Mari kita menghitung biaya sekolah. Tahun ajaran baru memang baru berjalan seperempatnya. Tapi, biasanya sekolah swasta sudah berancang-ancang untuk membuka pendaftaran baru bagi tahun ajaran berikutnya. Jadi, gak ada salahnya mulai berhitung dari sekarang.


SPP vs Uang Tahunan


Ibu A: "SPP di sekolah Keke dan Nai berapa?"
Chi: "Kalau Keke Rpxxx, Nai Rpxxx." *SPP Keke dan Nai memang berbeda. Cuma selisih 50 ribu, sih."
Ibu A: "Lebih murah, ya."
Chi: "Emang SPP di sekolah anak ibu berapa?" *SPP di sekolah anak ibu A lebih mahal.*
Ibu A: "SPP di sekolah anak saya itu Rpxxx. Di sana ada uang tahunan?"
Chi: "Ada."
Ibu A: "Berapa?"
Chi: "Antara Rpxxx sampai Rpxxx, lah. Tergantung kelasnya."
Ibu A: "Wah, kalau gitu berarti sekolah di sana lebih mahal, ya, dibanding sekolah anak saya. Kalau di sana gak ada biaya tahunan. Cuma SPP aja."

Itu salah satu percakapan Chi dengan salah seorang teman. Sebetulnya gak cuma sekali itu aja Chi ada percakapan seperti itu dengan beberapa orang. Cuma, kalau dilihat dari percakapan Chi dan ibu A, benarkah biaya sekolah Keke dan Nai lebih mahal? Ternyata, enggak. Sama aja totalnya.

Mungkin sekolah Keke dan Nai kelihatan lebih mahal karena ada biaya tahunan. Tapi SPPnya kan lebih murah. Sedang ibu A, SPPnya lebih mahal walopun gak ada biaya tahunan. Kalau Chi dan K'Aie lebih suka kayak di sekolah Keke dan Nai. Setidaknya bisa nabung dulu untuk biaya tahunan. Biaya tahunan yang kami bayarkan itu untuk anggaran kegiatan dan juga buku pelajaran.


Uang Kegiatan


Mungkin bagi beberapa orang, biaya sekolah ada yang terkesan mahal. Tapi, Chi lihat dulu, biayanya mencakup apa? Ada sekolah yang biayanya murah, tapi untuk berbagai kegiatan harus bayar lagi. Kalau kegiatannya jelas, masih enak. Namun ada juga yang biaya gak jelas. Tau-tau ada surat untuk biaya ini-itu yang wajib dibayar. Kalau di sekolah Keke dan Nai udah gak ada biaya apa-apa lagi di luar SPP dan uang tahunan. Buat kami lebih enak ngitungnya. Dan, lebih jelas pengeluarannya.


Biaya Transport


Ini memang gak termasuk biaya yang dibayarkan ke sekolah, tapi masuk juga ke dalam biaya bulanan. Ya, kalau ke sekolahnya cuma jalan kaki, mungkin gak perlu biaya. Chi setiap hari masih jemput Nai pakai mobil, paginya Nai diantar ayahnya dengan motor. Keke naik sepeda. Untuk Keke udah gak ada biaya transport. Paling kami kasih sedikit uang untuk jaga-jaga kalau mendadak harus ke bengkel sepeda saat di jalan. Itupun gak setiap hari ngasihnya. Kalau Nai memang masih ada biaya transport. Tapi dibanding harus langganan naik ojek atau mobil antar-jemput, biaya yang kami keluarkan sekarang tentu aja jauh lebih murah.


Biaya Seragam


Untuk Keke memang anggaran pakaian seragam lebih besar dibanding Nai karena setiap tahun ganti. Badannya cepat besar. Sedangkan Nai, biasanya 2 tahun sekali. Malah udah setahun terakhir ini, Keke agak boros untuk urusan seragam, terutama celana. Sering robek celananya. Alasannya jatuh karena main futsal atau berbagai alasan lain. Hadeuuuhh ... dia udah nyaris gak pernah ngilangin peci. Gantinya celana sekolah yang sering robek *tetep aja biaya lagi

Kira-kira 4 hal di atas bisa dipertimbangkan untuk biaya rutin bulanan atau tahunan kalau sekolah. Pertimbangkan juga biaya sekolah tak terduga. Ya, untuk jaga-jaga aja, sih. Pusing ya kalau udah urusan biaya? Sama. Hahaha ....

Info tambahan:


Biaya Makan


Kalau sekolahnya dekat, jam sekolah gak panjang, mungkin ke sekolah cukup dengan bawa air minum saja. Plus sedikit camilan kalau mau. Keke dan Nai juga dekat sekolahnya tapi jam sekolah lumayan panjang. Setiap hari mereka bawa 2 macam bekal makanan untuk 2 kali makan. Kasih uang jajan paling seminggu sekali aja. Itupun cuma cukup untuk sekali jajan. Di sekolah ada jasa catering, tapi setelah ditimbang-timbang biayanya mendingan bawa bekal sendiri, deh. Walopun harus bangun lebih pagi untuk nyiapin bekal. Plus sesekali kesiangan bangun.