Senin, 18 Mei 2015

Tip Agar Orang Tua Terhindar Dari Stress Saat Anak Sedang Ujian

Ketika anak sedang ujian, siapa yang paling stress? Ibunya! Hehehe. Chi mau berbagi tip agar orang tua terhindar dari stress saat anak sedang ujian.

Ini sih berdasarkan pengalaman pribadi Chi aja. Bahkan dari beberapa pengalaman orang tua lain yang Chi amati. Kebanyakan bilang kalau yang stress itu adalah ibunya. Anaknya malah santaaaiii. Ujian udah kayak berlibur hihihi. Keke dan Nai aja malah suka kesenengan banget kalau ujian tiba. Kata mereka, pulang sekolah jadi jauh lebih cepet hehehe.

Pernah ada salah seorang teman (laki-laki) mengupload foto istrinya yang lagi manyun. Trus dikasih kalimat yang bertuliskan seperti itu wajah istrinya kalau anak-anak lagi ujian. Anaknya santai, emaknya stress. Salah seorang anaknya komentar, katanya gimana mau belajar kalau di omelin melulu? Entah, si anak cuma beralasan atau memang seperti itu keadaannya. Tapi, emang iya, sih, kalau udah musim ujian, mulut para emaknya umunya lebih bawel. Chi juga begitu hahahaha.

2 tahun lalu, Chi pernah membuat tulisan dengan judul: UAS? (Gak) Deg-Degan, Tuuuhhh... Di tulisan itu Chi berbagi pengalaman bagaimana bisa agak tenang saat anak-anak ujian. Tip tersebut masih Chi pakai sampe sekarang. Bahkan cukup sering Chi menulis bagaimana belajar dengan menyenangkan, supaya anak-anak gak merasa stress menghadapi pelajaran sekolah (tentang belajar Chi mengumpulkan di label Metode Belajar). Cuma memang sesekali masih ada juga bawel-bawelnya. Chi tuh suka berpikir, bisa gak ya saat anak-anak sedang ujian, Chi bersikap benar-benar tenang? Tanpa ada bawel walopun sedikit.

Sekitar 1 minggu sebelum UTS beberapa bulan lalu, Chi hadir di acara Parenting ibu Elly Risman. Saat itu temanya tentang bagaimana berkomunikasi yang baik dengan anak. Ibu Elly bertanya kepada semua yang hadir, "Apakah kita semua (yang sudah menjadi orang tua) pernah dapat nilai jelek saat masih sekolah? Kalau iya, bagaimana perasaannya saat dimarahi orang tua saat nilai jelek? Kalau saat itu kita merasa sedih atau marah saat dimarahi orang tua karena dapat nilai jelek, lantas kenapa kita melakukan hal yang sama terhadap anak-anak saat kita sudah menjadi orang tua?"


Chi pikir lagi bener juga, ya. Ya, mungkin saat itu dapat nilai jelek karena kesalahan sendiri juga yang malas belajar. Atau bisa juga karena belum mengerti pelajarannya. Tapi, apapun itu, yang namanya dimarahi itu gak enak. Bu Elly pun menjelaskan kalau sebaiknya menegur dengan kasih sayang. Begitu juga ketika meminta mereka belajar, dengan cara kasih sayang bukan dengan omelan. Kalau belajar sambil diomelin, mana bisa masuk ke otak belajarnya?

Dari situ, Chi pun jadi pengen coba menantang diri sendiri untuk tidak bawel sama sekali saat anak-anak ujian. Sebuah pertaruhan sebetulnya. Ada rasa khawatir kalau Chi gak bawelin, nilai-nilai ulangan mereka akan jeblok. Tapi, di sisi lain Chi juga penasaran, berapa sih nilai Keke dan Nai kalau mereka belajar sendiri? Masih tetap bagus atau enggak?

Sebelum melakukan percobaan tersebut, Chi kasih tau anak-anak dulu. Chi bilang kalau gak akan bawel ke mereka. Jelaskan semua alasan dan segala pertimbangannya. Kalau mereka ada yang mengerti dan ingin bertanya, Chi akan selalu siap membantu. Tapi, kalau mereka lebih memilih untuk belajar sendiri, silakan juga. Pokoknya mereka atur sendiri bagaimana enaknya. Chi cuma mengingatkan kalau hari ini ulangan apa, bab berapa aja. Selebihnya Chi mau coba bersantai-santai.

Dan, Chi benar-benar diuji hahaha. Keke yang biasanya paling sering Chi bawelin karena paling terlihat santai, justru saat Chi santai banget dia malah belajar. Sedangkan Nai yang biasanya tanpa Chi kasih aba-aba begini-begitu malah kelihatan males-malesan. Sampe di hari terakhir UTS, keceplosan juga bawelnya. Abis Nai kayak yang ogah-ogahan belajarnya.

Seminggu setelah UTS, seluruh hasil ulangan dibagikan. Nilai Keke agak menurun sedikit. Di level 9 bawah (90 s/d 94). Sedangkan Nai, hasil ulangannya masih ada di level 9 atas, yaitu 95 s/d 100. Evaluasi Chi, Keke walopun terlihat lebih semangat belajar kalau gak Chi bawelin, nilai-nilainya agak sedikit turun. Sedangkan, Nai tetap konstan nilai-nilainya, tapi semangatnya yang jauh berkurang.

Gak cukup melakukan evaluasi sendiri, Chi bertanya ke anak-anak. Tanya secara pribadi alias dipanggil satu per satu. Menurut Keke, dia lebih suka dengan gaya belajar yang sekarang. Tanpa ada bawelan bunda sama sekali. Katanya, lebih bisa bikin dia konsentrasi belajar. Chi pun bilang kalau memang Keke maunya seperti itu akan dituruti, tapi syaratnya harus benar-benar belajar. Kalau cuma untuk alasan aja trus nilai-nilainya sampe jeblok, Keke harus mau dibawelin. Keke pun setuju. Tentang nilainya yang sedikit turun, Chi pikir gak karena faktor tanpa bawelan, sih. Memasuki masa puber lalu, salah satu faktor yang berpengaruh adalah nilai akademis yang menurun. Tapi, sejak UTS lalu dia mulai mengejar lagi nilai-nilainya.

Kalau Nai, dia ternyata gak suka dengan sikap Chi yang terlihat santai. Dia lebih suka Chi agak bawel sedikit. Sedikit aja, lho. Jangan sampe ngomel hehehhe. Menurutnya itu tanda kalau bundanya peduli, gak cuek sama dia. Oke, deal juga sama Nai.

Permintaan anak laki-laki sama perempuan beda-beda hehehe. Pantesan aja pengaruh ke sikap mereka saat belajar. Pada dasarnya juga, laki-laki kan memang tidak sebanyak perempuan kalau urusan ngoceh. Makanya, mungkin itu juga kenapa Keke lebih suka bundanya yang terlihat santai (bunda nonton tv ajah hehehe), sedangkan Nai lebih suka melihat bunda yang agak bawel.

Sebentar lagi UKK. Kayaknya Chi bakal coba praktekin lagi. Lebih enak sih sebetulnya karena lebih santai. Anak-anak juga belajar tanggung jawab, gak terus disuapi ilmunya. Mereka hanya mengajak Chi ngobrol saat ingin bertanya. Tapi kalau dirasa bisa belajar sendiri, gak apa-apa juga. Ketika menerima hasilnya pun Chi merasa lebih lega, karena mereka bener-bener belajar sendiri.

Apapun itu, selamat belajar untuk semuanya! :)

post signature

13 komentar:

  1. Hihihihi, asyik lhooo bisa santai-santai tanpa pusing bawelin anak yg mau ujian :). Yg butuh prestasinya bagus atau tidak kan anaknya, jadi knapa kita yg sibuk? ;)

    BalasHapus
  2. Iya sih, anak laki emang gak suka mamanya bawel. Tapi sesekali tetap butuh perhatian. Kalo aku biasanya nawari, mau dibikinin susu/coklat. Spesial karena ujian, hahahaa

    BalasHapus
  3. klo saya, pasti susah deh buat ga bawel hihihi...
    selamat belajar ya keke & nai :)

    BalasHapus
  4. saya sama kaya mba Hidayah, biar anak belajarnya semanat disogok hehe . "nanti kalau uudah belajar umi bikinin jus yaaa" gitu deh merayunya

    BalasHapus
  5. Berarti aku terapkan tipe anak cowo ya

    BalasHapus
  6. Ortu murid les sy jg gt Mak Myra. Kalo musim ulangan kayak gini bawelnya ga ketulungan hehehehe! jadinya sy ikutan ketar-ketir sama nilai anaknya. Nanti kalo jelek pasti vonisnya ga serius belajarnya sama sy. Kadang mikir juga, yg sekolah ibunya ato anaknya si yaa hehehe! Jadi inget jaman dulu, ortu sy sante2 aja pas musim ulangan. Apa mungkin jamannya udah beda ya.

    BalasHapus
  7. Wah, kudu dicoba nnih. Aku selalu stres klo anak2 ujian. Jdnya, tingkat kebawelan naik 300%....

    BalasHapus
  8. saya masih suka bawel dan galau kalau ikhsan mau ujian. Ikhsan kadang jadi ga mood belajar. Tapi kalau ga saya ingetin dia juga ga belajar sama sekali.
    Harus banyak belajar kayak mba chi..
    makasih sharingnya...

    BalasHapus
  9. saya gak suka bawel2 bun...mau belajar apa engga terserah aja yang penting sudah diingatkan..

    BalasHapus
  10. hihi....emak-emak paling rempong dan stress saat anak ujian.Makasih sharingnya mak

    BalasHapus
  11. ternyata mak chi juga rempong ya...eh tapi..kok Nai suka ya kalo bundanya bawel hehehe..kalo aku mungkin pecah pala berby ibuku bawel hehehe..pisss mak chi...

    BalasHapus
  12. Mengingatkan anak anak agar tidak bawel? Wowwwwwwwwwwww

    BalasHapus
  13. wahaha, begitulah anak laki...

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge