Jumat, 22 Februari 2019

Komitmen KORINDO untuk Mendukung Pembangunan di Kawasan 3T

Komitmen KORINDO untuk Mendukung Pembangunan di Kawasan 3T


Perekonomian di kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) tentunya masih jauh tertinggal bila dibandingkan dengan ibukota dan kota besar lainnya di Indonesia. Padahal daerah 3T ini juga biasanya memiliki berbagai keunikan, terutama pada pesona dan kekayaan alamnya. Pembangunan infrastruktur yang belum merata menjadi salah satu penyebabnya.

Agar semakin terciptanya perekonomian yang merata, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak untuk melaksanakan pembangunan. Salah satunya adalah KORINDO yang memiliki komitmen untuk mengembangkan usaha di berbagai wilayah 3T dengan melakukan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran.

Profil KORINDO


KORINDO merupakan sebuah perusahaan Indonesia yang didirikan pada tahun 1969 dan telah beroperasi selama 50 tahun. Pada awalnya KORINDO menempatkan fokus utamanya di pengembangan hardwood yang kemudian beralih ke plywood/veneer pada tahun 1979, kertas koran di tahun 1984, perkebunan kayu di tahun 1993, dan terakhir perkebunan kelapa sawit di tahun 1995.

KORINDO mengelola hutan alam seluas 524.515 ha yang berlokasi di Kalimatan dan Papua dan hutan tanaman seluas 16.475 ha Kalimantan. Dalam pengelolaannya KORINDO menggunakan manajemen hutan berkelanjutan. Hal ini berdasarkan 3 gagasan inti yaitu
  1. Produksi profit yang bertahan lama dan seimbang (Profit)
  2. Kelestarian lingkungan (Planet)
  3. Kesejahteraan sosial (Masyarakat)

Begitu pula dengan manajemen perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Ekspor kelapa sawit merupakan yang terbesar. Perkembangan sosial dan ekonomi dari industri terasa signifikan. Sebagai bentuk tanggung jawab dan agar industri kelapa sawit terus berlangsung, KORINDO senantiasa mengikuti berbagai kebijakan yang konsisten dengan ISPO dan regulasi Indonesia untuk melindungi hutan, lahan gambut, masyarakat lokal dan hak-hak asasi manusia.

Tidak hanya urusan mengutamakan bisnis, untuk  program Corporate Social Responsibility (CSR) KORINDO memiliki 5 pilar program utama yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan infrastruktur. Tujuannya agar terus tercipta hubungan harmonis antara masyarakat dan pemangku kepentingan.

Pembangunan di Kawasan 3T



Membaca berbagai artikel tentang KORINDO, ternyata perusahaan ini sudah melakukan berbagai pembangunan di kawasan 3T. Bahkan juga sudah meraih berbagai penghargaan.

Membangun Jembatan untuk Masyarakat Pedalaman Papua

Pada tanggal 28 September 2018, melalui  PT Korindo Abadi yang beroperasi di Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua meresmikan Jembatan Kali Totora yang berada di Desa Prabu-Asiki. Jembatan ini tentunya dibutuhkan masyarakat sekitar untuk menjalankan perekonomian

Membantu Petani Papua Menggarap Sawah

KORINDO Group menyediakan sebagian lahan operasional kebun sawitnya untuk dijadikan lahan persawahan oleh masyarakat setempat. Tujuannya agar masyarakat tidak mengalami kelaparan. Tidak hanya berupa lahan, KORINDO juga memberikan berbagai bantuan lainnya seperti traktor hingga penyuluhan pertanian.

“Sebelum nya banyak daerah-daerah yang terisolasi. Namun setelah adanya perusahaan, masyarakat sudah dapat  menjangkau daerah lain. Bahkan kondisi sebelumnya daerah di sini sangat sulit. Jangankan masalah ekonomi, akses jalan saja untuk membeli sesuatu sangat susah. Untuk membeli kebutuhan di kota untuk kebutuhan sehari-hari memerlukan waktu berminggu-minggu,” demikian diungkapkan Pembina  Kelompok Tani Tunas Mandiri, Kornelius Kabut.

Klinik Asiki


Bekerjasama dengan  KOICA (Korea International Cooperation Agency), KORINDO membangun klinik Asiki di kampung ASIKI. Kampung ini berada di perbatasan Papua dan PNG. Hebatnya lagi klinik Asiki ini modern bahkan meraih predikat Klinik Terbaik di tingkat Propinsi Papua versi BPJS Kesehatan pada tahun 2017

Keterangan:
Seluruh foto milik KORINDO

Sumber referensi:
  1. https://korindogroup.wixsite.com/tunassawaerma-ind/single-post/2018/11/01/Peduli-Kesehatan-Masyarakat-TSE-Diganjar-Padmamitra-Award
  2. https://www.korindo.co.id/sustainability/?lang=id#keberlanjutan-csr
  3. https://korindonews.com/korindo-papua-bangun-jembatan-untuk-masyarakat-pedalaman/?lang=id
  4. https://korindonews.com/korindo-assists-farmers-manage-farmland-papua/?lang=id

Continue Reading
3 komentar
Share:

Pendidikan Literasi Keuangan untuk Anak dengan Kurikulum Cha-Ching

literasi keuangan anak, kurikulum cha-ching, prudential

Pendidikan Literasi Keuangan untuk Anak dengan Kurikulum Cha-Ching


"Kan, Ayah punya uang di ATM. Ambil dulu aja."

Pernah gak kita mengalami kejadian saat anak meminta dibelikan sesuatu, ketika permintaannya ditolak dengan santainya anak akan meminta orang tua mengambil uang di ATM. Seolah-olah terkesan adalah mesin yang bisa mengeluarkan uang kapan pun dan sebanyak apapun yang kita mau. Keke dan Nai pernah seperti itu ketika mereka masih kecil.

Lalu, pernah gak anak menjadi tantrum di tempat umum karena keinginannya untuk membeli sesuatu tidak dipenuhi? Kalau Keke dan Nai gak pernah. Kayaknya mereka paham kalau kami termasuk orang tua yang 'tega'. Gak akan mempan mau ngambek sampai tantrum juga.

[Silakan baca: 5 Alasan untuk Tega sama Anak]

Ajarkan Anak Memahami Literasi Keuangan Sedini Mungkin


pendidikan literasi keuangan, cha-ching curriculum

Menurut survey yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2016, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia kurang dari 30%.

Survey tersebut dilakukan kepada orang dewasa. Belum ada data resmi tentang tingkat literasi keuangan di kalangan anak. Tetapi, bila persentasi orang dewasa aja masih rendah, bagaimana dengan anak? Kan, kita semua, terutama orang tua, yang seharusnya mengajarkan anak tentang paham literasi keuangan.

Ada suatu kekhawatiran di mana anak-anak sekarang kelak akan lebih suka menghabiskan pendapatan daripada berinvestasi. Tidak bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Misalnya, lebih suka pendapatannya habis untuk traveling daripada membeli rumah.

Anak-anak sekarang juga termasuk generasi instan. Salah satu contohnya, mulai banyak yang menggampangkan kerjaan. Gak betah di satu kantor, mereka langsung memilih resign dan mencari kerjaan lain.

Banyak hal yang harus dipelajari tentang literasi keuangan. Tetapi, ada 4 konsep utama yang bisa dipahami terlebih dahulu yaitu:
  1. Earn (peroleh)
  2. Save (simpan)
  3. Spend (belanjakan)
  4. Donate (sumbangkan)

Seperti yang ditulis di atas, pada awalnya anak memiliki konsep yang sangat sederhana tentang keuangan. Peroleh uang (dari atm / dompet) kemudian dibelanjakan. Nanti pelan-pelan bisa diajarkan dari mana uang berasal, tentunya tidak tiba-tiba muncul di ATM atau dompet. Kemudian dikasih pengertian lagi kalau sudah memiliki uang, sebaiknya disimpan terlebih dahulu baru dibelanjakan. Pemahaman tentang menyimpan bisa dikembangkan dengan cara mengenalkan ke bank. Sedangkan untuk membelanjakan bisa diajarkan bagaimana cara yang bijak untuk berbelanja. Setelah itu, kita bisa mengajak anak untuk berdonasi agar uang uang diperoleh memiliki nilai lebih.

[Silakan baca: Perlukah Uang Jajan untuk Anak?]

Prudential Meluncurkan Program Cerdas Keuangan Cha-Ching Curriculum


cha-ching curriculum, literasi keuangan anak, prudential indonesia

Rabu (20/2) bertempat di Gedung F Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Prudential meluncurkan program Cha-Ching Curriculum. Sebetulnya program ini merupakan lanjutan implementasi karena sejak tahun 2012 Prudential Indonesia sudah memperkenalkan Cha-Ching.

Cha-Ching adalah inisiatif dari Prudence Foundation, divisi Community Investment Prudential Corporation Asia. Dikembangkan dalam kemitraan dengan Cartoon Network, kanal televisi anak-anak terkemuka di Asia Pasifik dan Dr. Alice Wilder, seorang pakar bidang pendidikan dan psikologi anak pemenang Emmy Award. Cha-Ching menggunakan pendekatan naratif musikal yang menarik dan sesuai dengan usia, untuk mengajarkan anak-anak tentang empat konsep utama manajemen dasar keuangan - Earn, Save, Spend, dan Donation.

Sumber: Prudential.co.id

Bagi yang suka nonton channel Cartoon Network tentunya sudah tidak asing dengan animasi ini. Tetapi, Prudential menginginkan dampak yang lebih luas di masyarakat. Oleh karena itu pada tahun 2017, Cha-Ching mulai dimasukkan ke kurikulum sekolah dasar di Sidoarjo, Jawa Timur. Hingga kini sudah ada 602 SD di Sidoarjo dengan jangkauan 29.000 siswa SD dan 969 guru. 99% respons orang tua yang anaknya mendapatkan pendidikan keuangan ini sangat baik.

prudence foundation, kurikulum cha-ching

Kurikulum Cha-Ching ini kemudian dilanjutkan di 221 SD di Jakarta dengan jangkauan 14.062 siswa dan 466 guru. Untuk sekolah di Jakarta saja, Prudential memiliki target jangkauan 92.000 siswa dari 1.546 sekolah hingga tahun 2020. Diharapkan implementasi ini juga berlanjut ke berbagai sekolah di kota lain.

“Prudential Indonesia memahami bahwa sebuah bisnis yang bertanggung jawab adalah bisnis yang memiliki komitmen berkelanjutan untuk mengembangkan masyarakat serta lingkungan sekitarnya. Sesuai dengan fokus “We DO Good” yang dicanangkan Prudential di awal tahun, kami terus berkomitmen untuk mendukung usaha pemerintah dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat Indonesia, terutama anak-anak di tingkat sekolah dasar, salah satunya melalui program Cha-Ching," ujar Nini Sumohandoyo, Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia

Apa yang disampaikan oleh ibu Nini sesuai dengan peraturan OJK nomor 76 tahun 2016, untuk mengimplementasikan pendidikan keuangan pada masyarakat Indonesia. Lalu kenapa sasarannya adalah anak sejak usia 7 tahun? Karena menurut studi dari University of Cambridg, anak-anak mulai membentuk kebiasaan finansial sejak 7 tahun.

Marc Fancy, Executive Director Prudence Foundation, mengatakan bahwa bidang pendidikan memiliki peran yang sangat fundamental. dalam pembangunan sumber daya manusia.

Belajar Keuangan dengan Konsep Menyenangkan


pendidikan literasi keuangan dengan konsep menyenangkan

Pernah bermain monopoly? Rasanya menyenangkan, bukan?

Monopoli adalah salah satu permainan papan yang paling terkenal sejak dulu. Monopoli sebetulnya tidak sekadar bermain. Disadari atau tidak, kita juga sedang mempelajari keuangan dari permainan ini.

Jadi, mempelajari keuangan memang bisa dengan cara menyenangkan. Bila berlangganan tv kabel, orang tua bisa mengajak anak menonton channel Cartoon Network. Kurikulum Cha-Ching yang diajarkan di sekolah, terdiri dari berbagai aktivitas yang menarik. Orang tua juga bisa melihat melalui berbagai media sosial Cha-Ching atau ke situs https://chaching.cartoonnetworkasia.com. Di situs Cha-Ching ini ada beberapa pilihan bahasa, salah satunya bahasa Indonesia.

Sudah saatnya semua elemen bersinergi untuk mengajarkan anak-anak tentang literasi keuangan. Pemerintah sudah membuat peraturan OJK tentang pendidikan literasi keuangan. Kemudian bekerjasa dengan pihak swasta yaitu Prudential mengenalkan kurikulum Cha-Ching ini ke berbagai sekolah dasar. Maka, orang tua pun harus bisa menerapkan hal yang sama. Tidak efektif bila anak-anak sudah mendapat pendidikan tentang keuangan di sekolah, tetapi begitu di rumah anak tetap dimanjakan dengan selalu memenuhi segala keinginannya.

Continue Reading
63 komentar
Share:

Dari Jakarta ke Bandung, Enaknya Naik Apa?

perjalanan bandung jakarta, moda transportasi umum

Dari Jakarta ke Bandung, Enaknya Naik Apa?


"Mah, yang dari Bandung kapan berangkat? Pada naik apa?"

Itu obrolan di WA antara Chi dengan mamah. 2 minggu yang lalu, keluarga kami ada acara lamaran adik Chi yang paling kecil. Acaranya sendiri berlangsung di hotel Santika Premiere ICE BSD. Tetapi, karena keluarga kami yang punya hajat, tentunya harus tau keluarga yang sebagian besar tinggal di Bandung ini pada naik apa dan kapan datangnya.

Mamah pun menjelaskan kalau rombongan nanti dibagi 3. Ada yang berangkat pakai kendaraan pribadi, travel, dan juga kereta api. Sebagian ada yang ke menginap di rumah orang tua saya dulu. Sedangkan sebagian lagi langsung ke lokasi acara.

Nah, ngomong-ngomong tentang kendaraan, sebetulnya paling enak naik apa sih kalau mau ke Jakarta dari Bandung atau sebaliknya?

Transportasi Pilihan Jakarta-Bandung


Mobil Pribadi

Chi sekeluarga paling sering pakai kendaraan pribadi kalau mau ke Bandung atau sebaliknya. Tetapi, udah sekitaran 1-2 tahun ini kami jarang sekali ke Bandung. Apalagi sekarang ada papah mertua yang memang gak bisa sering-sering ditinggal lama karena sakit.

Selain itu, kondisi jalanan yang selalu macet akibat berbagai pembangunan jalan, terutama di jalan tol, bikin kami jadi malas ke Bandung. Dulu, kayaknya ke Bandung dekat aja, apalagi kalau lewat tol Cipularang. Sekarang minimal bisa 5-6 jam. Jadinya agak malas mau ke Bandung, Tunggu pembangunan jalan selesai dulu kali, ya.

[Silakan baca: Maceeeett oh Maceeeett]

Motor

Pernah coba ke Bandung naik motor? Kalau Chi belum pernah. Tapi, K'Aie pernah tuh naik motor. Belum apa-apa, Chi udha ngebayangin pegel punggung hahaha! Etapi, kayaknya sesekali touring pakai motor seru juga, ya!

Kereta

Nah, kalau untuk transportasi umum, naik kereta buat Chi tuh paling nyaman. Bebas macet dan waktunya lebih on time. Ya kan gak ada cerita kereta brenti dulu karena penumpang mau makan, ke toilet, istirahat, dan alasan lainnya. Dulu pernah kereta berhenti lama karena ada kendala seperti anjlok. Tetapi, kayaknya kasus seperti itu jarang banget.

Naik kereta juga bikin Chi nostalgia. Dulu kan sekolahnya di Bandung. Setiap akhir pekan, kalau lagi gak ada kegiatan sekolah, pasti Chi pulang ke rumah. Makanya sampai sekarang juga kangen dengan nasi goreng kereta. Padahal rasanya tuh biasa banget, tetapi tetap aja bikin kangen hehehe.

[Silakan baca: Museum Geologi]

Travel

Chi belum pernah naik travel. Lain halnya dengan keluarga Chi yang tinggal di Bandung. Naik travel menjadi pilih paling favorit kalau mau ke Jakarta atau Tangerang. Mereka mah bisa gonta-ganti pilih travel. Tetapi, mengingat jalanan dari Bandung ke Jakarta atau sebaliknya seringkali macet seperti yang Chi ceritain di awal, memang baiknya pilih travel yang memiliki kendaraan yang nyaman. Boleh tuh Areon Trans Travel jadi pilihan. Armadanya dalam kondisi yang bagus-bagus.

Jadi inget sama sepupu yang akhir-akhir ini juga lagi sering menginap di rumah karena ada satu urusan. Nanti biasanya dia akan nge-WA, "Teteeeeh, Ginta nginep ya di rumah." Pergi dan pulangnya juga biasanya pilih naik travel.

Bus

Bus termasuk jarang yang kami pilih, kecuali memang sengaja menyewa 1 armada untuk dipakai jalan-jalan sekeluarga. Nai bus sebetulnya nyaman. Tetapi, terminalnya jauh kalau dari rumah, makanya transportasi ini paling jarang jadi pilihan keluarga kami.

Pesawat

Ada yang pernah ke Bandung naik pesawat dari Jakarta? Kalau kami belum pernah. Alasan pertama, sama seperti naik bus. Bandara di Jakarta/Tangerang lumayan jauh dari rumah. Begitupun dengan bandara yang di Bandung. Menuju bandara aja udah perjuangan sendiri. Jadi kayaknya gak hemat waktu juga ya kalau naik pesawat hanya untuk ke Bandung.

Nah, banyak jalan menuju Bandung dan sebaliknya, kan? Memang saat ini banyak moda transportasi yang bisa menjadi pilihan. Tinggal pilih aja mana yang paling nyaman bagi teman-teman. Apapun pilihannya, selamat menikmati perjalanan!

[Silakan baca: Jalan-Jalan di Bandung]

Continue Reading
3 komentar
Share:

Kamis, 14 Februari 2019

Nai dan Haid Pertama

Nai dan Haid Pertama


Salah satu momen yang paling bikin deg-degan kalau memiliki anak laki-laki adalah sunatan. Sedangkan untuk anak perempuan, deg-degannya adalah tentang haid pertama. Kapan Nai mulai haid? Di mana haid pertamanya terjadi? Bagaimana reaksinya? Dan lain sebagainya.

Kalau untuk sosialisasi sudah Chi kenalkan sejak jauh-jauh hari. Bahkan dari sejak anak mulai bertanya kenapa bunda gak sholat, tentunya Chi bisa menjelaskan tentang mentruasi. Karena Chi juga seorang perempuan, tentunya menjelaskan haid lebih mudah daripada tentang mimpi basah.

Tetapi, Chi mulai khawatir saat membaca cerita tentang seorang anak yang diledekin teman sekelas, terutama sama anak laki-laki, ketika mengalami haid pertama di sekolah. Karena anak tersebut gak tau lagi haid, sampai tembus ke roknya dan diledekkin. Bisa dibaca deh di postingan lama Chi tentang haid pertama.

[Silakan baca: Haid Pertama]

Saat masih SD juga sudah ada beberapa teman Nai yang haid. Malah Nai juga yang bilang kalau temannya lagi uring-uringan gak jelas biasanya lagi mens. Hahahaha, tau aja ya dia! Berarti harus lebih maklum kalau bundanya uring-uringan hehehe.

Meskipun deg-degan menanti momen haid pertama Nai, tetapi Chi juga berharap bisa ikut andil. Chi inget waktu pertama kali mengalami menstruasi, malah gak berani bilang hahaha. Entahlah apa alasannya waktu itu. Akhirnya ya cari tau sendiri. Tetapi, Chi gak pengen Nai seperti itu.

Nai Mulai Haid


Minggu sore, 13 Januari, Nai memperlihatkan celana dalamnya yang ada bercak coklat. Saat itu, Chi lagi masak di dapur.

Nai: "Bunda, ini celana dalam Ima kenapa?"
Bunda: "Adek BAB, ya?"
Nai: ""Ih, enggak Bunda!"
Bunda: "Coba cium. Bau, gak?"
Nai: "Gak mau, lah."

Sejenak Chi diam, kemudian rasanya pengen ngegetok kepala sendiri. Ini kok kenapa malah langsung kepikiran Nai buang air besar di celana? Mana mungkin, lah! Nai kan udah gede. 😂

Ya gitu, deh. Kadang-kadang, kami suka menganggap Nai masih seperti anak kecil. Padahal anaknya gak kekanak-kanakan juga. Tetapi, mungkin karena Nai anak bungsu. Jadinya suka merasa masih kecil gitu,

Kayak 2 hari sebelumnya, K'Aie beliin Cadbury Dairy Milk Lickables. Coklat yang kayak Kinder Joy gitu. Katanya saat lagi belanja di minimarket, inget Nai yang suka coklat. Ya tapi gak coklat begitu juga kali. Kalau dulu iya, Keke dan Nai suka coklat yang di dalamnya ada mainan. Sekarang kan udah pada gede. 😄

Setelah mulai nyadar kalau Nai mendapatkan haid pertama, Chi langsung mengajak ke kamar mandi. Lagi-lagi Chi lupa kalau belum mengajarkan Nai bagaimana memasang pembalut! Nai langsung kebingungan begitu Chi cuma nyodorin pembalut. Untung anaknya nanya, gak sok tau masang sendiri hahaha.

[Silakan baca: Tips Supaya Anak Mau Sunat]

Ketika Haid Pertama Datang


Mengenalkan anak tentang haid tidak hanya tentang seperti apa menggunakan pembalut, berapa lama pembalut bisa digunakan, siklus datang bulan, dan bagaimana membersihkan darah. Tetapi, juga tentang warna dan konsistensi darah yang keluar. Oiya, Chi juga mengajarkan tentang PMS dan gejalanya. Sejauh ini kayaknya Nai masih santai aja.

Chi sempat bingung ketika melihat darah mentruasi Nai hanya berupa bercak berwarna hitam di 1-2 hari pertama. Untungnya sekarang udah bisa dengan cepat cari info, yakan.

Menurut beberapa artikel yang Chi baca, warna darah yang gelap atau kehitaman itu termasuk wajar bagi anak perempuan yang baru pertama kali haid.

Alhamdulillah, lega bacanya. Chi minta Nai setiap ganti pembalut, kasih lihat dulu ke Chi. Jangan langsung dibilas. Selain untuk mengamati, Chi juga mengajarkan Nai tentang warna dan konsistensi darah saat haid.

Masuk di hari ke-3, darah menstruasi mulai lebih cair, merah, dan banyak. Nai sampai sedikit mengeluh karena keluarnya lumayan banyak di sekolah sehingga harus ganti pembalut.

Chi menyarankan ke Nai, kalau bisa gak usah ganti pembalut saat di sekolah. Toilet sekolah kan umumnya kurang bersih. Apalagi sekolah Nai baru selesai direnovasi. Kayaknya masih berasa kotor dan debu. Tetapi, kalau udah banyak memang harus diganti. Gak nyaman kalau udah penuh. Selain itu juga untuk menjaga supaya jangan tembus ke rok.

Chi setiap hari juga tanya tentang kondisi Nai. Apa dia ada sakit kepala, sakit perut, dan lain sebagainya. Soalnya Nai anaknya lumayan pendiam. Chi minta dia jangan diam aja kalau ada keluhan. Katanya, gak ada keluhan apa-apa.

Ya, Chi juga dulu begitu. Gka pernah merasa pusing atau gangguan apapun saat datang bulan. Paling hanya darah aja yang keluar banyak banget dan biasanya lama. Minimal 7 hari baru selesai. Baru beberapa tahun terakhir ini aja, Chi sering mengalami gangguan seperti sakit kepala, sakit perut, dan lain-lain setiap kali menstruasi.

Masuk hari ke-7, haid Nai selesai. Chi mengajarkan bagaimana bebersih supaya Nai bisa kembali sholat. Chi juga kembali mengajak diskusi tentang semakin pentingnya menjaga pergaulan bila sudah menstruasi.

Oiya, gejala lain yang Chi lihat sebelum menstruasi adalah timbul jerawat yang lumayan besar di pipi. Berbeda dengan Keke, memasuki masa puber ini, wajah Nai tetap mulus. Nah waktu itu, saat kami lagi ngopi di Cofi, Chi lihat ada jerawat lumayan besar di pipinya. Chi sempat ngebatin, 'Kayaknya Nai mau mens, nih.'

Soalnya Chi juga begitu. Sampai sekarang jerawat cuma datang kalau mau haid. Biasanya cuma 1, tetapi gede. Makanya suka gemes hehehe. Eh, gak taunya bener. Besoknya Nai pun mens.

[Silakan baca: Ngopi di Cofi]

Jaga-Jaga Sebelum Menstruasi


Balik lagi ke keresahaan Chi tentang haid pertama. Saat SD, gak terlalu khawatir bila terjadinya di sekolah. Wali kelasnya saat itu bilang kalau di sekolah selain sering disosialisasikan tentang haid ke para siswa juga selalu ada pembalut hingga rok pengganti. Dengan lingkungan sekolah yang ramah, Chi juga percaya kalau bila itu terjadi gak ada bullying.

Tetapi, bagaimana bila terjadinya saat Nai SMP? Rasanya sulit meminta wali kelas atau sekolah tentang hal ini. Chi memang belum pernah bertanya ke wali kelas Nai di SMP. Hanya feeling aja kalau sekolah negeri rasanya kurang perhatian akan hal begini seperti sekolah Nai saat SD.

Makanya begitu masuk SMP, Nai selalu membawa 1 lembar celana dalam dan pembalut di dalam pouch yang dia simpan di tas. Chi memintanya untuk selalu dibawa buat jaga-jaga. Alhamdulillah, ternyata haid pertama terjadi di rumah.

Anak-Anak Udah Gede


Chi: "Yah, anak-anak udah pada gede aja. Keke udah mimpi basah. Nai udah mens. Berarti kita makin tua, ya?"
K'Aie: "Emangnya kenapa kalau makin tua?"

Ih! K'Aie mah gitu, deh. Lempeng banget orangnya. Kan, pengennya dijawab apa gitu. Soalnya Chi lagi baper karena anak-anak udah gede. 😂

[Silakan baca: Ketika Anak Laki-Laki Mulai Mimpi Basah]

Continue Reading
89 komentar
Share:

Kamis, 07 Februari 2019

Prudential Indonesia Luncurkan Program Wakaf PRUSyariah

wakaf asuransi prudential indonesia

Prudential Indonesia Luncurkan Program Wakaf PRUSyariah - Setelah mendapatkan penjelasan tentang apa itu wakaf dan seperti apa pandangan islam terhadap asuransi di pertemuan sebelumnya. Kali ini, para blogger dan media diundang ke acara Peluncuran Program Wakaf PRUSyariah pada hari Jum'at (1/2) bertempat di Rumah Maroko, Jakarta.

Unit usaha bisnis syariah Prudential Indonesia sudah ada sejak tahun 2017. Hingga kini, dipercaya sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah Indonesia.

Berbagai solusi yang inovatif terus dilakukan oleh Prudential Indonesia. Salah satunya adalah dengan meluncurkan program wakaf PRUSyariah. Potensi wakaf mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkecil ketimpangan yang terjadi di masyarakat. Prudential wakaf memberikan solusi kepada nasabah akan kebutuhan tentang wakaf serta melakukan kebajikan secara berkelanjutan.

Bapak Jens Reisch, Presiden Direktur Prudential Indonesia, mengatakan bahwa unit syariah Prudential sudah berkontribusi lebih dari 20% total unit bisnis perusahaan. Konsep syariah diyakini akan terus berkembang, termasuk tentang wakaf.


“Kami sangat senang menghadirkan Program Wakaf dari PRUsyariah sebagai wujud dari komitmen Prudential yang baru yaitu, ‘WE DO GOOD’ atau ‘Kami Mewujudkan Kebajikan’. Program ini memberikan solusi terhadap kebutuhan nasabah dalam melaksanakan wakaf dan membantu mereka mewujudkan kebajikan secara berkelanjutan. Program ini melengkapi serangkaian produk dan layanan asuransi berbasis syariah yang komprehensif dari Prudential,” ujar Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia.

[Silakan baca: Mengenai Wakaf Asuransi Syariah]


Potensi Wakaf di Indonesia


asuransi syariah indonesia

Pada sesi diskusi panel,  Dr. Irfan Syauqi Beik, SP, MSc., EC, Pengamat Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor, mengatakan bahwa sejarah wakaf itu luar biasa. Di zaman Turki Usmani, 1/3 dunia yang dikuasai oleh Turki Usmani, mesin pertumbuhannya berasal dari wakaf.

Shodaqah, infaq, dan wakaf adalah 3 hal yang berbeda. Persamaan dari ketiganya adalah semangat untuk berbagi. Bila hal ini dioptimalkan, bisa membantu perekonomian suatu negara.

"Sambil beribadah, pahala didapat, ekonomi maju, struktur sosial masyarakat semakin kuat, dan spiritual kita semakin meningkat," ujar Dr. Irfan Beik.


Bapak Afdhal Aliasar, S.T., M.M., Direktur Bidang Promosi dan Hubungan Eksternal Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), mengatakan bahwa saat ini ada inisiatif dari pemerintah agar perekonomian syariah jauh lebih kuat daripada sistem perekonomian yang sudah ada selama ini. Oleh karena itu, pemerintah mendirikan KNKS yaitu komite yang diketuai oleh Presiden RI dan tugasnya untuk mendorong bagaimana keuangan dan perekonomian syariah tumbuh lebih cepat.

KNKS berharap dalam 5 tahun ke depan, Indonesia bisa menjadi pusat keuangan syariah dunia. KNKS sudah memiliki 6 masterplan Arsitektur Syariah Keuangan Indonesia (AKSI). 2 di antaranya adalah tentang asuransi dan dana sosial.

Program terbaru Prudential yang wakaf PRUSyariah sudah menggabungkan 2 hal ini. Prudential tidak hanya ingin meningkatkan market share dari produk asuransi, tetapi juga mengajak nasabah untuk mengeluarkan dana sosial (wakaf). Dana wakaf tersebut akan dipakai menunjang perekonomian. Tentunya bila semakin banyak nasabah yang melakukan hal ini, diharapkan akan diikuti oleh banyak perusahaan lainnya sehingga pembangunan dari wakaf akan berkesinambungan.


”Menurut Badan Wakaf Indonesia (BWI), tanah seluas 2.700 kilometer persegi di lebih dari 366 ribu lokasi telah masyarakat wakafkan. Sedangkan potensi wakaf tunai diperkirakan mencapai Rp180 triliun per tahun1. KNKS menyambut baik Program Wakaf dari PRUsyariah ini karena program ini akan turut menggali potensi wakaf di Indonesia yang sedemikian besar. Manfaat dan keutamaan wakaf juga harus terus disosialisasikan sehingga masyarakat bisa menyalurkan dermanya dengan lebih tepat guna,” ujar bapak Afdhal Aliasar


Tantangan Wakaf di Indonesia


tantangan wakaf di indonesia

Menurut, Dr. Irfan Beik, ada 3 hal tantangan tentang wakaf di Indonesia, yaitu


Literasi Wakaf

Diakui Dr. Irfan Beik, memang belum ada riset tentang tingkat literasi wakaf di Indonesia. Tetapi, diduga tingkat literasi masyarakat Indonesia terkait wakaf masih terbatas. Masih banyak yang berpendapat kalau wakaf adalah sumbangan berupa bangunan seperti sekolah, rumah sakit, dan lain-lain. Sisi wakaf dari dimensi ekonomi yang dapat membantu pembangunan banyak yang belum tau.

Dari sisi sejarah Indonesia, wakaf uang juga nyaris tidak ada. Padahal dari sejarah ekonomi islam sejak dulu, termasuk di zaman Turki Usmani, justru wakaf uang ini terbanyak jumlahnya dan efeknya luar biasa.


Kelembagaan

Diharapkan ada sinergi antara berbagai lembaga yang mengelola dan mengatur wakaf. Dalam hal regulasi juga harus diatur agar tidak saling 'bertabrakan'. Karena tentang wakaf ini bisa banyak hal, termasuk politik.


Melibatkan Masyarakat

Tentu saja yang namanya pembangunan harus ada uang. Dr. Irfan Beik berharap ada sesuatu yang out of the box, misalnya gencar mengajak masyarakat untuk berwakaf dengan cara yang menarik


Program Wakaf PRUSyariah


prusyariah prudential indonesia

Sebelum KNKS terbentuk, Prudential Indonesia sudah sering terlibat dalam diskusi ekonomi syariah, khususnya dalam bidang asuransi, dengan berbagai lembaga yang berkompeten. Menurut ibu Nini Sumohandoyo, Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, faktanya literasi keuangan di masyarakat Indonesia totalnya adalah 29%, literasi asuransi sebesar 15%, dan literasi asuransi syariah hanya 2,5%.

Banyak masyarakat yang tertarik dengan ekonomi syariah, tetapi sebetulnya belum paham. Apalagi tentang program wakaf asuransi syariah. Padahal berdasarkan salah satu survey yang dilakukan di 146 negara, Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara yang paling banyak berderma terutama uang.

Bagi nasabah yang baru memiliki polis asuransi unit link Prudential, bisa mewakafkan setinggi-tingginya 45% dari manfaat asuransi. Tetapi, bila memiliki lebih dari 1 polis maka bisa diwakafkan hingga 95%.


“Program ini mendukung nasabah yang sedang mencari solusi modern dan cerdas untuk menunaikan wakaf, sekaligus memastikan dirinya dan keluarganya memperoleh proteksi dan perencanaan investasi yang tepat. Program wakaf kami fokus kepada kemudahan nasabah dalam menyalurkan wakaf asuransinya. Sejalan dengan slogan “Selalu Berbagi, Selamanya Berarti,” yang mengajak kita untuk terus berderma demi manfaat yang abadi, program ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk turut mengatasi tantangan sosial ekonomi Indonesia saat ini,” ujar ibu Nini Sumohandoyo

Lembaga wakaf (Nazhir) yang bekerjasa dengan Prudential sudah melalui berbagai proses seleksi. Selain sudah berbadan huku, alasan lainnya adalah memiliki visi dan misi yang sama dengan Prudential Indonesia. 3 lembaga wakaf terpercaya yang bekerjasama dengan Prudential adalah Dompet Dhuafa, iWakaf, dan Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia. Para nasabah bisa memilih mana dari 3 lembaga tersebut yang akan dipercaya untuk mengelola dana yang diwakafkan.

Yuk, kita mulai jalanin bareng berasuransi wakaf syariah!

[Silakan baca: #JalaninBareng PRUCritical Benefit 88 dari Prudential untuk Hidup Sehat]


 asuransi syariah indonesia

Continue Reading
97 komentar
Share: