Sunday, August 31, 2008

Lentera Jiwa

Lentera Jiwa

Abis buka web Kick Andy, ada tulisan yang bagus banget menurut Chi. Chi copas aja ya..


Lentera Jiwa


Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena ‘pecah kongsi’ dengan Surya Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan ‘power’ yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, tiba-tiba saya mengundurkan diri.

Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan sulit. Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang beasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke Sekolah Tinggi Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri beban uang kuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Metro TV.

Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya kagumi, sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa mengapa saya keluar dari Metro TV. ‘’Andy ibarat ikan di dalam kolam. Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikan tersebut terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar.’’

Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, sejak lama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV. Persisnya ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My Cheese.Bagi Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain. Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun persediaan keju tidak akan pernah habis.

Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya ‘dipindahkan’ oleh seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak dibandingkan di tempat lama.

Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.

Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang mendorong saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang selama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap hari ‘keju’ itu sudah tersedia di depan mata. Saya juga ingin mengikuti ‘lentera jiwa’ saya. Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri.

Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul ‘Lentera Jiwa’ yang dinyanyikan Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan yang ingin disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati saya, sudah sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak orang.Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang kenalan saya, yang sudah menduduki posisi puncak di suatu perusahaan asuransi asing, mengaku tidak bahagia dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan ternyata tidak membuatnya bahagia. Dia merasa ‘lentera jiwanya’ ada di ajang pertunjukkan musik. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk memulai dari bawah. Dia merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya yang sudah mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa hidupnya dalam dilema itu. Dia tidak bahagia.

Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata putus juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang paling banyak mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang -- dan membuat mereka tidak bahagia -- adalah karena mengikuti keinginan orangtua.

Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus 2008), kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan besar dalam hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan lulusan Hubungan Internasional, yang pada satu titik mengambil keputusan drastis untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan menghantarkannya sebagai salah satu pemandu acara masak-memasak di televisi dan kini memiliki restoran sendiri. ‘’Saya sangat bahagia dengan apa yang saya kerjakan saat ini,’’ ujarnya. Padahal, orangtuanya menghendaki Bara mengikuti jejak sang ayah sebagai dpilomat.

Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah animasi. Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta mereka mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.Simak juga bagaimana Gde Prama memutuskan meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu dan jabatan komisaris di beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan penulis buku ini memilih tinggal di Bali dan bekerja untuk dirinya sendiri sebagai public speaker.

Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya.
Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu gembira dalam menikmati hidup. ‘’Bagi saya, bekerja itu seperti rekreasi. Gembira terus. Nggak ada capeknya,’’ ujar Yon Koeswoyo, salah satu personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling Stone. Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. Dinamis. Tak heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon mampu melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. ‘’Semua karena saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta saya. Hidup saya,’’ katanya.


Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah menemukan lentera jiwa mereka

Kalo ini Chi copas lirik lagunya Nugie - Lentera Jiwa


Lentera Jiwa - Nugie


lama sudah kumencari apa yang hendak kulakukan
sgala titik kujelajahi tiada satupun kumengerti
tersesatkah aku disamudra hidupku

kata-kata yang kubaca terkadang tak mudah kucerna
bunga-bunga dan rerumputan bilakah kau tahu jawabnya
inikah jalanku inikah takdirku

reff:
kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
yang slalu membunyikan cintaku
percaya dan kuyakini murninya nurani menjadi penunjuk jalanku
lentera jiwaku

Jadi gimana? Sudahkan kita menemukan lentera jiwa kita? Atau mungkin kita sekarang sedang berusaha menuntun anak-anak kita untuk menemukan lentera jiwa mereka?

Chi sendiri alhamdulillah sudah menemukan lentera jiwa Chi (seorang s1, yang lebih merasa nyaman menjadi ibu rumah tangga). Dan sekarang insya Allah sedang berusaha menuntun anak-anak Chi untuk menemukan lentera jiwa mereka :)

Saturday, August 30, 2008

Bangun Pagi

Bangun Pagi

Jujur aja nie... sejak mereka masuk sekolah Chi tuh merasa agak sedikit stress. Gak santai kayaknya. Ya Chi sie bandingin waktu mereka libur panjang itu aja, kayaknya selama libur panjang kemarin itu Chi santai. Emang sie ada kalanya kesel sama tingkah laku anak-anak, tapi kok tetep aja jauh lebih santai ketika libur. Padahal biarpun libur, tapi kegiatan belajar tetep berlanjut loh. Malah Chi merasa lebih efektif ketimbang sekarang..

Chi berpikir, salah satu faktornya adalah bangun pagi.. Kalo libur mereka kan bebas mau bangun jam berapa. Sementara ketika udah sekolah gak bisa lagi dong kayak gitu... Chi perhatiin perbedaan lumayan berasa kok bangun pagi sendiri dengan bangun pagi karena di bangunin.

Kalo mereka bangun pagi sendiri, biasanya kesananya lebih ringan. Tingkah mereka juga gak terlalu macem-macem. Mau di ajarin apa juga hayo. Lebih bersemangat lah.. Mungkin karena mereka tidurnya lebih kenyang ya? Bangunnya lebih bahagia, jadi kesananya juga bahagia terus.

Sementara kalo di bangunin, ya untuk beberapa jam ke depan Chi harus lebih berusaha memompa semangat mereka. Dan itu Chi lakuin tiap hari sekarang (kadang cape juga sebenernya..). Ketika mereka mulai on, jam sekolah udah keburu selesai. Makanya mereka suka berlama-lama di sekolah. Abis panasnya telat. Sampe rumah udah mulai banyak keluhan, lebih banyak nego. Cape lah, pengen main lah, dll. Kalo kayak gini Chi yang banyak-banyak ngalah, abis kasian juga kalo di suruh belajar terus kan?

Tapi sebetulnya Chi masih yakin gak yakin, bener gak sie semua ini karena pengaruh bangun pagi? Beberapa waktu yang lalu Nai sakit, gak bisa sekolah. Otomatis Keke pun gak sekolah. Bukan bermaksud gembira melihat sakitnya anak. Tapi karena gak sekolah, mereka bisa bangun sesukanya. Eh... ternyata hari itu Chi & anak-anak lebih enjoy banget. Padahal Nai lagi sakit.

Kayaknya bener nih bangun pagi tuh pengaruh. Padahal selisih mereka bangun pagi sendiri sama bangun pagi di bangunin paling cuma 30 menit. Tapi bedanya berasa banget deh..
Kegiatan Tulis Menulis Nai

Kegiatan Tulis Menulis Nai



Ada perkembangan pesat dalam kegiatan tulis-menulisnya Nai. Tadinya Nai itu boro-boro mau nulis, megang alat tulis juga anti banget. Kalo mau paling cuma bikin segaris abis itu brenti sambil bilang "bunda ajah yang bikin".

Agak susah memang membuat Naima tertarik dengan kegiatan tulis-menulis. Tidak seperti bernyanyi yang selalu semangat. Tapi chi sie terus aja ngajak dia untuk mau menulis, paling gak mau pegang pensil dulu deh. Metodenya? Ya macem-macem udah dipake. Tapi sebisa mungkin di usahain menarik buat dia.

Alhamdulillah, akhir-akhir ini usaha Chi udah membuahkan hasil. Nai udah keliatan tertarik dengan kegiatan tulis menulis. Udah mulai minta "Bun pingin nulis Ima". Malah udah mulai tekun, udah mau bertahan lama menulisnya.

Tekanannya juga semakin hari semakin bagus. Tadinya kan ngambang banget. Bener-bener kayak gak pake tenaga. Makanya gak bisa di dokumentasiin abis hasilnya tipis banget, bener-bener ngambang. Sekarang tekanannya udah semakin baik..

Di bawah ini hasil mewarnai Nai. Mungkin buat sebagian yang melihat hasilnya masih sangat jauh dari sempurna. Tapi buat Chi ini udah sempurna, karena kemampuannya yang semakin hari semakin meningkat. Insya Allah ke depannya semakin meningkat lagi.. Aamiin..


Friday, August 29, 2008

Arti Gambar Anak

Arti Gambar Anak


Coba perhatiin deh foto di atas. Menurut kita itu gambar apa? Paling kita bilangnya itu gambar cacing atau benang kusut kan? Tapi coba deh tanya ke anak, itu gambar apa? Pasti imajinasinya bisa berkembang kemana-mana bahkan yang terduga sekalipun.

Foto yang di atas itu hasil karyanya Naima. Ketika menggambar, mulutnya gak berhenti ngoceh menceritakan apa yang lagi di gambarnya..

"Ini Ima gamba picang (pisang) ma pombob (sponge bob). Pombobnya makan picang bun.. Ima uga gamba kuti (roti). Pombob uga makan kuti ama kayak Ima uka (suka) kuti uga. Hole...!!"

Belom keliatan sponge bobnya? Coba pake kacamata 3D. Hehehehe.....
Lego

Lego


Belom lama ini Chi sama Kak Aie kepikiran mau beliin Keke lego. Kayaknya bosen beliin dia mobil-mobilan terus. Lagian Chi liat di sekolah dia hampir tiap hari main lego pas jam istirahat, tadinya kan lego di sekolah gak di sentuh sama sekali. Pengen coba sekali-kali mau gak sie dia main mainan lain selain mobil? Tapi belinya jangan tanya ke Keke karena kami yakin kalo tanya pasti dia gak akan mau, dan lagi-lagi yang dipilih itu pasti mobil-mobilan.

Cuma setelah diinget-inget perasaan di gudang masih ada deh lego-lego bekas om nya Keke waktu masih kecil. Cari-cari deh tuh. Alhamdulillah ketemu. Ternyata Keke suka. Proyek pertamanya adalah bikin kapal.
Puasa Ala Keke

Puasa Ala Keke

Bunda : "Ke, kamu mau ikutan puasa gak?"

Keke : "Emang puasa itu apa Bun?"

Bunda : "Puasa itu gak boleh makan, minum & marah dari pagi sampe sore" (sengaja Chi kasih arti puasa yang sederhana aja dulu untuk Keke)

Keke : "Kalo gitu Keke puasa mau gini aja Bun, bangun tidur langsung makan-minum, trus tidur lagi. Abis bangun, langsung makan-minum lagi trus tidur lagi. Gitu aja terus..

Bunda : "Lah kok makan, minum, tidur terus. Sekolahnya gimana?"

Keke : "Bunda... kalo Keke gak boleh makan sama minum Keke kan nanti lemes, jadi mendingan tidur aja. Sekolahnya nanti aja kalo Keke gak lemes"

Gubrak!! Emang dasar tukang makan Keke ini. Baru denger gak boleh makan-minum aja yang dia bayangin langsung tidur & tidur. Hehe...
Cargo Net

Cargo Net


Di sekolah Keke kan ada permainan cargo net. Tapi Keke tuh penakut banget. Kalo di suruh nyebrang dia gak pernah mau. Jadi paling dia naik tangga trus main perosotannya aja. Pernah sekali dia berusaha nyebrang dengan sangat lambat (karena takut), tapi abis nangis gak berani balik. Hehe... Bingung juga tuh. mau di gendong berat. Mana Keke kan badannya lumayan gede.

Chi sie gak pernah maksa kalo liat anak ketakutan gitu. paling dikasih motivasi aja, sama tanya-tanya kenapa takut. Kalo dipaksa malah takut trauma..

Tapi tadi siang agak kaget juga. Chi gak begitu perhatiin Keke, tapi tau-tau kedengeran Keke teriak-teriak "Bunda!! Liat Keke nih!!". Tau gak? Ternyata dia asik aja lari-larian di cargo net.

Surprise banget lah. Terakhir main dia yang masih nangis-nangis. Gak taunya sekarang udah gak ada takutnya sama sekali. Emang bener deh, semuanya pasti ada waktunya. yang penting... sabar... Hehe..
Keke Membaca Buku

Keke Membaca Buku


Udah beberapa hari ini Keke lagi seneng baca buku. Baca bukunya sendiri jadi bukan minta di ajarin. Keinginan membaca ini juga bukan karena Chi yang nyuruh, tapi emang dari Kekenya yang kepingin. Alhamdulillah.

Memang sie cara membacanya masih tersendat-sendat. Masih banyak di ejanya. Tapi gak apa-apa lah, Chi yakin nanti Keke bisa kok. Yang penting kan usaha..

Cuma Keke ini kalo baca suka sambil tidur. gak baik ya baca sambil tiduran. Tapi Chi belom mau terlalu banyak ngelarang. Takutnya kalo kebanyakan ngelarang nanti malah minat bacanya jadi turun atau malah ilang. Pelan-pelan aja deh kasih taunya.
Lomba Mewarnai @Cikas

Lomba Mewarnai @Cikas


Hari Minggu kemarin Keke ikut lomba mewarnai lagi di perumahan Cikas.

Ayah : "Perumahan Cikas itu dimana sih?"

Bunda : "Gak tau sie.. tapi kayaknya deket sama Taman Galxi deh. Soalnya Chi pernah liat di jembatan yang mau ke Taman Galaxi itu ada plangnya Cikas. Bearti mungkin deket-deket situ."

Ayah : "Emang gak ada alamat jelas atau petanya gitu?"

Bunda : "Gak ada yah.."

Ya sut deh.. karena pikir kami perumahan Cikas deket sama Taman Galaxi jadi baru berangkat dari rumah jam 09.15 (lomba di mulai jam 09.30). Sampe depan gerbang Taman Galaxi kami mulai cai orang yang bisa di tanya-tanya. Kami lalu bertanya ke tukang ojek yang lagi mangkal. Kami pikir yang namanya tukang ojek pasti tau jalan dong.. (belakangan baru ngeh kayaknya itu tukang ojek gak tau jalan atau kami yang di bo'ongin sama dia ya?).

Sama tukang ojek kami diminta masuk ke Taman Galaxi, trus perumahan Cikas itu adalah komplek yang paling ujung. Denger kata ujung kayaknya jauh banget neh... Lagian emangnya ada berapa komplek sie di dalem Taman Galaxi ini. Baru tau juga tuh...

Ternyata di dalamnya emang ada beberapa komplek, tapi kok gak ada perumahan Cikas ya. Beberapa kali tanya, mereka semua menunjukan arah yang membuat kami makin jau dari Taman Galaxi. Ya udah deh ikutan aja..

Sampe di depan Kemang Pratama. Hah?!! Gak salah nie... Ini mah udah jauh banget!! Masa' sie sejauh ini? Kalo emang jauh kenapa ada plangnya di depan Taman galaxi sie.. Kayaknya harus tanya-tanya lagi nih...

Tanya-tanya lagi... kali ini mereka menunjukan arah sebaliknya. Kami di minta untuk balik ke arah Taman Galaxi. Malah ada yang bilang kalo perumahan Cikas itu dekat sama ruko-ruko di Taman Galaxi. Lah gimana sie? Itu mah deket banget sama rumah dong...!

Ya udah deh ikutin aja. Tapi kami sepakat kalo sampe 1 jam gak ketemu juga, say bye bye deh sama lomba mewarnai..

Puter-puter hampir 1 jam-an, ketemu juga tuh perumahan Cikas. Tapi tau gak Ternyata perumahan Cikas itu emang deket banget sama Taman Galaxi. Jadi pas di depan pintu masuk Taman Galaxi itu kan ada belokan ke kiri. Tinggal lurus aja (gak pake belok-belok lagi), kira-kira beberapa ratus meter dari situ ada pintu masuk perumahan Cikas!! Bener-bener deket banget deh... Padahal waktu kami nanya ke tukang ojek yang pertama, kami tanya deket pintu masuk Taman Galaxi itu. Walah... error juga nie tukang ojeknya...

Sampe Cikas perlombaan belum di mulai. Ternyata perlombaan baru di mulai jam 11. Masih ada waktu 1 jam-an. Ngapain ya? Abis tempatnya kayaknya masih belum terlalu rame.. Ya akhirnya mau gak mau kami tunggu aja deh...

Menunggu sekitar 1 jam sebenernya agak terlalu lama buat anak-anak. Menjelang perlombaan di mulai Keke yang udah mulai nge-drop moodnya. Chi udah pasrah aja deh kalo Keke gak mau ikutan lomba..

Lomba kali ini ada peraturannya. Karena bekerja sama dengan komimo (sekolahnya Kak Seto), jadi para peserta diminta mewarnai 3 badut komimo sesuai dengan warna aslinya (kebetulan ada badutnya juga di sana, tapi gak ke foto). Kalo kata Chi sie.. 3 badut komimo itu adalah Barney, BJ & Bebop ala Indonesia. Hehe...

Cuma masalahnya Keke itu kayaknya termasuk anak yang suka nabrak aturan deh... Kadang Chi suka dengan sifatnya ini, tapi kadang bikin pusing juga. Hehe... Waktu diminta mewarnai sesuai dengan warna badutnya, sepanjang kegiatan mewarnai Keke protes... terus. Jangankan itu, kayak pasang nomer peserta aja. Yang lain mah pasang di baju, ini Keke pasang di pipi! Kadang dia suka pasang di bagian belakang, di kaki, di celana, suka-suka dia aja gitu. Lagi-lagi Chi harus tarik ulur dengan sifatnya ini. Karena kalo di paksa, malah tambah ngelawan dianya.

Udah lumayan rapi, tapi lagi-lagi ngewarnainnya gak selesai. Udah keburu gak mood. Pas pulang Chi bilang ke dia, kalo ikut lomba mewarnainya sebaiknya berhenti dulu untuk sementara. Alasannya Chi liat Keke udah mulai rapi tapi gak tekun aja. Setiap kali ikutan lomba belom pernah ada yang di selesain. Chi sie udah coba bujuk, tapi Keke bersekeras gak mau..

Keke protes waktu Chi brenti dulu ikutan lomba. Trus Keke janji untuk lomba selanjutnya akan di selesain. Hmm... mudah-mudahan ya.. Emang bingung juga sie... Chi pengen brentiin dulu ikutan lombanya karena Chi pengen dia tekun dulu baru ikutan lomba lagi. Tapi Chi khawatir kalo kelamaan gak ikutan lomba, keberanian dia menghadapi orang lain ilang lagi. Aduh bingung deh..

O'ya.. Nai juga ikutan lomba loh kali ini. Ikutan lomba foto. Hihi... Sebetulnya sie iseng aja. Abis persyaratannya gak sulit kok. Syaratnya tuh, anak usia 2 s/d 5 th & menyerahkan foto terbaru. Gampang banget kan? Ya Chi sie iseng aja, kali aja menang... Hahaha... Tapi emang gak ada persiapan sama sekali. Fotonya juga foto yang ada aja, bukan foto yang terbaru juga. Abis udah lama juga gak foto.

Trus Nai menang gak ya... Gak tau juga sie. Abis begitu Keke selesai ikutan lombanya, kami langsung pulang. Panas banget udaranya hari itu. Gak kuat deh, pengen cepet-cepet sampe rumah. Bener-bener beda banget sama udara di hari Sabtunya. Jadi mending pulang aja deh... terserah mau menang apa kalah yang penting pulang secepatnya.... Panas banget!

Thursday, August 28, 2008

Family Gathering Al-Alaq

Family Gathering Al-Alaq

Kalo sebelumnya cerita tentang persiapan, sekarang cerita tentang acaranya. Tapi sebelumnya mau cerita dulu tentang permasalahan yang seba mendadak kemarin itu. Makanan, diputusin untuk membawa masing-masing begitu juga dengan tikar yang punya silahkan bawa. Kalo baju, Chi pinjem bajunya mamah berikut jilbab. Keke pake celana pendek warna coklat, baju warna krem muda tapi ada warna coklatnya dikit. Hehe...

Nai pake celana panjang coklat, kaos putih, baju hangat coklat (baju hangatnya pinjem punya Keke). Tapi berhubung lama-lama kepanasan, ya udah di buka aja deh, yang penting kan celananya coklat. Hehe... Kalo ayah, celana krem + kaos item. Kenapa item? Karena ayah gak punya baju coklat, mau minjem juga bingung minjem ke mana. Jadi pake baju item aja, kalo ada yang nanya bilang aja ini warna coklat. Hehehe...


http://www.kekenaima.com/2008/08/family-gathering-al-alaq.html

Oke, sekarang cerita tentang acaranya. Acaranya sendiri dimulai jam 07.30. Chi baru dateng jam 8. Sengaja emang di telatin, abis waktu acara hari ceria Al-Alaq dulu kan kami dateng on time tuh pertama malah eh... ternyata banyak banget yang ngaret. Jadi kali ini kami yang sengaja ngaret. Tapi ternyata pas sampe sana udah banyak yang dateng, malah acara pertama yaitu senam udah mau di mulai. Ya udah deh gak pake leha-leha lagi langsung bergabung dengan teamnya. Ada untungnya sih pake baju berdasarkan warna, jadi gak susah nyari team kita ada di mana..

Pas acara senam, Keke & Nai mogok. Gak mau ikutan senam. Keke sie akhirnya mau, tapi gak mau ikut di barisan anak-anak dia maunya bareng bunda di barisan orang tua. Kalo Nai nangis terus-terusan. Tumben nih... Akhirnya Nai di gendong deh sama ayah..


Abis senam ada sambutan sedikit dari pimpinan sekolah. Sekalian perkenalan para guru-guru. Lumayan deh kita sebagai orang tua bisa beristirahat sebentar. Hehehe... Selesai perkenalan games pun dimulai. Ada 7 games. Semuanya harus dimainkan per team.. Kita ceritain satu-satu ya.. O'ya.. Sebenernya Chi gak tau nama masing-masing gamesnya tuh apa, jadi judul gamesnya Chi karang aja. Hehe..

Eh iya... sebelum game semua team harus bikin yel-yel dadakan dulu. Aduh urusan membuat yel-yel ini kayaknya gak jago nih Chi. Untung aja mamanya Abi (mbak Yuli) langsung punya ide. Chi sebagai ketua kelompok diminta teriak, "Kelompok coklat... are you ready?". Nanti semua anggotanya teriak (sambil goyang-goyang dikit. Hehe...), "Ya iyalah, masa' ya iya dong..". Lumayan lah... Sekarang cerita tentang gamenya ya..


Estafet Bola

Masing-masing team harus mengestafetkan bolanya kepada para anggotanya sebanyak 3 kali balikan (ke belakang, ke depan, ke belakang lagi). Caranya.. untuk perjalanan pertama bola harus kita estafetkan melalui kedua kaki kita. Perjalanan ke dua, bola di estafetkan dari atas kepala. Perjalanan ketiga selang-seling. Nah peserta terakhir yang menerima bola harus mengantarkan kembali bolanya ke depan dengan cara mengepit diantara kedua kaki, trus loncat-loncat ke depan.

Strategi team coklat untuk game ini adalah (serius amat bahasanya ya.. hehe...), selang-seling. Orangtua-anak-orang tua-anak, begitu seterusnya. Tapi tetep aja gak menang sie. Kalo gak salah juara 6 deh (dari 7 team. Kasian dweeh... hehe...). Di game ini juga gak ada footnya, abis gimana mau di foto semua peserta ikutan termasuk yang motoin. Jadi silahkan membayangkan seperti apa gamenya :)


Menyeberang Laut


Game kedua adalah membuat jembatan dari kertas. Caranya masing-masing team di kasih 10 lembar kertas koran, peserta yang terdepan harus menjejerkan koran itu sepanjang perjalanan kita menuju garis finish. Ceritanya jadi jembatan gitu, dan semua peserta harus berdiri di atas koran tersebut. Tugas peserta yang berbaris paling belakang adalah mengambil lembaran koran terakhir, trus mengestafetkan ke depan. Sehingga peserta yang di barisan paling depan bisa terus membuat jembatannya.

Kali ini anak-anak yang badannya kecil (termasuk Nai) di gendong ajah. Maksudnya biar cepet. Emang sie tetep aja gak juara 1, tapi lumayan lah gak jadi juara terakhir juga. yang paling terakhir tuh group orange. Semua kelompok udah pada selesai. Group orange pelan-pelan banget jalannya. Kirain hati-hati supaya kertas korannya gak robek (kan peraturannya gak boleh robek), tapi ternyata robek juga. Tapi urusan koran robek, semua team kayaknya korannya akhirnya robek deh. Hehe...


Jaring Bola


Masing-masing team dikasih 2 gulung tali rafia & 1 buah bola. Nah sekarang gimana caranya itu bola bisa kita bawa ke garis finish menggunakan tali rafia tanpa tangan kita menyentuh sedikit pun. Problem solving ceritanya...


Mahkota Daun

Game keempat, membuat mahkota dari daun. Masing-masing team diminta membuat 15 buah mahkota untuk anak-anak dari daun. Kita dikasih 2 plastik daun + 10 batang lidi. Gak salah nih, mahkotanya diminta bikin 15, lidinya cuma di kasih 10. Tadinya kita kirain panitia salah kasih, tenyata emang bener 10. Lagi-lagi tentang problem solving. Dipiting-pitingin aja deh tuh lidi. Jadi juga 15 mahkota, lebh malah. Keasikan bikin sampe kelebihan..


Menyusun Angka 1 s/d 100


Di game kelima ini, masing-masing team di beri kertas yang udah ada angkanya 1 s/d 100. Kertas itu di taro bergeletakan di rumput, acak-acak. Nah kita di minta untuk menyusun angka-angka tersebut dari 1 s/d 100. Supaya cepet, mulai deh kita bagi-bagi tugas. Ada yang ngumpulin 1 s/d 10, 11 s/d 20, 21 s/d 31, dst. Selesai dikumpulin, angka-angka tersebut lalu mulai di susun di atas rumput.


Memasukkan Air Ke Gelas Dengan Menggunakan Sedotan

Game terakhir ini, game yang paling bikin chi males. Diminta mengisi 3 buah gelas plastik dengan menggunakan sedotan. Emang sih di kasih banyak, tapi asli deh males banget. Gak selesai-selesai kayaknya masukin gelasnya. Entah karena semua anggota team coklat juga males atau kitanya yang terlalu berhati-hati, kali ini giliran kita yang juara terakhir. Semua team udah selesai, kita masih asik pada jongkok ngisi air ke gelas. Akhirnya gak di selesain, abis udah pasti kalah juga kan. Lagian cape jongkok terus. Hehe...Selesai game kita semua istirahat makan siang. Ternyata ada enaknya juga ya bawa makanan mendadak gitu. Akhirnya pada saling berbagi, pada taro di tengah trus makan besama-sama deh. Kayak Keke & Nai aja, tadinya kan cuma bawa nugget (ngegoreng 1/2 bungkus besar, gak bawa nasi). Eh malah bisa makan pake nasi putih, makan roti, jeruk, nasi goreng, mie goreng, ayam goreng, malah dapet nasi padang pula. Lengkap banget kan? Hehe... Tiker juga ada yang bawa. Lumayan gede, jadi cukup 1 tiker aja, kita semua ketampung kok.


Kalo dipikir-pikir gamenya kebanyakan buat para orang tua ya... Anak-anak kebanyakan asik main sendiri. Tapi di bagian akhir acara kayaknya bagian favoritnya anak-anak, karena semuanya dapet piala. Wi... seneng banget tuh mereka. Keke & Nai aja girangnya minta ampun. Orang tuanya sendiri dapet apa ya? Dapet cape.. hehe... Iyalah cape banget, tapi seneng kok. Chi pikir untuk acar setaun sekali gak apa-apalah biarpun cape. Trus untungnya lagi, matahari hari itu lagi bersahabat.... banget. Bersinar tapi gak terik. Ya allah, makasih ya..
Goresan Tangan Naima

Goresan Tangan Naima


Sebelum mengajarkan anak-anak menulis, Chi biasanya lebih dulu mengajarkan anak-anak cara memegang alat tulis yang benar dan juga penekanannya. Kalo Chi perhatiin, Nai itu udah bisa mengerti kalo di suruh gambar garis atau bulat. Tadinya kan di suruh apa aja, tapi bikinnya melungkar-lingkar terus. Cuma kekurangannya, dia itu tulisan tangannya masih nagambang banget (liat foto diatas). Klao di bantuin aja baru deh gak ngambang. Chi pengen benerin tekanannya dulu..

Alhamdulillah, semalem Chi liat dia udah mulai gak ngambang. Udah mulai ada penekanan.. Good job Nai..!! (liat foto bawah ya..)


Sabar Ya Bu..

Sabar Ya Bu..

Untuk masalah sekolah Keke sebenarnya udah gak terlalu masalah. Udah mau di tinggal, makan udah mau sendiri. Paling tinggal 1 masalah lagi yang belum terselesaikan, yaitu setiap kali ada kegiatan bersama di aula Keke gak pernah mau. Pasti nempel lagi sama bunda. Chi gak boleh jauh-jauh. Mending kalo di deketin trus dianya aktif, ini mah gak juga. Bikin pusing...

Beberapa kali gurunya menyarankan supaya Keke ditinggal aja. Maksudnya benar-benar di tinggal. Jadi Chi juga gak nungguin, walaupun nunggunya di tempat nunggu. Maksud gurunya biar Keke mandiri.

Apa iya cara itu bisa bikin Keke mandiri? Baru-baru ini chi juga baca selebaran tentang tip-tips mempersiapkan anak masuk sekolah (di tulis oleh Kak Seto). Salah satu tipsnya ada yang tertulis seperti ini.. "Sebaiknya orang tua tidak bersikap permisf dengan tetap menemani anak di hari pertamnya sekolah. Karena hal itu akan menghambat kegiatan belajar-mengajar dan kemampuan bersosialisasi anak". Kira-kira seperti itu lah kalimatnya..

Chi memang bukan seorang psikolog, hanya seorang ibu rumah tangga. Tapi rasanya Chi kok gak setuju ya kalo sikap Chi ini di bilang permisif (maap ya Kak Seto...). Chi bersikap seperti ini karena melihat sifat anak-anak Chi sendiri. Kalo Nai mungkin bisa di perlakukan seperti itu. Dari hari pertama udah bisa langsung ditinggal. Kalo pun dia menangis, gak akan bikin dia kapok sekolah. Tapi Keke beda, nangisnya mungkin gak akan meraung-raung. Tapi ke hati mainnya. Bisa-bisa Keke itu akan kapok gak mau sekolah lagi. Kalo udah seperti itu siapa yang bakalan repot coba?

Nanganin Keke itu harus pelan. Harus banyak-banyak kasih pengertian jangan di paksa. Memang akan lambat prosesnya, tapi begitu dia mengerti enak deh pokoknya. Chi juga kasih contoh, waktu di play group Keke itu kan gak punya teman sama sekali. Paling pas terakhir-terakhir mau naik ke TK aja dia udah mulai punya teman. Sebelumnya gak pernah. Gurunya juga kasih laporan gitu, Keke itu pintar, tapi dalam bersosialisasi kurang. Gak mau bermain dengan temannya. Tapi sekarang beda banget, temannya Keke udah banyak. Gurunya juga bilang kalo Keke pintar bersosialisasi. Jadi kalo kata Chi sie kuncinya itu sabar, jangan di paksa.

Makanya untuk masalah yang satu ini, Chi lebih milih bilang ke gurunya... "Sabar ya bu..." :) (minta dingertiin maksudnya. Hehe...)

Friday, August 22, 2008

Family Gathering Al-Alaq (part : Persiapan)

Family Gathering Al-Alaq (part : Persiapan)

Besok sekolahnya Keke & Nai mau adain acara Family Gathering. Sebetulnya kita sebagai orang tua udah tau bakal ada acara family gathering ini karena setiap awak bulan, sekolah kan selalu ngasih jadwal kegiatan harian sekolah Al-Alaq buat orang tua.

Chi sie awalnya seneng aja. Yah apalagi kalo inget Agustusan kemarin yang sepi-sepi aja kayaknya acara family gathering bakalan jadi pengobat kekecewaan :)

Tapi ternyata ada sedikit kehebohan padahal acara belom aja mulainya. Gara-garanya ternyata untuk acara family gathering nanti kita semua di bagi ke dalam 7 kelompok (masing-masing kelompok ada 15 keluarga). Yang bikin heboh, daftar kelompoknya baru di bagiin kemarin.

Sekolah yang nentuin si a masuk kelompok mana, si b kelompok mana. Udah gitu sekolah juga yang nentuin siapa aja yang jadi ketua kelompok. Chi termasuk nih...

Kata cerita para orang tua yang udah lama ada di Al-Alaq katanya tiap tahun emang modelnya kayak gini. Bikin kelompok-kelompok. Cuma kalo dulu pembagian kelompok udah di bagiin dari 2 minggu sebelumnya, nah sekarang cuma 2 hari sebelumnya! Mana tugasnya ketua itu koordinir makanan buat setiap kelompok, koordinir juga alas buat tempat duduk. Bukan pekerjaan yang sulit memang, tapi masalahnya mepet banget waktunya. Orang tua aja banyak yang gak tau kalo hari Sabtu itu bakal ada family gathering (terutama yang kerja).

Akhirnya untuk makanan, kita semua (seluruh kelompok) sepakat mending makanan bawa sendiri-sendiri aja deh. Untuk alas duduk juga gitu, mo bawa tiker, bawa koran, bawa karpet aladin sekalipun silahkan. Atau mau duduk di tiker alami alias rumput ya gak apa-apa lah. Bener-bener gak ada waktu buat koordinir.

Tapi masalah gak selesai sampe situ, malah yang terkahir ini termasuk yang paling bikin repot. Di acara itu ada dress codenya. Jadi setiap peserta harus pake kaos yang warnanya sesuai dengan nama kelompoknya. Kayak Chi kan kelompok coklat, jadi Chi sekeluarga harus pake baju warna coklat. Ini ngerepotin banget, soalnya kami sekeluarga gak ada yang punya warna coklat. Mau beli? Udah gak keburu kali... Gak tau deh, harus banyak akal nih.. Ada ide? Chi sie udah berhasil dapet pinjeman dari mamah, tapi ayah, Keke & Nai nih yang belom. Duh pusing!!

Belom lagi kalo ngasih tau para orang tua di kelompok Chi. Oke lah untuk urusan makanan & alas duduk permasalahan bisa dianggap selesai, untuk pakaian banyak yang terkaget-kaget. Ada juga yang entah menyalahkan atau apa bilang ke Chi kenapa baru dikasih tau sekarang. Lah gimana mau kasih tau kemaren-kemaren, orang Chi aja baru dapet daftarnya.

Dari 14 keluarga (diitungnya 14, soalnya Keke & Nai kan sekelompok orang tuanya sama jadi diitung 1 aja. hehe) cuma ada 7 keluarga yang Insya Allah bisa ikut (4 keluarga yang asik di ajak kerjasama), 2 keluarga gak diangkat-angkat teleponnya (jadi kirim sms aja), 2 keluarga yang masih ragu-ragu (mudah-mudahan nanti bisa dateng), 1 keluarga yang udah memastikan gak ikut, 2 keluarga yang angkat telp pbtnya (gak tau no hp orang tuanya) tau deh di sampein apa gak.

Yah di balik semua kehebohan, Chi berharap acara besok sukses deh..
PR

PR


2 hari yang lalu Keke dapet PR pertamanya. Lumayan banyak, nulis angka 11 s/d 20 sama nulis huruf konsonan b s/d l.

Sebenernya sie gurunya gak maksa Keke untuk menyelesaikan PRnya. Karena menurut gurunya, materi sebenarnya untuk kelas TK A belum sampe situ. Cuma di kelas Keke itu ada 2 orang anak (salah satunya Keke, satunya lagi bernama Amira) yang secara kemampuan seharusnya mereka berdua udah ada di TK B. Makanya ibu guru mencoba memasukkan pelajaran TK B untuk Keke & Amira. Tapi kalo anaknya gak mau ya gak di paksa.

Itu pun sebenernya bukan PR. Tapi karena jumat minggu kemarin Keke kan gak masuk jadinya gurunya mencoba ngasih PR. Katanya biar materi Keke sama Amira tetep sama terus.

Bukan hal yang mudah ternyata untuk mengajak Keke mengerjakan PR. Chi sendiri sebenernya juga gak mau maksa, tapi Chi juga gak membiasakan Keke setengah-setengah dalam mengerjakan sesuatu. Jadi kemarin itu Chi kasih pilihan ke dia, kalo gak mau di kerjain ya gak usah di kerjain sama sekali. Tapi kalo mau di kerjain ya harus sampe selesai.

Keke sendiri memilih untuk mengerjakan, walau terkadang lebih sering dateng malesnya. Jadi lah itu PR di cicil dari pulang sekolah sampe malem. Alhamdulillah selesai juga, dan kalo mau tau hasilnya liat foto aja ya...
Kurikulum

Kurikulum

Sebenernya Chi pengen... banget bikin kurikulum buat anak-anak. Biar tertata aja cara belajarnya. Kalo sekarang-sekarang kan semaunya. Maksudnya, kalo lagi pengen gambar ya gambar, kalo pengen menempel ya menempel, belajar sains ya belajar sains. Semaunya aja..

Gak apa-apa juga sie sebenernya, tapi kayaknya lebih enak aja ya kalo terprogram. Maksudnya untuk bulan ini Chi bikin program dengan tema "Me & My Family". Nah dalam sebulan itu Chi bikin kegiatan deh semua ya berhubungan dengan me & my family ini, baik dari pelajaran art & craft, sains, math, dll.

Cuma ya itu deh, masih bingung-bingung sendiri gimana bikin kurikulum yang pas. Lagian sejak anak-anak sekolah, rasanya waktu Chi untuk ngajarin mereka berkurang banyak. Masih terus beradaptasi nih sejak mereka sekolah lagi. Yah.. mudah-mudahan aja keinginan Chi ini bisa cepet kesampaian.. :)
Hari Bersejarah

Hari Bersejarah

Judulnya lebay banget sie sebenernya. Hehe.. Jadi gini kemaren itu, setelah beberapa bulan nemenin anak sekolah baru kali itu Chi yang bener-bener bisa gabung sama ibu-ibu dari mulai dateng sampe pulang. Malah gak cuma gabung tapi juga ikutan cari sarapan di luar sekolah.

Kemaren-kemaren mah boro-boro. Paling cuma bisa senyum-senyum atau say hallo aja kalo ketemu. Bukannya Chi gak mau gabung sama mereka, cuma waktu itu Keke masih gak mau di lepas. Kalo dia tau bundanya gak nungguin di sekolah, wah... bisa-bisa dia gak mau sekolah lagi. Repot kan..

Jadi selama Keke belom bisa di lepas, Chi nunggu aja di sekolah. Tapi itu juga tetep belom bisa gabung sama ibu-ibu yang lain, walau sekedar ngobrol aja karena Chi kan juga harus jaga Nai. Nai itu masih harus di awasin kalo main. Soalnya dia lebih grasa-grusu anaknya. Chi suka ngeri kalo dia udah main perosotan, pokoknya yang naik-naik gitu deh. Sebenernya sie dia udah bisa naik sendiri, tapi karena grasa-grusu jadinya Chi suka takut jatoh (kemaren aja hampir jatoh dari perosotan). Akhirnya selama Chi nungguin Keke sekolah, Chi jaga Nai deh..

Kalo sekarang udah rada tenang. Keke udah mulai mau di tinggal. Nai juga udah mulai sekolah (senin-rabu-jumat). Dalam hal bersosialisasi Nai lebih gak terlalu sulit. Dari awal udah mau di tinggal, ya... paling sesekali aja minta di temenin. Jadi kalo Nai lagi sekolah Chi bisa deh mulai ikutan ngobrol, apalgi kalo Nai nya lagi anteng gak nyari-nyari bundanya.

Trus untuk hari Selasa & Kamis Nai kan gak sekolah, tapi sekarang dia udah punya solumate namanya Lyra. Tiap hari juga ke sekolah, jadi lah kalo mereka lagi gak sekolah, mereka asik main berdua. Tapi untuk selasa & kamis ini Chi lebih memilih untuk mengawasi mereka, maklum deh 2 orang krucil-krucil kalo gak di awasin takut pada manjat-manjat ato ngapain gitu yang berbahaya.

Kemaren itu Nai kan gak sekolah kebetulan Lyra juga keliatannya gak dateng. Ngobrol sebentar sama ibu-ibu (sambil matanya trus merhatiin Nai. Hehe...). Mereka akhirnya ngajak Chi cari sarapan. Ya udahlah keliatan Lyra juga gak ada (kalo ada Lyra, Nai pasti gak akan mau ikut & otomatis Chi pun gak bisa ikut), jadi deh hari itu Chi ikut mereka cari sarapan.

Ngobrolin tentang sarapan, ternyata lucu juga. Mereka ngajakin makan soto yang katanya enak banget. Chi tanya makan soto dimana? Salah satu ibu bilang soto di ruko. Abis itu chi gak tanya lagi ruko yang mana (disini ada beberapa ruko) pokoknya ikut lah. Hehe...

Eh, ternyata soto yang dimaksud adalah soto mie di kompleknya Chi. Hahaha... ini mah langganan atuh. Ternyata salah satu tempat nongkrongnya ibu-ibu kalo lagi nganterin anak-anak sekolah di komplek Chi. Emang gak salah sie pilihannya, soto mienya enak banget.

Tadi siang Chi coba ikutan gabung lagi. Lagi-lagi makan soto. Cuma kali ini Nai gak ikut karena sekolah. Agak ragu sie, takut Nai tiba-tiba nyari trus nangis. Tapi udah lah ikut aja. Eh, ternyata bener, balik dari makan soto ibu-ibu yang di sekolah bilang kalo Nai nangis dari tadi gak brenti-brenti. Pas Chi ketemu dia mukanya udah sembab banget. Duh Nai maap ya... bundanya baru keasikan bergaul nie.. :)

Wednesday, August 20, 2008

Mengeja

Mengeja

Keke udah lumayan bisa baca, tapi masih di eja. Kata gurunya untu pelajaran membaca Keke udah termasuk yang paling maju hanya saja masih di eja. Gurunya minta kalo bisa jangan di eja. karena di sekolah mereka mengajarkan anak-anak membaca dengan menggunakan metode iqro. Maksudnya menghapal suku kata.

Awalnya seperti biasa Keke males-malesan. sebenernya dia udah sedikit-sedikit udah bisa gak di eja. Tapi dia lebih seringnya mengeja, alesan dia sie lebih enak kl baca tuh di eja.

Sekarang chi ngajarin Keke baca kayak mulai dari awal lagi. Per suku kata. Tapi kali ini Chi minta dia jangan di eja. Gak sesulit seperti waktu pertama kali ngajarin dia baca, karena dia kan sekarang udah hapal hurufnya. Hanya tinggal di lancarin aja 7 di hilangkan kebiasaan mengejanya sebenernya.

Lumayan lah sekarang udah mulai gak di eja walau kadang kelapasan juga. Hehe... di sekolah juga kata gurunya gitu. Mulai gak di eja bacanya. Alhamdulillah...

[Silakan baca: Keke Sudah Mulai Bisa Menyusun Suku Kata]
Kelinci dan Kura-Kura

Kelinci dan Kura-Kura

"Bun, Keke ngantuk tapi pengen diceritain dulu sama Bunda"

Kadang-kadang sebelum tidur malam Keke suka minta di ceritain sama Chi. Ceritanya apa aja, bisa dari cerita-cerita yang udah ada ato bisa-bisanya Chi aja ngarang bebas. Hehe... tapi yang pasti gak bercerita sambil baca buku, karena kalo sambil baca bisa-bisa Keke seger lagi matanya.

Semalem Keke minta di ceritain tentang Cinderella, tapi chi nawarin cerita baru yaitu cerita tentang kelinci & kura-kura. Keke pun setuju. Ya udah cerita pun dimulai...


Di suatu desa binatang ada seekor kelinci yang sangat sombong. Dia sombong karena merasa dia adalah binatang tercepat di dunia. Gak ada yang mengalahkan kecepatannya.

Untuk membuktikan kehebatannya maka dia lalu ingin menantang binatang lain untuk adu lari dengannya. Kali ini dia pilih kura-kura. Sebetulnya dia sudah tau kalo kura-kura jalannya pasti lambat, dan sudah pasti akan kalah kalo adu lari dengan dia. Tapi kali ini hanya kura-kura lah yang mau adu lari dengan dia.

Hari pertandingan pun tiba. Seluruh penduduk desa tersebut datang menghadiri lomba lari itu. Ada gajah, bebek, kucing, tikus, dll. Bebek bertugas untuk meneriakkan aba-aba & meniup peluit tanda pertandingan dimulai. 1, 2, 3, priiiiitttt!!!!

Ternyata hanya kura-kura yang berlari (sebenernya sih jalan, soalnya kan lambat banget. Hehe...)

Bebek : "Kelinci, kenapa kamu gak lari?"

Kelinci : "Ah... tenang aja. Aku kan pelari tercepat. Biarin aja kura-kura lari duluan nanti juga dia pasti kesusul sama aku."

Benar kata kelinci. Setelah kura-kura berlari beberapa meter, kelinci pun mulai berlari. Dalam sekejap kelinci sudah mulai menyusul bahkan hilang dari pandangan. Ketika posisi kelinci sudah berada cukup jauh dari kura-kura, di perjalanan dia melihat ada sebatang phong yang sangat rindang.

Kelinci lalu berpikir, "kayaknya enak nih duduk-duduk sebentar di bawah pohon rindang. Toh kura-kura masih jauh ini, lagi pula biar gimana pun gak mungkin lah dia bisa ngalahin aku."

Kelinci lalu duduk di bawah pohon rindang tersebut. pohon yang rindang, serta angin yang bertiup sepoi-sepoi membuat mata kelinci mengantuk. Gak lama kemudian dia lalu ketiduran.

Kelinci tidak hanya ketiduran sebentar, ketika dia terbangun hari sudah sore. Segera kelinci berlari menuju garis finish. Oo... begitu kelinci sampai sana suasana sudah sepi. Dia bertanya kesana-sini, ternyata perlombaan dianggap sudah selesai karena kura-kura sudah masuk garis finish dan dianggap sebagai pemenang pertama.

Awalnya kelinci bingung, kok bisa ya kura-kura yang jalannya super lambat mengalahkannya. Tapi setelah di pikir-pikir, dia lalu menyadari semua ini karena akibat ulahnya yang sombong. Selalu meremehkan lawannya. Kura-kura mungkin lambat, tetapi dia tekun terus berjalan hingga garish finish. Tidak peduli menang apa kalah, yang penting dia sudah berusaha keras sementara kelinci yang merasa di atas angin malah meremehkan lawannya dan akhirnya dia sendiri yang kalah..

Cerita ini sederhana sekali. Chi udah baca, denger, nonton cerita ini beberapa kali bahkan versinya sedikit berubah-ubah. Tapi inti ceritanya sih sama sebenenrnya.

Waktu lagi cerita gitu Chi jadi inget sama kejadian Keke yang sempet drop di sekolah beberapa hari yang lalu.

Bunda : "Ke, ternyata kamu itu sifatnya kayak kelinci yang tadi bunda ceritain ya.."
Keke : "Emang kenapa gitu bun?"
Bunda : "Iya Keke itu kan suka gak mau kalo di suruh ngulang pelajaran. Itu artinya Keke suka ngeremehin. Nanti kalah lo sama kura-kura."
Keke : "Ih... gak kok bun sekarang! Keke sekarang mau kok ngerjain tugas apa aja.."
Bunda : "Iya si... bu guru juga bilang gitu. Katanya sekarang Keke udah gak ngambek lagi."
Keke : "Kalo gitu Keke bukan kelinci lagi dong bun"
Bunda : "Ya Keke masih tetep jadi kelinci lah.. karena Keke kan pinter. Tapi jangan jadi kelinci yang sombong kayak di cerita tadi. Trus Keke juga harus tekun kayak kura-kura ya..."
Keke : "O... ya... ya..."

Gak lama setelah selesai di ceritain Keke lalu mulai tertidur. Hmmm... mimpi apa ya kira-kira? Mimpi jadi kelinci kali ya.. hehe...
Fotosintesis Tumbuhan

Fotosintesis Tumbuhan

Akhirnya semalem jadi juga menjelaskan tentang fotosintesis tumbuhan. Seperti biasa kalo mau menjelaskan sesuatu Chi selalu menggambar & bermain peran. Tapi semalem Chi tuh agak-agak males bermain peran, jadi Chi pilih menjelaskan sambil menggambar aja.

Tapi semalem itu Keke keliatannya setengah hati, perhatian dia lebih banyak ke mobil-mobilannya. Ada apa ya? Perasaan sih Chi udah gambar tentang fotosintesis tumbuhan sesederhana mungkin (emang bisanya juga cuma gambar sederhana sih. Hehe...). Menjelaskannya juga udah Chi usahain sesederhana mungkin. Tapi tetep aja dia keliatannya males-malesan.

Apa pelajaran tentang fotosintesis ini terlalu rumit ya? Tapi dalam hati Chi masih merasa kayaknya ada yang salah dalam cara ngajarinnya. Soalnya Chi masih yakin kalo caranya bener, kayaknya Keke bakalan ngerti..

Mulai deh chi main peran lagi... (padahal lagi males). Eh.. ternyata Keke langsung semangat. Lupa sama mobil-mobilannya & langsung ikutan main peran. Trus waktu ayahnya pulang, Keke langsung cerita apa yang dia tau tentang fotosintesis dengan semangat '45. Nah kalo sikapnya kayak gitu berarti cara ngajarinnya emang pas buat Keke. Hehe...

Selama belajar tentang fotosintesis, cuma ada 1 pertanyaan yang dia tanyain yaitu "akar itu apa sih bun?". Ya ampun... ternyata selama ini Chi belom lupa belom pernah ngajarin tentang bagian-bagian pohon, pantesan aja dia gak tau akar itu apa. Hehe...

[Silakan baca: Mengamati Daun]

Tuesday, August 19, 2008

Mengamati Daun

Mengamati Daun

Sebenernya kemarin itu Chi pengen ngajarin keke tentang fotosintesis tumbuhan, tapi ada insiden kecil yang akhirnya harus tertunda lagi (nanti di akhir postingan ini Chi ceritain).

http://www.kekenaima.com/2008/08/mengamati-daun.html

Niat mau ngajarin anak-anak tentang fotosintesis tumbuhan tertunda-tunda terus, jadi aja daun yang waktu itu kami petik udah keburu kering. Tapi biarpun kerin masih bisa di pake buat belajar kok (sebetulnya sie karena sayang daun yang udah di petik dibuang gitu aja ).

Karena daunnya udah kering Chi minta Keke untuk menyebut perbedaan anatara daun yang masih segar & daun yang sudah kering. Keke jawabnya, kalo daun yang udah kering warnanya berubah, daunnya jadi layu trus kalo di pegang kayak kering gitu. Ya betul!! Dapet 100!!

Chi lalu menjelaskan tentang bagian-bagian daun ke Keke & Nai (masing-masing anak Chi minta pegang daunnya). Penjelasannya seperti yang terlihat di gambar. Di gambar itu kan ada bagian daun yang bernama tulang daun & tulang rusuk. Kalo di pikir-pikir sebenernya manusia juga punya kan yang namanya tulang badan & tulang rusuk. Jadi selain mengamati daun, Chi juga memberi tau mereka dimana letak tulang badan & tulang rusuk kita. Lumayan lah jadi dapet pelajaran biologi tentang tubuh manusia walaupun masih minim banget. Hehe..

Sebelum mulai bercerita tentang fotosintesis tumbuhan, Chi bercerita bahwa secara garis besar Allah menciptakan 3 makhluk hidup di dunia ini, yaitu manusia, hewan, & tumbuhan. Chi lalu minta mereka untuk menyebutkan siapa atau mana saja yang temasuk golongan manusia, hewan atau tumbuhan. Lumayan kan ada unsur agamanya walaupun sedikit :)


Wah antusias banget tuh mereka jawabnya. Termasuk Nai. Mereka jawab saling berebutan. Heboh banget deh pokoknya. Trus Keke juga ceritanya kalo di sekolah dia pernah di ajarin bu guru jiplak daun ke kertas, abis itu di tempel. Keke lalu mencontohkan apa yang udah dia pelajari di sekolah. Memang seperti biasa setiap kali Chi mengajak mereka untuk belajar gak pernah ketinggalan tuh yang namanya kertas & krayon.


Sambil belajar, mereka pun asik menggambar. Terkadang gak nyambung sama topik yang lagi kami pelajarin. Tapi buat Chi sie gak apa-apa, yang penting mereka seneng dulu. Kalo udah seneng, apapun yang di ajarin biasanya lebih cepet masuk.

Nah sekarang cerita tentang insiden kecilnya. Waktu lagi pada asik ngegambar, ternyata krayon warna biru Keke ngegelinding trus masuk got. Keke langsung ngamuk, nangis lama... banget. Di tawarin crayon yang lain (Keke punya beberapa krayon) tetep gak mau.. padahal sama aja warnanya. Tapi itu lah Keke dia sebenernya anaknya bisa di kasih tau, tapi kalo udah urusan sama krayon & mobil-mobilan dia bisa ngamuk kalo tau barang kesayangannya itu ilang.

Karena ada insiden kecil itu, akhirnya pelajaran tentang fotosintesis tumbuhan terpaksa deh di tunda lagi. Tadi sie Chi coba ngajakin lagi, tapi bikin dia jadi inget sama krayonnya. Ooops, untung gak nangis. Hehe... Tapi sebaiknya emang di tunda dulu kali ya...
Crayon

Crayon

Hari Minggu kemarin Nai ngeberantakin crayonnya Keke.

Bunda : "Abis berantakin beresin lagi ya, kalo gak nanti aa marah."
Nai : "Iya."

Abis ngasih tau ke Nai, Chi sibuk beresin kamar. Sambil beresin kamar Chi denger Nai aduh-aduhan.

Bunda : "Kenapa Nai, kok aduh-aduhan"
Nai : "Cucah Bun.." (O... ternyata Nai coba beresin crayonnya Keke, tapi semua di paksa masuk ke 1 baris. Gak heran lah kalo gak bisa. Hehe)
Bunda : "Ya... Nai caranya salah. Coba deh Nai pegang baris yang ini (Chi tuntun tangannya Nai). Masih kosong kan? Nah kalo barisnya masih kosong, kita bisa masukin crayonnya. Tapi kalo udah di isi ya gak bisa"
Nai : "O... gitu"
Bunda : "Nai ngerti jadinya sekarang"
Nai : "Iya"

Nai lalu asik beresin crayonnya Keke, sementara Chi balik lagi ngerapiin kamar yang belom selesai.

Nai : "Bun, udah nih"
Bunda : "Mana coba?"
Nai : "Tuh Ima bica kan? Ima dili, gak ma bunda kan?"
Bunda : "Eh iya ya... Ima hebat. Gak di bantuin bunda"
Nah ini dia hasil Nai ngeberesin crayon aa'nya


Makan di KFC

Makan di KFC


Hari Sabtu kemaren Ayah ngajak ke Ratu Plaza, mau ambil laptop kantor di sana. Karena belom makan siang, jadi deh makan siang dulu di KFC.

Enaknya nie sekarang Nai udah bisa makan sendiri kalo lagi di luar. Di rumah sie sebenernya udah bisa makan sendiri, cuma kalo di luaran suka ya... agak sedikit manja lah. Harus di suapin. kalo gak dimain-mainin makanannya. Tapi kemaren dia mau makan sendiri.

Gaya makan nasinya Keke & Nai kalo di resto kayak KFC gitu ternyata ngikutin ayahnya. Nasinya dipegang (bungkusnya di buka sedikit-sedikit), jadi kayak makan burger gitu. Cuma bunda aja yang makan nasinya di piring. Ternyata gak laku nie gaya makan bunda

Monday, August 18, 2008

Kreativ Blogger

Kreativ Blogger

Dapet award ini dari Mama Farrel (http://www.farrelrabbani.blogspot.com/), makasih ya mom buat awardnya..


It has been done according to the following rules:
1. The winner may put the logo in her blog
2. Put a link to the person yo got the award from
3. Nominate 5 blogs
4. Put links to the blogs
5. Leave a message for your nominees


Tetep bingung mau kasih award ini ke siapa lagi (abis semuanya bagus-bagus & kreatif). Jadi Chi pikir award ini Chi kasih buat semua temen-temen Chi aja deh. Silahkan diambil ya...

Sunday, August 17, 2008

Marhaban Yaa Ramadhan

Marhaban Yaa Ramadhan

Ramadhan memang baru sekitar 2 minggu lagi datangnya. Tapi suasana-suasana ramadhan mulai terasa ya.. Buat Chi setiap kali Ramadhan itu emang terasa bedanya gak kayak bulan-bulan lain..

Di mana-mana atmosfer ramadhan udah mulai berasa ya... Acara-acara TV udah mulai berasa ramadhan (walaupun baru iklan aja), di jalan-jalan, bahkan kemaren waktu belanja bulanan di C4 udah berasa tuh ramadhannya. Maksudnya kalo bulan puasa kan yang paling banyak stoknya syrup-syrup, kue-kue, dll. Walaupun suasana belanjanya masih sepi (mungkin pengaruh long weekend ya..)

Jadi inget puasa tahun lalu. Menurut Chi dari semua bulan puasa yang udah di jalanin, paling berat tuh tahun lalu. Tahun lalu anak-anak lagi semangat-semangatnya begadang. Maksudnya kalo belom lewat dari jam 12 malem, mereka belom tidur. Mereka tidur sekitar jam 1/2 1 atau 2 pagi. Malah kadang jam 3 baru pada tidur. Bangunnya, ya udah pasti siang antara jam 10-11.

Heran juga deh, padahal sebelum-sebelumnya paling telat jam 10 jg udah sepi. Tapi taun kemaren energi mereka kayaknya gak abis-abis. Termasuk Naima.Udah di cobain bangun pagi atau di paksa tidur cepet gak berhasil.

Dengan pola tidur mereka yang kayak gitu, otomatis bulan puasa kemaren kami berdua kecapean. Gimana gak, mereka baru tidur lewat jam 12 malam sementara kami sudah harus bangun lagi untuk sahur. Wah payah banget deh..

Solusinya setelah anak-anak tidur (apalagi kalo tidurnya di atas jam 2 pagi), kami memilih untuk gak tidur lagi sampe sahur. Abis kalo tidurnya cuma sebentar nanti malah pusing. Kami memilih tidur sehabis subuh. Untung aja jam kerja Ayah fleksibel, jadi jalan siang-siangan dikit gak masalah.

Alhamdulillah, pelan-pelan jam tidur mereka udah balik normal lagi. Jam 10 udah pada ngantuk. Ya... mentok-mentok jam 11 lah. Sekarang mereka juga udah lebih nurut, kalo di suruh tidur ya mereka nurut tidur. Ya.. mudah-mudahan dengan normalnya pola tidur mereka lagi, puasa tahun ini gak berat-berat banget ya..

Ok deh segitu aja dulu flash backnya. Selamat menunaikan ibadah puasa. Mohon maaf lahir & batin..

Thursday, August 14, 2008

Berkibarlah Benderaku....

Berkibarlah Benderaku....

2 hari yang lalu mulai deh kami pasang bendera di rumah. Ternyata Keke ngotot pengen pasang sendiri, gak mau di bantu sama sekali. Walaupun akhirnya sedikit menyerah (minta bantuan) untuk mengikat benderanya. Lepas-lepas terus...

Ini aksi pasang benderanya....



Akhirnya.. Berkibarlah benderaku...


Ps : Seru banget ya ngeliat & mendengar cerita acara Agustusan teman-teman semua termasuk liputan acara agustusan di tv-tv. Seru & lucu-lucu. Di tempat kami...? sepi-sepi aja nie... gak berasa Agustusannya.. Ada sie bazaar tiap Agustusan, biasanya sie seminggu setelah tanggal 17. tapi ya cuma itu aja. Gak ada lomba apa kek gitu yang lucu-lucu... Kasian ye... :(
Mengelompokkan Daun

Mengelompokkan Daun

http://www.kekenaima.com/2008/08/mengelompokkan-daun.html

Belajar tentang daun lagi. Kalo pelajaran yang dulu adalah tentang mengenal pepohonan dari daunnya. Kemarin itu Chi mau ngajarin anak-anak tentang fotosintesis daun.

Kemarin sore kami mulai mengumpulkan aneka daun yang ada di sekitar rumah sekalian jalan-jalan sore. Begitu selesai mengumpulkan daun, mereka belum mau masuk rumah. Masih pengen main. Ya udah lah gak apa-apa, emang jadwal main mereka juga.


 
Sambil main Chi minta Keke untuk menyusun daun mulai dari yang terpendek hingga yang terpanjang (Naima mau bantu rupanya..).
 

Ternyata Keke salah tangkap maksud Chi. dia membagi daun menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama daun-daun yang ukuran pendek, kelompok kedua daun-daun yang berukuran panjang. Gak apa-apa deh.. tetep bravo buat Keke & Nai.

Belajar tentang fotosintesis daunnya gak keburu kemarin.. udah kesorean nih.. mudah-mudahan hari ini bisa..

Tuesday, August 12, 2008

Bikin Sendal

Bikin Sendal

2 malam yang lalu Chi ngajak anak-anak bikin sendal. Idenya dari kelasnya Nai, pas di sekolah dia bikin sendal. Boleh juga nih di praktekin di rumah..

Bahan-bahannya gampang kok.
Karton (Chi waktu itu pake kertas bekas kalender dinding sie..)
Lem
Gambar-gambar lucu

Cara bikinnya...
Jiplak telapak kaki kita di atas karton (dua-duanya ya), trus gunting
Gunting kertas membentuk persegi panjang. Panjangnya tergantung dari ukuran kakinya
Kertas berbentuk segi panjang tadi di lem ke kertas yang berbentuk jiplakan kaki

Jadi deh sendal, biar keren tambahin gambar-gambar lucu ya...

Kalo bingung baca penjelasannya, liat gambarnya ya...

Keke menawarkan diri menjiplak kaki bundanya, tapi akhirnya nyerah (ngejiplaknya lumayan lama sampe Chi kegelian. Hihi...)
Keke mending kebagian ngegunting & nempel aja deh Bun..
Sendal kreasi kami. Ada yang mau beli? Hehe...
Mau deh beli, tapi cobain dulu ya... bayarnya nanti-nanti aja. Hehe...
Ke Ancol (Episode: Police Acacemy)

Ke Ancol (Episode: Police Acacemy)


Sebetulnya belom puas sie keliling-keliling gelanggang samudera. Emang sie semua wahana udah di masukin, tapi pengen aja keliling-keliling sebentar. Udah lama kan gak ke sana. Tapi ya gimana lagi, Police Academy udah mau mulai. Berarti harus buru-buru. Apalagi rencana awalnya kami kan pengen naek bis yang di sediain sama pihak ancol, males cari parkir lagi. Bisnya jemput jam 5 sore di depan gelanggang samudera. Berarti emang bener-bener harus keluar dari gelanggang secepatnya. Karena keluar dari wahana 4D aja udah 1/2 5 sore. Main mobil-mobilan bentar udah makan waktu 15 menit.

Sampe depan gelanggang samudra, bisnya belom dateng. Tapi kami lalu berubah pikiran, kayaknya mending bawa mobil aja deh. abis gak jelas juga nanti baliknya gimana. Gak tau apa kita masih di sediakan bis untuk pulangnya. Kalo di sediain sih mending, tapi kalo gak bingung. Apalagi pantai carnaval kan letaknya di ujung banget. Susah kemana-mana. Mending pake mobil aja deh..

Masuk ke daerah pantai, jalan agak merayap. Liat orang-orang lagi pada maen air di pantai. Pengen banget deh ikutan. Anak-anak pasti seneng banget. Apalagi deket wahana istana es, banyak yang lagi pada main layangan. Seru banget kayaknya. Keke pun mulai minta di ajak main layangan. Emang sie akhir-akhir ini dia suka minta pengen main layangan. Chi udah janjiin, tapi belom sempet juga. Sabar ya nak.. Kan mau nonton Police Academy dulu.

Dapet parkir lumayan strategis. Gak jauh dari lokasi. Tapi ternyata udah rame banget disana. Untung udah beli tiket. Sempet ngiri juga nih sama yang punya tiket VIP. Gak kena antrian panjang. Kalo yang bsinis kan dari masuknya aja udah desak-desakan & antri banget.

Begitu masuk ke tempat acara, kami ambil tempat duduk di deretan kanan. Jadi urutannya gini, VIP ditengah-tengah, kiri-kanannya untuk yang bisnis. Kami ambil yang sebelah kanan. Ternyata kami salah ambil nih..

Sebagian besar acaranya banyak berada di depan kantor police academynya. Masalahnya itu letak kantor polisinya ada di sebelah kiri. Paling pas atraksi mobilnya, kesana-kemari kan kendaraannya (atraksinya lumayan seru, Keke seneng banget liatnya). Jadi lah hampir seluruh bagian acara leher pegel karena terus-terusan nengok ke kiri. Padahal duduk udah di miring-miringin. Jadi tips nih.. kalo mau nonton police academy, tapi pake tiket bisnis bukan VIP mending ambil yang bagian kanan deh. Biar leher gak pegel. Ato bawa teropong, setidaknya kalopun leher tetep miring tapi bisa lebih jelas liatnya :) Apalagi kalo mau liat para polisi wanita menari dengan pakaian yang super ketat & mini? Gak nyesel deh kayaknya bawa teropong. Hahaha.... Tapi kalo di bandingin sama aksi penyanyi dangdut kita mah masih kalah hot kayaknya. Hehe...

Selama acara berlangsung sama sekali gak boleh merekam atau memotret. Katanya sesi itu nanti di sediain di waktunya di akhir acara (tapi harus bayar). Jadi gak ada foto-fotonya deh. Ada 1 itu pun setelah acara selesai (ambil dari jauh & diam-diam takut di tegur. Hehe...)

Pulang nontong, beli cheese burger dulu. Laper belom makan malem nih. Sambail nunggu cheese burgernya dateng, Keke ngomong gini...

Keke : "Bun, besok Keke jangan di bangunin pagi, siang atau sore ya. banguninnya malem aja."

Bunda : "Kok gitu kenapa emangnya?"

Keke : "Soalnya Keke hari ini cape banget. Nanti mau tidur lama. Tapi malem-malem Keke bangunin lagi, kan Keke mau nonton Police Academy lagi."

Bunda : "Ya... nontonnya sekali aja dong. Kan sama aja pastinya..."

Keke : "Ah bunda, Keke kan masih pengen nonton."

Pas lagi ngobrol gitu, denger pengumuman kalo di sana di jual DVD Police Academy. Chi tawarin ke Keke untuk beli, tapi Keke jangan ngerengek minta nonton lagi. Alhamdulillah Keke setuju. Beli lah tuh DVD. Sampe sekarang itu DVD di setel terus ak ada bosen-bosennya.. :)
Aku Ingin Jadi..

Aku Ingin Jadi..

Aku ingin menjadi, buku anak

Semalem Chi ngajak Keke kegiatan story telling. Judul bukunya Aku Ingin Menjadi.... (pengarangnya Ria Kriwil, penerbit erlangga for Kids).

Buku ini menceritakan tentang 5 orang sahabat yang sedang melakukan kegiatan menggambar tentang cita-cita mereka masing-masing. Ada yang menggambar roti (karena ingin menjadi chef), ada yang menggambar anak sedang membawa bunga (karena ingin menjadi penjual bunga), ada yang menggambar mobil pemadam kebakaran (ingin menjadi petugas pemadam), manggambar seseorang yang akan berenang karena mau jadi perenang, satu lagi apa ya....? Lupa lagi.. hehe...




Seperti yang udah-udah setiap kali bercerita Chi selalu mengajak dia untuk aktif. Jadi gak cuma dengerin aja. Chi minta seolah-olah dia jadi bagian dari mereka. Jadi sambil Chi bercerita Keke pun menggambar cita-citanya.

Di halaman lain buku itu di ceritakan setelah mereka selesai menggambar, mereka lalu menceritakan kenapa mereka mempunyai cita-cita seperti itu.

Cita-cita Keke belom berubah. Dia menggambar mobil polisi & petugas polisinya. Alasan Keke dia ingin menangkap semua penjahat, pengen jadi jagoan katanya :)
Keke Bosan Sekolah

Keke Bosan Sekolah

Udah beberapa hari ini ada sedikit perubahan sama Keke. Perubahan yang kurang bagus. Dia kayak kurang semangat lagi sekolah, terus kalo di sekolah gak mau masuk kelas lagi. Pengennya di temenin sama bunda. Chi yakin pasti ada sesuatu, apalagi gurunya bilang kalo Keke beberapa hari terakhir drop banget semangat belajarnya. Pelajaran mewarnai hanya di coret-coret asal aja. Bahkan ada beberapa pelajaran yang dia sama sekali gak mau kerjain. Gurunya sendiri bingung kenapa karena Keke itu dari awal selalu semangat kalo di kelas, malah gurunya pernah bilang kalo ngajar Keke tuh seneng karena Keke anak yang pintar. Apapun yang di ajarin cepet nangkepnya..

Chi makin yakin pasti ada sesuatu sama Keke. Udah coba di tanya beberapa kali, tapi tiap di tanya Keke cuma keliatan murung dan GTM. Sampe kemarin gurunya Keke kasih liat hasil pelajaran Keke yang asal-asalan itu sama yang tidak mau di kerjakan sama sekali. Begitu melihat pelajarannya Keke, dalam Chi rasa Chi tau apa letak masalahnya Keke. Tapi waktu itu Chi gak mau langsung cerita ke gurunya. Karena Chi pengen Kekenya dulu yang cerita ke Chi, ada apa sebenernya?

Pulang sekolah Chi coba tanya dia baik-baik, sambil Chi kasih liat hasil pelajarannya. Ternyata Keke malah nangis. Udah gitu dia nangisnya gak meraung-raung. Tapi matanya aja yang keliatan basah, trus dianya sendiri berusaha untuk mengusap-usap air matanya.

Kalo nangisnya kayak gitu biasanya sie memang ada masalah yang lumayan berat buat Keke. Untuk nanganin Keke tuh susah-susah gampang. Apalagi kalo dia lagi ada masalah. harus bener-bener dari hati ke hati, sama sekali gak boleh ada maksa apalagi pake bada tinggi kalo gak mau dia melakukan GTM.

Bunda : "Ada apa nak? Kok keliatannya sedih?"
Keke : "Keke gak mau sekolah lagi Bun.."
Bunda : "Loh kok tiba-tiba gak mau sekolah? Ada apa sie Nak?"
Keke : "Pokoknya Keke gak mau sekolah lagi! Mendingan sekolah di rumah aja. Keke lebih seneng di ajarin sama bunda daripada sama bu guru!"
Bunda : "Iya tapi kenapa? Keke pernah di marahin bu guru? (Keke menggeleng). Atau bu guru galak ya sama Keke? (Keke menggeleng lagi). Lalu apa dong?"
Keke : "Pokoknya Keke gak mau sekolah lagi, pengen belajar di rumah aja. Lagian kan bunda udah janji kalo Keke bakalan sekolah di rumah!"
Bunda : "Iya Bunda janji, tapi kan Bunda juga bilang nanti kalo Keke udah masuk SD. Sekarang kenapa Ke... pasti ada penyebabnya nih tiba-tiba Keke mogok. Karena kemarin-kemarin bu guru bilang Keke pinter kok.."

Bukannya menjawab Keke malah membenamkan wajahnya ke bahu Chi. Kalo kayak gini yang harus Chi lakukan adalah tutuop mulut untuk sementara waktu. Kalo Chi terus maksa, selembut apapun nada chi dia pasti bakal marah. Kalo lagi di benamin gitu wajahnya, kadang dia cuma diem tapi kadang jadi nangis yang kedengerannya sedih... banget. Kali ini Keke cuma diem..

Sore harinya sehabis main di taman, Chi mulai ajak dia ngobrol lagi. mumpung lagi ceria siapa tau aja dia mau terbuka..

Awalnya sie masih berusaha untuk tutup mulut. Tapi gak berapa lama, Alhamdulillah Keke mau terbuka juga.

Keke : "Keke itu bosen bunda. Bunda coba liat deh pelajaran Keke. Itu... aja yang di pelajarin! Di ulang-ulang terus! Bosen Keke! Kalo di ulang-ulang mending Keke gak usah sekolah deh!!"
Bunda : "Iya bunda sebenernya udah tau kok kalo Keke itu bosen. Chi gini deh Ke.. Keke itu kan sekolah, yang namanya sekolah pasti punya peraturan. Nah Keke harus menepati aturan itu. Salah satunya Keke harus mau di suruh belajar apapun yang diminta sama guru."
Keke : "Iya.. tapi kalo belajarnya di ulang-ulang terus Keke kan bosen Bun! Keke kan udah bisa, jadinya bosen!"
Bunda : "Ya sekarang gini deh... Keke tetep aja kerjain tugas yang bu guru kasih. Karena Keke udah bisa, Keke yang cepet aja selesainnya. Tapi jangan asal, harus bener. Nanti kalo udah selesai, Keke minta tugas lagi sama bu guru. Tugasnya yang Keke sukain, misalnya menggambar, berhitung pokoknya yang Keke suka deh. Gimana?"

Sebetulnya pembicaraannya lebih panjang dari itu. Tapi kira-kira gitu deh intinya. Alhamdulillah pada akhirnya Keke mau nurut. Emang sie baru janji.. tapi Chi sie tetep positif thinking aja. Berharap siapa tau dia memang menepati janjinya. Kalo gak ya Chi akan ingetin terus.

Kalo udah merasa bisa menguasai sesuatu Keke gak mau di suruh ngulang. Chi anggap ini kelemahan. Chi takut keengganan dia untuk mengulang dengan alasan udah bisa pada akhirnya membuat dia jadi menyepelekan masalah. Eamng sie Chi seneng dengan rasa ingin taunya yang tinggi, tapi kalo lantas dia jadi menyepelekan hal yang udah dia ketahui ya jangan juga.. Berarti ini PR buat Chi & Kak aie gimana caranya membuat keke lebih tekun lagi.

Inget aja waktu masih di PG. Gurunya di PG pun bilang kalo pelajaran mengulang biasanya Keke lebih memilih tiduran di pojokan. Dia ngotot gak mau ikutan belajar dengan alasan udah bisa & bosen. Makanya gak heran hari-hari terakhir di PG menjelang terima raport, Keke keliatan drop banget semangatnya. Balik ke awal lagi gak mau masuk kelas & nempel terus sama bundanya.


Hari Ini


Masuk sekolah seperti biasa telat. Banyak maunya nie, terlambat terus jadinya :) tapi pas jam istirahat, chi liat Keke keluar dari kelas dengan wajah yang ceria lagi. "Pasti di kelsnya happy nie" Chi langsung berpikir gitu.

Bunda : "Hei Ke! Belajar apa hari ini?"
Keke : "Bunda.. Keke hari ini belajar menggunting layang-layang. Trus diwarnai deh!"

Pada saat itu Chi langsung berpikir Keke pasti seneng dengan pelajaran ini. Karena di rumah dia memang agak jarang untuk kegiatan menggunting. Dan yang Chi yakin lagi nada & gaya bicaranya beda. Ya namanya sama anak sendiri. Ketauan deh mana nada & gaya bicara dia lagi sedih, seneng, marah, dll.

Sambil nungguin Keke istirahat Chi ngobrol sama gurunya Keke. Chi ceritain semua yang hasil pembicaraan kami kemarin. O'ya kemarin itu Chi juga sempet berpikir untuk menghentikan sementara kegiatan belajar Keke di rumah. Bukannya apa-apa, kalo di liat apa yang Keke pelajari di rumah & di sekolah memang keliatan jauh ketinggalan yang di sekolah. Gak heran kalo Keke merasa bosan. Jadi dengan memberhentikan kegiatan belajar di rumah, Chi berharap dia akan makin semangat di sekolah karena selalu merasa mendapat ilmu baru. Cuma masalahnya, Chi merasa sayang banget kalo harus meninggalkan kegiatan belajar di rumah. Apalagi Keke sendiri menyenangi kegiatan itu. Dia selalu minta "belajar yuk bun..". Lagian kalo gak di biasain belajar di rumah Chi takut nantinya dia jadi kebablasan. Di rumah jadi males belajar. Padahal ke depannya kan Chi niat mau HS buat anak-anak.

Ayahnya punya saran, gimana kalo materinya di samain sama di sekolah? Mungkin di awal-awal Keke akan teriak bosen. Tapi tugas kami untuk membujuk & mengarahkan dia untuk selalu mengerjakan tugasnya walaupun merasa udah bisa. Pekerjaan yang gak mudah nie :)

Chi ceritai itu juga ke bu gurunya. Tapi Chi juga minta ke gurunya kalo Keke mau mengerjakan tugasnya untuk diberi tugas lain yang kira-kira dia suka biar dia gak merasa bosan.

Bu Dewi (guru Keke) setuju. Bu Dewi menjelaskan kalo selama ini dia memang masih liat dulu sejauh apa perkembangan murid-muridnya. Makanya dia masih ngulang pelajaran yang di PG. Trus Bu Dewi memang belum memberi tambahan tugas untuk anak-anak yang terlihat sudah mempu menyelesaikan pelajaran. Alasannya kebanyakan anak baru di kasih tugas segitu aja udah pada bilang cape, jadi bu Dewi khawatir kalo dia nambah tugas lagi murid-muridnya pada makin ngeluh. Ujung-ujung nanti orang tuanya pada protes lagi.

Ya udah akhirnya setelah ngobrol-ngobrol lumayan panjang tadi Bu Dewi mau ngasih tugas tambahan buat Keke selama Kekenya gak keberatan dan tugas utamanya selesai. Hmm... mungkin gak akan selesai sampai sini aja. Tapi bolehlah untuk kali ini Chi sedikit bernapas lega. Alhamdulillah...