Drama Asisten Rumah Tangga - Si Malas vs Si Rajin - Keke Naima

Entri yang Diunggulkan

5 Aksesoris Handphone yang Bisa Membantu Meningkatkan Produktivitas

5 Aksesoris Handphone yang Bisa Membantu Meningkatkan Produktivitas Jika teman-teman membeli smartphone, sebaiknya jangan sekadar untuk...

Senin, 24 September 2018

Drama Asisten Rumah Tangga - Si Malas vs Si Rajin

Drama Asisten Rumah Tangga - Si Malas vs Si Rajin

 Drama Asisten Rumah Tangga - Si Malas vs Si Rajin

sumber gambar: Pixabay

"Biiii! Ambilin minuuuum!"
"Buku pelajaran udah diberesin, belum?"
"Biii! Makan, doooong!"

Kira-kira siapakah yang seperti itu? Keke atau Nai? Bukan keduanya, tetapi Chi. Yup! Chi pernah seperti itu saat seusia Keke dan Nai. Tetapi, jangan membayangkan kelakuannya kayak di berbagai sinetron yang manggil asisten rumah tangga sambil tolak pinggang, mata melotot, serta jejeritan, ya.

Dulu Chi memang semalas itu. Apa-apa manggil bibi. Untungnya bi Noh, asisten rumah tangga saat itu, sangat sabar sekaligus menjadi asisten terlama di rumah kami. Sejak Chi bayi hingga SMA. Berhentinya karena disuruh menikah sama orang tuanya. Meskipun sekarang sudah tidak lagi menjadi asisten rumah tangga kami, keluarga kami tetap berhubungan baik. Bi Noh dan suaminya masih satu kampung sama papah. Sekarang bi Noh dan suaminya dipercaya mengurus rumah dan kebon papah di kampung.

Sejak itu, kami bergonta-ganti asisten rumah tangga. Tidak ada satupun yang bertahan lama seperti bi Noh yang udah mengasuh Chi sejak kecil. Rata-rata keluar karena mau menikah. Setelah capek bergonta-ganti asisten, mamah pun memutuskan untuk tidak lagi menggunakan.

Chi mulai lepas dari ketergantungan terhadap asisten rumah tangga sejak SMA. Saat itu sekolah di Bandung dan tinggal sama almarhumah nenek yang memang tidak memakai asisten.

Ketika menikah, Chi juga bertekad tidak menggunakan asisten. Sebetulnya keputusan nekat juga karena Chi tidak terbiasa mengurus rumah, masak pun belum bisa. Apalagi mengurus anak. Pastinya belum punya pengalaman sama sekali. Tetapi, kenyataannya lancar aja. Pelan-pelan Chi belajar mengurus rumah dan anak tanpa asisten.

Ketika Nai lahir, Chi sempat memutuskan punya asisten rumah tangga. Chi pikir kalau punya 2 anak mungkin akan lebih repot jadi butuh asisten. Tetapi, kenyataannya malah Chi jadi sering pusing. Asisten Chi sering konflik dengan asisten mamah. Saling iri urusan pekerjaan dan gaji. Padahal ya meskipun Chi masih tinggal sama orang tua, tetapi urusan kerjaan rumah dan gaji ya masing-masing. Jadi mendingan gak punya asisten rumah tangga aja, lah.

Drama Asisten Rumah Tangga Dimulai Lagi


Setelah bertahun-tahun tidak memiliki asisten rumah tangga, Chi pun mulai pakai lagi. Kami pindah rumah dan sekarang ada papah mertua yang sedang sakit. Sebetulnya masih bisa melakukan sendiri mengurus rumah dan keluarga, tetapi dengan pertimbangan kondisi papah yang sudah di tempat tidur saja membuat kami memutuskan memiliki asisten rumah tangga. Nanti lah kapan-kapan Chi ceritakan lebih detil kenapa butuh asisten lagi.

Zaman sekarang susah banget cari asisten dari kampung. Kondisi ini memaksa kami untuk mencari asisten melalui beberapa penyalur. Ternyata semuanya penuh drama! Hadeuuuhh!

Asisten Rumah Tangga yang Malasnya Minta Ampun

Asisten pertama adalah laki-laki. Sengaja pilih laki-laki karena saat itu kami belum pindah rumah. Masih bolak-balik karena Nai masih fokus UNBK. Makanya pilih laki-laki buat sekalian jaga rumah. Tetapi, minta ampun malasnya.

Luar biasa semangat tidurnya! Penyebabnya karena dia selalu begadang buat internetan atau nelpon pacarnya. Jadi pagi hingga sore selalu tidur. Kalau dibangunin susahnya minta ampun. Udah berbagai macam alarm kami kasih, gak mempan. Diteriakin dan digedor pintu kamarnya juga gak bangun. Harus ditepok dulu baru bangun.

Masalah adalah dia kan laki-laki. Gak mungkin lah Chi masuk ke kamarnya buat nepok dia, kan? Harus Keke atau K'Aie. Jadinya kalau Keke atau K'Aie lagi gak ada, Chi gak bangunin dia. Dia kalau pagi dan siang bangun cuma buat makan sama mandi, abis itu tidur lagi. Kayaknya jadi kebalik mana asisten dan mana yang majikan.

Asisten yang Rajin, Tapi...

Chi bertekad untuk memberhentikan dia setelah lebaran. Tetapi, dia yang duluan minta. Syukurlah, Chi jadi gak ribet urusannya.

Setelah itu, kami kembali mencari asisten rumah tangga. Sempat takjub sama asisten yang kedua ini. Dia gak punya handphone sama sekali. Mungkin itulah kenapa dia rajin kerjanya. Rasanya zaman sekarang udah agak jarang asisten rumah tangga kayak gini, ya. Saking senangnya dapat asisten idaman, Chi bahkan belum apa-apa udah mikirin buat naikin gaji setelah dia 3 bulan kerja, lho.

Anaknya lugu banget, tapi agak ngeyel. Kalau lugunya sih Chi gak masalah. Dulu mamah pernah beberapa kali dapat asisten yang lugu. Ya gak apa-apa selama masih mau diajarin. Malah kadang-kadang sikap lugu suka bikin kami jadi ketawa.

Nah kalau sikap ngeyelnya yang agak-agak gimana gitu. Chi sempat mikir ya mungkin karena dia masih remaja. Ada beberapa hal yang Chi bisa maklum. Tapi, ada juga yang bikin kesel. Contohnya kalau dia udah ditelpon sama uwanya (katanya dia udah yatim piatu). Uwanya suka WA Chi minta keponakannya ini telpon. Karena dia gak punya handphone, jadi pinjam hp Chi. Tapi, kok ya suka lama. Kalau Chi minta udahan, dia suka ngeyel katanya sebentar lagi. Tapi, gak selesai-selesai. Mulai deh tuh agak ngeselin.

Gak sreg berikutnya adalah dia senang jajan. Chi sempat bingung kok jajan melulu. Duit darimana? Pernah sih sekali minjem sama Chi. Katanya potong gaji aja. Ya Chi memang akan potong gaji, tapi tetap diingatkan supaya jangan jajan melulu. Belakangan, setelah dia berhenti, Chi baru tau kalau dia suka melebihkan belanjaan. Misalnya kalau disuruh beli beras yang harganya sekian, dia beli yang harga di bawahnya. Chi sempat curiga sebetulnya, tapi gak dilanjutin karena dia ngeyel dan Chi malas mempermasalahkan.

Kejadian berikutnya saat baru dikasih gaji pertama langsung minta pulang dengan alasan kakeknya sakit. Chi dan K'Aie sempat gak mau kasih karena dia kan ngakunya baru pertama kali ke Jakarta. Nanti kalau nyasar di jalan bagaimana? Tapi, dia ngotot bilang berani dan katanya nanti dianterin dengan tukang jahit di pasar.

Duarr! Chi yang tadinya senang ma dia seketika berubah. Gek sreg aja dengan tipe yang terlalu nekat begini. Khawatir terjadi apa-apa nanti kami juga yang kena getahnya.

Dia kembali meyakinkan kami dengan menelpon uwanya dulu untuk minta izin pulang sendiri. Uwanya pun kasih izin. Dia juga meyakinkan kami kalau pulangnya hanya 3 hari. Pasti akan balik, begitu janjinya. Bahkan sebagian bajunya pun ditinggal.

Tetapi, yang terjadi keesokan harinya salah seorang anak uwanya telpon ke saya sambil nangis kalau dia belum sampai. Chi jadi panik, dong. Tapi, gak mau juga disalahkan. Kami kan udah melarang dia untuk pulang.

Yang bikin Chi gak suka lagi, sepupunya ini bilang kalau asisten saya ini memang agak bandel dan ngeyelan. Susah dikasih tau. Belum lama ini dia juga pernah ke Jakarta karena diajakin kerja sama seseorang. Tetapi, ternyata ditipu. Sampai Jakarta, dia ditinggal gitu aja. Untung masih bisa balik ke kampung.

2 hari kemudian, Chi dikabarin kalau dia udah sampai. Alasannya sih ketiduran di bis, kebawa lagi sampe ke Jakarta. Udah gitu uangnya katanya habis untuk bolak-balik dan ketipu. Dia minta Chi kirim uang supaya bisa balik. Enggak, deh! Mendingan gak usah balik lagi kalau kayak gitu. Chi segera mengecek kondisi rumah. Alhamdulillah gak ada yang hilang.

Hidup Tenang dan Senang Tanpa Asisten Rumah Tangga


K'Aie sempat menawarkan ke Chi untuk cari pengganti. Tapi, Chi udah gak mau. 2 kali punya asisten rumah tangga dan keduanya sama-sama bikin Chi capek hati banget. Belum lagi kalau ingat biaya yang harus dikeluarkan. Biaya menebus aisten di penyalur tuh lumayan banget.

Dan yang bikin Chi malas mengambil asisten rumah tangga dari penyalur lagi adaah karena gak tau kampungnya. Memang sih kalau ambil dari penyalur dikasih surat perjanjian dan foto copy identitas asisten. Tapi, tetap aja gak nyaman banget buat Chi. berbeda kayak pengalaman mamah di mana selalu dapat asisten rumah tangga dari kampung papah atau adik mamah. Kalau ada apa-apa kan jelas gimana mencarinya.

Sejauh ini sih pengalaman mamah punya asisten nyaris gak ada yang buruk. Kalaupun berhenti bekerja tetap masih berhubungan baik. Mungkin karena rata-rata kenal sama keluarganya juga, ya.

Yup! Sekarang kami memutuskan gak memakai asisten rumah tangga lagi. Capek? Pastinya. Untung aja semua saling membantu. Nanti kapan-kapan Chi akan bercerita manajemen rumah tangga tanpa asisten hehehe. Tapi, yang pasti hati jadi lebih tenang meskipun kadang-kadang capek banget beberes rumah. Masih sempat ngopi cantik, nonton tv serial favorit, dan ngeblog biarpun capek mengurus rumah juga.

Teman-teman juga bisa baca di web KEB,  postingan berjudul Kiat Mengatur Pekerjaan Rumah Tangga Tanpa Asisten. Itu tema collab group Siti Nurbaya yang terakhir. *sedih aja ya baca kata terakhir*. Penulisnya Mbak Yosa, pemilik blog http://www.yosairfiana.com/

47 komentar:

  1. Wah seru banget baca drama ART nya mbak. Hihii.. apalagi yg si malas tidur mulu. Sempet mikir enak bgt ya, nyonyah aja masih keringetan walau udah mandi πŸ˜….

    BalasHapus
  2. Semenjak nikah sm suami dan tinggal di rumah mertua, mertuaku juga udah beberapa kali ganti ART mbak. Dan hampir semuanya drama. Hal itu bikin aku bertekad nanti kalo udah punya rumah sendiri gak akan pake ART deh kayaknya. Aku sadar diri kurang sabaran ngadepin orang. Hehe

    BalasHapus
  3. Mak Chii aku juga baru2 ini aja ditinggal mbak. Si embak jujur orangnya. Tapi lagi nggak sreg sama si mamah dia cabut..padahal udah lamaa..
    Smangat untuk kitaaa hehe.. udah nggak capek hati lagiii

    BalasHapus
  4. iya sih mbak Chi, lebih baik capek badan drpd capek hati mah ya,kalo capek gara2 beberes rumah misalnya, tidur jg ilang capenya, lah capek hati kan bisa jd postingan sendiri #ehgimana hihihihi

    BalasHapus
  5. hahaha betcul mbak myr, ART memang banyak dramanya. makanya males pake ART

    BalasHapus
  6. Dramanya lucu2 deh mba, tapi buat yg ngalamin sih nggak lucu yaa hahahaa.. Aku juga nggak pakai ART, pernah pakai sekali hobinya mintain barang2 kami dan mainan anak2. Trus kapok punya ART :(

    BalasHapus
  7. Drama banget ya, mba Mira, saya sih belum pernah ngerasain pakai ART, dari sejak kecil tiggal di rumah mamah, nggak pakai ART, setelah nikah pun nggak pakai ART, alasannya nggak mau ribet apalagi sering denger cerita-cerita kayak mba Mira gini

    BalasHapus
  8. Hhihii memang penuh drama. Apalagi yang pemalas tuh bikin gmana gitu ya. Aku dlu 6 tahun pakai jasa ART yang sama tapi penuh drama juga tapi karna dia bisa jaga anak selama aku kerja, aku sering maklumin. Pas dia kerluar, aku gonta ganti sampe minta bantuan sodara di Jatim. Pas udah datang eh hanya bertahan seminggu dengan alasan takut sendirian. Hhihii. Hampir 3 kali hanya bertahan bentar. Tapi akhirnya nemu yang bertahan 3 tahun lagi. Skarang aku pakai yang ART pulang pergi hanya bbrapa jam hanya untuk nyuci dan setrika. Blm siap aku hadapin ART yang mginap tapi penuh drama :)

    BalasHapus
  9. Mengatur pekerjaan rumah tangga tanpa assisten bisa saja di lakukan asalkan pintar bagi waktu dan happy menjalankan

    BalasHapus
  10. Wah udah selesai ya KEBloggingCollabnya grup Siti Nurbaya? Grupku kayaknya masih ada 2 tulisan tapi semangatnya udah pada kendor, huhuu...

    Btw, itulah sebabnya saya gak mau pake ART, gak kuat tahan amarah soalnya! Hahaha...

    BalasHapus
  11. Mamanya mbk chi beruntung bgd termasuk ya, dapet ART yg gk drama. Aku jg nggak pakek ART, kalau capek beberes rmh tangga, udah aku biarin aja, bolos sehari bebersih *hahay

    BalasHapus
  12. Saya jg sebenarnya lbh tenang tanpa ART Mbak, sebel aja gituu klo harus ngulang sesuatu yg semestinya udah jadi tugas dia, saya orangnya malas nyuruh2 sih sebenarnya, jd mending lakukan sendiri aja.
    Hmm. Apalagi klo dapat yg kayak tipe kedua itu, isshh. Sebelll banget ya pasti. Dikasih tahu tapi dianya lebih banyak komen jg kan nyebelin banget kan yaaa, hufft. Tapi sy butuh yg buat jagain Adek doang klo sy lg kerja. Klo bantu2 di rumah itu mah bonus sebenarnya.

    BalasHapus
  13. Aku udah kana gk pake ART mba.. yak kyk gini..ada tapinya terus rajin tapi.... akhirnya ketimbang pusing mending tanpa ART kerjaan dibagi brsama aja

    BalasHapus
  14. Wah drama banget ya Mak Chi, tapi mau gimana lagi ya, alhamdulilah udah berlalu. Semoga everything gonna be okay ya Mak Chi setelah ini 😊

    BalasHapus
  15. Aku gregetan baca kelakuan para ART nya haha emosi yak...apalagi yang cowok kerjaannya tidur mulu mungkin kalau tuan rumahnya aku udah diusir dari awal hihi kejaam daripada nahan hati :D

    BalasHapus
  16. Mbaa, akupun demikian, enakan g pakai art ya. 5 thn nikah coba2 pakai asisten, ternyata cm tahan 4 bulanan. Makan ati intinya krn kebanyakan drama... .

    BalasHapus
  17. Aku pun kenyang punya ART model kek gimana, bahkan ada yg pernah mau bawa lari anak sulungku. Untungnya mertua nemu surat dan dibaca isinya ngeri. Membayangkan kalo suamiku suka sama dia, ya ampuuun, mertua langsung manggil dan ngasih duit pesangon. Kalo aku nggak tega, mbak

    BalasHapus
  18. Wih..drama ARTnya bikin pusing juga ya Mbak..mending gawe sendiri jadinya:)

    Kalau saya, sejak nikah selalu ada asisten tapi enggak nginep. Jadi rata-rata datang jam 7 pagi sampai kelar jam 11-an.
    Dan itu semua awet dan hanya ganti asisten saat pindah rumah (pindah kota ngikut kerja suami...)
    Mungkin karena enggak nginap ini jadi ya dramanya enggak banyak...:D

    BalasHapus
  19. Wkwkwkw ups maaf mba, jadi ngakak.
    Drama ART ini memang luar biasa banget.
    Makanya saya hingga detik ini cuman bisa menghayal punya ART tapi gak berani direalisasikan.
    Bisa gantung diri saya karna capek hati.

    Hanya pernah merasakan drama ART waktu di rumah mertua, tapo impactnya ga parah karna cuman numpang bayarin aja, yang ngurus mertua hahaha

    BalasHapus
  20. Drama asisten rumah tangga ini memang ga ada habisnya yah mba. Aku dulu juga gitu sama ART kita anggap saudara dia ngelunjak, dianggap orang lain kadang kasihan. Tapi mau gimana lagi, kita kan harus tegas dan beri batasan2 yang jelas biar dia mawas. Alhamdulillah ART di rumahku sudah mau jalan 12 tahun, dari anak pertama masih bayi hehehe.

    BalasHapus
  21. Coba dibikin skrip sitkom deh mba, kayanya bakalan lucu :)))

    *ditoyor mba chi*

    BalasHapus
  22. aku juga jadi pengen cerita tentang drama ART ini soalnya aku juga ngalamin, di jakarta , di makassar, dan bahkan di rumah mamaku juga ahhh macam2 memang nano2 rasanya ART
    karena baca blog mom keke nai and chii.. jadi termotivasi juga untuk ceritain di blog :)

    BalasHapus
  23. Aku sempat ga pakai art tiga bulan karena yang lama ga jelas balik kapan. Terus udah aku ganti art. Eh malah baru lima hari kerja minta pulang bilangnya tiga hari, eh bablas jadi lima hari. Keceplosan kumarahin, akhirnya dia minta pulang, ampun deh dikira dari agen aku ga bayar agennya apa? Sempat diganti tapi sama aja, baru semalam besoknya minta pulang dg alasan nggak biasa kerja berat. OMG lha terus kenapa tadi mau dianterin sama agennya. Belum juga 24 jam udah enggak niat gitu kerjanya. Alhamdulillah beberapa minggu kemudian mamahku dapat art pocokan, dan beberapa hari setelahnya art yang kupesen dari artnya temenku juga datang. Ini udah jalan hampir sebulan . Orangnya baik , sabar, anak-anak mau. Doakan ya moga langgeng

    BalasHapus
  24. :berpelukaaaan
    Saya juga tipe perempuan yang tak terlatih melakukan pekerjaan rumah sewaktu kecil Mbaaaa.... Pas berumahtangga, memang jadi canggung, tapi semangaaaattt! Kita pasti bisaaaa! :)

    BalasHapus
  25. Jadi ngebayangin kalo anakku udh dua atau lebih, sanggup ga ya tanpa ART..hehe..

    BalasHapus
  26. Mungkin Tuhan belum takdirkan saya punya ART karena masing ngontrak. Akan kebayang stress-nya saya tiap hari jika harus crash dengan ART.

    BalasHapus
  27. Waaaah mak Chi sabarnya luasss banget ya ngadepi segitu dramaknya para asisten rumah tangga. Hehe..
    Kalau kami di rumah sih asistennya cuma bagian setrika baju aja itupun dia gak tinggal di sini, jadi pulang datang gitu.
    Nah karena sekaranh udah ada laundry jadi ngelaundry deh

    BalasHapus
  28. Whuaaaa dahsyatt.... Aku butuh asisten buat nyetrika aja mbak.hehee.

    BalasHapus
  29. Hihihi.. Aku jg kalo cari asisten itu sebenarnya syaratnya cuma 2, rajin dan jujur. Tapi ternyata yg begitu pun susah. Jd akhirnya emang lbh enak tanpa asisten sih

    BalasHapus
  30. Punya orang yang dipercaya untuk mengurus rumah tangga memang gak gampang.
    Aku dramanya sampai 3 kali bolak-balik ganti.
    Dan alhamdulillah,
    ketemu yang ketiga ini...sampai sekarang uda 4 atau 5 tahunan gitu dee..
    Tapi gak nginep, pulang-pergi.

    Drama lagi ketika kami pindah.
    Alhamdulillah, Bude masih mau datang membantu seminggu 3 kali.

    Rejeki ada dimana-mana, in syaa Allah...

    BalasHapus
  31. Drama ART selalu banyak cerita ya. Tos ah aku masih nyaman gak punya ART sampai skr

    BalasHapus
  32. Toss dulu Chi.. aku juga sekarang ngg pakai ART. Udah nebusnya gila2qn terus kerja juga ngga jelaaas. Ya gitu deh.. walaupun ada yg bagus dan pernah lama ikut kita tapi yg kejadiannya lucu2 gigu juga ada. Sekarang tanpa pembantu oke2 aja kok.. seperti kita waktu di NYC or Geneve yg hidup berempat aja dan Alhamdulillaaaah malah lancar2

    BalasHapus
  33. ngomongin asisten rumah tangga seperti untung2an juga ya Mba.. kalo dapetnya yg baek banget Alhamdulillah.. giliran dapet yg penuh masalah, rasanya puyeng.. disuruh berhenti juga kadang ga enak :(

    BalasHapus
  34. Waktu aku masih ngantor, pernah punya ART buat jaga Yasmin, putriku yang saat itu masih berusia beberapa bulan sampai menjelang 2 tahun.
    Sama kayak Chi, banyak dramanya, HAHAHA.
    Untunglah memasuki usia 3 tahun Yasmin minta sekolah, lalu kami masukkan ke sekolah yang juga punya 'day care'.
    Sejak saat itu tak pernah lagi punya ART sampai sekarang.
    Aku merasa jauh lebih baik tanpa ART, yang pasti aktivitas fisik juga meningkat, berat badan pun statis sama kayak saat kuliah.
    Memang fisik lebih lelah, tapi masih bisa bahagia, HAHAHA...

    BalasHapus
  35. Aku sudah pernah baca di FBmu soal yg asisten pertama, ikutan gemeeesss banget jadinya.
    Alhamdulillah, asistenku ini sudah ikut aku sejak anak keduaku lahir. Perempuan setengah baya yang ga banyak permintaan, kerjanya rajin dan sistematis. Hanya sering ga masuk aja sih. Udah kubiarin aja, toh kalau si bibik nda masuk kan ntar cuciannya juga numpuk dia juga yg ngerasain sendiri hihiii...

    BalasHapus
  36. adaa aja dramanya punya ART yaa, Mba Mira. Untuk cerita 2 asisten ini juga udah sempat saya baca di status FB-nya Mba Mira. Emang bikin geleng-geleng kepala deh sikap 2 asisten itu

    BalasHapus
  37. saya tak pernah punya ART
    tapi mertua
    dan memang punya ART itu kudu sabar
    karena kadang mereka bertingkah bahkan ada yg belagak spt boss di rumah hahaha

    BalasHapus
  38. Asisten rumah tangga memang selalu ada drama. Harus sabar dan kuat mental menghadapinya.

    BalasHapus
  39. Jadi ingat jaman aku jadi ART di Hongkong dulu hehehehe
    pasti bisa tanpa ART mba, semangat!

    BalasHapus
  40. Saya saja, yang cuma baca tulisan ini dan status² Mbak Chi jadi ikut kesal, gimana yang menghadapinya langsung ya? Iya sih, mending hidup tenang tanpa asisten

    BalasHapus
  41. Dulu, waktu anak sulung saya masih TK, sempat punya ART. Baru sebulan kerja, pinjem uang, trus ga balik lagi. Abis itu,mending ga punya ART lagi. Lagipula sejak kecil terbiasa hidup tanpa ART :)

    BalasHapus
  42. aku juga sering gonat agnti art, duh banyak keselnya, sampai adikku bilang makanya janagn judes sama art, pdhl aku mah lbh sering ngalahnya, eh setelah adikku menikah dia ngerasain gmn artnya juga gonta ganti

    BalasHapus
  43. Berasa baca skrip sinetron Azab, Mbak πŸ˜‚πŸ˜‚
    Mungkin ini ditulis penuh emosi gitu ya, tapi saya bisa senyum plus gregetan bacanya.

    BalasHapus
  44. dulu pernah sih mama punya orang yang bantu-bantu bersihin rumah pas siang hari. alhamdulillah nggak ada masalah. mungkin kalau art-nya nginap itu lain cerita ya, mbak.

    BalasHapus
  45. Aku srg denger cerita2 galau ttg art ini. Malah kaka iparku dan adekku sendiri jg ngalamin. Tp alhamdulillah, dr pertama nikah aku blm ngerasain. Semua baby sitter dan ART kita dpt begitu aja dr tetangga. Dan pada awet. Makanya jujur aja aku bisa dibilang manjain mereka. Ngajakin liburan setahun sekali, staycation ikut, makan2 di luar, pesangon dan asuransi kesehatan aku byr, bonus natal, lebaran dan uang cuti jg aku sediain dll. Semuanya krn aku ga mau kehilangan mrk. Susah dpt yg bener2 jujur dan sayang ama anak2ku gini.. Jd mending dianggab kayak keluarga aja drpd dibajak org lain :D.

    BalasHapus
  46. Saya berhentiin ART kemarin sebelum puasa Mba, karena ada drama banyak barang di rumah yang hilang setelah dia kerja 1,5 tahun. Hiks. Sekarang kerjaan rumah dipegang sendiri aja. Dibantu suami kadang-kadang

    BalasHapus
  47. Kebetulan dulu rumahku juga ada ART. Sering gonta-ganti karena ngga cocok juga. Sampai akhirnya ngga lagi pake ART biar mandiri kata Ibu hehe.

    Semoga keputusan ngga lagi pake ART bisa jadi bikin lebih baik kedepannya ya mbak. Salam kenal, Diko dari Blogger Semarang. :)

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^