Thursday, October 29, 2015

"Bayangkan di Posisi Ima, Bun. Bagaimana Perasaannya?"

Bunda: "Nai, mau gak?"

Chi menawarkan sepotong cheese cake untuk dimakan bersama. Tadinya, Chi kirain itu ice cream cake. Gak taunya bukan, untung aja gak dipotong besar.

Nai: "Kenapa? Bunda gak mau abisin, ya."
Bunda: "Mau, sih. Tapi, kali aja Ima mau juga." *Chi mulai membuat berbagai alasan*
Nai: "Bunda harus habisin. Bayangkan di posisi Ima, Bun."
Bunda: "Kenapa harus membayangkan posisi Ima?"
Nai: "Iya, setiap hari Ima harus menghabiskan bekal sekolah. Kalau gak habis nanti dicerewetin sama Bunda. Coba Bunda bayangkan ... Bayangkan gimana perasaan Ima waktu harus menghabiskan bekal."
Bunda: "Hahahha itu beda kali, Nai."
Nai: "Ih, enggak! Sama ajah."

Hahaha, Nai lebay, deh :p Nai memang harus selalu diingatkan untuk menghabiskan bekalnya. Karena kalau gak gitu bekalnya suka gak dihabiskan. Udah diingatkan aja, masih suka bersisa. Kalau dibolehkan memilih, Nai memang paling malas bawa bekal ke sekolah. Alasannya, jadi berkurang waktu bermainnya atau ada beberapa alasan lain. Tapi, gak mungkin juga Chi turutin kemauannya. Jam sekolahnya kan panjang, masa iya dia gak makan sama sekali.

Kalau bekalnya gak habis, Chi suka ceramahin tentang berbagai hal. Tentang kesehatan, tentang mubazir, hingga tentang usaha para petani *Biasanya yang sering gak habis itu nasinya. Kalau lauknya sering habis.* Nah, kali ini Chi dibalikin sama dia. Bundanya disuruh bercermin membayangkan posisinya hahaha.

Orang tua memang harus dihormati oleh anak. Tapi jangan mentang-mentang harus dihormati lalu berarti selalu benar, ya enggak juga. Orang tua kan juga manusia. Bisa ada salahnya. Orang tua juga bisa belajar dari anak-anak. Sesekali harus bercermin untuk introspeksi diri. Jangan cuma dijadikan dekorasi saja cerminnya :)

Chi bersyukur kami masih saling mengingatkan. Bersyukur punya komunikasi yang terbuka dengan anak-anak. Mereka tidak sungkan untuk memberikan kritik, saran, atau pendapat ke orang tuanya. Tentu saja ada batas kesopanan yang tetap harus mereka patuhi. Tapi, juga tidak kaku berkomunikasinya. Saat Nai mengkritik itu, kami juga ketawa-ketawa.

Keke: "Bunda, gak dihabisin kuenya."
Bunda: "Kalau gak ada yang mau, ya Bunda habisin." *Ngejawab dengan nada pasrah*
Keke: "Udah, sini buat Keke aja."
Bunda: "Beneran? Tapi, habisin, ya."
Keke: "Iya."
Nai: "Bunda curaaaang!"
Bunda: "Enggak, dong. Itu namanya sharing. Daripada gak habis, kan jadi mubazir."
Nai: "Ya, udah kalau gitu, besok-besok Ima mau sharing bekal aja sama teman. Ima mau kasih bekal ke teman daripada gak habis."
Bunda: "ya gak gitu juga Nai. Bla .... bla ... bla ..." Chi pun menjelaskan ke Nai maksud sharing. Jangan sampai dia beneran salah sangka. Bisa-bisa semua bekalnya dikasih ke temannya melulu dengan alasan, "Bunda juga begitu." Anak juga mencontoh orang terdekat, kan? ;)

Hadeuuuhh ... Inilah salah satu contoh kalau orang tua bakal dapat PR seumur hidup. Sambung-menyambung PRnya hahaha. Ya, udahlah enjoy aja! :D

Continue Reading
28 comments
Share:

Tuesday, October 27, 2015

Keke dan Nai pun Bersekolah Sejak Dini

Keke dan Nai pun bersekolah sejak dini, padahal awalnya Chi gak tertarik sama sekali, lho.

Hingga suatu hari ...

Keke

Selembar pamflet tentang pembukaan salah satu PAUD di dekat rumah. Kegiatannya seminggu tiga kali di sore hari. Bayarannya harian dan tanpa seragam. Chi yang tadinya gak tertarik untuk cepet-cepet nyekolahin anak, mulai galau.

Bukan berarti Chi udah gak sanggup dan gak punya waktu untuk ngajarin Keke. Tapi. Chi pengen coba untuk cari pengalaman aja. Biar Keke semakin banyak temannya. Sekolahnya kan cuma 3x dalam seminggu, itupun cuma 2 jam saja. Artinya, waktu terbanyak tetap bersama Chi. Lokasinya dekat sama rumah, tinggal jalan kaki. Sore juga waktunya Keke bermain di luar rumah. Jadi anggap aja, dia sedang bermain. Udah gitu bayarannya harian. Kalau gak masuk, ya gak usah bayar. Gak memberatkan sama sekali.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, Keke pun mulai sekolah dengan semangat. Tapi, cuma semangat berangkatnya aja. Begitu sampai sekolah, Keke nempel banget sama Chi. Diajak dan ditanya oleh gurunya, dia gak mau.

Continue Reading
14 comments
Share:

Monday, October 26, 2015

Balita Sekolah Sejak Dini? Harus atau Tidak?


Balita sekolah sejak dini? Harus atau tidak?
Menurut Chi, jawabannya tidak harus. Tapi gak perlu juga diperdebatkan, karena setiap orang punya kondisi berbeda.

Beberapa bulan lalu, Chi dihubungi oleh majalah Ummi untuk diwawancara secara online. Majalah Ummi mendapatkan info tentang Chi melalui internet. Setelah baca beberapa artikel di blog ini *terima kasih banyak, ya :)*, majalah Ummi merasa topik yang akan mereka angkat di bulan April 2015, pas dengan artikel parenting yang selalu Chi tulis. Majalah tersebut meminta pendapat Chi tentang perlu atau tidak kalau anak sudah sekolah sejak dini. Sekaligus tanya juga Keke dan Nai mulai sekolah sejak usia berapa?

Keke mulai sekolah saat usianya 4 tahun. Nai lebih muda lagi. Dia sekolah sejak usia 2 tahun. Sebetulnya, Keke sudah pernah sekolah sejak usia 2 tahun. Tapi kemudian cuma berjalan beberapa minggu, kemudian kapok. Akhirnya, vakum hingga usia 4 tahun.

Awalnya, Chi bukan yang termasuk tertarik menyekolahkan anak sejak dini. Playgroup, Pre-school, PAUD atau apapun namanya, tidak ada dalam kamus Chi. Buat Chi, untuk usia dini, sekolah yang terbaik adalah di rumah.

Continue Reading
42 comments
Share:

Friday, October 23, 2015

Menghitung Biaya sekolah

Mari kita menghitung biaya sekolah. Tahun ajaran baru memang baru berjalan seperempatnya. Tapi, biasanya sekolah swasta sudah berancang-ancang untuk membuka pendaftaran baru bagi tahun ajaran berikutnya. Jadi, gak ada salahnya mulai berhitung dari sekarang.

SPP vs Uang Tahunan

Ibu A: "SPP di sekolah Keke dan Nai berapa?"
Chi: "Kalau Keke Rpxxx, Nai Rpxxx." *SPP Keke dan Nai memang berbeda. Cuma selisih 50 ribu, sih."
Ibu A: "Lebih murah, ya."
Chi: "Emang SPP di sekolah anak ibu berapa?" *SPP di sekolah anak ibu A lebih mahal.*
Ibu A: "SPP di sekolah anak saya itu Rpxxx. Di sana ada uang tahunan?"
Chi: "Ada."
Ibu A: "Berapa?"
Chi: "Antara Rpxxx sampai Rpxxx, lah. Tergantung kelasnya."
Ibu A: "Wah, kalau gitu berarti sekolah di sana lebih mahal, ya, dibanding sekolah anak saya. Kalau di sana gak ada biaya tahunan. Cuma SPP aja."

Itu salah satu percakapan Chi dengan salah seorang teman. Sebetulnya gak cuma sekali itu aja Chi ada percakapan seperti itu dengan beberapa orang. Cuma, kalau dilihat dari percakapan Chi dan ibu A, benarkah biaya sekolah Keke dan Nai lebih mahal? Ternyata, enggak. Sama aja totalnya.

Mungkin sekolah Keke dan Nai kelihatan lebih mahal karena ada biaya tahunan. Tapi SPPnya kan lebih murah. Sedang ibu A, SPPnya lebih mahal walopun gak ada biaya tahunan. Kalau Chi dan K'Aie lebih suka kayak di sekolah Keke dan Nai. Setidaknya bisa nabung dulu untuk biaya tahunan. Biaya tahunan yang kami bayarkan itu untuk anggaran kegiatan dan juga buku pelajaran.

Continue Reading
26 comments
Share:

Wednesday, October 21, 2015

Apakah Nai Banyak Membaca?

Tuh, Nai juga punya hobi membaca, kan? :)

"Bunda, apakah Nai banyak membaca?" tanya wali kelas Nai, saat Chi ambil raport bayangan, awal Oktober lalu.

Chi bilang kalau Nai cukup banyak membaca. Kemudian, wali kelas menjelaskan, guru PKn dan IPS bilang kalau Nai seperti agak kesulitan untuk pelajaran tersebut. Setidaknya dibandingkan dengan Keke pada saat kelas 4, Nai dianggap agak lebih lambat menangkap pelajaran ilmu sosial dan juga matematika. Sama nilai UTS matematikanya terlihat cukup menurun dibandingkan ulangan harian.

Keke dan Nai jadi dibanding-bandingin. Tapi, Chi sama sekali gak tersinggung. Sebaiknya dicerna dulu kenapa bisa dibandingkan dan kemudian berdiskusi. Lagipula udah jadi resiko karena mereka berdua kan satu sekolah. Apalagi para guru yang pernah mengajar Keke, sekarang mengajar Nai. Jadi, sadar atau tidak bisa aja membanding-bandingkan. Terlebih guru PKn dan IPS yang ngajar Nai sekarang itu pernah 2 kali jadi wali kelas Keke. Pastinya hapal banget gimana plus-minus Keke di sekolah termasuk kegiatan belajar mengajar.

Chi jelaskan aja, kalau Nai mungkin terlihat lebih lambat dari Keke karena gaya belajarnya berbeda dibanding Keke. Nai memiliki gaya belajar visual. Nyaris semua pelajaran harus dia tuangkan dulu secara visual, baru dia mengerti. Cara menuangkannya bisa dengan membayangkan, bercerita, menonton film, atau menggambar. Itu juga yang menjadi alasan kemana-mana Nai selalu membawa kertas dan alat tulis.

Continue Reading
38 comments
Share:

Monday, October 19, 2015

Matematika Catering



Urusan venue udah beres. Kami berhasil mendapatkan tempat yang diinginkan. Sebuah tempat semi outdoor (sekitar 2/3 adalah area terbuka) yang masih berada di sekitar tengah kota Bandung. Urusan selanjutnya adalah catering.

Untuk catering, kami tidak menemui terlalu banyak kendala. Karena resepsinya di café jadi cateringnya pun sekaligus dari sana. Tinggal hitung jumlah porsi dan biaya aja. Chi sempat agak pusing ketika baca berita kalau setelah tahun baru harga-harga berbagai kebutuhan pokok akan naik. Duh! Bakal naik nih biaya catering. Mana catering kan termasuk pos yang paling memakan biaya besar.

Alhamdulillah, ternyata harga awal yang diberikan pihak café tidak mengalami kenaikan. Menurut mereka, karena kami sudah membayar penuh. Mereka pun sudah order ke supplier, sehingga harga tidak mengalami kenaikan.

Mengurus catering pernikahan itu gak cuma urusan biaya aja yang bikin pusing. Tapi, kekhawatiran kalau kami salah menentukan porsi. Sehingga tamu masih banyak, makanan sudah habis. Untungnya kami tidak perlu mengalami kekhawatiran seperti itu. Menurut pihak café karena menu yang pesan adalah menu yang biasa mereka jual, jadi tentu saja mereka sudah siap stok bahan lebih. Apalagi kalau café atau resto kan punya dapur. Jadi, kalau udah ada tanda-tanda makanan kurang sedangkan tamu masih banyak, mereka siap untuk menambah porsi baru.

Kalaupun sudah tidak tersisa bahan makanannya, mereka siap mengganti dengan menu lain. Kalau sampai terjadi memang akan ada biaya tambahan. Tapi, gak apa-apa lah daripada kami kekurangan makanan. Chi gak tau apakah semua resto atau café punya kebijakan seperti ini. Atau hanya café tempat kami menyelenggarakan resepsi saja. Yang jelas kami lega karena urusan makanan sudah beres.

Sejak itu, kami sempat membantu adik dan kerabat untuk mengurus pernikahan. Dari pengalaman kami membantu mengurus beberapa wedding, mencari venue dan catering adalah hal pertama yang harus dilakukan. Biaya catering termasuk yang memakan biaya besar. Nah, supaya teman-teman gak salah berhitung, ada baiknya mempelajari matematika catering pernikahan.

Continue Reading
44 comments
Share:

Sunday, October 18, 2015

Ngeblog Itu Harus Fun

Sumber foto: FB Shinta Ries

Fun Blogging 1, Chi gak bisa ikut ...
Fun Blogging 2, lagi-lagi gak bisa ikut ...

(Sok) sibuk sekali Chi ini hahaha *langsung dijitak*. Ya, pokoknya waktunya gak cocok terus. Udah agak lemes aja pas Fun blogging 2, Chi gak bisa ikut lagi. *Kira-kira bakal ada lanjutannyannya gak, ya?* Begitu dibuka pendaftaran Fun Blogging 3 dan waktunya cocok, langsung daftar. Da, pas hari-H, Chi dateng kepagian ajah. Sampe kantor Qwords, tempat Fun Blogging 3 diselenggarakan aja masih dikunci hehehe.

Sedikit flashback, Chi pernah ada masa agak menyesal karena ngeblog sejak tahun 2007, tapi monetize blog baru Chi rasakan sekitar 2-3 belakangan. Gak lama setelah tau kalau blog itu ada komunitasnya. Padahal blogger yang mulainya sama dengan Chi ada yang udah menghasilkan pundi-pundi tabungan dari blog. Walaupun banyak juga, sih yang nonaktif dari dunia blog.

Continue Reading
23 comments
Share:

Friday, October 16, 2015

"Ayah, Beliin Duren!"

Di kereta, dalam perjalanan menuju stasiun Cisaat, kami duduk bersebrangan dengan 1 keluarga. Keluarga yang terdiri dari 1 orang ayah, 3 orang anak yang maish kecil-kecil, 1 orang nenek, dan 1 orang perempuan remaja yang tebakan Chi adalah sepupu atau tante dari anak-anak tersebut. Anak yang terkecil kemudian menelepon ibunya. Suaranya cukup keras. Telponnya juga di loud speaker, jadi Chi bisa dengan jelas mendengarkan percakapan mereka. Kita sebut aja anak itu bernama Andi, ya. Usianya mungkin sekitar 6-8 tahun *aslinya Chi lupa nama anak tersebut hahaha*

Andi: "Ibu, kapan pulang?"
Ibu: "Nanti malam ibu nyusul pulang"
Andi: "Ibu, semalam Andi mimpi ketemu Ibu. Trus Andi meluk Ibu."

Chi membayangkan kalau jadi ibu Andi kayaknya bakal mewek denger anak ngomong begitu. Manis banget ini Andi ngomongnya. Mana suaranya imut-imut, khas anak kecil banget. :)

Ibu: "Iya, Nak. Nanti malam, ya."
Andi: "Ibu kalau nanti datang, bawain Andi oleh-oleh, ya. Yang banyak!"
Ibu: "Mau oleh-oleh apa?"
Andi: "Andi mau baju renang 10! Bener ya, Bu. Nanti bawain Andi baju renang yang banyaaaaakk."

Chi yang tadinya terharu mendengar percakapan Andi dengan ibunya, menjadi cekikikan. Anak-anak dimana-mana sama ajah. Kalau orang tuanya pergi pasti pada minta oleh-oleh. Cuma ini Andi lucu ajah. Biasanya anak-anak, kan, mintanya mainan atau camilan. Ini Andi malah minta baju renang yang banyak hahaha. Yah, namanya anak-anak memang menggemaskan. Apa yang mereka pikirkan seringkali gak terduga.



"Ayah, Beliin Duren!"


Setiap hari, kalau Chi lagi telponan sama K'Aie, anak-anak selalu ikut nimbrung pengen ngobrol juga. Dan 1 kalimat yang gak pernah lupa mereka ucap adalah "Ayah, beliin duren!" Awalnya Nai, ratu duren, yang selalu meminta seperti itu. Lama-lama Keke ikutan.

Permintaan mereka untuk dibeliin duren, gak selalu diturutin, kok. Selain duren adalah buah musiman, beliin duren setiap hari bakalan mahal ajah hehehe. Tapi, Keke dan Nai tau itu. Jadi, walopun gak dibeliin, gak bikin mereka ngambek. Paling diulang lagi permintaannya setiap hari hihihi. Mereka juga mintanya sambil ketawa-ketawa. Chi dan K'Aie pun nanggapinnya juga sambil ketawa. Pokoknya dibecandain ajah.



"Makanannya dibawa pulang, ya, Bun."


Kalau K'Aie selalu ketitipan duren, Chi lain lagi. Setiap kali Chi harus bepergian sendiri *biasanya sih karena undangan blogger gathering*, Nai selalu berpesan kalau makanannya dibawa pulang. Makanya, teman-teman gak usah heran kalau pas acara blogger trus makanannya nasi kotak, Chi pilih gak makan. Alias nasi kotaknya dibawa pulang :D

Tapi kalau hidangannya prasmanan *dan, seringnya begitu, sih hehehe*, pulangnya rada diinterogasi, tuh. Ya, paling enggak sebagai penggantinya Chi beliin mereka es krim aja, deh. itu udah bikin Keke dan Nai seneng, kok.

Bagaimana dengan teman-teman? Suka dimintain oleh-oleh apa sama anak-anak? :)

Continue Reading
26 comments
Share:

Wednesday, October 14, 2015

Kisah The Lorax yang (Sepertinya) Mulai Menjadi Kenyataan

http://www.kekenaima.com/2015/10/kisah-lorax-yang-mulai-menjadi-kenyataan.html

Bunda: "Mataharinya mulai menggigit, nih!"
Nai: "Maksudnya menggigit itu apa, Bun?"
Bunda: "Mulai berasa panasnya. Tadi pagi, masih dingin banget. Tapi, Bunda cuma ngomong aja, kok. Gak bermaksud mengeluh, malah bersyukur."
Nai: "Kenapa gak mau mengeluh?"
Bunda: "Ima tau, bencana asap yang ada di Sumatera dan Kalimantan?"
Nai: "Iya."
Bunda: "Nah, di sana sodara-sodara kita di sana katanya udah lebih dari 2 bulan gak bisa melihat matahari."
Nai: "Kok, gak bisa? Memangnya mataharinya gak mau bersinar di sana, Bun?"
Bunda: "Matahari, sih, tetap bertugas seperti biasa. Cuma asap yang bikin matahari jadi kelihatan tidak bertugas. Begini, deh, Ima inget waktu deket sekolah ada kebakaran besar?"
Nai: "Iya, inget."
Bunda: "Kayak gimana tuh asapnya di langit?"
Nai: "Item banget, Bun."
Bunda: "Nah, langit yang biru juga jadi gak kelihatan gara-gara asap, kan? Trus kalau angin bertiup ke sekolah, bau asapnya gak enak banget, kan?"
Nai: "Iya, sih."
Bunda: "Ya, seperti itu kondisi sodara-sodara kita di sana. Malah ini lebih parah karena yang terbakar itu hutan. Bayangin aja luasnya hutan kalau terbakar, asapnya kayak gimana. Kira-kira Ima masih inget, gak, kejadian bencana asap itu kayak film apa?"
Nai: "Hmmm ... apa, ya?"
Bunda: Itu, lho yang tokohnya warna orange, badannya berbulu semua. Trus, semua manusia tinggal di suatu tempat yang dikelilingi tembok pembatas."
Nai" "Oooohh, the borax!"
Bunda: "Bukan borax, Nai. Tapi, The Lorax"
Nai: "Oh, iya. Tapi, di film the lorax kan manusianya masih ada oksigen untuk bernapas, Bun."
Bunda: "Memang, iya. Tapi, untuk mendapatkan oksigennya bagaimana? Mereka harus beli."
Nai: "Oh iya, oksigennya dijual di botol kayak air galon, ya, Bun."
Bunda: "Iya. Itu, lah, sebagian ulah manusia. Setelah melakukan pengrusakan, solusinya bukan dengan cara menyembuhkan hutan. Tapi, dengan membuat hutan yang sudah rusak menjadi daerah terlarang. Manusia hidup di dalam ruang besar dimana untuk bernapas saja oksigennya harus beli. Padahal udah jelas kalau oksigen dikasih gratis sama Allah. Tugas manusia cuma menjaga aja, kok."

The Lorax, sang penjaga hutan

The Lorax adalah film animasi yang tayang di bioskop sekitar tahun 2012. Film The Lorax berasal dari buku cerita anak karya dari Dr. Seuss tahun 1971. Sepertinya Chi harus mencari tau lebih dalam apa latar belakang Dr. Seuss membuat cerita ini. Tapi, yang pasti cerita ini secara perlahan sepertinya mulai menjadi kenyataan.

Thneedville, sebuah kota modern yang terlihat cantik. Tapi kalau diperhatikan, semua palsu. Pohon dan bunga terbuat dari plastik. Mobil yang ada di gambar itu adalah mobil penjual oksigen galonan. Gak ada satupun binatang di sana. Makanan pun semua instan.

The Lorax menceritakan tentang sebuah kota modern bernama Thneedville dimana seluruh penduduk hidup bahagia. Tapi, kalau diperhatikan semua elemen yang ada di kota itu palsu. Bahkan, manusia tetap bisa bernapas asalkan membeli oksigen. Yup! Semua serba dijual, termasuk oksigen yang dijual dalam bentuk galon atau ada juga yang dalam kemasan kaleng kecil.

Ted, bocah abege yang jatuh cinta dengan Audrey, seorang gadis remaja

Adalah seorang anak bernama Ted yang naksir dengan perempuan bernama Audrey. Audrey sangat ingin melihat pohon asli. Namanya juga lagi jatuh cinta. dengan segala cara Ted berusaha menemukan pohon asli. Termasuk menembus tembok terlarang dimana satu-satunya bibit pohon asli masih berada.

Theneedvile dikelilingi tembok terlarang. Gak ada satupun warga yang berani melewati tembok tersebut karena selalu diceritakan hal-hal yang mengerikan. Di balik tembok tersebut memang ada pemandangan yang mengerikan, yaitu udara yang pekat karena asap dan pohon-pohon yang mati. Satu-satunya bibit pohon yang tersisa dimiliki oleh Once-ler, seseorang yang tinggal di daerah terlarang.

Tidak mudah bagi Ted untuk bisa mendapatkan bibit pohon tersebut. Ted harus membuat Once-ler percaya kepadanya untuk tidak menyia-nyiakan satu-satunya bibit pohon yang tersisa. Once-ler lalu bercerita kalau ini semua adalah ulahnya. Daerah terlarang itu tadinya adalah hutan yang sangat indah


http://www.kekenaima.com/2015/10/kisah-lorax-yang-mulai-menjadi-kenyataan.html
Awalnya, hanya memetik daun untuk dibuat shawl. Kemudian, 1 pohon mulai ditebang. Semakin laku shawlnya, pohon-pohon mulai dirubuhkan dengan mesin tanpa melakukan reboisasi

Once-ler berencana ingin membuat shawl dari daun pohon tersebut. Keluarganya menertawakannya. Tapi, Once-ler tetap berusaha. Setelah jadi 1 shawl, gak ada yang mau membeli. Segala cara sudah dia coba hingga akhirnya menyerah dan shawlnya pun dibuang. Once-ler kemudian berjanji kepada The Lorax (si penjaga hutan) tidak akan menebang pohon lagi. Tanpa dia sadari, shawl yang sudah dibuang jatuh ke kepala seorang perempuan. Perempuan tersebut menyukai. Kemudian dari mulut ke mulut hingga banyak orang yang menginginkan shawl tersebut dan mendatangi Once-ler.

Awalnya, penduduk hutan sempat protes dengan keserakahan Once-ler. Tapi, setelah disogok marshmallow, mereka jadi lupa dengan protesnya. Tinggal The Lorax yang berjuang sendirian. Penduduk hutan baru menyadari setelah hutan mereka benar-benar rusak dan The Lorax pun tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali manusianya yang sadar

Mulai, deh, timbul masalah. Once-ler menjadi konglomerat yang lupa akan janjinya. Tadinya berjanji gak akan menebang hutan, kemudian janjinya 'diperbarui', akan menebang tapi dengan cara manual dan melakukan reboisasi. Tapi, kebutuhan pasar yang semakin meningkat menuntutnya untuk semakin banyak pohon yang ditebang. Mesin-mesin pun mulai masuk ke hutan. Reboisasi tidak dilakukan. Satu per satu binatang mulai bermigrasi. Langit yang biru mulai menjadi terlihat pekat karena asap industri.

Inilah pemandangan di balik tembok terlarang kota Thneedville. Ted sedang mencari rumah Once-ler untuk mendapatkan bibit pohon yang tersisa. Daerah yang sangat gelap. Bukan karena malam hari, tapi karena tertutup oleh asap.

Tapi, Once-ler gak peduli. Dia mulai dibutakan dengan uang. Keluarga yang tadi mencibirnya pun mendekat bahkan ikut terlibat dalam bisnisnya. Ketika pohon semakin habis, hingga tidak ada satupun pohon yang tersisa untuk dibuat jadi Shawl, Once-ler mulai bangkrut. Keluarganya pun kembali meninggalkannya. Awal kebangkrutan Once-Ler menjadi awal kesuksesan calon konglomerat baru bernama O'Hare. O'Hare mulai membangun kota bernama Thneedville.

Chi acungin jempol dengan karya Dr. Seuss ini termasuk untuk yang membuat animasinya. Ini kisah satire sebetulnya. Chi juga belum pernah membaca versi bukunya. Tapi ketika dibuat dalam bentuk animasi, ini film anak-anak banget animasinya. Ceritanya pun lucu dengan sesekali diselingi nyanyian. Umumnya, anak-anak suka menyanyi, kan?

Chi rasa gak akan berat bagi anak-anak sekalipun untuk menonton film ini. Chi malah senang, karena film ini selain pas banget buat anak-anak, pesan moralnya juga banyak. Ya, memang ada cerita dimana Ted naksir Audrey. Tapi, cuma sebatas kisah cinta monyet aja, sih. Lebih banyak bercerita bagaimana Ted berusaha mati-matian menemukan bibit pohon asli demi Audrey. Hingga akhirnya Ted pun justru jadi pejuang lingkungan hidup yang akhirnya bisa merubuhkan tembok terlarang dan membuat dunia kembali hijau. Sama sekali gak ada adegan mesra-mesraan yang bikin orang tua menjadi cemas kalau anak-anak sampai melihat.

The Lorax masih belum gagal untuk membuat kami semua bosan. Terlebih dengan adanya bencana asap ini. Chi rekomendasiin banget buat teman-teman yang punya anak, beri mereka film ini sebagai salah satu cara mengajarkan mereka untuk mencintai lingkungan hidup.

Semoga dengan terus menonton film ini, Chi berharap Keke dan Nai akan terus peduli dengan lingkungan hidup. Musim hujan memang katanya bisa menyapu asap pergi. Tapi masalah gak akan selesai kalau akarnya belum dicabut. Sedih membayangkan keadaan sodara-sodara sesama warga Indonesia di sana.

Semoga harapan Chi ini menjadi nyata. Bukan, film The Lorax yang menjadi nyata. Mari kita mulai sadar tentang pentingnya lingkungan hidup dari sekarang

*postingan ini juga diperuntukkan untuk sodara-sodara se-tanah air yang terkena bencana asap. Mari kita sama-sama #melawanasap. Semoga akar masalahnya segera teratasi. Aamiin

Keterangan: Seluruh picture di postingan ini, kecuali yang paling atas, adalah milik http://web.thewallpapers.org/tag/movie/128

Continue Reading
28 comments
Share:

Tuesday, October 13, 2015

Memahami Arti Tangisan Bayi

memahami arti tangisan bayi

Memahami Arti Tangisan Bayi



Kenapa sebagai orang tua, kita harus memahami arti tangisan bayi? Karena sesungguhnya, mereka sedang melakukan komunikasi.

Awalnya, Chi gak berpikir kesana. Chi pikir kalau bayi nangis ya berarti nangis aja. Tinggal kita aja menerka-nerka, mereka menangis karena lapar mengantuk, ngompol, sakit, atau karena hal lain? Ya, berarti sebetulnya mereka sedang berkomunikasi juga, sih. Tapi Chi jadi lebih tau tentang tangisan bayi, membaca di salah satu media cetak.

Di media tersebut tertulis kalau tangisan bayi itu berbeda-beda. Bayi yang aru lahir hingga usia tertentu memang hanya bisa menangis. Tapi kalau diperhatikan lebih saksama, tangisan bayi bisa berbeda-beda tergantung apa yang sedang dikomunikasikan saat itu. Yup! Tangisan bayi juga ada polanya.

Chi gak langsung percaya karena saat itu sedang hamil anak pertama. Jadi, belum bisa membuktikan sendiri. Tapi, penasaran untuk dicoba. Dan, setelah Keke lahir, apa yang tertulis di artikel tersebut terbukti.

Tentu saja prakteknya, Chi gak bisa langsung mengenali tangisan Keke. Chi gak akan bercerita seperti apa pola tangisan Keke dan Nai ketika masih bayi. Sudah lupa hehehe. Jadi Chi akan berbagi tip bagaimana mengenali tangisan bayi agar kita bisa mengerti kebutuhannya.



Tenang alias Jangan Panik


Ketika bayi menangis, kadang suka bikin kita panik. Apalagi kalau bayi menangisnya jejeritan. Tapi, penting banget bagi kita untuk tenang. Karena kalau tidak tenang, bagaimana bisa memahami arti tangisan bayi? Jadi, yang pertama harus dilakukan adalah tenang dulu. Boleh sigap, tapi jangan panik. Kemudian dengarkan dengan saksama untuk mempelajari pola tangisannya


Periksa Seluruh Anggota Tubuhnya


Kalau bayi terjatuh, sudah pasti dia akan menangis. Tapi, tentunya kita gak mengharapkan bayi terjatuh, kan? Trus, bagaimana kalau bayi menangis tapi bukan karena terjatuh? Selain mendengarkan secara saksama, Chi atau K'Aie biasanya akan langsung memeriksa bagian tubuhnya. Apakah basah karena ngompol? Digigit semut atau nyamuk? Bisa juga karena sedang sakit atau mungkin karena penyebab lain. Kalau misalnya penyebabnya adalah mengompol, maka segera ganti popok atau celananya hingga bajunya. Bayi mungkin akan mungkin akan tetap menangis saat kita menggantikan popok atau celana. Gak apa-apa, nanti setelah digantikan dengan yang pakaian yang bersih dan kering, kita bisa gendong mereka sejenak.


Gendong Sejenak


Kalau sudah hapal tangisan bayi, kita akan bisa langsung melakukan tindakan sesuai dengan yang dibutuhkan. Tapi, kalau belum hapal, setelah memeriksa seluruh anggota tubuhnya, maka Chi atau K'Aie akan menggendong Keke atau Nai. Sambil dengan lembut mengusap kepala dan punggung serta membisikkan kata-kata yang juga penuh kelembutan. Chi lalu akan coba memberi ASI. Biasanya, kalau tangisannya bukan karena lapar, mereka akan menolak diberi ASI. Dari situ, Chi dan K'Aie juga bisa mempelajari tangisan anak-anak.


Belajar untuk Peka


Memang butuh waktu untuk bisa memahami tangisan bayi. Tapi, gak butuh waktu lama juga, kok. Apalagi kalau sudah ada pengalaman sebelumnya. Ketika lahir Nai, Chi dan K'Aie tidak lama mempelajari arti tangisan Nai.

Yang sehari-harinya bekerja juga tetap bisa mengerti arti tangisan bayi, kok. Contohnya itu K'Aie. Walopun sehari-hari ngantor, tapi K'Aie juga tau arti tangisan Keke atau Nai. Menguntungkan, lho, kalau kita paham tangisan bayi. Karena jadi bisa bertindak lebih cepat sesuai dengan yang mereka butuhkan. Chi juga yakin dengan memahami tangisan mereka juga akan mampu meningkatkan rasa nyaman dan percaya diri bayi karena merasa dimengerti oleh orang tuanya.

Teman-teman yang sudah punya bayi, pernah perhatikan tangisan bayi masing-masing? :)

Continue Reading
8 comments
Share:

Sunday, October 11, 2015

Tips Mengajak Anak Menonton Bioskop

Tip Mengajak Anak Menonton Bioskop

Tips Mengajak Anak Menonton Bioskop




Awalnya diantara kami berdua, K'Aie yang lebih suka menonton film. Walopun begitu gak sering juga, sih, kami nonton bioskop. Apalagi sejak punya anak, kegiatan menonton bioskop sempat berhenti selama beberapa tahun. Kurang lebih sampai Keke usia 4-5 tahun gitu, lah.

Rasa kangen untuk nonton bioskop jelas ada. Tapi, ketika pertama kali mau mengajak anak-anak nonton bioskop, Chi harus melakukan berbagai pertimbangan dulu.



Pastikan Anak Sudah Betah Duduk Manis Saat Menonton


Hal pertama yang Chi pikirkan adalah apa Keke dan Nai sudah betah nonton berlama-lama sekitar 1-1,5 jam. Keke dan Nai, kan, gak dibiasain nonton dalam waktu lama. Kalaupun mereka menonton televisi atau distel film untuk anak kayak Barney, Dora the Explorer, dan lain sebagainya, biasanya mereka nonton sambil gak mau diam. Cuma sesaat aja diamnya. Nah, gak asik kalau nanti di bioskop mereka juga gak mau diam. Mondar-mandir, teriak-teriak, atau melakukan hal lain yang bisa mengganggu penonton.

Bahkan untuk film anak sekalipun, akan ada anak-anak yang merasa kurang nyaman kalau melihat penonton lain berisik atau monda-mandir. Sekalipun yang melakukan itu, anak-anak juga. Jadi menurut Chi, memastikan anak sudah bisa duduk manis dalam jangka waktu cukup lama itu penting.



Pastikan Anak Tidak Takut Gelap


Kalau di bioskop, udah pasti ruangan akan gelap bila film akan dimulai. Ada beberapa anak yang mungkin takut dengan gelap. Chi pernah ngalamin waktu salah seorang sepupu masih kecil diajak nonton. Ternyata dia takut gelap, akhirnya nangis terus. Terpaksa, deh, dibawa keluar sama ibunya. Kalau begitu, sayang banget udah beli tiket, kan. Keke dan Nai gak masalah menonton film dalam ruangan gelap. Jadi, Chi gak kesulitan untuk hal satu ini.


Pilih Film yang Aman untuk Anak


Bagusnya ketika mengajak anak-anak menonton film yang aman untuk mereka. Chi beberapa kali melihat anak-anak diajak menonton film dewasa. Oke, deh, setiap orang pasti punya alasan kenapa mengajak anak menonton. Termasuk ketika mengajak anak-anak menonton film dewasa sekalipun. Atau bisa juga beralasan kalau film kartun pun sebetulnya gak semua aman. Saran Chi, sih, ketika mengajak anak-anak menonton, sebaiknya orang tua cari tau dulu. Apalagi sekarang kan banyak blogger yang suka ngereview film. Baca-baca dulu, lah, reviewnya. Setidaknya kita bisa memperkirakan film ini aman gak untuk anak-anak.

"Papa, kok, mereka ciuman?" teriak seorang anak ketika Chi dan K'Aie lagi nonton di salah satu bioskop. Papa anak tersebut lalu sibuk menutup mata anaknya. Nah, coba teman-teman bayangkan ketika mengalami kondisi seperti itu, apa yang harus dilakukan? Eits, ketika kejadian ini, Chi cuma nonton berdua sama K'Aie, ya. Anak-anak aman di rumah hehehe.



Sesuaikan dengan Jam Biologis Anak


Jam biologis anak kan berbeda-beda. Usahakan, jangan ajak mereka nonton di bioskop ketika waktunya mereka tidur. Bisa rewel, lho. Kalau anak kita tipe yang gampang tertidur pulas trus gak mudah terganggu keramaian mungkin gak terlalu jadi masalah. Tapi kalau anaknya cuma bisa tidur kalau di rumah atau gak bisa dengar suara berisik, malah bisa rewel nantinya. Gak cuma tidur aja, sih. Jam biologis lain juga harus diperhatikan misalnya saat jam makan mereka


Siapkan Camilan


Kalau kami biasa beli popcorn dulu sebelum nonton. Gak asik kayaknya kalau gak ada camilan hehehe. Dan, camilan juga bisa bikin anak jadi betah menonton sambil duduk manis, sih. Walopun sering juga, camilan sudah habis padahal film baru 1/3 jalan durasinya. Untungnya anak-anak udah bisa duduk tenang dan menikmati filmnya. Jadi gak ada cerita mereka minta dibeliin camilan lagi buat nonton.

4 tip itu yang Chi pertimbangkan ketika mau mengajak anak-anak menonton. Chi masih ingat, film pertama yang mereka tonton di bioskop adalah Cloudy with a Change of Meatballs. Pengalaman pertama gak terlalu sukses. Di tengah durasi, mereka udah mulai bosan. Tapi, untungnya gak sampai mengganggu, sih. Cuma kelihatan aja mukanya pada bosan dan sesekali bertanya, "Masih lama, Bun?" hehehe. Abis itu, sempat gak ajak mereka nonton lagi. Ketika akhirnya nonton lagi, udah mulai sukses dan mereka suka menonton bioskop sampai sekarang.

Menurut Chi, sih, kalau memang anak-anak belum siap untuk diajak nonton bioskop sebaiknya jangan dipaksakan walopun kita udah kangen banget pengen nonton bioskop. Cari kegiatan lain aja yang asik dan bisa dilakukan bersama keluarga. Atau kalau keinginan untuk menonton bioskop udah gak bisa ditahan, bikin bioskop di rumah aja. Sediakan berbagai perangkat, diantaranya proyektor. Kami sudah cukup sering melakukannya hingga saat ini. Asik banget, lho. Malah sebetulnya lebih asik dari nonton bioskop. Karena lebih bebas :)

Continue Reading
10 comments
Share:

Thursday, October 8, 2015

Julie's Biscuit, Camilan Favorit Keluarga

Julie's Biscuit, Camilan Favorit Keluarga



"What we DON'T eat, we DON'T let other people eat" - Martin Ang, Direktur Perfect Food Manufacturing (M) Sdn Bhd

Selasa (29/9) bertempat di XXI Club Djakarta Theatre, Chi hadir di acara "Media and Blogger Gathering : A Day with Julie's". Julie's adalah biskuit asal Malaysia yang sudah ada sejak tahun 1981 dan sudah tersebar di 70 negara.

Kali ini, Julie's Biscuit, camilan favorit keluarga, dengan logonya bergambar perempuan muda berambut pirang dan dikuncir 2, ingin mengenalkan varian terlarisnya, yaitu Julie's Peanut Butter Sandwich.


Sambil menunggu acara dimulai, para undangan disuguhkan makan siang terlebih dahulu. Ditemani dengan live music yang enak-enak lagunya. Suara vokalisnya juga cukup merdu. Tentu ada juga Julie's Peanut Butter Sandwich untuk kami cicipi.


Usai makan siang, acara perkenalan dengan Julie's Biscuit pun dimulai. Pak Herman Sulina, Direktur Pemasaran PT. DIMA Indonesia yang merupakan distributor resmi Julie's Biskuit di Indonesia mengatakan kalau Julie's Biscuit bukan hanya sekadar camilan biasa. Julie's Biscuit adalah camilan sehat dengan kandungan rendah kalori dan dibuat dari bahan-bahan terbaik, sehingga aman dan sehat untuk dikonsumsi. Itulah kenapa PT. DIMA Indonesia yakin untuk menghadirkan Julie's Biscuit di Indonesia.


Chi tersenyum ketika mr. Martin Ang mengatakan, "What we DON'T eat, we DON'T let other people eat." Yah, seharusnya memang begitu. Sebetulnya Chi gak terlalu suka ngemil. Tapi karena anak-anak, terutama Nai senang ngemil, tentunya Chi harus mencicipi lebih dahulu camilan untuk mereka. Dan Julie's sudah 35 tahun meraih kepercayaan masyarakat dunia, lho. Program CSR Julie's "Share the Love" juga menyadarkan kita untuk terus saling berbagi.

Pertama kali, Chi cobain biskuitnya dulu. Rasa biskuitnya gak cuma renyah tapi jugaada rasa asin dan manis yang pas. Untuk peanut butternya juga enak. Creamy dan rasa manisnya pas. Mungkin juga karena ada rasa asin dari biskuitnya, ya. Jadi, rasanya cukup seimbang, gak kemanisan.

"Sekali gigit langsung nagih" - Rianti Cartwright


Brand Ambassador Julie's Biscuit di Indonesia adalah Rianti Cartwright. Sosoknya yang dinamis dan aktif membuatnya terpilih sebagai brand ambassador. Rianti juga artis yang menyukai camilan. Bahkan dia mempunya bisnis bakery cafe. *ngiri sama badannya yang langsing walopun doyan ngemil hahaha*


Hershey's Chocolate Fudge Cookies. Sore hari ngemil ini, ditemani dengan segelas orange juice with peppermint ice tea

Teman-teman, tau coklat Hershey's? Coklat ternama asal USA ini udah terkenal banget kualitas dan kelezatannya. Hershey's mengajak Julie's Biscuit untuk berkolaborasi memproduksi 6 varian biskuit. Kolaborasi ini diharapkan mampu membuat produk Julie's menguasai pasar Asia.

Seperti yang sudah diduga, produk Julie's ini begitu Chi bawa pulang langsung diserbu. K'Aie malah sampe gak kebagian yang Hershey's. Abis dapetnya cuma sebungkus, sih. Untung yang Julie's Peanut Butter Sandwich dapet lebih dari 1 bungkus :D



1 bungkus besar Julie's Biscuit di dalamnya terbagi dalam beberapa convi-packs. 1 convi-packs masing-masing berisi 2 keping biskuit. Bagus juga, sih, jadinya kalau buka bungkus besarnya gak khawatir isinya melempem karena gak langsung habis. Selain itu dengan dibagi ke beberapa convi-packs jadi enak dibawa buat bekal sekolah. Buat dibawa jalan-jalan juga asik.

Di Indonesia, beberapa varian Julie's biscuit sudah ada. Termasuk yang Julie's Peanut Butter Sandwich ini. Minggu lalu, Chi beli Julie's Biscuit di Farmer's Market. Harganya kisaran Rp29.000,00 per bungkus besar. Sayangnya gak nemuin biskuit Julie's yang Hershey, nih! Mungkin lagi habis stoknya


Waktu acara gathering, kami disuguhi Julie's Peanut Butter Sandwich yang di atasnya diberi potongan pisang dan choco chips.
Dicelupin ke susu. Enak, nih buat ngemil di pagi hari :)

Oke, deh, sekarang mau ngemil biskuitnya dulu. Gak apa-apa, lah ngemil malem-malem hehehe.

Continue Reading
8 comments
Share:

Tuesday, October 6, 2015

Oksitosin si Hormon Cinta

Oksitosin si hormon cinta. Apa, nih? Malam-malam ngomongin cinta hehehe

"Siapa yang ketika menyusui tidak sambil pegang gadget?" tanya MC di sebuah acara parenting. Ternyata selain Chi hanya segelintir ibu yang angkat tangan.

"Siapa diantara yang angkat tangan ini, ketika masih menyusui sudah mengenal segala macam social media?" MC acara melanjutkan pertanyaannya. Dan, kali ini Chi tidak angkat tangan. Ketika Chi masih menyusui Keke dan Nai memang gak sambil pegang gadget. Tapi, di saat itu Chi juga belum kenal socmed satupun. Bahkan handphone aja masih standar banget yang cuma bisa buat nelpon dan sms aja :D

Mungkin kita sering mendengar atau membaca kalau menyusui akan menciptakan bonding antara ibu dan anak. Makanya, sangat disarankan untuk memberi ASI kepada anak. Karena ketika memberi ASI, satu tangan untuk menyanggah bayi, tangan lain bebas untuk memberikan kasih sayang. Tapi ternyata, bonding tidak serta-merta tercipta begitu saja, lho.

Bonding bisa tercipta karena adanya hormon oksitosin. Hormon yang sering dikenal sebagai hormon cinta. Hormon oksitosin baru terangsang apabila ada proses. Saat menyusui, maka salah satu tangan ibu mengelus kepala atau bagian tubuh lain bayinya. Sesekali mengajak bicara atau bersenandung. Tatap juga matanya. Nah, dari situlah hormon oksitosin akan terangsang yang kemudian membuat bonding antara ibu dan anak. Kalau ibu menyusui sambil gadgetan, maka bayi hanya akan dapat kenyangnya saja.

Begitu kira-kira penjelasan dari psikolog di acara parenting tersebut. Makanya MC bertanya, siapa ibu yang menyusui tanpa pegang gadget sama sekali. Dan, ternyata yang angkat hanya sedikit sekali. Sepertinya tidak sampai 5 orang.

Barusan, Chi baca artikel di tabloid Nova online yang judulnya "Ini Dia Bahaya Menyusui Smabil Main Gadget" Kurang lebih sama seperti yang Chi tulis ini. Tapi kalau mau lebih lengkap, silakan baca di artikelnya langsung, ya. Dan, Chi baru tau kalau kebiasaan ibu menyusui sambil main gadget istilahnya adaah brexting (breast texting).

Merangsang hormon oksitosin tidak hanya bisa dilakukan oleh para ibu yang sedang menyusui saja. Teman-teman pasti tau lah walikota Bandung yang bernama Ridwan Kamil atau biasa dipanggil Kang Emil. Kalau mengikuti akun instagram atau fanpagenya, selain suka melucu, beberapa kali kang Emil mengupload foto kemesraan dengan istri. Atau upload foto keharmonisan keluarganya.

Chi pernah lihat kang Emil tampil di beberapa talkshow di televisi, trus hostnya bertanya bagaimana cara menjaga keharmonisan rumah tangga karena sebagai walikota, kang Emil pasti orang yang sangat sibuk. Ternyata rahasianya adalah dengan berpelukan setiap pagi hanya 20 detik saja.

Tentu bukan sekadar berpelukan tapi pikirannya kemana-mana. Bukan pula berpelukan dalam artian bermesraan yang berlebihan. Berpelukan sederhana saja, tapi pikiran dan perasaan kita fokus kepada orang yang kita peluk. Nah, menurut Kang Emil dari sanalah hormon oksitosin akan tercipta. Gak butuh waktu lama, kok. Cuma hitungan detik saja. Kalau bonding sudah tercipta, maka keharmonisan keluarga juga akan terus terjaga. Insya Allah.

Chi berkesimpulan kalau bonding itu memang harus diciptakan dan diusahakan. Harus dilakukan terus menerus agar bonding diantara anggota keluarga bahkan sampai anak-anak besar nanti. Tapi bukan berarti kita boleh menunda-nunda. Sebaiknya bonding sudah dilakukan sejak anak masih dalam kandungan. Jangan sampai terlambat :)

Continue Reading
16 comments
Share:

Sunday, October 4, 2015

Lebaran Kok di Hotel? Kebersamaannya Dimana?

 

Lebaran Kok di Hotel? Kebersamaannya Dimana?



Sejak kecil, hari raya Idul Fitri selalu jadi yang paling ditunggu. Kumpul dengan keluarga besar di dalam satu rumah. Kalau udah kumpul keluarga besar kayak gitu, Chi gak pernah kebagian tidur di kamar. Selalu gelar kasur di depan tv bersama para sepupu.

Buat Chi gak masalah karena yang penting kebersamaan. Mau tidur dimanapun selama masih bisa bergosip eh melepas kangen, ding hehehe. Kan, jarang bisa kumpul. Apalagi dengan sepupu yang tinggal di Jawa Tengah sana. Paling lebaran aja ngumpulnya.

Setelah kami semakin besar, rutinitas pun mulai berubah. Bahkan sejak lebaran 2 tahun lalu, Chi dan keluarga menginap di hotel ketika lebaran. Sempat terpikir, apa yang dilakukan ini gak akan mengurangi kebersamaan? Ternyata enggak, tuh.

Kami selalu memilih hotel yang dekat dengan rumah keluarga. Bahkan lebaran tahun ini lokasi hotelnya benar-benar dekat, sehingga cukup jalan kaki aja kalau mau ke rumah. Setelah breakfast. kami langsung cuzzz ke rumah.



Hari raya lalu, selain silaturahmi, kami sempat keluar bersama untuk makan malam merayakan ulang tahun mamah. Selebihnya, ya, di rumah aja. Salah satu kegiatan seru yang kami lakukan adalah main game, nonton film, dan memutar foto atau video keluarga dari tahun ke tahun. Itu seru banget, bisa seharian kami semua di satu ruangan sambil ketawa-tawa. Trus, besoknya diputar lagi, gak ada bosannya

Chi jadi kepikiran pengen bikin album yang lebih komplit lagi untuk diputar. Yang waktu itu, kami cuma bawa seadanya. Asik, lho, karena kami jadi seperti mengenang yang lucu-lucu. Wajah yang tadinya masih pada imut-imut sekarang udah mulai pada abege. :D


 Nah, kalau difoto pake blitz, seperti ini suasananya. Modal laptop, proyektor, dan kain bekas spanduk udah bisa jadi bioskop dadakan hehehe. Penonton bebas mau nonton dimanapun dan pake gaya apapun :D

Chi memang senang kumpul dengan keluarga besar. Apalagi urang Sunda kan katanya pinter ngabodor (baca: ngelucu). Jadi ada aja yang kami ketawain. Kalau udah begini, gak perlu piknik yang menghabiskan banyak uang, sih. Asal ngumpul di rumah pun udah rame dan seru banget. Dijamin, pipi bisa pegal karena ketawa melulu.

Kalau udah ngumpul, bakal makin seru kalau ada makanan. Dan, di keluarga kami yang suka menunda makan itu orang yang merugi wkwkwkw *termasuk salah satunya orang yang masak* Karena begitu makanan datang pasti langsung di serbu. Yang kasihan itu kalau udah masak gorengan. Begitu gorengan matang, suka ada aja yang langsung makan. Begitu terus, tinggal yang ngegorengnya berkeringat sendirian tapi kebagiannya sedikit. Kalau gak mau rugi, ngegorengnya sambil makan hihihi.


Selain foto sebelah kiri bawah, kegiatan lainnya kami lakukan di hotel. Cuma pindah tempat aja, kegiatannya sih sama. Becanda sambil sesekali nonton yang lucu-lucu atau main kartu :D

Kalau lagi butuh suasana baru, gantian keluarga yang mendatangi kami ke hotel. Cukup jalan kaki, anggap aja piknik hehehe. Seharian di kamar hotel. Nonton bareng hingga main kartu. Biasanya nanti ada 1-2 keluarga yang akhirnya ikutan menginap. Tuh, jadi gak ada alasan kalau lebaran di hotel, kebersamaan kami jadi hilang, kan?

Chi menulis ini juga karena lagi nungguin keluarga besar dari Bandung yang katanya mau datang hari ini. Tapi, ternyata batal. Yaaa ... agak kecewa, nih. Padahal Chi menunggu, apalagi udah lama gak ke Bandung. Kangen juga ngumpul bareng lagi.

Kami juga pernah ramai-ramai liburan di Bogor. Sehari doang. Berangkat pagi, pulang malam. Dari satu kuliner ke kuliner lain. Dasar pada tukang makan hahahha! Kalau sampe ada kesempatan ke Bogor lagi, Chi gak cuma mau wisata kuliner, ah. Chi juga pengen ke Gong Factory. Penasaran sama tempat ini. Kayaknya bakal bagus juga buat anak-anak belajar budaya dan proses bagaimana membuat gong. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kami bisa ke sana :)

Continue Reading
24 comments
Share:

Saturday, October 3, 2015

#PhilipsRiceCooker Membantu Menjaga Kehangatan Keluarga



philips rice cooker, anti gores, masakan nusantara, masakan indonesia, harga rice cooker, tahan lama, rice cooker yang bagus

Philips Rice Cooker Membantu Menjaga Kehangatan Keluarga.



Chi termasuk yang meyakini kalau makan adalah salah satu momen untuk tetap menjaga kehangatan keluarga. Itukah kenapa walopun kami termasuk keluarga gadget mania, tapi saat waktunya makan dilarang ada gadget antara kita. Waktunya makan adalah saatnya kebersamaan. Lebih baik berbincang-bincang sambil makan, daripada diam tapi konsentrasi ke arah gadget masing-masing *walaupun mulut tetap mengunyah*.

Sayangnya, kami jarang menghabiskan waktu untuk makan bersama. Kalau pagi, biasanya anak-anak yang sarapan lebih dulu. Sementara mereka sarapan, Chi menyiapkan berbagai keperluan sekolah. Begitu juga dengan K'Aie yang membantu Chi. Ketika anak-anak berangkat, Chi baru sarapan. Kalau K'Aie sangat jarang sarapan.


philips rice cooker, anti gores, masakan nusantara, masakan indonesia, harga rice cooker, tahan lama, rice cooker yang bagus
Nasi campur bali

Siang hari, Chi makan sendiri. Anak-anak baru makan di rumah lagi menjelang sore saat baru pulang sekolah. Kemudian mereka pun makan malam lagi dan tidak bersama Chi *alasannya sedang berusaha gak makan malam*. K'Aie pulang larut malam, biasanya  makan sendiri atau kadang Chi temenin juga, sih *gagal lagi dietnya hahaha* Intinya kami jarang makan bersama saat weekdays. Paling weekend baru kami bisa makan bersama.

Walaupun jarang makan bersama, kami punya selera yang sama, yaitu makanan harus dalam keadaan hangat termasuk nasi. Makan nasi dingin itu gak enak. Tapi, kalau masak nasi setiap kali mau makan itu ribet. Enaknya sekali masak trus nasi tetap hangat dalam jangka waktu lama. Masalahnya kalau nasi dibiarkan lama di rice cooker, suka jadi kuning. Jadi serba salah kalau begini, deh.



Philips Rice Cooker Membantu Menjaga Kehangatan Keluarga


Chi yakin yang mempunyai pengalaman sama dengan keluarga kami itu banyak. Khususnya untuk yang tinggal di daerah perkotaan. Kesibukan masing-masing ditambah perjalanan yang padat membuat aktivitas makan bersama keluarga menjadi berkurang. Padahal makan bersama itu salah satu momen untuk menciptakan kehangatan keluarga.

Rabu, 30 September 2015, Chi hadir di acara launching Philips Rice Cooker terbaru yang penuh gaya dan tahan lama. Acara ini mengusung tema "Festival Nasi Nusantara" yang berkolaborasi dengan ahli kuliner ternama, Bondan Winarno.


philips rice cooker, anti gores, masakan nusantara, masakan indonesia, harga rice cooker, tahan lama, rice cooker yang bagus
Nasi kuning banjar

Nasi memang makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. Bahkan ada istilah "Orang Indonesia belum makan kalau belum ketemu nasi". Ibu-ibu di Indonesia *termasuk Chi* selalu menyediakan nasi di rumah sebagai makanan pendamping untuk lauk. Pak Bondan Winarno pun berkata kalau jumlah masakan nasi di Indonesia bahkan lebih banyak dari jumlah provinsi di Indonesia. Ada sekitar 70 masakan nasi nusantara yang tersebar sepanjang Sumetera, Jawa, dan Sulawesi. Menurut bu Maria Sianjuntak, konsumsi nasi di Indonesia mencapai 114 kg/tahun, Jauh lebih tinggi dibandingkan negara di kawasan Asia lainnya yang hanya 90 kg/tahun.

"Di Philips, kami ingin membantu keluarga untuk bisa menyiapkan makanan buatan rumah yang sehat dengan lebih mudah dan sering," ujar Jasper Westerink, General Manager Personal Health Philips Indonesia"

Philips mengerti kebutuhan masyarakat Indonesia. Setelah melakukan riset yang cukup panjang, Philips mengembangkan produk terbarunya untuk peralatan dapur, yaitu rice cooker. Produk yang merupakan refleksi dari kebutuhan orang Indonesia. Disain dan teknologi Philips Rice Cooker terbaru memungkinkan nasi masih tetap nikmat disantap selama 48 jam.


Philips Rice Cooker yang Penuh Gaya dan Tahan Lama


philips rice cooker, anti gores, masakan nusantara, masakan indonesia, harga rice cooker, tahan lama, rice cooker yang bagus

Di awal acara, Novita Angie bertanya ke beberapa rekan media serta blogger tentang produk Philips yang dipakai di rumah masing-masing. Rata-rata menjawab menggunakan lebih dari 1 produk Philips di rumah. Dari mulai lampu hingga hair dryer. Dan, semuanya mengatakan kalau produk Philips itu tahan lama. Bahkan ada yang masih menggunakan produk Philips yang sudah jadi barang turun temurun dari orang tuanya.

Lalu bagaimana dengan produk Philips Rice Cooker terbaru ini? Bukankah rice cooker Philips yang lama juga tahan lama? Ya, produk Philips rice cooker yang lama memang tahan lama. Tapi, menurut ibu Maria Simanjuntak - Marketing Manager Domestic Appliances Philips Indonesia, ada beberapa alasan kenapa kita bisa mempertimbangkan untuk membeli produk Philips rice cooker terbaru, yaitu:


  1. Fakta kalau 240 juta masyarakat Indonesia itu makan nasi setiap hari.
  2. Dari 240 juta tersebut sekitar 60 juta rumah tangga membutuhkan rice cooker
  3. Walaupun rice cooker tahan lama, tapi fakta kalau sekitar 10 juta rice cooker terjual setiap tahunnya di Indonesia dengan peningkatan pasar sekitar 10% setiap tahunnya.
  4. Kita mungkin bisa pinjam setrikaan, blender, dan lainnya ke tetangga. Tapi kalau pinjam rice cooker, rasanya gak ada, ya. :)

philips rice cooker, anti gores, masakan nusantara, masakan indonesia, harga rice cooker, tahan lama, rice cooker yang bagus
Nasi uduk jambi

Sebelum mengeluarkan produk rice cooker terbaru, Philips melakukan survey dan riset panjang terlebih dahulu. Hasilnya adalah:

  1. Ibu memegang peranan penting di rumah tangga termasuk dalam hal menyediakan makanan. Rata-rata ibu memasak nasi itu 1x dalam sehari. Kalau dalam sehari tidak habis, nasi akan tetap disimpan. Tapi juga harus dipikirkan bagaimana nasi tetap bisa terasa pulen dan hangat. 
  2. Jumlah anggora keluarga di Indonesia dalam satu rumah jarang yang sedikit sehingga butuh rice cooker dalam jumlah cukup besar
  3. Materi inner pot (panci). Food grade adalah sebuah keharusan karena nasi ketika dimasak atau dihangatkan ada di dalam inner pot. Teman-teman bisa bayangkan kalau inner potnya ternyata gak aman bagi kesehatan?
  4. Anti gores. Setelah nasi habis, biasanya inner pot akan dicuci lebih dulu sebelum dipergunakan kembali. Saat mencuci, selalu ada resiko kalau inner pot akan tergores. Sebagai customer tentu saja gak akan memilih rice cooker yang inner potnya mudah tergores. Kalaupun inner potnya tergores, apakah rice cooker tersebut tetap aman digunakan?
  5. Sekarang dapur banyak yang cantik interiornya. Gak mau kalah dengan ruangan lain yang ada di rumah. Kadang cutomer ingin memadupadankan dapurnya yang berkonsep modern minimalis dengan peralatan dapur yang dimiliki. Philips rice cooker terbaru memiliki disain yang modern minimalis

sumber foto: fanpage Philips Home Living

Dari berbagai survey yang di dapat, pertanyaan yang paling sering ditanya adalah apakah produknya tahan lama? Ada 7 warna Philips rice cooker terbaru yang terbagi dalam 3 model, yaitu Premium+, Premium, dan Basic.

Philips Rice Cooker Premium+ (HD3128) ini hanya satu warna. Kesannya elegan sekali.
sumber foto: fanpage Philips Home Living
Ada 3 warna untuk tipe Premium (HD3127). Ketiganya menggambarkan Indonesia. Merah-putih warna bendera Indonesia, hijau warna pemandangan, dan biru untuk samudera Indonesia. Indonesia banget :)
sumber foto: fanpage Philips Home Living
Tipe basic (HD3118) juga ada 3 warna yang sama seperti tipe premium. Hanya saja tipe basic lebih dominan warna putih.
sumber foto: fanpage Philips Home Living

Keunggulan dari Philips rice cooker terbaru ini adalah:

  1. Sistem pemanas pintar 3D - tujuannya agar nasi matang sempurna, nasi tidak hanya dipanaskan dari bagian samping tapi juga dari atas dan bawah.
  2. Fungsi pemanas otomatis yang membuat nasi tetap hangat dan enak selama 48 jam *nasi tetap segar dan gak kuning*
  3. Tutup bagian dalam bisa dilepas dan mudah dibersihkan*tapi untuk tipe basic fitur ini tidak ada*
  4. Body yang stainless steel sehingga kuat dan anti karat, terdiri dari 5 lapis panci
  5. Kapasitas panci 2 liter
  6. Ada pegangan pada pinggiran panci *udah gak perlu cari lap buat angkat panci yang masih panas, deh*

philips rice cooker, anti gores, masakan nusantara, masakan indonesia, harga rice cooker, tahan lama, rice cooker yang bagus
Kalau nasi sudah habis, tinggal angkat saja. Gak perlu cari lap lagi buat angkat pancinya

Selain tipe Premium+, body luar Philips rice cooker premium dan basic adalah plastik. Kembali ke pertanyaan awal adalah apakah Philips rice cooker ini mudah tergores? Untuk membuktikannya, Philip melakukan ujicoba dengan menggunakan mesin profesional. Mesin tersebut untuk melakukan tekanan dan penggosokan terhadap produk Philips dan 2 produk kompetitor. Setelah 700 kali digosok, produk lain mulai tergores. Sedangkan produk Philips baru tergores setelah sekitar 3600 gosokan.

philips rice cooker, anti gores, masakan nusantara, masakan indonesia, harga rice cooker, tahan lama, rice cooker yang bagus
Sistem pemanas 3D dan tutup lubang uap yang sudah disempurnakan membuat memasak nasi dengan Philips rice cooker bisa memasak lebih cepat. Perbedaannya sekitar 5 menit. Lumayan selisih 5 menit juga :)

Gak cuma lebih anti gores, konsentrasi uap pada Philips rice cooker hanya di tengah sehingga mudah dibersihkan.  Rice cooker yang uapnya kemana-mana membuat susah dibersihkan. Nasi yang dimasak dengan Philips rice cooker juga bisa lebih pulen. Dan nasi yang dibiarkan dalam waktu 48 jam pun, tetap terlihat segar. Ketika melakukan blind test ke konsumen, banyak yang memilih nasi yang dibuat dari Philips rice cooker.

#BekalNasiPhilips yang sempat diadakan di Facebook dengan mengajak para netizen untuk memposting bekalnya adalah salah satu cara Philips untuk mendekat kepada konsumen. Tujuannya supaya lebih tau apa yang dibutuhkan konsumen. Selama 36 hari, ada 568 partisipan dan 3.428 likes di fanpage Philips untuk kampanye ini.


Demo Nasi Nusantara bersama pak Bondan Winarno


Sumber foto : milik Philips Indonesia

Taukah apa menjadi makanan ikonik nasi Jakarta? Ternyata, bukan nasi uduk. Nasi uduk asalnya dari Jawa (sego wuduk). Di Jambi juga ada nasi uduk, tapi lebih dikenal dengan nama nasi minyak. Bagi orang melayu, minyak atau lemak itu artinya santan.

Walopun sudah tersebar ke berbagai daerah di nusantara, nasi kuning juga asalnya dari Jawa. Nasi ikonik dari Jawa Barat adalah nasi liwet. Di Solo juga ada nasi liwet tapi berbeda. Nasi liwet dari Jawa Barat bisa juga disebut nasi kastrol. Kastrol adalah periuk yang terbuat dari alumunium, tempat untuk memasak nasi liwet. Selain nasi liwet juga ada nasi tutug oncom makanan ikonik dari Jawa Barat.

philips rice cooker, anti gores, masakan nusantara, masakan indonesia, harga rice cooker, tahan lama, rice cooker yang bagus
Nasi liwet solo

Berbagai kuliner nasi asal mulanya berasal dari makanan upacara. Salah satunya adalah nasi kuning. Banyak yang mengatakan kalau nasi kuning adalah nasi perayaan karena umumnya disajikan saat ada perayaan, misalnya saat ulang tahun. Tapi kalau disantap saat tidak ada perayaan apapun juga sah aja, kok. Gak dilarang :)

Menarik, ya, kalau membicarakan betapa kayaknya kuliner Indonesia baru dari nasi aja *dan, bikin lapaaarr hehehehe* Gak heran jadinya kalau Philips juga membuat Festival Nasi Indonesia. Di acara ini, ada 3 nasi nusantara dan 1 nasi asal Belanda yang akan dibuat oleh pak Bondan Winarno.


Butter Rice

Butter rice yang dibuat oleh pak Bondan akan diinfiltrasi dengan sayur mayur. Bagus buat anak-anak yang gak suka atau susah makan sayur, nih. Cara membuatnya mudah banget. Mix vegetables (wortel, jagung, buncis, dan kacang polong) direbus terlebih dahulu. Campurkan nasi putih, butter, dan mix vegetables hingga menyatu. Supaya kadar garam lebih mudah dikontrol, sebaiknya pakai butter unsalted. Beri garam sedikit demi sedikit ke nasinya. Lidah anak-anak masih bagus, jadi sebaiknya gunakan sedikit garam.


Nasi Ulam Betawi

philips rice cooker, anti gores, masakan nusantara, masakan indonesia, harga rice cooker, tahan lama, rice cooker yang bagus
Nasi ulam betawi

Nasi ulam adalah nasi putih yang diberi serundeng. Biasanya pakai serundeng kelapa. Tapi pak Bondan saat itu menggunakan serundeng lengkuas. Ebi disangrai kemudian dihancurkan. Kacang tanah disangrai atau digoreng. Ulam adalah sayur-mayur yang dirajang halus. Pak Bondan menggunakan kacang panjang dan daun kemangi yang dirajang halus. Campurkan semua. Nasi ulam biasanya disajikan bersama semur tahu, bihun goreng, perkedel. kerupuk, dendeng manis, dan digarnish dengan daun kemangi.


Nasi Bakar Manado (Cakalang Pampis)

Teman-teman yang pecinta kuliner Korea *atau pecinta drama Korea juga boleh*, tau kuliner Korea bernama Dolsot Bibimbap? Nah, nasi Cakalang Pampis mirip seperti Dolsot Bibimbap. Cara membuatnya, nasi putih di masukan ke dalam wadah *biasanya pakai periuk. Kalau gak ada bisa pakai wadah yang tebal bagian bawahnya karena nanti nansi langsung dibakar di wadah tersebut.* Taburkan di atas nasi secukupnya cakalang pampis (abon cakalang atau di manado disebut cakalang suwir). Parut wortel, kemudian dikukus *bisa juga ditambahkan pepaya muda*. Wortel yang sudah dikukus dimasukkan ke nasi. Bakar sebentar saja karena semua makanan yang berada di wadah sudah matang. Bakar hingga bagian bawahnya berkerak. Biar agak berasa crunchy.


Nasi Tutug Oncom

philips rice cooker, anti gores, masakan nusantara, masakan indonesia, harga rice cooker, tahan lama, rice cooker yang bagus

Sambil menunggu nasi Cakalang Pampis dibakar, pak Bondan mulai membuat nasi tutug oncom. Ini bikinnya juga mudah. Campurkan nasi dengan sambal oncom. Membuat sambal oncom adalah oncom, rawit, kencur, dan bawang putih diuleg. Untuk sambal oncom, sebaiknya bikin sekaligus banyak *kecuali kalau tingga di Jawa Barat yang mudah mendapatkan oncom*. Bagi ke beberapa porsi, simpan di freezer supaya gak tumbuh bakteri.

Biasanya, nasi yang baru matang dari rice cooker itu suka lengket dan agak basah. Sekarang, sih, masih mending mau pakai rice coker. Dulu masak nasi harus diaron, trus dikukus di dandang, kemudian diakeul. *Duh, bahasa Indonesianya diakeul itu apa, ya? hehehe* Ya, pokoknya nasi yang sudah matang harus diaduk-aduk sambil sesekali dikipas supaya uapnya hilang. Walopun udah masak nasi dengan menggunakan rice cooker, Mamah tetap mengingatkan supaya setelah matang nasinya harus diakeul. Tapi, kalau pakai Philips rice cooker terbaru dengan penguapan yang sudah disempurnakan, nasi yang sudah matang gak perlu diakeul lagi. Bahkan pak Bondan mengatakan kalau nasi yang baru matang dari Philips rice cooker sudah bisa langsung dibuat nasi goreng dengan tekstur nasi yang enak.


philips rice cooker, anti gores, masakan nusantara, masakan indonesia, harga rice cooker, tahan lama, rice cooker yang bagus
Nasi jagung madura

Berbagai jenis nasi di Indonesia yang saat ini dikenal di Indonesia adalah dari padi. Padahal sekarang mulai ada berbagai jenis beras lain, lho. Ada yang namanya beras analog, hasil karya dari IPB. Beras ini terbuat dari singkong, ubi, dan jagung yang di extruded jadi beras. Cara memasaknya juga sama seperti beras yang kita selama ini kenal. Bisa dimasak di rice cooker juga. Dan menurut pak Bondan rasanya sama enaknya, bahkan kalau di blind test kemungkinan kita gak akan menyangka kalau yang disantap adalah beras analog.

Beras dari padi yang terbaik juga sebetulnya beras pecah kulit yang warnanya justru gak terlihat putih-bersih. Saat ini, banyak yang terbiasa mengkonsumsi beras merah dengan alasan kesehatan. Untuk yang belum terbiasa mengkonsumsi beras merah perbandingannya 2 : 1 (2 bagian beras merah, 1 bagian beras putih), supaya tidak terlalu keras. Tapi kalau beras hitam, wajib perbandingan 1 : 1 (1 bagian beras hitam, 1 bagian beras putih). Karena beras hitam sangat pera, kalau tidak dicampur beras putih rasanya akan sangat keras. Sukar untuk dinikmati.


philips rice cooker, anti gores, masakan nusantara, masakan indonesia, harga rice cooker, tahan lama, rice cooker yang bagus
Beras analog terbuat dari jagung

Beras yang membutuhkan banyak air bukan berarti lebih jelek dari beras yang sedikit air. Masing-masing beras punya karakter. Jadi, kalau teman-teman mencoba beras baru, trial dan error dulu sampai menemukan kadar air yang pas di lidah. Jangan juga sampai menyalahkan rice cookernya karena, ya :)


Philips Rice Cooker Mana yang Menjadi Pilihanmu?


philips rice cooker, anti gores, masakan nusantara, masakan indonesia, harga rice cooker, tahan lama, rice cooker yang bagus
Kalau boleh milih, Chi akan memilih Philips rice cooker Premium+. Tapi untuk yang tipe Premium ini juga bagus. Apalagi warna merah, warna kesukaan Chi, nih :)

Dari 3 tipe Philips yang ada, Chi tertarik dengan tipe superstar, yaitu Philips Rice Cooker Premium+ (HD3128). Selain kualitasnya yang terbaik dari ketiga tipe tersebut, suka banget dengan warnanya yang elegant. Pro ceramic juga mudah dibersihkan. Bahkan cukup dengan dilap pakai lap bersih saja, sudah bisa bersih. Itu karena pro ceramic tidak memiliki pori-pori. Pori-pori bisa menjadi sarang bakteri kalau membersihkannya tidak benar. Tapi, karena pro ceramic tidak memiliki poro, maka dilap bersih saja sudah cukup. Ditambah lagi tutup bagian atas Philips rice cooker untuk tipe premium+ dan premium juga bisa dilepas, semakin higienis, deh.

Pak Bondan juga merekomendasikan kalau untuk peralatan masak sebaiknya yang menggunakan bahak pro ceramic. Harga Philips rice cooker tergantung pasaran, kisaran antara Rp500.000,00 s/d Rp700.000,00. Tersebar di berbagai pasar tradisional dan modern. Listriknya 400 watt saja, cocoklah untuk listrik rata-rata rumah tangga di Indonesia.

Kalau di rumah kami, rasanya nyaris gak pernah nasi di rice cooker tetap bertahan hingga 48 jam. Sehari sekali pasti masak nasi. Tapi, kalau punya rice cooker berkualitas seperti Philips, kayaknya bakalan tenang. Setidaknya nasih putih yang hangat, segar, serta nikmat akan selalu tersedia. Untuk lauk bikin yang simpel saja kalau tidak sempat masak. Dengan begini, gak cuma nasinya yang terus hangat. Tapi, kehangatan keluarga juga tetap terjaga. Karena salah satu datangnya cinta itu kan dari perut *tsaaahhh! :D*


philips rice cooker, anti gores, masakan nusantara, masakan indonesia, harga rice cooker, tahan lama, rice cooker yang bagus
2 hari sebelum launching #PhilipsRiceCooker, dapat kiriman 3 nasi nusantara dari Philips. Gak cuma lauknya yang enak. Nasinya juga pulen, lho. Terima kasih banyak untuk kirimannya, ya :)


Philips Indonesia


Continue Reading
30 comments
Share: