Senin, 27 April 2020

Tips Menjaga Keluarga Dari Virus Corona

Ketika virus corona masih sebatas berita di media, belum masuk Indonesia, Chi masih agak tenang. Ya memang ada sedikit kecemasan karena wabah ini sudah ada di banyak negara. Tetapi, boleh juga kan berharap kalau di Indonesia pandemi ini tidak terjadi?

tips menjaga keluarga dari virus corona

Tips Menjaga Keluarga Dari Virus Corona


Tenaaang ... tenaaaang ...

Begitu yang Chi katakan kepada diri sendiri ketika wabah akhirnya masuk ke Indonesia. Masih berusaha sepositif mungkin berpikir kalau virus ini akan segera enyah. Saat itu, Chi berpikir sudah banyak negara yang kena, jadi masyarakat Indonesia pasti bisa belajar dari kejadian tersebut. Apalagi mau Ramadhan. Tentunya pengen dong bisa tetap merasakan suasana berpuasa seperti tahun-tahun sebelumnya.

[Silakan baca: Tips Menyambut Ramadhan di Saat Pandemi COVID-19]

Tetapi, ketenangan Chi mulai goyah ketika semakin banyak saja jumlah pasien positif COVID-19 di Jakarta. Duh, bagaimana ini?

Yang bikin Chi sedih adalah saat memikirkan nasib anak-anak. Ada rasa gak tega banget karena mereka harus merasakan seperti ini. Padahal Keke dan Nai sebetulnya santai aja. Malah mereka kesenengan tuh bisa belajar di rumah. Sampai belum pada pengen balik ke sekolah lagi hehehe.

Meskipun Keke dan Nai santai, hati seorang ibu tetap saja menjerit. Pengennya kan mereka bisa tetap beraktivitas normal. Berkegiatan di sekolah. Apalagi Nai baru aja ditunjuk jadi ketua panitia acara lomba Pakibra di sekolah. Di mana acaranya akan diadakan secara nasional. Tentu aja ini merupakan kesempatan emas baginya. Dan karena pandemi ini terancam gagal. Kalaupun diundur tahun depan, ya kemungkinan Nai udah lulus SMP.

Selain gak rela melihat Keke dan Nai yang harus merasakan masa pandemi, Chi juga marah dengan orang-orang yang ignorant. Himbauan physical distancing seperti benar-benar diabaikan oleh mereka yang tidka memiliki empati. Tetap saja berkumpul untuk kesenangan pribadi. Duh, kapan bisa putusnya rantai penularan kalau begini?

[Silakan baca: Tips Menjelaskan Pandemi Virus Corona Kepada Remaja]


Cari Informasi Melalui Halodoc


aplikasi kesehatan halodoc


Lama-lama marah hanya bikin Chi cape hati. Harus mulai cari tau tentang virus corona. Apa bedanya dengan flu? Penularannya bagaimana? Risikonya apa saja? Banyak banget yang ingin Chi ketahui tentang COVID-19.

Tetapi, konten kesehatan tuh termasuk yang banyak hoax. Baru diumumin kalau virus corona masuk Indonesia aja udah banyak yang beropini begini dan begitu. Kadang-kadang beritanya bikin panik. Makanya udah paling bener deh cari dari sumber terpercaya.

Halodoc adalah aplikasi kesehatan yang memberikan solusi terlengkap dan terpercaya bagi kebutuhan masyarakat Indonesia.

 
Setiap kali Chi googling informasi tentang kesehatan, situs Halodoc menempati urutan teratas. Lama-lama bikin penasaran aja. Ternyata, banyak artikel tentang kesehatan di sana yang sumbernya terpercaya dan mudah dipahami oleh masyarakat awam.

Chi pun mulai download aplikasinya. Beneran lengkap layanan yang ada di aplikasi Halodoc. Bahkan juga update dengan permasalahan saat ini yaitu tentang pandemi COVID-19.

chat dengan dokter di aplikasi kesehatan
Masih ada beberapa spesialis kedokteran lain yang bisa chat di Halodoc

Di masa pandemi ini, mau keluar rumah rasanya udah kayak ke medan perang. Segala perlengkapan untuk proteksi diri harus komplit. Paling was-was kalau pengen konsultasi ke dokter. Di Halodoc, teman-teman bisa konsultasi secara online, lho. Di sini pun bisa beli obat tanpa harus ke apotek.

Penasaran tentang virus corona?

informasi covid 19 halodoc

Di Halodoc tidak hanya banyak artikel yang akan menjelaskan tentang virus corona. Teman-teman juga bisa periksa COVID-19 untuk diri sendiri dan keluarga. Nanti akan diberikan sejumlah pertanyaan. Bisa juga melakukan rapid test dengan perjanjian.

Beneran lega deh kalau ada aplikasi dan situs seperti ini. Ya ini salah satu tips menjaga keluarga dari virus corona. Mencari informasi tentang kesehatan memang gak boleh asal-asalan, ya. Kesehatan bukan hal main-main. Semoga pandemi segera berlalu dna kita semua tetap sehat. Aamiin

Continue Reading
58 komentar
Share:

Minggu, 19 April 2020

Tips Menyambut Ramadhan di Saat Pandemi COVID-19

"Bun, Ayah merasa akhir-akhir ini kayak Ramadhan. Bunda gitu, gak?"
"Iya, sama. Malah udah dari beberapa hari yang lalu berasanya."

Tips Menyambut Ramadhan di Saat Pandemi COVID-19



Itu obrolan kami beberapa minggu lalu. Waktu awal-awal dihimbau untuk di rumah aja. Malah belum ada aturan PSBB.

Gak tau kenapa kami berdua kompakan merasa karantina ini seperti Ramadan. Apa karena suasananya lebih sepi dari biasanya. Jadi agak syahdu kayak Ramadan. Gak tau lah kenapa. Tetapi, yang jelas kami merasa seperti itu.

Ada yang merasa kayak Ramadhan juga, gak?

Mau berasa atau enggak, biar bagaimanapun Ramadan sudah di depan mata. Tinggal menghitung hari, Insya Allah seluruh umat Islam akan menjalani ibadah puasa.


Prioritas Jaga Iman



Beberapa hari lalu, Chi belanja di Farmer's. Trus, lagu yang diputar di supermarket itu lagu-lagu Ramadan Bimbo. Chi langsung baper, dong. Berusaha jangan sampai menangis. Malu lah di tempat umum hehehe.

Sejak dulu, Chi meyakini kalau Ramadan adalah waktunya untuk latihan memperkuat keimanan. Sisa 11 bulan setelah itu adalah masa prakteknya. Apakah hasil selama 1 bulan itu akan berdampak ke 11 berikutnya atau tidak. Bagusnya sih setelah bulan Ramadan pergi, kita menjadi semakin baik.

Menjalani ibadah Ramadan di Indonesia memang menyenangkan. Tidak hanya waktunya yang selalu konsisten. Coba deh bandingin bulan puasa di negara yang ada musim dingin dan panas. Kalau di Indonesia kan dari dulu segitu-gitu aja waktunya.

Belum lagi kalau bicara tentang berburu tajil. Duh banyak banget deh yang jualan menu buka puasa di mana-mana. Dari mulai pedagang yang memang biasa jualan makanan hingga penjual dadakan.

Tapi, kemungkinan besar kali ini Ramadan akan kita jalani lebih spesial. Sepertinya kita semua akan menjalani Ramadan yang sepi. Tidak ada ngabuburit untuk cari menu buka puasa atau sekadar main ke luar. Bahkan kita semua mungkin gak bisa tarawih di masjid. Itu semua karena saat ini terjadi pandemi COVID-19. Semua masyarakat dihimbau untuk physical distancing. Jaga jarak dulu dan jangan berkerumun.

Sedih? Pastinya!

Makanya menurut Chi, memperkuat keimanan di Ramadan tahun ini menjadi prioritas banget. Bahkan sebelum Ramadan tiba, baper-bapernya udah mulai berasa. Pengennya sih wabah udah lenyap sebelum Ramadan. Tetapi, kelihatannya belum ada tanda-tanda Indonesia mengalami penurunan setelah masa puncak. Ya, meskipun tidak ada yang tidak mungkin apabila Allah sudah berkehendak.

Chi lebih memilih semakinberusaha menjaga iman. Manfaatkan ujian ini dengan mendapatkan hikmah sebanyak-banyaknya. Mudah-mudahan dengan ujian ini membuat ibadah Chi dan keluarga lebih baik. Berdoanya lebih khusyuk lagi.

Ya mungkin aja selama ini puasa Chi masih banyak tidak tepatnya. Masih lebih banyak dapat haus dan laparnya aja. Setelah waktunya berbuka, makan masih lumayan bablas. Mau ibadah masih ada malasnya.


Back to Content ↑


Jangan Lupa Jaga Imun



Cuaca akhir-akhir ini mudah berubah-ubah. Kadang-kadang seharian hujan. Tetapi, kadang-kadang siangnya berasa terik dan malamnya gerah.

Kondisi begini bikin tubuh manusia rentan sakit. Mudah terkena batuk pilek. Malah penyakit DBD pun mulai mengintai.

Makanya penting banget menjaga imunitas tubuh supaya tetap kuat. Apalagi begitu wabah Corona merebak di Indonesia. Selain tetap menjalankan himbauan physical distancing, menjaga imun juga semakin penting. Kabarnya virus yang masuk ke dalam tubuh bisa dilawan bila imunitas tubuh kita kuat.

Back to Content ↑


Makanan Bergizi dan Seimbang

Ya, dalam kondisi saat ini mayoritas masyarakat di seluruh dunia sedang mengencangkan ikat pinggang. Bersyukurlah kita yang masih bisa makan 3x sehari plus camilan. Meskipun menunya mungkin harus mengalami perubahan.

Membuat menu bergizi dan seimbang tidak harus dari bahan-bahan yang mahal, kok. Bahan-bahan yang ada di pasar juga banyak yang bergizi.

Untuk ide masaknya, coba deh googling dari sekarang. Bisa juga lihat di media sosial. Chi lihat sejak pada di rumah aja banyak yang kreatif dan berbagi ide mengolah masakan.

Mengkonsumsi suplemen juga bagus. Tetapi, memang tidak menjadi konsumsi harian kami meskipun tetap menyediakan stok suplemen di rumah. Disesuaikan aja dengan kebutuhan tubuh. 

[Silakan baca: Resep Perkedel Bayam]

Back to Content ↑


Berolahraga

Udah naik berapa kilogram selama pada di rumah aja? Hihihi

Alhamdulillah kami berat badannya stabil. Kalau dibilang menahan makan sebetulnya enggak juga. Malah jadi banyak ngemil meskipun tetap terukur.

Kuncinya ada di olahraga. Gak sulit meminta anak-anak untuk tetap berolahraga karena memang dasarnya juga mereka sudah aktif dan cukup rutin olahraga, apalagi Keke. Hanya saja selama masa pandemi COVID-19 ini tempat olahraganya berubah. Biasanya kami olahraga di GOR kali ini di rumah aja.

Kalaupun gak berolahraga, kami menyibukkan dengan aktivitas lain. Biar gak ngemil melulu hahaha. Di rumah aja memang gak membuat kami selalu jadi kaum rebahan. Malah bisa jadi lebih banyak geraknya.

Ya kalau Chi memang tidak banyak perubahan aktivitas karena sehari-hari juga lebih banyak di rumah. Tetapi, K'Aie malah jadi lebih banyak bergerak. Kalau sehari-hari di kantor kan lebih banyak duduk. Sekarang ini selama masa work from home, K'Aie banyak berada di halaman untuk mengurus tanaman.

[Silakan baca: Olahraga Gak Cuma Bikin Badan Bugar]

Back to Content ↑


Mengelola Stress

Kita semua dianjurkan untuk tetap berpikiran positif agar kekebalan tubuh tetap terjaga. Tetapi, sebetulnya memiliki perasaan lain seperti marah dan sedih juga gak apa-apa, kok. Apalagi dalam kondisi seperti ini.

Hanya saja memang jangan sampai berlebihan. Terlalu capek hati dan pikiran hingga kekebalan tubuh menurun. Atau malah terlalu positif sampai malah jadinya menyepelekan. Sewajarnya aja, lah. Tetap berpikir positif, tetap harus waspada karena wabah pandemi ini bukan becandaan.

Chi lebih setuju untuk mengelola stress. Ketika sedang stress, tubuh memproduksi hormon kortisol. Semakin tinggi hormon ini diproduksi, maka imun tubuh semakin lemah. Itulah kenapa stress perlu dikelola.

Meskipun Chi punya 2 anak remaja yang moodnya sedang turun-naik, tetapi sebetulnya yang rentan terkena stress di masa pandemi ini adalah Chi sendiri. Makanya bersyukur banget punya support system yang saling mendukung. Pada paham kalau Chi sedang sedih.

[Silakan baca: Tips Menjelaskan Pandemi Virus Corona Kepada Remaja]

Memiliki hobi juga bisa termasuk salah satu solusi mengelola stress. K'Aie senang bercocok tanam. Sejak di rumah aja, berbagai tanaman di rumah malah semakin terurus. Kalau sebelumnya kan hanya punya waktu mengurus sebelum berangkat kerja, pulang kantor, dan akhir pekan. Sekarang K'Aie makin sering tuh ada di halaman buat mengurus tanaman-tanamannya.

Keke asik main game online dan musik. Kadang-kadang dia nonton Netflix. Nai semakin asik bermain dengan make up dan membuat berbagai kerajinan tangan. Sekarang juga dia lagi mendekor dinding kamar buat dijadiin background foto yang unik. Sedangkan Chi berusaha mencari kesibukan dengan tetap membuat postingan organik. Jangan sampai blog jadi debuan. Mending banyakin konten aja hehehe.

People who can't control themselves try to control others - Will Bowen

Media sosial rentan banget bikin kita jadi stress. Lihat ada yang share berita tentang Corona, langsung misuh-misuh karena dianggap nakut-nakutin. Ada yang upload makanan, ngomel juga karena dianggap gak empati. Ah, bikin orang lain jadi serba salah!

Menurut Chi, daripada kita ngatur-ngatur orang lain, mendingan atur diri sendiri dulu. Karena seharusnya kita lah yang paham tentang diri sendiri. Selain itu di medsos kan juga udah banyak pilihan seperti hide hingga unfollow/unfriend. Kalau terus misuh-misuh malah nantinya capek hati sendiri.

Ya bukan berarti gak boleh juga melakukan kritik. Ini harus bisa membedakan mana kritikan dan sekadar ngomel-ngomel. Kalau misalnya kita melihat seseorang share berita hoax, boleh banget tih dikritik kalau memang sanggup. Tetapi, kalau ada rasa gak enak hati, tinggalin aja.

Back to Content ↑


Istirahat yang Cukup

Nah kalau ini, masih peer banget buat Chi. Seringkali masih harus menegur diri sendiri. Masih aja suka begadang dan kurang istirahat.

Selama pada di rumah aja karena pandemi COVID-19 pun, Keke dan Nai ikutan larut malam tidurnya. Kalau kata Keke, penyebabnya karena kurang capek. Jadinya gak merasa mengantuk.

Ada benernya juga pendapat Keke. Di awal-awal, mereka jadi kaum rebahan banget. Gak aktif bergerak. Makannya pun tanpa kenal waktu. Tetapi, setelah semua mulai teratur dan rutin olahraga lagi, mulai tertib juga istirahatnya. Ya meskipun masih tetap lebih larut malam dari hari-hari normal. Tetapi, setidaknya udah gak kebablasan lagi. Tinggal Chi dan K'Aie aja nih yang masih suka bablas.

Semua tips di sini sebetulnya udah bisa dilakukan sejak sekarang. Gak perlu menunggu Ramadhan tiba. Nanti saat mulai berpuasa, tinggal menyesuaikan dengan waktu aja. Setelah itu pun masih bisa tetap dilakukan.

[Silakan baca: Tips Memasak Hemat dan Nyaman Saat di Rumah Aja]

Ya mudah-mudahan aja setelah masa pandemi kita semua tetap sehat dan menjadi lebih konsisten menjalan gaya hidup sehat. Keimanan pun menjadi lebih kuat. Aamiin.

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Mohon maaf lahir dan batin, ya.

Keterangan: Foto-foto di artikel ini, bukan foto terbaru. Saat ini, kami semua sedang di rumah saja. Foto-foto ini adalah kegiatan kami sekeluarga saat ikut berpartisipasi bersih-bersih masjid Istiqlal pada tahun 2017


Back to Content ↑

Continue Reading
70 komentar
Share:

Jumat, 17 April 2020

Sambut Ramadan untuk Tetap #YakinMelangkah dengan NIVEA Hijab

Sudah berapa lama di rumah aja? Chi malah udah mulai malas menghitung sudah berapa lama ada di rumah. Bukan karena sehari-hari sudah di rumah. Tetapi, Chi malah merasa jadi semakin stress dan tidak bisa banyak melakukan apapun kalau hanya menghitung hari. Bawaannya malah jadi males melulu.

#YakinMelangkah, nivea hijab series

Sambut Ramadan untuk Tetap #YakinMelangkah dengan NIVEA Hijab


Makanya Chi sekarang udah gak mau lagi menghitung hari. Mulai mengelola stress lebih baik lagi. Salah satunya dengan mulai melakukan perawatan diri lagi.


Di Rumah Aja Bukan Berarti Hanya Diam


Akhirnya Chi memutuskan untuk tetap produktif selama berada di rumah aja pada masa pandemi COVID-19 ini. Chi tetap melakukan kegiatan harian yang selama ini sudah dilakukan. Melakukan pekerjaan rumah seperti memasak untuk keluarga. Juga tetap berusaha konsisten membuat konten organik di blog.

Sebentar lagi umat Islam akan menunaikan ibadah Ramadan. Awalnya lumayan baper kalau ingat Ramadan kali ini kemungkinan besar akan berbeda karena virus Corona. Kemudian Chi ngobrol sama Keke. Kami berdiskusi tentang aktivitas selama Ramadan, termasuk tetap berolahraga. Jadi beneran gak ada ala untuk rebahan melulu selama di rumah aja.


NIVEA Hijab Series, Produk Terbaru untuk Para Hijabers


produk terbaru nivea untuk para hijaber

Tetapi, berasa gak sih kalau akhir-akhir ini cuaca lumayan gerah? Gak bergerak aja rasanya udah keringetan. Apalagi kalau banyak gerak.

Memang gak heran kalau kita mudah berkeringat, bahkan menimbulkan bau tubuh kurang sedap saat sedang beraktivitas. Itu karena Indonesia merupakan salah satu negara tropis dengan suhu dan kelembapan yang tinggi. Apalagi buat para hijabers yang berpakaiannya harus tertutup saat keluar rumah.

“Karena sebagian besar permukaan kulitnya bersentuhan dengan bahan pakaian, para hijabers membutuhkan perawatan kulit ekstra untuk tetap nyaman dalam melakukan berbagai aktivitas, baik di dalam maupun di luar ruangan. Disarankan untuk memilih produk perawatan yang formulanya lembut di kulit serta memiliki manfaat melembabkan dan menyejukkan," ujar dr. Listya Paramita, Sp.KK, Dokter Spesialis Kulit

Jakarta, 15 April 2020, NIVEA Whitening Hijab Fresh Deo dan NIVEA Extra White Hijab Cooling Body Serum diluncurkan. di Indonesia. Produk yang sudah memiliki sertifikat halal ini tidak hanya dari pemilihan bahannya saja. Tetapi, juga hingga proses pengolahannya.

Selama 100 tahun kiprahnya, NIVEA memang terus berinovasi memproduksi berbagai produk perawatan kulit terbaik untuk seluruh konsumen di dunia. Dan kebutuhan setiap konsumen bisa berbeda-beda. NIVEA terus berkomitmen untuk melakukan inovasi.

Menurut Sally Marryta Diantiny, Senior Brand Manager NIVEA Indonesia, “Lebih dari 40% konsumen NIVEA Indonesia adalah wanita berhijab atau yang lebih sering dikenal dengan panggilan hijabers. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kepercayaan mereka, NIVEA menghadirkan dua produk terbaru yaitu NIVEA Whitening Hijab Fresh Deo dan NIVEA Extra White Hijab Cooling Body Serum. Dihadirkan untuk menjawab kebutuhan perawatan kulit para hijabers sehingga mereka bisa lebih percaya diri dalam menjalani perannya sekaligus berjuang menggapai mimpi-mimpi yang ingin diraih."

kelebihan nivea hijab series

Saat peluncuran tersebut, NIVEA Indonesia mengeluarkan kampanye bertajuk #YakinMelangkah. Kampanye ini adalah bentuk apresiasi bagi para hijabers Indonesia yang tangguh menghadapi berbagai rintangan saat berusaha menggapai mimpi.

Mimpi yang diraih tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat lainnya. Untuk itu, NIVEA Indonesia juga menampilkan 4 sosok hijaber inspiratif yaitu

  1. Hamidah Rachmayanti, mengajak hijaber lainnya untuk bersama-sama menjalankan usaha kopi
  2. Heni Sri Sundari, selain masih menempuh bangku kuliah juga membantu ribuan anak kurang mampu untuk bisa mendapatkan pendidikan yang layak
  3. Qonitah Al Zundiah, pecinta fashion yang juga memproduksi juga menghasilkan produk ramah lingkungan
  4. Puti Karina Puar, illustrator yang selalu membuat karya positif dan mendapatkan Emmy Awards untuk video perdamaian

Apa yang sudah dilakukan 4 sosok hijaber inspiratif ini tentu saja menghadapi berbagai rintangan. Tetapi, mereka tetap #YakinMelangkah untuk menggapai impian. Semoga apa yang dilakukan oleh keempat sosok ini bisa menginspirasi hijabers lainnya.


Review NIVEA Whitening Hijab Fresh Deo dan NIVEA Extra White Hijab Cooling Body Serum


nivea whitening hijab fresh

Chi sudah mencoba kedua produk terbaru NIVEA Hijab series ini. Kalau untuk NIVEA Whitening Hijab Fresh Deo ada 2 varian yaitu roll on dan spray. Chi cobain yang roll on. Wangi ekstrak bunga sakuranya enak banget. Berasa segar ketika mencium wanginya.

Tidak ada kandungan alkohol pada produk NIVEA Whitening Hijab Fresh Deo. Menjadikan formulanya lebih lembut ke kulit. Kandungan vitamin C membuat kulit ketiak lebih cerah.

nivea extra white hijab cooling body serum

Untuk NIVEA Extra White Hijab Cooling Body Serum, tekturnya tidak cair. Tetapi, juga tidak terlalu kental. Ketika dioleskan ke kulit, tidak menimbulkan efek lengket dan mudah sekali menyerap. Wangi dari ekstrak lotus terasa menenangkan dan juga tahan lama.

Kandungan vitamin C hingga tingkat kemurnian 95% juga dapat membantu mencerahkan kulit. Semakin lengkap dengan UV filter yang berfungsi untuk melindungi kulit.

harga nivea hijab series

Satu hal lagi yang Chi suka dari body serum ini adalah dilengkapi dengan cooling technology. Perpaduan peppermint dan menthol membuat produk ini terasa sejuk ke kulit. Bikin nyaman ketika beraktivitas meskipun siang hari berasa terik.

Mulai April 2020, kedua produk Nivea Hijab series ini sudah ada di berbagai toko offline dan online. NIVEA Whitening Hijab Fresh Deo roll on dijual dengan harga Rp10.000,00 (25ml) dan Rp22.400,00 (50ml) sedangkan yang spray dijual seharga Rp43.400,00 (150ml). NIVEA Extra White Hijab Cooling Body Serum dijual seharga Rp39.900,00.

Yuk, tetap aktif selama masa pandemi COVID-19. Terus melakukan perawatan tubuh dan percaya diri dengan versi masing-masing supaya tetap #YakinMelangkah.

Continue Reading
34 komentar
Share:

Senin, 13 April 2020

Resep Perkedel Bayam

Berbagi menu bayam lagi. Chi udah ceritain di postingan sebelumnya kalau Keke dan Nai memang gak suka sayur bening bayam sampai sekarang.

Pertama kali Chi mengenalkan bayam ke anak-anak memang dengan membuat sayur bening. Alasannya tentu aja karena mudah dibuat. Eh, gak taunya mereka gak suka. Berkali-kali bikin, tetap aja dilepeh. Padahal tekturnya udah disesuaikan dengan kemampuan mengunyah mereka saat itu.

resep perkedel bayam

Resep Perkedel Bayam


Awalnya Chi bingung kenapa Keke gak suka dengan sayur bening bayam. Padahal kalau dikasih makan menu lain kayaknya lahap aja. Setelah berkali-kali dicoba dan gagal terus, Chi mulai coba mengolah bayam dengan  cara lain. Kalau smapai gagal juga baru deh menyerah.

Olahan bayam pertama selain sayur bening yang coba Chi buat adalah perkedel kentang bayam. Alhamdulillah, Keke langsung suka. Gak hanya perkedel bayam aja, berbagai olahan dari sayur ini juga anak-anak suka. Berarti fix nih anak-anak hanya gak suka dibuat sayur bening. Bukan gak suka sama bayamnya.

Kejadian ini terulang lagi ketika Nai mulai MPASI. Tetapi, saat giliran Nai udah gak bingung. Chi langsung bikin aja menu lain selain sayur bening.

[Silakan baca: Easy Cheesy Spinach]

Bahan-Bahan

  • 4 buah kentang ukuran sedang
  • 1/2 ikat bayam. Cuci bersih kemudian diblender sebentar dengan sedikit air
  • 1 butir telur
  • Garam 
  • Minyak goreng


Cara Membuat:

  1. Setelah kentang dikupas kulit dan dicuci bersih, kemudian dipotong kotak-kotak besar. 1 kentang @8 potong.
  2. Panaskan minyak dan masukkan kentang yang sudah dipotong
  3. Goreng hingga kentang berkulit. Angkat
  4. Ulek halus kentang yang sudah digoreng
  5. Pindahkan kentang yang sudah diulek ke dalam wadah yang bersih
  6. Tambahkan bayam yang sudah dihaluskan
  7. Masukkan telur dan beri sedikit garam. Kemudian aduk rata
  8. Panaskan minyak. Masukkan kentang yang sudah dibulat-bulatkan
  9. Setelah warna perkedel coklat keemasan, angkat. Tiriskan
  10. Sajikan

Tips:

  1. Alternatif lain selain menggoreng kentang yang sudah dipotong bisa dikukus atau direbus. Chi sudah coba ketiganya. Tetapi, menurut kami paling lezat digoreng dulu sebentar
  2. Selain diblender, bayam bisa juga dicincang halus. 
  3. Kalau memilih diblender, cukup sebentar aja supaya tetap ada tekstur bayamnya. Airnya juga jangan kebanyakan. Nanti perkedelnya kelembekan.
  4. Ada cara lain untuk mencampurkan telur yaitu masukkan kuningnya saja. Sedangkan putihnya dipakai untuk melapisi perkedel yang sudah dibulatkan sebelum dimasukkan ke minyak panas. Chi lebih memilih mencampur semua saja biar praktis
  5. Jangan keseringan bolak-balik perkedel saat sedang digoreng. Nanti malah hancur. Tunggu sampai 1 sisi berwarna coklat keemasan, kemudian balik.

resep perkedel bayam

Resep yang Chi pakai ini cukup untuk sekali makan, ya. Makanya pakainya hanya 1/2 ikat bayam. Perkedel ini juga bisa untuk makanan utama hingga camilan. Sore-sore saat semua sedang di rumah aja di masa pandemi COVID-19 ini, menu ini bisa jadi camilan yang enak dan mengenyangkan.

[Silakan baca: Tips Memasak Hemat dan Nyaman Saat di rumah Aja]

Continue Reading
26 komentar
Share:

Sabtu, 11 April 2020

Hellofit Peduli Tenaga Medis

Sudah berapa lama kita di rumah aja? Sudah mulai lupa hari? Sudah mulai bosan? Rasanya kangen banget beraktivitas seperti kehidupan normal, kan?

hellofit peduli tenaga medis

Hellofit Peduli Tenaga Medis


Sabar, ya. Ujian ini memang berat buat hampir semua umat manusia. Tetapi, di luar sana juga ada garda terdepan yang sedang berusaha keras untuk kita semua. Demi kebaikan semua manusia.


Launching Aplikasi Hellofit dan Penyerahan Bantuan APD untuk Tenaga Medis


bantuan apd hellofit untuk tenaga medis, aplikasi kesehatan digital

Jumat (10/4) startup  Hellofit resmi meluncurkan aplikasi kesehatan digital di rumah dinas Walikota Solo. Acara peluncuran ini juga  diwarnai dengan pemberian donasi untuk para tenaga medis di Solo. 

Donasi senilai Rp500 juta yang dikirim dalam bentuk 10 ribu hand sanitizer, 100 set APD, 100 buah kacamata pelindung, 10 ribu lembar masker, dan 2.000 pasang sarung tangan resmi diserahkan kepada bapak FX Hadi Rudyatmo, Walikota Solo.

Memberikan bantuan kepada para tenaga medis karena didasari atas keprihatinan yang sangat mendalam. Saat ini tenaga medis adalah para pejuang yang sedang berperang di garis terdepan untuk melawan COVID-19. Tetapi, faktanya masih banyak terjadi di mana para pejuang ini tidak dilengkapi dengan peralatan yang memadai.

launching hellofit, donasi untuk tenaga medis

Vincent Geraldi adalah seorang pemuda kelahiran Semarang. Oleh karenanya peluncuran Hellofit pun dilakukan di salah satu kota di Jawa Tengah. Selain itu Solo menjadi tempat launching dan pemberian donasi perdana Hellofit juga didasari dengan alasan kota ini mampu mencegah dan mengendalikan penyebaran virus Corona dengan baik.

Tetapi, pemberian bantuan tidak akan berhenti di Solo saja. Dalam waktu dekat juga akan ada donasi di Semarang dan Jakarta.

"Do manuto, agar kita semua selamat melewati pandemi COVID-19," ujar bapak FX Hadi Rudyatmo, Walikota Surakarta.

Pada acara ini Walikota Solo mengucapkan rasa terima kasih kepada Hellofit serta merasa bangga karena ada anak muda yang tergerak untuk membantu.Pandemi COVID-19 ini memang bisa diberantas bila kita semua bekerjasama. Lebih lanjut dikatakan bahwa sebagai masyarakat seharusnya peduli dan patuh terhadap himbauan pemerintah. Jangan menambah beban para tugas mereka yang sedang berada di garda depan.


5 Fakta Tentang Aplikasi Kesehatan Hellofit


fakta tentang aplikasi hellofit

Melawan COVID-19 tuh gak bisa sendiri-sendiri. Semua lini harus saling bekerjasama. Ketika garda terdepan sedang berjuang, bukan berarti kita yang saat ini sedang di rumah saja hanya sibuk rebahan.

Akhir-akhir ini semakin akrab dengan himbauan untuk rajin cuci tangan, etika batuk/bersin, dan physical distancing. Cara ini memang dianggap efektif untuk melindungi diri sendiri dan orang lain agar wabah Corona tidak menyebar semakin luas.

Meskipun kabarnya penyakit ini termasuk self limiting desease alias bisa sembuh dengan sendirinya asalkan imunitas tubuh kuat, bukan berarti menganggap remeh, ya. Penyebarannya yang sangat cepat itu yang dikhawatirkan. Dan tidak semua orang memiliki imunitas tubuh kuat.

Hari ini (Jum'at, 10/4) bertempat di rumah dinas Walikota Solo, resmi diluncurkan aplikasi layanan kesehatan bernama Hellofit. Aplikasi kesehatan asli Indonesia ini akan memberikan akses seluas-luasnya untuk pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat.

Kesehatan adalah prioritas utama bagi manusia. Menurut Vincent Geraldi, CEO dan Founder Hellofit, apalah artinya harta bila tubuh tidak sehat. Dengan diluncurkannya aplikasi Hellofit juga diharapkan semakin tinggi kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan.


Layanan Konsultasi Kesehatan

“Layanan kesehatan di Indonesia bukan saja masih kurangnya dokter, tetapi juga masih minimnya literasi tentang kesehatan,” kata Vincent Geraldi, CEO dan Founder Hellofit

Kecemasan di masa pandemi COVID-19 ini bisa semakin berlipat ganda. Kalau tadinya batuk atau pilek dianggap sesuatu yang biasanya, sekarang bisa menjadi cemas. Bahkan melihat orang bersin aja bisa dianggap horror.

Di sisi lain informasi tentang kesehatan yang beredar di dunia maya juga belum tentu benar. Hoax semakin bertebaran di masa pandemi ini. Kalau kita mudah percaya, bisa berakibat fatal bagi kesehatan. Yup! Masih banyak masyarakat yang literasi kesehatannya rendah.

Bagusnya memang bertanya langsung ke dokter. Tetapi, di masa pandemi ini kan mayoritas masyarakat dihimbau untuk di rumah aja. Lagipula mau ke dokter juga ngeri. Khawatir di perjalanan pergi dan pulang atau selama di klinik/rumah sakit terpapar virus.

Aplikasi Hellofit memungkinkan masyarakat untuk berkonsultasi dengan dokter secara digital. Kalau bisa konsultasi dengan dokter kan informasi yang didapat tentunya valid. Gak ada deh tuh informasi hoax.


Siap Layani 24 Jam di Mana Saja

Masyarakat bisa berkonsultasi kapan pun dan di manapun. Tanpa dikenakan biaya pula alias gratis. Seneng banget kan kalau begini. Jadi berasa punya sahabat setia yang mengerti kecemasan kita dan bersedia menjadi dokter pribadi.


Usung Misi Sosial

logo hellofit

Nah ini kelebihan dari Hellofit. Aplikasi ini mengusung misi sosial. Dengan semangat saling berbagi, Hellofit juga akan membebaskan pembelian obat bagi masyarakat tidak mampu.

Logo Hellofit berbentuk hari, memiliki filosofi bahwa rasa semua niat baik berasal dari rasa kasih dan empati.

Penyaluran Dana Bantuan

penyaluran dana bantuan hellofit

CSR Hellofit akan terus memberikan bantuan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan. Langkah pertama yang bertepatan dengan peluncuran aplikasi ini adalah memberikan donasi berupa berbagai perlengkapan yang dibutuhkan bagi para tenaga kesehatan.


Bisa Pesan Obat

Saat ini, layanan di aplikasi Hellofit baru konsultasi dokter gratis. Tetapi, ke depannya akan terus dikembangkan berbagai fitur yang akan memudahkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya adalah fitur beli obat secara online. Kita cukup pesan dari rumah dan obat akan diantar.

Apa yang sudah dilakukan oleh Hellofit memang menginspirasi. Sebagai masyarakat kita bisa ikut bantu memberikan donasi. Dan itu bisa kita lakukan meskipun di rumah aja.

Bila ingin lebih mengenal tentang Hellofit, bisa lihat di hellofit.id. Download juga aplikasinya di Google Play Store untuk pengguna Android.

hellofit aplikasi kesehatan digital

Continue Reading
48 komentar
Share:

Selasa, 07 April 2020

Easy Cheesy Spinach

Keke dan Nai sebetulnya bukan termasuk anak-anak yang picky eater. Hampir semua makanan yang Chi bikin sejak mereka mulai MPASI, dimakan dengan lahap, kecuali bayam.

easy cheesy spinach, menu rumahan praktis

Easy Cheesy Spinach


Awalnya, Chi bingung kenapa mereka susah sekali disuruh makan bayam. Selalu aja dilepeh. Udah coba dihalusin saat mereka baru belajar makan, tetap aja gak mau. Padahal Chi termasuk yang suka masak sayur bening bayam karena mudah banget.

Beberapa resep sayur bening bayam udah Chi coba. Tetap aja gagal. Sampai Chi berpikir kayaknya memang anak-anak gak suka dengan bayam.

Ternyata, Chi salah. Keke dan Nai bukannya gak suka bayam. Tetapi, mereka gak suka kalau dibuat sayur bening. Mungkin berasa anyep atau gimana kali. Ya, Chi pun begitu. Meskipun suka masaknya karena praktis, tetapi juga kurang menyukai rasanya.

Keke dan Nai suka bila bayam diolah dengan cara lain. Salah satunya adalah dengan membuat Easy Cheesy Spinach. Ini rasanya gurih dan creamy. Keke dan Nai suka banget makannya. Bikinnya juga gak sulit. Resep ini termasuk menu rumahan praktis.

[Silakan baca: Tips Memasak Aman dan Nyaman Saat di Rumah Aja]

Bahan-Bahan

  • 1/2 Bawang bombay ukuran kecil - iris
  • 1 siung bawang putih - cincang
  • 1 sdm margarine
  • 1 ikat bayam
  • 1 cangkir susu cair
  • 1/2 kotak keju cheddar - parut
  • Garam secukupnya

Cara Membuat:


  1. Panaskan margarine.
  2. Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum.
  3. Masukkan susu cair, biarkan agak mendidih
  4. Tambahkan keju. Aduk cepat
  5. Masukkan bayam dan beri sedikit garam.
  6. Angkat dan sajikan

Catatan:

  1. Resep aslinya menggunakan cooking cream dan unsalted butter. Tetapi, Chi jarang menyimpan 2 bahan ini. Makanya diganti dengan susu cair dan margarine.

Menu yang menggunakan bayam lainnya yang pernah Chi tulis di blog ini adalah Salmon en Croute. Pastry yang diisi salmon dan bayam. Untuk bayamnya agak mirip dengan easy cheesy spinach. Hanya saja tidak berair.

Masih ada beberapa menu bayam lainnya yang akan Chi tulis. Gak semuanya creamy dan cheesy, kok. Tetapi, pastinya gak disayur bening karena Keke dan Nai gak suka :) 

Continue Reading
34 komentar
Share:

Senin, 06 April 2020

Tips Memasak Hemat dan Nyaman Saat di Rumah Aja

Masak apa hari ini? Saat semua berjalan normal, mungkin pertanyaan itu gak bikin pusing-pusing amat. Tetapi, ketika kemudian keluar himbauan tentang social distancing di mana aktivitas sekolah dan mayoritas pekerja mulai diliburkan, mulai bingung deh dengan urusan mengatur menu.

tips memasak hemat dan nyaman saat di rumah aja

Tips Memasak Hemat dan Nyaman Saat di Rumah Aja



Bukan berarti gak boleh untuk membeli makanan di luar. Tetapi, di masa pandemi ini di mana banyak sektor terkena imbas, termasuk ekonomi, membuat banyak masyarakat yang mulai melakukan penghematan.

Bersyukurlah bagi kita yang masih memiliki dana cukup. Meskipun begitu sebaiknya memang tetap melakukan penghematan sebisa mungkin supaya tabungan gak terkuras banget. Tanpa bermaksud pesimis, tetapi belum ada gambaran juga kapan pandemi ini berakhir.

[Silakan baca: Tips Menjelaskan Pandemi Virus Corona Kepada Remaja

Cara Memasak yang Hemat


cara memasak yang hemat
Main musik bisa jadi salah satu aktivitas biar gak ngemil melulu

Pandemi COVID-19 ini seperti memaksa banyak orang untuk mulai mengatur lagi keuangan, terutama di pos pengeluaran. Bersyukur lah bagi kita yang masih terus mendapatkan gaji. Tetapi, kenyataannya gak semua seperti itu.

Kalau pun masih digaji, terus jajan di luar juga malah jadinya bikin boros juga. Ini beberapa tips yang Chi lakukan saat kami semua sedang di rumah.

Back to Content ↑

Menyusun Menu Mingguan

Pening gak membuat menu harian untuk keluarga? Kalau iya, berarti kita sama hahaha!

Jangankan masa physical distancing begini. Dalam keadaan normal aja, yang pertama kali langsung terlintas di pikiran adalah "masak apa hari ini?" Meskipun orang serumah gak milih-milih urusan makan, tetep aja menu hariannya bikin mikir. Soalnya mereka juga suka protes kalau Chi masaknya itu-itu melulu hehehe.

Sebetulnya Chi gak terbiasa bikin menu harian begini. Selalu belanja setiap 1-2 hari sekali. Tetapi, di masa pandemi ini kan mengurangi aktivitas ke pasar. Makanya mulai bikin menu harian. Tujuannya buat tau apa aja yang mau dibelanjain selama 1 minggu.

[Silakan baca: Menu Buka Puasa So Good, Resep Sosis Gulung Mie]

Back to Content ↑

Membuat Daftar Belanjaan

Ini masih ada kaitannya dengan menu harian. Setelah tau mau masak apa, buat daftar belanjaan. Dan, harus taat dengan daftar ini hehehe.

Ini pengingat untuk diri sendiri, sih. Meskipun udah tau mau belanja apa, tetapi sering kali ada aja belanja tambahan. Misalnya yang harusnya sekali belanja habis 100 ribu, malah jadinya bisa dobel hahaha. Makanya, sekarang Chi berusaha taat supaya lebih terukur pengeluarannya.

Back to Content ↑

Food Preparation

Chi tuh tadinya malas bikin food preparation. Udah pernah beberapa kali cobain. Tetapi, tetap lebih suka bolak-balik ke pasar.

Namun mengingat kondisi saat ini, tentunya harus mengurangi frekuensi ke pasar. Belanja dalam jumlah banyak sekaligus berarti harus tau juga bagaimana menyimpannya supaya tetap awet. Kalau googling sudah banyak tips tentang cara food preparation.

Back to Content ↑

Cek Persediaan di Lemari

Seringkali Chi suka belanja berbagai bahan makanan, tapi gak langsung di eksekusi. Malah akhirnya kelamaan di lemari dan dilupakan. Misalnya, nih, Chi beli beberapa kerupuk. Ditaro aja di lemari sampai lupa untuk digoreng.

Bukan berarti sebelumnya Chi gak pernah ngecek persediaan di lemari. Tetapi, selama ini paling sebatas ngerapihin aja. Selama masih ada ruang, terus aja diisi.

Hikmahnya kejadian ini adalah kami jadi lebih memperhatikan isi lemari. Lumayan banget banyak persediaan yang bisa diolah. Ada beberapa bumbu nasi goreng, kerupuk, pasta, dll.

Kalau di rumah memang ada beberapa persediaan seperti, lumayan membantu penghematan setidaknya untuk 1-2 bulan pertama. Jadi sekarang kosongin isi lemari dulu. Nanti baru belanja lagi.

Back to Content ↑

Membuat atau Membeli Makanan yang Lebih Murah

Banyak yang bilang kalau selama di rumah jadi lebih banyak ngemil. Memang iya juga. Gabut dan bosan jadi alasan kenapa banyak ngemil kalau di sini. Makanya, tetap kami imbangi dengan banyak aktivitas, misalnya olahraga, main musik, dll.

Beraktivitas termasuk berolahraga memang efektif mengurangi frekuensi ngemil. Cara lain adalah mencari camilan yang lebih murah harganya bila belanja di minimarket. Tetapi, kalau tips yang belanja camilan lebih murah masih agak jarang kami lakukan.

Selain berolahraga dan mencari kesibukan lain, Chi lebih suka masak camilan. Gak usah yang ribet dan mahal. Banyak kok camilan yang bisa dibuat dengan harga ekonomis, tetapi tetap enak. Rencananya kalau gak mager, Chi mau bikin postingan resep tentang camilan ekonomis. 

[Silakan baca: Cara Mudah Memasak Kari ala Jepang]

Back to Content ↑

Tips Hemat Memasak Lainnya

Chi sekarang jadi lebih perhatiin detil proses memasak. Misalnya, tentang menggunakan api kecil atau besar, penggunaan minyak, dll. Dulu pun suka perhatiin hal begini. Tetapi, sekarang semakin diperhatiin dan lebih disiplin lagi. Tujuannya ya supaya bisa melakukan penghematan.


Back to Content ↑

Tidak Hanya Hemat, Tetapi Juga Harus Nyaman


tips memasak yang nyaman
Masak ayam pakai bumbu instan

Ayo siapa yang setiap harinya nguprek terus di dapur karena orang serumah makan melulu? Hehehe. Kayaknya kebanyakan ibu akan mengalami hal sama. Setidaknya di beranda medsos Chi terlihat seperti itu.

Back to Content ↑

Bergantian Memasak

Memang benar saat pada di rumah aja, frekuensi makan sekeluarga jadi lebih banyak. Misalnya kalau siang kan K'Aie biasa makan di kantor. Sekarang jadi di rumah. Begitupun dengan anak-anak.

Nah, Chi gak mau masak sendirian. Yang berteman dengan Chi di FB, mungkin pernah melihat setiap kali upload foto makanan, Chi selalu menulis makanan tersebut dimasak oleh siapa. Artinya kami semua memang turun ke dapur.

Chi gak mau nguprek sendirian di dapur. Apalagi kalau sampai di sana terus karena orang serumah maunya makan melulu hahaha.

Back to Content ↑

Mengatur Pola Waktu Makan

Tips bergantian memasak mungkin gak berlaku kalau masih punya anak balita. Apalagi kalau suami juga keberatan ikutan masak. Mau gak mau memang kitanya yang harus sendirian terjun ke dapur.

Tips memasak yang kedua adalah mengatur pola waktu makan. Sebetulnya kami sekeluarga termasuk yang teratur dengan hal ini. Anak-anak sejak mulai mengkonsumsi MPASI pun mulai diajarkan disiplin. Gak ada camilan di luar jam makan.

Hanya di awal masa social distancing aja K'Aie dan anak-anak makan tanpa kenal waktu. Chi juga jadinya ikutan, sih. Waktu awal-awal aktivitas di dapur seperti gak berhenti. Sampai menjelang tengah malam masih ada aja yang nguprek.

Tetapi, lama kelaman waktu makannya mulai kembali normal. Paling sekarang ditambah dengan 1-2x ngemil yaitu di antara waktu makan pagi dan siang, serta sore hari. Tetapi, seringnya hanya sekali aja di sore hari. Itu karena mereka sarapannya di waktu brunch.

Pola makan ini sama aja kayak mereka liburan sekolah biasa atau saat akhir pekan. Kalau hari kerja, jarang ada camilan di rumah. Itu karena pagi-pagi mereka sarapannya hanya segelas susu. Makan berat saat brunch (istirahat sekolah), kemudian baru makan siang menjelang sore setelah sampai rumah. Terakhir ditutup dengan makan malam. Jadi memang agak jarang ngemil kalau di hari kerja.

Memang tetap aja waktu di dapur lebih banyak dibandingkan hari kerja dalam keadaan normal. Tetapi, dengan pola waktu yang jelas begini, jadinya lebih terukur waktu di dapurnya.

Back to Content ↑

Mengatur Jumlah Menu Harian

Biasanya masak berapa menu untuk sehari? Kalau Chi, tergantung mood lagi rajin atau enggak hahaha. Tetapi, sejak dulu pun, Chi selalu masak menu yang sama untuk makan siang dan malam. Jadi gak ada cerita tuh menu makan siang begini, makan malam lain lagi.

Kalaupun makan siang dan malam berbeda, biasanya udah diniatin sejak awal kalau salah satu dari waktu makan tersebut akan beli makanan. Bisa deliver order atau kami yang kulineran.

Membuat menu yang sama lumayan menghemat waktu karena cukup sekali ke dapur. Kecuali untuk beberapa makanan tertentu, misalnya ikan goreng atau tumis kangkung. Tentu enaknya disiapkan menjelang mau makan. Tetapi, kebanyakan menu bisa disiapkan dalam sekali masak.

Kalau untuk sarapan, biasanya pada nyiapin masing-masing. Anak-anak gak mau makan nasi untuk sarapan. Bisa segelas susu, roti, pancake, atau kentang. Akhir-akhir ini mereka paling seringnya makan olahan kentang.

Back to Content ↑

Memasak Makanan yang Awet dalam Jumlah Banyak

Beberapa makanan yang lumayan tahan lama biasanya Chi masak dalam jumlah banyak. Misalnya tahu/tempe bacam, sambal goreng, ayam ungkep, dll.

Awalnya Chi melakukan ini karena suka mager. Ya biar gak terus-terusan berlama-lama di dapur. Mending masak agak banyakan dikit. Jadi nanti sesekali tinggal dikeluarkan dari kulkas sesuai kebutuhan.

Asalkan disimpan di wadah yang bersih dan tertutup rapat, kemudian dimasukkan ke kulkas setelah dingin, makanan-makanan ini bisa awet lumayan lama. Bisa lebih dari sebulan.

Kalau awalnya supaya gak kelamaan di dapur, sekarang ada makanan begini di kulkas jadi berasa kayak nemuin harta karun hahaha. Di kulkas masih ada sambal goreng cumi asin pete yang Chi bikin beberapa bulan lalu. Ada juga ayam gulai, bacem, dan beberapa makanan lainnya.

Kalaupun sudah habis, Chi tetap akan buat beberapa masakan seperti ini. Supaya menghemat waktu di dapur.

Back to Content ↑

Memasak Gak Selalu Pakai Kompor

Pernah masak nasi liwet pakai magic jar? Chicken barbeque pakai microwave? Coba bikin, deh. Menu-menu seperti itu meminimalkan penggunaan kompor.

Nasi liwet pakai kompor hanya untuk menumis bumbu. Setelah itu semua bahan dicemplungin ke magic jar. Sedangkan chicken barbeque tinggal campur semua bumbu kemudian masukkan ke microwave. Masih ada banyak menu lain yang gak menggunakan kompor. Keuntungannya adalah gak perlu harus ditungguin. Nanti juga matang sendiri. Nah, sambil menunggu makanan matang, kita bisa melakukan hal lain.

Back to Content ↑

Stok Makanan atau Bumbu Instan

Kalau Chi gak anti sama yang serba instan. Meskipun lebih suka bumbu yang dibuat sendiri. Tetapi, sesekali pakai yang instan untuk menghemat waktu ya gak apa-apa. Atau kadang-kadang Chi pakai yang instan kalau lagi kurang enak badan, tetapi tetap ingin memasak.

Makanan instan boleh juga distok, termasuk mie. Nyetok secukupnya aja, ya. Bukan untuk ditimbun. Waktu awal diumumkan corona sudah masuk Indonesia, kami nyetok 1 dus mi instan. Itu juga karena dapat jatah. Semua warga di sini, tanpa memandang ekonomi masing-masing keluarga, dapat jatah 1 dus. Tetapi, sampai sekarang di rumah kami belum habis mie-nya.  Makanan instan gak hanya mi. Bisa juga sarden, kornet, atau lainnya.

[Silakan baca: Resep Praktis Menu Harian dengan Bumbu Instant Mamasuka]

Back to Content ↑

Mau Camilan? Bayar Dulu!

Ini idenya Chi lihat di FB. Ada beberapa yang share. Jadi, setiap camilan atau mie instan yang ada di rumah tuh dikasih harga. Kalau kepengen harus bayar.

Tentu aja bayarnya gak pakai duit, tetapi dengan aktivitas. Misalnya, kalau mau mie goreng instan berarti harus bantuin kerjaan rumah apa aja. Setiap camilan bisa beda-beda harganya.

Chi tidak menerapkan cara ini di rumah. Alasannya karena waktu makan kami sudah teratur. Jadi gak ada cerita ngemil tanpa waktu. Selain itu juga masih mau saling bantu untuk urusan rumah.

Semoga pandemi ini segera berakhir. Aamiin. Kalau pun sudah berakhir, tips memasak hemat dan nyaman ini tetap bisa digunakan, kok. 😊

[Silakan baca: Ketika Anak Belajar di Rumah dan Semua Ibu Mendadak Menjadi Guru Gara-Gara Corona]

Back to Content ↑

Continue Reading
Tidak ada komentar
Share: