Friday, May 29, 2015

Senyum Keke dan Nai di Pagi Hari, Membuat Bunda Bahagia

Senyum Keke dan Nai di Pagi Hari, Membuat Bunda Bahagia

Teddy aja (salah satu boneka kesayangan Nai), kalau malam diharuskan tidur nyenyak sama Nai :)


Ketika Keke dan Nai masih balita, Chi selalu senang melihat wajah mereka saat tidur. Rasanya adem dan damai. Segala tingkah laku mereka yang kadang bikin kita jungkir balik sepanjang hari, langsung lenyap capeknya melihat wajah mereka saat tidur. Dan, buat Chi, wajah damai mereka saat tidur juga pertanda kalau mereka tidur dengan nyenyak. Kalau mereka bisa tidur dengan nyenyak, berarti di pagi hari mereka akan bangun dengan wajah tersenyum. Senyum tandanya mereka bahagia. Melihat senyum Keke dan Nai di pagi hari, Chi ikut bahagia.


Senyum Pagi Bayi no.1 di Indonesia


Beberapa waktu lalu, Chi dapat undangan dari Mommies Daily untuk acara gathering sekaligus pengumuman pemenang senyum pagi bayi no. 1 di Indonesia yang diselenggarakan Pampers®. Sayangnya, Chi berhalangan hadir saat itu. Padahal ketika membaca undangannya, Chi udah bisa membayangkan gimana kerennya 100 foto bayi yang sedang tersenyum di pagi hari yang akan terpampang di LED Billboard, Mall Taman Angrek.

Keren banget, ya. Chi yakin, nih, para ibu yang foto putra/inya terpampang di LED Billboard, Mall Taman Anggrek ini akan merasa terharu dan bangga :)


Dari ribuan peserta yang mengikuti lomba foto 'Senyum Pagi Bayi no.1 di Indonesia', tersaringlah 100 foto pilihan dan di undang ke acara tersebut pada tanggal 18 Mei 2015 di Mall Taman Anggrek. Hadir juga Gisella Anastasia, Artika Sari Devi, dan Donna Agnesia, sebagai Pampers Brand Ambassador.

“Pampers® sebagai merek popok dengan penjualan No. 1 di dunia, menggelar kampanye Senyum Pagi Bayi No. 1 di Indonesia karena tidur nyenyak sepanjang malam dapat menghadirkan senyum ceria bayi di pagi hari, yang akan membawa kebahagiaan pada bayi sepanjang hari,” “Misi kami adalah untuk mewujudkan senyum pagi ceria bagi bayi-bayi di seluruh dunia – bahkan saat ini 100,000,000 bayi di seluruh dunia terbangun dengan senyum ceria berkat dukungan Pampers®. Melalui kontes online ini kami berharap bahwa para ibu di Indonesia dapat bergabung dengan ibu-ibu lainnya di seluruh dunia yang telah menikmati senyum pagi bayi ceria persembahan Pampers®.” kata Febrina Herlambang, Communication Manager P&G Indonesia.

Sebagai Pampers Brand Ambassador, Gisella Anastasia, Artika Sari Devi, dan Donna Agnesia mempunyai pendapat yang senada.Berdasarkan pengalaman ketiga brand ambassador tersebut saat menggunakan Pampers® Baby Dry Pants untuk anak-anaknya, tidur malam mereka manjadi lebih nyenyak. Tidur nyenyak di malam hari memang menjadi faktor penentu anak-anak mereka bisa tersenyum di pagi hari ketika bangun tidur.

Ternyata, manfaat bayi tidur nyenyak di malam hari tidak hanya membuat bayi tersenyum di pagi hari. Tidur nyenyak yang berkualitas juga bagus untuk tumbuh kembang bayi dan anak. Hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis anak Catharine M. Sambo dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, saat pelaksanaan 'Senyum Pagi Bayi Indonesia'


“Tidur sama pentingnya dengan makanan yang bergizi. Bayi sangat membutuhkan tidur nyenyak berkualitas saat malam untuk tumbuh kembang mereka. Tidur malam yang nyenyak membangun fungsi otak, menunjang pertumbuhan fisik, dan berhubungan erat dengan mood mereka saat pagi. Karena itu sangat penting untuk memilih popok yang dapat membantu memberikan kenyamanan tidur pada malam hari.”

Dia juga menambahkan bahwa metabolisme tubuh bayi selama tidur mengalami peningkatan dan sel-sel tubuh memasuki proses pemulihan. “Ini sebabnya mengapa jika si kecil tidurnya nyenyak, saat bangun di pagi hari mereka akan merasa segar dan bugar.”


Keke, Nai, dan Pampers®


Ketika tidur malam, bayi masih sering terbangun karena pipis. Apabila tidak segera diganti, bayi akan rewel. Sering terbangun dan rewel, membuat bayi terbangun dengan wajah yang kurang ceria. Supaya bayi bangun dengan senyum, maka salah satu faktornya adalah pemilihan diapers yang tepat.

“Berdasarkan survei yang kami lakukan kepada lebih dari 4000 Ibu di Indonesia, salah satu faktor yang membuat bayi terbangun di malam hari adalah dikarenakan popok basah. Produk terbaru kami di Indonesia, Pampers® Baby Dry Pants dengan inovasi Super Gel yang mendukung penyerapan cairan lebih cepat sehingga popok dapat kering hingga 12 jam untuk tidur nyenyak sepanjang malam yang dibutuhkan bayi untuk pagi yang ceria,” papar Febrina.

Ketika Keke masih bayi, dia tidur tidak menggunakan diapers. Hanya menggunakan popok kain saja. Keke hanya menggunakan diapers saat bepergian. Untuk tidur malam, Chi bekerja sama dengan K'Aie. Biasanya kalau Keke terbangun karena pipis, Chi langsung kasih ASI biar dia tetap tenang. Nah, yang gantiin popoknya itu K'Aie. Dengan kerjasama seperti ini, bikin Keke gak rewel sama sekali.

Namun, ketika Nai lahir, kami mulai merasakan kalau cara tersebut kurang berhasil. Akan menjadi ribet kalau Nai terbangun karena pipis trus di saat bersamaan Chi lagi nyusuin Keke. Kalau ditunda sampe Keke selesai menyusu, Nai keburu rewel. Bisa heboh jadinya. Akhirnya, kami putuskan kalau setiap tidur malam, Nai harus pake diapers. Tujuannya supaya bangun malamnya cukup kalau mau minum ASI aja.

Diapers yang dipilih, tentu saja harus yang berkualitas. Jangan yang mudah menimbulkan ruam pada kulit bayi. Dan karena dipakai untuk tidur di malam hari, maka cari diapers yang bisa menyerap dan kering lebih lama.Tujuannya supaya bisa tidur dengan nyenyak, sehingga pagi hari bangun dengan memberikan senyuman.


Pampers® Membantu Membuat Senyum Pagi Bayi No.1 di Indonesia


Pampers® Baby Dry Pants merupakan inovasi dari produk Pampers sebelumnya. New Pampers® Baby Dry Pants ini dilengkapi oleh perlindungan anti bocor dengan lapisan ganda Extra-Dry Layers serta Super Gel yang mendukung penyerapan cairan lebih cepat. Dengan inovasi terbaru ini, Pampers® Baby Dry Pants mengklaim produknya tetap kering selama 12 jam. Waktu kering yang lama (12 jam) tentunya tepat untuk dipakai bayi ketika tidur malam.

Fitur kelengkapan lainnya dari Pampers® Baby Dry Pants adalah: 


  1. Popok celana di Indonesia dengan lapisan ganda Extra Dry yang menahan lembab dan menjaga kulit bayi tetap kering 
  2. Teknologi Super Gel yang secara proaktif lebih cepat mengunci cairan lebih cepat daripada Pampers sebelumnya
  3. Lembaran belakang yang dilengkapi pori sehingga membantu sirkulasi dan mencegah iritasi kulit serta mendukung kenyamanan bayi
  4. Lotion bayi yang melindungi kulit sensitif bayi
  5. Bentuk popok celana yang penuh inovasi sehingga mudah dikenakan dan nyaman
  6. Desain popok yang menarik
  7. Gampang dikenali dengan mudah 

Mulai 2 Maret 2015, di beberapa ritel tertentu di seluruh Indonesia mulai produk Pampers® Baby Dry Pants mulai tersedia dengan berbagai ukuran. Dari mulai ukuran S (untuk bayi dengan berat 4-8 kg), hingga ukuran XL (untuk berat badan 12-17 kg). Kisaran harga adalah Rp21.000,00 s/d Rp68.000,00

Ingin selalu anak kita memiliki senyum di pagi hari? Mulai perhatikan kualitas tidur malamnya, ya :)

Untuk info lebih lanjut tentang produk Pampers® Baby Dry Pants, serta ingin mendapatkan berbagai tip dan nasihat dari para ahli tentang tidur bayi, silakan berkunjung ke www.pampers.com atau www.everydayme.co.id

Keterangan: 


  1. Sumber artikel berasal dari press release kampanye Senyum Pagi Bayi No. 1 di Indonesia
  2. Seluruh foto adalah milik MommiesDaily, kecuali foto Teddy Bear (paling atas)

Tuesday, May 26, 2015

Pou

Pou

Ini Pou belum dimandiin. Masih dekil :p


Nai: "Hari ini Bunda udah ngurus Pou belom?"
Bunda: "Belom."
Nai: "Ya, Bundaaa.. Kok, gak diurus Pou-nya?"
Bunda: "Lho, yang pengen install Pou siapa? Kok, Bunda yang harus ngurus?"
Nai: "Iya, tapi Ima kan sekolah, Bun. Bunda ngurus Pou-nya kalau Ima lagi sekolah aja."
Bunda: "Enggak, ah. Anak Bunda cuma Keke sama Nai. Pou gak termasuk hehehe."

Teman-teman ada yang punya Pou? Atau putra/inya ada yang install Pou di gadget? Kalau putra/inya ada yang install Pou di gadget dan bernasib sama kayak Chi, yuk kita saling curhat di sini hehehe. Untuk yang belum tau apa itu Pou, pernah tau Tamagotchi? Semacam mengurus binatang secara virtual. cuma Pou lebih kekinian ajah :D

Pou itu seperti Tamagotchi. Tapi, bukan binatang. Entah sejenis apa Pou ini. Tapi, cara bermainnya kurang lebih sama. Kita harus mengurusnya. Kasih makan, mandiin, ajak main, dan lain sebagainya. Udah berasa punya anak lagi hihihi. Dulu, Chi juga pernah punya Tamagotchi. Cuma bedanya, dulu Chi gak pernah meminta orang tua untuk ikut ngurusin Tamagotchi yang Chi punya. Chi mana berani hahaha.

Di suatu sore...
Bunda: "Deeekkk... Itu Pou-nya berisik melulu minta dimandiin."
Nai: "Perasaan tadi siang Ima udah mandiin. Kok, udah minta mandi lagi?"
Bunda: "Gak tau. Pou-nya gerah kali" *Jawaban ngasal :p*

Kalau udah waktunya makan, mandi, tidur, dan lai-lain, akan ada suara dari Pou. Kalau belum diturutin, bakal berisik melulu. Kayak urusan mandi, biasanya Chi yang terus cerewet mengingatkan anak-anak untuk mandi. Tapi, kalau Pou malah Pou yang terus bawel kalau belom dimandiin. Berisik pokoknya :D



Keke dan Nai udah lama main Pou. Levelnya juga udah tinggi. Tapi karena Chi yang lebih sering ngurus, akhirnya di un-install. Eh, udah sekian lama gak main Pou, beberapa hari lalu di install lagi sama Nai. Duh, Naiii... Kenapa juga gak cari kekinian yang lain aja, sih? Misalnya main aplikasi foto kayak contoh foto di atas. Instagram Chi dan miniatur menara Eiffel, gitu :D

Di suatu malam...

Nai: "Ke, jangan dimaini terus Pou-nya. Matiin lampunya aja, biar Pou tidur."
Keke: "Nanti, Keke kasih makan dulu."
Nai: "Jangan dikasih makan terus, Ke. Nanti kegemukan."
Keke: "Gak apa-apa lagi, Nai."
Nai: "Iiiihhh, jangan, Keee.."

Begitulah Keke dan Nai. Kadang suka berdebat kalau lagi ngurusin Pou hehehe. Yang satu pengen mandiin, satunya pengen ngajak main. Yang satu gak mau Pou overweight, satunya kasih makan melulu.

Etapi, baru juga itu Pou dibikin tidur, gak lama kemudian...

Bunda: "Nai, itu Pou-nya bangun."
Nai: "Bunda nyalain ya lampu kamarnya?"
Bunda: "Enggak. Kekenyangan kali makanya gak bisa tidur." *Lagi-lagi jawaban ngasal hehehe. Tapi Chi juga gak tau kenapa Pou udah bangun lagi padahal baru tidur. Untunglah gak berapa lama kemudian Pou tidur lagi.*

Tadi sore...

Nai: "Bunda, dihapus (uninstall) aja Pou nya. Ima mau main game lain."

Dan, buat Chi permintaannya itu terdengar seperti dia mengucapkan 'I love you, Bunda' hahaha. Akhirnya, Chi terbebas dari ngurusin Pou.
(Trauma) Naik Kendaraan Umum

(Trauma) Naik Kendaraan Umum

Hari Sabtu lalu, Chi kecopetan di jembatan penyebrangan stasiun Bogor. Udah Chi ceritain panjang lebar kejadiannya di blog Chi yang tentang jalan-jalan. Walopun berusaha untuk tetap tenang, tapi yang namanya kehilangan memang tetap aja menimbulkan rasa gak enak. Termasuk rasa gak enak ketika selama beberapa hari terpaksa rada diet socmed lewat socmed karena pake hape jadul hehehe.

Lucu juga kalau dipikir-pikir. Sebelum berangkat, Chi memang udah niat mau diet socmed sepanjang long wiken lalu. Eh, gak taunya pas sampe Tanakita, koneksi internet lagi lancar jaya. Jadi aja, rada tergoda dan sesekali ngintip plus komen-komen sama nyetatus hehehe. Sebentar aja, kok. Tetap berkurang frekuensinya :p Jadinya memang rada gagal puasa socmed, sih. Tapi, kemudian ada kejadian kecopetan yang bikin Chi juga terpaksa puasa socmed lewat hape :D

Kenapa Chi pake hape jadul untuk sementara waktu? Karena K'Aie lagi gak sempet nganterin. Chi gak berani beli sendiri karena belum pernah beli hape tanpa K'Aie. Atau biasnaya K'Aie yang beliin tanpa Chi. Sambil nunggu kapan K'Aie ada waktu, Chi mulai cari-cari di internet. K'Aie juga, sih. Akhirnya ketemu HP apa yang Chi mau.


Yeaaay! Berani beli HP sendiri :p


Karena kelihatannya, K'Aie juga belum ada waktu untuk nganterin atau beliin HP, Chi dikasih izin sama K'Aie untuk beli sendiri. Deg-degan banget awalnya karena memang belum pernah. Jumat pagi, jalan ke mal sendirian. Datengin beberapa toko HP, sampe akhirnya beli Lenovo P70 di salah satu toko HP. Abis itu, ngurus kartu pasca bayar yang sempet Chi blokir. Alhamdulillah, semua prosesnya dari mulai beli HP sampe ngurus nomor, semuanya dimudahkan. Dan, Chi bisa sendiri. Gak menakutkan seperti  yang Chi kira ternyata *bangga dan lega  hehehe*

Urusan HP udah beres, tetep masih ada pikiran yang mengganjal gara-gara kejadian itu. Kira-kira Keke dan Nai bakal trauma naik kendaraan umum gak, ya? Karena biar gimana, waktu itu sempet rada tegang juga. Apalagi Keke bilang kayaknya masih ada 1 orang yang ngikutin Chi terus. Memang iya, sih, kemanapun kami melangkah di stasiun Bogor, ini orang kayak ngikutin dalam jarak tertentu. Tapi, kalau kami langsung lihat ke dia, orangnya pura-pura melihat ke arah lain.


 Keke mulai susah diajak foto, nih. Selalu memalingkan muka. Apalagi kalau di foto sama orang tuanya. Harus dipaksa hehehe


Di tempat terpisah, Chi bertanya ke Keke dan Nai tentang pengalaman naik kendaraan umum. Nai bilang kalau dia gak mau naik kendaraan umum lagi. Dia agak takut sejak kejadian itu.Banyak orang aneh, katanya.

Bunda: "Kalau lain kali kita lebih hati-hati gimana? Masih gak mau naik kendaraan umum?
Nai: "Hmmm... iya deh Ima masih mau. Tapi, beneran hati-hati, ya."
Bunda: "Iya."

Sebetulnya, bisa sangat dimengerti ketidaknyamanan Nai. Buat kita yang sudah dewasa atau Keke yang meskipun masih anak-anak tapi badannya sudah tinggi, ketika berdesak-desakan setidaknya masih bisa lihat ke sekitar. Sedangkan tinggi badan Nai belum seperti itu. Jadi, ketika berdesak-desakan dengan banyak orang, yang dia lihat cuma punggung. Tentu aja sangat gak nyaman untuknya. Ditambah lagi ada kejadian kecopetan. Makin bikin dia was-was, lah.

Kalau Keke pendapatnya beda lagi. Dia sama sekali gak trauma naik kendaraan umum. Menurutnya, naik kendaraan umum tetep asik. Dan dia paling suka naik commuter line sambil berdiri hihihi.

Syukurlah kalau Keke dan Nai gak trauma dengan kendaraan umum. Karena tujuan mengajak mereka naik kendaraan umum sebetulnya bukan semata-mata karena pengiritan. Tapi, yang utamanya adalah mengajarkan mereka dengan berbagai jenis kendaraan. Jangan cuma taunya naik mobil sama kendaraan pribadi aja. Kalaupun naik kendaraan umum, taunya cuma taxi. Naik taxi mah sama nyamannya kayak mobil pribadi. Cuma gak nyaman saat bayarnya ajah hahaha.

Ngajarinnya juga bertahap, sih. Jangan sampe mereka terkaget-kaget juga. Dan, sampe sekarang Chi belum berani ngajak anak-anak naik bis kota apalagi metromini. Ya, suatu saat nanti, lah. Bertahapdan nikmati prosesnya. Yang penting mereka gak trauma naik kendaraan umum :)

Sunday, May 24, 2015

Model Profesional

Model Profesional

Nai: "Bunda, mulai sekarang kalau mau taro foto Ima di blog untuk postingan lomba atau job review harus bayar. Tapi, kalau untuk cerita biasa gak usah bayar."
Bunda: "Bayar berapa?"
Nai: "Bayar pake cilok"

Ampun, deh, udah mulai kaya model profesional pake minta bayaran segala hahaha. Tapi memang kalau untuk blog ini walopun yang menulis selalu Chi, pengawas dna (bahkan) penentunya adalah anak-anak. Kalau K'Aie sih paling bilang jangan aneh-aneh aja. Anak-anaklah yang paling menentukan.

Keke dan Nai gak cuma baca blog ini tapi mereka juga bisa menolak dan menentukan cerita apa aja yang boleh ditampilkan di blog. Chi sih hargai aja keinginan mereka itu karena yang diceritakan di blog ini kan semuanya tentang mereka. Kalau merekanya merasa gak nyaman, masa' Chi memaksakan tetep menulis?

Gak lama permintaan dibayar pake cilok pun diralat. Katanya cimol ajah hehehehe. Padahal kalau kata Chi, cilok di sekolah Keke dan Nai itu enak, lho. Chi aja yang tadinya gak terlalu suka cilok, tapi kalau beli cilok di sekolah Keke dan Nai rasanya pengen nambah terus hihihi.

Cilok, cimol, cireng, hmmm... masih ada 'ci' lainnya gak? *Waduh, malam-malam begini mendadak kepengen rujak cireng, nih* Yang jelas makanan yang terbuat dari aci (tepung kanji) ini memang salah satu camilan favorit kami. Chi pernah cobain sekali bikin cilok, tapi belum berhasil. Ciloknya sih jadi, cuma masih belum sreg sama rasanya. Walopun Keke dan Nai sih tetep suka :D

Beberapa waktu lalu, Nai ngajakin bikin cireng. Tapi, Chi belum juga menuhin keinginannya. Karena merasa bundanya gak juga menuhin keinginannya, akhirnya Nai bikin sendiri. Berguru sama youtube. Dari mulai nguleni sampe menggoreng, semua Nai lakuin sendiri.

Menurut Chi, untuk percobaan pertama itu Nai cukup berhasil, lho. Apalagi kalau bikin cireng itu kan harus diuleni. Untuk tangan yang masih mungil, dia cukup bagus nguleninya. Tekstur cirengnya gak keras.

Kekurangannya itu cuma kurang garam. Jadi rada hambar rasanya. Tapi, bisa diakalin, lah. Setelah digoreng, makannya dicocolin ke garam aja. Enak, kan, makan cireng hangat dicocol garam dan cabe rawit. Atau bikin aja bumbu rujak. Jadi, deh rujak cireng buatan Nai. Sayang makanannya keburu abis, uy! Gak sempet ke foto.

Chi juga kayaknya harus mulai belajar bikin aneka camilan dari aci lagi, ah. Kalau suatu waktu Nai minta bayaran sebagai model lagi, gak usah jajan. Tinggal bikinin aja, lebih murah meriah. Etapi dengan catatan kalau lagi semangat nguprek di dapur. Karena kalau lagi pengen praktis, mending aja. Udah banyak dimana-mana yang jual makanan dari aci ini. Apalagi rujak cireng, di toko online aja ada yang jual hehehe.

Tuesday, May 19, 2015

[Sponsored Video]: Karena Berdua Jadi Hebat

[Sponsored Video]: Karena Berdua Jadi Hebat

Untuk beberapa hal, Chi dan K’Aie itu mempunyai sifat yang saling bertolak belakang. Chi lebih cerewet sedangkan K’Aie lebih diam. Chi gampang panikan, K’Aie lebih tenang. Chi selalu pengen segalanya terencana (dengan sempurna), K’Aie lebih mengalir. Masih banyak lagi perbedaan yang kami miliki.

Beberapa kali, perbedaan tersebut menjadi pertengkaran. Tapi, justru yang paling sering Chi rasakan adalah hidup menjadi lebih berwarna setelah kami bersama. Perbedaan tersebut yang justru semakin mempererat kami. Kami menjadi saling mengisi, karena berdua jadi hebat.



Chi masih inget banget ketika K’Aie menginginkan jarak usia antara anak pertama dan kedua kalau bisa jangan terlalu jauh. Alasannya supaya mereka akrab seperti teman sebaya. Sedangkan Chi inginnya agak jauh. Tidak sampai terjadi pertengkaran karena pada akhirnya kami memasrahkan semuanya kepada Allah SWT. Dan, keinginan K’Aie lah yang dikabulkan.

Bener juga perkiraan K’Aie. Kalau melihat Keke dan Nai sekarang, mereka kompak sekali sekarang walopun sesekali bertengkar. Keke kadang usil sama adiknya, tapi Nai juga manja sama kakaknya. Chi pernah cerita kalau Nai sempat sedih karena Keke yang sudah mulai puber sepertinya udah gak mau main lagi sama dia. Ternyata, cuma sementara aja. Sekarang mereka sudah mulai kompak lagi.


Chi gak boleh masuk sama Keke dan Nai hahaha


Suatu hari, ceritanya mereka mau bikin eksperimen. Telur direndam cuka selama beberapa hari. Mereka mau mengetes, apa benar kalau direndam cuka selama beberapa hari itu cangkang telur akan melunak. Tapi, mereka juga tau kalau Chi gak akan sepenuhnya mendukung karena bundanya gak akan tahan sama bau cuka. Jadi, mereka bereksperimen di dalam ruang musik. Dan, selama beberapa hari ruangan tersebut ditutup oleh mereka. Yang lucu adalah mereka bikin pengumuman kalau Chi dilarang masuk. Yang boleh masuk cuma petugas, yaitu mereka dan ayahnya hahaha.


Walopun mereka bereksperimen tanpa bantuan Chi, tapi tetap ada pelajaran yang berharga yang bisa mereka dapatkan. Seingat Chi waktu itu eksperimennya kurang berhasil. Mungkin kurang lama merendamnya. Tapi, yang pasti mereka gak kapok untuk terus bereksperimen. Dan, Chi harus siap dengan ruangan yang bau cuka hehehe.

Itu salah satu cerita kekompakan mereka. Kadang kekompakan mereka itu bikin Chi ketawa, terharu, atau pusing. Tapi, apapun itu, kekompakan mereka selalu bikin heboh. Rasanya sepi kalau salah satu lagi gak ada. Karena berdua jadi hebat.


Karena Berdua Jadi Hebat


Keke dan Nai sedang mengamati tupai


Kenapa dari tadi, Chi mengatakan Karena Berdua Jadi Hebat? Karena Chi merasakannya begitu. Dalam hal parenting, Chi merasakan sekali nikmat dan manfaatnya apabila suami turut berperan dalam hal pengasuhan anak. Anak memang harus mendapatkan pola asuh yang komplit.

Begitu juga ketika Chi memperhatikan Keke dan Nai. Keke dan Nai dengan karakternya masing-masing itu saling melengkapi. Seperti yang Chi tulis di atas, kalau salah satu lagi gak ada, rasanya itu sepi.

Dalam banyak hal, bersinergi itu memang lebih nikmat dan bermanfaat. Suami dengan istri, kakak dengan adik, pengetahuan lokal dengan keahlian global, bahkan sesama zat gizi pun bisa saling bersinergi.

Ngomong-ngomong tentang zat gizi, baru-baru ini Sarihusada mengeluarkan kampanye “Berdua Jadi Hebat.” Tujuan dari kampanye ini adalah ingin menekankan bahwa segala sesuatu akan lebih baik bila saling mendukung, dan mendorong orang tua untuk memahami pentingnya sinergi baik dari sisi nutrisi maupun perkembangan anak. 


“Kami meyakini konsep sinergi nutrisi akan memberikan hasil yang lebih baik. Sebagaimana kami menghadirkan produk-produk kami yang mensinergikan antara pengetahuan lokal dengan keahlian global yang kami miliki. Rangkaian produk Presinutri+ yang mengakomodasikan sinergi zat-zat gizi bagi kerja nutrisi yang lebih efektif, akan menjadi jawaban yang tepat untuk memenuhi kebituhan gizi makro dan mikro yang berbeda di setiap tahap tumbuh kembang yang optimal dan tingkat kesehatan yang lebih baik di masa mendatang,” ucap Melly Panjaitan, Marketing Director Sarihusada.

Kalau di rumah, Keke dan Nai juga sering masak bareng


Tentang Presinutri+


Bersamaan dengan kampanye “Berdua Jadi Hebat”, Sarihusada meluncurkan rangkaian produk Presinutri+ yang diformulasikan untuk ibu hamil, menyusui, serta anak usia 1-12 tahun. Kita sudah mengetahui pentingnya asupan gizi di 1000 hari pertama kehidupan. Tapi, apakah kita sudah mengetahui bahwa zat gizi itu tidak bekerja sendirian? Ada zat gizi yang berperan sebagai katalis dari nutrisi lain agar penyerapan dalam tubuh menjadi optimal.

Berikut beberapa contoh zat gizi yang saling bersinergi: 


  1. Vitamin D membantu proses penyerapan Kalsium untuk membantu pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi 
  2. Vitamin C membantu penyerapan zat gizi agar si kecil tidak terkena anemia dan gerakannya tetap lincah 

Sarihusada memang terus berkomitmen untuk terus berinovasi untuk terus menghasilkan produk terbaik. Rangkaian produk Presinutri+ sebagai inovasi produk terbaru dari Sarihusada adalah salah satu buktinya.

Nama-nama produk Presinutri+ juga mudah diingat. Ada SGM Bunda Presinutri+ untuk ibu hamil dan menyusui. Sedangkan untuk anak ada SGM Eksplor 1+, 3+, dan 5+. Semua produknya tersedia dalam berbagai ukuran dan varian rasa.

Kalau ibu dan anak bisa bersinergi? Tentu bisa, dong! Salah satunya dengan cara selalu berusaha memberikan asupan yang terbaik bagi anak-anaknya.

"This post has been sponsored by Danone, but all thoughts and opinions are my own."

Monday, May 18, 2015

Tips Agar Orang Tua Terhindar Dari Stress Saat Anak Sedang Ujian

Tips Agar Orang Tua Terhindar Dari Stress Saat Anak Sedang Ujian

Ketika anak sedang ujian, siapa yang paling stress? Ibunya! Hehehe. Chi mau berbagi tips agar orang tua terhindar dari stress saat anak sedang ujian.

Ini sih berdasarkan pengalaman pribadi Chi aja. Bahkan dari beberapa pengalaman orang tua lain yang Chi amati. Kebanyakan bilang kalau yang stress itu adalah ibunya. Anaknya malah santaaaiii. Ujian udah kayak berlibur hihihi. Keke dan Nai aja malah suka kesenengan banget kalau ujian tiba. Kata mereka, pulang sekolah jadi jauh lebih cepet hehehe.

Pernah ada salah seorang teman (laki-laki) mengupload foto istrinya yang lagi manyun. Trus dikasih kalimat yang bertuliskan seperti itu wajah istrinya kalau anak-anak lagi ujian. Anaknya santai, emaknya stress. Salah seorang anaknya komentar, katanya gimana mau belajar kalau di omelin melulu? Entah, si anak cuma beralasan atau memang seperti itu keadaannya. Tapi, emang iya, sih, kalau udah musim ujian, mulut para emaknya umunya lebih bawel. Chi juga begitu hahahaha.

2 tahun lalu, Chi pernah membuat tulisan dengan judul: UAS? (Gak) Deg-Degan, Tuuuhhh... Di tulisan itu Chi berbagi pengalaman bagaimana bisa agak tenang saat anak-anak ujian. Tip tersebut masih Chi pakai sampe sekarang. Bahkan cukup sering Chi menulis bagaimana belajar dengan menyenangkan, supaya anak-anak gak merasa stress menghadapi pelajaran sekolah (tentang belajar Chi mengumpulkan di label Metode Belajar). Cuma memang sesekali masih ada juga bawel-bawelnya. Chi tuh suka berpikir, bisa gak ya saat anak-anak sedang ujian, Chi bersikap benar-benar tenang? Tanpa ada bawel walopun sedikit.

Sekitar 1 minggu sebelum UTS beberapa bulan lalu, Chi hadir di acara Parenting ibu Elly Risman. Saat itu temanya tentang bagaimana berkomunikasi yang baik dengan anak. Ibu Elly bertanya kepada semua yang hadir, "Apakah kita semua (yang sudah menjadi orang tua) pernah dapat nilai jelek saat masih sekolah? Kalau iya, bagaimana perasaannya saat dimarahi orang tua saat nilai jelek? Kalau saat itu kita merasa sedih atau marah saat dimarahi orang tua karena dapat nilai jelek, lantas kenapa kita melakukan hal yang sama terhadap anak-anak saat kita sudah menjadi orang tua?"

Chi pikir lagi bener juga, ya. Ya, mungkin saat itu dapat nilai jelek karena kesalahan sendiri juga yang malas belajar. Atau bisa juga karena belum mengerti pelajarannya. Tapi, apapun itu, yang namanya dimarahi itu gak enak. Bu Elly pun menjelaskan kalau sebaiknya menegur dengan kasih sayang. Begitu juga ketika meminta mereka belajar, dengan cara kasih sayang bukan dengan omelan. Kalau belajar sambil diomelin, mana bisa masuk ke otak belajarnya?

Dari situ, Chi pun jadi pengen coba menantang diri sendiri untuk tidak bawel sama sekali saat anak-anak ujian. Sebuah pertaruhan sebetulnya. Ada rasa khawatir kalau Chi gak bawelin, nilai-nilai ulangan mereka akan jeblok. Tapi, di sisi lain Chi juga penasaran, berapa sih nilai Keke dan Nai kalau mereka belajar sendiri? Masih tetap bagus atau enggak?

Sebelum melakukan percobaan tersebut, Chi kasih tau anak-anak dulu. Chi bilang kalau gak akan bawel ke mereka. Jelaskan semua alasan dan segala pertimbangannya. Kalau mereka ada yang mengerti dan ingin bertanya, Chi akan selalu siap membantu. Tapi, kalau mereka lebih memilih untuk belajar sendiri, silakan juga. Pokoknya mereka atur sendiri bagaimana enaknya. Chi cuma mengingatkan kalau hari ini ulangan apa, bab berapa aja. Selebihnya Chi mau coba bersantai-santai.

Dan, Chi benar-benar diuji hahaha. Keke yang biasanya paling sering Chi bawelin karena paling terlihat santai, justru saat Chi santai banget dia malah belajar. Sedangkan Nai yang biasanya tanpa Chi kasih aba-aba begini-begitu malah kelihatan males-malesan. Sampe di hari terakhir UTS, keceplosan juga bawelnya. Abis Nai kayak yang ogah-ogahan belajarnya.

Seminggu setelah UTS, seluruh hasil ulangan dibagikan. Nilai Keke agak menurun sedikit. Di level 9 bawah (90 s/d 94). Sedangkan Nai, hasil ulangannya masih ada di level 9 atas, yaitu 95 s/d 100. Evaluasi Chi, Keke walopun terlihat lebih semangat belajar kalau gak Chi bawelin, nilai-nilainya agak sedikit turun. Sedangkan, Nai tetap konstan nilai-nilainya, tapi semangatnya yang jauh berkurang.

Gak cukup melakukan evaluasi sendiri, Chi bertanya ke anak-anak. Tanya secara pribadi alias dipanggil satu per satu. Menurut Keke, dia lebih suka dengan gaya belajar yang sekarang. Tanpa ada bawelan bunda sama sekali. Katanya, lebih bisa bikin dia konsentrasi belajar. Chi pun bilang kalau memang Keke maunya seperti itu akan dituruti, tapi syaratnya harus benar-benar belajar. Kalau cuma untuk alasan aja trus nilai-nilainya sampe jeblok, Keke harus mau dibawelin. Keke pun setuju. Tentang nilainya yang sedikit turun, Chi pikir gak karena faktor tanpa bawelan, sih. Memasuki masa puber lalu, salah satu faktor yang berpengaruh adalah nilai akademis yang menurun. Tapi, sejak UTS lalu dia mulai mengejar lagi nilai-nilainya.

Kalau Nai, dia ternyata gak suka dengan sikap Chi yang terlihat santai. Dia lebih suka Chi agak bawel sedikit. Sedikit aja, lho. Jangan sampe ngomel hehehhe. Menurutnya itu tanda kalau bundanya peduli, gak cuek sama dia. Oke, deal juga sama Nai.

Permintaan anak laki-laki sama perempuan beda-beda hehehe. Pantesan aja pengaruh ke sikap mereka saat belajar. Pada dasarnya juga, laki-laki kan memang tidak sebanyak perempuan kalau urusan ngoceh. Makanya, mungkin itu juga kenapa Keke lebih suka bundanya yang terlihat santai (bunda nonton tv ajah hehehe), sedangkan Nai lebih suka melihat bunda yang agak bawel.

Sebentar lagi UKK. Kayaknya Chi bakal coba praktekin lagi. Lebih enak sih sebetulnya karena lebih santai. Anak-anak juga belajar tanggung jawab, gak terus disuapi ilmunya. Mereka hanya mengajak Chi ngobrol saat ingin bertanya. Tapi kalau dirasa bisa belajar sendiri, gak apa-apa juga. Ketika menerima hasilnya pun Chi merasa lebih lega, karena mereka bener-bener belajar sendiri.

Apapun itu, selamat belajar untuk semuanya! :)

Wednesday, May 13, 2015

Badan Wangi dan Segar bersama Cussons Imperial Leather untuk Mommies Aktif

Badan Wangi dan Segar bersama Cussons Imperial Leather untuk Mommies Aktif

Ada 1 email yang masuk dari MommiesDaily, mengundang Chi untuk ikut acara gathering. Acara yang bertujuan untuk memperkenalkan berbagai produk terbaru dari Cussons Imperial Leather ini diadakan pada tanggal 25 April 2015, di Gold's Gym Sudirman Citywalk. Diadakan di gym karena sesi awal acara adalah olahraga bodyvive dulu, setelahnya baru mandi dengan menggunakan produk Cussons Imperial Leather.

Hmmmm... Ikutan gak, ya? Sebelum memutuskan untuk ikut, Chi harus tau dulu kayak apa bodyvive itu. Kalau yang sejenis yoga, mending enggak ikutan, deh. Biar kata lagi trend, Chi nyerah sama yang namanya yoga :D

Setelah lihat di youtube, gak taunya bodvive itu mirip aerobic, ya. Ah, kalau ini Chi baru mau. Beberapa kali pernah cerita di blog ini kalau Chi suka olahraga model aerobic. Rasanya badan itu jadi lebih bugar kalau udah aerobic *ssstt... bahkan bisa bikin Chi turun berat badannya juga, lho* Cuma Chi ini suka gak konsisten. Kalau lagi males bisa berbulan-bulan gak olahraga. Akibatnya buat mulai lagi rasanya berat banget dan badan jadi kaku lagi. Kayak pas undangan dari Mommiesdaily ini datang, Chi lagi gak berolahraga selama berbulan-bulan. Tapi, mengingat bodyvive ini mirip aerobic, Chi putuskan untuk terima undangannya.

Rencananya, pagi-pagi Chi mau langsung jalan aja ke Gold Gym's Sudirman Citywalk. Gak perlu pake mandi. Cukup sikat gigi dan cuci muka aja. Kan, mau olahraga. Lagipula sehabis olahraga katanya kita diminta untuk mencoba sabun Cussons Imperial Leather.

K'Aie: "Itu air panasnya udah disiapin. Tinggal mandi."

Eaaa! Batal deh berangkat nge-gym tanpa mandi hahaha.Ya, udah langsung mandi trus berangkat. Pagi itu jalanan masih sepi. Sampe gym juga belum telat walopun sudah ada beberapa emak blogger yang kumpul.


Saatnya Bodyvive!


Acara pun dimulai. Mc mbak Widi - Female Daily Network, mengawali acara dengan mempersilakan Rani Indrasari - perwakilan Cussons Imperial Leather memberikan sambutan. Dari rangkaian produk Cussons Imperial Leather yang dipajang di meja, varian terbarunya adalah skin health. Produk perawatan tubuh anti bakteri sehingga mampu melindungi tubuh dari kuman. Body mist juga masih termasuk produk terbaru dari Cussons Imperial Leather. Untuk skin health, kandungan utamanya adalah green tea. Green tea merupakan anti bakteri alami. Semua jenis kulit bisa menggunakan produk skin health ini.


Selain memperkenalkan produk terbaru Cussons Imperial Leather, packaging dari produk ini juga berubah. Logonya terlihat tampil baru. Lebih terlihat mewah dan elegan. Di usianya yang sudah 125 tahun, Cussons memang terus melakukan inovasi supaya pemakainya semakin cinta dengan produk ini. Salah satu variannya, yaitu White Princess dikatakan mampu mencerahkan kulit.

Saatnya bodyvive! Sebelumnya, kami diberi penjelasan dulu apa itu bodyvive. Olahraga yang berlangsung selama kurang lebih 45 menit ini memang banyak melakukan latihan kardio. Tapi, Britt Sukrisno, yang menjadi trainer bodyvive kami mengatakan supaya kami jangan memaksakan diri. Semampunya aja.

Bodyvive membuat badan menjadi bugar. Cocok buat mommies aktif. Masih single juga cocok, sih. Perempuan itu kan katanya multitasking. Ngurus anak (termasuk menggendong), ngurus rumah, belanja dengan bawaan yang kadang banyak, ke kantor. Bahkan perempuan yang suka pake high heel juga sebaiknya latihan bodyvive. Karena latihan ini gak cuma bikin badan bugar tapi juga mencegah cedera karena berbagai aktivitas yang dilakukan.

Selama 45 menit latihan, alhamdullillah Chi bisa melakukannya dengan tuntas. Cuma sebentar aja brentinya. Karena seperti yang Chi katakan di awal, kalau memulai latihan lagi tuh pasti akan berat lagi. Ngos-ngosan banget.


Mandi... Mandi... Mandi...



Karena ini acara Cussons Imperial Leather, maka selesai bodyvive pun kami diminta untuk mandi. Sabunnya sudah disediakan oleh Cussons Imperial Leather. Ditaro di setiap kamar mandi, kami tinggal pakai aja. Di kamar mandi yang Chi masuki sudah ada Cussons Imperial Leather varian softly softly. Yang pertama kali Chi lakukan setelah menuang sabunnya ke telapak tangan adalah mencium wanginya dulu. Wanginya seperti mawar tapi sangat lembut.

Setelah dipakai ke badan dan dibilas, di kulit masih berasa kayak licin. Chi sempet mikir, apa jangan-jangan kurang bersih bilasnya? Setelah Chi bilas lagi, kulit tetap masih berasa agak licin. Baru deh Chi nyadar, mungkin karena sabunnya kan melembabkan kulit. Kayak kalau kita pake pelembab kulit setelah mandi, biasanya kulit terasa licin, kan? Tapi lama-kelamaan enggak licin lagi, tapi jadi terasa lembab. Ya, seperti itulah rasanya waktu Chi mandi pake sabun softly softly.

Selesai mandi dan berganti pakaian, kami kumpul lagi di tempat latihan. Kali ini ada sesi bincang-bincang antara mbak Rani dengan para peserta. Rata-rata peserta mengatakan kalau Cussons Imperial Leather ini membuat kulit terasa nyaman karena menjadi lebih lembab.

Sambil berbincang-bincang, kami juga mencoba beberapa varian body mist biar badan semakin wangi hehe. Di akhir acara, ada sesi tanya jawab dan pembagian doorprize. Alhamdulillah Chi dapet doorprize. Ada juga foto bersama.

Dari dari beberapa varian yang dicoba, ada 1 favorit Chi. Apa itu? Sebelum Chi kasih tau, mendingan Chi kenalin sama seluruh varian dari Cussons Imperial Leather, ya.


Cussons Imperial Leather Itu Ada Apa Aja, Sih?


Sebelum Chi kasih tau yang mana aja favorit Chi, mending kenal lebih dekat dengan berbagai variannya dulu, yuk!


Body Wash


Ada 4 body wash yang Chi coba, yaitu:

  1. Classic - for luxurious bathing with natural cleanser, moisturiser, and conditioner
  2. Aqua Fresh - for amazing revitilizing skin with sea mineral and menthol
  3. White Princess - for smooth bright skin witl lily and vitamin B3
  4. Softly Softly - for beautifully soft, smooth skin,with rose tea and hydrolized milk
 

    Semua sabun umumnya berfungsi untuk membersikan tubuh. Tapi, kadang kita juga butuh sabun untuk lebih memproteksi tubuh kita agar lebih sehat. Untuk itu Cussons Imperial Leather memiliki 3 varian body wash yang skin health dengan kandungan utama green tea, yaitu:

    1. Natural Fresh - protects and freshens skin with green tea and mint
    2. Natural Protect - protects skin from bacteria with green tea and silver citrate
    3. Natural Nourish - protects and nourish skin with green tea, oatmilk, and vitamin E
     
      Semua sabun yang Chi coba wanginya soft. Yang agak tajam adalah White Princess. Tapi juga gak tajam amat. Walopun wanginya soft, tapi keharumannya menempel cukup lama di kulit


      Bath soap


      Untuk bath soap ada 4 varian, yaitu Classic, Aqua Fresh, White Princess, dan Softly Softly. Tiap varian fungsingnya sama kayak tiap body wash. Sekarang tinggal penggunanya aja, sukanya pakai yang mana. Kalau Chi lebih suka pakai body wash karena memang sudah terbiasa.


      Roll On


      Cussons Imperial Leather memiliki 6 varian roll on, yaitu Classic, Aqua Fresh, Softly Softly, White Princess, Natural Fresh, dan Perfume Heaven. Yang bikin Chi tertarik adalah di setiap bagian depan roll on ada keterangan 48 hr anti-perspirant deodorant alias selama 48 jam ketiak akan bebas keringat dan lembut sepanjang hari. Wuiihh, 2 hari berarti!

      Chi belom pernah coba diuji coba selama 48 jam, sih. Biasanya dipakai setiap selesai mandi. Tapi, dari pengalaman Chi pakai roll on Cussons Imperial Leather ini, ketiak memang terasa lebih kering. Biasanya kalau pakai roll on itu kan suka terus berasa basah karena ketiak seringkali tertutup. Nah, pakai produk ini, ketiak berasa kering karena bebas keringat. Mungkin lain kali chi bisa coba dipakai 2 hari sekali aja :)


      Body Mist


      5 varian body mist dari Cussons Imperial Leather adalah Classic, Aqua Fresh, White Princess, Softly Softly, dan Perfume Heaven. Sebelumnya, Chi selalu berpikir kalau body mist itu seperti parfum. Cuma aromanya gak sekuat parhum bahkan mudah hilang. Itu karena body mist berbentuk cairan dan penggunaannya disemprot kayak kalau kita pakai parfum. Tapi, setelah Chi baca petunjuk penggunakaan body mist, agak berbeda dengan parfum. Body mist disemprotkan ke seluruh tubuh, sedangkan kalau parfum itu biasanya disemprotkan ke beberapa titik saja (biasanya titik nadi).

      Ternyata body mist ini lebih mirip kayak lotion fungsinya. Karena body mist mengandung minyak yang mampu mengikat air dalam kulit. Sehingga kulit tidak hanya wangi tapi juga tetap terlihat segar. Pantesan aja disarankan disemprot ke seluruh tubuh. Walopun disemprotkan ke seluruh tibuh, gak akan bikin kita jadi kayak orang yang abis kecebur parfum, kok. Karena wangi body mist memang gak setajam parfum.

      Waktu yang tepat menggunakan body mist adalah setelah mandi dan badan dikeringkan terlebih dahulu. Pada saat itu, pori-pori kulit masih terbuka. Semprotkan ke seluruh tubuh dengan jarak yang tidak terlalu dekat (kurang-lebih 30 cm). Biarkan body mist mengering, baru berpakaian. Kalau Chi, sih, biarkan kering alami aja. Maksudnya, setelah disemprot, Chi gak akan mengusap-usap kulit dengan telapak tangan supaya body mist merata. Biarkan saja mengaring alami dan menyerap ke kulit. Gak lama, kok. Gak sampe 5 menit. Cussons Imperial Leather body mist ini mampu melindungi kulit hingga 9 jam. Tapi, kalau kita mau sering-sering pake juga gak apa-apa.


      Ini Varian Cussons Imperial Leather Favorit Chi


      Waktu acara gathering, Chi langsung suka dengan body mist yang aqua fresh. Rasanya segar. Tapi, memang saat itu gak semua body mist Chi cobain ke kulit. Abis khawatir malah wanginya jadi campur aduk. Setelah semua varian Chi coba, kok, pilihannya jadi berubah, ya. Setiap varian yang satu dengan lainnya itu, Chi malah terpikir dengan suasana. Kayaknya setiap varian cocok dengan suasana tertentu, deh.


      Mengawali aktivitas di pagi hari

      Untuk mengawali aktivitas di pagi hari, Chi akan memilih body wash Skin Health - Natural Protect. Setelah pakai produk ini, di kulit itu kayak ada wangi jeruknya. Seger kan kalau pagi-pagi udah nyium wangi jeruk. Skin Health - Natural Nourish juga enak wanginya untuk pagi hari. Ada kandungan oat di dalamnya, jadi kulit kita itu kayak wangi oat. Tapi, diantara keduanya Chi lebih suka yang Natural Protect karena wangi citrusnya.


      Sehabis berolahraga atau berada di luar ruangan

        Sehabis berolahraga, kadang ada yang belum tentu langsung bisa mandi. Mungkin buru-buru mau ke suatu tempat. Atau kalaupun sudah mandi, rencananya mau pergi ke suatu tempat di luar ruangan alias bakal banyak terkena sinar matahari dna sudah pasti berkeringat.

        Kalau kayak begitu, Chi lebih memilih varian Aqua Fresh. Wanginya itu alami dan segar. Perasaan kayak berada di alam terbuka kalau cium wanginya. Mungkin itu juga kenapa Chi langsung suka. Lagi kangen jalan-jalan ke alam terbuka hehehe


        Beraktivitas sepanjang hari di ruang ber-AC

        Pokoknya yang minim keringat, lah. Chi akan memilih varian Softly Softly. Wangi rose teanya lembut banget. Sebetulnya ada yang lebih Chi suka, yaitu varian Perfume Heaven. Tapi, varian ini sepertinya belum ada sabunnya. Baru ada body mist dan roll on. Wangi varian Perfume Heaven itu manis. Kayak mencium aroma buah dan agak sedikit teringat juga sama aroma caramel. Mungkin karena merasa aromanya manis, ya, jadi Chi langsung teringat dengan caramel.


        Acara formal di malam hari

        Selain varian Softly Softly, aroma bunga lainnya adalah White Princess. White princess ini juga dikatakan mampu mencerahkan kulit. Aroma bunganya lebih tajam dibandingkan Softly Softly. Chi langsung membayangkan, kalau pakai varian ini enaknya saat ada acara di malam hari. Terutama undangan formal, kayaknya bakal cocok, nih


        Sebelum tidur

        Sebelum tidur, Chi sempet beberapa kali coba semua variannya secara bergantian. Ternyata yang Classic yang paling Chi suka. Yang Classic juga wanginya paling tahan lama. Enak aja wanginya, kayak cium-cium bedak bayi hihihi.

        Produk yang Skin Health - Natural Fresh juga enak wanginya. Tapi, varian ini gak ada body mistnya. Jadi Chi lebih milih yang Classic, sih. Biar bisa seragam ma sabun dan roll on. Sekarang kalau mau tidur juga harus wangi-wangi. Tidur dengan badan wangi kan bisa meningkatkan kualitas tidur juga kayaknya. Karena bikin hati senang hehe.

        Itu semua pilihan Chi. Kalau untuk Nai sama aja ma Chi, tapi untuk K'Aie dan Keke asalkan jangan yang wangi bunga. K'Aie pernah pake yang body wash yang Softly Softly dan dia agak protes. Katanya, wanginya perempuan banget. Emang iya, sih. Yang bunga memang lebih tepat untuk perempuan.

        Kalau teman-teman suka varian yang mana? Apapun varian Cussons Imperial Leather yang dipilih, yang penting selalu menjaga tubuh tetap bersih dan wangi :)


        Teman-teman lebih suka yang mana? :)


        Info lebih lanjut:


        Cussons Imperial Leather


        Website: www.imperialleather.co.id
        FB: http://facebook.com/ImperialLeatherIndonesia 
        Twitter: @ImpLeather_id

        Tuesday, May 12, 2015

        FOTILE Mewujudkan Dapur Impian. Memasak Tanpa Asap Dapur

        FOTILE Mewujudkan Dapur Impian. Memasak Tanpa Asap Dapur

        Sumber: Booklet FOTILE


        Apa pendapat teman-teman ketika melihat foto dapur di atas? Kalau Chi, sih, yang langsung terpikirkan adalah masaknya harus tertib hehehe. Dapur seperti foto di atas itu disebut juga dapur kering. Fungsinya, sih, sebetulnya kayak showroom aja. Dalam artian, kegiatan masak-memasak yang sebenarnya gak dilakukan di dapur tersebut.

        Kegiatan masak-memasak yang sebenarnya ada di dapur basah yang biasanya ditempatkan di belakang rumah. Di dapur basahlah segala proses memasak terjadi. Gak heran kalau dapur basah itu tampilannya berbading terbalik dengan dapur bersih. Dapur basah lebih kotor.

        Trus, apakah dapur bersih memang hanya berfungsi sebagai showroom alias gak ada kegiatan masak sama sekali? Enggak juga, sih. Dikatakan showroom karena biasanya ada pemilik rumah (biasanya kalangan atas) ingin juga memamerkan dapurnya. Banyak peralatan dapur modern yang memang pantas untuk dipamerkan. Tapi, kalau mengajak tamunya ke dapur kotor, khawatir akan menimbulkan beberapa masalah. Biasanya dapur kering juga dipakai untuk kegiatan seperti memanaskan makanan. Untuk proses awalnya dilakukan di dapur basah.

        Kalau tidak memungkin memiliki 2 ruangan untuk dapur, bisakah kita tetap memiliki dapur dengan peralatan yang bagus seperti foto di atas? Bisa saja, sih. FOTILE adalah perangkat kebutuhan dapur yang akan menjawab pertanyaan tersebut.



        "FOTILE bukan merk Eropa. Seperti yang kita tau, semua orang pengen merk Eropa. Tapi, sekarang produk apa yang tidak dibuat di China? Bahkan iPhone sudah dibuat di China. Karena di China semua harga bisa lebih murah," uhar Mr. Hansen, Director of FOTILE Indonesia, ketika memberikan sambutan singkat dalam rangka launching FOTILE. Brand perangkat dapur nomor 1 di Asia ini meluncurkan merknya pada tanggal 7 Mei 2015 di hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.


        Ms. Jiang Yi, General Manager Overseas Division FOTILE, memberikan sambutan berikutnya. Mengenalkan produk FOTILE lebih detil lagi. Menurut Ms. Jiang Yi, di China kegiatan makan memiliki makna penting. Ada beragam festival yang memasukkan unsur makanan ke dalamnya, misalnya kue bulan di pertengahan musim gugur, festival bacang, dan lain sebagainya. Dalam setiap pertemuan keluarga atau kerabat juga kerap ditandai dengan kumpul bersama. Bahkan ada serial yang membahas tentang beraneka masakan Tionghoa, membuat yang melihatnya semakin ingin mencicipi aneka masakan tersebut. Hingga ke depan nanti, makan memang masih merupakan salah satu kebutuhan utama manusia. Dan karena makan juga memiliki makna penting, maka sebuah kehormatan bagi FORTILE untuk bergerak diindustri makanan, yaitu di perangkat dapur.

        Suasana launching FOTILE di hotel Indonesia Kempinski, Jakarta


        Setiap negara memiliki kebiasaan makan dan memasak yang berbeda-beda. Untuk alasan ini, maka perlengkapan dapur terbaik yang dibutuhkan adalah yang peralatan yang sesuai dengan kebutuhan. Menumis, merebus, memanggang, menggoreng, dan mengukus adalah cara memasak yang umum dilakukan di Indonesia. Banyak masakan Indonesia yang membutuhkan api besar dan menghasilkan asap yang banyak. Dari kebiasaan memasak yang seperti ini bisa menyebabkan lantai menjadi licin karena tumpahan minyak dan dapur menjadi bau. Hal ini, ditambah lagi dengan asap yang memenuhi ruangan setiap kali memasak, bisa menimbulkan masalah dalam rumah tangga, terutama bagi kesehatan anggota keluarga.


        Antusiasme para tamu undangan yang ingin melihat dan mengenal lebih dekat produk FOTILE


        Tahun 2008, FOTILE mulai masuk ke Indonesia. Dan, baru pada tahun 2013, FOTILE mulai memasuki pasar Indonesia. Dalam kurun wkatu 5 tahun (2008 - 2013), FOTILE melakukan pengamatan kepada 45 keluarga di 9 kota. Mempelajari aneka makanan, bumbu-bumbu yang digunakan, proses memasak, hingga peralatan dapur yang digunakan oleh 45 keluarga tersebut. FOTILE juga mempelajari berbagai distribusi pemasaran di Indonesia dengan tujuan untuk mengetahui apakah memungkinkan FOTILE dipasarkan di Indonesia.

        Selama 2 dekade, FOTILE selalu berpegang teguh pada tujuan awal, yaitu menjadi terdepan dalam perangkat dapur. Selalu menciptakan terobosan baru agak rumah menjadi lebih baik. FOTILE ingin memberikan produk, pelayanan, dan budaya unik kepada konsumennya. Dengan memberikan berbagai kejutan pada produk, gaya hidup, dan kemanusiaan yang baru.


        Mr. Hu Guoqing, Product and Marketing Deparment of Overseas Division FOTILE, memberikan sambutan berikutnya. Secara garis besar, produk FOTILE adalah sebagai berikut:

        1. Efisiensi - memasak lebih cepat dengan penggunakan gas yang lebih sedikit
        2. Aman - ada 12 proteksi keamanan FOTILE yang menjadikan produk ini sangat aman

        Permasalahan asap dapur seringkali tidak disadari oleh para pengguna dapur. Asap dari masakan bisa menyebabkan dapur menjadi rusak, seperti dinding yang menghitam, minyak menempel dimana-mana, dan lain sebagainya. Asap dapur juga sama bahayanya dengan asap rokok. Substansi asap dapur bisa berpengaruh buruk bagi kesehatan, dari yang ringan hingga berat. Efek pada kesehatan seringkali tidak dirasakan secara langsung, tapi menjadi manifestasi dalam tubuh selama bertahun-tahun. Pada tanggal 22 April 2015, di salah satu seminar kesehatan di Manhattan, para ahli meminta seluruh masyarakat dan institusi kesehatan untuk mulai memperhatikan kanker paru-paru pada ibu rumah tangga seperti yang banyak dikeluhkan akhir-akhir ini.

        Sumber: web FOTILE

        Masakan Indonesia yang umumnya menghasilkan banyak asap, membutuhkan range hood, extraordinary extraction terbaik dan cocok dengan masakan Indonesia. FOTILE mengklaim kalau produknya lebih peduli dengan kesehatan dibandingkan dengan produk sejenis dari Eropa. Masakan Eropa yang umumnya tidak menghasilkan banyak asap seperti masakan Asia, maka produk range hood-nya pun tidak di desain  untuk menyerap masakan yang banyak.

         
        Sumber: web FOTILE

        Selain mampu menyerap asap dan bau dengan sangat baik, kelebihan lain dari range hood FOTILE adalah suaranya yang tidak bising (max 48db), daya listrik yang rendah (200 watt), juga mudah dibersihkan. Range hood FOTILE tidak menggunakan filter yang sering susah dibersihkan, tapi semua minyak akan ditampung di oil cup. Konsumen akan lebih mudah membersihkan oil cup dibandingkan filter.

        Sebagai brand kelas atas (kisaran harga Rp2,5 juta - 50juta), FOTILE memastikan bahwa produknya tidak hanya nyaman digunakan tapi juga bisa mewakili gaya hidup pemiliknya. Untuk itu, FOTILE juga bekerja sama dengan perusahan ternama di internasional. Prestasinya juga udah banyak. Kalau di perfilman ada penghargaan Oscar, untuk perlengkapan dapur pun ada penghargaan sekelas Oscar. Dan, FOTILE pernah menyabet penghargaan tersebut. Kalau penasaran ciba aja mampir ke web FOTILE untuk melihat deretan penghargaan. Ada penghargaan berarti ada kualitas yang diakui.

        Brand FOTILE memang mahal, tapi daripada mengeluarkan uang untung biaya kesehatan lebih baik membeli peralatan dapur yang bisa menjaga kesehatan. Lagian kalau peralaan dapur nyaman, masa juga makin nyaman. Bisa-bisa malah masak melulu hehehe. Jajan di luar juga bukan solusi baik, lah. Sesekali sih gak apa-apa. Tapi, kalau keseringan gak bagus juga buat kesehatan tubuh. Beberapa kali ada kasus-kasus kesehatan karena makanan di luar.


        Mendengar uraian saat launching, Chi jadi inget dengan dapur tradisional masyarakat Indonesia. Biasanya dapur tradisional itu besar, ada di belakang rumah, dengan ventilasi yang baik. Jadi, untuk masalah asap masakan mungkin saja dulu belum menjadi masalah. Masalahnya, rumah sekarang itu banyak yang kecil-kecil. Jangankan memiliki 2 tipe dapur di rumah, bahkan urusan ventilasi dapur pun diabaikan. 

        Kalau buat Chi sih gak masalah kalau tetangga mau goreng ikan asin dan baunya kecium, karena bau makanan memang terkadang juga bisa memicu nafsu makan. Tapi, bakal mabok kalau cium jengkol rebus. Beugh! Trus, Chi juga pernah baca, kalau di beberapa negara, bau makanan yang terlalu menyengat itu bisa jadi kasus sosial, malah bisa sampe didatangi polisi. Jadi masalah asap dan bau masakan yang keluar memang harus dipikirkan juga. Karena masalah tersebut bisa menimbulkan beberapa masalah, yaitu dapur yang rusak, kesehatan, hingga masalah sosial

        Untuk info lebih lanjut, silakan kunjungi 

        web FOTILE: www.fotile.co.id