Tuesday, March 27, 2018

Menu Sehari Bersama Aneka Resep Piring Gizi Seimbang SO GOOD

Resep-menu-sehari-so-good

Menu Sehari Bersama Aneka Resep Piring Gizi Seimbang SO GOOD - "Teh! Belanjaannya ketinggalan."
"Oiya. Terima kasih, ya."

Beberapa menit kemudian ... Seorang tukang sayur langganan di pasar berlari ke arah saya.

"Teh, ini belanjaannya!"
"Ya ampun, lupa! Terima kasih banyak, ya."

Pernah gak mengalami kejadian ketika belanja di pasar, belanjaan udah di bayar, tapi malah lupa bawa belanjaannya? Saya pernah banget! Malah pernah mengalami beberapa kali lupa ketika belanja. Pertama di tukang ikan, tukang sayur, tukang ayam, dan seterusnya. Saya memang gak setiap hari ke pasar, makanya suka agak banyak sekalinya belanja. Begitu sampai rumah, saya baru sadar kalau santan ketinggalan!

Meskipun pasarnya dekat ma rumah, tapi kalau balik lagi suka malas banget. Pengen gak diambil, tapi kasihan sama penjualnya. Belum dibayar kelapanya. Pantesan yang jual juga gak mengejar saya seperti pedagang lain. Mungkin disangka saya akan balik lagi. Biasanya kan juga begitu. Saya pun kembali ke pasar.

Ada apa sih dengan saya pada hari itu? Sebelumnya juga pernah mengalami seperti ini, tapi gak berturut-turut sampai ke beberapa pedagang. Hari itu kayaknya saya gak fokus banget. Apa ini gejala kurang piknik? Saya memang pengen banget banget piknik, tapi rasanya bukan itu masalahnya.

Salah satu penyebab kita jadi suka gak fokus adalah kurang protein hewani, lho. Trus, coba cek lagi kalau tubuh gampang lelah, mudah sakit, kulit kusam, dan lain sebagainya. Jangan-jangan kita memang kekurangan asupan protein hewani.

Kalau lagi gak fokus gitu, pengennya langsung melipir ke tukang jualan makanan. Beli aja makanan yang udah matang. Praktis, kan? Tapi, karena saya suka masak, kadang-kadang suka kepikiran juga kalau gak masak. Solusi yang tepat tentunya bikin menu sepraktis mungkin. Gak usah kebanyakan bumbu atau proses nanti malah ada yang kelupaan kalau gak gak fokus begitu.


Menurut Prof. Hardinsyah MS PhD, Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia, keunikan dari pangan hewani adalah rasanya yang gurih karena di dalam proteinnya mengandung glutamat. Makanya gak heran kalau pangan hewani lebih mudha diterima di lidah. Apalagi kalau produk SO GOOD, selain rasanya enak juga praktis banget.

[Silakan baca: Peluncuran Logo dan Slogan SO GOOD Terbaru Sebagai Bentuk Persembahan Terbaik Keluarga Indonesia]

Berbagai SO GOOD siap masak gampang sekali penyajiannya. Tinggal goreng di minyak panas, produk SO GOOD sudah bisa dinikmati. Yakin deh yang gak bisa masak sekalipun juga bisa menyajikan menu praktis, enak, dan bergizi. Berikut saya kasih contoh menu sehari bersama SO GOOD.

3 menu yang ada di postingan ini adalah menu sehari. Setiap porsinya memenuhi menu piring gizi seimbang. Di mana komposisinya adalah sebagai berikut: 15% protein hewani (menggunakan produk SO GOOD), 35% sayur, 35% karbohidrat, dan 15% buah


Sarapan - SO GOOD Alphabet dengan Tumis Bayam Keju Susu


Resep-menu-sehari-so-good

Gak sulit mengenalkan Keke dan Nai dengan rasa nugget SO GOOD. Nugget original pun mereka langsung suka. Tapi, ketika masih kecil, saya suka aja beliin mereka nugget yang ada bentuknya seperti alpahabet atau dino bites. Bikin mereka jadi makin semangat makannya. Dan, bisa sambil belajar mengenal huruf juga.

Yang jadi PR juga mengenalkan mereka dengan sayur bayam. Keke dan Nai gak susah makan sayur, kecuali bayam. Mereka gak suka bayam sayur bening hingga sekarang. Makanya saya harus cari cara lain mengolah bayam supaya mereka suka. Tumis bayam keju susu ini jadi salah satu menu sayur bayam yang mereka suka banget.


Resep-menu-sehari-so-good

Bahan-Bahan:

  • SO GOOD Alphabet
  • 2-3 ikat bayam, ambil daunnya
  • 1 siung bawang bombay, diiris atau dicincang kasar
  • 1 siung bawang putih, cincang kasar
  • Keju cheddar, diparut
  • Susu cair, banyaknya tergantung seberapa banyak kuah yang diinginkan
  • 1 sdt tepung maizena, dicairkan dengan susu
  • 1 sdm makan mentega
  • Minyak goreng
  • Garam secukupnya *optional


Cara Membuat:

  1. Panaskan mentega hingga cair
  2. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga wangi
  3. Masukkan bayam, aduk sebentar
  4. Tambahkan susu cair sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga mendidih
  5. Tambahkan keju parut, aduk hingga keju lumer
  6. Beri sedikit garam *optional, lihat catatan di bawah
  7. Tambahkan maizena yang sudah dicairkan. Aduk hingga mengental, kemudian matikan api.
  8. Panaskan minyak goreng dalam jumlah yang cukup banyak
  9. Masukkan SO GOOD nugget Alphabet dan goreng hingga berwarna coklat keemasan. Tiriskan
  10. Sajikan SO GOOD Nugget dan tumis bayam keju 


Catatan: 

  1. Sebelum menambahkan garam, dicicipi dulu rasa masakannya. Kalau sudah pas, tidak perlu ditambahkan lagi. Saya lebih suka menambahkan keju parut  daripada garam. 


Makan Siang - SO GOOD Ayam Potong Paha & Dada Bumbu Kuning dan Tumis Daun Kencur


Resep-menu-sehari-so-good

Merasa ribet bikin ayam bumbu kuning? Saya juga kadang-kadang begitu. Suka males ngulek bumbunya. Kalau udah begitu, SO GOOD Bumbu Ayam Kuning jadi solusi. 1 bungkus varian ini berisi 5 potong dada dan paha. Cukup banget untuk makan sehari. Apalagi potongan ayamnya gede-gede.

Resep-menu-sehari-so-good
Resep-menu-sehari-so-good

Bahan-Bahan:

  • 1 bungkus SO GOOD Bumbu Ayam Kuning
  • 3-4 siung bawang merah, iris halus
  • 2-3 siung bawang putih, iris halus
  • 10 buah cabe merah keriting, iris halus
  • 4 ikat daun kencur. Iris tipis-tipis, termasuk kencur mudanya
  • minyak goreng 
  • garam secukupnya
  • gula pasir secukupnya
  • 2 lembar daun salam
  • 1 batang sereh, digeprek
  • 1 ruas lengkuas, digeprek
  • 3 lembar daun jeruk, buang batang daunnya


Cara Membuat:

  1. Panaskan sedikit minyak 
  2. Setelah panas, masukkan bawang merah dan putih. Aduk hingga harum
  3. Tambahkan cabe merah, daun salam, sereh, dan lengkuas
  4. Masukkan daun kencur. Aduk
  5. Beri garam dan gula pasir secukupnya. Koreksi rasa
  6. Beri daun jeruk. Aduk sebentar kemudian matikan api
  7. Panaskan minyak dalam jumlah cukup banyak
  8. Masukkan SO GOOD Bumbu Ayam Kuning dengan api sedang
  9. Goreng hingga matang. Tiriskan
  10. Sajikan ayam goreng dalam piring kemudian beri tumis daun kencur di atasnya


Catatan:

  1. Kami sekeluarga suka dengan rasa kencur. Jadi kalau masak tumis ini, pasti daun dan kencurnya juga dimakan hingga habis
  2. Selain tumis daun kencur, tambahkan bakwan sayur dan terong goreng tepung untuk tambahan sayur. 


Makan Malam - SO GOOD Chicken Katsu dengan Bumbu Kari Jepang


Resep-menu-sehari-so-good
Resep-menu-sehari-so-good

Menu sarapan dan makan siang udah praktis. Sekarang menu makan malam, super-duper praktis!

Bahan-Bahan:

  • 1 bungkus SO GOOD Chicken Katsu
  • Minyak goreng
  • 1 siung bawang putih, digeprek kemudian cincang kasar
  • 1 siung bawang bombay, diiris tipis. Kalau ukuran bawangnya besar, cukup 1/2 saja
  • 2 blok pasta kari instan
  • 2 gelas air kaldu ayam
  • 2 buah wortel import


Cara Membuat:

  1. Panaskan sedikit minyak goreng untuk menumis
  2. Masukkan bawang putih dan bawang bombay. Aduk hingga harus
  3. Tambahkan air kaldu, hingga mendidih
  4. Masukkan wortel. Masak hingga wortel lunak
  5. Tambahkan pasta blok. Aduk sebentar, matikan api
  6. Panaskan minyak goreng dalam jumlah cukup banyak
  7. Goreng SO GOOD Chicken Katsu hingga berwarna coklat keemasan. Tiriskan
  8. Sajikan SO GOOD Chicken Katsu bersama kuah kari


Catatan:

  1. Saya tidak pernah memberi garam karena pasta blok sudah komplit rasanya
  2. Bila tidak ada kaldu ayam cair, tambahkan air putih saja. Masakan yang ada di foto ini malah saya kasih kuah sisa dari sop buntut. Jadi tambah enak rasa kuah karinya.
  3. Kadang-kadang, saya tambahkan kentang juga. Bila meggunakan kentang, kurang porsi nasinya. Kalau perlu gak usah pakai nasi lagi.
  4. Saya pakai wortel import selain warnanya lebih cantik, rasanya juga lebih manis. Bila tidak ada, pakai wortel lokal pun tidak apa-apa
  5. Tidak perlu tambahkan maizena bila ingin kuah kari lebih kental. Saat masih panas, kuah kari memang sangat cair. Lama kelamaan semakin kental setelah kuahnya dingin

3 resep di atas adalah resep makanan bergizi yang praktis. Keke dan Nai juga bisa membuatnya sendiri. Asalkan semua bahan sudah ada, kadang-kadang saya minta tolong mereka aja yang masak sepulang sekolah. Kalau begini, saya tenang. Walaupun badan lagi gak fit, pikiran lagi gak fokus, tapi kami sekeluarga tetap bisa menikmati makanan bergizi sesuai dengan anjuran gizi seimbang.

Continue Reading
30 comments
Share:

Wednesday, March 21, 2018

Cussons Bintang Kecil 6 - Impian Sang Bintang

Cussons Bintang Kecil 6 - Impian Sang Bintang. Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik bagi anak, termasuk untuk masa depannya. Tapi bagaimana cara orang tua mencari tau apa yang menjadi minat atau bakat anak? Jangankan untuk anak, bila melihat ke diri sendiri saja kadang-kadang masih suka timbul pertanyaan. Apakah yang dijalani saat ini sudah sesuai dengan apa yang dicita-citakan? Atau malah merasa gagal? Bagaimana Mengetahui Potensi Anak?

Chi sempat lho merasa gagal meraih cita-cita. Bukan berarti saat ini tidak bahagia, ya. Tapi dari kecil hingga SMA, Chi selalu bilang ingin menjadi arsitek meskipun gak pernah tau alasannya kenapa. Ketika kuliah, malah memilih jurusan ekonomi perbankan yang mana Chi gak minat dengan seluk-beluk dunia perbankan hingga sekarang. Makanya setelah wisuda, gak pernah mau kerja di bank 😄. Semacam gagal meraih cita-cita? Ternyata enggak juga, lho.


Cussons Bintang Kecil 6 - Impian Sang Bintang


Sabtu, 24 Februari 2018 bertempat di mal Kota Kasablanka diadakan diskusi media dengan tema "Kenali Impian dan Kembangkan Bakat dari Generasi Alfa". Diskusi ini menghadirkan  bapak Bunadi Wijaya, Senior Group Manager - PZ Cussons Indonesia; ibu Roslina Verauli, Psikolog anak, remaja, dan keluarga; bapak Ali Sadikin, Ketua Pelaksana Yayasan Kick Andy; dan ibu Yuvlinda Susanta, Senior Division Head Corporate Communication Super Indo.

"Semua orang tua memiliki harapan agar impian anaknya tercapai," ujar ibu Roslina Verauli atau biasa dipanggil Vera.

Sebagai narasumber pertama, ibu Roslina mengatakan bahwa tidak semua impian tercapai. Impian baru bisa tercapai bila kita memiliki inspirasi dari lingkungan sekitar.  Kami semua, para awak media dan blogger, masing-masing diminta menuliskan impian saat ini dalam selembar post it yang diberikan oleh panitia. Kemudian di lembar baliknya, kami diminta menuliskan impian masa lalu.

Ada 2 orang awak media yang kemudian maju untuk membagikan cerita impiannya. Mbak Dewi, wartawan pertama yang bercerita kalau sekarang memiliki impian ingin traveling bersama teman-teman. Sedangkan impian yang dulu adalah menjadi wartawan dan traveling. Mbak Dewi bercerita ketika kecil terinsipirasi dengan salah satu film Mandarin. Sejak itu, dia bermimpi ingin traveling dan dengan menjadi wartawan maka dia berharap bisa traveling.


"Impian masa kecil, seringkali perwujudan dari berbagai harapan atau kekuatan yang ditemukan di dalam diri sendiri, sehingga memudahkan menjadi individu yang berfungsi secara utuh."

Dari ceritanya, ibu Vera berkesimpulan kalau mbak Dewi menyukai keindahan, kebebasan, memiliki sifat yang sensitif dan menyenangi seni. Aktivitas menulis juga termasuk sebuah seni. Semua itu yang membuat mbak Dewi ingin menjadi wartawan.

Awak media yang kedua adalah mbak Temi yang memiliki impian saat ini menjadi wartawan. Sedangkan impian zaman dulu adalah menjadi penulis buku. Sejak kecil, mbak Temi hobi menulis cerpen. Mama mbak Temi yang mulai mengajarkan untuk dekat dengan buku dan menulis. Diawali dengan menulis diary. Mbak Temi mengakui hubungan dengan mamanya cukup dekat.

Walaupun mbak Dewi dan mbak Temi sama-sama sudah menjadi wartawan, tetapi berawal dari inspirasi yang berbeda. Mengimpikan kebebasan dan melihat keindahan adalah inspirasi mbak Dewi. Sedangkan bagi mbak Temi, menulis adalah sebuah wujud mengekspresikan perasaan dan ada rasa terkoneksi dengan orang-orang terdekat setiap kali menulis.

Dari kedua contoh tersebut, ibu Vera mengatakan sangat penting untuk bertanya tentang apa yang ingin dicapai bila membahas tentang cita-cita anak. Apabila impian tidak jauh beda dengan kenyataan, maka anak akan menjadi nyaman dengan dirinya sendiri.

Bantu anak untuk mengenali impian dan kemudian menggapainya. Menurut teori Carl Rogers, manusia memiliki dorongan sejak lahir. Sebelum mengenali impian anak, maka lebih dahulu belajar mengenali diri sendiri. Ada 3 hal sederhana untuk mengenalinya, yaitu


  1. Terbuka pada pengalaman sehari-hari. Terus mencari tau bakat yang dimiliki dari berbagai aktivitas.
  2. Take in action. Impian tidak akan menjadi kenyataan bila tidak ada aksi.
  3. Nikmati proses.

Saat ini, orang tua berhadapan dengan anak-anak dari generasi alfa. Profil anak-anak generasi alfa adalah mampu beradaptasi dengan dunia digital secara cepat. Anak generasi Alfa terbuka dengan proses belajar. Segala informasi yang berjalan dengan sangat cepat membuat mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar. Bantu anak-anak generasi Alfa untuk menumbuhkan ketrampilan spesifiknya hingga menjadi bintang.

Orang tua harus terus belajar. Kenali dam masuklah ke dunia anak karena lingkungan bisa mempengaruhi. Setiap tahapan usia memiliki konsep pengasuhan yang berbeda. Teruslah belahar agar anak menjadi nyaman dengan dirinya sendiri dan bisa menggapai impian menjadi bintang secara optimal.

Cussons Bintang Kecil adalah sebuah ajang pencarian bakat terbesar di Indonesia. Tahun ini memasuki season ke-6. Menurut bapak Bunadi Wijaya, bakat selalu datang dari keluarga dan yang bisa dilakukan adalah Cussons adalah memberikan sarana agar para orang tua bisa menyalurkan bakat anak-anaknya melalui event ini. Season kali ini berbeda dengan season-season sebelumnya. Bersama Yayasan Kick Andy dan Super Indo menjalankan program sosial "Bersama Cerdaskan Anak Bangsa".


"Yayasan Kick Andy memiliki kesamaan fokus dengan PZ Cussons dan bidang pendidikan dan anak. Karenanya, kami sangat menyambut baik dukungan yang diberikan terhadap progra, 'Bersama Cerdaskan Anak Bangsa'. Partisipasi dari kegiatan Cussons Bintang Kecil akan membantu kami meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak tidak mampu di Indonesia melalui fasilitas Taman Bacaan Anak di berbagai wilayah terpencil," ujar bapak Ali Sadikin.

Bapak Ali Sadikin mengimbau agar berkenan untuk memberikan kembalian atau menyumbang melalui kasir Super Indo. Sumbangan tersebut akan diwujudkan menjadi berbagai buku bacaan anak yang akan disumbangkan ke berbagai taman bacaan di seluruh Indonesia. Yayasan Kick Andy berpendapat bahwa seluruh anak Indonesia wajib mempunyai mimpi. Kegiatan ini diharapkan sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan mimpi anak Indonesia.

Ibu Yuvlinda Susanta menambahkan bahwa antara Cussons, Super Indo, dan Yayasan Kick Andy memiliki kesamaan fokus yaitu peduli dengan anak-anak. Event Cussons Bintang Kecil memiliki program yang lengkap. Event ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, mengajak anak-anak untuk bersenang-senang melalui berbagai wahana edukasi yang kreatif, tetapi juga ada kegiatan sosial dengan peduli kepada anak-anak kurang mampu. Ibu Yuvlinda berpesan agar anak Indonesia memiliki gizi yang baik dan belajar dengan cara yang menyenangkan. Super Indo juga terbuka dengan segala usulan dari konsumen bila ada taman bacaan yang ingin dibantu.

Acara seperti ini memang memberikan banyak manfaat karena memberikan wadah para orang tua. Di mana anak-anak bisa bermain di berbagai booth permainan, orang tua bisa ikut belajar tentang parenting, serta menyalurkan bakat anak melalui kompetisi yang diadakan.


cussons-bintang-kecil-impian-sang-bintang
Dihibur oleh penampilan Neona. Banyak anak yang antusias menyambut penampilan artis cilik ini


Dari penjelasan dari bu Vera, saya kembali mengingat impian masa kecil dan saat ini. Ternyata memang gak jauh, hanya saja saya baru menyadari. Dari dulu, saya senang sekali menulis. Dari mulai corat-coret di diary hingga menulis cerpen. Ya walaupun kali ini saya sudha mentok kalau menulis cerpen, tapi setidaknya saya masih terus menulis diary hanya saja kali ini dalam bentuk blog.


Tentang cita-cita saya menjadi arsitek, kalau diingat kembali, saya selalu memimpikan membuat berbagai ruangan yang nyaman. Bukan gedung atau rumah yang indah. Mungkin jadi semacam impian terpendam karena menginginkan ruangan yang nyaman agar saya bisa menulis. Alhamdulillah, sekarang semuanya tercapai.

PR saya selanjutnya adalah bertanya kepada anak-anak tentang apa yang ingin dicapai dari impian mereka. Seperti Keke yang sekarang ingin menjadi pembalap motor profesional. Semoga semua anak-anak Indonesia bisa menggapai impiannya secara optimal. Aamiin Allahumma aamiin.

Continue Reading
24 comments
Share:

Sunday, March 18, 2018

Resep Praktis Favorit Keluarga SO GOOD Nugget Madu Wijen

Resep-praktis-SO-GOOD-Nugget-Madu-Wijen

Resep Praktis Favorit Keluarga SO GOOD Nugget Madu Wijen - Dahulu, saya mengenal yang namanya istilah '4 Sehat 5 Sempurna'. Sekarang, istilah ini sudah tinggal sejarah, diganti menjadi 'Pedoman Gizi Seimbang' yang memiliki 4 prinsip yaitu

  1. Variasi makanan
  2. Pola hidup bersih
  3. Aktivitas fisik dan olahraga teratur
  4. Menjaga berat badan ideal

Artinya, untuk hidup sehat, makan saja tidak cukup. Variasi makanan dalam Pedoman Gizi Seimbang pun lebih detil lagi komposisi porsinya. Kalau dalam 4 Sehat 5 Sempurna yang penting dalam 1 porsi  makanan ada makanan pokok, lauk-pauk, sayur-mayur, dan buah-buahan. Disempurnakan dengan mengkonsumsi susu.

Dalam perkembangannya, pemahaman 4 sehat 5 sempurna belum tentu menyehatkan karena komposisinya kan gak diatur. Berbeda dengan variasi makanan pada pedoman gizi seimbang. Dalam 1 porsi makanan terdiri dari 35% karbohidrat, 15% protein hewani, 35% sayur, dan 15% buah.


Makanan Sehat Itu Ribet?

Resep-praktis-SO-GOOD-Nugget-Madu-Wijen

Dulu, saya sempat berpendapat menyajikan makanan sehat itu ribet. Ternyata enggak juga. Tergantung makanan apa yang akan disajikan. Banyak kok berbagai makanan yang praktis memasaknya, tapi tetap sehat. Dan, gak harus semuanya kita bikin dari nol.

Meskipun saya suka memasak, tapi kadang-kadang saya juga butuh masak yang praktis. Biasanya nih pagi hari. Dengan waktu yang terbatas, saya harus menyiapkan sarapan dan bekal sekolah. Kalau saya samain menunya, kadang-kadang diprotes anak-anak. Makanya, saya butuh menyajikan masakan yang praktis.

Cukup sering saya mengandalkan produk SO GOOD sebagai asupan protein di keluarga kami. Penyajiannya tentu saja sangat praktis karena dalam keadaan beku juga bisa dimasak. Meskipun banyak varian SO GOOD yang siap masak, kualitasnya tetap terjaga, dari mulai pemilihan ayam hingga dikemas dan siap dipasarkan.

[Silakan baca: Peluncuran Logo dan Slogan SO GOOD Terbaru sebagai Bentuk Persembahan Terbaik Bagi Keluarga Indonesia]


Resep SO GOOD Nugget Wijen


Selain praktis, berbagai varian SO GOOD siap masak juga udah enak. Bumbunya pas banget buat lidah saya dan keluarga. Inginnya sih makan sama nasi dan produk SO GOOD aja, tapi jadinya malah gak bagus karena gak ada sayur dan buah. Gak sesuai prinsip Pedoman Gizi Seimbang.

Karena SO GOOD nugget udah praktis dan enak, maka untuk bahan lainnya juga saya gak mau ribet. Kali ini saya mau berbagi resep SO GOOD Nugget Madu Wijen. Pastinya praktis banget membuatnya.


Bahan-bahan:


  • 1 bungkus SO GOOD Nugget Original
  • 12 sdm madu
  • 3-4 sdm minyak wijen
  • 1 buah bawang bombay, iris tipis
  • 1 buah jeruk lemon, ambil airnya
  • 1-2 siung bawang putih, diparut
  • 2 ruas jahe, iris tipis
  • Air secukupnya
  • 1 sdm tepung maizena, beri sedikit air hingga larut
  • Biji wijen panggang
  • Daun bawang, iris tipis
  • Minyak goreng
  • Garam secukupnya 

Cara Membuat:

  1. Goreng SO GOOD Nugget Original dalam minyak banyak dan panas hingga berwarna coklat keemasan. Tiriskan. 
  2. Campurkan madu, minyak wijen, bawang bombay, jeruk lemon, jahe, dan bawang putih. Aduk rata.
  3. Tuang air sedikit demi sedikit ke dalam campuran tadi. Aduk rata dan koreksi rasa. Kalau masih kemanisan, bisa ditambahkan air lagi.
  4. Masukkan seluruh campuran ke dalam wajan. Masak dengan api kecil dan aduk perlahan hingga mendidih.
  5. Tata nugget dalam piring kemudian siram dengan saus madu. 
  6. Tambahkan garam dan maizena. Aduk sebentar hingga mengental. Koreksi rasa
  7. Taburkan daun bawang dan biji wijen. Sajikan.

Catatan:

Resep-praktis-SO-GOOD-Nugget-Madu-Wijen
  1. Setelah saus madu mengental, nugget bisa dimasukkan ke dalam wajan baru disajikan.
  2. Tapi, kadang-kadang saya bikin saus madu agak banyak. Sehingga lebih memilih menyiram saus madu secukupnya ke nugget. Sisa saus madu bisa disimpan dalam kulkas di wadah yang tertutup rapat.

[Silakan baca: Tips Menyiapkan Makanan Bergizi yang Praktis dengan SO GOOD]

Agar memenuhi menu piring gizi seimbang, saya menambahkan salad coleslaw yang terdiri dari campuran wortel, lobak, dan kol ungu untuk asupan sayur. Serta pisang untuk asupan buah. Saya juga membuat sendiri saladnya dan biasanya dalam jumlah yang lumayan banyak dalam sekali bikin karena anak-anak suka sekali salad ini. Supaya lebih sehat memang sebaiknya salad dikasih minyak zaitun, tapi anak-anak lebih suka pakai mayonnaise. 

Sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan. Bagi saya, memasak praktis dan enak untuk menu sahur itu sangat penting. Praktis biar saya gak grabak-grubuk menyiapkan sahur. Harus enak supaya anak-anak tetap lahap makannya dan tidak ada drama. Siap-siap deh nih nyetok berbagai produk SO GOOD di freezer.

Resep-praktis-SO-GOOD-Nugget-Madu-Wijen
Praktis, bergizi, dan enak. SO GOOD Nugget Madu Wijen ini langsung jadi salah satu menu favorit keluarga

Continue Reading
17 comments
Share:

Wednesday, March 14, 2018

Nestlé Kembali Menggelar Kampanye 'Ayo Bangun Indonesia 2018' - Awali Hari Dengan Sarapan Sehat


Nestlé Kembali Menggelar Kampanye 'Ayo Bangun Indonesia 2018' - Awali Hari Dengan Sarapan Sehat. Kampanye yang digelar pada hari minggu, 4 Maret 2018 di lapangan parkir Sarinah Thamrin ini merupakan gelaran untuk kedua kalinya. Tujuannya adalah ingin mengajak masyarakat untuk terbiasa sarapan sehat. Gelaran kedua ini masih memiliki tujuan yang sama sebagai komitmen Nestlé untuk terus konsisten mengajak masyarakat peduli tentang pentingnya sarapan.

Menurut Prof. Dr. Ir. Hardiansyah, ahli nutrisi dan ketua Pergizi Pangan Indonesia, secara sederhana sarapan berarti kegiatan makan dan minum di pagi hari. Sarapan yang baik haruslah aman dan bergizi. Bila melewati sarapan berisiko antara lain tubuh akan lemas, pikiran terganggu, dan sulit berkonsentrasi. Hal ini akan mengganggu aktivitas sehari-hari, misalnya siswa akan sulit menangkap pelajaran atau para pekerja bisa melakukan berbagai kesalahan bila tubuhnya lemas dan tidak fokus.



Ada 6 Kriteria Sarapan Sehat. Prof. Dr. Ir. Hardiansyah menyebut kriteria ini 6J, yaitu:

  1. Jumlah Pangan - Jumlahnya memenuhi kebutuhan harian. Untuk sarapan jumlahnya memenuhi 1/4 kebutuhan harian.
  2. Jenis Pangan - Mengacu kepada menu gizi seimbang. Dalam 1 porsi terdiri dari karbohidrat, lauk-pauk, sayur, buah, serta minuman.
  3. Jadwal Sarapan - Waktu yang terbaik untuk sarapan dilakukan sebelum pukul 9.
  4. Jurus Mengolah - Keterbatasan waktu di pagi hari, membuat kita tidak memiliki banyak waktu. Jadi, buat sarapan yang praktis untuk menghemat waktu. Rasanya juga harus enak, supaya semangat menyantap sarapan.
  5. Jurus Menyiapkan - Anggota keluarga juga bisa dilibatkan untuk membuat sarapan. Anak-anak biasanya akan semakin lahap menyantap sarapan buatannya sendiri.
  6. Jurus Mengkonsumsi - Jangan biasakan sarapan terburu-buru. Sarapan bersama keluarga dengan tenang dan nyaman juga bisa mempererat bonding. 

Dulu, Chi sering mendengar kalau mengunyah makanan sebaiknya sebanyak 32 kali baru ditelan. Ternyata menurut Prof. Dr. Ir. Hardiansyah tidak harus seperti itu. Tergantung makanan apa yang dikonsumsi. Makan bubur atau cereal yang diberi susu, tentunya gak perlu mengunyah hingga puluhan kali supaya makanannya lembut. Beda lagi kalau kita mengkonsumsi kacang. Bisa jadi butuh puluhan kali mengunyah baru lembut.


Mbak Eka Herdiana, market nutritionist PT Nestlé Indonesia, mengatakan bila masyarakat ingin mengetahui tentang sarapan sehat bisa lihat ke situs sahabatnestle.co.id atau fanpage Sahabat Nestle. Ada berbagai tips, resep sarapan sehat, hingga diskusi dengan para pakar di sana.

Meisya Siregar, artis, menceritakan pengalaman menyiapkan sarapan untuk suami dan ketiga anaknya. Memiliki selera yang berbeda-beda, tentunya membutuhkan kreatif dari Meisya agar tetap bisa menyiapkan sarapan sesuai selera masing-masing.

Menurut Meisya, sarapan banyak sekali manfaatnya tidak hanya bikin kenyang, tetapi juga bisa sebagai momen bonding. Meisya berharap dengan adanya kampanye 'Ayo Bangun Indonesia!' generasi anak-anak di masa depan akan semakin cerdas. Tentu saja semua ini diawali dengan kegiatan sarapan yang sehat dan bergizi.

Continue Reading
14 comments
Share:

Saturday, March 10, 2018

Jakarta Food Security Summit 2018: Optimis Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Indonesia di Masa Depan

Jakarta-Food-Security-Summit

Jakarta Food Security Summit (JFSS) 2018 baru saja usai. JFSS adalah event 2 tahunan dari KADIN Indonesia yang sudah digelar sejak tahun 2010. Tahun ini merupakan gelaran ke-4 dan diselenggarakan di JCC Senayan pada tanggal 7-8 Maret 2018. Setiap JFSS selalu memiliki tema. Pada JFSS 4 bertemakan ‘Pemerataan Ekonomi Sektor Pertanian, Peternakan dan Perikanan Melalui Kebijakan dan Kemitraan’

Sejak dahulu, tanah Indonesia dikenal subur. Indonesia juga kayak akan bahan pangan. Tetapi mengapa berbagai persoalan pangan kerap melanda Indonesia?

Menurut bapak Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI, saat memberikan sambutan pada pembukaan JFSS 4 bahwa persoalan pangan tidak hanya dialami oleh Indonesia. Seluruh negara memiliki berbagai persoalan pangan sejak dahulu.

Menghadapi berbagai persoalan pangan ingi terbagi 2 sikap yaitu  pesimis dan optimis. Mereka yang bersikap pesimis selalu merasa persoalan pangan tidak akan bisa diselesaikan karena pertambahan jumlah penduduk per tahun akan selalu lebih tinggi daripada kenaikan jumlah bahan pangan. Sedangkan mereka yang optimis akan menganggap berbagai persoalan tersebut sebagai tantangan dna menjawabnya dengan teknologi dan ilmu ppengetahuan lainnya.

Jumlah penduduk Indonesia yang tercatat per Juni 2016 mencapai 267 juta jiwa, dan berada di nomor 4 negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Bila diperkirakan kenaikan jumlah penduduk sekitar 1.3% per tahun berarti akan ada penambahan sebesar 3 juta jiwa setiap tahunnya. Bayangkan pada 10 atau 20 tahun ke depan. Ada berapa banyak jumlah penduduk Indonesia di masa depan? Ketersediaan bahan pangan harus selalu diantisipasi dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk.


Jakarta-Food-Security-Summit

Tidak hanya meningkatnya jumlah penduduk, masih ada masalah lain yang berkaitan tentang pangan misalnya perubahan iklim, semakin terbatasnya lahan,  ketersediaan air, dan lain sebagainya menjadi tantangan yang harus terus diselesaikan. Indonesia juga negara kepulauan sehingga untuk urusan logistik lebih sulit daripada negara daratan.

Pertanian adalah sektor yang paling menyerap tenaga kerja. Jumlahnya sekitar 31%. Bapak Jusuf Kalla juga mengatakan kalau petani adalah kelompok masyarakat yang paling banyak kerjanya. Dengan semakin banyak jumlah masayarakat Indonesia dan kebutuhan akan pangan pun meningkat maka seharusnya kesejahteraan petani pun meningkat. Tetapi kenyataannya tidak demikian. Kesejahteraan petani masih menjadi masalah. Oleh karenanya tidak heran bila banyak generasi muda yang enggan menjadi petani. Masyarakat yang menjadi petani pun mulai banyak yang beralih untuk bekerja di pabrik. Semua itu karena tuntutan ekonomi.


Jakarta-Food-Security-Summit
Salah satu teknologi pangan adalah dengan menggunakan teknologi dari jepang untuk masalah air. Lihat saja hasil pertaniannya, tidak hanya lebih segar tetapi juga ukurannya lebih besar


Indonesia bisa mencontoh beberapa negara yang sudah berhasil, misalnya India yang berhasil meningkatkan jumlah pangan tanpa menambah lahan. Dulu impor gandum, sekarang India bisa ekspor gandum. Indonesia harus belajar banyak dari India. Wapres juga sempat menyinggung Mentan Amran Sulaiman yang menggunakan TNI untuk meningkatkan produktivitas pangan. Menurut wapres, sudah saatnya teknologi pangan yang menjadi solusi.

Jakarta-Food-Security-Summit
Jakarta-Food-Security-Summit

JFSS 4 yang dihadiri oleh sekitar 1500 delegasi dari berbagai kalangan ini terbagi dalam 2 bagian yaitu Seminar Nasional dan Pameran Pangan Nasional. Usai JFSS resmi dibuka, saya menyempatkan diri untuk melihat pameran. Ada berbagai kelompok bahan pangan di sana. Tidak hanya hasil pertanian tetapi juga peternakan dan perikanan. Seperti yang Wapres katakan bahwa pola konsumsi masyarakat di satu negara biasanya mengikuti pendapatan. Semakin tinggi pendapatan di satu negara, maka konsumsi karbohidrat menurun dan konsumsi protein hewani/nabati meningkat.

Jakarta-Food-Security-Summit

Secara singkat, JFSS 4 ini berfokus kepada kemitraan. Kalau saya perhatikan berbagai skema kelompok bahan pangan dari petani hingga ke tangan konsumen, zaman dahulu dan sekarang masih menempuh jalan panjang. Skema seperti ini sedang diusahakan untuk diubah.

Sederhananya, petani akan bermitra dengan pengusaha. Petani memiliki lahan dan akan diberikan edukasi bagaimana produktivitas bisa meningkat serta disediakan bibit unggul. Pengusaha bekerjasama dengan para akademisi dan berbagai pakar lainnya untuk melakukan segala macam riset di bidang pertanian. Pihak asuransi akan memberikan asuransi bila petani gagal panen. Pinjaman dengan bunga rendah dari perbankan. Serta, pendampingan di tingkat SDM oleh koperasi Hasil pertanian akan dibeli oleh pengusaha yang bermitra dengan petani. Pemerintah juga berperan misalnya dengan memberikan kepastian hukum untuk meningkatkan daya saing di dalam dan luar negeri. Memang membutuhkan kerjasama banyak pihak agar  program kemitraan ini berhasil. Menurut KADIN, petani yang sudah bermitra kesejahteraannya lebih meningkat dibandingkan petani yang belum melakukan kemitraan.

Banyak harapan baik dari event seperti ini. Saya pribadi berharap petani, peternak, dan nelayan Indonesia semakin sejahtera. Bila ingin ketahanan pangan semakin meningkat seharusnya disokong dengan meningkatnya kesejahteraan masayarat khususnya di bidang pertanian, peternak, dan nelayan.


Jakarta-Food-Security-Summit

Continue Reading
5 comments
Share:

Thursday, March 8, 2018

Pengalaman Anak yang Diasuh oleh Asisten Rumah Tangga

Pengalaman Anak yang Diasuh oleh Asisten Rumah Tangga - Keterangan: Ini bukan cerita tentang Keke dan Nai yang diasuh oleh asisten rumah tangga. Tapi cerita tentang pengalaman Chi yang sejak kecil diasuh oleh asisten rumah tangga karena mamah bekerja.

Males sebetulnya membahas tema mom's war yang paling legend ini. Apalagi kalau bukan tentang "Ibu Rumah Tangga vs Ibu Bekerja". Kayaknya dari zaman rikiplik, perang yang satu ini udah ada. Kali ini Chi tergelitik untuk bikin postingan dengan tema ini. Tapi bukan untuk menimbulkan pro-cons, lho. *Postingan kali ini, Chi bikin dalam bentuk tanya jawab, ya.

Pernah ikut war dengan tema ini? Alasannya?

Enggak pernah. Chi malas ikut war karena memang gak suka ribut apalagi di social media.

Kedua, ya karena mamah seorang ibu bekerja. Sebelum pukul 6 pagi udah berangkat kerja karena kantornya jauh banget. Sampe rumah paling cepat pukul 9 malam. Otomatis sehari-hari Chi lebih sering sama asisten rumah tangga.

Kalau Chi 'menyerang' ibu bekerja itu sama aja dengan menyerang ibu sendiri. Kalaupun misalnya mamah bukanlah ibu yang baik, Chi lebih suka mengatakan langsung secara personal daripada mengeneralisir semua ibu bekerja pasti gak baik.

Sedekat apa dengan asisten rumah tangga?

Asisten rumah tangga zaman dulu tuh setia. Dulu kami hanya punya 1 asisten rumah tangga yang bertahan lama. Namanya bi Noh dan udah ikut kami sejak Chi kecil hingga lulus SMA. Berhenti bekerja karena dijodohin sama orang tuanya dan akhirnya tinggal di kampung.

Chi masih inget banget, saat itu bi noh sampai menangis tapi juga gak kuasa menentang keinginan orang tuanya. Apalagi untuk ukuran masyarakat di kampung, usia bi Noh saat itu udah termasuk perawan tua. Makanya ma orang tuanya diharuskan menikah dengan cara dijodohkan. Karena hubungan keluarga kami dengan bi Noh baik, hingga sekarang bi Noh dan suaminya dipercayakan untuk mengurus rumah papah di kampung.

Jadi, kalau dibilang dekat sih udah pasti dekat banget, lah. Chi pernah ada masa tidur sekamar ma bi Noh. Paling suka kalau mau tidur diusapin rambutnya. Bi Noh juga pintar masak. Telaten banget sampai buku pelajaran juga tiap hari disiapin ma bi Noh. Deket banget lah pokoknya.

Berarti bi Noh udah bisa dibilang menggantikan posisi orang tua, dong?

Ya, enggak lah. Anggap aja bi Noh udah jadi bagian dari anggota keluarga. Tapi pengganti orang tua? Ya enggak.

Seberapa dekat dengan orang tua, terutama mamah?

Lumayan dekat. Chi memang gak pernah bermanja-manja ma orang tua tapi kan bukan berarti gak dekat. Kuantitas mamah ke anak-anaknya memang gak banyak. Gak usahlah bandingin dengan semua ibu rumah tangga. Bandingin aja dengan Chi sekarang yang jadi ibu rumah tangga. Chi berani bilang kalau kuantitas kebersamaan dengan anak-anak lebih banyak Chi daripada mamah. Kuantitas lho ya BUKAN kualitas.

Berarti kualitas mamah sebagai ibu tetap baik? Kalau begitu kenapa Chi gak jadi ibu bekerja juga?

Lulus kuliah, Chi pernah kerja kantoran. Sama lah kayak mamah, berangkat pagi trus sampai ke rumah lagi udah larut malam. Kalau udah sampai rumah maunya langsung tidur. Cape banget meskipun di kantor suasanya menyenangkan.

Trus, menjelang menikah Chi mulai mikir. Apa iya bisa menjalankan 2 peran sekaligus? Kalau mamah, udah terbukti bisa. Tapi kalau Chi rasanya gak sanggup, deh. Ngebayanginnya aja udah langsung kibar bendera putih. Makanya Chi akhirnya pilih jadi ibu rumah tangga aja. Tentunya setelah berdiskusi dengan K'Aie. Kedua belah pihak harus sepakat, lah. *Eits! Jangan komen seharusnya dicoba dulu, siapa tau sebetulnya sanggup. Iya, Chi memang belum pernah menjalankan 2 peran sekaligus. Tapi kita kan juga bisa menilai diri sendiri. Rasanya Chi cukup tau seperti apa kemampuan diri sendiri makanya bisa mengatakan gak sanggup.

Memang apa yang mamah lakukan bersama anak-anak kalau lagi di rumah?

Kalau hari kerja mungkin gak banyak, ya. Seringnya mamah sampai rumah, anak-anaknya udah tidur. Paling ketemu sebentar di pagi hari. Tapi kebersamaannya paling terasa saat weekend. Kadang-kadang kami jalan ke mall, sekadar cari makan.

Atau kami suka ngumpul di kamar orang tua, gelar kasur tambahan, kruntelan bareng, dan tidur bersama. Saat kruntelan, kami ada ngobrolnya sambil nonton tv bareng. Dulu belum jamannya gadget, jadi gak ada cerita masing-masing sibuk dnegan gadget meskipun satu ruangan. Lupakan dulu deh ya segala teori kalau anak sebaiknya tidur terpisah dari orang tua. Lagipula yang kami melakukannya juga gak setiap hari.

Mamah juga pintar memasak. Chi banyak belajar memasak dari mamah. Meskipun bi Noh bisa memasak tapi kalau weekend giliran mamah yang masak. Kami juga suka piknik. Dan kalau piknik, semua masakannya mamah yang buat. Chi aja yang sekarang di rumah kalau mau jalan-jalan jarang banget bawa makanan sendiri. Beli aja, lah. Praktis! 😂

Ada satu hal dari mamah yang Chi gak bisa yaitu menjahit. Sampai SD kelas berapa gitu, semua baju anak-anak selalu dijahitin mamah. Kalau di sekolah ada teman pakai baju yang kelihatan bagus, mamah bilang bakal bikinin. Jadi kami gak pernah beli baju di toko sampai usia tertentu *Chi lupa usia berapa*. Chi sampai sekarang gak bisa jahit, semua baju anak-anak ya tinggal beli. Apalagi sekarang udah ada toko online hehehe.

Itu sedikit contoh dari apa yang mamah lakukan sebagai ibu. Jadi biarpun mamah sibuk bekerja, tetap aja kalau ada waktu masih berusaha menyenangkan anak-anak.

Berarti harus pinter masak, dong?

Ya enggak juga. Chi punya temen gak bisa masak. Dia sendiri yang ngaku begitu, lho. Tapi dia bilang tetap akan menyajikan makanan terbaik untuk anak-anaknya meskipun harus beli.

Masakan ibu adalah yang terbaik? Iya, buat Chi makanan ibu adalah yang terbaik. Makanya Chi tetap berusaha memasak. Terinspirasi dari mamah juga yang tetap memasak untuk anak-anaknya. Tapi setiap orang kan punya tolok ukur sendiri. Lagipula dia ini yang mengeluarkan uang. Suami serta anak-anaknya juga gak bermasalah dengan itu. Jadi, kenapa juga harus kita yang ribut?

Katanya anak yang diasuh oleh orang lain (asisten rumah tangga. day care, baby sitter, atau nenek) gak bahagia. Trus gak juga bikin si anak jadi pintar. Makanya tetap sebaiknya ibu yang mengasuh anaknya.

Hmmm ... Apa Chi harus upload semua nilai raport saat masih sekolah? Ya, meskipun gak pernah ranking 1 tapi 10 besar aja sering, lah. Kayaknya zaman SMA aja yang kadang agak jeblok. Mulai mengenal cinta, sih *uhuk! 😂

Bi Noh memang gak pernah ngajarin Chi belajar. Ya tidak mampu juga. Sedangkan mamah sibuk bekerja. Paling sesekali aja tanya pelajaran sekolah ke anaknya. Tapi bukan berarti bikin kita jadi bodoh, kan? Sekarang aja, Chi punya banyak teman yang bekerja tetapi anak-anaknya pada berprestasi, lho.

Chi malah pernah baca komen yang lebih parah. Katanya anak yang diasuh bukan sama ibunya adalah produk gagal. Ya mungkin saat itu Chi juga lagi PMS jadinya langsung merasa kesal juga. Enak aja dianggap produk gagal. Manusia kok disamain ma barang. Rasanya pengen langsung balas komen orang itu. Kalau perlu sambil ngamuk.

Tapi dipikir lagi, ngapain juga ngeladenin. Kenal juga enggak. Kalau dia merasa gagal, biarin aja lah. Chi sendiri gak pernah merasa jadi anak yang gagal. Alhamdulillah bahagia aja sampai sekarang. Bersyukur dengan apa yang bisa dinikmati saat ini.

Pernah gak berpikir, seandainya mamah gak kerja?

Sering. Biasanya kalau lagi ngiri lihat teman yang ibunya di rumah. Pengen lah punya ibu kayak gitu. Tapi Chi gak pernah minta ke mamah juga untuk berhenti bekerja. Contoh lainnya adalah Chi malah pernah beberapa kali ditanya sama Keke kenapa gak kerja. Dia pengen kayak beberapa temannya yang ibunya kerja. Nah, lho! Chi malah pernah pengen punya ibu yang di rumah. Giliran sekarang Chi jadi ibu rumah tangga, anaknya malah minta bundanya kerja. 😂

Sebetulnya itu cuma keinginan sesaat seorang anak. Kayak Chi suka mikir gitu kalau lagi timbul rasa iri. Sedangkan Keke berpendapat begitu karena melihat teman-temannya lebih bebas. Punya pikiran seperti itu bukan berarti anak-anak gak mengerti apa yang dilakukan orang tua. Chi mengerti kenapa mamah harus kerja. Keke pun mengerti kenapa bundanya memilih di rumah.

Malah Chi pernah bilang ke Keke bakal kerja lagi kalau memang dia maunya begitu. Eh, giliran digituin, dia malah bilang kalau bundanya gak boleh kerja hihihi. Ya begitulah. Namanya juga anak-anak, kadang-kadang punya keinginan sesaat juga.

Tapi kalau lihat berbagai kasus remaja rasanya semakin bikin was-was. Apa gak sebaiknya seorang ibu jadi ibu rumah tangga aja?

Kalau lihat/dengar berbagai kasus remaja memang bikin was-was. Tapi apa iya, semua remaja yang bermasalah itu ibunya bekerja? Chi memang gak pernah survey. Tapi rasanya gak mungkin ya kalau kasus ini hanya dialami oleh anak yang ibunya bekerja. Di lingkungan sendiri aja, beberapa anak yang bermasalah ada yang ibunya bekerja dan ada yang tidak. Anak yang berprestasi pun ada yang ibunya bekerja atau ibu rumah tangga.

Jadi siapapun bisa mengalaminya. Nah, masalahnya kadang dalam setiap perdebatan, Chi jarang banget melihat yang membahas penyebab kenapa remaja jadi bermasalah. Kebanyakan langsung saling menyalahkan status ibunya bekerja atau tidak. Atau saling klaim yang terbaik tentang posisinya sebagai ibu rumah tangga atau ibu bekerja.

Tapi yang mendukung ibu rumah tangga ada yang dari ahli parenting, lho.

Trus kenapa? Eits! Jangan salah sangka dulu, ya. Chi gak anti dengan ahli parenting, kok. Sejak hamil anak pertama, Chi banyak beli buku parenting. Langganan majalah dan tabloid tentang ibu-anak juga. Apalagi saat itu Chi belum akrab dengan internet. Terbantu banget dengan adanya buku, majalah, dan tabloid. Chi juga kadang-kadang suka datang ke acara parenting sampai sekarang.

Tapi pendapat ahli parenting kan bisa beragam. Chi pernah datang ke salah satu seminar parenting, trus pas sesi tanya jawab ada seorang ibu yang minta saran tentang pola asuh anak bagi ibu bekerja. Sehari-hari anaknya bersama baby sitter. Ahli parenting tersebut dengan halus menolak menjawab. Alasannya, dia pernah bekerja kantoran dan ternyata anaknya kurang terurus. Sehingga akhirnya memilih resign. Makanya ahli parenting ini menolak menjawab untuk sesuatu yang beliau sendiri pernah gagal.

Apakah ahli tersebut salah? Tentu aja enggak. Beliau hanya menolak tapi tidak menghakimi ibu yang bekerja. Jadi seandainya kita tidak sependapat ya gak usah memaksa juga. Di luar sana kan juga banyak ahli parenting yang memberikan berbagai solusi bagi ibu bekerja. Kalaupun gak bertanya ke ahli parenting, bisa berdiskusi dengan keluarga, teman, atau siapapun yang sekiranya bisa menjadi tempat untuk berdiskusi. *Daripada nyari perbedaan melulu kan malah pusing.

Chi kan suka dengan quote Rio 2, "Happy Wife, Happy Family". Alasannya?

Chi pernah menyarankan seorang teman untuk kerja lagi. Ya abisnya sejak dia resign bawaannya jadi curhat segala keluhan melulu. Padahal tadinya teman Chi ini selalu ceria. Bukannya Chi gak mau jadi pendengar yang baik, tapi sampai kapan jadi pendengar kalau terus mendengar keluhan yang sama? Beberapa saran seperti gak dianggap.

Chi pikir bekerja akan bikin dia bahagia lagi. Lagipula saat bekerja juga anaknya terurus dengan baik. Kalau di rumah trus dia ngeluh melulu kan malah kasihan anaknya. Tapi Chi cuma kasih saran, kalaupun sampai sekarang dia tetap memilih untuk jadi ibu rumah tangga ya itu hak dia. Dan pada akhirnya dia pun berbahagia juga sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah.

Perempuan juga makhluk yang rumit. Kadang kita aja suka gak ngerti ma diri sendiri apalagi kalau lagi sensi. Iya, gak? 😂 Makanya harus bahagia dulu. Pasti lebih suka lihat perempuan bahagia daripada baper, kan? Perempuan kalau udah baper tuh ngeselin. Serba salah. *ups! Itu kayaknya Chi aja 😁 Bahagia bukannya berarti egois, ya. Tapi biasanya kalau hati perempuan udah bahagia, apapun rintangannya juga bisa atau lebih semangat untuk dijalani. Kalau udah menikah, model kebahagiannya diskusikan dengan suami

Berarti antara ibu bekerja vs ibu rumah tangga gak ada pemenangnya, ya? Trus kira-kira kapan war ini berakhir?

Emangnya perlombaan? Pakai ada pemenang segala hehehe. Silakan mau memilih jadi ibu bekerja atau ibu rumah tangga. Setiap orang pasti punya ukuran masing-masing. Jangan ngurusin 'dapur' orang lain terus. Bahagialah dengan ukuran sendiri tanpa harus menyakiti orang lain 😊

Kapan akan berhenti? Kalau kata Chi, perang akan berhenti kalau gak ada lagi yang ngeladenin. Maksudnya kalau ada yang ngejudge gitu mending abaikan aja. Chi memang gak pernah ikut war kayak gini tapi bukan berarti hati gak pernah panas kalau baca komen yang gak enak. Kadang sampai uring-uringan, lho. Yah namanya juga manusia. Wajar  kalau kadang-kadang bisa emosi juga hehehe. Tapi, sebisa mungkin menghindari war.

Mendingan berusaha cuek aja, deh. Caranya kalau lagi PMS mending jauh dari socmed hihihi. Tapi cara yang terampuh adalah dengan melihat ke suami dan anak-anak. Mereka bahagia, gak? Mereka menerima, gak? Kalau suami dan anak-anak menerima kita sebagai istri/ibu dengan apa adanya dan bahagia pula, ngapain juga harus ngeladenin judgement orang lain yang bahkan kita gak kenal? Malah bisa-bisa suami atau anak-anak yang jadi korban. Iya karena kita uring-uringan gara-gara pendapat orang trus yang dicemberutin orang serumah. Padahal apa salah mereka? Kalau buat Chi sih resep jitunya itu, lihat suami dan anak-anak. Bukan berarti mengabaikan keberadaan orang tua, ya. Tapi kan teman curhat Chi ya suami. Anak-anak juga sehari-hari ma Chi.

Sesuatu yang memicu war memang biasanya awalnya karena ada yang cenderung nge-judge. Ya mungkin maksudnya baik tapi tetap aja kalau ada pihak yang merasa dihakimi jadinya ramai. Tips lainnya mending cari informasi positif yang sekiranya dibutuhkan aja. Misalnya bagaimana seorang ibu rumah tangga mengasuh anak. Atau buat ibu bekerja, silakan cari artikel tentang kualitas bersama anak meskipun sehari-harinya anak bersama pihak lain.

Cari circle yang saling mendukung lebih adem daripada ikutan berdebat. Gak harus dari yang pilihannya sama. Kayak Chi ma mamah, meskipun pilihan kami beda tapi bisa saling belajar juga. Chi kadang-kadang masih suka minta saran mamah bagaimana mengasuh anak, memasak, dan lain sebagainya. Mamah juga kadang-kadang suka nanya Chi termasuk kalau lagi bete ma papah suka minta saran ma anaknya hahaha. Lucu ya kesannya kok orang tua minta saran ma anak. Tapi sebetulnya itu karena kami cukup dekat aja jadi kadang suka saling curhat dan memberi saran.

Ya udah gitu aja. Jadi masih mau ikutan war? Ini udah tahun 2018, lho. Mau sampai kapan?😁

Continue Reading
21 comments
Share:

Monday, March 5, 2018

Cegah dan Usir Anyang-Anyangan dengan Solusi Alami Prive Uri-cran

Prive-Uri-cran-solusi-alami-untuk-anyang-anyangan

Prive Uri-cran, solusi alami anyang-anyangan. Kapan terakhir kali teman-teman menangis seperti anak kecil? Saya baru saja melakukannya sekitar 3 bulan yang lalu.

Awalnya, seharian itu saya bolak-balik ke kamar mandi. Buang air kecil tapi keluarnya sedikit-sedikit seperti gak tuntas gitu. Itupun gak langsung nangis, cuma kesel. Sebentar-sebentar ke toilet kan bikin cap. Seharian itu saya beberes rumah yang dalam waktu dekat akan kami tempati. Kalau harus bolak-balik ke toilet, jelas saya merasa terganggu.

Saya coba mengabaikan tetapi makin lama makin merasa gak nyaman. Gak hanya merasa gak tuntas tapi juga mulai merasa sakit buang air kecil. Rasanya perih dan panas. Panggul juga mulai nyeri. Ugh, gak ada nyamannya sama sekali!

'Kayaknya penyebab sakit saat buang air kecil karena kurang minum, nih!' ujar saya dalam hati.

Selama beberes rumah, saya memang kurang sekali minum air putih. Buang air kecilnya juga ditahan-tahan karena berasa nanggung lagi beberes. Setelah rasa ingin buang air kecil udah gak bisa ditahan, baru deh ke toilet. Tapi bukan rasa nyaman karena seluruh urine sudah dibuang, yang terjadi malah rasa nanggung karena keluarnya tersendat-sendat dan diikuti dengan berbagai gejala tidak nyaman lainnya. Saya segera minum air putih yang banyak. Saya pikir ini akan menjadi solusi mengatasi susah buang air kecil. Tapi gagal, euy! Efeknya cuma bikin perut saya jadi kembung. Buang air kecilnya mah tetep aja sedikit-sedikit dan makin lama makin sakiiiiittt. Hiks!

Saya coba tetap beberes rumah. Ya kali aja lupa sama rasa tidak nyaman yang sedang dirasakan. Ternyata enggak, saya malah makin gak bisa beberes. Badan juga mulai greges kayak tanda-tanda demam gitu. Mencoba beristirahat pun juga gak nyaman. Serba salah pokoknya. Akhirnya saya mulai menangis. Beneran menangis seperti anak kecil. Biarin deh diliatin ma Keke dan Nai juga. Abis mau gimana lagi? Rasanya udah sangat gak nyaman.

Udah ada feeling sih kalau ini sepertinya gejala anyang-anyangan. Beberapa waktu sebelumnya tante saya pernah terkena infeksi saluran kemih (ISK). Gejala awalnya mirip seperti yang saya alami. Bahkan tante hingga demam dan harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. Saya kan jadi makin takut.  Duh, gak mau banget kalau sampai harus dirawat.


Prive-Uri-cran-solusi-alami-untuk-anyang-anyangan

Saya pun mulai googling. Ternyata penyebab anyang-anyangan ada banyak, diantaranya sering menahan buang air kecil, kurang minum air putih, dan kurang bersih menjaga organ intim sehingga bakteri E.coli masuk ke dalam saluran kemih. Mengkonsumsi kafein pada saat haid juga bisa menjadi penyebab infeksi saluran kemih, lho Ya, karena minuman seperti kopi kan bersifat diuretik. Jadi ingin buang air kecil terus setelah minum kopi. *Tepok jidat karena saya baru aja ngopi pada saat sedang haid. Gak lagi-lagi, deh. Takut aja kalau sampe kena anyang-anyangan lagi*

Prive-Uri-cran-solusi-alami-untuk-anyang-anyangan
Anyang-anyangan memang bisa berulang dan wanita paling rentan terkena penyakit ini. Dari website Prive Uri-Cran, saya jadi tahu kalau 5 dari 10 wanita pernah terkena infeksi saluran kemih. Wow, 50%! Tidak hanya rentan, tapi wanita juga berisiko mengalami anyang-anyangan hingga berulang kali. *Duh, saya kena sekali aja langsung kapok!*

Saya: "Ayaaah! Bunda sakit pipisnya. Hu ... hu ... hu ..."
Suami: "Bunda kurang minum air putih, ya."
Saya: "Tadinya gitu."
Suami: "Pantesan ..."
Saya: "Ya tapi Bunda udah banyak minumnya ... tapi tetep sakit."
Suami: "Masih kurang kali."
Saya: "Udah banyak, Ayaaahh. Perut Bunda udah kembung. Ayah mah begitu!"
Suami: "Ya trus Ayah harus gimana?"
Saya: "Beliin Prive Uri-Cran."
Suami: "Apaan, tuh? Obat?"
Saya: "Katanya sih suplemen tapi banyak yang bilang bagus buat anyang-anyangan."
Suami: "Belinya di mana?"
Saya: "Coba cari di apotik atau di dekat rumah kan ada Century. Cepetan, Ayaaah! Ini udah sakiiiit!"

Saya sempat kesal karena merasa suami kurang peka. Udah tau istrinya sampai nangis kayak gitu malah ditanya melulu bukannya langsung dibeliin. Tapi mungkin itu bentuk rasa sayang dia. Gak ingin istrinya minum sembarang obat atau suplemen, makanya suami banyak nanya sebelum beli.

Alhamdulillah, sejak itu saya belum terkena anyang-anyangan lagi. Tapi mengingat anyang-anyangan juga bisa berulang, saya mau berbagi cara mencegah anyang-anyangan. Tips ini juga bisa untuk laki-laki hingga anak-anak karena siapapun bisa terkena anyang-anyangan meskipun perempuan yang lebih rentan terkena penyakit ini.


Banyak Minum Air Putih

Saya ini kadang-kadang suka malas minum air putih. Biasanya kalau lagi sibuk beraktivitas atau sedang traveling tuh paling malas minum. Suka khawatir jadi beser dan malas bolak-balik ke toilet kalau banyak minum air putih. Padahal ya semakin banyak minum air putih, urine jadi semakin cair sehingga bakteri tidak berkembang biak dan keluar dari kandung kemih. Minum air putih 8-10 gelas per hari.


Jangan Menahan Buang Air Kecil

Nah, kalau lagi fokus mengerjakan sesuatu, saya suka malas ke toilet. Sering ditahan dan baru lari ke toilet kalau udah kebelet banget. Saat traveling juga gitu. Apalagi kalau toiletnya kotor, makin ditahan deh buang air kecilnya. Padahal semakin ditahan, bakteri E.Coli semakin berkembang biak di kandungan kemih.


Jaga Kebersihan Organ Intim


Masih ada wanita yang kurang paham menjaga organ intimnya. Ketika cebok dilakukan asal-asalan. Dipikir yang penting udah disiram pakai air berarti udah bersih. Padahal saluran buang air besar dan buang air kecil pada wanita kan berdekatan. Cara cebok yang benar adalah dari depan ke belakang. Jangan terbalik karena bisa membuat bakteri dari saluran buang air besar masuk ke dalam saluran kemih sehingga menyebabkan infeksi saluran kemih. Lakukan cara yang sama, pada saat ngelap organ intim. Dilap dari depan ke belakang. Tentunya menggunakan lap atau tissue yang bersih dan kering.

Ketika menggunakan toilet umum, usahakan cari toilet jongkok. Bila harus menggunakan toilet duduk, bersihkan dulu dudukannya dengan tissue bersih. Gunakan air yang mengalir saat cebok. Lebih baik kalau ada semprotan buat cebok. Jangan menggunakan air yang sudah ada di ember. Kita gak tau sudah ada berapa banyak bakteri yang berada di dalam air yang di ember. Jadi bukannya bersih, tapi bakteri yang di ember malah pindah ke saluran kemih. Hiii!


Jangan Menggunakan Celana Dalam yang Terlalu Ketat

Celana dalam yang terlalu ketat bisa membuat organ intim semakin lembab. Akibatnya, bakteri dan jamur semakin berkembang biak. Tidak hanya berisiko terkena keputihan, bakteri yang masuk ke dalam saluran kemih juga bisa menyebabkan infeksi. Gunakan celana dalam dari bahan katun. Dan rutin mengganti celana dalam 2-3x dalam sehari.

Bila sedang haid juga harus rajin mengganti pembalut. Rata-rata setiap 4 jam sekali. Tetapi bila sebelum 4 jam sudah dirasa penuh, segera ganti dengan pembalut yang bersih.


Asupan Nutrisi yang Tepat

Prive-Uri-cran-solusi-alami-untuk-anyang-anyangan

Jaga kondisi tubuh agar tetap fit. Sistem imun yang menurun membuat tubuh mudah diserang bakteri jahat. Mengkonsumsi buah cranberry sangat bermanfaat bagi kesehatan. Kadar vitamin C pada buah ini cukup tinggi. Kandungan antioksidan pada cranberry juga baik bagi kesehatan jantung, mencegah penyakit kanker, hingga efektif mencegah infeksi saluran kemih.

Tapi masalahnya cari buah cranberry segar di mana? Jarang banget kan yang jual buah cranberry segar. Bahkan di toko buah atau supermarket pun gak selalu ada. Bila berhubungan dengan anyang-anyangan dan kesehatan saluran kemih, tentunya saya butuh solusi yang alami dan praktis. Makanya pilihan saya jatuh kepada Prive Uri-Cran.

Ada 2 varian produk Prive Uri-Cran, yaitu

  1. Kapsul. Komposisi 250 mg ekstrak cranberry. Dosis 1-2 kapsul/hari
  2. Serbuk. Komposisi 375 mg ekstrak cranberry, 60 mg vitamin C, 0,1 mg Lactobacillus Achidopillus, dan 0,1 mg Bifidobacterium Bifidum. Dosis 1-2 sachet/hari

Apabila sudah terjadi anyang-anyang seperti yang saya alami beberapa bulan lalu, maka tindakan yang dilakukan untuk mengatasi susah buang air kecil adalah sebagai berikut:

  1. Minum air putih yang banyak. Usahakan minum air hangat.
  2. Jangan lagi menunda buang air kecil. Memang rasanya sakit bila sedang terkena anyang-anyangan tetapi menundanya pun gak akan bikin rasa sakit menjadi hilang. Malah bisa bisa membuat rasa sakit semakin terasa.
  3. Segera minum Prive Uri-Cran. Saya memilih yang berbentuk serbuk.
  4. Jangan sembarangan mengkonsumsi antibiotik. Lebih baik segera ke dokter bisa rasa anyang-anyangan tidak juga berkurang.

 

Mengapa Memilih Prive Uri-cran?


Banyak yang merekomendasikan

Saat googling solusi alami dan praktis mengatasi anyang-anyangan, saya banyak mendapatkan informasi tentang Prive Uri-Cran. Banyak testimoni yang mengatakan kalau suplemen ini efektif mencegah dan mengatasi anyang-anyangan


Produksi Combiphar

Saya gak berani mengkonsumsi sembarangan suplemen dan obat. Oleh karenanya, setiap kali membeli suplemen atau obat, saya selalu lihat produsennya. Prive Uri-Cran adalah produksi Combiphar, salah satu produsen obat-obatan terkemuka di Indonesia. Beberapa obat produksi Combiphar pernah saya konsumsi dan cocok. Makanya, saya pun mulai yakin mencoba Prive Uri-Cran setelah mengetahui produsennya.


Mudah Didapat

Kemudahan mendapatkan produk ini juga menjadi nilai plus bagi saya. Kebayang kan, udah sakit tapi cari obatnya susah. Kalau Prive Uri-cran mudah didapat. Di berbagai apotik, Kimia Farma, Guardian, Century, dan lain sebagainya menjual produk ini.


Mudah Menyajikannya dan Rasanya Enak

Prive-Uri-cran-solusi-alami-untuk-anyang-anyangan

Gak sulit menyajikan suplemen ini. Gak perlu nyiapin blender atau cari buah cranberry dulu. Saya hanya perlu menyiapkan segelas air putih. Dingin juga gak apa-apa. Kemudian tuang 1 sachet Prive Uri-cran. Aduk sebentar, lalu minum deh. Rasanya? Segar dan enak.


Mudah Dibawa Kemanapun

Prive-Uri-cran-solusi-alami-untuk-anyang-anyangan

Karena bentuknya sachet, saya tinggal masukkan ke kotak obat atau kantong kecil di tas. Gak pakai ribet pokoknya. Sekarang kemanapun diusahakan bawa Prive Uri-cran. Jaga-jaga kalau sampai kena anyang-anyangan berulang. Praktis karena bisa diminum dimanapun dan kapanpun.


Efektif Mencegah dan Mengatasi Anyang-Anyangan

Sejak dahulu, kandungan dalam cranberry diyakini sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan mengatasi berbagai penyakit. Ekstrak cranberry juga digunakan sebagai bahan dasar produk perawatan kecantikan dan kesehatan slauran kemih. Pada bulan April 2004, lembaga pengawas obat dan makanan Prancis, AFSSA, mengizinkan penggunaan jus buah cranberry sebagai antibakteri untuk kesehatan saluran kencing. Hal ini dibuktikan oleh 4 uji klinis acak sempurna yang menyatakan bahwa jus cranberry mampu menghambat infeksi bakteri pada saluran kemih.

Saya minum Prive Uri-cran juga karena produk ini termasuk suplemen bukan antibiotik. Sehingga saya tidak khawatir akan mengalami resistensi antibiotik. Buah cranberry juga dianggap efektif mencegah ISK karena mengandung Proanthocyanidin yang dapat menghambat pelekatan bakteri E.coli di saluran kemih.

Selain itu, untuk varian serbuk juga mengandung Lactobacillus. Sehingga tidak hanya menjauhkan saya dari risiko anyang-anyangan, pencernaan pun ikut dijaga kesehatannya. Penting juga menjaga kesehatan saluran cerna karena 80 kasus ISK disebabkan oleh bakteri E.Coli yang umumnya hidup di saluran cerna.

Mau merasakan anyang-anyangan? Jangaaaan! Beneran gak enak banget, deh. Pokoknya jangan sampai mengalami. Makanya penting banget dijaga kesehatan saluran kemihnya, ya. Solusi alami dan praktisnya juga udah tau, kan? Terima kasih banyak ya, Prive Uri-cran.


Continue Reading
72 comments
Share: