Tuesday, August 29, 2017

SHARP Healsio, Peralatan Masak Praktis bagi Kaum Urban

SHARP Healsio Peralatan Masak Praktis Kaum Urban

SHARP Healsio, Peralatan Masak Praktis bagi Kaum Urban


Beberapa tahun silam, saat masih menjadi pekerja kantoran, Chi sudah harus keluar rumah tidak lebih dari pukul 05.30 wib. Bersaing banget dengan matahari terbit. Gak peduli mata masih mengantuk, Chi harus berangkat. Begitulah kehidupan di kota besar seperti Jakarta. Apalagi yang jarak kantor dan rumah sangat jauh seperti yang Chi rasakan.

Bila berangkat tepat waktu, sampai kantor selalu jadi yang pertama *Kadang-kadang ruangan masih dikunci ma satpam 😂* Terlambat sedikit saja, jalanan sudah sangat macet. Bisa terlambat sampai kantor.

Sampai rumah sudah larut malam. Rata-rata sekitar pukul 9 malam. Tetapi, beberapa kali pernah lebih malam dari itu. Pengen sih nge-kos dekat kantor kayak temen, tapi kayaknya waktu gak bakal dikasih izin sama orang tua. Jadi dinikmati aja, deh.

Iya, dulu Chi beneran menikmati aja segala rutinitas itu. Tapi, gak kebayang kalau sekarang masih seperti itu. Apa masih bisa menyiapkan masakan untuk di rumah? Dulu aja Chi sering cari sarapan di luar sambil menunggu ruangan dibuka. Sering gak sempat juga sarapan di rumah. Kalau dulu, sih, gak khawatir karena belum menikah. Kalau sekarag kan gak bis ahanya memikirkan diri sendiri.

Meskipun sudah lebih dari 10 tahun Chi gak lagi bekerja, tetapi sepertinya kondisi para pekerja di kota besar hingga sekarang masih kurang lebih sama. Masyarakat perkotaan atau urban seringkali memiliki keterbatasan waktu. Kesibukan di kantor, macet di jalan, seringkali menghabiskan waktu terbanyak dalam keseharian. Untuk bisa melakukan berbagai hal lain, kaum urban harus busa mensiasati waktu.

Menjaga tubuh tetap sehat, biasanya kaum urban berolahraga sebelum atau sesudah pulang kantor. Seperti adik Chi rutin nge-gym sebelum masuk kantor. Bila ingin menyegarkan kembali pikiran, tetapi waktunya terbatas, saat ini staycation bisa menjadi pilihan. Lalu bagaimana dengan kegiatan memasak?

Tidak bisa masak menjadi alasan beberapa orang untuk tidak melakukan kegiatan ini. Tetapi, banyak juga yang beralasan tidak memiliki banyak waktu padahal ingin sekali memasak karena memasak sendiri tentu bisa lebih sehat dan murah. Ada beberapa menu yang memang bisa disiapkan dengan waktu singkat, misalnya menggoreng telur. Tapi, gak mungkin juga kan menggoreng telur melulu.
Memasak rendang sendiri rasanya hampir tidak mungkin dilakukan oleh kaum urban. Memasak rendang dengan cara tradisional bisa memakan waktu berjam-jam dan gak bisa ditinggal. Harus terus diaduk. Untungnya sekarang sejak ada SHARP Healsio, teman-teman bisa memasak rendang hanya dalam waktu 90 menit saja.



SHARP Healsio, Peralatan Masak Praktis bagi Kaum Urban


SHARP Healsio Peralatan Masak Praktis Kaum Urban

Sabtu (26/8), Chi hadir di acara SHARP cooking demo yang diadakan di apartment Signature Grande Park, Cawang. Chef Deny Gumilang, Masterchef Indonesia, mendemokan cara masak rendang menggunakan peralatan masak praktis bernama SHARP Healsio. Cara memasaknya sangat mudah. Semua bahan, termasuk daging, dimasukkan ke dalam Healsio lalu tutup kemudian setting waktunya.

SHARP Healsio Peralatan Masak Praktis Kaum Urban 
SHARP Apple Rice Cooker
SHARP Healsio Peralatan Masak Praktis Kaum Urban 
SHARP Slow Juicer

Memasak rendang menggunakan SHARP Healsio hanya membutuhkan waktu 90 menit. Dankarena tidak perlu diaduk manual *alatnya sudah memiliki sistem pengaduk*, kita bisa menyiapkan makanan lain. Sambil menunggu rendang matang, Chef Deny memasak risotto menggunakan Apple Rice Cooker dan juice menggunakan slow juicer. Tentu saja semua peralatannya menggunakan produk SHARP. Untuk Apple Rice Cooker kemampuannya tidak hanya untuk menanak nasi, tetapi menggoreng pun bisa. Sedangkan slow juicer memiliki putaran yang rendah hanya 60 rpm. Tujuannya untuk tetap menjaga kesegaran buah.

SHARP Healsio Peralatan Masak Praktis Kaum Urban 
Rendang yang dibuat dalam waktu 90 menit menggunakan SHARP Healsio. Tekstur dagingnya pun empuk
SHARP Healsio Peralatan Masak Praktis Kaum Urban

Dengan konsumsi listrik 800 watt, Healsio memiliki 3 fitur unggulan, yaitu

  1. Automatic Stirring. Fitur mampu mendeteksi jenis masakan. Kemampuan melakukan 330 gerakan memutar akan disesuaikan dengan jenis masakan serta pengaturannya. Ada 115 macam masakan yang bisa dihasilkan. Dari makanan berat seperti rendang hingga membuat selai juga bisa menggunakan Healsio.
  2. Pre-set timer cooking. Pulang kantor tidak sempat memasak tetapi ingin ada yang bisa disajikan. Teman-teman bisa masukan bahan-bahannya ke Healsio sebelum ke kantor, kemudian setting waktunya agar alatnya memasak menjelang teman-teman pulang kantor. Dengan cara ini masakan tetap bisa deisajikan fresh. Maksimal 12 jam dari awal waktu pengaturan, ya.
  3. Waterless. Memasak menggunakan Healsio tidak membutuhkan air. Dripping structure pada steam circulating technology membuat uap dari sari makanan kembali jatuh ke makanan. Hal ini membuat makanan tetap lembab, rasa alami sayur serta lauk, serta gizinya terjaga.

[Silakan baca: Hidup Sehat Dengan Masakan Rumah Bersama 4 Inovasi Dapur Philips]


    Memasak di Signature Park Grande, Cawang


    Dibandrol dengan harga 7 juta-an, SHARP Healsio memang memiliki target market yang spesifik yaitu kaum urban. Sesuai dengan konsep yang juga diusungnya yaitu Easy, Healthy, and Tasty. Memasak menggunakan Healsio sangat mudah dan tidak makan waktu, teknologinya juga membuat kualitas masakan tetap terjaga, serta rasanya juga nikmat.

    SHARP Healsio Peralatan Masak Praktis Kaum Urban

    Dengan alasan kepraktisan pula, banyak kaum Urban yang memilih tinggal di apartmen. Umumnya apartmen lokasinya strategis. Dekat dengan pusat perkantoran, pusat perbelanjaan, dan lain sebagainya. Salah satunya adalah Signature Park Grande, Cawang. Penduduk dari Bekasi dan Bogor yang ingin ke Jakarta, biasanya akan melewati jalan M.T Haryono, Cawang.

    Chi juga kalau belanja bulanan lumayan sering ke Carefour M.T Haryono. Dan apartmen ini hanya berjarak sekian ratus meter saja dari Carefour. Sepanjang jalan M.T Haryono juga berdiri berbagai pusat perkantoran. Rumah sakit pun ada. Strategis banget, kan?


    SHARP Healsio Peralatan Masak Praktis Kaum Urban

    Apartmen dengan 2 tower ini sudah berdiri. Setiap tower memiliki kolam renang. Saat Chi ke sana kayaknya pengen deh nyebur ke kolamnya. Mana udara Jakarta dan sekitarnya akhir-akhirnya ini lagi terik banget. Harga jual apartmen ini sudah termasuk furniture. Sehingga teman-teman tinggal membeli perlengkapan lain saja seperti peralatan memasak.

    Beberapa apartmen atau hotel juga ada yang mempunyai aturan tentang peralatan yang boleh dimiliki atau dibawa. Misalnya untuk peralatan masak, ada yang memberlakukan tidak boleh ada asap supaya smoke detector tidak menyala. Nah, berbagai peralatan memasak dari SHARP cocok buat di apartmen. Selain praktis, bentuk peralatan masaknya juga bagus. Sehingga bisa sekalian mempercantik interior apartment, lho.

    Selama bulan September, setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu teman-teman blogger bisa melihat langsung demo cooking SHARP Healsio mulai pukul 15.00-16.00 di Best Denki. Silakan buka alamat Best Denki di http://www.bestdenki.co.id

    Info Lebih Lanjut



    SHARP Cooking Club


    Instagram: @sharpcookingclub
    Fanpage FB: SHARP Cooking Club

    Continue Reading
    32 comments
    Share:

    Monday, August 28, 2017

    5 Tips Menjadi TEMAN Perjalanan yang Asyik

    5 Tips Menjadi TEMAN Perjalanan yang Asyik

    5 Tips Menjadi TEMAN Perjalanan yang Asyik

    Goa Jomblang, salah satu destinasi yang kami datangi saat jalan-jalan keliling pulau Jawa


    Beberapa waktu lalu, Chi pernah menulis di blog jalanjalankenai.com tentang Tips Traveling Bersama Anak. Di tulisan itu pun Chi mengakui kalau bukan tipe solo traveler. Tiap kali jalan-jalan harus ada temannya. Tapi bukan berarti bisa jalan dengan siapapun yang penting ada yang menemani, ya. Tetep aja harus bersama teman seperjalanan yang bisa diajak asyik.

    Suami dan anak-anak adalah teman perjalanan Chi yang paling asyik. Iyess! Chi memang udah mulai jarang bepergian bersama teman-teman. Suka kangen juga sih pengen ngumpul lagi sesekali.



    5 Tips Menjadi TEMAN Perjalanan yang Asyik


    Tentunya gak sekadar alasan suami dan anak-anak yang menjadikan K’Aie, Keke, dan Nai menjadi teman perjalanan yang asik buat Chi. Ada beberapa alasan kenapa Chi suka jalan bersama mereka, yaitu

    [Silakan baca: Happy Mom, Happy Traveling]


    Diskusi

    5 Tips Menjadi TEMAN Perjalanan yang Asyik 
    Selalu berusaha berdiskusi di manapun dan kapanpun dengan seluruh anggota keluarga


    “Bun, kalau Ayah mau ajak anak-anak naik gunung Gede pada mau, gak?”

    Beberapa tahun lalu, K’Aie pernah tanya seperti itu ke Chi. Walaupun hanya anak-anak yang disebut, udah pasti maksudnya sepaket ma bundanya. Dulu, anak-anak mana mau jalan-jalan tanpa bunda.

    Sebelum jalan-jalan, biasanya kami memang suka berdiskusi dulu. Kenapa mau ke sana? Naik apa? Ngapain aja di sana? Dan lain sebagainya. Kadang kami berbeda pendapat juga, lho.


    Uang

    “Nai, nanti jangan terlalu pemilih urusan makan, ya. Belum tentu ketemu restoran. lho.”

    Ketika berencana jalan-jalan keliling pulanu Jawa via darat, Chi beberapa kali mengingatkan Nai. Sebetulnya Nai gak anti makanan kaki lima. Banyak kok makanan kaki lima yang Nai suka. Nai hanya gak suka makan di pinggir jalan. Kalau memang harus beli makanan kaki lima, sebisa mungkin dibungkus aja buat makan di rumah. Tapi kalau jalan-jalan gitu kan susah juga kalau dibungkus. Enakan langsung makan di lokasi.

    Namanya jalan-jalan pasti mengeluarkan uang meskipun perjalanan murah meriah sekalipun. Biasanya sih K’Aie yang bayarin. Tapi kadang Chi suka ikut bayarin juga. *Kalau baru dapat transferan fee hehehe* Nah yang begini juga harus diobrolin. Ya jangan sampe pengeluaran jadi gak terkontrol karena gak diperhitungkan dengan cermat.

    Nikmati Perjalanan

    “Kalau pada kesel, mendingan kita pulang, ya.”

    Mau jalan di dalam kota atau ke luar kota, memang sebaiknya dinikmati. Macet, panas, atau apapun itu nikmati aja. Udah paling males deh kalau jalan sama orang yang kerjanya ngegerutu melulu. Bukan berarti gak boleh kesel, lho. Kesel itu manusiawi, kok Asalkan jangan berlebihan dan bikin perjalanan jadi gak asik.

    [Silakan baca: Garut Itu Ternyata...]


    Fleksible

    5 Tips Menjadi TEMAN Perjalanan yang Asyik 
    Kalau bepergian dengan kendaraan pribadi biasanya waktunya lebih fleksible. Tapi kalau dengan pesawat atau kereta api pastinya harus lebih disiplin. Jangan sampai ditinggal pesawat atau kereta.


    “Kalau nebeng ma Chi sekeluarga mah harus santai. Waktunya gak bisa diprediksi.”

    Tante Chi pernah bilang kayak gitu. Kami memang cukup fleksible saat melakukan perjalanan. Rencana perjalanan sih selalu dibuat termasuk waktu keberangkatan. Tetapi prakteknya fleksible aja. Kalau memang bisa berangkat lebih cepat atau terpaksa terlambat, ya sudah.

    Begitupun saat di perjalanan. Kalau pada lapar ya segera cari tempat makan. Tidur dulu sejenak di jalan kalau lagi cape. Chi yang gampang beser gini juga nyaman kalau jalan-jalan ma suami dan anak-anak. Bisa kapanpun cari toilet umum tanpa merasa gak enak hati *biasanya di pom bensin atau mini market*


    Berpengalaman

    “Tenang aja, tinggal kita lihat bintang. Gak akan nyasar.”

    Saat masih pacaran, Chi pernah kesasar berdua ma K’Aie. Kesasar di hutan? Enggak, kesasar di Jakarta hahahaha. Tapi Chi masih inget banget dulu lokasinya gelap. Gak tau harus tanya ke mana dan saat itu belum bisa nanya mbah Google. Hp aja belum punya hehehe.

    Tapi Chi percaya aja K’Aie ngomong gitu. Percaya karena K’Aie seorang pecinta alam. Jadi gak tau apa memang K’Aie beneran ngikutin bintang *Dulu langit Jakarta masih kelihatan bintang* atau cuma modus doang, tapi yang pasti setelah berputar-putar akhirnya ketemu juga jalan yang ramai.

    Sekarang pun Chi tenang jalan ma K’Aie karena merasa dia lebih pengalaman. K’Aie juga gak gampang panikan. Nyaman deh kalau jalan-jalan ma seseorang yang lebih berpengalaman.

    [Silakan baca: Perjalanan Menuju Bromo]



    Promo TEMAN


    5 hal di atas bisa dijadikan tips bila teman-teman ingin menjadi teman perjalanan yang asik. Tapi kayaknya Chi harus nambahin 1 lagi, ding. Teman perjalanan yang asik adalah teman yang mau kasih promo.

    Teman-teman pernah menginap di salah satu hotel yang bekerjasama dengan Airy Rooms? Chi pernah menginap di salah satu hotel di Jakarta menggunakan Airy Rooms. Kesan yang Chi dapat, hotelnya cukup nyaman dan harganya juga murah. Ya, kalau teman-teman mencari hotel bujet yang nyaman bisa coba Airy Rooms, deh.

    Tadinya sih pengen cobain hotel di luar kota menggunakan Airy Rooms. Tetapi selain belum ada waktu yang cocok, ke luar kota juga membutuhkan biaya transportasi yang lebih banyak. Apalagi kalau perginya menggunakan pesawat. Makin berhitung deh karena harus dikali 4.

    Kabar menyenangkan, sekarang Airy Rooms tidak hanya bisa untuk booking hotel. Beli tiket pesawat pun sudah bisa dilakukan di Airy. Malah di sini harganya termurah.


    5 Tips Menjadi TEMAN Perjalanan yang Asyik

    Udahlah termurah, sekarang lagi ada promo TEMAN (Terbang Murah dan Nyaman) pula. Bila teman-teman booking tiket pada periode 28-31 Agustus 2017, maka akan langsung mendapatkan diskon hingga Rp125.000,00. Caranya dengan memasukkan kode kupon yang tertera di atas. Kode kupon ini bisa dipakai hingga 2x oleh setiap pelanggan asalkan bookingnya masih pada masa periode.

    Periode terbang 28 Agustus – 31 Desember. Pas banget, tuh! Bakal ada libur semester 1 menjelang akhir tahun. Atau di akhir September juga long weekend, tuh. Promo ini berlaku untuk seluruh rute domestik Airy dengan berbagai pilihan maskapai.

    Teman-teman download Airy apps nya aja dulu (minimal Android versi 1.13.0 atau iOS 1.11.0). Lihat syarat dan ketentuan yang lebih lengkap di sana. Setelah itu langsung deh booking. Promo ini gak bisa digabung dengan promo Airy lainnya, ya.

    Selamat merencanakan liburan!

    Continue Reading
    33 comments
    Share:

    Tuesday, August 22, 2017

    Resep Ayam Goreng Bawang Putih

    Resep Ayam Goreng Bawang Putih

    Ayam goreng bawang putih


    Pertama kali Chi bikin ini atas permintaan K'Aie. Jadi bukan dari googling resep. Caranya sangaaaaatttt mudah.  Bahannya pun cuma 4 yaitu ayam *udah pasti lah ya 😁*, bawang putih, garam, dan minyak goreng.

    Kalau bikin ayam goreng ini, Chi suka sekaligus 2 ekor. Sekalian buat stok beberapa hari. Apalagi kalau lagi kesiangan bangun buat nyiapin bekal. Menu ini tinggal goreng aja. Lumayan lah ada stok buat beberapa hari. Tapi bukan berarti setiap hari makan ayam, ya. Diselingin juga sama menu lain.

    Langsung aja Chi kasih resepnya, ya. *Dibaca juga bagian catatannya ya supaya bawangnya gak hangus

    Bahan:

    • 2 ekor ayam broiler, masing-masing dipotong 8 bagian
    • 1,5 genggam bawang putih, ukuran campur besar dan kecil
    • Garam secukupnya
    • Minyak goreng

    Cara Membuat:

    1. Bersihkan ayam, kemudian tiriskan
    2. Kupas bawang putih, cuci, lalu diparut *menggunakan parutan keju
    3. Campurkan ayam, bawang putih, dan garam. Aduk hingga rata sambil ditekan-tekan daging ayamnya
    4. Diamkan minimal 30 menit, lalu goreng dengan api sedang hingga ayam matang dan berwarna kecoklatan

    Catatan:

    • Untuk bawang putih, Chi gak pernah menghitung berapa siung. Pokoknya dikira-kira aja. Biasanya sih 1,5 genggam. Memang lumayan banyak pakai bawang putihnya
    • Bawang putih bisa dicincang halus, digeprek, diulek, atau diparut. Dari 4 cara itu Chi lebih suka diparut karena rasa bawangnya lebih menyerap ke ayam. Bawang putihnya pun bisa digoreng dan dijadikan taburan.
    • Biasanya daging ayam akan berlumuran bawang putih bila bawangnya diparut. Bersihkan dulu sebelum digoreng *cukup disingkirkan dengan tangan, gak perlu dicuci*
    • Daging ayam perlu dibersihkan dulu sebelum digoreng karena bawang lebih cepat matang daripada ayam. Saat menggoreng pun diperhatikan bila ada bawang yang terbawa bisa diangkat kalau terlihat sudah kecoklatan.
    • Bawang putih parut bisa digoreng sebagai taburan.
    • Bila ingin ada taburan bawang putih, utamakan menggoreng bawang dulu baru ayam. Supaya bawangnya masih terlihat bersih

    Catatan tambahan *setelah membaca beberapa komen*

    • Pengaturan api memang harus pas. Api yang terlalu besar akan mengakibatkan bagian luar lekas matang, sedangkan dalamnya masih mentah. 
    • Kalau bagian luar sudah kecoklatan tapi belum yakin apakah dalamnya juga matang, biasanya Chi masukin oven sekitar 3-4 menit. *Tapi biasanya jarang terjadi, sih
    • Diungkep juga bisa. Kalau diungkep dulu, waktu menggorengnya lebih cepat. Kalau kelamaan ayamnya jadi kering. *Kalau Chi sih lebih suka gak diungkep dulu karena tekstur ayam tetap lembab, mirip kayak ayam goreng tepung
    • Untuk menghilangkan bau bawang putih yang menempel di tangan, setelah tangan dicuci bersih kemudian taburkan sedikit kopi bubuk. Gosok-gosok ke tangan lalu bila hingga bersih. Kopi efektif meninggalkan bau yang gak enak di tangan *gak hanya bawang putih

      Hari raya lalu, Chi bikin ayam goreng bawang putih juga. Praktis tinggal goreng usai sholat Ied 😋

      Continue Reading
      32 comments
      Share:

      Wednesday, August 16, 2017

      Ruang Paling Favorit di Rumah

      Ruang Paling Favorit di Rumah

      “Panas banget sih kamar mu!”

      Untuk kesekian kalinya papah berkata seperti itu kalau ke kamar kami. Chi paling cuma senyum aja atau nyengir. Udah biasa lah dan gak perlu dijelaskan juga.

      Sebetulnya kamar yang kami tempati semuanya menggunakan AC. Tapi papah selalu men-setting AC di kamarnya hingga 16 derajat. Kalau saya paling kisaran 26-27 derajat saja. Ya jelas aja terasa perbedaan suhunya.

      Chi masih inget ketika belum menikah suka tidur di kamar orang tua. Sebetulnya alasannya karena satu-satunya kamar yang ada tv tuh di kamar orang tua. Waktu itu, di kamar orang tua pun satu-satunya tv yang pakai tv kabel pula. Jadi Chi bisa nonton sampai malam kalau numpang tidur di kamar orang tua.

      Kalau udah tidur di kamar orang tua, Chi selalu berpakaian tebal kayak nginep di tempat dingin. Baju tidur tangan panjang, celana panjang, kaos kaki, dan selimut tebal. Brrrr …. Dingiiiiinn!

      Pertama kali Chi punya AC sendiri saat Nai lahir. Itupun dikasih sama orang tua demi cucunya hehehe. Tapi kami gak pernah setting AC sampai sedingin itu. Buat kami yang penting ruangan jadi sejuk. Gak bikin keringetan kalau di kamar. Tapi masih sanggup pakai baju harian (kaos dan celana pendek) tanpa merasa kedinginan.

      Hmmm … Lagipula tinggi rendahnya suhu AC berpengaruh sama tagihan listrik, lho. Tapi Chi gak lagi membahas tentang tagihan listrik, sih. Chi pengen bahas tentang ruang paling favorit di rumah.

      Kamar tidur adalah ruang paling favorit. Di ruang ini, Chi tidak hanya pakai untuk tidur tetapi juga berbagai aktivitas seperti membaca buku, menonton tv, mengobrol dengan suami dan anak-anak, hingga banyak tulisan di blog Chi kerjakan di kamar.

      Ruangan yang sejuk tentu bikin aktivitas menjadi nyaman. Saat ngeblog, ide menulis juga semakin lancar kalau ruangannya sejuk. Gak enak menulis saat keringet bercucuran karena gerah. Rasanya pengap gitu, deh. Makanya Chi suka banget sama kamar tidur sendiri meskipun penataannya gak secantik interior yang instagramable. Tapi yang penting nyaman karena sejuk.

      Untuk menjaga kesejukan kamar, paling secara berkala panggil jasa tukang AC untuk membersihkan. Tapi hati-hati ya kalau pilih teknisi. Chi pernah tuh dapat teknisi yang bandel katanya rusak trus diotak-atik. Setelah kami ganti teknisi ternyata baru ketahuan kalau sebelumnya kami dapat teknisi yang bandel.

      Teman-teman punya ruangan favorit juga, gak? Ruang yang paling bikin mager, ruang yang bikin kita pengen berkreasi terus, atau ruang apapun di rumah kita yang rasanya betah berlama-lama di sana. Chi yakin pasti ada. Cerita-cerita, dong!

      Tapi enaknya sih kalau cerita trus dapat hadiah, ya. Kalau gitu ikutan kontes foto Instagram #BeyondComforting AC Daikin, yuk! Teman-teman tinggal cerita bagaimana rumah menjadi nyaman dan sejuk karena AC di Instagram.

      Iya ini lomba foto di Instagram. Siapkan foto dan caption semenarik mungkin. Siapapun boleh ikut. Hadiahnya? Juara pertama akan mendapatkan e-voucher senilai Rp4.000.000,00. Lumayan banget, kan! Catat periode lombanya ya biar gak ketinggalan, 1-21 Agustus 2017. Untuk syarat dan ketentuan, silakan teman-teman lihat di akun FB ( bit.ly/beyondcomfortingcompetition) atau IG Daikin.

      Yuk, ikutan!


       
      Ruang tamu jadi ruang favorit lain di rumah selain di kamar


      Daikin Indonesia


      Fanpage: Daikin Indonesia
      Instagram: @DaikinIndonesia

      Continue Reading
      42 comments
      Share:

      Tuesday, August 15, 2017

      Lomba Makan Pisang


      Postingan ini tentang celoteh Keke dan Nai yang sudah Chi jadiin status di FB. Sayang juga kalau cuma di FB, mending dijadiin postingan juga.

      14  Agustus 2014

      Hari ini di Sekolah, kegiatannya hanya ikut beberapa lomba

      Keke: "Bun, kelompok Keke kalah lomba makan pisang. Abis temen Keke makan pisangnya lama banget.
      Bunda: "Mungkin enak pisangnya?"
      Keke: "Bukan, Bun. Katanya sih karena dia belum sarapan."

      Jadi, kalau nanti anak-anak ikut lomba ini-itu pastikan udah makan dulu di rumah 😂 Tapi, menang gak menang yang penting semua pertandingannya seru kata Keke dan Nai.

      10 Agustus 2014

      Ngakak lihat kelakuan Keke barusan

      Keke: "Nai, besok kita mulai sekolah. Pasti besok Bunda mulai bergaya yang kayak Syahrini 'I feel free!'"

      Trus Keke ngikutingaya Syahrini yang lagi ngomong kayak gitu 😄

      27 Juli 2016

      Nai: "Bun, 60:12 sama 12:60 itu sama aja, kan?"
      Keke: "Beda, lah. Kalau 12:60 hasilnya nol koma."
      Nai: "Masa?"
      Keke: "Iya. Misalnya ada 12 kue, harus dimasukin ke dalam 60 toples. Pasti gak bisa, kan?"
      Nai: "Bisa, lah. Kan, Kuenya dipotong dulu."
      Keke: "Kalau dipotong dulu berarti gak utuh. Tiap toples gak ada yang dapat 1 kue."
      Nai: "Tergantung kue apa dulu. Ini maksudnya kue kayak kue ulang tahun, kan? Pasti gak bisa, lah. Mana ada kue ulang tahun masuk toples. Harusnya dikotakin."
      Keke: "Ini kan contoh soal."
      Nai: "Ya tapi harus jelas dulu kuenya. Yang bisa masuk toples itu cookies. Kalau kue lain gak bisa."

      Bunda: "Errrgghh! Ini bahas matematika apa bahas kue, sih?"

      *Bunda senewen, anak-anak ngakak*

      Continue Reading
      12 comments
      Share:

      Thursday, August 10, 2017

      Antara Kopi Hijau, Diet, dan Antioksidan

      Antara Kopi Hijau, Diet, dan Antioksidan

      Antara Kopi Hijau, Diet, dan Antioksidan


      Chi pernah bercerita di blog kalau K’Aie adalah seorang pecinta kopi. Setelah bangun tidur, aktivitas yang pertama kali dilakukan adalah membuat kopi. Dulu K’Aie selalu bikin kopi sendiri karena dia selalu punya takaran untuk secangkir kopi hitamnya. Seberapa takaran airnya dan berapa sendok bubuk kopinya. Kadang-kadang ditambahkan sedikit brown sugar dan sebatang kayu manis. Tetapi paling sering kopi hitam tanpa pemanis atau tambahan apapun. Dalam sehari K’Aie bisa beberapa kali ngopi.

      Chi juga suka dengan wanginya kopi. Rasanya pun suka. Hanya saja, Chi harus berhati-hati kalau minum kopi. Kadang suka lemas dan gelisah karena efek kafein padahal frekwensi minum kopi paling secangkir sehari.

      [Silakan baca: Mengurangi Drama Agar Hidup Bisa #ASikTanpaToxic]

      Tetapi sekarang Chi punya cara yang cukup jitu yaitu jangan pernah mengkonsumsi kopi saat perut sedang kosong. Beda banget ma K’Aie yang bisa langsung ngopi setelah bangun tidur. Paling kalau tergoda dengan harumnya kopi dari cangkir K’Aie, Chi icip-icip 1-2 sendok aja dulu. Nanti setelah sarapan baru ngopi. Cara seperti ini biasanya sih gak akan bikin gelisah.

      Beberapa waktu lalu, Chi lagi belanja di supermarket dekat rumah. Biasanya area kopi termasuk yang gak pernah dilewatkan. Nah, Chi sempat melihat ada green coffee. Baru kali ini Chi tau green coffee, kalau white apalagi black coffee sih udah sering lihat. Chi penasaran jadi langsung aja deh browsing tentang green coffee saat itu juga.


      Antara Kopi Hijau, Diet, dan Antioksidan

      Dari hasil browsing, Chi jadi tau bahwa biji kopi yang selama ini warnanya hitam, sebelumnya berwarna hijau. Biji kopi yang berwarna hitam berasal dari proses pemanggangan biji kopi hijau. Pada saat proses pemanggangan, biji kopi tidak hanya berubah warna tetapi akan mengeluarkan berbagai aroma dan rasa yang khas. Itulah kenapa aroma dan rasa kopi juga bisa berbeda-beda karena tergantung dari pengaturan waktu dan suhu pemanggangan.

      Pada saat biji kopi dari buah yang sudah matang mengering, warna bijinya berubah menjadi hijau tetapi belum mempunya rasa dan aroma. Tetapi biji kopi hijau ini memiliki lebih banyak manfaat. Kenapa biji kopi hijau lebih memiliki banyak manfaat? Karena pada saat pemangganan, beberapa zat berkurang kadarnya.

      [Silakan baca: Tips Menjalankan Diet Gak Menyiksa Dengan Slim&Fit]

      Manfaat green coffee adalah menurunkan berat badan, menstabilkan tekanan darah, meningkatkan mood, mengandung zat antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas, dan lain sebagainya. Menarik, ya! Asam klorogenat pada kopi hijau memang lebih tinggi dari biji kopi hitam. Diduga, zat inilah yang memberikan banyak manfaat untuk kopi hijau.

      Biji kopi hijau juga memiliki antioksidan yang lebih banyak. Kita semua tau kalau sekarang polusi di mana-mana. Lingkungan gak lagi sebersih dulu. Antioksidan dianggap mampu menangkal radikal bebas yang berasal dari polusi udara, asupan makanan yang kurang baik, paparan sinar UV, dan lain sebagainya. Antioksidan efektif menangkal berbagai jenis penyakit akibat radikal bebas.

      Antara Kopi Hijau, Diet, dan Antioksidan

      Beli … jangan …. beli … jangan …?

      Chi sempat ragu untuk membeli kopi ini. Di satu sisi, banyaknya manfaat kopi hijau memang menarik banget. Apalagi manfaat menurunkan berat badannya itu, lho. Tapi di sisi lain, Chi suka banget dengan rasa dan aroma kopi. Belum bisa ngebayangin nikmatnya ngopi tanpa aroma dan rasanya yang khas.

      Sebungkus Nescafe Green Blend berisi 10 sachet itu pun kembali Chi simpan di rak supermarket. Yup! Chi masih ragu saat itu walaupun udah sering beli kopi Nescafe untuk varian lain.

      Chi kembali tertarik pengen beli Nescafe Green Blend saat gak sengaja lihat iklannya di salah satu tv lokal. Chi pun mulai cari info lagi di internet dan dapat beberapa review tentang kopi ini. Hmmm … katanya rasanya nikmat. Duh jadi penasaran, nih!

      Tergoda dengan iklan dan beberapa review, tanpa ragu lagi Chi beli 1 bungkus Nescafe Green Blend. Daripada penasaran, mending dicoba! Sebelum dicoba, Chi baca lagi kemasannya. Rupanya dulu ada yang luput dari perhatian.

      Dulu, Chi hanya fokus mencari info tentang kopi hijau. Padahal di kemasan Nescafe Green Blend itu jelas tertulis kata blend. Artinya dalam satu sachet kopi ini tidak hanya ada biji kopi hijau tetapi merupakan perpaduan dengan biji kopi yang disangrai.

      Rasa dan aroma kopinya memang lebih light dibandingkan kopi hitam. Tetapi setidaknya aroma dan rasa khas kopi tetap ada. Sedangkan manfaat yang lebih besar dari biji kopi hijau pun didapat. Ini sih namanya double kenikmatan.

      Chi sekarang gak ragu lagi mengkonsumsi Nescafe Green Blend. Teman-teman begitu juga, kan?

      Antara Kopi Hijau, Diet, dan Antioksidan

      Referensi Green Coffee: 
       
      1. https://www.nescafe.co.id/coffee-culture

      Continue Reading
      80 comments
      Share:

      Monday, August 7, 2017

      Prodia Women's Health Centre Perwujudan Cinta untuk Perempuan Indonesia

      Prodia Women's Health Centre

      Prodia Women's Health Centre Perwujudan Cinta untuk Perempuan Indonesia

      Foto milik: Dwina (IG @dwinayusuf)

      Prodia mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar teman-teman. Prodia bergerak di bidang laboratorium klinik ini sudah ada sejak tahun 1973. Dan saat ini Prodia sudah memiliki laboratorium klinik sebanyak 251 outlet yang tersebar di 104 kota (30 provinsi) di Indonesia. Hal ini menjadikan Prodia sebagai laboratorium klinik terbesar di Indonesia.

      Sejak tahun 2019, Prodia memiliki tema "Love Quality". Merupakan perwujudan agar senantiasa memberikan perbaikan dan pelayanannya kepada pelanggannya sebaik mungkin berdasarkan cinta. Rasa cinta ini pula, pada tanggal 8 Maret 2017, bertepatan dengan International Women's Day, Prodia mendirikan Prodia Women's Health Care (PWHC).


      Prodia Women's Health Centre

      Jum'at (4/8), sekitar 30 perempuan blogger hadir di acara Blogger Gathering Prodia Wowen's Health Centre. Narasumber pada hari itu adalah ibu Rini Budiyanti sebagai Project Manager PWHC dan Dr. dr. Raditya Wratsangka sebagai Dokter Penanggungjawab PWHC.

      Wanita bukanlah makhluk lemah meskipun kadang mudah menangis. Wanita adalah makhluk spesial yang berhak mendapatkan perlakuan istimewa. Dalam lingkup rumah tangga, seorang ibu malah kadang mengabaikan kesehatan diri sendiri asalkan suami dan anak-anak sehat. Tetapi mengurus rumah tangga dengan kondisi tubuh yang tidka fit tentu kurang maksimal hasilnya. Seorang ibu hamil juga harus menjaga kesehatannya agar bayi dikandungannya tetap sehat. Untuk menjaga kesehatan tentulah bukan proses instan. Harus terus dijaga bahkan sejak dini.


      Prodia Women's Health Centre

      Ada beberapa hal yang ditakutkan perempuan. Dua diantaranya adalah kanker dan kesuburan. Banyak cerita bila kanker baru disadari bila stadiunya sudah tinggi. Kalau sudah begitu berarti ranahnya rumah sakit. Sedangkan PWHC adalah klinik khusus perempuan yang bergerak di pelayanan yang sifatnya preventif (pencegahan). Tindakan preventif bisa dimulai dari edukasi, vaksinasi, pap smear, dan lain sebagainya.

      Masalahnya adalah siapa yang bersedia datang ke klinik atau rumah sakit di saat merasa sedang sehat? Ada sih tapi untuk saat ini kebanyakan masyarakat datang ke rumah sakit atau klinik untuk berobat. Suasana rumah sakit, bau obat, bertemu dengan pasien lain, rasanya udah bikin stress sendiri.

      Apalagi perempuan biasanya lebih gampang baper. Misalnya sedang berusaha dikaruniai keturunan kemudian di ruang tunggu duduk di samping perempuan yang sedang hamil, langsung baper. Ketemu dokter yang irit bicara dan seperti selalu terburu-buru padahal banyak yang pengen kita curhatin, juga bikin baper. Akhirnya ke klinik atau ke rumah sakit bukannya dapat solusi malah jadi stress.

      Tapi bila teman-teman datang ke PWHC, hal tersebut tidak terjadi. PWHC mempunyai konsep patient management. Dari mulai datang hingga pulang, mendapatkan pelayanan yang istimewa dari PWHC. Logo PWHC berwarna magenta dan pink. Memang berbeda dengan logo Prodia yang selama ini sudah kita kenal dengan dominasi warna kuning dan hitam. Magenta dan pink dipilih untuk memberi kesan kuat bahwa klinik ini memang khusus untuk perempuan.


      Prodia Women's Health Centre

      Ketika Chi masuk ke dalam, interior dengan nuansa magenta juga terlihat. Pasien akan dilayani dengan ramah mulai dari front office. Tidak tercium bau obat sama sekali di klinik ini. Ruang tunggu dibuat terpisah untuk setiap pemeriksaan. Ruang pemeriksaannya luas dengan berbagai peralatan berteknologi maju. Kita pun gak perlu terlalu lama menunggu karena sudah ditentukan jam kedatangannya. Dan, saat berkonsultasi seluruh dokter di sana akan selalu siap untuk mendengar apapun keluhan pasiennya.

      Prodia Women's Health Centre
      Prodia Women's Health Centre
      Prodia Women's Health Centre

      Klinik ini tidak hanya untuk perempuan dewasa. Remaja perempuan pun bisa datang ke sini untuk berkonsultasi urusan kesehatan. Ada beberapa paket standar berdasarkan range usia. Setelah melakukan paket standar baru ditentukan apakah perlu dilakukan pemeriksaan atau tidak.

      Menderita sakit sama sekali tidak nikmat. Kadang juga harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Jadi sebaiknya kita, khususnya para perempuan, mulai sadar untuk melakukan berbagai tindakan pencegahan. Periksalah kesehatan kita mulai dari sekarang. Yuk!



      Prodia Women's Health Centre


      Jl. Wolter Mongisidi No. 77 (Seberang swalayan Santa)
      Kebayoran Baru, Jakarta

      Phone: 021-72783858

      E-mail: womenshealthcentre@prodia.co.id

      Continue Reading
      18 comments
      Share:

      Friday, August 4, 2017

      Resep Beef Bulgogi

      resep beef bulgogi

      Resep Beef Bulgogi


      Ini cerita tentang hidangan lebaran lalu. Masih boleh kan ya cerita tentang hidangan lebaran. *boleeeeehhh 😂

      Apa hidangan lebaran favorit teman-teman? Rendang, opor ayam, sambal hati sapi, atau hidangan lain? Biasanya hidangan lebaran banyak menggunakan santan. Tetapi, lama-lama blenger juga kalau semuanya bersantan. Ketika bertamu ke rumah sanak saudara pun suka ditawarkan untuk makan. Biasanya menunya serupa, semuanya bersantan. Akhirnya di hari kedua atau ketiga lebaran mulai cari bakso ya, gak? Minimal rebus mie instan lah hehehe.

      Seperti biasa, lebaran pertama selalu Chi habiskan di rumah mertua. Dan karena kondisi kesehatan papah mertua sudah tidak memungkinkan untuk bepergian, jadi sudah 2 tahun terakhir ini Chi merasakan lebaran di Jakarta. Mau lebaran di Jakarta atau di Bandung, biasanya Chi selalu yang ikutan masak kalau di rumah mertua.

      Kalau di keluarga besar Chi kan pasukannya banyak jadi gak ikut bantuin pun gak apa-apa. Di dapur udah rame. Kalau di rumah mertua kan enggak. Perbedaannya lagi, kalau di keluarga besar Chi dari dulu hidangan lebarannya selalu sama, sedangkan di rumah mertua enggak. Makanya beberapa hari sebelum lebaran pun Chi mulai berdiskusi dengan K'Aie. Keke dan Nai juga dilibatkan berdiskusi.

      K'Aie: "Mau masak apa buat lebaran, Bun?"Chi: "Anak-anak pengennya tongseng kambing, Yah."
      K'Aie: "Kalau bisa janganlah. Gerah makan kambing siang-siang."


      Resep Beef Bulgogi

      Setelah berdiskusi kembali, akhirnya diputuskan menghidangkan  ayam goreng bawang putih, nasi kuning, bakwan jagung, sambal goreng, lalapan, dan kerupuk. Gak ada santan sedikitpun untuk hidangan lebaran tahun ini.

      K'Aie: "Gak usah masak rendang, kan?"
      Chi: "Gak usahlah. Di sini kompornya cuma 1, Yah. Inget gak waktu hari apa sampe telat masak buat buka. Abis kompornya cuma 1. Beda ma di rumah, kompornya banyak."
      K'Aie: "Beli kompor dulu apa?"
      Chi: "Cuma buat masak lebaran doang beli kompor? Enggak, ah. Sayang duitnya" *Pelit eh perhitungannya keluar 😅

      Saat Chi menginap di sana waktu bulan Ramadan memang berasa banget kalau 1 kompor aja gak cukup. Biasanya kalau di rumah, masak buat buka puasa paling cepat tuh pukul 4 sore. Di rumah ada beberapa kompor, jadi masak mendekati jam berbuka pun masih keburu. Giliran di rumah mertua, menyiapkan buat buka tuh harus dari pukul 1 siang atau paling lambat pukul 2. Antre diproses masaknya.

      Tapi ya kalau beli kompor lagi cuma untuk masak hidangan lebaran, Chi merasa sayang banget. Sehari-hari kan mamah mertua masaknya udah gak banyak macamnya karena udah sepuh. Porsinya juga cuma sedikit jadi 1 kompor juga cukup. Dan karena jumlah kompor yang terbatas, Chi gak mau ribet masak buat lebaran. Untungnya di sana ada 1 kompor yang udah lama gak dipake trus sama K'Aie diutak-atik. Jadi lumayan lah akhirnya punya 2 kompor.

      Menu lebaran sudah ditentukan, trus mamah mertua minta ada daging. Hmmm... Chi aga keberatan kalau masak rendang. Prosesnya lama banget. Biasanya suka begadang tuh kalau masak rendang. Padahal kan siang harinya setelah sholat ied, kami berencana mau ke Bandung. Kasihan kalau K'Aie harus begadang buat masak rendang, kemudian besoknya dilanjut nyetir ke Bandung.

      Akhirnya diputuskan buat masak Beef Bulgogi aja. Cara bikinnya juga gampang banget. Tinggal potong-potong trus dimarinated. Biarin deh semalaman di kulkas. Malah bagus karena bumbunya semakin meresap ke daging. Setelah sholat Ied baru dimasak. Gak butuh waktu lama, Beef Bulgogi udah matang dan siap disantap. Lumayan mirip dengan beef teriyaki cara memasaknya.

      [Silakan baca: Resep Beef Pepper Rice untuk Menu Hari Raya Iduladha]

      Bahan:

      • 1 kg daging sapi, iris tipis-tipis
      • Wijen sangrai
      • 2 buah bawang bombai, iris tipis
      • 2 batang daun bawang, potong-potong

        Bahan Perendam:

        • 4 sdm madu
        • 6 sdm gula pasir
        • 9 sdm kecap asin
        • 4 sdm minyak wijen
        • 9 siung bawang putih, cincang
        • 2-3 sdm merica hitam, tumbuk kasar
        • 3 ruas jahe, digeprek
        • 10 sdm air
        • Garam *opsional 

          Cara membuat:

            1. Campur seluruh bumbu perendam ke dalam 1 wadah
            2. Masukkan daging dan bawang bombay yang semuanya sudah diiris ke dalam bumbu perendam, aduk rata
            3. Diamkan di dalam kulkas minimal 2 jam. Kalau saya seringnya semalaman
            4. Panaskan wajan teflon
            5. Tumis daging yang sudah diberi bumbu perendam dengan api besar. Aduk-aduk secara cepat
            6. Matikan kompor setelah daging berubah warna dan empuk
            7. Angkat, taburkan daun bawang dan wijen
            8. Sajikan

              Tips:

                1. Supaya daging mudah diiris tipis, maka iris dalam keadaan setengah beku
                2. Saya pernah juga menggunakan Wagyu beef *Sisa daging buat steak tahun baruan 😂* Wagyu beef ini lebih lembut dagingnya sehingga proses memasak jadi lebih cepat
                3. Biasanya saya gak menambahkan garam lagi karena sudah dikasih kecap asin. Tapi bila masih kurang berasa, bisa ditambahkan sedikit garam
                4. Beberapa resep menulis kalau bawang bombay dan juga daun bawang dimasukkan ke dalam bumbu perendam. Tapi, saya memilih tidak mencampur daun bawang ke dalam bumbu perendam. Sedangkan untuk bawang bombay tergantung mood. Kadang saya marinated, kadang enggak. Bila tidak dimarinated, bawang bombay saya masukkan ketika daging sudah berubah warna. Aduk cepat hingga layu, kemudian matikan kompor.

                  Continue Reading
                  24 comments
                  Share: