Rabu, 31 Juli 2019

Cara Mengajarkan Anak untuk Berbagi dan Jangan Takut Berkurban

Insya Allah, sebentar lagi umat Islam akan merayakan Idul Adha. Biasanya anak-anak usia balita hingga SD suka antusias nih menyambut Hari Raya Kurban ini. Anak-anak kan pada umumnya senang dengan binatang. Jadi seneng aja melihat kambing dan sapi di mana-mana.

Tetapi, apakah mereka juga sebetulnya senang berbagi? Mau gak ya mereka diajak untuk berkurban?

Cara Mengajarkan Anak untuk Berbagi dan Jangan Takut Berkurban

Cara Mengajarkan Anak untuk Berbagi dan Jangan Takut Berkurban


Idul Adha memang erat kaitannya dengan semangat berbagi untuk sesama. Bahkan lebih dari itu. Bagi Chi, Idul Adha juga mengajarkan umat Islam untuk taat dan ikhlas.

Chi selalu teringat dengan kisah Nabi Ibrahim yang diuji untuk menyembelih anaknya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Bagaimana sedihnya Nabi Ibrahim dengan perintah tersebut, mengingat Ismail adalah putra yang sudah dinantikan sekian lama.

Keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT yang membuat Nabi Ibrahim mau melakukannya. Ismail pun dengan sabar dan ikhlas menerima keputusan tersebut. Akhirnya, Allah SWT memberi ganjaran berupa domba besar sebagai penggantinya.

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". (QS. Ash-Shaffat[37]: 102)


5 Cara Mengajarkan Anak untuk Mau Berbagi


Berkurban memang erat kaitannya dengan berbagi. Tetapi, sebagai manusia kadang-kadang sulit untuk berbagi. Masih suka banyak itung-itungannya. Kadang-kadang juga suka kurang ikhlas saat berbagi.

Makanya, sebaiknya berbagi memang diajarkan sedini mungkin. Meskipun ada tantangannya sendiri. Biasanya anak kecil rasa memilikinya cukup besar. Tetapi, kalau tidak diajarkan sejak kecil malah nantinya semakin susah untuk mau belajar berbagi dengan sesama.

Orang Tua Memberi Contoh

Anak-anak adalah peniru yang ulung. Mereka ibarat spons yang masih memiliki daya serap kuat. Mereka akan banyak sekali mencontoh apa yang dilihat, terutama dari lingkungan sekitar.

Paling tepat bila orang tua memberikan contoh bagaimana berbagi yang baik. Bagaimana minta izin bila ingin meminta atau meminjam sesuatu. Begitupun saat menerima, biasakan bilang terima kasih.


Jangan Menghakimi

Usia anak-anak, terutama balita, rasa memilikinya sangat tinggi. Seringkali mereka tidak mau berbagi barang yang dimiliki meskipun sudah diminta dengan baik. Jangan langsung menghakimi dan bilang kalau itu artinya pelit. Memang lagi fasenya seperti itu.

Ingatkan dan bujuk saja dengan baik dan pelan-pelan. Bisa jadi gak akan langsung berhasil. Memang harus konsisten mengingatkan supaya mereka paham artinya berbagi.


Jangan Memaksa

Kurang lebih sama dengan menghakimi. Ketika anak masih juga gak mau berbagi, jangan lantas barangnya direbut atau memaksa untuk mau berbagi. Nanti malah anak semakin gak mau berbagi. Ada baiknya juga sesekali ditanya kenapa anak enggan berbagi. Siapa tau ada alasan lain. Mungkin aja anak gak mau berbagi karena tau bila dipinjamkan ke anak lain suka jadi rusak barangnya. Kan ini juga bikin anak jadi sedih.


Berbagi Itu Menyenangkan

Tunjukkan sisi yang menyenangkan dari berbagi. Misalnya, saat bermain bersama. Bila anak-anak mau saling berbagi mainan bisa bikin suasana bermain jadi semakin menyenangkan. Anak-anak pun jadi memiliki banyak teman.


Beri Pujian

Berbagi yang baik itu perbuatan mulia. Gak ada salahnya memberi anak pujian supaya semakin semangat untuk berbagi. Tentunya jelaskan juga kenapa mereka dipuji. Semakin besar usianya juga semakin dijelaskan lagi makna berbagi.


Jangan Takut Berkurban Dompet Dhuafa


Cara Mengajarkan Anak untuk Berbagi dan Jangan Takut Berkurban

Bila anak sudah mau berbagi, bisa nih mulai dikenalkan dengan yang namanya berkurban. Ya sebetulnya seperti cerita Chi di awal, anak-anak biasanya antusias saat Hari Raya Kurban karena bisa melihat kambing dan sapi di mana-mana. Bahkan waktu SD, Nai pernah bercerita tentang kisah keluarga kambing saat banyak binatang kurban di sekolahnya.

Anak-anak akan semakin senang kalau salah satu dari kambing atau sapi itu adalah milik mereka. Tetapi, mungkin gak mereka kemudian menangis saat binatangnya disembelih? Ya mungkin banget. Bisa jadi mereka sedih melihat binatang miliknya mati. Bisa juga karena gak rela. Ya itulah kenapa penting menjelaskan kepada anak tentang konsep berbagi. Khususnya pada saat Idul Adha.

Bagaimana suasana Idul Adha di tempat teman-teman? Kalau di sini, biasanya aroma sate kambing menyeruak di mana-mana setelah selesai berkurban. Alhamdulillah, ada aja masyarakat yang diberi kemudahan rezeki dan keikhlasan untuk berkurban.

Tetapi, seringkali juga Chi suka kepikiran dengan daerah lain. Ya, memang suka ada kejadian di mana di satu daerah terjadi penumpukan stok daging kurban. Sedangkan di daerah lain malah sebaliknya. Pengen banget bisa berbagi dengan masyarakat di daerah lain yang kekurangan stok daging kurban.

Sejak tahun 1994, Dompet Dhuafa telah menghadirkan program Tebar Hewan Kurban yang menyebarkan hewan kurban ke berbagai wilayah Indonesia. Tidak hanya dirasakan oleh masyarakat perkotaan, tetapi program ini juga tersebar ke seluruh pelosok desa terpencil.


Dompet Dhuafa memang lembaga filantropi Islam yang bisa dipercaya. Bicara tentang kurban, layanan kurban Dompet Dhuafa pun sudah berjalan lama. Bila kita ikut program Tebar Hewan Kurban, akan ada 5 manfaat yang bisa dirasakan (silakan lihat gambar di atas).

Melihat manfaatnya, udah gak perlu ragu lagi, ya. Pokoknya #JanganTakutBerkurban. Ajarkan juga anak-anak untuk paham makna Idul Adha. Semoga kita semua diberi kemudahan rezeki untuk berkurban. Aamiin.

Continue Reading
32 komentar
Share:

Mencuci Baju Saat Musim Hujan Gak Bikin Galau Lagi

“Pasti kalau musim hujan begini banyak yang CLBK, deh!”

“Apaan, tuh?”

“Cucian lama belum kering!”

“Wkwkwk! Kirain CLBK sama mantan. Kan musim hujan katanya suka membawa kenangan.”

“Hahahaha! Iya, kenangan yang bikin galau. Kenangan melihat cucian yang menumpuk. Belum bisa dicuci karena yang dijemuran aja belum kering.”

tips mencuci baju saat musim hujan, tip agar pakaian tidak bau apek, attack deterjen

Mencuci Baju Saat Musim Hujan Gak Bikin Galau Lagi


Musim hujan memang suka bikin galau. Pakaian dikeranjang masih menumpuk. Antre minta dicuci, tetapi barisan pakaian masih memenuhi jemuran. Padat merayap lah pokoknya.

Kalau untuk pakaian kotor menumpuk masih bisa disiasati. Pokoknya diusahakan pakaian yang penting seperti seragam sekolah harus cepat kering. Biasanya Chi jemur di tempat terpisah. Biar cepat kering. Pakaian dalam yang bersih dan kering pun jangan sampai kehabisan.

Apakah selesai masalahnya di situ? Enggak juga. Pakaian yang lama keringnya karena musim hujan membuat kondisinya terus lembap. Lama kelamaan mulai tercium bau apek. Ugh, sebel!

attack anti bau, agar baju tidak bau apek

Kelamaan dijemur memang jadi salah satu penyebab pakaian menjadi bau. Penyebab lainnya bisa karena bau matahari, bau keringat, bau rokok, dan lain sebagainya.

Mencuci pakaian gak cukup sekadar bersih, tetapi juga harus bebas dari bau. Kalau buat Chi, kepercayaan diri bisa jadi anjlok saat mengenakan pakaian yang bau meskipun terlihat bersih.

Di saat musim hujan, ketika baju mulai bau apek, rasanya pengen langsung masukin lagi ke mesin cuci. Tetapi, nanti jadinya malah gak kering-kering. Jadi serba salah, kan.

Chi pernah tuh nyetrika baju yang masih agak lembap. Tadinya, Chi pikir ini cara yang paling jitu. Biar baju gak kelamaan di jemuran, mending disetrika aja kalau udah agak lembap. Jadi, bau apek pun hilang.

Eh, ternyata apa yang Chi lakukan itu gak tepat. Tetap aja masih kecium bau apek. Udah capek menyetrika, bukan itu solusinya. Nyebelin banget, kan.

Apaaa ya solusinya?

Waktu belanja bulanan, Chi lihat Attack Anti Bau. Chi baca dulu semua keterangannya. Tertulis teknologi detergent cair ini mampu menghilangkan bau air rendaman, bau apek, dan bau keringat. Baju bisa anti bau seharian. Ini nih yang Chi butuhkan.

Chi memilih Attack plus Softener karena tidak hanya membuat noda apapun termasuk yang paling bandel menghilang. Segala macam bau juga lenyap. Kandungan softenernya juga mampu melembutkan dan merawat pakaian sampai ke serat kain.

cara mencuci baju saat musim hujan agar tidak bau apek, attack anti bau

Detergent Attack yang ini juga lebih hemat pemakaiannya asalkan takarannya tepat. Kalau pakai mesin cuci pintu depan cukup masukkan 1/4 tutup botol untuk 1-15 potong pakaian. Bila sampai 25 pakaian, masukkan detergent cair sebanyak 1/2 tutup botol.

Kalau teman-teman menggunakan mesin cuci tutup atas, pemakaian detergent agak banyak. Untuk 15-20 pakaian gunakan 1/2 tutup botol. Bila sampai 25 pakaian gunakan detergent sebanyak 3/4 tutup botol.

Kalau udah dimasukkan ke mesin cuci, bisa Chi tinggal untuk mengerjakan hal lain. Gak perlu khawatir baju akan apek karena kelamaan direndam. Pakaian akan keluar dari mesin cuci dengan kondisi agak kering.

Tinggal dijemur sebentar. Kalaupun lagi musim hujan, panas matahari kurang juga Chi gak khawatir. Attack Anti Bau yang Chi pakai ini bikin pakaian gak bau meskipun kelamaan dijemur.

Cara mencuci yang praktis begini memang menyenangkan. Tadinya kan Chi gak suka mencuci dan menyetrika pakaian. Kalau sekarang PRnya tingga menyetrika aja. Mencuci udah ada solusinya yaitu pakai Attack Anti Bau.

Continue Reading
113 komentar
Share:

Selasa, 30 Juli 2019

Bebas Anyang-Anyangan Karena Prive Uri-cran Bikin Jalan-Jalan Semakin Seru

"Mbak Myra, kayaknya seru banget waktu jalan-jalan sama Keke dan teman-temannya."
"HAHAHA! Jalan-jalan sama beberapa anak abegeh waktu itu berisiko terkena anyang-anyangan!"

Tunggu ... tunggu ... Tentu aja para abegeh itu bukan penyebab langsung anyang-anyangan. Tetapi, beberapa drama yang terjadi saat jalan-jalan bersama mereka membuat Chi sempat menahan pipis. Nah, menahan pipis ini 'kan bisa berisiko terjadinya anyang-anyangan.

bebas anyang-anyangan, prive uri-cran, tips jalan-jalan seru

Bebas dari Anyang-Anyangan Karena Prive Uri-cran Bikin Jalan-Jalan Semakin Seru


Berawal dari dari keinginan Keke mengajak 8 sahabatnya (4 cowok, 4 cewek) di SMP untuk berlibur di Tanakita. Sebetulnya ini bukan pengalaman pertama. Dulu, saat Keke baru lulus SD juga dia mengajak 12 orang temannya ke Tanakita.

Chi sempat berpikir mengajak anak-anak SMP kayaknya tingkat kesulitannya gak seperti membawa anak SD. Mereka udah remaja dan seharusnya udah lebih bisa diatur. Kalau pun ada drama, kemungkinan anak perempuan dengan segala bawaannya yang seabrek.

Makanya sejak awal, Chi lebih menekankan ke Keke supaya mengingatkan teman-teman perempuannya untuk jangan terlalu banyak bawa barang bawaan. Karena kita semua bakal camping, buka menginap di hotel. Perjalanannya pun naik kendaraan umum.

Kami berencana kumpul pukul 04.30 wib di stasiun Cawang Atas. Kami pikir, setelat-telatnya pukul 5 pagi udah berangkat menuju Bogor. Kemungkinan perjalanan memakan waktu 1 jam. Masih banyak waktu lah untuk bersantai sebelum naik kereta menuju stasiun Cisaat.

Chi sudah membayangkan sarapan nasi uduk siram kuah kacang dulu di depan stasiun Paledang. Kalau mau ke toilet pun lebih nyaman karena biasanya gak se-antre di stasiun Bogor.

Tetapi, apa yang terjadi? Drama pun dimulai sejak awal keberangkatan! Bahkan Chi salah menduga. Justru bukan anak perempuan yang pada bikin drama, tetapi anak laki-laki. Huff!

2 anak laki-laki sudah menginap di rumah Keke sejak sehari sebelum keberangkatan. Anak-anak perempuan pun datangnya barengan. Semuanya pada on time. Tinggal 2 anak laki-laki lagi yang gak bisa dihubungi sama sekali.

Setelah ditunggu sekitar 30 menit, kami memutuskan untuk berangkat tanpa 2 anak itu. Last minute, mereka baru menghubungi. Ternyata, yang 1 kelupaan. Dia ingatnya berangkat tanggal 4, bukan tanggal 3. Jadi, bye! Terpaksa ditinggal, anaknya belum beberes sama sekali.

Kalau yang satunya lagi, malah tidur lagi abis sholat subuh. Ibunya nelpon minta ditungguin. Chi bilang nyusul aja ke stasiun Bogor. Kalau keburu, bakal ditungguin. Kalau enggak, ya bye juga.

Keke langsung tanya posisi temannya yang ketinggalan begitu kami turun di stasiun Bogor. Katanya, udah di stasiun Universitas Pancasila. Oh, berarti sebentar lagi sampai. Kami putuskan menunggu di stasiun Bogor. Sedangkan Nai dan ayahnya duluan ke stasiun Paledang untuk mencetak e-ticket.

Karena bilangnya udah di stasiun Unversitas Pancasila, Chi menahan diri untuk gak ke toilet. Antreannya suka panjang kalau di stasiun Bogor. Chi pikir nanti aja kalau udah di Paledang.

Ditungguin lama, keretanya gak datang juga. Rupanya sempat tertahan di stasiun Cilebut. Kemungkinan karena kereta menuju Sukabumi sedang berputar di stasiun Bogor. Chi yang tadinya santai mulai ketar-ketir.

Keke dan teman-temannya yang menggemaskan karena drama-drama selama perjalanan hehehe.

Begitu, dibilang kalau kereta mulai jalan lagi, Chi minta semua bersiap-siap. Chi instruksikan semua harus berlari ke stasiun Paledang. Gak boleh jalan. Waktunya udah mepet banget.

Eh, tau-tau 1 anak laki-laki menghilang!

Chi panik, dong! Yang satu belum datang, satunya menghilang. Sementara kereta menuju Sukabumi sudah datang. Chi langsung minta Keke dan 1 orang temannya yang laki-laki untuk mencari. Abis ditelponin gak diangkat juga. Ternyata, anak yang menghilang ini lagi di buang air besar. Eyaampuuun! Chi dari tadi nahan pipis supaya gak pada mencar-mencar. Eh, ini malah mendadak ada yang ngilang tanpa pamit. Yaaaa susah deh urusannya kalau harus diburu-buru saat perut lagi mules.

"Ayo, lari! Gak boleh pada jalan!"

Stasiun Bogor dan Paledang sebetulnya bersebrangan. Tetapi, kta gak bisa langsung menyebrang. Harus jalan sedikit memutar, naik jembatan, kemudian lanjut menyebrang. Kalau teman-teman pernah ke stasiun Bogor, pasti tau bagaimana ramainya jembatan penyebrangan di saat jam sibuk. Udah gitu tinggi pula jembatannya.

Tetapi, saat mengingat kami bisa ketinggalan kereta, Chi pun mendadak bisa berlari dengan kencang hahaha! Lha, tapi kok cuma Keke dan anak-anak perempuan yang berlari? Ke mana anak laki-laki? Eyaampuuunn! Ternyata mereka malah jalan santai sambil ngrobrol di jembatan. Iiihh, gregetan banget deh sama mereka!

"WOOOOIII! LARIIII, CEPETAAAAN!"

Chi udah berteriak-teriak dari seberang jembatan. Tangan Chi udah bergerak ke sana/i menandakan mereka harus berlari. Tetapi, mereka asik ngobrol! Baru nyadar setelah udah di bawah jembatan. Mereka baru lihat emak Keke yang lagi heboh banget. Mereka pun langsung berlari.

Akhirnyaaaa, sampai juga kami di stasiun Paledang! Begitu K'Aie membagikan tiket, kami langsung boarding. Kereta pun langsung jalan. Bener-bener mepet waktunya!

Selesai naro tas, duduk sejenak, kemudian Chi ke toilet untuk pipis. Legaaaa! Bener-bener lega karena kami gak ketinggalan kereta. Urusan buang air kecil pun masih lancar. Chi sempat khawatir kena anyang-anyangan karena sempat menahan pipis. Tinggal selonjoran dan beristirahat sejenak sampai waktunya turun di stasiun Cisaat.


Tentang Anyang-Anyangan dan ISK (Infeksi Saluran Kemih)


infeksi saluran kemih, isk pada wanita, anyang-anyangan
Sumber: Tirto

Terlepas dari segala drama saat traveling, Chi tetap menikmati setiap perjalanan. Makanya, gak pernah kapok sama yang namanya jalan-jalan. Tetapi, memang saat itu, Chi sempat khawatir kena anyang-anyangan lagi karena terpaksa menahan buang air kecil. Soalnya pernah merasakan kayak apa gak enaknya anyang-anyangan. Sampai nangis, lho!

Waktu itu, kejadiannya bukan saat traveling. Tetapi, karena baru pindahan rumah. Seharian beberes rumah sampai malas minum dan jarang banget ke toilet. Kena deh anyang-anyangan. Bolak-balik ke toilet, tapi keluarnya cuma sedikit-sedikit. Rasanya pun panas dan sakit.


combiphar, prive uri-cran, ekstrak cranberry

Pada acara Prive Uri-cran Women Community Talkshow dengan tema "Aktif dan Percaya Diri dengan Memelihara Saluran Kemih" di Grand Kemang Hotel, Jakarta (28/7), mbak Tanti Amelia sebagai salah seorang narasumber mengatakan kalau dulu sebelum tau Prive Uri-cran selalu mengikat jempol dengan karet gelang bila terkena anyang-anyangan. Teori yang salah sebetulnya, tetapi Chi juga baru tau hehehe.

Nah, kalau Chi dulu taunya minum air hangat sebanyak-banyaknya bila terkena anyang-anyangan. Tetapi, yang terjadi malah perut berasa kembung banget! Anyang-anyangan gak juga pergi. Itulah kenapa sampai menangis. Soalnya waktu itu belum tau Prive Uri-cran.

bakteri penyebab anyang-anyangan, bakteri e.coli, faktor penyebab anyang-anyangan

ISK bisa menyerang siapapun. Wanita (termasuk wanita hamil dan menopause), pria, bahkan anak-anak. Tetapi, wanita lebih rentan terkena anyang-anyangan karena

  1. Secara anatomi, saluran kemih wanita lebih dekat dengan anus dibandingkan pria.
  2. Wanita harus menggunakan air saat membasuh saat buang air kecil. Padahal air bisa menjadi tempat bakteri.
  3. Lebih sering menahan BAK (buang air kecil) karena wanita harus ke toilet saat ingin pipis.
  4. Resiko terekspos bakteri lebih tinggi melalui toilet umum.

4 hal di atas memang paling memungkinkan terjadi saat sedang jalan-jalan. Urusan toilet di perjalanan gak sekadar masalah antrean. Tetapi, seringkali juga menemukan toilet yang kurang bersih. Bikin galau kalau begini. Apalagi Chi termasuk orang yang jijik sama toilet kotor. 

Urusan toilet memang bisa jadi dilema saat traveling. Tapi, ya mau gimana lagi. Kalau keadaannya seperti itu, Chi memilih tetap buang air kecil. Daripada kena anyang-anyangan malah bisa bikin aktivitas kita terganggu.

Toilet yang kurang bersih memang menjadi salah satu sumber masuknya bakteri. Biasanya Chi memilih toilet jongkok daripada duduk. Bila gak ada toilet jongkok, terpaksa memilih yang duduk. Tetapi, dibersihin dulu bagian dudukannya dengan tissue basah.

Sebisa mungkin, Chi juga menghindari cebok menggunakan air yang ada di ember. Kita 'kan gak pernah tau udah berapa lama air itu ada di dalam ember. Belum tentu juga embernya bersih. Bahkan bisa jadi, ada yang ngobok-ngobok air di ember. *Ugh! Geli ngebayanginnya!

Bila ada gayung dan air keran di dalam toilet mengalir, biasanya Chi memilih menggunakan air langsung dari keran. Tentu membasuhnya dengan menggunakan gayung. Dibasuh dari depan ke belakang. Bagusnya kalau kita bawa gayung atau gelas kecil sendiri untuk membasuh. Udah lebih jelas kebersihannya kalau bawa sendiri.

ISK adalah infeksi pada saluran kemih yang terjadi pada mikroba. Sebagian besar kasus ISK karena bakteri. Tetapi, bisa juga disebabkan karena jamur dan pada kasus tertentu disebabkan karena virus.

Anyang-anyangan merupakan gejala awal Infeksi Saluran Kemih. Tetapi, menurut dr. Cepi Teguh, SpOG, MARS, untuk menentukan apakah seseorang terkena ISK perlu pemeriksaan dokter.

prive uri-cran, suplemen pencegah anyang-anyangan
Aktivitas sebagai blogger juga kadang-kadang membuat Chi suka malas bergerak. Apalagi kalau banyak deadline. Makanya, Chi tetap usahakan disiplin minum air putih sebanyak 1,5 s/d 3 liter per hari. Ditambah dengan minum Prive Uri-cran.

Meskipun demikian, jangan pernah anggap remeh anyang-anyangan. Hal pertama yang dirasakan kalau udah kena tuh capek! Ya itu, harus bolak-balik ke toilet karena keluarnya cuma sedikit-sedikit. Belum lagi menahan rasa sakitnya.

Anyang-anyangan mengganggu aktivitas banget. Bahkan bisa bisa kita jadi gak percaya diri gara-gara harus ke toilet. Ngebayangin saat harus ketemuan sama orang, tetapi kitanya bolak-balik ke toilet melulu gara-gara anyang-anyangan. Kan, jadinya bikin rasa percaya diri juga terganggu.

Ciri-ciri bila terkena anyang-anyangan adalah

  1. Ingin buang air kecil terus-menerus
  2. Buang air kecil terasa sakit/nyeri
  3. Buang air kecil tidak lancar

Bila terus diabaikan, bakteri bisa naik ke atas kemudian menimbulkan komplikasi lainnya yang jauh lebih berbahaya bagi kesehatan. Ginjal kita bisa kena. Serem 'kan kalau begitu. Sakit itu gak enak banget. Sakit juga mahaaaal.

5 dari 10 wanita pernah terkena ISK. 2 di antaranya mengalami kejadian ISK berulang.


Prive Uri-cran, Solusi untuk Anyang-Anyangan dan ISK


penyebab isk, infeksi saluran kemih

Chi sempat heran, kenapa minum air hangat tidak langsung berhasil menghilangkan anyang-anyangan. Padahal saat itu, Chi pikir, bila banyak minum maka air seni akan kembali encer. Tidak lagi berwarna kuning pekat. Anyang-anyangan pun akan segera hilang.

Chi baru tau jawabannya saat ikut talkshow hari Sabtu lalu. Volume kandungan kemih orang dewasa umumnya sekitar 300-400 ml. Semakin banyak minum, maka kandungan kemih akan semakin cepat penuh. Tetapi, masalahnya bila  sudah terkena anyang-anyangan berarti bakteri E.Coli sudah terlanjur menempel di dinding saluran kemih. Itulah kenapa meskipun sudah banyak minum, anyang-anyangan tidak lantas hilang. Bakterinya masih betah bertahan di dinding saluran kemih.

Menurut penelitian, Cranberry telah lama terbukti efektif mencegah ISK. Cranberry mengandung Proantosyanidin (PAC) yang dapat mencegah penempelan bakteri E.Coli pada dinding saluran kemih.

Masalahnya adalah cranberry bukan buah yang mudah ditemukan di Indonesia. Kalaupun ada yang jual harganya mahal karena import.

Chi pernah beli buah ini karena Nai minta dibeliin berbagai buah berry untuk dibikin jus. Bener banget kalau carinya itu susah dan harganya mahal. Udah gitu, rasanya pun gak enak kalau dimakan gitu aja. Ada rasa asam yang kurang nikmat kalau dimakan gitu aja. Memang enaknya dibikin jus.

Selain susah dicari, kita juga gak tau berapa takaran yang tepat mengkonsumsi cranberry setiap hari agar kesehatan saluran kemih tetap terjaga. Mendingan konsumsi Prive Uri-cran aja. Selain takarannya pas, juga aman diminum setiap hari.

Prive Uri-cran merupakan suplemen pertama di Indonesia yang mengandung ekstrak cranberry. Efektif mencegah anyang-anyangan dan ISK berulang.

Ada 2 jenis Prive Uri-cran yang bisa dikonsumsi, yaitu

  1. Prive Uri-cran (dalam bentuk kapsul). Komposisinya 250 mg ekstrak cranberry. Dosisnya 1-2 kapsul/hari.
  2. Prive Uri-cran Plus (dalam bentuk serbuk). Komposisinya 375 mg ekstrak cranberry, 60 mg vitamin C, 0,1 mg Lactobacillus Achidopillus, dan 0,1 mg Bifidobacterium Bifidum. Dosisnya 1-2 sachet/hari.

Prive Uri-cran memang bukan antibiotik, tetapi suplemen. Makanya aman bila minum setiap hari suplemen ini untuk menjaga saluran kemih tetap sehat. Selain itu, kandungan cranberry pada Prive Uri-cran berupa ekstrak. Jadi, kita benar-benar bisa merasakan manfaatnya.

Ini alasan kenapa lebih baik Prive Uri-cran diminum setiap hari, daripada antibiotik:

  1. Antibiotik kerjanya membunuh semua bakteri, termasuk bakteri baik (probiotik). Padahal probiotik justru bagus bagi tubuh kita. Makanya di Prive Uri-cran plus juga ada probiotiknya.
  2. Bila tidak diminum secara teratur, antibiotik akan menyebabkan resistensi pada tubuh. Ini keadaan di mana kuman menjadi kebal terhadap antibiotik yang dikonsumsi.
  3. Penggunaan antibiotik tidak aman bagi ibu hamil. Sedangkan Prive Uri-cran aman dikonsumsi ibu hamil dan anak-anak.
  4. Antibiotik tidak mencegah anyang-anyangan berulang. 

manfaat minum prive uri-cran setiap hari

Sejak terkena anyang-anyangan Chi memang selalu stok Prive Uri-cran Plus di rumah. Berikut beberapa alasan pribadi kenapa memilih yang plus:

  1. Ada kandungan plus-nya. Komposisi pada Prive Uri-cran plus tidak hanya ekstrak cranberry. Tetapi, ada kandungan lainnya yang juga semakin membantu kesehatan saluran kemih dan pencernaan.
  2. Praktis dibawa ke manapun. Bila perginya cuma beberapa jam aja, Chi cukup bawa 1-2 sachet. Tinggal masukin ke dalam tas. Kalau perginya beberapa hari, tinggal masukin ke tas obat-obatan.
  3. Rasanya lebih segar. Apalagi kalau diminum pakai air dingin. Cara bikinnya pun mudah. Sediakan satu gelas air putih, tambahkan 1 sachet Prive Uri-cran Plus, kemudian aduk rata hingga air berubah menjadi warna pink. Minum, deh.

tips menjaga kesehatan saluran kemih

Prive Uri-cran bisa didapatkan di Watsons, Guardian, Lazada (lazada.co.id/combiphar), Apotek K24. Kimia Farma, Viva Health, Rumah Sakit, dan berbagai apotek lainnya. Bila ingin tahu lebih lanjut tentang Prive Uri-cran bisa lihat di website uricran.co.id


Prive Uri-cran Digital Content Competition


anyang-anyangan, prive uri-cran, suplemen kesehatan saluran kemih

Saat ini, Prive Uri-cran sedang mengadakan weekly quiz di Instagram. Silakan teman-teman membuat konten di akun social media masing-masing dengan tema "Aktif dan Percaya Diri Bebas Anyang-Anyangan". Upload foto dan buat konten semenarik mungkin, asalkan sesuai tema.

Jangan lupa masukkan beberapa keyword berikut ke dalam konten, yaitu

  • Prive Uri-cran
  • Cranberry
  • Anyang-anyangan
  • Infeksi Saluran Kemih
  • ISK
  • Bakteri E.Coli
  • Minum Setiap Hari
  • #uricran #uricranwomenscommunity #combiphar #nama kota (contoh: Jakarta2)

Tag akun Prive Uri-cran dan 3 orang teman. Sertakan kalimat ajakan untuk ikut weekly quiz di akun Instagram Prive Uri-cran. Wajib like akun FB Prive Uri-cran (@priveuricran) dan akun IG @uricran.id.

Ikutan, yuk! Hadiahnya menarik banget, lho!

Continue Reading
23 komentar
Share:

Senin, 29 Juli 2019

Festival Literasi Sekolah 2019 - Cerdas Berliterasi Membangun Masa Depan Generasi Milenial

Akhir-akhir ini, Chi semakin sering mendengar kata literasi. Seberapa penting memiliki kecerdasan multiliterasi. Bahkan cerdas berliterasi juga dapat membangun masa depan generasi milenial.

Tetapi, apa sebenarnya literasi itu? Apakah sekadar bisa membaca dan menulis saja sudah cukup? Chi sendiri awalnya juga menganggap literasi adalah kemampuan membaca dan menulis, lho.

li.te.ra.si1 /litêrasi/

  1. n kemampuan menulis dan membaca
  2. n pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu: -- komputer
  3. n kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup

li.te.ra.si2 /litêrasi/

  • n penggunaan huruf untuk merepresentasikan bunyi atau kata

Kalau merujuk arti kata literasi menurut KBBI memang sepertinya tidak salah juga bila menganggap demikian. Literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Tetapi, bila dibaca arti lainnya, literasi memang lebih dari itu.

festival literasi sekolah 2019

Festival Literasi Sekolah 2019 - Cerdas Berliterasi Membangun Masa Depan Generasi Milenial



6 Literasi Dasar sebagai Kecakapan Hidup


6 literasi dasar

6 hal dasar ini sebetulnya sudah kita terapkan sehari-hari. Tetapi, apakah sudah cerdas berliterasi? Misalnya, literasi baca tulis tidak sekadar bisa. Cakap literasi baca tulis berarti kita mampu mengolah, menganalisa, serta menanggapi teks dengan baik dalam dunia sosial.

Cerdas literasi keuangan membuat kita mampu mengelola keuangan dengan baik. Tujuannya untuk kesejahteraan pribadi dan sosial. Cerdas digital juga semakin dituntut saat ini. Bagaimana kita memiliki pengetahuan serta kecakapan berbagai media digital dengan bijak, tepat, dan cerdas.


Literasi Abad ke-21 Bagi Generasi Milenial


diskusi masa depan generasi milenial, cerdas berliterasi

Festival Literasi Sekolah kembali digelar. Perhelatan yang memasuki tahun ke-3 ini dibuka oleh bapak Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Festival ini berlangsung dari tanggal 26-29 Juli 2019 di Plaza Insan Berprestasi, Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

Ada berbagai lomba dan aktivitas di sini. Chi datang pada hari Sabtu pagi dan langsung menyimak diskusi di panggung utama. Diskusi hari itu bertema, "Literasi Abad ke-21: Generasi Milenial, Bonus Demografi dan Teknologi Informasi dalam Dunia Pendidikan Kontemporer."

Terkesan berat ya judul temanya? Padahal enggak banget, lho. Malah pas banget dengan diskusi yang akhir-akhir sedang kami lakukan di rumah.

Lutvianto Pebri Handoko, ST., M. MT (CEO Aku Pintar,)mengatakan bahwa menurut ICCN (Indonesia Career Center Network), 87% pelajar Indonesia merasa salah jurusan. Lebih dari 71,7% pekerja Indonesia tidak bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Lutvianto mengakui kalau dirinya termasuk salah satunya. Lulusan sarjana kimia, tetapi kemudian berprofesi di bidang digital.

Dulu, orang masih menganggap kalau yang namanya kerja itu berarti ke kantor. Kerja di rumah, tetap akan dianggap pengangguran. Padahal di masa depan akan banyak lapangan kerja di mana kita gak perlu ngantor. Bisa dikerjakan di rumah.

Pandangan bahwa kerja itu harus ngantor juga yang membuat banyak pelajar masih salah memilih jurusan. Bertahun-tahun mengejar nilai dan gelar. Padahal passionnya bukan di sana.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Lutvianto, Dr. Sofian Lusa S.E.,M.Kom (Praktisi dan Akademisi Digital Ekonomi) pun mengatakan kalau saat ini memiliki keahlian sangatlah penting. Menurutnya, Google aja saat ini sudah menerima karyawan lulusan SMA. Bagi Google, lebih baik menerima karyawan lulusan SMA, tetapi memiliki keinginan tinggi dan mau dilatih. Daripada, menerima sarjana, tetapi sekadar mengandalkan ijazah.

Di era digital ini memang akan banyak mengakibatkan job lost di banyak industri. Tetapi, juga akan banyak menciptakan peluang baru. Perusahaan dan individu yang bisa beradaptadi dengan teknologi lah yang biasanya bertahan. Salah satu contoh peluang baru yang tercipta adalah bermunculannya usaha online.

Teknologi saja sebetulnya gak cukup. Apalagi di dunia digital ini, teknologi bisa bergerak dengan cepat. SDM yang tidak mampu beradaptasi akan tertinggal. Itulah kenapa kecerdasan literasi ini terus disosialisasikan. Jangan sampai kualitas SDM di negeri ini kalah dari negara lain. Akibatnya tidak mampu bersaing secara global, bahkan di negara sendiri.

Narasumber terakhir ada Athalia Hardian (None Jakarta 2018) yang menceritakan cita-cita dan usaha belajarnya hingga mampu menjadi salah satu mahasiswa di Universitas Indonesia jurusan Psikologi. Awalnya, Athalia bercita-cita menjadi dokter. Tetapi, ketika masuk SMA, dia merasa gak sanggup belajar kimia. Dia pun meminta izin orang tuanya supaya bisa pindah ke jurusan IPS.

Meskipun mengaku bukan murid terpintar di kelas, Athalia terus belajar dan mengikuti 2 bimbel hingga akhirnya diterima di UI. Pilihannya jurusan Psikologi karena dianggap masih serupa dengan cita-citanya menjadi dokter.


Berbagai Lomba dan Aktivitas di Festival Literasi Sekolah 2019


Festival Literasi Sekolah (FLS) kali ini sudah memasuki tahun ke-3. Selain diselenggarakan di Plaza Insan Berprestasi, FLS juga dilaksanakan di beberapa tempat lain di Jabodetabek.

FLS 2019 mengangkat tema "Multiliterasi: Mengembangkan Kemandirian dan Menumbuhkan Inovasi". Diharapkan seluruh pemangku literasi dapat mendorong warga sekolah untuk lebih mandiri dan inovatif saat menjalankan program literasi. Kemendikbud ingin menggugah masyarat tentang pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari.

karya smkn 26 Jakarta
Perpustakaan keliling karya SMKN 26, Jakarta. Menggunakan sepeda listrik dan ada fasilitas WiFi juga dari perpustakaan keliling ini
literasi mida transportasi bergerak
Kalau ini perpustakaan keliling karya SMKN 7 Surakarta. Ada hammock-nya! Pembaca bisa baca buku sambil tiduran di hammock.
Di sebelahnya, perpustakaan keliling karya SMKN di Sumatera Barat. Chi lupa SMK mana. Bentunya seperti rumah gadang. Nanti dibawanya pakai motor.


Ada berbagai macam aktivitas dan lomba di FLS 2019. Pesertanya pun tidak sebatas dari Jabodetabek. Tetapi, guru dan siswa se-Indonesia juga hadir di sini.

Chi juga sempat lihat karya yang dilombakan untuk Literasi Moda Bergerak. Ada 3 karya dari 3 SMK yang di sana. Mereka membuat perpustakaan keliling.
 
Hasil karya di stand Sekolah Dasar
Area SMK paling luas
Buku elektronik karya SMK Tridaya Pratama. Mereka menulis profil Mendan Arang. Seorang tokoh yang berdedikasi terhadap pelestarian budaya lokal, khususnya alat musik tradisional sampek.

Dari level SD hingga SMA memiliki area. Ada beberapa perwakilan sekolah di stand ini. Tetapi, area yang paling luas adalah SMK. Beragam hasil karya anak SMK se-Indonesia ada di festival ini.

hasil karya anak sekolah berkebutuhan khusus

Stand yang paling bikin Chi terharu adalah dari Sekolah Berkebutuhan Khusus. Kalau lihat hasil karya di stand ini semuanya bagus. Terharu sekaligus kagum banget dengan semangat dan karya yang dihasilkan. Luar biasa!


Di panggung utama digelar beberapa diskusi. Salah satunya yang sudah Chi ceritakan di awal. Ada juga diskusi-diskusi kecil di area lain. Berbagai komunitas literasi juga menyemarakkan FLS 2019.


 
Tadinya. Chi pengen beli kopi dan coklat yang dipamerkan salah satu SMK Papua. Sayangnya tidak dijual. Tetapi, di sini juga ada beberapa stand dari penerbit. Kita bisa membeli berbagai buku bacaan dengan harga murah tentunya.

Festival yang menarik banget, nih. Tidak hanya untuk siswa, guru, dan semua yang bergerak di bidang pendidikan. Orang tua pun sebaiknya ke festival ini. Agar semakin paham bahwa pendidikan tidak sekadar nilai bagus di raport. Tetapi, banyak aspek lain yang juga harus dilihat, dikembangkan , dan diapresiasi.

Continue Reading
58 komentar
Share:

Kamis, 25 Juli 2019

Pentingnya Asuransi Kesehatan untuk Perlindungan Keluarga

Sekian tahun lalu, Chi sempat protes ketika K'Aie membuat asuransi rawat inap bagi kami sekeluarga. Sikap ini berbanding terbalik saat K'Aie memutuskan membuat asuransi pendidikan untuk anak-anak.

Buat Chi, pendidikan memang sangat penting. Biayanya juga bisa cukup mahal. Kemungkinan juga biaya pendidikan akan naik setiap tahun. Jadi, memang butuh asuransi.

Tetapi, asuransi rawat inap? Memangnya K'Aie berharap kami sekeluarga sakit dan dirawat inap?

Pentingnya Asuransi Kesehatan untuk Perlindungan Keluarga

Pentingnya Asuransi Kesehatan untuk Perlindungan Keluarga


Chi memang cepat sekali berprasangka pada waktu itu. Sama langsung cepat protes hehehe. Padahal kalau mendengar penjelasan K'Aie, masuk akal juga. Pekerjaannya 'kan gak selalu di kantor. Kadang-kadang harus ke lapangan dan risikonya bisa cukup tinggi juga. Makanya merasa perlu buat asuransi rawat inap. Sekalian aja bikin untuk sekeluarga.

Gak ada satupun manusia yang ingin sakit. Tetapi, kadang-kadang sakit juga gak bisa ditahan kalau sudah datang. Seperti beberapa tahun lalu, Keke kena typus dan harus dirawat.

Sedih banget lah pastinya. Kami harus segera berbagi tugas pengasuhan. Keke yang gak mau ditinggal sama bundanya, membuat Chi ikut menginap selama beberapa hari di rumah sakit. Untungnya Nai mau mengalah. Gak rewel. Kalau enggak, bisa-bisa pikiran Chi makin tambah kusut.

Kalau siang, Nai ditemenin sama mamah. K'Aie selalu pulang kantor lebih cepat saat Keke dirawat supaya bisa ajak Nai menjenguk ke rumah sakit di sore hari. Paginya juga K'Aie menjenguk dulu sebelum berangkat kerja.

Ada cerita lucu waktu Nai jenguk kakaknya. Dia pakai baju gak matching banget. Kaos bunga-bunga, celana garis-garis. Pokoknya nabrak banget, deh. Bikin Chi gregetan. Tetapi, kata K'Aie, Nai yang pilih sendiri. Ya udahlah. Mungkin itu bedanya antara ibu dan ayah untuk urusan dandanin anak hahaha.

Tidak hanya tentang pengasuhan. Dirawat selama beberapa hari juga bikin Chi kepikiran berapa biayanya. Alhamdulillah, ternyata untuk biaya tertolong banget sama asuransi rawat inap yang kami punya.


Cara Memilih Asuransi Kesehatan yang Tepat


Sejak itu, Chi menganggap asuransi kesehatan juga sama pentingnya dengan asuransi lain. Tetapi, tentunya jangan sampai salah memilih. Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih asuransi kesehatan.

  1. Anggaran - Berapa banyak kemampuan anggaran yang akan kita habiskan untuk melindungi diri sendiri dan keluarga
  2. Tanggungan maksimal - Perhitungkan tanggungan maksimal yang bisa didapat sekeluarga. Pertimbangkan dengan anggaran yang dikeluarkan
  3. Jumlah tanggungan - Asuransi kesehatan untuk keluarga tentunya lebih dari 1 tanggungan. Perhitungkan berapa anggota keluarga yang ingin ditanggung.
  4. Proses Pengambilan Klaim - Nah ini juga jangan sampai menjadi masalah. Pilihlah asuransi yang memang banyak dipercaya masyarakat dan proses klaim mudah.

Sebetulnya masih banyak pertimbangan lainnya. Seperti rumah sakit mana aja yang mau menerima asuransi yang kita miliki, penyakit apa saja yang ditanggung, dan lain sebagainya. Tentunya jangan diabaikan pula proses saat membeli.

Dulu, ketika kami memutuskan memiliki asuransi, prosesnya lumayan rumit. Berlembar-lembar dokumen penawaran harus kami baca satu per satu dengan teliti. Di era digital saat ini, membeli asuransi bisa jauh lebih praktis karena sistemnya online. Tentunya lebih menghemat waktu kalau prosesnya online.

Jangan khawatir juga dengan informasi yang akan didapat bila membeli secara online. Kalau di Lifepal, segala informasi krusial tentang asuransi yang dibutuhkan sudah tersedia. Ada kalkulator premi juga yang hasilnya akan keluar dalam waktu sekian detik.

Enak ya beli asuransi di zaman sekarang. Kalau, teman-teman sudah terpikirkan memiliki asuransi apa?

Continue Reading
2 komentar
Share:

Rabu, 24 Juli 2019

Berkomunikasi dengan Remaja - Pokoknya Gitu!

Bunda: "Gimana di sekolah, Dek?"
Nai: "Ya, gitu."
Bunda: "Gitu gimana?"
Nai: "Begitulah pokoknya."


Ambil buku jadwal MPLS di tas Nai

Bunda: "Hari ini ada penjelasan tentang lingkungan sekolah. Dijelasin apa aja?"
Nai: "Dijelasin gitu-gitu, lah."
Bunda: "Dek! Dari tadi gitu-gitu melulu. Jawaban lain kenapa, sih!"
Nai: "Ya gimana? Emang gitu."

cara berkomunikasi dengan remaja, masa puber, dunia remaja

Berkomunikasi dengan Remaja - Pokoknya Gitu!


Celotehan tepat setahun lalu yang Chi tulis di FB, muncul lagi di beranda melalui fitur See Your Memories.

Nai gak sedang marah. Tetapi, begitulah salah satu kelakuan dia saat masa puber. Jadi irit ngomong!

Sebelum Nai, Chi sudah pernah menghadapi Keke yang lagi puber. Tetapi, tetap aja ya menghadapi anak yang lagi puber butuh kesabaran ekstra. Pastinya tergantung mood Chi juga. Kalau mood lagi enak, Chi bisa sabar menghadapi anak puber. Tetapi, kalau lagi baperan, suka bikin Chi kesel bahkan sampai nangis karena merasa jadi gak dekat lagi sama Nai.

Ya, sedih aja kalau ingat gimana nempelnya Nai ke bundanya. Sampai kelas 5 aja, Nai masih nangis malam-malam karena ingat sama bunda saat dia lagi ikut pesantren kilat yang diadakan sekolahnya. Padahal tempat pesantrennya enak di Jambuluwuk Puncak Resort. Tetapi, gak pengaruh ma Nai. dia tetap menangis di malam pertama hehehe.

Makanya pas kelas 6 bikin acara perpisahan di Citra Cikopo Hotel & Cottages, kami memilih menginap di tempat yang sama. Khawatir Nai nangis lagi. Ketika Chi bilang kalau udah SMP harus belajar pulang sekolah sendiri, dia protes. "Gak mau! Pokoknya Ima maunya sama Bundaaaa!"

Eh, begitu masuk SMP, sikapnya berubah. Tidak hanya mau pulang sekolah sendiri. Nai pun aktif ikut salah satu ekskul di sekolah. Bahkan ketika ada pelantikan, Nai ikuti dengan senang hati. Padahal menginapnya di sekolah. Bukan di penginapan yang bagus seperti waktu SD.

Gak tiba-tiba berubah juga. Menjelang lulus SD memang Nai mulai kelihatan lebih pendiam. Kalau diajak ngobrol sepotong-sepotong.

Chi paham kalau itu sebetulnya proses yang sedang dilalui Nai saat menghadapi masa puber. Tentunya, prosesnya gak sama bagi setiap anak. Jangankan dengan anak-anak lainnya. Antara Nai dan Keke pun berbeda-beda. Kalau Keke, lebih ke arah perubahan mood yang suka mendadak berubah. Dari yang kelihatan senang, mendadak jadi kesel tanpa sebab.

Cara yang pas buat menghadapi anak puber memang tarik ulur. Kalau lagi begitu, Chi pura-pura cuek. Nanti kalau mood mereka lagi baik, ya Chi deketin lagi. Tetapi, (sekali lagi) kadang-kadang kalau mood mereka dan Chi lagi sama-sama gak baik, akhirnya bentrok 😂.

[Silakan baca: Begini Cara Berkomunikasi dengan Remaja]

tips berkomunikasi dengan remaja, masa puber,

Pastinya Chi berusaha untuk terus gak putus komunikasi dengan mereka. Setelah bentrok selesai, Chi akan berusaha menjelaskan kenapa emosi. Tentu gak langsung saat itu juga. Tunggu beberapa saat. Bisa beberapa jam atau beberapa hari kemudian. Pokoknya tunggu suasana dingin dulu.

Chi jelaskan kenapa terpancing emosi. Ungkapkan juga kalau Chi sebetulnya paham mereka sedang memasuki masa puber. Tetapi, Chi minta mereka untuk berusaha berubah. Intinya, jangan sampai begitu masa puber lewat, hubungan Chi dengan anak-anak menjadi renggang. Kalau begini bakal sedih berkepanjangan.

Ya, begitulah 'nikmatnya' saat anak-anak lagi masa puber. Chi gak tau sampai berapa lama fase seperti itu akan berlalu. Mulainya aja bisa berbeda-beda. Seingat Chi, Keke mulai turun naik moodnya di akhir kelas 5. Begitu masuk SMP mulai agak stabil. Sedangkan Nai justru mulai kelihatan perubahan ketika menjelang SMP. Apakah ini ada kaitannya juga dengan haid pertama? Chi juga gak tau.

Semua itu akan berlalu. Seperti halnya Keke, Nai pun udah mulai banyak lagi ngobrolnya. Udah mulai cerewet lagi meskipun kadarnya gak seperti waktu kecil. Sekarang, mulai suka ngamar juga. Tetapi, setidaknya kalau diajak ngobrol udah bisa lebih cerita. Gak sekadar bilang gitu, gitu, dan gitu melulu. Kalau sekarang saingan komunikasinya dengan Google hehehe.

[Silakan baca: Berkomunikasi dengan Remaja - Ibu vs Google]

Makanya pas ocehan Nai itu kembali muncul di beranda FB, Chi ketawa. Eyaampuuunn! Setahun yang lalu, Nai pernah seperti itu hehehe.

Teman-teman yang putra/i-nya udah remaja, ada keseruan apa saat mereka puber? Atau masih inget gak dulu saat kita puber seperti apa tingkah lakunya? 😄

Continue Reading
46 komentar
Share: