Minggu, 04 Desember 2016

Inna Riana, Emak (Yang Selalu) Riweuh


Tentang Inna Riana

Riweuh itu ribet, sibuk, ya kira-kira seperti itu, lah. Contoh kalimatnya seperti ini, "Nanti, ya. Sekarang lagi riweuh." Kalau Chi ngomong gitu, berarti saat itu lagi sibuk. Tapi, kalau Emak Riweuh, nah langsung deh tuh teringat dengan sosok perempuan bernama Inna Riana.

Semua ibu pasti riweuh, ya. Tapi, baca postingan Mbak Inna memang seru, euy. Membaca bagaimana riweuhnya mengasuh 3 boyz alias ketiga putranya, sempat memiliki toko obat, dan juga blogger. Mbak Inna ini peternak blog dan semua blognya aktif, lho. Bahkan dalam kurun waktu 11 tahun sudah mengalami 10 kali pindah rumah dari satu kota ke kota lain. Wuiihh riweuh!
Kesibukan lain adalah rajin ngeblog. Ada tiga blog yang selalu rutin saya update. Punya blog di Kompasiana dan Blog Detik tapi sudah tidak aktif lagi. Blog saya berikut alamatnya:
1. www.emakriweuh.com tentang parenting, jalan-jalan, dan blogging.
2. www.innariana.com tentang cerita curhat, fashion, fiksi, dan lomba.
3. www.dapurngebut.com tentang resep masakan, cerita memasak, dan seputar kuliner.
4. www.inas-craft.blogspot.com tentang aksesoris handmade dan tutorial cara membuatnya. Rencananya, saya ingin membuat online store khusus dari blog ini. Doain yaa. - sumber: Selayang Pandang Inna Riana di group Arisan Link Blogger Perempuan
Postingan Favorit

Setelah ngubek-ubek beberapa postingannya, yang jadi favorit kali ini adalah postingan lama tentang Berhenti Langganan TV Kabel. Kebalikan ma Chi, nih. Seminggu lalu, Chi malah baru upgrade paket langganan tv kabel hahaha.

Ya, setiap keluarga pasti punya pertimbangan masing-masing, ya. Tapi, apapun keputusannya biasanya kalau orang tua pertimbangannya adalah demi kebaikan anak-anak. Terlihat juga di postingan tentang tv kabel itu.

A Happy Hectic Mom, begitu tagline di blog Mbak Inna. Iyeeess! Walaupu hectic, tapi tetap harus happy, dong. Teman-teman yang penasaran sama segala cerita keriweuhannya, silakan ubek-ubek deh postingan di blognya. Termausk yang dapur ngebut itu. Karena banyak resep praktis di sana. 😃

Inna Rianna

Facebook: Inna Riana
Twitter: @EmakRiweuh
Instagram: @innariana
Email: helloinnariana@gmail.com

Rabu, 23 November 2016

Rumah Aman, Traveling Nyaman

Philips Hue Indonesia
 Bincang-bincang tentang kenyamanan dengan cahaya lampu Philips HUE

Seberapa penting sih keberadaan lampu untuk di rumah?

Pertanyaannya cetek banget, ya? 😁 Karena semua rumah pasti membutuhkan lampu, ya kan? Terutama untuk malam hari. Penting lah pastinya. Kalau untuk lampu rumah, pilihannya sederhana aja. Lampu warna kuning atau putih? Yang redup atau terang? Paling model lampunya aja yang berbeda-beda.

Pernahkah kepikiran lampu rumah bisa berwarna-warni selain putih dan kuning? Atau pernah kepikiran lampu rumah bisa diatur waktu on dan off nya?

Kalau memiliki lampu rumah bisa berwarna warna-warni, Chi belum pernah kepikiran. Tapi, on dan off lampu otomatis sudah kami lakukan sejak beberapa tahun lalu. Lampu di area luar  menggunakan sensor cahaya matahari. Jadi, ketika sinar matahari sudah mulai redup, lampu otomatis menyala. Begitu juga sebaliknya bila sinar matahari mulai terlihat terang.

Alasan menggunakan sensor cahaya adalah karena di blok tempat Chi tinggal warganya mayoritas non muslim. Bahkan tetangga sebelah kiri, kanan, dan depan non muslim. Kami suka merasa galau kalau lagi mudik di hari raya. Mau dinyalain atau dimatiin terus selama beberapa hari, kelihatan banget kalau hanya rumah kami sedang kosong. Khawatir ada oknum jahil, euy 😟

Seluruh tetangga memang pada baik tapi kan gak enak juga kalau minta tolong untuk menyalakan atau mematikan lampu rumah selama kami bepergian. Siapa tau mereka juga pengen liburan. Pokoknya gak pengen ngerepotin. Paling nitip-nitip sama satpam blok aja buat sesekali lihat kondisi rumah meskipun dari luar. Alhamdulillah, selama ini aman.

Sayangnya kelemahan dari sensor cahaya adalah tidak mengenal siang dan malam. Kalau sepanjang siang terlihat mendung, maka lampu pun otomatis menyala. Kalau para tetangga belum nyalain lampu kan tetap aja rumah kami kelihatan beda sendiri.

Gak cuma saat mudik, kalau lagi bepergian trus pulangnya larut malam suka males buka pintu. Chi penakut apalagi kalau gelap hahaha. Tapi mau minta K'Aie aja yang bukain pintu gak enak. Udahlah dia yang nyetir masa harus bukain pintu juga. Coba begitu sampe rumah, semua lampu pada nyala biar Chi gak takut-takut amat.

Pengen punya lampu yang lebih pintar dari yang dimiliki sekarang, deh. Ada gak, ya?

Senin, 14 November 2016

I Support #WomenRideSafe Karena Fakta-Fakta Ini

 
Private lunch Queenrides dan bloggers (5/11) di Kopi Legit, Plaza Semanggi - Jakarta. Bincang santai tentang movement #WomenRideSafe yang akan diselenggarakan pada tanggal 20 November 2016

“Ibu-ibu emang gitu, sen kiri tapi belok ke kanan.”
“Ibu-ibu kalau naik motor lebih galakkan mereka walaupun salah.”

Pernah dengar yang seperti itu? Malah sampe dibilang kalau ketemu ibu-ibu pengendara motor maka ‘kelar hidup loe’. Berbagai meme tentang ibu-ibu pengendara motor pun bersliweran di timeline social media. Kadang Chi tertawa melihatnya, tapi kadang malu juga. Duh, sampe segininya ya citra ibu-ibu pengendara motor?

Sebetulnya, Chi agak jarang menemukan kejadian-kejadian seperti itu. Entah karena Chi sehari-seharinya kurang jauh mainnya atau gimana. Karena sehari-hari paling cuma jemput anak yang jarak tempuhnya dekat.

Yang paling sering Chi lihat, justru para pengendara di bawah umur. Yang masih seumuran Keke bahkan Nai! Dan, mereka juga gak pernah pakai safety gear (helm, jaket, dan lain sebagainya). Chi pernah coba samperin 3 pengendara motor yang masih kecil, eh begitu dideketin malah kabur. Chi coba kejar dengan mobil, mereka malah makin ngebut sambil ketawa-tawa. Beugh! Disangka lagi main kejar-kejaran apa, ya?

Akhirnya, Chi terpaksa berhenti mengejar. Ngeri! Karena kejadiannya di komplek. Di mana bisa setiap saat ada anak kecil yang bermain di depan rumah. Udahlah, mending mengalah dulu aja walaupun hati jengkel banget.

Kemana ya orang tua mereka? Apa mereka tau kalau anaknya udah pada bisa bawa motor. Atau justru mereka malah bangga anaknya sudah bisa bawa motor? Jangan salah, faktanya banyak juga lho orang tua yang seperti itu. Malah bangga anaknya bisa mengendarai motor padahal masih kecil. Jadi inget postingan Chi yang tentang Queenrides sebelumnya. Rules, Skills, and Attitude, bagaimana orang tua yang bangga memahami 3 hal itu? *bingung*

[Silakan baca: Ngopi Cantik Queenrides]

Selain sedih dan marah ketika melihat pengendara anak-anak, 8 fakta di bawah ini menggerakan Chi untuk mendukung #womenridesafe

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge