Thursday, May 31, 2018

Tips Wajah Tetap Glowing Meskipun Beraktivitas Padat dengan Pond's Age Miracle

Tips Wajah Tetap Glowing Meskipun Beraktivitas Padat dengan Pond's Age Miracle

Tips Wajah Tetap Glowing Meskipun Beraktivitas Padat dengan Pond's Age Miracle - Puasa sudah berjalan lebih dari seminggu. Bagaimana dengan teman-teman yang sedang menjalankan ibadah puasa? Semoga dilancarkan, ya. Aamiin. Meskipun cuaca akhir-akhir mudah berubah, bukan berarti penampilan kita selalu terlihat lemas, kusam, dan gak glowing, lho.

Rabu (24/5), saya hadir di acara Ramadan Gathering Pond's Age Miracle. Acara tersebut menghadirkan 3 inspiring moms yaitu Jenahara, Fenita Arie, dan Sabai Dieter. Melihat penampilan dan wajah mereka bikin iri banget, deh. Wajah mereka tetap glowing meskipun punya aktivitas padat. Jenahara sebagai fashion designer, Fenita Arie sebagai presenter, dan Sabai sebagai entertainer.

Drama di seputar dunia perempuan, terutama ibu rumah tangga, itu banyak. Urusan anak, suami, asisten rumah tangga, dan lain sebagainya. Kadang-kadang dengan banyak hal yang harus diurus, perempuan mengabaikan diri sendiri. Kulit wajah pun mulai terlihat bermasalah karena selalu menghadapi drama.


Belajar dari 3 Inspiring Moms yang Memiliki Aktivitas Padat


Padahal semua perempuan itu cantik. Apalagi kalau dibilang awet muda, biasanya akan senang sekali. Siapa yang tidak tersenyum ketika disangka masih berusia 20-an, padahal sebenarnya sudah nyari kepala 4? Kadang-kadang berbagai hal dilakukan termasuk melakukan perawatan. Tetapi, gak hanya itu saja. Inner beauty juga harus diperhatikan. Yuk, simak tips dari 3 moms inspiring di bawah ini.


Bukan Supermom ala Jenahara

Jenahara adalah seorang fashion designer dan Brand Ambassador POND’S AGE Miracle. Jenahara bercerita kalau menjadi seorang fashion designer adalah cita-citanya sejak kecil. Terinspirasi dari mamanya yang juga seorang fashion designer.

Sejak baru berkenalan dengan suaminya, Jena suda bercerita tentang impiannya mempunyai bisnis sendiri. Bersyukur, pria yang kini menjadi suaminya selalu mendukung keinginan Jena. Bagi Jena, kunci agar tetap didukung oleh suami adalah sebagai sesibuk apapun aktivitas sebagai istri harus tau prioritas.

Mengurus anak adalah tentang kualitas. Jena selalu berusaha menyempatkan berbicara dengan anak-anak setiap pagi sambil menyiapkan sarapan. Kesibukan menjadi seorang business woman membuat waktu Jena untuk anak-anak memang tidak banyak. Ada kalanya Jena merasa sedih karena seperti merasa tidak menjadi ibu yang seutuhnya. Tetapi, jangan selalu dijadikan stress. Terima kekurangan diri dan tidak harus menjadi sosok yang sempurna setiap saat.

Jena mengakui kalau dirinya bukanlah seorang super mom. Tidak salah bila dibantu oleh pihak lain seperti asisten rumah tangga dan supir. Bila Senin s/d Jumat Jena sibuk bekerja, maka Sabtu-Minggu adalah waktu untuk keluarga. Jena tidak menerima pekerjaan apapun di hari libur. Komunikasi yang baik dengan anak-anak juga sangat penting. Kualitas bersama keluarga memang kunci utama.

Tips dari Jenahara agar selalu tampil prima adalah semua berawal dari pikiran. Ketika bangun tidur, pikiran harus sudah diisi dengan hal yang positif. Pikiran yang positif akan membantu mood menjadi lebih baik dan percaya diri untuk beraktivitas seharian. Bila rasa percaya diri sudah terbentuk mau pakai make up atau pakaian apapun akan merasa nyaman.


Personal Branding ala Fenita Arie

Memiliki profesi yang sama dengan suami sebagai presenter memiliki keuntungan karena sama-sama sudah paham dunia kerja masing-masing. Tetapi, sebelum menikah Fenita sempat menjalani pekerjaan lain di dunia entertaint juga seperti bermain sinetron. Ketika menikah, suaminya tidak melarang Fenita untuk tetap beraktivitas. Pesannya hanya jangan terlalu sibuk karena sekarang status sudah menjadi istri dan juga ibu. Itulah kenapa Fenita fokus di dunia presenter. Sebagai presenter waktunya bisa dinegosiasikan, lebih fleksibel, dan gak lama seperti syuting sinetron.

“Jangan neko-neko,” ujar Fenita ketika ditanya rahasianya kenapa dia dan suaminya tidak pernah terkena gossip. Apalagi kalau sudah punya suami dan anak, nama baik harus semakin dijaga. Jadikan diri sendiri sebagai figur yang baik bagi keluarga. Karena bila kita melakukan hal yang tidak baik, dampaknya tidak hanya ke diri sendiri, tetapi juga keluarga.


Bersenang-Senang Sebagai Ibu Rumah Tangga ala Sabai Dieter

Ketika menikah, Sabai pernah bilang ke suaminya hanya akan menjadi ibu rumah tangga setelah memiliki anak. Keinginannya itu didukung oleh suami.

Awalnya hanya ingin mengurus anak, tetapi kemudian tawaran pekerjaan di social media mulai datang. Tawaran pekerjaan terus berdatangan. Sabai yang tadinya hanya ingin menjadi ibu rumah tangga saja akhirnya kembali menerima pekerjaan, tetapi dengan syarat hanya ingin menerima pekerjaan yang membolehkannya membawa anak (Bjorka).

Pernah melihat IG Sabai Dieter atau Agus Ringgo? Mengikuti YouTube channel mereka? Kalau saya malah follow karena konten-kontennya selalu menarik. Tentang kehidupan keluarga yang sebetulnya umum terjadi. Tetapi, pasangan ini mampu mengemasnya dengan sangat kreatif bahkan lucu.

Sabai selalu bekerjasama dengan suami dalam membuat konten. Apalagi diakui oleh Sabai kalau suaminya sangat kreatif. Drama bisa terjadi ketika deadline membuat konten sudah mepet, sedangkan Bjorka sedang rewel. Berbagai usaha membujuk Bjorka dilakukan supaya momen membuat konten tetap dapat.


Siraman Rohani bersama Ustazah Emil Bahardin


Tips Wajah Tetap Glowing Meskipun Beraktivitas Padat dengan Pond's Age Miracle

Menjelang berbuka puasa, kami mendengarkan tausyiah singkat dari Ustazah Emil Bahardin. Agar diri menjadi terlihat bercahaya, kita harus selalu berlapang hati. Manfaat dari berlapang hati adalah memudahkan diri kita untuk selalu bersedekah.

  1. Sedekah senyum. Selalu tersenyum membuat hati menjadi gembira dan menikmati hidup. Tidak diperbudak dengan hal-hal yang membuat diri sendiri pusing.
  2. Sedekah harta.

Melakukan sedekah kadang-kadang berat. Oleh karena itu, penting untuk berniat. Dengan niat yang baik, insya Allah sedekah akan dimudahkan.

Jangan pernah lepas berdo’a. Ketika membaca Al-Qur’an, usahakan membaca tafsirnya. Banyak melakukan amalan akan membuat wajah bercahaya. Apalagi di bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah.


#NeverStopGlowing dengan Pond's Age Miracle


Tips Wajah Tetap Glowing Meskipun Beraktivitas Padat dengan Pond's Age Miracle

Seperti kata Jenahara, agar wajah selalu glowing berawal dari pikiran dan hati yang positif. Setelah itu mulai berpikir berbagai cara untuk menambah rasa percaya diri, misalnya melakukan perawatan terutama kulit wajah. Sependapat dengan Jenahara, Fenita pun selalu melakukan perawatan kulit wajah.

Begitupun dengan Sabai Dieter yang awalnya cuek merawat wajah. Apalagi setelah memiliki anak, cueknya makin bertambah. “Siapa juga yang bakal melihat? Sehari-hari juga di rumah.” ujar Sabai. Setelah berkaca dan sadar bahwa wajahnya semakin kusam, Sabai mulai peduli dengan perawatan kulit wajah. Jangan sampai kekurangan cairan, rajin membersihkan wajah, dan menggunakan skincare. POND’S AGE MIRACLE memiliki rangkaian produk lengkap untuk merawat kulit.


Pond's Age Miracle, yang diformulasikan dengan 6 kandungan aktif anti-penuaan. Kombinasi yang efektif dari Retinol (standar emas dalam anti-penuaan), dan Retinol Booster, menguatkan pembaruan sel kulitmu untuk mengurangi garis halus, kerutan, dan bintik hitam. Hasilnya? Kulit lebih halus, tampak 10 tahun lebih muda.

sumber: www.ponds.com

Ada mispersepsi di masyarakat ketika mendengar kata ‘anti aging’. Produk anti aging dianggap untuk usia 30-an ke atas. Padahal merawat kulit adalah proses investasi. Gak bisa berharap proses instan. Jangan tunggu kulit wajah bermasalah dulu baru melakukan perawatan. Produk Pond’s Age Miracle ini sudah bisa digunakan untuk usia di atas 25 tahun. Teruslah dirawat agar never stop glowing, ya.

Seru banget acara Ramadan Gathering bersama Pond’s Age Miracle. Selain mendapatkan tips agar wajah tetap glowing. Semangat saya untuk merawat wajah semakin meningkat, nih. Di acara ini, para peserta juga diajak untuk berkreasi dengan scarf dan menhias pouch dengan cat.

Insya Allah, sekitar 2 minggu lagi hari raya. Saya mau mulai intensif menggunakan Pond’s Age Miracle, ah. Biar terlihat awet muda dengan wajah yang glowing saat hari raya.


Tips Wajah Tetap Glowing Meskipun Beraktivitas Padat dengan Pond's Age Miracle
Aktivitas sehari-hari saya lebih banyak di rumah. Mengurus suami, anak-anak, rumah, dan nge-blog. Tetapi, sesekali saya juga keluar rumah baik untuk pekerjaan atau sekadar jalan-jalan. Jadi sebaiknya memang harus tetap melakukan perawatan.

Continue Reading
No comments
Share:

Monday, May 28, 2018

Pernah Mengalami Anyang-Anyangan dan Sakit Pinggang? Waspada Infeksi Saluran Kemih Terutama Pada Wanita

Pernah Mengalami Anyang-Anyangan dan Sakit Pinggang? Waspada Infeksi Saluran Kemih Terutama Pada Wanita

Pernah Mengalami Anyang-Anyangan dan Sakit Pinggang? Waspada Infeksi Saluran Kemih Terutama Pada Wanita - Teman-teman pernah terkena Infeksi Saluran Kemih (ISK)? Semoga jangan pernah, ya. Kalaupun sudah, semoga jangan pernah mengalami lagi karena rasanya sangat tidak nyaman dan bisa berbahaya.

Saya pernah merasakan anyang-anyangan dan sampai menangis karena gak tahan sakitnya. Menjelang hari raya begini, saya mulai kepikiran lagi tentang anyang-anyangan. Biasanya kan perjalanan mudik bisa sampai berjam-jam di jalan. Menahan buang air kecil sudah tentu bukan hal baik. Tetapi, mencari toilet umum pun bukan hal mudah. Selain ramai, biasanya juga kebersihannya kurang terjaga. 


Pernah Mengalami Anyang-Anyangan dan Sakit Pinggang? Waspada Infeksi Saluran Kemih Terutama Pada Wanita

Sabtu (26/5) bertempat di hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta, Uri-cran mengadakan Blogger Gathering dengan tema "Pentingnya Menjaga Kesehatan Saluran Kemih pada Wanita" bersama dr. Boy Abidin, SPOG(K), dokter kebidanan dan presenter DR OZ Indonesia.

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah suatu infeksi dimana ada koloni kuman yang bisa masuk melalui aliran darah atau melalui saluran kemih. Saluran kemih dimulai dari ginjal hingga saluran pengeluaran. Oleh karena itu, ISK tidak hanya infeksi yang terjadi pada saluran pengeluaran, tetapi juga pada ginjal.


Wanita Lebih Rentan Terkena Infeksi Saluran Kemih


Berdasarkan data, 50-60% pasien yang terkena ISK adalah para wanita. Tidak hanya terjadi pada wanita yang masih bereproduksi. ISK juga terjadi pada wanita kelompok anak-anak hingga menopause. Sebanyak 25% wanita yang pernah terkena ISK akan mengalami infeksi saluran kemih berulang.

Pernah Mengalami Anyang-Anyangan dan Sakit Pinggang? Waspada Infeksi Saluran Kemih Terutama Pada Wanita

Siapapun bisa terkena ISK baik wanita maupun pria. Tetapi, wanita lebih rentan terkena ISK karena jarak saluran kemih wanita lebih pendek daripada pria. Berdasarkan data, penyebab terbanyak wanita terkena ISK adalah bakteri e-coli.

Keluhan pertama yang dirasakan wanita saat terkena infeksi saluran kemih adalah anyang-anyangan dan 5 dari 10 wanita pernah mengalaminya.

Infeksi Saluran Kemih mulai dari saluran bagian atas hingga bawah. Masing-masing mempunyai gejala infeksi saluran kencing yang berbeda. ISK yang berasal dari saluran bagian bawah memiliki gejala sebagai berikut:

  1. Rasa perih di ujung saat urine akan keluar
  2. Sering buang air kecil, terutama saat malam hari, tetapi jumlah urine sedikit
  3. Tidak bisa menahan buang air kecil (ngompol), tetapi berbeda dengan wanita yang sedang menopause
  4. Anyang-anyangan (buang air kecil tidak tuntas)
  5. Mulai terasa nyeri di bagian perut bagian bawah
  6. Demam ringan

Bila tidak segera diatasi, infeksi akan menjalar ke bagian atas dengan gejala yang lebih berat, yaitu:

  1. Demam tinggi
  2. Tidak nafsu makan
  3. Mual dan muntah
  4. Nyeri pada bagian pinggang

Kita suka berpikir kalau nyeri pinggang akibat kurang minum, Padahal harus waspada, lho. Sakit pinggang juga bisa menjadi salah satu gejala infeksi saluran kencing. Bila infeksi sudah sampai nyeri pinggang artinya ISK sudah menjalar ke bagian atas. Memang harus dipastikan melalui pemeriksaan kesehatan di laboratorium. Tetapi, bila penyebabnya karena ISK yang sudah menjalar ke bagian atas, maka penangannya akan lebih serius. Bila sudah terkena ginjal, dampaknya bisa cukup jauh.


Penyebab Infeksi Saluran Kemih


Pernah Mengalami Anyang-Anyangan dan Sakit Pinggang? Waspada Infeksi Saluran Kemih Terutama Pada Wanita
Jitakable, jangan? Jangan tertipu sama penampakannya yang unyu-unyu dan kayak kembaran sama mr. Plankton di Spongebob, lho. Karena sesungguhnya bakteri e-coli ini merupakan tersangka utama sebagai penyebab terbanyak wanita terkena ISK.


Kurang Minum

"Minumlah sebelum haus," ujar dr. Boy Abidin. Bila kita minum setelah rasa haus datang artinya tubuh sudah 'berteriak' kalau kekurangan cairan. Dalam sehari jumlah air yang harus dikonsumsi adalah 8-10 gelas. Cara melihat apakah jumlah minum kita cukup atau tidak adalah dari warna urine. Bila berwarna kuning pekat maka harus waspada karena petanda cairan berkurang. Semakin pekat warna urine menandakan jumlah bakteri semakin banyak.


Sering Menahan Buang Air Kecil

Produksi urine biasanya 3-4 jam sekali.  Bila akan melakukan perjalanan jauh atau macet sebaiknya buang air kecil direncakan dengan benar. Misalnya, sebelum pulang kantor dan menempuh perjalanan yang macet sebaiknya buang air kecil dulu. Bila di tengah jalan kembali ingin buang air kecil, segera cari toilet umum terdekat atau biasakan menggunakan diapers khusus wanita.


Aktivitas Seksual

Aktivitas ini bisa memicu infeksi dengan masuknya kuman ke vagina dan menyebar ke saluran kemih.


Menopause

Pada usia menopause faktor hormonal membuat kulit lebih tipis sehingga kuman lebih mudah menempel.


Diabetes

Salah satu gejala diabetes adalah banyak minum, banyak makan, dan banyak buang air kecil, tetapi berat badan tidak bertambah. Sering buang air kecil terjadi ketika gula darah penderita sedang tinggi. Imunitas penderita diabetes menurun sehingga mudah terkena infeksi. Selalu menstabilkan gula darah agar tidak terkena infeksi.


Kehamilan

Hal yang normal bila wanita hamil sering mengalami keputihan. Kondisi keputihan normal adalah bening, tidak berbau, dan jumlah tidak berlebihan. Tetapi, bila tidak dijaga dengan baik, maka akan terjadi koloni kuman dan menyebabkan ISK. Waspada bila terjadi infeksi karena bisa menyebabkan kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah, pre-eklamsi, hipertensi, gagal ginjal, atau kematian janin.

Penting sekali menjaga kebersihan organ intim karena organ ini mempunyai 3 fungsi, yaitu kelurnya darah mentruasi, fungsi seksual, dan fungsi reproduksi untuk melahirkan. Bila terjadi gangguan, maka salah satu fungsi akan terganggu bahkan bisa juga ketiganya.

Menggunakan pembalut atau pantyliners secara rutin pada saat sedang keputihan tidak disarankan karena justru bisa membuat keputihan semakin parah. Tetapi, dalam kondisi tertentu, misalnya sedang ada acara dan tidak ingin keputihan mengganggu karena pakaian dalam menjadi basah, maka boleh menggunakan pantyliners atau pembalut.


Toilet yang Kurang Bersih

Masalah yang sering terjadi bila berada di tempat umum dan ingin buang air kecil adalah toilet yang kurang bersih. Hal yang bisa dilakukan saat harus buang air kecil, terutama di toilet yang kurang bersih adalah

  1. Bawa air sendiri untuk membilas. Kita gak tau sudah berapa banyak kuman yang berada di ember atau gayung toilet tersebut.
  2. Cara membasuh yang benar setelah buang air kecil. Basuhlah dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Membasuh dari belakang ke depan akan membuat kuman masuk ke dalam saluran kemih.
  3. Membawa tissue, tetapi lebih bagus lagi bila membawa handuk dari bahan katun.Bila menggunakan tissue pilih yang bahannya bagus. Bukan tissue yang mudah menjadi bubur bila terkena air. Lap area vagina hingga kering setelah dibilas.

    Mengingat anak kecil juga bisa terkena ISK, maka kebiasan menjaga kebersihan ini sudah harus dimulai sejak kecil. Jangan pula membiasakan menggunakan bedak, alkohol, atau sabun mandi untuk vagina. Sabun khusus pembersih vagina boleh digunakan asalkan tidak terlalu sering dan selama produknya menyatakan pH balance karena tidak merusak kelembapan flora normal area vagina. Penggunaan pakaian dalam juga selain dari bahan katun dan jangan terlalu ketat.


    Manfaat Uri-cran, Ekstrak Buah Cranberry


     Pernah Mengalami Anyang-Anyangan dan Sakit Pinggang? Waspada Infeksi Saluran Kemih Terutama Pada Wanita
    Prive Uri-cran menjadi solusi praktis untuk mencegah dan mengatasi anyang-anyangan


    Kandungan buah cranberry adalah 80% air dan 10% karbohidrat. Cranberry memiliki zat yang dapat menghambat pelengketan bakteri. Cranberry juga bukan antibiotik sehingga tidak menyebabkan resistensi bila secara rutin dikonsumsi. 

    Buah cranberry sulit di dapat di Indonesia. Sebagai penggantinya, kita bisa mengkonsumsi Prive Uri-cran. Menurut mbak Ferina, perwakilan PT. Combiphar, Uri-cran hanya mengandung ekstrak cranberry sehingga aman dikonsumsi siapapun termasuk ibu hamil. Saya juga mencari tau tentang mitos dan fakta seputar kehamilan. Ya, karena ibu hamil memang sering berkemih, maka untuk membantu kesehatan saluran kemih bisa mengkonsumsi Uri-Cran karena hanya mengandung ekstrak cranberry. Uri-cran ada yang dalam bentuk kapsul atau bubuk (sachet dan bisa dikonsumsi sebagai pencegah maupun obat anyang-anyangan.

    Setelah pemaparan dari dr. Boy Abidin, SPOG(K), acara dilanjutkan dengan tausyiah dari ustadz Soleh Kurniawan. "Kebersihan adalah Sebagaian dari Iman" adalah sebuah peribahasa yang diambil dari hadist. Tema tausyiah pada hari itu adalah tentang menjaga kebersihan dari sudut pandang islam. Tentang bagaimana islam menganggap menjaga kebersihan adalah satu hal yang sangat penting.


    Menjaga kesehatan saluran kemih memang tidak hanya pada saat mudik. Sangatlah penting untuk selalu menjadi kesehatan saluran kemih agar tidak terjadi ISK. 

    Pernah Mengalami Anyang-Anyangan dan Sakit Pinggang? Waspada Infeksi Saluran Kemih Terutama Pada Wanita

    Continue Reading
    4 comments
    Share:

    Tuesday, May 22, 2018

    Haruskah Terlihat Pangling Saat Menikah?

    Haruskah Terlihat Pangling Saat Menikah

    Haruskah Terlihat Pangling Saat Menikah? - Siapa yang Sabtu lalu menonton live Royal Wedding? Pasti banyak, tetapi Chi gak termasuk diantaranya. MasterChef Junior U.S Finale lebih penting. 2 jagoan Chi yaitu Beni dan Avery masuk final. Makanya penting buat Chi untuk menonton final MasterChef Junior U.S. *Senang akhirnya Beni yang menang. Yeay! 😂*


    Membandingkan Gaya Make Up


    Tapi, bukan berarti Chi gak merhatiin Royal Wedding, lho. Hari gini, beritanya mudah ditemukan di mana-mana. Termasuk baca komen-komen netizen dari mulai yang suka sampai yang nyinyir eh bawel 😜.

    Salah satu yang banyak di bahas di internet adalah make up Meghan Markle yang sederhana. Suka gak dengan make upnya? Kalau Chi suka banget. Tapi, dari banyaknya komentar, ada yang dirasa agak mengganggu yaitu komentar para netizen yang membanding-bandingkan dengan make up pengantin tradisional Indonesia.

    Sebetulnya komentar membandingkan seperti ini udah terasa sejak pernikahan Putri Marino. Make up Putri Marino juga kayak Meghan Markle. Istilah make up no make up look, ya? *Maapkan kalau salah istilahnya. Jarang make up juga, jadi kurang paham. 😂*

    Meghan terlihat cantik? Putri Marino terlihat cantik? Iya banget kalau menurut Chi. Tapi, bukan berarti Chi gak suka dengan gaya make up lainnya. Makanya berasa aneh aja ketika suka dengan gaya make up Meghan dan Putri, trus bilang kalau make up pengantin tradisional Indonesia kayak ondel-ondel, vampir, dan lain sebagainya.

    Kenapa juga harus membandingkan trus menjelekkan, sih. Coba aja googling, banyak juga gaya make up bold yang bagus. Ya gak apa-apa juga membandingkan, asalkan jangan nge-bully. Make up kan urusan selera. Sama aja kayak makanan. Kalau sukanya steak bukan berarti kita bebas mengejek yang lebih suka rendang, kan?


    Make Up yang Bikin Pangling


    "Kalau Chi menikah pasti bakal manglingi."

    Ketika Chi mau menikah, sekitar 15 tahun yang lalu, beberapa saudara bilang begitu. Tadinya Chi gak ngerti arti pangling. Trus pada bilang kalau pangling artinya tampil beda. Alasannya, Chi nyaris gak pernah dandan. Bedakan aja gak pernah. Paling pakai lipstik aja. Makanya mereka yakin bakal pangling.


    pangling/pang·ling/ Jw v tidak mengenal lagi: aku sudah -- kepadanya

    Gara-gara rame yang bahas tentang make up pangling dan gak pangling saat ini, Chi jadi penasaran dengan arti kata yang sebenarnya menurut KBBI. Ternyata bukan seperti yang Chi pahami selama ini. Pangling gak sekadar terlihat beda, tetapi juga tidak dikenali lagi. Hmmm ... Kalau saat nikah K'Aie masih mengenali Chi, berarti make upnya gak pangling, ya? 😂 Tetapi, emang ada make up yang bikin pengantinnya jadi tidak dikenali lagi? Hehehe

    Tetapi, anggap aja Chi lebih setuju dengan pemahaman lama. Pangling itu artinya terlihat beda. Buat Chi yang memang saat itu nyaris gak pernah dandan, mau make up gaya apapun kayaknya memang bakal bikin pangling. Makanya, belum apa-apa beberapa sodara udah berpendapat seperti itu.

    Lantas bagaimana dengan perempuan yang sering bermake-up? Apa gak bakal manglingi nanti penampilannya. Chi perhatiin sebagian ada yang berpendapat begitu. Mungkin karena efek kejutannya udah berkurang, ya, alias udah terbiasa melihat perempuan tersebut ber-make up. Jadi ketika menikah pun udah gak aneh dengan dandangannya.

    Tetapi, bukan berarti gak bisa tampil beda. Mungkin biasanya dandan dengan make up yang terlihat kuat warnanya, misalnya lebih suka lipstik yang warna merah. Saat menikah memilih warna soft. Biasanya akan terlihat berbeda. Kalaupun tetap memilih dnegan style yang sama, buat Chi gak apa-apa juga. Kalau pengantinnya memang nyaman seperti itu, ngapain juga jadi kita yang ribet sampe nge-bully? 😁


    Apapun Gaya Make Up Mu yang Penting Bahagia


    Pernikahan biasanya melibatkan banyak orang. Apalagi pernikahan di Indonesia. Umumnya pernikahan di Indonesia itu hajatan keluarga. Semua merasa berhak bersuara memberikan pendapat dan mengambil keputusan. Pernikahan di Indonesia sepertinya memang harus banyak komprominya.

    Untungnya keluarga besar Chi maupun K'Aie bukan termasuk yang suka memaksakan kehendak. Berbagai pendapat tetap ada, tetapi tidak memaksa. Kalaupun iya, kayaknya kami berdua juga cuek hahahaha.

    Contohnya untuk urusan make up pengantin. Pilihan Chi saat itu adalah salah satu Make Up Artist (MUA) di Bandung. Pada zaman itu, agak gak lazim memilih MUA. Ada beberapa saudara yang bertanya kenapa gak pakai perias pengantin tradisional.

    Chi gak anti dengan perias pengantin tradisional, kok. Tetapi dari beberapa perias yang dicari, pilihan memang akhirnya ke salah seorang MUA. Rekomendasi teman-teman dan sodara aja gak cukup. Lihat album foto milik perias juga gak lantas bikin Chi langsung tertarik. Tahap seleksinya dari mulai ngobrol ini-itu hingga test make up. MUA yang dipilih ini hasil test make upnya paling sreg buat Chi. Periasnya juga lebih asik diajak diskusi. Terbuka dengan segala masukan.

    Baju pengantin yang Chi pakai saat akad dan resepsi pun bukan kebaya tradisional, tetapi modern. Sampai ada teman yang agak protes karena gak ada satupun rangakain melati di kepala Chi. Mawar putih menjadi pilihan untuk menghias rambut Chi. Konon, diam-diam mengambil beberapa bunga melati di rambut pengantin wanita akan membuat cepat mendapatkan jodoh. Chi, sih, gak percaya yang kayak begitu. Tetapi, yang lain ada yang percaya makanya protes. 😅

    Chi cukup rewel ketika memilih perias. Semua ini bukan karena sekadar ingin tampil sempurna. Tapi, sebagai seorang introvert yang suka kurang percaya diri kalau bertemu banyak orang, Chi merasa harus nyaman dengan diri sendiri dulu. Chi sadar kalau nanti jadi pengantin, para tamu juga akan melihat riasan pengantin wanita. Gak berharap akan banyak dapat pujian, sih. Tapi, kalau Chi aja udah minder dengan penampilan diri sendiri, gimana mau nyaman menghadapi banyak tamu. Di pikiran Chi saat itu kalau udah pede dengan diri sendiri, terserah aja deh orang mau suka atau enggak dengan riasannya.

    Makanya Chi benar-benar rewel ketika memilih perias. Bahkan setelah dapat perias yang sesuai pun, Chi tetap minta begini-begitu. Requestnya banyak dan test make up lebih dari sekali. Tentu aja Chi gak memaksakan diri. Pendapat perias juga didengar. Contohnya ketika Chi meminta jangan dikonde. Alasannya karena kepala Chi mudah sakit. Chi gak mau sakit kepala saat menikah. Nanti gak nyaman menghadapi tamu. Trus periasnya bilang kalau sebaiknya tetap dikonde. Beliau menjamin kalau konde yang dimilikinya sangat ringan. Bener aja, setelah Chi coba ternyata beneran ringan. Chi pun nyaman menggunakannya.

    Alhamdulillah, Chi puas banget dengan make up saat akad dan resepsi. Keluarga besar juga suka. Makanya ketika adik Chi menikah beberapa tahun kemudian dan Chi diminta mengurus pernikahannya, udah gak banyak yang tanya lagi kenapa pilihannya kembali ke MUA. Meskipun bukan MUA yang sama karena adik Chi menikah di Jakarta dan Chi lost contact dengan MUA sebelumnya karena HP Chi rusak. *Maaf, ya, gak bisa Chi upload foto riasan saat akad dan resepsi karena saat itu belum berhijab. 😊

    Postingan ini gak sekadar untuk ikut-ikutan ngebahas Royal Wedding, sih. Tetapi, juga semacam pesan untuk anak-anak, terutama Nai. Kelak kalau dia menikah, Chi terserah aja dia mau make up kayak apa. Mendengarkan berbagai pendapat tentu aja boleh, tetapi jangan sampai terpaksa. Bikin diri sendiri bahagia dulu dengan gaya make up yang dipilih asalkan jangan yang terlalu aneh aja. *Bundanya mikirnya kejauhan, nih. 😂

    Continue Reading
    20 comments
    Share:

    Saturday, May 12, 2018

    Pentingnya Membiasakan Menulis Sejak Dini untuk Membangun Generasi Cerdas Indonesia

    Pentingnya Membiasakan Menulis Sejak Dini untuk Membangun Generasi Cerdas Indonesia

    Pentingnya Membiasakan Menulis Sejak Dini untuk Membangun Generasi Cerdas Indonesia - Sekitar awal tahun 2018, obrolan antara saya dan wali kelas Nai di sekolah ...

    Saya: "Jadi tahun ini USBN ada essay? Duh!"
    Wali Kelas: "Katanya begitu, Bunda. Tapi, gak apa-apa, Bun. Malah lebih bagus kalau ada essay."
    Saya: "........"
    Wali Kelas: "Kalau essay, asalkan isiannya jangan sampai kosong, tetap ada bobot nilainya. Kalau pilihan ganda, kan, hanya antara benar dan salah."
    Saya: "Iya, sih. Tapi, sekian ribu siswa menulis essay, saya berharap tim penilainya gak kelelahan aja. Periksa essay, kan, berbeda dengan pilihan ganda. Belum lagi kalau ada anak yang tulisannya berantakan. Kasihan aja kalau jawabannya sampai disalahkan hanya karena tulisannya berantakan padahal jawabannya benar."
    Wali Kelas: "Risiko seperti itu memang ada, Bunda. Tapi, semoga aja tim penilai semuanya objektif, ya."

    Dalam hati, saya bersyukur kalau ini tidak terjadi di saat Keke kelas 6. Saya bakal khawatir banget karena tulisannya lumayan berantakan. Keke memang gak begitu suka menulis. Saat kelas 2 SD, Keke bahkan sempat minta pindah sekolah karena kesal dengan wali kelasnya yang selalu mewajibkan para siswa untuk menulis huruf tegak bersambung.

    [Silakan baca: Wali Kelas]

    Selama 1 tahun ajaran itu tulisannya sempat rapi. Kemudian dia banyak menulis lagi saat SMP. Sempat bikin dia kesal juga karena kegiatan menulisnya kebanyakan merangkum buku bahkan beberapa tugas pun beberapa guru maunya ditulis tangan. Tapi, karena sering menulis, sekarang tulisannya lumayan rapi.

    Apakah manfaat dari sering menulis hanya untuk membuat tulisan menjadi rapi? Tentu saja tidak. Banyak manfaat yang bisa didapatkan bila kebiasaan menulis dilakukan sejak dini.

    Selasa (8/5) di hotel Morrissey, Jakarta digelar talkshow "Ayo Menulis Bersama SiDU". Acara yang dimoderatori oleh Prameshwari Sugiri, Chief of KumparanMOM, sejak awal sudah menggelitik rasa penasaran saya. Di tengah berbagai pro kontra tentang aktivitas calistung, SiDU malah mengkampanyekan gerakan menulis sejak dini. Belum lagi kalau mengingat sekarang era digital. Kegiatan menulis semakin ditinggalkan. Padahal kegiatan menulis ternyata banyak manfaatnya bahkan turut berperan dalam membangun generasi cerdas Indonesia, lho.


    Pengaruh Kompetensi Guru Terhadap Kompetensi Siswa/i se-Indonesia


    Pentingnya Membiasakan Menulis Sejak Dini untuk Membangun Generasi Cerdas Indonesia

    Pencapaian kompetensi Siswa/i Indonesia pada saat ini semakin baik meskipun belum sampai tingkat ideal. Bahkan menurut mbak Nurman Siagian, Education Team Leader dari departemen Edukasi di Wahana Visi Indonesia (WVI), bagian dari NGO internasional berfokus di pendidikan dan pembangunan, saat ini kompetensi para siswa berada di masa kritis.

    Teman-teman ingat kejadian baru-baru ini tentang maraknya protes para siswa terhadap soal UNBK yang sangat susah?

    Berdasarkan tes Programme for International Student Assessment (PISA), yaitu tes kemampuan untuk membaca, matematika, dan science, Indonesia berada di peringkat ke-60 dari 72 negara. Oleh karena itu, pak Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, menginginkan siswa/i Indonesia berprestasi. Bahkan di kalangan mahasiswa, tingkat kesulitan menulis yang baik dengan kaidah yang berlaku sesuai ejaan bahasa Indonesia masih sangat tinggi. Kemampuan menulis secara analitis masih sangat rendah.


    Pada tahun 2016, Kemdikbud melakukan riset yang bernama AKSI (Assesment Kompetensi Siswa Indonesia), hasilnya adalah 73% berada di kategori kurang.

    Banyak hal yang menyebabkan kompetensi siswa/i Indonesia rendah, antara lain

    1. Kurang memahami apa yang dipelajari
    2. Masih rendahnya mengekspresikan ide atau berargumentasi

    Akar utama dari permasalahan ini, terutama tentang pemahaman, adalah guru. Nilai rata-rata kompetensi guru di Indonesia adalah 44,75. Masih jauh dari angka ideal yaitu 70. Penyebab kenapa nilai rata-rata kompetensi guru rendah yaitu kesulitan dalam menulis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Biasanya para guru hanya copy paste kurikulum nasional tanpa melalui proses pencernaan terlebih dahulu.

    Dari 125 guru hanya 56% yang mampu menulis dan melanjutkan pembelajaran kepada siswa. Kompetensi guru yang tidak memiliki persiapan dengan baik pastinya berpengaruh kepada kompetensi siswa.


    Membiasakan Menulis Sejak Diri Berawal dari Rumah


    Pentingnya Membiasakan Menulis Sejak Dini untuk Membangun Generasi Cerdas Indonesia

    Ibu Melly Kiong,  Praktisi ‘Mindful Parenting', mengatakan bahwa urusan pendidikan tidak bisa 100% diserahkan ke sekolah. Orang tua juga harus berperan, termasuk ibu yang bekerja. Sebagai ibu yang bekerja ibu Melly melakukan kemitraan dengan asisten rumah tangga. Agar pola asuh seimbang antara orang tua dan asisten rumah tangga, ibu Melly membangun sistem dengan membuat tulisan.

    Ada korelasi yang signifikan antara menulis tangan dengan daya ingat anak. Pada saat menulis, anak berkontruksi dengan apa yang ada di pikirannya. Sebelun diturunkan menjadi sebuah tulisan, anak akan mencerna terlebih dahulu.

    Proses menulis bisa dilakukan pada usia dini. Menurut sebuah penelitian, saat ini ketangkasan anak SD saat ini dalam memegang pensil sudah berkurang. Kedekatan anak terhadap gadget saat ini membuat motoriknya kurang diasah. Bila motoriknya kurang diasah dapat menjadi penghambat untuk memproses apa yang ada di pikiran anak. Dengan kata lain proses menulis melatih kemampuan banyak hal. Menulis juga melatih kemampuan komunikasi non verbal.

    "Anak-anak bukanlah pendengar yang baik," ujar ibu Melly. Agar terbangun komunikasi yang baik, ibu Melly melakukan beberapa sederhana yangcara cerdas. Misalnya, ketika membawakan bekal untuk anak selalu diselipkan memo kecil berisi ucapan terima kasih dan teka-teka yang lucu. Hasilnya, anak menjadi semangat untuk memakan bekalnya. Di dalam komunitas Menata Keluarga, ibu Melly memiliki program Saling Berbagi Cerita (SAGITA). Mengajak para anggota komunitas untuk menulis dan berbagi cerita tentang anak-anaknya.
     
    Kepala sekolah salah satu sekolah dengan prestasi terendah di USA pernah melakukan suatu riset tentang kualitas siswa/i sekolahnya. Hasilnya adalah kemampuan menulis yang sangat rendah dan berimbas kepada daya cerna siswa terhadap pelajaran serta menganalisa dalam sebuah tulisan. Kemudian metode Hotchman (The Writing Revolution) mulai dimasukkan ke dalam kurikulum dan mendapatkan hasil yang signifikan.

    [Silakan baca: Manfaat Menulis Huruf Tegak Bersambung]


    Prestasi Fayanna Ailisha Davianny


    Pentingnya Membiasakan Menulis Sejak Dini untuk Membangun Generasi Cerdas Indonesia

    Hadir sebagai salah satu narasumber dalam talkshow ini adalah Fayanna Ailisha Davianny, Penulis cilik, anggota komunitas Kecil Kecil Punya Karya (KKPK). Fayanna bercerita hobi menulisnya berawal dari kebiasaan dibacakan buku oleh ibunya sejak usia 1 tahun. Aktivitas membaca buku yang seru membuat Fayanna tertarik untuk membaca sendiri, kemudian berkembang menjadi hobi menulis sejak kelas 1 SD dengan menggunakan buku tulis.

    Hobinya selalu didukung oleh orang tua. Usia 8 tahun mulai ikut lomba menulis dan menjadi juara. Hasil dari lomba tersebut menjadi buku pertamanya. Kemampuan menulisnya terus berkembang hingga saat ini di usia 13 tahun sudah menghasilkan lebih dari 40 buku.


    Manfaat menulis tangan yang dirasakan Fayannya adalah mampu membuatnya berpikir sistematis, berdaya ingat tinggi, dan membantu mempermudah mempelajari pelajaran di sekolah. Berbagai prestasi dan penghargaan pun diraih dari hobi menulis.


    Tentang 'Ayo Menulis Bersama SiDU'


    SiDU atau Sinar Dunia adalah merk buku tulis unggulan dari APP Sinar Mas yang sudah ada sejak jaman dulu. Bapak Matin Jimi, Consumer Domestic Business Head SiDU, mengatakan bahwa SiDU ingin menghidupkan kembali kebiasaan menulis.

    Ada 3 manfaat dari aktivitas menulis di atas buku, yaitu


    1. Meningkatkan kecerdasan
    2. Meningkatkan daya ingat
    3. Meningkatkan kreativitas

    Masih ingat dengan pelajaran dikte saat masih sekolah? Di pelajaran tersebut berbagai macam proses, yaitu menyimak, menulis, dan mengingat.

    SiDU memiliki program 'Ayo Menulis Bersama SiDU' dengan menerbitkan buku. Buku ini memiliki beberapa topik untuk ditulis oleh anak selama 21 hari. Berdasarkan suatu studi untuk menumbuhkan suatu kebiasaan adalah melakukannya selama 21 hari secara konsisten. Sudah sekitar 100 sekolah di Jabodetabek yang mencoba buku ini dalam kurun waktu April dan Mei. Diharapkan program ini akan berlanjut ke sekolah lain di seluruh Indonesia.

    Buku 'Ayo Menulis Bersama SiDU' hingga saat ini tidak dijual. Buku ini disediakan untuk sekolah yang ingin berpartisipasi dalam program ini. Silakan berkunjung ke situs ayomenulis.id dan daftarkan sekolah secara online untuk berpartisipasi.

    Continue Reading
    28 comments
    Share:

    Wednesday, May 9, 2018

    Aneka Kaftan Cantik untuk Hari Raya Idul Fitri

    Aneka Kaftan Cantik dari Hijup untuk Hari Raya Idul Fitri

    Aneka Kaftan Cantik untuk Hari Raya Idul Fitri - Sebentar lagi umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadan. Biasanya beberapa persiapan mulai dilakukan. Urusan ibadah, makanan, aktivitas, dan lain sebagainya. Tentunya kita semua ingin menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan dengan sebaik-baiknya.

    Setelah itu, hari raya Idul Fitri pun tiba. Bagaimana dengan persiapan teman-teman? Udah terpikir pakaian (baru) apa yang akan dipakai saat raya?

    Oke, pasti akan ada yang berpendapat kalau Idu Fitri gak harus berpakaian serba baru. Apalagi bukan anak kecil lagi. Chi pun sependapat. Malah kayaknya Chi udah lama gak beli pakaian untuk menyambut hari raya Idul Fitri. Tapi, kalau pun membeli pakaian baru, rasanya gak ada salahnya, kan? Ya siapa tau memang sedang butuh pakaian baru. Kebetulan momennya pas saat Idul Fitri.

    Biasanya Idul Fitri juga identik dengan kumpul keluarga besar. Kalau dari keluarga besar Chi biasanya kumpul di rumah peninggalan kakek nenek. Jadi santai aja. Mau tampil kasual pun bisa. Malah begitu sampai rumah, suka ganti pakaian lagi dengan pakaian harian.


    Aneka Kaftan Cantik dari Hijup untuk Hari Raya Idul Fitri

    Tetapi, kalau di keluarga K’Aie biasanya kumpul bersama di salah satu resto atau ruang pertemuan hotel. Kalau begini tentunya harus berpakaian seperti datang ke acara formal.

    Chi yang sehari-hari lebih suka gaya kasual, biasanya kalau acara formal lebih suka feminin. Biar merasakan tampil beda aja. Sepertinya tahun ini Chi tertarik memakai kaftan.

    Chi pernah belanja di HIJUP.com. Islamic e-commerce pertama di dunia yang sudah berdiri sejak tahun 2011 ini memilki banyak sekali koleksi terbaik karya fashion designer muslim Indonesia. Tentunya akan mudah menemukan berbagai pakaian muslim di sini. Gak hanya pakaian perempuan, lho. Pakaian pria pun ada. Kosmetik hingga sepatu pun tersedia. Ya karena islamic e-commerce satu ini ini konsepnya seperti mall online.

    Cara belanjanya mudah seperti e-commerce lainnya. Tapi, ada nilai plus juga kalau belanja di sini. Keterangan setiap produknya sangat detil. Dari mulai material bahan hingga ukuran pakaian.

    Seringkali suka membingungkan saat belanja pakaian secara online cuma dikasih keterangan size S, M, L, dan XL. Apalagi kalau all size. Mau nanya ke penjualnya suka malas. Kalaupun dikasih tau, paling cuma lingkar dada aja. Kalau beli di HIJUP uda tertera ukurannya sedetil mungkin.

    2 dari 3 kaftan yang Chi pilih ini warnanya lembut. Tapi, masih cocok, lah, dipakai untuk kulit Chi yang berwarna coklat ini. Seperti yang Chi tulis di atas, mungkin saja hanya momen yang bertepatan dengan hari raya Idul Fitri.

    Insya Allah, bila dilancarkan, sepupu akan menikah tidak lama setelah Idul Fitri. Kalau untuk resepsi, kami semua sudah mendapat bahan. Tinggal dijahit aja nanti setelah lewat masa hari raya. Kalau jahit sekarang pasti antreannya panjang. Penjahit bakal sibuk menerima orderan untuk hari raya.

    Nah, untuk ngunduh mantu, Chi merasa butuh baju baru karena gak ada seragam keluarga. Insya Allah, acaranya di negara tetangga, Malaysia. Kayaknya cocok kalau pakai kaftan.

    Gimana menurut teman-teman? Koleksi kaftan di HIJUP cantik-cantik, kan? Cocok buat hari raya Idul Fitri.


    Aneka Kaftan Cantik dari Hijup untuk Hari Raya Idul Fitri

    Continue Reading
    8 comments
    Share:

    Tuesday, May 8, 2018

    Tips Mempercantik Tampilan Blog Dengan Foto Yang Menarik

    Tips Mempercantik Tampilan Blog Dengan Foto Yang Menarik

    Tips Mempercantik Tampilan Blog Dengan Foto Yang Menarik - Iyeeess! Akhirnya menulis lagi untuk KEB. Sekian tahun lalu, Chi sempat ikut berkontribusi untuk web KEB. Setelah sekian lama vakum, ada juga rasa kangen. Akhirnya Chi ikutan Collaborative Blogging (#KEBBloggingCollab) dan bergabung di kelompok Siti Nurbaya dengan Mak Ucig sebagai ketuanya. 😘

    Postingan trigger kelompok kami minggu ini di web KEB adalah Tampilan Blog Lebih Menarik dengan Infografis. Chi tentunya akan menanggapi tulisan dari Mak Dzulkhulaifah Rahmat atau biasa dipanggil Eva.

    Dalam setiap postingan, Chi selalu memberikan foto. Diusahakan foto sendiri, tapi kalau gak ada Chi ambil dari beberapa website di internet. Nah, kalau mau pakai foto sendiri, pastikan sudah tau etikanya, ya. Jangan asal comot tanpa izin dari pemilik foto. Atau cari stock foto di internet yang memiliki lisence CC0.


    Photoshop


    Dulu Chi selalu pakai Photoshop. Walaupun gak jago banget, tapi Chi suka. Sejak pc di rumah rusak, otomatis gak bisa pakai Photoshop. Di laptop gak install Photosop. Salah satu contoh hasil Photoshop yang Chi buat adalah foto paling atas dari postingan ini.


    BeFunky


    Sejak gak bisa pakai Photoshop, Chi mulai mencari photo editing online. Di internet banyak pilihannya. Biasanya Chi paling sering pakai BeFunky. Memang gak senikmat seperti menggunakan Photoshop, tapi lumayan, lah. Setidaknya bisa buat nge-crop, editing sedikit, dan nambahin watermark.


    Snapseed


    Nah ini kurang lebih sama kayak BeFunky. Bedanya, kalau BeFunky Chi gunakan saat menedit foto menggunakan laptop. Sedangkan Snapseed Chi gunakan saat mengedit menggunakan smartphone. Kalau mau pakai Snapseed, install dulu aplikasinya, ya.

    [Silakan baca: Menjadi Blogger Produktif, Me Time, dan Buah Tangan Penuh Cinta Julie's Peanut Butter Sandwich]


    Canva


    Chi agak jarang pakai Canva, tapi bukan berarti gak pernah. Paling Chi pakai kalau pengen fotonya ada tulisan judul blog. Banyak teman blogger yang menggunakan Canva untuk membuat infografis. Chi jarang banget bikin infografis.

    Bagaimana dengan watermark? Pernah membaca beberapa pendapat kalau diwatermark percuma aja. Sekarang watermark bisa dihapus sama orang lain. Ya, bisa jadi begitu. Tapi, kalaupun tetap mau dikasih watermark juga gak apa-apa, sih.

    Sebagai contoh adalah Barry Kusuma, travel photographer yang foto-fotonya keren banget. Barry Kusuma juga seorang blogger. Kalau teman-teman lihat foto-fotonya di blog, watermak di setiap foto ukurannya gede ajah. Tapi, berbeda dengan di Instagramnya. Gak ada watermark sama sekali. Chi gak tau alasannya kenapa di blog dikasih watermark gede sedangkan di IG tidak. Tapi, setidaknya Chi coba menyimpulkan kalau sekelas Barry Kusuma pun gak masalah pakai watermark.

    "No photo, hoax!"

    Pernah mendengar/membaca kalimat itu? Atau malah kita sendiri yang pernah berpendapat begitu? Kalau kata Chi, pendapat itu udah kurang tepat, ya. Gak selalu postingan tanpa foto itu berarti hoax. Tapi, kalau foto bisa membuat tampilan blog atau postingan menjadi lebih menarik, Chi setuju banget.

    Continue Reading
    14 comments
    Share:

    Sunday, May 6, 2018

    Tips Belanja Hemat Dengan Promo Belanja Ramadan Ekstra di Tokopedia

    Tips Belanja Hemat Dengan Promo Belanja Ramadan Ekstra di Tokopedia

    Tips Belanja Hemat Dengan Promo Belanja Ramadan Ekstra di TokopediaRamadan tahun ini sepertinya akan menjadi salah satu Ramadan Ekstra buat kami sekeluarga. Selain harap-harap cemas dengan hasil USBN Nai kemudian dilanjut mencari sekolah negeri untuknya. Berjuang, deh, lewat PPDB. Semangaaatt! Kami pun sedang disibukkan beberes rumah karena mau pindahan. Rencananya paling lambat awal Juni, setelah Nai wisuda, kami sudah pindah rumah.

    [Silakan baca: Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online DKI]

    Pindahannya memang harus sesegera mungkin karena kami mencari sekolah untuk Nai yang dekat rumah. Meskipun agak pontang-panting kayak dikejar waktu, Chi tetap senang. Rasanya pengen terus merapikan rumah yang akan kami tempati termasuk mengisi dengan beberapa barang baru. Makanya akhir-akhir ini Chi lagi rajin belanja di toko online. 😄

    Tapi, kalau lagi semangat begini, Chi juga harus berhati-hati. Suka jadi boros kalau terlalu semangat belanja. Mana sebentar lagi mau Ramadan. Biasanya pengeluaran suka agak lebih besar dibanding bulan lain. Jadi Chi harus punya tips belanja online hemat kebutuhan bulan Ramadan Ekstra di Tokopedia


    Bandingkan harga setiap toko online di Tokopedia

    Biasanya kalau sedang mencari suatu barang, Chi memanfaatkan fitur search kemudian ketik barang yang dicari. Nanti akan keluar barang yang dicari dari banyak toko online berkualitas di Tokopedia. Setelah itu Chi tinggal membandingkan toko mana yang memiliki harga paling tepat dengan spesifikasi yang pas.


    Pilih produk berkualitas dari kreator lokal

    Di Tokopedia tidak hanya tersedia barang yang menjual barang branded, lho. Berbagai produk dengan kreasi kreator lokal juga tersedia di sini. Dari sisi harga, kreator lokal bisa lebih murah. Tapi, jangan khawatir dengan kualitas. Kreator lokal memiliki kualitas bersaing dengan harga yang lebih miring.


    Cari toko online terdekat

    Harga produk sudah dapat yang paling murah, tapi bagaimana dengan ongkos kirim (ongkir)? Nah, ongkir harus dipertimbangkan juga. Jangan sampai udah dapat produk yang murah, tapi ongkirnya gede banget karena tokonya jauh dari rumah. Di Tokopedia, kita bisa mengetahui lokasi toko online.


    Pilih cara pembayaran yang tepat

    Chi selalu menggunakan saldo Tokopedia atau transfer bank bila bertransaksi di e-commerce ini. Di Tokopedia memang disediakan berbagai macam metode pembayaran, yaitu saldo Tokopedia, transfer bank, kartu kredit, cicilan, hingga pembayaran melalui minimarket. Silakan disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing


    Pilih metode pengiriman paling efisien

    Lebih suka pengiriman konvensional atau kurir instan menggunakan transportasi online? Sebelum menentukan, kitKita bisa membandingkan ongkos kirimnya dulu sebelum memutuskan mau menggunakan metode pengiriman yang mana.


    Manfaatkan promo dan diskon

    Biasanya di bulan Ramadan akan bertaburan promo ekstra. Coba, deh, teman-teman cek terus di Tokopedia agar Ramadan semain ekstra dengan rangkaian promonya.

    [Silakan baca: Ngabuburitnya Main Board Game Aja, Yuk!]

    Masih ingin yang lebih ekstra? Pada tanggal 25 Mei akan ada kejutan ekstra dari Tokopedia yang akan membuat Ramadan Ekstra menjadi lebih Ekstra!

    Kira-kira kejutan apa, ya, di Ramadan Ekstra ini? Penasaran banget, ya kan?


    Chi penasaran banget nungguin tanggal 25. Harapannya bakal banyak peralatan makan dan dapur yang bagus dan tentu aja murah. Biar makin semangat, nih, pindahannya. Teman-teman ikutan nungguin juga, ya! 😊

    Keke: "Asiiikk, nanti puasa udah pindah rumah. Biasanya selain bunda masak enak, juga bisa jajan enak."

    Huff! Beginilah kalau rumahnya dekat dengan berbagai tempat kuliner. Anak-anak udah semangat aja buat jajan! Chi pun semakin semangat buat beli properti makan dan dapur. Buat perlengkapan foto makanan 😂

    [Silakan baca: Bunda, Sebentar Lagi Kita Puasa?]

    Continue Reading
    12 comments
    Share: