Minggu, 11 Oktober 2015

Tip Mengajak Anak Menonton Bioskop

Tip Mengajak Anak Menonton Bioskop

Tip mengajak anak menonton bioskop. Awalnya diantara kami berdua, K'Aie yang lebih suka menonton film. Walopun begitu gak sering juga, sih, kami nonton bioskop. Apalagi sejak punya anak, kegiatan menonton bioskop sempat berhenti selama beberapa tahun. Kurang lebih sampai Keke usia 4-5 tahun gitu, lah.

Rasa kangen untuk nonton bioskop jelas ada. Tapi, ketika pertama kali mau mengajak anak-anak nonton bioskop, Chi harus melakukan berbagai pertimbangan dulu.

Pastikan Keke dan Nai sudah betah nonton lama sambil duduk manis

Hal pertama yang Chi pikirkan adalah apa Keke dan Nai sudah betah nonton berlama-lama sekitar 1-1,5 jam. Keke dan Nai, kan, gak dibiasain nonton dalam waktu lama. Kalaupun mereka menonton televisi atau distel film untuk anak kayak Barney, Dora the Explorer, dan lain sebagainya, biasanya mereka nonton sambil gak mau diam. Cuma sesaat aja diamnya. Nah, gak asik kalau nanti di bioskop mereka juga gak mau diam. Mondar-mandir, teriak-teriak, atau melakukan hal lain yang bisa mengganggu penonton.

Bahkan untuk film anak sekalipun, akan ada anak-anak yang merasa kurang nyaman kalau melihat penonton lain berisik atau monda-mandir. Sekalipun yang melakukan itu, anak-anak juga. Jadi menurut Chi, memastikan anak sudah bisa duduk manis dalam jangka waktu cukup lama itu penting.

Pastikan Keke dan Nai gak takut gelap

Kalau di bioskop, udah pasti ruangan akan gelap bila film akan dimulai. Ada beberapa anak yang mungkin takut dengan gelap. Chi pernah ngalamin waktu salah seorang sepupu masih kecil diajak nonton. Ternyata dia takut gelap, akhirnya nangis terus. Terpaksa, deh, dibawa keluar sama ibunya. Kalau begitu, sayang banget udah beli tiket, kan. Keke dan Nai gak masalah menonton film dalam ruangan gelap. Jadi, Chi gak kesulitan untuk hal satu ini.

Pilih film yang memang aman untuk anak

Bagusnya ketika mengajak anak-anak menonton film yang aman untuk mereka. Chi beberapa kali melihat anak-anak diajak menonton film dewasa. Oke, deh, setiap orang pasti punya alasan kenapa mengajak anak menonton. Termasuk ketika mengajak anak-anak menonton film dewasa sekalipun. Atau bisa juga beralasan kalau film kartun pun sebetulnya gak semua aman. Saran Chi, sih, ketika mengajak anak-anak menonton, sebaiknya orang tua cari tau dulu. Apalagi sekarang kan banyak blogger yang suka ngereview film. Baca-baca dulu, lah, reviewnya. Setidaknya kita bisa memperkirakan film ini aman gak untuk anak-anak.

"Papa, kok, mereka ciuman?" teriak seorang anak ketika Chi dan K'Aie lagi nonton di salah satu bioskop. Papa anak tersebut lalu sibuk menutup mata anaknya. Nah, coba teman-teman bayangkan ketika mengalami kondisi seperti itu, apa yang harus dilakukan? Eits, ketika kejadian ini, Chi cuma nonton berdua sama K'Aie, ya. Anak-anak aman di rumah hehehe.

Sesuaikan dengan jam biologis anak

Jam biologis anak kan berbeda-beda. Usahakan, jangan ajak mereka nonton di bioskop ketika waktunya mereka tidur. Bisa rewel, lho. Kalau anak kita tipe yang gampang tertidur pulas trus gak mudah terganggu keramaian mungkin gak terlalu jadi masalah. Tapi kalau anaknya cuma bisa tidur kalau di rumah atau gak bisa dengar suara berisik, malah bisa rewel nantinya. Gak cuma tidur aja, sih. Jam biologis lain juga harus diperhatikan misalnya saat jam makan mereka

Siapkan camilan

Kalau kami biasa beli popcorn dulu sebelum nonton. Gak asik kayaknya kalau gak ada camilan hehehe. Dan, camilan juga bisa bikin anak jadi betah menonton sambil duduk manis, sih. Walopun sering juga, camilan sudah habis padahal film baru 1/3 jalan durasinya. Untungnya anak-anak udah bisa duduk tenang dan menikmati filmnya. Jadi gak ada cerita mereka minta dibeliin camilan lagi buat nonton.

4 tip itu yang Chi pertimbangkan ketika mau mengajak anak-anak menonton. Chi masih ingat, film pertama yang mereka tonton di bioskop adalah Cloudy with a Change of Meatballs. Pengalaman pertama gak terlalu sukses. Di tengah durasi, mereka udah mulai bosan. Tapi, untungnya gak sampai mengganggu, sih. Cuma kelihatan aja mukanya pada bosan dan sesekali bertanya, "Masih lama, Bun?" hehehe. Abis itu, sempat gak ajak mereka nonton lagi. Ketika akhirnya nonton lagi, udah mulai sukses dna mereka suka menonton bioskop sampai sekarang.

Menurut Chi, sih, kalau memang anak-anak belum siap untuk diajak nonton bioskop sebaiknya jangan dipaksakan walopun kita udah kangen banget pengen nonton bioskop. Cari kegiatan lain aja yang asik dan bisa dilakukan bersama keluarga. Atau kalau keinginan untuk menonton bioskop udah gak bisa ditahan, bikin bioskop di rumah aja. Sediakan berbagai perangkat, diantaranya proyektor. Kami sudah cukup sering melakukannya hingga saat ini. Asik banget, lho. Malah sebetulnya lebih asik dari nonton bioskop. Karena lebih bebas :)


post signature

18 komentar:

  1. Kalo ngajakin anak kecil nonton bioskop, yg paling penting itu ya tetep camilan bu haha siapin yang banyak biar gak rewel :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. salah satunya memang itu hehehe. Tapi, ada juga lho anak yang ngemilnya sambil jalan-jalan. Akhirnya ganggu yang nonton juga :D

      Hapus
  2. iya bener bgt bun..kalau terlalu kecil biasanya masih belum paham ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup! Jadi sebaiknya memang menyesuaikan anak, ya.

      Hapus
  3. Jadi ingat ngajak Sandy nonton film.Dia nangis krn masih ingin bobok.
    Terima kasih tipsnya,
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
  4. sekarang film-film buat anak kecil banyak yang sudah terkontaminasi, ada adegan-adegan yang ga pantas, ujung-ujung nonton upin ipin lagi, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah pentingnya mencari tahu terlebih dahulu, Mbak. Yang penting juga pengawasan dan penjelasannya, sih. Di Upin-Ipin juga ada tokoh jahat dan juga banci. Gak menutup kemungkinan anak akan meniru. Upin-Ipin juga tetap salah satu animasi favorit saya sekeluarga. Tapi memang tetap harus diawasi, :)

      Hapus
  5. jadi inget pertama kali aku nonton bioskop mak, aku masih 6 tahun waktu itu.
    di dalem bioskop malah tidur heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehhe masih inget ternyata, ya :)

      Hapus
  6. Dulu pernah ajak anak2 nonton kungfu panda

    Tapi agak ragu juga, takut ceritanya ya begitu itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kungfu Panda justru termasuk salah satu film favorit kami hehehe. Tapi memang kembali ke keluarga masing-masing untuk menentukan kadar amannya :)

      Hapus
  7. Ide bagus mb. Pinjem proyektor kntr ayahnya.... Bisa dicba tuh mb...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pun lebih suka nonton di rumah pakai proyektor hehehe

      Hapus
  8. Anak saya kalau diajak ke bioskop, ujung-ujungnya tidur. Jadi tetep aja yg nonton emak babehnya, hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha ... Saya malah pernah ketiduran :D

      Hapus
  9. Kebetulan, putriku demen nonton cuma di TV. Itu lho "Dore the Explorer". Biasanya saya temani, karena durasinya tidak lama. Namun kini setelah SMP, dia browsing sendiri film bagus, dan nonton bareng teman sekolah dengan uang saku yang ditabung
    Salam kenal dari Borneo, ya Bunda.. ~_*

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge