Sunday, December 25, 2016

Om Telolet Om

"Om telolet om"


Beberapa hari ini, kalimat 'om telolet om' viral banget. Sampe beberapa Dj kelas dunia pun ikut meramaikan. Bahkan dalam hitungan hari versi dangdutnya juga udah ada 😅 *Cari sendiri di YouTube, ya 😄

Sebetulnya apa sih 'om telolet om' itu?


Trend telolet ini sebetulnya udah cukup lama. Sekelompok anak-anak kecil di daerah Jawa Tengah yang suka dengan suara klakson, umumnya klakson bus. Kalau baca beberapa media, katanya awalnya di Jepara. Tapi, menurut sepupu Chi yang dari Gombong, di Kebumen pun udah sejak lama anak-anak kecil suka dengan aktivitas ini. Mereka berkumpul di pinggir jalan dan meminta bus untuk membunyikan klakson. Bila klakson berbunyi mereka akan kesenangan dan suara klakson tersebut direkam di telepon genggam mereka.

Udah lumayan lama Chi tau tentang kebiasaan ini. Ada beberapa teman di FB yang pernah membuat status tentang ini jauh sebelum telolet mendunia. Kalau gak salah ingat, dulu pernah juga ada sedikit reportasenya di salah satu stasiun televisi swasta.

Ketika sekarang telolet mendunia, Chi gak tau penyebab pastinya apa. Dan gak berusaha mencari tau juga. Tapi, Chi termasuk yang ikut tertawa-tawa dengan trend ini. Sejenak merasakan ademnya timeline yang akhir-akhir ini penuh pro kontra. Perdebatan yang lebih banyak adu ototnya dibanding adu otak.

Etapi, timeline Chi sebetulnya lumayan adem, sih. Berbeda pendapat memang ada, tapi gak sampe yang heboh banget. Cuma kadang Chi suka baca status beberapa teman tentang panasnya timeline. Bikin Chi kepo dan cari tau. Ternyata memang bener, sih. Ternyata hawanya panas juga hehehe.

Setelah sejenak menikmati trend 'om telolet om', mulai ada hal-hal lain seperti pertanyaan kenapa harus telolet? Kan, suara klakson bus gak hanya telolet? Apa sih lucunya telolet sampe pada kesenangan begitu? Ada juga yang protes kalau fenomena ini membahayakan. Bahkan sampe ada yang mengartikan lain-lain yang ... begitulah.

No comment untuk yang mengartikan trend ini ke hal lain. Apalagi ke hal-hal yang sekarang ini sedang sensitif. Gak jelas juga kan siapa yang memulai? Bisa jadi bukan pihak yang sedang berpro-kontra tapi pihak ketiga yang niatnya memang cuma ingin memanaskan suasana biar kembali saling ejek. Ya, siapa tau?

[Silakan baca: Tips Belajar Asik dan Menyenangkan bagi Anak]

Bermain Untuk Anak


Sebetulnya Chi udah mulai gregetan sejak lama. Sejak ada pernyataan, bahkan ada berbagai meme, kalau anak zaman dulu lebih beruntung. Masih menikmati permainan tradisional. Gak seperti anak-anak sekarang yang 'cuma' kenal gadget. Mungkin ada benarnya juga. Setidaknya zaman dulu lahan bermain masih lebih banyak.

dunia anak dunia bermain

Tapi, bukan salahnya anak-anak sekarang juga kalau akhirnya mereka lebih mengenal gadget, kan? Chi rasa kalau dulu udah ada gadget juga akan sama seperti sekarang. Menganggap gadget itu asik. Ya, setidaknya sejak kecil pun Chi udah mengenal video game. Tapi masalah kecanduan atau enggak kan kembali ke kitanya. Orang tua masih mengenalkan aktivitas lain. Lingkungan juga begitu.

Makanya, walaupun sekarang generasi digital, Chi pun tetap mengajarkan hal sama ke Keke dan Nai. Mereka tetap mengenal permainan tradisional. Lagu anak-anak zaman dulu. Dan berbagai hal lain yang pernah Chi lakukan saat kecil.

[Silakan baca: Anak Generasi Gadget, Juga Bisa Lupa Gadget]

Kembali ke trend telolet, kalau ada yang mengkritik ulah anak-anak itu sebenarnya solusinya apa, ya? Udah pernah ajak mereka untuk menikmati hal lain belum? Udah pernah mengingatkan mereka untuk tidak bermain di pinggir jalan? Apalagi sambil berlari-larian padahal jalanan sedang ramai.

Menurut Chi, mereka itu sebenarnya hanya ingin bermain. Dunia anak adalah dunia bermain. Keinginan mereka sesederhana itu.

Kadang ketika bermain, mereka gak mengerti bahaya atau tidak. Itulah kenapa masih harus ada orang dewasa yang mengawasi dan mengarahkan. Kalau cuma dikritik atau diolok-olok manalah mereka mengerti.

Sama kayak gadget. Kita bersuara kalau kalau gadget itu gak baik, gadget itu candu bagi anak. Lebih berkualitas aktivitas anak-anak zaman dulu. Tapi, tetep aja kita juga yang secara sadar memberi mereka gadget. Bahkan membiarkan anak-anak berlama-lama dengan gadget dengan alasan biar anteng. Tanpa pernah mengenalkan kepada mereka aktivitas asik lain. Kalau cuma gitu manalah anak-anak mengerti?

Bahagia Itu Sederhana


Sejujurnya, Chi pun gak mengerti di mana letak kelucuan 'om telolet om.' 😂 Chi juga tidak akan membiarkan Keke dan Nai berada di pinggir jalan membawa kertas bertuliskan 'om telolet om'. Apalagi sampe ngejar-ngejar. Dan, Chi rasa Keke atau Nai juga gak kepikiran sampai sana walaupun mereka tau trend ini dan tertawa melihat berbagai video yang beredar.

Terlepas dari pro kontra kalau trend ini berbahaya atau tidak, yang Chi tangkap dari trend ini adalah bahagia itu sederhana. Dan, karena banyak yang bahagia, Chi juga jadi ketularan bahagia hehehe.

[Silakan baca: Bahagia Itu SEDERHANA]

Untuk kebahagian yang sederhana, anak-anak memang jagonya. Chi sering belajar dari Keke dan Nai. Sebetulnya gak ngerti apa yang mereka ketawain. Tapi daripada bilang, "Kayak gitu aja ketawa. Apanya yang lucu?" Mendingan Chi ikut ketawa aja. Biasanya hati Chi juga jadi ikutan senang.

Sepertinya kita harus sering melakukan hal yang bahagia dengan cara sederhana. Kalau trend telolet ini dianggap membahayakan, ya cari aja kebahagian sederhana lain. Pastinya banyak, kok. Gak perlu Chi contohin, lah. Cari masing-masing aja. Lagian masa iya maunya ribut melulu (di social media)? Sering-seringlah menciptakan kebahagiaan yang sederhana *self reminder*

Gak baik untuk kesehatan mu (kalau ribut melulu). *minjem kata-kata mas Mul, OK Jek* 😄

Continue Reading
30 comments
Share:

Saturday, December 24, 2016

Mencintai Indonesia Dari Blog Monda Siregar


Tentang Monda Siregar

Mbak Monda adalah salah seorang blogger yang sudah lumayan lama Chi kenal *ihiiiyyy kenaaall 😊* Lumayan sering blogwalking ke blognya. Kadang komen, kadang silent reader. Sebetulnya suka ada rasa penasaran kalau membaca blog Mbak Monda. Setau Chi, Mbak Monda ini seorang dokter gigi (cmiiw, ya), tapi rasanya gak ada satupun postingan tentang kesehatan gigi. Cuma kepo dikit aja, sih. Lagipula memang gak ada aturan baku di dunia blog kalau blogger harus menulis berdasarkan profesi yang digeluti, kan?

Mengunjungi blog Mbak Monda akan disuguhi berbagai cerita tentang Indonesia. Tempat wisata, kuliner, wastra, musik, dan lain sebagainya. Bisa dibilang ini blog lifestyle dengan titik berat tentang segala hal di Indonesia.

Continue Reading
18 comments
Share:

Friday, December 23, 2016

Rayakan Akhir Tahun Bersama Keluarga dan Kerabat di Surabaya Dengan Kebaikan Susu Anchor Food Professionals

tahun baru, anchor food professional

Rayakan Akhir Tahun Bersama Keluarga dan Kerabat di Surabaya Dengan Kebaikan Susu Anchor Food Professionals


Pada acara masak "Christmas and New Year Dairy Delights with Anchor Food Professionals", di Surabaya - Jawa Timur pada tanggal 14 Desember 2016, Anchor Food Professionals, unit bisnis foodservice dari Fonterra Brands Indonesia, kebaikan susu kepada 250 profesional di industri dan penikmat kuliner. Selain berbagi keahlian tentang susu kepada para pemilik pastry, bakery, cafe, dan restoran, Anchor Food Professionals juga meluncurkan buku resep kue legendaris dan berdiskusi tentang trend kuliner terbaru.

“Walaupun belakangan ini masyarakat Indonesia telah mulai terbiasa mengonsumsi susu, namun susu belum menjadi bagian dari menu sehari-hari dan banyak yang tidak tahu cara memasak dengan bahan baku susu,” ujar Sigit Wijanarko, Associate Foodservice Director Anchor Food Professionals.

Anchor Food Professionals berkeinginan masyarakat tidak hanya tahu bahwa susu memiliki berbagai kandungan nutrisi yang penting bagi tubuh. Tetapi juga ingin menjadi bagian yang lebih besar lagi di masyarakat dengan cara memberikan berbagai resep yang inovatif, bergizi, dan lezat untuk keluarga dan kerabat di masa liburan ini.

[Silakan baca: Story on Plate - Cerita di Balik Sepiring Hidangan Cantik]

Anchor Food Professionals juga baru saja membuka daour uji pertama di luar Jakarta. Lokasi tepatnya ada di Jalan Dupak Rungkut no 110, Surabaya. Dapur uji ini memiliki  fasilitas canggih untuk mengembangkan solusi industri foodservice. Sekaligus memperlihatkan komitmen dan kepemimpinan Fonterra di industri foodservice.

Bersamaan dengan diluncurkannya buku resep Legendary Cookies Recipes, Advisory Chef Yus dan Petrus mendemonstrasikan teknik memasak menggunakan bahan baku susu untuk menghasilkan resep yang lezat, mulai dari pastry sampai hot kitchen.

Sudah lebih dari 6.000 restoran, bakery, gerai fast food, dan berbagai bisnis kuliner lainnya yang menggunakan produk susu Anchor. Sehingga Advisory Chef dari Anchor Food Professionals terus berkomitmen untuk terus berinovasi agar Anchor Food tetap dapat bersaing di industri kuliner dan menjadi pemimpin pasar di bisnis pemasok bahan baku dengan bahan dasar susu.

[Silakan baca: A-VENTURES, Karajter Super Hero Anchor Boneeto  untuk Anak Usia 7-12 Tahun]

Continue Reading
2 comments
Share:

Monday, December 19, 2016

Senyum dan Sapa Kurir JNE


JNE itu baik. Yup! Kesan pertama kenapa memilih JNE karena kebaikannya dalam hal packing. Sekian tahun silam ketika baru merasakan belanja online, Chi mulai perhatikan kalau packing JNE paling aman. Banyak toko online yang sudah packing barangnya sedemikian rupa supaya sampai di tempat pelanggan dalam keadaan baik. Tapi, sama JNE ditambahin lagi packingnya. Biasanya pakai kantong plastik bertuliskan JNE. Chi pun mulai terkesan dengan kebaikannya ini.

Kebaikan JNE lainnya adalah barang yang Chi order selalu cepat sampai. Setiap kali belanja online, paling sering Chi pakai paket REG (Reguler). Tapi biasanya setelah penjual kirim, besoknya atau selambat-lambatnya lusa barang sudah sampai. Paket REG rasa YES (Yakin Esok Sampai) ini, sih.

Dari yang mulai coba belanja online, sampe akhirnya ketagihan. Berbagai barang dari berbagai brand karena nge-blog. Trus mulai buka usaha toko online juga. Bisa dikatakan JNE semakin banyak jasanya bagi kami. Banyak kebaikan dari berbagai layanan  JNE Express yang sudah kami dirasakan.

Senyum dan Sapa Kurir JNE

"Selamat siang, Bu."
"Biasa, Bu. Ada paket, nih."

Dari sekian banyak kebaikan JNE, ada satu hal yang paling bikin Chi berkesan, yaitu senyum dan sapa kurir JNE. Tepatnya salah seorang kurir JNE yang selalu mengantar barang ke rumah. Anak muda dengan sikap yang santun dan selalu tersenyum.

Karena sudah sering mengantar barang ke rumah, ketika berpapasan di jalan pun kurir ini selalu menyapa. "Selamat siang/sore, Bu.""Apa kabar, Bu?" Atau kadang dia menyapa dengan sedikit becanda, "Tumben udah lama saya gak antar barang ke rumah ibu." Kayaknya Chi disuruh belanja online terus, nih hehehe. Tentu aja Chi anggap itu becandaan kecil sebagai bentuk keramahannya.

Suatu hari, langit terlihat mulai mendung. Kelihatannya bakal hujan deras. Kurir yang saat itu sednag mengantar ke rumah pun minta maaf kalau agak terburu-buru. Alasannya, khawatir berbagai paket yang dibawa akan kehujanan. Padahal Chi yakin kalaupun kehujanan selama dipacking dengan rapi dan rapat akan tetap aman. Tetapi karena dengan sopan dia minta maaf, justru bikin Chi makin terkesan.

Sayangnya, Chi gak pernah tau namanya. Gak pernah nanya juga. Baru berasa kehilangan setelah kurir JNE yang biasa antar barang ke rumah bukan dia lagi. Kurir yang baru ini juga ramah, kok. Tapi mungkin karena masih baru jadi belum seakrab kurir yang lama.

Kelihatannya sederhana banget, ya. Tapi, justru kebaikan seperti itu yang berkesan. Senyum dan sapa  yang ramah udah cukup banget buat Chi. Service yang baik bisa membuat segala hal menjadi terasa baik. Begitupun sebaliknya. *Chi emang gampang terpengaruh sama service suatu jasa 😊*

Ada satu lagi nih kebaikan JNE. Pada tanggal 26 - 27 November 2016, dalam rangka ulang tahun JNE ke-26 mengadakan HARBOKIR (Hari Bebas Ongkos Kirim). Dalam 2 hari itu JNE memberikan kebabasan ongkos kirim untuk pengiriman barang maksimal 2 kg per resi. Berlaku untuk pengiriman dalam kota di 55 kota besar Indonesia. Wuiiiihhh! Semoga makin sering aja JNE bikin program menarik kayak gini. Chi pasti bakal tambah senaaaaangg.

Kalau menurut teman-teman, kebaikan apa saja yang pernah diberikan JNE?

Continue Reading
11 comments
Share:

Sunday, December 18, 2016

Digital Life Elisa Fatma Ariesta


Tentang Elisa

Elisa adalah ibu dari 2 orang anak dan saat ini tinggal di Lamongan, Jawa Timur. Dalam dunia blogger, Elisa termasuk newbie. Baru mulai ngeblog sejak Januari 2014. Tapi walaupun newbie, terlihat kalau Elisa serius dengan dunia blogging. Terlihat dari tampilan blognya yang rapi, sudah ber-TLD, dan cukup konsisten juga menulisnya. Blog lifestyle yang diberi judul Digital Life berisi tentang keseharian Elisa.

Postingan Favorit
Di grup Arisan Blogger, Elisa mengatakan kalau salah satu inspirasinya adalah salah seorang travel blogger hits yang bisa terbang kemanapun secara gratis. Hmmm ... Chi jadi kepo nih siapa travel blogger tersebut 😃

Tapi bukan karena kepo juga kenapa Chi akhirnya memilih salah satu postingan di kategori Lamongan sebagai postingan favorit. Karena Elisa tinggal di Lamongan tentu menarik melihat seseorang menulis tentang daerahnya sendiri.

Dari 11 postingan tentang Lamongan, Chi memilih postingan "Jalan-Jalan ke Wisata Bom Anyar, Yuk!" Wisata Bom Anyar adalah Pelabuhan Perikanan. Di postingan tersebut diceritakan walaupun pelabuhan perikanan tapi sudah tertata dan tidka bau amis. Kawasa wisata tersebut juga diisi berbagai aktivitas warga di sana.

Postingannya tidak terlalu panjang. Tapi, mungkin berikutnya bisa dipecah dan dibikin lebih detil. Tentang masjid dengan pemandangan hamparan laut. Kapal-kapal nelayan dan aktivitasnya. Kegiatan warga di sana termasuk muda-mudinya. Di dalam pelelangan ikan. Bakal tambah menarik sepertinya kalau dibikin lebih detil.

Kalau teman-teman ingin lebih kenal dengan Elisa, silakan berkunjung ke blognya, ya :)

Elisa Fatma Ariesta

www.elisa-blog.com

FB: Elisa Fatma Ariesta
Twitter: @elisafariesta
IG: @elisafariesta

Continue Reading
8 comments
Share:

Wednesday, December 7, 2016

Kalau Jalan-Jalan Jangan Lupa Membawa Kartu Debit

kartu debit bca

K’Aie: “Bun, jangan lupa bawa uang receh buat besok.”

Uang receh yang K’Aie maksud tentu aja bukan bawa uang koin yang banyak. Yang dimaksud receh adalah uang kertas dengan nominal kecil seperti 2 ribu, 5 ribu, 10 ribu, paling besar 50 ribu sebanyak beberapa lembar.

‘Udah ada e-banking ini, bawa token aja, lah’

Chi masih suka berpikir kayak gitu. Terlalu mengandalkan e-banking karena nyaman. Padahal gak setiap saat bisa bertransaksi melalui e-banking. Gak semua tempat juga koneksi wifinya bagus. Kalau gak pegang uang tunai memang kadang merepotkan. Apalagi kalau lagi jalan-jalan.

Kayak beberapa waktu lalu, kami sekeluarga mau camping. Dari rumah berangkat sore hari, sampai daerah Lido sekitar pukul 7. Kami pun memutuskan cari makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Situ Gunung. Salah satu rumah makan padang di Lido yang kami pilih. Karena hanya rumah makan kecil, gak mungkin juga bayar pakai kartu debit. Untung diingatin sama K’Aie untuk bawa uang tunai.

Walaupun Chi lebih suka cashless, karena perasaan kalau megang uang tunai cepat habisnya hehehe* tapi untuk kegiatan sehari-hari juga masih butuh uang tunai. Dari mulai belanja ke pasar hingga bayar SPP. Biasanya K’Aie langsung kasih Chi uang. Tapi kadang K’Aie lagi gak ada uang tunai. Kalau udah gitu, K’Aie transfer ke rekening Chi sebanyak yang dibutuhkan *kadang dilebihin hehehe*. Untungnya Chi pakai debit BCA. Dan, di dekat rumah mudah banget ditemui ATM BCA. Di supermarket, pasar, dan di BCA nya sendiri. Atau kalau enggak, ambil uang tunai di salah satu minimarket dekat rumah. Gampang banget lah pokoknya.
Kalau di dekat rumah memang enak. ATM BCA sangat mudah ditemukan di manapun. Kalau belanja pun Chi lebih suka bayar menggunakan kartu debit BCA. Tapi kadang suka bingung kalau lagi jalan-jalan. Bakalan susah gak ya cari ATM? Memang sih dari rumah udah siapin uang cash. Tapi siapa tau aja uang yang dibawa kurang. Kalau ada ATM kan membantu banget.

[Silakan baca: Kopdar Blogger di Tanakita]


Pengalaman Chi selama ini sih gak terlalu sulit mencari ATM BCA. Jumlahnya dimanapun lumayan banyak. Setelah Chi tau kalau BCA dan Jaringan PRIMA udah bekerja sama, makin hip hip hore, deh. Kerjasama ini udah terjalin 15 tahun, lho. Dan Chi baru tahu banget. *Kudet, ya hehehe!*

Jaringan ATM PRIMA merupakan layanan switching ATM/Debet yang dikelola oleh PT Rintis Sejahtera dan beroperasi sejak Agustus 2000. Beranggotakan 60 bank, dengan jumlah jaringan ATM lebih dari 93.000 ATM. Jaringan PRIMA didukung pula oleh layanan PRIMA Debit untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan berbelanja bagi seluruh bank peserta PRIMA Debit melalui lebih dari 380.000 terminal EDC yang tersebar di berbagai merchant berlogo PRIMA Debit/ Debit BCA. Jaringan PRIMA didukung pula dengan web-based complaint handling system yang efektif dan efisien.

Jadi kalau Chi sedang di jalan dan butuh ke ATM untuk mengambil uang atau transaksi lainnya tapi gak ada ATM BCA, gak usah khawatir. Tinggal cari ATM yang berlogo PRIMA. Gak hanya itu, nasabah bank lain yang sudah masuk jaringan prima juga bisa menggunakan ATM BCA, lho. Tanpa dikenakan biaya!


Ada lebih dari 93.000 ATM PRIMA yang tersebar dengan 60 bank yang tergabung di jaringan PRIMA. Tentu ini sangat membantu kalau nasabah ingin melakukan transfer. Dan transfer di ATM PRIMA itu real time online. Artinya proses transfer dilakukan saat itu juga.

Untuk kode transfer bank peserta PRIMA bisa dilihat di www.jaringanprima.com

Kalau lagi belanja pun begitu. Bank yang tergabung di jaringan PRIMA gak perlu khawatir. Tetap bisa bertransaksi dengan kartu debit menggunakan mesin EDC BCA di seluruh Indonesia. Tenang aja, gak akan dikenakan biaya merchant, kok. Ya, daripada bawa uang tunai dalam jumlah besar mending pakai kartu debit. Lebih nyaman dana mudah.

Jadi, sekarang udah gak ada cerita galau karena khawatir susah cari ATM, deh. Jalan-jalan pun makin semangat. Yang penting kartu debit jangan sampai ketinggalan :)

[Silakan baca: Kampoeng Maen Fair 2012]

Continue Reading
11 comments
Share:

Sunday, December 4, 2016

Inna Riana, Emak (Yang Selalu) Riweuh


Tentang Inna Riana

Riweuh itu ribet, sibuk, ya kira-kira seperti itu, lah. Contoh kalimatnya seperti ini, "Nanti, ya. Sekarang lagi riweuh." Kalau Chi ngomong gitu, berarti saat itu lagi sibuk. Tapi, kalau Emak Riweuh, nah langsung deh tuh teringat dengan sosok perempuan bernama Inna Riana.

Semua ibu pasti riweuh, ya. Tapi, baca postingan Mbak Inna memang seru, euy. Membaca bagaimana riweuhnya mengasuh 3 boyz alias ketiga putranya, sempat memiliki toko obat, dan juga blogger. Mbak Inna ini peternak blog dan semua blognya aktif, lho. Bahkan dalam kurun waktu 11 tahun sudah mengalami 10 kali pindah rumah dari satu kota ke kota lain. Wuiihh riweuh!

Kesibukan lain adalah rajin ngeblog. Ada tiga blog yang selalu rutin saya update. Punya blog di Kompasiana dan Blog Detik tapi sudah tidak aktif lagi. Blog saya berikut alamatnya:
1. www.emakriweuh.com tentang parenting, jalan-jalan, dan blogging.
2. www.innariana.com tentang cerita curhat, fashion, fiksi, dan lomba.
3. www.dapurngebut.com tentang resep masakan, cerita memasak, dan seputar kuliner.
4. www.inas-craft.blogspot.com tentang aksesoris handmade dan tutorial cara membuatnya. Rencananya, saya ingin membuat online store khusus dari blog ini. Doain yaa. - sumber: Selayang Pandang Inna Riana di group Arisan Link Blogger Perempuan

Postingan Favorit

Setelah ngubek-ubek beberapa postingannya, yang jadi favorit kali ini adalah postingan lama tentang Berhenti Langganan TV Kabel. Kebalikan ma Chi, nih. Seminggu lalu, Chi malah baru upgrade paket langganan tv kabel hahaha.

Ya, setiap keluarga pasti punya pertimbangan masing-masing, ya. Tapi, apapun keputusannya biasanya kalau orang tua pertimbangannya adalah demi kebaikan anak-anak. Terlihat juga di postingan tentang tv kabel itu.

A Happy Hectic Mom, begitu tagline di blog Mbak Inna. Iyeeess! Walaupu hectic, tapi tetap harus happy, dong. Teman-teman yang penasaran sama segala cerita keriweuhannya, silakan ubek-ubek deh postingan di blognya. Termausk yang dapur ngebut itu. Karena banyak resep praktis di sana. 😃

Inna Rianna

Facebook: Inna Riana
Twitter: @EmakRiweuh
Instagram: @innariana
Email: helloinnariana@gmail.com

Continue Reading
5 comments
Share:

Wednesday, November 23, 2016

Rumah Aman, Traveling Nyaman bersama Philips HUE

philips hue indonesia

Rumah Aman, Traveling Nyaman bersama Philips HUE - Seberapa penting sih keberadaan lampu untuk di rumah?

Pertanyaannya cetek banget, ya? 😁 Karena semua rumah pasti membutuhkan lampu, ya kan? Terutama untuk malam hari. Penting lah pastinya. Kalau untuk lampu rumah, pilihannya sederhana aja. Lampu warna kuning atau putih? Redup atau terang? Paling model lampunya aja yang berbeda-beda.

Pernahkah kepikiran lampu rumah bisa berwarna-warni selain putih dan kuning? Atau pernah kepikiran lampu rumah bisa diatur waktu on dan off nya?

Chi belum pernah kepikiran punya lampu rumah warna-warni. Tapi, on dan off lampu otomatis sudah kami lakukan sejak beberapa tahun lalu. Lampu di area luar  menggunakan sensor cahaya matahari. Jadi, ketika sinar matahari sudah mulai redup, lampu otomatis menyala. Begitu juga sebaliknya bila sinar matahari mulai terlihat terang.

Alasan menggunakan sensor cahaya adalah karena di blok tempat Chi tinggal warganya mayoritas non muslim. Bahkan tetangga sebelah kiri, kanan, dan depan non muslim. Kami suka merasa galau kalau lagi mudik di hari raya. Mau dinyalain atau dimatiin terus selama beberapa hari, kelihatan banget kalau hanya rumah kami sedang kosong. Khawatir ada oknum jahil, euy 😟

Seluruh tetangga memang pada baik tapi kan gak enak juga kalau minta tolong untuk menyalakan atau mematikan lampu rumah selama kami bepergian. Siapa tau mereka juga pengen liburan. Pokoknya gak pengen ngerepotin. Paling nitip-nitip sama satpam blok aja buat sesekali lihat kondisi rumah meskipun dari luar. Alhamdulillah, selama ini aman.

Sayangnya kelemahan dari sensor cahaya adalah tidak mengenal siang dan malam. Kalau sepanjang siang terlihat mendung, maka lampu pun otomatis menyala. Kalau para tetangga belum nyalain lampu kan tetap aja rumah kami kelihatan beda sendiri.

Gak cuma saat mudik, kalau lagi bepergian trus pulangnya larut malam suka males buka pintu. Chi penakut apalagi kalau gelap hahaha. Tapi, mau minta K'Aie aja yang bukain pintu gak enak. Udahlah dia yang nyetir masa harus bukain pintu juga. Coba begitu sampe rumah, semua lampu pada nyala biar Chi gak takut-takut amat.

Pengen punya lampu yang lebih pintar dari yang dimiliki sekarang, deh. Ada gak, ya


lampu digital
Inovasi lampu Philips dari tahun ke tahun


Philips HUE, Si Lampu Pintar


Ternyata ada! Namanya Philips HUE. Philips tuh memang bener-bener, yaaa ... Sekitar 1,5 bulan lalu, Chi menulis tentang inovasi lampu Philips SceneSwitch LED. Seneng banget karena lampunya bisa menjadi solusi tentang redup dan terang. Eh, sekarang denger ada inovasi lampu Philips terbaru lagi. Keren ... Keren ... Keren ... 😍

[Silakan baca: Redup atau Terang?]


Philip HUE, lampu terkoneksi paling pintar di dunia dari Philips ini menawarkan cara revolusioner untuk pengalaman dan interaksi dengan cahaya di rumah, mendefinisikan ulang bagaimana teknologi LED dapat dipergunakan dan membuat cahaya terintegrasi dengan dunia kita untuk meningkatkan kehidupan.

Menurut ibu Indah Suzanti, Product Manager Consumer Luminaires Philips Lighting, dengan teknologi LED maka akan menghemat energi hingga 90%. Usia pencahayaan maksimal mencapai 25.000 jam atau kurang lebih 15 tahun. Ya, berarti kalau nyicil KPR 15 tahun, cukup lah beli lampu Philips sekali aja. Setelah lunas ganti lampu Philips yang baru lagi. Terbukti banget sih, lampu di rumah kami udah bertahun-tahun gak ganti. Awetnya kebangetan 😄

Philips ingin menjadi bagian dari digitalisasi. Oleh karenanya inovasi lampu Philips terus berkembang. Zaman sekarang semua dituntut serba pintar. Gak hanya manusianya tapi juga perangkatnya. Mobile phone pintar? Itu biasa dan udah banyak banget pilihannya. Tapi lampu pintar? Nah ini baru ada di Philips HUE.

Philips Hue tidak hanya bisa kasih pencahayaan redup atau terang, putih atau kuning saja. Dari satu lampu saja teman-teman bisa mendapatkan banyak sekali pilihan warna. Bukan 1,2 3, atau 4 tetapi 16 juta warna! Bisa diatur kuat cahayanya, mau terang atau redup. Bisa pula diatur kapan lampunya nyala, kapan mati, pas banget dengan yang Chi inginkan, nih.


lampu philips 
Seperti ini bentuk bridge Philips HUE. Tinggal disambungkan ke router dan cukup punya 1 bridge saja kalau untuk rumah.


Caranya? Dengan menggunakan internet rumah, bukan internet smartphone. Perlu internet rumah karena ada alat yang namanya Bridge yang akan dipasang di router. Setelah itu baru deh instal aplikasi di smartphone. Untuk konsumsi rumahan punya 1 bridge aja udah cukup banget karena 1 bridge bisa untuk 50 lampu.

Bridge udah terpasang, aplikasi udah diinstal, tinggal diatur deh lampunya. Misalnya, lagi di luar kota dan hari sudah menjelang malam, teman-teman tinggal buka aplikasinya untuk menyalakan lampunya. Lampunya kan kan terkoneksi dengan internet. Selama internet di rumah gak masalah, mau dinyalain atau dimanapun dan kapanpun bisa. Cara pasang lampunya pun gampang banget. Sama lah kayak pasang lampu biasa. Begitupun untuk pemasangan bridge dan install aplikasi.

Keunggulan Philips HUE lainnya adalah bisa menyesuaikan lampu sesuai mood dan suasana. Biar makin seru ketika lagi nonton film horror di rumah? Mungkin warnanya bisa disetting merah. Huahahaha ... horror banget, ya. Gonta-ganti warna seusai irama musik juga bisa. Dan, katanya anak yang aktif, bisa diturunkan aktifnya kalau dikasih pencahayaan warna biru. Pokoknya bisa berganti segala macam warna disesuaikan dengan aktivitas yang sedang dilakukan.

Bagaimana kalau internet di rumah lagi mati? Ario Pratomo, Vlogger, mengatakan kalau lampu Philips HUE bisa tetap digunakan walaupun internet rumah dalam keadaan mati. Tetapi jadi seperti lampu biasa yang bisa nyala/mati dengan saklar.

[Silakan baca: 5 Aktivitas Bersama Anak Saat Mati Lampu di Malam Hari]


philips indonesia 
Starter pack Philips HUE, mendapatkan 3 buah lampu Philips dan 1 bridge. Tetapi yang diperlihatkan di Philips Lighting Weeks masih bridge yang lama karena Philips HUE sudah ada sejak 2 tahun lalu di dunia. Nanti kalau sudah launching di Indonesia pada Januari 2017, model bridgenya sudah model terbaru. Untuk contoh bridge terbaru bisa lihat di foto atas, ya. 


Philips HUE di Indonesia baru akan launching Januari 2017. Tapi Chi udah tertarik banget dari sekarang. Sabaaar  hihihi. Udah terbayang rasanya makin merasa nyaman kalau harus meninggalkan rumah bahkan untuk beberapa hari. Selain itu, Chi juga suka lupa. Kalau lagi keasyikan ngamar, lupa nyalain lampu depan padahal udah malam. Kalau pake Philips HUE kan tinggal disetting aja kapan nyala dan mati. Nonton film di rumah ala bioskop juga kayaknya bakal makin asik. Dan pastikan saklar dalam posisi on, ya.

Teman-teman, lihat video Philips Lighting Week di Senayan City yang Chi datangi pada hari Sabtu (19/11) lalu, yuk! Coba perhatiin setiap perubahan warna lampunya, deh. Dan, bagaimana mudahnya mensetting Philips HUE. Tertarik pengen punya Philips HUE juga, kan? Karena Life Starts with HUE 😃

[Silakan baca: Terinspirasi dari Biji Bunga Matahari, Philips MyCare LED Meluncurkan Inovasi Lampu Terbaru dengan Teknologi Interlaced Optic]


Continue Reading
18 comments
Share:

Monday, November 14, 2016

I Support #WomenRideSafe Karena Fakta-Fakta Ini

 
Private lunch Queenrides dan bloggers (5/11) di Kopi Legit, Plaza Semanggi - Jakarta. Bincang santai tentang movement #WomenRideSafe yang akan diselenggarakan pada tanggal 20 November 2016


“Ibu-ibu emang gitu, sen kiri tapi belok ke kanan.”

“Ibu-ibu kalau naik motor lebih galakkan mereka walaupun salah.”

Pernah dengar yang seperti itu? Malah sampe dibilang kalau ketemu ibu-ibu pengendara motor maka ‘kelar hidup loe’. Berbagai meme tentang ibu-ibu pengendara motor pun bersliweran di timeline social media. Kadang Chi tertawa melihatnya, tapi kadang malu juga. Duh, sampe segininya ya citra ibu-ibu pengendara motor?

Sebetulnya, Chi agak jarang menemukan kejadian-kejadian seperti itu. Entah karena Chi sehari-seharinya kurang jauh mainnya atau gimana. Karena sehari-hari paling cuma jemput anak yang jarak tempuhnya dekat.

Yang paling sering Chi lihat, justru para pengendara di bawah umur. Yang masih seumuran Keke bahkan Nai! Dan, mereka juga gak pernah pakai safety gear (helm, jaket, dan lain sebagainya). Chi pernah coba samperin 3 pengendara motor yang masih kecil, eh begitu dideketin malah kabur. Chi coba kejar dengan mobil, mereka malah makin ngebut sambil ketawa-tawa. Beugh! Disangka lagi main kejar-kejaran apa, ya?

Akhirnya, Chi terpaksa berhenti mengejar. Ngeri! Karena kejadiannya di komplek. Di mana bisa setiap saat ada anak kecil yang bermain di depan rumah. Udahlah, mending mengalah dulu aja walaupun hati jengkel banget.

Kemana ya orang tua mereka? Apa mereka tau kalau anaknya udah pada bisa bawa motor. Atau justru mereka malah bangga anaknya sudah bisa bawa motor? Jangan salah, faktanya banyak juga lho orang tua yang seperti itu. Malah bangga anaknya bisa mengendarai motor padahal masih kecil. Jadi inget postingan Chi yang tentang Queenrides sebelumnya. Rules, Skills, and Attitude, bagaimana orang tua yang bangga memahami 3 hal itu? *bingung*

[Silakan baca: Ngopi Cantik Queenrides]

Selain sedih dan marah ketika melihat pengendara anak-anak, 8 fakta di bawah ini menggerakan Chi untuk mendukung #womenridesafe


Perbandingan Tingkat Kecelakaan di Jalan Raya untuk Laki-Laki dan Perempuan



Berdasarkan sumber Data Korlantas periode 2014 -2015, perbandingan tingkat kecelakaan antara perempuan dan laki-laki sebesar 5 :2


Angka Kecelakaan di Jalan Raya



Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia meningkat hingga 80% (sumber: Data WHO 2014). Kecelakaan yang terjadi tidak hanya di jalan raya, lho. Bahkan di komplek pun bisa terjadi kecelakaan. Itu karena kecelakaan tidak mengenal tempat


Pertumbuhan Tingkat Kecelakaan



Indonesia adalah Negara dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia (sumber: Data Global Status Report on Road Safety, WHO). Dan ternyata, semakin tinggi tingkat kecelakaan di suatu Negara berarti semakin tinggi pula tingkat korupsi. Kenapa bisa begitu? Salah satu contohnya, mudah membuat SIM dengan cara nyogok. Itu korupsi juga, kan?


Korban Kecelakaan



Berdasarkan sumber Data WHO 2014, setiap 1 jam, 3 orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Duh! Setiap satu jam, lho. Mengkhawatirkan gak sih kalau faktanya kayak gini? Pastinya, ya.


Perilaku Pengendara



Sekitar 87,5% peristiwa kecelakaan terjadi akibat perilaku pengendara yang buruk (sumber: Korlantas Polri periode Januari – Agustus 2013). Kecelakaan bisa terjadi karena berbagai sebab. Faktor kendaraan yang kurang layak jalan, infrastruktur, dan lain-lain. Tetapi yang terbesar adalah karena perilaku. Siapa yang masih suka bersocial media saat sedang berkendara? Mengenakan outfit yang gak tepat? Dan banyak perilaku salah lainnya. Yup! Diingat lagi tentang Rules, Skills, and Attitude, ya.


Perempuan Rawan Menjadi Korban Kecelakaan



Pengendara perempuan rawan menjadi korban kecelakaan. Memang hal ini tidak ada datanya, tetapi bagi para pelaku kejahatan seperti mengincar pengendara perempuan lebih mudah.


Kecelakaan Pengendara Sepeda Motor



Data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, 2014 menyebutkan bahwa peningkatan sebesar 49,5% pada kecelakaan sepeda motor di Indonesia melibatkan perempuan.


Perempuan Bekerja


Idealnya memang hanya laki-laki (suami) yang mencari nafkah. Tapi, faktanya perempuan bekerja di Indonesia itu banyak. Tentu masing-masing punya alasa sendiri akan hal itu. Dan, berdasarkan survey Queenrides terhadap 800 pengendara perempuan berusia 24-40 tahun, 80% perempuan di Indonesia berkendara untuk bekerja membantu ekonomi keluarga.

Kalau di lihat lagi fakta-fakta di atas, perempuan lebih rentan mengalami kecelakaan. Padahal sebagian besar berkendara untuk bekerja. Sehingga, ketika terjadi kecelakaan, gak bisa hanya menganggap kalau ini masalah korban semata. Akan ada keluarga yang bersedih. Perekonomian keluarga pun bisa terganggu.

Sebagai perempuan, mungkin kita tidak bisa mengendarai motor dan mobil. Tapi, lantas gak peduli. Kita masih punya keluarga dan teman. Sebagai ibu, bisa mengawasi dan mengedukasi anak-anaknya untuk tidak berkendara saat masih anak-anak. Kalau perlu bersikap tegas dalam hal ini.

Pengetahuan yang kita miliki tentang berkendara aman bisa dipakai untuk mengingatkan keluarga dan teman agar selalu berkendara aman. Lagipula, setidaknya kita pernah berada di jalan, kan. Sekalipun jalan kaki dan tentunya akan merasa lebih aman bila semua pengendara sadar tentang berkendara aman.

Sebetulnya, untuk urusan keamanan berkendara sudah ditangani oleh sejumlah kementrian dan kepolisian. Sayangnya baru sebatas bicara angka-angka. Belum sampai pada tahap agar publik menganggap hal ini sebagai isu yang krusial.

Di tingkat masyarakat pun lebih sering terjadi olok-olok terutama bagi pengendara perempuan. Ya, seperti yang Chi tulis di awal. Perilaku beberapa pengemudi perempuan dijadikan meme. Hal seperti itu gak menyelesaikan masalah. Justru sesama perempuan kita harus saling mengingatkan. Sama-sama bersuara kalau udah saatnya para perempuan sadar untuk berkendara aman. I support #WomenRideSafe

Teman-teman, Queenrides akan mengadakan movement #womenridesafe pada tanggal 20 November 2016 di Jakarta. Akan ada talkshow dengan narasumber 

  1. Ms. Martha Tilaar (Founder and Chairwoman of Martha Tilaar Group) 
  2. Ms. Noni Purnomo (President Director of Blue Bird Group) 
  3. Ms. Iim Fahima (Founder of Queenrides) 

Undangannya terbatas. Silakan teman-teman klik poster invitation di bawah ini (JANGAN hubungi nomor telpon yang ada di undangan, ya). Isi data-data, Teman-teman. Nanti akan ada seleksi dan yang terpilih dihubungi lewat email.  Ditunggu pendaftarannya segera. Oiya, hanya untuk perempuan acaranya, ya :)

queenrides women ride safe

Continue Reading
26 comments
Share:

Sunday, November 13, 2016

Biar Gak Bosan di Jalan Raya, Sebaiknya ...


Macet lagi macet lagi ….

Bosen dan ngeselin kalau udah macet. Tapi bener juga apa kata Keke kalau jadi warga Jakarta dan sekitarnya itu harus akrab sama macet. Percuma ngomel juga gak bakal bikin jalanan mendadak lancar.

Berangkat lebih awal menjadi salah satu solusi supaya tidak datang terlambat. Tapi, bukan berarti jadi terbebas macet. Tetep aja bisa kena macet namanya juga Jakarta dan sekitarnya. Pada akhirnya selain berusaha untuk lebih bersabar tentu aja ada beberapa hal yang bisa dilakukan supaya terhindar dari rasa kesal dan bosan.

Apa yang biasanya teman-teman lakukan biar gak bosan di jalan raya? Chi punya beberapa cara, nih. Siapa tau cara kita sama.

Continue Reading
12 comments
Share:

Saturday, November 12, 2016

7th International SWAM Expo 2016 : Defeating Aging


7th International SWAM Expo 2016 : Defeating Aging - Indonesia adalah negara yang cantik. Maka, masyarakatnya juga harus cantik lahir dan batin. Tapi, kita bicara cantik lahir dulu aja, ya. Siapa sih yang gak ingin cantik? Setiap perempuan sudah pasti cantik. Tapi, apakah kemudian kecantikan tersebut dirawat? Kalau iya, dengan apa atau di mana perawatannya? Aman, gak? Legal, gak?

Duh! Chi kok cerewet banget, ya. Kesannya kepo, deh.

Padahal bukan bermaksud kepo, tapi untuk urusan merawat kecantikan bukan hal main-main. Berharap bisa cantik maksimal malah jadinya kulit kita bermasalah. Kalau udah gitu repot juga, kan? Tapi, ada juga yang sampai rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit bahkan hingga ke luar negeri untuk mendapatkan layanan estetika medis dan anti aging. Padahal kita juga bisa mendapatkannya di Indonesia, cuma kadang kita yang awam ini gak tau.

Pada awal Desember nanti, tepatnya tanggal 2-4 Desember 2016 akan ada International SWAM Expo. Sebetulnya SWAM ini udah masuk tahun ke-7, lho. Udah lumayan lama juga, ya. Dan, tahun ini mengambil tema Defeating Aging.



Secara garis besar, International SWAM Expo ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu Seminar dan Workshop, serta SWAM Beauty Expo. Seminar dan workshop ditujukan bagi 2000 dokter estetika di seluruh Indonesia. Akan ada beberapa pakar estetika dari dalam dan luar negeri yang akan menjadi pembicara seminar. Sedangkan, SWAM Beauty Expo ditujukan kepada masyarakat awam. Di sana masyarakat awam bisa mendapatkan info yang benar tentang estetika.

Ada juga berbagai booth produk dan klinik kecantikan. Teman-teman juga bisa bertemu dengan banyak artis yang berbisnis klik estetika. Ada berbagai talkshow serta lomba. Mau ikut dance competition? Atau make up competition? Pastinya hadiahnya hingga puluhan juta rupiah.

Untuk para dokter yang akan ikut seminar akan ada biayanya. Tapi, untuk masyarakat yang akan datang ke Beauty Expo, harga tiket masuknya FREE. Asiiiik!

Event akbar yang diselenggarakan di ICE BSD City ini menjadi event terbesar ke-3 di dunia untuk bidang estetika. Event ini pun didukung penuh oleh  instansi pemerintah terkait, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwitasa, Organisasi Perdaweri dan IDI. Menunjukkan bahwa Indonesia pun bisa menjadi destinasi wisata kesehatan dan kecantikan. Sebuah langkah yang tepat untuk menjawab tantangan MEA.

Ramai-ramai kita datang ke sana, ya. Info lebih lanjut silakan ke www.swamexpo.com. Instagram/Twitter: @swamexpo dan @abexpoid

Continue Reading
No comments
Share:

Friday, November 11, 2016

Ngopi Cantik Queenrides

Ngopi cantik Queenrides, mengajak kita semua terutama untuk perempuan untuk lebih paham tentang berkedara yang aman


Sabtu, 29 October 2016, waktu menunjukkan pukul 13.00 wib. Chi lihat di langit sudah sangat mendung. Kami sekeluarga pun menuju Grand Metropolitan Mall. K'Aie dan Keke berencana mau nonton. Chi mau datang ke acara Ngopi Cantik Queen Rides. Dan, Nai ikut nemenin Chi.

Dari rumah ke Grand Metropolitan Mall gak jauh. Paling 30 menitan kalau jalanan rada padat. Makanya, Chi optimis aja bakal datang tepat waktu. Tapi, apa yang terjadi? 3 jam aja kami habiskan waktu di jalan! Heuuu ...

Hujan mulai turun dengan deras. Kalimalang macet parah. Parkir di jalanan kalau kayak gitu kondisinya. Chi pun memutuskan untuk turun dan berjalan kaki saja setelah hujan mulai reda. Sebetulnya kami sudah mulai lolos dari kemacetan. Tapi karena harus putar balik dan arah sebaliknya juga macet total, kayaknya keputusan berjalan kaki memang tepat.

Tapi, susah sekali untuk menyebrang. Banyak motor yang langsung tancap gas setelah lolos dari kemacetan. Padahal Chi udah berkali-kali kasih tangan, pertanda mau jalan tetep gak dikasih. Pada gak mau berhenti. Yang berhenti malah mobil. Tapi, kalau motornya tetap pada sliweran sambil ngebut gitu, susah juga buat nyebrang. Setelah beberapa menit, baru deh Chi bisa menyebrang. Akhirnyaaaa ...


Safety Driving Tips


"Bayangkan di satu ruangan ada 2 jendela dan 1 pintu. Bisakah kita masuk ruangan lewat jendela?"
 
Pertanyaan dari Rio Octaviano, Badan Kehormatan Road Safety Association Indonesia membuka Ngopi Cantik Queen Rides di sore itu. Tentu saja, kita semua bisa masuk lewat jendela. Tapi, pertanyaan selanjutnya adalah apakah cara tersebut wajar? Tentu kita semua pun sepakat kalau cara tersebut tidak wajar, aneh, gak lazim, dan lain sebagainya. Udah jelas ada pintu, ngapain juga lewat jendela, ya kan ya kaaan? Lalu, anggapan kita bila melihat seseorang masuk ke rumah kita tapi lewat jendela? Gak sopan? Gak punya etika? Marah? Atau ....?

Ya, begitu juga yang terjadi di jalan raya. Negara kita sebetulnya sudah punya UU no.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Undang-undang ini ibaratnya 'pintu'. Jadi, bila di jalan melihat orang yang melanggar, maka seharusnya kita menganggap itu sesuatu yang aneh, tidak tahu aturan, tidak punya etika, dan lainnya. Kira-kira, teman-teman tahu gak tentang undang-undang ini? Jangan-jangan kita malah baru tau. Tapi, jangan sampe gak mau tau, ya.

Rules, Skills, Atitude adalah road safety yang paling mendasar dan jangan dipisahkan.
 
Aturan sudah ada, kemampuan berkendara pun dimiliki, tapi perilakunya bagaimana? Menurut Rio, jangan pernah lagi menganggap kecelakaan adalah masalah pribadi. Kecelakaan tidak pernah menimbulkan efek tunggal. Ketika mengalami sakit aja, akan ada pihak lain (biasanya keluarga terdekat) yang akan mengurus kita. Begitu juga ketika terjadi kecelakaan. Akan ada pihak-pihak yang berperan mengurus dan bersedih. Mulai deh pikirin orang-orang terdekat bila kita sedang berkendara.


Safety Riding Tips



Teman-teman pengendara motor mana suaranyaaa? Citra Ayu dari Road Safety Association memaparkan tentang keamanan saat berkendara. Hayo, siapa aja yang kalau 'cuma' ke warung, ke pasar, atau anter sekolah gak pake helm? Atau kitanya pake helm, tapi anaknya enggak? Hihihi

Ketika berkendara, kita harus memandang ke depan tujuannya adalah untuk antisipasi. Misalnya, di depan ada lubang maka kita bisa menghindar. Jaga juga lingkaran aman kendaraan supaya tidak disenggol dari berbagai arah. Posisi badan saat berkedara juga wajib diperhatikan terutama saat mengendarai motor.

Posisi berkendara saat mengendarai motor

  1. Posisi dagu rata-rata air, pandangan mata jauh ke depan dan jangan turun. Kalau pandangan mata turun biasanya motor akan oleng.
  2. Tangan harus membentuk siku. Bila terjadi hentakan, tangan kita tetap fleksibel
  3. Jari tangan kanan jangan terus menempel di rem depan. Khawatir bila jari terus menempel akan refleks dan pengendara bisa terhempas
  4. Jempol kiri menggenggam, jangan menenpel terus di lampu sein atau klakson.
  5. Posisi duduk yang benar dan kaki dimasukkan serta membentuk kuda-kuda. Tujuannya agar tidak ada kendaraan lain yang menabrak kaki. Dan posisi badan serta motor tetap menyatu.
 
Safety gear yang baik saat mengendarai motor ada 5, yaitu sepatu, celana panjang, helm, jaket, dan sarung tangan. Bahkan urusan safety gear ini juga sudah ada dalam undang-undang. Seperti aturan tentang helm. Bagaimana kualitas helm yang baik, penggunaan helm yang tepat, bahkan helm pun ada usia, lho. Maksimal penggunaan helm adalah 5 tahun dengan catatan belum pernah jatuh. Kalau sudah jatuh, usia helm berkurang.


    Yoga On The Road



    Mira Sahid, Founder Komunitas Emak Blogger yang juga sekaligus instruktur yoga mengajak semua yang hadir untuk yoga. Selama ini, Chi pikir yoga itu butuh gelar matras trus badan kita meliuk-liuk gimana gitu, deh. Ternyata enggak. Mira Sahid mengajarkan tentang gerakan yoga saat sedang terkena macet di mobil, berdiri di commuter line, dan setelah sampai rumah. Gak perlu gelar matras, malah dengan yoga bisa menguraikan energi marah kita karena kena macet di jalan supaya jadi relax lagi. Lihat aja video di bawah ini, ya. Teman-teman bisa mempraktekkan caranya :)


    Safety Fashion Tips


    Perempuan kan biasanya seneng ma sesuatu yang unyu-unyu, ya. Kendaraannya aja biasanya suka ada aksesorisnya. Trus, pernah lihat gak perempuan yang pake sarung tangan motor tapi modelnya kayak cempal buat masak? Unyu-unyu motinya, ya? Padahal itu sama sekali gak aman! Pakai safety gear yang sesuai standar keamanan, deh.

    Safety first NOT fashion first
     
    Bukan berarti gak boleh fashionable. Gak boleh tampil cantik saat berkendara. Aginta dari Queenrides Fashion Advisor memberikan beberapa contoh fashion seperti apa yang tepat saat berkendara. Bahkan saat mengendarai mobil pun ada do's and don'ts nya

     
    Fashion untuk pengendara motor. Lihat jaket dan alas kaki yang dikenakan model. Yang benar adalah fashion model sebelah kiri. 
     
    Fashion untuk pengendara mobil. Yang benar adalah yang sebelah kanan. Untuk yang sebelah kiri, selain alas kaki yang tidka tepat, rok yang pendek dan ketat juga menghambat pergerakan ketika menyetir. Bahu yang terbuka juga akan mudah terluka bila terkena safety belt

    Gimana? Sekarang, udah lebih mau peduli dengan keselamatan di jalan, belum? Kecelakaan itu tidak mengenal jarak. Di kompleks pun beberapa kali terjadi kasus kecelakaan. Bila teman-teman ingin tau lebih banyak tentang hal ini, bisa mulai buka web www.queenrides.com. Dan, pada tanggal 20 November nanti akan ada movement dari Queenrides tentang #WomenRideSafe. Kalau teman-teman ingin tahu lebih lanjut dan peduli dengan movement ini, tunggu aja info selanjutnya, ya :)

    Continue Reading
    2 comments
    Share:

    Sunday, November 6, 2016

    Apa Jenis Kelaminnya?

     
    Sumber: Pixabay


    Kayaknya lagi musim hamil dan melahirkan nih di FB hahaha! Abis temen-teman Chi di Facebook lagi banyak ajah yang hamil dan melahirkan. Apa jangan-jangan ada semacam musim gitu, ya. Kayak musim hamil atau musim melahirkan?

    Ih! Chi ini ada-ada aja pikirannya!

    Pemikiran iseng aja, sih. Karena kadang memang suka kayak barengan gitu. Kayak sekitar 6 tahun lalu beberapa teman blogger juga kompakan pada hamil. Sampe-sampe Chi bikin postingan pendek tentang ini

    [Silakan baca: Musim Hamil]

    Dulu ya melihat beberapa teman pada hamil dan melahirkan gitu rasanya suka pengen ikutan nambah anak lagi. Saat itu Keke masih umur 4 dan Nai 2 tahun. Galau sih karena mereka lagi lucu-lucunya. Tapi di sisi lain juga masih merasa punya banyak tenaga kalau nambah anak lagi. Jadi, kenapa enggak? Antara pengen dan gak kepengen. Walaupun rezekinya memang kelihatannya dicukupkan 2 anak saja oleh Allah SWT. :)

    Beda dulu, beda sekarang. Kalau sekarang sih udah gak segalau dulu. Udah masuk usia cantik jadi pikiran dan emosi makin matang  kayaknya hahaha. Keke dan Nai udah mulai pra-remaja. Chi lebih fokus ke masa-masa sekarang aja. Karena usia pra-remaja bukan berarti semua jadi lebih gampang, lho.

    [Silakan baca: Karena Usia Cantik Perlu Dirayakan]

    Memang sih masa-masa untuk mengajarkan anak-anak jalan, makan, mandi, dan lain sebagainya sudah lama berlalu. Diganti dengan berbagai masalah tentang masa puber hehehe. Masa-masa jumpalitan dimana darah muda mulai bergejolak :D

    Lagipula kayaknya Chi udah gak ada energi untuk punya bayi lagi. Sedang menikmati masa-masa ini. Tapi, kalau sampe dikarunia bayi lagi gimana? Ya, gak akan ditolak, lah. Itu rezeki dan amanah, lho. Adik bungsu Chi aja lahir di saat usia mamah di atas 40 tahun.

    [Silakan baca: Jumpalitan dan Tip Menghadapi Anak Puber]

    Udah ah gak usah berandai-andai dulu punya anak lagi atau enggak. Nanti galau lagi hahaha. Sekarang kalau lihat ada teman yang hamil dan melahirkan Chi cukup senang aja melihatnya. Mengingat masa-masa ketika lagi hamil Keke dan Nai. Senang banget setiap kali periksa ke dokter kandungan. Karena seperti diajak untuk melihat calon bayi melalui USG.

    Berkali-kali USG, Chi dan K'Aie gak pernah tau kelamin Keke dan Nai apa. Bukan karena kami gak mau tau tapi setiap kali di USG, kaki mereka selalu tertutup rapat. DSOG pun bilang kalau setiap kali posisi kaki selalu tertutup seperti itu, mau USG 4D sekalipun tetap gak akan kelihatan kelaminnya. Entahlah benar atau tidak tapi kami memang tidak terlalu peduli mau dikarunia anak laki-laki atau perempuan. Yang organ tubuh lengkap dan lahir dalam keadaan sehat.

    Sempat sih ada yang tanya, kalau gak tau kelaminnya nanti bingung mau beli baju anak warna apa. Kami senyum aja karena sebetulnya gak usah bingung. Masih ada warna putih yang netral, kok. Kami pun lebih suka lihat bayi memakai baju putih. Makanya, baju Keke dan Nai ketika bayi kebanyakan berwarna putih. Paling gak sampe mereka berusia 3 bulan, lah.

    Setelah usia 3 bulan baru deh bebas. Udah gitu baju anak lucu-lucu kan, ya. Rasanya gemas pengen borong tapi harus menahan diri untuk gak beli banyak. Apalagi Keke cepet aja pertumbuhan badannya.

    Nah, kan Chi jadi kangen lagi. Sampe sekarang masih suka deh lihat baju-baju anak yang ada di toko. Pengen beli tapi buat siapa? Buat dijadiin kado aja kali, ya. Cepet ajah waktu berlalu :D

    Continue Reading
    No comments
    Share:

    Tuesday, November 1, 2016

    Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI

    Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI


    Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI - Cerita tentang pengalaman kami ketika mendaftarkan Keke ke SMPN DKI. Gak semulus yang dibayangkan. Ada dramanya hehehe. 

    Disclaimer:

    Keke sekarang sekolah di salah satu SMPN DKI Jakarta. Jadi, di postingan ini, Chi cerita tentang proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN DKI. Gak setiap daerah memiliki proses yang sama. Jadi, kalau ada yang bertanya, "Kok, di daerah saya gak begitu?" Ya, karena ini proses PPDB Online SMPN DKI Tahun 2016 yang kami alami :)

    Jangankan dengan daerah lain, dengan tingkatan (SD, SMP, atau SMA) pun ada perbedaan. Jadi, (sekali lagi) ini untuk proses PPDB online SMPN DKI

    Setelah berdiskusi panjang, kami akhirnya memutuskan untuk mencoba sekolah negeri dulu baru ke swasta. Perjalanan yang penuh deg-degan pun dimulai. Sebetulnya, gak suka dengan proses mendaftar di sekolah negeri. Terkesan hanya mendapatkan 1x kesempatan saja.

    Ya, persaingan untuk dapat masuk ke SMPN DKI melalui PPDB online hanya ditentukan dari NEM. Untuk mendapatkan NEM kan cuma ditempuh sekali ujian aja yaitu UN.  Gak ada pula yang namanya remedial di UN. Padahal ketika sedang UN, berbagai faktor bisa mempengaruhi hasil NEM siswa.

    Beda dengan sekolah swasta. Gagal di tes masuk gelombang pertama, bisa coba lagi di gelombang berikutnya. Asalkan, mau bayar formulirnya lagi aja hehehe. Beberapa teman yang anaknya sudah yakin masuk sekolah swasta terlihat lebih santai. Sedangkan, Chi masih deg-degan menghadapi UN hingga proses PPDB selesai. Huff!


    Tulisan ini juga lumayan panjang. Tadinya mau dibikin 2 bagian, tapi setelah dipikir kembali mendingan langsung jadi satu artikel aja :)

    [Silakan baca: Tanpa Ikut Bimbel, Nilai UN Bisa Tetap Bagus? Bisa!]


    Sebelum PPDB Online SMPN Dibuka


    Jalur Prestasi

    Sebetulnya PPDB buka jalan satu-satunya untuk bisa masuk ke SMPN DKI. Ada juga yang namanya jalur prestasi. Tapi, Chi merasa agak kesulitan untuk mencari info tentang hal ini padahal udah berkali-kali googling. Sampe bertanya-tanya sendiri, apa jangan-jangan di DKI memang tidak ada jalur prestasi?

    Akhirnya, Chi memutuskan untuk bertanya langsung ke sekolah yang menjadi pilihan kami. Ternyata jalur prestasi ada. Pelaksanaannya beberapa bulan sebelum  PPDB online dibuka. Ada beberapa persyaratan supaya bisa masuk jalur prestasi. Chi sempat mencatat karena tadinya mau coba masukin Keke lewat jalur prestasi dari Taekwondo. Tapi, kami lupa untuk mengurus legalisir suratnya. Tau-tau udah lewat masa penerimaan jalur prestasi.

    [Silakan Baca: Taekwondo Tournament]


    Tips: Bila teman-teman memiliki anak yang berprestasi secara nasional, mending coba jalur prestasi aja. Tanya langsung ke sekolah yang bersangkutan tentang jalur prestasi ini. Apa saja persyaratannya dan berapa kuota yang tersedia di sekolah tersebut untuk jalur prestasi.


    Passing Grade

    Passing grade adalah nilai tertinggi dan terendah dari siswa yang diterima di sekolah tersebut. Nilai yang dimaksud diambil dari NEM.

    "Berapa ya nilai passing grade tahun ini?"
    "Kok, belum keluar ya passing gradenya? Padahal PPDB udah dibuka."

    Beberapa kali Chi mendengar pertanyaan yang kurang lebih seperti itu. SALAH KAPRAH kalau menunggu passing grade keluar dulu baru proses PPDB. Passing grade justru keluar setelah seluruh proses penerimaan selesai.

    Kalau keluarnya terakhir, kegunaannya passing grade untuk apa?

    Kalau buat Chi untuk membuat target. Jadi gini, ketika Keke masih SD, Chi lihat dulu beberapa passing grade SMPN yang dituju. Jangan hanya passing grade di 1 tahun terakhir saja tapi paling enggak 2-3 tahun, lah. Biasanya, sih passing grade gak mengalami banyak perubahan. Misalnya, sekolah A di tahun 2013 nilai NEM tertinggi siswa yang diterima adalah 29,5 dan terendah 27,4. Paling di tahun 2014, 2015, dan 2016 masih seputaran di angka itu. Cuma beda di angka belakang koma aja.

    Memang bukan angka yang mutlak, sih. Misalnya, ada satu sekolah yang passing gradenya selalu tinggi tapi di satu atau 2 tahun ajaran tenyata menurun. Biasanya kalau begitu suka ada faktor penyebabnya. Salah satu penyebabnya adalah sekolah lagi direnovasi total. Akibatnya, banyak siswa yang memiliki NEM tinggi memilih sekolah lain.


    Simpelnya, kalau di sekolah tersebut membuka 100 kuota, nanti di akhir pendaftaran akan dilihat NEM tertinggi dan terendah yang diterima di sekolah tersebut. Itu yang dinamakan passing grade.

    Angka-angka tersebut Chi jadiin target. Chi bilang ke Keke kalau minimal punya NEM 27,5 kayaknya bakal tenang. Syukur-syukur bisa di atas 28, biar bisa bebas memilih SMPN manapun. Nyatanya NEM Keke sedikit di bawah target. NEMnya gak jelek, cuma memang butuh persaingan yang lumayan berat. Nah, di sini dramanya dimulai hehehe


    Aktif Cari Info

    Mencari info lewat internet aja gak cukup. Bahkan udah bertanya ke sekolah pun kadang belum cukup. Banyak informasi yang bersliweran yang kadang info satu dengan lainnya berbeda. Bikin bingung!

    Salah satu kejadian, nih. Keke itu kan SDnya di Bekasi mau ke SMPN Jakarta. Beberapa teman bilang kalau dari luar DKI mau sekolah di DKI berarti harus ngurus surat pindah rayon. Di syarat dan ketentuan yang kami baca di website PPDB tidak ada ketentuan pindah rayon. Tapi ada yang bilang, pernah ada kejadian di syarat memang gak ada cuma begitu terdaftar biasanya sekolah yang bersangkutan meminta. Kalau sampe gak punya, nanti dianggap batal. Tanya ke beberapa SMPN, jawabannya pun berbeda-beda. Ada yang bilang pake, ada yang enggak. Bingung!

    Untuk cari amannya, K'Aie pun mulai mengurus surat pindah rayon. Kami benar-benar mengurus sendiri. Dari mulai meminta berkas di SD trus kesana-kemari. K'Aie sampai sempat bilang kapok dan Chi pun ngakak. "Ya, begini deh kalau mau ke negeri. Harus kesana-kemari hehehe." Ya, memang lumayan cobaan juga sih mengurus sana-sini. Udahlah infonya simpang-siur, saat itu lagi bulan Ramadhan. Sinar matahari lagi bersinar dengan unyu-unyu saat itu. Dan harus wara-wiri untuk mengurus sekolah saat lagi puasa memang berat juga rasanya hihihi.


    Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI 
    Catatan dari salah satu SMPN yang didatangi tapi bukan dari SMPN Keke. Ada permintaan surat keterangan pindah rayon


    Karena SDnya bukan di DKI, kami pun harus mengurus semua sendiri. Sekolah hanya sebatas membantu menyediakan berkas yang dibutuhkan. Berbeda kalau memilih SMPN di Bekasi. Setidaknya, sudah dibantu pengurusannya untuk proses pendaftaran.

    Tapi, kelihatannya memang seperti itu. Dimana-mana sama aja. Teman Chi yang anaknya sekolah di DKI tadinya pengen sekolah di SMPN Bekasi. Ketika tahu harus mengurus sendiri, batal deh jadinya. Alasannya lebih praktis mendaftar di DKI karena sudah dibantu sekolah. Udah gitu, saat mengurus sana-sini, kami baru tau kalau bisa dikolektif. Hmmm ... Tau gitu titip siapa gitu, ya hihihi


    Ternyata, setelah Keke diterima di SMPN sampai detik ini, gak diminta tuh surat pindah rayon. -_-


    Dari Daerah Gak Bisa Daftar Ke DKI?

    Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI 
    Jadwal pertama seperti ini, pra pendaftaran hanya sampai tanggal 24. Padahal SHUN Bekasi baru keluar tanggal 25 Juni. Kalau gak berubah juga jadwalnya, berarti yang dari Bekasi gak bisa daftar ke Jakarta. Untung last minute, jadwalnya berubah


    Salah satu persyaratan wajib siswa daerah yang akan mendaftar ke DKI adalah harus melakukan pra pendaftaran. Sempat terjadi keresahan di sini. Salah satu syarat pra-pendaftaran adalah harus menyerahkan SKHUN. Kalau gak ada SKHUN, maka gak bisa ikut pra-pendaftaran. Kalau gak ikut berarti gak bisa ikut PPDB online. Dan, masa pra-pendaftaran SMPN DKI ditutup tanggal 24 Juni 2016. Masalahnya, SKHUN di Bekasi baru keluar tanggal 25 Juni!

    Rupanya, urusan SKHUN/NEM ini setiap daerah bisa berbeda-beda. DKI Jakarta keluar NEM lebih cepat. Agak mengherankan sebetulnya karena UN kan dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia. Tapi kenapa pengumuman NEM tanggalnya bisa berbeda-beda di setiap daerah? Bahkan untuk yang berdekatan seperti Jakarta - Bekasi saja bisa selisih beberapa hari.

    Sekolah tidak bisa berbuat apapun. Pahitnya, kalau sampai Diknas DKI tidak mengubah kebijakannya, maka tertutup sudah bagi siswa Bekasi atau daerah lain yang belum keluar NEMnya untuk bersekolah di Jakarta. Lemas dan marah ketika Chi mengetahui hal ini. Gimana gak marah kalau usaha terancam gagal hanya karena kebijakan yang gak sinkron antara daerah satu dengan yang lain?


    Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI

    "Ramein di Twitter!" kata K'Aie. Maksudnya ngeramein bukan cari ribut, ya. Tapi, bertanya ke akun yang aktif. Chi lihat ada juga yang protes tentang hal ini. Dan, akun twitter Kemdikbud (@Itjen_Kemdikbud) aktif. Chi pun langsung nge-tweet malam hari menjelang pembukaan pra-pendaftaran. Alhamdulillah, responsnya cepat. Akun tersebut meminta diknas Jabar dan DKI untuk segera merespons.

    Pagi harinya, ada teman yang mengabarkan kalau ada kebijakan baru tentang masa pendaftaran. Jadi diperpanjang dan langsung nyambung ke PPDB. Dan, seluruh sekolah di DKI bisa membuka pra-pendaftaran. K'Aie pun langsung mendatangi sekolah yang dipilih tapi ternyata belum tau kabar terbaru ini. Memang mendadak banget sih info terbarunya. Tetap bersyukur alhamdulillah, senanglah karena bisa ikut PPDB.


    Untuk pra-pendaftaran tadinya hanya beberapa sekolah yang ditunjuk untuk menyelenggarakan. Tapi karena ada perubahan mendadak itu, semua sekolah bisa melakukan pra-pendaftaran.


    Masa PPDB Online SMPN


    Pra-Pendaftaran dan Pendaftaran

    Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI

    Setelah NEM diterima, Sabtu pagi sekitar pukul 06.30 wib, K'Aie langsung bergegas ke sekolah yang dituju. Penting banget untuk datang sepagi mungkin karena antreannya mengular. Waktu K'Aie datang ke sana aja udah dapat antrean dengan nomor urut puluhan. Beberapa teman agak siang datangnya sudah ratusan pendaftar.

    Saat pra dan pendaftaran jangan lupa bawa berkas yang dibutuhkan. Chi rada lupa berkas apa aja. Bawa juga foto copy surat-surat tersebut yang sudah dilegalisir. Di website PPDB online tertera kok berkas apa aja yang harus dibawa. Atau kalau mau lebih pasti tanya juga ke sekolah yang dituju.


    Tips: Penting banget bawa berkas lengkap biar gak bolak-balik mengurus. Apalagi kalau melihat jumlah pendaftar yang jumlahnya ratusan.

    Setelah selesai urusan pendaftaran, nanti akan dapat selembar kertas yang disebut token dan juga nomor pendaftaran. Kertas ini yang berisi data untuk mendaftarkan siswa secara online. Mudah kok bikin akun dan cara daftarnya. Tapi yang perlu diingat adalah wajib berhati-hati. Karena banyak yang terjebak ketika menentukan sekolah pilihan.

    Untuk DKI, PPDB Online menggunakan website http://jakarta.siap-ppdb.com. Gak semua daerah menggunakan website siap-ppdb ini. Contohnya di Bandung, menggunakan website sendiri. Tapi, daerah Jawa Barat lain seperti Bekasi atau Parongpong menggunakan website siap-ppdb. Walaupun, sama-sama pakai siap-ppdb pun setiap daerah punya aturan sendiri. Jadi, harus benar-benar dicermati, ya :)

    DKI tadinya menggunakan website lain untuk tahun ini. Tapi, masih ingat kejadian heboh PPDB online SMA? Yang akhirnya membuat seluruh calon siswa harus melakukan proses pendaftaran ulang? Nah, akhirnya balik lagi ke web siap-ppdb. Gak tau ya apakah tahun depan masih pakai web ini atau tidak :)


    Jalur Umum 1

    Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI\
    Seperti ini jadwal untuk jalur umum 1. Di setiap jalur ada jadwalnya. Dicermati dengan teliti, ya. Jangan sampai terlewat :)


    Ada 3 proses penerimaan PPDB Online SMPN DKI Jakarta, yaitu

    1. Jalur umum 1
    2. Jalur lokal
    3. Jalur umum 2

    Di jalur umum 1, seluruh siswa dari manapun bisa mendaftar ke DKI. Ada 2 jalur penerimaan untuk jalur umum 1, yaitu

    1. Calon siswa yang memiliki KK DKI
    2. Calon siswa yang KK nya bukan DKI

    Yang membedakan tentu kuotanya. Di sekolah negeri, rata-rata 1 kelas berisi maksimal 36 siswa. Jadi, kalau sekolah A membuka 6 kelas untuk kelas 7, berarti dihitung saja total perkalian 6 x 36, yaitu 216 siswa.

    Di jalur umum 1, tidak seluruh total kuota yang dibuka. Paling hanya 30% dari total kuota. Misalnya, sekolah A memiliki total kuota sekitar 300-an, berarti jumlah kuota yang dibuka untuk calon siswa yang memiliki KK DKI adalah 100 siswa. Sedangkan untuk yang bukan dari KK DKI, hanya 10% dari kuota jalur umum sekolah tersebut. Contoh, kalau sekolah A buka 100 kuota untuk yang KK DKI, berarti yang bukan KK DKI jatahnya 10 siswa.

    Mengingat jalur umum dibuka secara nasional, kebayang kan persaingannya kayak apa? Apalagi untuk SMPN favorit. NEM-nya tinggi-tinggi amat! Sampe Chi mikir, 'Anak-anak ini pada makan apa, ya NEM-nya bisa pada tinggi kayak gitu?' hehehe. Persaingannya ketat banget dan dalam hitungan detik ada aja calon siswa yang terlempar dari kuota.


    Persaingan memang berdasarkan urutan. Setiap saat peringkat calon siswa bisa turun kalau ada calon siswa lain yang daftar ke sekolah yang sama tapi NEMnya lebih tinggi. Lalu, bagaimana kalau ada ada calon siswa yang nilainya sama? Dilihat per mata pelajaran. Urutannya adalah Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Kalau ada 2 anak mempunyai total nilai sama, tapi si A nilai bahasa Indonesia lebih tinggi dari B, maka si A yang peringkatnya ada di atas B.

    Oiya, kalau untuk SMPN DKI dilihatnya dari nilai rata-rata NEM, ya. Sebetulnya sama aja, sih NEM atau nilai rata-rata. Kalau NEM kan nlai total dari 3 pelajaran yang UN. Sedangkan nilai rata-rata adalah total NEM dibagi 3. Gitu aja, sih.

    Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI
    Ini hasil akhir nilai rata-rata siswa yang keterima di SMPN Keke. Nilai rata-rata terendahnya, 91,83! Sedangkan Keke nilai rata-ratanya adalah 89,3 :D
    Di Jalur Umum 1, dibuka 100 kuota, sedangkan jumlah pendaftar yang berminat ke SMPN tersebut hampir 1000 calon siswa. Berarti hampir 900 calon siswa yang tidak diterima di SMPN tersebut untuk Jalur Umum 1.


    Walaupun sudah mendapatkan token, kami tidak langsung mendaftar online. Memantau dulu persaingan NEM. Pagi-pagi, Chi lihat trafik sekolah yang kami inginkan. Seandainya didaftarkan saat itu juga, Keke masih ada diurutan 10 besar. Itu karena yang daftar masih sedikit. Tapi, gak sampe pukul 2 sore, Keke sudah terlempar. Artinya, banyak siswa yang NEMnya lebih tinggi di atas Keke. *cuma bisa nyengir hehehe*

    Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI 

    Setiap calon siswa diberikan memilih 3 sekolah negeri pilihan. Tetapi, calon siswa TIDAK HARUS membuat 3 pilihan. Rupanya banyak juga yang belum tau. Disangkanya, ada 3 pilihan itu artinya harus mengisi semuanya. Padahal gak perlu. Karena ketidak tahuan itu, akhirnya ada yang memilih tiga sekolah. Tapi, ada juga yang memilih 3 sekolah karena khawatir gak diterima. Padahal urusan memilih sekolah ini kita harus bener-bener hati-hati, deh. Jangan sampai akhirnya menyesal.

    Menentukan urutan sekolah pilihan sebaiknya berdasarkan passing grade. Bukan karena lokasi atau lainnya. Di sinilah pentingnya untuk tau passing grade sekolah pilihan yang dipilih. Kenapa berdasarkan passing grade? Misalnya, kita pilih SMPN B di urutan pertama dan sekolah A di urutan kedua. Tapi, berdasarkan sejarah, passing grade sekolah A selalu lebih tinggi dari sekolah B. Kalau pas seleksi, calon siswa sudah terlempar dari pilihan pertama, berdasarkan aturan langsung masuk seleksi pilihan kedua. Kalau di pilihan kedua juga terlempar, langsung ke seleksi pilihan ketiga. Tapi, kalau pilihan kedua passing grade-nya lebih tinggi dari yang pertama itu sih udah otomatis terlempar, lah. Langsung masuk seleksi di pilihan ketiga. Itupun dengan catatan passing grade pilihan ketiga lebih rendah dari pilihan pertama atau kedua. Kalau lebih tinggi udah otomatis gak keterima diketiga sekolah itu.

    Kami hanya ingin masuk di salah satu SMPN saja. Kebetulan yang kami pilih itu termasuk salah satu sekolah favorit di DKI. Tapi, bukan itu alasannya melainkan karena paling dekat dengan rumah. Pertimbangan lokasi memang masih jadi salah satu alasan utama kami. Gak pengen anak-anak sekolah yang (terlalu) jauh.

    [Silakan baca: Pilah-Pilih Sekolah]

    Begitu tau, calon siswa yang masuk ke sana di jalur umum 1 ini NEMnya sudah di atas Keke semua, kami berencana untuk tidak ikut saja. Tunggu jalur berikutnya dibuka. Tapi, kemudian Chi membaca info kalau seluruh calon siswa SMPN DKI wajib ikut jalur umum 1 dulu supaya bisa ikut jalur berikutnya. Duh! Ini benar gak, ya beritanya? Benar-benar galau membacanya sedangkan kami udah gak tau mau cari info di mana lagi. Serba simpang-siur sedangkan waktu pendaftarn sudah berjalan.


    Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI 
    Gara-gara baca info ini yang bikin galau, jadinya kami memutuskan untuk mendaftar di jalur umum 1


    Akhirnya, kami pun (terpaksa) mendaftar. Tapi, cuma memilih 1 sekolah saja. Di mana sudah tau jawabannya pasti terlempar. Ya, emang sekadar syarat aja sih kami mendaftar biar bisa ikut jalur berikutnya hehehe.

    Untuk teman-teman yang ingin mendaftarkan putra/i-nya di SMPN DKI tetapi belum ber-KK DKI juga patut perhatikan urusan kuota ini, ya. Jatah dari luar DKI sedikit banget dan hanya bisa ikut seleksi di Jalur Umum 1. Chi gak tau apakah kalau tidak diterima kemudian masih ikut seleksi SMPN di daerah asalnya atau tidak. Karena ada yang bilang bisa, tetapi ada juga yang bilang tidak.

    Begitupun dengan teman-teman yang berencana punya KK DKI. Setahu Chi, untuk bisa ikut PPDB Online dengan KK DKI juga ada minimal jangka waktunya. Jadi, gak bisa mepet bikinnya.


    Jalur Lokal

    Jalur lokal HANYA bisa diikuti oleh calon siswa yang memiliki KK DKI. Dan untuk SMPN DKI jalur lokal yang dipilih HANYA yang satu kecamatan dengan KK-nya.

    Misalnya, KK yang kita miliki adalah kecamatan Menteng, berarti bila ingin ikut jalur lokal hanya bisa memilih sekolah yang berada di area kecamatan Menteng saja. Untuk tau di kecamatan tersebut ada SMPN apa saja, bisa googling. Tapi, di website PPDB begitu masuk jalur lokal sudah otomatis pilihannya berdasarkan kecamatan, kok. Dengan kata lain, pilihannya sudah mengerucut tidak lagi sebanyak Jalur Umum 1.

    Lalu kenapa Chi sampai meng-capslock kata HANYA? Karena ini pun sempat simpang-siur. Memang sih di aturan PPDB Online jelas tertulis seperti itu. Tapi, ketika K'Aie melakukan pendaftaran, petugasnya mengatakan kalau untuk jalur lokal tetap bisa memilih sekolah manapun di DKI asalkan KK DKI.

    Kalau memang bisa daftar di sekolah manapun, tentu bikin kami lega. Walaupun kami ber-KK DKI tetapi kalau harus mengikuti aturan berdasarkan kecamatan, jaraknya jauh dari rumah. Sedangkan, SMPN yang kami incar beda kecamatan.

    Dengan rasa optimis, kami pun coba daftar online begitu jalur lokal dibuka. Tapi, apa yang terjadi? Ternyata memang berdasarkan kecamatan. Jelas saja sekolah yang kami pilih tidak ada. Chi lemes banget lihatnya. Ujung-ujungnya nangis. Stress! Sambil berangkat ke kantor, K'Aie sempat mampir ke sekolah yang dituju untuk bertanya tentang pilihan ini. Kan, katanya bisa daftar di sekolah manapun? Ternyata, jawabannya sudah bisa diduga. Ikuti aturan yang ada di web. Beugh!

    Kuota jalur lokal lebih besar dari jalur umum 1. Misalnya total sekolah tersebut kuota maksimalnya adalah 300, bila di jalur umum 1 sudah membuka 100 kuota maka kuota di jalur lokal adalah 200 ditambah sisa kuota jalur umum 1. Ya kali aja ada yang gak melakukan pendaftaran ulang setelah dinyatakan diterima di jalur umum 1.

    Kalau dipikir-pikir, lucu juga, ya. Chi yang tadinya gak pengen banget Keke masuk negeri malah jadi yang paling sedih. Justru K'Aie lebih tenang. Gimana gak sedih, setahunan Keke belajar supaya NEMnya bagus tapi terancam gak bisa masuk negeri karena aturan ini.

    [Silakan baca: Pilih Sekolah Swasta atau Negeri?]

    Sebetulnya sih bagus juga aturannya karena tujuannya supaya pendidikan merata. Artinya, murid yang NEMnya tinggi gak ngumpul di sekolah tertentu saja. Makanya diadain jalur lokal yang jatah kuotanya lebih besar dari jalur umum 1. Biasanya di jalur lokar persaingannya lebih longgar. Siswa yang keterima di jalur ini, range NEMnya lebih luas. Ada yang tinggi ada juga yang rendah.

    Itulah yang bikin Chi sedih. Ini sekolah dekat sama rumah tapi gak bisa memilih di sana saat jalur lokal karena beda wilayah administrasi. Padahal kalau lihat range NEM yang diterima di jalur lokal sekolah tersebut, Keke bisa keterima. Malah mungkin masih termasuk urutan 50 besar dari sekitar 200-an kuota yang dibuka. *sedih banget*


     
    Ini nilai rata-rata siswa yang keterima di SMPN Keke untuk Jalur Lokal. Kalau aja Keke bisa ikut jalur lokal untuk SMPN tersebut, kemungkinan udah keterima


    Chi dan K'Aie pun berdiskusi. Pilihan pertama adalah memilih sekolah yang sesuai dengan KK. Resikonya memang jauh dan kami mulai berhitung waktu serta ongkos transportasi umum bila Keke bersekolah di sana. Rencananya mencoba 1-2 semester aja kemudian pindah ke SMPN yang dekat dengan rumah. Pilihan kedua, kami tidak ikut jalur lokal ini dan berharap masih ada sisa kuota di jalur berikutnya. Akhirnya, kami memilih jalur berikutnya dan tidak ikut jalur lokal sama sekali.

    [Silakan baca: Keke dan Transportasi Pulang Sekolah]

    Bener-bener harus berstrategi untuk urusan kuota ini. Chi bersyukur K'Aie lebih tenang. Gak kayak Chi yang emosional hehehe. Karena ketenangan memang penting untuk urusan pilih sekolah negeri. Jangan grasa-grusu, jangan sampai salah pilih.

    Contohnya nih, ada teman yang pengen anaknya masuk sekolah A. Karena khawatir gak diterima, di saat jalur umum 1 membuat 2 pilihan. Sekolah A untuk pilihan pertama dan sekolah B untuk pilihan kedua. Padahal KKnya satu kecamatan ma sekolah A. Kalau kondisinya seperti itu, mendingan buat 1 pilihan aja, yaitu sekolah A. Karena kalau sampai gak diterima di jalur umum pertama, tetap bisa ikut jalur lokal dan memilih sekolah A dengan kans yang pastinya lebih besar. Toh, NEM nya juga sebetulnya gak jelek.

    Terlempar di sekolah A, anaknya keterima di sekolah B melalui seleksi jalur umum 1. Kalau sudah begini, pilihannya adalah melakukan pendaftaran ulang untuk sekolah B. Atau tidak melakukan daftar ulang sama sekali tapi gak boleh ikut seleksi untuk jalur berikutnya. Teman Chi ini, akhirnya (terpaksa) memilih menyekolahkan anaknya di sekolah B. Karena udah gak mungkin bisa ikut jalur lokal. Kan, statusnya udah keterima di jalur umum walaupun bukan di sekolah A.


    Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI 
    Nah, Keke kurang lebih kayak gini. Nasib tinggal di perbatasan -_-


    Temen Chi itu sebetulnya bisa aja coba di jalur 3, seperti yang kami lakukan. Tapi, memang gak bisa berharap banyak dari jalur 3. Belum tentu juga jalurnya dibuka. Tapi, kami sih nekat aja, deh. Sekecil apapun, harapan tetap ada. Kalau memang gak dibuka, ya berarti memang sudah jalannya Keke harus sekolah di swasta.


    Jalur Umum 2

    Menunggu jalur ke-3 atau jalur umum 2 adalah masa yang paling menegangkan. Baru dibuka jalurnya setelah lebaran! Seumur-umur baru kali ini, Chi lebaran dengan rasa was-was. Orang lain mah udah mikirin mudik dan nikmatnya hidangan ketupat bersama keluarga besar, Chi boro-boro. Riweuh, lah.

    Mana selama masa PPDB ini kan Keke kena Typus selama sebulan. Pikiran Chi jadi bercabang-cabang. Emosi jadi mudah terpancing. Malas banget kalau ditanya keluarga besar, "Keke sekolah dimana?" Sedih kalau melihat banyak teman sudah mulai sibuk beli seragam baru untuk anak-anaknya, Chi belum ada persiapan apapun.  Gimana mau beli seragam kalau sekolah aja belum tau di mana? Sedangkan di sisi lain, Keke belum juga sembuh.

    [Silakan baca: Keke dan Pencernaan Sensitif]

    Kami pun mudik tidak terlalu lama karena harus mengurus sekolah. Kalaupun pahitnya Keke gak jadi ke SMPN, tetep aja harus melakukan daftar ulang di sekolah swasta yang sudah dipilih. Gak sabar rasanya menunggu jalur ke-3 ini dibuka.


    Jalur ke-3 atau jalur umum 2 ini bisa dikatakan jalur sisa. Artinya bila sekolah tersebut masih ada sisa kuota, berarti jalur ini dibuka. Aturannya sama seperti Jalur Umum 1, tetapi yang bisa ikut hanya yang ber-KK DKI.

    Namanya juga jalur sisa. Bisa dibuka, bisa enggak. Agak berharap, banyak yang gak melakukan daftar ulang di jalur lokal. Jadi, masih ada kuota untuk jalur umum 2. Sebelum SMPN, diawali dengan jalur 2 untuk SMAN DKI dulu. Walaupun yang boleh ikut hanya yang ber-KK DKI saja, persaingannya tetap ketat.

    Begitu hari H, Chi langsung buka web PPDB. Bersorak gembira ternyata masih ada sisa kuota untuk sekolah yang kami inginkan walupun cuma 2 kuota saja. Iya, cuma 2! Padahal sekolah lain rada lebih banyak, paling gak bisa sampe 5 kuota, lah. Kami pun langsung daftar saat itu juga dan Keke ada di nomor buntut.

    Jalur ke-3 ini hanya dibuka dari pukul 08.00 s/d 17.00 wib. Seharian itu Chi dibikin deg-degan. Chi juga lihat sekolah lain yang dekat dengan sekolah pilihan kami. Karena biasanya calon siswa yang memilih di sekolah lain, pilihan keduanya di sekolah yang kami mau itu. Seperti di urutan ke-4 (dari sisa 5 kuota) calon siswa di sekolah lain, pilihannya sekolah yang kami tuju. Bila calon siswa ini terlempar di pilihan pertama, otomatis akan masuk di pilihan kedua dan Keke yang terlempar karena kalah NEM. Ah, deg-degan bangeeeett!

    Menit-menit terakhir, menjelang penutupan jalur ke-3 kami rajin melakukan screenshot. Kelebihan sistem online ini, seleksinya transparan. Kita bisa setiap saat memantau bahkan melihat nilai seluruh siswa dari sekolah manapun. Tapi, namanya juga teknologi siapa tau error. Makanya kami screenshot terus untuk jaga-jaga sebagai barang bukti kalau terjadi sesuatu. Begitu status pendaftaran tertulis AKHIR, rasanya Chi langsung lemas! Alhamdulillah, nama Keke ada di sana, Di sekolah yang memang kami pilih.


    Daftar Ulang

    Setelah dinyatakan diterima, jangan lupa daftar ulang, ya. Karena kalau gak daftar ulang, dianggap mengundurkan diri. 

    Chi waktu itu gak sempat tanya ke SMPN, untung ada teman yang kasih tau berkas apa aja yang harus dibawa. Tapi, saran Chi kalau gak tau apa aja yang harus dibawa, mending bawa aja semua berkas. Usahakan datang pagi, siapa tau butuh mengurus ini-itu. Kalau Keke udah komplit berkasnya, jadi ngurusnya gak lama. Apalagi yang daftar ulang kan cuma 2 orang :D

    Lega setelah Keke diterima. Selesai juga proses panjang yang bikin deg-degan ini. Kalau gak mau deg-degan pilihannya adalah lewat jalur prestasi, NEMnya harus tinggi banget, atau pilih SMPN yang satu kecamatan ma KK. :D

    Beginilah cara dan rasanya ikut PPDB Online SMPN DKI. Kalau teman-teman punya cerita apa tentang daftar ke sekolah negeri? Kalau Chi mau bernapas sejenak dulu, deh. 2 tahun lagi mungkin akan merasakan seperti ini lagi untuk Nai. Tapi, semoga lebih dilancarkan :)

      Continue Reading
      4 comments
      Share: