Senin, 30 Juni 2014

Sekarang Jam Berapa, Bun?

Anak yang susah makan biasanya lebih mudah diajak puasa? Kata siapa? Setidaknya itu gak berlaku untuk Nai.

Sebetulnya, kalau Nai dibilang susah makan, enggak juga. Cuma memang bukan tukang makan kayak Keke, yang sebentar-sebentar minta makan hehe. Tapi, untuk urusan puasa, lebih mudah mengajarkan ke Keke. Ya, walopun Keke sendiri baru bisa puasa penuh ketika dia kelas 3 SD. Hanya saja, setiap tahun progressnya kelihatan. (Silakan baca postingan Chi yang berjudul "Keke dan Puasa", untuk tahu progress Keke).

Lain Keke, lain juga dengan Nai *tiap anak memang beda-beda, ya. Justru, Nai agak sulit diajak berpuasa. Kalau ditanya mau puasa atau enggak, jawabannya sih selalu semangat. Tapi, prakteknya susah hihihi.

Cuma kuat gak makan dan minum ketika di sekolah aja. Padahal kalau bulan Ramadhan, jam sekolah kan pendek. Setelah pulang langsung minta makan dan minum. Udah gitu, setiap kali bulan Ramadhan, kayaknya Nai jadi anak yang suka sekali makan. Menggoda Aa' nya ajah hehehe. Reward atau berbagai kegiatan dengan tujuan supaya Nai gak selalu minta makan dan minum belum berhasil juga. Baru sebatas semangat ajah :D

Sehari sebelum puasa, Chi tanya ke Nai, mau ikut sahur atau enggak. Dia bilang mau. Oke, deh, Chi cobain lagi bangunin dia pas sahur.
Puasa hari pertama kami kemaren ada di Bandung. Nai pun dengan semangat bangun, walopun masih harus disuapin makannya. Tapi, setidaknya dia lahap dan gak nangis. Paling gak ada 2 kemungkinan, yaitu tahun ini dia benar-benar semangat untuk berpuasa atau dia semangat karena di Bandung banyak sepupu-sepupu Chi yang akan menemani dia berpuasa.

Pukul 10.00 wib, dia minta izin untuk makan sepotong kecil coklat (setelah sebelumnya beberapa kali bertanya, "Sekarang Jam Berapa, Bun?"). Chi bolehin, namanya juga baru belajar puasa. Setelah makan sepotong kecil coklat dan minum segelas air, dia mau lanjutin puasa.

Pukul  13.00 wib, Nai bener-bener laper. Chi kasih izin dia makan sepiring nasi plus lauk-pauk. Setelah makan sepiring, Nai lanjutin lagi puasanya sampai maghrib.

Menurut Chi, kemungkinan juga ada 2 penyebab kenapa Nai belum mampu puasa penuh di hari pertama, yaitu:

  1. Nai masih belum sanggup puasa penuh tahun ini. Tapi, setidaknya kali ini dia berhasil ikut sahur tanpa susah dibangunin dna makan dengan lahap.
  2. Nai tergoda terus sama sepupu Chi yang masih kelas 1 SD. Sepupu Chi ini sebetulnya juga disuruh puasa full sama ibunya, tapi ternyata belum kuat. Masih menangis. Trus, akhirnya di bolehin makan, Dan, setiap makan, dia ngajak Nai. Ya, mungkin Nai tergoda, mana udara Bandung kan dingin hihi
 

Hari kedua puasa


Hari kedua udah kami jalani di rumah. Alhamdulillah, Nai masih gak susah dibangunin sahur dan masih lahap makannya. Hari kedua ini pun sukses dia berpuasa 1 hari penuh. Gak ada rewel apalagi menangis, paling cuma nanya, "Sekarang jam berapa, Bun? Buka puasa berapa jam lagi?" Dan, dia bertanya hampir setiap 5-10 menit! Hehehe

Bagaimana dengan Keke? Harusnya, sih, lebih lancar. Apalagi, ini tahun ketiga dia mulai berpuasa penuh. Tapi, di hari kedua ini, Keke sama sekali gak puasa. Badannya panas tinggi. Turun naik terus suhu badannya seharian ini.

Awalnya, ketika Keke bilang gak enak badan, Chi pikir dia cuma pengen cari perhatian. Apalagi saat itu badannya belum panas. Kenapa Chi sempet menganggap dia cari perhatian, karena pas hari pertama puasa, Keke beberapa kali sempet protes ke Chi.

Keke protes karena melihat adiknya disuapin saat sahur, sementara dia enggak. Chi berkali-kali jelasin kalau Nai kan lagi belajar berpuasa. Dulu, Keke pun selalu disuapin ketika sahur. Bahkan sampai puasa tahun kemarin pun, dia masih selalu disuapin saat sahur. Tapi, tahun ini, Chi minta Keke untuk belajar makan sendiri.

Tapi, Keke masih juga bertanya yang sama seharian itu. Ya, mungkin Keke ngiri, jealous, atau manjanya lagi keluar aja. Dia sampe bilang, gak mau puasa di hari kedua. *beneran lagi keluar manjanya, nih :)

Makanya, pas pagi-pagi, dia bilang gak enak badan, Chi pikir Keke cuma cari perhatian. Mungkin, masih ngambek karena adikya masih disuapin saat sahur. Eh, gak taunya badan Keke beneran panas tinggi. Sampai malam ini, sih, masih naik turun panasnya.

Mudah-mudahan, sih, sakitnya cuma karena kecapean aja. Besok atau lusa udah membaik. Semoga cepet sembuh, ya, Nak :L

Untuk Nai, tetep semangat puasanya. Dan, semoga Bunda juga tetep semangat jawab pertanyaan Nai yang selalu sama, "Sekarang jam berapa, Bun?" Hehehe.

Oiya, salah satu tips yang selalu Chi lakuin ke anak-anak ketika berpuasa. Jangan lupa kasih mereka madu. Fungsinya, gak cuma untuk jaga stamina, sih. Madu juga bikin bibir gak pecah-pecah. Sakit kan kalau bibir udah pecah-pecah. Kalau, anak-anak gak suka madu, paling gak olesin aja ke bibirnya. :)

Continue Reading
24 komentar
Share:

3rd Giveaway: Tanakita - Hobi dan Keluarga

Postingan ini Chi jadiin Sticky Post sampai GA selesai, ya. Jadi, kalau mau lihat postingan terbaru bisa lihat tepat dibawah postingan ini :)

Teman-teman punya hobi? Kayaknya hampir semua orang punya hobi, ya. Chi juga punya hobi. Salah satunya yaitu ngeblog pastinya.

Hobi dan keluarga juga bisa saling berkaitan. Ada yang berawal dari hobi, akhirnya bisa menjadi penghasilan utama bagi keluarga. Ada hobi yang bisa bikin keluarga bangga. Ada yang hobinya ditentangs ama keluarga dengan berbagai alasan. Ada yang karena hobi pula, terpaksa harus sering berpisah dengan keluarga. Pokoknya hobi dan keluarga, selalu memiliki banyak kisah berbeda.

Nah, Chi mau ngadain GA lagi, nih. GA ke-3 di blog ini. GA kali ini disponsori oleh Tanakita - Five Star Camp.

Tema Lomba:

Hobi dan Keluarga.

Silakan teman-teman menulis tentang hobi masing-masing dan harus berkaitan dengan keluarga, ya. Beberapa contoh kaitannya udah Chi contohin di paragraf atas. Gak usah menurut contoh juga gak apa-apa, lah. Yang penting hobi dan keluarga harus ada kaitannya.

Syarat dan Ketentuan Umum:

  1. Blogger aktif dari platform manapun (blogspot, wordpress, dan lain-lain)
  2. Panjang artikel 300-500 kata
  3. Silakan menulis dengan gaya bahasa masing-masing dalam bahasa Indonesia, dan jangan 4L4y
  4. Tulisan harus sesuai tema dan berdasarkan pengalaman pribadi
  5. Di akhir tulisan, sertakan kalimat "3rd Giveaway : Tanakita - Hobi dan Keluarga". Beri link hidup ke postingan GA ini
  6. Pasang banner GA ini di side bar dengan link hidup ke web Tanakita (silakan klik tulisan tanakita untuk mengetahui web addressnya). Kalau masih bingung, bisa lihat side bar sebelah kanan blog ini untuk penempatan bannernya


  1. Jangan lupa pasang gambar ini di side bar dengan link hidup ke web Tanakita, ya
  2. Kirimkan tulisan di kolom komentar ini (Nama, akun twitter, akun FB, judul, dan URL)
  3. Share di twitter dengan format: JUDUL (spasi) SHORT URL (spasi) @ke2nai #Tanakita 

Syarat dan Ketentuan Khusus:

  1. GA ini berhadiah liburan ke Tanakita - Five Star Camp di bulan November (terserah mau tanggal berapa, pokoknya bulan November).
  2. Hadiah pemenang GA ini tidak boleh berpindah tangan, karena pemenang akan diminta kesediaannya untuk menulis review tentang Tanakita setelah merasakan nikmatnya berkemah ala bintang 5 di sana.
  3. Karena diminta kesediaannya untuk melakukan review, jadi pastikan yang ikutan memang bisa berlibur di bulan November (ayo mulai cek-cek jadwal liburan di bulan November :D)
  4. Selain paket menginap juga akan diberikan paket river tubing. Jadi, pemenang harus berani ikutan river tubing, ya (berani laaaahhh.. Keke aja berani, kok) :)
  5. Biaya perjalanan pulang pergi ke dan dari Tanakita, ditanggung masing-masing, ya (maksudnya, sponsor tidak menanggung biaya perjalanan):) 

Periode Lomba:

16 - 30 Juni 2014 (lomba ditutup tanggal 30 Juni 2014 pukul 23.59 wib)

Pengumuman:

15 Juli 2014

Juri :

Chi dan salah seorang dari Rakata Alam Terbuka :)

Hadiah:
Yang pengen merasakan nikmatnya berkemah di Tanakita, ikutan GA Chi ini, ya :)

1 orang pemenang mendapatkan 2 voucher menginap plus river tubing untuk merasakan sensasi menginap di Tanakita Five Star Camp pada bulan November 2014. Silakan ajak suami/istri, sahabat, ayah/ibu, anak, blogger, dan lain-lain. Mau ngajak lebih dari 1 orang juga boleeeeehhh. Tapi, sisanya bayar sendiri :D

TANAKITA Camp adalah area berkemah di kaki gunung, berada tepat di depan Taman Nasional Gede Pangrango, Situ Gunung, Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat. Berada di ketinggian 1.100 dpl, suhu rata-rata di area TANAKITA Camp adalah 20° – 22° C pada siang hari dan 18° – 20° C di malam hari, dengan kelembaban 85%.

Dengan prinsip professional, safe, and friendly, TANAKITA Camp didirikan dan dikelola oleh para pecinta alam dan pekerja profesional yang tergabung di PT Rakata Amal Terbuka.

Berada di TANAKITA memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk menikmati alam terbuka dengan kenyamanan seperti di rumah sendiri, dengan sejumlah aktivitas seru dan aman, pelayanan yang ramah dan area perkemahan yang apik dan bersih.

Harga menginap di Tanakita adalah IDR 550.000/orang/malam sudah termasuk 3 x makan (siang, malam, sarapan) dan 2x kudapan. Harga menginap tidak termasuk aktivitas high ropes dan river tubing. Untuk river tubing, harganya IDR 150.000/orang (apabila menginap di Tanakita) dan IDR 250.000/org (tidak menginap di Tanakita). Nah, kalau di GA ini pemenang dapat paket menginap plus river tubing untuk 2 orang, asik banget kan? :)

Di Tanakita, kita juga bisa trekking ke danau, ke air terjun, atau trekking malam di seputar area Tanakita (bisa lihat kunang-kunang). Bikin betah lah disana.

Untuk yang pengen tau lebih lanjut dan legkap tentang Tanakita, silakan ke www.tanakitacamp.com atau ke postingan Chi tentang Tanakita. Chi cukup sering menulis tentang Tanakita. ketik aja Tanakita di kolom search (side bar sebelah kanan) atau salah satunya langsung klik Tanakita - Five Star Camp.

Yuk! Segera cek jadwal liburan, dan mulai ikut GAnya. Ditunggu, ya. Jangan sampe kelewat :)

Continue Reading
8 komentar
Share:

Jumat, 27 Juni 2014

Freaky Bungee



Pernah punya perasaan bersalah sama seseorang? Semua pasti pernah, ya. Meminta maaf adalah cara yang tepat. Tapi, orang yang kita minta maafnya yakin kalau kita itu benar-benar tulus meminta maaf? Apa yang harus kita lakukan?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mending cerita tentang yang lain dulu. Katanya, di Jepang itu percaya kalau sejak manusia mengenal daratan banyak yang takut ketinggian. Oleh karena itu, mereka yang melakukan bungee jumping dengan tujuan tertentu, maka dianggap melakukannya dengan tulus.

Sekarang apa hubungannya perasaan bersalah dengan bungee jumping. Ada tv show di Jepang namanya Freaky Bungee. Umumnya peserta yang hadir setiap episode adalah yang mempunyai masalah. Untuk menebus rasa bersalahnya, peserta tersebut harus melakukan bungee jumping. Tujuannya untuk memperlihatkan apakah peserta tersebut benar-benar tulus atau tidak.
Contohnya di episode yang Chi tonton hari ini. Ada seorang anak remaja yang mempunyai rasa bersalah kepada ibunya sejak lama. Kejadiannya itu waktu dia kelas 4 SD. Dia ingin menyenangkan ibunya dengan membuatkan salad tuna. Salad tuna buatannya itu enak sekali, dia pun mendapat pujian.

Setelah selesai makan, dia melihat kaleng yang sudah terbuka. Baru sadar, kalau yang dimasukkan bukan ikan tuna kalengan tapi makanan kucing. Selama bertahun-tahun, dia pendam rasa bersalah itu. Dan, di acara freaky bungee, dia ingin minta maaf ke ibunya.

Sebelum mulai melompat, host acara tersebut memperlihatkan rupa tuna kalengan dan makanan kucing. Memang mirip banget, sih.  Gak heran kalau ibunya juga gak bisa bedain hehehe.

Remaja tersebut diminta melakukan bungee jumping. Gak harus, sih. Tapi, kalau dia berani melakukan bungee jumping, maka dianggap tulus minta maafnya. Setelah itu akan ada 'malaikat' bungee yang akan bantu menyelesaikan masalahnya.

Melompatlah remaja tersebut. Setelah melompat, malaikat bungee pun datang ke rumah anak tersebut dan menjelaskan ke ibunya sambil memperlihatkan video bungee jumping yang sudah dilakukan anaknya. Kalau ibunya mau memaafkan maka harus bilang 'bungee', kalau enggak harus bilang 'no bungee'.

Akhirnya, happy ending, sih. Ibunya mau memaafkan. Tapi, gak selalu tentang rasa bersalah, sih. Ada juga penyanyi yang sangat cinta dengan daerahnya. Dia ingin sekali mempromosikan daerahnya melalui lagu. Untuk menunjukkan kalau dia memang tulus, maka dia melakukan bungee jumping.

Kalau teman-teman gimana? Berani melakukan bungee jumping untuk menunjukkan kalau kita itu tulus? Chi kayaknya mikir-mikir dulu kalau bungee jumping hehhehe

sumber gambar:  http://www.crei.co.jp/variety/detail_214.html


Continue Reading
26 komentar
Share:

Kamis, 26 Juni 2014

Menikmati Moment Bersama Si Kecil Dengan D-Link Baby Camera


Sabtu, 31 Mei 2014, saya datang ke acara D-Link Community Gathering yang bertempat di Cafe Demang, Jakarta. Acara dengan tema "Tidak Keholangan Momen Bersama Si Kecil" ini ingin mengenalkan produk D-Link Baby Camera DCS 825L. Sebelum saya berbicara lebih lanjut tentang produk ini, mending cerita dulu seberapa kenal sih saya sama produk-produk dari D-Link.

Bunda : "Ini apa, Yah?"
Ayah : "Kamera."
Bunda : "Kamera apa?"
Ayah : "Kayak semacam cctv gitu, lah."
Bunda : "Oooh. Tapi, emangnya kita perlu kamera kayak gini?"
Ayah : "Ya, siapa tau. Paling enggak bisa ngeliatin anak-anak kalau Aie lagi di kantor."
Bunda : "Haiyaaaahh, segitunya. Itu kangen atau apa? Hihihi..."

Dan, tahun lalu, sebelum kami berangkat liburan keliling pulau jawa, D-Link cloud camera kami resmi dipasang :)

Asiknya ada D-Link cloud camera, kami bisa memantau kondisi rumah kapanpun dan dimanapun. Dengan catatan ada koneksi internet. D-Link camera juga bisa meng-capture gambar bahkan dalam keadaan ruangan yang gelap sekalipun.
Waktu itu, kami meletakkan D-Link cloud camera di kamar yang lampunya dimatikan selama kami pergi. Kami tetap bisa melihat suasana kamar dengan jelas. Untuk lebih mudah membayangkannya, pernah nonton acara Dunia Lain di salah satu televisi swasta? Dimana penonton tetap dapat melihat dengan jelas peserta yang sedang uji nyali. Itu karena ada fitur infra red.

Nah, cloud camera yang kami punya juga ada fitur infra rednya. Jadi, tetep bisa melihat ruangan walopun dalam keadaan gelap gulita. Pas banget nih kalau mau ke luar kota dan rumah dalam keadaan kosong. Biasanya kan rumah dalam keadaan gelap, kecuali lampu depan yang otomatis nyala kalau di luar gelap.

Tapi, cuma untuk alasan keamanan aja, nih punya D-Link Camera? Ternyata, enggak lho. Dengan D-Link Baby Camera, kita bisa terus memantau si kecil yang berada di rumah dan tidak kehilangan momen.

Seringkali sebagai orang tua, khususnya ibu yang bekerja kan suka galau. Pengennya sih berada di rumah melihat setiap perkembangan putra/i kesayangan. Karena setiap moment yang dilalui si kecil pasti berharga. Belum lagi kalau pengasuh di rumah baru. Perasaan suka was-was. Apa pengasuh anak kita itu bisa dipercaya atau enggak.

D-link Baby camera tentunya lebih canggih dari D-link cloud camera yang kami miliki. Yuk, kita bedah satu per satu apa aja kecanggihannya:


Bersahabat dengan smartphone


Karena ini adalah IP camera, tentunya koneksi internet diperlukan. Tapi, kita sebagai user gak perlu harus membuka laptop atau menyalakan pc. Cukup dengan smartphone, kita sudah dapat memantau ruangan yang terpasang baby camera. Aplikasinya pun bisa diunduh di ios ataupun android dengan cara yang mudah.

Kualitas HD dan fitur night mode


Seperti cloud camera yang saya miliki, Baby camera juga memiliki fitur night mode dengan infra rednya. Sehingga gambar bisa terlihat dengan jelas walaupun dalam keadaan ruangan gelap sekalipun. Ditambah lagi dengan kualitas HD, sehingga kualitas gambar yang dihasilkan pun semakin bagus.

Lensa kamera yang tidak statis


Karena tidak statis, tentunya area yang bisa dipantau oleh 1 baby kamera lebih luas.

Lullaby


Saya inget banget, ketika anak-anak masih kecil, mereka akan lebih tenang kalau diputarkan lagu-lagu lembut yang menina bobokan. Nah, di baby camera juga ada fitur itu. Bahkan, kita bisa menyalakannya dari jauh (misalnya ketika berada di kantor). Cukup dengan menyalakan dari smartphone yang dimiliki. Dan, gak hanya menyalakan, besar-kecil volumenya pun bisa diatur oleh kita, lho

Mengontrol temperature ruangan



Bayi/anak merasa ruangannya kepanasan, kedinginan, atau sudah tepat? Orang tua bisa tau, lho. Di baby camera ada temperature sensor dan ditandai dengan temperature light untuk mengetahui apakah suhu ruangan sudah tepat atau belum.

Komunikasi 2 arah


Orang tua dapat berkomunikasi dengan bayi/anak di rumah melalui baby camera. Ini bisa membantu si kecil, karena si kecil akan senang mendengar suara orang tuanya

Crying/motion sensor


Baby camera juga dapat menangkap setiap pergerakan atau tangisan si kecil. Jadi, orang tua bisa segera memberi tau pengasuh anak di rumah apabila si kecil nangis atau perlu penanganan lainnya.

Merekam setiap momen


Walopun bisa dilihat kapanpun dan dimanapun, bukan berarti orang tua terus menerus melihat smartphone untuk memantau si kecil di rumah. Tapi, gak perlu khawatir, karena baby camera juga bisa merekam sehingga kita bisa melihat kejadian-kejadian yang belum dilihat sebelumnya.

Gimana? Canggih kan baby camera dari D-Link. Selain tidak lagi kehilangan momen bersama si kecil, rasa was-was pun bisa berkurang. Oiya, berikut sedikit profil tentang D-Link yang saya ambil dari webnya, ya:

D-Link Corporation Incorporated in 1986 Headquartered in Taiwan, is a worldwide leading designer, developer and manufacturer of networking and connectivity products for mass consumers, small to medium business and enterprise market segments. D-Link Corporation has grown to gain a strong foothold in over 100 countries.

Balik lagi cerita tentang baby camera, ah...

Selain fiturnya yang canggih-canggih, baby camera juga cantik banget buat dijadiin kado. Gak perlu dibungkus lagi karena kemasannya juga udah cantik. Udah gitu, ring lensa baby camera juga ada 2 warna, yaitu baby pink dan baby blue, yang bisa diganti-ganti.

Trus, saya kan udah gak punya baby, nih. Masih boleh gak sih punya baby camera. Boleh banget, dong! Fitur-fiturnya yang lebih canggih dari cloud camera yang saya miliki tentunya bikin saya dan suami juga kepengen banget punya baby camera.

Dan, semoga kamibisa memilikinya. Walopun belum memiliki baby camera, tapi karena di rumah sudah memakai beberapa produk D-Link, saya pun berani merekomendasikan produk ini!

Produk D-Link yang sudah kami miliki. Dari ki-ka: Router (udah bertahun-tahun dan masih bagus kualitasnya), D-Link Cloud Camera DCS 932L (udah 1 tahun kami miliki), D-Link Cloud Camera DCS 930L (hasil menang lomba live tweet D-Link Community Gathering, dan masih terbungkus rapi). Apakah berikutnya saya akan memiliki D-Link Baby Camera DCS 825L? Semoga :)

Sumber:
  1. Company profile : http://www.dlink.co.in/corporate/profile/
  2. Foto : https://www.facebook.com/DlinkIndonesia

Continue Reading
8 komentar
Share:

Senin, 23 Juni 2014

Ocean Dream Ancol. Tempat Jalan-Jalan Favorit Sepanjang Masa

Beberapa waktu lalu, kami jalan-jalan bertiga lagi (tanpa K’Aie). Sebagai blogger, Chi dapet undangan dari BRID, untuk datang ke acara press conference kelahiran baby dolphin. Karena acaranya di hari kerja, K’Aie gak bisa ikut. Anak-anak aja yang ikut karena kebetulan lagi libur sekolah.

Hari itu jalan di Jakarta bersahabat banget karena gak macet. Malah sampe Ancol kecepetan :D

Buat Keke dan Nai, ini kedua kalinya mereka main ke Ocean Dream. Beberapa tahun lalu mereka pernah main ke sini juga. Ocean Dream secara keseluruhan sepertinya tidak menunjukkan perubahan besar. Suasananya masih tetap berasa sama. Tapi, tetep asik dikunjungi bahkan bisa dibilang tempat favorit sepanjang masa, nih. Karena sejak Chi kecil, tempat ini udah ada. Cuma dulu namanya Gelanggang Samudera.

Setelah mengikuti press conference kelahiran baby dolphin dan menjenguk baby dolphinnya, kami semua berbaur dengan pengunjung umum disuguhkan pertunjukkan Underwater Theatre Ocean Dream yang baru pertama kali kami tonton. Terlepas dari adanya beberapa penonton dewasa yang kurang tertib. Udah duduk di depan tapi masih berdiri, padahal seharusnya duduk. Pementasan Underwater Theater Ocean Dream ini cukup apik.
Melihat para perenang menari dan bermain drama dengan para lumba-lumba. Didukung dengan sinar laser yang semakin menambah seru suasana. Bagus lah pokoknya.

Selesai menonton pertunjukkan Underwater Theatre, Chi ngajak anak-anak pulang. Gak bawa mobil, khawatir susah cari taxi. Tapi, anak-anak menolak. Katanya udah jauh-jauh ke Ancol, kok Cuma lihat 1 pertunjukkan.

Ya, udah Chi setuju dengan syarat Cuma menambah 1 pertunjukkan lagi. Tapi, ternyata rencana tinggal rencana. Ujung-ujungnya kami di sana sampe Ocean Dream tutup hehehe. Berbagai pertunjukkan kami tonton. Cuma pentas aneka satwa aja yang kami gak tonton karena Keke dan Nai nonton pertunjukkan Pirates of the Caribbbean sampe 2x!


Pentas lumba-lumba dan singa laut itu pertunjukkan klasik sepanjang masa, ya. Paling ada sedikit perubahan di area pentas lumba-lumba. Ada layar besar di panggung pertunjukkan. Ada penjelasan juga tentang apa itu lumba-lumba. Karena selama ini masih banyak yang menyangka lumba-lumba adalah ikan padahal bukan. Ada himbauan juga untuk “Save Dolphin”. Yuk! Jangan biarkan lumba-lumba punah.

Pentas singa laut adalah pentas yang paling bikin kami ngakak terus-menerus. Lucu banget, sih. Jadi pengen peluk-peluk singa lautnya hihihi. Sayang pas di sini battere kamera habis. Ada, sih foto di kamera hape, tapi lagi males upload :p

Nonton teater 4D ini sempet bikin Chi senyum-senyum. Inget beberapa tahun lalu, pertama kali mau nonton 4D di Ancol. Iklannya lumayan terdengar, filmnya tentang Dora The Explorer pula. Kesukaan Keke dan Nai saat itu. Tanggal 1 Januari, kami bela-belain ke sana yang akhirnya gagal. Ancol penuh bangeeeettt! Mobil sama sekali gak bergerak!

ocean dream ancol
Dulu sampe bela-belain bermacet-macet nonton 4D hehe

Sambil nikmatin macet yang parah, Chi gak kerasa ngebayangin tempat liburan yang asik. Enaknya ke mana ya? Ke Bali? Lombok? Atau yang lainnya. Keinginan sih gede, tapi semuanya harus direncanakan dengan matang dulu kan, baik dari segi transportasi, akomodasi dan juga biaya untuk berlibur di tempat tujuannya.

Untuk mendapatkan liburan yang hemat dan menarik tentunya harus menggunakan tips ala backpacker, ya walaupun semuanya ga diterapkan hihi. Dari mulai transportasi pesawat, tentunya harus bisa mendapatkan harga tiket pesawat yang promo, entah dari maskapai atau dengan memesan dari pihak travel agen, seperti Traveloka.com, Nusatrip, atau Utiket. Begitu juga untuk urusan penginapan yang memerlukan pencarian info lebih lanjut, sampai ke urusan-urusan yang kecil dan tidak terduga.

Puas dengan berimajinasi, Chi ternyata hampir lupa sama kemacetan yang ada di Ancol hihi. Dan ternyata, dari siang sampe malem kami hanya mencari jalan keluar, kemudian, kami kembali esok harinya tapi sampe hari itu filmnya masih tayang juga hihihi. Tapi, kalau untuk kali ini kami menonton film Sponge Bob.

Gak seperti pertama kali kami menonton 4D. Kali ini, 4Dnya kurang berasa menurut Chi dan anak-anak. Lebih mirip 3D. Kayaknya Ancol harus mulai merenovasi teater 4Dnya, nih.

Pertunjukkan yang paling seru buat Keke dan Nai adalah Scorpion Pirates. Waktu kami masuk pertunjukkan udah mulai setengahnya. Rupanya bikin anak-anak gak puas, mereka minta lagi. Udah gitu minta menontonnya di area basah.

Ya, di sana tertulis jelas mana area basah dan tidak. Jadi, buat penonton yang gak ingin basah, berarti jangan duduk di area basah. Basahnya itu bener-bener basah. Kayak di siram air seember berkali-kali. Chi sebetulnya bawa baju ganti untuk Keke dan Nai tapi lupa diplastikin. Dan, basah lah baju ganti mereka.

Tuh, Keke basah kuyup banget hihihi

Sehabis menonton pirates, Chi tawarin anak-anak untuk main balon udara. Mereka mau dengan semangat. Tapi, pas naik langsung pada ngeluh pusing. Salah Chi, nih. Udah badan pada basah trus keangin-angin sama diputer-puter. Jelas aja pada mabok. Ditawarin makan pada gak mau. Nai malah sempet nangis. Chi lupa pula bawa minyak tawon. Cari ke kantin-kantin di Ancol, gak ada yang juga minyak kayu putih atau minyak angin apapun. Untung aja pertunjukkan singa laut berhasil bikin hati Keke dan Nai ceria lagi.

Wahana yang bikin Keke dan Nai mabok :(

Setelah menonton pertunjukkan singa laut, kami pun pulang. Sempet agak lama juga menunggu taxi yang datang walaupun kami sudah menunggu di tempat taxi. Untung salah seorang satpam Ancol membantu kami mencarikan.

Beruntung pula berangkat ke dan pulang dari Ancol jalanan lancar. Tumben banget! Padahal biasanya Jakarta udah gak aneh kalau macet, ya. Kali ini kami beruntung banget. Anak-anak pules tidurnya di taxi.

Sampe rumah langsung mandi air hangat dan makan mie instant. Gak apa-apa deh, yang penting hangat hihihi. Alhamdulillah, jalan-jalannya berkesan. Mulut mereka gak henti-hentinya cerita bahkan minta balik lagi kesana.

Ancol memang gak ada matinya, deh. Selalu aja ramai dan seru, juga berkesan. Ini ada beberapa tips dari Chi kalau mau liburan ke Ancol, khususnya ke Ocean Dream: 

  1. Ancol itu tempat wisata yang gak cuma untuk warga Jakarta dan sekitarnya. Banyak sekali yang dari luar kota. Coba aja kalau dari luar kota, biasanya ciri khas Jakarta adalah Ancol dan Monas. Untuk yang dari luar kota tentu aja persiapannya harus lebih matang supaya gak kecewa. 
  2. Pesen tiket dari jauh-jauh hari di Traveloka untuk yang datang dari luar kota. Kenapa harus di Traveloka? Karena udah terkenal harganya lebih murah. Lumayan kan selisihnya bisa buat jajan. 
  3. Bawa baju ganti. Jangan lupa walopun udah masuk tas harus diplastikin biar gak basah. 
  4. Bawa minyak angin. Terserah deh mau minyak tawon, minyak kayu putih, minyak telon, atau lainnya.
  5.  Di Ancol, gak dilarang bawa makan/minum. Kalau mau irit memang sebaiknya bawa makan/minum sendiri. 
  6. Perhatikan baik-baik jadwal pertunjukkan kalau mau menonton semuanya. Infonya banyak dimana-mana, kok. Dan setiap selesai pertunjukkan, petugas Ancol akan memberi informasi pertunjukkan selanjutnya itu apa. Ikutin aja kalau mau mengikuti semuanya. 
  7. Jangan lupa bawa kamera. Sayang banget udah jalan-jalan seru tapi gak bawa kamera. 
 
Selamat liburan, ya!

Info tambahan (setelah membaca komen Mak Vica dan Mak Indah) - HTM Ocean Dream adalah Rp120.000,00. Mahal? Eits, nanti dulu. Harga segitu berlaku untuk setahun penuh. Jadi kita mau bolak-balik ke Ocean Dream setiap hari selama setahun juga gak apa-apa. Bayarnya cukup sekali :)

Lanjut lagi, untuk pertanyaan dari Mak Astin, HTM Rp120.000,00 setahun itu bukan karena harga promo atau ada event tertentu. Sekarang, Ancol memang punya kartu keanggotaan. Untuk Ocean Dream namanya Dolphi Card. Harga Dolphi Card adalah 120 ribu dan berlaku untuk 1 tahun.

Continue Reading
36 komentar
Share:

Rabu, 18 Juni 2014

Orang Tua Keke

Keke : "Bunda, besok ayah dateng gak ke pentas seni?"
Bunda : "Paling Bunda aja, Ke. Ayah kan kerja."
Keke : "Bunda, orang tua Keke itu gak cuma Bunda tapi ayah juga."
Bunda : "Ya iya laaaahhh."
Keke : "Di undangannya itu kan ditulis untuk orang tua murid. Kalau ditulisnya untuk bunda, berarti bunda aja yang dateng."

Jleb! Jleb! Jleb!

"Bunda, orang tua Keke itu gak cuma Bunda tapi ayah juga." Kalimat Keke yang satu ini kayaknya langsung nancep di hati. Waktu TK, Chi dan K'Aie memang selalu hadir ke acara pentas seni sekolah Keke dan Nai. Tapi, sejak SD, K'Aie jarang ikut.
Alasannya karena kerja. Kalau waktu TK kan pentas seni selalu diselenggarakan di hari Sabtu. Sedangkan pas SD selalu aja di hari kerja. Awalnya, anak-anak biasa aja. Yang penting bundanya dateng. Tapi, mulai tahun ajaran ini, Keke selalu meminta ayahnya harus dateng ke pentas seni dan ikut ambil raport.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ajaran kali ini pentas seni digelar 2x. Semester lalu Keke memaksa ayahnya untuk ikut. Yang kemaren dia gak maksa tapi pakai kalimat yang jleb banget. Jadilah tadi K'Aie ikut hadir lagi di pentas seni dan pengambilan raport.Chi juga seneng kalau K'Aie ikut. Selain ada temennya, juga bisa berbagi tugas ambil raport. K'Aie ambil di kelas Keke, Chi di kelas Nai. :D

Beberapa orang tua memang pernah meminta supaya pentas seni dan pembagian raport itu diadakan di hari Sabtu. Alasannya, supaya yang bekerja tidak perlu izin masuk siang atau bahkan cuti sehari. Tapi, sekolah juga pasti punya pertimbangan sendiri kenapa selalu diadakan di hari kerja setiap tahunnya. Walopun Chi gak tau apa alasannya.

Kalau begitu, Chi pastinya akan meminta anak-anak untuk mengerti kalau suatu saat ayahnya berhalangan hadir dengan alasan pekerjaan yang benar-benar gak bisa ditinggalkan saat itu. Tapi, seandainya bisa sebaiknya memang hadir. Gak apa-apalah izin setengah hari atau cuti sehari.

Kehadiran orang tua pasti bikin anak-anak seneng. Walopun Keke gak secara terang-terangan pengen penampilannya ditonton sama ayah-bundanya. Walopun selama di sekolah, dia tetep ngumpulnya sama teman-temannya, gak nempel ke orang tua. Tapi, Chi yakin Keke dan Nai pasti lebih seneng banget kalau ayah bunda bisa hadir.

Ya, lagian biar gak di 'jleb'sama kalimat Keke lagi hehehe. Cerita hasil raportnya nanti aja. Yang pasti Chi sangat bersyukur. Selamat liburan buat semua :)

Continue Reading
22 komentar
Share:

Jumat, 13 Juni 2014

Jujur

Kayaknya udah jadi rahasia umum, ya kalau perempuan suka bikin serba salah laki-laki. Coba aja tanya, "Saya gendut, ya?", biasanya apapun jawaban laki-laki suka jadi serba salah :p

Udah tau kayak gitu, kadang Chi masih suka aja pengen nanya ke K'Aie. Kayak beberapa hari lalu, Chi tanya kayak gitu ke K'Aie karena merasa badan udah mulai gemuk lagi karena mulai rajin makan larut malam lagi.

Chi : "Yah, Bunda gendut, ya?"
K'Aie : "Keeee... Bunda gendut, gak?"
Keke : "Genduuuuuttttt."
Chi : "Ayah, nih! Ditanya malah lempar pertanyaan lagi ke anak."
K'Aie : "Lho kan anak-anak itu selalu diajarin supaya jujur. Nah, itu jawaban jujur."
Chi : "Eeerrrrrgggghhh......"

Kesimpulannya, lain kali biar gak jadi mati gaya. Nanya kayak gini jangan pas di dekat anak-anak hehehehehe.

Continue Reading
34 komentar
Share:

Rabu, 11 Juni 2014

Discover Science

Zaman Chi masih sekolah, pelajaran matematika dan IPA termasuk yang rumit. Anehnya, pas SMA tetep aja milih jurusan fisika :p

Kalau zaman Keke dan Nai sekarang itu enak. Banyak sekali buku-buku tentang fun science atau fun math. Yang bikin pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam tidak lagi terkesan menyeramkan. Gak cuma buku, tayangan tentang fun science juga ada.

Discover Science, acara yang tayang di WAKUWAKU JAPAN (First Media - channel 340, Indovision - channel 168 atau Okevision - channel 32) setiap hari Minggu, pukul 21.00-21.30 dan ada tayangan ulangnya di hari Senin pagi. Sesuai dengan namanya, acara ini berhubungan dengan science. Praktek-praktek science sederhana yang layak banget buat ditonton anak-anak.

Salah satu episode yang Chi tonton adalah tentang baling-baling kertas. Bikin baling-baling kertas itu gampang banget. Cukup pakai kertas origami, gunting, dan lem. Lihat aja di google cara membuat baling-baling kertas.
Kalau diberi tongkat, baling-baling kertas bisa muter kalau ada angin. Pertanyaannya adalah bisa gak baling-baling kertas tetap muter walaupun gak ada angin. Kalau belum nonton acara ini, Chi pasti akan jawab gak bisa. Tapi, ternyata bisa. Caranya dengan menggunakan energi panas.

Percobaan pertama, telapak tangan kita di taro dibawah batang baling-baling (telapak tangannya terbuka kayak kita berdoa gitu). Baling-baling mulai berputar. Percobaan kedua, bola lampu diletakkan di dekat baling-baling. Dan, baling-baling kembali berputar. Percobaan ketiga, sebuah apel diletakkan di dekat baling-baling. Ternyata, gak berputar. Kesimpulannya, baling-baling bergerak karena energi panas.

Percobaan selanjutnya lebih besar lagi. Membuat ratusan baling-baling yang dipasang di ram besi dan dipasang di sebuah ruangan dengan ketinggian tertentu.. Masuk 1 orang, baling-baling berputar tapi hanya yang berada tepat diatas orang tersebut.

Kemudian dimasukkan 50 orang dan diminta berdiri saling berdekatan. Tujuannya, supaya suhu tubuh supaya tetap terjaga hangatnya. Semakin banyak orang yang masuk, semakin banyak baling-baling yang berputar.

Mereka pun diminta melepaskan topi yang dipakai, baling-baling berputar semakin cepat. Karena semakin banyak tubuh tidak tertutup kain atau apapun maka suhu tubuh semakin keluar dan itu mempengaruhi perputaran baling-baling.

Ketinggian baling-baling semakin ditambah untuk mengetahui kecepatan perputaran. Sampai tinggi maksimal 3 m dari atas kepala, baling-baling yang tepat berada diatas orang-orang tersebut berputar semakin cepat. Tapi, yang dipinggirnya terlihat melambat.

Untuk membuktikannya, masing-masing diberi segenggam tepung dan diminta menepuk-nepukkan di atas kepala. Tepung terlihat mengalir lurus ke atas, baru menyebar ke pinggir. Membuktikan kalau bagian tengah adalah arena baling-baling dengan perputaran tercepat.

Percobaannya keliatan simpel banget, ya. Malah kayak main-main gitu. Tapi, sebetulnya kalau dikembangkan bisa menjadi sebuah teknologi. Misalnya, membuat kincir angin untuk pembangkit tenaga listrik.

Macem-macem deh percobaan di setiap episodenya. Setiap kali tayang ada 2 macam percobaan. Chi rasa kalau anak-anak belajar science lewat tayangan ini bakalan seneng. Dan, mungkin akan mencoba. Nah, siap-siap aja orang tua menyiapkan bahan-bahannya hehehe. Tapi, sederhana kok bahan-bahannya. Gak susah dicari. Asyik, kan. :)

Continue Reading
14 komentar
Share:

Selasa, 10 Juni 2014

Soal UKK IPS

UKK IPS - Ayah mempunyai peran utama untuk mencari nafkah. Ibu ikut bekerja di kantor dengan tujuan untuk meningkatkan PENGELUARAN KELUARGA *sengaja di capslock untuk bedain soal dan jawaban

Saya : "Dek, kok jawabannya pengeluaran, sih?"
Nai : "Ya, kan selama ini yang cari uang ayah, tapi yg ngeluarin bunda."
Saya : "Iya, tapi ini kan soalnya ibunya juga kerja. Berarti tambah pendapat, dong."
Nai : "Enggak, Bun. Tugas ayah itu cari nafkah dan bertanggungjawab sama keluarga. Tugas bunda mengeluarkan."
Saya : "Maksudnya, tugas bunda yang abisin uang?"
Nai : "Iya hehehe"


Tulisan di atas udah Chi jadiin status semalem di FB. Nah, kali ini ada tambahannya. Chi penasaran, dong kenapa Nai sampe kekeuh kalau bunda yang kerjanya abisin duit. Padahal kan enggaaaakk *gak salah maksudnya hahaha.

Chi : "Nai, kok bunda yang abisin duit? Kan, di sini ceritanya bundanya itu kerja."Nai : "Ya kan, bunda juga yang suka ngomong gitu."
Chi : "Ngomong gimana?"
Nai : "Ya misalnya kalau Bunda ada undangan dari blog trus sama Ima gak boleh dateng. Bunda suka bilang, 'sesekali Nai, anggap aja Bunda lagi kerja. Kalau Bunda kerja kan enak, nanti kita bisa jalan-jalan, bisa jajan.' Itu kan artinya kalau Bunda kerja artinya Bunda ngeluarin uang."

Ya ampuuuunnn, ternyata Chi juga yang salah menjelaskan hahaha. 

Selama ini, Chi taunya kalau pelajaran di sekolah itu terbagi 2, yaitu ilmu pasti dan bukan. Pelajaran kayak IPS ini pastinya bukan ilmu pasti. Tapi, kendalanya ketika si anak di beri pertanyaan, terutama pilihan ganda, mereka dituntut menjawab yang seragam dan pasti.

Contohnya kalau ada pertanyaan, Siapa yang bertugas ke pasar? Gak, salah kan kalau anak menjawab yang ke pasar adalah Mbak. Tapi, dalam ujian jawaban yang benar adalah ibu. Jawaban yang pasti (padahal bukan ilmu pasti)

Buat Chi itu termasuk kekurangan dalam pendidikan. Tapi, lagi-lagi Chi coba mencari jalan tengah. Kalau anak dihadapi dengan pertanyaan-pertanyaan yang  seperti itu, Chi minta mereka untuk belajar berkompromi. Chi minta ke anak-anak untuk menjawab sesuai text book kalau dihadapkan dengan soal UTS dan UKK (kalau ulangan harian biasanya fleksibel. Jawaban akan dibenarkan kalau jawaban anak masuk akal walopun tidak sesuai buku). Nah, sikap Chi pun sama seperti guru ketika menilai ulangan harian. Lebih fleksibel.

Selama ini sih Keke dan Nai ngerti. Mereka bisa membedakan kapan saatnya harus menjawab baku mengikuti text book dan tidak. Karena Chi juga selalu ngajak mereka diskusi.

Nah, trus gimana kalau kasusnya kayak soal jawaban Nai di atas itu. Karena ini soal UKK, jelas jawabannya salah. Tapi, Chi selalu minta anak-anak untuk menjelaskan kenapa jawab seperti. Karena penjelasan Nai bisa diterima oleh Chi, ya dia gak ditegur. Malah kami sekeluarga sama-sama ketawa dengernya. Namanya juga anak-anak hehehe

Sekolah tinggal seminggu lagi, nih. Alhamdulillah hasil UKK Keke dan Nai bagus semua. Di atas 90 semua, ada juga yang 100. Semoga rapor mereka bagus-bagus lagi. Aamiin

Oiya, Chi tambahin sedikit lagi. Kenapa Chi sampe ngejelasin ke Keke dan Nai kapan harus menjawab secara text book dan kapan mereka bisa fleksibel, alasannya adalah:

  1. Sekolah itu seringkali punya keterikatan. Contohnya, di sekolah Keke dan Nai kalau UTS dan UKK semua soal datang dari pusat. Berarti, jawabannya pun harus sama persis dengan yang diberikan pusat. Sementara kalau ulangan harian bisa lebih fleksibel karena yang memberikan soal adalah guru di sekolah itu sendiri.
  2. Tentu aja, Chi beberapa kali berdiskusi dengan wali kelas. Tapi, karena lagi-lagi ada ikatan-ikatan, gak mungkin juga kita memaksakan merubah ikatan-ikatan tersebut seorang diri. Chi pun memilih untuk menyesuaikan. Makanya, Chi mengajarkan ke Keke dan Nai kapan harus jawab begini atau begitu.
  3. Sebaiknya memang tidak ada soal yang ambigu dalam ulangan. Apalagi di pilah berganda. Tapi, Chi lihat jumlahnya aja. Kalau hanya 1-2 dari sekian banyak soal yang diberikan, Chi lebih memilih untuk mengabaikan. Apalagi kalau anaknya paham. Kecuali kalau memang terlalu banyak soal yang ambigu. Selama ini sih paling cuma 1-2, malah sering juga gak ada. Jadi, santai aja.
  4. Selalu berikan penjelasan biar mereka gak bingung. Misalnya, ketika ada soal yang ambigu dan mereka merasa apa yang dijawab itu benar tapi ternyata disalahkan, pasti mereka akan bingung. Nah, Chi selalu jelasin ke mereka. Jangan sampe mereka kebingungan sendirian trus cari kesimpulan sendiri 
  5. Chi tentu seneng banget kalau anak-anak dapat nilai bagus. Apalagi kalau bisa dapet nilai 100.  Tapi, kalau ternyata jawaban anak tetep disalahin jawabannya, maka harus pastikan kalau soal yang jawabannya disalahkan itu adalah soal yang ambigu. Pastikan kalau anak sebetulnya paham. Hanya saja kembali ke masalah segala keterikatan tersebut. Nilai bukan yang diatas segala, walopun kita seneng dan bersyukur anak mendapat nilai bagus :)
  6. Kita yang dewasa bisa mengerti  mana jawaban yang text book dan realita. Tapi, sebetulnya anak-anak juga bisa kok diajarkan seperti itu. Terbukti dengan Keke dan Nai. Kuncinya sih di komunikasi. Sesuaikan dengan gaya bahasa dan daya tangkap mereka saat itu.

Continue Reading
36 komentar
Share:

Senin, 09 Juni 2014

Rapor Bayangan Nai Semester Kedua

Minggu depan udah bagi rapor, tapi Chi belum nulis cerita tentang rapor bayangan semester kedua kemaren hehe. Alhamdulillah, nilai akademis Nai masih bagus-bagus.

Tentang tingkah laku, kata gurunya Nai itu udah mulai berani. Kadang berani beda juga. Misalnya waktu pelajaran bernyanyi. Wali kelas kasih lagu baru yang liriknya ditulis di papan tulis. Chi lupa lagu apa. Tapi, abis itu semua murid diminta maju ke depan untuk di tes. Ya, sebelumnya diajarin dulu.

Wali kelas kasih 2 pilihan, yaitu bernyanyi berdua dengan temannya tapi gak boleh lihat papan tulis atau nyanyi sendiri tapi boleh lihat lirik di papan tulis. Nai ternyata lebih memilih nyanyi sendiri sambil lihat papan tulis. Temen-temennya kebanyakan nyanyi berdua walopun gak hapal juga.
Trus, waktu itu wali kelasnya pernah ninggalin kelas sebentar untuk mengurusi sesuatu. Wali kelas minta anak-anak ngerjain math beberapa halaman yang udah ditentuin. Tapi gak harus selesai hari itu, sih. Pas, gurunya balik, ternyata ada 3 anak yang udah selesai. Salah satunya Nai.

Nai laporan ke wali kelasnya kalau salah seorang temennya yang juga selesai itu mencontek bukunya. Makanya temennya ikutan selesai. Wali kelas konfirmasi laporan Nai itu ke temen Nai. Dan. anaknya ngaku.

Ya, intinya sih, Nai sekarang lebih berani mengeluarkan suara. Udah gak cuek lagi. Semoga hasil rapor minggu depan juga bagus-bagus. Kalau lihat hasil UASnya sih, alhamdulillah bagus-bagus.

Continue Reading
10 komentar
Share:

Jumat, 06 Juni 2014

Hotel Transylvania


hoyel transylvania, drakula

Anak-anak suka nonton horror? Hehehe enggak, lah yaaa. Daripada Chi harus nememin mereka kemana dan dipeluk terus dengan kencang ketika mereka tidur, sebaiknya mereka jangan nonton film horror dulu, deh.

“Namanya cari gara-gara,” kalau kata Nai

Mereka pernah nonton cuplikan film horror atau mendengar cerita dari saudara dan teman-temannya, makanya Chi tau reaksi mereka dan akhirnya melarang mereka nonton film horror. Tapi, bukan berarti mereka gak tau hantu.

Ada obrolan antara mereka berdua tentang hantu yang bikin Chi ngikik seperti biasa.

Keke : “Ma, Keke tuh gak ngerti deh kenapa tuyul dibilang suka sama uang.”
Nai : “Iya, tuh Ima juga bingung. Padahal yang suka sama uang itu biasanya yang suka jajan di warung. Ima gak pernah lihat tuyul jajan ke warung. Lagian gak mungkin juga kali dia jajan di warung,. Tuyul kan sukanya pake celana dalem aja, malulah kalau harus jajan ke warung gak pake baju.”

Keke : “Makanya, Keke bingung kenapa dibilang suka sama uang.”

Nai : “Kalau tuyul suka jajan di warung, berarti dia sama kayak Superman. Sama-sama gak tau malu, Ke. Pake celana dalem di luar trus jalan-jalan tapi cuek ajah.”

Wkwkwkkw, kalau saat itu Chi gak lagi nyetir, rasanya pengen unyel-unyel kepala mereka :p

Ngomong-ngomong tentang hantu lagi, kalau di luar sana salah satu hantu yang terkenal adalah Drakula. Nah, kalau film tentang drakula memang Keke dan Nai pernah nonton. Malah gak cuma sekali, tapi berkali-kali. Bahkan, sampe punya kepingan blu ray dari film ini.

Hotel Transylvania. Film tentang kehidupan segala hantu di luar sana. Yang cerita utamanya tentang keluarga drakula. Kalau film ini sih gak ada seremnya sama sekali. Malah kocak abis. Makanya, jadi salah satu film favorit keluarga kami yang terus ditonton. Dan, masih aja bisa bikin kami ketawa.

Oiya, ada pesan moralnya juga di film itu. Ya, intinya sih semua orang tua pasti ingin melindungi anaknya. Apapun akan mereka lakukan. Tapi, pada akhirnya akan ada berbagai kompromi yang tujuannya demi kebaikan bersama. *teteuuupp ada pesan parentingnya :D

Hotel Transylvania adalah sebuah film animasi dimana menceritakan tentang count Drakula yang mempunyai sebuah hotel mewah. Tujuan utama di hotel tersebut sebenarnya untuk melindungi para hantu, khususnya putri satu-satunya dari manusia. Karena, para hantu sebetulnya takut dengan manusia (dan, manusia takut dengan hantu hehehe). Menjadi, sebuah cerita yang menarik dan lucu ketika ada seorang manusia yang bisa menemukan hotel tersebut bahkan putri drakula jatuh cinta kepadanya.

Sekilas aja cerita tentang filmnya. Kalau banyak nanti jadi review film. Tapi, walopun tokoh-tokohnya para hantu tidak menjadikan film ini menjadi seram. Padahal hantu, salah satunya drakula kayaknya termasuk seram juga, ya.

Chi malah suka rada males kalau nonton film tentang drakula. Abis kayaknya hantu satu ini susah banget dibasminya. Dan, korbannya dibikin sengsara seumur hidup karenanya. Bikin cape Chi aja nontonnya :D

Drakula juga termasuk hantu yang kaya, lho. Kalo hantu-hantu lain kan suka diceritain tinggalnya di pohon, kuburan, atau tempat lain yang biasa banget. Nah, kalau drakula itu di kastil. Lebih elit, kan? :D

Etapi, dalam dunia nyata kastil drakula beneran ada gak, ya? Ternyata ada. Kastilnya, ya, bukan drakulanya. Lokasinya ada di Rumania dan dikenal dengan nama Kastil Bran.

Beragam cerita yang melatarbelakangi sejarah kastil Bran ini. Apapun latar belakang sejarahnya, yang jelas kastil ini sekarang menjadi museum yang terbuka untuk umum. Biasanya yang berkunjung ingin mengetahui jejak drakula atau ingin membuktikan apakah drakula benar-benar ada.

Pas Chi buka jurnal di web Lamudi, ternyata itu kastil mau dijual. Sudah ditawarkan ke pasaran seharga 80 juta USD. Ckckck… duit semua itu,ya? Hehehe… Yang berminat bisa menawar langsung ke Herzfelt & Rubin yang memegang hak penjualan.

Kalau ada temen blogger yang beli, jangan lupa undang-undang Chi kesana, ya. Plus tiketnya jugaaa, ya. Biar Chi bisa wisata mencari jejak drakula. *kayak yang berani aja :p

Sumber foto : http://www.lamudi.co.id/journal/dijual-kastil-transilvania-yang-menginspirasikan-dracula/

Continue Reading
26 komentar
Share:

Selasa, 03 Juni 2014

Ramadhan Datang, Badan Sehat, Dompet Pun Sehat

Baru aja saya nonton televisi, katanya harga-harga kebutuhan pokok dibeberapa pasar mulai merangkak naik menjelang datangnya bulan Ramadhan. Hmmm… walopun selama ini urusan keuangan itu, suami yang atur tapi tetep aja suka langsung cenat-cenut kalau denger harga pada naik. Eits, tapi itu duluuuuu… Sekarang, lebih santai, lah.

Santai bukan karena merasa udah jadi orang kaya yang tinggal ‘metik’ aja uangnya. Tapi, keunangan itu sebetulnya bicara tentang manajemen juga, kan? Coba dipelajari dan dipraktekin lagi segala tips tentang keuangan.

Ngomongin tentang puasa, kita sepakat ya kalau berpuasa itu selama dilakukan dengan cara yang benar maka badan kita pun akan jadi sehat. Nah, sekarang percaya gak kalau puasa juga bisa bikin dompet kita sehat? Beneran bisa kok, asal tau caranya juga.

Buka puasa bersama


Yang paling marak saat ramadhan adalah adanya acara buka puasa bersama. Buka puasa bersama teman seangkatan waktu SD, SMP, SMA, kuliah, teman kantor, komunitas, dan lain-lain. Mungkin bisa jadi paling tidak seminggu sekali kita dapat undangan buka puasa bersama. Malah ada yang lebih dari seminggu sekali, ya.

Jujur aja, saya paling malas datang ke acara buka puasa bersama kalau diadakannya di mal. Bukannya tidak ingin bersilaturahmi, tapi buka puasa bersama di mal itu lebih banyak ribetnya. Yang pertama, pasti urusan ibadah. Maghrib itu waktunya pendek. Emang, sih sekarang banyak mal yang sudah mempunyai tempat untuk beribadah. Tapi, bayangin aja deh, berapa lama antrian yang harus kita lakukan karena akan banyak sekali yang akan melaksanakan sholat maghrib.

Alasan kedua adalah saya malas menunggu. Gak bulan puasa aja, saya itu paling malas antri dan menunggu urusan makanan. Biar kata banyak orang makan di resto tersebut lagi hits, saya memilih untuk gak makan di sana kalau harus berlama-lama tunggu antrian. Nah, kalau bulan puasa kita semua tau, lah. Kayaknya gak mungkin ya, dating ke suatu resto apapun pas jam maghrib trus langsung dapet makan. Biasanya kita harus duduk kira-kira 1 jam sebelumnya. Bisa aja sih kita datang pas maghrib, tapi biasanya udah ada teman atau keluarga yang datang lebih dahulu.

Kalaupun kita tetap ingin datang ke acara buka puasa bersama di mal, sebaiknya pilih-pilih juga. Biaya makan di mal sama makan di rumah, pasti lebih murah makan di rumah. Nah, kalau kita terlalu sering datang ke acara buka puasa bersama di mal, bisa-bisa pengeluaran keuangan kita saat bulan ramadhan lebih besar dari bulan lainnya.

Kalau gini gimana mau bikin dompet sehat. Malah mungkin kita juga jadi cenat-cenut, belum lebaran uang gaji udah abis buat bukber sana-sini. Ngandelin THR atau gesek kartu kredit? Kayaknya jangan, ya kalau alasannya untuk bukber.

Buka Puasa Masih Di Jalan


Jadi inget waktu masih jadi orang kantoran, selalu aja saya berbuka puasa di jalan karena selain rumah cukup jauh, jam pulangnya juga udah sore. Kadang suka ada rasa tergoda pengen buka aja di mal. Apalagi jarak kantor sama mal kan deket banget. Tinggal jalan kaki, jadi gak perlu pusing sama macet atau cari parker.

Tapi, karena gak mau keuangan jebol, akhirnya saya selalu bekal camilan dan air putih untuk berbuka. Buat saya makan 1-2 camilan plus minum air putih, udah cukup mengenyangkan, kok. Kalau maish lapar, tunggu sampai rumah dulu baru makan. Irit, kan?

Temen-temen juga punya tips lainnya? Kalau ada kita berbagi, yuk! Semakin banyak tips, bisa jadi semakin sehat dompet kita, kan? :)

Continue Reading
34 komentar
Share:

Senin, 02 Juni 2014

Agar Anak Cerdas, Biasakan Bawa Bekal Ke Sekolah

“Ini uang buat jajan di sekolah, ya?”

Pernahkah kita memberi anak-anak uang buat jajan di sekolah. Chi pernah. Biasanya seminggu sekali, setiap hari senin, Chi memberi Keke dan Nai uang untuk jajan di sekolah. Sebetulnya, Chi lebih suka membawakan mereka bekal setiap hari. Tapi, karena beberapa teman mereka ada yang terbiasa gak membawa bekal, anak-anak kadang ingin merasakan jajan juga.

Akhirnya, setelah berdiskusi keluarga, kami sepakat untuk memberi mereka uang jajan hanya untuk 1 hari aja setiap minggunya. Selebihnya mereka membawa bekal. Uang jajan 1 hari itupun hanya cukup untuk jajan 1x istirahat. Karena istirahatnya 2x, jadi tetap ada bekal yang dibawa dari rumah.

Sejak Keke dan Nai bersekolah, Chi memang selalu membiasakan untuk membawa bekal ke sekolah. Padahal kalau mau sedikit kembali ke belakang, Chi gak pernah dibiasakan membawa bekal ke sekolah. Chi gak tau persis apa alasannya kenapa gak pernah dibawakan bekal. Dan, Chi baru terbiasa bawa bekal pas SMA.

Saat itu, Chi ikutan ekskul. Karena latihan seringkali saat wiken, susah cari yang jualan. Akhirnya, Chi suka bawa bekal. Ternyata, enak juga bawa bekal sendiri. Selain sesuai selera, juga irit. Maklum, SMAnya di luar kota. Jadi, harus pinter-pinter ngatur uang bulanan :)
“Chi kan ibu rumah tangga. Kalau ibu yang bekerja gimana? Untuk menyiapkan diri sebelum berangkat kantor aja udah grabak-grubuk.”

Oke, nanti Chi coba kasih tips cara menyiapkan bekal sekolah yang simple tapi komplit dan bergizi. Tapi, tau gak sih…

Berdasarkan survey Badan POM pada 9 Desember 2010 menunjukkan bahwa pangan jajanan anak sekolah menjadi salah satu penyebab kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan (Sumber: Info POM vol. 12 No. 1 Januari – Februari 2011)

Baru mendengar kata ‘keracunan pangan’ aja kayaknya udah serem, ya. Jangan sampai kita ataupun anak-anak mengalaminya. Karena tidak hanya kurang baik bagi kesehatan bahkan nyawa pun bisa jadi taruhan. Biaya pengobatan juga mahal.

Untuk orang tua yang selalu memberikan uang jajan sebagai pengganti bekal, sebaiknya pastikan dulu makanan yang dijual di sekolah itu higienis dan bergizi gak? Jangan hanya makanan yang dijual di kantin, tapi juga di area luar sekolah harus dipastikan kebersihan dan gizinya.

Makanan di kantin sekolah yang eksklusif sekalipun, orang tua seharusnya tahu bagaimana kebersihan makanan yang dijual. Karena ada juga pengelola kantin yang tidak paham tentang bagaimana mengelola masakan secara higienis, lho.

Apakah kita yakin kalau makanan yang di jual di sekolah atau di luar sekolah itu higienis dan bergizi?

Bayangkan saja kalau setiap hari anak-anak dibiasakan mengkonsumsi makanan yang tidak higienis selama berada di sekolah, pastinya lama kelamaan tidak akan baik untuk kesehatannya. Anak bisa dengan mudah gampang jatuh sakit. Kalau sering sakit, akan ketinggalan pelajaran dan mungkin kesulitan untuk mengejar pelajaran yang tertinggal.

Disitulah pentingnya membawa bekal ke sekolah. Karena lebih bisa mengontrol kebersihan dan gizi bekal yang dibawa. Sebagai orang tua, Chi pun menjadi tenang kalau anak-anak memakan bekal makanannya sendiri. Walaupun bekalnya habis, Chi tetap bertanya ke mereka. Karena kadang Keke dan Nai suka berbagi atau tukeran bekal dengan teman-temannya. Ya, sebagai orang tua, Chi tetap harus tau apa yang dimakan oleh anak saat di sekolah.

Selain bekal, anak juga harus diajarkan menjaga kebersihan. Misalnya, mencuci tangan sebelum makan. Anak sudah dibawakan bekal yang sehat, tapi makan dengan tangan yang kotor. Ya… sama juga bohong, ya. Tetep aja ada kuman yang masuk. Jadi, anak pun harus mengerti bagaimana caranya menjaga kebersihan. Apalagi anak-anak kan memang gampang kotor tangannya. Pegang crayon, main di playground, pegang pagar, dan lain-lain. Ajarkan juga ke Keke dan Nai untuk jangan suka menghisap jari-jarinya, apalagi kalau belum cuci tangan.
tupperware aku anak sehat

Hari Sabtu, 10 Mei 2014, Chi menghadiri konferensi pers peluncuran “Tupperware Aku Anak Sehat 2014”. Narasumber saat itu adalah Nurlaila Hidayaty (Senior Marketing Manager PT. Tupperware Indonesia), Dr. Rose Mini A. P.M.Psi atau akrab dengan panggilan Bunda Romi (Psikolog), Drs. Momon Sulaiman MM (Kepala Dinas Pendidikan Wilayah Jakarta Timur), dan Dr. Nana Mulyana SKM. M.Kes (Kepala Bidang Advokasi dan KEmitraan Kementrian Kesehatan RI).

Program Aku Anak Sehat tahun ini mengusung tema “Membangun Karakter Hidup Bersih, Sehat, dan Mandiri”, Tupperware ingin menyebarkan kebiasaan hidup sehat. Salah satunya adalah membawa bekal makanan bergizi ke sekolah kepada murid SD di Indonesia

“Anak usia sekolah merupakan kelompok umur yang rawan terhadap masalah kesehatan. Padahal kondisi kesehatan anak sangat berpengaruh pada pencapaian prestasi. Oleh karena itu, gaya hiduip bersih dan sehat hendaknya diajarkan, ditanamkan, dan juga diterapkan sejak dini,” menurut ibu Nurlaila Hidayaty.

Ya, semakin dini anak diajarkan untuk hidup bersih biasanya lebih mudah. Tentu aja harus konsisten. Itulah kenapa program Tupperware yang berkesinambungan ini targetnya adalah anak-anak SD bekerha sama dengan berbagai sekolah di 5 kota besar di Indonesia.

Bunda Romi menjelaskan untuk mengajarkan anak untuk terbiasa dengan gaya hidup sehat adalah dengan memberikan contoh. Chi sependapat banget dengan penjelasan Bunda Romi, nih. Pengalaman pribadi, mengajarkan anak-anak memang lebih mudah dengan mencontohkan daripada mencekoki mereka dengan kata-kata. Anak-anak itu kan peniru ulung.

Jadi, kalau anak ingin selalu terbiasa menjaga kebersihan, misalnya mencuci tangan sebelum makan atau setelah bermain, membuang sampah pada tempatnya, dan lain-lain, orang tuanya dulu yang harus mencontohkan.

Untuk bekal sekolah, anak-anak juga harus diajarkan suka makan dulu. Biar apapun bekal yang dibawakan, mereka pasti suka. Dan, supaya bekalnya gak itu-itu aja. Misalnya nugget terus setiap hari. Atau mie goreng sama nasi. Ya kalau ini sih karbohidrat ketemu karbohidrat. Makan itu jangan cuma yang penting kenyang, lho.

Tips supaya anak senang dan mau makan bekalnya adalah: 

  1. Ajarkan dan contohkan anak supaya tidak susah makan. Apapun makanan yang diberikan, anak akan makan dengan lahap
  2. Buatlah bento supaya anak-anak tertarik makan bekalnya. Dan, itu yang Chi lakukan. Anak-anak bukannya gak suka dengan bekal yang dibawa, tapi kadang suka lebih memilih asik bermain kalau di sekolah. Sehingga, makannya sedikit. Kalau di bento biasanya mereka lebih bersemangat.
  3. Kalau bawa bento, biasanya resikonya adalah suka dimintain sama teman-temannya. Biasanya, Chi suka Tanya ke Keke dan Nai, “Mau dibanyakin bekelnya atau gak usah dibento?” Nah, Chi tergantung permintaan anak-anak aja, deh. Kadang mereka minta tetep dibento, tapi posrinya dibanyakin. Atau kalau lagi males bawa banyak, mereka memilih untuk gak dibento supaya temen-temennya gak pada minta. Walopun kenyataannya, dibento atau enggak tetep aja suka dimintain sama temen-temennya :D
  4. Biasanya, Chi bawain mereka bekal sekaligus untuk 2x istirahat. Tapi, ada kalanya anak-anak kepengen makanan yang lebih hangat. Untung aja, jarak sekolah-rumah itu dekat. Jadi, kadang untuk makanan kedua, Chi antar ke sekolah menjelang waktunya istirahat.
  5. Ajak anak untuk menyiapkan bekalnya. Ini juga bisa bikin anak semnagat bawa bekal. Karena mereka akan merasa bangga dengan bekal yang disiapkan sendiri. Sekaligus melatih kemandirian mereka juga.

Ini bekal sekolah untuk Keke dan Nai, untuk 1x makan. Biasanya mereka bawa 2 bekal setiap harinya.

“Bun, jangan lupa pakai sayur bekalnya. Supaya dapet bintang,” kata Nai

“Bun, bawain tumis kangkung yang banyak buat besok. Bu guru suka,” kata Keke

Yang Chi rasain, guru juga bisa membantu supaya anak-anak suka dan semangat makan bekalnya. Contohnya, celoteh Nai tadi. Wali kelasnya selalu memerikan reward berupa bintang kalau ada anak yang bekal sayur dan memakannya sampai habis. Kenapa harus sayur? Karena biasanya anak-anak lebih susah makan sayur daripada daging. Dan, dengan reward yang sangat sederhana, ternyata juga efektif mampu membuat anak-anak jadi suka makan sayur.

Kalau Keke lain lagi, dia tau wali kelasnya suka dengan tumis kangkung. Dia pun ingin berbagi tumis kangkung ke wali kelasnya untuk dimakan bersama saat istirahat. Kalau di sekolah Keke dan Nai, saat istirahat diawali dengan makan bersama. Ada anak yang membawa bekal, langganan catering di sekolah, atau jajan di kantin tapi makannya tetap bersama-sama. Di sekolah anak-anak, tidak ada tukang jualan makanan di luar area sekolah. Saat waktunya makan, wali kelas pun ikut makan bersama murid-muridnya. Bahkan, kadang saling berbagi.

Yang harus mengajarkan anak tentang kebersihan dan membiasakan membawa bekal ke sekolah memang gak cuma orang tua. Guru di sekolah pun sebaiknya ikut membantu. Apalagi kadang, anak itu lebih menurut sama guru daripada orang tua. Makanya, perlu kerjasama antara orang tua dan guru.

Bagaimana dengan orang tua yang bekerja. Bisakah menyiapkan bekal untuk anak? Bisa, kok. 

  1. Masak makanan yang bisa awet di sore atau malam hari. Misalnya, ayam goring kecap atau semur daging. Kalau untuk disantap keesokan hari, tetep masih nikmat. Asal dihangatin aja.
  2. Sayur memang sebaiknya jangan sampai dipanaskan 2x. Di sore atau malam hari, potong-potong sayur yang akan dimasak. Masukkan kantong plastic, simpan di kulkas. Besok paginya, tinggal tumis, deh. Menumis gak membutuhkan waktu yang lama.

Chi memang bukan ibu yang bekerja kantoran. Tapi, Chi beberapa kali pakai cara itu, jaga-jaga kalau sampe kesiangan bangun gak akan panik. Dan, Chi rasa tips di atas bisa juga dipraktekin untuk ibu yang bekerja.

Kalau begitu udah gak perlu pusing lagi sama urusan bekal, kan? Udah mulai mau membiasakan membawa bekal ke sekolah. Kalau dari kecil udah terbiasa membawa bekal dan menjaga kebersihan, biasanya sampai besar kebiasaan ini akan terus terbawa.

Membawa bekal + selalu menjaga kebersihan = Anak Cerdas :)

Continue Reading
32 komentar
Share: