Saturday, November 30, 2019

ADVAN G3 Pro untuk Generasi Milenial

ADVAN G3 Pro untuk Generasi Milenial

ADVAN G3 Pro untuk Generasi Milenial - "Bun, hp Keke usianya udah lama juga, ya?"
"Kenapa? Ayah mau beliin?"
"Udah lama juga usianya. Ada kali ya 4 tahunan?"

K'Aie tidak menjawab pertanyaan Chi tentang mau beliin Keke hp baru atau enggak. Tetapi, kalau dari omongannya sepertinya mengarah ke sana.



Akhir-akhir ini, Keke memang semakin sering minta dibeliin hp baru. Chi selalu becandain supaya menunggu dia kuliah dulu. Biasanya Keke tertawa sambil memperlihatkan kondisi hpnya yang semakin memprihatinkan hehehe. Dia mengibaratkan hpnya itu seperti seseorang yang sedang bertahan untuk tidak jatuh dari ketinggian dengan hanya berpegangan satu tangan.

Tidak hanya kondisi fisiknya yang memprihatinkan. Kinerjanya pun mulai melambat. Sudah tidak bisa diupgrade lagi. Sehingga tidak lagi install beberapa aplikasi yang dibutuhkan. Padahal kebutuhan dia akan smartphone semakin tinggi.

Di sekolahnya tidak ada larangan membawa smartphone dan laptop. Malah beberapa kali dipakai untuk kegiatan belajar. Chi pernah menyarankan bawa laptop aja, tapi Keke keberatan. Membawa smartphone lebih praktis. Paling sesekali aja dia bawa laptop.



Jadi kebutuhan Keke saat ini akan smartphone memang tidak hanya untuk main game online atau berselancar di media sosial. Ada beberapa tugas sekolah maupun ekskul yang membutuhkan smartphone. Dia juga suka belajar gitar secara online. Dengan kondisi hpnya yang seperti itu, beberapa kali dia pinjam hp orang tuanya. Makanya, ayahnya mulai berpikir untuk membelikannya hp baru.

Pencarian hp untuk Keke pun dimulai. Tentu saja kami juga bertanya ke Keke, hp seperti apa yang dia inginkan.


ADVAN G3 Pro, Smartphone Terbaik dengan Harga di Bawah Rp2 Juta



ADVAN G3 Pro menjadi perhatian saat membaca artikel kalau gawai yang merupakan produk Indonesia ini meraih penghargaan di PULSA Editor's Choice untuk kategori smartphone terbaik dengan harga kurang dari Rp2 juta.

Kehadiran ADVAN G3 Pro memang menarik antusias masyarakat. Dengan harga yang bersahabat, kualitas smartphone ini mumpuni. Beragam fitur unggulan dimiliki oleh ADVAN G3 Pro.

Salah satu daya tarik ADVAN G3 Pro adalah memiliki RAM 4GB dan ROM 64GB. Serta kapasitas baterai sebesar 3000 mAh. Dapur pacunya juga dibekali dengan OctaCore A55 1.6GHz+1.2GHz New CPU SC9863A.

Dengan dapur pacu yang super speed, kapasitas besar, serta baterai yang tahan lama cocok banget nih buat buka berbagai aplikasi sekaligus tanpa hambatan. Mau main game juga bisa memuaskan.



Apalagi layarnya 6,3 inchi Pro Waterdrop HD+ (1520 x 720 pixel) dan rasio aspek 18:9. Bakal makin puas deh menonton berbagai konten yang diinginkan.

Kualitas kamera ADVAN G3 Pro ini juga mumpuni. Memiliki double camera 12 MP dan 2 MP, sedangkan kamera depan 8 MP. Ya, zaman sekarang kamera memang sudah menjadi suatu keharusan dari smartphone. Semakin bagus, semakin diidamkan. Cocok 'kan untuk generasi milenial, terutama yang akrab dengan media sosial.

Warna ADVAN G3 Pro juga semakin memberi kesan premium. Ada 2 pilihan warna yaitu Jade Green dan Peacock Blue.

Dengan segala fitur yang premium ini, ADVAN G3 dibandrol seharga Rp1.499.000,00. Konsumen bisa mendapatkannya di official online/offline store ADVAN di Shopee, Lazada, Bukalapak, dan Tokopedia. Setiap pembelian paketan akan mendapatkan eksklusif headset JBL.

Hmmm ... kalau melihat berbagai fiturnya, kayaknya bisa masuk whistlist, nih!

Saturday, November 23, 2019

Ingin Mewujudkan Impian, Caranya dengan Melek Finansial

Ingin Mewujudkan Impian, Caranya dengan Melek Finansial

Ingin Mewujudkan Impian, Caranya dengan Melek Finansial - "Belajar finansial, yuk!"

Zzzzzzzz .... Setiap kali ada yang mengajak untuk belajar finansial, Chi pengen tau temanya dulu. Syukur-syukur kalau udah tau juga narasumbernya. 

Meskipun dulu kuliah di fakultas ekonomi salah satu universitas swasta, tetapi belajar finansial bagi Chi pribadi bisa sangat membosankan. Bila disampaikan dengan kaku, belajar keuangan itu sesuatu yang bikin ngantuk hehehe.

Padahal kita semua pasti punya impian yang ingin terwujud, 'kan? Untuk mewujudkannya butuh finansial. Butuh kemampuan untuk mengelola keuangan dengan baik.


melek finansial cara mewujudkan impian

Bagaimana mungkin mewujudkan impian kalau finansial kita amburadul? Tanggal muda abis gajian makan siang melulu di mall. Masuk pertengahan bulan, mulai bawa bekal. Akhir bulan, semakin manyun. Boro-boro punya uang sisa buat nabung.


Melek Finansial dengan Cara FUNansial


home creditm funansial, belajar keuangan dengan cara menyenangkan

Berdasarkan data OJK, lebih dari 70% masyarakat Indonesia belum bisa mengelola keuangan dengan baik

Banyak masyarakat mengakui kalau pengelolaan keuangannya masih belum baik. Tetapi, ketika diajak belajar mengelola udah malas duluan karena merasa keuangan itu membosankan.

Oleh karena itu, Sabtu (23/11) bertempat di Dhonika Eatery, Jakarta, Home Credit Indonesia mengajak berbagai komunitas termasuk Indonesian Female Bloggers untuk belajar keuangan dengan cara yang fun alias menyenangkan. Acara yang bertajuk "Show Me The Money: Smart Financial Moves to Achieve Your Goals" menghadirkan 2 narasumber yaitu  Dipa Andika, Financial Advisor dan Co-Founder Hahaha Corp serta Riana Bismara, Founder Belowcepek.com.


"Financial goals adalah sebuah perencanaan keuangan yang dibuat sejak jauh hari untuk menuju pencapaian yang diinginkan. Perencanaan keuangan itu berupa jangka pendek, menengah, hingga panjang.

Semua ingin menjadi orang kaya. Tetapi, menurut Dipa, versi kaya yang sesungguhnya itu harus diawali dengan rasa syukur ata apa yang sudah dipunya. Bukan dengan memiliki semua yang kita mau. 

Kita akan menjadi orang yang ambisius bila tujuan utamanya ingin memiliki segala yang kita mau. Tetapi, bila bersyukur terlebih dahulu, akan lebih bisa melakukan perencanaan keuangan dengan baik.

Sederhananya, bila tidak pernah bersyukur, kita akan selalu merasa kurang. Mau seberapa pun besar penghasilan yang dimiliki. Tetapi, bila bersyukur, maka uang yang kita miliki itulah yang akan berusaha dikelola dengan baik.

Pada acara ini dijelaskan juga tentang pembagian persentase setiap pos keuangan. Beberapa kali datang ke acara finansial, tentang persentase ini semuanya sama. Misalnya, hutang tidak boleh lebih dari 30% dari pendapatan, siapkan dana darurat sebanyak 10%, dan lain sebagainya. Tetapi, di acara ini, dibagikan juga beberapa tips menarik tentang mengelola keuangan.


Bedah Kondisi Keuangan

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum mengelola keuangan adalah membedah kondisi keuangan pribadi. Kondisinya sehat atau malah sakit? Sudah bisa sisih kemudian sisa, atau malah habis duluan dan gak punya sisa lagi untuk ditabung?


Belanja Hanya untuk Menyenangkan Orang Lain

Too many people spend money they haven’t earned, to buy things they don’t want, to impress people they don’t like. - Will Smith -

Seberapa konsumtif 'kah kita membeli barang?

Misalnya membeli baju hanya untuk hadir di meeting penting. Padahal gak perlu juga beli baju baru. Tetapi, kita lakukan hanya untuk menyenangkan orang lain, termasuk orang yang sebetulnya kita tidak suka.

Kurang-kurangin atau kalau perlu hilangkan deh kebiasaan belanja karena alasan ini atau demi gengsi. Apalagi kalau sampai berhutang dengan memenuhi gaya hidup.

Selalu ingat! Bukan orang lain yang akan bayar cicilan kita.


Gimana Nanti atau Nanti Gimana?

mengelola finansial agar impian terwujud

Gak akan ada yang tau hidup kita ke depan akan seperti apa. Tetapi, dengan melakukan perencanaan keuangan, setidaknya bisa lebih siap dengan apapun yang terjadi. Oleh karenanya ubah mindset sekarang juga. Jangan lagi berpikir gimana nanti. Mulailah berpikir nanti gimana.

Dipa menyarankan memiliki asuransi jiwa bagi yang sudah memiliki tanggungan. Di akhir acara, ditampilkan 4 karakter terkenal. Mana yang lebih membutuhkan asuransi jiwa dari 4 karakter tersebut?

Yup! Jawabannya adalah Fred Flinstone. Karakter ini menggambarkan seseorang yang memiliki istri dan anak. Kalau terjadi sesuatu dengannya, istri dan anaknya (termasuk dinosaurusnya hihihi) tetap harus melanjutkan hidup. Itulah gunanya asuransi jiwa.

Bart Simpson dan Spiderman belum ada tanggungan. Sedangkan, kalau Batman mah udah tajir. Kata Dipa kalau nawarin asuransi jiwa ke Bruce Wayne, bisa-bisa malah perusahaan asuransinya sekalian yang dibeli hehehe.


Mewujudkan Impian Diawali dari Mimpi

cara mewujudkan impian, tips mengelola keuangan

Di acara tersebut, para peserta diminta menuliskan mimpinya kemudian ditempel ke tembok. Mimpi memang menjadi awal dari financial goals. Tetapi, jangan mimpi yang mengawang-awang alias ketinggian. Mimpi harus realistis karena untuk mencapai tujuan akan ada step by stepnya.


Freelancer Juga Sebaiknya Gajian

Menurut Riana, 'The Beauty of Gajian' itu ada pemasukan setiap bulan. Sehingga bisa lebih mudah mengatur pos keuangan.

Bagaimana dengan para freelancer yang pemasukannya tidak tetap setiap bulannya? Disarankan memiliki 2 rekening untuk pemasukan. Rekening pertama untuk seluruh pemasukan yang masuk. Kemudian buat target sendiri berapa nominal yang akan dipindahkan ke rekening kedua yang akan dianggap gajian. Nah, nanti pos keuangannya itu dihitung dari rekening kedua.


Mencatat Keuangan Secara Detil

Adik Chi yang paling bungsu tuh di keluarga terkenal paling detil banget mencatat keuangan. Sekecil apapun pengeluaran selalu dicatat. Kalau abis belanja, semua bon diperiksa dengan teliti. Sampai sepupu Chi keheranan melihat sikapnya.

Ternyata, di acara ini Dipa juga menyarankan seperti itu, lho. Catat pengeluaran sedetil mungkin, termasuk urusan bayar toilet umum. Karena yang suka bahaya itu salah satunya adalah pengeluaran yang tidak tercatat. Lakukan pencatatan keuangan setiap hari.


Latte Factor

Latte Factor adalah pengeluaran berulang-ulang yang dilakukan setiap hari tanpa disadari.

Contohnya seperti ini, si A setiap hari harus menjemput pasangannya di lobby kantor. Untuk masuk ke lobby saja tetap harus bayar parkir. Memang gak mahal biayanya, tetapi coba deh dikalikan 25 hari. Trus, dikalikan setahun. Ternyata, tanpa disadari sudah membuat pengeluaran yang nominalnya lumayan.

Bukan berarti gak boleh jemput pasangan. Tetapi, mendingan, bila memungkinkan, minta pasangannya untuk jalan sedikit ke luar biar gak usah bayar parkir. Uang yang selama ini dikeluarkan untuk parkir bisa dijadikan investasi. Kalau udah investasi malah bisa jadi pemasukan tambahan.

Riana menyebut Latte Factor ini bocor alus. Berdasarkan pengalaman pribadi, Riana bercerita tentang hobinya minum kopi. Lama-kelamaan, kebiasan ini membuatnya membeli mesin kopi untuk di rumah. Alasannya, daripada beli kopi melulu di coffee shop, membuat sendiri jauh lebih irit.


Belanja untuk Kebutuhan, Bukan Kemauan

Kalau mengikuti kemauan bisa gak ada habisnya. Ada aja yang diinginkan. Mulailah belanja sesuai kebutuhan. Banyak pertimbangan sebelum memutuskan membeli.


Belanja untuk Bersenang-Senang

Mengeluarkan uang untuk kesenangan pribadi? Boleh banget. Mencari uang 'kan juga untuk dinikmati. Oleh karena itu ada dana pribadi sebesar 10% di dalam pos keuangan. Hobi masuknya ke dana pribadi, ya.


Bekerja Sesuai Passion

Menurut Riana, tidak harus menjadi pengusaha. Kalau diri kita lebih suka menjadi karyawan, kenapa tidak?

Ada 3 alasan yang tidak tepat saat seseorang mengatakan ingin menjadi pengusaha:


  1. Ingin mendapatkan uang lebih banyak. Gak semua orang berhasil menjadi pengusaha. Menjadi karyawan pun banyak yang penghasilannya besar (banget).
  2. Pengen punya waktu lebih banyak. Pemikiran ini juga belum tentu tepat. Menjadi pengusaha bisa bekerja lebih keras. Bila karyawan punya hak cuti, belum tentu pengusaha bisa cuti.
  3. Gak suka dengan bos di perusahaan. Kalau seperti ini, coba dibalik cara berpikirnya. Bagaimana kalau sewaktu-waktu jadi pengusaha kemudian kita gak suka dengan karyawannya? Atau ada karyawan yang gak suka dengan kita?

Jangan uang dijadikan orientasi utama. Cari alasan yang benar-benar tepat. Mana yang bikin kita bahagia? Menjadi pengusaha atau karyawan? Bila memutuskan jadi pengusaha, pilih bidang usaha yang kita mampu dan suka melakukannya.

Gak ada jaminan menjadi pengusaha akan lebih menguntungkan. Tetapi, bila kita sudah memutuskan menjadi entrepreneur di bidang yang sesuai passion, biasanya akan lebih semangat. Bila sewaktu-waktu usaha kita jatuh, masih ada fighting spirit untuk membangun kembali.


Mimpi + Action = Financial Goals


tips mewujudkan impian dengan melek finansial

Sebelum acara dimulai, Chi sempat melihat satu per satu mimpi yang ingin diwujudkan para peserta yang hadir. Sempat ngikik ketika membaca salah satu mimpi peserta yaitu ingin punya pabrik sempak (underwear). Kesannya gimanaaaa gitu hehehe.

Etapi, jangan pula diremehkan, lho. Beberapa tahun lalu, Chi pernah kerja di salah satu department store terbesar di Indonesia. Ditempatkan di divisi underwear perempuan untuk harga menengah ke bawah. Kesannya receh, ya? Tetapi, justru divisi Chi itu memiliki bujet dan penjualan terbesar setiap bulannya.

Punya banyak mimpi dan tidak punya mimpi adalah 2 hal bertolak belakang yang menjadi permasalahan generasi sekarang. Padahal mimpi itu bagian dari financial goals. Kita jadi memiliki target dan semangat untuk mencapainya.

Selain harus realistis, mimpi harus dicatat dan dibuat perencanaan keuangannya. Contoh kasus, seseorang baru juga jadi karyawan sudah bermimpi ingin memiliki pesawat jet. Kira-kira realistis, gak? Kalau sekiranya tidak realistis, bagaimana membuat perencanaan keuangannya?

Senada dengan Dipa, Riana mengatakan kalau bermimpi itu harus detil. Jangan hanya bilang ingin menjadi sukses. Terlalu umum dan terbuka bila bermimpi seperti itu. Ukuran sukses setiap orang berbeda. Maka, buatlah mimpi yang detil. Contoh mimpi yang detil itu misalnya ingin memiliki kendaraan untuk memudahkan beraktivitas.


Tentang Home Credit Indonesia



"Home Credit adalah perusahaan pembiayaan yang berasal dari Ceko dan sudah hadir di Indonesia sejak tahun 2013," ujar Freya Pradieta, VP Brand Strategy & Communications PT. Home Credit Indonesia.

Lebih lanjut, Freya mengatakan kalau Home Credit mempunyai misi untuk membantu pelanggan selangkah lebih dekat mewujudkan impian. Home Credit tidak memberikan pembiayaan untuk rumah. Tetapi, pelanggan bisa dibantu untuk pembiayaan membeli alat rumah tangga, barang elektronik, handphone, furnitur, hingga sepeda motor. Home Credit juga bisa melakukan pembiayaan multiguna seperti biaya renovasi rumah, pendidikan, hingga berlibur.

Kemampuan finansial setiap orang berbeda-beda. Oleh karena itu Home Credit hadir untuk membantu memberikan layanan pembiayaan. Mewujudkan apa yang pelanggan inginkan dengan cara lebih mudah.

Semoga kita semua semakin melek finansial supaya apa yang diinginkan bisa terwujud. Yuk, ceritakan mimpi teman-teman dan bagaimana usaha mewujudkannya.

Wednesday, November 20, 2019

Manfaat Lain dari Baby Oil untuk Digunakan Sehari-Hari

Manfaat Lain dari Baby Oil untuk Digunakan Sehari-Hari

Manfaat Lain dari Baby Oil untuk Digunakan Sehari-Hari - Di rumah kami udah gak ada bayi lagi. Anak-anak udah pada remaja. Berarti udah gak perlu beli produk bayi lagi, dong?

Enggak juga. Beberapa produk bayi masih suka kami beli. Beberapa baby cologne wanginya enak banget, bahkan sampai sekarang masih suka nyium wanginya dan menggunakannya meskipun udah gak ada bayi.

Kadang-kadang, Chi juga suka beli produk Johnson’s ® Top to Toe Hair & Body Bath untuk traveling, alasannya karena praktis. Yup, ada sabun dan sampo dalam satu packaging.


manfaat baby oil untuk digunakan sehari-hari

Paling sering ya beli baby oil. Produk ini paling sering dipakai. Tidak hanya untuk wajah dan tubuh, produk ini juga bisa dipakai untuk hal lain. 

 

Apa Saja Manfaat Baby Oil?


Makeup Remover

Kalau penghapus makeup lagi habis, Chi suka mengandalkan baby oil. Paling sering sih baby oil dipakai untuk membantu menghapus bagian tertentu saat sedang dandan. Misalnya nih, lagi gak sreg dengan bentuk eyeliner. Chi hapus aja dengan cotton bud yang sudah diberi beberapa tetes baby oil. Setelah itu, lanjut dandan lagi.


Minyak Pijat

Chi sering minta dipijat ke K’Aie. Kalau lagi masuk angin, biasanya dipijat pakai minyak tawon. Kalau sekadar minta dipijat karena sedikit pegal, pakai baby oil udah cukup banget. Kadang, minyak tawon dicampur dengan baby oil juga oke buat digunakan kalau efeknya gak ingin terlalu hangat di badan.


Pelembap

Beberapa area tubuh suka terasa lebih kering apalagi di musim kemarau ini, terutama di tumit dan siku. Gak nyaman banget kalau udah kering, jadi oleskan aja baby oil di beberapa area yang dibutuhkan dan pijat dengan lembut.


Campuran untuk Berendam

Kalau lagi gak bisa tidur, K’Aie suka minta Chi untuk menyiram kaki dengan air dingin. Memang enak, sih karena efek dingin di kaki bisa membantu untuk tidur.

Sesekali kamu juga bisa coba untuk merendam kaki dengan air hangat yang sudah diberi garam kasar dan beberapa tetes baby oil. Diamkan sekitar 15 menit, kemudian dipijat dengan lembut. Dijamin enak banget, apalagi kalau habis bepergian seharian. Telapak kaki akan terasa lebih rileks dan juga lembap.


Melepas Plester

Suka merasa nyeri gak kalau harus melepas plester yang menempel di kulit? Kalau Chi sih iya. Apalagi kalau di area yang ada rambutnya.

Misalnya luka di jari tangan saat kena pisau. Suka Chi tutup pakai plester setelah diobati supaya gak perih. Tetapi, melepasnya juga butuh perjuangan. Nempel banget di kulit dan terasa perih bila plester nempel ke bulu halus yang ada di jari.

Kalau K’Aie suka menyarankan dicabut dengan cepat. Paling sakitnya sesaat, tapi Chi mana berani. Sakit tetap aja sakit. Solusinya, plester dikasih baby oil kemudian plester dilepas perlahan, sedikit demi sedikit. Cara ini biasanya gak menimbulkan sakit.


Melepas Stiker

Ketika beli sesuatu produk, harga yang menempel biasanya susah dicopot. Kalau pun bisa, suka menimbulkan bekas. Bisa dibersihkan dengan baby oil. Usap perlahan sampai benar-benar bersih lemnya.

Ini juga mengingatkan Chi sama kejadian beberapa tahun lalu. Waktu tangan dan kaki kena lem tikus. Minta ampun deh daya rekatnya! Waktu itu sih Chi pakai minyak kayu putih. Tetapi, sepertinya pakai baby oil juga bisa.

Btw, bakal ada Super Brand Day Johnson & Johnson tanggal 19-21 November 2019 di Shopee! Selain Johnson & Johnson baby oil, Chi udah mengincar beberapa produk lain di situ.


Chi mau beli kertas minyak dan moisturizer Johnson & Johnson. Anak-anak udah mulai remaja. Lagi mudah berjerawat kalau cuek dengan perawatan wajah. Chi suka lihat Nai bawa kertas minyak ke mana-mana. Mereka pun mulai rajin membersihkan wajah serta mengoleskan pelembap dan sunscreen

Hasilnya juga cukup menyenangkan. Keke tadinya banyak aja jerawatnya. Mana gede-gede pula. Sekarang kulit wajahnya jauh lebih bersih. Nai meskipun gak separah Keke jerawatnya juga udah mulai ikut merawat kulit wajah dan tubuh.

Chi seneng Johnson & Johnson ada produk buat remaja. Soalnya waktu kecil, mereka sering pakai produk dari brand ini. Jadi udah tau kualitasnya seperti apa.

Tuesday, November 19, 2019

Perjalanan Menggunakan Kereta Api Kertajaya

Perjalanan Menggunakan Kereta Api Kertajaya

Perjalanan Menggunakan Kereta Api Kertajaya - Kereta api adalah salah satu alat transportasi darat yang lumayan cepat waktu tempuhnya karena tidak terlibat macet seperti di jalan raya. Bagi Indonesia sendiri, transportasi kereta api sudah lama digunakan yakni sejak tahun 1867 yang kala itu terdapat di Semarang dengan pelayanan rute Semarang-Tanggung berjarak 26 kilometer.

perjalanan menggunakan kereta api kertajaya

Kereta api Kertajaya merupakan kereta api penumpang terpanjang di Indonesia. Kereta tersebut melayani perjalanan dengan rute Pasar Senen-Surabaya-Pasar Turi. Jumlah gerbongnya ada 16 dengan rute sepanjang pantai utara pulau Jawa. Sebutan Keranjang juga kerap disematkan pada kereta ini karena rangkaian gerbongnya yang cukup panjang.

Awalnya kereta ini adalah kereta api dengan kelas ekonomi AC Non PSO atau dengan kata lain kereta api non subsidi. Kereta api ini dioperasikan oleh PT KAI pada akhir tahun tepatnya pada 25 Desember 1971. Bagi teman-teman yang ingin tiket perjalanan ini bisa naik kereta Kertajaya dengan pesan di Traveloka, segera kunjungi website resminya atau bisa juga unduh aplikasinya ke smartphone.

Terdiri dari 16 gerbong membuat kereta Kertajaya menggunakan 14 rangkaiannya sebagai kereta kelas ekonomi K3 premium. Satu kereta untuk pembangkit, satu kereta makan atau restorasi dan satunya lagi untuk lokomotif CC206 guna menarik kereta. Kapasitas kereta api Kertajaya lebih dari 1484 kursi penumpang.

Awal Mei 2019, rangkaian kereta ini resmi diganti dengan rangkaian baru yang dibuat oleh PT INKA Madiun. Menariknya lagi body bagian luar kereta baru sangat mencolok karena terbuat dari bahan logam stainless steel yang mengkilat dan terkesan mewah.

[Silakan baca: Dari Jakarta ke Bandung Enaknya Naik Apa?]



Fasilitas Kereta Api Kertajaya


Kereta api ini memberikan beberapa fasilitas yang bagus guna kenyamanan penumpangnya. Fasilitasnya adalah AC sebagai pendingin ruangan sehingga penumpang tetap nyaman meskipun perjalanan jauh. Setelah itu ada pula toilet yang hampir setiap kereta disediakan. Kemudian ada pula televisi untuk menghibur para penumpang di dalam gerbongnya, sehingga perjalanan tidak terlalu membosankan.

Tempat duduknya dilengkapi dengan sarung kulit dan mampu menampung empat penumpang pada setiap barisnya. Ada pula meja minim yang ditempatkan di dekat jendela serta dua outlet listrik bagi teman-teman yang butuh mengisi daya handphone atau laptop. Untuk tempat duduknya, penumpang dapat istirahat senyaman mungkin dengan konfigurasi seat 2-2 dan kapasitas totalnya ada 80 seat dalam satu gerbong kereta. Itu artinya dalam 14 gerbong seluruhnya memiliki sebanyak 1120 seat.

Kursi yang disediakan juga turut dilengkapi dengan fasilitas reclining seat di mana penumpang dapat mengatur sendiri posisinya sesuai dengan kebutuhan agar lebih nyaman. Tidak lupa pula bantal dan selimut yang difasilitasi dengan biaya tambahan. Apabila di tengah perjalanan teman-teman merasa lapar, maka bisa langsung menuju kereta makan yakni gerbong khusus makanan.


Jadwal Keberangkatan Kereta Api Kertajaya


Kereta api Kertajaya tidak hanya memiliki rangkaian yang panjang, namun juga memiliki jarak tempuh rata-rata 725 km antara Surabaya-Jakarta. Waktu tempuhnya sekitar 11 jam 40 menit dengan kecepatan rata-rata 60 km per jam hingga 100 km per jam. Kereta berangkat dari Pasar Senen menuju ke Surabaya pada setiap harinya yakni pukul 14.00 WIB dan tiba di Pasar Turi pada pukul 01.40 WIB. Untuk perjalanan Surabaya Pasar Turi dengan tujuan Jakarta adalah pada pukul 21.00 WIB dan tiba di tempat tujuan yakni Pasar Senen pada pukul 08.40 WIB.


Harga Tiket Kereta Api Kertajaya


Sebelum pergantian kereta menjadi gerbong stainless steel, tarif yang dikenakan cukup murah untuk perjalanan Surabaya menuju Jakarta dan sebaliknya yakni Rp 165.000. Namun sejak kereta diganti ke gerbong stainless steel, tarif sekali naik perjalanan rute Surabaya menuju Jakarta disesuaikan yakni sekitar Rp 255.000 per orang. Tidak ada yang aneh mengingat biaya perawatan kereta juga semakin mahal apalagi untuk stainless steel.

Pihak PT KAI ingin membuat penumpang kereta merasa lebih nyaman dengan tampilan interior dan eksterior yang selalu terawat dan terjaga. Oleh karena itu apabila tarif naik ketika kereta diganti gerbongnya maka tidak menjadi suatu hambatan untuk melakukan perjalanan.

Monday, November 18, 2019

Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan Bersama Prudential Indonesia

Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan Bersama Prudential Indonesia

Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan Bersama Prudential Indonesia - Limbung! Itulah yang Chi lihat dari mamah pasca papah wafat. Tentu saja mamah berusaha tidak memperlihatkannya. Selalu berusaha terlihat tegar di depan banyak orang, termasuk anak-anaknya. Tetapi, sesekali Chi melihat dan merasakan kalau pikiran dan perasaan mamah seperti sedang terobang-ambing. Apalagi kalau udah curhat tentang uang.

pelatihan literasi keuangan untuk perempuan bersama prudential indonesia

Papah memang meninggalkan sejumlah harta. Uang peniun pun ada. Kami, anak-anaknya pun akan terus berusaha memperhatikan mamah. Tetapi 'kan tetap aja ada yang beda.

Sebelumnya, papah yang mencari nafkah dan mamah mengelola. Setelah pensiun, papah melanjutkan kerja lagi di salah satu perusahaan. Kalau mamah sudah lama sekali resign sebagai karyawan swasta dan memilih jadi ibu rumah tangga saja. Wafatnya papah yang mendadak, membuat semua berubah begitu cepat.


Konferensi Pers Literasi Keuangan untuk Perempuan  


konferensi pers literasi keuangan untuk perempuan prudential dan kpppa, ojk

Jauh sebelum papah wafat, Chi dan K'Aie mulai rutin membahas investasi. Pengennya saat hari tua nanti, kami bisa merasakan kebebasan finansial. Syukur-syukur kalau bisa dari sekarang. Dengan kejadian yang mamah alami, bikin Chi semakin berpikir tentang investasi.

Kamis (14/11) bertempat di KPPPA (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) RI, Jakarta, Prudential Indonesiamengadakan workshop Literasi Keuangan untuk Perempuan. Chi dan beberapa blogger akan ikut pelatihan tersebut. Tetapi, sebelumnya ada konferensi pers terlebih dahulu.

Dr. Pribudiarta Nur Sitepu, MM, Sekretaris Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mengatakan bahwa terkait dengan peningkatan literasi keuangan perempuan, saat ini KPPPA sedang berdiskusi mengenai program 5 tahun ke depan tentang isi ketahanan keluarga. Keluarga adalah unit terkecil di masyarakat. Bila memiliki keluarga yang kuat, maka ketahanan masyarakat pun akan kuat.

Amanat Presiden Republik Indonesia kepada KPPPA antara lain:


  1. Meningkatkan jumlah perempuan bekerja di sektor formal atau informal
  2. Memastikan sektor keluarga menjadi lebih kuat. Salah satu isunya adalah menguatkan di sektor ekonomi.
  3. Mendorong adanya kerjasama dengan berbagai pihak

Fakta dan data menunjukkan bahwa tingkat berdaya ekonomi kaum perempuan masih lebih rendah dari laki-laki. Diharapkan dengan adanya teknologi digital saat ini, jumlah perempuan yang produktif secara ekonomi bisa meningkat. Karena perempuan bisa memiliki penghasilan meskipun di rumah.

Ibu rumah tangga juga ibarat menteri keuangan dalam rumah tangga. Menjadi penting bagi perempuan untuk mengetahui bagaimana caranya mengelola keuangan rumah tangga dengan baik.

KPPPA tidak memiliki kegiatan yang sifatnya implementasi ke lapangan. KPPPA bergerak di bidang kebijakan dan berkoordinasi dengan lintas kementrian dan lembaga. Tugas KPPPA membuat berbagai kebijakan seperti bagaimana agar perempuan bisa mendapatkan akses modal, pelindungan ketika menjalankan usaha, akses terhadap teknologi dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk implementasi ke lapangan, bantuan dari berbagai pihak seperti Prudential Indonesia akan sangat membantu. Sejak tahun 2009, Prudential sudah mengadakan pelatihan literasi keuangan untuk para perempuan Indonesia. Memasuki tahun ke-10 ini, sudah hampir 36.000 perempuan Indonesia yang tersebar di 36 kota mendapatkan pelatihan ini.

Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia, menjelaskan bahwa program pelatihan ini sejalan dengan fokus 'We DO Good' Prudential Indonesia. Di mana fokus utamanya adalah membangun masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dengan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, kesehatan, serta kesejahteraan secara menyeluruh.

Fakta di lapangan, banyak ibu rumah tangga yang mengaku sudah paham mengurus keuangan rumah tangga. Padahal faktanya, baru sebatas pemahaman dasar. Ketrampilan mengelola keuangan harus dilakukan secara terus-menerus. Awalnya memang memahami dasar, kemudian berlanjut belajar bagaimana bisa menghasilkan uang, hingga kemudian mulai terpikir untuk berinvestasi. Level tertingginya memiliki kemerdekaan finansial.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh OJK, tingkat literasi perempuan Indonesia pada tahun 2019 adalah 36,13%. Masih sedikit lebih rendah dari laki-laki yaitu 39,94%. Tetapi, persentase ini mengalami peningkatan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

"Sisih atau sisa? Kebutuhan atau keinginan?"

Sondang Martha, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan, boleh banget mengeluarkan uang untuk sesuatu yang sifatnya konsumtif. Tetapi, harus diatur dengan bijak. Jadilah perempuan yang cerdas mengelola keuangan.

Banyak kejadian di mana masyarakat terkena investasi bodong, terutama di kalangan ibu. Menurut ibu Sondang, kuncinya adalah 2L yaitu Legal dan Logis. Masyarakat bisa cek apakah jasa keuangan tersebut legal atau tidak melalui OJK. Pilihlah penawaran yang logis. Jangan mudah tergiur dengan janji manis.

Bila masyarakat menerima berbagai penawaran dari jasa keuangan, jangan hanya bertanya manfaatnya. Tanya juga risiko yang mungkin diterima. Tetapi, bila terjadi masalah, jangan langsung melapor ke OJK. Selesaikan dulu di industrinya.

Bila tidak selesai di level industri, baru lanjut ke OJK. Oleh karena itu ibu Sondang menyarankan kepada industri untuk tidak menganggap setiap aduan nasabah adalah cost. Tetapi, jadikan investasi agar produk yang dimiliki semakin baik.

Mengenai pelatihan literasi keuangan untuk perempuan, Nini Sumohandoyo, Sharia Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia menjelaskan meskipun materinya adalah literasi keuangan dasar, tetapi selama 10 tahun sudah mengalami evolusi. Selalu mengikuti perkembangan zaman. Misalnya, saat ini tantangannya adalah bagaimana para perempuan bisa berdaya secara ekonomi dengan memanfaatkan dunia digital.

Prudential Indonesia memang bergerak di dunia asuransi. Tetapi, materi pelatihannya bersifat general. Bagaimana persentase membagi pos keuangan hingga perempuan mampu memproteksi dirinya.

Fokus pelatihan di tahun ini lebih ke Indonesia Timur, yaitu Kupang, Mamuju, Gorontalo, Ternate, dan Bima. Beberapa kota lain juga tetap ada pelatihan, termasuk Jakarta.


Tips Mengelola Keuangan untuk Perempuan


tips mengelola dana keuangan untuk perempuan, mengenal berbagai produk dan jasa keuangan

Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan Prudential Indonesia menyasar kepada kaum perempuan di kalangan menengah ke bawah. Tujuannya untuk memaksimalkan ketrampilan mengelola keuangan keluarga agar lebih sejahtera.


Membuat Perencanaan Keuangan

Sumber penghasilan setiap orang berbeda-beda. Ada yang tetap (gaji) dan tidak tetap (komisi, insentif, upah lembur, dan hadiah). Apapun itu, membuat perencanaan keuangan adalah hal penting agak bisa hidup lebih sejahtera.

4 hal dasar pengelolaan keuangan adalah sebagai berikut


  1. Pengeluaran wajib (membayar cicilan, SPP, biaya transportasi, dll)
  2. Pengeluaran tambahan (uang jajan anak, traveling, membeli handphone, dll)
  3. Pengeluaran darurat (sakit, kecelakaan, kehilangan pekerjaan, meningga dunia)
  4. Dana simpanan (membeli rumah, tabungan haji, modal usaha, modal menikah, dll)

Buatlah rencana keuangan jangka pendek (0 s/d 1 tahun), jangka menengah (1 s/d 4 tahun), dan jangka panjang (>5 tahun). Rencana keuangan ini bisa berbeda bagi setiap individu. Status lajang, menikah, serta menikah dan punya anak akan mempengaruhi untuk memahami kebutuhan keuangan.


Mengelola Pendapatan

Sisih dan sisa. Mindset itulah yang harus tertanam bila ingin mengelola keuangan dengan bijak. Pola pikir lama adalah membelanjakan terlebih dahulu pendapatan yang diterima. Bila ada sisa baru ditabung. Sedangkan pola pikir baru sebaliknya.

Sisihkan pendapatan minimal 20% terlebih dahulu untuk ditabung dan 10% untuk dana darurat. Sisanya baru dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Disarankan memiliki 2 rekening tabungan, yaitu

  1. Rekening aktif untuk kebutuhan sehari-hari
  2. Rekening pasif untuk tabungan dan dana darurat

Berhutang itu boleh, tetapi jangan lebih dari 30%. Hutangnya pun sebaiknya hutang yang produktif, bukan konsumtif. Hutang produktif bisa untuk menambah aset dan kesejahteraan, misalnya membeli motor untuk keperluan usaha.

Penyimpanan juga dibagi 3, semakin pendek jangka waktunya adalah bentuk tabungan bisa segera dicairkan bila sewaktu-waktu dibutuhkan


  1. Jangka Pendek (0 s/d 1 tahun) - Emas, tabungan/deposito, simpanan koperasi
  2. Jangka Menengah (1 s/d 4 tahun) - Tabungan berjangka waktu tertentu, asuransi
  3. Jangka Pendek (> 5 tahun) - Asuransi, properti


Mengenal Berbagai Jasa Keuangan dan Produk Keuangan

Sebelum memutuskan jasa dan produk keuangan apa yang akan dipilih, sebaiknya banyak mencari tahu dulu. Apa manfaat dan risikonya? Apa yang menjadi hak dan kewajiban nasabah? Serta, bagaimana bila terjadi masalah? Pastinya jangan langsung mudah terbujuk. Ingat! Banyak jasa keuangan bodong yang sudah memakan korban. Jangan sampai kita menjadi salah satunya.

Pastinya kunci utama dari seluruh pengelolaan keuangan adalah DISIPLIN.


literasi keuangan untuk perempuan, ojk, mengenal jasa dan produk keuangan

Sunday, November 17, 2019

Strategi Mengikuti PPDB Online DKI untuk SMP dan SMA

Strategi Mengikuti PPDB Online DKI untuk SMP dan SMA

Strategi Mengikuti PPDB Online DKI untuk SMP dan SMA - Beberapa hari yang lalu di WAG angkatan Nai ramai membicarakan UNBK dan SMAN pilihan para orang tua. Padahal Nai baru aja naik ke kelas 8. Tetapi, waktu memang gak berasa. Insya Allah 1 semester lagi, dia naik ke kelas 9 dna mulai fokus ke UNBK kemudian lanjut PPDB.

strategi mengikuti ppdb online dki untuk smp dan sma

Memilih sekolah bukanlah hal main-main. Makanya perlu banget direncanakan dan bikin strategi.

Biar gimana yang daftar ke sana 'kan gak hanya anak sendiri. Semakin favorit sekolah tersebut, maka semakin banyak yang daftar. Tentu harus pasang strategi. Harapannya supaya bisa diterima di sekolah yang diinginkan.


Pilih Sekolah Swasta atau Negeri


Keduanya sama-sama baik. Setiap orang tua pasti punya alasan kenapa memilih sekolah swasta atau negeri.

Kalau kami, sepertinya akan tetap memilih negeri untuk SMP dan SMA. Tetapi, sebelum mencapai keputusan itu, kami sempat berpikir cukup lama. Apalagi sempat terjadi perbedaan pendapat. Chi bersikeras menginginkan swasta. Sedangkan K'Aie memilih sekolah negeri.


Pertimbangkan baik-baik sebelum memutuskan karena akan menyangkut ke banyak hal

Mengenai waktu pendaftaran, sekolah swasta dan negeri berbeda. Kalau di sini, sekolah swasta lebih dulu buka pendaftaran. Biasanya di akhir semester ganjil (sekitar bulan Oktober atau November) sudah ada yang buka. Sedangkan sekolah negeri menunggu hasil UN dulu.

Kabarnya di beberapa daerah, ada sekolah swasta yang baru buka setelah negeri. Jadi memang sebaiknya cari info pendaftaran di daerah masing-masing atau langsung ke sekolah yang akan dituju, ya.

Selain waktu, sekolah swasta biasanya punya aturan masing-masing. Jadi memang sebaiknya cari info langsung ke sekolah yang akan dipilih. Berbeda dengan sekolah negeri. Diknas setempat yang memiliki aturan.

[Silakan baca: Pilih Sekolah Swasta atau Negeri?]

Yup! Peraturan PPDB memang bisa berbeda-beda bagi tiap daerah. Ada yang sepropinsi sama, ada juga yang tidak. Jangan sekadar kemakan headline berita.

Karena kami memilih sekolah di Jakarta, tentu yang akan dibahas di sini tentang PPDB DKI. Khususnya untuk SMPN dan SMAN.


Daya Tampung Sekolah Negeri di DKI Jakarta


daya tamoung sekolah negeri di dki, ppdb dki

Berdasarkan data dari web ppdb.jakarta.go.id, jumlah sekolah negeri di DKI dan daya tampungnya untuk tahun ajaran 2019/2020 adalah sebagai berikut

  1. SDN (1449 sekolah, 129.275 siswa)
  2. SMPN (285 sekolah, 76.699 siswa)
  3. SMAN (115 sekolah, 31.956 siswa)
  4. SMK (73 sekolah, 20.870 siswa)

Dari data tersebut, semakin tinggi tingkatan sekolah ternyata jumlahnya semakin sedikit. Idealnya kalau jumlahnya sama, maka lulusan sekolah negeri kemungkinan besar bisa lanjut ke sekolah negeri lagi. Tetapi, coba aja lihat jumlah daya tampung SDN ke SMPN, ada selisih 50 ribuan. Dan, sebesar itu pula, anak yang gak keterima di SMPN kemungkinan akan melanjutkan ke sekolah swasta.

Ini belum bicara data jumlah anak dari lulusan sekolah swasta, ya. Seperti Keke dan Nai 'kan lulusan SD swasta. Itu artinya menambah persaingan bagi yang ingin masuk sekolah negeri.


Persiapan Pra-PPDB


Ada beberapa hal yang kami lakukan sebelum mengikuti proses seleksi PPDB DKI. Ini Chi kasih gambaran yang kami lakukan tahun ini. Tetapi, sebetulnya setiap kali kami ikut PPDB kurang lebih sama.


Cari Tau tentang Proses Seleksi PPDB di Daerah Masing-Masing

ppdb online

Sudah cukup sering Chi menulis di blog maupun di media sosial kalau proses seleksi PPDB tiap daerah berbeda. Bahkan yang satu propinsi pun bisa berbeda. Misalnya di Jawa Barat, proses PPDB Bandung bisa jadi berbeda dengan wilayah lain di Jabar. Ada juga yang satu propinsi sama. Salah satunya di DKI.

Jadi, kalau ada yang bilang proses PPDB itu begini-begitu, termasuk dari media nasional sekalipun, sebaiknya baca atau dengarkan dengan teliti. PPDB daerah mana yang sedang dibahas?

Mulailah mencari tau seperti apa sistem PPDB yang akan diikuti minimal setahun sebelumnya. Ya memang belum tentu masih akan seperti itu, tetapi setidaknya ada gambaran.

Waktu pertama kali ikut PPDB, persiapan kami agak kurang. Kami pikir, namanya pendaftaran di mana-mana sama aja. Makanya, Chi sempat ketika tau prosesnya begitu. Sempat mengalami drama juga. Begitu ikut PPDB yang ke-2 dan ke-3, Chi udah jauh lebih santai karena sistem seleksinya masih sama.


Proses PPDB DKI Jakarta sebetulnya mudah, cepat, dan transparan. Gak seribet yang dibayangkan.
 
[Silakan baca: Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI]


Pilih Jalur yang PPDB

jalur zonasi ppdb dki

Kuota terbesar ada di jalur zonasi, kemudian non-zonasi. Tetapi, di DKI masih ada beberapa jalur lain. Waktu pelaksanaannya juga berbeda-beda. Yang perlu diperhatikan, jalur prestasi di sini bukan NEM, ya. Tetapi, buat calon siswa yang pernah juara lomba. Tentu ada kriterianya. Silakan cek di website PPDB DKI


Semakin Giat Belajar

Di hari pertama Keke masuk SMA, kepala sekolah di upacara penyambutan bercerita kalau banyak orang tua calon siswa yang protes karena merasa rumahnya udah deket banget ma sekolah, tapi gak diterima. Inilah salah satu ketidaktahuan orang tua. PPDB DKI hingga tahun lalu masih mengutamakan seleksi NEM.

Hingga tahun ajaran 2019/2020, proses seleksi PPDB DKI masih mengutamakan seleksi NEM. Mau rumahnya di samping sekolah sekalipun, kalau kalah bersaing di NEM ya gak akan diterima. Tidak ada ketentuan ukur jarak rumah ke sekolah di mana semakin dekat jaraknya, maka poin semakin besar.

Ya, karena seleksi utamanya masih berdasarkan NUN (Nilai Ujian Nasional) atau yang lebih dikenal dengan NEM, makanya strategi utamanya adalah belajar. Bukan kerja keras cari uang, supaya bisa beli rumah di sebelah sekolah 😁.

Chi tidak tau apakah tahun depan masih akan sama atau tidak sistemnya. Kalau Chi pribadi, berharap masih sama. Selama jumlah sekolah negeri belum merata, baik dari segi jumlah maupun kualitas. Chi masih berharap sistem seperti ini yang dipertahankan. Buktinya proses PPDB DKI termasuk yang adem ayem.

Meskipun belum tau sistem tahun depan seperti apa, tetapi bagi teman-teman yang putra/i-nya akan ikut seleksi PPDB DKI sebaiknya tetap saja belajar supaya dapat NEM yang bagus. Daripada nantinya malah menyesal karena meremehkan UN.

Saat SD, Chi masih sanggup membantu mereka belajar di luar jam sekolah. Kali ini, Chi memilih bantuan bimbingan belajar. Pelajaran SMP semakin sulit. Kalau untuk tugas harian, Chi masih bisa bantu. Tetapi, kalau untuk menghadapi UN mending ikut bimbel aja. Apalagi kabarnya soal UN 'kan kebanyakan soal HOTS (Higher Order Thinking Skill).

[Silakan baca: Tanpa Ikut Bimbel, Nilai UN Tetap Bagus? Bisa!]

Keke mulai bimbel saat kelas 9 di semester genap. Jadi gak sampai 6 bulan juga Keke ikut bimbel. Kami pikir kalau kelas 7 dan 8 belum perlu bimbel selama anaknya masih bisa mengikuti pelajaran meskipun nilainya termasuk yang rata-rata.

Selain ikut bimbel, kami juga beli banyak buku kumpulan soal UNBK SMP. Keke belajar lagi di rumah dengan melahap banyak soal dari buku-buku tersebut.


Tentukan Target NEM

Giat belajar aja gak cukup. Begitu Keke naik ke kelas 9, Chi mulai menentukan target. Chi bikin data sederhana beberapa sekolah favorit di DKI. Chi buat susunan NEM tertinggi dan terendah yang diterima di sekolah-sekolah tersebut dalam rentang waktu 1-3 tahun terakhir.

Gak semua sekolah favorit yang ada di-list bakal jadi pilihan. Contohnya SMAN 8 dan SMAN 81 yang selalu jadi peringkat ke-1 dan 2 untuk sekolah favorit di DKI berdasarkan passing grade. Tetapi, kedua sekolah ini gak akan kami pilih karena lokasinya lumayan jauh dari rumah. Kami tetap masukkan ke daftar sekadar menentukan target.


Dari data sederhana yang Chi buat, minimal NEM yang ditargetkan adalah rata-rata 9. Data 1-3 tahun terakhir menunjukkan NEM terendah untuk SMAN 8 adakah 89-90. Makanya, Chi pikir kalau Keke bisa dapat rata-rata 9 aja, cukup lah modalnya buat dia memilih sekolah yang diinginkan.
 
Tentu aja dari 4 mata pelajaran yang diujikan punya kelebihan dan kekurangan untuk Keke. Kelebihan Keke ada di pelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Makanya, di kelas 9 semester ganjil, Chi minta dia memaksimalkan nilai kedua mata pelajaran tersebut dengan cara terus mengisi kumpulan soal UN. Begitu masuk semester genap, baru deh fokus sama 2 matpel lainnya (IPA dan Matematika).

Prinsip Chi sama kayak kalau ngerjain soal ujian. Kerjain yang mudah dulu, baru yang susah. Ya, karena Keke kelebihannya di pelajaran bahasa, jadi Chi minta dia fokus sama 2 itu dulu. Kalau nilainya bagus 'kan bisa ngangkat 2 matpel lainnya.


Cek Pilihan Sekolah


Di Jakarta ada beberapa jalur penerimaan. Kalau Chi biasanya memperhatikan 2 jalur aja yaitu Zonasi dan Non Zonasi (dulu namanya Lokal dan Umum).

Tahun ini, Chi agak santai karena sekolah yang dipilih masih satu zonasi dengan Kartu Keluarga. Jadi kuotanya lebih banyak. Kalau waktu Keke ke SMP, kami hanya bisa memilih jalur Non Zonasi karena sekolah yang dipilih gak satu kecamatan dengan KK.

Zonasi di DKI ditentukan oleh kecamatan bukan jarak ke sekolah. Misalnya kecamatan Tebet berarti hanya bisa memilih sekolah di kecamatan yang sama. Tetapi, 2 tahun ini ada irisan kelurahan juga. Jadi lumayan ada penambahan pilihan sekolah.


Maksimal Usia


"Anak saya gak bisa pilih sekolah negeri. Abisnya usianya saat lulus SD belum sampai 12 tahun. Jadi gak bisa."

Ada beberapa yang berpikir seperti ini. Padahal di PPDB sekolah negeri untuk tingkat SMP dan SMA di DKI gak ada persyaratan usia minimal. Adanya usia maksimal. Kalau untuk SMP 15 tahun, SMA 21 tahun.

Jadi, kalau anak lulus SD di usia 10 tahun pun tetap bisa kok ikut PPDB SMPN DKI. Yang penting jangan melebihi usia 15 tahun per tanggal 1 Juli. Begitu pun dengan SMA, jangan lebih dari 21 tahun.


Domisili

Misalnya kita baru pindah ke Jakarta, kebetulan di dekat rumah ada sekolah negeri. Bisa gak ikut PPDB DKI.

Tetapi, jalurnya tergantung dari KK yang dimiliki. Kalau belum satu kecamatan dengan sekolah yang dipilih, hanya bisa ikut jalur non zonasi. Setahu Chi juga ada jangka waktu minimal berubah KK, deh. Kalau gak salah, minimal 6 bulan. Maksudnya, kalau Kartu Keluarga baru diubah kurang dari 6 bulan, tetap gak bisa ikut zonasi.


Bersikap Tenang Saat UNBK


Seperti biasa, seminggu menjelang UNBK, Chi biarkan Keke lebih santai. Gak ada lagi tuntutan belajar. Kami memilih main ke Funworld seharian. Pengennya sih naik gunung lagi kayak sebelumnya. Tapi, situasi dan kondisi saat itu sedang tidak memungkinkan. Jadi ngemall aja lah. Yang penting pikiran kembali relax.

Belajar dari pengalaman sebelumnya saat ikut UN, Keke sedikit terpancing emosinya ketika pelajaran matematika. Menurutnya guru pengawasnya jutek. Bikin dia jadi gak fokus ngerjain soal dan agak asal-asalan. Huuuft! Untung aja nilainya masih lumayan.

Chi pun mengingatkan Keke untuk bersikap lebih tenang. Abaikan aja pengawas yang jutek selama kita gak salah. Tetap bersikap tenang juga kalau sampai ada kendala saat ujian. Misalnya tiba-tiba mati listrik, jaringan ngadat, tiba-tiba log out gak jelas, dan lain sebagainya.


Ketika PPDB Dibuka


Kembali Membaca Peraturan

List yang diunduh lebih banyak dari ini


Beberapa minggu sebelum PPDB SMAN dibuka Chi kembali melihat situs PPDB DKI. Baca lagi semua peraturan. Siapa tau ada yang berubah.

Tahun ini, ada sedikit perubahan di aturan dasar dan cara seleksi. Kalau tahun sebelumnya bila NEM anak sama, maka akan dilihat urutan mapelnya. Misalnya si A dan si B NEMnya sama-sama 93, maka akan dilihat mapelnya. Tertinggi adalah Bahasa Indonesia. Kalau si A nilainya lebih tinggi, maka dia berada di atas B untuk urutan seleksi. Kalau masih sama juga, maka lihat mapel yang kedua.


Siapkan Berkas yang Dibutuhkan


Mulai siapkan berkas yang dibutuhkan. Bawa yang asli untuk ditunjukkan, bukan diserahan. Hanya berkas foto copy yang diserahkan.

Sebaiknya sudah cetak dan isi form pendaftaran dari rumah. Memang bisa aja di lokasi. Tetapi, yang daftar 'kan gak hanya kita. Dengan berkas sudah disiapkan dari rumah, bisa menghemat waktu antrean. Hati-hati jangan sampai salah print formulir, ya.


Daftar di Sekolah Negeri Manapun

Sebelum mendaftar, siapkan semua berkas yang diperlukan termasuk form pendaftaran. Form ini ada beberapa kelompok. Jangan sampai salah print.

Semua berkas, termasuk formulir, dibawa ke sekolah negeri untuk mendapatkan token. Nanti token ini dipakai untuk login daftar online. Saran Chi, cari sekolah negeri yang sepi biar daftar ulangnya gak pakai antre lama.

Kalau sekolah favorit yang daftar pasti ribuan. Antreannya bisa sampai sore. Padahal kita bisa daftar di sekolah manapun. Meskipun anak kita gak akan mendaftar di sekolah tersebut, gak masalah. Yang penting jangan salah tingkatan sekolah aja. Tujuan mendaftar 'kan memang hanya untuk mendapat token. Mau ke SMAN malah daftarnya di SMPN.


Aturan Dasar dan Cara Seleksi


Chi akan sedikit jelaskan aturan dasar dan seleksi ini. Aturan ini dilihatnya secara berurutan. Jadi kalau bisa selesai sampai aturan pertama ya gak perlu lagi diberlakukan urutan kedua dan seterusnya.

Pertama adalah seleksi NEM. Semakin tinggi NEM-nya, maka peringkatnya semakin di atas. Mulai deg-degan deh tuh kalau peringkat anak udah di nomor buncit sementara waktu pendaftaran masih panjang. Begitu ada calon siswa lain yang daftar di sekolah sama dengan NEM lebih tinggi, maka yang nomor buncit akan tereliminasi dari sekolah tersebut.

Kalau ada 2 anak dengan NEM yang sama, maka yang dilihat adalah urutan pilihan sekolah. Misalnya si A memilih SMAN X sebegai pilihan pertama, sedangkan si B pilihan kedua. Maka, si A peringkatnya di atas B.

Eh, ternyata urutan pilihan sekolahnya masih juga sama. Dilihat deh umurnya. Kalau si A lebih tua dari B meskipun cuma selisih beberapa hari, tetap A yang peringkatnya di atas B.

Proses seleksi keempat adalah waktu mendaftar. Kalau sampai seleksi ketiga masih juga sama, makan akan dilihat siapa yang duluan daftar. Tetapi, rasanya belum pernah Chi temuin yang sampai seleksi ke-4. Sampai seleksi ke-3 aja jumlahnya jarang.

[Silakan baca: Ssstt! Ternyata Ada Seleksi Umur di PPDB Online DKI]


Urutkan Pilihan Sekolah dengan Tepat


Chi lupa ini screenshot sekolah mana. Dari ss tersebut terlihat sekolah ini memiliki daya tampung 163 siswa untuk MIPA dan 18  siswa untuk IPS. Sedangkang yang minat ke sekolah ini bisa 4-5 x lipat dari daya tampung.

Calon siswa bisa memilih maksimal 3 pilihan sekolah. Maksimal, ya. Berarti gak wajib pilih 3. Kalau cuma pengen 1 sekolah aja juga bisa. Waktu memilih SMPN buat Keke dan Nai, kami selalu milih 1 aja.

Kesannya pede banget ya cuma milih 1 sekolah. Tetapi, bagi kami jarak sekolah dengan rumah itu termasuk syarat yang cukup mutlak. Bila anak gak diterima di sekolah negeri dekat rumah, mendingan cari sekolah swasta aja yang dekat. Meskipun ya deg-degan juga karena sekolah swasta dekat rumah udah pada tutup pendaftaran. 😅

Bila memilih lebih dari 1, harus hati-hati menentukan peringkat pilihan. Saran Chi, jangan berdasarkan mana yang lebih disukai. Tetapi, lihat passing grade sekolah di tahun-tahun sebelumnya. Cara mencari tahu passing grade bisa googling aja. Kalau sudah dapat datanya, maka tempatkan sekolah yang passing grade tinggi di peringkat pertama.

Logikanya, kalau calon siswa terdepak dari pilihan pertama, maka masih ada kesempatan untuk bersaing di pilhan kedua. Tetapi, bila passing grade pilihan kedua lebih tinggi dari pertama, calon siswa bisa langsung terdepat ke pilihan ketiga. Itupun dengan catatan di pilihan ketiga juga gak lebih tinggi.


Pilih IPA atau IPS?

Penjurusan di SMA sudah dimulai sejak kelas X. Mau masuk IPA atau IPS. Di beberapa sekolah, meskipun segelintir, masih ada jurusan Bahasa. Mau pilih keduanya juga bisa. Misalnya pilihan pertama SMAN X IPA, pilihan kedua SMAN X IPS.


Bila Diterima, Maka Wajib Daftar Ulang


Alasan lain kenapa harus bijak memilih sekolah adalah supaya jangan menyesal. Kalau calon siswa sudah diterima di salah satu SMPN/SMAN, maka wajib daftar ulang di sekolah tersebut. Kalau gak dilakukan sampai batas waktu tertentu, akan dianggap mengundurkan diri dan gak bisa ikut seleksi tahap lainnya kecuali di tahap ketiga.

Masalahnya, tahap ketiga ini dikenal juga dengan nama seleksi bangku sisa. Maksudnya gak semua sekolah buka pendaftaran di tahap ini. Kalau kuota sudah terpenuhi di tahap 1 dan 2, maka tidak buka lagi tahap 3.

Ini beberapa kali Chi baca kejadiannya di Twitter. Ada yang udah keterima di SMPN/SMAN tertentu, tetapi kemudian memilih gak daftar ulang karena inginnya ke SMPN/SMAN lain. Sesuai peraturan, akan dianggap mengundurkan diri. Jadi, harus bijak ya memilih sekolah. Bagusnya jauh sebelum PPDB dibuka, pertimbangkan masak-masak pilihan sekolah yang diinginkan.

Bila memungkinkan, daftar ulang sejak hari pertama dibuka. Semua persyaratan daftar ulang di seluruh sekolah sebetulnya sama. Tetapi, pelaksanaannya bisa beda-beda. Ada sekolah yang meminta semua persyaratan diselesaikan sekaligus, ada yang tidak.

Sekolah Keke termasuk yang tidak. Yang penting bisa menunjukkan bukti kalau diterima di sekolah tersebut, sudah cukup. Ada form yang harus diprint juga. Persyaratan lainnya bisa menyusul. Keke juga melakukan daftar ulang sendiri. Gak ditemani orang tua.


Bagaimana dengan PPDB SMK?


Chi gak bisa cerita banyak tentang PPDB SMK. Tetapi, bagi yang tertarik memasukkan putra/i-nya ke SMK bisa lihat peraturannya di website PPDB DKI. Masih di website yang sama dengan PPDB SDN hingga SMAN.


Apakah PPDB DKI Tahun Ajaran 2020/2021 Akan Tetap Sama?


Nah ini Chi gak tau. Udah jadi rahasia umum juga 'kan ya kalau peraturan pendidikan di negara kita ini terlalu sering berubah. Apalagi Mendikbud RI baru lagi. Ya tentunya Chi punya harapan besar juga, semoga lebih baik.

Tetapi, bila dibandingkan dengan proses PPDB di beberapa daerah yang menggunakan ukur jarak rumah ke sekolah, mendingan PPDB DKI aja, deh. Program zonasi yang ramai diberitakan itu memang sebetulnya bagus. Hanya saja, kondisi saat ini jumlah sekolah belum merata. Masih banyak blind area alias jauh rumahnya dari sekolah.

PPDB DKI itu transparan dan gak ribet. Siapapun bisa setiap saat memantau pergerakan seleksi. Bahkan kita yang gak ikutan PPDB pun bisa lihat. Kalau persaingannya ketat, seleksi yang transparan begini bikin deg-degan banget hahaha.

Pengumumannya juga cepet banget. Bisanya proses PPDB setiap tahapannya berlangsung selama 3 hari. Di hari ketiga, ditutup pukul 4 sore. 1 jam kemudian sudah ada pengumuman resmi.

Tetapi, karena prosesnya transparan, begitu pukul 4 ditutup juga udah bisa lihat siapa aja yang keterima. Gak akan ada pergerakan lagi di website. Kita juga udah gak bisa daftar. Jadi pukul 5 sebetulnya formalitas aja.

Dengan sistem seleksi NEM aja masih bisa terjadi yang mengejutkan, lho. Tahun ini persaingannya luar biasa!

Ketika NEM Keke keluar dengan nilai rata-rata di atas 9, Chi langsung berasa santai banget. Karena dari list passing grade SMAN favorit selama 1-3 tahun terakhir yang Chi buat, selisih angkanya ya gak jauh.




Ternyata tahun ini jauh di luar dugaan. Coba aja lihat sebaran NEM tahun 2017 s/d 2019 di atas. Pada tahun 2017 dan 2018, gak ada satupun siswa yang lulus dengan NEM 400,00 -395,01. Tetapi, di tahun 2019 ada 11 orang.

Sampai NEM 380,01 dari tahun 2017 s/d 2018 jumlah kumulatifnya gak sampai 200 siswa. Sedangkan tahun 2019 ada 2755 siswa! Coba berapa persen itu kenaikannya? Luar biasa banget deh kenaikannya.

Chi yang tadinya sempat santai juga jadi ikut deg-degan. Alhamdulillah Keke masih keterima di SMAN yang dipilih.


Siap-siap, Nai!


Insya Allah, Nai akan ikut PPDB DKI 2 tahun lagi. Ya gak juga 2 tahun lagi masih seperti ini atau enggak. Setidaknya dari sejak Keke masuk SMP sampai SMA, sistemnya masih sama.

Chi lebih memilih mempersiapkan dulu aja. Di WAG sekolah juga udah mulai ada pembahasan tentang bimbel. Kenaikan NEM tahun lalu yang gila-gilaan memang bikin beberapa orang tua angkatan Nai mulai khawatir. Udah mulai ngebayangin persaingannya akan seketat apa bila sampai terjadi lagi.

Sekarang udah memasuki akhir semester ganjil. Biasanya sekolah swasta di Jakarta, terutama yang ternama, sudah mulai buka pendaftaran. Bisa mulai tuh dipertimbangkan akan masuk swasta dan negeri. Semua sama bagusnya.

Bila masih ada kebingungan pada saat pelaksanaan PPDB, bisa tanya ke akun Twitter @PPDBDKI1 atau @ppdbdki (unofficial). Kedua akun ini termasuk gercep menjawab pertanyaan netizen. Akun yang kedua memang unofficial, tapi recommended banget. Seringkali membantu akun resminya. Informasi dari akun unofficial bisa dipercaya. Mudah-mudahan seterusnya juga begitu.

[Silakan baca: Tips Mengikuti Proses Pendaftaran Online PPDB DKI Jakarta]