Sunday, March 31, 2019

Cara Memaksimalkan Penghasilan dari Blog dengan Google Ad

Cara Memaksimalkan Penghasilan dari Blog dengan Google Ad - Cung! Siapa yang merasa resah saat lihat DA blog turun banget? Pasti resah karena penawaran kerjasama content placement biasanya melihat DA/PA, yakan?

Senang banget saat mendapatkan undangan untuk hadir di acara ProPS x Blogger Perempuan Network Gathering pada hari Sabtu (16/3) di Plaza Kuningan, Jakarta. Acara yang bertema "Earn More from Your Blog with Google Ad Monetization Solution.

Acara ini sangat menarik karena pada waktu bersamaan banyak blogger yang sedang resah, sedih, bahkan jadi pembicaraan di mana-mana gara-gara Domain Autorithy (DA) pada turun. Jadi semacam diingatkan kembali kalau penghasilan dari blog gak hanya berdasarkan patokan DA/PA. Malah di acara justru ini kami dikenalkan bagaimana cara memaksimalkan pendapatan blog dari Google Ad.


Tips Membuat Konten yang Google Friendly


cara membuat konten yang blogger friendly,
Nunik Utami, Professional Blogger dan Content Writer


Oke, sebelum membahas tentang sumber pendapatan blog, tentu kita gak boleh lupa kalau konten seharusnya menjadi hal yang paling utama. Content is The King seharusnya bukan sekadar jadi kalimat tanpa arti.

Menurut mbak Nunik Utami, Professional Blogger dan Content Writer, ketika ada kejadian seperti DA yang turun bersama-sama seharusnya gak usah khawatir. Brand ataupun agensi biasanya akan tau dan menyesuaikan dengan keadaan.

Tetapi, membuat konten yang bagus seharusnya ditanamkan di pikiran. Beberapa brand atau agensi justru tertarik bekerjasama karena konten-konten yang ada blog kita itu bagus.


Tips membuat konten yang bagus adalah menulislah dengan hati dan perhatikan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI)

Jangan khawatir tulisan menjadi kaku bila menulis menggunakan EBI. Tetap bisa luwes, kok! Asal terus dilatih dan banyak membaca. Terbiasa menulis dengan EBI juga menghindari kita dari membuat kalimat yang ambigu. Malah menurut mbak Nunik kalau konten kita bagus, gak hanya brand yang tertarik. Bisa juga suatu saat nanti akan ada penerbit yang mengajak kita membuat buku.

Ada 4 bagian tentang cara membuat konten yang bagus, yaitu


Tematik

Dalam 1 artikel sebaiknya fokus dengan 1 bahasan. Misalnya jangan membuat tulisan tentang cara membuat paspor anak dan mengurus bagasi yang hilang. Bisa saja 2 kejadian itu memang dalam satu rangkaian perjalanan. Tetapi, ketika dituangkan dalam bentuk tulisan, sebaiknya dipisah saja menjadi 2 artikel.


Informatif

Suka baca tulisan curhat? Tulisan yang murni curhat, ya. Kalau seperti itu, apa yang akan didapat dari tulisan tersebut? Gak ada. Sebaiknya tetap ada informasi yang akan disampaikan meskipun dari tulisan curhat.

Pembaca juga bisa membaca karakter penulis. Bila kita terbiasa menulis curhat doang, lama-lama akan jadi ciri khas. Begitu kita menulis sesuatu yang informatif, belum tentu pesannya sampai. Udah terlanjur dianggap paling kita cuma bisa curhat.


Kronologis

Artikel yang kronologis biasanya lebih enak dibaca. Jadi usahakan menceritakan sesuatu secara detil dari awal hingga akhir, ya.


Solusi

Ada beberapa pembaca yang membaca artikel kita karena memang butuh solusi. Nah, kalau balik lagi ke tulisan curhat, tentunya pembaca gak akan dapat apapun kecuali si penulis menulis solusi dari curhatannya. Pastinya bakal bikin pembaca senang dan akan kembali membaca artikel kita yang lain.

Paragraf pertama itu kunci! Menurut mbak Nunik, paragraf pertama triknya harus informatif sekaligus membuat pembaca penasaran dan akan lanjut membaca hingga tuntas.

Setelah terbiasa membuat konten yang baik, tentu harus dibuat Google Friendly tulisannya. Semakin tulisan kita berada di peringkat atas, tentu semakin banyak yang membaca. Mbak Nunik memberikan 3 tips bagaimana caranya konten yang dibuat itu Google Friendly


Trend

Konten berdasarkan trend terbagi 2 yaitu sesaat dan sepanjang masa. Tulisan parenting biasanya banyak yang trendnya sepanjang masa. Konten yang sesaat juga boleh. Tetapi, usahakan jangan yang sampai mengundang pro dan kontra, deh.


Judul yang Tepat

Pembaca akan membaca tulisan kita bila dari judulnya sudah menarik. Apalagi diperkuat dengan paragraf pertama yang mampu menggiring pembaca ke paragraf-paragraf selanjutnya,


Teknik Dasar SEO

Pusing sama SEO? Menurut mbak Nunik, tidak perlu menjadi pakar SEO. Tetapi, paling tidak kita paham dasarnya. Cara sederhananya bisa cari keyword dengan search di Google. Meta description, backlink, dan subheading juga harus diperhatikan. Tetap ya konten itu harus diutamakan.

Masukkan keyword di judul dan link. Usahakan juga di paragraf pertama ada keyword. Google mengenal tulisan sejak paragraf pertama, makanya diusahakan ada keyword. Sedikit dan banyaknya keyword disesuaikan dengan jumlah kata dalam satu artikel. Semakin banyak kata dalam artikel, maka keyword yang disisipkan juga semakin banyak. Penempatan keyword disebar ke beberapa paragraf. Tetapi, kadang-kadang, membuat konten yang bagus dan SEO itu 'berantem'. Contohnya, kata 'disekolah' ternyata lebih banyak dicari daripada ' di sekolah'.


Maksimalkan Monetisasi Iklan Melalui Google Ad


Ilona Juwita, CEO ProPS - Google Channel Partner


"ProPS adalah Google channel partner yang akan bekerjasama dengan publisher, blogger, media atau siapapun untuk membantu memonetisasi medianya dalam ranah platform Google terutama melalui iklan," ujar mbak Ilona Juwita, CEO ProPS - Google Channel Partner

Teman-teman ada yang pasang adsense di blog? Sudah menghasilkan atau belum? Kalau ada masalah dengan adsense, saat menghubungi melalui support Google akan cepat direspon atau enggak?

Menurut mbak Ilona, pendapatan Google dari iklan terbagi atas 2 sumber yaitu premium publisher dan long tail. Premium publisher kurang lebih ada 20, termasuk di antaranya adalah Kompas, Detik, hingga Brilio. Sedangkan yang masuk ke dalam kelompok long tail salah satunya adalah blogger. Jumlahnya bisa sampai ratusan ribu.


Sebanyak 80% pendapatan Google dari iklan sumbernya dari kelompok long tail. Sisanya dari premium publisher.

Pendapatan Google dari iklan justru sumber terbanyak berasal dari long tail. Sampai 80%, lho. Tetapi, karena kelompok long tail itu platform kecil-kecil, Google gak mungkin menangani sendiri. Karyawan Google Indonesia yang menangani monetisasi platform hanya berjumlah 2 orang. Itupun semuanya mengurus premium publisher. Oleh karena itu penting adanya Google Channel Partner yang akan membantu platform long tail.

Salah satu masalah yang biasanya ditemui oleh blogger yang pasang adsense di blog adalah billing yang gak kunjung dapat karena belum tercapai. Blogger bisa bekerjasama dengan Google Channel Partner seperti ProPS supaya bisa tetap mendapatkan penghasilan meskipun belum tercapai jumlah minimum.

ProPS tidak hanya membantu platform long tail bisa terjadi masalah saja. Tetapi, juga bisa membantu memonetisasi penghasilan dari blog secara maksimal. Ada 3 masalah utama blogger ketika memonetisasi iklan yaitu


Website Performance

Traffic menjadi PR utama blogger yang akan dimonetisasi. Masalah akan bertambah bila penempatan iklan juga gak tepat. Loading blog yang lama juga berpengaruh terhadap performance. Hati-hati dengan traffic yang datang ke blog kita. Invalid traffic bisa datang dari sumber yang buruk (salah satunya dengan memberi backlink di website yang buruk). Jangan juga sering klik iklan kita di blog sendiri atau saat blogwalking.

Pernah kejadian konten kita discrapping? Konten kita diambil oleh platform lain. Bila platform yang mengambil ini terlalu dominan, akhirnya adsense kita yang bermasalah. Platform yang mengambil konten-konten dari para blogger tujuannya juga supaya dapat penghasilan dari adsense. Parahnya lagi, kalau platform seperti ini kontennya bisa terus ada di page one, malah mereka yang akan dianggap memiliki konten organik. Padahal kita yang susah payah membuat konten organik tersebut.


UI/UX Layout Desain Website

Penempatan iklan harus dipastikan berada di area yang keterlihatan iklan dan potensi kliknya tinggi. Saat ini, netizen lebih banyak yang membaca secara mobile. Sudah tidak ada blog yang desktop trafficnya di atas 20%. Jadi setting blog kita menjadi mobile first view.

Ada yang mengatakan settingan mobile first view akan terlihat jelek bila dibaca di desktop. Menurut mbak Ilona itu memang benar. Tetapi, bila kita berharap traffic banyak datang, maka settingan ini yang harus dipilih. Malah ada blog yang 99% trafficnya berasal dari mobile.


Optimalisasi Platform

Ada 2 cara mengoptimalisasi pendapatan melalui iklan yaitu

  1. Adsense, "Pay per Click" di mana advertiser membayar atas setiap klik iklan
  2. Ad Exchange, "Pay per Impression" di mana advertiser membayar atas setiap iklan yang terlihat

Sepintas memang terlihat lebih enak pakai Ad Exchange. Tetapi, persyaratannya jauh lebih rumit bila teman-teman ingin mendapatkan akun Ad Exchange sendiri yaitu

  1. Minimal 20M pageview per bulan
  2. Mendapatkan penghasilan dari Adsense $250 per hari
  3. Google akan memastikan kalau kita mengerti mengelola Adsense

Pusing gak lihat persyaratannya? Hehehehe. Hanya premium publisher yang bisa melakukannya. Kalaupun blogger ingin mendapatkan yang seperti ini butuh partner seperti ProPS. Tetapi, implementasinya memang tetap gak mudah.

Mulailah membuat konten yang berkualitas untuk mendatangkan traffic. Kalau mau penghasilannya besar, buat konten yang bisa mendatangkan global audience. Terutama untuk kontem perempuan peluangnya besar, lho. Konten-konten dunia perempuan biasanya harganya lebih mahal.


Amerika, Inggris, Canada, dan Australia adalah negara-negara yang paling berpotensi mendapatkan CPM besar. Tetapi, kita tidak harus menggunakan bahasa Inggris saat membuat konten global. Silakan saja bila ingin membuat konten berbahasa spanyol, mandarin, arab, atau lainnya. Asalkan pastikan dulu target audience blog kita untuk negara mana.

CPM di luar negeri harganya bisa jauh lebih besar. Sebagai contoh, untuk bahasa Arab bisa sampai $25 per CPM. Sedangkan CPM di Indonesia hanya 20 sen. Salah satu penyebabnya karena di Indonesia sudah over supply

Bagaimana bila kita tidak bisa bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya? Bisa menyewa transleter. Kalau melihat penghasilan para blogger yang berhasil karena Google Ad meskipun gak bisa bahasa asing, kayaknya memang gak ragu menyewa jasa transleter.

Menurut mbak Ilona, mendalami monetisasi iklan melalui Google Ad memang bisa berhari-hari. Jadi pada acara gathering hari itu hanya mengenalkan secara garis besar saja. Mbak Ilona juga menceritakan tentang salah satu blog yang sukses dimonetisasi iklannya melalui ProPS di akhir sesi.


Memang banyak pintu untuk meraih rezeki dari blog. Mendapatkan job review juga salah satu sumber penghasilan. Tetapi, kan belum tentu setiap bulan dapat. Kalau mau penghasilan yang stabil, monetisasi melalui iklan di Google bisa menjadi jawabannya. Tentunya dengan syarat harus paham cara mengelolanya. ProPS Google Channel Partner akan bersedia memberikan bantuan bagi kita yang termasuk kelompok long tail ini.

Jadi setelah ini gak usah galau lagi sama DA/PA, ya. Sumber penghasilan blog ada bermacam-macam. Salah satunya melalui Google Ad. Teman-teman tertarik? Silakan hubungin ProPS di props.id atau IG @props_indonesia

Continue Reading
42 comments
Share:

Friday, March 29, 2019

3 Hotel di Bandung untuk Libur Lebaran

Beberapa waktu lalu, Chi ajak K'Aie ngobrol tentang rencana libur lebaran. Udah ngomongin lebaran aja, ya. Padahal Ramadan aja masih sebulan lagi hehehe. Chi lagi mikir, tahun ini bakal menginap di hotel mana kalau mudik ke Bandung?

Sudah beberapa tahun terakhir ini, kami memang selalu booking hotel saat mudik ke Bandung. Gak hanya kami sekeluarga, tetapi juga bersama orang tua dan adik. Udah pernah Chi ceritakan alasannya di blog ini ataupun blog traveling kenapa lebih memilih menginap di hotel daripada di rumah keluarga besar. Jadi Chi gak akan ceritakan alasannya lagi, ya.


3 Hotel di Bandung yang Jadi Pilihan


Biasanya kami menginap di hotel sekitar 2-5 hari. Kalau masih ingin memperpanjang liburan, menginapnya di rumah keluarga. 3 hotel ini pernah jadi pilihan keluarga kami pada saat lebaran

Karena menginapnya bisa beberapa hari, tentu urusan perut juga jadi pertimbangan. Chi punya penilaian masing-masing tentang kuliner di 3 hotel ini.


Ibis Styles Bandung Braga

Setahu Chi, Ibis ini punya 3 tipe hotel. Coba deh teman-teman perhatikan, ada yang logonya merah, hijau, dan biru. Ibis berlogo merah targetnya untuk para pebisnis. Ibis Styles yang berlogo hijau itu cocok untuk keluarga. Sedangkan Ibis berlogo biru adalah ibis budget.

Biasanya kami menginap di Ibis Styles Bandung Braga. Dari 3 hotel yang akan Chi ceritakan, hotel Ibis Styles ini yang paling sering kami pilih. Termasuk hotel yang baru dibangun di kawasan jalan Braga.

Hotelnya gak besar, begitupun dengan kamarnya. Chi suka dengan menu sarapan di sini. Cukup banyak pilihan dan rasanya juga enak. Bisa betah deh berlama-lama sarapannya. Tetapi, kalau menginap di sini kayaknya gak bakal pusing cari makanan. Sekitaran jalan Braga banyak penjual makanan mulai dari kaki lima hingga resto.

Fasilitas di dalam hotel juga lumayan lah. Terutama untuk anak-anak ada tempat bermainnya. Kolam renang pun ada. Tetapi, memang hanya untuk anak. Kedalamannya hanya 0,6 meter. Kamarnya didisain instagramable. Cocok tuh kalau mau foto-fotoan di kamar.

Di sini pun selalu ramai. Malah seringkali macet bergitu mendekati area hotel karena dekat banget dengan tempat wisata Alun-Alun Bandung. Teman-teman mau wisata selfie atau sekadar main ke taman alun-alunnya, tinggal jalan kaki.


El Royale

Buat yang seangkatan ma Chi mungkin sempat gak tau hotel El Royale. *Berasa tua banget ya bilang seangkatan hehehe.* Tetapi, kalau bilang Grand Royal Panghegar bakal lebih tau, deh.

Grand Royal Panghegar yang baru-baru ini berganti nama jadi El Royale memang termasuk hotel legendaris. Nuansa hotel jadul masih berasa di sini. Tetapi, gak spooky, lho.

Paling suka dengan ukuran kamarnya. Pilih kamar yang paling kecil aja ukuran kasurnya besar. Kami tidur berempat aja masih muat. Masih ada sofa bed juga. Kalau bawa anak kecil yang senang lari-larian pun masih leluasa, deh.

Kekurangan di sini adalah rasa makanannya yang biasa aja. Gak banyak pilihan juga. Beberapa hari menginap di sana juga menu sarapannya hampir serupa. Kurang bervariasi padahal yang menginap banyak banget, lho. Area sarapan aja sampai pindah ke ballroom. Dan kabarnya ballroom hotel ini termasuk yang terbesar di Bandung.

Asiknya di sini kolam renangnya lumayan besar. Ada kolam anak dan dewasa. Di pinggir kolam, ada cafe yang makanannya enak-enak. Apalagi pizzanya wajib dicoba, deh!


The Naripan Hotel

The Naripan juga termasuk hotel tua yang memiliki wajah baru. Hotelnya gak besar, tetapi lumayan lah menginap di sini. Menu sarapannya juga cukup enak dan bervariasi.

Ada kolam renang berukuran kecil di sini. Tetapi, gak sekecil yang di Ibis. Setidaknya orang dewasa masih bisa berenang di hotel ini. Gak sekadar main air.

Kekurangannya adalah hotel ini gak kedap suara untuk kamar yang menghadap jalan raya. Padahal jalan Naripan yang memang berdekatan dengan jalan Braga termasuk kawasan ramai. Buat yang harus tidur dengan suasana tenang seperti papah saya bakal kurang nyenyak tidurnya. Padahal waktu itu booking tipe suite room. Tetapi, tetap aja gak nyenyak karena cukup berisik.


Booking Hotel untuk Libur Lebaran di Pegipegi


Bulan Ramadan masih sebulan lagi. Insya Allah, kita semua masih diberi kesempatan untuk menikmatinya. Aamiin.

Malam ini, Chi lagi iseng cari hotel untuk lebaran. Kemudian ketemu artikel sekitar setahun lalu di salah satu portal berita. Judulnya dan isi beritanya bikin Chi ngikik. Jadi, katanya diprediksi tingkat hunian hotel saat libur Idul Fitri tahun 2018 tuh bakal sepi.

Padahal ya kalau ingat lagi pengalaman tahun lalu, kami sangat susah mencari penginapan. Hotel murah hingga mahal semua full booked! Lebaran tahun lalu kami memang tetap menginap di hotel. Tetapi, kadang-kadang kami punya kebiasaan menambah waktu menginap selama 1-2.

Kalau tahun-tahun sebelumnya biasanya bisa. Tetapi, tahun kemarin kami bener-bener gagal. Pesen OTA hingga mendatangi hotelnya langsung juga gak bisa. Penuh di mana-mana. Memang kalau lagi peak season begini berisiko juga ya booking hotel mendadak. Untung aja kami punya keluarga yang tinggal di Bandung. Jadi tetap bisa menginap di sini. Coba jalau enggak? Batal deh nambah liburnya.


kemudahan memilih pegipegi, pepepoin, diskon dan promo, kemudahan pembayaran
Alasan memilih Pegipegi


Makanya, Chi sekarang mulai kepoin Pegipegi, nih. Mendingan cari dari jauh hari. Kalau perlu sekalian booking hotel. Siapa tau lagi ada promo hotel, yakan. Diskon dan promo memang menjadi salah satu alasan kenapa memilih Pegipegi. Selain itu ada banyak metode pembayaran yang bisa dipilih. Jadinya gak bikin ribet.

3 hotel yang Chi tulis di sini lokasinya saling berdekatan. Kalau pilih kuliner sarapannya, Chi lebih suka di Ibis. Tetapi, kalau ingat menu-menu lainnya, el Royale punya menu yang enak di cafe dekat kolam renang. 

Hmmm ... Enaknya menginap di hotel yang sama lagi atau enggak, ya? Cari dulu deh dari sekarang pakai Pegipegi.

Continue Reading
2 comments
Share:

Monday, March 25, 2019

Bagus Mana, Sablon Dtg Digital Atau Sablon Manual?

Pada era teknologi sekarang ini, bisnis sablon kaos menjadi salah satu peluang usaha yang sedang populer. Kemampuan seni desain grafis teman-teman dapat tersalurkan dengan baik melalui bisnis sablon. Maraknya permintaan pasar dalam memenuhi kebutuhan pakaian seperti seragam untuk kegiatan organisasi masyarakat menjadikan sablon sebagai ladang bisnis yang menjanjikan.

bagus mana sablon dtg digital atau sablon manual

Tidak jarang sebagian besar permintaan yang datang dari customer yang memiliki kriteria desain sendiri sesuai dengan keinginan. Oleh sebab itu, sablon merupakan solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan desain baju untuk customer. Penting bagi para pebisnis sablon untuk lebih menghadirkan pelayanan secara maksimal sehingga akan membuahkan customer loyal terhadap usaha sablon yang sedang dijalankan.


Metode dalam Sablon


Penting bagi teman-teman untuk memahami sisi lain dari peluang bisnis percetakan yaitu penerapan metode yang sesuai untuk memulai usaha jasa sablon kaos. Banyak sekali pebisnis sablon mengklaim bahwa akan memberikan hasil yang bagus, akan tetapi perlu teman-teman ketahui bahwa setiap usaha tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Sebelum menentukan teknik sablon yang sesuai digunakan pada bisnis, maka lakukanlah survei untuk mengetahui permintaan pasa.

Teknik manual merupakan metode sablon yang banyak digunakan para pengusaha sablon. Sudahkah teman-teman mengetahui alasan utama pebisnis lebih memilih teknik sablon manual? Hal ini ditenggarai karena teknik manual tidak menggunakan unsur peralatan digital. Tetapi, memanfaatkan fungsi kayu, cat screen dan sejenisnya untuk membuat sablon.

Selain teknik manual, terdapat pula metode sablon yang menggunakan berbagai media mesin digital. Teman-teman cukup mengoperasikan mesin cetak untuk membuat desain yang diinginan. Teknik ini dikenal dengan istilah DTG (Direct to Garment).

Teknik manual dan DTG pada dasarnya memiliki kelebihan dan kekurangan dalam produksi. Dibawah ini adalah keunggulan dan kelemahan masing-masing teknik.


Keunggulan Teknik DTG Dan Teknik Manual


  1. Teknik DTG dapat beroperasi lebih efektif dari pada teknik manual. Tidak bisa dipungkiri dengan kehadiran mesin digital dan peran serta manusia mampu menghasilkan produksi berjalan lebih cepat. Akan tetapi sebaliknya, teknik manual tidak dapat menghasilkan produksi dengan cepat karena hanya memanfaatkan peran serta manusia dalam proses produksi sablon sampai selesai. Terbatasnya tenaga manusia, membuat percetakan sablon DTG pada mesin memiliki keunggulan tersendiri. 
  2. Teknik DTG lebih mudah diaplikasikan dan menghasilkan desain cetakan yang bagus. Mesin ini memudahkan teman-teman untuk mencetak sablon kaos dalam jumlah banyak. Hasil yang dihasilkan juga memiliki perbedaan ke tajaman gambar sehingga tampak terlihat jelas berbeda dengan kaos lainnya. Penggunaan Teknik DTG memungkinkan teman-teman puas dengan hasil yang akan diberikan. 
  3. Sablon kaos manual memiliki biaya operasional yang lebih murah dibandingkan dengan teknik DTG yang memerlukan perawatan mesin dan kualitas tinta. Kondisi ini akan mempengaruhi biaya produksi sablon yang berbanding lurus terhadap pematokan harga yang ditawarkan kepada para customer. 
  4. Teknik manual memungkinkan teman-teman menghasilkan cetakan sablon yang lebih tebal dan bagus apabila dibandingkan dengan pengguaan teknik DTG. Hal tersebut dikarenakan penerapan teknik manual akan membuat warna yang lebih jelas. 



Kelemahan Teknik DTG Dan Teknik Manual


  1. Berbeda dengan Metode DTG, teknik manual memiliki keterbatasan dalam mencetak foto dan gambar. Hal ini dapat dilihat dari hasil cetakan sablon foto yang kurang jelas dan lambat-laun dapat memudar. 
  2. Penggunaan teknik DTG memerlukan biaya produksi yang relatif mahal dan berbeda dengan metode manual. Hal ini menyebabkan banyak pebisnis sablon memilih teknik manual karena terjangkaunya biaya produksi dan perawatan alat. 
  3. Kelemahan teknik DTG lainnya dapat ditemukan dari ketersediaanya fasilitas percetakan. Teknik manual akan lebih digunakan oleh para pebisnis pemula yang minim ongkos dalam mengawali usaha sablon.

Continue Reading
No comments
Share:

Sunday, March 24, 2019

Tips Merawat Kulit Wajah Agar Tidak Berjerawat untuk Remaja

Tips Merawat Kulit Wajah Agar Tidak Berjerawat untuk Remaja - Salah satu perubahan fisik yang terlihat ketika Keke dan Nai mulai remaja adalah kulit wajah berjerawat. Udah mulai bye-bye deh sama wajah dengan kulit bayi. Chi pun mencari tau berbagai tips agar jerawat gak jadi masalah berkepanjangan bagi mereka.

tips merawat kulit wajah agar tidak berjerawat untuk remaja

Chi memang sengaja cari berbagai tips menghindari jerawat di wajah karena kurang punya pengalaman dengan masalah satu ini. Wajah Chi jarang banget jerawatan sampai sekarang. Tetapi, saat di usia mereka, jerawat kecil-kecil banyak timbul di punggung.

Pada saat itu Chi gak merasa risau. Mungkin karena jerawatnya di punggung jadinya cuek aja karena gak kelihatan. Chi juga gak mencari tau penyebabnya apa. Belum ada Google juga kan pada masa itu dan Chi malas bertanya ke sana-sini. Singkat cerita, permasalahan di jerawat di punggu pun selesai. Lupa sejak kapan itu jerawat menghilang dan gak balik sampai sekarang.


5 Cara Merawat Kulit Wajah Remaja 


Oke balik lagi ke masalah jerawat kulit wajah. Jerawat mulai timbul di wajah Keke saat dia mulai puber. Jerawatnya lumayan besar-besar dan banyak. Ya, meskipun Keke itu anak laki-laki, tapi kasihan juga melihatnya.


Menjaga Kebersihan

Faktor kebersihan bisa mempengaruhi timbulnya jerawat. Chi yakin itu karena setiap kali liburan dan mereka banyak di rumah, pasti kulit wajah terlihat lebih bersih dan mulus hehehe.

Keke dan Nai mulai timbul jerawat sejak SMP. Nah, di sekolah mereka ini gak ada AC di kelas. Berbeda dengan saat masih di SD. Pastinya mereka jadi lebih berkeringat, termasuk kulit wajah.

Chi menyarankan untuk rajin dibersihkan. Tetapi, jangan mencuci muka saat kulit masih terasa panas dan berkeringat. Cukup dilap pakai handuk atau kain bersih aja dengan cara ditekan perlahan.

Jerawat Nai memang gak sebanyak Keke. Chi pernah melihat 1 jerawat berukuran cukup besar di pipi Nai, trus besoknya dia mendapatkan haid pertama. Selebihnya jerawat dia kebanyakan kecil-kecil kayak biang keringet, terutama di area jidat. Makanya Chi menyarankan Nai untuk selalu menjaga kebersihan rambut termasuk poninya supaya gak bikin wajah jerawatan.

[Silakan baca: Nai dan Haid Pertama]


Mengkonsumi Makanan Sehat

Makanan yang dikonsumsi juga bisa menyebabkan timbulnya jerawat. Bahkan ada beberapa orang yang menghindari makanan tertentu supaya jerawat tidak timbul. Sejauh ini, Chi belum memberikan pantangan apapun untuk Keke dan Nai. Alasannya karena Chi dan K'Aie juga gak punya pantangan makanan apapun. Jadi makan apa aja lah yang penting mengutamakan makanan sehat untuk konsumsi sehari-hari. Jajannya sesekali aja.

[Silakan baca: Mengatur Pola Makan Sehat untuk Remaja]


Minum Air yang Cukup

Tentu banyak alasan kenapa kita harus minum air dalam jumlah yang cukup. Salah satunya adalah untuk menjaga kesehatan kulit wajah. Berbagai masalah kesehatan pada kulit wajah dan bagian tubuh lainnya akan timbul kalau sampai kurang minum. Jadi jangan sampai kita mengalami dehidrasi, ya!


Hindari Stress

5 cara merawat kulit wajah agar terhindar dari jerawat
Sekarang wajah Keke sudah lebih mulus dibandingkan 2 tahun lalu saat pertama kali jerawatan


Stress ternyata bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya jerawat. Dari beberapa artikel yang Chi baca, hormon utama stress yaitu cortisol akan membuat sebum dalam jumlah yang terlalu banyak. Akibatnya pori-pori tertutup dna bakteri terjebab di dalam sehingga menimbulkan jerawat.

Padahal di masa puber ini kan mungkin ada aja yang bikin mereka stress. Beban pelajaran, hubungan sosial, dan lain sebagainya. Bahkan di saat puber ini, gak heran kalau mood swing banget. Tetapi, memang harus diusahakan sebisa mungkin tetap bahagia.

[Silakan baca: Jumpalitan dan Tips Menghadapi Masa Puber]


Rajin Berolahraga

Nah, kalau dari beberapa artikel yang Chi baca, olahraga bisa mencegah timbulnya jerawat atau malah kebalikannya. Jadi olahraga sebetulnya membuat tubuh bugar. Kalau tubuh kita sehat kan berefek ke kulit juga, termasuk ke wajah. Tetapi, kalau kita gak bisa jaga kebersihan setelah berolahraga malah nantinya akan timbul jerawat.

Saat seusia Keke dan Nai, Chi termasuk yang malas merawat wajah. Pengennya mereka jangan begitu, lah. Tetapi, Chi juga gak pengen kulit mereka terlalu banyak bersentuhan dengan produk kosmetik atau skincare. Cukup pelembap dan sunscreen yang aman bagi kulit mereka ya gak apa-apa.

Pengennya sih mereka perawatan dengan cara alami aja dulu. Termasuk saat wajah sedang berjerawat. Makanya Chi mulai cari-cari nih skincare alami untuk wajah berjerawat. Chi lihat kulit wajah Keke sekarang lebih mulus dibandingkan sebelumnya. Nai juga jarang terlihat berjerawat. Ya semoga akan akan seperti itu terus.

Continue Reading
4 comments
Share:

Friday, March 22, 2019

Tips Memilih dan Merawat Pisau

Tips Memilih dan Merawat Pisau - Bagi yang sehari-hari berkutat di dapur, pisau menjadi sesuatu yang sangat penting. Memasak tanpa menggunakan pisau, rasanya gak mungkin. Tapi, apakah teman-teman tau bagaimana memilih dan merawat pisau yang tepat?

tips memilih pisau
Sumber: pexels.com


Dua minggu lalu, kami sekeluarga belanja bulanan di salah satu hypermarket. Gak hanya belanja, kami juga sekalian ingin menukar stamp yang sudah dikumpulkan sekian bulan.

Sayangnya, stamp yang kami kumpulkan kurang setengahnya untuk mendapatkan pisau yang kami incar, yaitu pisau khusus memotong daging berukuran besar. Bisa aja menambah sejumlah uang, tapi kok ya malas. Pengennya gratisan hahaha.

Akhirnya kami memilih pisau jenis lain. Pisau yang kami pilih ini bisa juga untuk daging. Hanya berbeda bentuk aja. Selain itu bisa juga untuk memotong sayur dan buah. Jadi lebih multifungsi.



Tips Memilih Pisau


Sebetulnya di rumah, pisau yang kami punya lumayan lengkap. Dari mulai pisau besar hingga pisau buah. Tetapi, setiap kali melihat pisau yang bagus *apalagi gratis hehehe* selalu aja tertarik.

Ada 3 kriteria yang kami pertimbangkan saat memilih pisau yang baik, yaitu


  1. Terbuat dari bahan yang tidak mudah berkarat
  2. Berat pisau
  3. Pegangan pisau

Hal pertama yang Chi lihat saat membeli pisau memang bahannya. Di rumah keluarga besar Chi masih ada tuh pisau yang dari besi. Tajam banget, makanya masih dipakai sampai sekarang. Tetapi, Chi gak suka pisau seperti ini karena mudah berkarat.

Langkah kedua, menimbang berat pisau. Chi suka pisau yang terasa agak berat daripada yang ringan. Gak akan bikin pegel kok saat memotong. Malah kalau terlalu ringan, Chi khawatir pisaunya akan mudah patah.

Terakhir Chi mencoba pegangannya. Nah justru kalau mau merasakan pakai pisau bakal pegal atau enggak dari pegangannya. Kalau pegangannya udah gak enak, bikin jadi pegal saat memotong meskipun pisaunya tajam.

Di pasaran banyak jenis pisau. Tetapi, kalau untuk di dapur rumahan, kami rasa gak memiliki koleksi jenis pisau yang lengkap pun gak apa-apa. Cara memilih pisau juga sebetulnya bisa lebih dari 3 langkah. Chi juga suka memperhatikan sudut pisau dan lain sebagainya.


Tips Merawat Pisau


Di salah satu acara demo memasak, seorang chef pernah berkata kalau pisau itu harus dianggap sebuah investasi. Makanya jangan sembarangan memilih pisau. Apalagi buat seorang chef. Gak heran juga ya kalau di pasaran harga pisau bisa sangat beragam.

Nah, setelah memilih pisau, kita juga harus tau bagaimana merawatnya. Chi punya 3 langkah merawat pisau yaitu:


  1. Segera cuci pisau setelah selesai digunakan
  2. Keringkan dengan lap bersih
  3. Simpan terpisah dari peralatan lain

Pisau memang sebaiknya jangan dibiarkan lama dalam keadaan kotor. Selesai dipakai, segera dicuci dengan tangan. Jangan gunakan mesin pencuci piring. Meskipun pisau yang kita miliki itu terbuat dari bahan yang tidak mudah berkarat, tetapi sebaiknya pisau yang sudah dicuci segera dikeringkan dengan lap bersih.

Pisau yang sudah kering disimpan di tempat yang terpisah dari peralatan lain. Tujuannya supaya pisau tidak menggores-gores benda yang bisa berpotensi jadi tumpul atau ujungnya patah. Pisau di rumah digantung di tempat bermagnet yang khusus pisau.

Kapan pisau boleh diasah? Tentunya kalau sudah tumpul. Tetapi, sejauh ini Chi belum pernah mengasah pisau. Bertahun-tahun pisau yang kami pakai tetap awet. Alhamdulillah.


Membeli Pisau Buah di Shopee


tips merawat pisau

Beberapa waktu lalu, Chi baru aja pulang dari salah satu kebun agrowisata di daerah Subang. Lagi panen buah naga di sana.

Chi langsung ingat sama Keke dan Nai yang memang senang mengonsumsi buah. Makanya beli buah naga agak banyak dan nanas juga. Udah kebayang nikmatnya smoothie buah naga dicampur nanas.

Memotong buah enaknya pakai pisau yang tidak terlalu besar dan ujungnya tajam. Malah kalau buahnya kecil kayak jeruk atau buah naga enakan pakai pisau yang kecil aja.

Continue Reading
26 comments
Share:

Wednesday, March 20, 2019

Resep Beef Burger

Resep Beef Burger - Cung! Siapa yang suka beef burger? Kami sekeluarga termasuk yang suka makanan satu ini. Tetapi, kadang-kadang ada rasa gak puas saat menikmatinya. Chi akan ceritakan alasannya sekaligus berbagi resep beef burger ala Dapur KeNai di postingan ini.

resep beef burger

2 Alasan Tidak Puas Menikmati Beef Burger


Beef burger udah jadi jajanan favorit sejak Chi masih SD. Burger ala abang gerobakan di kaki lima yang daging burgernya tipis dan isiannya ala kadarnya, tetap berasa nikmat. Sampai sekarang pun Chi masih suka burger ala-ala seperti ini.

Buat Chi, burger kaki lima maupun resto punya kenikmatan masing-masing. Tetapi, Chi juga punya alasan kenapa kadang-kadang kurang bisa menikmati beef burger, yaitu


Makan Selalu Berantakan

Gak tau kenapa, Chi kalau makan beef burger pasti berantakan. Makanya suka malas pesan menu ini kalau lagi di resto. Mendingan dibungkus dna makannya di rumah. Kalau udah di rumah kan gak perlu makan cantik ala instagramable hahaha!


Gak Puas Sama Daging dan Isian Lainnya

Meskipun burger ala abang gerobakan tetap nikmat, tetapi ada kalanya Chi juga pengen burger berukuran besar. Kendalanya suka mager kalau makan di luar. Mau bikin sendiri, daging burger yang ada di pasaran ukurannya suka kurang besar. Makanya Chi selalu double dagingnya untuk satu roti. Tentu aja supaya dagingnya jadi tebal.

Masih belum puas juga sama dagingnya, Chi pun mulai bikin daging burger sendiri. Sebetulnya Nai duluan ding yang suka bikin sendiri. Rasa daging burger buatan dia enak, lho. Chi minta diajarin cara bikinnya. Eh, malah dijawab, "Bunda belajar sendiri aja di YouTube." Eyaampuuunn! 😂

Chi pun mulai cari-cari resep di YouTube. Cari yang paling mudah dulu. Tapi, kayaknya semuanya mudah, deh. *Gaya bangeeeuuut! 😎* Beneran lho bikinnya paling 30 menitan aja. Udah bisa dapat setangkap burger yang enak. Tentu rotinya beli jadi, ya. Hingga saat ini Chi belum pernah belajar bikin roti sendiri.

[Resep: Beef Bulgogi]


Resep Beef Burger ala Dapur KeNai


resep beef burger ala dapur kenai


Bahan-Bahan:

  • 4 buah roti burger / hamburger bun
  • 500 gr daging sapi cincang
  • 1 buah bawang bombay, diiris-iris
  • 2 siung bawang putih, geprek kemudian dicincang halus
  • 200 gr jamur champignon, diiris-iris
  • Iceberg lettuce, cuci bersih lalu tiriskan
  • 4 lembar keju cheddar
  • Mayonnaise
  • Barbeque sauce
  • Air
  • Tepung terigu
  • 2 bungkus Masako Kaldu Sapi
  • Mentega


Cara Membuat:

  1. Campur daging cincang dengan 1,5 bungkus Masako, kemudian diaduk rata menggunakan tangan
  2. Bagi daging menjadi 4 bagian. Masing-masing dibulatkan, kemudian dipipihkan
  3. Panaskan mentega hingga meleleh
  4. Masukkan bawang bombay,  bawang putih, dan jamur. Aduk hingga seluruh bahan terlihat lemas
  5. Tambahkan saus barbeque secukupnya. Aduk rata kembali
  6. Tambahkan sedikit air dan setengah bungkus Masako. Setelah mendidih beri sedikit terigu
  7. Aduk terus hingga kuah mengental kemudian matikan api dan biarkan dingin
  8. Panaskan wajan datar dan beri sedikit mentega
  9. Setelah mentega meleleh, masukkan daging. Gunakan api kecil
  10. Setelah sisi bagian bawah terlihat matang, balik daging. Kemudian bagian atasnya diberi keju cheddar lembaran
  11. Masak hingga seluruh bagian daging matang dan keju meleleh
  12. Kembali lelehkan mentega di wajan yang datar. Masukkan hamburger bun. Panaskan sebentar saja hingga roti hangat dan bagian pinggir ada sedikit gosong


memasak daging burger
resep daging burger
Daging matang hingga ke dalam


Menyusun Burger:

  1. Oles bagian bawah dengan mayonnaise hingga rata
  2. Tata selada di atas mayonnaise
  3. Beri daging burger di atas selada
  4. Kemudian siram dengan jamur barbeque


Tips:

  1. Chi menggunakan daging cincang yang ada lemaknya biar rasanya lebih nikmat. Tetapi, bila teman-teman lebih memilih daging yang tanpa lemak juga bisa
  2. Daging burger yang Chi buat ini paling sederhana karena hanya diberi tambahan Masako. Tadinya mau Chi kasih bawang bombay seperti yang biasa Nai buat. Bahkan mau Chi kasih juga saus barbeque supaya dagingnya punya citarasa yang unik. Tetapi, Nai menyarankan mendingan dagingnya gak usah dikasih saus barbeque karena udah ada di jamur. Baique!
  3. Jangan sering membolak-balik daging saat dimasak. Nanti daging burger malah hancur. Biarkan masak di satu sisi, kemudian dibalik, Jadi cukup sekali balikan saja.
  4. Bila daging cincang disimpan di kulkas, biarkan dulu hingga dinginnya hilang di suhu ruang. Memasak daging dalam keadaan dingin membuat daging burger bagian luar cepat matang, tetapi dalamnya masih mentah.
  5. Chi tidak memberikan saos tomat atau irisan tomat seperti yang umumnya ditemukan di beberapa burger. Saus barbeque sudah ada rasa asam, makanya Chi rasa gak perlu dikasih tomat lagi
  6. Sebetulnya untuk isian burger itu bebas aja. Bisa ditambahkan telor ceplok, irisan tomat, saos sambal, dan lain sebagainya. Ikuti saja kreativitas dan selera masing-masing. Tetapi, usahakan isiannya komplit alias jangan daging aja. Kalau bisa ada sayurnya juga.


Masako Membuat Memasak Menjadi Lebih Praktis


masako kaldu sapi, resep beef burger

Kalau dilihat lagi resepnya, Chi gak tambahkan gula dan garam sama sekali, lho. Biasanya Chi selalu pakai 2 bahan itu untuk penyedap. Tetapi, dalam sebungkus Masako ini udah komplit. Kalau Chi tambahkan gula dan garam lagi kayaknya jadi terlalu berlebihan rasanya.

Komposisi sebungkus Masako kaldu sapi adalah sebagai berikut garam, penguat rasa (mononatrium glutamat, dinatrium 5 ribonukleotida), gula, ekstrak daging sapi (2.05%), perisa sintetik (daging sapi, daging sapi panggang, kokumi, thymi, pala), lada, bawang putih, ketumbar, pewarna karamel kelas IV, protein kedelai terhidrolisa, pengental gom xanthan, bawang merah.

Nah cukup komplit kan komposisinya? Tadinya Chi pengen menambahkan lada lagi ke adonan daging, tetapi gak jadi karena udah berasa ladanya dari Masako.

Baidewei, sudah mengenal Masako, bumbu penyedap masak ini, kan? Chi rasa banyak yang sudah mengenalnya. Apalagi Masako bisa dengan mudah didapatkan di mana-mana. Termasuk yang formula baru ini. Di pasar tradisional hingga minimarket juga udah tersedia. Kalau Chi belinya di toko grosiran dekat rumah jadi harganya lebih murah lagi. Cukup Rp5.000,00 udah dapat serenceng (12 bungkus).



Bumbu kaldu Masako berbentuk butiran. Chi suka dengan butirannya yang tidak halus ini karena jadinya gak lengket di tangan. Setiap butirannya mengandung semua bahan baku. Dibuat bubuk supaya lebih awet mudah larut ke dalam masakan. Kemasannya yang dari plastik berlaminasi alumunium foil juga melindungi kaldu dari udara dan sinar matahari langsung.

Bumbu masak Masako terbuat dari daging dan berbagai bumbu pilihan yang berkualitas dna diproduksi di pabrik sendiri. Rempah-rempahnya diseleksi langsung oleh bagian produksi. Kalau untuk daging sapi menggunakan sapi lokal dan Australia (sapi brahman). Bagian paha depan yang dijadikan kaldu karena dagingnya banyak. Tetapi, pilih yang gak banyak lemak supaya kaldunya tidak terlalu berminyak. Dibandingkan formula sebelumnya, ekstrak daging pada Masako kali ini lebih banyak sehingga terasa lebih lezat.



Baik kaldu sapi maupun ayam semuanya sudah memiliki logo halal MUI. Dan yang Chi suka lagi ada resep di setiap kemasan Masako. Ya, kadang-kadang suka bingung mau masak apa. Jadi tinggal lihat resepnya aja buat disontek atau dijadikan inspirasi masakan.

Ada tulisan 'Ayo Makan Sayur' di kemasan bagian belakang. Masako memang ingin berkontribusi dengan mengajak para ibu lebih sering memasak sayur di rumah. Lebih memperhatikan lagi pola gizi seimbang dan mengurangi pemakaian garam.

Jadi, sudah masak apa hari ini?

Continue Reading
73 comments
Share:

Tuesday, March 19, 2019

MEBO, Salep untuk Mengatasi Luka Bakar Hingga Tuntas

MEBO, Salep untuk Mengatasi Luka Bakar Hingga Tuntas - Luka bakar bisa terjadi kapan dan di mana saja. Bahkan di rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman malah risikonya bisa sampai 70%. Kok, bisa? Chi akan jelaskan di artikel ini. Tetapi, pastinya untuk menangani luka bakar hingga tuntas gunakan MEBO salep bukan hal-hal lain yang sebetulnya hanya mitos.

mebo, salep luka bakar


Waspadai Penyebab Luka Bakar di Rumah


Rumah memang seharusnya menjadi tempat teraman dan ternyaman. Tetapi, kenapa risiko tertingginya justru di rumah? Yuk, kita cek satu per satu. Tetapi, sebelumnya harus diketahui dulu kalau yang namanya luka bakar gak hanya karena api.


Miyak Panas

Tentu ini aktivitasnya dengan memasak. Siapapun yang kesehariannya rutin di dapur, mungkin udah pernah terkena cipratan minyak meskipun sudah berusaha hati-hati. Chi biasa aja kalau lagi menggoreng ikan atau ayam. Ya, sesekali kecipratan minyak panas memang pernah. Tapi, kalau udah menggoreng ati ayam, baru deh rempong. Lebih meletup-letup minyaknya. Makanya suka ditutup wajannya saat menggoreng, Teapi, tetap aja merasa ngeri-ngeri sedap kalau lagi menggoreng ati ayam.


Air Panas

Suatu hari Chi pernah masak sop buntut pakai panci presto. Kayaknya waktu itu lagi gak fokus. Begitu masakan dirasa sudah matang, panci bertekanan tinggi itu langsung dibuka tutupnya.

Duaaar! Suaranya kenceng banget udah kayak sesuatu yang meledak. Gak hanya kaget, air yang lagi panas-panasnya itu tumpah sebagian ke badan. Panas dan perih pastinya, untuk gak meninggalkan bekas.

Luka bakar karena air panas juga bisa saja terjadi saat menggunakan dispenser. Nah, biasanya paling khawatir kalau punya anak kecil, nih. Kadang-kadang kan suka pencetin tombol dispenser. Memasak air panas untuk minum atau mandi juga bisa beriko, lho.


Alat Elektronik dan Listrik

Siapa yang pernah terkena setrika panas? Chi juga pernah. Lagi-lagi karena gak fokus karena nyetrika sambil nonton tv hehehe. Chi juga pernah kesetrum saat lagi nyolokin kipas. Ada-ada aja, deh.

Anak kecil juga bisa kesetrum, lho. Misalnya memasukkan benda logam seperti garpu ke stop kontak. Ya memang sekarang juga sudah banyak peralatan listrik yang aman, tetapi tetap saja harus berhati-hati.


Terkena Knalpot Panas

Ibu-ibu yang sehari-hari antar jemput anak dengan menggunakan motor juga bisa terkena knalpot. Gak hanya ibunya yang kena, anaknya juga. Malah anak kecil suka langsung main turun aja dari motor.


Bahan-Bahan Kimia

Deterjen, sabun pencuci piring, cairan pembersih lantai, dan lain sebagainya buat sebagian orang dirasa terlalu keras kandungannya. Akibatnya tangan menjadi panas seperti terbakar, kering, gatal, dan lain sebagainya.


Lain-Lain

Mbak Tanti Amelia - Blogger, Doodler, dan Motivator -, yang menjadi salah seorang narasumber di acara MEBO, Aksi Nyata untuk Luka Bakar di Watsons Mall Margonda City, Depok (17/3), bercerita pada saat sedang beraktivitas membuat kreasi bersama anak-anak ada yang terkena lilin panas. Suasana menjadi cukup heboh. Ya, kebayang kayak apa rasanya terkena lilin panas apalagi buat anak-anak.

Di rumah pun bisa juga terkena lilin panas. Misalnya saat mati lampu, anak-anak suka penasaran dan memainkan lilin. Bisa juga anak-anak menyalakan kompor tanpa sepengetahuan orang dewasa


Tangani Luka Bakar dengan Penatalaksanaan yang Tepat, Bukan dengan Mitos



Kayaknya kalau melihatnya banyaknya risiko luka bakar di rumah jadi ngeri. Solusinya bagaimana, nih? Makan dan minum delivery order aja? Urusan cucian serahkan ke laundry? Pekerjakan asisten rumah tangga untuk mengepel, mencuci piring, dan lain sebagainya? Pekerjakan juga baby sitter untuk bantuin menjaga anak? Naik mobil aja supaya gak kena knalpot?

Ya gak gitu juga solusinya. Bukan gak boleh, lho. Tetapi, setiap rumah tangga pasti punya alasan masing-masing kenapa tetap masak, menyetrika, mencuci, dan segala hal dilakukan sendiri. Berhati-hati tetap harus. Tetapi, bagaimana bila tetap kejadian?

Ada 3 tingkat derajat luka bakar. Derajat yang paling ringan adalah terkena sinar matahari. Menurut dr. Aryanto Habibi, SpBP-RE, dokter spesialis bedah plastik di Siloam Hospital Bogor, kunci untuk menangani luka bakar ada di penatalaksanaan pertama.

Pertolongan pertama bila pada luka bakar seperti terkena cipratan minyak panas, air panas, dan lain sebagainya adalah didinginkan di air mengalir selama sekitar 20 menit. Cukup didinginkan dengan air mengalir supaya panasnya tidak menyebar ke bagian lain. Jangan pakai es atau apapun yang terlalu dingin karena bisa mengganggu peredaran darah. Langkah selanjutnya dikasih salep luka bakar. Jangan dikasih tepung, kecap, mentega, atau odol, ya!


Penatalaksanaan yang tepat sejak awal akan mempengaruhi penanganan di tingkatan selanjutnya. Begitupun dengan hasil penyembuhannya.

Saat ini memang masih banyak masyarakat yang memberi tepung, mentega, odol, bahkan kecap bila terjadi luka bakar. Padahal itu semua hanya mitos. Bahan-bahan tersebut memang bisa membuat efek nyama. Misalnya kayak odol yang umumnya mengandung menthol. Ketika dioles ke luka bakar, akan membuat kulit terasa dingin. Tetapi, semuanya tidak memiliki efek menyembuhkan. Salah-salah malah tambah parah lukanya.

Ada juga kan kejadian di mana luka bakar jadi menggelembung seperti ada cairan di dalamnya. Biasanya disebut dengan melenting. Nah, kalau sampai terjadi hal seperti ini, jangan disobek kulitnya. Cukup ditusuk saja dengan jarum yang steril untuk mengeluarkan cairannya.

Luka bakar boleh ditutup atau dibuka. Gak enaknya kalau ditutup, bisa menimbulkan rasa sakit saat kain kassanya dilepas karena menempel ke kulit. Tetapi, luka jadi lebih steril dan kulit pun tetap lembap. Kebalikannya bila luka dibiarkan terbuka.

Dulu, kita menganggap kalau bekas luka sudah kering berarti mau sembuh. Padahal seharusnya kulit tetap dijaga kelembapannya. Oleh karena itu dr. Aryanto menyarankan kalau di rumah sebaiknya ditutup saja.


Beberapa kasus luka bakar bisa menyebabkan trauma berkepanjangan. Ada juga yang akhirnya meninggalkan bekas di kulit. Bagaimana bila bekasnya berada di area yang terlihat seperti wajah. Memang seharusnya luka bakar diselesaikan secara tuntas hingga bisa diminimalkan bekasnya.


MEBO, Salep Luka Bakar dari Bahan Alam


mebo untuk mengatasi dan menyembuhkan luka bakar

Setelah penatalaksanaan awal dengan menyiram di air yang mengalir, tahap selanjutnya adalah mengoleskan salep luka bakar. Disarankan menggunakan MEBO karena

  1. Terbuat dari bahan alam seperti rimpang coptidis, phellonderi, dan akar scutellarie yang mampu meredakan nyeri akibat luka bakar dan membantu regenerasi sel.
  2. Mengandung minyak wijen yang dapat melembapkan kulit dan menyembuhkan lebih baik dengan meminimalkan bekas luka
  3. Tidak mengandung antibiotik yang sebetulnya pada penanganan pertama belum diperlukan

mebo salep luka bakar dari bahan alam

Aroma wijen tercium kuat saat salep ini dioleskan ke kulit. Kan, bikin Chi jadi lapar hahaha. Oleskan tipis saja ke luka. Formula salep ini cepat meresap dan agak sedikit terasa hangat di kulit.

Menurut ibu Yosephine Carolline, Brand Manager Combiphar, MEBO sebetulnya bisa untuk semua luka luar. Tetapi, bukan untuk luka memar. Misalnya kita jatuh kemudian kulit tergores, bisa gunakan salep ini.

Dalam rangka peluncuran MEBO di Watsons, saat ini sedang ada promo spesial berupa diskon Rp15.000,00. Dari harga normal Rp96.500,00 menjadi Rp.81.500,00.  Promo berlangsung dari tanggal 15 Maret s/d 15 April 2019. Tetapi, teman-teman harus memiliki voucher diskonnya terlebih dahulu. Vouchernya bisa didapatkan di Watsons Pondok Indah Mall (15-17 Maret 2019), Mall Kelapa Gading (22-24 Maret 2019), dan Mall Margonda City Depok (29-31 Maret 2019).


cara mengatasi luka bakar

Untuk saat ini, hanya tersedia 1 ukuran saja yaitu 20gr. Masa kadaluarsanya bisa sampai 3 tahun asalkan disimpan di tempat yang kering dengan suhu di bawa 30 derajat celcius. Udah pas deh kalau MEBO jadi salah satu 'penghuni' kotak P3K di rumah. Buat jaga-jaga bila sampai terjadi luka bakar meskipun kita berharapnya selalu sehat dan selamat kan, ya.

Continue Reading
25 comments
Share:

Monday, March 18, 2019

Mengatur Pola Makan Sehat untuk Remaja

Mengatur Pola Makan Sehat untuk Remaja - Saat Keke mulai masuk SMP, Chi kepikiran dengan pola makannya. Pengennya tetap mengkonsumsi makanan sehat. Tetapi, bagaimana ya cara mengaturnya supaya di usia remaja ini Keke tetap terbiasa memiliki pola makan sehat?

Sebetulnya kalau dilihat dari durasi jam sekolah tidak berbeda jauh dengan saat dia masih SD. Malah kayaknya sedikit agak panjang jam pelajaran Keke saat SD. Tetapi, apa Keke masih mau membawa bekal ke sekolah?

Saat SD Keke membawa bekal ke sekolah. Hanya sesekali aja dia jajan di kantin. Tetapi, Chi sempat ragu ketika dia mulai masuk SMP. Khawatir dia merasa malu karena merasa udah remaja. Apalagi usia remaja kan mulai terpengaruh dengan teman. Siapa tau ada temannya yang ngeledek kalau Keke membawa bekal ke sekolah.

Chi udah siap-siap aja mau kasih dia uang jajan. Meskipun dalam hati agak khawatir karena jajanan kantin di sekolahnya kayaknya kurang higienis.



Tips Pola Makan Sehat


Chi lalu mengajak Keke berdiskusi. Chi ceritakan plus minusnya tentang membawa bekal ke sekolah. Senang banget ketika Keke tetap memilih membawa bekal. Alasannya makanan di kantin sekolah gak banyak pilihan. Udah gitu juga gak bersih karena dekat dengan tong sampah. Alhamdulillah Keke punya kesadaran untuk tetap mau membawa bekal.

[Silakan baca: Apakah Keke dan Nai Termasuk Picky Eater?]


Sarapan Tetap Wajib

Sebelum berangkat sekolah, Keke dan Nai wajib sarapan. Gak harus sarapan dengan makanan berat seperti nasi dan lauk-pauk. Semangkuk cereal atau segelas susu UHT juga udah cukup banget. Pokoknya jangan sampai mereka berangkat sekolah dalam keadaan perut kosong. Bisa lemas bahkan masuk angin kalau seperti itu. Sarapan hanya dengan segelas susu saja sudah cukup karena sekitar pukul 10, mereka makan bekal yang dibawa dari rumah.


Jangan Sampai Kurang Minum

Nah, ini yang kadang-kadang suka jadi masalah saat mulai masuk SMP. Waktu masih SD, di setiap lantai ada galon air minum. Para siswa bebas mengisi air minum sebanyak apapun. Saat di SMP gak ada fasilitas itu. Setiap hari Keke dan Nai bawa botol minum ukuran 1 liter. Buat Keke yang minumnya memang banyak, 1 liter kadang-kadang kurang. Jadinya dia beli air minum lagi. Tetapi, kalau lupa bawa uang jajan, ditahan deh hausnya. Duh! 😓


Perbanyak Makan Buah dan Sayur

manfaat mengkonsumsi makanan sehat bagi remaja
Gak harus buah potong, mengkonsumsi smoothie juga bagus


Alhamdulillah, Keke dan Nai tidak sulit makan buah dan sayur. Gak kayak bundanya hehehe. Chi suka banget sayur, ding. Tetapi, kalau buah memang agak milih-milih. Untungnya Keke dan Nai gak seperti itu. Mereka suka makan buah


Makan Siang dengan Makanan yang Bergizi

Makan malam juga jangan sampai telat. Nah, bedanya dengan sarapan, kalau menu makan siang lebih berat dan lebih komplit. Begitupun dengan makan malam. Kalau Nai, kadang-kadang melewatkan makan malam. Gak apa-apa, lah. Pokoknya yang penting makan siang dengan pola gizi seimbang jangan sampai lewat.


Jangan Kebanyakan Jajan

Nah, balik lagi ke cerita tentang bekal. Tentunya Chi bersyukur banget ketika Keke memilih membawa bekal. Ya, meskipun Chi akui kalau bekalnya saat SMP ini kurang bervariasi. Gak seperti saat mereka SD. Sekarang seringnya bikin nasi goreng hahaha. Tetapi, setidaknya lebih higienis kalau makanan rumahan. Gizinya pun lebih jelas dan lebih baik.

[Silakan baca: Bekal untuk Bunda]


Manfaat Mengkonsumsi Makanan Sehat untuk Remaja


Tumbuh Kembang Secara Optimal

Katanya di masa remaja ini pertumbuhan terjadi secara cepat. Tetapi, tentunya harus didorong dnegan pola konsumsi yang tetap agar tumbuh kembang anak di usia remaja bisa optimal


Tubuh Tetap Bugar Meskipun Padat Beraktivitas

Aktivitas Keke saat SMP tentunya berbeda dengan masa SD. Rasanya aktivitas Keke semakin padat. Apalagi sejak pindah rumah, jaraknya semakin jauh dari sekolah. Pola makan sehat akan membantu supaya tubuhnay tetap bugar menjalani banyak aktivitas. Tentunya juga termasuk membantunya lebih fokus dalam kegiatan belajar di kelas


Menjaga Mood

Di usia remaja juga mulai masuk masa pubertas. Pada masa ini mood Keke bisa dengan cepat berubah. Makanan yang sehat bisa membantu remaja untuk lebih dapat membuatnya nyaman sehingga dapat mengontrol mood.

[Silakan baca: Masa Puber Bikin Baper]


Investasi untuk Masa Depan

Saat ini semakin banyak kejadian masyarakat terkena penyakit tidak menular, misalnya jantung, stroke, diabetes, dan lain sebagainya. Berbagai penyakit tersebut biasanya berhubungan dengan pola makan. Tentunya akan baik bila sejak remaja sudah terbiasa mengatur pola makan sehat. Ditambah lagi dengan rutin berolahraga. Insya Allah, penyakit tidak menular pun akan menjauh. Aamiin.

Mengatur pola makan sehat ini tidak hanya untuk Keke. Nai pun juga ikut terbiasa untuk hal yang sama. Semoga kebiasaan ini akan terus berlanjut hingga mereka dewasa.

Continue Reading
2 comments
Share:

Tuesday, March 12, 2019

Jalanin Bareng Prudential Indonesia Melihat Program Wakaf Produktif Dompet Dhuafa

prudential indonesia, we do good

Jalanin Bareng Prudential Indonesia Melihat Program Wakaf Produktif Dompet Dhuafa - Seperti apa rasanya buah naga? Kalau buat Chi rasanya tuh anyep. Dingin tanpa rasa gitu, deh. Makanya Chi gak begitu suka buah naga. Kalau pun beli, biasanya untuk dibikin smoothie. Itupun tujuannya sekadar supaya warna smoothie jadi cantik kalau pakai buah naga yang merah. Sedangkan untuk rasanya, tetap dari buah lainnya. Biasanya Chi campur dengan nanas atau mangga.

Tetapi, Chi harus mulai meralat rasa buah naga ketika Sabtu lalu (9/3) diajak Prudential mengunjungi kebun buah naga di Desa Cirangkok, Subang, Jawa Barat. Rasa buah naganya manis dan segar. Langsung dimakan begitu aja juga udah enak.


We DO Good Prudential Indonesia


we do good camp ke kebun buah naga

Prudential Indonesia memiliki 4 komitmen baru di tahun 2019 dan salah satunya adalah We DO Good. Di mana komitmen ini merupakan bagian dari program CSR Prudential dengan memberikan berbagai edukasi kepada masyarakat.

Pada tanggal 1 Februari 2019, Prudential Indonesia meluncurkan program wakaf PRU Syariah. Sebelum peluncuran, para blogger juga diundang untuk mendengarkan penjelasan tentang asuransi syariah. Terlebih dalam program Prudential wakaf yang diluncurkan tersebut, para nasabah tidak hanya menerima manfaat asuransi. Tetapi, juga dapat mewakafkan sekian persennya untuk diwakafkan.

[Silakan baca: Mengenal Wakaf Asuransi Syariah]


"Banyak masyarakat yang masih berpikir kalau berwakaf itu membutuhkan uang yang banyak karena bentuknya harus tanah, membangun sekolah, dan lain sebagainya. Padahal berwakaf tidak harus seperti itu. Masyarakat bisa berwakaf melalui manfaat asuransi yang dimiliki," ujar mas Bobby, perwakilan Prudential Indonesia.


Berkunjung ke Kebun Agrowisata Dompet Dhuafa


Nazhir atau pihak yang menerima dana wakaf tentunya harus yang bisa dipercaya. Dompet Dhuafa adalah satu nazhir yang bekerjasama dengan Prudential Indonesia untuk mengelola dana wakaf para nasabahnya.

Dompet Dhuafa memang sejak dulu sudah dikenal sebagai salah satu lembaga yang bisa dipercaya. Tetapi, tentunya kita juga ingin tau seperti apa salah satu wujud dana wakaf yang dikelola dan dikembangkan oleh lembaga ini. Oleh karena itu pada hari Sabtu (9/3), Chi dan beberapa blogger diajak mengunjungi Kebun Agrowisata di desa Cirangkong, Subang, Jawa Barat.

Kami berangkat dari Kota Kasablanka sekitar pukul 7 wib. Perjalanan yang cukup melelahkan karena sekitar pukul12.30 wib, kami baru tiba di lokasi. Salah satu penyebabnya karena pembangunan jalan tol. Menghabiskan waktu 5,5 jam 'aja' waktu tempuhnya 😂



Lamanya waktu tempuh, langsung terbayar ketika kami disajikan makan siang. Hidangan khas sunda yang disajikan di alas daun pisang mengingatkan Chi dengan kebiasaan kalau lagi jalan-jalan bersama keluarga besar. Kami menyebutnya ngebotram.

Makan bersama dengan hidangan yang menggugah selera ini diiringi dengan alunan musik khas sunda. Kami sempat becanda, "pengantinnya mana?" Karena jadi berasa kayak suasana di kawinan juga hahaha!


Smoothie buah naga merah dan putih


Setelah ishoma, acara dilanjutkan dengan berbincang-bincang. Sayangnya pada saat itu cuaca kurang mendukung.Ya, namanya juga lagi musim hujan. Seharusnya bincang-bincang santai ini dilakukan di alam terbuka. Tetapi, baru aja mas Bobby memberikan sedikit sambutan, hujan pun turun. Membuat kami berhamburan dan masuk ke dalam saung tempat kami makan siang. Acara pun dilanjutkan di ruangan ini.

"Wakaf produktif adalah mengelola dana wakaf yang manfaatnya berkelanjutan dan bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang. Kebun Agrowisata di Subang ini merupakan bentuk konkrit wakaf produktif yang dikelola oleh Dompet Dhuafa," ujar Muhammad Koharudin, Marcomm Spv Dompet Dhuafa

Untuk menjaga agar dana wakaf tetap bisa produktif, Dompet Dhuafa bekerjasama dengan banyak pihak. Salah satunya adalah dengan Prudential Indonesia. Sependapat dengan apa yang dijelaskan mas Bobby, mas Komar juga menegaskan kalau berwakaf tidak harus menunggu memiliki uang yang sangat banyak dulu.

indonesia berdaya program wakaf produktif dompet dhuafa

Kawasan Agrowisata ini memiliki lahan seluas 10 hektar. Tentunya tidak semua lahan ditanam buah naga. Di sana ada juga kebun nanas, jambu crystal, dan pepaya. Bahkan ada juga peternakan domba. Guesthouse dan beberapa area permainan pun tersedia.

Saat yang paling ditunggu pun tiba yaitu panen buah naga. Yeaaay! Mas Agung Karisma dari Dompet Dhuafa menemani para blogger untuk mengajarkan bagaimana cara memanen buah naga sekaligus menjelaskan tentang kawasan agrowisata tersebut. Tidak sulit memanen buah ini. Hanya sedikit digunting bagian batang yang dekat buahnya.

Perkebunan ini digarap oleh petani sekitar. Area perkebunan buah naga lebih luas daripada nanas. Tetapi, menurut mas Agung kalau buah naga hanya bisa dipanen di bulan tertentu saja. Berbeda dengan nanas yang bisa panen kapan pun. Makanya kalau nanas masa tanamnya bisa diatur supaya gak serentak panen dalam satu waktu.

panen buah naga, asuransi syariah prudential indonesia
kebun buah naga dompet dhuafa

Dengan semangat, Chi memanen buah naga lumayan banyak. Etapi, buah yang Chi panen itu beneran dibawa pulang, lho. Tentu aja harus dibayar dulu, harganya Rp20.000,00 per kg. Chi bertanya kenapa rasanya bisa enak dan manis, tidak seperti kebanyakan buah naga yang cenderung anyep. Menurut mas Agung, rasa buah naganya manis karena menggunakan pupuk organik. Pantas saja rasanya enak.

Tidak hanya buah naga merah, Chi juga membeli 4 buah nanas Subang. Sejak dulu Subang kan udah terkenal dengan nanasnya. Sayangnya Chi lupa beli buah naga putih. Waktu itu buah naga yang Chi petik hanya yang berwarna merah.

Kalau udah lihat bukti konkrit begini, rasanya jadi semakin yakin dan semangat untuk berwakaf. Ini manfaatnya besar banget. Insya Allah akan menjadi amal jariyah bagi kita yang berwakaf. Lahan yang diwakafkan juga produktif dan membantu perekonomian warga sekitar. Masyarakat lain pun bisa menikmati buah naga dan hasil panen lainnya yang tentunya segar dan bergizi.

[Silakan baca: Prudential Indonesia Luncurkan Program Wakaf PRUSyariah]

Continue Reading
107 comments
Share: