Minggu, 21 Januari 2018

Bagaimana Mengetahui Potensi Anak?

tips menemukan potensi anak

Passion sering menjadi topik bahasan antara Chi dan K'Aie. Chi pengen banget anak-anak memiliki passion tapi masih suka bingung.

Bagaimana mencarinya? Bagaimana mengembangkannya? Apakah passion selalu berkaitan dengan bakat? Trus tau anak berbakat dengan salah satu hal dari mana? Bagaimana mau mengembangkan kalau belum tau passionnya apa? Muter-muter aja terus dengan pertanyaan itu.
"Pekerjaan paling menyenangkan di dunia adalah hobi yang dibayar." - Ridwan Kamil
Chi setuju dengan quote di atas. Chi udah merasakan dan melihat sendiri beberapa orang yang menikmati pekerjaan karena hobinya. Salah satunya, ada kerabat yang sejak kecil bertekad untuk bekerja di bidang pariwisata, kemudian tercapai.

Contoh terdekat lainnya adalah K'Aie. Mamah mertua sering bercerita kalau K'Aie sejak kecil senang dengan kehidupan alam. Senang memelihara binatang sejak kecil. Ular aja pernah dipelihara. Hmmm ... Kalau sekarang pelihara ular di rumah. Jitak! Hehehe. Sejak SMA ikut ekskul pencinta alam. Dan dilantik menjadi anggota Wanadri setelah lulus SMA.

[Silakan baca: Pendidikan Dasar Wanadri 2014]

Dulu Chi pernah beberapa kali bertanya ke K'Aie kenapa gak pernah melamar kerja di bank atau perkantoran lainnya. Ya pokoknya seperti kebanyakan orang-orang yang ngantor 8 to 5 gitu. Seringkali dijawab dengan nyengir aja, sih. Tapi Chi udah paham arti nyengirnya. Bukan di sana passionnya. Jadi dari dulu sampai sekarang pun kerjaannya berkaitan dengan alam.

Lain halnya dengan Chi. Sejak kecil selalu bilang pengen jadi arsitek. Tapi kalau dipikir lagi, Chi gak pernah tau alasan kenapa selalu ingin jadi arsitek. Begitu lulus SMA, malah bingung mau ke mana. Akhirnya dengan asal-asalan pilih jurusan fakultas ekonomi. Ambil jurusan perbankan pula yang mana sampai sekarang gak tertarik urusan perbankan. Untung di kampus ketemu K'Aie dan berjodoh hehehe.

Lulus kuliah, kerjanya bukan di bank atau yang berhubungan dengan keuangan lainnya. Gak tertarik sama sekali 😂. Singkat cerita, setelah sempat merasakan jadi orang kantoran, resign, trus jadi blogger barulah Chi mengerti nikmatnya memiliki passion.

Tapi seperti yang pernah Chi tulis dulu kalau awal menjadi blogger bukanlah untuk mendapatkan penghasilan. Awalnya hanya untuk menulis diary kemudian setelah sekian tahun baru tau kalau blog juga bisa menghasilkan. Intinya sih kalau udah passion meskipun tidak menghasilkan (baca: mendapatkan uang) pun tetap saja nikmat dijalaninnya. *Etapi mendapatkan penghasilan itu nikmaaaat hehehe

Nilai-nilai Chi saat masih sekolah hingga kuliah, alhamdulillah bagus. Tapi memang Chi akhirnya gak tau mau apa atau jadi apa. Selama ini taunya cuma dapat nilai bagus supaya orang tua senang.  Itulah kenapa Chi pengen banget anak-anak memiliki passion. Ya kalaupun bukan menjadi lahan pekerjaan mereka kelak tapi setidaknya ada kegiatan positif yang bisa dilakukan dengan senang hati. Apalagi zaman sekarang di mana pengaruh dari sana-sini. Harapan Chi kalau anak-anak punya passion yang positif bisa menghindarkan mereka dari berbagai hal yang gak baik.
Mendapatkan nilai bagus tentu penting, tapi memiliki passion juga gak kalah penting.

Kamis, 11 Januari 2018

Resep Sambal Asam Udeung Aceh (Sambal Ganja)

sambal ganja asam udeung

Pertama tau ini waktu Sandra Nova (IG: @5andranova) share resep sambal ganja di FB. Chi yang memang suka banget sama sambal langsung ngeces, dong! Wajib bikin pokoknya. Tapi karena di sini susah banget dapat belimbing wuluh, terpaksa deh sabar menanti nungguin ada yang jual di pasar. 😅Begitu ada yang jual, Chi langsung beli agak banyakan. Chi memang suka gitu, belimbing wuluh bisa untuk sop ikan, opor ayam, dll. Sekarang juga dipakai untuk bikin sambal ganja.

Chi kirain dinamakan sambal ganja karena menggunakan biji ganja. Suka denger aja sih kalau beberapa kuliner Aceh menggunakan biji ganja. Entah benar atau tidak karena Chi memang jarang menyantap kuliner Aceh. Tapi setelah googling, jadi tau kalau sambal ini tidak menggunakan ganja sama sekali. Cuma memang bikin nagih makanya dibilang sambal ganja. Aslinya sih namanya Sambal Asam Udeung. Bahkan ada juga yang menulis kalau namanya Asam Udeung tanpa kata sambal karena di Aceh kata 'Asam' berarti 'Sambal'. Nah, teman-teman yang bisa bahasa Aceh bener gak tuh kalau asam = sambal?

Rabu, 03 Januari 2018

Google.org Mendukung Meningkatkan Minat Baca Anak Indonesia


Beberapa bulan lalu dalam sebuah acara yang bertemakan tentang minat baca anak, Chi baru mengetahui kalau berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World 2016", Indonesia berada di  peringkat ke-60 dari 61 negara. Wuiiihh, hampir jadi yang paling rendah! Menyedihkan, ya. Apa sih yang menjadi penyebabnya?

Kamis (14/12 '17), bertempat di hotel Fairmont Jakarta, Google. org mengadakan acara talkshow sekaligus workshop tentang peningkatan minar baca anak Indonesia. Penyebab rendahnya minat baca anak Indonesia ternyata lebih disebabkan karena kesenjangan. Bagi anak-anak yang tinggak di kota besar dan ekonominya mampu, ketersediaan buku sebetulnya bukan masalah. Hanya saja banyak anak-anak yang perhatiannya sudah teralihkan ke gadget. Sebetulnya tidak salah menggunakan gadget, asalkan digunakan dengan benar.

Kemudian cobalah lihat anak-anak Indonesia di bagian timur. Atau bahkan di pelosok kota besar seperti Jakarta masih banyak anak Indonesia yang jangankan memiliki gadget, buku saja tidak punya. Padahal ketika diberikan buku, anak-anak tersebut sangat antusias membaca. Jadi pada saat ada orang tua yang pusing dengan pelajaran anak yang semakin njlimet, di sisi lain ada anak yang bahkan membaca saja belum mampu.
Saat ini diperkirakan bahwa setiap 100 murid yang masuk sekolah, hanya 25 murid yang memenuhi standar minimum internasional dalam kemampuan membaca dan berhitung.
Selama ini, teman-teman pasti sudah kenal banget dengan Google. Nah, kalau Google.org adalah inisiatif filantropi dari Google yang mendukung berbagai organisai non profit yang menggunakan teknologi untuk mengatasi berbagai masalah kemanusiaan. Sejak didirikan pada tahun 2005, Google.org mendambakan dunia yang adil bagi semua orang dan meyakini bahwa teknologi serta inovasi dapat memawa perubahan di 3 bidang, yaitu pendidikan, ekonomi, dan kesetaraan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...