105 lapak.
  5. Summarecon Mal Bekasi

Summarecon Mal Bekasi


Tidak sulit mencari lokasi Summarecon mal Bekasi. Ternyata dekat sama rumah, aksesnya gampang pula. Bahkan yang dari luar Bekasi pun gampang carinya, apalagi kalau lewat jalan tol. Pokoknya cari aja flyover KH. Noer Ali Summarecon Bekasi.

Flyovernya dengan panjang 1 km dan lebar 22 m ini keren, lho. Jembatannya gak pakai tiang penyangga tapi gak perlu khawatir karena dibangun dengan konstruksi canggih, yaitu metode "Balance Cantilever"

Gak jauh dari jembatan, langsung keliatan deh mallnya. Etapi sebelumnya ngelewatin Landmark Summarecon yang berbentuk piramida dulu. Landmark yang memiliki penampang atas 27 m dan tinggi 17 m ini kelihatan cantik banget kalau malam hari. Teknologi 'color kinetic' dengan mengaplikasikan 300 buah lampu dapat merubah warna secara dramatis.

Summarecon Mal Bekasi
Flyover KH. Noer Ali dan Landmark yang berbentuk piramida ini menjadi pintu gerbang kalau ingin datang ke Summarecon Bekasi.

Summarecon Mall Bekasi adalah pusat perbelanjaan yang ramah lingkungan. Air limbah yang sudah diolah kembali di Sewage Treatment Plant, salah satunya difungsikan untuk menyiram tanaman dan menyiram air di toilet. Mall ini juga melarang penggunaan styrofoam, trus plastik yang digunakan harus yang ramah lingkungan yang bisa diurai dalam waktu singkat. Sampah gelas plastik, kardus, dan koran akan disalurkan ke Yayasan Buddha Tzu Chi setiap tanggal 1 dan 15 setiap bulannya.

Summarecon Mal Bekasi
 Selain ramah lingkungan, mall ini juga ramah dengan pengunjung. Battere handphone abis, tinggal di charge di lantai 2. Tempat ngecharge handphone dengan berbagai colokan. Ada sofa nyaman plus tempat bermain anak. Jadi gak bikin bosen nunggu battere terisi kembali.
Toiletnya juga ada yang khusus untuk difabel. Trus ada juga mother's room untuk ibu yang menyusui

Waktu pertama kali datang ke sana, mall serasa milik pribadi alias masih sepi hihihi. Cari parkiran itu gampang banget, tinggal milih karena sepanjang mata memandang kosooooonnngg. 3 bulan kemudian kami kesana lagi, mall udah mulai rame. Cari parkir mulai susah. Beberapa kali kami ke mall ini udah agak lama cari parkirnya. Makanya, Chi setuju banget kalau ada yang bilang mall ini maju pesat dalam waktu yang sangat singkat.
Summarecon Mal Bekasi

Menurut Chi, yang bikin mall in cepat maju adalah area makannya. Banyak banget pilihan dan tersebar di 3 area, yaitu: 

  1. Foodcourt - lantai atas mall Summarecon Bekasi dan aklau makan di sana kita harus pakai kartu yang bisa diisi ulang.
  2. The Downtown walk
  3. Bekasi Food City

Chi belum pernah makan di area Bekasi Food City, tapi di foodcourt dan the down town walk pernah. Paling sering itu di the down town walk, apalagi di area luar yang ada kolam ikan koi. Suasananya enak banget, apalagi kalau sore hari. Keke dan Nai sih udah pasti seneng lihat ikan koinya, kalau Chi seneng bisa santai-santai duduk di kursinya.

Summarecon Mal Bekasi
Tuh, anak-anak emang seneng main sama ikan. Makanya lebih suka makan di The Downtown Walk

Faktor kedua yang bikin mall ini cepat ramai menurut Chi adalah banyaknya event keren. Yang terbaru dan lagi berlangsung adalah Festival Kuliner Pasar Senggol dan World of Lantern. Uhuuuyyy!

Festival Kuliner Pasar Senggol


Beberapa bulan lalu di blog ini Chi pernah menulis tentang rasa kangen pengen jalan-jalan ke pasar malam lagi. Pasar malam tradisional yang bikin Keke dan Nai seneng banget, tapi sayang udah gak bisa dinikmati karena satu-satunya area kosong di dekat rumah udah beralih fungsi untuk dibangun apartment :(

Alhamdulillah, kerinduan Chi ini terjawab di Pasar Senggol Summarecon Mall Bekasi. Pasar malam seluas 7000 m2 ini dapet banget nuansanya, malah jauh lebih meriah dari yang bisa Chi bayangkan

Awalnya, Chi akan menikmati pasar senggol bersama para blogger di acara one day tour Summarecon Bekasi itu. Tapi, pas sampe mall, hujan turun deras banget. Gagal deh, main di pasar senggol.

Minggu sore, 27 April, Chi kesana lagi bersama K'Aie dan anak-anak. Sengaja berangkat sore, biar hujan turun dulu. Trus niatan mau sekalian ke world of lantern. Sampe Summarecon Mall Bekasi, sekitar pukul 5 sore. Kami parkir di deket Bekasi Food City. Ternyata di seberangnya lagi ada panggung besar. Katanya sih ada Nidji juga di sana.

Summarecon Mal Bekasi
Kapan-kapan, kita main air di sini ya, Nak :)

Kami gak mampir ke panggungnya, langsung ke Tamani. Isi perut dulu biar gak masuk angin hehehe. Ternyata di deket Tamani itu ada tempat bermain baru, namanya water fountain. Keke dan Nai kepengen main sebetulnya. Chi juga udah bawa baju ganti. Tapi karena udah sore, kayaknya harus milih antara water fountain atau pasar senggol karena anak-anak kalau udah main air suka susah brenti.

Summarecon Mal Bekasi

"Hari ini Bunda yang traktir semua, anggap aja ngerayain pra ulang tahun Bunda," kata Chi waktu itu. Walopun kekurangannya tetep aja K'Aie yang nalangin :D
Summarecon Mal Bekasi
Di foto dari lantai 2 The Downtown Walk

Kami pun sepakat pilih pasar senggol. Selesai makan tinggal nyebrang, udah masuk area pasar senggol. Nai langsung kepengen main bola air. Tapi, ya ampun antri bangeeeettt! Udah antri lama, belum dapet giliran juga, akhirnya pilihan beralih dengan nonton tong setan.
Summarecon Mal Bekasi
Beberapa permainan di pasar senggol. Bahkan odong-odong juga ada.

Seru-seru ngeri pas nonton tong setan. Ngeri takut yang naik motornya jatoh, abis pecicilan banget hahaha. Selesai nonton tong setan, kami naik kincir-kincir. Cuma bertiga, sih. K'Aie milih nunggu aja.
Summarecon Mal Bekasi
Meriahnya pasar senggol, dilihat dari atas kincir-kincir. Terlihat juga world of lantern, landmark piramida, dan flyover KH. Noer Ali di kejauhan.

Gerimis pun mulai turun, tapi pasar senggol tetep rame aja tuh. Emang seru, sih. Kami pun mulai cari-cari makanan. Hah? Makan lagiii? Hehehe. Coba, sebutin semua kuliner yang kita suka... Ayam Bakar Ganthari, Roti Bakar Eddy, Bandar Djakarta, Bebek Kaleyo, Siomay Dago, Bakso Kota Cak, Man, ... hmmm... apa lagi, yaaa? Pokoknya sebutin aja, karena kemungkinan besar di sana ada semuanya. Karena ada 119 gerai kuliner dengan total 614 jenis kuliner ada di sana.
Summarecon Mal Bekasi

Tapi, yang kami cari bukan kuliner yang tadi Chi sebutin itu. Selain perut masih kenyang banget, kuliner-kuliner yang tadi disebutin sih masih bisa didatengin kapan aja. Tapi, kami cari yang unik, yang bisa bikin nostalgia hehehe.
Summarecon Mal Bekasi
Jajanan Chi pas masih SD

Es goyang, kue laba-laba, gulali, es doger yang kami cari. Kalau ini perut bisa nampung lebih banyak lagi kayaknya aneka jajan masa kecil bakal dibeli semua. Gak cuma makanan, aneka mainan masa kecil juga dijual disana. Iiihhh, bener-bener jadi inget zaman SD.

Kayaknya gak cuma, Chi dan K'Aie aja yang bernostalgia. Setiap kali lagi beli makanan, suka ada aja bapak-bapak atau ibu-ibu yang lagi bernostalgia trus cerita ke anak-anaknya. Sama, Chi juga begitu. Sambil jajan, sambil ceritain juga ke mereka. Ah, akhirnya Keke dan Nai bisa ngerasain juga jajanan zaman ayah dan bunda masih kecil.

Summarecon Mal Bekasi

Chi dan anak-anak pun melipir sejenak ke World of Lantern. K'Aie gak ikut, memilih untuk duduk di deket panggung. Nonton Tjoreng Keroncong feat Beatbox. Niatnya memang cuma sebentar, eh malah jadi agak lama. Gara-garanya, Keke dan Nai ketagihan main becak mini. Keke yang ngayuh, Nai yang jadi penumpang. Chi yang lari-larian ngejar mereka. Kesimpulannya, Chi dan Keke olahraga malam

Summarecon Mal Bekasi
Sementara Chi dan anak-anak lagi di world of lantern, K'Aie melipir di sini nonton pertunjukkan.

Dari World of Lantern, cari camilan masa kecil lagi di Pasar Senggol. Ternyata, ada layar tancapnya juga, lho. Film yang diputar saat itu film warkop DKI. Jadul banget hahaha! Asik... asik... asiiiiiiikkk! Chi beneran bernostalgia abis-abisan.
Summarecon Mal Bekasi

Biasanya Keke dan Nai itu pukul 9 malam aja udah gak kuat melek. Tapi, mungkin ini saking serunya, pukul 10 kami baru pulang.
Summarecon Mal Bekasi
Keluarga yang aneh. Ngakunya gak pernah foto keluarga, sekalinya berfoto keluarga milihnya di parkiran hahaha

"Ayah, Bunda nanti tanggal 11 Mei kan hari terakhir Pasar Senggol. Kesana lagi, ya. Anggap pra ulang tahun Nai," kata Keke.

Wedeeewww, kalau Minggu kemaren pra ulang tahun Chi. Trus kalau tanggal 11 jadi ke sana lagi berarti pra ulang tahun Nai. Bener-bener bikin pra-ulang tahun hihihi.

"Yah, Bun... Ima lapeeeer. Kita cari restoran padang, yuk!"

Hah?! Perasaan tadi makan udah macem-macem? Sekarang udah laper lagi?? Mana udah lebih dari pukul 10 malam lagi. *Pingsan :p

Summarecon Mal Bekasi
Summarecon Mal Bekasi, tunggu kedatangan saya lagi, ya :)

Seru abis lah pokoknya. Chi sih berharap, Mall Summarecon Bekasi gak cuma sekali ini aja bikin Pasar Senggol. Kalau dijadiin agenda rutin, Chi bakal setuju banget deh. Bukan berarti event lain gak keren. Tapi, pasar senggol ini ada nilai plusnya. Bisa bernostalgia :)

Ayo, ke Pasar Senggol, Summarecon Mall Bekasi. Masih ada sampe tanggal 11 Mei 2014. Senin-Jum'at buka pukul 16.00-22.00. Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional buka pukul 11.00-23.00.

Summarecon Mal Bekasi

Kolam ikan koi di malam hari. Gak terlalu keliatan ikannya, tapi romantis suasananya, ya

Continue Reading
60 comments
Share: