Senin, 30 Juli 2018

Danone-AQUA: Yuk, Bergabung Dalam #KontingenKebaikan di Ajang Asian Games 2018!

Danone-AQUA: Yuk, Bergabung Dalam #KontingenKebaikan di Ajang Asian Games 2018!
Keterangan: pict by IG @imawan_

Danone-AQUA: Yuk, Bersama-Sama Menjadi #KontingenKebaikan Dalam Ajang Asian Games 2018!


Asian Games adalah ajang olahraga yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali. Tahun 2018 ini Asian Games akan kembali diselenggarakan. Dari 17 kali ajang ini digelar 8 kali pertama penyelenggaraan, Jepang menjadi juara umum. Setelah itu hingga tahun 2014, Tiongkok yang selalu menjadi juara umum. Sepertinya dalam hal juara umum, Pesta Olahraga Asia ini belum menemukan kejutan baru.

Tetapi, berapa banyak kesempatan bagi setiap negara untuk menjadi tuan rumah? Belum tentu 4 tahun sekali. Thailand menjadi negara yang terbanyak menjadi tuan rumah yaitu 4x. Kemudian disusul Korea Selatan. Tahun 2018 ini Indonesia kembali menjadi tuan rumah setelah 56 tahun lamanya. Yup! Pertama kali negara kita menjadi tuan rumah adalah pada tahun 1962.



Danone-AQUA, Official Water Sponsor Asian Games 2018


Rabu, 25 Juli 2018, bertempat di JCC Senayan, Jakarta, Danone-AQUA mengadakan media conference dengan tema #KontingenKebaikan. Pada acara ini, Hasani Abdulgani, Director of Revenue Department Inasgoc, mengatakan bahwa ada 44 sponsor resmi Asian Games 2018. Jumlah ini berada di peringkat kedua setelah penyelenggaraan Asian Games di Guangzhou, Tiongkok (2010). Danone-AQUA menjadi salah satu sponsor resmi di ajang bergengsi ini. Tagline AQUA yakni "Berbagi untuk Semua Kebaikan" dianggap sejalan dengan visi Asiang Games 2018.

"Kami sangat senang menjadi bagian dari Asian Games 2018 dengan menyediakan hidrasi yang sehat bagi atlet, panitia, dan pengunjung. Sebagai bagian dari Danone, kami meneruskan visi One Planet One Health di Indonesia yang melihat bahwa tubuh yang sehat didapatkan dari makanan dan lingkungan yang sehat," Vera Galuh Sugijanto, Vice President General Secretary Danone Indonesia.


Bergabung Dalam #KontingenKebaikan


Danone-AQUA: Yuk, Bergabung Dalam #KontingenKebaikan di Ajang Asian Games 2018!

Menjadi tuan rumah ajang olahraga bergengsi kedua terbesar di dunia setelah olimpiade tentu saja merupakan kesempatan emas. Ketika Asian Games diselenggarakan di negara lain, Indonesia hanya mengirimkan atlet beserta timnya. Sedangkan ketika menjadi tuan rumah, semua masyarakat Indonesia menjadi kontingen.

Memang tidak semua elemen masyarakat akan mendapatkan medali seperti para atlet. Tetapi di ajang seperti ini partisipasi masyarakat sekecil apapun akan sangat berpengaruh bagi bangsa Indonesia. Bayangkan saya sekian banyak negara mengirimkan atlet beserta timnya dan para wisata asing akan banyak sekali berdatangan ke Indonesia pada saat Asian Games 2018 diselenggarakan. Perekonomian Indonesia juga akan merasakan dampaknya hingga jangka panjang. Apalagi kalau Indonesia dianggap mampu menjadi tuan rumah yang baik.


Jeffri Ricardo, Marketing Manager Danone AQUA, mengatakan bahwa bergabung dalam #KontingenKebaikan bisa diawali dengan tindakan sederhana misalnya selalu menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya seluruh membuat rasa nyaman bagi semua orang.

Danone-AQUA: Yuk, Bergabung Dalam #KontingenKebaikan di Ajang Asian Games 2018!

Danone-AQUA selalu berkomitmen untuk tetap menjaga keseimbangan antara bisnis dengan lingkungan dan masyarakat. Pada Asian Games nanti Danone-AQUA akan mensosialisasikan bagaimana menggunakan plastik dengan bijak. Beberapa tempat sampah disediakan di berbagai lokasi penyelenggaraan. Berbagai komunitas lokal diajak bekerjasama oleh Danone-AQUA untuk berpartisipasi. Kegiatan ini dimulai sejak pawai obor Asian Games 2018 berlangsung di 5 kota besar: Yogyakarta, Bali, Palembang, Bogor, dan Jakarta. Sampah-sampah plastik yang terkumpul nantinya dibawa ke Recycle Business Unit (RBU) untuk diolah kembali menjaid barang yang bermanfaat.


Medali Kebaikan untuk Orang-Orang yang Berjasa di Balik Prestasi Para Atlet


Danone-AQUA: Yuk, Bergabung Dalam #KontingenKebaikan di Ajang Asian Games 2018!

Lalu M. Zohri, atlet Indonesia yang baru-baru ini meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia. Keberhasilannya tentu saja tidak dicapai seorang diri. Ada beberapa pihak yang berjasa menemukan bakatnya. Salah satunya adalah Rosida, guru olahraga Lalu M. Zohri di sekolah yang pertama kali menemukan bakat anak didiknya ini.

Tentunya bangsa Indonesia juga memiliki Lilis Handayani, mantan atlet panahan yang pernah meraih medali perak Olimpiade Seoul 1988. Saat ini Lilis Handayani menjadi pelatih panahan dan sudah menghasilkan beberapa atlet berprestasi di cabang olahraga ini.

Ikuti terus informasi dari website (https://www.sehataqua.co.id/AsianGames/) dan Instagram (@AQUALestari) Danone-AQUA. Ada berbagai informasi menarik seputar Asian Games 2018. Serta banyak hadiah selama penyelenggaraan Asian Games 2018.

Continue Reading
Tidak ada komentar
Share:

#CNIAgainstCancer: Awali Dengan Mengubah Pola Makan dan Gaya Hidup Dari Sekarang

#CNIAgainstCancer: Awali Dengan Mengubah Pola Makan dan Gaya Hidup Dari Sekarang

#CNIAgainstCancer: Awali Dengan Mengubah Pola Makan dan Gaya Hidup Dari Sekarang


Sepupu Chi yang masih balita tiba-tiba dikabarkan sakit. Katanya sih jatuh saat sedang berdiri di meja kamar. Ada bagian tubuh yang terlihat lebam. Kami semua berpikir mungkin akibat jatuh. Namanya juga anak-anak kan wajar kalau kadang-kadang jatuh. Tetapi, kali ini sakitnya cukup lama dan memutuskan untuk dibawa ke dokter.

Setelah diperiksa, dokter mengatakan kalau sepupu Chi terkena DBD dan harus dirawat. Sebetulnya kami agak bingung. Pengetahuan kami yang awam pada saat itu kan kalau DBD timbul bercak merah, tetapi ini gak kelihatan. Kami tetap menurut apa kata dokter dan sepupu dirawat hingga keadaannya terlihat membaik.

Kondisi membaiknya tidak berlangsung lama. Kami mendapat kabar kalau kondisinya kembali nge-drop. Begitu aja terus. Sehat, sakit, sehat, sakit hingga setelah berganti-ganti dokter baru ketahuan kalau penyebabnya adalah leukemia alias kanker darah. Kondisinya sempat terlihat semakin membaik hingga kemoterapi ke-3. Tetapi, tahapan kemo berikutnya sepupu saya terus nge-drop dan wafat. Gak lama setelah dia berulang tahun yang ke-5.

Itu kejadian sekitar 20 tahun yang lalu. Kalau ingat, kadang-kadang Chi masih suka sedih. Almarhumah termasuk sepupu yang lengket banget sama Chi. Kalau udah menginap di rumah pasti Chi ditempelin melulu ke mana-mana. Tidur pun maunya sama Chi. Trus dia suka banget muji Chi. "Teteh cantik, deh."

Salah satu momen yang paling diingat ketika sakit adalah dia minta diajak ke Dufan. Entah karena senang banget atau gimana, selama di sana dia kelihatan senang dan seperti anak kecil yang sedang sehat. Sampai kami becandain kayaknya sakit karena pengen jalan-jalan sama tetehnya (baca: Chi) Apalagi setiap kali main ke rumah, dia selalu kelihatan kayak sehat.

Cukup terpukul dengan kehilangannya. Tetapi, juga membuat Chi sadar kalau kanker memang sesuatu yang harus diwaspadai. Sepupu kecil yang jarang banget sakit, doyan makan, badannya montok dengan pipi yang chubby, tanpa disangka semuanya ternyata terkena leukemia. Segalanya seperti terbalik.



Ubah Pola Makan dan Gaya Hidup


#CNIAgainstCancer: Awali Dengan Mengubah Pola Makan dan Gaya Hidup Dari Sekarang

Sebetulnya penyakit kanker tidak terjadi secara mendadak. Sel kanker berproses sekian lama hingga menjadi ganas. Semakin dini kanker terdeteksi, penanganannya akan semakin baik. Tetapi, masalahnya adalah biasanya di awal kanker gejalanya bersifat umum. Kebanyakan pasien baru berobat setelah stadiumnya tinggi. Selain semakin sulit untuk ditangani, juga membuat kanker menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti di dunia.

Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Teman-teman pasti sudah sering membaca atau mendengar ungakapan tersebut. Memang terkesan klise, tetapi benar adanya. Apalagi kalau sudah terkena kanker, pengobatannya sangat mahal.

Lalu bagaimana cara kita mencegahnya? Kuncinya adalah dengan mengubah pola makan dan gaya hidup. Beberapa cara di bawah ini bisa teman-teman lakukan, yaitu


  1. Membatasi konsumsi daging merah
  2. Hindari konsumsi gula berlebih
  3. Mengurangi konsumsi alkohol
  4. Menghindari merokok
  5. Konsumsi makanan sehat berdasarkan gizi seimbang dan membatasi konsumsi fast food
  6. Aktif bergerak / rajin berolahraga
  7. Menjaga berat badan seimbang
  8. Memberi ASI bagi ibu menyusui


Seminar Kesehatan "Diet, Nutrition, and Cancer Prevention" by Prof. Chau Chi Fai


#CNIAgainstCancer: Awali Dengan Mengubah Pola Makan dan Gaya Hidup Dari Sekarang

Berdasarkan data WHO pada tahun 2012 ditemukan 14 juta kasus baru dan 8,2 juta meninggal karena kanker. Diperkirakan angka ini akan naik menjadi 24 juta pada tahun 2035. Sedangkan menurut GLOBOCAN, sebuah badan penelitian kanker international di bawah WHO, pada tahun 2008 negara di Asia Tenggara berada di peringkat tertinggi untuk penyakit kanker. Di mana Indonesia, Malaysia, dan Singapore berada di peringkat teratas.

PT. Citra Insan Cemerlang (CNI) adalah salah satu perusahaan MLM sejak tahun 1986 yang selalu memproduksi suplemen berkualitas bagi kesehatan. Baru-baru ini CNI mengadakan seminar kesehatan dengan tema "Diet, Nutrition, and Cancer Prevention". Seminar dengan kampanye #CNIAgainstCancer ini diselenggarakan di 3 kota besar di Indonesia, yaitu di Makassar (27/7), Medan (28/7), dan Jakarta (29/7). Seminar ini tidak hanya untuk kalangan awam, tetapi juga mengundang beberapa perwakilan dari institusi akademi.

[Silakan baca: Sedia CNI Ester-C Sebelum Hujan]

Pembicara di seminar ini adalah Prof. Chau Chi Fai. Beliau adalah Pakar Bioteknologi, Biologi dan Nutrisi dari National Chung Hsing University Taiwan. Kiprahnya dalam bidang ilmu pangan dan bioteknologi sudah 20 tahun.

Prof. Chau akan menjelaskan tentant berbagai zat nutrisi tertentu serta hubungannya dengan risiko kanker. Bukti-bukti mekanis pun akan dijelaskan misalnya penelitian beliau tentang suber pangan biji-bijian (wholegrain) itu baik untuk mengontrol berat badan serta bagaimana cara pengolahan yang baik agar tidak merusak enzim melalui teknik pengolahan pangan yang baik.

Selain pola makan dan gaya hidup, mengkonsumsi suplemen yang tepat juga bisa mencegah perkembangan kanker. Penting sekali untuk melakukan deteksi dini bila dirasa ada perubahan tak wajar pada tubuh. Semakin diketahui sejak dini, peluang untuk sembuh juga semakin besar.



Manfaat Sun Chlorella Agaricus


#CNIAgainstCancer: Awali Dengan Mengubah Pola Makan dan Gaya Hidup Dari Sekarang

Menurut Chew Say Loo, Executive Director CNI Group, CNI memiliki suplemen anti kanker yang baik untuk para penderita kanker. Suplemen ini mengandung jamur yang bernama  Agaricus blazei Murril. Tidak semua agaricus memiliki efek anti kanker. Oleh karenanya Dr. Inosuke Iwade (Prof. di Dept Pertanian, Mie University, Jepang) sebagai penemu dan Dr. Hitoshi Ito (Direktur The Research Institute of Fungal Pharmacology di Jepang) sebagai pembudidaya memiliki hak paten formula original.

Suplemen Sun Chlorella Agaricus  bukan untuk menggantikan fungsi obat dan beberapa tindakan penanganan kanker seperti operasi, radiasi, dan kemoterapi. Tetaplah melakukan tindakan dan konsumsi obat-obatan yang disarankan oleh dokter.

Biasanya obat kanker kan membunuh seluruh sel. Tidak hanya sel kanker, sel yang sehat pun ikut dibunuh. Suplemen ini meningkatkan natural killer cells. Sehingga yang dibunuh hanyalah sel kanker saja. Suplemen ini juga mengoptimalkan kerja obat dan tindakan kanker. Serta mengurangi efek samping dari terapi kanker seperti muntah, rambut rontok, hilang nafsu makan, dan memperbaiki berbagai sel yang rusak. Bila pasien mengkonsumsi obat dokter, beri jeda 2-3 saat minum suplemen ini.

[Silakan baca: Belanja di GeraiCNI.com Semakin Mudah]

Continue Reading
Tidak ada komentar
Share:

Minggu, 22 Juli 2018

5 Tips Memakai Hijab Segi Empat untuk yang Berkacamata

Tips Memakai Hijab Segi Empat untuk yang Berkacamata

Tips Memakai Hijab Segi Empat untuk yang Berkacamata


Sudah seminggu ini Chi mulai berkacamata. Sebetulnya gejalanya udah agak lama, tapi Chi abaikan. Ketika semakin penglihatan semakin gak nyaman, setiap hari sakit kepala, bahkan kadang-kadang sampai mual, Chi masih berpikir mungkin penyebabnya karena kecapean. Baru pindahan dan belum punya asisten rumah tangga. *Tapi, emang pengaruh ya antara kecapean dan penglihatan? 😁*

K'Aie: "Periksa, Bun! Jangan sampai kayak Keke. Ditunda melulu, tau-tau langsung besar minusnya."

Ya udahlah karena Chi gak mau juga kalau minusnya besar, penglihatan pun semakin gak nyaman, akhirnya memutuskan pergi ke optik. Setelah diperiksa, memang tidak sebesar Keke minusnya. Tetapi, udah harus pakai lensa progresif. Ada minus, plus, dan silindris. 😅

[Silakan baca: Kacamata Keke]

Seumur-umur gak pernah pakai kacamata, trus langsung progresif membuat Chi harus penyesuaian sampai sekarang. Masih ada sedikit rasa kurang nyaman saat berkacamata. Tetapi, kalau gak pakai juga lebih gak nyaman. Apalagi blogger kan pastinya akan berhubungan dengan layar laptop atau smartphone.



Tips Agar Nyaman Berhijab Saat Menggunakan Kacamata


Lalu bagaimana dengan hijab? Sebelum berkacamata, Chi lebih bebas aja pakai hijab apapun selama bahannya memang nyaman dan cuka dengan modelnya. Tetapi, ternyata setelah berkacamata juga ada sedikit penyesuaian. Terutama kalau pakai jilbab segi empat atau pashmina.


1. Jangan Mengenakan Jilbab yang Terlalu Ketat

Chi termasuk tim pengguna ciput garis keras. Tetapi, pemilihan ciput juga harus diperhatikan. Bahannya harus nyaman di kepala. Selain itu juga jangan kekecilan hingga terasa ketat. Bisa pusing nanti saat berhijab. Setelah berkacamata tentunya juga harus semakin memperhatikan jangan sampai terlalu ketat saat mengenakan ciput dan jilbab.


2. Perhatikan Meletakkan Posisi Gagang Kacamata

Salah satu trik berhijab saat berkacamata agar terlihat pas, katanya bisa juga dari cara meletakkan posisi gagang kacamata. Teman-teman pernah melihat kan ada yang posisi gagang kacamata di luar hijab atau sebaliknya? Kalau Chi belum atau mungkin gak kepikiran apakah akan pas dilihat. Chi lebih memilih kenyamanan. Dan buat Chi, paling nyaman meletakkan gagang kacamata langsung menempel ke telinga, artinya gagangnya ada di dalam ciput.


3. Hati-Hati Saat Menggunakan Jarum Pentul

Kalau biasa menggunakan hijab segi empat atau pashmina mungkin akan terbiasa menggunakan jarum pentul.  Menggunakan hijab tanpa jarum pentul juga bisa. Tetapi, Chi udah terbiasa pakai jarum pentul. Sebetulnya gak terlalu berpengaruh juga menggunakan jarum pentul setelah berkacamata karena posisi jarum biasanya agak di atas jarum telinga. Gak mentok ke gagang kacamata. Tetapi, tetap aja sebaiknya lebih berjati-hati agar posisinya lebih pas.


4. Bentuk Frame Kacamata dan Hijab yang Seimbang

'Kacamata yang begini cocok gak ya untuk semua jilbab? Chi sempat mikir begitu saat memilih frame. Ya kali aja lagi kumat pengen tampil cantik hahaha. Biasanya kan Chi agak cuek sama penampilan. Tetapi, memang agak ribet juga ya kalau memilih frame harus sesuai dengan semua bentuk jilbab? Jadi akhirnya Chi memilih frame kacamata yang disuka aja, deh. *Hmmm... Sebetulnya pengen yang frame bening. Tapi, lagi gak ada* *Curcol 😜*


5. Pilihlah Ciput dan Kerudung yang Berbahan Nyaman

Kalau ini sih sebelum berkacamata juga Chi selalu memilih yang bahannya nyaman. Apalagi kalau berada di luar rumah. Gak nyaman juga kan berpanas-panasan saat menggunakan hijab yang bahannya gak enak dipakai.

I & U Apparel, Hijab Segi Empat yang Nyaman Dipakai


Tips Memakai Hijab Segi Empat untuk yang Berkacamata

Nah, salah satu jilbab yang nyaman dipakai adalah I & U Apparel. Sebetulnya, Chi agak jarang pakai jilbab segi empat. Lebih sering pakai pashmina. Bukannya gak suka, tetapi memilih kerudung segi empat yang nyaman buat Chi lebih sulit daripada pashmina.

Ketika mengenakan jilbab segi empat I & U Apparel, Chi langsung suka. Bahannya adem, gak tipis, dan jatuhnya pas ke wajah. Seringkali kalau hijab segi empat bagian atasnya suka melenyot. Duh, apa ya bahasa Indonesia melenyot? Hihihi. Terlalu jatuh gitu, lah. Apalagi kalau setelah pakai helm. Makin berantakan deh hijabnya. Kalau pakai hijab ini masih rapi jatuhnya tanpa pakai trik khusus. Teman-teman punya tips lain menggunakan hijab segiempat saat berkacamata? Yuk, share di sini.


Kalau teman-teman penasaran dengan hijab segi empat yang Chi pakai ini, langsung aja cek IG @ianduapparel.

Continue Reading
46 komentar
Share:

Sabtu, 14 Juli 2018

Menjadi Orang Tua yang Bahagia ala Metode Parenting Denmark

Menjadi Orang Tua yang Bahagia ala Metode Parenting Denmark

 Menjadi Orang Tua yang Bahagia ala Metode Parenting Denmark



"Kalau udah jadi orang tua, Chi gak bakal kayak gitu."

Teman-teman pernah berpikiran yang sama seperti Chi? Kalau iya, mari kita toss dulu. Dulu, ketika belum memiliki anak, bahkan belum menikah, pemikiran Chi tentang parenting masih idealis banget. Segala buku tentang parenting Chi baca. Mana yang baik, mana yang buruk, seperti ada tanda pemisah yang sangat jelas. Apalagi Chi memang termasuk tipe yang perfeksionis. Kayaknya suka gregetan kalau ada yang terlihat 'kurang sempurna'. Untung aja gak suka ngoceh yang mengundang kehebohan di media sosial. Cukup disimpan sendiri penilaiannya atau ngobrol sama K'Aie.

Perlahan pemikiran Chi mulai mencair. Setelah punya anak pertama, kemudian anak kedua, dan sekarang mereka mulai remaja. Chi semakin belajar dan terus belajar bagaimana menjadi orang tua. Semua teori tentang parenting itu baik. Tetapi, Chi lebih luwes menjalankannya. Lebih respek terhadap orang lain dan menghargai dapur masing-masing.

Menjadi Orang Tua yang Bahagia


Secara perlahan Chi mulai menyadari bahwa dalam mendidik anak yang utama adalah membuat diri sendiri bahagia dulu. Bukan bermaksud egois, lho. Justru ini demi kebaikan anak.

Apapun perasaan kita, biasanya akan terbaca di wajah. Meskipun berusaha untuk ditutupi, kemungkinan orang terdekat akan bisa merasakan. Nah, gimana bisa membahagiakan anak kalau Chi sendiri gak bahagia? Anak-anak juga lebih bahagia kalau bundanya senang, begitupun sebaliknya. Seperti itu yang dinamakan ikatan batin kayaknya.

Denmark Adalah Negara yang Paling Bahagia


Pada tahun ini World Happines Report oleh PBB kembali menetapkan Denmark masuk dalam 3 besar dari 155 negara paling bahagia di dunia. Penghargaan ini sudah dicapai oleh Denmark selama lebih dari 40 tahun.

Rahasia apa sih yang membuat Denmark bisa bertahan begitu lama menjadi negara yang paling bahagia? Gaji karyawan Denmark yang besarkah? Iya, konon gaji di sana tertinggi ke-6 di Eropa. Tetapi, jangan salah, di sana pajaknya juga tinggi. Bisa lebih dari setengah gaji. Lantas kenapa bisa tetap bahagia, ya? Gak ngomel-ngomel karena pajaknya tinggi banget.

Selain dinobatkan sebagai negara yang paling bahagia, Denmark juga menjadi negara dengan tingkat korupsi terendah. Pajak bukanlah beban bagi masyarakat. Pajak dianggap sebagai investasi yang menguntungkan karena apa yang dikeluarkan oleh masyarakat sepadan dengan manfaatnya. Sehingga mereka pun senang hati membayar pajak.

Silakan teman-teman googling lebih lanjut tentang tingkat korupsi, pajak, dan gaji di Denmark. Tetapi faktor kebahagian negara ini gak hanya di 3 hal tersebut. Faktor utamanya ada di pola pikir dan kehidupan sehari-hari masyarakat Denmark.

Denmark memiliki konstruksi budaya "Hygge". Sebuah budaya untuk selalu bersikap positif, kebersamaan dengan orang-orang sekitar, berpikiran dan bergaya sederhana, serta menikmati hidup. Menurut beberapa artikel, saat ini di beberapa negara Eropa sedang terinspirasi dengan budaya Hyggee yang dipopulerkan negara Denmark.

Buku: The Danish Way of Parenting


Menjadi Orang Tua yang Bahagia ala Metode Parenting Denmark

Apa yang membuat orang Denmark selalu bahagia tentunya menarik bagi para kalangan. Setelah melakukan riset selama beberapa tahun jawaban ternyata sangat sederhana yaitu pola pengasuhan. Pola ini kemudian dilakukan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi.

[Silakan baca: Sukses dan Bahagia]

Filosofi orang Denmark dalam membesarkan anak terbukti memberikan hasil yang cukup efektif; anak-anak yang tangguh, emosi terkendali, dan bahagia. Warisan inilah yang membuat Denmark selalu menempati urutan pertama indeks kebahagiaan seluruh dunia

Sumber: buku "The Danish Way of Parenting"

Baru-baru ini, Chi selesai membaca buku "The Danish Way of Parenting". Buku tentang Rahasia Orang Denmark Membesarkan Anak. PARENT adalah kunci pola pengasuhan orang Denmark.

Play

Bagaimana bermain menciptakan orang dewasa yang lebih bahagia, mudah beradaptasi, dan tangguh

Authenticity

Mengapa kejujuran menciptakan citra diri yang lebih kuat. Bagaimana pujian bisa digunakan untuk membentuk pola pikir yang bertumbuh daripada kaku, yang membuat anak-anak menjadi lebih tangguh.

Reframing

Bagaimana reframing bisa mengubah orang tua dan anak menjadi lebih baik.

Empathy

Mengapa memberi pemahaman, menyatukan, dan mengajarkan empati penting dalam menciptakan anak dan orang dewasa yang lebih bahagia.

No ultimatums

Mengapa menghindari penggunaan kekuatan dan menggunakan pendekatan pola pengasuhan yang lebih demokratis mendorong terciptanya kepercayaan, ketangguhan, dan anak-anak yang lebih bahagia.

Togetherness dan Hygge (kenyamanan)

Mengapa hubungan sosial yang kuat menjadi salah satu faktor kebahagiaan secara keseluruhan. Bagaimana menciptakan hygge (kenyamanan) bisa membantu orang tua memberikan hadiah berharga ini bagi anak.

Buku ini menarik dan sangat mudah untuk dipahami. Banyak banget yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari sebagai orang tua. Meskipun kondisi di Indonesia dalam hal gaji, pajak, atau korupsi masih jauh bila dibandingkan dengan Denmark, jangan pula dijadikan alasan kalau kita tidak bisa atau tidak mungkin menjadi orang tua yang bahagia. Tetaplah berusaha untuk bahagia.

Pada bab No Ultimatums ada bahasan tentang berhenti khawatir pada apa yang dipikirkan orang lain. Nah, ini sering juga kejadian dalam lingkungan sehari-hari, kan. Seperti yang Chi ceritakan di awal, dulu kayaknya suka gimana kalau melihat orang tua yang kelihatannya kurang baik pola pengasuhannya di mata Chi. Tapi, sebaliknya Chi juga suka kesel kalau orang lain menilai-nilai apa yang udah Chi lakukan. Kadang-kadang pengen bilang, "Udah deh urus dapur masing-masing!"

Kalau menurut buku ini, kita gak usah khawatir dengan komentar atau apapun pemikiran orang lain. Tetap aja fokus dengan apa yang kita perjuangkan. Kalau masih ada aja yang komen bahkan menghakimi, berusaha untuk tetap tenang, tarik napas, berpikir, dan sikapi dengan humor. Gak ada hasil yang instan dalam hal pengasuhan. Hasilnya mungkin baru kelihatan sekian tahun kemudian. Jadi abaikan saja segala hal yang mengganggu kalau kita sudah yakin dengan apa yang dijalani.

[Silakan baca: Parenting Ibarat Mendaki Gunung]

Salah satu saran lain adalah membentuk group ibu-ibu pada bab Togetherness dan Hygge. Membentuk group ibu-ibu maksudnya bukan untuk arisan apalagi ngerumpi, tapi membuat supporting system. Buatlah jaringan dengan sesama ibu-ibu yang saling mendukung. Jaringan seperti ini sudah terbukti mampu membantu para ibu menghadapi tantangan setiap hari dan membuka pandangan menjadi lebih baik *Kalau kayak begini kayaknya ibu-ibu di Denmark gak pernah ikutan mom's war, ya 😂

Nah, Chi punya 2 buku The Danish Way of Parenting untuk teman-teman. Caranya sebagai berikut:

  1. Posting artikel di blog teman-teman tentang pengalaman parenting dan dikaitkan dengan harapannya dari buku The Danish Way of Parenting
  2. Sertakan keyword: metode parenting denmark 
  3. Berikan backlink kepada www.bentangpustaka.com dan postingan ini.
  4. Ketik nama dan URL (tapi jangan link hidup) di kolom komen postingan ini.

Yuk, ceritakan dengan versi masing-masing bagaimana menjadi orang tua yang bahagia serta harapannya dengan buku ini. Deadline 21 Juli 2018, ya. Ditunggu!😊

Continue Reading
60 komentar
Share:

Jumat, 13 Juli 2018

Mengejar Kuliner Kekinian

Mengejar Kuliner Kekinian

Mengejar Kuliner Kekinian


Bunda: "Donat mie instan itu makanan yang menyalahi kodrat."
Nai: "Maksudnya gimana?"
Bunda: "Namanya aja udah instan. Kalau dibuat jadi donat udah gak instan lagi namanya."
Ayah: "Buat Ayah kalau memang enak, gak apa-apa."
Keke: "Mie instan juga dari awal gak pernah instan. Harus dimasak dulu beberapa menit."
Bunda: "Nah, apalagi kalau dijadiin donat?"
Keke: "Tapi, buat Keke kalau dijadiin donat tetap instan. Kan tinggal makan."
Nai: "Iya, Bunda kan yang bikin."
Ayah: "Nah bener, Bun. Tetap instan, tinggal makan."
Bunda: "Tapi, cucian Bunda jadi tambah banyaaak. Rebus mie instan cuma butuh panci."


*Errgghh! Ini 2 bocah kerjasama ma ayahnya! 😂

Chi jadi teringat  lagi obrolan geje kami sekeluarga tentang mie instan pada suatu malam setelah membaca postingan Mak Suciati Christina, pemilik blog www.cigrey.com,  di web Kumpulan Emak Blogger (KEB). Tulisan ini juga sekaligus menanggapi postingan trigger yang berjudul "Kuliner Kekinian yang Hits, Berani Coba?"

Setiap saat ada aja kuliner kekinian yang hits. Donat mie, es kepal milo, kue artis, dan lain sebagainya. Gak semua kuliner tersebut benar-benar baru. Ada juga kuliner lama yang kembali ngetrend.

Teman-teman termasuk yang rajin mengejar kuliner kekinian? Atau seperti Chi yang biasa aja sama segala kuliner kekinian? Paling tidak ada 3 alasan kenapa Chi gak terlalu ngotot mengejar kuliner kekinian. yaitu


Malas Antre


Chi paling malas antre untuk urusan makanan. Begitupun dengan K'Aie dan anak-anak. Masih banyak makanan atau minuman enak tanpa harus antre. Kira-kira seperti itulah prinsip kami hehehe. Masalahnya kuliner kekinian biasanya antreannya suka panjang banget. Kami biasanya nunggu agak sepi, tetapi kalau begitu biasanya udah kurang kekinian. Udah ada kuliner lain yang mulai hits.


Gak Tertarik


Mengejar Kuliner Kekinian
Chi lebih suka es kepal jadoel begini. Segaaarr!

Gak semua kuliner kekinian, menarik untuk dicicipi. Contohnya es kepal milo. Sampai sekarang Chi gak tertarik sama sekali untuk mencicipi. Mengetahui kandungannya udah bikin giung duluan. Kayaknya manis banget. Chi lebih suka kuliner yang gurih dan pedas. Memang ada beberapa makanan atau minuman manis yang Chi suka, tetapi jangan sampai kemanisan juga.


Mending Bikin Sendiri



Nah, ini kalau lagi kumat iritnya hahaha. Kayak pernah suatu hari Keke beli Banana Nugget. Eyaampuunn, mahal ajah untuk harga sekotak nugget isi 10. Beberapa hari kemudian Chi pun membeli bahan-bahan untuk bikin Banana Nugget. Pastinya lebih murah dan hasilnya pun banyak. Tetapi, capek bikinnya! Untung jadi banyak, ya. Jadinya bisa disimpan di freezer. 😂

Bukan berarti Chi menghindar semua kuliner kekinian, lho. Kadang-kadang Chi juga beli kuliner yang lagi kekinian. Tapi, tetap kalau bisa jangan pakai antre. Ya, kayak waktu Chi dan Nai ke Pasar Senggol. Datangnya di awal, jadinya belum antre 😁

Continue Reading
10 komentar
Share:

Sabtu, 07 Juli 2018

Resep Mango Pudding with Orange Marmalade

Resep Mango Pudding with Orange Marmalade

Resep Mango Pudding with Orange Marmalade


Asssiikk! Kelihatanya udah mulai musim mangga. Setidaknya di pasar dekat rumah, sudah mulai banyak yang jualan mangga. Dari menjelang lebaran juga sudah mulai ada, tetapi harganya masih mahal. Sekarang harganya udah lumayan turunnya. Bisa puas nih makan mangga.

Chi memang agak pemilih kalau makan buah. Gak banyak buah-buahan yang Chi suka. Alhamdulillah, anak-anak gak ngikutin selera bundanya. Mereka mah hampir semua buah kayaknya suka.

Buah yang paling Chi suka adalah mangga. Sayangnya ini buah musiman, ya. Jadi, Chi sering makan buah kalau lagi musim mangga 😄 Tapi, kalau lagi gak musim, diusahakan ada beberapa buah yang tetap dibeli. Paling gampang ya pisang atau pepaya.

Mangga diapain juga enak. Dimakan langsung, dibikin jus, puding, bahkan dijadiin sambal juga enak. Kali ini, Chi mau berbagi resep Mango Pudding with Orange Marmalade. 😋

Bahan-Bahan:

  • 2 buah mangga, kupas dan potong-potong
  • 600-700 ml susu UHT
  • Gula pasir secukupnya. Rasa manis disesuaikan dengan selera masing-masing
  • Agar-agar bubuk yang bening
  • 1 botol kecil orange marmalade
  • Air

Cara Membuat:

  1. Blender mangga dan susu UHT hingga halus
  2. Campurkan mangga yang yang sudah diblender, agar-agar, dan gula pasir. Aduk hingga gula larut kemudian direbus.
  3. Setelah mendidih, masukkan ke cetakan dan biarkan hingga dingin dan mengeras
  4. Masukkan orange marmalade dan sedikit air ke dalam wajan
  5. Panaskan wajan. Aduk terus orange marmalade hingga mendidih. 
  6. Tata puding yang sudah mengeras. Siram dengan orange marmalade. Sajikan

[Silakan baca: Membuat Dragon Fruit Smoothie dengan Philips Duravita Tritan Jar]

Catatan:

  1. Susu UHT bisa digantikan dengan SKM dan air (600-700 ml). 
  2. Takaran SKMnya disesuaikan dengan tingkat kemanisan yang diinginkan.
  3. Bila menggunakan SKM, Chi tidak menggunakan gula pasir lagi. 
  4. Orange marmalade botolan yang pernah Chi pakai rasanya manis banget. Makanya pudingnya Chi buat tidak terlalu manis.
  5. Bisa ditambahkan whipped cream sebagai variasi rasa

Dari beberapa artikel yang Chi baca di Google, orange marmalade adalah selai jeruk yang terbuat dari air perasan jeruk, kulit jeruk, dan gula pasir. Jeruknya bisa bermacam-macan dan sepertinya harus berhati-hati dalam memilih dan mengolah agar tidak menghasilkan rasa yang getir.

Chi belum pernah mencoba membuat orange marmalade sendiri. Masih pakai kemasan jadi yang botolan. Mungkin suatu saat akan coba membuat sendiir. Sampai saat ini pilih yang praktis aja dulu.

Gimana? Gampang banget kan buatnya? Yuk, mumpung lagi musim mangga! 😋

Continue Reading
31 komentar
Share: