Tuesday, December 26, 2017

Menjadi Pribadi Apa Adanya

Menjadi Pribadi Apa Adanya

netizen, jaga image, pencitraan

Menjadi Pribadi yang Apa Adanya

Sumber foto: Pixabay

Dulu, selama bertahun-tahun, Chi sempat sebal dengan yang namanya jaga image. Kalau zaman sekarang mungkin banyak orang menyebutnya sebagai pencitraan. Di mata Chi, orang tua (terlalu) sering mengingatkan tentang jaga image.

Tertawa ngakak sedikit, langsung ditegur supaya jaga image. Padahal kan tertawa lepas itu nikmat. Terlihat sedih di depan umum juga ditegur. Chi juga kerap ditegur karena jalannya gak rapi. Yaaa ... Anak tomboi begini gimana bisa disuruh bergaya feminin seperti perempuan, termasuk gaya jalannya hihihi.

Sekarang Chi merasakan manfaatnya. Apalagi bila bersosialisasi di media sosial. Tempat di mana setiap hari atau bahkan dalam hitungan menit selalu aja ada kehebohan. Tidak jarang pula viral. Kalau gak kontrol, bisa-bisa kebawa arus.

Sekitar 5 tahun lalu, Chi pernah merasakan kebawa arus sosial media. Alhamdulillah, seingat Chi belum pernah sampai menulis atau berkomentar dengan bahasa yang kasar. Tetapi setiap kali ada perbedaan pendapat, rasanya 'gatal' kalau gak ngeladenin.

Lama-kelamaan merasa lelah juga. Meskipun gak sampai saling memaki tetapi terus berusaha mempertahankan pendapat tetap bikin lelah. Padahal kan bisa aja Chi tinggalkan segala perbedaan itu. Lagipula gak akan juga membawa pengaruh yang bagaimana kalau sekadar berbeda [endapat dengan orang-orang yang hanya dikenal lewat media sosial.

Kesedihan lainnya adalah tentang mudahnya menyambung dan memutuskan silaturahmi saat berpendapat. Chi pernah mendapatkan banyak teman yang sependapat. Tapi dalam waktu tertentu, beberapa teman yang tadinya sependapat pun memutuskan silaturahmi hanya karena berbeda pendapat dalam hal lain. Chi jaid mikir, gimana kalau untuk hal lain lagi kemudian kami sependapat?

"Keep your friend close and your enemies closer." - Sun Tzu, The Art of War

Sun Tzu adalah seorang ahli militer dan stratedi asal China yang sangat terkenal. Bukunya yang berjudul 'The Art of War' sudah sangat mendunia. 'Seni perangnya' ini tidak hanya digunakan di dunia militer tetapi juga untuk berbisnis.

"Keep your friend close and your enemies closer" adalah salah satu strategi Sun Tzu. Kalau dalam dunia pertemanan dan keluarga, strategi ini pasti gak cocok banget, lah. Masa gak boleh tulus dalam berteman. Dan masa kita harus selalu curiga dengan orang yang dekat. Tapi dalam dunia politik atau bisnis, strategi itu bisa aja dipraktekkan. Makanya suka ada aja yang bilang kalau masyarakat awam ketika berbeda pendapat khususnya dalam politik bisa berantem sampai memutuskan tali silaturahmi. Padahal politikus sendiri mungkin sedang makan bersama sambil tertawa meskipun berbeda pandangan.

Eh iya, Chi kan sebetulnya sendang ingin menulis tentang menjadi pribadi yang apa adanya, ya? Trus malah kenapa jadi bahas hubungan silaturahmi ketika berbeda pendapat? Hehehe. Tapi sebetulnya ada hubungannya juga, sih terutama kalau dikaitkan dengan yang namanya pencitraan.

Chi merasa sekarang pengertian itu jadi agak bergeser aja. Pencitraan seperti dianggap sesuatu yang salah. Orang yang melakukan pencitraan seperti dianggap sebagai seseorang yang 'palsu' karena selalu menampilkan yang baik seolah-olah tidak memiliki masalah. Padahal hidup tanpa masalah adalah sesuatu yang tidak mungkin.

Kebalikan dari pencitraan adalah apa adanya. Beberapa kali Chi perhatiin menjadi apa adanya dibandingkan dengan pencitraan. Singkatnya menjadi orang yang apa adanya lebih baik daripada pencitraan. Pernah Chi mengingatkan seseorang untuk jangan menulis status menggunakan capslock semua. Terkesan marah-marah. Tapi pendapat Chi itu malah dibalas dengan omelan. Katanya Chi gak paham dengan kebebasan berpendapat. Suka-suka dia mau nulis apapun. Lagipula dirinya merasa orang yang apa adanya. *Hmmm ... 😏

Melakukan pencitraan gak selalu berarti jelek, kok. Chi sendiri lebih suka dicitrakan sebagai orang baik. Kalaupun tetap ada yang berprasangka jelek, paling Chi introspeksi. Kita memang gak bisa mengatur penilaian orang terhadap diri kita. Tapi setidaknya kita bisa berusaha yang terbaik.

Kalaupun Chi sering menampilkan hal baik seolah-olah tanpa masalah, bukan karena 'palsu'. Smeua yang diceritakan adalah apa yang dialami dan dirasakan. Bukan berarti pula gak pernah mengalami masalah. Tapi yang namanya masalah sebaiknya disimpan rapat-rapat. Kalaupun diceritakan ke media sosial biasanya setelah masalahnya sudah selesai. Itupun dengan pertimbangan yang panjang tentang kepantasan menceritakan masalah tersebut dan apakah ada pihak-pihak yang tersinggung atau tidak. Sesuatu yang menurut kita sepele belum tentu bagi orang lain.

Menjadi apa adanya juga gak selalu berarti bagus. Lihat sudut pandangnya juga. Ada yang merasa menjadi (terlalu) blak-blakan adalah sesuatu yang bagus. Lebih baik menyindir hingga memaki seseorang daripada bermanis-manis dengan seseorang yang kita gak suka. Padahal ya kalau kita memang gak suka, gak perlu juga disindir atau dimaki-maki tapi gak perlu bermanis-manis juga. Ada kalanya mengabaikan menjadi lebih nyaman buat semuanya. Di FB, setiap saat ditanya 'What's on your mind?' Janganlah ditelan mentah-mentah dengan mengartikan bahwa kita bebas menuangkan segala hal yang dipikirkan tanpa filter.

Tulisan ini sebetulnya semacam reminder juga. Chi seringkali mengingatkan Keke dan Nai supaya berhati-hati di media sosial. Apalagi mereka kan masih muda. Seringkali darah muda masih bergejolak. Seringkali pula kejadian yang viral di media sosial diawali dengan emosi. Menulis status dengan emosi yang tinggi, akhirnya viral deh. Padahal yang melakukan itu juga gak selalu dari netizen yang berusia muda, lho.

Beberapa waktu lalu, Keke kesenengan kalau akun IGnya difollow sama selebgram idolanya. Chi gak bertanya kenapa bisa follow Keke. Apa karena Keke sering komen atau karena hal lain? Chi gak bertanya sama sekali. Chi pun gak bilang kalau bisa jadi seleb tersebut sekadar follow kemudian unfollow setelah Keke balik folback. Buat Chi gak semua instagramers seperti itu termasuk yang seleb. Kalau Chi ngomong gitu sama aja menghentikan kebahagiannya. Lagipula jauh sebelum itu, Keke sudah follow duluan si seleb ini.

Jadi Chi paling cuma nasehatin supaya semakin dewasa berinteraksi di media sosial. Seringkali kita gak pernah tau siapa yang memperhatikan diri kita di dunia maya. Gak masalah melakukan pencitraan selama yang ditampilkan bukanlah hal yang dibuat-buat. Dan menjadi pribadi apa adanya juga harus tetapi bukan berarti kebablasan dengan alasan 'saya kan memang apa adanya, gak ada yang ditutupi.'

Selain itu, Keke juga mulai kritis dengan berbagai hal yang terjadi di dunia maya, termasuk tentang politik. Kadang dia suka ikutan komen ini-itu kalau lagi ngobrol ma teman-temannya. Mendukung sosok ini dan itu. Tentu aja Chi gak akan melarang Keke dan Nai untuk berpendapat.  Sebagai masyarakat awam pun harus belajar melek politik dan jangan terlalu naif. Tapi ya jangan sampai jadi ribut juga. Itulah yang sering Chi ingatkan ke anak-anak terutama ke Keke yang saat ini mulai berpendapat.

Yang juga harus dipahami anak-anak adalah berkomunikasi di dunia tulisan lebih rawan salah paham daripada komunikasi langsung. Seperti contoh di atas di mana Chi menyarankan untuk jangan pakai capslock semua. Padahal belum tentu yang menulis sedang marah.

Chi juga pernah ribut ma seorang teman lama di salah satu group socmed sampai banyak yang melerai. Saat itu rasanya sangat kesal sampai Chi gak pengen kenal lagi ma dia. Tapi begitu ketemuan, kami malah cekikikan dan menertawakan kekonyolan kami.

Di lingkungan keluarga pun begitu. Sampai akhirnya ada solusi untuk mengurangi bahasan sensitif di dunia maya. Memang berasa sih perbedaannya. Kalau ngobrol langsung, apapun bahasannya suasana bisa lebih cair. Mungkin karena kita bisa lihat mimik lawan bicara. Ngobrolnya pun sambil ngemil dan ngopi atau ngeteh bareng, kan.

Semoga Keke dan Nai terus belajar bagaimana menjadi netizen yang baik. Chi maupun K'Aie juga akan terus belajar. Apalagi dunia internet selalu berkembang. Menghindari juga sepertinya sulit.

[Silakan baca: Percaya Diri Membuat Konten Kreatif]

Monday, December 18, 2017

Hidup Sehat dengan Masakan Rumah Bersama 4 Inovasi Dapur Philips

Hidup Sehat dengan Masakan Rumah Bersama 4 Inovasi Dapur Philips

4 inovasi dapur philips

Hidup Sehat dengan Masakan Rumah Bersama 4 Inovasi Dapur Philips


Beberapa hari yang lalu ....

Keke: "Bun, ada paket. Boleh dibuka?"
Bunda: "Buka aja. Isinya perlengkapan dapur, kok."
Nai: "APAAAA? Bunda beli perlengkapan dapur melulu. Trus JATAH kita kapaaaan?"
Keke: "Hahaha tuh Bun kata Ima."
Nai: "Itu Bunda beli melulu biar dapurnya makin bagus. Biar kita gak jajan terus."

Libur sudah di depan mata. Bahkan Keke dan Nai sudah selesai UAS, maunya mereka sih gak usah masuk sekolah aja. Udah nyantai, lagi gak belajar 😂 Jangankan libur panjang kayak gini, sekadar long weekend aja pengennya udah ngacir ke mana gitu, ya. Minimal keliling Jakarta, lah. Nge-mall kek, makan di resto kek, atau staycation gitu.

Insya Allah, dalam waktu dekat kami memang berencana pindah.  Nah, Chi lagi semangat menata bagian dapur, termasuk membeli beberapa peralatan baru yang dibutuhkan. Apalagi dapurnya nanti lebih luas dari rumah yang sekarang. *Jadi makin berasa kayak ratu dapur nanti 😂*

Celotehan Nai tentang tujuan Bundanya menata dapur supaya gak pada jajan melulu memang benar. Mereka tau aja jalan pikiran bundanya hehehe. Sebetulnya Chi gak anti dengan aneka jajanan. Malah kadang kalau akhir pekan, Chi memilih untuk gak masak. Iya dong sesekali 'tukang masak' juga butuh libur 😄. Biasanya kami memilih makan di luar atau tunggu tukang jualan makanan lewat.

Meskipun begitu, gak bikin anak-anak jadi ketagihan jajan. Tetap aja mereka masih lahap dengan masakan yang dimasak bunda. Setiap hari tetap bertanya bundanya masak apa. Malah Keke tetap memilih membawa bekal ke sekolah. Jadi Chi tetap gak khawatir mereka akan ketagihan jajan karena sejak kecil sudah terbiasa dengan masakan rumah.

[Silakan baca: Tips Ramadan Sehat dan Praktis Bersama Philips]

Talkshow Philips Indonesia tentang #ThePowerofHomemadeFood


the power of homemade

Selain terbiasa dengan masakan rumah, alasan lain kenapa Chi tetap memilih masak adalah karena kesehatan. Terutama buat Keke yang sejak kecil memang wajib makan dengan pola dan menu makan yang benar. Lambungnya agak sensitif bila pola makannya berantakan meskipun hanya sesekali gak disiplinnya.

Menurut studi yang dilakukan oleh Julia A. Wolfson, MPP yang menganalisa data survei dari National Health and Nutrition Examination menyebutkan bahwa orang yang sering memasak di rumah mengkonsumsi sedikit karbohidrat, gula, dan lemak daripada yang jarang memasak di rumah.

Kamis (9/12) bertempat di SATOO Garden Shangri-La Hotel, Philips Indonesia mengadakan talkshow dan cooking demo dengan tema "The Power of Homemade Food, Makanan Sehat Berawal dari Rumah. Memasak sendiri memang lebih menyehatkan tetapi terkadang tidak melakukannya karena terkendala waktu. Terutama bagi kaum urban di mana hampir setiap hari selalu berpacu dengan waktu. Kegiatan memasak menjadi urutan nomor sekian untuk dilakukan. Oleh karenanya, supaya kegiatan memasak tetap bisa dilakukan, dibutuhkan peralatan memasak yang bisa diandalkan dari segi kepraktisan tetapi juga dapat membantu menyajikan makanan yang sehat.

Membuka acara ini, MC bertanya kepada kami semua apakah kami sudah yakin proses memasak di rumah sudah tepat. Sejujurnya Chi kadang masih ragu. Niat untuk bergaya hidup sehat sudah pasti selalu ada dan Chi selalu berusaha untuk memasak di rumah. Tapi, kadang-kadang belum yakin dengan prosesnya. Seperti yang dikatakan oleh dr. Cindiawaty Pudjiadi. MARS, MS, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi, "Umumnya ibu dan keluarga Indonesia tahu dan paham soal gaya hidup sehat termasuk bagaimana pola makan sehat bagi keluarga. Namun seringkali diabaikan adalah proses memasaknya yang justru menghasilkan makanan yang tidak sehat karena gizi makanan tidak maksimal. Misalnya proses menggoreng yang tentu saja membutuhkan minyak banyak tetapi penggunaan minyak ini akan meningkatkan total asupan kalori seseorang. Hal ini akan meningkatkan resiko obesitas dan berbagai penyakir lainnya seperti hipertensi, penyakit jantung, dan lain sebagainya."

"Hidup sehat tidak hanya tentang makanan tetapi juga berolahraga. Banyak sekali yang baru menyadari tentang pentingnya hidup sehat setelah diri sendiri atau salah seorang anggota keluarga terkena penyakit," ujar Yongky Sentosa, Head of Personal Health Philips Indonesia.

Yoga, running, dan berbagai olahraga lainnya saat ini sedang menjadi trend hidup sehat di masyarakat. Sayangnya, masih banyak yang berpendapat dengan berolahraga saja sudah cukup. Pola makan tetap seenaknya karena merasa sudah rutin berolahraga. Begitupun sebaliknya, sudah merasa makan makanan sehat tetapi enggan berolahraga. Bahkan refreshing juga dibutuhkan untuk hidup sehat. Semuanya harus seimbang.

Mengatur pola makan sehat yang tepat, berolahraga teratur, serta tidur yang cukup merupakan 3 kunci utama untuk hidup sehat. Sehat tidak hanya jasmani tetapi juga harus sehat mental dan rohani. Sebaiknya berolahraga 150 menit dalam seminggu. Pembagiannya bisa diatur sesuai kebutuhan masing-masing yang penting target 150 menit per minggu tercapai.

[Silakan baca: Chicken Barbeque]

4 Produk Inovasi Dapur Philips


demo masak philips

PHILIPS adalah perusahaan yang fokus pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Sebagai wujud mendukung gaya hidup sehat, berbagai produk dapur Philips sudah dikenal dengan kualitas ketahanan, aman, mudah, serta praktis untuk digunakan.

Memasak di rumah dan konsumsi makanan sehat adalah sebuah investasi untuk hari tua.

Menurut dr. Cindiawaty, usahakan dalam 1 porsi makanan yang dikonsumsi memiliki komposisi yang lengkap dan tepat. Kebutuhannya tergantung tubuh masing-masing. Ada yang butuh lebih banyak protein, ada juga yang harus mengurangi karbohidrat, dan lain sebagainya. Setiap tubuh memiliki porsi kebutuhan yang berbeda-beda tetapi yang penting komposisinya seimbang.

Tentang berbagai macam pola diet yang ada saat ini, dr. Cindiawaty menyarankan untuk berkosultasi ke dokter terlebih dahulu. Dokter akan menyarankan diet yang tepat bagi masing-masing tubuh. Tujuan diet yang utama bukanlah menurunkan berat badan tetapi menjadi sehat. Setelah tubuh menjadi sehat, berat badan yang turun adalah bonusnya.

Sayur termasuk asupan yang penting. Masalah yang umum terjadi pada keluarga adalah susahnya anak-anak mengkonsumsi sayur. Apabila ini terjadi, bukan berarti anak-anak tidak usah dikasih sayur. Tetapi, orang tua harus mencari berbagai cara agar anak tetap mau makan sayur. Misalnya menyelipkan sayur ke dalam nugget, membuat mie sayur, atau berbagai macam cara lainnya. Chef Arimbi mempunyai cara lain agar anak-anak suka mengkonsumsi sayur, yaitu dengan mendongeng.

Jangan terlalu banyak mengkonsumsi gorengan apalagi minyak sudah digunakan berkali-kali. Bagi penyuka menu gorengan, Philips memiliki produk bernama Airfryer HD9623. Produk ini mampu menggoreng makanan tanpa menggunakan minyak sehingga kita terhindar dari konsumsi minyak yang berlebihan. Meskipun menggoreng tanpa minyak, hasil masakan tetap lembut di dalam dan garing di luar.

Chef Arimbi Nimpuno dari Arimbi Kitchen melakukan demo masak dengan menggunakan 4 produk inovasi, yaitu Airfryer HD9623, Noodle & Pasta Maker HR2332, Bread Maker HD9045, dan Slow Juicer HR1889.

[Silakan baca: Inovasi Dapur Philips - Memasak Dalam Waktu 45 Menit, Dapat Apa saja?]

Resep Masakan Rumahan ala Philips


Berikut ada beberapa resep masakan pada saat demo cooking. Kalau teman-teman memiliki peralatan ini tentu aja akan mendapatkan resep lebih banyak lagi. Jumlahnya bisa ratusan.


Lasagna Verde (Menggunakan Airfryer HD9623, Noodle & Pasta Maker HR2332, dan Slow Juicer HR1889)

lasagna verde, noodle pasta maker, slow juicer, philips

Dengan daya listrik sebesar 1425 watt, Philips Airfryer tidak hanya bisa digunakan untuk menggoreng tetapi juga memanggang dan membakar berbagai hidangan favorit keluarga. Sedangkan untuk Noodle & Pasta Maker membuat proses pembuatan pasta atau mie menjadi mudah dan cepat. Kita tinggal memasukkan berbagai bahan yang dibutuhkan. Setelah itu proses pengadukan, pembuatan, hingga penggilingan secara otomatis dilakukan oleh alat ini secara cepat. Philips Noodle & Pasta Maker dengan daya 150 watt mampu membuat adonan sekitar 450 gram dalam waktu 18 menit.

Bahan Pasta Verde:
  • 100 gr daun bayam, buang batangnya
  • 1 butir telur
  • 1 cup (250 ml) jus bayam
  • 200 gr tepung terigu
  • garam dan merica secukupnya

Cara Membuat:
  1. Masukkan daun bayam ke dalam Slow Jiicer HR1889, sisihkan airnya
  2. Masukan tepung terigu ke dalam Pasta & Noodle Maker HR2332
  3. Di dalam mangkuk terpisah, campurkan telur dan jus bayam
  4. Tambahkan ke dalam  Pasta & Noodle Maker HR2332
  5. Atur 'cetakan' pasta, tekan tombol power, dan tombol nomor 2
  6. Potong pasta sheet / lasagna sheet sesuai dengan ukuran cetakan

Bahan Isi Pasta Verde:
  • 100 gr daun bayam, buang batangnya
  • 100 gr keju ricotta
  • 1 sdt bubuk pala
  • Garam dan merica secukupnya

Cara Membuat:
  1. Rebus daun bayam selama 2 menit, lalu angkat, dan masukkan ke dalam mangkuk air es
  2. Peras dan keringkan, lalu potong-potong daun bayam
  3. Masukkan ke dalam mangkuk dan campur dengan keju ricotta
  4. Bubuhkan garam, merica, dan bubuk pala. Aduk kembali hingga rata

Cara Membuat Lasagna Verde:
  1. Di dalam cetakan Airfryer, tata lembar pertama pasta verde
  2. Disusul dengan campuran isi pasta verde
  3. Ulangi langkah-langkah tersebut hingga sekitar 4 layer. Layer paling atas dilapisi keju ricotta
  4. Masukkan ke dalam Airfryer dan panggang hingga matang
  5. Sajikan hangat

Roti Jagung ala Arimbi Kitchen (Menggunakan Philips Bread Maker HD9045)

roti jagung, arimbi kitchen, philips bread maker

Biasanya roti digemari sebagai salah satu menu sarapan atau camilan. Tetapi untuk bikin sendiri seringkali merasa malas apalagi kalau mengingat harus menguleni adonan. Dengan Philips Bread Maker HD9045, kita tinggal memasukkan semua bahan ke alat ini.

Philips Bread Maker ini juga memiliki waktu tunda hingga 13 jam. Kita bisa memasukkan semua bahan pada malam hari kemudian setting waktunya sehingga roti akan matang di waktu yang sudah ditentukan. Selain itu, tingkat kematangan roti juga bisa diatur dan mampu memanggang roti hingga seberat 1 kg.

Bahan:
  • 250 gr tepung terigu protein tinggi
  • 55 gr gula pasir
  • 2 gr garam
  • 10 gr susu bubuk
  • 1 gr bread improver
  • 2 gr emulsifier
  • 6 gr ragi instan
  • 1 butir telur
  • 50 ml susu cair
  • 65 ml air dingin
  • 65 gr butter
  • 50 gr jagung cream
  • 50 gr jagung matang

Cara Membuat:
  1. Masukkan semua bahan ke dalam mangkuk Philips Bread Maker HD9045
  2. Pasang dan tutup
  3. Pilih tombol resep nomor 9 untuk "Whole Wheat Rapid"
  4. Pilih "Berat 750 gr" dan "Warna Middle"
  5. Tekan tombol "Start"
  6. Tunggu hingga roti matang lalu lepaskan mangkuk Bread Maker HD9045
  7. Keluarkan roti dan sajikan hangat

Carrot, Orange, and Turmeric Crush (Menggunakan Slow Juicer HR1889)

carrot orange tumeric crush, slow juicer philips

Suara blender biasanya bising. Tetapi kalau Slow Juicer HR1889 ini suaranya halus, bahkan nyaris tanpa suara. Alat ini bekerja seperti memeras buah atau sayur sehingga sari yang didapat lebih banyak dan ampas yang keluar lebih kering. Ampas dari hasil perasan ini bisa digunakan lagi untuk olahan makanan lain.

Bahan: 
  • 2 buah wortel  
  • 6 buah jeruk
  • 1,5 gelas (375 ml) air kelapa
  • 1 kunyit segar
  • 1/2 lemon
  • 1 gelas es batu

Cara Membuat:
  1. Peras wortel, jeruk, kunyit segar, dan lemon menggunakan Slow Juicer HR1889
  2. Sari buah hasil slow juicer dimasukkan ke dalam gelas blender, tambahkan air kelapa dan es batu. Blend hingga tercampur sempurna
  3. Sajikan dingin
  4. Bisa juga sari buah langsung dicampur dengan air kelapa, aduk rata, masukkan es batu. Sajikan dingin 

#ThePowerofHomemadeFood - Makan sehat bisa diawali dari rumah dan itu tidak sulit.

[Silakan baca: Membuat Dragon Fruit Smoothie dengan Philips Duravita Tritan Jar]

Tuesday, December 12, 2017

Chicken Barbeque

Chicken Barbeque

resep, chicken barbeque

Chicken Barbeque


Minggu lalu, Chi mendapatkan kiriman makanan dan minuman. Ada Chicken Barbeque, Donat Kentang, dan 2 botol Juice (Apple Juice serta Spinach, Pineaple, and Lemon Juice). Alhamdulillah, semuanya enak. Tapi kalau harus memilih salah satu yang paling disuka adalah Chicken Barbeque.

Makanan dan minuman tersebut dibuat menggunakan berbagai peralatan dari inovasi dapur Philips. Saat ini, Philips ingin mengajak kita semua untuk mulai bergaya hidup sehat. Salah satunya adalah dengan memasak masakan rumahan. Di postingan berikutnya, akan Chi ulas reportase tentang berbagai peralatan ini, ya.

Sekarang Chi share resep Chicken Barbeque aja dulu. Tapi seperti yang ditulis di awal, masakan ini bukan Chi yang buat, ya. Jadi Chi juga belum tau apakah kalau memasaknya tidka menggunakan Airfryer, prosesnya tetap sama atau enggak. Mungkin kapan-kapan bisa coba, soalnya Chi juga belum punya Airfryer *kodeeee ... kodeeee untuk K'Aie 😁

[Silakan baca: Hidup Sehat dengan Masakan Rumah bersama 4 Inovasi Dapur Philips]

Bahan-Bahan
  • 500 gr ayam, potong-potong sesuai selera
  • 1 sdm kecap manis
  • 1 sdm saus tiram
  • 1 sdm saus tomat
  • 1 sdm saus sambal
  • 1 sdm gula pasir
  • garam
  • 1 sdm lada hitam

Cara Membuat:
  1. Campurkan ayam, kecap manis, saus tiram, saus tomat, saus sambal, gula pasir, garam, dan lada hitam. Biarkan selama 15 menit.
  2. Siapkan Airfryer PHILIPS
  3. Masukkan ayam beserta bumbumnya ke dalam wadah Airfryer
  4. Panggang dengan suhu 200 derajat celcius dalam waktu 10 menit
  5. Sajikan

Kalau lihat dari penampakan dan teksturnya, sepertinya ayam yang digunakan adalah bagian dada tanpa tulang dan kulit. Teksturnya tetap lembut. Bumbunya juga meresap. Dengan waktu pengolahan yang gak sampai setengah jam, masakan ini termasuk praktis, ya.

Update (11/12) - Chi udah cobain bikin Chicken Barbeque tanpa Airfryer. Ternyata bisa dan rasanya enak. Chi jadi lumayan sering masak ini karena bikinnya praktis banget dan rasanya enak. Kapan-kapan Chi tulis resepnya versi tanpa Airfryer, ya.

[Silakan baca: #PhilipsRiceCooker Membantu Menjaga Kehangatan Keluarga]