Thursday, August 27, 2020

Menjaga Ketahanan Pangan dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani Melalui Bango Pangan Lestari

Menjaga Ketahanan Pangan dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani Melalui Bango Pangan Lestari

"Bun, hari ini masak apa?"

Anak-anak, terutama Keke, nanya seperti ini setiap hari. Chi memang selalu berusaha menyajikan masakan yang berbeda. Kalau bisa dalam waktu 1-2 minggu jangan ada menu yang sama.

menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani dengan program bango pangan lestari

Menjaga Ketahanan Pangan dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani Melalui Bango Pangan Lestari



Paling seneng kalau mereka sudah berekspresi untuk menyatakan masakannya lezat. "Mantaaaap!" Biasanya menjadi ucapan spontan K'Aie kalau suka dengan masakan yang dibuat istrinya. 
 
"Bun, masakin ini setiap hari!" Nah kalau ini berarti Keke suka banget sama rasa masakan yang bundanya buat.

Sedangkan Nai, gak banyak berkata-kata. Tetapi, kalau dia udah bolak-balik di dapur buat ambil piring, berarti dia suka dengan masakan hari itu.

Berbagai ekspresi tersebut, bikin Chi tambah semangat untuk masak. Menghadirkan berbagai kelezatan masakan di rumah. Meskipun Keke selalu bilang masak menu yang sama terus kalau dia lagi suka, tetapi jarang dipernuhi permintaannya. Chi tetap lebih suka gonta-ganti menu. Lagian kalau udah disuka juga, Keke gak bakal protes hehehe.


Kelezatan Masakan Bersumber Dari Hasil Pertanian Indonesia



mie aceh

"Makannya harus dihabiskan, ya. Kalau enggak, nanti makanannya menangis."

Pernah gak kita mendengar yang seperti itu. Waktu kecil, Chi percaya aja. Tapi, udah gede ya pemahamannya lain lagi.

Memang bukan makanan yang terlihat menangis. Tetapi, bukan pula gak ada yang sedih. Coba deh kalau kita lihat banyak makanan bersisa, rasanya mubadzir, ya. Kebayang susah payahnya para petani menanam bahan makanan yang berkualitas. Kemudian kita mengolahnya. Tetapi, akhirnya tidak dihabiskan.

Oiya, hari ini, Chi masak mie goreng aceh. 2 hari sebelumnya, bikin chicken barbeque. Keduanya menu favorit keluarga. Kesamaan lainnya adalah salah satu bahannya menggunakan kecap.

Masakan berbahan kecap memang lumayan sering disajikan. Kadang-kadang juga gak perlu rumit. Cukup nasi hangat dikasih telur ceplok yang dikecapin juga udah jadi kenikmatan haqiqi. Makanya kecap termasuk yang harus selalu ada di rumah.

Pernah gak terpikir makanan yang lezat ini bahannya dari mana aja? Dan bagaimana kesejahteraan para petaninya?


Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani di Masa Pandemi COVID-19



ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di masa pandemi covid-19
 
Selasa (25/8), Chi mengikuti webinar peluncuran "Bango Pangan Lestari". Acara yang dipandu oleh host Nirina Zubir, menghadirkan beberapa narasumber yaitu:
 
  1. Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia
  2. Hernie Raharja, Director of Foods and Beverages PT Unilever Indonesia, Tbk
  3. Rusli Abdullah, pengamat pertanian dan peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)
  4. Oshin Hernis, Head Of Communications Sayurbox
  5. Aria Alifie Nurfikry, Vice President of Marketing TaniHub
 
Urusan perut bukanlah sesuatu yang sepele. Selama manusia masih butuh makan, maka ketahanan pangan akan terus dibutuhkan. Sayangnya, Indonesia yang sebetulnya termasuk negara agraris ini, tetapi juga mempunyai beberapa permasalah yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan.

Ada 3 masalah besar yang menjadi tantangan ketahanan pangan di Indonesia saat ini, yaitu

  1. Kualitas sumber pangan yang kurang maksimal. Penyebabnya adalah pengetahuan petani yang masih minim. Sehingga bis amempengaruhi kualitas hasil pangan.
  2. Jumlah petani yang terus berkurang. Semakin banyak generasi muda yang enggan menjadi petani karena dianggap sebagai profesi yang kurang menjanjikan.
  3. Lahan yang semakin terbatas. Menurut data Kementan RI tahun 2020, rata-rata luas lahan sawah berkurang sebanyak 650 ribu hektar per tahun. Sedangkan menurut data Bank Dunia pada tahun 2017, hanya 31,5% lahan di Indonesia yang digunakan untuk pertanian. Petani juga semakin banyak yang menjual lahannya untuk dialihfungsikan menjadi pabrik atau perumahan karena dianggap lebih menguntungkan.
 
Permasalah ini semakin pelik ketika pandemi COVID-19 melanda. Distribusi hasil pertanian menjadi tidak lancar. Bagi petani kecil yang tidak memiliki akses dengan pasar yang luas, terpaksa menjual hasil pertaniannya ke sekitar dengan harga yang murah. Kesejahteraan para petani memang termasuk yang paling terdampak di saat pandemi.
 
 

Peluncuran Program "BANGO PANGAN LESTARI"

 
 
peluncuran program bango pangan lestari
 
Unilever memiliki komitmen global sampai tahun 2050 untuk menjadi katalisator bagi upaya peningkatan ketahanan pangan dengan menciptakan sistem pangan yang lebih baik. Sejalan dengan komitmen tersebut, Bango memperkenalkan program “BANGO PANGAN LESTARI” sebagai payung besar bagi keseluruhan inisiatifnya dalam menggalakkan pertanian yang berkelanjutan sebagai bentuk dukungan Bango terhadap strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas industri pertanian dan tercapainya ketahanan pangan di Indonesia
 
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, ada 2 hal yang dilakukan oleh Unilever yaitu diversifikasi konsumsi makanan dan diversifikasi produksi pangan. Program ini juga merupakan bentuk dukungan Bango terhadap program-program Kementrian Pertanian RI untuk mewujudkan sistem pertanian yang maju, efisien, tangguh, dan berkelanjutan.

Ada 3 inisiatif Bango untuk pertanian Indonesia yang sudah dilakukan dan akan terus berkelanjutan di masa depan, yaitu
 
 

Perkembangan Sistem Pertanian Berkelanjutan

Kecap Bango bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada untuk secara khusus mengembangkan kedelai hitam Malika yang merupakan virietas unggulan dan kunci kelezatan kecap Bango. 100% kedelai hitam Malika yang digunakan sudah memenuhi Unilever Sustainable Agriculture Code (USAC) yaitu serangkaian cara bertani yang ramah lingkungan.

Kecap Bango juga bekerjasama dengan Promoting Rural Incomes through Support for Markets in Agriculture (PRISMA)untuk sistem pemupukan dan irigasi. Serta menjawab tantang perubahan iklim di Indonesia


Perkembangan Kesejahteraan Petani dan Keluarganya

Melalui "Program Pengembangan Petani Kedelai Hitam", Bango bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada dan mitra lainnya mengembangkan komunitas petani kedelai malika. Tujuannya untuk memberikan manfaat dan mensejahterakan petani.

Program lain yang dimiliki Bango adalah "Program Saraswati". Buruh tani wanita, istri petani, dan kelompok wanita yang terlibat dalam pemilihan kedelai hitam pasca panen diberdayakan agar dapat lebih berkembang dan mengaktualisasikan diri.

Penggalakan Regenerasi Petani

Melalui "Program Petani Muda", Bango bekerjasama dengan The Learning Farm. Para petani muda yang potensial akan diajarkan tentang cara bercocok tanam yang efektif dan menghasilkan panen yang maksimal. Serta kesejahteraannya terjamin.
 
 

Perubahan Perilaku Konsumen di Masa Pandemi



belanja sayur di e-commerce untuk dukung petani indonesia
 
Di saat pandemi, banyak pengusaha kuliner (hotel, resto, dan katering) yang tutup. Terutama pada masa PSBB. Kalau pun sekarang sudah mulai beroperasi, pelanggannya juga dibatasi. Tetapi, terjadi peningkatan permintaan bahan makanan di level rumah tangga. 

Cung! Siapa yang selama di rumah aja jadi lebih sering makan?

Perubahan perilaku konsumen, tidak hanya untuk frekuensi makan, Tetapi, juga dari cara membeli. Sejak pandemi semakin banyak yang memilih membeli bahan makanan secara online.

Dalam program "Bango Pangan Lestari" berkolaborasi dengan Sayurbox dan TaniHub Group, mengajak masyarakat untuk mendukung para petani Indonesia. Caranya dengan membeli bahan makanan melalui platform e-commerce ini. 
 
Berbagai program pelatihan juga akan diberikan kepada para petani melalui kolaborasi ini. Diharapkan jaringan mitra petani semakin luas, petani semakin luas pengetahuannya, dan kesejahteraan pun meningkat.

Masyarakat juga bisa memberikan dukungan dengan mengunjungi website www.bango.co.id/bangopanganlestari. Membeli pangan secara online juga bisa membuka akses bagi para petani untuk menjual hasil pertaniannya. Ada voucher belanja juga lho di Sayurbox dan TaniHub.

Ketahanan pangan dan kesejahteraan petani memang harus terus ditingkatkan. Tentunya kita berharap, anak cucu masih bisa merasakan kelezatan makanan yang bahan-bahannya dari pertanian Indonesia.

Wednesday, August 26, 2020

Apakah Lampu UV-C Disinfektan Efektif Membunuh Virus Corona?

Apakah Lampu UV-C Disinfektan Efektif Membunuh Virus Corona?

Masih ingatkah apa yang terjadi di saat pandemi mulai datang ke Indonesia? Masker dan hand sanitizer sangat susah dicari. Kalaupun ada yang menjual, harganya meroket banget. Begitupun dengan berbagai bahan makanan, terutama yang tahan lama. Habis diborong karena masyarakat panik.
 
apakah lampu uv-c disinfektan efektif membunuh virus corona

Apakah Lampu UV-C Disinfektan Efektif Membunuh Virus Corona?


 
Chi termasuk yang gak ikutan panic buying. Alasannya karena kami semua lebih banyak di rumah begitu pandemi datang. Makanya merasa gak perlu membeli masker maupun hand sanitizer. 
 
Selain itu, warga di sini juga cukup bergerak cepat. Mensosialisasikan tentang pandemi ke warga. Saling memberikan bantuan juga. Ada yang berdonasi sembako dan lain sebagainya.



Jangan Lebay dan Abai di Saat Pandemi, Tetapi Waspada



waspada menghadapi pandemi covid-19

Hingga saat ini, Chi masih suka kesel banget kalau lihat ada yang menganggap remeh pandemi. Eeerrrghh! Kapan COVID-19 bakal tuntas kalau semakin banyak yang abai. 

Kita memang tidak boleh abai dengan Corona. Tetapi, bersikap lebay juga ternyata gak boleh, lho. Hal ini Chi ketahui saat mengikuti diskusi virtual (26/8) dengan tema "Sinar UV-C Kawan atau Lawan? Pemanfaatan Teknologi UV-C yang Aman untuk Perlindungan Masyarakat dari Mikro-organisme."
 
melaksanakan pola hidup bersih dan sehat

Penyakit karena mikro-organisme sebetulnya sejak dulu sudah ada, tidak hanya COVID 19. Ada influenza, tubercolosis, dan lain sebagainya. Mikro-organisme penyakit menular disebabkan oleh cacing, bakteri, virus, jamur, atau protozoa.

“Ada empat faktor utama dalam permasalahan kesehatan masyarakat: kapasitas layanan kesehatan, tingkat kesadaran perilaku publik, kebersihan lingkungan, dan permasalahan bawaan atau turunan. Dari keempat faktor ini, lingkungan menyumbang variabel yang cukup besar dalam menentukan kesehatan seseorang, karena terkait langsung dengan kebersihan lingkungan sekitar dan kesadaran kita dalam berperilaku hidup sehat,” jelas Dr. Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS., Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).
 
Lebih lanjut Dr. Hermawan mengatakan kalau di sekitar manusia memang ada puluhan juta mikro-organisme. Kuncinya agar bisa hidup berdampingan dengan mikro-organisme adalah dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Termasuk tentang COVID-19 ini. Makanya kita disarankan mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang benar. Karena dianggap efektif membunuh virus Corona.

Tetapi, masalahnya adalah perilaku manusia yang tingkat kesadaran akan kebersihannya berbeda-beda. Ditambah lagi dengan penularannya yang masif. Oleh karenanya perlu dilakukan rekayasa teknologi yang bisa mendukung manusia melakukan pola hidup bersih dan sehat.
 
 
 

Tentang Efektivitas dan Bahaya Sinar UV-C Bagi Kesehatan Manusia

 
 
efektivitas dan bahaya sinar uv-c bagi kesehatan manusia
 
Apakah kita sudah tau tentang sinar UV-C? Selama ini yang sering terdengar adalah UV-A atau UV-B.
 
UV-C juga berasal dari sinar matahari. Tetapi, sinarnya sangat pendek sehingga tidak sampai ke permukaan bumi karena sudah disaring oleh lapisan ozon.
 
Salah satu rekayasa teknologi yang dianggap mampu membunuh kuman adalah lampu UV-C. Tetapi, teknologi ini gak otomatis menyelesaikan masalah. Lampu UV-C bisa menjadi kawan atau lawan bagi manusia.
 
menggunakan lampu uv-c di area publik

Menurut  Dr. rer. nat. Ir. Aulia Nasution, M.Sc., Kepala Laboratorium Rekayasa Fotonika, Departemen Teknik Fisika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), penggunaan UV-C bisa menjadi alat disinfektan bila digunakan dalam dosis yang tepat. Jaringan sel akan menyerap sinar ini secara maksimum sehingga rantai DNA terputus. Dan akhirnya sel gagal melakukan replikasi.

Tetapi, jangan sampai sinar ini terkena langsung manusia karena bisa mengakibatkan iritasi kulit, sensasi terbakar, tumor, hingga kanker. Bila terkena mata bisa menyebabkan katarak. Oleh karena itu, bila lampu ini sedang dinyalakan, manusia dan hewan tidak boleh ada di ruangan tersebut. 

Penggunaan lampu UV-C disarankan di berbagai ruang publik, termasuk transportasi umum. Tempat di mana banyak orang berkerumun. 
 
Boleh gak pakai lampu UV-C di rumah?
 
Boleh aja, asalkan pilih produk UV-C yang memang sesuai untuk konsumen rumah tangga. Serta sudah dilengkapi berbagai fitur keamanan. Jadi jangan sembarangan membeli, ya.


Saat ini, semakin banyak lampu UV-C yang beredar di pasaran. Tentu patut diapresiasi sebagai upaya menghambat penularan COVID-19. Tetapi, mengingat teknologi ini memiliki 2 sisi yang bertolak belakang bagi kesehatan, maka harus konsumen harus mengetahui dulu tingkat keamanan, kesehatan, dan kenyamanannya.

“Kami mendorong pemerintah untuk melakukan kebijakan pengawasan produk sebelum diedarkan (pre-market control policy) seperti menetapkan standar atau sertifikasi bagi produk-produk UV-C, untuk memastikan bahwa produk yang beredar sudah memenuhi standar,” ujar Tulus, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).
 
Tidak hanya pemerintah, produsen dan konsumen pun harus turut berperan. Produsen harus mematuhi semua regulasi, mengedepankan itikad baik dari mulai mebuat produk hingga memasarkan, serta membuat kanal pengaduan konsumen. Sedangkan konsumen harus mencari tau plus minus UV-C dari berbagai sumber kredibel sebelum menggunakan. Pelajari juga cara penggunaannya. Serta lakukan pengaduan ke produsen bila produk tidak sesuai.
 
 
 

Signify Terpercaya dalam Teknologi UVC

 
 
 
Teknologi UV-C ternyata sudah digunakan sejak lebih 40 tahun lalu untuk mendesinfeksi udara, air, dan permukaan. Tetapi, penggunaannya tidak boleh sembarangan. Harus mengikuti prosedur dan dilakukan oleh profesional.
 
“Signify peduli terhadap tingkat pemahaman masyarakat terkait kewaspadaan dan kehati-hatian saat memilih dan menggunakan produk UV-C,” kata Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia.
 
Signify memang sudah 35 tahun terdepan dan terpercaya dalam teknologi lampu UV-C. Tetapi, dalam diskusi virtual lalu, signify juga ingin mengingatkan kepada masyarakat bahwa menggunakan ini tetaplah harus berhati-hati. Gak boleh sembarangan bila tidak ingin membahayakan kesehatan.

Selain itu, menggunakan lampu disinfektan UV-C bukan berarti jaminan manusia akan aman dari penularan berbagai penyakit menular karena mikro-organisme. Kita kan gak terus-menerus berada dalam ruangan yang sudah didisinfeksi. Ada kalanya berada di luar rumah atau ruang publik lainnya. Jadi tetap disiplin dengan pola hidup bersih dan sehat. Patuh dengan segala protokol kesehatan, ya!

Tuesday, August 25, 2020

Advan Tab Belajar, Gadget Edukatif untuk Anak Belajar Dari Rumah

Advan Tab Belajar, Gadget Edukatif untuk Anak Belajar Dari Rumah

Di suatu sore, beberapa hari yang lalu ...
 
K'Aie: "Bun, berasa gak kalau beberapa hari ini suasana rumah tenang?"
Chi: "Tenang gimana?"
K'Aie: "Ya tenang. Lebih sepi gitu."
Chi: "Iya, ya?"
K'Aie: "Oooo Ayah tau! Bunda nih penyebabnya."
Chi: "Kok, Bunda?"
K'Aie: "Beberapa hari ini Bunda kelihatan lebih tenang. Kok bisa? Tumben?"
Chi: "Tom and Jerry lagi gak ketemu."
 

Advan Tab Belajar, Gadget Edukatif untuk Anak Belajar Dari Rumah

 
 
Long weekend lalu kan Keke libur selama 10 hari. Karena lumayan panjang, dia pun pengen liburan di rumah neneknya.

Tom and Jerry menjadi julukan K'Aie untuk Keke dan Bundanya. Sebetulnya kami berdua gak selalu ribut. Tetapi, memang sering heboh. Lagi akur juga rame.

Kata K'Aie yang jadi Jerry tuh Keke. Karena dia yang suka mancing duluan. Kalau Tom lagi anteng pun suka aja dipancing jadi heboh hahaha!
 

Segala Drama di Saat PJJ


Pandemi COVID-19 membuat kami jadi sering ketemu. Kan biasanya anak-anak sibuk di sekolah sampai sore. Karena sekarang sedang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), tentunya kuantitas pertemuan jadi lebih banyak. rumah pun semakin ramai.

Tapi, Chi bener-bener enjoy, kok. Chi nikmati segala kerecehan di saat belajar dari rumah. Ambil yang lucu-lucunya biar gak darting.

Sayangnya memang gak semua bisa dianggap receh. PJJ memang masih banyak kekurangannya. Tetapi, sekolah tatap muka pun bukan solusi terbaik di saat masih zona merah.

Berbagai permasalah dialami setiap orang. Tentu dengan kadar yang berbeda-beda. Nah, salah satu permasalahannya adalah tentang gadget.

Idealnya memang 1 anak 1 gadget di saat belajar daring. Tetapi, gak semua dalam kondisi seperti itu. Mau beli juga tentunya pengen cari produk yang pas dengan kebutuhan dan harganya bersahabat.

Keke dan Nai sebetulnya cukup nyaman karena masing-masing punya hp dan laptop. Tetapi, udah termasuk jadul juga. Kadang-kadang Keke protes kalau hpnya mulai error. Memang udah beberapa tahun ini dia belum ganti. Sebetulnya udah saatnya 'dilem biru'.


Advan Tab Belajar, Tab Edukatif yang Pintar




Gadget seperti apa yang diingin orang tua agar anak bisa belajar dari rumah dengan efektif?

Tentu pengennya punya gadget yang layarnya lebar dengan berbagai fitur lain yang mendukung. Tetapi, pengennya juga tab murah. Hari gini kan lagi pada berhitung banget, ya.

Advan memahami kondisi ini. Baru-baru ini, Advan meluncurkan produk yang dianggap mampu membantu anak untuk belajar online dari rumah.

"Advan Tab Belajar merupakan tab edukatif yang memungkinkan pelajar untuk belajar secara online secara intens dan efektif berkat spesifikasinya yang lengkap sesuai dengan kebutuhan pada masa pandemi COVID-19 seperti saat ini. Advan Tab 8elajar menjadi upaya dari Advan memberikan solusi belajar jarak jauh dengan nyaman," jelas CEO ADVAN, Chandra Tansri.

Advan Tab Belajar memiliki layar 8 inch dengan resolusi HD. Performanya menggunakan CPU Octa-Core dengan dukungan RAM 3 GB dan ROM 16 GB. Kamera tunggal baik di depan maupun belakang dengan resolusi masing-masing 5 MP yang sudah dilengkapi dengan metode pemotretan malam.

Teknologi Wi-Fi nya merupakan generasi terbaru dengan koneksi jaringan 5G. Dilengkapi pula dengan bluetooth 4.2. Kapasitas battere sebesar 4.300mAH.

Belajar online kan memang butuh internet yang cepat dan stabil. Tetapi, tentunya juga harus didukung oleh teknologi Wi-Fi yang bagus agar semakin maksimal. Begitupun dengan kapasitas battere. Tentunya pengen yang tahan lama, biar gak setiap saat nge-charge. Apalagi kalau belajar online bisa sekian jam internetan.
 
“Untuk tetap dapat melanjutkan pendidikan generasi penerus bangsa Indonesia, terutama di masa Pandemi seperti sekarang ini, Kelas Pintar berusaha untuk menjalin kerjasama dengan berbagai institusi yang memiliki kesamaan visi dan misi dalam dunia pendidikan, salah satunya dengan Advan.” ujar Fernando Uffie, Founder dan CEO Kelas Pintar.

Advan Tab 8 juga disebut tab edukatif yang pintar. Bukan hanya karena kualitas tabnya yang memang mendukung kegiatan belajar dari rumah. Tablet ini juga sudah dilengkapi dengan aplikasi Kelas Pintar. Konsumen bisa mendapatkan benefit eksklusif layanan pembelajaran online senilai Rp825 ribu. Kelas Pintar ini bisa untuk level SD, SMP, dan SMA. Asiiik! Berarti Keke dan Nai juga bisa menikmati. 
 
Layanannya berupa solusi belajar online dengan metode pintar dan terintegrasi. Ada ribuan materi pembelajaran, latihan soal dan ujian untuk berbagai jenjang pendidikan. 
 
Cocok banget lho ini di saat PJJ. Seringkali orang tua kan pusing ketika harus mengajarkan anaknya belajar. Kalau punya aplikasi ini jadi bisa terbantu. Dan bila membeli Advan Tab 8elajar, tentunya aplikasi Kelas Pintar sudah termasuk benefit.

Harga tablet pintar ini adalah Rp1.499.000,00. Ada cashback sebesar Rp100.000,00. Lumayan banget!

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-75, 100 pembeli pertama Advan Tab Belajar akan mendapatkan bonus kuota paket data  Smartfren sebesar 360 GB. Cuzz deh ke Tokopedia sekarang juga. Mumpung produknya baru rilis dan banyak benefitnya, nih!

Monday, August 24, 2020

NIVEA Berdonasi Puluhan Ribu NIVEA Crème Tin untuk Mendukung Para Tenaga Medis

NIVEA Berdonasi Puluhan Ribu NIVEA Crème Tin untuk Mendukung Para Tenaga Medis

Dirgahayu RI ke-75!
 
Bagaimana semangat teman-teman menyambut hari kemerdekaan ini? Mudah-mudahan tetap semangat, ya. 
 
donasi nivea creme tin untuk apresiasi para tenaga medis

NIVEA Berdonasi Puluhan Ribu NIVEA Crème Tin untuk Mendukung Para Tenaga Medis

 
 
Meskipun hari kemerdekaan di tahun ini terasa beda. Nyaris gak ada perayaan menggelar berbagai lomba Agustusan. Kalau di tempat Chi malah gak ada sama sekali. Benar-benar sepi banget. Ya, kita semua tau penyebabnya adalah pandemi COVID-19 yang masih terus ada. 
 
Kadang-kadang, capek juga dengan kondisi begini. Kangen dengan suasana normal seperti dulu. Tetapi, solusinya tentu bukan mengabaikan wabah. Justru kita harus semangat memberantas supaya wabah lekas pergi.

Lagipula Chi gak tega dengan tenaga medis kalau angka positifnya naik terus. Sejak pandemi masuk ke Indonesia, mereka yang terus bekerja tanpa henti. Tentunya kita harus ikutan semangat membantu mereka, dong.

Caranya dengan patuh dan paham segala protokol kesehatan. Jangan pernah mengabaikan hal ini. Jangan pula terlalu banyak mengeluh.
 
 
Tenaga medis setiap hari harus pakai hazmat berjam-jam. Termasuk juga menggunakan masker. Mencuci tangan dengan hand sanitizer juga dilakukan berulang kali. Kebayang kan ya kayak apa keringnya kulit kalau dalam kondisi begini?

Direktur Utama PT. Beiersdorf Indonesia, Holger Welters mengatakan, "Para tenaga medis terus mendedikasikan dirinya sebaik mungkin dalam situasi yang penuh tekanan dan risiko tinggi. Dalma rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI, kami ingin memberikan terima kasih kepada para tenaga medis karena mereka adalah pahlawan yang telah berkorban waktu, tenaga, pikiran, dan jiwa raga untuk melayani masyarakat di situasi krisis saat ini."
 
Dalam rangka Hari Kemerdekaan RI ke-75, NIVEA Crème Tin kemasan khusus 150 ml akan didistribusikan kepada 20.112 tenaga medis rumah sakit rujukan COVID-19. Produk ini didesain dan diproduksi secara khusus untuk mereka. Jadi tidak dijual untuk umum.

NIVEA Crème Tin merupakan produk ikonik dari NIVEA. Sejak dulu sudah dikenal manfaatnya untuk melembapkan kulit. Kandungan Eucerit pada produk ini dapat melembapkan serta mengatasi kulit kering karena pemakaian masker yang berkepanjangan dan hand sanitizer terus-menerus. Produk ini juga cocok untuk segala jenis kulit, termasuk yang sensitif.

Donasi ini merupakan bentuk apresiasi dan terima kasih dari NIVEA untuk para tenaga medis. Semoga mereka bisa merasakan manfaatnya dan tetap semangat memerangi pandemi. Semangat!

Friday, August 14, 2020

Pepsodent Edisi Spesial Merah Putih, #MerdekakanSenyum Keluarga Indonesia

Pepsodent Edisi Spesial Merah Putih, #MerdekakanSenyum Keluarga Indonesia

Banyak yang mengatakan kalau senyum adalah ibadah yang paling mudah dan murah. Dengan tersenyum, kita bisa membawa aura kebahagian dengan sekitar.

Pepsodent Edisi Spesial Merah Putih, #MerdekakanSenyum Keluarga Indonesia


Teorinya memang seperti itu. Tetapi, ada berbagai alasan kenapa kita menjadi sulit untuk tersenyum. Apalagi dalam kondisi pandemi COVID-19 saat ini, menangis rasanya lebih mudah dilakukan daripada tersenyum.

#MerdekakanSenyum Keluarga Indonesia


Pandemi datang memang tanpa permisi. Tidak hanya kesehatan, sektor lainnya pun ikut dihantam. Chi lebih banyak menangis pada minggu-minggu pertama. Tetapi, menangis tidak menyelesaikan permasalahan. Malah tambah stress dan suasana rumah pun jadi muram. 

Ternyata memang benar, bahagia dan sedih memang menular. Walaupun K'Aie dan anak-anak terlihat biasa aja, tetapi kalau Chi sedih terus rasanya memang beda suasananya.

Chi pun mulai mencoba banyak tersenyum. Malah lama-lama semakin menikmati kebersamaan di saat kami semua sedang dalam masa PSBB. Kapan lagi bisa berkumpul seperti ini dalam waktu lama?

Dalam keadaan normal, semua punya kesibukan masing-masing. K'Aie tentu bekerja kantoran. Sedangkan, Keke dan Nai yang sudah remaja juga mulai punya banyak kesibukan di luar rumah. Quality time tetap ada, tetapi quantity sudah mulai berkurang.

Kebersamaan ini memngingatkan pada masa anak-anak masih kecil. Masih sering ngumpul sama mereka. Ditambah lagi K'Aie juga kerja dari rumah. Ternyata asik juga bisa kumpul lagi begini. Chi sangat menikmati suasananya.


Setiap senyuman memang begitu berarti dan bisa diciptakan dari banyak hal sederhana di dalam keluarga

Senin, 10 Agustus 2020, Pepsodent meluncurkan Pepsodent Edisi Special Merah Putih. Produk spesial ini dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-75. Tentu saja produk ini memiliki beberapa keistimewaan.


“Agar keluarga Indonesia dapat terus memancarkan senyum, kesehatan menjadi aspek yang paling penting diperhatikan, terutama kesehatan gigi dan mulut. Oleh karena itu, Pepsodent selalu hadir dengan rangkaian solusi yang dapat melindungi senyuman keluarga Indonesia –baik melalui produk maupun edukasi kesehatan gigi dan mulut yang berkelanjutan,” ujar Fiona Anjani Foebe, Head of Oral Care Marketing Unilever Indonesia.

Pepsodent memahami kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Oleh karenanya produk spesial merah putih pun diluncurkan untuk #MemerdekakanSenyum keluarga Indonesia. Pepsodent berharap di saat pandemi ini keluarga Indonesia kembali tersenyum dan optimis menghadapi era tatanan kehidupan baru.

Ada beberapa keistimewaan dari #PepsodentEdisiSpesialMerahPutih. Pasta berwarna merah putih, lho. Kemasannya juga lebih menarik karena menggambarkan persatuan pahlawan senyum dari seluruh Indonesia.

Formula pastanya dilengkapi dengan kalsium, fluoride, dan zinc untuk melawan gigi berlubang. Yup! Mana kita bisa senyum kalau lagi sakit gigi? 

Kabar menggembirakannya lagi, untuk pertama kali di Indonesia, Pepsodent Edisi Spesial Merah Putih ini juga bijak plastik. Kemasan karton dan tube-nya semua 100% bisa didaur ulang. Keren banget, kan!

#PahlawanSenyum Bagi Para Pemulung


Sesedih-sedihnya Chi menghadapi pandemi, ada kalanya bersyukur juga. Setidaknya saat ini masih bisa berkumpul dengan keluarga di rumah yang nyaman dan makanan yang layak. Tetapi, masih ada kelompok masyarakat lain yang lebih terhantam kehidupannya.


“Kehidupan lebih dari 4 juta pemulung telah terpukul hebat akibat pandemi. Dari sisi kesejahteraan, penghasilan mereka berkurang drastis dengan menurunnya harga jual sampah akibat berbagai keterbatasan. Selain itu, mereka berisiko tinggi terpapar virus COVID-19 di antara timbunan sampah yang dihadapi setiap hari. Sudah sepatutnya kita memfasilitasi mereka dengan perlindungan diri yang memadai sehingga mereka dapat terus berkontribusi sembari memenuhi kebutuhan untuk menyambung hidup,” ujar Nurdiana Darus, Head of Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia.

Pemulung termasuk kelompok masyarakat yang paling terkena dampak pandemi. Padahal mereka selalu berupaya membantu mengangkut sampah yang diproduksi masyarakat setiap hari. Risiko pekerjaan mereka juga tinggi. Rentan untuk terganggu kesehatannya.

Oleh karena itu, Pepsodent berkolaborasi dengan Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) di mana sebanyak 2,5% laba penjualan Pepsodent Edisi Spesial Merah Putih akan didonasikan untuk kesejahteraan dan kesehatan para pemulung.

Dari sisi kesehatan, Pepsodent akan memberikan rangkaian produk, masker kain, sepatu boots, dan hand sanitizer. Perawatan gigi dan pemeriksaan mulut secara gratis juga disediakan bagi pemulung dan keluarganya.

Sedangkan dari sisi kesejahteraan, Pepsodent akan memberikan sejumlah mesin press sampah plastik. Diharapkan mesin ini akan membantu meningkatkan nilai ekonomis plastik yang dijual pemulung ke pengepul.


Harga 1 tube pasta gigi Pepsodent gak mahal, kok. Dengan Rp10 ribu rupiah untuk ukuran 190 gr, kita sudah bisa berpartisipasi menjadi #PahlawanSenyum bagi para pemulung. Edisi spesial ini akan ada sampai akhir tahun 2020. Tetapi, bila animo masyarakat Indonesia tinggi, maka akan terus diproduksi.


“Pekerja informal seperti pemulung terkadang luput dari perhatian kita. Kolaborasi bersama Pepsodent ini akan sangat bermanfaat, terutama untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka. Kita bisa membantumengukir senyuman ribuan pemulung di berbagai wilayah Indonesia melalui donasi ke kitabisa.com/merdekakansenyum hingga 31 Oktober 2020,” ujar M. Alfatih Timur, CEO KitaBisa.com

Selain berpartisipasi membeli produk Pepsodent Edisi Spesial Merah Putih, kita juga bisa menjadi #PahlawanSenyum dengan cara berdonasi di kitabisa.com/merdekakansenyum. Menariknya, uang yang kita donasikan akan dilipatgandakan jumlahnya oleh Pepsodent. Misalnya, kita berdonasi Rp100 ribu, maka oleh Pepsodent akan dijadikan Rp200 ribu.

Sangat menarik program dari Pepsodent Edisi Spesial Merah Putih ini. Karena #MerdekakanSenyum memang bagusnya tidak hanya dilingkup keluarga saja. Tetapi, tularkan juga senyum ini ke lingkaran masyarakat lain. Supaya kita semua tetap bisa tersenyum.

Jangan Lupa untuk #SenyumkanBumi


Salah satu hal yang bikin Chi bahagia di saat PSBB adalah langit terlihat cerah. Tidak perlu pergi ke gunung atau wisata alam lainnya yang masih asri. Cukup keluar rumah sudah terlihat langit biru. Buat yang tinggal di Jakarta, pemandangan seperti ini bisa dibilang jarang juga.

Apa yang kita lakukan memang bisa mempengaruhi kondisi bumi. Bila kita peduli dengan lingkungan, maka buatlah bumi tetap tersenyum. Gak usah yang ruwet-ruwet, cukup dari aktivitas sehari-hari di rumah.

Di saat pandemi, Chi melihat banyak yang mulai memiliki hobi bercocok tanam. Hobi yang bagus banget karena membuat bumi jadi hijau.

Tetapi, Chi termasuk yang gak telaten untuk urusan menanam. Hanya sebagai penikmat. Apalagi kalau tanaman di rumah pada subur.

Kalau di keluarga kami, K'Aie yang memang sejak dulu menyukai tanaman. Halaman belakang dan depan rumah kami memang tidak instagramable dengan pot yang cantik. Tetapi, lumayan banyak tanaman yang ada di rumah.

Bagi K'Aie, halaman udah kayak lahan bermainnya. Betah berlama-lama mengurus tanaman. Apalagi saat pandemi begini di mana lebih sering kerja dari rumah.

Bukan berarti Chi gak punya kontribusi, lho. Chi mengikuti permintaan K'Aie untuk tidak membuat sampah sayur, buah, dan kulit telur. Semuanya dikumpulkan untuk dijadikan pupuk bagi tanaman.

Untuk sampah sayur, tentu bukan yang sisa tumisan atau olahan, ya. Tetapi, bagian yang gak terpakai untuk masak. Begitupun dengan buah. Sedangkan untuk kulit telur harus dicuci dulu hingga bersih supaya gak menimbulkan bau busuk. 

Sampah-sampah ini bisa menjadi pupuk organik bagi tanaman di rumah. Kami juga gak perlu mengeluarkan uang lagi untuk membeli pupuk organik karena tinggal memanfaatkan sampah. Apalagi sekarang kami lagi lumayan sering baking, jadi lumayan banyak nih stok kulit telur di rumah untuk dijadikan pupuk.

Nah, itu salah satu upaya kami untuk mencintai lingkungan agar bumi juga bisa ikut tersenyum. Bagaimana dengan teman-teman? Langkah apa yang sudah dilakukan untuk #MerdekakanSenyum dan #SenyumkanBumi? Saling berbagi cerita, yuk!

Sunday, August 9, 2020

Nai dan Hobi Baking

Nai dan Hobi Baking

Nai dan Hobi Baking  - "Nai kok bikin roti melulu?"

Beberapa hari yang lalu, mamah bertanya seperti itu di telpon. Chi memang suka membagikan camilan buatan Nai di WAG keluarga besar. Sebetulnya semua, termasuk mamah, juga udah tau kalau Nai suka bikin kue. Tetapi, mungkin karena akhir-akhir ini lagi semakin sering bikin jadi ditanya begitu.


Lagi bikin pancake dan omelette bersama Keke


Chi gak pernah mengajarkan anak-anak membuat kue. Gimana mau mengajakan kalau Chi sendiri gak hobi? Ngemil yang manis aja kurang suka, apalagi bikin. Keluarga Chi memang cenderung lebih suka makanan yang gurih.

Kesukaan Nai dengan camilan manis menurun dari ayahnya. Almarhumah mamah mertua sering cerita kalau K'Aie tuh seneng banget ngemil dari kecil. Pasti selalu nanyain kue. Makanya mamanya selalu bikin kue bahkan jualan. Jadi fix lah ini, hobi membuat kue memang menurun dari neneknya. Apalagi almarhumah suka ajak Nai bikin kue kalau kami sedang berkunjung.


Irit Uang Jajan


turtle melonpan 
Turtle Melonpan


Jawaban pertama yang Chi katakan ke mamah adalah pengiritan. Sebetulnya, kami juga bukan keluarga yang konsumtif banget untuk jajan. Tetapi, di saat pandemi covid-19 ini memang harus berusaha mengencangkan ikar pinggang. Belum jelas kapan cobaan ini akan berakhir. Mana grafiknya positifnya naik terus. Hiks!

Di sisi lain, frekuensi makan juga meningkat. Meskipun di sini juga semuanya sudah tertib dengan jadwal makan. Tetapi, tetap aja ada peningkatan karena kesibukannya juga berkurang. Makanya menyibukkan dengan makan hehehe.

Bikin sendiri memang kelihatannya lebih ribet. Tetapi, terbukti bisa berhemat juga. Uang jajan jadi lebih irit kalau masak atau baking sendiri.

 

Mengasah Ketrampilan


hotteok 
Hotteok


Nai sudah mulai suka baking sejak kecil. Tetapi, semakin remaja kesibukannya semakin padat. Waktu me time nya semakin sedikit.

Sebelum ada pandemi, dia juga lagi sibuk-sibuknya. Sibuk sekolah dan ekskul. Apalagi dia terpilih sebagai ketua pelaksana perlombaan paskibra di sekolahnya. Rencananya mau bikin untuk tingkat nasional. Makanya dia lagi sibuk-sibuknya rapat. Tetapi, akhirnya rencana tersebut dibatalkan.

Akhir pekan pun masih disibukkan dengan kegiatan ekskul. Kalaupun enggak, dia memilih untuk istirahat di rumah. Alasannya capek.

pancakePancake


PJJ waktunya gak panjang. Tapi, pernah ada tugas yang lumayan sulit sehingga menjelang tengah malam masih belajar. Tetapi, jarang banget kejadian begitu. Rata-rata pukul 12 udah selesai belajar dari rumah.

Karena Nai udah kelas 9, belajarnya ditambah dengan bimbingan belajar. Seminggu 3x belajarnya. Ya meskipun belum jelas nanti penilaian kelulusan dan seleksi PPDB sekolah negeri di DKI seperti apa. Kami akhirnya memutuskan tetap penting bagi Nai untuk ikut bimbel.

[Silakan baca: Kisruh PPDB DKI 2020 Jalur Zonasi]

Selain itu, dia punya waktu bebas yang lumayan panjang. Sekarang dia lagi ketagihan nonton drakor. Gara-gara dia menginap di rumah neneknya (mamah saya) selama liburan kenaikan kelas lalu. Dan sepupunya berhasil mempengaruhi dia untuk menyukai drama Korea. Padahal tadinya dia gak mau banget sama hiburan yang serba Korea hehehe. Untungnya gak sampai kebablasan. Dia masih sering bikin kue dan camilan lain selama masa belajar di rumah.

[Silakan baca: Bimbingan Belajar Zenius Optima untuk SMP Kelas 9]


instagram pancake
Instagram Pancake


Chi tadinya menyayangkan kalau hobi Nai ini akan menghilang karena kesibukannya di luar rumah. Apalagi Chi merasa Nai punya potensi di sini. Tetapi, mau minta dia untuk mengurangi kesibukannya juga rasanya gak tega. Apalagi dia sangat menikmati dan senang waktu dipilih jadi ketua panitia.

[Silakan baca: Bagaimana Mengetahui Potensi Anak?]

Ada hikmahnya juga kondisi saat ini. Nai jadi mulai menekuni hobinya lagi. Alhamdulillah jadi bisa semakin mengasah ketrampilan meskipun belajar otodidak melalui berbagai konten masak di YouTube.


Menjauhkan dari Gadget


homemade pizza 
Pizza dengan sosis, mozarella, dan wortel


Tentu ini pengecualian pada saat sedang pembelajaran jarak jauh, ya. Kondisi saat ini memang membuat anak-anak menjadi lebih dekat dengan gadget. Tetapi, tentu seharusnya gak terus-terusan, dong?

Kekhawatiran orang tua kalau anaknya akan menjadi kecanduan gawai gara-gara PJJ, salah satunya bisa diatasi dengan mengenalkan berbagai aktivitas lain yang juga menyenangkan.

[Silakan baca: Nai dan Kehilangan Handphone Kesayangan]


churros
Churros


Chi gak sekadar berteori. Tetapi, sudah membuktikannya selama beberapa tahun ini sejak anak-anak mulai kenal dengan gadget. Sekadar melarang apalagi sambil marah, malah bikin capek hati. Paling efektif memang mengalihkan perhatian ke kegiatan lain.

Pernah juga kami mengajak teman-teman Keke liburan ke Tanakita. Dan seharian itu mereka lupa sama sekali dengan ponselnya. Sampai menjelang tidur ada yang nyeletuk kalau ternyata mereka belum pegang ponsel. Ya itu karena selama seharian dibikin sibuk dengan berbagai kegiatan seru.

[Silakan baca: Anak Generasi Gadget Juga Bisa Lupa Gadget]


Pizza with jalapeno and mozarella 
Pizza with Jalapeno, Mozarella, Smoked Beef, and Tomato Sauce
Dough pizza juga Nai bikin sendiri


Baking menjadi kegiatan seru buat Nai. Kalau dia lagi biking kue, tentunya akan lupa dengan gadgetnya. Tetapi, pernah juga dia pegang ponsel saat sedang masak. Tentu aja kami tegur. Kalau sampai itu ponsel jatuh ke minyak panas atau adonan kan nanti akan jadi masalah. Saat sedang nguprek di dapur, wajib tinggalkan gadget.


Bonding


baked egg with smoked beef 
Baked Egg with Smoked Beef, Red Cheese, and Homemade Tomato Sauce


Bunda: "Lagi masak apa, Dek?"
Nai: "Ada, deh."

Nai selalu menjawab seperti itu kalau dia lagi mencoba resep baru. Gak akan pernah mau ngasih tau sedang masak apa. Mulutnya bener-bener terkunci hehehe.

Tetapi, kalau sudah selesai, dia akan minta bundanya buat nyicipin. Setelah itu, baru deh dikasih tau nama makanan buatannya.

Kalau udah pernah nyoba bikin sekali, biasanya dia mau kasih tau untuk bikin yang berikutnya. Gak keberatan juga kalau dibantuin. Memasak bareng begini bisa meningkatkan bonding, lho. Gak usah khawatir bakal gagal. Kalau sampai gagal, ketawa bareng aja hahaha.

[Silakan baca: Begini Cara Berkomunikasi dengan Remaja]

Sejak belajar dari rumah, hobi Nai bikin kue memang jadi sering dilakukan lagi. Bagaimana dengan Keke?

Keke juga punya hobi. Hobi balap motor dan street photography untuk sementara berhenti dulu. Tapi, hobi bermain musik dan game online tetap jalan. Berarti sering pegang gadget, dong?

[Silakan baca: Belajar Menjadi Pembalap Motor di 43 Racing School]

Selama gak kencanduan, gak masalah buat kami. Apalagi dia punya keinginan untuk mencoba ikut salah satu pertandingan e-sport. Makanya lagi latihan terus.

Teman-teman punya aktivitas apa nih biar gak bosan selama masih di rumah aja?

[Silakan baca: Mobile Internet pada Anak, Candu atau Hobi?]


brownies
Brownies


Keterangan: Semua foto, kecuali Turtle Melonpan, Hotteok, dan Brownies adalah hasil karya Nai ketika dia masih SD